You are on page 1of 17

ASUHAN KEPERAWATAN

SUSPEK CAMPAK
No. Dokumen : SOP/../../../../2017
No Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :

PUSKESMAS Roekmini Ambarwati,drg
CIMAREME NIP.196601081992032001

Pengertian Asuhan keperawatan pasien suspek campak adalah suatu rangkaian kegiatan pratik
keperawatan yang langsung diberikan kepada pasien suspek campak dengan
menggunakan metodologi proses keperawatan dalam lingkup dan wewenang serta
tanggung jawab keperawatan.
Tujuan Sebagai pedoman perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien suspek
campak.
Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Cimareme Nomor Tahun 2016 tentang pemberian
layanan klinis.
Referensi Nurarif, A.H, Kusuma H. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis
dan Nanda Nic-Noc, Edisi Revisi Jilid
Prosedur 1. Perawat memanggil pasien
2. Perawat mempersilakan pasien untuk duduk dengan nyaman.
3. Bila tidak bisa duduk, perawat mempersilakan pasien berbaring ditempat tidur.
4. Perawat melaksanakan anamnesa sesuai keluhan pasien seperti
demam/batuk/pilek/mata merah/rash/riwayat kontak penderita campak/riwayat
imunisasi.
5. Perawat melaksanakan pengukuran vital sign dan observasi adanya ukk/ujud kelainan
kulit.
6. Perawat mencatat hasil pengkajian direkam medis.
7. Perawat menuliskan diagnosa keperawatan.
8. Perawat melaksanakan pendidikan kesehatan (Helath Educasion).
9. Perawat mempersilakan pasien untuk menunggu panggilan peemeriksaan dokter.
10. Perawat mencatat tindakan keperawatan yang telah dilakukan (melakukan
dokumentasi keperawatan).

Unit terkait Unit BP-Umum

Rekaman Historis Perubahan

NO. ISI PERUBAHAN TANGGAL
MULAI
DIBERLAKUKAN

/./. penderita tidak perlu di rujuk cukup dilakukan kontrol dan tetap dilakukan Penyelidikan Epidemiologi di wilayah penderita apabila memenuhi kriteria fogging maka dilakukan pengasapan dengan 2 siklus dengan interval 1 minggu. perdarahan dan dapat menimbulkan kematian. Menurunkan angka insidens kasus DBD sebesar 1/100. Meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi program DBD.196601081992032001 Pengertian Demam berdarah dengue adalah penyakit menular yang di tulatkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty dan Aedesalbopictus yang sebelumnya telah terinfeksi oleh virus dengue dari penderita DBD lainnya terutama menyerang anak-anak.000 penduduk di daerah endemis.000/ul. penderita di rujuk ke Rumah Sakit. 2. 4. Selanjutnya di lakukan Penyelidikan Epidemiologi di wilayah penderita dan apabila memenuhi kriteria fogging maka dilakukan pengasapan dengan 2 siklus dengan interval 1 minggu. Tercapainya angka kematian DBD / CFR < 1%. Tercapainya angka bebas jentik ( ABJ ) > 95%. Rumah Sakit 3. 3.. 4. 2. Jika hasil positif dengan jumlah trombosit <. Meningkatkan prilaku hidup bersih sehat dan kemandirian terhadap P2DBD. Dinas Kesehatan 2. Meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat terhadap penyakit DBD. Kebijakan 1./. PE dilakukan berdasarkan laporan dari RS ( SO dan hasil laboratorium )./2017 No Revisi : SOP Tanggal Terbit : Halaman : PUSKESMAS Roekmini Ambarwati.. Jika hasil positif dengan jumlah trombosit > 100. Jika diberikan penderita dengan tanda kedaruratan atau penderita dari Rumah Sakit. Apabila memenuhi kriteria fogging maka dilakukan pengasapan dengan 2 siklus dengan interval 1 minggu. di tandai dengan panas tinggi.. 3. Unit terkait 1. Meningkatkan kerjasama lintas program dan lintas sektor. UPTD Kesehatan/Puskesmas . 4. Dokumen : SOP/. Daerah KLB DBD <5%. Penemuan suspek penderita DBD baik aktif dan pasiv di unit pelayanan kesehatan dengan gejala tidak ada tanda kedaruratan dilakukan uji Tourniquet dan dilakukan pemeriksaan laboratorium atau RDL. 5.100. 7. Tujuan 1. 6. 3. PROGRAM PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH No. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit yang dapat menimbulkan wabah. Dan jika hasil negatif maka akan diberikan pengobatan sesuai simptomatis..000/ul. Referensi Prosedur 1.drg CIMAREME NIP. 2.

ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI DIBERLAKUKAN . Poskesdes/Polindes Rekaman Historis Perubahan NO. 4. Pustu 5.

/2017 No Revisi : SOP Tanggal Terbit : Halaman : PUSKESMAS Roekmini Ambarwati.Perawat mempersilahkan pasien untuk menunggu panggilan pemeriksaan dokter. Perawat mencatat asuhan keperawatan yang telah dilakukan. Referensi Nurarif. 10.. Tujuan Sebagai pedoman perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien diare.. Perawat melaksanakan pendidikan kesehatan (Health Education) 9. Perawat memanggil pasien 2. Perawat melaksanakan anamnese sesuai keluhan pasien seperti perubahan konsistensi dan frekuensi faeces/mual/muntah/mules/haus/lemas/riwayat dan pola makan yang dikonsumsi/demam 5. Kebijakan Surat keputusan Kepala Puskesmas Cimareme Tahun 2017 tentang Pemberian Layanan Klinis. 3. ASUHAN KEPERAWATAN DIARE No./. A.drg CIMAREME NIP. Dokumen : SOP/. Edisi Revisi Jilid 2017 Prosedur 1. Bila tidak bisa duduk.. Unit terkait Unit BP Umum Rekaman Historis Perubahan C ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI DIBERLAKUKAN . Kusuma H. perawat mempersilakan pasien berbaring ditempat tidur 4.H. Perawat menuliskan diagnosa keperawatan 8. Perawat melaksanakan pengukuran vital sign 6.196601081992032001 Pengertian Asuhan keperawatan pasien diare adalah suatu rangkaian kegiatan praktik keperawatan yang langsung di berikan kepada pasien diare dengan menggunakan metodologi proses keperawatan dalam lingkup dan wewenang serta tanggung jawab keperawatan./. Perawat mencatat hasil pengkajian di rekam medis 7. Perawat mempersilakan pasien untuk duduk dengan nyaman. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis dan Nanda Nic-Noc../.

