You are on page 1of 52

MAKALAH ESKURSI TAMBANG BAWAH TANAH

D

I

S

U

S

U

N

OLEH:

ELSA MEGAWATI SAKONG D1101131023

UNIVERSITAS TANJUNGPURA

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN TEKNIK SIPIL

PRODI TEKNIK PERTAMBANGAN

2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah,
Taufik dan Hinayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam
bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan
sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam materi Eskursi
Tambang Bawah Tanah .

Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami
miliki sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk
memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Sekian dan Terima kasih.

Pontianak, 21 April 2016

Penulis

DAFTAR ISI

Kata pengatar.......................................................................................................... i

Daftar isi ............................................................................................................... .ii

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................1

Latar Belakang............................................................................................1

BABII PEMBAHASAN.........................................................................................3

BAB III PENUTUP................................................................................................14

Kesimpulan ...............................................................................................14

Saran..........................................................................................................14

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Pertambangan adalah Ilmu yang mempelajari tentang pekerjaan pembongkaran,
pemuatan, dan pengangkutan pada mineral – mineral dan batuan yang memiliki nilai
ekonomis.
Penambangan adalah suatu kegiatan pengambilan endapan bahan galian (mineral
berharga) pada saat itu dari dalam kulit bumi baik penggalian yang dilakukan dipermukaan
maupun dibawah permukaan bumi, sedangkan tambang merupakan tempat menggali
(mengambil) hasil dari dalam kulit bumi berupa bahan galian (mineral berharga).
Sistem penambangan adalah suatu cara atau teknik yang dilakukan untuk membebaskan
atau mengambil endapan bahan galian yang mempunyai arti ekonomis dari batuan induknya
untuk diolah lebih lanjut sehingga dapat memberikan keuntungan yang besar dengan
memperhatikan keamanan dan keselamatan kerja yang terbaik serta meminimalisasi dampak
lingkungan yang dapat ditimbulkannya.
Ledakan tambang merupakan risiko keamanan yang sangat lazim di tambang bawah
tanah. Berbagai teknik telah dikembangkan untuk menghilangkan dan/atau mengencerkan
emisi metana baik sebelum dan selama pertambangan dan hal ini telah membantu
mengurangi ledakan metana secara signifikan terkait dengan tambang bawah tanah.
Agar dapat tercapai hal-hal yang terdapat dalam definisi sistem penambangan di atas, maka
cara penambangan yang diterapkan harus dapat menjamin :
1. Ongkos penambangan yang seminimal mungkin.
2. Perolehan atau mining recovery harus tinggi.
3. Efisiensi kerja harus tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh :
 Jenis alat yang digunakan.
 Sinkronisasi kerja yang baik.
 Tenaga kerja yang terampil.
 Organisasi dan manajemen yang baik.
Secara garis besarnya, sistem dan metode penambangan dibagi atas 4 (empat) bagian,
yaitu :
 Tambang terbuka (surface mining).

 Tambang dalam atau tambang bawah tanah (underground mining).
 Tambang bawah air (underwater mining).
 Tambang di tempat (insitu mining).

Biasanya cebakan bagian dekat permukaan yang secara ekonomis ditambang secara
tambang terbuka, sedangkan bagian yang lebih dalam akan ditambang secara tambang dalam.
Klasifikasi sistem tambang bawah tanah yang dikenal saat ini sangat banyak, walaupun
demikian pada dasarnya sistem tambang bawah tanah dapat dikelompokan menjadi tiga
bagian, yaitu :
1. Stope dengan penyanggaan alamiah
· Open stope dengan underhand stoping.
· Open stope dengan overhand stoping.
· Open stope dengan breast stoping (room and pillar).
2. Stope dengan penyanggaan buatan
· Cut and fill stoping.
· Shrinkage stoping.
· Square-set stoping.
· Stull stoping.
· Longwall mining.
· Undercut and fill.
· Top slicing.
3. Metode caving
· Sublevel caving.
· Block caving.

1.2. Maksud dan Tujuan.
Adapun maksud dan tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Mahasiswa dapat memahami sistem penambangan bawah tanah.
2. Mahasiswa dapat mengetahui syarat- syarat yang harus dipenuhi agar dapat
melakukan penambangan bawah tanah.
3. Mahasiswa dapat mengetahui metode- metode yang digunakan untuk penambangan
bawah tanah.

.

Production (produksi) Tahap production adalah pekerjaan menggali sumber bijih itu sendiri. Development (pengembangan) Pada tahap development semua yang digali adalah batuan tak berharga. Tambang Bawah Tanah Tambang bawah tanah (Undergrond Mine) mengacu pada metode pengambilan bahan mineral yang dilakukan dengan membuat terowongan menuju lokasi mineral tersebut. Adit Yaitu terowongan mendatar (horisontal) yang umumnya dibuat di sisi bukit atau pegunungan menuju ke lokasi bijih. Dengan semua pekerjaan yang dilakukan di bawah tanah dengan panjang terowongan yang mencapai ribuan meter. Ada dua tahap utama yang terdapat pada metode tambang bawah tanah. Karena letak cadangan yang umumnya berada jauh dibawah tanah. Shaft Berupa lubang tegak (vertikal) yang digali dari permukaan menuju cadangan mineral. Ramp biasanya digunakan untuk jalan kendaraan atau alat-alat berat menuju dan dari bawah tanah. Berbagai macam logam bisa diambil melalui metode ini seperti emas. yakni: a. Jalan masuk tersebut dapat dibedakan menjadi beberapa. 2. Pekerjaan ini menjadi tugas tim ventilasi tambang. ventilasi juga mesti memastikan agar semua udara kotor hasil pembuangan alat- . dan timbal. atau bijih. maka diperlukan usaha khusus untuk mengalirkan udara ke semua sudut terowongan. diantaranya: 1. BAB II PEMBAHASAN 2. seng. b. alat. Tahap development termasuk pembuatan jalan masuk dan penggalian fasilitas-fasilitas bawah tanah lain. c. nikel. Shaft ini kemudian dipasangi semacam lift yang dapat difungsikan mengangkut orang. tembaga. Selain mensuplai jumlah oksigen yang cukup. Tempat bijih digali disebut stope (lombong). jalan masuk perlu dibuat untuk mencapai lokasi cadangan.1. Ramp Jalan masuk ini berbentuk spiral atau melingkar mulai dari permukaan tanah menuju kedalaman yang dimaksud.

Bijih dihancurkan secara metode overhand dan dibiarkan terkumpul dalam stope. dan hal ini tidak . Karena batuan yang diledakkan itu selalu bertambah volumenya. kemiringan 50˚. Apabila bijihnya lemah. dari drift ini kemudian dibuat raise yang dipergunakan untuk Orechute dan Munway. Dalam kasus ini membetuk open stope atau metode shrinkage stoping general. Shrinkage stoping adalah salah satu metode tambang bawah tanah yang kegiatan penggaliannya dilakukan secara over hand. Ore diledakkan dan broken ore yang diperoleh dibiarkan menimbun. Penyanggaan yang optimal akan mendukung kelangsungan kinerja dan juga keselamatan semua pekerja. Mengingat bijih akan mengembang dila dihancurkan maka sekitar 35% dari volume batuan yang dihancurkan setiap peledakan harus diambil untuk memberikan ruangan yang cukup dagi pekerja untuk bekerja diantara bagian atas bijih lepas dengan atap. maka pertambahan volume itu dikeluarkan dari tambang. Development yang diperlukan untuk shrinkage stoping yaitu dengan membuat drift pada setiap level. Untuk menjaga kestabilan terowongan diperlukan pula penyangga -penyangga terowongan.alat diesel dan gas beracun yang ditimbulkan oleh peledakan bisa segera dibuang keluar. Metode ini terletak antara kelas open stope dan filled stope. maka bagian atap diatas pekerja dapat disangga dengan baut batuan selama penambangan. Demikian seterusnya hingga diperoleh timbunan sampai batas tertentu. maka seluruh hasil penggalian yang berupa broken ore diambil semua. Dinding stope secara otomatis akan disangga oleh bijih lepas sampai kegiatan penambangan bijih selesai. Metode Shrinkage Stoping. tumpukan hasil peledakan itu akan dibiarkan di lantai untuk dipakai sebagai:  Tempat berpijak untuk pemboran berikutnya. Shrinkage stoping diterapkan untuk badan bijih yang besar.  Penyangga batuan samping (country rock). Apabila dikhawatirkan akan terjadi keruntuhan. dan lombong akan kosong.90˚ (sleeply). Untuk memaksa agar udara mengalir ke terowongan.metode penyanggaan (ground support) telah dikembangkan. membentuk stope yang kosong. Tetapi bila nanti blok yang bersangkutan sudah selesai ditambang. Berbagai metode . digunakanlah fan (kipas) raksasa dengan berbagai ukuran dan teknik pemasangan. Selanjutnya bijih diambil secara keseluruhan. 2. Tiap bagian (slices) dibor dan diledakkan dari bawah.2.

Apabila penggalian dalam stope telah selesai dan bijih telah diambil. Development yang dilakukan mirip dengan sublevel stoping. Bijih lepas kemudian digali dengan sistim penggarukan melalui sebuah “Grizzly bars” yang terletak pada “scram level” sebelum dimuat kereta tambang di bawahnya. Cribbed manway ini selalu diperpanjang mengikuti kemajuan penggalian bijih. Grizzly tersusun atas sejumlah balok besi sejajar dengan jarak 4 sampai 8 inchi yang ditempatkan di bagian atas chute untuk menghindari tersumbatnya chute ini oleh gumpalan bijih yang besar. dalam kasus ini membentuk filled stope atau metode shrinkage and fill. Sedangkan crosscut dibuat untuk mengawali penambangan bijih setiap interval 25 feet. Bingkah yang bijih berukuran besar dapat diperkecil (secondary blasting) langsung di dalam stope atau pada grizzly pada “scram drift” . Manway dibuat dekat pillar vertical yang memisahkan stope yang berdekatan. sehingga pilar vertikal akan terbagi menjadi beberapa “Rib pillar”.diinginkan. Raise dibuat berdekatan dengan pillar vertikal disetiap sisi stope. Grizzly ini juga mencegah terperosoknya pekerja dalam chute. Penambangan bijih dilakukan pada sayatan horizontal dimulai dari bagian bawah mengarah keatas melalui suatu manway. kecuali tidak mempunyai sublevel. Pillar dapat ditambang dengan meledakan dalam suatu stope yang telah kosong atau menggunakan “Square set timber supports”. Metode lain untuk masuk ke dalam stope adalah melalui atau membuat “Cribbed manway” dari suatu haulage drift menembus bijih lepas. Pillar vertical berukuran lebar diatas 40 feet. maka stope dapat diisi oleh waste yang berasal dari stope atau kegiatan diatasnya.

oleh karena itu 40% dari ore yang telah di blasting harus diambil secara kontinyu selama penambangan untuk menjaga supaya keseimbangan headroom antara atas dan bawah ore yang telah diblasting. Sub level stoping termasuk kedalam penyanggaan yang dilakukan secara overhand. hal ini dihentikan. Ore body yang lebih kecil dapat ditambang dengan satu stope. Dengan . Gambar Shrinkage Stoping 2. Melalui blasting.3. Ketika stope telah maju ke batas atas dari stope yang direncanakan. area yang lebih besar dari ore body dibagi atas beberapa stope yang terpisah oleh pillar untuk menstabilkan hanging wall. Bagian dari ore yang hancur ditinggalkan di stope yang telah ditambang. Pada shrinkage stoping. Stuktur Shrinkage Stoping. dan sisanya yang 60% dari ore dapat di ambil. dimulai dari bawah stope dan terus maju ke atas. yang berfungsi sebagai platform kerja untuk menambang ore bagian atas dan untuk mensupport dinding-dinding stope. batuan menambah volume yang didudukinya sekitar 50%. ore di angkut di horizontal slice. Pillar biasanya dapat diambil setelah penambangan yang reguler selesai.

membentuk corong dan manway lining. Cocok untuk batuan kuat. Bukan merupakan endapan Sulfida (Fe).4.4. Struktur Shrinkage Stoping 2. b. d. g. 2. Endapan bijih harus homogen atau uniform. Aplikasi dan Development pada Shrinkage Stoping.berfungsi sebagai berpijak pekerja dan sebagai peluncur bijih. Syarat. Tebal endapan tidak lebih dari 3 m. sebagai berikut : a. f. hal ini guna menghindari pengaruhnya pada air asam tambang. Syarat yang diperlukan untuk metode shrinkage stoping antara lain. Endapan bijih memiliki nilai yang tinggi baik kadar maupun harganya. c. Penambangan tidak selektif. Endapan mempunyai kemiringan lebih dari 70o.menggunakan pillar buatan dari waste rock dan stull timber yang menyanggan dan melintang pada Sub level stoping dipasang pada geometri yang sistematis. Syarat. . karena endapan Sulfida harus dengan metode selective mining.1. dan sebagai penyangga lekat. e.

