You are on page 1of 22

LAPORAN TUTORIAL

MODUL I
TIDAK HAID

KELOMPOK 4
Maulidinah Umar
Nurul Huwrun Iyn Aliah Yusuf
Zabaruddin
Siti Wahyuni Maharani .R
Sartika Eka Putriana Nawir Nur
Masriana Mursaling
Nurul Hidayah Hamzah
A.Nurul Azizah Abbas
Nur Fitri Syam
Syadad Hadi
Fausiah Ulva Musdalipa

BLOK REPRODUKSI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur kapi panjatkan atas kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya pada kelompok kami, sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan
PBL (Problem Based Learning) Sistem Reproduksi, modul tidak haid ini tepat pada
waktunya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga
serta pengikutnya hingga akhir zaman. Amin.
Laporan ini kami buat dengan tujuan untuk memenuhi tugas yang wajib dilakukan
setelah selesai membahas kasus PBL. Pembuatan laporan ini pun bertujuan agar kita bisa
mengetahui serta memahami fisiologi haid dan ganguan gangguan haid. Terimakasih kami
ucapkan kepada tutor kami dr. Ummu Kalsum yang telah membantu kami dalam kelancaran
pembuatan laporan ini. Terimakasih juga kepada semua pihak yang telah membantu kami
dalam mencari informasi, mengumpulkan data, dan menyelesaikan laporan ini. Semoga
laporan ini dapat bermanfaat bagi kelompok kami pada khususnya dan bagi para pembaca
pada umumnya.
Laporan kami bukanlah laporan yang sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang
membangun dari para pembaca sangatlah kami harapkan untuk menambah kesempurnaan
laporan kami.

Makassar, 17 April 2017

..........................pertanyaan...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................kalimat kunci......................................3 Daftar Pustaka...........3 D....3 C...........................................................................................................................................skenario.......3 B....................................DAFTAR ISI Kata pengantar.....................................Pembahasan............................21 .....2 A..........

mendeskripsikan siklus menstruasi adalah proses kompleks yang mencakup reproduktif dan endokrin. jumlah darah yang keluar selama satu kali haid. Kedua.Skenario Nn.id) Haid dinilai berdasarkan 3 hal. Definisi Haid/Menstruasi Menstruasi adalah perdarahan periodik dari uterus yang dimulai sekitar 14 hari setelah ovulasi secara berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus (Bobak. Pada pemeriksaan fisik didapatkan perkembangan payudara (+). siklus haid yaitu jarak antara hari pertama haid dengan hari pertama haid berikutnya. (repository. Suzannec (2001). Pertama. Definisi haid 2. lama haid 3-7 hari.Ani 15 tahun Keluhan belum mendapat haid Pemeriksaan fisik didapatkan perkembangan payudara (+) C. ganti pembalut 2-6 kali per hari. datang ke klinik dengan keluhan belum mendapat haid.Sarwono) . 15 tahun.ac. Ketig. lama haid. (Ilmu kandungan edisi ketiga. Siklus menstruasi merupakan rangkaian peristiwa yang secara kompleks saling mempengaruhi dan terjadi secara simultan. B. Patomekanisme gangguan haid 5.A. Anamnesis tambahan 6. tapi tidak melebihi 35 hari. Ani. Fisiologi haid dan hormon yang berperan 3. Menurut Bobak (2004).usu. 2004). Klasifikasi amenore 4. yaitu jarak dari hari pertama haid sampai perdarahan haid berhenti. Differensial diagnosis D.Pembahasan 1. Haid dikatakan normal bila didapatkan siklus haid tidak kurang dari 24 hari.Pertanyaan 1.Kalimat Kunci Nn. dengan jumlah darah selama haid berlangsung tidak melebihi 80 ml.

Dengan memperhatikan komponen yang mengatur menstruasi dapat dikemungkakan bahwa setiap penyimpangan system akan terjadi penyimpangan pada patrum umun menstruasi. Jika terjadi kehamilan sekresi progesteron berperan penting terhadap plasenta dan untuk mempertahankan kehamilan yang normal. yaitu: Siklus Endomentrium Siklus endometrium terdiri dari empat fase. Lama perdarahannya sekitas 3-5 hari dengan jumlah darah yang hilang sekitar 30-40 cc. Ovarium menghasilkan hormon steroid. Estrogen bertanggung jawab terhadap perkembangan dan pemeliharaan organ- organ reproduktif wanita dan karakteristik seksual sekunder yang berkaitan dengan wanita dewasa. terutama estrogen dan progesteron. tetapi hanya dalam jumlah kecil. Bagian-bagian Siklus Menstruasi Ada beberapa rangkaian dari siklus menstruasi. 2001). Progesteron merupakan hormon yang paling penting untuk menyiapkan endometrium yang merupakan membran mukosa yang melapisi uterus untuk implantasi ovum yang telah dibuahi. Menstruasi disertai ovulasi terjadi selang beberapa bulan sampai 2-3 tahun setelah menarche yang berlangsung sekitar umur 17-18 tahun. dan ovarium dengan perubahan-perubahan terkait pada jaringan sasaran pada saluran reproduksi normal. yang mengandung ovum yang sedang berkembang dan oleh sel-sel yang mengelilinginya. Pada umumnya menstruasi akan berlangsung setiap 28 hari selama ±7 hari. yaitu : . Estrogen memainkan peranan penting dalam perkembangan payudara dan dalam perubahan siklus bulanan dalam uterus. 2004). ovarium memainkan peranan penting dalam proses ini. 2006). Sedangkan endrogen juga dihasilkan oleh ovarium. Hormon endrogen terlibat dalam perkembangan dini folikel dan juga mempengaruhi libido wanita (Suzannec. karena tampaknya bertanggung jawab dalam pengaturan perubahan-perubahan siklik maupun lama siklus menstruasi (Bobak. 2. Fisiologi Haid dan hormon yang berperan Fisiologis Siklus Menstruasi Fungsi menstruasi normal merupakan hasil interaksi antara hipotalamus. Progesteron juga penting dalam mengatur perubahan yang terjadi dalam uterus selama siklus menstruasi. Estrogen ovarium yang paling berpengaruh adalah estradiol. Puncak pendarahannya hari ke-2 atau 3 hal ini dapat dilihat dari jumlah pemakaian pembalut sekitar 2-3 buah. hipofisis. Beberapa estrogen yang berbeda dihasilkan oleh folikel ovarium. Diikuti fase proliferasi sekitar 6-8 hari (Manuaba dkk.

