You are on page 1of 18

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA NY.

D
DI KELURAHAN BERKOH RT 07 RW 04
KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN

Disusun Oleh :

Unik nurocmah
(P1337420214115)

III C

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
PRODI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO
2017

kecamtan Purwokerto Selatan No. Ny. Sehat 4. ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA NY. S 40 P Anak SMA Pedagang .00-11. R Umur : 69 tahun Jenis kelamin : Laki-laki Golongan darah : - Tempat & tanggal lahir : Purwokerto. A 64 L Menantu SMA Pedagang . Tn. M 13 P Cucu SD . Sakit 2. Lengkap Sehat .00 WIB A. Identitas Kepala Keluarga Nama : Tn. PENGKAJIAN Nama Pengkaji : Unik Nurocmah Tanggal : 30 Maret 2017 Waktu : 10. telepon :- B. An. Sehat 3. D 68 P Istri SD IRT . 1948 Pendidikan terakhir : SD Agama : Islam Status perkawinan : Nikah Alamat : Berkoh RT 07 RW 04. Ny. Komposisi Keluarga No Nama Umur JK Hub dg Pendidikan Pekerjaan Status Status KK Imunisasi Kesehatan 1. D DI KELURAHAN BERKOH RT 07 RW 04 KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN I.

Keterangan : = Laki – laki = Perempuan = Tinggal serumah = Klien = Garis perkawinan . An.5 L Cucu . Lengkap Sehat C. . R 4. Genogram D.5.

Tahap perkembangan keluarga saat ini Tahap perkembangan keluarga Tn. S bekerja sebagai pedagang dengan penghasilan Rp.00 per bulan. C. menantu. F.200. D yang sudah menderita stroke sejak lama. R saat ini mengalami masalah kesehatan. R yaitu dalam masa pensiun dan lansia serta tahap perkembangan remaja dengan anak sekolah dimana anak Tn. anak. istri. dan lain-lain. Agama dan Kepercayaan Semua anggota keluarga beragama Islam dan menjalankan ibadah sesuai ajaran agama. II. A yang belum sekolah. hipertensi. Anggota keluarga yang mencari nafkah : anak dan menantu 2. A berumur 13 tahun dan sedang bersekolah. dan pilek. dan 2 orang cucu. batuk. 3. Penghasilan : Tn. R adalah tipe keluarga besar yang terdiri dari suami. Tipe Keluarga Jenis tipe keluarga : keluarga Tn. I. H. 1. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi yaitu anak kedua Tn. yaitu istrinya atau Ny. Status Sosial Ekonomi Keluarga 1. = Garis keturunan E. Aktifitas Rekreasi Keluarga Rekreasi keluarga hanya dilakukan dengan berkumpul duduk bersama menceritakan hal yang sudah dilakukan hari itu. Kebutuhan yang dikeluarkan tiap bulan : untuk memenuhi kebutuhan primernya sendiri Tn. Harta benda yang dimiliki : rumah dengan perabotan yang sederhana. asma. yang sekarang ditempati oleh Tn. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya Keluarga Tn. R termasuk dalam suku Jawa dan berkebangsaan Indonesia. G. Suku Bangsa Keluarga Tn. B. D tidak ada anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit menurun.000. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA A.R tidak ada yang memiliki riwayat penyakit menurun seperti DM. Riwayat keluarga inti Keluarga Tn. Sedangkan anggota keluarga lainnya tidak memiliki riwayat penyakit yang serius hanya sakit ringan seperti demam. R merasa cukup. A dan Ny. R 4. . D. Begitu pula dengan keluarga Ny.

Kamar tidur . kebiasaan memasak menggunakan kompor gas. E. Ruang tamu e. PENGKAJIAN LINGKUNGAN A. 3 kamar tidur. Luas rumah kira-kira 5×14 m 2 terdiri dari teras. Karakteristik Rumah 1. status kepemilikan rumah milik sendiri dan pembuangan limbah dengan cara dibakar. 1 ruang tamu. Kamar tidur c. ventilasi untuk sirkulasi udara cukup baik. Kamar tidur d. Tipe bangunan rumah adalah permanen. Sumber pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan : Puskesmas & Rumah sakit. Teras b. serta kamar mandi. III. 1 ruang makan. Denah rumah U B T S b c a d e h g f Keterangan : a. 1 dapur. WC menggunakan WC jongkok. pencahayaan dari sinar matahari cukup. sumber air berasal dari PDAM. lantai menggunakan keramik dan bersih.

