You are on page 1of 8

RPP PRINSIP-PRINSIP BISNIS, PAKET KEAHLIAN

(1) PENGELOLAAN BISNIS RITAIL, PEMASARAN
SKN KURIKULUM 2013
Posted on Agustus 17, 2014 by jazinansetiawan

ATAU BISA DIUNDUH di sini

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Udanawu Blitar
Mata Pelajaran : Prinsip-prinsip Bisnis Ritail (Paket Keahlian C3 Pengelolaan Bisnis
Ritail)
Kelas/Semester : XI / Ganjil
Pertemuan ke : 1 s.d 8
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (16 jp)
Materi Pokok : Pengertian, peran dan Fungsi Bisnis Ritail

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayatidan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktifdan menunjukan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk
memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar.
1.1 Memahami nilai-nilai keimanan dengan menyadari hubungan keteraturan dan
kompleksitas alam terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya
1.2 Mendeskripsikan kebesaran Tuhan yang menciptakan berbagai sumber energi di alam
1.3 Mengamalkan nilai-nilai keimanan sesuai dengan ajaran agama dalam kehidupan
sehari-hari
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat;
tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan)
dalam aktivitas sehari-hari .
2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok sebagai wujud implementasi dalam
melaksanakan Penbelajaran.
3.1 Mendiskripsikan pengertian, peran dan fungsi bisnis ritel.
4.1 Mempresentasikan pengertian, peran dan fungsi bisnis ritel

peran dan fungsi bisnis ritel • Siswa mampu menganalisis kebijakan-kebijakan pemerintah pada bisnis ritail. • Siswa mampu menjelaskan fungsi-fungsi bisnis ritail. • Menjelaskan peran bisnis ritail. Orientasi 1. E. Siswa diarahkan untuk menjabarkan tujuan pembelajaran. Memeriksa kehadiran siswa secara komunikatif. Metode Pembelajaran Pendekatan : Scientific (Keterampilan Proses dan Kooperatif) Model : Kooperatif Metode : discovery dan diskusi 7 G. • Menjelaskan fungsi-fungsi bisnis ritail. Langkah-langkah Pembelajaran : No Kegiatan Pembelajaran Waktu Penilaian 1 2 3 1 Pendahuluan a. dengan menunjukkan perbedaan yang mencolok antara pasar tradisonal dengan toko-toko modern dengan contoh gambar sehingga dapat menarik minat dan kreatifitas dari siswa.C. F. Materi Pokok : • Pendahuluan • Pengertian bisnis ritail. b. • Menyebutkan kelebihan dan kekurangan bisnis ritail Psikomotor • Mempresentasikan pengertian. Memperhatikan minat siswa secara toleransi dan demokratis. . Apersepsi 1. • Kelebihan dan kekurangan bisnis ritail • Kebijakan-kebijakan pemerintah pada bisnis ritail. • Siswa mampu menyebutkan faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan usaha ritail. Membuka pelajaran dengan salam secaran komunikatif. Tujuan Pembelajaran : Kognitif • Siswa mampu menyebutkan pengertian bisnis ritail. • Fungsi-fungsi bisnis ritail. Siswa diajak mengamati kondisi riil perkembangan bisnis ritail. disiplin dan tanggung jawab. • Siswa mampu menjelaskan peran bisnis ritail. • Siswa mampu menyebutkan kelebihan dan kekurangan bisnis ritail Psikomotor • Siswa mampu mempresentasikan pengertian. • Peran bisnis ritail. Indikator Pencapaian Kompetensi Kognitif • Menyebutkan pengertian bisnis ritail. D. Motivasi 1. 2. • Menyebutkan faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan usaha ritail. 2. • Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan usaha ritail. peran dan fungsi bisnis ritel • Menganalisis kebijakan-kebijakan pemerintah pada bisnis ritail. c.

