You are on page 1of 7

TUGAS I

PENGKALI LAGRANGE

DISUSUN OLEH:

NAMA NIM
NAMA NIM
NAMA NIM
NAMA NIM
NAMA NIM
NAMA NIM

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNVERSITAS LANCANG KUNING
PEKANBARU
2016
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur bagi Allah SWT yang telah memberikan
kemampuan, kekuatan, serta keberkahan baik waktu, tenaga, maupun pikiran kepada penulis
sehingga dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Pengkali Lagrange tepat pada waktunya.

Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan
tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Oleh karena itu, penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman atas bimbingan,
pengarahan, dan kemudahan yang telah diberikan kepada penulis dalam pengerjaan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada penulisan makalah ini. Maka
dari itu, saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan dari pembaca sekalian.
Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.

Pekanbaru, 3 Oktober 2016

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

B.Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

C.Tujuan

Tujuan dari pembuatan Makalah Konsep Sehat yaitu:


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Metode Pengali Lagrange


Joseph-Louis de Lagrange (lahir dengan nama Giuseppe Luigi Lagrangia 25
Januari 1736 meninggal 10 April 1813 pada umur 77 tahun) adalah
seorang matematikawan dan astronom Perancis-Italia yang membuat sumbangan penting
pada mekanika klasik,angkasa dan teori bilangan.

Gambar 2.1 Joseph-Louis de Lagrange


Dilahirkan di Turin, ia adalah campuran Italia dan Perancis. Ayahnya ialah orang kaya,
namun suka menghambur-hamburkan kekayaannya. Belakangan dalam hidupnya, Lagrange
menyebutnya sebagai bencana yang menguntungkan karena, "Jika saya mewarisi kekayaan
mungkin saya tidak akan mempertaruhkan nasib saya dengan matematika."
Berpaling pada matematika dengan membaca sebuah esai tentang kalkulus, dengan cepat
ia menguasai subyek tersebut. Pada usia 19, ia memulai karyanya-mungkin yang
terbesar, Mcanique analitique, meski tak diterbitkan sampai ia berusia 52. Karena
tiadanyadiagram yang lengkap, komposisi terpadu, William Rowan Hamilton menyebut bukunya
sebagai "sajak ilmiah".
Pada saat Lagrange mengirim beberapa hasil karyanya kepada Leonhard Euler, Euler
sadar akan kecemerlangan Lagrange dan menunda menerbitkan sejumlah karyanya sendiri yang
berkaitan agar Lagrange-lah yang bisa menerbitkannya pertama kali-contoh langka tentang sifat
seorang akademikus yang tak mementingkan diri sendiri.
Kariernya masyhur; pada usia 20 ia adalah matematikawan istana pada Raja
Prusia Friedrich yang Agung di Berlin dan kemudian guru besar di cole normale di Paris.
Selama Revolusi Prancis, ia adalah favorit Marie Antoinette dan kemudian Napoleon. Di Paris,
ia membantu menyempurnakan sistem metrik tentang berat dan ukuran.
Metode ini adalah cara menentukan titik maksimum dan minimum suatu fungsi yang
diiringi dengan persyaratan atau kendala yang harus dipenuhi. Metode ini banyak digunakan
dalam berbagai masalah terapan di dunia nyata, terutama di bidang ekonomi. Sebagai contoh,
seorang pengusaha ingin memaksimumkan keuntungan, tapi dibatasi oleh banyaknya bahan
mentah yang tersedia, banyaknya tenaga kerja dan sebagainya.
Metode ini akan membantu kita untuk memperoleh nilai-nilai maksimim relatif atau
minimum relative dari fungsi f(x,y) yang dipengaruhi oleh fungsi persyaratan g((x,y) = 0, terdiri
atas pembentukan fungsi penolong

2.2 Teorema metode pengali lagrange


Salah satu masalah umum kalkulus multivariabel adalah menemukan maksimum atau
minimum dari suatu fungsi, tetapi seringkali terjadi kesulitan untuk menemukannya. Kesulitan
ini sering timbul ketika memaksimalkan atau meminimalkan fungsi mengikuti kendala.Metode
Lagrange adalah alat yang ampuh untuk memecahkan masalah ini tanpa perlu secara eksplisit
mengatasi kondisi dan menggunakannya untuk menghilangkan variabel ekstra.

Metode lagrange menyajikan suatu prosedur aljabar untuk penentuan titik P0 dan P1.
Karena di titik- titik demikian, kurva ketinggian dan kurva kendala saling menyinggung
(mempunyai garis singgung yang sama dan mempunyai suatu garis tegak lurus bersama. Tetapi
disebarang titik dari kurva ketinggian, vector gradien f tegak lurus terhadap kurva ketinggian,
dan dengan cara serupa g tegak lurus terhadap kurva kendala.jadi, f dan g sejajar di Po dan
juga P1. Yaitu:

f(Po) = 0 g (P0) dan f(P1) = 1 g (P1)

adalah Multiplier konstanta yang tidak diketahui, diperlukan karena besarnya dari dua
gradien mungkin berbeda.

Andaikan f (x,y) dimaksimisasi atau diminimisasi dengan batasan g (x,y) = 0. Maka


bentuk fungsi objektifnya adalah;

F ( x, y, ) = f (x,y) . g (x, y)

Diferensiasikan F ( x, y, ) secara Parsial terhadap x, y dan dan dinyatakan hasilnya sama de


ngan nol.

= - = 0= - =0

= g (x, y) = 0
Jadi, bila batasan terpenuhi g (x, y) = 0, yang berarti g (x, y) = 0 ( terlepas nilai ).
Dalam hal ini fungsi obyektif menjadi fungsi f (x,y) tanpa batasan. Sehingga kemungkinan
maksima atau minima memenuhi kendala.

Untuk ttik kritis x = a, y = b, maka :

Bila = 0 ; dimana, x = a, dan y = b dan Bila = 0 ; dimana, x = a, dan y = b dan

* = = 2

Maka bila :

* > 0 max pada x = a, y = b. Bila < 0 dan

* > 0 max pada x = a, y = b. Bila > 0 dan

* 0 maka tes gagal sehingga harus diuji sekitar x = a, y = b

Perhatikan :

Bila < 0,berarti titik krisis bukanlah merupakan maksimum atau minimum (Maksima
dan minima tanpa kendala)
Bila * < 0 titik krisis dapat merupakan maksimum atau minimum (Maksima dan
minima berkendala).

Hal ini berhubungan dengan kenyataan bahwa suatu titik dapat merupakan nilai maksimum atau
minimum suatu fungsi kendala walaupun bukan merupakan maksima atau minima fungsi tanpa
kendala (Kondisi yang perlu untuk mencari nilai kritis adalah : Fx = 0, Fy = 0)

Adapun Cara yang mudah untuk menentukan nilai maksima atau minima dengan kendala

1. Fxx . Fyy F2xy > 0 maka

Maksimum bila Fxx < 0, dan Fyy < 0

Minimum bila Fxx > 0, dan Fyy > 0

2. Fxx . Fyy F2xy 0 maka tes gagal sehingga harus diuji untuk nilai sekitar nilai kritis.

Catatan :
Metode lagrange ini dapat diperluasuntuk fungsi dan variabel n f ( x1, x2, x3,....., xn) dengan
kendala g ( x1, x2, x3,....., xn) = 0

BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan

B.Saran