You are on page 1of 238

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI ICARE

(INTRODUCTION, CONNECTION, APPLICATION, REFLECTION,
EXTENSION) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN
MASALAH MATEMATIS SISWA

Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh:
Siti Maryam
NIM: 109017000062

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2016

jurnal harian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut. menganalisis kegiatan siswa serta peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa selama pembelajaran matematika dengan strategi ICARE. Application (Penerapan). Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam pembelajaran dengan strategi ICARE. Rata-rata hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada siklus II mengalami peningkatan dari hasil tes siswa pada siklus I. pedoman wawancara. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. kemampuan pemecahan masalah. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis. ABSTRAK Siti Maryam (109017000062). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. pemecahan masalah matematis. dan Extension (Perluasan). Aktivitas siswa dalam pembelajaran dan respon positif siswa juga mengalami peningkatan pada pembelajaran siklus II. Reflection (Refleksi). melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. Connection (Hubungan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi ICARE dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. penelitian tindakan kelas i . Application. Extension) untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa”. Penelitian ini dilakukan di SMP YP 17 Bogor pada tahun ajaran 2015 – 2016. dan dokumentasi. strategi ICARE dapat menjadi pilihan yang cukup baik dalam mengembangkan pemecahan masalah matematis siswa. Strategi ICARE yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tahapan: Introduction (Pendahuluan). Reflection. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. lembar observasi aktivitas siswa. menentukan cara untuk menyelesaikan masalah. Kata Kunci : strategi ICARE. dan menganalisis respon siswa selama pembelajaran matematika dengan strategi ICARE. Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika. Indikator kemampuan pemecahan masalah matematis yang digunakan adalah mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah. Connection. dan memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh. “Pembelajaran Matematika dengan Strategi ICARE (Introduction.

conducted in two cycles. Based on the results of this research. Activities of students in learning and positive response of the students also increased in the second cycle of learning. classroom action research ii . "Mathematics Learning by using ICARE Strategy (Introduction. Application. The results showed that the application of ICARE strategy can increase students’ ability in mathematical problem solving. observation of students’ activity sheets. ICARE strategy can be a good option to increase students’ ability in mathematical problem solving. ABSTRACT Siti Maryam (109017000062). determining how to resolve problems. Reflection. Indicators of the ability in mathematical problem solving that used in this research are identifying sufficient elements to resolve problems. and checking the correctness of the results obtained. mathematical problem solving. and documentation. and to analyze responses of the students during the learning of mathematics by using ICARE strategy. performing the counting process as it plans to resolve problems. Extension) to Increase Students’ Ability in Mathematical Problem Solving". Thesis. Reflection. Application. The average results of the tests of students’ ability in mathematical problem solving in the second cycle increased from the results in the first cycle. Keywords : ICARE strategy. This research was conducted at SMP YP 17 Bogor in the academic year of 2015 – 2016. The research instruments that used were a test of mathematical problem solving ability. problem solving ability. The purposes of this research are to increase students’ ability in mathematical problem solving in learning by using ICARE strategy. Faculty of Tarbiyah and Teachers Training. The method that used in this research is the Classroom Action Research (CAR). daily journals. to analyze the activities of students as well as to increase students’ ability in mathematical problem solving during the learning of mathematics by using ICARE strategy. Mathematics Education Department. Connection. and Extension. Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta. interviews. Connection. ICARE strategy that used in this study includes stages: Introduction.

Bapak Abdul Muin. kesulitan dan hambatan yang penulis hadapi bisa teratasi dengan baik. M.Si. Reflection. Dr. 2. Application. Bapak Prof..Pd. sahabat. Kadir. Bapak Dr. KATA PENGANTAR ‫ﺑﺳﻢﺍﷲﺍﻟﺭﺤﻣﻦﺍﻟﺭﺤﻳﻢ‬ Alhamdulillah. dan motivasi dalam penulisan skripsi ini. nikmat iman. dan para pengikutnya sampai akhir zaman. H. selaku Dosen Pembimbing II sekaligus Sekretaris Jurusan Pendidikan Matematika yang selalu memberikan ilmu.Pd. 6. namun berkat doa dan dukungan dari berbagai pihak. MA..Si.Kom. M. semoga ilmu yang telah Bapak dan Ibu berikan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Ibu Dr. yang telah memberikan segala karunia. 5.. bimbingan. 4. pengarahan. 3. Tita Khalis Maryati. beserta seluruh keluarga. M. pengarahan. S. dan motivasi dalam penulisan skripsi ini. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Seluruh Dosen Jurusan Pendidikan Matematika yang telah memberikan ilmu serta bimbingan kepada penulis selama mengikuti perkuliahan. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Matematika yang selalu memberikan ilmu dan pengarahan kepada penulis. Shalawat dan salam senantiasa dicurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. dan nikmat kesehatan yang berlimpah. Ahmad Thib Raya. Bapak Otong Suhyanto. bimbingan. M. nikmat islam. selaku Dosen Penasehat Akademik yang selalu memberikan ilmu. segala puji kehadirat Allah SWT. selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. pengarahan dan motivasi dari awal perkuliahan hingga tahap akhir penyelesaian skripsi ini. Connection. selaku Dosen Pembimbing I yang selalu memberikan ilmu. Extension) untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa” tidak sedikit kesulitan dan hambatan yang dihadapi. iii . Dalam proses pembuatan skripsi berjudul “Pembelajaran Matematika dengan Strategi ICARE (Introduction.