b. Rozaniwati. agar siswa mengetahui letak kesalahan dari jawabannya di dalam soal-soal latihan. Melakukan tanya jawab tentang materi yang disampaikan secara bersahabat dan komunikatif. Siswa mempelajari dan mengamati materi tentang pengertian. Tata Purwata. Ngadiman. Siswa saling berinteraksi dalam pelaksanaan diskusi 4. Siswa bertanya dan mengajukan pendapatnya. Modul Membuka Usaha Eceran / Ritel. Sumber Belajar. Tes. Kegiatan Diskusi 1. a. Non Tes Lembar pengamatan diskusi Form penilaian sikap . 2008. H. 3 Penutup a. d. Erlangga : Jakarta. 2008. PENILAIAN HASIL BELAJAR a. 2. Siswa mengerjakan soal-soal latihan. Memberikan pelatihan dengan soal-soal latihan. Makalah download dari internet. Siswa diminta membaca secara sungguh-sungguh modul yang berkaitani. 3. 2. Menyimpulkan materi yang disampaikan secara komunikatif. Pemasaran Jilid 2. mengamati dan mendiskusikan materi. Yogyakarta : Penerbit Andi 5. 2. Media Pembelajaran 1. . 2010. Tes tertulis 2. 7. 2008. Uraian b. Menyampaikan salam penutup secara komunikatif. Siswa membaca. Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta 3. Siswa berkelompok berjumlah 4-5 siswa. disiplin dan tanggung jawab. Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta. Kegiatan akhir 1. Teknik Penilaian : 1. Pemasaran Jilid 1. 2. Menimbulkan rasa ingin tahu siswa terhadap materi yang disampaikan. Soal latihan dibahas bersama agar siswa mengetahui letak kesalahan dari jawabannya di dalam soal-soal latihan. 3. Sumber Internet I. 4. Penugasan / tes perbuatan b. Membahas soal latihan. Materi presentasi dengan power point J. c. menurut kategori yang diusulkan siswa. Beberapa kelompok untuk presentasi di depan kelas 6. Ngadiman. Siswa membuat kesimpulan dengan bimbingan guru. Menumbuhkan sikap berani siswa dalam menyampaikan pendapat. peran dan fungsi bisnis ritail dengan menggunakan berbagai media. c. Sopiah Syihabudhin. Memberikan tugas kepada para siswa dengan toleransi. Bentuk Instrumen : 1. ruang lingkup. 3. b. 1. 2 Kegiatan Inti a. Manajemen Bisnis Ritel. Soal Essay 2.2. 5.

Moerdoko. ataupun rumah tangga dan bukan untuk keperluan bisnis (dijual kembali). keluarga. 195701011982031029 NIP.: a. menawarkan kenyamanan berbelanja. B. Pengertian Usaha Eceran/Ritel Kata Ritel berasal dari bahasa perancis. ‘retailler’ . menawarkan tempat yang luas. NIP. Usaha eceran/ritel adalah semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan atau pembelian barang. 1. yaitu usaha ritel tradisional dan usaha ritel modern.Mengetahui Blitar. disebut juga dengan eceran/ritel non-toko. HARTOYO. memilih. antara lain sebagai berikut. tapi juga bisa dilakukan melalui telepon atau internet. maka semakin banyak orang yang tahu mengenai usaha ritel tersebut. jasa ataupun keduanya secara sedikit-sedikit atau satu-satu langsung kepada konsumen akhir untuk keperluan konsumsi pribadi. ketengan. Sedangkan usaha ritel modern adalah sebaliknya. tempatnya tidak terlalu luas.Pd. Ciri-ciri usaha ritel tradisional adalah sederhana. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan Usaha Ritel Ada tiga faktor yang dapat mendorong usaha ritel berhasil. pelanggan berbelanja di suatu toko ritel pada saat pulang ke rumah. Panduan dalam memilih lokasi usaha ritel yang baik menurut Guswai (2009) adalah sebagai berikut. tetapi juga layanan jasa seperti jasa potong rambut. 14 Juli 2014 Kepala SMK N 1 Udanawu Blitar Guru Mata Pelajaran Drs. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Lokasi Usaha Faktor utama yang harus diperhatikan dalam memulai atupun mengembangkan usaha ritel adala faktor lokasi. bahkan mencoba produk terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli. seperti sabun. sistem manajemen terkelola dengan baik. Sangat jarang orang berbelanja pada saat akan berangkat kerja. tidak menawarkan kenyamanan berbelanja dan masih ada proses tawar-menawar harga dengan pedagang. . serta produk yang dijual tidak dipajang secara terbuka sehingga pelanggan tidak mengetahui apakah peritel memiliki barang yang dicari atau tidak.M. Lalu lintas yang padat (heavy traffic) Semakin banyak lokasi usaha ritel dilalui orang. Arah pulang ke rumah (direction to home) Pada umumnya. barang yang dijual tidak terlalu banyak jenisnya. minuman. barang yang dijual banyak jenisnya. sistem pengelolaan / manajemennya masih sederhana. usaha ritel yang berfokus pada penjualan barang sehari-hari terbagi dua. yang berarti memotong atau memecahkan sesuatu. Eceran berarti secara satu-satu. harga jual sudah tetap (fixed price) sehingga tidak ada proses tawar- menawar dan adanya sistem swalayan / pelayanan mandiri. serta pemajangan produk pada rak terbuka sehingga pelanggan bisa melihat. Usaha eceran/ritel pun tidak harus selalu di lakukan di toko. Secara garis besar. ataupun penyewaan mobil. Usaha eceran atau ritel tidak hanya terbatas pada penjualan barang. S. Terlihat (visible) Lokasi usaha ritel yang baik adalah harus terlihat oleh banyak orang yang lalu lalang di lokasi tersebut. 196707302006041005 LAMPIRAN 1 : MATERI AJAR A. sedikit- sedikit (tentang penjualan atau pembelian barang). b. c. M. ataupun deterjen.

