You are on page 1of 36

1

321

Berikut ini adalah hasil alih bahasa dari kitab:

ُُ‫قَ َوا ِعدُ َسلَ ِفيَّة‬
ُ‫ُ َون ََصائِحُُت َْو ِج ْ ِْي َّيةُُ ِللْخر ْوجُِ ِم ْنُ ِف َ َِتُا ِحل ْ ِزب َّي ُِة‬
Qawa'id Salafiyyah wa Nasha`ih Taujihiyyah
Li al-Khuruj min Fitan al-Hizbiyyah

“Kaidah-kaidah Salafiyyah
dan Nasehat-nasehat yang mengarahkan
sebagai Jalan Keluar dari Fitnah-fitnah Hizbiyyah”
Seuntai rangkaian mutiara kata dari asy-Syaikh Ahmad bin
'Umar bin Salim Bazmul y sebagai buah tangan untuk seluruh
Ahlus Sunnah dan Muslimin di berbagai belahan bumi. Terutama,
dalam menghadapi berbagai fitnah kelompok-kelompok sesat
Rafidhah, Shufiyyah, dan sebagainya. Juga fitnah hizbiyyah yang
muncul pada masa ini, baik fitnah Ikhwanul Muslimin, Jama'ah
Tabligh, Sururiyyah, Quthbiyyah, Ihya'ut Turats, Haddadiyah, dan
tokoh-tokoh kebatilan lainnya, semacam al-Huwaini, al-Maghrawi,
dll. Juga yang baru muncul, seperti Hajuriyyah dan Halabiyyah.

Penerjemah
Hamzah Lafirlaz
Edit dan Catatan Kaki
Admin dammajhabibah.net

Copyright : www.dammajhabibah.net

2

321

‫ وافصالة وافسالم ظذ ادبعوث رمحة‬،‫احلؿد هلل رب افعادغ‬

‫ ومن شار ظذ جهجفم لػ‬،‫ وظذ آفه وصحبه أمجعغ‬،‫فؾعادغ‬

‫ أما بعد‬.‫يوم افدين‬

Segala Puji bagi Allah l Rabb Semesta alam. Semoga
Shalawat dan Salam terlimpahkan kepada Sang Utusan sebagai
rahmat untuk sekalian alam. Semoga terlimpahkan pula kepada
keluarganya, dan seluruh para shahabatnya, serta terlimpahkan pula
kepada siapa saja yang meniti jejaknya sampai datangnya hari
kiamat. Amma Ba‟du :

Sungguh, Allah l telah memberi kemudahan kepadaku
untuk bisa duduk bersama saudara-saudara kita Salafiyyun dari
Negara Libya. Mereka telah berprasangka baik terhadapku, sehingga
memintaku agar bisa menyampaikan beberapa patah kata bimbingan
(taujihiyyah) dan nasehat salafiyyah (nashihah salafiyyah). Padahal
aku bukanlah orang yang pantas untuk melakukannya. Akan tetapi
sebagai bentuk kecintaan terhadap kebaikan, dan sebagai bentuk
kerjasama yang baik bersama Ahlul Fadhl wal 'Ilmi (orang-orang
yang memiliki keutaamaan dan ilmu/ para ulama), sehingga
mendorongku untuk memenuhi permohonan mereka tersebut.
Kemudian, aku melangsungkan beberapa penyampaian pelajaran dan
saling mengingatkan bersama mereka tentang beberapa Kaidah-
kaidah Salafiyyah yang sangat penting, dengan sebab itu tentu akan
mendatangkan jalan keluar dari berbagai fitnah dengan Izin Allah l.
3

Semoga Allah l membalas kebaikan untuknya. Dalam kesempatan ini. Semoga Allah l membalas kebaikan untuknya Hanya kepada Allah l aku memohon untuk melimpahkan kepadaku dan kepada seluruh saudara-saudara kami Salafiyyun berupa taufiq dan jalan yang lurus. Maka aku pun mengkoreksi ulang. Sehingga disodorkanlah transkrip tersebut kepadaku untuk dikoreksi. dan merperbaikinya. Semoga Allah l mengokohkan diri kita semua agar tegar di atas manhaj Salafy. ‫وصذ اهلل وشؾم ظذ كبقـا حمؿد وظذ آفه وصحبه أمجعغ‬ Ditulis oleh Ahmad bin 'Umar bin Salim Bazmul 1 Dzulqa‟dah 1433 H 4 . Kemudian aku kirim ulang kepadanya agar bisa dipublikasikan dan diposting di situs ataupun website salafiyyah apabila itu dipandang sesuai. meneliti. al-Akh Malik al-Liby y telah berusaha keras untuk mentranskrip isi pertemuan tersebut menjadi sebuah tulisan. Beliau juga berkeinginan untuk bisa menyebarluaskannya. Semoga Allah l menyelamatkan diri kita semua dari berbagai fitnah yang tampak jelas maupun yang samar tersembunyi. Aku cantumkan juga beberapa tambahan yang memang dibutuhkan. Semoga Allah l menjadikan semua hasil usaha ini sebagai pembela kita dan bukan sebagai penghujat atas kita.

semoga Shalawat dan Salam terlimpahkan kepada Rasulullah. 5 . para sahabatnya. Asy-Syaikh Dr. Amma Ba‟du : Sebagian dari saudara-saudara kami – jazahumullah khairan – telah mengajukan permohonan kepadaku agar bisa menyampaikan untaian nasehat kepada mereka semua. yang nasehat ini sesungguhnya terambil dari sisi para ulama Ahlus Sunnah yang mulia. semoga Allah l meridhai mereka semua…. Sehingga mengakibatkan seorang muslim akan kebingungan bila tidak berpegang teguh dengan al-Kitab (al-Qur`an) dan as-Sunnah. Terlebih lagi di zaman kita seperti ini yang sudah tercengkeram dengan berbagai fitnah yang merajalela. Sebenarnya. permohonan mereka tersebut adalah permohonan yang memang sangat penting sekali barakallahu fikum. “Yang benar itu siapa?” Nasehat dariku. keluarganya. dan orang-orang yang berloyalitas kepadanya. Ahmad bin 'Umar Bazmul y berkata: 321 Segala puji bagi Allah. Muncul padanya berbagai sekte dan kelompok sempalan. Seorang muslim menjadi bingung. teruntuk pribadi saya sendiri dan seluruh saudara-saudaraku di Libya dan seantero dunia.

mereka mengaku sebagai sosok pemegang teguh prinsip al-Kitab dan as-Sunnah sesuai Manhaj Salafus Shalih. mengamalkan kandungannya dengan amalan yang benar. sebagai lentera penerang dan diambil manfaatnya dengan izin Allah l: Berpegang Teguh dengan Al-Kitab dan As-Sunnah Sesuai dengan Pemahaman Manhaj as-Salaf ash-Shalih Ridhwanullah ‘Alaihim Ajma’in Kaidah ini merupakan kaidah yang telah masyhur dan tak asing lagi di telinga kita. Adapun orang-orang yang menyimpang. Namun hanyalah sekedar celotehan lisan belaka. kecuali karena tidak mau menerapkan kaidah ini dengan penerapan yang benar. Akan tetapi sangat disayangkan sekali. jumlah mereka terlalu sangat sedikit sekali. ataupun sesuai dengan makna yang sebenarnya. orang yang bisa menerapkannya. Sudah terlalu banyak orang yang mendengungkannya. Ini semua telah terangkum dalam kaidah-kaidah umum yang sangat baik bila dijadikan pegangan oleh seorang muslim. lalu mereka bermanis tutur dalam berbagai kesempatan dan 6 . Tidaklah yang menjadikan mereka terpecah dan terpisah- pisahkan. akan tetapi realita menunjukkan mereka justru memecah dan memisahkan diri darinya. Berpegang teguh dengan Al-Kitab (Al-Qur`an) dan as-Sunnah sesuai petunjuk Salafus Shalih –Ridhwanullah „Alaihim Ajma‟in – merupakan sebab yang paling utama untuk keselamatan diri.