Fase proliferasi Fase proliferasi merupakan periode pertumbuhan cepat yang berlangsung sejak sekitar hari ke-5 sampai hari ke-14 dari siklus haid. hari ke-18 siklus 32 hari. Dalam fase ini endo metrium tumbuh menjadi setebal ± 3. Seiring penyusutan kadar estrogen dan progesteron yang cepat. d. Pada akhir fase sekresi. Fase sekresi/luteal Fase sekresi berlangsung sejak hari ovulasi sampai sekitar tiga hari sebelum periode menstruasi berikutnya. Fase iskemi/premenstrual Implantasi atau nidasi ovum yang dibuahi terjadi sekitar 7 sampai 10 hari setelah ovulasi. Korpus luteum mencapai puncak aktivitas fungsional 8 hari setelah ovulasi. Apabila tidak terjadi pembuahan dan implantasi. a. dan mensekresi baik hormon estrogen maupun progesteron. Di dalam folikel yang terpilih. Fase menstruasi Pada fase ini. c. Fase proliferasi tergantung pada stimulasi estrogen yang berasal dari folikel ovarium. endo metriumterlepas dari dinding uterus dengan disertai pendarahan dan lapisan yang masih utuh hanya stratum basale. korpus luteum yang mensekresi estrogen dan progesteron menyusut. Sehingga lapisan fungsional endometrium tidak dapat bertahan dan akhirnya luruh. endo metrium sekretorius yang matang dengan sempurna mencapai ketebalan seperti beludru yang tebal dan halus. satu sampai 30 folikel mulai matur didalam ovarium dibawah pengaruh FSH dan estrogen. misalnya hari ke-10 siklus 24 hari. folikel yang kosong memulai berformasi menjadi korpus luteum. . Lonjakan LH sebelum terjadi ovulasi mempengaruhi folikel yang terpilih. Lapisan fungsional terpisah dari lapisan basal dan perdarahan menstruasi dimulai. arteri spiral menjadi spasme. b. Endo metrium menjadi kaya dengan darah dan sekresi kelenjar. yang akan berakhir saat ovulasi. Sebelum ovulasi. Pada awal fase menstruasi kadar estrogen. Peningkatan kadar LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel. Apabila tidak terjadi implantasi. sehingga suplai darah ke endometrium fungsional terhenti dan terjadi nekrosis.LH (Lutenizing Hormon) menurun atau pada kadar terendahnya selama siklus dan kadar FSH (Folikel Stimulating Hormon) baru mulai meningkat. hari ke-15 siklus 28 hari. Rata-rata fase ini berlangsung selama lima hari (rentang 3-6 hari). progesteron. kemudian hipo fise mengeluarkan LH (lutenizing hormon). oosit matur dan terjadi ovulasi. Permukaan endometrium secara lengkap kembali normal sekitar empat hari atau menjelang perdarahan berhenti. korpus luteum berkurang dan kadar hormon menurun. Siklus Ovulasi Ovulasi merupakan peningkatan kadar estrogen yang menghambat pengeluaran FSH.5 mm atau sekitar 8-10 kali lipat dari semula. Folikel primer primitif berisi oosit yang tidak matur (sel primordial).

3. Kadar hormon ovarium yang rendah dalam darah ini menstimulasi hipotalamus untuk mensekresi gonadotropin realising hormone (Gn-RH). Apabila tidak terjadi fertilisasi dan implantasi ovum pada masa ini. Hormon yang berperan : Aspek hormonal dalam siklus menstruasi artikel penelitian yang ditulis oleh Razi Maulana (2008) mengutip dari sumber Syahrum et. dan (Deuster et. (1994). pembentukan korpus luteum. merangsang terjadinya ovulasi. prolaktin mempengaruhi payudara dan laktasi. serta berperan pada pembentukan dan fungsi korpus luteum(Maulana. (1998). yang langsung dialirkan dalam peredaran darah dan mempengaruhi organ tertentu yang disebut organ target. FSH mengembangkan folikel primer yang mengandung oosit primer dan keadaan padat (solid) tersebut menjadi folikel yang menghasilkan estrogen(Maulana. serta sintesis steroid seks. Secara sinergis dengan estradia. 2008). Gn- RH menstimulasi sekresi folikel stimulating hormone (FSH). LH mencapai puncak pada sekitar hari ke-13 atau ke-14 dari siklus 28 hari. FSH menstimulasi perkembangan folikel de graaf ovarium dan produksi estrogennya. Hormon-hormon yang berhubungan dengan siklus menstruasi ialah : Hormon-hormon yang dihasilkan gonadotropin hipofisis meliputi : 1. . 2008).. Folikel yang melepaskan ovum selama ovulasi disebut korpus rubrum yang disusun oleh sel- sel lutein dan disebut korpus( Maulana. al. (1999). Somatogotropic hormone. bersama dengan FSH berfungsi mematangkan folikel dan sel telur. Sebaliknya. 2. al. 2008). korpus luteum menyusut. Luteinizing Hormon (LH) LH dihasilkan oleh sel-sel asidofilik (afinitas terhadap asam). menyatakan bahawa hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Prolaktin Releasing Hormon (PRH) Secara pilogenetis. prolaktin adalah suatu hormon yang sangat tua serta memiliki susunan yang sama dengan hormon pertumbuhan (Growth hormone. oleh karena itu kadar estrogen dan progesteron menurun. Kadar estrogen mulai menurun dan Gn-RH hipotalamus memicu hipofisis anterior untuk mengeluarkan lutenizing hormone (LH). Greenspan et. Somatotropin).al. thyroid stmulating hormone. kadar estrogen dan progesteron darah menurun. maka terjadi menstruasi.Siklus Hipofisis-hipotalamus Menjelang akhir siklus menstruasi yang normal. Hormon ini mempengaruhi ovarium sehingga dapat berkembang dan berfungsi pada saat pubertas. Folikel Stimulating Hormon (FSH) FSH dihasilkan oleh sel-sel basofili (afinitas terhadap basa).