Jenis-jenis hambatan akses bisa berupa perubahan arus lalu lintas atau halangan langsung ke lokasi toko. f. Peritel harus memutuskan apakah akan membeli suatu lahan atau menyewa suatu lokasi tertentu. Hendaknya peritel tidak menempatkan usahanya pada lokasi yang memang tidak diperuntukan untuk usaha. seperti pembatas jalan. g. Peraturan/perizinan (regulation) Dalam menentukan suatu lokasi usaha ritel harus juga mempertimbangkan peraturan yang berlaku. j. Segala perjanjian jual beli maupun sewa-menyewa hendaknya dilakukan di hadapan notaris. Hal tersebut dapat menunjang kenyamanan pelanggan dalam mengunjungi suatu toko ritel. Sebaliknya. sehingga toko menjadi sepi pelangaan. pasar. seperti luas ruangan yang dibutuhkan. Pihak notaris akan memeriksa kelengkapan dokumen sebelum melakukan pengesahan jual beli ataupun sewa-menyewa. Peritel harus mempertimbangkan biaya yang sudah dikeluarkan ketika menjalankan usaha ritel seperti pemasangan listrik. Hal ini disebut dengan impulsive buying atau pembelian yang tidak direncanakan. Memindahkan bisnis ke lokasi yang baru yang dinilai akan lebih menguntungkan juga bukan hal yang mudah karena harus mempertimbangkan barbagai hal. Peritel hendaknya melakukan studi kelayakan dari sisi keuangan untuk memutuskan suatu lokasi usaha ritel tertentu. Oleh karena itu. Kesalahan dalam menentukan lokasi usaha ritel dapat memiliki dampak jangka panjang. Potensi pasar yang tersedia (captive market Pelanggan biasanya akan memilih lokasi belanja yang dekat dengan kediamannya. pelanggan bisa mengontrol harga dengan baik. 2. toilet. Harga yang tepat Usaha ritel biasanya menjual produk-produk yang biasa dibeli/dikonsumsi pelanggan sehari- hari. perizinan. maka pelanggan akan pindah ke toko lain yang menawarkan harga yang lebih rendah. penetapan harga yang terlalu murah mengakibatkan minimnya keuntungan yang akan diperoleh. antara lain lahan parkir yang memadai. Fasilitas umum (public facilities) Lokasi usaha ritel yang baik adalah dekat dengan fasilitas umum seperti terminal angkutan umum. seperti taman kota dan bantaran sungai. . atau stasiun kereta. dan lain sebagainya. Jika suatu toko menjual produk dengan harga yang tinggi. Infrastruktur (infrastructure) Infrastruktur yang dapat menunjang keberadaan suatu usaha ritel. h. Menetapkan lokasi usaha ritel yang dekat dengan pelanggan akan meringankan usaha peritel dalam mencari pelanggan. i. peritel harus memastikan bahwa lokasi tersebut tidak sedang memiliki masalah hukum (sengketa). dan dekorasi bangunan. Akses yang baik haruslah memudahkan calon pembeli/pelanggan untuk sampai ke suatu usaha ritel.d. Legalitas (legality) Untuk memutuskan apakah membeli atau menyewa sebuah lokasi untuk menempatkan usaha. Fasilitas umum tersebut bisa menjadi pendorong bagi sumber lalu lalang calon pembeli/pelanggan untuk kemudian berbelanja di toko ritel. jaringan sistem komputer. Akses (access) Akses merupakan jalan masuk dan keluar menuju lokasi. sehingga peritel belum tentu mampu menutup biaya-biaya yang timbul dalam menjalankan usahanya. e. Biaya akuisisi (acquisition cost) Biaya merupakan hal yang harus dipertimbangkan dalam berbagai jenis usaha. dekorasi ruangan. dan lampu penerangan.