12. 18. kasih sayang. Partner terbaik Michael Jourdan yang selalu setia menemani. yang tidak pernah lelah mengingatkan dan memberikan dukungan serta doa kepada penulis. Ibu Anisa Pitriani.Pd. selaku guru matematika yang telah banyak membantu penulis selama penelitian berlangsung. dukungan. S. memberikan motivasi. Yang teristimewa kepada Ayahanda Yadi Mulyadi dan Ibunda Suparti yang senantiasa mengingatkan.7. Guru-guruku tercinta Ibu Siti Amalia. iv . cinta dan kasih sayangnya. selaku kepala SMP YP 17 Bogor yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian. Adik-adikku tercinta Mohammad Al Rahman. pelajaran berharga. Sahabat-sahabatku tercinta Veda Grana. dan Lisa Aliyah yang selalu memberikan dukungan dan doa kepada penulis. 8. 11.Pd. memberikan dukungan. Keluarga besar Lembaga Kemanusiaan ESQ yang telah memberikan pengalaman dan pelajaran berharga juga semangat kekeluargaan serta selalu memberikan motivasi dan dukungan kepada penulis. 10. Staf Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan serta Staf Jurusan Pendidikan Matematika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan kemudahan dalam pembuatan surat-surat serta pemberkasan mahasiswa. Ibu Retno Widiowardhani. Ibu Lasmaria. 13. Kakak tercinta Rina Siti Robiah yang senantiasa setia menemani. mengingatkan. 15. Keluarga besar Konel. Keluarga besar PSM UIN Jakarta yang telah memberikan pengalaman dan pelajaran berharga selama penulis masih aktif mengikuti kegiatan hingga saat ini. 9. Aisyah Siti AlRahmah. dukungan baik moral maupun materil. S. memberikan dukungan. dan Sabrina Nur Azizahyang senantiasa memberikan doa. serta keceriaan yang melimpah kepada penulis. 16. 17. mengingatkan. serta doa kepada penulis. dan Bapak Kuswa Wasja yang selalu menjadi motivasi bagi penulis. serta doa kepada penulis. serta doa yang tak terhingga. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Tri Septiana Dewi. 14.

Diani Nurhayati. 21. Oleh karena itu. memberikan dukungan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat. Chandra Duriyatin Nurul Iman. Jakarta. Sahabat-sahabatku Jurusan Pendidikan Matematika Angkatan 2009 dan adik-adik Jurusan Pendidikan Matematika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tidak dapat disebutkan satu persatu. dan Fadhila Ungaro Acsa yang selalu memberikan dukungan dan doa kepada penulis. Dan kepada semua pihak terkait yang tidak dapat disebutkan satu persatu. dll. Nurul Azmi. serta doa hingga saat ini. dan umumnya bagi para pembaca. 23. memberikan dukungan. Angga Mailangga. Nur Indah Cahyani. Juni 2016 Penulis Siti Maryam v . Sahabat-sahabatku tercinta Thayibatul Aslamiyah. Dyah Aminatun. dukungan. Puji Syafitri. dan doa kepada penulis selama pembuatan skripsi ini. 24.19. Yusuf Ahmadi. yang selalu setia menemani penulis selama masa perkuliahan hingga saat ini baik susah maupun senang. yang menemani dalam diskusi. Ilham Fauzi. Rina Marlina. penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk perbaikan selanjutnya. khususnya bagi penulis. dan Annisa Nuraeni yang selama masa perkuliahan selalu berbagi bersama baik susah maupun senang. memberikan dukungan dan motivasi selama pembuatan skripsi ini. Ayu Aulia Sari. Sahabat-sahabat ”Tut Wuri Handayani”. 22. Septi Yenita. Sahabat-sahabatku tercinta Ismatun Nadhifah. yang selalu memberikan motivasi dan dukungan kepada penulis. Sahabat-sahabatku tercinta Fhitria Abdul. yang selalu memberikan motivasi. 20. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih banyak kekurangan- kekurangan karena keterbatasan penulis. Desi Ratnasari. Fajria Whardani. serta doa hingga saat ini.