Keuntungan yang dicapai bila menggunakan metode shrinkage stoping. Dapat langsung berproduksi. Ideal untuk bijih dengan kemiringan 50 – 90 (steeply) yang lebih besar dari sudut gelincir broken ore. Biaya pembuatan Ventilasi dan Development yang rendah b. Urat sempit sampai lebar. f. Hanging wall dan Footwall dinding cukup stabil. d. f. Crosscut ke ore di bagian bawah stope. e. sebagai berikut : a.2. d. pengaplikasian yang dilakukan untuk metode shrinkage stoping antara lain. h. Untuk bijih yang broken orenya tidak menggumpal bila ditumpuk dalam waktu lama di dalam stope.2.4. d. Kadar sebaiknya seragam. sehingga tidak terjadi crushing dan spalling bila broken ore diambil. 2. Development. Keuntungan. c.5. Raise dari level pengangkutan melalui undercut ke level utama untuk menyediakan akses dan ventilasi ke stope.1. Development untuk shrinkage stoping terdiri atas : a. Undercut atau lapisan bawah stope 5 – 10 m di atas drift pengangkutan. Mining Recovery tinggi. Finger raise dan cones dari crosscut ke undercut. Sejumlah besar pekerja dapat bekerja di dalam stope. g. Drift pengangkutan sepanjang bagian bawah stope. e. Keuntungan dan Kerugian pada Metode Shrinkage Stoping. antara lain : a. Badan bijih dengan bentuk teratur untuk menghindari losses dan dilusi. 2. . c. 2.4. karena tidak memungkinkan sorting. Mengeliminasi hand – loading. Sederhana dan mudah untuk dikerjakan c. b. b. Ketebalan bijih lebih dari 5 meter. sehingga penyanggan pada atap bisa seminimal mungkin.3.5. Bijih harus kuat. Aplikasi. e.

Metode Shrinkage stoping merupakan metode dengan membuat Drift pada setiap level dan kemudian dibuat Raise yang kemudian ore akan diledakkan menjadi broken ore sehingga akan menjadi tertimbun. Tambang Bawah tanah merupakan sistim penambangan yang mengacu pada pengambilan material berharga yang dihubungkan dengan terowongan agar dapat mencapai lokasi tersebut. Dan keuntungan yang yaitu : biaya . b.2. Kerugian yang dicapai bila menggunakan metode shrinkage stoping. Kerugian metode Shrinkage stoping. Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari penulisan makalah ini. 3. BAB III PENUTUP 3. Bijih ditinggal dalam stope untuk waktu yang lama. Metode ini mempunyai persyaratan yang sangat ketat dan hanya cocok untuk bijih tertentu.5. antara lain : a. d. e. c. Kesimpulan. dst. Metode shrinkage stoping memiliki kerugian yaitu : kondisi kerja yang sulit dan berbahaya. sehingga investasi tidak segera kembali. tempat pijakan yang kurang nyaman. 2. Badan bijih yang terletak pada waste rock tidak bisa ditambang. antara lain : 1. Metode shrinkage stoping memiliki beberapa syarat dan aplikasi dalam pembuatannya salah satunya endapan bijih harus seragam dan homogen. 4.2. Kondisi lantai (tempat pijakan yang terdiri dari broken ore) kurang nyaman untuk pergerakan para pekerja dan peralatan. Kondisi kerja yang sulit dan berbahaya.1.

development dan pembuatan ventilasi yang terbilang cukup murah. 2.2. khususnya kepada mahasiswa terhadap dosen. antara lain : 1. dst. Saran. agar mahasiswa dapat memahami dan mengerti sehingga dapat membedakan metode penambangan antara satu dengan yang lainnya. agar dapat tercipta suasana yang nyaman di ruangan. Mungkin perlu dilakukan pembuatan simulasi kecil terhadap metode penambangan bawah tanah. Adanya perasaan saling menghargai diantara mahasiswa dengan dosen yang mengajar. . 3. Adapun saran yang dapat penyusun berikan. pendapatan Mining Recovery tinggi.

d. PENGANTAR 1. Diskusi tentang cog:  Bagaimanakah konsekuensi apabila menggunakan difinisi (1) dan difinisi (2) ? 3. Sumber Daya Manusia. lingkungan. Q-System. Kadar minimum suatu logam yang terdapat dalam bijih supaya dapat ditambang secara menguntungkan berdasarkan ekonomi dan teknologi saat itu maupun lingkungan. Kadar rata-rata minimum suatu logam yang terdapat dalam bijih supaya dapat ditambang secara menguntungkan berdasarkan ekonomi dan teknologi saat itu maupun lingkungan. SYARAT-SYARAT PENERAPAN TAMBANG BAWAH TANAH Prinsip pokok eksploitasi tambang bawah tanah adalah memilih metode penambangan yang paling cocok dengan keunikan karakter (sifat alamiah. geologi. Catatan:  Rate of Return (ROR) secara umum diartikan sebagai tingkat pengembalian modal yang dinyatakan dalam prosen. 1987). Pengetatan dan pembatasan mengenai masalah-masalah lingkungan. dll). Investasi dinyatakan menguntungkan apabila mempunyai ROR diatas tingkat bunga bank saat itu. platy. amblesan. tailing. Pengembangkan teknologi baru dalam peralatan Tambang Bawah Tanah. TAMBANG BAWAH TANAH DAN PROSPEK MASA DEPAN Kecenderungan umum di masa yang akan datang. Hal ini karena beberapa hal: a. tabular. teknologi dan ekonomi. sill. PENGERTIAN Secara umum pengertian tambang bawah tanah adalah suatu sistim penambangan mineral atau batubara dimana seluruh aktivitas penambangan tidak berhubungan langsung dengan udara terbuka. Rock Mass Rating. sistim tambang bawah tanah akan menjadi pilihan utama eksploitasi mineral dan enerji (Hartman. b. air tanah. Dengan kata lain bertambahnya kedalaman deposit akan menyulitkan bila ditambang dengan sistim tambang terbuka karena setiap tambang terbuka dibatasi oleh besaran Stripping Ratio. sesar. sedimentasi. penguasaan teknologi. khususnya dalam hal teknik penggalian dan peralatan penambangan yang kontinyu. permeabilitas)  Karakteristik geoteknik (kuat tekan. dll)  Faktor-faktor teknologi (hadirnya teknologi baru. dll)  Karakteristik geologi dan hidrologi (patahan. dengan memperhatikan batasan tentang keamanan. disseminated. Batasan keekonomian berarti bahwa dengan biaya produksi yang rendah tetapi diperoleh keuntungan pengembalian yang maksimum (return the maximum profit ataupun rate of return ROR) serta lingkungan.  Cut-off grade: 1. 2. kohesi. dll)  Faktor lingkungan (limbah pencucian. 2. dimana tambang terbuka akan memberikan dampak lingkungan yang lebih besar dibandingkan tambang bawah tanah. Semakin berkurangnya deposit (cebakan) berkadar tinggi pada atau dekat permukaan untuk ditambang. dll) endapan mineral dan batuan yang akan ditambang. Berkurangnya mobilitas peralatan mekanik pada tambang terbuka apabila penambangan semakin dalam c. Catatan: . serta sistim konstruksi penyangga dan perkuatan yang semakin baik. kuat geser. Untuk menentukan tambang bawah tanah harus memperhatikan:  Karakteristik penyebaran deposit atau geometri deposit (massive. vein. kuat tarik.

shrinkage stoping. debu. pembuatan lubang-lubang sekunder dan tersier (secondary development dan tertiary development) 3. 5. RUANG LINGKUP TAMBANG BAWAH TANAH Jenis-jenis pekerjaan pada tambang bawah anah antara lain: 1. Kedalaman penggalian hampir tak terbatas karena tidak berkait dengan SR c. Losses dan dilusi umumnya lebih susah dikontrol Catatan:  Waste adalah sisa-sisa penggalian pada tambang bawah tanah yang tidak bermanfaat yang diperoleh pada saat underground development (persiapan penambangan bawah tanah). Penyiapan sarana dan prasarana di permukaan 2. Problem ventilasi.  Mining recovery adalah perbandingan antara bijih yang dapat ditambang dengan bijih yang ada didalam perhitungan eksplorasi. Pada tambang terbuka. Perlu penerangan b. e. bahan peledak harus yang permissible explossive. CO2. Secara umum beberapa metode tambang bawah tanah lebih ramah lingkungan (misal: cut and fill. dan dikhususkan pemakaiannya pada tambang bawah tanah. gas-gas beracun. Stripping Ratio (SR) adalah perbandingan antara volume over burden (tanah penutup) dalam Bank Cubic Meter (BCM) yang harus digali untuk dapat menambang satu ton bijih. KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN TAMBANG BAWAH TANAH Keunggulan tambang bawah tanah a. Kelemahan tambang bawah tanah a.  Barren rock adalah batuan yang tidak mengandung logam atau bagian dari bijih yang mempunyai kadar bijih sangat kecil. Dapat menambang deposit dengan model yang tidak beraturan e. terdiri dari gas-gas CO dan NOX. terdiri dari gas-gas H2O. Tidak terpengaruh cuaca karena bekerja dibawah permukaan tanah b. tranporting) . Produksi relatif lebih kecil dibandingkan tambang terbuka d. Masalah safety dan kecelakaan kerja menjadi kendala f. Penyiapan sarana dan pekerjaan bawah tanah. Semakin dalam penggalian maka resiko ambrukan semakin besar c. pembuatan jalan masuk utama (main acces pada primary development) b.  Permissible explossive adalah bahan peledak yang menghasilkan gas-gas tidak beracun. pengangkutan (hauling. stope and pillar) d. yang dinyatakan dalam persen  Losses adalah kehilangan bijih pada penambangan bawah tanah karena keterbatasan atau kendala inheren pada metode yang diterapkan  Dilusi adalah bercampurnya barren rock dengan bijih hasil penambangan sehingga akan menghasilkan kadar broken ore yang lebih kecil. 4.  Smoke adalah gas-gas yang tidak beracun sebagai hasil reaksi kimia bahan peledak yang meledak. Mining recovery umumnya lebih kecil g. pemuatan(loading). meliputi a. penggalian yang semakin dalam akan menghasilkan nilai SR yang semakin besar. Kegiatan eksploitasi: breaking (loosening) dengan pemboran dan peledakan. Bekas penggalian dapat ditimbun dengan tailing dan waste. dan N2 bebas  Fumes adalah gas-gas yang beracun sebagai hasil reaksi kimia bahan peledak yang meledak.

4. bijih emas epithermal. peledakan. maka menurut hukum ekonomi maka harga akan meningkat. semakin berkurangnya endapan batubara 4. Terjadi perkembangan teknologi dan masalah lingkungan. sehingga terjadi pergeseran aplikasi dari tambang terbuka ke tambang bawah tanah. stope and pillar) Diskusi:  Apakah cut-off grade selalu sama setiap saat?  Dengan dilakukan penambangan. scalling. cut-and-fill). dan room and pillar (tetapi sekarang sudah ditinggalkan) 3. penerangan. berkembangnya teknologi penyanggaan 2. Kitadin. metode coyoting (lubang tikus) Catatan:  Metode room and pillar pada batubara dahulu kala menjadi metode utama. penirisan. Sumatera Barat. metode block caving 2. square-set stoping. bijih tembaga dan emas. TAMBANG BAWAH TANAH DI INDONESIA 1. PT.  Kadar bijih yang lebih kecil tersebut. ventilasi. sehingga dimungkinkan untuk menambang bijih dengan kadar yang lebih kecil. Tambang emas rakyat di Tasikmalaya. sublevel stoping)  Toleransi losses yang semakin tinggi untuk mengejar produktivitas (misal: block caving. sedangkan jumlah cadangan dan kadar logam yang dijumpai sudah mulai menurun (supply. batubara. metode longwall. hauling. meningkatnya kebutuhan batubara. Aneka Tambang di Cikidang. kebutuhan). PT. sehingga diperlukan produksi besar-besaran (misal: block caving. 6. nilai batubara yang semakin meningkat 3. karena: 1. apakah cadangan suatu bijih di suatu Kuasa Penambangan akan menurun? . supporting. PT. pasokan). Penanganan dan operasi pendukung: penyanggaan. PT. bijih emas epithermal. loading. PT. BAB I PENDAHULUAN Mengapa aplikasi tambang bawah tanah saat ini mulai menggeser aplikasi tambang terbuka? 1. smoke clearing. Tambang Batubara Bukit Asam di Ombilin. saat ini tidak terdapat di permukaan (yang dapat ditambang dengfan tambang terbuka) tetapi terdapat terbenam jauh di bawah tanah (yang hanya dapat ditambang dengan tambang bawah tanah). metode underhand stull stoping 5.  Metode yang dahulu populer (misal stull stoping. Papua. Aneka Tambang di Gunung Pongkor Bogor.  Bila kebutuhan meningkat sedangkan pasokan menurun. 2. Freeport Indonesia di Tembagapura. room and pillar. 6. Kebutuhan logam meningkat (demand. keselamatan kerja. roof controlling. metode cut and fill dan shrinkage stoping 4. sublevel stoping. metode Longwall Mining. sekarang mulai ditinggalkan  Kadar semakin kecil. Catatan:  Satu round adalah urut-urutan atau siklus eksploitasi tambang bawah tanah yang terdiri dari kegiatan pemboran dan pengisian bahan peledak. dll). tetapi saat ini sudah ditinggalkan.

