You are on page 1of 9

Alpukat atau Persea americana ialah tumbuhan penghasil buah yang sering dijadikan sebagai campuran

es buah merupakan tumbuhan yang berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah. Saat ini Alpukat sudah
banyak dibudidayakan dibanyak negara dan juga termasuk di Indonesia. Alpukat sering juga dijadikan
sebagai tanaman perkebunan monokultur dan sebagai tanaman di pekarangan pada daerah-daerah
tropika di dunia.

Bila sebelumnya alpukat lebih sering dikenal sebagai tanaman keras yang hanya akan berbuah setelah
masa tanam lebih dari 7 tahun. Namun kini dengan keberadaan alpukat mentega atau alpukat miki, maka
tanaman alpukat sudah berbuah pada masa tanam sekitar tiga hingga empat tahun.

Dengan umur yang relatif cepat berbuah serta tahan terhadap serangan ulat dan juga memili tekstur
daging buah yang tebal tanpa serat membuat alpukat mentega saat ini semakin banyak diincar untuk
dijadikan tanaman perkebunan.

Bibit Alpukat Mentega

Ketika ingin membudidayakan tanaman alpukat mentega, maka hal pertama yang harus dipikirkan adalah
mengenai bibit. Untuk mendapatkan bibit alpukat mentega miki, dapat diperoleh dengan cara okulasi. Ini
merupakan cara terbaik untuk memperoleh bibit dengan sifat induk yang tidak berubah.

Proses okulasi dapat dilakukan dengan cara menyambung pucut alpukat mentega miki terhadap tunas
dari biji alpukat lain. Adapun proses penyambungan dapat dilakukan saat tunas berusia dua bulan atau
tinggi sekitar 50 cm.

Budidaya Alpukat Mentega

Untuk budidaya alpukat mentega diperlukan berbagai pertimbangan yang perlu diperhatikan, salah
satunya adalah mengenai tempat pertumbuhan tanaman ini yang sangat cocok bila ditanam di dataran
tinggi dengan ketinggian maksimal 1.500 meter di atas permukaan laut.

Hal lainnya yang perlu diketahui ketika membudidayakan tanaman alpukat mentega adalah disaat muda
tanaman ini harus dipupuk dengan dedaunan atau dengan menggunakan kompos agar pertumbuhannya
lebih cepat. Dengan pertumbuhan pohon yang lebih cepat memungkinkan tanaman ini juga akan
semakin cepat berbuah.

Pertumbuhan alpukat mentega juga akan semakin baik bila ditanami di daerah yang memiliki suhu antara
15 hingga 30 derajat Celcius dengan curah hujan 5 sampai 6 bulan basah. Hanya saja, lokasi paling
bagus, ya di dataran tinggi dengan ketinggian maksimal 1.500 meter di atas permukaan laut.
10 Panduan Lengkap Teknik Dan Cara Budidaya
Buah Alpukat Berkualitas Tinggi
Syarat Tumbuh
Iklim
Angin diperlukan oleh tanaman alpukat, terutama untuk proses penyerbukan. Namun, angin
dengan kecepatan 62,4-73,6 km/h dapat mematahkan ranting dan batang tanaman alpukat yang
lunak, rapuh dan mudah patah.

Curah hujan minimum untuk pertumbuhan adalah 750-1000 mm/tahun. Ras Hindia Barat dan
persilangannya tumbuh dengan subur pada dataran rendah.

Iklim tropis dengan curah hujan 2500 mm/tahun. Untuk daerah dengan curah hujan kurang dari
kebutuhan minimal 2-6 bulan kering, tanaman alpukat masih dapat tumbuh asal tanah terdapat
air dengan kedalaman hingga 2 m.

Kebutuhan cahaya matahari untuk pertumbuhan berkisar 40-80%. Untuk ras Meksiko dan
Guatemala lebih tahan terhadap cuaca dingin dan iklim. kering, bila dibandingkan dengan ras
Hindia Barat.