tidaklah cukup sekedar pengakuan tutur manis lisan belaka. Sehingga engkau dapati dia mengatakan. yaitu Agar Kita Mengetahui dengan Sebenar-benarnya dan Penuh Keyakinan –dengan Izin Allah tabaraka wa ta’ala – bahwa Inilah Jalan Keselamatan. Jalan kesuksesan. dan berbagai bisikan- bisikan jahat lainnya. Kaidah ini haruslah selalu terpatri dalam jiwa kita semua. Akan tetapi harus benar-benar berpegang teguh dengan al-Kitab dan as-Sunnah serta Manhaj Salafus Shalih. yang telah bersama mereka Fulan dan Fulan yang benar…?”. Padahal hakekat urusan mereka dan hakekat kondisi mereka menunjukkan. maupun keyakinan. “Ataukah jangan-jangan mereka ini. baik dalam ucapan. bahwa mereka adalah orang-orang yang sangat jauh dari al-Kitab dan as-Sunnah. “Jangan-jangan mereka yang benar. 7 .pertemuan. dan Inilah Jalan Kebenaran. Kaidah Pertama ini. amalan. sedangkan ternyata kalian diatas kebatilan?”. baik tampak maupun tersembunyi. Sebagian orang telah terpeleset dari manhaj yang lurus dan menyimpang dari al-Haq (kebenaran) karena adanya berbagai kerancuan padanya. sangat jauh pula dari Manhaj Salafus Shalih ! Oleh karena itu. Ini merupakan penyempurna kaidah pertama.

Seorang muslim yang berpegang teguh dengan al-Kitab dan as-Sunnah dengan pemahaman Salaful Ummah. yang telah Dikenal Membela Dakwah Salafiyyah dan Memperjuangkannya. Yang aku nasehatkan untuk diri saya pribadi dan untuk seluruh saudara-saudaraku dengannya : Agar Kita Selalu Berada di Barisan Ulama Kibar. Berkat keutamaan (anugrah) dari Allah l. Tidak demikian seharusnya…. Memperjuangkan Keutuhan Dakwah Salafiyyah. ada asy-Syaikh al-Albany. harus senantiasa yakin dengan sebenar-benarnya bahwa inilah al-Haq (kebenaran). serta Membantah para Ahlul Ahwa’ dan Ahlul Bid’ah. Sebagaimana di masa sekarang ini. Ini merupakan kaidah yang sangat penting. didapati di setiap masa adanya para Ulama Kibar. asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin – rahmatullah 'alaihim jami‟an – demikian pula asy- 8 . karena itu akan menolong dirinya –dengan izin Allah l – untuk selalu tegar kokoh di atas al-Haq dan menolongnya agar tidak menyimpang dari kebenaran tersebut. ini semua adalah bisikan- bisikan keraguan yang muncul dari celah orang-orang yang yang tidak memiliki dasar keyakinan bahwa Keselamatan itu sesungguhnya bersama Manhaj Salaf. ay-Syaikh Bin Baz.

dan semisal dengan mereka. dan kita mengetahui bahwa al-Haq ada bersama mereka Biidznillah 'Azza Wa Jalla. asy-Syaikh Shalih as-Shuhaimi. Kondisi ini persis seperti yang dituturkan oleh Abdullah bin Mas‟ud z: ‫ َؾنِ َذا‬،‫افع ْؾ َم َظ ْن َأ َـابِ ِر ِه ْم َو َظن ُأ َمـَ ِائ ِف ْم‬ ِ ‫َٓ ي َز ُال افـَّاس بِ َخ ٍر ما َأ َخ ُذوا‬ َ ْ ُ َ ‫ش ِار ِه ْم َه َؾ ُؽوا‬ ِ ِ ِ ِ َ ‫َأ َخ ُذوا ِمن ص َغاره ْم َو‬ “Manusia akan selalu berada dalam kebaikan selama mereka masih mengambil ilmu dari Kibarul Ulama dan Ahlul Ilmi yang terpercaya. 9 . mereka akan hancur binasa. 1 Al-Madkhal (275) karya al-Baihaqi. asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali. Namun apabila mereka mengambilnya dari golongan rendahan dan orang-orang yang jelek. asy- Syaikh 'Abdul Muhsin Al-'Abbad. karena dengan kaidah ini engkau akan bisa memahami kaidah berikutnya yang sangat berkaitan erat. Maka kita bergabung bersama dalam barisan Ulama Kibar.Syaikh Muqbil dan asy-Syaikh an-Najmy – rahmatullah 'alaihim jamian – Di antara saudara-saudara mereka di barisan Ulama Kibar yang masih hadir di tengah-tengah kita di antaranya adalah asy- Syaikh Rabi’ al-Madkhali. asy- Syaikh Zaid al-Madkhali.” 1 Kaidah ini harus engkau pahami sebaik mungkin. asy-Syaikh 'Ubaid al-Jabiri.

demikian pula dalam pembelaan terhadap as-Sunnah. Maka terkadang engkau mendapati beliau terkadang masih membela mereka karena masih berbaik sangka terhadap mereka. Mereka Itu Berbeda-beda Terdapat perbedaan di antara para ulama dalam pengetahuan mereka tentang al-Haq dan kebatilan. secara global ataupun terperinci. Maka ulama tersebut lebih dekat kepada kebenaran lebih dekat. Karena kita mengetahui bahwa ulama yang ini memiliki perhatian yang besar dalam membantah Ahlul Bid‟ah dan Ahlul Ahwa‟ (pengekor hawa nafsu). Di sisi lain. dan beliau termasuk orang yang sangat kita cintai. dan lain sebagainya. Beliau tidak 10 . Kaidah ini benar-benar harus kita perhatikan. terdapat pula sebagian di antara ulama salafi yang kita sama sekali tidak meragukan kesalafiyahannya. Hanya saja beliau termasuk orang yang hendak “berbaik sangka” (kepada sebagian ahlul bathil). beliau memiliki pengetahuan yang terperinci dalam berbagai bid‟ah yang ada. Maka ulama tersebut.Bahwa para Ulama yang Benar-benar di atas Al-Haq. yang memiliki perhatian yang besar dalam membantah Ahlul Bid‟ah dan Ahlul Ahwa‟. lebih mengenali kebatilan. dan beliau tidak mengetahui hakekat keadaan gerombolan yang telah keluar masuk mengacak-acak dan mengobrak-abrik agama Allah.

