You are on page 1of 14

1

Model Simulasi Luapan Banjir Sungai Bengawan Solo untuk Optimalisasi
Kegiatan Tanggap Darurat Bencana Banjir

Oleh:
Yuli Priyana, Priyono, Alif Noor Anna, Agus Anggoro Sigit
Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta

Abstrak

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk pemodelan banjir pada
berbagai skenario ketinggian air menggenang. Penelitian ini terbagi menjadi 2
tahun. Tahun 1 (pertama) bertujuan untuk (a) penyusunan basis data spatial
penggunaan lahan (b) penyusunan data nilai ketinggian tempat (Digital
Elevation Model), dan (c) pemodelan banjir dengan berbagai skenario
ketinggian air menggenang.
Metode yang digunakan meliputi pengembangan aplikasi neighbourhood
operation berupa perhitungan raster piksel yang diterapkan pada nilai model
ketinggian suatu tempat (Digital Elevation Model) dengan model iterasi untuk
menentukan daerah genangan.
Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah (a) penggunaan lahan di
daerah penelitian terbagi menjadi (1) kawasan perkotaan (Bussines Area) (2)
kawasan permukiman (3) kawasan industri (4) kawasan permukaan dengan
vegetasi tertutup (5) kawasan lahan terbuka dan tanah kosong yang diperuntukan,
dan (6) kawasan pusat transportasi dan kawasan permukaan dengan perkerasan
(kawasan stasiun kereta api dan kawasan terminal bus), (b) penyusunan basis data
spasial dalam penelitian ini berupa data vektor ketinggian tempat atau data Digital
Elevation Model (DEM). Data DEM di Kecamatan Jebres diperoleh 56 titik
elevasi dan Kecamatan Pasar Kliwon 48 titik elevasi. Ketinggian permukaan tanah
di daerah penelitian berkisar antara 88,9 mpdal sampai dengan 127,65 mdpal, dan
(c) semakin tinggi skenario genangan banjir dampak yang ditimbulkan terhadap
penggunaan lahan di daerah penelitian juga semakin besar. Dampak terbesar jelas
terdapat pada skenario 2 m seluas 296.601 m2, sedangkan dampak terkecil
terdapat pada skenario 1 m dengan luas dampak sebesar 77.693 m2. Luas total
dampak berdasarkan hasil simulasi adalah sebesar 544.756 m2.

Kata kunci: model simulasi banjir, model iterasi, DEM, SIG

The total impact of simulation result is 544 756 m2.9 mdpal up to 127. (4) the surface area with cover vegetation. This research divide 2 years. (b) the preparation of spatial database in this research are vektor elevation data or data Digital Elevation Model (DEM) data. GIS PENDAHULUAN atas normal. and (6) central transportation area and surface area of the pavement (the railway station area and bus terminal area). di hampir seluruh permukaan mampu menampung perubahan daratan pada belahan bumi ini. pemerintah Kota Surakarta untuk Adapun banjir yang terjadi di melakukan penanggulangan bencana Surakarta awal bulan Januari tahun yang optimal dan efisien. and (c) make modeling scenarios flooded with stagnant water level . The aims of the first year is (a) prepare spatial database of land use (b) to generate data on the value of altitude (Digital Elevation Model). iteration model. DEM. Banjir merupakan salah satu perubahan alih fungsi lahan. while the smallest impact there are scenario 1 m with an area of 77. The most impact obviously of scenario 2 m an area of 296. (2) settlements area. morfogenesa daerah. 2 The Simulation Model of Bengawan Solo River Flood to Optimizing of Flood Disaster Emergency Response Activities By: Yuli Priyana. The elevation of land surface in the research area ranged between 88. the impact on land use in the research area are also greater. ini pada dasarnya lebih banyak Banjir yang sering terjadi disebabkan oleh perlakuan manusia berulang-ulang megharuskan terhadap lingkungan sekitarnya. The method used include development neighborhood operation aplication there are calculate pixel raster is apllied to the value of elevation model (DEM) with iteration model to determine the inundation area.65 mdpal and (c) the higher of flood inundation scenarios. Keywords: flood simulation model. Alif Noor Anna. University of Muhammadiyah Surakarta Abstract The aims purpose of this research is for flood modeling in a variety of scenarios pooled water level. The DEM data in sub-distric of Jebres obtainable 56 elevation points and sub-distric of Pasar Kliwon there are 48 elevation points. serta bencana yang dapat terjadi di mana potensi air sungai yang sudah tidak saja. The results of this research are: (a) land use in the research area is divided to (1) urban area (the Business Area).601 m2. (5) the area of open land and wasteland to be alocated. Dalam 2008 diakibatkan oleh curah hujan di penyelenggaraan penanggulangan . meteorologi dan klimatologi Daerah Adapun penyebab utama bencana Aliran Sungai Bengawan Solo bagian banjir yang terjadi pada akhir-akhir hulu.693 m2. Agus Anggoro Sigit Faculty of Geography. Priyono. (3) industrial area.