Suhu optimal untuk pertumbuhan alpukat berkisar 12,8-28,3 oC. Mengingat tanaman alpukat
dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, tanaman alpukat dapat mentolerir suhu
antara 15-30 oC atau lebih.

Besarnya suhu kardinal tanaman alpukat tergantung setiap ras masing-masing , antara ras lain
Meksiko memiliki toleransi kekuatan hingga -7 oC, Guatemala sampai -4,5 oC, dan Hindia Barat
sampai 2 oC.

Media Tanam
Tanaman alpukat agar tumbuh optimal memerlukan tanah gembur, tidak mudah tergenang air, (sistem
drainase/pembuangan air yang baik), subur dan banyak mengandung bahan organik.

Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat adalah jenis tanah lempung berpasir (sandy loam),
lempung liat (clay loam) dan lempung endapan (aluvial loam).

Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara pH sedikit asam sampai netral,
(5,6-6,4). Bila pH di bawah 5,5 tanaman akan menderita keracunan karena unsur Al, Mg, dan Fe larut
dalam jumlah yang cukup banyak. Sebaliknya pada pH di atas 6,5 beberapa unsur fungsional seperti Fe,
Mg, dan Zn akan berkurang.

Ketinggian Tempat
Pada umumnya tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, yaitu 5-1500 m
dpl. Namun tanaman ini akan tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan pada ketinggian 200-1000 m
dpl. Untuk tanaman alpukat ras Meksiko dan Guatemala lebih cocok ditanam di daerah dengan
ketinggian 1000-2000 m dpl., sedangkan ras Hindia Barat pada ketinggian 5-1000 m dpl.
Teknik Budidaya Alpukat
Pembibitan

Persyaratan Bibit
Bibit yang baik antara lain yang berasal dari
Buah yang sudah cukup tua.
Buahnya tidak jatuh hingga pecah.
Pengadaan bibit lebih dari satu jenis untuk menjamin kemungkinan adanya persarian bersilang.

Penyiapan Bibit
Sampai saat ini bibit alpukat hanya dapat diperoleh secara generatif (melalui biji) dan vegetatif
(penyambungan pucuk/enten dan penyambungan mata/okulasi).

Dari ketiga cara itu, bibit yang diperoleh dari biji kurang menguntungkan karena tanaman lama berbuah
(6-8 tahun) dan ada kemungkinan buah yang dihasilkan berbeda dengan induknya. Sedangkan bibit hasil
okulasi maupun enten lebih cepat berbuah (1-4 tahun) dan buah yang didapatkannya mempunyai sifat
yang sama dengan induknya.

Teknik Penyemaian Bibit


Penyambungan pucuk (enten)
Pohon utama digunakan untuk enten adalah tanaman yang sudah berumur 6-7 bulan atau mungkin juga
telah berumur 1 tahun, tanaman yang berasal dari biji yang berasal dari buah yang sudah tua dan masak,
tinggi 30 cm/kurang, dan jaringan penting di dasar tidak berkayu batang.

Sebagai cabang sambungannya digunakan ujung dahan yang masih muda dan berdiameter lebih kurang
dari 0,7 cm. Dahan dipotong miring sesuai dengan celah yang ada di pohon-pohon sepanjang kurang
lebih 10 cm, dan kemudian dimasukkan ke dalam celah pohon yang sisi pokok diikat/dibalut.

Bahan yang baik untuk mengikat adalah karet gelang, plastik, rafia/kain berlilin. Dan disarankan
sebaiknya penyambungan pada pohon pokok dilakukan serendah mungkin supaya tidak dapat tunas
pada tanaman pokok.

Enten-enten yang telah disambung diletakkan di tempat teduh, tidak berangin, dan lembab. Setiap hari
tanaman disiram, dan untuk mencegah serangan penyakit tanaman harus disemprot dengan fungisida.
Pada musim kemarau hama tungau putih sering menyerang, untuk itu sebaiknya dicegah dengan
semprotan kelthane.

Bibit biasanya dapat dipindahkan ke kebun setelah usia 9-16 bulan, dan pemindahannya dilakukan pada
saat permulaan musim hujan.

