You are on page 1of 17

BAB I

Pendahuluan
1.1 Latar belakang produksi
Sebenarnya ilmu ekonomi ialah suatu ilmu yang mempelajari tentang prilaku
individu-individu dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya dengan
menggunakan sumber daya yang terbatas sebagai konsekuensi dari adanya
kelangkaan. Kelangkaan berarti tidak semua kebutuhan manusia dapat dipenuhi
sehingga memaksa manusia untuk membuat pilihan. Dengan melakukan pilihan,
pemenuhan atas suatu kebutuhan tertentu mengharuskan mengorbankan kebutuhan
lain. Teori ekonomi ini memberikan deskriptif atau gambaran umum yang
disederhanakan mengenai kegiatan-kegiatan ekonomi dan sifat-sifat hubungan
ekonomi disertai dengan penerapan prinsip-prinsip ekonomi mikro. Ekonomi mikro
menangani satuan prilaku ekonomi yang mencakup konsumen, pekerja, para
penanam modal, pemilik tanah dan setiap individu yang memainkan peranan dalam
fungsi perekonomian.
Dalam makalah ini kami akan membahas tentang teori produksi, yaitu bagaimana
cara menghitung biaya produksi yang menggunakan biaya jangka pendek. Proses
yang dilakukan perusahaan dalam penganalisis penghitungan biaya total, biaya rata-
rata dan biaya marginal dalam jangka pendek. Penghitungan biaya produksi
merupakan salah satu faktor penentu kegiatan inti di dalam aktivitas perusahaan.
Tanpa adanya penghitungan biaya produksi yang terperinci maka kegiatan produksi
perusahaan tidak mampu beroperasi secara maksimal dalam menghasilkan produk
dan menghitung keuntungan perusahaan. Kebijakan yang diambil pihak manajemen
keuangan perusahaan dalam mengelola rincian keuangan untuk kegiatan produksi
memiliki pengaruh besar pada efesiensi produksi yang nantinya berpengaruh pada
biaya yang dikeluarkan dan harga produk yang harus ditetapkan.

Pengertian Biaya Produksi
Biaya produksi adalah akumulasi dari semua biaya-biaya yang dibutuhkan dalam proses
produksi dengan tujuan untuk menghasilkan suatu produk atau barang. Biaya-biaya ini meliputi
biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya operasional barang / pabrik, dan lain sebagainya.
Biaya produksi ini harus diakumulasi secara cermat untuk kemudian dihitung dan
dibandingkan dengan laba kotor perusahaan. Selisih pendapatan dikurangi dengan biaya
produksi akan menjadi laba bersih perusahaan atau total keuntungan yang diperoleh. Biaya
produksi ini diperlukan untuk mendukung proses pengolahan bahan baku menjadi produk jadi
yang siap dipasarkan kepada konsumen.

Biaya produksi adalah keseluruhan biaya produksi ekonomi yang dibutuhkan dalam kegiatan
produksi suatu barang. Biaya produksi ini memiliki definisi yang berbeda dengan biaya
operasional. Bedanya dengan biaya operasional adalah biaya operasional merupakan biaya atau
pengeluaran oleh suatu perusahaan untuk mendukung sistem kegiatan yang dilakukan oleh
perusahaan tersebut.

Yang termasuk kedalam biaya operasional adalah seperti biaya perlengkapan toko, biaya
asuransi, biaya tagihan telepon / listrik / air untuk perusahaan, biaya iklan, biaya pajak, biaya
pengiriman, biaya perlengkapan kantor, biaya perawatan alat-alat kantor / perusahaan atau
biaya perawatan mesin, dan lain sebagainya. Dalam memproduksi suatu barang tentunya
diperlukan sebuah proses produksi yang panjang dan terencana dengan baik demi untuk
menciptakan suatu produk yang benar-benar berkualitas.