3 bencana. Nguter dan Bulu. Adapun bagian hilir. Adanya model Kartasura. dan Kabupaten Sukoharjo 3. dengan membuat model simulasi Weru dan Polokarto. agar setiap kegiatan dalam dibedakan menjadi 3. Gunungapi Lawu dan itu adanya model ini akan Merapi. (c) wilayah luapan banjir Bengawan Solo dengan dengan curah hujan 2000-2500 berbagai macam skenario ketinggian mm/th meliputi Kecamatan air menggenang. penggunaan lahan (b) penyusunan Perubahan aliran Sungai data nilai ketinggian tempat Bengawan Solo ini diperkirakan (Digital Elevation Model). daerah hilir. Selain Ombo). di samping itu. Hasil skenario ketinggian air menggenang. Daerah Surakarta dengan berbagai macam skenario dan Sukoharjo merupakan daerah ketinggian air menggenang ini. Hal ini diakibatkan Sukoharjo dan sekitarnya dapat tenaga paleo tektonik dari . Selain itu. dan (c) terjadi sekitar 2 atau paling tidak pemodelan banjir dengan berbagai sejuta tahun lalu. Daerah penelitian simulasi ini diharapkan mampu mempunyai curah hujan yang membantu Pemerintah Kota tinggi. juga Surakarta untuk melakukan tindakan banyak dilewati sungai-sungai pencegahan secara dini serta besar. potensial terjadi bencana banjir. dkk. berubah arah ke jumlah curah hujan di daerah Selatan. Bendosari. Pembuatan model simulasi banjir 2. maka disusun suatu rencana antara 1000-1500 mm/th 3-4 yang spesifik pada setiap tahapan bulan kering meliputi daerah penyelenggaraan penanggulangan Kecamatan Grogol. (2012) dalam lembah yang berkelok-kelok penelitiannya mengenai model secara alamiah berpotensi pengelolaan air permukaan untuk menjadi daerah yang rawan pencegahan banjir di Kota Surakarta banjir. interpretasi Citra diperoleh sungai purba Bengawan Solo TINJAUAN PUSTAKA yang sudah menjadi sebuah Anna. oleh karenanya wilayah ini membantu memperlancar proses merupakan wilayah yang tanggap darurat bencana banjir. daerah ini mempermudah proses evakuasi pada zaman meocin merupakan korban. Morfogenesa. Tawangsari. Aspek Morfogenesa Sungai menyatakan bahwa faktor yang Bengawan Solo Purba juga menyebabkan banjir adalah sebagai ditunjukkan dengan arah aliran berikut: sungai yang awalnya mengalir ke 1. bencana. 3-4 bulan kering meliputi banjir di Kota Surakarta adalah Kecamatan Gatak. penggolongan Selatan bermuara ke Samudra kondisi hidrologi didasarkan atas Indonesia. yaitu (a) setiap tahapan dapat berjalan dengan wilayah dengan curah hujan terarah. dan besar dampak yang ditimbulkan Pegunungan Kendeng (Kedung oleh banjir Bengawan Solo. Curah hujan. Penelitian ini terbagi menjadi dahulu aliran Sungai Bengawan 2 tahun. (b) wilayah Salah satu strategi untuk dengan curah hujan 1500-2000 melakukan penanggulangan bencana mm/th. depresi berada di antara mampu memprediksi seberapa jauh Pegunungan Plateau (Wonogiri). Tahun I (pertama) bertujuan Solo mengalir ke Selatan dan (a) penyusunan basis data spatial sekarang mengalir ke Utara.

