You are on page 1of 16

SOP IMUNISASI DPT

1 Nama kegiatan
Pemberian Imunisasi DPT Hb Combo
2 Tujuan
Dpt agar anak mempunyai daya tahan terhadap penyakit Dipteri,Pertusis,Tetanus
dan Hepatitis B
3 Ruang Lingkup
Semua Pasien yang Melakukan Imunisasi DPT di Posyando pada anak
Berumur 2 -11 bln
4 Keterampilan Petugas
a. Dokter
b. Bidan
c. Perawat
5 Alat dan bahan
a. Vaksin DPT
b. Spuit Disposible
c. Kapas Steri (air panas)
d. Kartu Imunisasi
6 Langkah Kerja
 Petugas Mancuci Tangan
 Pastikan Vaksin yang akan di gunakan
 Jelaskan Kepada Iba Anak tersebutUmur anak(2- 11bln),Jumlah Suntikan
3X Untuk Imunisasi DPT
 Ambil 0,5cc Vaksi DPT
 Bersihkan 1/3 paha bagian luar dengan kapas Steril (Air Panas)
 Suntikan secara intra muskuler (im)
 Terangkan kepada Ibu anak tersebut,tentang panas Akibat DPT ,berikan
Obat penurun panas /antipiretik kepad ibu anak tersebut
 Anjurkan Kompres dengan air Hangatdi lokasi Penyuntikan
 Rapikan alat-alat
 Petugas mencuci tangan
 Mencatat diBuku Kohot

Indikator Kinerja
Mendapatkan hasil yang tepat dan benar

Pastikan Vaksin Polio dalam keadaan Baik (perhatkan nomor. Petugas mencuci tanga 8 Indikator kinerja Mendapatkan hasil yang baik dan Efektif . Buka tutup Vaksindengan menggunakan Pinset / gunting kecil d. Dokter b. Petugas mencuci tangan b. Letakan anak pada posisi yang senyaman mungkin f.ulangi lagi penetesanny i. Pasang pipet di atas botol vaksin e. Jika di muntahkan atau di keluarkan oleh anak. Pastikan vaksin yang telah diberikan ditelan oleh anak yang di Imunisasi h.pastikan agar vaksintetap dalam keadaan kondisi steril j. Bidan c. Perawat 5 Uraian Umum Imunisasi poliodiberikan pada bayi mulai umur 0 – 11 bulan dalam ruang lingkup posyandu dan 0 – 59 bulan untuk kegiatan pecan Imunisasi Nasional (PIN) Imunisasi di Puskesmas diberikan sampai 4 kali dengan selang waktu 28 hari 6 Alat dan bahan Pinset /Gunting kecil Vaksin Polio dan Pipet Kartu Imunisasi 7 Langkah kerja a. Rapikan Alat k. SOP IMUNISASI POLIO 1 Nama Pekerjaan Pemberian Imunisasi Polio 2 Tujuan Sebagai Acuan dalam pemberian Imunisasi Polio agar anak mempunyai daya tahan terhadap penyakit Polio 3 Ruang lingkup Semua Pasien yang Melakukan Imunisasi Polio di Posyando pada anak Berumur 0 -11 bln 4 Keterampilan Petugas a. kadaluarsa dan VVM) c. Saat meneteskan vaksin ke mulut . Buka mulut anak dan teteskan vaksin polio sebanyak 2 tetes g.

