You are on page 1of 2

LANGKAH PENGUKURAN EMBUNG

LOKASI DI PANAMPANGAN, LINTONGNIHUTA, SIBOSA – SOMOSIR

Pelaksanaan dilapangan :
Setelah lokasi rencana embung ditentukan, maka pengukuran dimulai dengan langkah
kerja :
1.Pemasangan BM dan CP,
Pembuatan BM dan CP dilapangan sebanyak 3 pasang tiap lokasi, dipasang disekitar
rencana hempangan embung, kemudian di hulunya lebih kurang 25 m dari ujung rencana
genangan embung, sedang rencana genangan embung adalah + 10 m dari dasar sungai/alur
rencana hempangan embung ke arah hulu sungai/alur, dan ke arah hilirnya lebih kurang 500
m dari rencana hempangan embung, BM dibuat dilapangan berpasangan dengan CP, sebagai
titik arah atau target, dipasang dilokasi yang aman dari gangguan apapun dan mudah dicari.
BM(Bench Mark) dibuat dengan ukuran 20 cm x 20 cm, panjang 1m, diberi tulangan
besi dan dicor beton ditempat, sedalam 80 cm,yang muncul dipermukaan tanah 20 cm, dan
top asnya diberi baut, serta disatu bagian sisinya diberi marmar ukuran 15 cm x 15 cm,
berlambang PU, nomor BM dan nama pekerjaan, sedang CP dibuat dari Paralon 3” diberi
tulangan, sekaligus sebagai titik pusat CP tersebut, dicor beton ditempat sedalam 80 cm dan
yang muncul dipermukaan tanah 20 cm serta CP di beri nomor,kemudian BM dan CP dicat
warna biru dan di Foto untuk dijadikan Diskripsi BM dan CP.

2. Pemasangan Patok Pengukuran Polygon,Situasi dan Waterpass,
Pemasangan patok pengukuran Memanjang dan Melintang, dilakukan di daratan tepi
atas sungai atau alur, atau di tanggul kalau ada, dimulai dari rencana hempangan embung,
patok dibuat tiap 15 m kearah hulu, sampai melewati rencana genangan embung lebih
kurang 25 m kehulu,kemudian pemasangan patok ke arah hilir tiap 50 m sepanjang 500 m.
Dilanjutkan Pemasangan patok Polygon sisi luar, dimulai dari BM yang dipasang disekitar
rencana hempangan embung, meliputi seluruh areal rencana genangan embung sampai
kehulu hingga kesisi sebrang rencana hempangan embung.
Kemudian dari rencana hempangan embung, dibuat patok jalur pengukuran tiap 50 m menuju
ke desa terdekat atau kesawah, sesuai dengan rencana fungsi embung.
Untuk Patok Polygon dan Situasi, dipasang dengan jarak < 150 m bila pengukurannya dengan
alat Theodolite, dan jarak > 300 m, kalau pengukurannya dengan alat Theodolite Total Station.
Setelah patok selesai dipasang sesuai yang disyaratkan di KAK, maka pengukuran
dilaksanakan :
1.Pengukuran Polygon,
Pengukuran Polygon dilaksanakan dengan alat ukur Theodolite Total
Station, dilakukan pengukuran Polygon tertutup, untuk mendapatkan ketelitian
kontrol Horizontal yang maksimal, jalur pengukuran dibuat 2 loop/Kring,
Loop 1, “jalur Pengukuran Polygonnya dimulai dari BM.1 bergerak disisi kanan luar
sungai/alur dan mengikat ke BM.0 yang di pasang di hulu sungai/alur, lewat batas
rencana genangan embung, dilanjutkan dijalur sungai/alur dan mengikat ke BM.1”.
Loop 2, “jalur pengukuran Polygon dimulai dari BM.0 bergerak disisi kiri sungai/alur
sampai mengikat ke BM.1”, dan diteruskan kehilir sungai hingga ngikat ke BM.2,
Kemudian dari BM.1 pengukuran Polygon dilakukan sampai ke desa terdekat atau ke
sawah sesuai rencana fungsi embung.

3.Pengukuran Waterpass. Hasil data Polygon dari lapangan.” Loop 2. “dimulai dari BM.0 bergerak disisi kiri sungai/alur hingga mengikat ke BM.1 sampai ke desa terdekat atau sawah sesuai fungsi embung. dan 3 m di daerah curam. Demikianlah usulan langkah pengukuran yang akan dilaksanakan ini dilaporkan.sedang kekiri dan kekanannya lebih kurang 50 s/d 75 m dari tebing atas sungai/alur. dilakukan disepanjang jalur pengukuran Polygon sisi luar. diamati menggunakan GPS Geodetik dan diikatkan ke BM dan CP yang dipasang disetiap embung. Referensi Awal. dari tebing atas sungai/alur kesisi luar lebih kurang 100 m. “dimulai dari BM. sedang pengambilan titik detailnya maksimal 10 m didaerah datar. Semua Pengukuran dilakukan sesuai yang disyaratkan di KAK. kemudian dilanjutkan dari BM. meliputi seluruh areal genangan. bila TTG tidak ditemukan. dari rencana jalur. Untuk Jalur yang ke desa atau kesawah. jalur pangukuran dibuat 2 Loop/Kring.2. atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Pengukuran Situasi dilaksanakan menggunakan alat Theodolite To.1. maka Referensi Awal akan diambil dari BM yang punya nilai pengamatan GPS Geodetik dari Pekerjaan sebelumnya dan diikatkan ke BM dan CP yang dipasang disetiap embung. sehingga didapat data perhitungan delta X dan delta Y sebagai Absis dan Ordinat untuk menghitung Koordinat.0 dan dilanjutkan dijalur sungai/alur sampai mengikat di BM. Pengukuran Penampang Melintang dilakukan disetiap patok yang dipasang untuk rencana embung sampai melintasi rencana genangan ke hulu sungai/alur.Pengukuran Penampang Melintang. atau sesuai dengan bedatinggi tanah yang mencolok dilapangan. kami ucapkan Terimakasih.1 bergerak disisi kanan luar sungai/alur dan mengikat di BM. sehingga didapat perhitungan beda tinggi untuk menghitung elevasi.Pengukuran Situasi.2. 5. 4. Loop 1. Untuk Referensi Awal diambil dari TTG (Titik Tinggi Geodesi dari Bakosurtanal) terdekat yang ada di Peta Rupa Bumi Skala 1 : 50 000. Data Waterpass dari lapangan juga di analisa dan dikelolah sesuai ketelitian yang disyaratkan di KAK. Pengukuran Waterpass menggunakan alat sesuai dengan KAK. untuk mendapatkan kontrol Vertikal yang maksimal. Medan 21 April 2017 . dilakukan double stand. juga ke arah hilir sepanjang patok yang dipasang. kemudian di analisa dan dikelolah dengan ketelitian yang disyaratkan di KAK. 5m didaerah miring.1 dan diteruskan sampai mengikat ke BM. kekiri dan kekanan 15 m.