yang akan mencerminkan sekresi estrogen oleh korpus luteum. kurang dari 1 ng/ml (3.7-15. pembuluh darah arteri maupun vena. Selanjutnya akan berlangsung siklus pada uterus. Pengukuran kadar progesteron plasma banyak dimanfaatkan untuk memantau ovulasi. Estradiol (E2) merupakan produk yang paling penting yang disekresi oleh ovarium karena memiliki potensi biologik dan efek fisiologik yang beragam terhadap jaringan perifer sasaran(Maulana. Setelah lonjakan LH. 2008). Hal ini diikuti dengan lebih banyak kelenjar-kelenjar. 2008). 2. Terhadap uterus. Hal ini disebabkan oleh pengaruh hormon estrogen. dan estrogen. Pembuluh darah akan menjadi lebih panjang dan lebar ( Maulana.8 nmol/l) dan kadar progesteron akan mencapai puncak yaitu antara 10-20 mg/ ml (32-64 nmol) pada pertengahan fase luteal. Progesteron Kadar progesteron adalah rendah selama fase folikuler. Androgen . Kelenjar mensekresi zat yang berguna untuk makanan dan proteksi terhadap embrio yang akan berimplantasi. Hormon estrogen dihasilkan oleh teka interna folikel. 2008).Steroid ovarium Ovarium menghasilkan progesteron. hampir semua progesteron dalam sirkulasi merupakan hasil sekresi langsung korpus luteum (Maulana. vagina dan kelenjar mammae. 2008). Estrogen Fase pubertas terjadi perkembangan sifat seks primer. 2008). Kemudian juga terjadi perkembangan sifat seks sekunder. Selama fase luteal. kadar estradiol serum akan mencapai kadar terendah selama beberapa hari dan terjadi peningkatan kedua kadar estradiol plasma yang akan mencapai puncaknya pada pertengahan fase luteal. konsekuensinya.9 nmol/l) mengisyaratkan bahwa ovulasi telah terjadi. yang mempersiapkan endometrium mencapai optimal. Kadar progesteron di atas 4-5 ng/ml (12. 3. Perkembangan uterus yang sudah dipengaruhi hormon estrogen selanjutnya dipengaruhi progesteron yang dihasilkan korpus luteum menjadi stadium sekresi. Studi kateterisasi telah menunjukkan bahwa peningkatan kadar estradiol plasma pada fase pra-evolusi dan pertengahan fase luteal dari siklus ( Maulana. 1. androgen. hormon estrogen menyebabkan endometrium mengalami proliferasi. kadar plasma dari hormon-hormon ini tidak dapat langsung mencerminkan aktivitas steroidogenik dari ovarium ( Maulana. Peninggian kadar estradiol plasma berkorelasi erat dengan peningkatan ukuran folikel pra-ovulasi. Banyak dari steroid yang dihasilkan ini juga disekresi oleh kelenjar adrenal atau dapat dibentuk di jaringan perifer melalui pengubahan prekursor-prekursor steroid lain. yaitu lapisan endometrium berkembang dan menjadi lebih tebal.

disertai tidak adanya pertumbuhan atau perkembangan tanda kelamin sekunder. status penyakit nutrisi yang buruk. Tidak terjadi haid sampai usia 14 tahun.2 ng/mg-0. disertai adanya pertumbuhan normal dan perkembangan tanda kelamin sekunder. 2008).4ng/mg (0. Klasifikasi amenorea Amenorea adalah tidak terjadi haid pada seorang perempuan dengan mencakup salah satu tiga tanda berikut: a. Amenorea: tidak haid selama 3 bulan berturut-turut. konstitusi penderita. adanya amenorea harus dipastikan bukan suatu kondisi fisiologi. Hipomenorea : pendarahan haid yang lebih pendek atau lebih kurang dari biasanya. Penyebabnya adalah gangguan hormonal. endometriosis. ansietas dan stress. Fase folikuler dan fase luteal kadar rata-rata testosteron plasma berkisar antara 0. bahaya di tempat kerja dan lingkungan. penyakit kronis.69-1. 3.39 nmol/l) dan sedikit meningkat pada fase pra-ovulasi (Maulana. Hipermenorea atau menoragia: perdarahan haid dalam jumlah banyak (>80 mL darah) dan durasi yang bertambah lama(>7 hari) pada interval haid yang normal b. c. 4. Patomekanisme gangguan haid Apabila siklus haid yang terjadi diluar keadaan normal. oligomenorea: panjang siklus menstruasi lebih dari 35 hari. Yaitu siklus haid lebih panjang. Tidak terjadi haid sampai usia 16 tahun. Gangguan Haid dan siklusnya dapat digolongkan dalam: 1. obat- obatan tertentu. lebih dari 35 hari. Tidak terjadi haid untuk sedikitnya selama 3 bulan berturut-turut pada perempuan yang sebelumnya pernah haid. seperti pada masa sebelum pubertas. c. penurunan berat badan yang signifikan. kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan pada haid a. Androgen merangsang pertumbuhan rambut di daerah aksila dan pubes serta mampu meningkatkan libido.dan pada uterus 2. b. olah raga yang berat. Androgen pada wanita dapat berakibat maskulinisasi. maka pembentukan yang berlebih akan menyebabkan gangguan yang berarti. Perdarahan pada oligomenorea biasanya berkurang. keadaan ini diakibatkan gangguan endokrin. polimenorea: pendarahan haid yang terjadi hingga interval kurang dari 21 hari. b. atau dengan kata lain tidak berada pada interval pola haid pada rentang kurang dari 21 atau lebih dari 35 hari dengan interval pendarahan uterus normal kurang dari 3 atau lebih dari7 hari disebut siklus menstruasi/haid yang tidak teratur . kelainan siklus a. . Androgen terbentuk selama sintesis steroid di ovarium dan adrenal. biasanya disebabkan gangguan hormonal. maupun kongesti ovarium karena peradangan. sebagai pembekal estrogen.