Dokter b. Vaksin BCG b.agar anak mempunyai daya tahan terhadap penyakit Tuberkulosis ( TBC) 3. Perawat 5 Uraian Umum Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh mycrobacterium Tuberculosa Vaksin yang sudah dilarutkan harus digunakan sebelum lewat 3 jam 6 Alat dan Bahan a. Disposibel 5 cc untuk melarutkan e. Kartu imunisasi 7 Langkah Kerja  Petugas mencuci tangan  Pastikan vaksin dan spuit yang akan digunakan  Larutkan Vaksin dengan cairan pelarut BCG 1 ampul ( 4 cc )  Pastikan anak belum pernah di BCG dengan menanyakan pada orang tua anak tersebut  Ambil 0.tepat dan akurat   . Kapas steril (air panas) f. Pelarut Vaksin c.05 cc vaksin BCG yang telah kita larutkan tadi  Bersihkan lengan dengan kapas yang telah dibasahi air bersih jangan menggunakan alcohol / desinfektan sebab akan merusak vaksin tersebut  Suntikan vaksin tersebut sepertiga bagian lengan kanan atas ( Tepatnya pada Insertio musculus deltoideus ) secara intrakutan ( IC) di bawah kulit  Rapikan alat – alat  Petugas mencuci tangan  Mencatat dalam buku Kohot dan kertu Imun isasi 8 Indikator kinerja  Mendapatkan hasil yang baik . Bidan c.05 cc d. SOP IMUNISASI BCG 1 Nama pekerjaan Pemberian Imunisasi BCG 2 Tujuan Sebagai Acuan dalam pemberian Imunisasi Bacillus Calmette Guerin (BCG). Ruang Lingkup Semua pasien yang akan diImunisasi BCG di unit pelayanan statis pada anak berumur kurang dari 2 bulan 4 Keterampilan petugas a. Spuit disposable 0.

Pastikan Umur anak tepat untuk imunisasi campak ( 9 bulan ) f. Suntikan secara subcutan ( sc) i. Cuci tangan petugas 8 Catatan mutu a. Dokter b. Bersihkan lengan kiri bagian atas anak dengan kapas steril ( Air panas) h. Bidan c. Larutkan dengan cairan pelarut campak yang sudah ada ( 5 cc) e. Rapikan alat j.5 cc vaksin campak yang telah dilarutkan tadi g. Perawat 5 Uraian umum Tidak ada 6 Alat dan bahan a. SOP IMUNISASI CAMPAK 1 Nama Pekerjaan Pemberian Imunisasi Campak 2 Tujuan Sebagai Acuan dalam pemberian Imunisasi Campak agar anak mempunyai daya tahan terhadap penyakit Campak 3 Ruang lingkup Unit pelayanan Posyando pada anak berumur 9 bulan 4 Keterampilan Petugas a. Buka tutup vaksin menggunakan pinset d. Buku Status Bayi b. Ambil o. Kartu Imunisasi SOP IMUNISASI T T . Pastikan vaksin dalam keadaan baik c. Pinset b. Disposable spuit c. Vaksin pelarut 7 Langkah kerja a. Petugas mencuci tangan b.

Intra muscular atau subcutan d. Sebelumnya lengan dibersihkan dengan Kapas Steril( air panas) e. Oleskan kapas steril pada lengan kiri bagian atas g. apakan ada alergi terhadap obat-obatan b.5 cc d.5 ml e. Dokter b.dan jika tidak terjadi Efek samping pasien boleh pulang j. Kontra Indikasi : gejala – Gejala berat karena dosis pertama TT f.Umur dan Alamat . Ambil vaksin dengan jarum dan semprit disposable sebanyak 0. Persilahkan psien menunggu 15 menit di luar . Persilahkan pasien duduk f. Disuntikan pada lengan atas secara intra muscular (Im) sebanyak 0. Catat pada buku Status dan KMS ibu hamil 8 Indikator Kinerja Tidak terjadi Tetanus Toxoid pada saat melahirkan SOP PENYIMPANAN VAKSIN . Pastikan kondisi pasien dalam keadaan sehat c. Vinset b. Kapas Steril (air panas) c.1 Nama pekerjaan Pemberian imunisasi Tetanus Toxoid 2 Tujuan Sebagai Acuan untuk melaksanakan suntikan TT untuk pemberian kekebalan Aktif terhadap Tetanus 3 Ruang lingkup Petunjuk kerja ini mencakup unit pelayanan di ruang tindakan unit pelayanan KIA yang diberikan pada ibu hamil dan calon pengantin 4 Keterampilan Petugas a. Bidan terlatih c. Spuit 0.5 ml . Imunisasi Tetanus Toxoid terbukti sebagai satu upaya pencegahan penyakit Tetanus b. Diberikan pada usia kehamilan tri mester pertama dengan Interval waktu 4 minggu c. Buang jarum bekas suntikan kedalam safety box i. Siapkanbahan dan alat suntik d. Lakukan Identifikasi dan anamnese dengan menanyakanpada pasien Nama. Perawat terlatih 5 Uraian Umum a. Suntik pada lengan kiri bagian atassecara intra muscular h. Vaksin TT 7 Intruksi Kerja a. Referensi : pedoman tehnis Imunisasi tingkat Puskesmas 6 Alat dan Bahan a.