....................... 6 C..................................................... ii KATA PENGANTAR ........... 10 d............................................................... Pemecahan Masalah Matematis .............. Pengertian Strategi Pembelajaran ............................. Tujuan Penelitian ..................................................................................... 16 C......................................................... Pembatasan Masalah ....................... Hipotesis Tindakan ............................................................................................ Kajian Teoretik ................................................................................ 8 F..................................................... Rumusan Masalah ......................................................................................................... 15 B. 1 B...... 14 4............................... DAFTAR ISI ABSTRAK ................................................................................. 7 D...................................................................... vi DAFTAR TABEL ......................................................................... 9 c..... Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis ..... iii DAFTAR ISI .......... 10 2........................................... xi DAFTAR LAMPIRAN ..... 9 1............................. Pengajuan Konseptual Intervensi Tindakan ........................ 7 E................. 9 b.............. 18 D.... Masalah Matematis dan Jenis-jenisnya ................................. xiii BAB I PENDAHULUAN A............ ix DAFTAR GAMBAR ..................................................................... Pengertian Pembelajaran ...... Manfaat Penelitian ..... i ABSTRACT ... Identifikasi Masalah ... Strategi Pembelajaran ICARE ........................................... Pengertian Strategi Pembelajaran ICARE ................................ Langkah-langkah Strategi Pembelajaran ....................................... 12 3..... Penelitian Relevan .......................... 8 BAB II DESKRIPSI TEORITIK......................................................................................................................... 19 vi ............ KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN A.............................................................................. 9 a.. Latar Belakang Masalah ................

Teknik Pemeriksaan Kepercayaan Studi ........................................... Respon Siswa ..... 52 d................................................... 92 C.................BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.......... Analisis Data dan Interpretasi Hasil Analisis.......................... Tahap Pelaksanaan Tindakan ... Pembahasan Temuan Penelitian ................. 64 c....... 28 G........................................................................ 24 E. Tahap Refleksi ................................ 21 C... 35 b.... 91 4... 35 a.................................................... Tindakan Pembelajaran Siklus I .......... 31 I........ 88 2................... 33 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A............................... 93 vii .............. Tindakan Pembelajaran Siklus II ....................... Teknik Pengumpulan Data ............. 89 3... 87 B............ 36 c....... Tahap Pengamatan dan Analisis Data Siklus II .................. Interpretasi Hasil Analisis .................................... Tahap Perencanaan ................................... 25 F............ Waktu dan Tempat Penelitian . Metode Penelitian dan Rancangan Siklus Penelitian ..... 88 1...................................................................... Wawancara Guru ..................... 23 D........ 21 B.................. Tahap Pengamatan dan Analisis Data Siklus I........... Jenis Data dan Sumber Data ..................................................................... 34 1................................................ Tahap Refleksi ............... Aktivitas Siswa ................................................... Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa .. Deskripsi Data ......................................................... 28 H............... Tahap Perencanaan .......................................................... 79 d............. Tahap Pelaksanaan Tindakan .......... Instrumen-instrumen Pengumpul Data yang Digunakan ..... Hasil Intervensi Tindakan yang Diharapkan .................................... 64 b.............................. 64 a........................................................ Pengembangan Perencanaan Tindakan ... 62 2.

.......................................................................................................................... 96 B............ Saran ........................... 100 viii . 96 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 98 LAMPIRAN-LAMPIRAN .........BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A........................................................................... Kesimpulan .............

............................................1 Jadwal Penelitian ................................................ 80 Tabel 4............... 59 Tabel 4..4 Kriteria Penilaian Tahap Melakukan Proses Penghitungan Sesuai Rencana untuk Menyelesaikan Masalah ..8 Persentase Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Siklus II ...... 27 Tabel 3................................................................... 59 Tabel 4...................... 63 Tabel 4....... 56 Tabel 4..................... 27 Tabel 3............. 54 Tabel 4........................5 Kriteria Penilaian Tahap Memeriksa Kebenaran Hasil yang Diperoleh.......................................................11 Perbandingan Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa ............................................. 26 Tabel 3.........................2 Persentase Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Siklus I............... .........................................................................6 Temuan Kendala dan Rencana Perbaikan pada Siklus II .....10 Hasil Respon Siswa Siklus II ........................4 Daftar Pertanyaan Jurnal Harian Siswa ...................................................6 Tabel Klasifikasi Interpretasi Reliabilitas ............................................... 21 Tabel 3..... 90 ix .... 31 Tabel 4.... 81 Tabel 4...........................................................7 Distribusi Frekuensi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Siklus II .............2 Kriteria Penilaian Tahap Mengidentifikasi Kecukupan Unsur untuk Menyelesaikan Masalah ................ 84 Tabel 4............ 26 Tabel 3...1 Distribusi Frekuensi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Siklus I ..... DAFTAR TABEL Tabel 3.....3 Kriteria Penilaian Tahap Menentukan Cara untuk Menyelesaikan Masalah ...................................9 Rata-rata Aktivitas Siswa dengan Strategi ICARE dalam Pembelajaran pada Siklus II .................................................................................................................................3 Rata-rata Aktivitas Siswa dengan Strategi ICARE dalam Pembelajaran pada Siklus I ............................................................................................................... 53 Tabel 4.............................. 86 Tabel 4..............5 Hasil Respon Siswa Siklus I......................