para masyaikh sunnah. serta para ulama sunnah lainnya – memiliki arti dan kedudukan yang penting. asy-Syaikh al-Albani. 4 Sehingga pujian para Ulama Kibar terhadap asy-Syaikh Rabi' – baik pujian asy- Syaikh Bin Baz. Seorang ulama itu semakin dia mengenal kondisi gerombolan orang tersebut (yang ternyata telah menyimpang. 3 Sebagaimana asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali. maka dia akan semakin mendapat taufiq (dalam berbagai kesimpulan dan penilaiannya) – dengan izin Allah 'Azza wa Jalla – dan beliau akan semakin dekat dengan kebenaran dengan izin Allah! 3 Oleh karenanya. Abu Ishaq al-Huwaini. yang sangat mengerti seluk beluk penyimpangan Ihya'ut Turats. Pujian ini bukan diucapkan karena sebab kefanatikan ataupun dalam rangka mengagungkan beliau. 4 2 Seperti Abul Hasan dan 'Ali Hasan al-Halabi yang masih dibela oleh sebagian pihak dari kalangan ulama. 'Abdurrahman 'Abdul Khaliq.mengetahuinya dan mengira bahwa gerombolan tersebut berada di atas al-Haq. dan para ulama sunnah lainnya. Abul Hasan al-Ma'ribi. Bukan seperti yang diucapkan oleh para Halabiyyun. dan asy-Syaikh al-'Utsaimin. 2 Bagaimana sikap seorang salafi terhadap para ulama yang seperti ini? Sikapku adalah aku harus bisa membedakan para masyaikh salafiyyin. al-Maghrawi. dan tidak. Tidaklah beliau mengkritisi seseorang kecuali akan didapatkan – insya Allah – persis sebagaimana yang telah beliau terangkan. sama sekali tidak. dan yang lainnya. bahwa pujian para ulama terhadap asy- 11 . yang ternyata adalah para pengusung kebatilan). asy-Syaikh Rabi’ misalnya. asy-Syaikh Ahmad an- Najmi. seluruh ulama salafiyyin telah mempersaksikan bahwa beliau adalah seorang yang banyak berkecimpung dan mengenal seluk beluk hizbiyyah. 'Ali Hasan al- Halabi. asy-Syaikh 'Ubaid al-Jabiri.

dan beliau sangat kenal dengan uslub-uslub mereka. dan aku tidak tahu tentang kondisi orang ini. Dengan itu. Sehingga seringnya beliau adalah orang yang mendapatkan taufiq (selalu tepat dalam bantahan-bantahannya) berkat fadhilah yang Allah l anugerahkan. Ada pula cara mereka mementahkan berbagai rekomendasi dan dukungan para ulama kibar terhadap manhaj asy-Syaikh Rabi dan bantahan-bantahan beliau terhadap ahlul bid'ah. 5 Syaikh Rabi' tersebut adalah pujian-pujian yang sudah lama. namun para ulama telah menulis tentang 12 . 5 Mengingatkan kita pada surat-surat asy-Syaikh Bin Baz kepada asy-Syaikh Rabi' yang meminta kepada beliau membantah kebatilan ahlul batil. para Halabiyun ingin mengesankan kepada umat. bahwa manhaj asy-Syaikh Rabi' tidak didukung oleh para ulama Kibar. inilah bualan-bualan mereka dalam rangka menafikan berbagai dukungan para ulama terhadap asy-Syaikh Rabi' dan manhaj beliau dalam membantah dan mentahdzir ahlul bid'ah. sangat berpengalaman. dan lain sebagainya! Asy-Syaikh Rabi' telah terjun langsung dalam permasalahan ini. berinteraksi langsung dengan mereka (para ahlul batil dan ahlul bid'ah). baik dari kalangan hizbiyyin. beliau mengarahkan si penanya untuk merujuk beberapa kitab ulama tentang hal itu. Atau pujian tersebut sifatnya global. shufiyyin. Mengapa para ulama mengatakan tentang asy-Syaikh Rabi‟. Subhanallah. “Penelitianku terhadap karya-karya tulis Sayyid Quthb sedikit. yaitu dengan mengatakan bahwa pujian-pujian tersebut tidak menjadikan asy-Syaikh Rabi' ma'shum. Sebagaimana dalam jawaban beliau berikut ini. Juga pengakuan asy-Syaikh al-'Utsaimin ketika beliau ditanya tentang kesesatan Sayyid Quthb. di antaranya karya asy-Syaikh Rabi‟. bahwa beliau adalah orang yang mendapatkan taufiq dan tepat dalam bantahan-bantahannya terhadap Ahlul Bid‟ah ? Tentu saja para ulama tersebut mengatakan demikian tidak lain disebabkan karena asy-Syaikh Rabi‟ banyak berkecimpung membantah Ahlul Bid‟ah dengan berbagai macam bentuk bid'ah dan kesesatan mereka. rafidhah.

Kami menganggap para ulama tersebut demikian dan tidaklah kami mentazkiyah seorang pun atas nama Allah. Namun.” Tentunya hal ini menunjukkan ketsiqahan (kepercayaan) beliau terhadap ilmu. seperti yang ditulis oleh asy-Syaikh „Abdullah ad- Duwaisy v. terjawablah semua syubhat yang terlontar di tengah-tengah Salafiyyin. maka engkau akan mengetahui bahwa para ulama yang telah mentazkiyah (memuji) sebagian orang yang telah terkena Jarh. bagaimana mereka (para masyaikh salafiyun tersebut) memuji sebagian orang yang telah menyimpang. barangsiapa yang ingin merujuknya maka silakan merujuknya. aqidah. “Bahwa para masyaikh Salafiyyun tersebut. tidak ada seorangpun yang berada di atas sunnah yang mencela mereka. Syubhat yang muncul dalam selorohan “Bahwa Si Fulan yang telah di-jarh (dicerca) oleh ulama. Karena ulama tersebut lebih sedikit penelitiannya dalam masalah-masalah seperti ini (yakni terhadap kondisi orang- orang yang terkena Jarh). sehingga terkadang sebagian permasalahan tersebut tersamarkan atas mereka”.” Maka dikatakan. 13 . Dengan kaidah ini. Bukan karena para ulama (yang memuji tersebut) sepakat/setuju dengan para ahlul bid‟ah.manhaj dan akhlaq asy-Syaikh Rabi‟. maka sesungguhnya ulama tersebut tidak mengetahui dengan jelas hakekat kondisi orang itu. dan saudara kami asy-Syaikh Rabi‟ al-Madkhali telah menulis berbagai catatan (kritikan) terhadap kitabnya di bidang tafsir dan yang lainnya. yang telah dibantah oleh sebagian ulama yang lain?" Jawabannya: “Apabila engkau menerapkan kaidah di atas. Para sesuatu yang berhubungan dengan karyanya di bidang tafsir “Fii Zhilal al- Qur‟an” dan mereka telah menulis berbagai catatan (kritikan) terhadap kitabnya di bidang tafsir tersebut. tidak sama sekali. kenyataannya dipuji oleh sebagian ulama salafiyyin lainnya.

6 Sehingga sebagian masyaikh pun terkadang membela mereka (para tokoh menyimpang/ahlul batil tersebut) karena para ulama tersebut mengira bahwa mereka memang terzhalimi. dan bahwa mereka masih berjalan di atas al-Haq. dan bahwa segala tuduhan terhadapnya adalah tidak benar. dan bahwa mereka terzhalimi (dengan adanya berbagai tuduhan).ulama adalah orang yang paling jauh dari bid‟ah. sehingga tampak jelas berbagai kebatilan mereka di hadapan umat. dan menunjukkan bahwa mereka menginginkan al-Haq. Menampakkan sunnah. Kasih Sayang dan Cinta yang Mendalam kepada Salafiyyin dan Ulama Salafiyyin Merupakan Rambu-rambu yang Penting untuk Membedakan Orang yang Jujur dan Pendusta dalam Berpegang Teguhnya Dia kepada Manhaj Salaf 6 Demikianlah. Oleh karena itu. Namun ahlul bid‟ah hadir bersimpuh di hadapan sebagian para ulama. apabila kita telah mengetahui kaidah ini. yang belum mengetahui kondisi mereka sebenarnya. 14 . yang dilakukan oleh sebagai tokoh menyimpang/ahlul bid'ah. tatkala ulama sunnah tampil membongkar kedok-kedok dan membantah syubhat- syubhat mereka. kemudian menangis dengan air mata buaya. maka kita berhasil melewati banyak dari berbagai musykilah (kerumitan) yang ada. Mereka sok menampilkan sunnah di hadapan para ulama tersebut. Maka mereka datang kepada ulama lainnya. dan mengesankan bahwa dirinya selama ini terzhalimi.