Penambangan dilakukan diantara dua pillar. 3. Metode runtuhan ini tidak memerlukan penyanggan cebakan yang terletak di atas stope. mekanika batuan. yaitu suatu metode tambang bawah tanah yang dengan mudah dapat diubah menjadi tambang bawah tanah lain tanpa banyak melakukan penyesuaian (misal: sublevel caving menjadi cut-and fill. Dengan teknik pengisian ini. sehingga cebakan bijih diatasnya menjadi runtuh.Cu (X) V Keterangan: V = diterapkan saat ini (X) = diterapkan sebelumnya . dan menjadi tidak cocok untuk cebakan yang lain. tailing).Cu V (X) V Pyhasalmi Cu. cebakan tegak-tipis hanya cocok dengan stull stoping. Dibuat sebuah undercut dibawah cebakan bijih. bahkan didalam satu cebakan. bahwa cebakan bijih tidak mempunyai sifat yang homogen malainkan heterogen. cut-and fill menjadi shrinkage stoping) Strategi dalam pemilihan metode tambang bawah tanah ada tiga macam. Sebagaimana disebutkan didepan. massive ore hanya cocok dengan sistim caving. maka pillar dapat ditambang.Zn V V V V Kemi Cr V Kotalahti Ni (X) V Keretti Cu (X) (X) (X) V Hammaslahti Cu (X) V Hitura Ni V Virtasalmi Cu (X) V Vammala Ni. Cara seperti ini disebut caving methods. yaitu 1. Cebakan bijih mempunyai karakteristik ore zone maupun country rock yang berbeda-beda. Mine Open Sublev Sublev Shrinkage Room Cut and (produk utama) Pit Stoping Caving Stoping Pillar Fill Vuonos Cu (X) (X) V V Vihanti Zn. Disukai sistim yang fleksibel. Overlying ground disangga pillar permanen dari bijih itu sendiri atau disebut dengan natural support. maupun kadarnya). Broken sulphide ore tidak cocok dengan sistim shrinkage stoping (karena broken sulphide ore akan menggumpal bila ditumpuk dalam waktu yang lama dalam stope sehingga akan menyulitkan dalam penarikan broken ore tersebut). Oleh sebab itu: 1. Berikut ini adalah metode penambangan di Tambang Outokumpu Oy di Finlandia. Penambangan dilakukan tanpa atau dengan artificial support dan dilakukan filling (waste rock. perubahan karakter mekanika batuan. Cara seperti ini disebut supported stope methods. 2. Cebakan bijih tidak selalu dijumpai dalam karakter yang sama (baik geometri. square-set stoping dan stull stoping) 3. Oleh sebab itu. 2. sehingga mining recovery tidak sempurna sekitar 60%. Suatu sistim tambang bawah tanah hanya cocok untuk cebakan tertentu saja. Cara seperti ini disebut open stope methods. dan perubahan kadar. dimungkinkan sebuah cebakan bijih akan ditambang dengan dua atau lebih metode yang berbeda. artinya pada suatu cebakan bijih selalu atau dimungkinkan terjadi perubahan bentuk geometri. sehingga sebuah cebakan bijih dapat ditambang dengan dua atau lebih metode tambang bawah tanah (misal: cut and fill dan shrinkage.

Tambang bawah tanah BAB I PENDAHULUAN A. Untuk itu kita harus mengetahui risiko-risiko yang dapat menimbulkan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja dan berusaha mengatasinya sehingga diharapkan suatu kondisi tanpa kecelakaan atau Zero Accident. salah satu faktor keberhasilan tersebut adalah penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sehingga tidak terjadi kecelakaan ataupun penyakit akibat kerja. Kondisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) perusahaan di Indonesia secara umum diperkirakan termasuk rendah. Latar Belakang Industri pertambangan dalam menjalankan aktivitasnya tentu menginginkan keberhasilan untuk mencapai kegiatan pertambangan yang baik dan benar (good mining practice). Pada tahun 2005 Indonesia menempati posisi yang buruk jauh .

Setiap orang membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuan hidupnya. Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman. yang penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat. Karena itu disamping perhatian perusahaan. memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata. Semakin tersedianya fasilitas keselamatan kerja semakin sedikit kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Indonesia akan sulit menghadapi pasar global karena mengalami ketidakefisienan pemanfaatan tenaga kerja (produktivitas kerja yang rendah). Salah satu komponen yang dapat meminimalisir Kecelakaan dalam kerja adalah tenaga kesehatan. Banyak pekerja yang meremehkan risiko kerja. serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi- tingginya. Kondisi tersebut mencerminkan kesiapan daya saing perusahaan Indonesia di dunia internasional masih sangat rendah. Jika kita pelajari angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja di beberapa negara maju (dari beberapa pengamatan) menunjukan kecenderungan peningkatan prevalensi. Filipina dan Thailand. Malaysia. keluarga. Nuansanya harus bersifat manusiawi atau bermartabat. termasuk bangsa Indonesia. Dalam penjelasan undang- undang nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan telah mengamanatkan antara lain. Untuk mengantisipasi hal tersebut serta mewujudkan perlindungan masyarakat pekerja Indonesia. Faktor keselamatan kerja menjadi penting karena sangat terkait dengan kinerja karyawan dan pada gilirannya pada kinerja perusahaan. . sehat. masyarakat dan lingkungan disekitarnya. agar tidak terjadi gangguan kesehatan pada pekerja. pemerintah juga perlu memfasilitasi dengan peraturan atau aturan perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. setiap tempat kerja harus melaksanakan upaya kesehatan kerja. Sebagai faktor penyebab. bebas dari pencemaran lingkungan. keluarga dan lingkungannya. Di era globalisasi dan pasar bebas WTO dan GATT yang akan berlaku tahun 2020 mendatang. Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Kecelakaan Kerja (KK) di kalangan petugas kesehatan dan non kesehatan kesehatan di Indonesia belum terekam dengan baik. sering terjadi karena kurangnya kesadaran pekerja dan kualitas serta keterampilan pekerja yang kurang memadai. Dalam bekerja Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhatikan karena seseorang yang mengalami sakit atau kecelakaan dalam bekerja akan berdampak pada diri. Keselamatan kerja telah menjadi perhatian di kalangan pemerintah dan bisnis sejak lama.di bawah Singapura. sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. sehingga tidak menggunakan alat-alat pengaman walaupun sudah tersedia. Tenaga kesehatan mempunyai kemampuan untuk menangani korban dalam kecelakaan kerja dan dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk menyadari pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. Padahal kemajuan perusahaan sangat ditentukan peranan mutu tenaga kerjanya. kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu prasyarat yang ditetapkan dalam hubungan ekonomi perdagangan barang dan jasa antar negara yang harus dipenuhi oleh seluruh negara anggota. telah ditetapkan Visi Indonesia Sehat 2010 yaitu gambaran masyarakat Indonesia di masa depan.

jalan masuk perlu dibuat untuk mencapai lokasi cadangan. dan timbal. Mejelaskan pengertian tambang di bawah tanah dan defisiensi oksigen bagi pekerja 2. Menjelaskan tentang kelebihan dan kekurangan pekerjaan di tambang 5. seng. Manfaat 1. a) Syarat-syarat Penerapan tambang Bawah Tanah Prinsip pokok eksploitasi tambang bawah tanah adalah memilih metode penambangan yang paling cocok dengan keunikan karakter (sifat alamiah. dll) endapan . Menjelaskan efek defisien oksigen pada pekerja tambang bawah tanah C. Tujuan 1. Berbagai macam logam bisa diambil melalui metode ini seperti emas. Pengertian Tambang Bawah Tanah Secara umum pengertian tambang bawah tanah adalah suatu sistim penambangan mineral atau batubara dimana seluruh aktivitas penambangan tidak berhubungan langsung dengan udara terbuka. Mengetahui efek defisiensi oksigen pada pekerja tambang bawah tanah BAB II PEMBAHASAN A. Tambang bawah tanah mengacu pada metode pengambilan bahan mineral yang dilakukan dengan membuat terowongan menuju lokasi mineral tersebut. lingkungan. Mengetahui efek defisiensi oksigen 3. Mengetahui kelebihan dan kekurangan pekerjaan di tambang bawah tanah 5. Menjelaskan tentang metode pemambangan di bawah tanah 3. B. Mengetahui pengertian tambang di bawah tanah 2. Menjelaskan potensi bahaya di tambang bawah tanah 4. Mengetahui tentang beberapa metode pembuatan tambang di bawah tanah 4. nikel. Karena letak cadangan yang umumnya berada jauh dibawah tanah. tembaga. geologi.

serta sistim konstruksi penyangga dan perkuatan yang semakin baik. b) Tambang Bawah Tanah dan Prospek Masa Depan Kecenderungan umum di masa yang akan datang. penguasaan teknologi. Investasi besar juga dibutuhkan untuk membeli alat-alat tambang yang harganya selangit. sedimentasi. amblesan. tailing. air tanah. B. Keunikan Industri Tambang a) Padat modal Bisnis tambang adalah bisnis padat modal. dengan memperhatikan batasan tentang keamanan. Pengetatan dan pembatasan mengenai masalah-masalah lingkungan. Karena terpencil. Stripping Ratio (SR) adalah perbandingan antara volume over burden (tanah penutup) dalam Bank Cubic Meter (BCM) yang harus digali untuk dapat menambang satu ton bijih. Kadar minimum suatu logam yang terdapat dalam bijih supaya dapat ditambang secara menguntungkan berdasarkan ekonomi dan teknologi saat itu maupun lingkungan. platy. dll) 2. cadangan mineral umumnya ditemukan di daerah-daerah terpencil.Pengembangkan teknologi baru dalam peralatan Tambang Bawah Tanah. dll). Hal ini karena beberapa hal yaitu Semakin berkurangnya deposit (cebakan) berkadar tinggi pada atau dekat permukaan untuk ditambang. kohesi. Rock Mass Rating. Karakteristik geoteknik (kuat tekan. Batasan keekonomian berarti bahwa dengan biaya produksi yang rendah tetapi diperoleh keuntungan pengembalian yang maksimum (return the maximum profit ataupun rate of return ROR) serta lingkungan. 1987). mineral dan batuan yang akan ditambang. Karakteristik penyebaran deposit atau geometri deposit (massive. Untuk menentukan tambang bawah tanah harus memperhatikan: 1. sill. sesar. Sumber Daya Manusia. dimana tambang terbuka akan memberikan dampak lingkungan yang lebih besar dibandingkan tambang bawah tanah. Karakteristik geologi dan hidrologi (patahan. Berkurangnya mobilitas peralatan mekanik pada tambang terbuka apabila penambangan semakin dalam. kuat tarik. jalan masuk ke lokasi tambang belum tentu ada. sistim tambang bawah tanah akan menjadi pilihan utama eksploitasi mineral dan enerji (Hartman. Pada banyak kasus. Dengan kata lain bertambahnya kedalaman deposit akan menyulitkan bila ditambang dengan sistim tambang terbuka karena setiap tambang terbuka dibatasi oleh besaran Stripping Ratio. dll) 4. dll) 5. disseminated. khususnya dalam hal teknik penggalian dan peralatan penambangan yang kontinyu. Faktor lingkungan (limbah pencucian. kuat geser. Q- System. Rate of Return (ROR) secara umum diartikan sebagai tingkat pengembalian modal yang dinyatakan dalam persen. Faktor-faktor teknologi (hadirnya teknologi baru. Ini . teknologi dan ekonomi. Investasi dinyatakan menguntungkan apabila mempunyai ROR diatas tingkat bunga bank saat itu. penggalian yang semakin dalam akan menghasilkan nilai SR yang semakin besar. Cut-off grade: Kadar rata-rata minimum suatu logam yang terdapat dalam bijih supaya dapat ditambang secara menguntungkan berdasarkan ekonomi dan teknologi saat itu maupun lingkungan. Dibutuhkan investasi besar untuk bergelut di bisnis ini. permeabilitas) 3. Hingga jadi tanggung jawab perusahaan untuk membuat jalan masuk itu. tabular. Pada tambang terbuka. vein.

Dari semua tahap itu. Peledakan pada tambang bawah tanah berbeda dengan peledakan pada tembang terbuka. dapat dibayangkan panjangnya waktu yang mesti dilalui mulai dari eksplorasi hingga sebuah bahan tambang bisa diambil dan dijual. kegiatan penambangan juga memerlukan kecermatan dalam desain dan pelaksanaan. Peledakan Taambang Bawah Tanah Pada proses penambangan bawah tanah terdapat bermacam-macam cara untuk membuat lubang bukaan atau terowongan. perbedaannya yaitu pada peledakan tambang terbuka dilakukan dengan dua atau lebih arah bidang bebas sedangkan pada peledakan tambang bawah tanah hanya mempunyai satu arah bidang bebas. Kalau sudah begini. Sebelum transaksi penjualan terjadi. Lereng pada tambang terbuka dapat saja longsor. Pembatas ini tak lain adalah jumlah cadangan itu sendiri. maka berakhirlah semua operasi. Dari sini dapat dibayangkan. langkah selanjutnya adalah memperoleh ijin penambangan. belum termasuk pembangunan pemukiman untuk pekerja dan bangunan kantor.Peledakan pada pembuatan terowongan adalah pekerjaan melepas dan memecah batuan dengan menggunakan bahan peledak sehingga didapatkan bentuk yang diinginkan dengan ukuran material yang mudah diangkut dan dibuang dengan peralatan yang tersedia atau peledakan pada proses penambangan pada tambang bawah tanah dilakukan untuk melepaskan bijih dari batuan induknya ataupun untuk memperkecil ukurannya untuk memudahkan pengangkutan kepermukaan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam peledakan tambang bawah tanah yaitu: a) Pemilihan bahan peledak b) Metode dan teknik yang digunakan c) Pengendalian peledak terkait dengan keselamatan dan kondisi lingkungan d) Asap dan uap hasil peledakan yang mengandung gas-gas berbahaya . selama itulah uang akan terus keluar. Konsekuansi lain. Anggap saja tim eksplorasi menemukan cadangan bagus. Satu kesalahan desain dapat berakibat tidak dapat diambilnya cadangan yang terbatas dan tak terbarukan itu. b) Masa persiapan produksi yang panjang Cadangan tambang tidak mungkin ujug-ujug ditemukan. tanah penutup (tambang terbuka) perlu dikupas dan terowongan (tambang bawah tanah) perlu digali sebelum cadangan dapat diambil. terbuang percuma saja semua uang yang sudah dikeluarkan. c) Bisnis beresiko tinggi Resiko tambang bervariasi mulai dari bencana alam (banjir. berapa duit yang dibutuhkan untuk membangun bisnis ini dari nol. d) Berurusan dengan sumber daya yang tidak dapat diperbarui Usia bisnis pertambangan di suatu daerah pasti terbatas. Saat ijin sudah dikantongi. pembuatan jalan masuk dan segala sarana prasarana dapat dimulai. Langkah pertama tentu saja dengan memulai kegiatan pencarian (eksplorasi). Lamanya waktu tentu saja bervariasi. Satu kesalahan kecil dapat berakibat kerugian raksasa. gempa bumi) hingga kesalahan teknis. Proses ini jelas butuh waktu. Setelah cadangan habis dan tidak ditemukan cadangan lain. Setelah semua siap. Salah satunya adalah dengan cara peledakan. tapi ini bisa berkisar antara 2 hingga mungkin 10 tahun. Eksplorasi ini pun tak selamanya berhasil. C. terowongan yang digali dapat saja runtuh akibat desain yang tidak tepat. Sudah habis modal banyak eh cadangan yang menguntungkan ternyata tak kunjung ditemukan.