terutama respirasi./2017 No Revisi : SOP Tanggal Terbit : Halaman : PUSKESMAS Roekmini Ambarwati. distal dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius dan alveoli. Jika diperlukan petugas melakukan pemeriksaan penunjang : angka leukosit.virus. Petugas melakukan pemeriksaan vital sign yang diperlukan. 2./. 3. Petugas menegakkan diagnosa atau differential diagnosis berdasarkan hasil anamnesa. nadi dan suhu tubuh.nadi cepat. perkusi (redup). Petugas melakukan pemeriksaan fisik yang diperlukan/ yang sesuai.. hitung jenis leukosit. kadang sianosis. Dinas Kesehatan KBB. demam tinggi./. dan riwayat penyakit keluarg). 4. nafas cuping hdung. 5.sesak). parasit). ./. Dokumen : SOP/.. Petugas melakukan anamnesis (keluhan utama. riwayat penyakit dahulu. Angka leukosit. Anamnesa : trias pneumonia (batukl. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang (jika diperlukan): a.. Panduan Pengobatan Di Puskesmas Cimareme 2.demam. hitung jenis leukosit (pergeseran leukosit ke kiri (neutrofil batang tinggi).drg CIMAREME NIP. Tujuan Sebagai pedomam petuga untuk melakukan diagnosis dan penatalaksanaan pneumonia dan bronchopneumonia. d. Kriteria Pneumonia pada balita : Terdapat tarikan dinding dada dan respirasi :  Umur <2 bulan : >60x/menit  Umur 2-12 bulan : >50x/menit  Umur 1-5 bulan : >40x/menit c. serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan gangguan pertukaran gas setempat. PNEUMONIA/ BRONKOPNEUMONIA No. (leunkositas 10. Pemeriksaan paru : inspeksi ( bagian yang sakit tertinggal waktu bernafas).jamur. Permenkes No. adalah batuk dengan dahak mukoid atau purulen kadang disertai darah. terutama pemeriksaan paru. pemeriksaan vutal sign. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Cimareme tentang pemberian layanan klinis Referensi 1. palpasi (fremitus dapat meningkat). retraksi interkostalis.000/mm3).000-15. b.. 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer Prosedur 1. Hasil pemeriksaan terlihat tanda-tanda : suhu tubuh meningkat. riwayat alergi. respirasi meningkat. mungkin disertai ronki basah halus atau ronki basah kasar). Disebabkan mikroorganisme (bakteri. auskultasi (suara nafas bronkovesikuler sampai bronkial.196601081992032001 Pengertian Pneumonia dan bronkopneumonia adalah suatu peradangan/inflamasi parenkim paru. riwayat penyakit sekarang. sesak nafas. nyeri dada.

11. penurunan kesadaran. Peyugas memberikan edukasi kepada pasien atau keluarganya untuk istirahat di tempat tidur. tidak bisa minum).  Dosis bayi dan anak.5 mg tiap 12 jam 2-5 tahun : 7. Jika diperlukan petugas memberikan ekspectoran. Jika ada indikasi petugas melakukan rujukan ke pelayanan ke pelayanan kesehatan yang lebih tinggi ( Rumah sakit) : a. Parasetamol  Dosis dewasa 500mg tiap 6-8 jam  Dosis anak 10mg/kg BB tiap 6-8 jam Ibuprofen  Dosis dewasa 200-400 mg tiap 6-8 jam. Petugas mendokumenstasikan semua hasil anamnesis.5 mg tiap 8-12 jam 6-12 tahun : 15 mg tiap 8-12 jam Gliseril Guaikolat (100mg)  Dosis dewasa 200-400 mg tiap 4 jam. 6.  Dosis anak : 1-6 bulan : 5mg/kg BB tiap 6-8 jam 6-12 bulan : 50 mg tiap 6-8 jam 1-2 tahun : 50 mg tiap 6-8 jam 2-7 tahun : 100 mg tiap 6-8 jam >7 tahun : 200 mg tiap 6-8 jam (maks 40 mg/kg BB/hari ) 7. dengan tanda bahaya (kejang. pola hidup sehat. pencegahan rekurensi. tidak merokok. diagnosa. terapi rujukan yang dilakukan dalam rekam medis pasien. Unit terkait Unit BP. post morbili. 6 bulan – 5 tahun : 2x 240 mg SMZ (200mg) 6 tahun – 12 tahun : 2x480 mg Ciprofloxacin  Dewasa 2x 500 mg (tidak boleh digunakan untuk anak umur <18 tahun) 9. Anak-anak: Pnemonia berat. Petugas menyerahkan rekam medis ke petugas simpus untuk dientry. Jika diperlukan petugas memberikan terapi simptomatik untuk menurunkan demam (antipiretik). 10. KKP (Kurang kalori. protein) berat. mukolitik : Ambroxol  Dosis dewasa 60-120 mg /hari Dosis terbagi 2-3 kali  Dosis anak : < 2 tahun : 7. Petugas memberikan resep kepada pasien untuk diserahkan ke sub unit farmasi. diagnosa dan terapi yang sudah tercatat dalam rekam medis ke data simpus.anak : SMZ (400mg) 6 mgg – 5 bulan : 2x 120 mg (Suspensi : TMP (40mg). Petugas mendokumentasikan hasil pemeriksaan. diastolik <60 mmHg. 14. pemeriksaan. Dewasa : respiratory rate: >30x/menit dan tekanan darah sistolik <90 mmHg.Umum . \ 13. b. minum secukupnya. 12. 8. Petugas memberikan terapi antibiotik Amoxilin  Dosis dewasa 3x 250-500mg  Dosis anak 20-40 mg/hari dalam 3 dosis Cotrimoxazol  Dosis dewasa 2x960 mg (tablet : TMP (80mg.

ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI DIBERLAKUKAN . 7.Bagan Alir Petugas Petugas mendatangi Mulai berkoordinasi rumah pasien dengan lurah/RT pneumonia setempat Petugas Petugas melakukan memberikan anamnesis dan penyuluhan pemeriksaan fisik kesehatn tentang pneumonia kepada keluarga pasien Petugas mengunaka RR Timer dan stetoskop untuk Selesai memeriksa pernafasan. Petugas melengkapi apakah ada TDDK atau dokumen dengan tidak memintak tanda tangan Lurah /RT Rekaman Historis Perubahan NO.

/. menggigil dan sakit kepala. Prosedur 1. Jika diperlukan oleh petugas pemeriksaan penunjang: eksudat. Tanpak pembesaran kelenjar limfe dileher (bullneck)../. 4. Sediaan apus diambil 3 hari berturut- turut. Pasien asimptomatik diberikan profilatik antibiotik Eritromisin 6. Petugas melakukan pemeriksaan fisik pada pasien difteri. 3. muntah. pedomam pengobatan dasar di puskesmas 2007. 2.. mual. Penderita tampak sesak nafas dengan atau tanpa tanda obstruksi nafas./2017 No Revisi : SOP Tanggal Terbit : Halaman : PUSKESMAS Roekmini Ambarwati. pada anak tak jarang diikuti demam. Nafas bau. Dokumen : SOP/. DIFTERI No.196601081992032001 Pengertian Difteri adalah suatu infeksi akut pada saluran bagian atas yang disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphteriae. Tujuan Penatalaksanaan kasus Difteri sesuai standar therapy Kebijakan penerapan standar therapy di puskesmas Referensi Departemen Kesehatan RI 2007. Pasien simptomatik harus dirujuk ke rumah sakit. 5.. Pada pemeriksaan tenggorokan tanpa selaput putih keabu-abuan yang muda berdarah bila disentuh. biasanya difteri terjadi pada masa tunas 2-7hari dan mengeluh sakit menelan dan nafasnya terdengar ngorok (stridor).drg CIMAREME NIP.. Petugas melakukan anamnesis. Petugas menegakkan diagnosa yang sudah dikonfimasi dengan kultur bakteri yang diambil dari eksudat ke dalam tabung untuk sampel bakteri Sampel harus dikultur pada media khususuntuk itu perlu terlebih dahulu memberitahu memberitahu laboratorium. perdarahan hidung./. Lebih sering menyerang anak-anak. Langkah-langkah Hal-hal yang perlu diperhatikan Unit terkait Dokumen terkait .

ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI DIBERLAKUKAN . Rekaman historis perubahan Rekaman Historis Perubahan No.