amenorea patologis dibagi jadi 2: primer dan sekunder. apopleksia uteri. dan sesudah menopause. menopause. kita dapat mencurigai hal lain. dan kelaianan darah. perdarahan uterus yang tidak disebabkan oleh etiologi organik atau disebabkan oleh sebab fungsional disebut sebagai perdarahan disfungsional. Sepanjang kehidupan individu. -Amenorea sekunder.kehamilan. 5. ovarium. korpus uteri. 3. kita dapat mencurigai bahwa pasien ini mengalami amenorhae yang patologis . perdarahan di luar haid a. hipofisis. Anamnesis tambahan  Apakah pasien memang belum mendapat menarche atau sudah pernah tetapi sekarang tidak mendapat haid lagi? Jika yang didaptkan pada pasien bahwa pasien sudah pernah mendapatkan haid tetapi sekarang tidak lagi. Langkah-langkah diagnostic 1. Merupakan perubahan umum yang terjadi pada beberapa titik dalam sebagian besar siklus menstruasi wanita dewasa. Penyebabnya sebagian besar bersumber dari penyebab yang mungkin dapat ditegakkan. tidak adanya menstruasi dapat berkaitan dengan kejadian hidup yang normal seperti kehamilan. kita dapat mencurigai bahwa pasien ini sedang dalam amenorhae yg fisiologi akibat kehamilan.dan ovarium. . insufisiensi korpus luteum. etiologinya berupa korpus luteum persisten. Terutama gangguan poros hipotalamus.  Apakah pasien pernah melakukan hubungan seksual atau tidak? Karna jika pasien pernah melakukan hubungan seksual kemungkinan memang pasien mengalami amenorrhea fisiologis akibat dari kehamilan. Bila belum pernah. Selain itu. pernah beberapa kali mendapat menstruasi sampai umur 18 tahun dan diikuti oleh kegagalan menstruasi dengan melewati waktu 3 bulan atau lebih. perdarahan diluar haid dapat diakibatkan oleh etiologik organik atau fungsional. dan tidak terbentuknya alat genitalia. penyebab organik mencakup kelainan pada serviks uteri. atau penggunaan metode pengendalian kehamilan. tetapi bila pasien memang belum mendapat haid sampai usia sekarang.Amenorea dibagi menjadi dua bagian besar : -Amenorea primer di mana seorang wanita tidak pernah mendapatkan sampai umur 18 tahun. terdapat beberapa keadaan atau kondisi yang berhubungan dengan amenorea yang abnormal. tuba falopii. metroragia: perdarahan haid dengan interval tidak teratur b. menometroragia : peningkatan perdarahan haid atau durasi perdarahan yang terjadi dengan interval yang tidak teratur. masa laktasi.

Sehingga terjadi malinterpretasi bahwa pasien ini belum mendapat haid. kita dapat mencurigai pasien ini mengalami constitutional delay of puberty.  Periksa apakah pasien memiliki lobang vagina atau tidak? . maka dicurigai pasien ini memiliki hymen inperforata. kemungkinan keadaan yang dialami sekarang dakibatkan karna endometritis tuberkulosa (Kompartemen 1)  Apakah ada penggunaan obat-obatan? Karna ada beberapa obat-obatan yang dapat menekan pengeluaran Prolactin Inhibiting Factor yang bisa menyebabkan terjadinya hiperprolatinemia dan hipogonad.  Apakah pernah keluar air susu dari payudaranya? Jika pernah dapat dicurigai terjadinya amenorrhea akibat terjadinya hiperprolatinemia yang menekan pengeluaran FSH dan LH. Pemeriksaan fisik  Sex sekunder Untuk melihat apakah pasien ini memiliki tanda-tanda seks sekunder yang lain. karena jika didapatkan hymen inperforata diperkirakan tidak adanya haid pada pasien ini diakibatkan karena tidak bisanya darah haid keluar dari vagina. Jika tidak maka mungkin bisa karena penyakit lain tidak keluarnya haid. 2.  Apakah ada penyakit berat yang sedang diderita? Misalnya penyakit tuberkulosa. jika ditemukan adanya air susu yang keluar bisa dipikirkan bahwa pasien ini mengalami hiperprolaktinemia.  Galaktore (keluarnya air susu) Dalam pemeriksaan fisis ini.  Apakah ada riwayat keluarga yang mengalami hal seperti ini? Jika pasien mengatakan bahwa ada riwayat keluarga mengalami hal seperti ini. apabila pasien menderita penyakit TB. Untuk mengira bahwa pasien ini mungkin hanya mengalami ammenorhea primer bila ditemukan tanda-tanda sex sekunder yang lain.  Hymen Hal ini diperhatikan pada pasien.  Apakah pasien tidak pernah merasakan sakit perut bagian bawah atau disekitar kelamin yang terjadi tiap bulan? Jika pernah.

3. maka dicurigai bahwa tidak terjadinya menstruasi bisa diakibatkan adanya hipotiroid.  Esterogen dan progesterone Hal ini diperiksa.  Tinggi Fundus Uteri Periksa jangan sampai anak ini mengalami kehamilan. FT4 Ini untuk melihat apakah terjadi hipotiroid yang menyebabkan tidak terjadinya menarche.  Prolactin Hal ini.  Pemeriksaan kromosom Untuk menilai adanya mutasi dari pada gen penyandi AMH atau reseptor AMH sehingga dapat dicurigai amenorrhea yg terjadi diakibatkan karena agenesis duktus mulleri. (kompartemen I)  USG Untuk menilai apakah ada kehamilan atau tidak. jika didapatkan kadar prolactin dalam darah >100 microgram/dl maka dapat dicurigai bahwa pasien ini mengalami amenorrhea akibat terjadi peningkatan kadar prolactin yg menekan pengeluaran FSH dan LH. kemudian untuk melihat apakah tidak ada uterus dan adanya testis intraabdominal sehingga dapat dicurigai pasien ini mengalami penyakit Insensitivity Androgen Syndrome. Jika didapatkan kadar TSH yang meninggi dan FT4 yang menurun atau TSH yang menurun dan FT4 turun pula. 6. Kelainannya yaitu agenesis duktus mulleri. Dan jika pada pemeriksaan kromosom didapatkan karotipe pasien ini merupakan 46XY. bila didapatkan kadar esterogen dan progesterone yang rendah. Jika tidak memiliki lubang vagina. mungkin pasien mengalami kelainan kongenital sehingga tidak terjadi haid. Pemeriksaan penunjang  Kadar TSH. maka dicurigai pasien ini mengalami amenore yang diakibatkan oleh sindroma insensitivitas androgen.AGNESIS DUCTUS MULLERI . Differensial Diagnosis 1. dapat dicurigai pasien ini mengalami amenorrhea yang merupakan akibat dari tidak terbentuknya atau sedikit terbentuk hormone esterogen dan progesterone dari follikel ovarium atau tidak terjadinya follikulogenesis di ovarium.