Letakkan coolpack pada bagian dasar lemari es 4. Lemari es 2.Letakkan VCCM pada tempat penyimpanan vaksin BCG 12. Pastikan lemari es buka atas dalam kondisi baik dengan ketentuan sebagai berikut a. vaksin dengan kadaluarsa pendekatau VVM B di letakkan di bagian atas 8. Alat pemantau paparan suhu panas ( vaccine Cold Chain Monitor.dan Polio ) dekat Evaporator b.VCCM) 5. Letakkan 1 buah thermometerpada bagian tengah Vaksin 10. Alat pemantu paparan suhu beku (Freeze Tag) 4.Letakkan 1 buah alat pemantau paparan beku diantara vaksin yang sensitive beku 11. Lemari es pada posisi datar b.Pelaksana Koordinator Imunisasi Alat alat yang di butuhkan 1. Jarak antara lemari es yang satu dengan yang lain 15 20 cm g. leaflet) Langkah-Langkah 1. Cool pack /kotak dingin cair 3. Letakkan vaksin sesuai dengan sensitifikasi a.DPT-HIb dan Td) Jauh Evaporator 6. Sensitif Beku ( HB. Thermometer 6. Grafik catatan suhu 7. Sensitif panas (BCG.DT. Terlindung dari matahari langsung c.DPT-HB. Terdapat Stabilisator pada setiap lemari es d. Petunjuk pembacaan VVM(Poster .periksa suhu lemari es 2 kali sehari pagi dan sore ( termasuk hari libur )kemudian Catat pada grafik suhu SOP PENGAMBILAN VAKSIN KE KABUPATEN Pelaksana Koordinator Imunisas . Jarak antara lemari es dengan dinding 15 20 cm f. Beri jarak antar dus vaksin 1-2 cm untuk sirkulasi udara 9. pastikan bahwa semua vaksin berada didalam dus vaksin 5. Letakka grafik catatan suhu pada bagian atas lemari es 3. Pelarut disimpan pada suhu ruang terlindung dari sinar matahari langsun 7. Satu stop kontak untuk setiap lemari es e.TT. Tidak terdapat bunga es yang tebal pada evaporator 2.Campak.