2.bahan peledak dapat dibagi menjadi: 1. Blasting agent. Low Explosive. dapat dipaket dalam satu tabung metal sehingga tahan terhadap air dan harganya lebih murah. Penggunaan bahan peledak didalam tambang bawah tanah harus diperhatikan faktor-faktor : 1. Sifat dari bahan Peledak a) Api peledaknya kecil b) Peledakan berlangsung cepat c) Temperatur peledakan relative rendah d) Tidak menghasilkan gas beracun 2. yaitu bahan peledak yang khusus dipakai pada tambang bawah tanah. ciri-cirinya adalah : a) kecepatan perambatan reaksinya rendah b) Tidak seluruhnya bahan yang ada berubah dari phase padat menjadi phase gas sehingga menimbulkan tekanan dan temperatur yang tinggi c) Hanya menghasilkan proses pembakaran yang relatif lambat (deflagrasi) dan tidak menghasilkan getaran gelombang. yang berfungsi debagai bahan peledak dasar (explosive base). yang berfungsi memberikan oksigen. 2. dan sebagainya c) Zat penyerap/tambahan misalnya serbuk kayu. b) Oksidator. yaitu bahan peledak yang merupakan suatu campuran kimiawi atau komposisi kimia dari bahan-bahan yang tak mengandung Nitrogliserin dan hanya dapat diledakkan oleh “High strength ecplosive primer”. D. . Particular set dari standar blasting (OB dan BR) 4. misalnya tambang batubara. maka hendaknya proses peledakan peledakan dilakukan dengan efektif dan seefisien mungkin dengan memperhatikan keselamatan kerja dan lingkungan. ciri-cirinya adalah : a) Kecepatan perambatan reaksinya relatif lebih cepat dari low ecplosive b) Semua bahan peledak berubah menjadi phase gas c) Menghasilkan peoses propagasi yaitu mengembangbiakan daripada gelombang getaran melalui bahan yang diikuti dengan reaksi kimia yang menyediakan energi untuk kelanjutan propagasi secara stabil. NaNO3. serbuk batubara. Bahan peledak ini tidak mengandung gas-gas beracun. Disesuaikan dengan material yang diledakkan 3. dan lain-lain. Ethylene glycoldinitrate. Pemilihan Bahan Peledak pada Tambang Bawah Tanah Pada dasarnya bahan peledak (explosive) terdiri dari campuran tiga bahan yaitu : a) Zat kimia yang mudah bereaksi. NaClO3. misalnya Nitrogliserin (NG). Hihg Explosive. tidak membuat rasa pusing akibat baunya. Sifat-sifatnya yang mengentungkan adalah lebih aman dalam faktor pengangkuta karena tidak mengandung Nitrogliserin.dan lain- lain. Besarnya biaya Macam bahan peledak yang digunakan untuk pembuatan terowongan dan proses penambangan pada tambang bawah tanah yaitu : 1. Mengingat dalam proses peledakan tambang bawah tanah membutuhkan biaya yang besar dan resiko keselamatan kerja dan lingkingan yang tinggi. Permissible Explosive. Berdasarkan kecepatan perambatan reaksinya. misalnya KClO3. Trinitrotiliene (TNT).

Cut ini cocok dipakai pada batuan yang berstruktur berlapis-lapis. b. mengandung 60-80% Amonium Nitrate dan 7-15% Nitrogliserin. 3. misalnya batuan serpih. terdiri dari granular dinamit. bahan bakar sebagai sensitizer dan air kurang lebih 15%. sehingga batuan akan terbongkar menurut bidang perlapisan. Bentuk dan ukuran terowongan c. Fan Cut Pada “Fan Cut” lubang tembaknya dibuat menyudut dan berada pada bidang mendatar. Cut dapat dibuat melalui beberapa pola lubang tembak. Dinamit. Gua atau bolongan ini disebut “Cut” yang berfungsi sebagai bidang bebas terhadap paledakan berikutnya. yaitu campuran oxidizer seperti sodium nitrat dan ammonium nitrat. semi gelatin dan gelatir dinamit. Metode Peledakan di dalam Terowongan Peledakan didalam terowongan selalu dimulai dengan satu atau lebih peledakan pemula untuk menciptakan satu gua atau bolongan pada permukaan terowongan yang akan ditembus. Kemajuan yang ditargetkan. “Cut” ini kemudian diperbesar dengan peledakan dua atau lebih susunan lubang tembak “easer”. Dalam memilih tipe “cut” yang sesuai maka pertimbangan harus didasarkan atas : a. Lubang “cut” dibuat menyudut terhadap bidang perlapisan pada bidang tegak lurus. Kelebihan lain water gels adalah: a) Tidak meledak bila dibanting ataupun diledakkan secara tiba-tiba b) Tidak meledak bila dipanaskan ataupun dibakar tetapi akan mengeluarkan asap dengan tekanan tinggi c) Setelah ledakan uap atau asap ledakannya lebih sedikit bila dibandingkan dengan ANFO atau Dinamit. Nama-nama pola ini disebut sesuai dengan jenis “cut” yang dibentuk. Syarat-syarat untuk permissible explosive adalah : a) Api peledakannya kecil dan peledakan berlangsung cepat b) Temperatur peledakan relatif rendah c) Tidak menghasilkan gas-gas beracun. yaitu besar kemajuan setiap ronde peledakan yang ditentukan oleh kedalaman daripada “cut”. c. V-Cut . Jenis-jenis pola lubang tembak yang sering dan pernah dipakai pada peledakan didalam terowongan yaitu: a. E. Water gels (slurries). “Cut” ini cocok untuk terowongan berukuran kecil (lebar 1. Selanjutnya lubang-lubang “easer” dan “trimmer” akan memperbesar bukaan “cut” sampai kepada bentuk geometri daripada terowongan. Drag Cut Pola ini sesuai dipakai pada batuan yang mempunyai struktur bidang perlapisan. Efisiensi peledakan didalam terowongan sangat tergantung pada sukses tidaknya peledakan “cut”. Kondisi batuan yang akan ditembus b. Water gels sangat cocok digunakan pada tambang bawah tanah oleh karena ketahanannya terhadap air. Peledakan berikutnya atau yang terakhir adalah peledakan lubang “trimmer” yang menentukan bentuk dari terowongan.5-2m) dimana kemajuan yang besar tidak terlalu penting. Setelah “cut” diledakkan maka batuan yang ada diantara dua baris lubang “cut” akan terbongkar. 4.

Lubang tembak pada pola ini diatur sedemikian rupa sehingga tiap dua lubang membentuk V. masing-masing pada posisi horizontal. “V-Cut” sering dipakai dalam peledakan didalam terowongan. Pada pola “burn cut” penempatan lubang “easer” tidak boleh terlalu dekat pada “cut” untuk menghindari terjadinya ledakan premature daripada lubang easer. Keuntungan dari pada “burn cut” adalah : a) Kemajuan tidak lagi tergantung pada lebar terowongan karena semua lubang dibuat sejajar dengan sumbu terowongan b) Proses pemboran menjadi lebih mudah. Perbedaannya yaitu pada “cut” lain lubang cut membentuk sudut satu sama lain sedang dalam “burn cut” lubang “cut” dibuat sejajar satu sama lain dan tegak lurus terhadap permukaan terowongan. Untuk terowongan berukuran biasa. satu ronde peledakan terdiri dari sekitar 40 buah lubang tembak dimana setiap lubang tembak membuat bukaan seluas sekitar 0. Lubang trimmer pada akhirnya akan membuat bentuk dari terowongan. Satu atau dua buah lubang tembak yang lebih pendek disebut “burster” dan dapat dibuat ditengah “cut” untuk memperbaiki hasil fragmentasi. tetapi cara yang umum dipakai dalam pembuatan terowongan terdiri dari dua system yaitu : a) Cara “full face” b) Cara “top heading and bench” Dalam cara “full face” seluruh permukaan lubang bukaan dibor dengan sistem pola pemboran tertentu dan kemudian sekaligus diledakkan. Pada batuan yang keras banyaknya lubang “cut” ditambah hingga menjadi 6 buah. dan fragmentasi yang disesuaikan dengan system pemuatan. hanya arahnya saja yang berbeda yaitu horizontal. Banyaknya lubang “easer” serta penempatannya tergantung kepada pola lubang “cut”. Sebuah “Cut” dapat terdiri dari dua atau tiga pasang V. Sistem Kemajuan Pada prinsipnya pembuatan terowongan sama dengan shaft. Pyramid Cut “Pyramid Cut” terdiri dari 4 buah lubang tembak yang saling bertemu pada satu titik ditengah terowongan. Pada pola ini beberapa lubang “cut” tidak diisi dengan bahan peledak yang berfungsi sebagai bidang bebas terhadap lubang “cut” yang diisi dengan bahan peledak. Dengan demikian panjang kemajuan tergantung pada lebar daripada terowongan karena panjang batang bor terbatas pada lebar tersebut. e. Lubang “cut” yang kosong dapat lebih dari satu dan ukurannya lebih besar dari lubang “cut” yang diisi.25-0. Burn Cut Pola ini berbeda dengan “cut” yang lain. Lubang-lubang tembak pada “cut” biasanya dibuat membentuk sudut 60 o terhadap permukaan terowongan. d. Lubang “easer” dan Trimmer” Lubang “easer” dibuat mengelilingi “cut” untuk memperbesar bukaan “cut” sehingga lubang “trimmer” dapat membuat bentuk daripada terowongan.5 m2. Sistem kemajuan tergantung kepada alat bor yang tersedia. sedangkan cara pembuatan “bench method”. dimana lubang bukaan dibuat menjadi dua bagian dalam pemboran dan peledakan . Banyak dan posisi daripada lubang “trimmer” tergantung daripada ukuran terowongan. kekerasan batuan. Disarankan untuk menempatkan lubang easer antara 30-50 cm dari “cut”. kondisi batuan dan sistem penyangga yang dipergunakan. Apabila pembuatan lubang bukaan sudah lebih besar daripada 45o maka ini sudah dinamakan shift.

Lubang- lubang ini dibuat pada kontur akhir terowongan yang direncanakan dan diledakkan secara bersama-sama. Dikenal dua teknik untuk pelaksanaan “perimeter blasting” yaitu: a) “pre-splitting” b) smooth blasting Dasar kedua teknik tersebut adalah pada pengisian bahan peledak dengan diameter yang lebih kecil dari diameter lubang tembak sehingga bahan peledak tidak langsung bersentuhan dengan dinding lubang tembak atau disebut dengan istilah “decoupled charge”. Sebelum pekerjaan peledakan dilakukan. Pada pre-splitting jarak lubang kontur biasanya antara 8-12 kali diameter lubang dan jarak antara lubang tembak dengan bidang bebas (burden) adalah tak terterhingga. juga merupakan barang yang berbahaya sehingga penanganan bahan peledak pada kegiatan penambangan sangat penting untuk diketahui. Untuk mendapatkan permukaan akhir lubang bukaan yang tepat dan kondisi batuan disekitar lubang tersebut tidak mengalami kerusakan. Perbedaan “pre-spliting” dan “smooth blasting” adalah pada peledakan daripada lubang-lubang kontur ini. Perimeter Blasting Perimeter Blasting adalah proses peledakan yang dilaksanakan dengan sangat hatu- hati. Perimeter Blasting berguna untuk : a) Membuat rata permukaan terowongan b) Membuat agar permukaan terowongan lebih stabil c) Mengurangi “over break” d) Mengurangi pemakaian beton e) Mengurangi retakan dan masuknya aur tanah kedalam terowongan. . Pekerjaan peledakan dilakukan pertama pada bagian atas. ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu : a) Melakukan kontrol keadaan disekeliling daerah yang akan diledakkan untuk menghindari hal-hal yang bakal terjadi diluar perhitungan. Maksud dari “perimeter blasting” tidak hanya untuk memperoleh permukaan bukaan yang rata tetapi juga untuk menjaga agar daerah disekitar permukaan tidak mengalami keretakan dan kerusakan selama bukaan tersebut digunakan. Pada “pre-splitting” lubang kontur diledakkan sebelum peledakan utama sedang pada “smooth blasting” lubang kontur diledakkan setelah peledakan utama. b) Sebelum dimulai pekerjaan mempersiapkan primer/ bahan peledak dan mengisinya kelubang bor. c) Pekerja/ orang-orang serta peralatan yang ada ditempat yang akan diledakkan harus segera diamankan. juga ditempat aman pada jalan masuk tersebut tidak ditempatkan penjaga. Pengendalian Bahan Peledak Bahan peledak selain merupakan bahan yang bermanfaat bagi kepentingan manusia. yaitu bagian atas dan bagian bawah. maka terlebih dahulu semua jalan masuk ditempat peledakan harus pada jarak yang cukup jauh dipasang tanda-tanda perhatian yang menyolok mata dan dimengerti. Konsentrasi isian bahan peledak (dalam kg per meter) pada “pre-splitting” dan “smooth blasting” adalah sama. Perbedaan lain adalah dalam hal jarak lubang tembak (spacing) dimana pada presplitting lubang kontur lebih rapat letaknya satu sama lain. Pengamanan sebelum peledakan.