kavum uteri . strukturnya menyerupai benang yang mulai berdiferensiasi dalam embrio saat berusia 6 minggu. dan yang lainnya akan menghilang pada bulan ke-3 Duktus paramesonefrik ini bertemu di midline dan membentuk struktur berbentuk Y . Introitus vagina kelihatan normal tetapi tidak terbentuk vagina. Sepertiga bawah vagina terbentuk invaginasi kloaka.000 kelahiran hidup bayi perempuan. Ductus mesonefrik (ductus wolffian) dan ductus paramesonefrik (ductus Mulleri) terdapat pada semua embrio pada periode ambisexual (sampai 8 minggu). Insiden diperkirakan 1 : 5. yang menjadi dangkal . kanalis cervikalis. Perkembangan ductus ini memerlukan waktu 4-5 bulan. cervical canal dan vagina komplit pada minggu ke 22 gestasi. Setelah itu . maka dinding ini berproliferasi dan membentuk vaginal plate. yang akan berkembang menjadi uterus . tuba fallopii . Apabila ujung kaudal duktus mulleri menyentuh dinding sinus urogenitalia . Etiologi Penyebab pasti belum diketahui tapi diduga terdapat mutasi pada gen penyandi AMH atau reseptor AMH dan juga galactose-1-phospate wridyl transferase Gejala klinik Tidak muncul haid Pertumbuhan seks sekunder dalam batas normal Tidak ada atau hipoplasia vagina Biasa juga tidak ada ditemukan adanya uterus dantuba falopii Patomekanisme Ductus muller (ductus paramesonefrik) membentuk saluran berpasangan dari embrio yang berjalan disisi lateral urogenital . Vagina berasal dari endoderm(bagian yang dibentuk oleh sinus urogenital) dan mesoderm (bagian yang dibentuk duktus Mulleri. dan sepertiga atas vagina . salah satu duktus akan menetap . Kanalisasi terjadi untuk membentuk kavum uteri . fusi ini terjadi pada minggu ke 10 gestasi. Traktus ini kemudian akan menjadi oviduct patent. Vaginal plate memanjang dan mendorong sinus urogenital ke bawah . dan dua pertiga bagian atas kanalis vagina.Definisi Kelainan ini diakibatkan oleh tidak terjadinya kanalisasi alat genitalia. Epidemiologi Sindroma Meyer-Rokintasky-Kuster-Hause relatif cukup sering ditemukan sebagai penyebab primer amenorea.

Sejak tahun 1990.dan lebar . Didalam vaginal plate terbentuk lumen dan lumen ini berhubungan dengan lumen duktus mulleri.lar feminization.SINDROMA INSENSITIVITAS ANDROGEN Sindroma Insensitivitas Androgen atau biasa disebut sindrom feminisasi testikuler yang merupakan suatu hipogonadisme dengan amenore primer. Bukti-bukti memperlihatkan bahwa banyak kasus infertilitas pada pria yang tidak dapat diterangkan sebabnya ternyata merupakan derajat ringan resistensi androgen. Kelainan bawaan dapat terjadi akibat gangguan dalam penyatuan . Pada AIS . AIS pada dasarnya merupakan kerancuan antara genotip dan fenotip gender. kecuali kariotipe 46XY yang disertai testis ande. individu pengidap AIS memiliki fenotip perempuan dengan kromosom 46XY (genotip laki-laki).000. dan membentuk vestibulum.virilization dengan beragam derajat dan/ atau keadaan infertilitas. Merupakan penyakit genetic X linked recessive yang bertanggung jawab pada reseptor androgen intraseluler dengan gonad laki-laki yang gagal melakukan virilisasi . Secara konvensional. Seseorang dengan complete androgen insensitivity syndrome (CAIS) berpenampilan laki-laki.sindrom ini adalah bentuk hermafroditisme laki-laki dengan fenotip perempuan (male pseudohermaphrodite). seseorang dikatakan ber-genotip perempuan bila memiliki kromosom 46XX dan bergenotip laki-laki bila memiilki kromosom 46XY. ginjal dan tulang belakang Pemeriksaan kariotipe menunjukkan 46XX Pemeriksaan laboratorium kadar testosteron menunjukkan hasil normal perempuan Penatalaksanaan Tindakan bedah rekonstruksi neovagina dan bisa juga tanpa tindakan bedah berupa dilatasi vagina 2. .seseorang yang secara genetik laki-laki (karena mempunyai satu kromosom X dan satu kromosom Y) mengalami resistensi terhadap hormon laki-laki sehingga hasil akhirnya secara fisik berpenampilan wanita. Sindrom insensitivitas androgen (androgen insensitivity syndrome. terung. Insidens derajat yang lebih rendah dari resistensi androgen tidak diketahui. AIS) adalah sekumpulan gangguan perkembangan seksual akibat mutasi gen penyandi reseptor androgen. menurut beberapa peneliti. dalam berkembangnya kedua saluran muller dan dalam kanalisasi. Diagnosis Ditemukan kelainan bawaan misalnya kelainan pada traktus urinarius .sensus. Dengan demikian epitel sinus urogenitalia menyentuh epitel duktus mulleri. Insidens Dan Genetik Insidens CAIS adalah 1:20.kap pemahaman mekanisme molekuler AIS sekaligus pengelolaannya. Berkaitan dengan kaidah ini. bisa lebih banyak atau bahkan lebih sedikit dari insidens CAIS. yaitu keadaan yang disebut testicu. Sebagian besar AIS berpenampilan under.