kasir. Mereka hampir ingin selalu belanja di mana bisa mendapatkan kemudahan memilih. produsen dapat memperoleh informasi berharga mengenai produknya. Pelanggan mungkin hanya ingin lebih dari sekedar mendapatkan barang yang diinginkan pada tempat yang nyaman. Eksterior toko. tergantung pada apa yang dibeli dan dikonsumsi oleh masyarakat. Produsen dapat memasang iklan. maka ia akan senang dan betah berlama-lama didalam toko. serta dapat membentuk citra terhadap keseluruhan tampilan toko. Jika pelanggan memiliki persepsi / anggapan yang baik tentang suatu toko. C. daya tahan. para peritel biasanya akan berusaha menciptakan suasana belanja yang nyaman. Peran Usaha Ritel Produsen menjual produknya kepada grosir (wholesaler). dinding. informasi yang diberikan. Pemasaran ritel ini sangat penting artinya bagi produsen karena melalui usaha ritel. jendela dan sebagainya. Selain eksterior dan interior toko. c. Eksterior toko berperan dalam mengounikasikan informasi tentang apa yang ada didalam gedung. membandingkan kualitas. Pramuniaga yang berkualitas sangat menunjang kemajuan toko. Mereka menjual barang pada konsumen akhir. Memberikan suplai / pasokan barang dan jasa pada saat dan ketika dibutuhkan konsumen/pelanggan dengan sedikit atau tanpa penundaan. Pengecer / peritel adalah orang-orang atau toko yang kegiatan utamanya mengecerkan barang. harga dan segala sesuatu mengenai produknya. Peran dan Fungsi Usaha Ritel 1. sehingga pelanggan bisa dengan segera mendapatkan suatu produk tanpa perlu menunggu lama. rasa. bentuk. Dalam menarik dan memuaskan pelanggan. cara bicara. seperti penempatan barang. maka ia akan termotivasi untuk memasuki toko. ia akan memperhatikan interior toko dengan cermat. tegur sapanya. dan suasana yang bersahabat. b. desain ruangan. Ada dua hal yang perlu di perhatikan untuk menciptakan suasana toko yang menyenangkan. tangga. Suasana toko Suasana toko yang sesuai bisa mendorong pelanggan untuk datang dan berlama-lama di dalam toko. Selain itu juga dapat diketahui mengenai kondisi perusahaan pesaing. b. dan tata letak toko. a.3. Produsen dapat mewawancarai peritel mengenai pendapat konsumen mengenai bentuk. Interior toko. kualitas. Produsen dan peritel dapat menjalin kerjasama yang saling menguntungkan. Usaha ritel biasanya berlokasi didekat rumah pelanggan. antara lain : a. Ketika pelanggan sudah memasuki toko. meliputi estetika toko. Memudahkan konsumen/pelanggan dalam memilih atau membandingkan bentuk. Pramuniaga menentukan puas tidaknya pelanggan setelah berkunjung sehingga terjadi transaksi jual beli ditoko tersebut. Pramuniaga sebaiknya mampu menarik simpati pelanggan dengan segala keramahannya. faktor penting lainnya yang memengaruhi keberhasilan toko adalah pramuniaga. pintu masuk. dan harga dari produk yang diinginkan. Kadang kala ada produsen yang langsung memberikan bonus kepada peritel. Menjaga harga jual tetap rendah agar mampu bersaing dalam memuaskan pelanggan. d. Membantu meningkatkan standar hidup masyarakat. Upaya promosi yang . Produk yang dijual dalam usaha ritel. seperti memasang alunan musik ataupun mengatur tata cahaya toko. Usaha ritel memberikan kebutuhan ekonomis bagi pelanggan melalui lima cara. mengadakan undian. Kemudian grosir menjualnya kepada pedagang eceran / ritel ( pengecer / peritel). atau memberi hadiah kepada konsumen melalui toko-toko peritel. dan barang serta jasa yang ditawarkan. c. yaitu eksterior toko dan interior toko. meliputi keseluruhan bangunan fisik yang bisa dilihat dari bentuk bangunan. serta perlengkapan lainnya Jika pelanggan menangkap eksterior toko dengan baik.