Pengamanan Sesudah Peledakan . Kemudian salah satu acuan utama dalam praktek penambangan yang baik dan benar termasuk di dalamnya pelaksanaan budaya keselamatan dan kesehatan kerja adalah Kepmentamben No. 555K/MPE/1995 tentang Pedoman Kesehatan Keselamatan Kerja di Wilayah Pertambangan. maka yang harus dilakukan adalah : a) Tidak memperkenankan seorangpun memasuki tempat yang sudah diledakkan dalam jangka waktu 30 menit b) Setelah melampaui batas waktu tersebut maka juru ledak harus terlebih dahulu memeriksa dan membuktikan bahwa daerah tersebut sudah bebas dari pengaruh gas-gas yang berbahaya. Ini dikarenakan kondisi dan lokasi kerja yang sangat terbatas dibanding tambang terbuka. banyak aktivitas dilakukan pada kondisi ekstim sehingga potensi terjadinya kecelakaan sangat besar. Gudang Bahan Peledak Dibawah Tanah. padat teknologi dan memiliki risiko yang besar. Tambang bawah tanah memiliki resiko keselamatan karakteristik dibandingkan dengan tambang terbuka dikarenakan keterbatasan kondisi yang disesaikan dengan aktivitas bawah tanahnya. Semua usaha ini harus dibawah pengawasan terus-menerus dari ahli berdasarkan intruksi tertulis dari Kepala Teknik Tambang. Dimensi bukaan tunneling mesti dihitung cermat agar efisien dari sudut biaya. e) Untuk pemegang blasting machine harus memperhitungkan arah angin / ventilasi. Sesudah peledakan. Tingkat resiko yang tinggi ini maka keselamatan kerja haruslah menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kegiatan tambang. Di dalam aktivitas pertambangan bawah tanah. F. persyaratan mengenai gudang bahan peledak dibawah tanah dan penyimpanan Handak dibawah tanah telah diatur berdasarkan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 555.K/26/M. c) Pada lubang ledak yang misfire harus diberi tanda dengan menutup lubang ledak tersebut dengan sumbat/ tongkat kayu yang dapat dilihat dengan jelas dan tidak dibenarkan mengorek keluar material stemming lubang ledak tersebut.d) Bila tempat peledakan yang akan diledakkan itu terletak sedemikian dekat dari tempat kerja lain. Beberapa keterbatasan tersebut adalah: a) Ruang Kerja yang Terbatas Bekerja di bawah tanah tentunya jauh berbeda dibanding bekerja normal diatas permukaan. maka petugas peledakan wajib memberitahukan kepada karyawan-karyawan yang ada ditempat kerja tersebut supaya menyingkir ditempat perlindungan yang aman pada saat pelaksanaan peledakan. dan tempat berlindung terhadap kejatuhan benda atau batuan khususnya dari batuan atap. misfire dan batu-batu menggantung dari hasil peledakan. dimana akibat dari peledakan itu dapat membahayakan. potensi bahaya dari aktivitas yang dilakukan lebih banyak dibandingkan dengan tambang terbuka.PE/1995. Kemudian sebagai aktivitas ekstraktif. Potensi Bahaya di Tambang Bawah Tanah Salah satu karakteristik kegiatan pertambangan adalah padat modal. sebelum mengijinkan pekerja lain memasuki tempat kerja tersebut. d) Usaha untuk menangani lubang ledak yang misfire diusahakan mengeluarkan stemming dengan alat kompressor udara telanan tunggi atau memakai air. setelah keluar sebagian besar stemmingnya maka dipasang primer baru kemudian diledakkan. dan aman .

Oleh karena itu para pekerja tambang bawah tanah tidak diperbolehkan untuk bekerja sendirian. Cahaya bantuan hanya didapat dari penerangan dengan lampu atau melalui Mine Spot Lamp (MSL). Runtuhan batuan. gas yang paling berbahaya adalah carbonmonodioxide (CO). Metan adalah gas berbahaya yang ditemui di tambang batubara bawah tanah. Tunneling yang terlalu besar akan akan membutuhkan biaya tinggi disertai dengan kerumitan-kerumitan teknis. Berikut adalah gejala akibat keracunan karbon monoksida dalam berbagai konsentrasi: a) 35 ppm (0. Kekurangan oksigen pada otak dapat menyebabkan kerusakan otak hingga mengantar pada kematian. maka suplai oksigen ke organ vital menjadi berkurang. Terbatasnya ruang sudah jelas akan mempertinggi resiko yang dapat mengancam keselamatan. Wheel Loader. gas-gas ini dapat menyebabkan kematian. Tetapi jika cahaya bantuan ini dibandingkan dengan panjang tunneling yang dapat mencapai beberapa kilometer maka penerangan tidak mungkin dipasang di seluruh tempat. Bekerja dengan cahaya terbatas atau diterangi oleh MSL tentunya sangat riskan. Sedangkan utuk tambang bijih bawah tanah. Gas ini dapat terjadi akibat proses peledakan.0035%) Pusing jika terdedah lebih dari 6 jam b) 100 ppm (0. NOx. H2S. tumpah ruah dan banyak terdapat di dalam tambang bawah tanah. Ventilasi yang baik dapat mengurangi potensi keracunan gas berbahaya Karbon monoksida bersifat racun karena hemoglobin dalam darah lebih mudah mengikat gas ini dibanding oksigen. Supporting System. Pada banyak kondisi. Akibat darah yang justru mengangkut CO. Bahaya tertabrak kendaraan bergerak (LHD. Akibat sirkulasi udara terowongan yang terbatas. Pekerja dibekali lampu sorot (Mine Spot Lamp) sebagai penerang tambahan c) Kondisi batuan yang rawan Batuan rapuh adalah musuh terbesar miners. Telah dilakukan beragam metode terapan untuk memperkuat batuan tetapi pekerja tambang tetap harus waspada akan bahaya ini. Para pekerja tambang bawah tanah rawan terpapar dengan gas beracun. gas-gas beracun tidak bisa langsung terlepas ke atmosfer. Pekerja tambang dituntut untuk bekerja dalam lingkungan yang terbatas. berbaga macam prosedur kerja juga diperlukan untuk melengkapi keamanan aktivitas. Untuk meminimalkan resiko keselamatan kerja. Tidak ada satupun pun gas yang boleh melebihi ambang batas ini. emisi kendaraan dan alat berat maupun gas yang terlepas alami oleh kondisi batuan. Jumbro Drill dan lain sebagainya) dapat saja terjadi akibat keterbatasan ruang gerak. Mine Truck. sulit membuat kadar masing-masing gas itu menjadi benar-benar nol. Dimensi alat harus disesuaikan dengan dimensi bukaan b) Cahaya yang terbatas Bekerja di bawah tanah berarti bekerja tanpa penyinaran yang alami dan di bawah keterbatasan cahaya. sekecil apapun akan beresiko. CO 2. Jika terdapat dalam kadar tinggi. selain penyanggaan yang harus teliti dan akurat. Beberapa gas beracun ini antara lain CO. dan SO2. dilihat dari pertimbangan teknis. Setidaknya ditemani oleh satu orang untuk mengantisipasi jika salah satu MSL tersebut mati. untuk memperkuat lubang bukaan pada kondisi batuan rawan d) Gas berbahaya Berbagai macam jenis gas berbahaya. Oleh karena itu ditetapkanlah ambang batas. Runtuhan batuan kecil mungkin saja merupakan awal dari aktivitas yang memancing ambrukan lebih besar lagi.01%) Pusing jika terdedah lebih dari 2 jam . Salah satu organ yang peka adalah otak.

Nitrat (NOx). dan mungkin bisa mencapai 400C pada udara normal di luar. kayu.) Kebisingan . h) 12. Jenis debu yang juga berbahaya adalah debu batubara dan debu dari bijih radioaktif.28%) Tak sadar dalam 2-3 tarikan napas. Tak sadar dalam 2 jam. tidak ditemui lokasi pencucian dan bahan pencuci yang aman di kantin. Kematian dalam 3 menit.800 ppm (1. e) Debu dan Partikulat Aktivitas di bawah tanah hampir selalu dipengaruhi oleh debu baik yang berasal dari batuan halus. Debu yang berbahaya adalah debu silica yang jika terhisap dapat mengendap di pernafasan dan mengakibatkan penyakit silikosis. Gas Mudah Menguap (Volatile Gases) dan lainnya.16%) Pusing dalam 45 menit. Bahan kimia. Kematian dalam 30 menit. Di tambang bawah tanah diusahakan tidak di temui daerah yang bersuhu diatas 320 C oleh kaerna itu diperlukan system ventilasi yang memadai serta disediakan lokasi pengisian air minum dan tempat istirahat sementara yang dekat dengan lokasi kerja. mengenai heat stress tidak berlaku karena hanya membatasi hingga 320 C saja. Upaya yang umum dikerjakan untuk mengurangi tingkat resiko akibat terpapar debu yaitu dengan membuat sistem ventilasi udara yang baik.04%) Pusing hebat dalam rentang 1-2 jam e) 1. proses pengisian kembali (backfilling /pastefil) maupun dari aktivitas shoot crete. Sirkulasi udara di tambang bawah tanah harus dibuat selancar mungkin dengan mengalirkan udara bersih dan supply oksigen serta membawa keluar udara kotor. Alat Pelindung Diri wajib di area penuh debu f) Heat and Cold Stress Wilayah tambang kebanyakan berada di jalur khatulistiwa dengan iklim yang panas. Peralatan dalam mendukung hygiene personal yang paling penting adalah washtafel dan sabun cuci tangan yang sulit didapatkan di lokasi underground. perlu pengelolaan tertentu dan cermat dalam pengendaliannya h) Personal Hygiene Adalah salah satu hal yang paling jarang di awasi.c) 200 ppm (0.400 ppm (0. f) 3.64%) Pusing dalam waktu 1-2 menit. penggunaan oli bor. Kematian kurang dari 20 menit. i. semen maupun dampak dari lalu lintas alat berat. Debu-debu ini juga mampu menimbulkan masalah kesehatan yang serius.02%) Pusing dalam rentang 2-3 jam d) 400 ppm (0. Respirator. Kebanyakan pekerja bawah tanah tidak peduli terhadap kebersihan hygiene ini. para pekerja juga harus dilengkapi dengan respirator (masker) sebagai alat pelindung kesehatan. Bahan kimia yang rawan terpapar seperti Sianida (CN-). Pemeriksaan feces dan standarnya harus dilakukan 6 bulan sekali untuk menghindari kontaminasi kuman diare pada saat pengelolaan makanan.600 ppm (0. Berdasarkan undang-undang kesehatan dan peraturan menteri mengenai bahaya pajanan fisik. Ventilasi berfungsi menyalurkan udara bersih dan mengeluarkan udara kotor serta memperbaiki suhu lokasi kerja g) Bahan Kimia Pekerja tambang bawah tanah rawan terpapar bahan kimia yang umumnya disebabkan karena aktivitas charging blasting (akibat penggunaan bahan peledak). Selain itu untuk menambah keselamatan.32%) Pusing dalam rentang 5-10 menit.200 ppm (0. g) 6.