anatomi fetus XY atau XX tidak dapat dibedakan. Fungsi biologis kenaikan ini tidak diketahui. Pada kehamilan 7 minggu. dan vas deferens).bukti menunjukkan bahwa remodeling ini terjadi selama kehidupan fetus. kemudian dime.Androgen mamalia adalah testosteron beserta metabolitnya yang lebih poten. dihidrotestosteron (DHT). sedangkan perineum menyatu dan menipis membentuk skrotum yang siap untuk menerima testis. kumis. Setiap molekul terdiri dari bagian yang terikat androgen. Testosteron dan DHT dapat mengikat reseptor androgen (an- drogen receptor. Efek testosteron postnatal pada fetus 46 XY Saat kelahiran. Efek prenatal testosteron pada fetus 46XY Pada fetus normal dengan kariotipe 46XY. dan terdapat saluran urogenital yang terbuka dengan lipatan kulit bakal labia atau skrotum. terbentuklah penis dengan lubang uretra di ujungnya. Reseptor androgen adalah molekul protein besar yang terdiri dari 910 asam amino. testosteron dan DHT mempengaruhi perkembangan penis dan derivat saluran Wolffii interna (pros. Transkripsi diamplifikasi atau dihambat oleh koaktivator atau korepresor. seperti juga DHT. sebaiknya dimulai dengan menyegarkan kembali ingatan kita mengenai efek normal testosteron pada perkembangan pria maupun wanita. Pada masa ini.Fisiologi fungsi normal androgen dan Reseptor androgen Untuk dapat memahami sindrom insensitivitas androgen. yaitu bagian jari zing yang terikat pada DNA dalam area sensitif kromatin dan area yang mengontrol transkripsi.tat. dan jika tidak lengkap pada usia 13 minggu karena tidak ada sejumlah testosteron. epididimis. dan sisanya tetap se. Pada 6 minggu masa gestasi.tabolisme menjadi estradiol. sumber utama testosteron pada kehidupan awal fetus adalah testis.DHT mengalami dimerisasi dengan cara berikatan dengan AR-DHT kedua. Selanjutnya. Ketika memasuki usia kehamilan 12 minggu. testosteron beraksi pada kulit dan jaringan area genital. kadar testosteron rendah. Walaupun testosteron dapat diproduksi langsung ataupun tidak langsung dari ovarium dan adrenal pada kehidupan selanjutnya. tetapi kemudian meningkat dalam beberapa minggu.tosteron pada sirkulasi berdifusi ke dalam sitoplasma sel sasaran. testis mulai memproduksi testosteron. dan jambang). Saat pubertas. hanya berupa jaringan yang belum berkembang yang akan menjadi phallus. yang berperan besar dalam diferensiasi seksual. Se. rambut aksila. tercapai kadar normal pada keadaan pubertas sebelum pada akhirnya turun ke kadar yang rendah. Setelah 2 bulan. keberadaan gen SRY merangsang testis untuk membentuk genital ridges pada abdomen fetus beberapa minggu setelah konsepsi. kulit dan rambut lebih berminyak. vesikula seminalis. Bukti. banyak perubahan fisik dini pada kedua jenis seks yang bersifat androgenik (bau badan dewasa. Penelitian pada binatang menunjukkan bahwa hal tersebut berkontribusi terhadap diferensiasi otak. Efek testosteron pubertal pada anak 46 XY Saat pubertas. testosteron merangsang karakteristik primer seks laki-laki. tidak akan terjadi penutupan vagina dan perpindahan lubang uretra. testosteron berpengaruh terhadap ciri kelamin sekunder laki-laki. lalu keduanya mengalami fosforilasi dan seluruh senyawa kompleks tersebut masuk ke dalam inti sel untuk berikatan dengan elemen androgen pada regio promoter gen target yang sensitif terhadap androgen. Sebelum kelahiran. Kombinasi AR. jerawat. DHT lebih poten dan berefek lebih lama. Tes.bagai testosteron. perkembangan ciri kelamin sekunder pada laki-laki seluruhnya . AR).cara langsung. sebagian di rubah menjadi DHT. dan hampir tidak terdeteksi pada masa kanak-kanak.

ibu karier dapat memperlihatkan ciri minor kelainan ini.rakhirnya pertumbuhan tinggi badan). janggut. tulang yang padat). B.saat pubertas. Pada kondisi X- linked recessive lainnya. Kebanyakan individu yang terlahir dengan AIS mewarisi kromosom X tunggal dengan defek gen yang diturunkan dari ibunya dan bisa mempunyai saudara kandung dengan kelainan yang sama (tes karier sekarang tersedia untuk mencari risiko relatif dalam anggota keluarga ketika diagnosis AIS ditegakkan). .liki uterus. . suara berat. Ciri-ciri kelainan ini: . Fenotip AIS yang tergolong minimal atau ringan (sindrom infertilitas pada pria dan undervirilized fertile male syndrome) terjadi akibat salah mutasi dengan kodon tunggal atau asam amino yang berbeda. Sekitar 1/3 kasus AIS adalah mutasi baru.karena pengaruh androgen (pertumbuhan penis. Lebih dari 100 mutasi AR dilaporkan menimbulkan beragam fenotip. . Pada laki-laki. yang meng hasilkan protein reseptor yang tidak mampu berikatan dengan hormon atau dengan DNA. AIS inkomplit ini juga mencakup sekumpulan gejala infertilitas pada pria.anak lahir sebagai perempuan. Etiopatogenesis Insensitivitas androgen terjadi akibat mutasi pada gen untuk reseptor androgen (AR) yang berlokasi pada kromosom Xq 11-12. rahang dan otot maskulin. Karier AIS sering kali mempunyai sedikit rambut aksila dan pubis serta hanya berjerawat sedikit semasa remaja.kan dari mutasi yang mempunyai efek besar pada bentuk dan struktur protein. Anak dengan kromosom 46 XY (secara genetik laki-laki) akan mempunyai 50% kemungkinan AIS. .nampilan sebagai laki-laki atau perem.000 kelahiran hidup. AIS terjadi akibat defek genetik pada kromosom X yang membuat tubuh tidak mampu merespons untuk menampilkan fenotip pria. sedangkan bentuk komplet dan hampir komplet dihasil. Kelainan sangat bervariasi. dan vagina dangkal. AIS terbagi atas 2 kategori: A. perubahan utama semasa pubertas yang dikaitkan dengan estradiol adalah akselerasi penutupan epifisis (be. Banyak terjadi penutupan sebagian bibir vagina luar. dan hipospadia). kromosom X yang diwariskan secara resesif Wanita dengan mutasi tunggal gen AR dapat merupakan karier AIS. tetapi tidak memi. maturasi jaringan spermatogenik dan fertilitas.perkembangan penis dan bagian tubuh pria lainnya terganggu. dapat berupa sindrom Reifensten (disebut juga sindrom Gilbert- Dreyfus atau sindrom Lubs). pembesaran klitoris. tanda-tanda seks sekunder (seperti payudara) berkembang. kegagalan turunnya testis ke dalam skrotum setelah kelahiran. AIS inkomplet Pengidap AIS inkomplit dapat berpe.tas koaktivator AF-1 (activating factor-1) Defek Reseptor androgen Penyebab terbanyak AIS adalah mutasi gen penyandi reseptor androgen. Dalam sebuah kasus CAIS. Hal ini merupakan X-linked recessive trait yang penyakitnya tidak bergejala. atau minimal. AIS komplet Bentuk komplet ini terjadi pada satu dari setiap 20.berpenampilan wanita. rambut pada tubuh. yaitu terjadinya perkembangan payudara pada pria. mempunyai sedikit bulu ketiak dan rambut pubis. dan (bisa terjadi) ginekomastia. dilaporkan terdapat abnormali.puan. tetapi menstruasi tidak terjadi dan infertil.