tapi juga ke pemasok. Melakukan kegiatan usahanya di lokasi yang nyaman dan mudah di akses pelanggan. Fungsi Usaha Ritel Fungsi usaha ritel dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan antara lain : a. Memberikan jaminan produk. antara lain sebagai berikut. Adakalanya untuk meningkatkan penjualan. Memberikan informasi. i. Kekurangan Usaha Ritel Kekurangan usaha ritel. b. b. atau kantor-kantor. terminal bis. Keahlian dalam mengelola toko ritel berskala kecil kurang diperhatikan oleh peritel. Memberikan fasilitas kredit dan sewa. d. antara lain : a. Menyimpan produk agar tetap tersedia pada harga yang relatif tetap. f. Kelebihan Dan Kekurangan Usaha Ritel Usaha ritel memiliki kelebihan dan kekurangannya dalam kegiatannya. 2. b. Hubungan antara peritel dengan pelanggan cukup dekat. peritel menggunakan promosi beli satu gratis satu. tidak hanya ke pelanggan. Umumnya lokasi usaha ritel strategis. Kelebihan Usaha Ritel Kelebihan usaha ritel. atau toko komputer yang menyediakan fasilitas pembelian komputer jinjing (laptop) secara kredit. dari produsen ke konsumen. j. Peran ritel dalam kehidupan perekonomian secara keseluruhan. jasa penyewaan mobil yang kegiatan usahanya menyewakan mobil. c. Memberikan beragam produk sehingga memungkinkan pelanggan bisa memilih produk yang diinginkan. Administrasi (pembukuan) kurang atau bahkan tidak diperhatikan oleh peritel. antara lain : a. Adanya usaha ritel juga memungkinkan dilakukannya produksi besar-besaran (produksi massal).dilakukan. g. Modal yang diperlukan cukup kecil. layanan purna jual. Membagi produk yang besar sehingga dapat dijual dalam kemasan/ukuran yang kecil. 2. D. 1. Contohnya. Mereka mendekatkan tempat wisata dengan tepat berkumpul konsumen. yaitu sebagai pihak akhir (final link) dalam suatu rantai produksi. tetapi juga dapat meningkatkan keinginan pelanggan untuk membeli. yang dimulai dari pengolahan bahan baku. Produksi massal tidak akan dapat dilakukan tanpa sistem pengecer yang efektif dalam mendistribusikan produk yang dibuat secara massal bagi pelanggan. sehingga peritel kurang memperhatikan aspek pengelolaan usahanya. Mengakibatkann perpindahan barang melalui sistem distribusi. karena adanya komunikasi dua arah antara pelanggan dengan peritel. seperti di sekitar rumah-rumah penduduk. Dalam hal ini. produk dikemas secara menarik sehingga pelanggan tertarik untuk e. Hasil akhirnya adalah peningkatan standar hidup dan penjualan produk. sampai dengan distribusi barang (dan jasa ) ke konsumen akhir. Usaha ritel berskala kecil terkadang dianggap hanyalah sebagai pendapatan tambahan sebagai pengisi waktu luang. e. seperti didekat pemukiman penduduk. tidak hanya memberikan informasi kepada masyarakat mengenai beragam produk barang dan jasa. Membantu terjadinya perubahan (perpindahan) kepemilikan barang. dan turut menangani keluhan pelanggan. sehingga terkadang uang atau modalnya habis tidak terlacak . Mengubah produk menjadi bentuk yang lebih menarik. namun keuntungan yang diperoleh cukup besar. c. Kelebihan dan kekurangan usaha ritel. h.