Biaya Produksi dan Biaya non Produksi

Biaya produksi berbeda dengan biaya non produksi. Perbedaannya adalah biaya non produksi
merupakan biaya yang erat kaitannya dengan fungsi pengembangan, pemasaran / distribusi,
layanan pelanggan, desain maupun administrasi pada umumnya. Menurut ilmu ekonomi, biaya
non produksi dapat dibagi kedalam dua kategori yakni biaya penjualan yang melingkupi
tentang biaya pemasaran / distribusi, dan pelayanan kepada pelanggan. Serta yang kedua adalah
mengenai administrasi yang melingkupi biaya pengembangan, adminitrasi umum dan
pengembangan.

Biaya total (TFC) adalah keseluruhan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk
membeli semua keperluan baik barang dan jasa yang akan digunakan dalam proses produksi
demi menghasilkan / produksi suatu barang. Total fixed cost dihitung untuk memperoleh faktor
produksi yang tidak dapat berubah jumlahnya.

1. Biaya Variabel Total / Total Variable Cost (TVC) adalah keseluruhan biaya yang
dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi variabel.
2. Cara menghitung Biaya Tetap Rata-rata / Average Fixed Cost (AFC) adalah dengan
cara biaya total dibagi dengan jumlah produksi.
3. Cara menghitung Variabel Rata-Rata / Average Variable Cost (AVC) adalah dengan
cara membagi Biaya Variabel Total (TVC) dengan jumlah produksi.
4. Cara menghitung Biaya Total Rata-Rata / Average Total Cost (AC) adalah dengan cara
Biaya Total dibagi dengan jumlah produksi.
5. Biaya Marginal / Marginal Cost (MC) diperoleh melalui hasil penambahan Biaya
Produksi yang digunakan untuk menambah produksi satu unit barang / produk.

1.2 Masalah
Dalam masalah produksi, banyak sekali hambatan-hambatan yang didapat dan
salah satunya ialah hambatan biaya produksi karena dalam penetapan biaya produksi
harus dilakukan dengan perencanaan yang matang dan terperinci jika tidak maka
akan berefek besar dalam kegiatan produksi. Karena dalam penentuan tingkat
produksi biasanya berkaitan dengan faktor-faktor produksi yang akan digunakan,
produktivitas yang tinggi menyebabkan tingkat produksi yang sama dengan
menggunakan biaya yang rendah. Jadi, semakin tinggi produktivitas maka biaya
produksi semakin rendah. Dalam makalah kami, kami membahas cara menghitung
biaya produksi perusahaan dengan menggunakan penghitungan biaya produksi
jangka pendek yang mana terdapat penghitungan biaya total, biaya rata-rata dan
biaya marginal.

1.3 Rumusan masalah
1. Bagaimana cara menghitung biaya total jangka pendek ?
2. Bagaimana cara menghitung biaya rata-rata jangka pendek?
3. Bagaimana cara menghitung biaya marginal jangka pendek?

1.4 Tujuan penulisan makalah
Adapun tujuan penulisan makalah ini secara umum adalah untuk penambahan
pengetahuan dan memperdalam ilmu tentang pemahaman biaya produksi dalam
ekonomi mikro.
* Untuk menjelaskan cara menghitung dan menganalisis biaya produksi yang akan
di keluarkan oleh perusahaan
* Untuk menjelaskan cara menghitung biaya rata-rata yang harus dikeluarkan oleh
perusahaan untuk memproduksi suatu produk atau output
* Menjelaskan faktor apa saja yang ada dalam biaya produksi jangka pendek dan
jangka panjang
* Fungsi dari penghitungan biaya jangka pendek dan jangka panjang

1.5 Penegasan istilah judul
Penghitungan
Biaya
Produksi
Jangka
Pendek

BAB II
Pembahasan
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Pengertian produksi
Produksi adalah suatu kegiatan untuk meningkatkan manfaat dengan cara
mengkombinasikan faktor-faktor produksi kapital, tenaga kerja, teknologi, dan
managerial skill. Produksi atau memproduksi adalah menambah kegunaan (nilai guna)
suatu barang. Kegunaan suatu barang akan bertambah bila memberikan manfaat baru
atau lebih dari bentuk semula. Orang atau badan yang mengolah, menciptakan, dan
menghasilkan barang atau jasa disebut sebagai produsen.