Struktur peran (peran masing-masing anggota) : peran formal dan informal anak. dan Tn. arisan. Budaya jawa yang dianut turun temurun : tidak ada yang bertentangan dengan kesehatan 3. tidak ada norma yang bertentangan. R tidak pernah pindah dan untuk bepergian keluarga Tn. Kegiatan keluarga waktu senggang : mengobrol bersama di rumah e. R biasanya menggunakan sepeda motor. menantu. Struktur komunikasi keluarga dengan sistem terbuka. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan masyarakat Tn. Interaksi dan hubungan dalam keluarga baik. Bila ada masalah dimusyawarahkan bersama. d. R dalam memutuskan masalah dalam keluarga dimusyawarahkan bersama dan diberi saran oleh seluruh anggota keluarga selanjutnya keputusan yang terbaik yang diambil. dan lain-lain. b. Kerukunan dalam keluarga baik b. Ruang makan 2. f. Sistem Pendukung Seluruh anggota keluarga memiliki kartu jaminan kesehatan. d. Struktur kekuatan keluarga : Tn. B. A. R masih mengikuti kegiatan dimasyarakat seperti kerja bakti. R mengatakan bahawa anggota keluarga saling menyayangi dan menghormati. C. R sebagai kepala keluarga. Anggota keluarga yang dominan dalam pengambilan keputusan adalah Ny. b. 2. dan cucu sesuai. R dan Tn. D . posyandu lansia diadakan tiap bulan. Fungsi peran keluarga a. c. Kamar mandi/ WC g. Fungsi sosialisasi a. Partisipasi dalam kegiatan sosial baik. jarang ada masalah/percecokan. Aturan/kesepakatan : tidak ada yang bertentangan dengan kesehatan c. Kebiasaan masyarakat sekitar : tidak ada kesepakatan yang bertentangan dengan kesehatan. Fungsi afektif : Tn. Dapur h. Struktur nilai dan norma keluarga sesuai dengan nilai dan norma masyarakat setempat. Struktur Keluarga a. 5. 3. Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW a. c. Mobilitas geografi keluarga Dari dulu rumah keluarga Tn. 4. Kemampuan keluarga dalam mengenal masalah Keluarga mengatakan hanya mengerti sedikit mengenai penyakit yang diderita oleh Ny. Fungsi Keluarga 1. Apabila ada anggota keluarga yang kesulitan maka akan dibantu.

Stressor jangka panjang : ketakutan akan semakin memburuknya kondisi Ny. b. Stress dan koping keluarga a. Akseptor : tidak c. D c. D No Variabel 1 Riwayat penyakit saat ini Stroke hemoragic . Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan Keluarga mengetahui keberadaan fasilitas pelayanan kesehatan dan sudah mampu memilihnya sesuai dengan kebutuhan. Stressor jangka pendek : Tn. d. e. Fungsi ekonomi a. serta tetap berusaha berobat dan berdoa d. b. Kemampuan keluarga mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan yang tepat Jika ada anggota keluarga yang sakit. Keterangan lain :- 5. maka akan dibawa ke tempat pelayanan kesehatan c. Harapan Keluarga a. pangan dipenuhi dengan berdagang b. Kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah yang sehat Kemampuan keluarga dalam memelihara lingkungan sudah cukup baik terlihat dari rumah yang cukup bersih dan rapih. 7. R megatakan bagaimana melakukan perawatan pada istrinya agar tidak semakin parah. Perencanaan jumlah anak : sudah tidak merencanakan lagi b. Pemeriksaan Fisik Ny. Respon keluarga terhadap stressor : menjalani dengan tenang dan pasrah. Strategi koping : memusyawarahkan segala masalah yang terjadi dengan seluruh anggota keluarga. D. Terhadap masalah kesehatannya : berusaha rutin melakukan latihan gerak dan menjaga pola makan. b. Strategi adaptasi fungsional : dalam menghadapi masalah selalu berusaha dan berdo’a tetepi tetap berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Upaya pemenuhan sandang. keluarga hanya melakukan perawatan semampunya termasuk pada Ny. Kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit Jika ada anggota keluarga yang sakit. 8. 4. Fungsi reproduksi a. Pemanfaatan sumber di masyarakat : tidak ada 6. serta MCK yang memadai. e. Terhadap petugas kesehatan yang ada : minta diberi tahu mengenai perawatan stroke.