.............. 91 Tabel 4...........................Tabel 4.......................................................12 Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa pada Siklus I dan Siklus II .........13 Persentase Rata-rata Respon Siswa pada Siklus I dan Siklus II ............................................... 92 x ...................................

.......................................................... 4 Gambar 2............ 4 Gambar 1... DAFTAR GAMBAR Gambar 1.... 20 Gambar 3..... 41 Gambar 4.7 Hasil Diskusi Siswa Melengkapi Tabel untuk Menghitung Luas Permukaan Balok Pertemuan 3 ... 43 Gambar 4...................... 47 Gambar 4....3 Hasil Jawaban LKS pada Bagian Extension Pertemuan 1.6 Kegiatan Presentasi Siswa Pertemuan 2 ........1 Jawaban Siswa Menguraikan Sisa Uang Setiap Hari ...................................................................... 45 Gambar 4.................................................................................................. 38 Gambar 4........................................2 Jawaban Siswa Membagi Uang yang Dimiliki dengan Pengeluaran Setiap Hari .......................1 Diagram Tahapan Strategi Pembelajaran ICARE . 49 Gambar 4.........................1 Kegiatan Siswa Memberi Warna pada Setiap Titik Sudut Kubus Pertemuan 1........2 Jaring-jaring Kubus Hasil Kerja Siswa Pertemuan 1 ........8 Kegiatan Diskusi Siswa dalam Menentukan Rumus Luas Permukaan Balok Pertemuan 3 .........................13 Kegiatan Diskusi Siswa Mengerjakan Masalah 2 pada Pertemuan 4 ....................................................... 50 xi ...11 Hasil Jawaban LKS pada Indikator Memeriksa Kebenaran Hasil Pertemuan 4... 44 Gambar 4....................................10 Kegiatan Tanya-Jawab Siswa Pertemuan 3 ............................ 24 Gambar 4..........................................1 Diagram Model Penelitian Tindakan Kelas Bentuk Siklus ..........................12 Hasil Jawaban LKS pada Bagian Reflection Pertemuan 4 ................................... 37 Gambar 4................. 48 Gambar 4......................................2 Diagram Kerangka Pengajuan Konseptual Intervensi Tindakan ............................. 41 Gambar 4......... 46 Gambar 4....... 39 Gambar 4.......9 Hasil Jawaban LKS pada Bagian Extension Pertemuan 3....5 Hasil Jawaban LKS pada Indikator Menentukan Cara serta Melakukan Proses Penghitungan sesuai Rencana untuk Menyelesaikan Masalah Pertemuan 2 ...... 11 Gambar 2..4 Hasil Jawaban LKS pada Indikator Mengidentifikasi Kecukupan Unsur untuk Menyelesaikan Masalah Pertemuan 2 ...........

.............. 67 Gambar 4...................................27 Kegiatan Presentasi Siswa Pertemuan 9 .... 50 Gambar 4...22 Hasil Jawaban LKS pada Bagian Extension Pertemuan 7...19 Hasil Jawaban LKS pada Indikator Melakukan Proses Penghitungan Sesuai Rencana untuk Menyelesaikan Masalah Pertemuan 6 ...................................................................................29 Pelaksanaan Tes Siklus II .......17 Hasil Jawaban LKS pada Bagian Reflection Pertemuan 6 .......................... 52 Gambar 4........................................ 69 Gambar 4........ 66 Gambar 4... 71 Gambar 4.........25 Hasil Jawaban LKS pada Bagian Extension Pertemuan 9..............................................................................................................28 Kegiatan Tanya-Jawab Siswa Pertemuan 9 ........... 71 Gambar 4.16 Kegiatan Siswa Mengerjakan LKS Bagian Application Pertemuan 6 ..................................23 Kegiatan Presentasi Siswa Pertemuan 7 ............................................. 78 Gambar 4.... 67 Gambar 4......................20 Hasil Jawaban LKS pada Indikator Menentukan Cara untuk Menyelesaikan Masalah 1 Pertemuan 7 .................26 Kegiatan Presentasi Siswa dan Penjelasan Peneliti Pertemuan 9 .............. 76 Gambar 4........ 73 Gambar 4...............Gambar 4...................... 66 Gambar 4..................15 Pelaksanaan Tes Siklus I .......................... 77 Gambar 4...21 Hasil Jawaban LKS pada Indikator Menentukan Cara untuk Menyelesaikan Masalah 2 Pertemuan 7 ..............................18 Hasil Jawaban LKS pada Indikator Menentukan Cara untuk Menyelesaikan Masalah bagian Extension Pertemuan 6 ..... 70 Gambar 4..... 79 xii .24 Kegiatan Diskusi Siswa Pertemuan 8 ............ 77 Gambar 4........................14 Hasil Jawaban LKS pada Bagian Extension Pertemuan 4..