sesungguhnya tidak akan bisa tersembunyi dari kami kecenderungan/kecintaannya. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian Salaf. dan ia tidak suka kalau nama-nama para ulama Salafiyyin disebutkan. Sehingga apabila ada seseorang yang mengaku sebagai seorang Salafy. namun kita dapatkan pada dirinya tidak pernah menyebutkan para ulama Salafiyyin. bahkan kita dapati terkadang ia mencela para masyaikh Salafiyyin. baik dalam perkara yang zhahir/tampak ataupun tersembunyi. dan dirinya diliputi niatan yang tidak terpuji. Ini merupakan salah satu kaidah penting: Fitnah Itu Apabila telah Datang maka Masuk padanya Semua Manusia dengan Berbagai Kebohongan. ia memiliki kebencian terselubung. tidak pernah menyebutkan para da‟i salafiyyin. “Barangsiapa yang menyamarkan bid‟ahnya atas kami. dan Tidaklah Bisa 15 . Engkau akan sering temui seorang yang memiliki ulfah akan selalu tulus dan selalu merasa cocok dengannya. dia akan cenderung kepadanya karena sebagai bentuk rasa cinta dan kasih sayangnya kepada ungkapan dan orang-orang yang mengungkapkannya. Ini adalah tanda yang sangat jelas menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang yang buruk.” Kecenderungan/kecintaan (ulfah) itu akan terlihat ketika dia merasa gembira dengan suatu ungkapan yang muncul. inilah arti ulfah.

dan hendaknya dia meninggalkannya. burhan (bukti). Jangan menyibukkan dirinya dalam gelombang fitnah. Apabila Fitnah Itu telah Berlalu (karena dipadamkan oleh para ulama) maka Semua Manusia akan Mengenalinya. bergabunglah di belakang barisan ulama kibar. tidak pula ilmu. Jangan ia berbicara tentang fitnah.Mengenali Fitnah Tersebut kecuali Ulama. dan dia tidak memaksudkan itu. Mengapa demikian? Dikarenakan fitnah itu akan masuk padanya semua pihak untuk membuat kebohongan. Lalu bagaimana jalan keluar dari fitnah ? Menjauhlah dirimu dari fitnah. karena Akibat- akibatnya yang Sangat Jelek Kaidah ini mengisyaratkan kepada Manhaj yang sangat penting dalam menyikapi fitnah yang terjadi. Terkadang dengan keterlibatannya dalam fitnah tersebut. Jangan kamu terjunkan dirimu dalam 16 . seseorang justru menjadi pendukung kebatilan dan memerangi kebenaran tanpa dia sadari. Turut terlibat dalam fitnah tersebut membuat waktu tersia-siakan. kemudian hendaknya ia berpegang dengannya. Yaitu hendaknya seorang muslim menjauhkan diri dari berbagai fitnah dengan cara senantiasa bergabung dibelakang barisan para ulama kibar. Hendaknya dia melihat bimbingan para ulama kibar tentang fitnah- fitnah. tanpa dilandasi hujjah (argumentasi).

Misalnya ketika terjadi Fitnah Hajuriyah atau Fitnah Halabiyyah janganlah lancang ikut-ikutan berbicara dan menilai dengan pendapat masing-masing. Cukuplah bagimu bimbingan Ulama Kibar dalam mengenali fitnah. Allahul Musta'an. jangan mengikuti jejak fitnah. 7 Berhati-hatilah engkau. Serahkanlah urusan fitnah kepada Ulama Kibar. Oleh karenanya engkau akan temui.fitnah. Namun lihat dan dengarlah bagaimana bimbingan ulama kibar dalam masalah ini. yaitu dengan suatu kaidah yang telah ditetapkan dan dikenal. dia masih mengatakan bahwa dirinya tidak ikut-ikutan fitnah. dia tidak mau tahu bimbingan. dan nasehat para ulama kibar. Sampaikanlah kepada umat fatwa dan nasehat para ulama kibar tersebut. Ada sebagian pihak. mereka yang akan mengupasnya. Ketika disampaikan bahwa ulama kibar telah berfatwa dan mentahdzir dari fitnah tersebut. Namun sayang. 17 . Ketika para ulama kibar telah memberikan penilaian dan tahdzir dari bahaya Fitnah Hajuriyah dan Fitnah Halabiyyah tersebut. akan tetapi perlu selalu kita mengulanginya dan kembali meyebutkannya: 7 Artinya kita berbicara sebagaimana para ulama kibar telah menyimpulkan dan jangan melancanginya. Saya nasehatkan kepada diri saya pribadi dan kepada saudara- saudaraku. Suatu sikap yang justru membingungkan umat dan menimbulkan fitnah baru. Masalah fitnah biarlah para ulama yang berhak berbicara. jangan pula sok untuk berbicara tentang fitnah. yang mengatakan bahwa dirinya tidak mau turut campur dalam fitnah. adalah tampilnya mereka dalam keruwetan dan tidak menjauhkan diri darinya. jangan turut menyalakan fitnah. maka ikuti dan pegang erat nasehat tersebut. di antara sebab yang menjerumuskan sebagian generasi muda dan para da‟i dalam kubangan fitnah. fatwa. Tidak pula dia mau menukilkan dan menyampaikan bimbingan dan fatwa ulama kibar kepada umat.

kemudian dia memecahkan diri dari Salafiyyin. Kemudian. Hendaknya Menjauh dari Orang yang tidak Jelas Beserta Orang-orang yang telah Mendapatkan Tahdzir. Hendaknya selalu Bergabung dalam Barisan Ulama Salafiyyin. yang sebenarnya ia bukanlah seorang salafi.pent). namun berpenampilan salafi. ia akan memilih air yang bersih jernih sehingga ia tidak terserang penyakit karena kotornya air yang diminumnya. atau di sisi seoorang yang direkomendasi ulama salafiyyin. dan Menjauhkan Diri dari Ahlul Bid’ah dan Ahlul Ahwa’. saya menuntut ilmu di sisi para Ulama Salafiyyin. berdakwah kepada manhaj salaf idan tidak sedikitpun didapatkan padanya tahdzir. (dan sebenarnya pecahan-pecahan tersebut. Karena sebagian generasi muda Salafiyyin terkadang berada di sekitar seseorang. dikenal nyata sebagai seorang Salafy. atau kepada orang yang memang jelas. berupa berbagai fitnah dan petaka. Ini juga merupakan salah satu kaidah penting. dan jadilah barisan Salafiyyin di daerah tersebut terpecah menjadi dua bagian atau bahkan lebih. dan Orang-orang yang Tampak dari Sela-sela Ucapannya Sesuatu yang Menunjukkan tidak ada Kecenderungan kepada Salafiyyin Ini adalah perkara yang sangat penting. karena kita yakin bahwa seseorang jika ingin meminum air. tidak bisa lagi dianggap sebagai salafy. Ataupun Orang-orang yang Tampak darinya Permusuhan terhadap Ulama Salafiyyin. sehingga dia pun "membina" (para pemuda tersebut) kepada apa yang dia maukan. 18 . mengapa saya justru ikut campur dalam urusan ini ? Sesungguhnya. Para pemuda berkerumun disekitar orang tersebut. Setelah mapan.