dkk. ditunjukkan juga karena. Kabupaten Wonogiri. Adapun sungai yang Karena masalah banjir sangat diluruskan ini secara sepintas parah di negara-negara berkembang . maka kita tahu bahwa air tidak dapat mengalir ke yang lurus seperti ini belum tentu Selatan. Dengan demikian tetap 4. Bukan karena nafsu saja. Hal ini bencana banjir di Asia menyatakan dilakukan untuk mempermudah bahwa aplikasi penginderaan jauh mengontrol aliran sungai menjadi dan GIS merupakan cara yang efektif “sederhana”. Penginderaan Jauh untuk manajemen kelok menjadi lurus. namun Bengawan Solo bagian hulu manusia masih selalu ingin lebih terdapat Waduk Gajah Mungkur dari sekedar yang disediakan berada 3 km di sebelah selatan alam. dkk. berkelok. Alih fungsi lahan di yang mengurangi kemampuan daerah Sukoharjo yang paling badan sungai dalam menampung banyak tejadi adalah jenis aliran air. berkelok. Waduk dengan dataran untuk pemukiman. Secara alami dan efisien untuk biaya pengelolaan diketahui aliran sungai itu akan banjir. berpengaruh terdap aliran Pendangkalan alur sungai inilah permukaan. SPOT belum populer dalam bidang Pengendapan ini memerlukan pengelolaan banjir karena harga yang tempat baru. sedangkan waduk ini dibangun mulai tahun jumlah manusia terus bertambah. Perubahan alih fungsi lahan. salah satunya saat pemetaan banjir. dalam waktu tertentu dengan endapan sungai purba sungai tersebut aliran lurus ini yang membuktikan endapan akan berkembang dan berubah marin dan fluvial dengan nilai menjadi aliran alami yang kemencengan negativ dan positif. Hal ini Selain itu. (2004) dalam Solo adalah dengan modifikasi penelitiannya mengenai aplikasi aliran sungai yang berkelok. maka aliran air. lebih 8800 ha. Provinsi namun karena keterbatasan Jawa Tengah. Potensi air sungai berdasarkan menjadi pekarangan. Salah satu cara yang telah Sejalan dengan Yusri. Manusia situasi meteorologi dan memang banyak membutuhkan klimatologi Daerah Aliran Sungai karunia dari alam. tetapi kemungkinan jika citra pengendapan akan selalu terjadi tersebut tersedia pada harga yang ketika aliran sungai menjadi wajar akan banyak digunakan untuk perlahan. dilakukan di Sungai Bengawan (2009) Sanyal. tetapi berbalik ke Utara. 1970-an dan mulai beroperasi Salah satunya adalah pemanfatan pada tahun 1978. Bendungan atau penyediaan alam. namun kalau dilihat (bagian Selatan Pulau Jawa) dari perilaku sungai dan perilaku berangsur-angsur terangkat. Penggunaan citra resolusi selalu berkelok-kelok karena sangat tinggi seperti Ikonos atau terjadinya proses pengendapan. ke pekarangan. 4 Australia yang menunjam ke memang menjadikan alirannya Pulau Jawa maka bagian pinggir sederhana. yang dimungkinkan hutan/tegal/sawah/tanah kosong berakibat terjadinya banjir. alih terjadi pengendapan- fungsi lahan dari lahan terbuka pengendapan juga pada bagian- menjadi lahan terbangun akan bagian tertentu dari sungai. lebih mudah dikontrol. wilayah luas genangan kurang pertanian dan kebutuhan lain. sungai mati 5. sehingga proses tinggi.

antara 9168438 – 9160401 mU. maka penelitian merupakan daerah depresi diperlukan validasi hasil model sehingga letaknya lebih rendah dari dengan metode matriks kontigency daerah sekitarnya. yang diperlukan. dan Lawu di sebelah Timur. Bayat di sebelah Barat. yakni Kappa. data penduduk dan jaringan masing kecamatan berdasarkan data sungai statistik dari BPS Kota Surakarta Analisis terhadap tahun 2012.04 km2. Daerah ini diapit 4 atauy matrik kesalahan serta analisis titik yang lebih tinggi. Model GIS memerlukan tersebut diterapkan untuk biaya yang rendah dan kebutuhan membangun model. pemodelan banjir dilakukan berdasarkan skenario ketinggian air . sehingga akan data sederhana. Deskripsi Daerah Penelitian Air dari keempat lokasi tersebut Penelitian ini dilakukan di mengarah ke daerah ini sedangkan wilayah Kota Surakarta. dan penggunaan yang meliputi: Laweyan. Serengan. sebelah Informasi Geografis (SIG). negara berkembang untuk Model dibangun dengan mengadopsi teknologi ini sebagai menggunakan raster neighbourhood masukan penting terhadap sistem operation. Secara untuk membuang air tersebut hanya geografis. sehingga cenderung diketahui distribusi banjir yang menarik otoritas lokal di negara. komprehensif. Analisa hasil Boyolali. Secara kondisi fisik lahan. Kondisi ini BT dan 7o31’22” LS – 7o35’43” LS ditambah dengan kondisi tanggul atau dalam koordinat UTM terletak sungai yang mengkhawatirkan dan antara 474412 – 485510 mT dan pendangkalan. Kota Surakarta terletak terdapat satu sungai besar yakni antara 110o46’06” BT – 110o52’16” Sungai Bengawan Solo. meliputi: administrasi wilayah Kota Surakarta Ketinggian muka air. METODE PENELITIAN Kota Surakarta atau lebih Penelitian ini menggunakan dikenal dengan ‘Kota Solo’ merupakan metode survei. sampel diambil sebuah kota administratif yang berada dengan metode purposive dengan di Provinsi Jawa Tengah. diberikan untuk menangani masalah Berbagai nilai ketinggian air tersebut. lahan. Jebres dan Banjarsari. perhatian khusus harus pada saat terjadi genangan. Baturagung di sebelah Selatan. dengan luas wilayah kurang lebih 44. salah satu fungsi spasial manajemen banjir yang analisis dalam software ILWIS. berupa: jaringan Berikut disajikan luasan masing- jalan. 5 seperti Asia. Kendeng di sebelah HASIL DAN PEMBAHASAN Utara. berbeda-beda untuk setiap genangan. sebelah Timur dengan menggunakan metode Sistem Kabupaten Karanganyar. dan (b) data sekunder lain Pasar Kliwon. Agar hasil simulasi sesuai Secara morfometri daerah dengan kondisi dilapangan. Selatan dengan Kabupaten Sukoharjo Data yang diperlukan dalam dan di sebelah Barat dengan penelitian ini meliputi: (a) data Kabupaten Sukoharjo. Wilayah alasan daerah yang dipilih Kota Surakarta di sebelah Utara merupakan deaerah yang sering berbatasan dengan Kabupaten terjadi banjir. ketinggian terbagi dalam 5 wilayah kecamatan permukaan tanah.