............ 119 Lampiran 4 Lembar Kerja Siswa (LKS) Siklus I ................................................................................................................................................................ 184 Lampiran 12 Uji Validitas Instrumen Siklus I ........ 154 Lampiran 6 Kisi-kisi Instrumen Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Tes Siklus I.............................................................. 194 Lampiran 18 Hasil Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Siklus II ......................................... 177 Lampiran 9 Instrumen Tes Siklus II .................. 206 Lampiran 25 Lembar Observasi Guru ..................... 192 Lampiran 16 Pembagian Kelompok ............................................................................ DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lembar Pedoman Wawancara Guru Pra-Penelitian ...................................................................................... 196 Lampiran 20 Lembar Pedoman Wawancara Guru Siklus II ......................................... 181 Lampiran 11 Jawaban Tes Siklus II ......................................................................................... 135 Lampiran 5 Lembar Kerja Siswa (LKS) Siklus II ................................................................................................................................................... 179 Lampiran 10 Jawaban Tes Siklus I .. 204 Lampiran 24 Hasil Respon Siswa Siklus I ........................................................................... 102 Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II ................. 187 Lampiran 13 Uji Validitas Instrumen Siklus II ........................................... 100 Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I ............... 202 Lampiran 23 Hasil Respon Siswa Siklus I .................................................................................. 208 xiii ...... 189 Lampiran 14 Uji Reliabilitas Instrumen Siklus I ..................................... 193 Lampiran 17 Hasil Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Siklus I ............................................. 200 Lampiran 22 Lembar Pedoman Wawancara Siswa Siklus II ................................................................ 176 Lampiran 8 Instrumen Tes Siklus I .............. 198 Lampiran 21 Lembar Pedoman Wawancara Siswa Siklus I .......... 195 Lampiran 19 Lembar Pedoman Wawancara Guru Siklus I ................. 191 Lampiran 15 Uji Reliabilitas Instrumen Siklus II ................. 175 Lampiran 7 Kisi-kisi Instrumen Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Tes Siklus II ............................

........... 209 Lampiran 27 Lembar Observasi Siswa ........................Lampiran 26 Jurnal Harian Siswa ...................................................... 210 Lampiran 28 Uji Referensi ................. 212 Lampiran 29 Surat Bimbingan Skripsi............................................. 220 xiv ............................................................................................................................................ 218 Lampiran 30 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian .........

2 Pemahaman konsep-konsep matematika juga dapat digunakan untuk membantu siswa dalam mengembangkan potensi intelektual yang ada dalam dirinya serta memudahkan mempelajari bidang-bidang ilmu lain. Matematika memegang peranan strategis dalam pengembangan sains dan teknologi. Melalui proses pembelajaran matematika ini diharapkan terjadi perubahan sikap. h. “Pendekatan Pemecahan Masalah (Problem Solving) dalam Upaya Mengatasi Kesulitan-kesulitan Siswa pada Soal Cerita” dalam Gelar Dwi Rahayu dan Munasprianto Ramli (eds. Lia Kurniawati berpendapat bahwa untuk dapat memahami suatu pokok bahasan dalam matematika. Paradigma Pendidikan Demokratis: Sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan. 2 Lia Kurniawati. h. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan hampir di segala aspek kehidupan manusia yang menuntut berbagai permasalahan yang dipecahkan melalui upaya peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi. 7.). dan pengetahuan serta kemampuan berpikir siswa. 1 Dede Rosyada. 45. Papadopoulos dalam Dede Rosyada memberikan penjelasan bahwa seiring berjalannya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat banyaknya bahan ajar yang harus disampaikan dalam proses pendidikan. siswa harus mampu menguasai konsep-konsep matematika dan keterkaitannya serta mampu menerapkan konsep-konsep tersebut untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. (Jakarta: Kencana. Pendekatan Baru dalam Proses Pembelajaran Matematika dan Sains Dasar: Sebuah Antologi. keterampilan. 1 . Apabila dilihat dari sudut pengklasifikasian bidang ilmu pengetahuan. 2007). BAB I PENDAHULUAN A. Hal ini juga memberi dampak perubahan pada dunia pendidikan. matematika termasuk ke dalam kelompok ilmu-ilmu eksakta yang lebih banyak memerlukan pemahaman dari pada hapalan. 2004). (Jakarta: IAIN Indonesia Social Equity Project.1 Adapun ilmu pengetahuan yang memegang peranan penting dalam kehidupan dan sangat terkait erat dengan dunia pendidikan adalah matematika.

