You are on page 1of 6

PRAKTIK MANAJEMEN KEPERAWATAN

RUANG ANGSOKA RSUD. A. W. SJAHRANIE SAMARINDA

“Sistem Klasifikasi Pasien”

Disusun Oleh:

AYU LISTIYO HATI NINGRUM

NIM. P07220214008

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KALIMANTAN TIMUR
PRODI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
TAHUN AKADEMIK 2016/2017

yaitu perawatan minimal. Mempermudah dalam menentukan perhitungan jumlah tenaga perawat yang dibutuhkan dalam suatu ruangan di rumah sakit. Mempermudah dalam menentukan standar waktu pelayanan. yang mengklasifikasi derajat ketergantungan pasien dalam tiga kategori. Mampu ambulasi dan berjalan sendiri dengan pengawasan c. Ciri-ciri lain pada klien dengan klasifikasi ini yaitu: a. Observasi tanda-tanda vital setiap pergantian shift d. perawatan intermediate atau sebagian. Meskipun demikian klien perlu diawasi ketika melakukan ambulasi atau gerakan. 3. Mampu membersihkan mulut (sikat gigi sendiri) . 1. dan perawatan maksimal atau total. Mengetahui tingkat ketergantungan pasien dengan perawat. Mampu makan dan minum sendiri e. pasien bisa mandiri/hampir tidak memerlukan bantuan. Kriteria klien pada klasifikasi ini adalah klien masih dapat melakukan sendiri kebersihan diri. Perawatan Minamal (Self Care) Perawatan ini memerlukan waktu 1-2 jam/24 jam. B. 2. SISTEM KLASIFIKASI PASIEN A. Definisi Sistem Klasifikasi Pasien Klasifikasi pasien adalah metode pengelompokkan pasien menurut jumlah dan kompleksitas persyaratan perawatan mereka. Tujuan Sistem Klasifikasi Pasien Tujuan dari suatu sistem klasifikasi pasien antara lain: 1. Dalam banyak sistem klasifikasi. pasien dikelompokkan sesuai dengan ketergantungan mereka pada pemberi perawatan dan kemampuan yang diperlukan untuk memberikan perawatan. Klasifikasi Pasien Menurut Douglas (1984) Metode yang sering digunakan di Rumah Sakit adalah metode menurut Douglas (1984). C. Mampu naik-turun tempat tidur b. Mampu mandi sendiri/ mandi sebagian dengan bantuan f.

pemasukan dan pengeluaran dicatat o. Membutuhkan bantuan untuk makan/ disuap e.tanda vital setiap 4 jam l. Disamping itu klien dalam klasifikasi ini memerlukan pengobatan lebih dari sekali.turun tempat tidur b. Perawatan Intermediate (Partial Care) Perawatan ini memerlukan waktu 3-4 jam/24 jam. Ciri-ciri lain pada klien dengan klasifikasi ini yaitu: a. klien dengan kateter urin. Membutuhkan bantuan untuk berpakaian dan berdandan g. pengobatan dengan injeksi n. 3. Post operasi minor 24 jam i. g. Pengobatan minimal dengan status psikologi stabil i. klien masih perlu bantuan dalam memenuhi kebersihan diri. Pasien dirawat untuk prosedur diagnostik j. Fase awal dari penyembuhan k. Mampu berpakaian dan berdandan dengan sedikit bantuan h. Membutuhkan bantuan untuk kebersihan mulut f. Membutuhkan bantuan dalam menyiapkan makanan d. Gangguan emosional ringan m. makan dan minum. Membutuhkan batuan 1 orang untuk naik. Perawatan Maksimal (Total Care) Perawat ini memerlukan waktu 5-6 jam/24 jam. Operasi ringan k. klien dengan infus. Kriteria klien pada klasifikasi ini adalah pasien memerlukan bantuan perawat sepenuhnya dan . Membutuhkan bantuan untuk BAB dan BAK (tempat tidur/ kamar mandi) h. Membutuhkan bantuan untuk ambulasi/ berjalan c. Perawatan luka sederhana 2. Kriteria klien pada klasifikasi ini adalah pasien memerlukan bantuan perawat sebagian. dan klien dengan pleura pungsi. Observasi tanda. Melewati fase akut dari post operasi mayor j.