• ditemukan kromosom XY pada perempuan yang diperiksa kariotipe-nya untuk tujuan lain.kecuali keluhan amenorea dan infertilitas .kariotipe menunjukkan laki-laki normal yaitu 46XY Penanganan : Penderita merasa dirinya perempuan dan dapat berfungsi sebagai perempuan . • testis berada di dalam abdomen atau tempat lain. . Gambaran klinis : Gambaran klinis bervariasi yaitu spectrum kegagalan perkembangan laki-laki tidak komplit sampai komplit . Dilatasi bias dilakukan untuk memperbaiki fungsi vagina dan bila di perlukan dapat dilakukan tindakan bedah rekonstruksi membentuk neovagina . • tidak ditemukan testis. Tidak didapatkan serviks dan uterus . uterus. atau ovarium pada seorang pasien. tetapi tidak ada serviks atau uterus.payudara tumbuh dan berkembang dengan sempurna. Karena reseptor androgen tidak sensitive menyebabkan hormone testosteron segingga rambut pubis dan aksila tidak tumbuh(bairless women). 2014).Tanda Dan Gejala Pasien yang datang dengan tanda dan gejala berikut harus dicurigai mengidap AIS: • anak gadis dengan keterlambatan menarke atau amenorea primer • perempuan yang mencari penjelasan tentang kesulitan hubungan suami istri • perempuan yang berobat karena infertilitas • perempuan dengan perkembangan payudara yang normal. Vagina tidak terbentuk atau hanya pendek dan berakhir pada kantong buntu (blindpouch) . Pemeriksaan kadar testosterone memberikan hasil meningkat atau normal laki-laki .walau ada defisiensi jaringan kelenjar dan hypoplasia putting susu. • hernia inguinalis (kurang lebih 1% pasien yang menjalani operasi hernia inguinalis ternyata mengidap AIS).tetapi sering dalam hernia. Defenisi Kehamilan Kehamilan merupakan suatu proses fisiologik yang hampir selalu terjadi pada setiap wanita. Kehamilan terjadi setelah bertemunya sperma dan ovum.perempuan dengan sindrom ini tumbuh normal .ditemukan testis tanpa spermatogenesis di intraabdominal . tumbuh dan berkembang di dalam uterus selama 259 hari atau 37 minggu atau sampai 42 minggu (Nugroho dan Utama. • ditemukan massa di inguinal atau di labia. 3.kejadian keganasan pada gonad cukup tinggi sehingga bila ditemukan kromosom Y sebaiknya dilakukan gonadektomi.KEHAMILAN 1.

kemungkinan (perubahan yang bisa diobservasi pemeriksa) (Bobak. eklamsia dan infeksi. yaitu presumtif (perubahan yang dirasakan wanita). Gejala ini sangat penting karena umumnya wanita hamil tidak dapat haid lagi. b) Nausea (enek) dan emesis (muntah) Pada umumnya. keadaan ini masih fisiologis. Kadang .bulan pertama kehamilan sampai akhir triwulan pertama dan kadang . 2.kadang amenorhoe disebabkan oleh hal - hal lain diantaranya akibat menderita penyakit TBC. Beberapa faktor resiko yang sekaligus terdapat pada seorang ibu dapat menjadikan kehamilan beresiko tinggi. Kehamilan dibagi dalam tiga triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan.bulan pertama dan menghilang dengan makin tuanya usia kehamilan.triwulan kedua dari bulan keempat sampai keenam dan triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai kesembilan. 2005) 3. banyak anak dan beberapa faktor biologis lainnya adalah keadaan yang secara tidak langsung menambah resiko kesakitan dan kematian pada ibu hamil. c) Mengidam (menginginkan makanan atau minuman tertentu) Sering terjadi pada bulan . Yang termasuk tanda presumtif/ tanda tidak pasti adalah : a) Amenorhoe (tidak dapat haid) Pada wanita sehat dengan haid yang teratur. typhus. anemia atau karena pengaruh psikis.kadang disertai oleh muntah. d) Mamae menjadi tegang dan membesar . Nausea sering terjadi pada pagi hari.perubahan yang dirasakan oleh ibu (subjektif) yang timbul selama kehamilan. Ada 3 tanda kehamilan. tetapi tidak selalu. amenorhoe menandakan kemungkinan kehamilan. Resiko tinggi adalah keadaan yang berbahaya dan mungkin terjadi penyebab langsung kematian ibu misalnya pendarahan melalui jalan lahir. namun bila terlampau sering dapat mengakibatkan gangguan kesehatan dan disebut dengan hiperemesis gravidarum. Tanda presumtif/ tanda yang tidak pasti Tanda presumtif/ tanda tidak pasti adalah perubahan . Tanda Kehamilan Tanda kehamilan adalah perubahan fisiologis yang timbul selama hamil. Dalam batas tertentu. Keadaan ini lazim disebut morning sickness. nausea terjadi pada bulan . Faktor resiko pada ibu hamil seperti umur terlalu muda atau tua.