dan berkaitan dengan baik antar tingkat kelas. difokuskan pada matematika yang penting. . perlu meningkatkan kemampuan memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah. mengajar matematika yang efektif memerlukan pemahaman tentang apa yang siswa ketahui dan perlukan untuk belajar dan kemudian memberi tantangan dan mendukung mereka untuk mempelajarinya dengan baik. (Jakarta: Erlangga. 2 The National Council of Teachers of Mathematics (NCTM) dalam John A. 2. Penalaran dan Komunikasi Matematika. Prinsip Pengajaran. 16. 5 Fajar Shadiq. 2008). Departemen Pendidikan Nasional. Prinsip Pembelajaran. Matematika Sekolah Dasar dan Menengah Jilid 1 Edisi Keenam. keunggulan dalam pendidikan matematika membutuhkan kesetaraan harapan yang tinggi dan dukungan yang kuat untuk semua siswa. yakni. secara aktif membangun pengetahuan baru dari pengalaman dan pengetahuan sebelumnya. kurikulum lebih dari sekedar kumpulan aktivitas. 2006).3 Sejalan dengan pernyataan standar pembelajaran matematika dari NCTM tersebut. membuat model matematika. sehingga selama proses pembelajaran hendaknya dapat mengembangkan kemampuan pemecahan masalah. Kementrian Pendidikan Nasional. Pemecahan Masalah. (Yogyakarta: 2004). Van de Walle.4 Tujuan tersebut juga sejalan dengan pernyataan Shadiq bahwa pemecahan masalah menjadi hal yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan matematika. Prinsip Kesetaraan. Prinsip Penilaian. h. kurikulum harus koheren. h. Untuk itu. h. penilaian harus mendukung pembelajaran matematika yang penting dan memberi informasi yang berguna bagi guru dan siswa. 4 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan. dan menafsirkan solusi yang diperoleh. teknologi penting dalam belajar dan mengajar matematika. Van de Walle menjabarkan enam prinsip dasar untuk mencapai pendidikan matematika yang berkualitas tinggi. teknologi mempengaruhi matematika yang diajarkan dan meningkatkan proses belajar siswa. para siswa harus belajar matematika dengan pemahaman. menyelesaikan masalah. Prinsip Teknologi. Prinsip Kurikulum.5 3 John A. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menjelaskan bahwa pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika. 345.

sebanyak 21 siswa yang tidak menjawab. al. posisi peringkat siswa kita jauh tertinggal. 4 siswa menjawab dengan cara menguraikan sisa uang Raka setiap harinya. p. 2012). Sedangkan di tahun 2011.1 dan Gambar 1. Boston College. Bila dibandingkan dengan dua negara tetangga.7 Berdasarkan fakta yang telah dipaparkan tersebut. 38. Raka mengeluarkan uangnya setiap hari sebesar Rp 6. al. (Massachusetts: TIMSS & PIRLS International Study Center. 6 Ina V. p. Indonesia berada pada peringkat 38 dari 45 negara dengan skor rata-rata 386. . et. Sebagai contoh lain kurangnya kemampuan pemecahan masalah siswa terlihat dari jawaban siswa mengenai satu butir soal yang mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi aljabar yang peneliti laksanakan pada saat observasi di kelas VIII B SMP YP 17 Bogor semester ganjil tahun pelajaran 2015 – 2016 sebelum penelitian berlangsung. yaitu Singapura dan Malaysia. Lynch School of Education.000. et. 2008). Pada hari ke berapa uang Raka akan habis? Tuliskan penyelesaian masalah tersebut ke dalam model matematika. menunjukkan bahwa prestasi siswa Indonesia masih kurang dalam kemampuan matematika. 7 Ina V. Lynch School of Education. Singapura berada pada peringkat 2 dan Malaysia berada pada peringkat 26. dan 8 siswa menjawab dengan cara membagi uang yang dimiliki dengan pengeluaran uang setiap hari. Di tahun 2007.6 Pada tahun 2011. Salah satunya adalah kemampuan pemecahan masalah matematis..2. TIMSS 2011 International Results in Mathematics. Singapura berada pada peringkat 3 dan Malaysia berada pada peringkat 20. Indonesia berada pada peringkat 36 dari 49 negara untuk matematika dengan skor rata-rata yang diperoleh siswa Indonesia adalah 397. Mullis.” Dari 33 siswa di kelas VIII B SMP YP 17 Bogor. Mullis.S. 46. TIMSS 2007 International Mathematics Report: Findings from IEA’s Trends in International Mathematics and Science Study at the Fourth and Eight Grades.000.. mengalami penurunan dari 4 tahun sebelumnya. (Massachusetts: TIMSS & PIRLS International Study Center. 3 Fakta yang berasal dari temuan penelitian dan hasil survei yang dilakukan oleh Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) tahun 2007 untuk kelas VIII SMP. sebagai berikut: “Raka memiliki uang sebesar Rp 60.S. dapat dilihat pada Gambar 1. Boston College.