rambut lurus. RR= 20 x/menit. tanpa alat bantu dengar. tidak ada perdarahan dan tanda- tanda infeksi. 8 °C. tidak ada nafas cuping hidung. Nadi = 88 x/menit. Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid. tidak ada nyeri tekan Kulit Datar. pendengaran baik Leher Tidak ada lesi/ulkus. tangan agak sulit digerakkan. tidak ada edema. dan kaki sebelah kanan agak bengkok 4 Riwayat penyakit sebelumnya Pernah menderita hipertensi 5 Tanda-tanda vital TD = 130/80 mmHg. Suhu = 36. tidak ada karies. tidak ada alergi dan rangsang Telinga terhadap bau masih cukup. Bentuk telinga simetris. sklera tidak anikterik. penglihatan jarak jauh kurang dan tidak menggunakan kacamata Hidung Bentuk hidung simetris. konjungtiva tidak anemis. tidak ada Abdomen nyeri. tidak ada pemebesaran. tidak ada nyeri tekan. 6 Sistem kardiovaskuler Jantung berdebar-debar 7 Kepal Bentuk mesochepal. terdengar bising usus 8×per menit Tidak bengkak. keriput dan ada lesi atau luka di kaki kanan . beruban. kulit kepala kurang bersih dan tidak ada luka. tidak ada kesulitan menelan. tidak ada tanda-tanda Mulut infeksi. postur normal. Mata Bentuk mata simetris. kaki tidak bisa digerakkan Turgor kulit baik. Dada tidak menggunakan gigi palsu. bersih.2 Keluhan yang dirasakan Kaki tidak bisa digerakkan 3 Tanda dan gejala Kaki kaku. tidak ada benjolan atau massa Ekstremitas atas dan bawah Bentuk simetris. tidak terdapat perdarahan gusi.

C Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari. ke kamar mandi dan satu fungsi tambahan. berpakaian. berpakaian. berpakaian dan mandi B Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari.Ny. berpakaian dan satu fungsi tambahan. kecuali mandi.F. kecuali mandi dan satu fungsi tambahan.dan G.D. ke kamar kecil. kecuali mandi. Ketergantungan pada sedikitnya dua fungsi. G Ketergantungan pada enam fungsi tersebut Lain. berpindah dan satu fungsi tambahan. F Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari. D mengatakan sudah menderita stroke selama 6 . kecuali dari 1 dari fungsi tersebut. Pengkajian fungsional. didapatkan hasil fungsi intelektual untuk MMSE : 12 . kontinen. mental dan spiritual INDEKS KATZ Skor Kriteria A Kemandirian dalam hal makan. tetapi tidak dapat diklasifikasikan lain sebagai C. kecuali mandi. Kerusakan kognitif dan afektif c. Pemeriksaan sosial : APGAR keluarga di dapat 8 (jadi tidak terdapat disfungsi keluarga) d. Pemeriksaan status kognitif dan afektif.E. ANALISA DATA No Data Etiologi Masalah Ds : . D Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari. Pemeriksan spiritual : melaksanakan ibadah sholat 5 waktu 9. E Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari. berpindah. a. Hasil pemeriksaan screening ADL = G b.

D Ds : Ny. Ny. D dan keluarga belum begitu tahu cara merawat anggota geraknya Do : Ketidakmampuan keluarga Ketidakefektifan 2 TD : 130/90 mmHg merawat anggota keluarga pemeliharaan kesehatan Nadi : 88 X/menit yang sakit RR : 22 X/menit S : 36.Ny.8 °C . D . tahun dan kakinya tidak bisa Kurang pengetahuan Ketidakmampuan digerakkan tentang diit stroke keluarga merawat 1 . D sudah . Sifat masalah : 3/3 X 1 1 Masalah aktual. D dan keluarga anggota keluarga yang mengatakan belum tahu sakit makanan yang tepat untuk Ny.Do : Saat diminta untuk menggerakkan kakinya. D sudah bisa melakukan latihan gerak sendi tetapi belum hafal seluruhnya Skoring dan prioritas masalah : Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang diit stroke No Kriteria Perhitungan Nilai Pembenaran 1. Ny. D tidak mampu Keluarga nampak bingung ketika ditanyai tentang makanan yang tepat untuk Ny. Ny.