Tutup rapat bagian atas cooldbox atau vaksin carrier 14. Letakan alat pe mantau paparan suhu beku pada bagian tengah di antara kotak Vaksin dan VCCM di dekat kotak vaksi BCG 13.VCCM Langkah – langkah 1.no batch . Bila yang digunakan vaksin carrier maka dibutuhkan 4 buah coolpack 5. Vaksin yang sensetif beku diletakkan pada bagian tengah coldbox dan vaksin Yang sensitif panas menempel pada diiding coldbox 12. Bila yang digunakan coldbox maka dibutuhkan 12 buah coolpack b. catat vaksin tersebut (jumlah. Lakukan perhitungan kebutuhan vaksin 2. Periksa kondisi VVM dan masa kadaluarsa Vaksin 8.lindungi vaksin dari paparan sinar matahari Langsung.Alat alat yang di butuhkan 1 Coldbox atau vaksin carrier 2 Cool pack /kotak dingin cair 3 Alat pemantu paparan suhu beku (Freeze Tag) 4 Alat pemantau paparan suhu panas ( vaccine Cold Chain Monitor. Masukan vaksin ke dalam coldbox atau vaksin carrier yang telah terisi coolpack 11. Buat surat permintaan vaksin dengan memperhitungkan sisa stok 3.buka coldbox atau vaksin carrier dan periksa kembali kondisi VVM dan alat pemantau suhu beku 16. Sesampainya di Puskesmas . 15. Tukarkan Coolpack yang dibawa dari Puskesmas dengan coolpack yang tela Dikondisikandi kabupaten / Kota 9. Susun coolpack kedalam coldbox atau vaksin carrier 10. Selama perjalanan ke Puskesmas. Hubungi petugas kabupaten /Kota tentang rencana pengambilan vaksin 4. Siapkan coldbox atau vaksin carrier yang dilengkapi dengan coolpack ( kotak Dingin cair ) agar suhu terjaga antara 2 – 8 c a. Siapkan alat transportasi yang memadai 6. Masukan vaksin kedalam lemari es 18.jenis. Serahkan surat permintaan vaksin kepada petugas Kabupaten / Kota dan Kemudian cocokkan vaksin yang diserahkan dengan permintaan 7. Isi formulir Vaccine Arrival Report ( VAR ) 17.masa kadaluarsa kondisi VVM)dalam buku stok vaksin sebagai penerimaan SOP PEMELIHARAAN LEMARI ES Pelaksana : Koordinator Imunisasi ( korim ) Alat dan bahan : .

sesuai dengan SOP defrosting d.kondisikan cool pack (kotak dingin cair).sesuai dengan SOP defrosting c. Sebelum membersihkan badan lemari es cabut steker terlebih dahulu agar tidak terjadi konsleting d.jangan membuka pintu lemari es untuk menjaga suhu tetap 2 s/d 8 c g.pada mudel tertutup tidak perlu dilakukan pembersihan e. Colokan kembali steker setelah selesai h. Periksa apakah terjadi Bunga es dan periksa ketebalan bunga es? Apabila bunga es lebih dari 0.Pemeliharaan harian a. Sehari sebelum pemeliharaan bulanan .vaksin carrier atau cold box b.sebaliknya bila kertas mudah di tarik berarti karet sudah mengeras dan beri bedak f.jika itu terjadi gantilah steker dengan yang baru c. Pindahkan vaksin kedalam vaksin carier yang telah berisi cool pack (kotak dingin cair) . Lap kering 5. Bersihkan seluruh badan lemari es dengan menggunakan lap basah.bila kertas sulit ditarik berarti karet pintu masih baik. Kuas lembut / spon busa 4. Selama membersihkan badan lemari es .bila kendor kencangkan baut dengan obeng b. Obeng 3. Catat kegiatan pemeliharaan mingguan pada kertu pemeliharaan lemari es 3. Lakukan pembersihan kondensor . Bila ditemukan baut kendor pada ensel pintu kencangkan dengan menggunakan obeng g.sesuai dengan SOP Penyimpanan Vaksin c. 1. Cabut steker untuk melakukan defrosting . Sabun Cara melakukan pemeliharaan lemari es 1.Pemeliharaan bulanan a. Keringkan kembali badan lemari es dengan lap kering f.pada model terbuka gunakan sikat yang lembut atau dengan tekanan udara .langsung setelah pengecekan suhu pada kartu pencatatan suhu pada setiap pagi dan sore 2pemeliharaan Mingguan a. Periksa kerapatan pintu menggunakan selembar kertas . Lakukan pengecekan suhu dengan menggunakan thermometer atau alat pemantau suhu digital setiap pagidan sore termasuk hari libur b.5 cm lakukan defrosting (pencairan bunga es) .kuas yang lembut/spon busa dan sabun e. Colokan kembali steker setelah selesai . Pulpen 2. Perhatikan adanya tanda-tanda steker hangus dengan melihat perubahan warna pada steker. Periksa stiker jangan sampai kendor. Lakukan pncatatan.

h. Catat kegiatan pemeliharaan bulanan pada kertu pemeliharaan lemari es SOP PENCAIRAN BUNGA ES (DEFROSTING) Pelaksana : Koordinator Imunisasi Alat dan bahan Lap kering Vaksin carrier atau cood box .sesuai dengan SOP Penyimpanan Vaksin i. Setelah suhu mencapai 2 s/d 8 c susun kembali vaksin kedalam lemari es.