dan para ulama juga tengah menjelaskan kesalahan-kesalahan dan ketergelincirannya. meskipun sekilas ia menampilkan as-Sunnah. karena seseorang membutuhkan ilmu terus-menerus. Akan tetapi permasalahannya adalah apabila ia tidak menjauh dari orang-orang yang menampakkan perkara-perkara yang rancu membingungkan. Hal ini lebih selamat untuk ditempuh agar terhindar dari berbagai penyakit hati dan syubhat. kitab-kitabnya. yang lebih selamat dan lebih utama bagi seseorang adalah menjauhi tokoh-tokoh seperti mereka itu. Maka menyikapi tokoh-tokoh yang seperti itu. Namun para ulama sedang membantahnya. Sebagaimana ungkapan yang dituturkan oleh Ahlul Ilmi. dan lebih penting daripada makanan dan minuman. Seorang Salafy harus menjauh dari Ahlul bid‟ah yang sesat. Oleh karenanya banyak ditemui dari generasi muda dan para da‟i yang menyimpang dan tersesat karena sebab tidak memperhatikan mengikuti kaidah ini. “Pada (hadits) yang shahih itu sudah terdapat kecukupan (tidak butuh lagi) kepada (hadits) yang dha'if.” Demikian juga yang kita katakan. Tidak butuh pula dengan orang-orang yang sudah 19 . demikian juga dengan ilmu. rekaman-rekamannya itu terdapat kecukupan dan tidak butuh lagi kepada Ahlul Bid’ah serta Ahlul Ahwa’. Terhindarkan dari terjerumusnya dalam fitnah. Sesungguhnya mengambil ilmu yang jernih dari Ahlul Ilmi yang dikenal beningnya dalam manhaj dan aqidah ini merupakan suatu kewajiban secara syar‟i. ini sudah sangat gamblang. Maka kita katakan. tidak pula ia menjauh dari orang-orang yang sudah terkena tahdzir dari sisi ulama. Sesungguhnya Ilmu jauh lebih penting dari air. menuntutnya untur rujuk dari kebathilan. “Pada para ulama Salafiyyin.

serta tidak membutuhkan orang-orang yang tidak berprinsip dan tidak punya pendirian (dalam bermanhaj). maka Dirinya Masuk Kategori “kabir” (orang- orang besar). Sehingga ilmu diambil dari golongan pertama diatas. Sungguh. dan tidak diambil dari golongan kedua. kita tidak main-main padanya. meskipun dirinya merasa memiliki ilmu yang luas." Kita tidak membutuhkan mereka. Kaidah ini saling berkaitan erat dengan Kaidah berikutnya : Hendaknya kita ketahui bersama bahwa: Orang-orang yang Berada di atas al-haq (Kebenaran) dan Berpegang Teguh dengannya. tinggalkan fitnah dan segala yang bisa memunculkan fitnah pada dirinya. meskipun ilmunya banyak. dan lain sebagainya.terkena Jarh. Setiap orang akan bertanggung jawab atas perkara ini. Seorang yang Berada di atas Sunnah dan Berpegang Teguh dengannya serta Berjalan di atas Manhaj Salafy maka Dirinya Masuk Kategori “kabir” dengan al-haq yang Ia Berjalan di atasnya. Dia Berada di atas Kebaikan yang Sangat Agung –biidznillah ta’ala-. dan tetap bertahan di atas kebatiilannya maka ia “Shagir” (orang kecil/rendahan). Ilmu diambil dari orang yang 20 . memusuhi. ini adalah Agama Allah. Hendaknya dia tinggalkan fanatisme terhadap tokoh- tokoh tertentu. Adapun barangsiapa yang menyelisihi al-haq.

padahal saudara kita ini meskipun memiliki kesalahan-kesalahan. aku nasehatkan diriku dan saudara-saudaraku berpegang dengannya: Masing-masing Orang Hendaknya Instrospeksi atas Diri Pribadinya. masih memungkinkan untuk 21 . Dirinya tampil berbicara seakan-akan sedang memperjuangkan Manhaj Salaf. sungguh Allah pasti mengetahuinya. syaithan mendatangi salah seorang di antara kita. dan dia mengetahui apabila dirinya mau berdusta ataupun menampakkan sesuatu berbeda dengan yang ada dalam dirinya. Maka hendaknya seseorang berusaha meluruskan niatnya. tidak boleh mendzhalimi saudaranya. kemudian syaithan menjadikan dirinya ikut campur mengomentari berbagai ucapan. Ini merupakan kaidah yang penting. mengingkat pengawasan Allah k terhadapnya. Baik dalam Ucapan ataupun Perbuatannya Terkadang.berada di atas al-Haq dan tidak diambil dari orang yang menyimpang dari al-Haq. sehingga dirinya lancara berbicara tentang beberapa orang ataupun mengomentari saudara-saudaranya karena ingin membalas dalam perkara-perkara yang dilatarbelakangi kepentingan pribadi. membantahnya. mereka beramai-ramai menyerang seseorang. Sering kita temui dalam berbagai fitnah yang muncul di tengah-tengah Salafiyyin.

tapi tanpa dia sadari terseret kepada bid'ah-bid'ah halabiyyin. enggan menyambut al-Haq. 22 . dirinya tidak mau mempelajari Ilmu. ataupun dicela yang justru akan mengakibatkan dirinya keluar dari lingkaran Salafiyyah. bertahan di atas kebatilan. di antaranya berkumpul di situs Kulassalafiyeen. ini adalah ciri-ciri orang yang menyimpang dan menjauh dari al-Haq seperti 'Ali al-Halaby dan para pengikutnya. Ilmu Banyak kita dapatkan di tengah-tengah Salafiyyin. Demikian pula cara kita bermuamalah bersama sebagian Salafiyyin yang menampakkan ketulusan mencari al-Haq. dia akan mudah menerima. Atau masih kagum dengan penulis Madarikun Nazhar. Demikian cara kita bermuamalah dalam perkara fitnah yang menyebabkan sebagian salafiyyin terjatuh didalamnya. Apabila dijelaskan siapa 'Ali al-Halabi dan tokoh semisalnya. 8 Adapun jika yang kita hadapi adalah orang-orang yang menampakkan permusuhan. 9 Para pengikut fanatik 'Ali al-Halabi. yang menginginkan kebenaran dan kebaikan. Enggan membaca bimbingan ilmu dari 8 Yakni misalnya saudara-saudara kitab Salafiyyin Ahlus Sunnah. Dirinya masih bisa diluruskan dengan etika yang baik tanpa harus disikapi dengan keras.dinasehati dengan hikmah dan lemah lembut. 9 Di antara prinsip penting dalam permasalahan ini: Ilmu. Namun saudara-saudara kita Salafiyin tersebut adalah orang-orang yang sangat bisa menerima nasehat. seorang salafy akan tetapi tidak menghadapkan dirinya mencari ilmu. Masih menaruh respek terhadap 'Ali al-Halabi karena kitab-kitabnya yang banyak.