Aluvial Kelabu dan Aluvial Coklat diketahui bahwa tipe curah hujan Kekelabuan. Kota Surakarta berada pada Menurut definisi. /melebihi kekurangan hujan pada bulan kering. Tipe iklim tersebut memilki Kemerahan. jenis tanah 2012 adalah sebagai berikut: diperoleh dari pengolahan data a.81 33. kawasan pusat administrasi Berdasarkan peta tanah yang pemerintahan. penggunaan lahan ketinggian rata-rata 100 mdpal. Banjarsari 14. tanah antara 0-3%.56 3.62 4. kondisi jumlah hujan pada bulan Regosol Kelabu. (landuse) diartikan sebagai bentuk sedangakan medan topografis di campurtangan (intervensi) manusia wilayah Kota Surakarta tidak terlalu terhadap lahan dalam rangka banyak variasi kemiringan.04 100. Sebagian memenuhi kebutuhan hidupnya baik besar wilayah didominasi topografis material maupun spiritual (Arsyad. Kemiringan lereng 8%-15% penggunaan lahan daerah penelitian hanya dijumpai di bagian utara yaitu yang diperoleh dari citra ikonos di Kelurahan Mojosongo dan Jebres. Mediteran Coklat Tua. Persentase Luas Masing-masing Kecamatan No Luas Kecamatan km2 % 1. Asosiasi Grumusol daerah penelitian adalah tipe D atau Kelabu Tua dan Mediteran Coklat sedang.25 Jumlah 44. 6 Tabel 1. kawasan . Namun demikian Adapun klasifikasi tipe terdapat sebagian kecil wilayah penggunaan lahan dalam penelitian dengan kemiringan 3-8% serta ini mengacu pada kriteria fungsi beberapa wilayah dengan kemiringan kawasan.00 Sumber: BPS Kota Surakarta. 2012 diperoleh. Berikut ini beberapa jenis 8-15%. Penggunaan lahan tipe Adapun sumber data sekunder ini mencakup daerah pusat kota tersebut dieroleh dari Pusat Data (Central Bussines District) dan Tanah Badan Informasi daerah sekitar pusat kota. Kawasan Perkotaan (Bussines spasial persebaran tanah Pulau Jawa Area) wilayah koordinat UTM zona 49 S. salah satu aspek penting yang wajib Secara topografis wilayah diperhatikan dalam penelitian ini.19 7.58 28. dan Grumosol basah yang dapat mengimbangi Kelabu Tua.94 5. Serengan 3.64 19.63 2. Secara rinci daerah ini meliputi Geospasial (Pusdat Tanah . Pasar Kliwon 4.82 10. macam atau jenis tanah di Berdasarkan klasifikasi tipe lokasi penelitian meliputi: Asosiasi iklim Schmidt dan Fergusson. Jebres 12. tahgun 2011 dan divalidasi dari data Di wilayah Kota Surakarta tata ruang detil Kota Surakarta tahun sebagai lokasi penelitian. atau secara umum Pembuatan Database Penggunaan dapat diartikan bahwa Kota Lahan Surakarta memilki iklim hujan tropik Penggunaan lahan adalah (tropical rainy climates).BIG). berupa dataran dengan kemiringan 1989). Laweyan 8.