2.1.2 Tujuan produksi
Ditinjau dari kepentingan produsen, tujuan produksi adalah menghasilkan
barang untuk mendapatkan laba. Tujuan tersebut tercapai jika barang atau jasa yang
diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, dapat dikatakan
bahwa sasaran kegiatan produksi adalah pelayanan kebutuhan masyarakat atau
untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.
2.1.3 Fungsi produksi
Kegiatan produksi menyangkut 2 persoalan yang mempunyai hubungan
fungsional yang saling mempengaruhi yaitu berapa output yang harus
diproduksikan dan berapa faktor input yang akan digunakan. Jadi, fungsi produksi
adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukan hubungan teknis antara
tingkat output dan tingkat penggunaan input. Produksi merupakan usaha untuk
meningkatkan manfaat dengan cara mengubah bentuk (form utility), memindahkan
tempat (place utility), dan menyimpan (store utility). Hubungan teknis yang dimaksud
adalah bahwa produksi hanya bisa dilakukan dengan menggunakan faktor produksi
yang dimaksud. Untuk memproduksi dibutuhkan faktor-faktor produksi yaitu alat
atau sarana untuk melakukan proses produksi. Fungsi produksi selalu dinyatakan
dalam rumus, yaitu seperti berikut:
Q= f(C,L,R,T)
Q : Quantity ( jumlah barang yang diproduksi)
f : Fungsi (simbol persamaan fungsional)
C : Capital ( modal atau sarana yang digunakan)
L : Labour ( tenaga kerja)
R : Resources ( sumber daya alam)
T : Technology (teknologi)

2.1.3 Produksi biaya jangka pendek
Dalam jangka pendek perusahaan memiliki input tetap dan menentukan
berapa banyaknya input variabel yang harus dipergunakan. Untuk membuat
keputusan, pengusaha akan memperhitungkan seberapa besar dampak penambahan
input variabel terhadap produksi total. Misalnya input variabelnya adalah tenaga
kerja dan input tetapnya adalah modal. Apabila tenaga kerja yang dipergunakan
sebanyak 0, produksi juga nol. Ini berarti proses produksi tidak akan menghasilkan
output apabila hanya mempergunakan satu macam input. Apabila jumlah tenaga
kerja yang dipergunakan semakin banyak, makan output meningkat. Dalam biaya
produksi jangka pendek dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Berhubungan dengan tujuan biaya
 Biaya langsung ( Direct cost )
Merupakan biaya-biaya yang dapat diidentifikasi secara langsung pada proses
ataupun output tertentu.
Contoh : Biaya bahan baku langsung, tenaga kerja, dan biaya overhead yang ditelusuri
oleh departement tertentu.