hawa nafsu yang dituruti. 3039. Bahkan dia justru mengatakan kepadamu. tapi menurut saya pribadi justru begini…”.para Ulama Kibar. Dengan ilmu kita bisa mengenali mana yang Haq dan mana yang batil beserta perinciannya. dan kebanggaan terhadap diri pribadi”. Dengan Ilmu engkau bisa tahu bagaimana menyikapi berbagai kejadian dan permasalahan yang terjadi. Dihasankan oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami' ash-Shaghir no. Sebagaimana disebutkan dalam Hadits dari shahabat Anas bin Malik. karya al-Baihaqi. tidak mendengarkan rekaman-rekaman Ulama. 23 . dia tidak mau mendengarkan. dari Nabi n: ‫اب ا َد ْر ِء بِـَ ْػ ِس ِه‬ ُ ‫ َولِ ْظ َج‬،‫اع‬ ٌ ‫َث ُم ْفؾِؽ‬ ٌ ‫ َو ُص ٌّح ُم َط‬،‫ َه َوى ُم َّت َب ٌع‬: ‫َات‬ ٌ ‫َثال‬ “Tiga perkara yang membinasakan. Dengan sebab ilmu –biidznillah. dari shahabat Anas bin Malik. “Ah tidak begitu. ataupun mengikuti hawa nafsu.akan membuahkan Rasa Takut kepada Allah. rakus yang ditaati.” 10 Syu'abul Iman (745). dan berbangga dengan hasil pemikiran pribadi. “Kamu itu siapa? Sok bisa ikut berpendapat. sungguh kita sangat amat membutuhkannya. 10 Seandainya engkau katakan kepadanya kalimat berupa nasehat. Ilmu. asal muasal kemunculannya disebabkan kejahilan dari Ilmu Syar‟i. Banyak permasalahan yang timbul di tengah-tengah Salafiyyin. Dengan ilmu engkau mengetahui bagaimana beribadah kepada Allah.

meskipun sebenarnya masih banyak sekali yang harus disampaikan. melimpahkan taufiq kepada kita di atas al-Haq. menjauhkan diri kita dari segala bentuk perselisihan. Baik Ilmu terkait dengan bantahan (terhadap kebatilan dan ahlul batil). meskipun yang lebih layak justru diletakkan sebagai kaidah yang pertama. Aku tutup dengan kaidah yang terakhir. Apa kamu punya ilmu untuk bisa menjaga dirimu sendiri dari segala jenis ketergelinciran dan penyimpangan? Tidak akan kita dapatkan (orang yang memiliki salah satu sifat dari tiga sifat diatas yang mau menerima nasehat. Kita harus memohon kepada Allah pada perkara-perkara seperti ini.pent) kecuali orang yang Allah rahmati. dan semoga Allah menunjukkan kita ke jalan yang lurus. Ilmu berada pada posisi penting dalam Manhaj Salafy. yaitu: Ikhlas kepada Allah Menghadapkan wajah hanya kepada-Nya dengan kita memanjatkan do‟a agar dijauhkan dari berbagai fitnah. sesungguhnya Nabi n memohon perlindungan kepada Allah dari sifat nifaq dan penyimpangan. 24 . Akan tetapi karena kita semua sudah mengetahuinya. Beliau n selalu memohon ketegaran. Ilmu dalam pembahasan Tauhid dan Fiqih atau ilmu lainnya yang menyangkut dengan peribadatan yang diamalkan oleh seorang muslim kepada Rabbnya setiap hari. Maka. Aku tutup pembicaraanku.

Pencipta langit dan bumi. Bahkan dia merangsek maju dengan berangan-angan untuk bisa merubah keadaan. jangan. Berikanlah petunjuk kepadaku atas perkara yang Haq ketika diperselisihkan -dengan izinmu-. sesungguhnya Engkau Ya Allah memberikan petunjuk kepada siapapun yang Engkau kehendaki. Engkau menghukumi antara hamba-hamba-Mu dalam perkara yang mereka berselisih padanya. Beliau n berdoa sebagaimana disebutkan dalam hadits : ٍ ‫َّك ََت ِدي من ت ََشاء لِ َػ ِِص‬ ِ ِ ِ ِ َ ِ‫اختُؾ‬ ُ ‫اِ ْه ِد ِِن َدِا‬ ‫اط‬ َ ُ ْ َ ْ َ ‫ لِك‬،‫حل ِّق بِنِ ْذك َك‬ َ ‫ف ؾقه م َن ا‬ ‫ُم ْست َِؼ ْق ٍم‬ “Berikanlah petunjuk kepadaku atas perkara yang Haq ketika diperselisihkan -dengan izinmu-. Permasalahannya bukanlah sekedar angan-angan. jangan demikian. Fitnah adalah 11 HR. dari Ummul Mukmin 'Aisyah x. Jangan kalian berangan-angan untuk bisa bertemu musuh. Mikail. Muslim 1847. Selengkapnya doa tersebut adalah: "Ya Allah Rabb-nya malaikat Jibril. Maha Mengetahui perkara yang ghaib dan yang tampak. sesungguhnya Engkau Ya Allah memberikan petunjuk kepada siapapun yang Engkau kehendaki”. membantah…." 25 . dan Israfil.. mengerjakan ini dan itu.11 Jikalau kita perhatikan sebagian Salafiyyin. kita dapati sebagian mereka tidak menghadapkan wajah kepada Allah untuk meminta permohonan agar diselamatkan dari berbagai fitnah. Doa ini diucapkan dalam doa istiftah dalam shalat.

Tidak memohon kepada Allah agar dikokohkan di atas al-haq. ‫ وظذ آفه وصحبه أمجعغ‬،‫وصذ اهلل وشؾم ظذ كبقـا حمؿد‬ 26 . agar menghadapkan wajah- Nya kepada Allah. Aku memohon kepada Allah l agar memberikan manfaat kepada diri saya pribadi dan kalian semua dengan apa yang telah kita ucapkan dan dan kita dengarkan. maka hendaknya dia tegar dan kokoh di atas al-Haq dengan cara senantiasa bersama Ulama Kibar dan menjauh dari fitnah serta tidak ikut menceburkan diri padanya. yang jauh dan menjauhkan dari kebatilan. Akan tetapi bila ternyata dia bertemu musuh.musuh kita. sebagiamana telah lalu penjelasannya. memohon agar diberikan petunjuk di atas al-Haq dan kokoh di atas kebenaran. Wajib atas salafiyyin semuanya. tidak meminta kepada Allah agar menjadikan dirinya termasuk orang-orang yang mengamalkan al-haq. Seseorang janganlah berangan-angan untuk bisa bertemu dengan musuh. Tidaklah diragukan lagi bahwa sikap seperti ini merupakan celaan. Semoga Allah jadikan rangkaian kata ini sebagai hujjah pembela kita di hadapan Allah l dan bukan menjadi penghujat atas diri-diri kita semua. Namun apabila dia berangan-angan maka ini sikap dan tindakan yang buruk.