112 tahun 2007 . mengenai penataan dan pembinaan pasar tradisional . lokasi toko modrn harus mengacu pada rencana tata ruang wilayah kota/kabupaten dan rencana detail tata ruang kabupaten/kota termasuk peraturan zonasinya.d 200 m2 harus berjarak radius 0. 2 tahun 2002. Dalam pasal ini ditentukan mengenai jarak sarana/tempat usaha sebagai berikut : a. Dalam peraturan ini .c. tentang perpasaran swasta. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga turut mengawasi persaingan yang terjadi antara peritel besar/modern dengan peritel kecil/pasar tradisional.5 km dari pasar lingkungan dan harus terletak di sisi jalan kolektor/arteri. Analisis Kebijakan Pemerintah Banyaknya peritel asing dari luar negeri. carrefour.d 5000 m2. b. Hypermarket. c. dan toko modern. 400 m2 s.5 km dari pasar lingkungan dan letak di sisi jalan kolektor/arteri.5 km dari pasar lingkungan dan terletak di sisi jalan lingkungan/kolektor/arteri. Usaha perpasaran swasta yang luas lantainya di atas 4000 m2 harus berjarak 2. Usaha perpasaran swasta yang luas lantainya di atas 1000 m2 s. dan toko modern. seperti lotte mart. pusat perbelanjaan .0 km dari pasar lingkungan dan letak di sisi jalan kolektor/arteri. sehingga ada usaha ritel yang tidak diketahui oleh calon pembeli atau pelanggan. kios. Department store. pemerintah telah memberlakukan beberaapa peraturan . Usaha perpasaran swasta yang luas lantainya di atas 200 m2 harus berjarak radius 1. Selain melalui peraturan presiden. b. e. hal ini diatur dalam pasal 10 peraturan daerah provinsi DKI jakarta no.d 2000 m2 harus berjarak radius 1. Pendirian toko modern juga wajib memperhatikan jarak lokasi usahanya misalnya dengan pasar tradisional yang telah ada sebelumnya. Promosi usaha tidak dapat dilakukan dengan maksimal. Batas luas lantai penjualan toko modern adalah sebagai berikut : a. kurang dari 400 m2. di atas 5000 m2. pemerintah menetapkan zona/luas wilayah usaha pasar tradisional (toko. e. Usaha perpasaran swasta yang luas lantainya di atas 2000 m2 s. Usaha perpasaran swasta yang luas lantainya 100 m2 s.d 4000 m2 harus berjarak radius 2 km dari pasar lingkungan dan letak di sisi jalan kolektor/arteri. c. Perkulakan. Supermarket. d. Minimarket. E. Misalnya untuk wilayah DKI jakarta. . d.diantaranya dengan mengeluarkan peraturan presiden no. di atas 400 m2. di atas 5000 m2. Peraturan yang mengatur mengenai jarak antara toko modern dengan pasar tradisional di atur dalam peraturan daerah. Untuk melindungi pengusaha lokal / dalam negeri. dan giant bisa membuat para peritel lokal kesulitan untuk bersaing.