 Biaya tidak langsung ( Indirect cost )
Merupakan biaya-biaya yang tidak dapat diidentifikasi secara langsung pada suatu
proses ataupun output tertentu.
Contoh : Biaya lampu penerangan dan pendingin ruangan pada suatu fasilitas.
2. Hubungan dengan perubahan frekuensi kegiatan.
 Biaya tetap jangka pendek adalah jenis biaya yang bersifat statis atau tidak berubah
meskipun kita tidak melakukan aktivitas apapun bahkan ketika kita melakukan
aktivitas yang sangat banyak.
Contoh : Pajak bumi dan bangunan, gaji karyawan dan asuransi.
 Biaya variabel adalah jenis biaya yang difungsikan untuk melengkapi biaya tetap dan
bersifat dinamis atau berubah-ubah, pada biaya ini mengikuti banyaknya jumlah unit
yang diproduksi ataupun banyaknya aktivitas yang dikeluarkan.
Contoh : Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan pengacara.
 Biaya total adalah biaya yang jumlahnya menyesuaikan dengan banyaknya jumlah
unit yang diproduksi ataupun jumlah aktivitas yang dilakukan.
Contoh : Perusahaan mengkalkulasikan total biaya yang dikeluarkan.
 Biaya rata-rata adalah jumlah total biaya yang dikeluarkan untuk jumlah
produksi yang dibagi dengan unit yang diproduksi.
 Biaya marginal adalah kenaikan biaya yang harus perusahaan keluarkan sebagai
akibat kenaikan satu output.
Contoh : perusahaan melakukan penambahan anggaran biaya produksi karena
adanya penambahan permintaan dari order yang dipesan sebelumnya.
2.1.4 Produksi biaya jangka panjang
Jangka panjang suatu proses produksi tidak bisa diukur dengan waktu
tertentu, misalnya 10 tahun, 5 tahun, 15 tahun dan seterusnya. Jangka panjang suatu
proses produksi adalah jangka waktu di mana semua input atau faktor produksi yang
dipergunakan untuk proses produksi bersifat variabel dan perusahaan dapat
menambah faktor-faktor produksi yang akan digunakan. Dengan kata lain, dalam
jangka panjang tidak ada input tetap.

2.2 Masalah
Suatu perusahaan mengeluarkan biaya total senilai Rp. 350.000. Dan terjadi
perubahan biaya total pada tingkat produksi pada tabel berikut:
Jumlah produksi Biaya total Biaya berubah total
( Unit / Q ) (Fixed cost) (Variable cost)

1 Rp. 350.000 Rp. 250.000
2 Rp. 350.000 Rp. 330.000
4 Rp. 350.000 Rp. 390.000
6 Rp. 350.000 Rp. 550.000
10 Rp. 350.000 Rp. 750.000
14 Rp. 350.000 Rp. 1.050.000
20 Rp. 350.000 Rp. 1.480.000
22 Rp. 350.000 Rp. 2.290.000

Melalui tabel diatas, berapa biaya total yang harus dikeluarkan oleh perusahaan?
Berapa biaya rata-rata dan biaya marginal perusahaan?
2.3 Pembahasan masalah
2.3.1 Penghitungan biaya total
Dari data diatas cara kita dalam penghitungan biaya total jangka pendek
adalah TC = FC+VC

TC : Total cost
FC : Fixed cost
VC : Variable
cost

Jumlah produksi Biaya total Biaya berubah total Total biaya
( Unit / Q ) (Fixed cost) (Variable cost) (Total cost)

1 Rp. 350.000 Rp. 250.000 Rp. 600.000
2 Rp. 350.000 Rp. 330.000 Rp. 680.000
4 Rp. 350.000 Rp. 390.000 Rp. 740.000
6 Rp. 350.000 Rp. 550.000 Rp. 900.000
10 Rp. 350.000 Rp. 750.000 Rp. 1.100.000
14 Rp. 350.000 Rp. 1.050.000 Rp. 1.400.000
20 Rp. 350.000 Rp. 1.480.000 Rp. 1.830.000
22 Rp. 350.000 Rp. 2.290.000 Rp. 2.640.000

2.3.2 Penghitungan biaya rata-rata
Biaya rata-rata perusahaan diperoleh dengan penghitungan AC=AFC+AVC
atau AC = TC/Q

AC : Average cost
AFC : Average fixed cost
AVC : Average variable cost

Dalam cara penghitungan kami, kami menggunakan rumus AC=TC/Q karena lebih
mudah dipahami dan lebih mudah dalam penghitungannya.