Penyambungan mata (okulasi)


Okulasi produksi bibit dilakukan di dasar pohon berusia 8-10 bulan. Sebagai mata yang akan
dicangkokkan diambil dari dahan yang sehat, dengan usia kurang lebih 1 tahun, dan matanya tampak
jelas. Waktu yang paling baik untuk menempel yaitu pada saat kulit batang semai mudah dilepaskan dari
kayunya. Caranya adalah kulit pohon pokok disayat sepanjang 10 cm dan lebarnya 8 mm.

Kulit tersebut dilepaskan dari kayunya dan ditarik ke bawah lalu dipotong 6 cm. Selanjutnya memangkas
mata dengan sedikit kayu dari cabang mata (enthout), kayu dilepaskan pelan tanpa merusak mata.
Kulit bermata dimasukkan di antara kulit dan kayu yang telah di sayat pada pohon pokok dan ditutup lagi,
dengan catatan mata jangan sampai tertutup. Selanjutnya balut seluruhnya dengan pita plastik. Bila
dalam 3-5 hari matanya masih hijau, berarti penempelan berhasil.

10-15 hari berikutnya setelah ditempelkan, tali plastik dibuka. Batang pohon pokok dikerat melintang
sedalam setengah diameternya, kira-kira 5-7,5 cm di atas okulasi, dan dilengkungkan sehingga
pertumbuhan mata dapat lebih cepat.

Setelah batang dari mata mencapai tinggi 1 m, bagian melengkung dari pohon pokok dipotong tepat di
atas okulasi dan lukanya diratakan, kemudian ditutup dengan parafin yang telah dicairkan.

Pohon okulasi ini dapat dipindahkan ke kebun setelah usia 8-12 bulan dan pemindahan yang paling baik
adalah pada awal musim hujan. Dalam perbanyakan vegetatif yang perlu diperhatikan adalah untuk
menjaga kelembaban udara tetap tinggi (+ 80%) dan suhu udara pada sambungan tidak boleh terlalu
tinggi (antara 15-25C).

Hal ini juga tidak harus dilakukan pada musim hujan berat dan terlalu banyak sinar matahari langsung.
Benih yang berupa sambungan perlu disiram secara teratur dan dipupuk 2 minggu sekali. Pemupukan
bisa bersamaan dengan penyiraman, yaitu dengan melarutkan 1-1,5 g urea / NPK ke dalam 1 liter air.

Pupuk daun dapat juga diberikan pada dosis dianjurkan pada kemasan. Sedangkan pengendalian hama
dan penyakit dilakukan hanya bila diperlukan.

Pengolahan Media Tanam


Lahan untuk tanaman alpukat harus dikerjakan dengan baik; harus bersih dari pepohonan, semak
belukar, tunggul-tunggul bekas tanaman, serta batu-batu yang mengganggu. Selanjutnya lahan dicangkul
dalam atau ditraktor, lalu dicangkul halus 2-3 kali. Pengerjaan lahan sebaiknya dilakukan saat musim
kering sehingga penanaman nantinya dapat dilakukan pada awal atau saat musim hujan.

Baca Juga :

8 Tahap Panduan Lengkap Cara Budidaya Durian Produksi Tinggi


10 Panduan Lengkap Cara Budidaya Ubi Jalar (Mantang) Kualitas Produksi
8 Panduan Lengkap Dan Mudah Cara Budidaya Melon Menghasilkan
10 Panduan Lengkap Cara Budidaya Jambu Bol Berpeluang Bisnis
6 Panduan Lengkap Dan Mudah Cara Budidaya Jambu Kristal

Teknik Penanaman
Pola Penanaman
Pola tanam alpukat harus dilakukan dalam kombinasi variasi yang berbeda. Hal ini mengingat bahwa
sebagian besar varietas tidak bisa melakukan penyerbukan sendiri, kecuali varietas ijo panjang yang
memiliki tipe bunga A. Ada 2 tipe bunga dari beberapa varietas alpukat di Indonesia, yaitu tipe A dan tipe
B. Varietas yang diklasifikasikan sebagai tipe A bunga berwarna hijau panjang, bulat hijau, merah
panjang, bulat merah, cutecub, butler, benuk, dickinson, puebla, tangguh, dan hass.