Sehari sebelum pencairan bunga es kondisikan cool pack ( kotak dingin Cair) vaksin carier atau cold box c. Cool pack Langkah – angkah Pencairan bunga es a.5 cm b. Cabut steker untuk melakukan defrosting e. Pindahkan vaksin kedalam vaksin carier atau cold box yang telah erisi cool pack ( kotak dingin cair ) . Pasang kembali steker dan tunggu suhu stabil 2 s/d 8 C tanpa merubah posisi thermostat h. Pencairan bunga es dilakukan minimal 1 bulan sekali atau bunga es mencapai ketebalan 0. Biarkan bunga es mencair sendiri atau siram dengan air hangat f. Catat kegiatan pemeliharaan bulanan pada kertu pemeliharaan lemari es SOP PELAYANAN IMUNISASI OLEH PETUGAS KESEHATAN DI PUSKESMAS Pelaksana Vaksinator ( Bidan desa dan Perawat ) Alat dan bahan  Buku bantu Kohot bayi / Ibu .sesuai dengan SOP penyimpanan Vaksin d.karingkan bagian dalam lemari es termasuk evaporator dengan lap kering g. Setelah suhu mencapai 2 s/d 8 . Setelah bunga es mencair .susun kembali vaksin kedalam lemari es sesuai dengan SOP penyimpanan vaksin i.

riwayat Imunisasi sebelumnya KIPI yang pernah dialami.larutkan vaksin sesuai dengan SOP persiapan vaksin 14. Cuci tangan dengan sabun setiap akan memberikan Imunisasi 7.kapas.dan kemungkinan efek samping yang akan dialami oleh anak sesudah imunisasi serta cara penanggulangannya . Apabila terdapat gelembung pada alat suntik atau kelebihan dosis. Ambil vaksin dan pelarut dari lemari es sesuai dengan perkiraan kebutuhan.05 ml . Lepaskan alat suntik dari botol vaksin 17.tidak beku dan tidak kadaluarsa.disebelahnya diletakan alat suntik . Bersihkan lokasi penyuntikan dengan kapas basah tunggu hingga kering 18.keadaan kesehatan saat ini 8.serta tulis tanggal dan waktu pertama kali di gunakan 10. 0. Ambil alat suntik . Berikan vaksin sesuai dengan SOP cara pemberian vaksin 19.sedot vaksin sesuai dengan dosis yang di butuhkan 15. Untuk vaksin yang membutuhkan pelarutan . Letakkan safety box dan plastik sampah dibawah meja 6. keluarkan dari plastic kemasan.5 ml. 20. Ambil vaksin yang akan diberikan dan pastikan kondisi VVM A/B .pastikan semua vaksin dam logistic (termasuk anafilaktik kit ) dalam kondisi VVM A/B dan tidak Kadaluarsa 3.kantong plastic dan air bersih Langkah –Langkahnya 1.  Alat tulis  Vaccine carrier dan safety box  ADS 0.masukan pelarul dam cool pack ke dalam lemari es 2. Sehari sebelum pelayanan . Untuk imunisasi oral .pastikan bahwa tidak kadaluarsa . buang kemasan kedalam plastik sampah 12.anafilaktik kit  Sabun . Siapkan buku pencatatan hasil imunisasi (buku kuhot bayi/Ibu) 4. Tentukan dan Informasikan kepada orang tuanya jenis dan manfaat imunisasi yang akan diberikan saat ini 9. Buang langsung alat suntik yang telah digunakan tanpa menutupnya ( non recapping) ke dalam safety box.5 ml  Vaksin dan pelarut .dan masukan ke dalam caksin carrier yang telah berisi cool pack 5.kapas. Buka tutup jarum suntik.ambil alat penates. Berikan informasi kepada orang tua tentang kapan kunjungan berikutnya .buang tutup jarum suntik kedalam plastik sampah 13.buang kemasan kedalam plastik sampah 11.air hangat. 30 menit sebelum pelayanan imunisasi . Lakukan Skrining setiap sasaran meliputi umur .format pencatatan dan anafilaktif kit. Tusukkan jarum suntik kedalam botol vaksin pastikan ujung jarum selalu berada didalam cairan vaksin.keluarkan dari plastik kemasan . buang gelembung atau kelebihan dosis yang ada tanpa mencabut jarum dari botol vaksin 16.riwayat penyakit. Vaksin carrier harus diletakan pada meja yang tidak terpapar sinar matahari langsung.