Sebagaimana dalam firman Allah: ‫ﭿﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ﭾ‬ “Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat. Perkara yang berat itu tidak disukai oleh manusia.” (al-Muzzammil : 5). Tidak semua orang mampu mengemban tugas yang berat. Sementara al-Haq itu berat. Kokoh dan Teguh di atas as-Salafiyyah Nasehat Sangat Menyentuh Hati Dari asy-Syaikh Abu „Utsman Muhammad al-‟Anjari y ‫ صذ اهلل‬،‫ وافصالة وافسالم ظذ رشول اهلل حمؿد‬،‫ واحلؿد هلل‬،‫بسم اهلل‬ ،‫ظؾقه وظذ آفه وصحبه وشؾم‬ As-Salafiyyah itu berat. ‫ار ِه‬ ِ ‫الـَّ ُة بِادَْ َؽ‬ َ ْ ‫ُح َّػ ْت‬ 27 .

bahkan juga turut menyatakannya. Berapa banyak kita mendengar dulu orang-orang mengingkari kita (salafiyyin) atas bantahan-bantahan terhadap 'Ajil an-Nasymi (salah satu tokoh ahli bid'ah). dan penyakitnya tersebut!! As-Salafiyyah itu bersih dari penyakit-penyakit. Dulu orang-orang menjelek-jelekkan (bantahan terhadap ahlul batil). dan keteguhan. Dan furqan itu tanggung jawab yang berat. serta memohon kepada Allah jalla wa „ala. atau ambisi-ambisi duniawi maka ketauhilah bahwa manhaj yang haq ini tidak cocok untuk merealisasikan ambisi. harta. namun kini mereka mau menerima pernyataan tersebut. dan perselisihan antara kita (salafiyyin) dengan Ihyaut Turats adalah perselisihan aqidah! Dulu banyak orang mengingkari pernyataan ini. bahkan di hadapan negara-negara? Sungguh ini adalah tanggung jawab yang sangat berat wahai saudaraku! Tidak ada cara (agar mampu mengembannya) kecuali dengan bersabar. Namun hari ini bantahan (terhadap ahlul batil) menjadi materi yang tersebar. kepentingan. kita katakan bahwa manhaj „Abdurrahman Abdul Khaliq adalah manhaj yang menyimpang dari manhajnya Nabi Muhammad dan para shahabatnya. “Al-Jannah (surga) itu dikelilingi oleh hal-hal yang dibenci. 28 . Berapa banyak orang yang dulu kita tahdzir (peringatkan) dari bahaya Ihyaut Turats.” (at-Tirmidzi 2559. As- salafiyyah itu mengharuskan adanya furqan (pembeda) yang jelas. yakni 10 tahun yang lalu atau lebih. Harus teguh di atas jalan ini. Semua orang tahu furqan dengan mereka (para ahli batil). shahih) Maka orang yang ingin menjadikan agama ini sebagai tangga untuk meraih kedudukan. namun mampukah dia mengangkat bendera as-Salafiyyah ini di hadapan lawan-lawan dan musuh-musuh serta kelompok-kelompok sesat.

sedang malaikat berbaris- baris. Demikian juga dengan masalah-masalah lainnya. 20 atau 40 tahun lagi. Dan pada hari itu diperlihatkan. ‫ﭿ ﯢ ﯣ ﯤﯥ ﯦ ﯧ ﯨ ﯩﯪ ﯫ ﯬ ﯭﯮ‬ ‫ﯯ ﯰﭾ‬ “Jangan (berbuat demikian). umat manusia mencela 'Ajil (karena umat bisa menerima bantahan-bantahan tersebut). baik sikap keterlaluan terhadap penguasa.. Taruhannya adalah jannah atau neraka wahai saudaraku!! Masalah ini bukan urusan dunia. Maka permasalahan ini (manhaj).” 29 . Jika mereka di atas sunnah. Maka kita (salafiyyin) bergembira dengan itu semua (penerimaan umat terhadap dakwah salafiyyah). dan datanglah Rabbmu. maka kebinasaan baginya. Kita memohon kepada Allah hidayah untuknya. Ini adalah masalah taqarrub kepada Allah. dan banyak masalah lainnya. Kita memohon kepada Allah taufiq untuk mereka. merupakan masalah aqidah dan agama. Apabila bumi digoncangkan berturut-turut. karena dia menginginkan negeri akhirat. sebagaimana ayah- ayah dan kakek-kakek kita yang telah meninggalkan dunia ini. Berapa lama lagi kita tinggal di dunia. Al- Haq. setelah itu selesai kita bertolak dari dunia ini.Kini mereka juga membantah 'Ajil. yang sebelumnya mereka mengingkari bantahan tersebut (dengan mengatakan) "' (kenapa) Ajil kalian cela!!" Namun hari ini. bagi seorang sunni (ahlussunnah). Adapun orang yang menginginkan sesuatu untuk dirinya. jika diucapkan oleh siapapun maka dia bergembira dengannya.

Diperlihatkan apa? ‫ﭿ ﯱﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ ﭾ‬ “. dan pada hari itu ingatlah manusia. Apakah kamu ingin bersama mereka para keluarga dekat kelompok-kelompok/partai-partai politik “islamiyyah”. pada hari itu apakah kamu berada di atas furqan yang jelas? Apakah kamu berada di as-salafiyyah yang bersih dan murni serta jelas. shahih) As-Salafiyyah itu mahal. sebagaimana nama tersebut disematkan oleh asy-Syaikh al-Fadhil Ahmad as-Sabi‟i hafizhahullah? Tampilan luarnya salafiyyah. Engkau bebas memilih..”(at- Tirmidzi 2450.” (Al-Fajr: 21- 23) Di sinilah. ingin jadi pengikut Ihyaut Turats maka silakan. namun pada hakekatnya adalah bithanah (keluarga/ teman dekat) kelompok-kelompok/ partai- partai politik “islamiyyah”. Dan hal ini telah diucapkan oleh Muhammad n: ‫َأ َٓ لِ َّن ِش ْؾ َع َة اهللَِّ َؽاف ِ َقة‬ “Ketahuilah bahwa barang dagangan Allah itu mahal. Maka jalan yang jelas ini merupakan beban yang sangat berat. tidak tercampur dengan kesamaran dan ambisi-ambisi? Jalan yang sangat jelas.. Kokoh terus di atas jalan ini sampai mati merupakan beban yang sangat berat. Jika kamu ingin jadi Ikhwanul Muslimin maka silakan.neraka Jahannam. Namun ingat: 30 . akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.

net/forums/index. ‫ﭿﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ ﭾ‬ “Tidaklah keluar (dari lisannya) satu ucapanpun kecuali di sisinya ada raqib dan „atid. dan Kami keluarkan untuknya pada hari Kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.“Ketahuilah bahwa barang dagangan Allah itu mahal.” !! http://www.php?showtopic=139922 31 . meskipun merupakan beban yang sangat berat. cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadap dirimu sendiri”. penglihatan. “Bacalah kitabmu. dan hati semua itu akan dimintai pertanggung jawaban” (!!) (Al-Isra’: 36) ‫ﭿ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ‬ ‫ﮪﮫﮬﮭﮮ ﮯ ﮰﮱ﮲﮳ ﮴ﭾ‬ “dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya.(al- Isra’: 13-14) Sungguh as-salafiyyah adalah kebanggaan.sahab. as-salafiyyah adalah „izzah(kemuliaan).” (Qaf: 18) Dan ingat pula: ‫ﭿﯷ ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ ﯿ ﭾ‬ “Sesungguhnya pendengaran.