Biaya total Biaya berubah total Total biaya Biaya rata-rata
Q (Fixed cost) (Variable cost) (Total cost) (Average cost)

1 Rp. 350.000 Rp. 250.000 Rp. 600.000 Rp. 600.000
2 Rp. 350.000 Rp. 330.000 Rp. 680.000 Rp. 340.000
4 Rp. 350.000 Rp. 390.000 Rp. 740.000 Rp. 185.000
6 Rp. 350.000 Rp. 550.000 Rp. 900.000 Rp. 150.000
10 Rp. 350.000 Rp. 750.000 Rp. 1.100.000 Rp. 110.000
14 Rp. 350.000 Rp. 1.050.000 Rp. 1.400.000 Rp. 100.000
20 Rp. 350.000 Rp. 1.480.000 Rp. 1.830.000 Rp. 91.500
22 Rp. 350.000 Rp. 2.290.000 Rp. 2.640.000 Rp. 120.000

2.3.3 Penghitungan biaya marginal
Penghitungan biaya marginal dalam perusahaan dilakukan karena untuk
mengetahui tambahan biaya karena menambah produksi sebanyak satu unit. Biaya
marginal dicari menggunakan rumus MC=TC/Q
*note :  = Selisih

Q Biaya total Biaya berubah Total biaya Biaya rata-rata Biaya marginal
(Fixed cost) total (Total cost) (Average cost) (Marginal cost)
(Variable cost)
1 Rp. 350.000 Rp. 250.000 Rp. 600.000 Rp. 600.000 Rp. 0

2 Rp. 350.000 Rp. 330.000 Rp. 680.000 Rp. 340.000 Rp. 40.000

4 Rp. 350.000 Rp. 390.000 Rp. 740.000 Rp. 185.000 Rp. 30.000
6 Rp. 350.000 Rp. 550.000 Rp. 900.000 Rp. 150.000 Rp. 80.000

10 Rp. 350.000 Rp. 750.000 Rp. 1.100.000 Rp. 110.000 Rp. 50.000

14 Rp. 350.000 Rp. 1.050.000 Rp. 1.400.000 Rp. 100.000 Rp. 75.000

20 Rp. 350.000 Rp. 1.480.000 Rp. 1.830.000 Rp. 91.500 Rp. 71.666,7

22 Rp. 350.000 Rp. 2.290.000 Rp. 2.640.000 Rp. 120.000 Rp. 405.000

2.3 Faktor-faktor produksi
Faktor-faktor produksi antara lain adalah manusia (tenaga kerja = TK), modal
(uang atau alat modal seperti mesin = M), SDA (tanah = T) dan skill (teknologi =T).
Bila faktor produksi tidak ada maka tidak ada juga produksi. Produksi yang
dihasilkan tanpa penggunaan teknologi, modal dan manusia disebut produksi alami,
yaitu produksi yang dilakukan oleh proses alam, sedangkan produksi yang dilakukan
dengan menggunakan modal, teknologi dan manusia disebut produksi rekayasa.

Produksi alami bersifat eksternal, efisiensi dan efektifitasnya tidak dapat
dikontrol oleh manusia, sehingga kelebihan atau kekurangan adalah merupakan hal
yang harus diterima oleh pemakai. Namun produksi yang paling utama adalah
manusia dan tanah (SDA).
Kebutuhan produsen adalah bagaimana menghasilkan barang dengan
menggunakan biaya yang relatif kecil untuk mendapatkan output yang relatif besar
(memuaskan).
1. Fixed Cost yang dikeluarkan suatu perusahaan bernilai Rp. 60.000. Variabel Cost pada
berbagai tingkat produksi sebagai berikut:
(dalam ribuan rupiah)

Tenaga Jumlah FC VC TC AFC AVC AC MC
Kerja Produksi
(L) (Q)
0 0 60 30
1 1 60 50
2 3 60 65
3 6 60 75
4 10 60 80
5 13 60 90
6 15 60 110
7 16 60 150

Hitunglah:
a. Total Cost (TC)
b. Average Fixed Cost (AFC)
c. Average Variabel Cost (AVC)
d. Average Cost (AC)
e. Marjinal Cost (MC)
f. Gambarkan Kurvanya!