Sementara yang diklasifikasikan sebagai tipe B adalah Collinson, itszamma, winslowsaon, fuerte, lyon,
Nabal, Ganter dan ratu. Penyerbukan silang hanya terjadi antara dua jenis bunga. Oleh karena itu,
penanaman alpukat dalam negeri yang harus dikombinasikan antara varietas dengan tipe bunga A dan
tipe B yang menarik sehingga bunga penyerbukan bunga saling menyerbuki satu sama lain.
Pembuatan Lubang Tanam
Tanah digali dengan ukuran panjang, lebar, dan tinggi masing-masing 75 cm. Lubang tersebut
dibiarkan terbuka selama lebih kurang 2 minggu.
Tanah bagian atas dan bawah dipisahkan.
Lubang tanam ditutup kembali dengan posisi seperti semula. Tanah bagian atas dicampur dulu
dengan 20 kg pupuk kandang sebelum dimasukkan ke
dalam lubang.
Lubang tanam yang telah tertutup kembali diberi ajir untuk memindahkan mengingat letak lubang
tanam.

Cara Penanaman
Waktu penanaman yang tepat adalah pada awal musim hujan dan tanah yang ada dalam lubang tanam
tidak lagi mengalami penurunan. Hal yang perlu diperhatikan adalah tanah yang ada dalam lubang tanam
harus lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Hal ini untuk menghindari tergenangnya air bila disirami atau
turun hujan.

Langkah-langkah penanaman adalah sebagai berikut :

Lubang tanam yang telah ditutup, digali lagi dengan ukuran sebesar wadah bibit.
Bibit dikeluarkan dari keranjang atau polibag dengan menyayatnya agar gumpalan tanah tetap
utuh.
Bibit beserta tanah yang masih menggumpal dimasukkan dalam lubang setinggi leher batang,
lalu ditimbun dan diikatkan ke ajir.
Setiap bibit sebaiknya diberi naungan untuk menghindari sinar matahari secara langsung,
terpaan angin, maupun siraman air hujan. Naungan tersebut dibuat miring dengan bagian yang
tinggi di sebelah timur.
Peneduh ini berfungsi sampai tumbuh tunas-tunas baru atau lebih kurang 2-3 minggu.

Pemeliharaan Tanaman
Penyiangan
Gulma tumbuh di sekitar tanaman karena di tempat itu ada banyak nutrisi. Selain saingan dalam
memperoleh makanan, gulma juga tempat berkembang biak hama dan penyakit. Oleh karena itu, agar
tanaman dapat tumbuh dengan baik, gulma harus disiangi (dicabut) secara teratur.

Penggemburan Tanah
Tanah disiram setiap hari tentu akan lebih padat dan udara di dalamnya kurang dan semakin sedikit.
Akibatnya, akar tanaman tidak dapat menyerap nutrisi secara bebas. Untuk menghindari hal ini, tanah di
sekitar tanaman perlu digemburkan dengan hati-hati sehingga akar tidak putus.

Pengairan
Bibit baru ditanam memerlukan banyak air, sehingga penyiraman harus dilakukan setiap hari. Waktu
yang tepat untuk penyiraman adalah pada pagi/sore hari, dan jika hujan turun tidak perlu disiram lagi.

Pemangkasan Tanaman
Pemangkasan hanya dilakukan di cabang-cabang yang tumbuh terlalu ketat atau ranting yang mati.
Pemangkasan dilakukan secara hati-hati agar luka bekas pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit
dan luka bekas pemangkasan sebaiknya diberi fungisida/penutup luka.

Pemupukan
Dalam budidaya alpukat usahakan mempunyai program pemupukan yang baik dan teratur. Mengingat
sistem akar tanaman alpukat, khususnya akar rambutnya, dan pertumbuhan hanya sedikit kurang luas,
pupuk harus diberikan agak sering dengan dosis kecil. Jumlah pupuk yang diberikan tergantung pada
umur tanaman.