Kawasan Permukiman pandang wilayah keberadaan Tipe penggunaan lahan tipe penggunaan demikian permukiman merupakan jenis sangat diperlukan sebagai penggunaan lahan yang paling kantong resapan kota. Tipe penggunaan daerah penelitian. Tipe penggunaan lahan c. dari sudut b. sedangkan untuk untuk penggunaan lahan kawasan tanah produktif berada permukiman adalah Kecamatan pada daerah Kelurahan Sumber. Kecamatan Jebres bagian menduduki tingkat tertinggi Timur. yakni kawasan dicontohkan pada daerah Taman industri kurang padat (ringan) Balaikambang. 7 pertokoan. belukar yakni berada di daerah sedangkan kecamatan yang Jurug. Kawasan Pusat Transportasi dan Mojosongo dan Kelurahan Kawasan Permukaan dengan Kadipiro. kawasan rumah multi Tanah Kosong yang unit (residence). Perkerasan d. Kawasan Permukaan dengan Adapun tipe penggunaan Vegetasi Tertutup lahan pusat transportasi secara Tipe penggunaan lahan rinci meliputi kawasan stasiun permukaan dengan vegetasi kereta api dan kawasan terminal tertutup dibagi lagi menjadi bus. Kawasan Industri seperti ini juga dibagi lagi Penggunaan lahan tipe menjadi dua jenis yakni: kawasan industri di daerah Kota kawasan taman kota. penggunaan seperti ini sangat dan kawasan Plasa Singosaren terbatas keberadaanya. kawasan taman pemakaman Namun demikian tipe (kuburan). Secara umum tipe penggunaan lahan ini cukup penggunaan lahan ini tersebar di diperhitungkan akan seluruh kecamatan yang ada di keberadaanya. kawasan taman pemakaman Secara umum tipe kawasan dicontohkan pada daerah TPU industri berada di daerah peri. (Coyudan). Kecamatan peri atau pinggiran kota. Untuk lahan kawasan industri dibagi kawasan taman kota lagi menjadi dua. Serengan dan Kecamatan Pasar Kecamatan Banjarsari serta Kliwon. Sementara itu. dan kawasan tanah perkantoran. yang ada pada daerah Kelurahan f. perkampungan dan apartemen. meliputi: kawasan rumah e. seperti Banjarsari. Kawasan Lahan Terbuka dan tunggal. Apabila melihat kondisi tersebut dicontohkan seperti medan daerah penelitian. Di daerah produktif (persawahan dan penelitian tipe penggunaan lahan ladang). kawasan padang permukaan meliputi hampir . Bonoloyo. Untuk tipe kawasan beberapa jenis yaitu: kawasan permukaan dengan perkerasan hutan-belukar. Rincian dari tipe daerah Kecamatan Jebres bagian penggunaan lahan permukiman Utara. kawasan Diperuntukan. dan untuk dan kawasan padat industri. tipe pada kawasan Gladak Surakarta. maupun kawasan rumput. Adapun tipe penggunaan Tipe penggunaan lahan ini lahan untuk kawasan semak tersebar di seluruh kecamatan. dominan di daerah penelitian. dan Surakarta tidak begitu dominan.

Peta Penggunaan Lahan Daerah Penelitian Sumber: Peneliti.6 mdpal. Bengawan Solo yang melewati Kota Berdasarkan data tersebut dapat kita Surakarta pada titik tertinggi simpulkan bahwa daerah penelitian mencapai 89. Untuk selanjutnya data macam. cor. pada tahun ini musim kemarau relatif Pembuatan model simulasi panjang apabila dibandingkan genangan banjir dengan mengunakan dengan musim penghujannya data ketinggian tempat (DEM) dapat . Slamet Riyadi. 8 seluruh kawasan-kawasan batubata dan paving. Umumnya Stasiun Kereta Api Solo Balapan jenis material perkerasan dan sepanjang kawasan Jalan meliputi beton. memungkinkan terjadi Bengawan Solo cukup dangkat banjir luapan pada waktu musim sekitar 30 cm. Seperti permukaan tanah yang ada di yang dicontohkan di daerah daerah penelitian. Berdasarkan hasil sedangkan tinggi permukaan tanah di pengukuran lapangan dapat diketahui daerah penelitian berkisar antara 88. Hal ini dikarenakan hujan. 2013 Pembuatan Database Ketinggian permukaan tanah dan data ketinggian permukaan Air Sungai dan Tanah yang diambil dari permukaan sungai Data ketinggian dalam yang mencermikan ketinggian air penelitian ini terbagi menjadi 2 sungai.9 bahwa ketinggian air Sungai mpdal sampai dengan 127. Disusun Oleh: Tim Peneliti Gambar 1.65 mpdal. Pada tahun datar. Kondisi topografi yang 2013 ini tinggi muka air di Sungai demikian.98 mdpal dan terendah mempunyai elevasi yang cukup pada titik 87. aspal. yakni data ketinggian yang ketinggian tersebut dirubah ke dalam diambil dari permukaan tanah yang peta DEM permukaan tanah dan mencerminkan ketinggian DEM permukaan sungai.