Kunci Jawaban
A. Pilihan Ganda
1. A
2. C
3. C
4. B
5. B

B. Esai
1. Jenis Biaya Produksi
a. Total Cost (TC) adalah keseluruhan jumlah ongkos produksi yang dikeluarkan oleh
perusahaan. Jumlah antara total biaya tetap dan biaya variabel produksi. TC = FC + VC
b. Average Cost (AC) adalah perbandingan antara total cost (TC) untuk memproduksi sejumlah
barang dengan jumlah produksi yang dihasilkan (Q). AC = TC/Q
c. Average Fixed Cost (AFC) adalah perbandingan antara fixed cost (FC) dengan jumlah
produksi yang dihasilkan (Q). AFC = FC/Q
d. Average Variabel Cost (AVC) adalah perbandingan antara variabel cost (VC) dengan
jumlah produksi yang dihasilkan (Q). AVC = VC/Q
e. Marginal Cost (MC) adalah perbandingan antara kenaikan ongkos produksi total yang
dihasilkan dengan kenaikan jumlah produksi yang dihasilkan. MC = TC/Q

2. Dalam analisis ekonomi kapasitas pabrik digambarkan oleh kurva biaya rata-rata ( AC =
Average Cost). Peminimuman biaya jangka panjang tergantung kepada 2 faktor berikut :
 Tingkat produksi yang ingin dicapai
 Sifat dari pilihan kapasitas pabrik yang tersedia

3. Sebagai akibat dari hukum the law of marginal utility , kurva AVC akan berbentuk U yaitu
mula-mula menurun dan kemudian menaik kembali. Oleh karena AC = FC + VC , maka
kurva AC juga berbentuk U dimana kurva AVC semakin mendekati kurva AC.

4. Hubungannya adalah kurva MC akan selalu memotong kurva AC dan AVC padaa titik
terendah (biaya minimum) kedua kurva tersebut.

5. Ineconomic scale terjadi apabila pertambahan produksi barang yang dihasilkan
menyebabkan ongkos produksi rata-rata menjadi semakin tinggi.
C. Kuantitatif

Tenaga Jumlah FC VC TC AFC AVC AC MC
Kerja (L) Produksi
(Q)

0 0 60 30 90 - - - -
1 1 60 50 110 60 50 110 20
2 3 60 65 125 20 21,67 41,67 7,5
3 6 60 75 135 10 12,5 22,5 3,33
4 10 60 80 140 6 8 14 1,25
5 13 60 90 150 4,62 6,92 11,54 3,33
6 15 60 110 170 4 7,33 11,33 10
7 16 60 150 210 3,75 9,38 13,13 40

ONGKOS DAN PENERIMAAN
2 KA 23

A. ONGKOS

Teori Biaya Produksi

I. Konsep Biaya

a. Biaya tenaga kerja - upah / wages - w

b. Biaya barang modal - sewa / rent - r

c. Biaya kewirausahaan - resiko tinggi laba diharapkan tinggi / sebaliknya

II. Produksi, Produktivitas, Dan Biaya

III. Biaya Produksi Jangka Pendek

a. Biaya total / TC, biaya tetap / FC dan biaya variabel / VC

b. Biaya marjinal

c. Hubungan antara kurva - kurva biaya

IV. Biaya Produksi Jangka Panjang

a. Kurva rata - rata jangka panjang

b. Kurva biaya marjinal jangka panjang

c. Skala produksi ekonomis dan tidak ekonomis

d. Sudut kemiringan kurva biaya rata - rata jangka panjang / kurva LAC

Produksi - faktor produksi ( modal, manusia, bahan baku, alat / teknologi )

Biaya - uang

Efisiensi - secara teknis belum tentu secara finansial dan ekonomi menguntungkan

Asumsi Yang Digunakan Dalam Teori Biaya :

1. Perusahaan Dalam Kondisi Pasar Persaingan Sempurna

Harga Output ditentukan pasar berapapun jumlah produksi habis terjual, tidak perlu rencana.
Strategi penjual tetapi menentukan jumlah output dengan biaya produksi / unit minimum.