Aktual mengalami stroke dan perlu dilakukan tindakan perawatan. Sifat masalah : 3/3 X 1 1 Masalah sudah terjadi dan Aktual memerlukan penanganan diri. 2. Kemungkinan 2/2 X 2 2 diatasi. Potensial masalah 2/3 X 1 2/3 apa makanan yang tepat untuk dapat dicegah : penderita stroke Cukup Ny. Menonjolnya 2/2 X 1 1 dapat mengganggu masalah: kesehatannya Segera ditangani Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit. Kemungkinan masalah dapat 2. Keluarga ingin tahu tentang 3. D ada masalah dapat diubah: kemauan dan dekat dengan Mudah pelayanan kesehatan. No Kriteria Perhitungan Nilai Pembenaran 1. karena Ny. D menganggap masalah ini 4. Kemungkinan Sumber dan tindakan untuk masalah dapat diatasi 1/2 X 1 1/2 memecahkan masalah dapat : dijangkau oleh keluarga .

Menonjolnya 2/2 X 1 1 Jika tidak ditangani segera masalah: Perlu segera akan memperburuk kondisinya ditangani 10. Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang diit stroke b. DIAGNOSIS KEPERAWATAN a. Potensial masalah 2/3 X 1 2/3 Dengan dilakukan demonstrasi dapat dicegah : dan latihan ritun Cukup 4. Sedang 3. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit. .

Lakukan pendidikan kesehatan NOC : Pengetahuan : diperbolehkan tentang diit stroke manajemen penyakit dan tidak . Mampu 1 : Tidak ada melaksanakan diit 2 : Terbatas untuk memenuhi 3 : Cukup kebutuhan gizi 4 : Banyak dengan tepat 5 : Luas Setelah dilakukan 2. diharapkan Mengetahui 2 5 pengetahuan klien dan keluarga gizi klien terpenuhi makanan tentang diit stroke dengan tepat yang . dengan kriteria . Mengetahui cara melaksanakan diit sesuai dengan makanan yang mengolah informasi yang telah diberikan diperbolehkan dan makanan .Lakukan pengkajian tingkat minggu.Evaluasi tingkat pengetahuan klien Mengetahui 2 5 kronik dan keluarga mengenai diit stroke tujuan diit Kriteria Hasil: Mengetahui 2 5 .Motivasi klien dan keluarga untuk 1. tindakan . Tujuan Kriteria Evaluasi Dx Intervensi Umum Khusus Kriteria Standar 1 Setelah dilakukan Pengetahuan klien Kognitif Klien menyatakan mengetahui NIC : Pengajaran diit tindakan keperawatan meningkat tentang diit stroke.Beri reinforcement positif atas tidak Keterangan : partisipasi klien dan keluarga 2.Bina hubungan saling percaya sebanyak 3 kali hasil : antara klien dan keluarga kunjungan dalam satu Indikator Awal Tujuan .

. secara rutin Indikator Awal Tujuan tentang latihan gerak sendi diharapkan klien Mampu 2 5 . keperawatan sebanyak 3 kali Pengetahuan tingkat pemahaman kunjungan dalam Melakukan latihan Afektif dengan kriteria hasil : .Evaluasi perasaan klien setelah latihan gerak sendi 1 : Tidak menunjukkan latihan 2.Bantu klien saat tidak mampu 1.Ajarkan kembali latihan gerak NOC : Pelatihan gerak sendi Mampu 2 5 sendi pergerakan sendi . Mampu .Jelaskan mafaat dan tujuan latihan latihan gerak sendi langkah latihan gerak sendi secara rutin .Motivasi klien dan keluarga untuk 2 : Sedikit menunjukkan melaksanakan rutin melakukan latihan gerak 3 : Cukup menunjukkan latihan secara rutin sendi.Kaji tingkat pemahaman klien satu minggu. Mengetahui sendi melakukannnya sendiri langkah-langkah Keterangan : .Jelaskan langkah-langkah latihan mampu melakukan menyebutkan gerak sendi langkah.Minta klien untuk melakukan mempraktekkan Kriteria Hasil: latihan secara mandiri latihan gerak . 4 : Sering menunjukkan 5 : Selalu menunjukkan IMPLEMENTASI .