1.0 Sumber: Hasil Perhitungan. yakni apabila suatu tempat yang Adapun bahan pertimbangan berbatasan langsung dengan sungai skenario tersebut adalah bahwa mempunyai ketinggian yang sama kejadian banjir maksimal pada dengan ketinggian permukaan ketinggian 2 meter. Hal ini dikarenakan banjir dengan berbagai macam sebagian besar bantaran Sungani skenario dapat dilihat pada gambar 3. Metode Pemodelan luapan banjir ini yang digunakan untuk membuat diskenariokan pada ketinggian air (1 model tersebut adalah dengan iterasi. dapat Selain itu adanya pembangunan kita ketahui bahwa semakin tinggi tanggul sungai di sepanjang bantaran skenario genangan banjir dampak Sungai Bengawan Solo membuat yang ditimbulkan terhadap wilayah Kota Surakarta yang penggunaan lahan di daerah berbatasan langsung menjadi aman penelitian juga semakin besar.3 3 2 296.462 31. 2014 Berdasarkan Tabel 2. meter.4 Jumlah 544.601 54. didapatkan adalah sebagai berikut: Secara detail mengenai data digital Elevation Model (DEM) daerah Tabel 2. dari bahaya luapan air. Luas dampak Banjir dari Model Simulasi No Skenario Genangan (m) Luas Dampak (m2) Prosentase (%) 1 1 77. dan 5 dapat kita ketahui bahwa sedangkan dampak terkecil terdapat model pertama dengan skenario pada skenario 1 m dengan luas genangan banjir 1 meter dapat dampak sebesar 77.5 meter saat pembuatan model simulasi dapat menggenangi wilayah Taman kondisi air sungai cukup dangkal. skenario 2 m seluas 296. perbaikan tanggul sungai dengan Daerah yang tergenang atau beton.756 100. 4. Adapun model yang bawah ketinggian permukaan sungai. sehingga didapat nilai pixel dari data Simulasi Model Luapan Banjir ketinggiuan tersebut. Nilai pixel dengan berbagai Skenario tersebut menyatakan nilai ketinggian Ketinggian Genangan tempat wilayah tersebut. rubah ke dalam bentuk raster map.5 meter. Adanya sungai. dan 2 meter).5 170. 9 dilakukan dengan cara melakukan penelitian dapat dilihat pada Gambar interpolasi data tersebut kemudian di 2. Bengawan Solo sudah dilakukan 4. Secara menjangkau wilayah Taman Wisata detail mengenai hasil simulasi luapan Jurug saja.693 14. Jurug dan sebagian Dukuh Beton .3 2 1.601 m2. Adapun kecil. Hal ini disebabkan karena pada genangan dengan skenrio 1. maka wilayah tersebut tidak pemodelan banjir di daerah akan terkena dampak banjir penelitian diharapkan dapat walaupun tempat dibelakangnya membantu proses evakuasi apabila mempunyai ketinggian tempat di terjadi bencana.693 m2. Dampak terbesar jelas terdapat pada Berdasarkan pada gambar 3. dan 5. sehingga luapan air sungai yang terkena dampak berdasarkan tidak mungkin bisa masuk ke daerah model simulasi luapan banjir cukup permukiman penduduk.

Hasil Simulasi dengan Skenario Genangan 2 m m Evaluasi Hasil Model Simulasi Evaluasi terhadap hasil model Luapan Banjir perlu dilakukan untuk mengukur tingkat keakurasian model yang . dan genangan Ngepung dan Sawahan Kelurahan dengan skenario 2 meter dapat Sangkrah serta sebagian Dukuh menggenangi wilayah Taman Wisata Losari Kelurahan Semanggi. sebagian Dukuh Beton kelurahan sewu. Jurug. sebagian Dukuh Gambar 2. Hasil Simulasi dengan Skenario Genangan 1. DEM daerah penelitian Gambar 3. Hasil Simulasi dengan Skenario Genangan 1 m Gambar 4.5 Gambar 5. 10 Kelurahan Sewu.