1‬‬ ‫ٍ‬ ‫ظرض من افدكقا‬ ‫مال أو‬ ‫ؾافذى يريد أن جيعل افدين شؾم فؾوصول ٍ‬ ‫لاه أو ٍ‬ ‫فن يؽون هذا ادـفج مواؾق فطوحماته وؽاياته وأمراضه ‪ ،‬ؾافسؾػقة كؼقة من‬ ‫إمراض ‪ ،‬وافسؾػقة َيؾزم مـفا افػرؿان ادبغ ‪ 3‬وافػرؿان ُمؽؾف ‪ ،‬افؽل‬ ‫يعرف افػرؿان من همٓء وفؽن هل يستطقع أن يرؾع هذا افؾواء أمام‬ ‫اخلصوم وإظداء والامظات ‪ 3‬بل وافدول ‪ 3‬هذا محل ثؼقل يا لخوان‬ ‫وفؽن ٓ شبقل لٓ بافصز وافثبات وشمال افرب جل وظال افثبات ظذ‬ ‫هذا افطريق ‪ ،‬ـم شؿعـا من أكاس يف إمس ُيـؽر ظؾقـا افرد ظذ (ظجقل‬ ‫افـشؿي) ؿبل أـثر من ظؼ شـوات وأـثر ‪ ،‬وافقوم أصبح افرد ظذ هذا‬ ‫‪32‬‬ .‫بسم اهلل واحلؿد هلل وافصالة وافسالم ظذ رشول اهلل حمؿد صذ اهلل ظؾقه‬ ‫وظذ آفه وصحبه وشؾم‬ ‫ؿو ًٓ ِثؼ ًقال﴾[ ّ‬ ‫ادز ِّمل‪ ]5:‬وفقس ـل‬ ‫ِ‬ ‫افسؾػقة ثؼقؾة ﴿لِكّا شـ ْؾؼي ظؾ ْقك ْ‬ ‫لكسان ؿادر ظذ محل افثؼل ‪ ،‬إمر افثػقل مؽروه ظـد افـاس ‪ ،‬واحلق ثؼقل‬ ‫((حػت الـة بادؽاره )) [‪] .

‬‬ ‫‪33‬‬ .‫وأمثافه مادة شائغة ‪ ،‬ويف إمس ُيؼبح هذا افػعل من بعض افـاس ‪ ،‬ـم‬ ‫من همٓء ممن ــا كُحذر من (افساث) ([‪ )]2‬وكؼول‪ :‬أن مـفج‬ ‫(ظبدافرمحن) ([‪ )]3‬مـفج خمافف دا ـان ظؾقه حمؿد وأصحابه وأن‬ ‫اخلالف بقـا وبغ (افساث) خالف ظؼدي وـان ُيـؽر ظؾقـا هذا افؼول‬ ‫وافقوم أصبحوا يؼوفون هبذا افؼول وأصبحوا يردون ظذ (ظجقل) افع‬ ‫ـاكوا بإمس يؼول‪ :‬ظجقل تتؽؾم ؾقه!!‬ ‫افقوم أصبحوا يتؽؾؿون وؿقس ظذ أن شقليت بؿسائل ‪ :‬افغؾو بوٓة إمر‬ ‫‪ ،‬وشوط ضاظة وػ إمر لػ مسائل ظدة‪.‬‬ ‫كحن ؾرحون بذفك وكسلل اهلل هلم افتوؾقق لن ـاكوا ظذ افسـة ‪ ،‬واحلق ظـد‬ ‫افسـي لن خرج مـه أو خرج من ؽره ؾفو ؾرح ٕكه يريد دار أخرة ‪ ،‬أما‬ ‫من يريد فـػسه افقء ؾسح ًؼا فه أو كسلل اهلل فه اهلداية‪.‬‬ ‫ؾإصل أن هذه ادسلفة ظؼدية ديـقة ‪ ،‬هذه مسلفة تؼرب لػ اهلل ‪ 3‬جـة أم كار‬ ‫يا لخوان ادسلفة ما هى دكقا‪.

‫باؿقـا ـم يف هذه افدكقا ظؼين شـة أربعغ شـة؟‬ ‫﴿ـال لِذا‬ ‫ّ‬ ‫خالص كـتفى كطؾع من هذه افدكقا ـام خرج إباء وإجداد‬ ‫دـ ِ‬ ‫ّت ْإرض دـًّا دـًّا (‪ )21‬وجاء ر ّبك وادْؾك ص ًّػا ص ًّػا (‪ِ )22‬‬ ‫وجيء‬ ‫ْ‬ ‫ْرى﴾‬ ‫افذـ ٰ‬ ‫مئ ٍذ يتذـّر ْ ِ‬ ‫اْلكْسان وأك ّٰى فه ِّ‬ ‫مئ ٍذ﴾ بامذا؟ ﴿بِجفـّم ۚ يو ِ‬ ‫ْ‬ ‫يو ِ‬ ‫ْ‬ ‫[افػجر‪]23:‬‬ ‫هـا هل ــت ظذ افػرؿان ادبغ ؟‬ ‫هل ــت ظذ افسؾػقة افـؼقة افصاؾقة افواضحة ٓ صبه وٓ ليرادات وضوح‬ ‫افطريق؟‬ ‫هذا افطريق ُمؽؾف ‪ ،‬كعرف وؿد كطق بذفك حمؿد صذ اهلل ظؾقه وشؾم أٓ‬ ‫لن شؾعة اهلل ؽافقة ‪ ،‬افسؾػقة ؽافقة وافبؼاء ظذ هذا افطريق لػ ادوت أمر‬ ‫ُمؽؾف واخلقار فك ‪ ،‬واخلقار فك تريد أن تؽون من همٓء بطاكة الامظات‬ ‫افسقاشقة اْلشالمقة ـام يسؿفم ((صقخـا افػاضل أمحد افسبقعي حػظه‬ ‫‪34‬‬ .

‬‬ ‫وأؿول ؿويل هذا وأشتغػر اهلل يل وفؽم‪.‬‬ ‫قب ظتِقدٌ ﴾[ ق‪]11:‬‬ ‫ِ ِ‬ ‫ؿو ٍل لِ ّٓ فد ْيه رؿ ٌ‬ ‫ِ ِ‬ ‫وفؽن ﴿ما ي ْؾػظ م ْن ْ‬ ‫ِ‬ ‫مس ً‬ ‫ئوٓ﴾[ اْلرساء‪]36:‬‬ ‫ـل أو ٰفئك ـان ظـْه ْ‬ ‫﴿ لِ ّن ّ‬ ‫افس ْؿع وا ْفبك وا ْفػماد ّ‬ ‫قامة ـِتا ًبا ي ْؾؼاه‬ ‫وكخ ِرج فه يوم ا ْف ِؼ ِ‬ ‫ْ‬ ‫ظـؼ ِه ۚ ْ‬ ‫ضائره ِيف ِ‬ ‫ْسان أ ْفزمـاه ِ‬ ‫ْ‬ ‫﴿وـل لِك ٍ‬ ‫ّ‬ ‫ِ‬ ‫حسق ًبا﴾[‬ ‫ـػى بِـ ْػ ِسك ا ْف ْقوم ظؾ ْقك‬ ‫ْشورا (‪ )13‬ا ْؿر ْأ ِـتابك‬ ‫ٰ‬ ‫مـ ً‬ ‫اْلرساء‪]14:‬‬ ‫افسؾػقة ؾخر ‪ ،‬افسؾػقة ظزة ولن ـاكت ثؼقؾة ‪ ،‬أٓ لن شؾعة اهلل ؽافقة‪.‬‬ ‫‪35‬‬ .‬‬ ‫تريد أن تؽون تراثي فك ذفك‪.‬‬ ‫تريد أن تؽون لخوان فك ذفك‪.‫اهلل)) بطاكة الامظات افسقاشقة طاهرهم افسؾػقة وفؽن هم يف حؼقؼتفم‬ ‫ماذا؟ بطاكة فؾجامظات‪.

‬‬ ‫‪36‬‬ .‫‪[1] /‬صححه إفباِن ىف الامع افسمذي من حديث أكس رىض اهلل ظـه‬ ‫برؿم‪.‬‬ ‫‪[3] /‬يعـي افشقخ حػظه اهلل تعاػ ظبدافرمحن ظبداخلافق‪.2552 :‬‬ ‫‪[2] /‬يعـي افشقخ حػظه اهلل تعاػ مجعقة لحقاء افساث احلزبقة‪.