Keadaan ini disebabkan oleh pengaruh esterogen dan progesteron yang merangsang duktus dan alveoli pada mamae sehingga glandula montglomery tampak lebih jelas. Pada akhir triwulan. kadang - kadang varises ditemukan pada kehamilan yang terdahulu. e) Anoreksia (tidak ada nafsu makan) Keadaan ini terjadi pada bulan . f) Sering buang air kecil Keadaan ini terjadi karena kandung kencing pada bulan . kaki dan betis. Daerah leher menjadi lebih hitam dan linea alba. h) Pigmentasi kulit Keadaan ini terjadi pada kehamilan 12 minggu ke atas. Kadang – kadang timbulnya varises merupakan gejala pertama kehamilan muda. fossa poplitea. j) Varises (penekanan vena . Pada triwulan kedua. i) Epulis Epulis merupakan suatu hipertrofi papilla ginggivae yang sering terjadi pada triwulan pertama. 4. Kadang – kadang tampak deposit pigmen yang berlebihan pada pipi. Hal ini terjadi karena pengaruh hormon kortiko steroid plasenta yang merangsang melanofor dan kulit. g) Obstipasi Keadaan ini terjadi karena tonus otot menurun yang disebabkan oleh pengaruh hormon steroid. kemudian timbul kembali pada triwulan pertama. umumnya keluhan ini hilang oleh karena uterus yang membesar keluar dari rongga panggul.bulan pertama kehamilan tertekan oleh uterus yang mulai membesar. hidung dan dahi yang dikenal dengan kloasma gravidarum (topeng kehamilan). gejala ini bisa timbul kembali karena janin mulai masuk ke rongga panggul dan menekan kembali kandung kencing. Areola mame juga menjadi lebih hitam karena didapatkan deposit pigmen yang berlebihan.vena) Keadaan ini sering dijumpai pada triwulan terakhir dan terdapat pada daerah genetalia eksterna. Pada multigravida. Tanda kemungkinan hamil (yang dapat diobservasi pemeriksa) .bulan pertama tetapi setelah itu nafsu makan akan timbul kembali.

Warna porsiopun tampak livide. akan mudah berkontraksi. Pada pemeriksaan dalam. d) Tanda piscaseck Uterus mengalami pembesaran. c) Tanda chadwick Hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah dan agak kebiru – biruan (livide). namun berupa dugaan kehamilan saja. b) Tanda hegar Konsistensi rahim dalam kehamilan berubah menajdi lunak. dapat diraba bahwa uterus membesar dan semakin lama semakin bundar bentuknya. terutama daerah ismus. terjadi perubahan bentuk. Tanda kemungkinan hamil adalah perubahan – perubahan yang diobservasi oleh pemeriksa (bersifat objektif). dalam kehamilan serviks menjadi lunak pada perabaan selunak vivir atau ujung bawah daun telinga. ismus uteri mengalami hipertrofi seperti korpus uteri. Hipertrofi ismus pada triwulan pertama mengakibatkan ismus menjadi panjang dan lebih lunak sehingga kalau diletakkan dua jari dalam fornix posterior dan tangan satunya pada dinding perut di atas simpisis maka ismus ini tidak teraba seolah – olah korpus uteri sama sekali terpisah dari uterus. besar dan konsistensi rahim. kerasnya seperti merasakan ujung hidung. Yang termasuk tanda kemungkinan hamil adalah : a) Uterus membesar Pada keadaan ini. Pada minggu – minggu pertama. e) Tanda braxton hicks Bila uterus dirangsang. Waktu palpasi atau pemeriksaan dalam uterus yang awalnya lunak akan menjadi keras karena berkontraksi. semakin besar pula kemungkinan kehamilan. f) Goodell sign Di luar kehamilan konsistensi serviks keras. Semakin banyak tanda – tanda yang didapatkan. Hal ini menyebabkan uterus membesar ke salah satu jurusan pembesaran tersebut. Hal ini disebabkan oleh pengaruh hormone esterogen. kadang – kadang pembesaran tidak rata tetapi di daerah telur bernidasi lebih cepat tumbuhnya. g) Reaksi kehamilan positif . Tanda ini khas untuk uterus dalam masa kehamilan.

dapat dirasakan pada kehamilan 16 minggu karena telah berpengalaman dari kehamilan terdahulu.  Terlihat kerangka janin pada pemeriksaan sinar rontgen. 5.  Stetoskop laenec pada kehamilan 18 – 20 minggu. janin berukuran kecil jika dibandingkan dengan banyaknya air ketuban. Tanda pasti kehamilan Tanda pasti adalah tanda – tanda objektif yang didapatkan oleh pemeriksa yang dapat digunakan untuk menegakkan diagnosa pada kehamilan. Cara khas yang dipakai dengan menentukan adanya human chorionic gonadotropin pada kehamilan muda adalah air seni pertama pada pagi hari. DAFTAR PUSTAKA . b) Teraba bagian – bagian janin Bagian – bagian janin secara objektif dapat diketahui oleh pemeriksa dengan cara palpasi menurut leopold pada akhir trimester kedua.  Dengan menggunakan USG dapat terlihat gambaran janin berupa ukuran kantong janin. dapat membantu menentukan diagnosa kehamilan sedini mungkin. maka anak melenting di dalam rahim. Sedangkan pada multigravida. Pada bulan keempat dan kelima. panjangnya janin dan diameter bipateralis sehingga dapat diperkirakan tuanya kehamilan. Dengan tes ini. c) Denyut jantung janin Denyut jantung janin secara objektif dapat diketahui oleh pemeriksa dengan menggunakan :  Fetal electrocardiograph pada kehamilan 12 minggu. Yang termasuk tanda pasti kehamilan adalah : a) Terasa gerakan janin Gerakan janin pada primigravida dapat dirasakan oleh ibunya pada kehamilan 18 minggu.  Sistem doppler pada kehamilan 12 minggu. maka kalau rahim didorong atau digoyangkan.

2016.Kapita Selekta Kedokteran edisi keempat.Jakarta : Binarupa Aksara .Ilmu kandungan edisi ketiga.Prawirohardjo.2013.2011.2014.Jakarta : PT Bina Pustaka Prawirohardjo. Hanifah.Jakarta : PT Bina Pustaka Rahmani.Lecture Notes Patofisiologi Klinik.Ilmu Kebidanan edisi keempat. Sarwono. Aaron.Jakarta : Media Aesculapius Berkowitz. Sarwono.