dapat yang mungkin belum benar-benar kita ketahui bahwa terdapat akan terjadi. dapat diuji tingkat banjir dengan data aktual dilapangan keakurasiannya secara empirik. Pengambilan evaluasi ini adalah membandingkan sampel dilapangan mengacu pada hasil model dengan kondisi aktual hasil model simulasi. 2013 Berdasarkan Tabel 3. 11 diterapkan. dan Survei Lapangan. Adapun uraian untuk uji akurasi hasil Perbedaan ini disebabkan karena model dapat dijelaskan sebagaimana adanya tingkat validitas data yang tersaji dalam Gambar 6. diolah karena data yang digunakan hanya elevasi.5 B1 Terkena Luapan Terkena Luapan Semanggi B2 Terkena Luapan Terkena Luapan Semanggi B3 Terkena Luapan Terkena Luapan Semanggi B4 Terkena Luapan Terkena Luapan Semanggi B5 Tidak Terkena Luapan Tidak Terkena Luapan T. yang didapatkan dengan wawancara. Selain itu model ini dibuat karena menggunakan asumsi Data Lapangan ∑1 . Jurug C2 Terkena Luapan Terkena Luapan Sewu C3 Terkena Luapan Terkena Luapan Sewu C4 Terkena Luapan Terkena Luapan Sewu C5 Tidak Terkena Luapan Terkena Luapan Sewu C6 Terkena Luapan Terkena Luapan Sewu C7 Terkena Luapan Terkena Luapan Sewu C8 Tidak Terkena Luapan Tidak Terkena Luapan Sewu C9 Terkena Luapan Terkena Luapan Sewu C10 Terkena Luapan Terkena Luapan Sewu Sumber: Analisa Hasil Model. Walaupun demikian perbedaan antara hasil model luapan model ini. Kegiatan cek lapangan yang terkena dampak simulasi. melalui wawancara dilakukan secara acak dengan berstrata (stratified Tabel 3. Jurug B6 Terkena Luapan Terkena Luapan Semanggi 2 C1 Terkena Luapan Tidak Terkena Luapan T. yakni wilayah dilapangan. Perbandingan Wilayah Hasil Simulasi dengan Kejadian Banjir Aktual yang terjadi di Kota Surakarta Skenario Sampel Model Lapangan Lokasi Genangan (m) 1 A1 Terkena Luapan Terkena Luapan Sangkrah A2 Terkena Luapan Terkena Luapan Sangkrah A3 Tidak Terkena Luapan Tidak Terkena Luapan Sangkrah A4 Terkena Luapan Terkena Luapan Sangkrah 1. Prinsip dasar dari random sampling).

(2) PA: akurasi pembuat (producer. Tabel Penilaian Evaluasi Akurasi Data Hasil Pemodelan No Evaluasi Kategori Hasil Model Terkena Luapan Tidak Terkena Luapan 1 UA 93. producer. Adapun hasil perhitungannya adalah sebagai berikut: 1. dapat menghindarkan 0. dan (4) K: koefisien kappa (Cohen. ∑2 : Jumlah Kolom Penilaian akurasi yang dapat dihitung dari matrik kesalahan di atas antara lain adalah (1) UA: akurasi pengguna (user.s kappa).75% kesalahan secara perhitungan usser accuracy dan acak.61 < K < 0. Overall Accuracy (OA) : 18/20 X 100%: 90% 20x18-(16x16)+(4x4) 4. Koefisien Kappa (K) : (20)2-(16x16)+(4x4) : 0. TTL : Tidak Terkena Luapan ∑1 : Jumlah Baris. bahwa proses klasifikasi dalam KESIMPULAN model penelitian ini dapat .80.s Accuracy (UA) Kategori Terkena Luapan : 15/16 X 100%: 93.s accuracy). sehingga dapat dikatakan Kappa = 0. Berdasarkan teori Fleis (2003). 2013 Berdasarkan Tabel 4. Matrik Kesalahan (Confusion Matrix) Hasil Model terhadap Data Lapangan Keterangan: TL : Terkena Luapan.6875.75% 75% 3 OA 90% 4 K 0.s accuracy 93.6875 Sumber: Hasil perhitungan. Nilai nilai akurasi secara dalam penelitian ini mampu keseluruhan adalah sebesar 90%.75% 75% 2 PA 93. yaitu dengan kelas nilai 0. dan menghasilkan tingkat kebenaran untuk nilai Kappa (K) sebesar yang baik. 12 TL TTL Data Model TL 15 1 16 TTL 1 3 4 ∑2 16 4 20 Gambar 6.s accuracy). Usser.75% Kategori Tidak Terkena Luapan : 3/4 X 100%: 75% 3.6875 Tabel 4.6875 atau setara kita ketahui bahwa nilai hasil dengan 68.s Accuracy (PA) Kategori Terkena Luapan : 15/16 X 100%: 93.75% Kategori Tidak Terkena Luapan : 3/4 X 100%: 75% 2.75% untuk maka kesimpulan yang dapat diambil kategori terkena luapan dan 75% dari hasil evaluasi model ini adalah untuk kategori tidak terkena luapan pembuatan model luapan banjir sungai. (3) OA: akurasi keseluruhan (overall accuracy). Producer.