00 WIB keluarga . D sudah bisa melakukan latihan gerak sendi tetapi belum hafal seluruhnya A : Masalah belum teratasi P : Lanjutkan intervensi .Ny. D dan keluarga mengatakan belum tahu tentang 3. Ny. II 31 Maret 2017 .TD : 130/90 mmHg Nadi : 88 X/menit RR : 22 X/menit S : 36.Dx Tanggal/jam Implementasi Evaluasi I. D tidak mampu . Mengkaji Ny. D O: . Mengkaji pengetahuan Ny.Motivasi untuk latihan gerak sendi secara rutin I.Ny.II 30 Maret 2017 1.8 °C .Saat diminta untuk menggerakkan kakinya.Ny. Membina hubungan saling percaya dengan Tn. D masih tidak bisa menggerakkan kakinya. D penyakit stroke 4.Ny.Ny.Mengkaji keluhan Ny. R dan S: 11. D mengatakan menderita stroke sudah lama dan 2.Motivasi untuk melakukan diit . D dan keluarga belum begitu tahu cara merawat keluarga yang sudah dilakukan untuk mengobati anggota geraknya penyakit Ny.Keluarga nampak bingung ketika ditanyai tentang Makanan yang tepat untuk penderita stroke . .Kaji tingkat pengetahuan pasien . D dan keluarga S : . Berdiskusi dengan keluarga tentang tindakan dengan . D dan keluarga tentang makanan yang tepat untuk Ny.Ajarkan latihan gerak sendi . D dan keluarga tentang penyakit yang kakinya tidak dapat digerakkan dikeluhkan .

Melakuakan pendidikan kesehatan tentang diit stroke . Berpamitan dengan klien dan keluarga Nadi : 90 X/menit RR : 20 X/menit S : 36. Melakukan pemeriksaan fisik Ny. D dan keluarga bisa menjawab jika ditanya tentang makanan yang tepat untuk penderita stroke . Memberikan pujian . Membimbing keluarga untuk menjelaskan .0 IB O: . Mengajarkan kembali latihan gerak sendi . D terlihat kesulitan saat diminta untuk menggerakkan kakinya . II 01 April 2017 .TD : 130/70 mmHg Nadi : 80 X/menit RR : 24 X/menit S : 36 °C A : Masalah ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan belum teratasi P : Lanjutkan intervensi .Ny. D terlihat kesulitan saat diminta untuk kembali apa yang telah dijelaskan menggerakkan kakinya . 15.Ny. D 8.Motivasi untuk latihan gerak sendi secara rutin I. D dan keluarga sudah paham tentang makanan .00 WIB . Mengukur vital sign Ny.Ny. Mengkaji keluhan Ny. Mengajarkan kembali latihan gerak sendi O: .Ajarkan latihan gerak sendi . D dan keluarga S : Ny.TD : 120/70 mmHg . D masih tidak bisa menggerakkan kakinya . D yang tepat untuk penderita stroke .5 °C A : Masalah ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan . D dan keluarga -Ny. Mengukur vital sign Ny.

belum teratasi P : Lanjutkan intervensi . D dan keluarga sudah paham tentang makanan yang tepat untuk penderita stroke 10.Motivasi untuk latihan gerak sendi secara rutin EVALUASI Dx Hari/tanggal Evaluasi I . D dan keluarga bisa menjawab jika ditanya tentang makanan yang tepat untuk penderita stroke A : Masalah ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit teratasi sebagian Indikator Awal Tujuan Akhir Mengetahui makanan yang 2 5 4 diperbolehkan dan tidak Mengetahui tujuan diit 2 5 4 Mengetahui cara mengolah makanan 2 5 4 Keterangan : .00 WIB O : Ny. II 01 April 2017 S : Ny.Ajarkan latihan gerak sendi .

Motivasi untuk latihan gerak sendi secara rutin . D masih tidak bisa menggerakkan kakinya 10. D terlihat kesulitan saat diminta untuk menggerakkan kakinya A : Masalah ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan belum teratasi Indikator Awal Tujuan Akhir Mampu menyebutkan langkah-langkah latihan gerak 2 5 3 sendi Mampu mempraktekkan latihan gerak sendi 2 5 3 Keterangan : 1 : Tidak menunjukkan 2 : Sedikit menunjukkan 3 : Cukup menunjukkan 4 : Sering menunjukkan 5 : Selalu menunjukkan P : Lanjutkan intervensi .00 WIB O : Ny. 1 : Tidak ada 2 : Terbatas 3 : Cukup 4 : Banyak 5 : Luas P : Pertahankan intervensi .Ajarkan latihan gerak sendi .Motivasi untuk melaksanakan diit II 01 April 2017 S : Ny.