Cuci tangan dengan sabun setiap selesai pemberian imunisasi 25.5 ml. Catat hasil imunisasi sesuai dangan kolom yang tersedia pada buku kohort bayi/ibu 23. Beritahu orng tua agar menunggu sekitar 30 menit di Puskesmas untuk memantau kemungkinanterjadinya efek samping 22. Vaksin sisa dan yang belum digunakan disimpan kembali di dalam lemari es pada tempat yang terpisah dan di beri tanda 26.5 ml dan safety box  Vaksin dan pelarut . 0. Catatan hasil imunisasi dan pemakaian logistic diserahkan kepada koordinator imunisasi SOP PELAYANAN IMUNISASI OLEH PETUGAS KESEHATAN DI POSYANDU Pelaksana Vaksinator ( Bidan desa dan Perawat ) Alat dan bahan  Alat transportasi dan kelengkapannya  Buku bantu Kohot bayi / Ibu  Alat tulis  Vaccine carrier dan cool pack  ADS 0. 21.05 ml . Pastikan limbah bukan tajam di masukan kedalam kantong plastic 24.anafilaktik kit .

air hangat.riwayat penyakit.buang kemasan kedalam plastik sampah 13.kapas. Bersihkan lokasi penyuntikan dengan kapas basah tunggu hingga kering 20.disebelahnya diletakan alat suntik . Buang langsung alat suntik yang telah digunakan tanpa menutupnya ( non recapping) ke dalam safety box. Berikan informasi kepada orang tua tentang kapan kunjungan berikutnya . buang kemasan kedalam plastik sampah 14. keluarkan dari plastic kemasan. buang gelembung atau kelebihan dosis yang ada tanpa mencabut jarum dari botol vaksin 18.pastikan bahwa tidak kadaluarsa .jumlah sesuai sasaran serta siap untuk dibawa 3.dan kemungkinan efek samping yang akan dialami oleh anak sesudah imunisasi serta cara penanggulangannya . . Pastikan kesiapan kendaraan yang akan di gunakan ke posyandu 5. Lakukan Skrining setiap sasaran meliputi umur .  Sabun .kantong plastic dan air bersih Langkah – langkahnya 1.buang tutup jarum suntik kedalam plastik sampah 15. 30 menit sebelum ke posyandu.tidak beku dan tidak kadaluarsa 12. Jangan lupa membawa surat tugas dan buku pencatatan hasil imunisasi(kohort) 4.keadaan kesehatan saat ini 10. Tusukkan jarum suntik kedalam botol vaksin pastikan ujung jarum selalu berada didalam cairan vaksin. Ambil vaksin yang akan diberikan dan pastikan kondisi VVM A/B . Setiba di Posyandu. 22. Apabila terdapat gelembung pada alat suntik atau kelebihan dosis.ambil alat penates.format pencatatan dan anafilaktif kit.larutkan vaksin sesuai dengan SOP persiapan vaksin 16. Buka tutup jarum suntik. Cuci tangan dengan sabun setiap akan memberikan Imunisasi 9.sedot vaksin sesuai dengan dosis yang di butuhkan 17.kapas. Lepaskan alat suntik dari botol vaksin 19. Sehari sebelum pelayanan .riwayat Imunisasi sebelumnya KIPI yang pernah dialami. Vaksin carrier harus diletakan pada meja yang tidak terpapar sinar matahari langsung. Kemas semua peralatan dengan baik di Kendaraan 6.pastikan kepada Kader bahwa semua sasaran sudah mendapat informasi dan kesiapan pelaksanaan kesiapan posyando 2. Berikan vaksin sesuai dengan SOP cara pemberian vaksin 21.pastikan semua vaksin dam logistic (termasuk anafilaktik kit ) dalam kondisi VVM A/B dan tidak Kadaluarsa. Letakkan safety box dan plastik sampah dibawah meja 8. Ambil alat suntik .letakan semua logistikditempat yang aman 7. Untuk imunisasi oral . Tentukan dan Informasikan kepada orang tuanya jenis dan manfaat imunisasi yang akan diberikan saat ini 11.keluarkan dari plastik kemasan . Untuk vaksin yang membutuhkan pelarutan .