terlihat bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih rendah dalam materi aljabar. guru menjelaskan keseluruhan materi yang dipelajari. terlihat dari sebagian besar siswa tidak lengkap menjawab pertanyaan yang telah disediakan. beberapa siswa antusias bertanya ataupun menjawab pertanyaan. setelah itu guru memberikan arahan untuk kegiatan tanya jawab. namun sebagian besar siswa masih terlihat pasif .1 Jawaban Siswa Menguraikan Sisa Uang Setiap Hari Gambar 1. Hal ini menandakan bahwa rencana penyelesaian sebagian besar siswa belum terarah sehingga belum bisa melaksanakan penyelesaian dengan tepat. Siswa belum bisa membuat model matematika pada materi aljabar. 4 Gambar 1. Berdasarkan observasi di kelas.2 Jawaban Siswa Membagi Uang yang Dimiliki dengan Pengeluaran Setiap Hari Dari jawaban siswa dalam observasi yang peneliti laksanakan tersebut. siswa kurang memahami masalah.

h. 5 dalam mengemukakan pendapatnya.9 Mengingat pentingnya kemampuan pemecahan masalah matematis bagi siswa serta melihat kenyataan bahwa sebagian besar pelaksanaan proses pembelajaran matematika di kelas masih berpusat pada guru. Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY. Connection (Hubungan). h. maka untuk menyikapi permasalahan tersebut guru harus dapat memilih metode. Extension) yang inti kegiatannya dilakukan oleh siswa dengan bimbingan guru. dan 8 Trianto. maupun pendekatan pembelajaran yang akan diterapkan di dalam kelas sehingga dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sekaligus melaksanakan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa. Adapun tahapan strategi ICARE. Salah satu modifikasi proses pembelajaran yang berpusat pada siswa dan diduga dapat mengaktifkan siswa agar mampu memecahkan masalah matematis adalah dengan menerapkan strategi pembelajaran ICARE (Introduction.8 Sejalan pula dengan pernyataan Shadiq yang berpendapat bahwa rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa disebabkan oleh proses pembelajaran matematika di kelas kurang meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skills) dan kurang terkait langsung dengan kehidupan nyata. 9 Kadir. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika. Application. 428. bahwa proses pembelajaran hingga saat ini sebagian besar masih didominasi oleh guru dan belum memberikan akses bagi siswa untuk berkembang secara mandiri melalui penemuan dan proses berpikirnya. (Jakarta: Prestasi Pustaka. Pengambilan kesimpulan ini sejalan dengan pernyataan Trianto. Reflection. Strategi ICARE ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. . 5 Desember 2009. 2007). 1. “Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa SMP melalui Penerapan Pembelajaran Kontekstual Pesisir”. Yogyakarta. yaitu: Introduction (Pendahuluan). Connection. Application (Penerapan). teknik. strategi. Hal ini menandakan bahwa pembelajaran matematika di kelas masih berpusat pada guru. 1. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. cet. sehingga siswa menjadi pasif dalam proses pembelajaran. Reflection (Refleksi). model.

Proses pembelajaran masih terpusat pada guru. Reflection. Kemudian. maka dapat diidentifikasikan masalah-masalah sebagai berikut: 1. siswa berdiskusi tentang masalah matematis yang diberikan oleh guru berkaitan dengan masalah nyata. diharapkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. 2008). Extension) untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah ”. guru memberi tugas individu untuk dikerjakan di rumah agar siswa dapat melatih kemampuannya dalam memecahkan masalah matematis. Sehingga peneliti tertarik melaksanakan suatu penelitian dengan judul “Pembelajaran Matematika dengan Strategi ICARE (Introduction. . p. Kemudian yang terakhir. Selanjutnya. 3. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan. Pengetahuan siswa tentang materi sebelumnya bisa diaktifkan oleh guru dalam pelaksanakan brainstorming atau tukar pendapat pada tahapan Hubungan. Connection. Pembelajaran jarang dikaitkan dengan permasalahan kehidupan sehari-hari. Sebagian besar siswa tidak terbiasa mengerjakan soal matematika yang berbeda dengan yang diberikan oleh guru. Matematis Siswa” B. siswa membuat laporan dari hasil yang telah diperoleh dalam kegiatan kelompok dan perwakilan siswa dalam satu kelompok diberikan kesempatan untuk mempresentasikan atau menjelaskan hasil yang diperoleh kepada siswa lainnya pada tahapan Refleksi. siswa dapat memperkaya pengetahuannya dalam memecahkan suatu masalah matematis dan diharapkan meningkatnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. pada tahapan Penerapan. Dalam kelompok tersebut. 2. siswa dibagi ke dalam kelompok yang terdiri dari 4 sampai 5 siswa. 10 Better Teaching and Learning: Training Module 1 (USAID-DBE3. Dalam strategi ICARE. 6 Extension (Perluasan). guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari oleh siswa pada tahapan Pendahuluan. Application. Dengan cara ini.10 Dengan adanya tahapan-tahapan tersebut dalam ICARE.8.