Ketika program pemupukan tahunan menggunakan urea (45% N), TSP (50% P), dan KCl (60% K) maka
untuk tanaman usia muda (1-4 tahun) diberikan urea, TSP, dan KCl masing-masing 0 , 27-1,1 kg/pohon,
0,5-1 kg/pohon dan 0,2-0,83 kg/pohon. Untuk kehidupan produksi tanaman (5 tahun) diberikan urea,
TSP, dan KCl masing-masing dari 2,22-3,55 kg/pohon, 3,2 kg/pohon, dan 4 kg/pohon. Pupuk harus
diberikan empat kali setahun.

Mengingat tanaman alpukat memiliki sedikit akar rambut, pupuk harus ditempatkan sedekat mungkin
dengan akar. Caranya dengan menanamkan pupuk ke dalam lubang sedalam 30-40 cm, di mana lubang
tersebut dibuat tepat di bawah tepi tajuk tanaman, melingkari tanaman.

Hama Dan Penyakit


Hama pada Daun

Ulat kipat (Cricula trisfenestrata Helf)

Ciri : Panjang tubuh 6 cm, berwarna hitam bercak-bercak putih dan dipenuhi rambut putih.
Kepala dan ekor berwarna merah menyala.
Gejala: Daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. Pada serangan yang hebat, daun
habis sama sekali tetapi tanaman tidak akan mati, dan terlihat kepompong bergelantungan.
Pengendalian: Menggunakan insektisida yang mengandung bahan aktif monokrotofos atau
Sipermetein, misal Cymbush 50 EC dengan dosis 1-3 cc/liter atau Azodrin 15 WSC dengan dosis
2-3 cc/liter.

Ulat kupu-kupu gajah (Attacus atlas L)

Ciri : Sayap kupu-kupu dapat mencapai ukuran 25 cm dengan warna coklat kemerahan dan
segitiga tansparan. Ulat berwarna hijau tertutup tepung putih, panjang 15 cm dan mempunyai
duri yang berdaging. Pupa terdapat di dalam kepompong yang berwarna coklat.
Gejala : Sama dengan gejala serangan ulat kipat, tetapi kepompong tidak bergelantungan
melainkan terdapat di antara daun.
Pengendalian : Sama dengan pemberantasan ulat kipat.

Penyakit
Antraknosa

Penyebab : Jamur Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) sacc. Yang mempunyai miselium


berwarna cokleat hijau sampai hitam kelabu dan sporanya berwarna jingga.
Gejala : Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman, kecuali akar. Bagian yang terinfeksi
berwarna cokelat karat, kemudian daun, bunga, buah/cabang tanaman yang terserang akan
gugur.
Pengendalian : Pemangkasan ranting dan cabang yang mati. Penelitian buah dilakukan agak
awal (sudah tua tapi belum matang). Dapat juga disemprot dengan fungisida yang berbahan aktif
maneb seperti pada Velimex 80 WP. Fungisida ini diberikan 2 minggu sebelum pemetikan
dengan dosis 2-2,5 gram/liter.

Bercak daun atau bercak cokelat

Penyebab : cercospora purpurea Cke./dikenal juga dengan Pseudocercospora purpurea (Cke.)


Derghton. Jamur ini berwarna gelap dan menyukai tempat lembab.
Gejala : bercak cokelat muda dengan tepi cokelat tua di permukaan daun atau buah. Bila cuaca
lembab, bercak cokelat berubah menjadi bintik-bintik
kelabu. Bila dibiarkan, lama-kelamaan akan menjadi lubang yang dapat dimasuki organisme lain.
Pengendalian : Penyemprotan fungisida Masalgin 50 WP yang mengandung benomyl, dengan
dosis 1-2 gram/liter atau dapat juga dengan mengoleskan bubur Bordeaux.