Kegiatan ini di lakukan dalam radius 100 meter 6. Setelah ada penderita / menerima laporan adanya penderita petugas Puskesmae / koordinator DBD segera mencatat dalam buku catatan harian penderita DBD 2. Memberitahu kepada Kepala Desa / Ketua RT /RW setempat bahwa ada penderita DBD dan akan di laksanakan PE. 3./2017 No Revisi : SOP Tanggal Terbit : Halaman : PUSKESMAS Roekmini Ambarwati. Membuat hipotesa sementara (penyebab. Modul Pengendalian Demam Berdarah Dengue./. Membuat laporan hasil penanggulangan Langkah-langkah 1. 2013 Prosedur 1. Buku Saku Pengendalian Demam Berdarah Dengue untuk Pengelola Program DBD Puskesmas. Konfirmasi / menegakkan diagnosa 2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan./. PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI No. cara penularan. 5. Dokumen : SOP/. 4.. Hasil pemeriksaaan di catat dalam formulir PE Hasil PE dilaporkan ke Dinas Kabupaten. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan...drg CIMAREME NIP./. Menyiapkan peralatan survei seperti tensi meter. senter. faktor yang mempengaruhi) 4. Form PE dan surat tugas.. Menentukan apakah peristiwa itu letusan/ wabah atau bukan 3. 2011 2.196601081992032001 Pengertian Kegiatan pencarian penderita atau tersangka DBD lainnya dan pemeriksaan jentik nyamuk penular DBD di tempat tinggal penderita dan rumah atau bangunan sekitarnya termasuk tempat tempat umum dalam radius sekurang kurangnya 100 meter Tujuan Sebagai panduan dalam pertemuan lintas program P2P DBD demi efektifitas proses maupun hasil pengelolaan program P2P DBD Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Cimareme Nomor : tentang Pengelolaan UKM Referensi 1. . Petugas akan melaaksanakan Pemeriksaan jentik pada rumah 20 rumah di sekitar rumah penderita dan mencari penderita lain.

Tempat dan waku yang jelas Unit terkait 1. Polindes Dokumen terkait Register DBD Rekaman historis perubahan No. ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI DIBERLAKUKAN . Pustu 2. Diagnosa yang tepat diperhatikan 2. Hal-hal yang perlu 1. Ponkesdes 3.

/.../2017 No Revisi : SOP Tanggal Terbit : Halaman : PUSKESMAS Roekmini Ambarwati..drg CIMAREME NIP.196601081992032001 Pengertian Tujuan Kebijakan Referensi Prosedur Langkah-langkah Hal-hal yang perlu diperhatikan Unit terkait Dokumen terkait Rekaman historis perubahan .. Dokumen : SOP/. PENATALAKSANAAN No././.

/. . Menyediakan tambahan tenaga sesuai kebutuhan. 4. . Komunikasi . Diare.Tetapkan kemungkinan ada / tidaknya masalah (penyebab pandemic penyakit Demam Berdarah.Cari sumber KLB. mencegah perluasan kejadian/timbulnya penderita/kematian baru pada saat kejadian luar biasa yang sedang terjadi di Puskesmas Tujuan Mengurangi atau menekan sekecil mungkin menyebarnya KLB serta dapat menangani jenis KLB yang terjadi di Puskesmas Kebijakan Pada saat terjadi KLB Panitia PPIRS berperan aktif dalam menanggulangi KLB. .Beritahukan kepada unit mikrobiologi. . . Spesialis Penyakit Infeksi/IPCO.Koordinasikan dengan Tim Dr. Referensi Prosedur 1. . ./2017 SOP Tanggal Terbit :: No Revisi Halaman : PUSKESMAS Roekmini Ambarwati.Laporkan kepada Direktur Rumah Sakit.Susun & distribusi laporan tertulis. Cacar).. Diare. Investigasi awal KLB .Beritahu unit pelayanan lain bila KLB 3. . Definisikan pertemuan dengan anggaran. . Berikan imunisasi jika diperlukan.Evaluasi (KLB berakhir) . Umumkan secepatnya bila KLB berakhir. Buat laporan lengkap KLB kepada Direktur RS dan pihak Terkait. Manajemen Puskesmas . Lakukan penangan pasien dengan tepat.drg CIMAREME NIP.Pengawasan ../. PENATALAKSANAAN KEJADIAN LUAR BIASA No. . Cacar). Evaluasi pengawasan. 5. .196601081992032001 Pengertian Kegiatan yang dilaksanakan untuk menangani penderita (Demam Berdarah. 2. Dokumen : SOP/... Menyediakan tambahan dana yang dibutuhkan untuk kultur Mikrobiologi./.

Langkah-langkah Bagan alir Hal-hal yang perlu diperhatikan Unit terkait Dokumen terkait Rekaman historis perubahan .