diskusikan dengan kader kemungkinan penyebab ketidakhadiran sasaran c. 23. Setiba di puskesmas . Catat hasil imunisasi sesuai dangan kolom yang tersedia pada buku kohort bayi/ibu 25.Polio Campak dan TT ) Keterampilan petugas  Kader  Bidan  Perawat  Koordinator Imunisas . Bandingkan dengan data target sasaran pada bulan ini . Beritahu orng tua agar menunggu sekitar 30 menit di Puskesmas untuk memantau kemungkinanterjadinya efek samping 24. Cuci tangan dengan sabun setiap selesai pemberian imunisasi 27. Catatan hasil imunisasi dan pemakaian logistic diserahkan kepada koordinator imunisasi SOP PENCATATAN DAN PELAPORAN Nama pekerjaan Proses Pencatatan pelaporan Tujuan :  Tersedianya data yang berkualitas  Mempermuda analisis data  Sweeping tepat sasaran  Pemetaan daerah Risti Ruang lingkup  Semua bayi dan bumil yang mendapatkan imunisasi Rutin ( BCG.lakukan evaluasi kegiatan bersama kader dengan tahapan a. Pastikan limbah bukan tajam di masukan kedalam kantong plastic 26. Setelah selesai semua pelayanan .simpan kembali vaksin di dalam lemari es pada tempat yang terpisah atau diberi tanda 30. Susun rencana tindak lanjut termasuk bagaimana memotifasi sasaran yang tidak hadir 28. Bawa pulang sisa logistic yang belum digunakan dan limbah ke Puskesmas 29.DPT. Hitung jumlah sasaran yang datang untuk tiap jenis vaksin yang diberikan b.

Memonitor Suhu lemari es a. Memasukan pemakaian vaksin di buku stok vaksin oleh Korim e. Mamasukkan data di Software imunisasi oleh Korim f. Melaporkan ke Dinas Kesehatan ( Seksi P3PMK ) TUGAS POKOK DAN FUNGSI NAMA :RUKMIYATI Uraian tugas : 1.Bertanggung jawab atas pemeliharaan vakasin a. Mencatat di regester SIP oleh kader c.Alat Bahan  Buku KIA  SIP  Kohort bayi dan Ibu  Buku Stok Vaksin Prosedur a.Menyiapkan vaksin dan logistic 2. Merencanakan kebutuhan Vaksin 4.Memcatat suhu di lemari es di buku Grafik Suhu 5.Mencatat di buku stok 3. Membuat Laporan Kegiatan Imunisasi .Mengkoordinir Kegiatan Imunisasi di Puskesmas dan posyandu a. Mencatat di kohort bayi atau kohort Ibu oleh bidan atau perawat d. Mencatat Imunisasi di buku KIA oleh bidan atau perawat b.

Memasukan data Imunisasi di Software 6.19681215 200212 1 008 . Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala puskesmas Mengetahui Sumberjambe.Tegoeh Wibowo Rukmiyati Nip.2 Januari 2015 Kepala puskesmas Koordinator imunisasi dr. Tim Akreditasi Puskesmas sumberjambe 7. a.