Panen
Ciri dan Umur Panen
Ciri-ciri buah yang sudah tua tetapi belum masak adalah :

Warna kulit tua tetapi belum menjadi cokelat/merah dan tidak mengkilap;
Bila buah diketuk dengan punggung kuku, menimbulkan bunyi yang nyaring;
Bila buah digoyang-goyang, akan terdengar goncangan biji.

Penetapan tingkat ketuaan buah tersebut memerlukan pengalaman tersendiri. Sebaiknya perlu diamati
waktu bunga mekar sampai enam bulan kemudian, karena buah alpukat biasanya tua setelah 6-7 bulan
dari saat bunga mekar. Untuk memastikannya, perlu dipetik beberapa buah sebagai contoh. Bila buah-
buah contoh tersebut masak dengan baik, tandanya buah tersebut telah tua dan siap dipanen.

Sumber : dishutbunnak.majalengkakab.go.id

Demikian Pembahasan Tentang 10 Panduan Lengkap Teknik Dan Cara Budidaya Buah Alpukat

Berkualitas Tinggi Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca RuangTani.Com Aminnn

Menanam Alpukat Agar Berbuah Banyak, Begini Caranya TAGS BUDIDAYA ALPOKAT AGAR
BERBUAH LEBAT CARA BUDIDAYA ALPUKAT AGAR CEPAT BERBUAH CARA MENANAM BIJI
ALPUKAT YANG BENAR CARA MENANAM BUAH ALPUKAT DENGAN OKULASI CARA
MENANAM TANAMAN BUAH TANAMAN BUAH Cara Menanam Pohon Buah Alpukat Yang Benar -
Buah Alpukat (Persea americana) merupakan jenis buah yang mengandung banyak lemak nabati,
buah alpokat berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko. Apokat memiliki banyak manfaat. Bijinya
digunakan dalam industri pakaian sebagai pewarna yang tidak mudah luntur. Batang pohonnya
dapat digunakan sebagai bahan bakar. Kulit pohonnya digunakan sebagai pewarna warna cokelat
pada produk dari bahan kulit. Daging buahnya dapat dijadikan hidangan serta menjadi bahan dasar
untuk beberapa produk kosmetik dan kecantikan. Selain itu, daging buah apokat untuk mengobati
sariawan dan melembabkan kulit yang kering, dan menghilangkan kolesterol jahat. Daun apokat
digunakan untuk mengobati kencing batu, darah tinggi, sakit kepala, nyeri saraf, nyeri lambung,
saluran napas membengkak dan menstruasi yang tidak teratur. Bijinya dapat digunakan untuk
mengobati sakit gigi dan kencing manis. (sumber: wikipedia) Untuk budidaya pohon buah Alpukat
dapat dilakukan dengan cara vegetatif (stek batang/cangkok) ataupun generatif (melalui biji)
sepertihalnya cara menanam pohon buah matoa ataupun cara menanam pohon duku. Namun jika
anda menginginkan pohon buah alpokat yang cepat berbuah, maka cara dudidaya yang paling tepat
dilakukan adalah dengan cara stek batang atau cangkok (vegetatif). Berikut Beberapa langkah cara
menanam pohon Buah Alpukat yang benar agar dapat berbuah dengan lebat. Menyiapkan Bibit
Alpukat Budidaya Alpokat dengan Mencangkok atau Okulasi Pohon alpukat yang digunakan
sebagai bibit cangkokan sebaiknya dipilih dari pohon yang memiliki riwayat buah yang baik (rasa,
ketahanan terhadap hama, dan lain-lain). Lakukan pencangkokan dengan cara yang benar akan
menghasilkan akar dan bibit yang bagus. Pilihlah cabang pohon alpukat yang terlihat subur, tidak
terlalu banyak cabang-cabang baru, dan tidak terlalu tua atau terlalu muda. Pic/Cangkok (by:
warasfarm) Setelah cangkokan mengeluarkan akar, potong pada bagian pangkal cabang (sekitar 3
cm dari cangkokan), dan masukkan ke dalam polybag untuk dilakukan penyemaian dengan terlebih