aktivitas blower ventlasi maupun dari aktivitas blasting. yang dinyatakan dalam persen Losses adalah kehilangan bijih pada penambangan bawah tanah karena keterbatasan atau kendala inheren pada metode yang diterapkan Dilusi adalah bercampurnya barren rock dengan bijih hasil penambangan sehingga akan menghasilkan kadar broken ore yang lebih kecil. k) Kelembaban Masalah lembab banyak dijumpai di pertambangan diatas 1000 m dpl dan juga pertambangan bawah tanah. Losses dan dilusi umumnya lebih susah dikontrol Waste adalah sisa-sisa penggalian pada tambang bawah tanah yang tidak bermanfaat yang diperoleh pada saat underground development (persiapan penambangan bawah tanah). Kedalaman penggalian hampir tak terbatas karena tidak berkait dengan SR 3. Dapat menambang deposit dengan model yang tidak beraturan 5. Selain karena keterbatasan udara bersih bawah tanah. . sangat perlu karena pendengaran yang rusak tak dapat pulih j. Keunggulan dan Kelemahan Tambang Bawah Tanah a) Keunggulan tambang bawah tanah 1. bahan peledak harus yang permissible explossive. Secara umum beberapa metode tambang bawah tanah lebih ramah lingkungan (misal: cut and fill. Barren rock adalah batuan yang tidak mengandung logam atau bagian dari bijih yang mempunyai kadar bijih sangat kecil.) Manual Handling Walau telah banyak menggunakan alat-alat canggih di dunia tambang. Problem ventilasi. b) Kelemahan tambang bawah tanah 1. Cidera manual handling yang paling banyak ditemukan pada pakerja dengan menggunakan alat yang berat seperti pada penggunaan alat bor jackleg. Mining recovery adalah perbandingan antara bijih yang dapat ditambang dengan bijih yang ada didalam perhitungan eksplorasi. Produksi relatif lebih kecil dibandingkan tambang terbuka 4. G. Masalah safety dan kecelakaan kerja menjadi kendala 6. shrinkage stoping. gas-gas beracun. Penggunaan APD yang memadai sangat diperlukan pada kondisi ini. Tidak terpengaruh cuaca karena bekerja dibawah permukaan tanah 2. Semakin dalam penggalian maka resiko ambrukan semakin besar 3. Bekas penggalian dapat ditimbun dengan tailing dan waste. kelembaban juga diakibatkan banyaknya limpasan dan kebocoran air dan juga kelembaban dari material kayu yang melapuk. Mining recovery umumnya lebih kecil 7. cidera akibat manual handling masih banyak terjadi. 5. Perlu penerangan 2. Penggunaan yang direlomendasikan adalah ear muffler. stope and pillar) 4. Manual handling umumnya terjadi pada para pekerja yang mengangkat beban secara manual lebih dari 50 kg dengan perjalanan yang panjang dan berbahaya. Lembab dapat memicu penyakit yang disebabkan kuman yang menyerang kulit dan pernapasan. Pelindung pendengaran. Salah satu solusi dalam permasalahan ini adalah diperlukan pengaturan batas lama bekerja di dalam bawah tanah sesuai tiap meter ke dalamannya dan juga pemberian aliran udara yang terus menerus akan membantu pengurangan lembab dan pengap. debu. Kebisingan ditemukan di banyak lokasi tabang bawah tanah seperti akibat aktivitas mesin berat.

Aneka Tambang di Gunung Pongkor Bogor. metode block caving 2. 19 Tahun 1970 5. Kepmen Naker No. c) Tambang Bawah Tanah di Indonesia 1. Pedoman Peraturan K3 Tambang Ruang Lingkup K3 Pertambangan : Wilayah KP/KK/ PKP2B/SIPD Tahap Eksplorasi/Eksploitasi/Kontruksi & Produksi/Pengolahan/Pemurnian/Sarana Penunjang 1. PT. terdiri dari gas-gas H2O. Sumatera Barat. metode underhand stull stoping 5. 11 Tahun 1967 2. tekanan darah rendah/tinggi. UU No. lesu. Papua. Selain itu efek yang bisa dirasakan akibat kekurangan oksigen adalah kematian sel-sel di dalam jaringan tubuh yang akan berdampak pada penurunan kualitas hidup bahkan bisa berakibat pada kematian. PT. dan menyebabkan manusia kehilangan staminanya dan sangat mudah terjangkit penyakit (Hypoxia = penyakit akibat kekurangan Oxygen). Terdapat beberapa beberapa faktor yang dapat menyebabkan suplai oksigen di dalam tubuh mulai berkurang. PT. 05/MEN/1996 . Kebiasaan-kebiasaan ini adalah pemicu utama berkurangnya kadar oksigen di dalam tubuh. pH lambung tidak stabil. 23 Tahun 1992 4. bijih emas epithermal. PP No. UU No. CO2. Kepmen Naker No. 463/MEN/1993 7. bijih tembaga dan emas. metode longwall. bijih emas epithermal. Smoke adalah gas-gas yang tidak beracun sebagai hasil reaksi kimia bahan peledak yang meledak. terdiri dari gas-gas CO dan NOX. 6. fungsi hati menurun. PT. batubara. Tambang emas rakyat di Tasikmalaya. I. 01 Tahun 1970 3. Suplai oksigen yang berkurang menuju otak juga bisa berakibat kematian sel pada jaringan otak itu sendiri. metode coyoting (lubang tikus) H. Salah satunya adalah pola hidup yang tidak baik dan lingkungan yang buruk seperti pekerja yang berada di pekerjaan tambang bawah tanah. PT. dan room and pillar (tetapi sekarang sudah ditinggalkan) 3. Permissible explossive adalah bahan peledak yang menghasilkan gas-gas tidak beracun. Kitadin. Tambang Batubara Bukit Asam di Ombilin. metode cut and fill dan shrinkage stoping 4. Kurangnya Oksigen akan menyebabkan mikroorganisme anaerobik dalam tubuh manusia berkembang pesat. Defisiensi Oksigen Defisiensi oksigen merupakan keadaan manusia sangat memerlukan oksigen atau tubuh mengalami kekurangan oksigen. 245/MEN/1990 6. pencernaan tidak sehat. letih. Freeport Indonesia di Tembagapura. UU No. daya tahan tubuh melemah. dan N2 bebas Fumes adalah gas-gas yang beracun sebagai hasil reaksi kimia bahan peledak yang meledak. Kepmen Naker No. seperti cepat capai. metode Longwall Mining. Pegal & Linu. dan dikhususkan pemakaiannya pada tambang bawah tanah. kurang darah (Anemia). Aneka Tambang di Cikidang.

Kepmen PE. dan tindakan antisipatif bila terjadi hal demikian. kesehatan dan keselamatan kerja atau K3 diharapkan dapat menjadi upaya preventif terhadap timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja dalam lingkungan kerja.2555 K/26/MPE/1994 9. Kepmen PE No. Kepmen ESDM No. B. Kesimpulan Sebagai suatu sistem program yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha. Saran Kesehatan dan keselamatan kerja sangat penting dalam pembangunan karena sakit dan kecelakaan kerja akan menimbulkan kerugian diri sendiri maupun kerugian ekonomi (lost benefit) suatu perusahaan atau negara olehnya itu kesehatan dan keselamatan kerja harus dikelola secara maksimal bukan saja oleh tenaga kesehatan tetapi seluruh masyarakat. 555 K/26/MPE/1995 10. 1453 K/29/MEM/2000 BAB III PENUTUP A. Pelaksanaan K3 diawali dengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja. No. Tujuan dari dibuatnya sistem ini adalah untuk mengurangi biaya perusahaan apabila timbul kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja terutama pada pekerjaan tambang di bawah tanah dan mengurangi angka kecelakaan akibat defisiensi oksigen. Kepmen Kesehatan No. 260/MEN/KES/1998 11.8. .

• Shaft. • Adit. • Xstrata Kidd Mine. tambang tembaga dan seng di Canada merupakan tambang terdalam di Amerika Utara dengan kedalaman 2. Penyanggaan yang optimal akan mendukung kelangsungan kinerja dan juga keselamatan semua pekerja. Selain mensuplai jumlah oksigen yang cukup. maka diperlukan usaha khusus untuk mengalirkan udara ke semua sudut terowongan. Berpengaruh utk menentuikan dimensi stope maksimum yaitu yg dikenal sbg minimum . Untuk menjaga kestabilan terowongan diperlukan pula penyangga-penyangga terowongan. ventilasi juga mesti memastikan agar semua udara kotor hasil pembuangan alat-alat diesel dan gas beracun yang ditimbulkan oleh peledakan bisa segera dibuang keluar. jalan masuk perlu dibuat untuk mencapai lokasi cadangan. Berbagai metode penyanggaan (ground support) telah dikembangkan. Ada dua tahap utama dalam metode tambang bawah tanah: development (pengembangan) dan production (produksi). Tempat bijih digali disebut stope (lombong).682 m. Panjang Tebal dan lebar cebakan.700 m. tembaga. Berikut adalah daftar beberapa tambang terdalam di dunia: • TauTona dan Savuka. yang berupa lubang tegak (vertikal) yang digali dari permukaan menuju cadangan mineral. Sedang tahap production adalah pekerjaan menggali sumber bijih itu sendiri. Untuk memaksa agar udara mengalir ke terowongan. yaitu terowongan mendatar (horisontal) yang umumnya dibuat disisi bukit atau pegunungan menuju ke lokasi bijih.TAMBANG BAWAH TANAH Tambang bawah tanah mengacu pada metode pengambilan bahan mineral yang dilakukan dengan membuat terowongan menuju lokasi mineral tersebut. jalan masuk ini berbentuk spiral atau melingkar mulai dari permukaan tanah menuju kedalaman yang dimaksud. nikel. digunakanlah fan (kipas) raksasa dengan berbagai ukuran dan teknik pemasangan. Berbagai macam logam bisa diambil melalui metode ini seperti emas. Faktor-Faktor Yg Mempengaruhi Pemilihan sistem tambang Bawah Tanah : 1. Ramp biasanya digunakan untuk jalan kendaraan atau alat-alat berat menuju dan dari bawah tanah. alat. tambang emas di Afrika Selatan yang merupakan tambang terdalam di dunia dengan kedalaman lebih dari 3. Jalan masuk dapat dibedakan menjadi beberapa: • Ramp. tambang tembaga. semua yang digali adalah batuan tak berharga. Pada tahap development. Dengan semua pekerjaan yang dilakukan di bawah tanah dengan panjang terowongan yang mencapai ribuan meter. Shaft ini kemudian dipasangi semacam lift yang dapat difungsikan mengangkut orang. seng. Karena letak cadangan yang umumnya berada jauh dibawah tanah. • Mount Isa. dan timbal. Disini uang mulai bisa dihasilkan. Tahap development termasuk pembuatan jalan masuk dan penggalian fasilitas-fasilitas bawah tanah lain. Pekerjaan ini menjadi tugas tim ventilasi tambang. dan seng di Australia dengan kedalaman 1.800m. atau bijih.

karakteristik breaking. berkurangnya hutan lokal utk penyanggaan. Masalah Lingkungan Keamblesan. 9.Open stope dgn underhand stoping . 4. Fasilitas lokal yg meliput buruh dan material. cara handling. Biaya Penambangan berkaitan dgn nilai bijih yg di Tambang. weaknesses seperti (perlapisan schistocity belahan min patahan jointing cavities dan spasi).Open stope dgn overhand stoping . Modal kerja awal besar mk biaya operasi rendah. Berpengaruh pd kompetensi. Abrasiveness. Modal yg tersedia. terdapatnya air porositas dan permeabilitas cebakan dan bat sekitarnya. Karakteristik-Karakteristik tsb termasuk : Tipe batuan. Faktor waktu Berpengaruh pd strenght stress ratio pd exposed rock. 8. Kemiringan Cebakan Menentukan kemungkinan memanfaatkan gravitasi dlm operasinya. kualitas dumpsite dll. kecenderungan BO teroksidasi dan terbakar. 2. Batas dgn badan bijih lain. 11. 7. ventilasi dan pemompaan. kecenderungan min berharga menghasilkan rich fines atau mud. 3. Kadar cebakan Cebakan kdr rendah perlu met produksi besar yg sering melupakan %tase recovery.Open stope dgn breast stoping (room and pilar) . Kedalaman Operasi Rock Failure mjd lebih memungkinkan pd kedalaman yg besar. kemudahan pemboran. 10. Strength dan karakteristik phisik bijih dan batuan ddg atau material yg berada di atas bjh. periode modal kerja bisa diperoleh kembali. Semakin lama waktu pilar berdiri mk ssr semakin turun 5. Produktivitas Dinyatakan dlm ton per man shift yaitu menyatakan kemampuan setiap tenaga kerja menghasilkan BO setiap gilir kerja.weaknesses sepanjang ddg cebakan. Terjadinya swelling pd lantai. Biaya buruh mahal mk memerlukan met yg mpy mekanisme tinggi. Tingkat tegangan yg tinggi mungkin timbul pd pilar di perm kerja yg berdekatan mk diperlukan filling pd stope bekas penambangan utk mengurangi tegangan yg tinggi.stoping width. tipe dan penyebaran alterasi. Sistem-Sistem Tambang Bawah Tanah: Stope dgn penyanggaan alamiah: . Ketersediaan timber dan material filling juga berpengaruh. 6. amblesan. Perusahaan dgn modal kecil memerlukan development yg murah dan metode yang cepat mendapatkan hasil. kecenderungan BO utk memadat/menggumpal. tipe keahlian buruh yg tersedia. ceb kdr tinggi memerlukan met yg menjamin recovery tinggi.Sublevel stoping . 12.