Department of Geomatics Engineering. 13 Berdasarkan hasil dan spasial dalam penelitian ini berupa pembahasan dapat diambil beberapa data vekor ketinggian tempat atau kesimpulan diantaranya adalah data Digital Elevation Model (DEM). volume 14. B. ITC: The Netherlands. Cholil. Analisis Karakteristik Parameter Hidrologi Akibat Alih Fungsi Lahan di Daerah Sukoharjo Melalui Citra Landsat Tahun 1997 dengan Tahun 2002. 1989. . Jurnal Geografi UMS: Forum Geografi. 3red ed. kawasan pertokoan. sebagai berikut: (a) penggunaan Kecamatan Jebres terdapat 56 titik lahan di daerah penelitian terbagi elevasi dan Kecamatan Pasar Kliwon menjadi (1) kawasan perkotaan terdapat 48 titik elevasi. WDL Publications: Ottawa. dan kawasan taman Hal ini dibuktikan dengan nilai pemakaman. Surakarta: Fakultas Geografi UMS.6875 atau dapat transportasi dan kawasan permukaan dikatakan dapat mengindarkan dengan perkerasan (kawasan stasiun kesalahan sebesar 68%. Hoboken: John Wiley & Sons Gunawan. The University of Calgary Fleiss JL. N. 2010. (4) kawasan permukaan pada skenario 1 m dengan luas dengan vegetasi tertutup (kawasan dampak sebesar 77. (3) Dampak terbesar jelas terdapat pada kawasan industri (kawasan industri skenario 2 m seluas 296. (b) penyusunan basis data DAFTAR PUSTAKA Anna. Statistical Methods for Rates and Proportions. perkampungan dan apartemen). M. taman kota. 1999. Yogyakart Ilwis user’s guide. dan (6) kawasan pusat Kappa sebesar 0. 2001. Makalah. kawasan penelitian juga semakin besar. Pendekatan Ekosistem Bentang Lahan Sebagai Dasar Pembangunan Wilayah Berbasis Lingkungan Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Digital Terrain Model. El-Sheimy. T. Geographic Information Systems: A Management Perspective. Luas hutan-belukar. Anna. seperti persawahan dan ladang). dan kawasan tanah produktif simulasi adalah sebesar 544. 2007. Suharjo. 2003. (2) semakin tinggi skenario genangan kawasan permukiman (kawasan banjir dampak yang ditimbulkan rumah tunggal. kurang padat dan kawasan padat sedangkan dampak terkecil terdapat industri). Juli 2010.9 mpdal sampai pemerintahan.. Nomor 1. (5) Pemodelan simulasi banjir ini kawasan lahan terbuka dan tanah mempunyai tingkat validitas yang kosong yang diperuntukan (kawasan baik apabila diterapkan dilapangan. Alif Noor. Fakultas Geografi UGM. Alif Noor. Surakarta: Fakultas Geografi UMS.601 m2. 2012.756 m2. Model Pengelolaan Air Permukaan untuk Pencegahan Banjir di Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo. dan (c) maupun kawasan perkantoran. Levin. Aronoff. S. Ketinggian (Bussines Area) yang meliputi permukaan tanah di daerah penelitian kawasan pusat administrasi berkisar antara 88. Paik MC. dengan 127.65 mpdal. kereta api dan kawasan terminal bus). kawasan padang total dampak berdasarkan hasil rumput.693 m2.0 Academic users guide. kawasan rumah multi terhadap penggunaan lahan di daerah unit (residence). Ilwis 3.

. dan LU.. Pengolahan Data DTM (Digital Terrain Model) & DEM (Digital Elevation Model) Dengan Perangkat Lunak: Surfer. 2008. Sanyal. 14 Prahasta. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada. XX. Riau: STT-US Teluk Kuantan Riau Indonesia. Penerbit Informatika Bandung. Khairul Nizam Abdul. Karim. No. Othman A. Fajar. dan TIN PC ArcInfo Untuk Pembentukan Model Medan Digital.. Model Permukaan Dijital. 2004. Maulud. Joy. Tesis. Marfai. 2009:43- 50. Yulianto. dan Suwarsono. Muh Aris. GIS Ap plication and Flood Simulation for Siak River. Indonesia. Jurnal Penginderaan Jauh Vol. Purwanto. 2009. 6. 12. dan Kamarudin. Pekanbaru using XP-SWMM. 157-166.. Netherlands: Kluwer Academic Publishers. 537 halaman. Model Simulasi Luapan Banjir Sungai Ciliwung di Wilayah Kampung Melayu- Bukit Duri Jakarta. 2009. Application of Remote Sensing in Flood Management with Special Reference to Monsoon Asia: A Review. 2. PC ArcInfo. JURNAL ILMIAH SEMESTA TEKNIKA Vol. . Toriman.. E. Global Mapper dan Quickgrid. International Journal of Natural Hazards 33: 283–301. T. Penginderaan Jauh Program Pascasasarjana Universitas Gadjah Mada. 2002.. Mohd Amri. Mohd Ekhwan. Yusri. Pengembangan Perhitungan Paralaks Dengan Digitizer. Parwati.