dahulu melepas penutup cangkokan. Letakkan bibit di area yang teduh dan lakukan penyiraman,
biarkan bibit hasil cangkokan mampu beradaptasi dan mengeluarkan bayak akar sebelum
dipindahkan ke lahan tanam permanen. Budidaya alpukat dengan Biji Untuk menanam Alpokat dari
biji dapat dilakukan dengan melakukan penyemaian biji alpukat terlebih dahulu, biji alpukat yang
disemai harus dipilih dari buah alpukat yang tua. Belah buah alpukat dan ambil bijinya, jemur biji
alpukat sekitar 3 jam dan angkat kemudian legtakkan di tempat teduh. Semailah Biji tersebut di
dalam polybag semaian sampai bibit memiki tinggi sekitar 1 meter (siap tanam). Setelah bibit yang
disiapkan siap tanam, maka bibit alpukat dapat dipindahkan ke lahan tanam permanen yang sudah
disiapkan. Jika anda menginginkan Pohon alpukat dari hasil semaian biji dapat segera berbuah,
maka lakukan sambung pucuk atau okulasi dengan mengambil tunas dari pohon alpukat yang
sudah berbuah sebagai batang atasnya dan batang bawah menggunakan pohon alpukat hasil
semaian biji. Membuat Lubang Tanam Buatlah lubang tanam pohon buah alpukat dengan ukuran
60cm x 60cm dengan kedalaman 60-80cm. Jika anda menanam bibit dari hasil cangkok maka
buatlah lubang tanam yang relative lebar, jika bibit dari biji maka buat lubang yang dalam. Jika
penananman akan dilakukan dalam jumlah banyak, buatlah lubang tanam yang sama dengan jarak
6m x 6m antar lubang agar memberikan ruang tumbuh bagi pohon alpukat. Isi lubang menggunakan
pupuk kandang sampai 2/3 bagian terisi, dan biarkan lubang tanam selama 3-4 minggu sebelum
ditanami agar pupuk kandang meresap ke tanah.. Menanam Bibit Alpukat Setelah bibit siap tanam,
langkah selanjutnya adalah memindahkan bibit ke lubang tanam permanen yang disiapkan. Buka
pelastik polybag dengan perlahan, usahakan jangan sampai Tanah yang ada di polybag semaian
hancur. Masukkan bibit ke lubang tanam, dan tutup menggunakan Tanah sisa yang ada di sekitar
lubang tanam. Lakukan penyiraman setelah semua bibit tertanam pada lubang-lubang yang
disediakan. Merawat Tanaman Alpukat Perawatan yang diperlukan dalam menanam alpukat adalah
penyiangan, penyulaman, pemupukan, dan pemangkasan. Pembersihan rumput atau gulma-gulma
disekitar tanaman alpokat (penyiangan) wajib dilakukan terutama saat pohon alpukat baru ditanam
atau masih kecil, jika sudah besar maka rumput liar akan sedikit yang tumbuh karena ternaungi oleh
rimbunnya pohon alpokat Memanen Buah Alpukat Pohon alpukat biasanya akan mulai berbuah
pada usia 10-15 tahun jika ditanam melalui biji, jika ditanam dengan sistem vegetatif biasanya akan
berbuah pada umur 5-8 tahun tergantung dari perawatan yang dilakukan. Untuk memanen alpukat
dapat dilakukan dengan memotong tangkai buahnya menggunakan pisau atau gunting. Itulah
beberapa langkah cara menanam pohon buah alpukat baik dengan biji maupun dengan
menggunakan vegetatif seperti okulasi, cangkok, atau stek batang. Buah alpukat sangat enak jika
dibuat menjadi minuman jus buah alpukat, ditambah dengan sedikit madu, dan susu cokelat. Selain
dapat dikonsumsi sendiri, budidaya pohon buah alpukat juga menghasilkan banyak keuntungan
finansial jika dijual ke pasar

Original Artikel Di: http://www.bijibersemi.com/2015/12/menanam-alpukat-agar-berbuah-banyak.html