Dip 50 yg memungkinkan memanfaatkan gravitasi pd pemindahan bo .Block caving Open stope alamiah: .pd kemiringan yg kecil Bro ore jatuh pd haulage drive scr gravitasi Kerugian : . Open Stope Underhand stoping Aplikasi: .Pos back tdk bahaya krn penambangan mengikuti back shg interval level bisa > dibanding open stope underhand stoping . Keuntungan : . kondisi aplikasi elatis .Kondisi kerja aman.kehilangan bjh uk hls kadar tinggi lebih besar Open Stope Breast stoping (Stop and Pillar): .Pd urat dgn kemiringan besar >50 pekerja tdk bias berdiridi footwall shg perlu membuat platform utk berpijak Keuntungan : .Endapan dgn tebal 3-4 m .End dgn tebal 3-4 m .Fasilitas utk waste kecil .Kehilangan bjh halus kdr tinggi < dibanding overhand stoping.Sub level caving . .Pemboran ke arah bawah .Sbg metode keuntungan utk menganbil badan bjh yg terpisah dr bb utama atau bag dr bb utama yg memberikan kondisi yg cocok.Kondisi kerja berbahaya bg pekerja di back dan wall shg interval level hrs kecil .Cebakan dgn bijih dan dinding yg kuat.Memanfaatkan g untuk memindah broken ore .stull stoping .Dip 50 yg memungkinkan memanfaatkan gravitasi pd pemindahan bo .Penyangga brp bijih shg bijih tdk dpt diambil.Square-set stoping .Cut and fill stoping .Penambangan scr selektif . menggumpal.Sorting sistematis .Bjh boleh tdk kompeten krn akan mjd tempat berpijak pekerja. sedang utk steep dip sortasi dilakukan scr terbatas .top sliocing Metode caving: . irregular.Hangingwall dan footwall kompeten utk mengurangi pemakaian ore pilar.Unjuk pemboran baik.Unjuk pemboran turun . . dimungkinkan melakukan sortasi bijih di bwh tnh.longwall mining .Waste mudah ditumpuk pd daerah tambang . ddg batas jelas ttp bias juga utk cebakan besar. .Stope dgn penyanggaan buatan: . Open Stope Overhand Stoping: Aplikasi: .Material penyangga banyak .Shringkage stoping .Bijih kompeten .undercut and fill .sorting sukar di dlm stope .Perlu material penyanga sedikit . .Terbatas pd cebakan tabular dgn btk teratur.Sbg metode keuntungan utk menganbil badan bjh yg terpisah dr bb utama atau bag dr bb utama yg memberikan kondisi yg cocok. .Pd cebakan datar.Dip > 45 diperlukan patform utk berpijak . Kerugian : . .Hangingwall dan footwall kompeten utk mengurangi pemakaian ore pilar. kecuali pd ceb yg tipis yg datar/ sedikit miring dimana dpt di Tambang dgn sistem mundur .BO dr pemuka kerja dikeluarkan pd 1 ttk pengeluaran shg Output terbatas.

dan bila hangingwall mpy joint dan crack yg sejajar memungkinkan runtuhan slab bat yg besar.Dip 20-50: horizon mining yaitu stope n pillar yg diterapkan utk cebakan mendatar/ hampir datar inclined : 20 –30.memerlukan periode yg lama sblm stope berprod Stope dgn Penyangga Buatan Cut and fill Stoping: Aplikasi: .bjh hrs kompeten .rongga yang besar .biaya rendah .bjh dgn batas yg tdk teratur dan bjh yg discontinue.memungkinkan seleksi pd stope dan waste ditinggal pd ruang kosong .Batuan atap dan lantai kuat.bjh sulfur butuh penanganan flotasi Keuntungan : . .hanging dan fotter hrs kompeten .ventilasi susah .tdk mungkin melakukan sorting scr efektif .ventilasi mudah diatur .losses dan dilusi besar . penamabangan scr berurutan utk menghasilkan daerah kerja dgn kemiringan yg memungkinkan menggunakan mobile equipment.kehilangan bijih pd pilar sampai 40% jk dgn pilar robbing mjd 20% .mengurangi drilling delay utk peledakan. .Longhole driller dpt diledakan di seluruh stope utk give bro ore yg banyak.batubara kompeten .metode filling memberi tk selektifitas > tinggi dibanding shringkage dan sublevel stoping .Aman dr kebakaran Kerugian : .Aplikasi: .Cebakan tdk bernilai tinggi yg mengijinkan sejumlah bijih ditinggal sbg pilar .development cepat dan dev dilakukan pd bijih itu sendiri Kerugian : .scaling.dip <65 bisa menyebabkan dilusi Keuntungan : .dilusi seminimum mungkin .Bijih hrs kuat utk mengurangi lebar pilar . mk dilakukan penambangan pd bijih kadar tinggi dan meninggalkan bijih kadar rendah sbg filling .Cebakan > 7 m mungkin ditambang ttp loss bjh dan atap runtuh semakin besar .memungkinkan melakukan mekanisasi dr drilling sampai loading dgn used trackless .bjh dgn batas penyebaran kadar merata .blok bro ore besar bisa menyumbat grawpoints .Bahaya runtuhan dr hanggingwall. utk meminimalkan pemakaian pilar . penambangan searah kemiringan dan tdk memungkinkan pemakaian mobile equipment step mining : 30-50.Fleksibel .dip 50-90 (steeply) yaitu kemiringan fw> drpd sudut gelincir bo .Kedalaman tdk terlalu besar utk mengurangi beban yg harus disangga pilar Keuntungan : .utk mengambil pilar kadar tinggi . . Sublevel stoping: Aplikasi: . .pemb scr kontinue pd dev.hanging dan foot boleh tdk kompeten mengingat mereka akan hampir scr lanmgsung disangga dgn material filling .Ketebalan < 7m .Daerah ventilasi sangat luas.utk menggantikan sublevel stoping dan shrinkage stoping pd penambangan yg sangat dlm dimana tegangan batuan mjd sangat besar. . mucking .

dinding antara 2 stope yg berdekatan bias lebih tipis disbanding metode stoping yg lain .output dr stope terbatas krn adanya kegiatan filling Keuntungan Sublevel thd sringkage: .pekerja sedikit. Bila terdapat singkapan batubara (outcrop) di permukaan tanah pada suatu lahan yang akan ditambang. Nisbah ini merupakan indikator tingkat ekonomis suatu kegiatan penambangan.stope stabil krn ddg yg lemah disangga dgn waste filling Kerugian : . pemboran efisien dgn longhole drill.butuh buruh banyak utk menangani filling . SR = {(Biaya Tambang Dalam) – (Biaya Tambang Terbuka)} / Biaya Pengupasan Pada perhitungan SR di atas.kondisi penerapan sublevel stoping lebih fleksibel .konsumsi bhn peledak < krn bijih lepas akan lebih terdisintegrasi pd saat bergerak dlm stope . tapi .. ditetapkan berdasarkan perhitungan tertentu yang disebut dengan nisbah pengupasan (Stripping Ratio.sarana memasuki pemuka kerja lebih mudah . sedangkan untuk biaya tambang terbuka adalah biaya per batubara bersih dalam ton dan biaya relamasi.butuh banyak air utk pulp .resiko kebakaran < pd penambangan cebakan sulfida . yaitu metode terbuka atau bawah tanah. maka metode penambangan yang akan dilakukan. biaya tambang dalam adalah biaya per batubara bersih (clean coal) dalam ton. 2009 Pemanfaatan secara ekonomis potensi cadangan batubara disebut dengan penambangan batubara. Mengenal Tambang Batubara Bawah Tanah Posted by imambudiraharjo on November 10.butuh material filling mahal .semen dan psr halus utk filling bias menyumbat pompa/pipa . yang terbagi menjadi penambangan terbuka (surface mining atau open cut mining) dan penambangan bawah tanah atau tambang dalam (underground mining). SR).lebih mahal disbanding shrinkage dan sublevel stoping .stope fleksibel mengikuti ceb sempit kadar tinggi .

Sedangkan lewat batas tersebut. Selain perhitungan di atas. penambangan akan lebih ekonomis bila dilakukan dengan menggunakan metode tambang dalam. penambangan terbuka lebih menguntungkan untuk dilakukan. kondisi lain yang mengakibatkan penambangan bawah tanah harus dilakukan adalah: 1. bila dari studi kelayakan (feasibility study) ternyata diketahui bahwa biaya tambang dalam pada suatu lahan yang akan ditambang adalah US$150. setelah beroperasi selama 124 tahun. Contohnya adalah tambang batubara Mitsui Miike Jepang. Batas Kritis Metode Penambangan Sebagai contoh. Tambang terbesar di Jepang ini tutup pada tanggal 30 Maret 1997. Posisi lapisan batubara berada di bawah laut. Sedangkan biaya pengupasan adalah biaya pengupasan tanah penutup. dan biaya pengupasan adalah US$10. Gambar 1. dalam m3. yang bagian terdalam lapangan penggaliannya sekitar 850 m di bawah permukaan laut. . biaya tambang terbuka adalah US$50. maka nisbah pengupasan atau SR adalah 10. Dari gambar 1 di atas terlihat bahwa sampai dengan posisi tertentu yang merupakan batas SR.tidak termasuk biaya pengupasan tanah penutup (overburden).

meskipun investasinya lebih kecil dan memiliki tingkat keterambilan batubara (recovery) di atas 90%. Hal inilah yang menyebabkan baik tambang terbuka maupun tambang dalam memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Pemahaman secara menyeluruh terhadap kondisi alam di lokasi yang akan ditambang. Kegiatan Tambang Terbuka (Sumber: http://www. 2.2. Meskipun perhitungan kelayakan ekonomis di atas merupakan faktor utama untuk menentukan metode penambangan. tapi kekurangannya adalah investasi awal yang besar. tambang dalam merupakan satu-satunya pilihan pada penambangan batubara yang cadangannya tersimpan di lokasi hutan lindung misalnya. aman.com/ ) Sebaliknya untuk tambang dalam.ptbukitasam. penambangan batubara dengan menggunakan metode tambang dalam memerlukan 3 persyaratan teknis yang mutlak harus dipenuhi. dan tingkat keterambilan batubara yang tidak setinggi pada tambang terbuka. Teknologi Tambang Dalam Pada prinsipnya. dan status hukum lokasi yang akan ditambang. ekonomis. masalah lingkungan hidup. Posisi batubara terletak jauh di kedalaman tanah. dan menghasilkan tingkat keterambilan batubara yang tinggi. yaitu 1. hal – hal lain yang juga menjadi faktor pertimbangan diantaranya adalah kondisi sosial calon lokasi tambang. Teknologi penambangan yang sesuai dengan kondisi lapangan penggalian. . teknologi. tapi kurang bersahabat dari segi lingkungan dan terkadang menimbulkan gesekan dengan masyarakat sekitar terkait polusi debu maupun masalah kepemilikan lahan. Dengan mengemukanya isu kelestarian lingkungan dewasa ini. Ketiga hal diatas mudahnya disingkat dengan alam. Contohnya adalah tambang dalam PT Kitadin Embalut dan PT Fajar Bumi Sakti di Kalimantan Timur. 3. Gambar 2. Pada tambang terbuka misalnya. Sumber daya manusia yang handal. meskipun masalah sosial maupun kerusakan lingkungan relatif dapat dihindari. dan manusia.

ventilasi. Dengan memperhatikan ketiga tujuan di atas. dan lain – lain. kemudian ada tidaknya patahan (fault) atau lipatan (fold). yang dalam hal ini adalah tingkat kekuatan/kekerasannya. dan untuk memperbaiki kondisi lingkungan kerja yang panas di dalam tambang akibat panas bumi. Bila sistem ventilasi yang baik untuk menangani hal ini tidak dilakukan. kemiringan lapisan (dip) dan arahnya (strike). panas oksidasi. perencanaan sistem ventilasi yang baik merupakan hal mutlak yang harus dilakukan. Adapun berdasarkan teknik pengambilan batubaranya. Karena nilai konduktivitas panas batubara adalah 1/4 dari konduktivitas panas batuan. batubara diekstraksi dengan meninggalkan pilar yang difungsikan sebagai penyangga ruang kosong (room) pada lapisan batubara di dalam tanah. sehingga akan terus terakumulasi di dalam batubara secara perlahan. sehingga terjadi panas oksidasi. maka hal ini dapat menimbulkan masalah serius pula yaitu swabakar batubara (spontaneous combustion). maka volume ventilasi (jumlah angin) yang cukup harus diperhitungkan dalam perencanaan ventilasi. Swabakar batubara terjadi akibat proses oksidasi batubara. dll. Ruang kosong itu sendiri terbentuk sebagai akibat terambilnya batubara pada lapisan yang bersangkutan. Khususnya untuk menangani permasalahan gas berbahaya (hazardous gases) seperti CO dan gas mudah nyala (combustible gas) seperti metana yang muncul di tambang dalam. drainase.Data geologi yang cukup mengenai kondisi tersimpannya batubara seperti kedalaman lapisan. . Adapun ukuran pilar ditentukan dengan menghitung kekuatan batuan atap. jumlah pasokan oksigen berkurang. jumlah lapisan. Dalam kondisi normal. tebal lapisan. penggalian maju (excavation/development). lantai serta karakteristik lapisan batubara. jumlah cadangan. dan akhirnya menimbulkan kebakaran. jumlah angin yang cukup tersebut hendaknya terbagi secara merata untuk lapangan penggalian (working face). batubara akan menyerap oksigen di udara dan menimbulkan proses oksidasi perlahan. serta ruangan mesin dan listrik Jumlah angin yang terlalu kecil akan menyebabkan gas – gas mudah terkumpul sehingga konsentrasinya meningkat. yaitu Room & Pillar (RP) dan Long Wall (LW). Room & Pillar Mining Pada metode penambangan RP. metode tambang dalam secara umum terbagi dua. lokasi penggalian maju (excavation/development). tujuan lain dari ventilasi adalah untuk menyediakan udara segar yang cukup bagi para pekerja tambang. akan sangat membantu untuk menentukan metode pembukaan tambang. Secara ideal. bila volume anginnya terlalu besar. penyanggaan (support). dan data pendukung lainnya seperti formasi batuan. Selain untuk mengencerkan dan menyingkirkan gas – gas tersebut. Sebaliknya. maka suhunya akan terus meningkat sehingga dapat mencapai titik nyala. maka panas oksidasi sulit berpindah ke batuan di sekitarnya. metode pengambilan batubara (extraction). dan lingkungan kerja menjadi tidak nyaman. transportasi baik material maupun batubara.