Asuhan keperawatan agak berat : 4. Pasien tidak sadar j. Membutuhkan bantuan untuk kebersihan mulut.15 jam/24 jam 4. 24 jam post operasi mayor i. Observasi TTV setip kurang dari 2 jam l. Perawatan luka bakar m. memerlukan waktu perawat yang lebih lama.16 jam/24 jam . Fraktur dan atau pasca operasi tulang belakang/ leher s. Klasifikasi Pasien Menurut Depkes (2002) Menurut Depkes (2002).08 jam/24 jam 3. bingung dan disorientasi D. Membutuhkan bantuan penuh untuk berpakaian dan berdandan f. klasifikasi ketergantungan pasien ada 4 kategori. Asuhan keperawatan minimal : 2 jam / 24 jam 2. Kebutuhan nutrisi dan cairan dipenuhi melalui terapi intravena (infus) atau NGT (Naso Gastrik Tube) d. pemakaian alat penghisap (suction) e. Dalam keadaan inkontinensia h. Ciri-ciri lain pada klien dengan klasifikasi ini yaitu: a. klien harus dibantu tentang segala sesuatunya. Perawatan kolostomi n. Keadaan pasien tidak stabil k. Menggunakan alat traksi (skeletal traksi) r. Menggunakan alat bantu nafas (ventilator) o. Menggunakan WSD p. Asuhan keperawatan sedang : 3. Asuhan keperawatan maksimal : 6. Dimandikan perawat g. Irigasi kandung secara terus menerus q. Membutuhkan latihan pasif c. masing-masing memerlukan waktu: 1. Gangguan emosional berat. Membutuhkan 2 orang atau lebih untuk mobilisasi dari tempat tidur ke kereta dorong atau kursi roda b.

Persiapan pengobatan perlu prosedur 4. Ambulasi dibantu. mandi. ganti pakaian dilakukan sendiri b. Penggunaan suction e. Pengobatan lebih dari sekali f. Posisi diatur. Kebersihan diri dibantu. Pengobatan minimal. Gelisah/disorientasi . Observasi tanda-tanda vital setiap 4 jam c. Makan memerlukan NGT. Observasi tanda-tanda vital dilakukan setiap shift e. intake output dicatat d. Asuhan Keperawatan Agak Berat a. observasi tanda-tanda vital setiap 2 jam c. Kebersihan diri. status psikologis stabil 2. Observasi tanda-tanda vital setiap 2 – 4 jam sekali c. Sebagian besar aktifitas dibantu b. Ambulasi dengan pengawasan d. Terpasang infuse e. Terpasang folley cateter. makan minum dibantu b. terapi intra vena d. Klasifikasi kategori asuhan keperawatan menurut Depkes 2002: 1. Segala aktifitas diberikan perawat b. Asuhan Keperawatan Minimal a. Asuhan Keperawatan Maksimal a. pengobatan lebih dari sekali 3. Asuhan Keperawatan Sedang a. Makan dan minum dilakukan sendiri c.

4th. 1992. 2007. H. Jakarta: Salemba Medika. Leaderships Roles and Management Functions in Nursing. Jakarta: Bumi Aksara. B. 2000. Inc.J. DAFTAR PUSTAKA Arwani & Supriyatno. Manejemen Bangsal Keperawatan. Marquis. 1994.A. The effective Nurse: Leader and Manager. Philadelphia: WB Saunders. Douglas. C. Mosby Year Book. 3rd Ed. D. Philadelphia: Lippincot-Raven Publisher Nursalam. Laura Mae. edisi 2. Nursing Management. . Rue. Gillies. dan Huston. Ed. Terry. 2006. a System Approach. 1999.L. GR dan LW. Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta: EGC. Manajemen Keperawatan Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional. Third Edition.