2. Faktor Produksi / Input - Barang Modal Dan Tenaga Kerja Jangka Pendek (
Variabel )

Keterangan :

Konsep Biaya

Dalam ilmu ekonomi - Biaya kesempatan / oppurtunitity cost - kesempatan untuk peroleh yang
hilang karena memilih alternatif lain / biaya eksplisit : biaya tenaga kerja / w barang, barang
modal / r dan kewirausahaan.

Biaya Ekonomi : Alternatif penggunaan uang

Biaya Akuntasi : Total uang yang dikeluarkan untuk peroleh / hasil

1. Total Fixed Cost ( Biaya Total Tetap )

Total fixed cost ( biaya total tetap ) adalah jumlah biaya tetap yang tidak dipengaruhi oleh
tingkat produksi.

Contoh : Penyusutan, sewa, dsb.

2. Total Variable Cost ( Biaya Variabel Total )

Total variable cost ( Biaya Variabel Total ) adalah jumlah biaya yang dibayarkan yang besarnya
berubah menurut tingkat yang dihasilkan.

Contoh : Biaya bahan mentah, tenaga kerja, dsb.

3. Total Cost ( Biaya Total )
Total cost ( Biaya Total ) adalah penjumlahan antara biaya total tetap dengan biaya total
variabel.

Rumus : TC = TFC + TVC

4. Average Fixed Cost ( Biaya Total Rata - Rata )

Average fixed cost ( Biaya Variabel Rata - Rata ) adalah biaya tetap dibedakan kepada setiap
unit / output.

Rumus : AFC = TFC / Q

5. Average Variable Cost ( Biaya Variabel Rata - Rata )

Average variable cost ( Biaya Variabel Rata - Rata ) adalah biaya variabel yang dibebankan
untuk setiap unit output.

Rumus : AVC = TVC / Q

6. Average Total Cost ( Biaya Total Rata - Rata )
Average total cost ( Biaya Total Rata - Rata ) adalah biaya produksi yang dibebankan untuk
setiap unti output.

Rumus : ATC = TC / Q

7. Marginal Cost ( Biaya Marginal )

Marginal cost ( Biaya Marginal ) adalah tambahan atau kekurangannya biaya total karena
bertambahnya atau berkurangnya satu unit output.

Rumus : MC = ATC / AQ = ATVC / AQ
(dalam ribuan rupiah)

BAB III
Kesimpulan
1). Kesimpulan
Dari pembahasan makalah kami, kami menyimpulkan bahwa produksi adalah
suatu kegiatan untuk meningkatkan manfaat dengan cara mengkombinasikan faktor-
faktor produksi kapital, tenaga kerja, teknologi, dan managerial skill kemudian, tujuan
produksi adalah menghasilkan barang untuk mendapatkan laba. Tujuan tersebut
tercapai jika barang atau jasa yang diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukan
hubungan teknis antara tingkat output dan tingkat penggunaan input. Biaya produksi
terbagi atas 2 jenis, yaitu biaya jangka pendek dan jangka panjang. Dalam biaya
produksi jangka pendek dan jangka panjang terdapat biaya tetap, biaya variabel,
biaya total, biaya rata-rata dan biaya marginal. Biaya jangka pendek dibagi menjadi 2
bagian yaitu berhubungan dengan tujuan biaya dan dengan perubahan frekuensi
kegiatan.
Biaya produksi dalam perusahaan mempunyai peranan yang penting karena
secara tidak langsung menciptakan keunggulan dalam persaingan yang kompetitif di
pasar global. Hal ini terjadi karena biaya produksi dapat mencapai 70% - 85 % dari
total biaya penjualan secara keseluruhan sehingga biaya produksi mengalami
peningkatan secara efisiensi yang membuat harga jual lebih kompetitif. Sesuai dengan
teori produksi jangka pendek, maka pada umumnya biaya yang diperhitungkan
dalam produksi jangka pendek adalah biaya tetap dan variabel.