org/wiki/Room_and_pillar ) Gambar di bawah ini menunjukkan rencana penambangan dengan metode RP di salah satu tambang batubara bawah tanah. area yang akan ditambang dibagi terlebih dulu ke dalam bagian – bagian yang disebut panel. .Pada praktiknya. dimana pengambilan batubara dilakukan di dalamnya. Gambar 3.wikipedia. sedangkan panel pillar berfungsi untuk menahan ruang kosong pada panel saja. meskipun masih terdapat resiko runtuhan atap pada suatu panel. barrier pillar berfungsi untuk memisahkan panel – panel penambangan. tapi keberadaan barrier pillar akan memberikan jaminan keamanan melalui penyanggaan area tambang secara keseluruhan. Sebagaimana terlihat pada gambar 3 di bawah. Konsep Room & Pillar (Sumber: http://en. Dengan demikian.

berfungsi untuk menyalurkan udara segar serta untuk pengangkutan batubara. Seiring makin dalamnya lokasi penambangan berarti tekanan batuan akan membesar. Gambar 4. penambangan dilakukan setelah terlebih dulu membuat 2 buah lorong penggalian pada suatu blok lapisan batubara. berfungsi untuk menyalurkan udara kotor keluar tambang serta untuk pengangkutan material ke lapangan penggalian (working face). Pada kondisi demikian. Long Wall Mining Pada metode ini. atau gas yang lain tergantung dari kondisi geologi di lokasi tersebut. RP sudah tidak layak lagi untuk dilakukan sehingga diperlukan metode lain yang lebih aman dan ekonomis. . yaitu Long Wall. Pada gambar 5 di bawah. Akan tetapi. disamping memerlukan kondisi lapisan batubara yang landai (flat) dan relatif tebal. sedangkan udara kotor dengan panah warna merah. udara bersih ditunjukkan dengan panah warna biru. Udara kotor yang dimaksud disini adalah udara yang telah melewati lapangan penggalian. Lorong yang satu terhubung dengan lorong peranginan utama (main shaft in-take). cara ini hanya akan menghasilkan recovery batubara yang rendah. sehingga telah tercampur dengan debu batubara dan gas – gas seperti metana. Lorong ini sebut dengan main gate. Sedangkan lorong satunya lagi yang disebut dengan tail gate terhubung dengan lorong pembuangan utama (main shaft out-take/exhaust). serta potensi emisi gas dan keluarnya air tanah akan bertambah. Selain itu. umumnya maksimal 60%. karbondioksida. RP hanya bisa diterapkan pada penambangan lapisan batubara yang dekat dengan permukaan tanah karena tekanan batuannya belum begitu besar. CO. Perencanaan RP. (Sumber: Dokumen pribadi) RP adalah metode penambangan yang sederhana dan tidak memerlukan biaya yang besar.

seperti ditunjukkan oleh gambar di bawah ini. Gambar 6. Metode Long Wall Bila ditinjau dari arah kemajuan lapangan (working face). Pada advancing LW. penggalian maju untuk main gate dan tail gate dilakukan bersamaan dengan penambangan batubara. Skema LW maju. . yaitu advancing LW (LW maju) dan retreating LW (LW mundur). Gambar 5. maka terdapat 2 metode pada LW.

Pada metode ini. Bekas lapangan penggalian itu disebut dengan gob. sedangkan gambar 8 menampilkan lapangan penggalian yang telah siap untuk dilakukan LW mundur. Pada LW mundur. Tidak sedikit penggalian LW maju terpaksa harus terhenti dan pindah ke lokasi lain dikarenakan faktor geologi tadi. maka seiring dengan majunya kedua lorong serta lapangan penggalian. Kelebihan metode ini adalah produksi dapat segera dilakukan bersamaan dengan penggalian lorong main gate dan tail gate. kelemahan metode LW maju yang lain adalah rentan terhadap fenomena geologi yang tidak menguntungkan yang muncul di dalam tambang. maka pada LW diterapkan metode mundur atau retreating. maintenance kedua lorong menjadi semakin sulit dilakukan karena tekanan lingkungan yang bertambah akibat keberadaan gob yang meluas. dengan panjang lorong dan lebar area penggalian ditentukan berdasarkan kondisi geologi serta teknik penambangan yang sesuai di lokasi tersebut.Berdasarkan skema penggalian di atas. . misalnya patahan atau batubara menghilang (wash out). tekanan batuan tersebut juga akan menyebabkan dinding lorong yang merupakan sekat antara kedua lorong dengan gob menjadi mudah retak dan rusak sehingga angin dapat mengalir masuk ke dalam gob. maka masuknya angin ke lokasi ini secara otomatis akan meningkatkan potensi swabakar. Namun seiring dengan semakin majunya penggalian. Agar penambangan menjadi lebih efektif. aman. main gate dan tail gate dibuat terlebih dulu pada blok lapisan batubara yang ingin ditambang. dan ekonomis. Gambar 7 di bawah ini menunjukkan pekerjaan persiapan lapangan penggalian. pekerjaan penting yang harus dilakukan adalah menjaga agar main gate dan tail gate tetap tersekat dengan sempurna terhadap gob sehingga sistem peranginan atau ventilasi dapat berjalan dengan baik. terlihat bahwa lokasi yang batubaranya telah diambil akan meninggalkan ruang yang terisi dengan batuan atap yang telah diambrukkan. Selain membawa resiko ambrukan. Karena di gob juga terdapat banyak serpihan atau bongkahan batubara yang tersisa. Disamping itu.

. maka keadaannya dapat digambarkan seperti pada gambar di bawah ini. Uehara. JCOAL) Ketika penambangan secara LW mundur telah dimulai. Persiapan LW mundur Gambar 8. Lapangan yang telah siap untuk LW mundur (Sumber: M. Gambar 7.

. Sedangkan kereta tambang (mine car) digunakan sebagai alat transportasi batubara. Kondisi penambangan LW mundur Penambangan dapat dilakukan dengan menggunakan kombinasi penyangga besi (steel prop) dan link bar untuk menopang atap lapangan. Gambar 9. serta coal pick untuk ekstraksi batubara.

LW mundur menggunakan steel prop & link bar (Sumber: PT Kitadin Embalut. Kaltim) .Gambar 10.

Ekstraksi batubara menggunakan coal pick (Sumber: PT Fajar Bumi Sakti. Gambar 12. Ekstraksi batubara menggunakan drum cutter (Sumber: http://www. sedangkan pada fasilitas transportasi batubara misalnya dengan menggunakan belt conveyor.coaleducation.coaleducation.org/technology/Underground/images/Joy_Mining/Support- and-AFC.org/technology/Underground/images/Joy_Mining/Longwall- Face.jpg) . Self-advancing support (Sumber: http://www. Gambar 11.jpg ) Gambar 13. Mekanisasi pada lapangan penggalian misalnya melalui kombinasi penggunaan drum cutter dan penyangga berjalan (self-advancing support). Kaltim) Untuk lebih meningkatkan efisiensi penambangan. mekanisasi tambang dalam secara menyeluruh atau sebagian (semi mekanisasi) dapat dilakukan dengan terlebih dulu memperhatikan kondisi geologi dan perencanaan penambangan secara jangka panjang.

Di dalam lokasi yang telah disekat. Namun. Dengan demikian. langkah antisipasi untuk mengatasi fenomena geologi yang tidak menguntungkan yang mungkin timbul pada saat penambangan dapat diperhitungkan dengan baik. maka safety pillar akan disisakan untuk menjamin keamanan tambang dari bahaya ambrukan. yang diambil dari sumber di internet maupun perbincangan dengan eks karyawan Mitsui Mining yang penulis kenal. Dibandingkan dengan LW maju yang dapat segera berproduksi.Apabila kegiatan penggalian batubara di suatu blok sudah selesai. Tepat 3 tahun setelah tambang batubara Miike yang terletak di pulau Kyushu secara resmi dikelola oleh pemerintahan Meiji pada tahun 1873. Meskipun demikian. alangkah jauh baik bila tambang dalam tidak hanya dilihat dari sudut pandang sebagai upaya untuk menghabiskan cadangan yang tersisa dari aktivitas open cut mining saja. diperlukan waktu yang lebih lama dan biaya material yang mencukupi pada LW mundur untuk persiapan lapangan penggaliannya. Gambar 14. Penutup Tambang dalam adalah salah satu jawaban terhadap seruan pemerintah mengenai penambangan berwawasan konservasi. kadar gas metana akan terus bertambah. sedangkan oksigen akan menurun. tail gate dan main gate harus disekat (sealing) sempurna untuk mencegah masuknya aliran udara segar sehingga proses oksidasi batubara pada gob terhenti. yang merupakan perusahaan – perusahaan raksasa asal Jepang. Disini penulis akan mengetengahkan sebagian catatan tentang Mitsui. dengan maintenance lorong dan pengaturan sistem ventilasi yang relatif mudah menyebabkan LW mundur lebih aman dari resiko ambrukan dan swabakar. Selain itu. mungkin segelintir saja yang mengetahui bahwa membesar dan mengguritanya kerajaan bisnis ketiganya karena dipicu oleh keterlibatan mereka dalam usaha pertambangan batubara di Jepang. Pada saat itu. kondisi geologi yang akan dihadapi saat penggalian di lapangan nantinya dapat diprediksi lebih dulu ketika dilakukan penggalian lorong dalam rangka persiapan lapangan. atau Sumitomo. Banyak dari kita mungkin pernah mendengar nama – nama Mitsui. Namun. Mitsui Bussan berdiri pada tahun 1876 dengan bisnis utamanya yaitu . Mitsubishi. Akhir penggalian LW mundur.

divisi pertambangan Mitsubishi sekarang berkembang menjadi salah satu pemain utama industri pemrosesan mineral. mereka tetap mengusahakan batubara dan memberikan banyak insentif bagi industri tambang dalam untuk pengembangan teknologi penambangan. Penguasaan teknologi kokas inilah yang menjadi salah satu kunci kemajuan industri baja Jepang. Berawal dari pengusahaan batubara. serta pemrosesan batubara. serta resiko kerja yang relatif tinggi. bahkan sebagian di antaranya terletak di bawah laut seperti tambang Miike. mereka perlahan – lahan mengembangkan sendiri teknologi permesinan dan kelistrikan untuk tambang dalam. Dalam perjalanannya. Meskipun saat ini industri tambang batubara di Jepang sudah berakhir. Jepang pastinya menyadari hal ini. yang efek rantai dari penguasaan teknologi itu membawa mereka kepada penguasaan teknologi canggih lainnya. Poin utama yang penulis ingin sampaikan adalah jangan pernah menganggap kekayaan alam hanya sebagai barang komoditas belaka yang setelah dieksploitasi dengan teknologi yang relatif mudah seperti open cut mining terus kemudian ditinggalkan begitu saja. tapi dalam waktu yang bersamaan rupanya mampu melihat nilai strategis dari eksistensi tambang dalam. sehingga lahirlah Mitsui Miike Machinery yang terkenal dengan produk steel prop dan self-advancing support yang handal. sedangkan Sumitomo saat ini lebih terfokus pada pertambangan mineral baik di Jepang maupun di luar negara mereka. Selain itu. Karena itu. rekan penulis yang orang Jepang sampai mengatakan: subete ga sekitan kara hajimatta … semuanya bermula dari batubara. Mitsubishi dan Sumitomo juga tidak jauh berbeda. Sehingga tidaklah mengherankan bila Mitsui Mining juga terkenal di dunia dengan know how kokasnya. keberadaan batubara kokas di tambang Miike membuat Mitsui Mining juga mengembangkan kontrol kualitas untuk kokas bagi keperluan industri baja. Tambang dalam memerlukan investasi yang tidak sedikit. Mudah – mudahan tulisan ini dapat menjadi masukan yang berarti bagi banyak pihak yang peduli dengan kemajuan bangsa. sebagian besar tambang batubara adalah tambang bawah tanah. Di Jepang. keselamatan (safety). Beberapa hal di atas hanyalah sebagian kecil dari peranan tambang batubara terhadap berkembangnya grup Mitsui. Mereka memberikan contoh yang nyata betapa meskipun posisinya berada di bawah laut. . Ketika pemerintah melakukan privatisasi atas tambang terbesar di Jepang itu. membutuhkan waktu untuk persiapan produksi. grup Mitsui mendirikan anak perusahaan bernama Mitsui Mining untuk mengelola tambang – tambang yang berada di bawah kepemilikan mereka. grup Mitsui akhirnya berhasil menjadi pemiliknya.menangani transportasi dan penjualan batubara dari tambang tersebut. tapi mengingat peranan batubara dalam industrialisasi di sana. Teknologi penyanggaan tambang dalam dari Mitsui ini sekarang dikembangkan di Australia. tidak berlebihan pula bila sebagian masyarakat Jepang menganggap bahwa Mitsui Mining beserta tambang Miike adalah salah satu penopang keberhasilan modernisasi mereka. Meskipun pada awalnya Mitsui menggunakan peralatan yang dimpor dari Amerika atau Eropa.

Referensi: 1. Sekitan Shigen Kaihatsu Kabushiki Kaisha.wikipedia. . http://ja. Sekitan No Kiso Chishiki.org/wiki/三井三池炭鉱 4. http://www.org/wiki/Room_and_pillar 5.coaleducation.wikipedia.org/ 3.ptbukitasam. http://www.com/ 2. Tanpa tahun. http://en.