C. Pembatasan Masalah Untuk menghindari meluasnya penafsiran terhadap masalah yang diteliti. Bagaimana respon siswa terhadap penerapan pembelajaran dengan strategi ICARE selama pembelajaran matematika? 11 Better Teaching and Learning: Training Module 1. 6. 7 4. . yang dijelaskan dalam Better Teaching and Learning: Training Module 1. Sebagian besar siswa belum cukup memiliki kemampuan mengaitkan konsep- konsep matematika. Bagaimana penerapan pembelajaran matematika dengan strategi ICARE dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa? 2. Rumusan Masalah Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan pada latar belakang dan identifikasi masalah. 2.11 dimana terdapat tahapan-tahapan yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis. D. permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematis menurut Polya. Sebagian besar siswa cenderung kurang aktif dalam pembelajaran. Strategi pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah strategi ICARE. cit. Bagaimana kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan peningkatannya selama penerapan pembelajaran dengan strategi ICARE? 3. 7. 5. Sebagian besar siswa belum dapat mengemukakan ide-ide yang dimilikinya secara terbuka dalam pembelajaran. maka peneliti membatasi permasalahan sebagai berikut: 1. op. Sebagian besar siswa belum cukup memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis.

Bagi peneliti. diharapkan hasil penelitian ini akan memberikan sumbangan positif dalam rangka perbaikan pembelajaran matematika dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. 3. Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian 1. diharapkan dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran matematika yang dapat digunakan dalam upaya untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa serta dapat memperoleh informasi mengenai penerapan strategi ICARE dalam mata pelajaran matematika. dapat dijadikan sebagai pengetahuan dengan pengalaman langsung dalam menerapkan pembelajaran matematika menggunakan strategi ICARE untuk menangani masalah-masalah dalam pembelajaran matematika di sekolah. Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam pembelajaran matematika dengan strategi ICARE. . Menganalisis kegiatan siswa serta peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa selama pembelajaran matematika dengan strategi ICARE. 2. 2. Bagi siswa. F. 4. Menganalisis respon siswa selama pembelajaran matematika dengan strategi ICARE. Bagi guru. 3. Bagi sekolah. diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam pembelajaran serta membantu mengemukakan ide-ide yang dimilikinya. 8 E.

untuk membelajarkan siswa. meliputi buku-buku. 9 . (Jakarta: Bumi Aksara. Kajian Teoretik Dalam penelitian ini peneliti akan menuliskan kajian teoritik mengenai kemampuan pemecahan masalah matematis dan strategi pembelajaran ICARE. perlengkapan audio visual. h. Strategi Pembelajaran ICARE a. 1998). BAB II KAJIAN TEORETIK DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. tetapi juga bisa dilaksanakan di luar ruang. adapun unsur prosedur. misalnya tenaga laboratorium. 57. Unsur fasilitas dan perlengkapan. dan sebagainya. dan video tape. pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi. ujian. fotografi. praktik. strategi pembelajaran adalah semua komponen materi pengajaran dan prosedur yang digunakan untuk membantu siswa dalam mencapai tujuan pengajaran. Rumusan tersebut tidak terbatas dalam ruang saja. yakni manusia itu sendiri yang terlibat dalam sistem pengajaran terdiri dari siswa. papan tulis. dan kapur. dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Sistem pembelajaran dapat dilaksanakan dengan cara belajar di dalam kelas. karena dilengkapi oleh organisasi dan interaksi antara berbagai komponen yang saling berkaitan. Selain itu. dan film. audio. Pengertian Strategi Pembelajaran Menurut Dick dan Carey dalam Yatim Riyanto. Pengertian Pembelajaran Menurut Oemar. 1. dan tenaga lainnya. slide. fasilitas dan perlengkapan. Unsur manusiawi. juga komputer. Strategi pembelajaran tidak 1 Oemar Hamalik. yakni meliputi jadwal dan metode penyampaian informasi.1 b. Kurikulum dan Pembelajaran. Unsur material. di luar kelas yang masih dalam lingkungan sekolah. material. guru. maupun di luar lingkungan sekolah. terdiri dari ruangan kelas. belajar.

yaitu langkah-langkah yang dilakukan saat pembelajaran berlangsung. h. (Jakarta: Kencana. Pengertian Strategi Pembelajaran ICARE Dalam pembelajaran dan penyusunan RPP serta Lembar Kerja Siswa (LKS).. 2009). 132. 3 Ibid. serta mengoptimalkan fungsi dan interaksi antara siswa dengan komponen pembelajaran dalam suatu kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pengajaran. ialah penilaian atas hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dan tindak lanjutnya. 2.4 Dokumen ini menjelaskan tentang bagaimana mereka merancang Tools. h. Peneliti menggunakan strategi ICARE yang terdapat dalam modul 1 dari USAID-DBE3. Templates. p. 3. adalah tahapan persiapan guru sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Lima tahapan tersebut 2 Yatim Riyanto. peneliti menggunakan strategi pembelajaran ICARE. Langkah-langkah Strategi Pembelajaran Secara umum. 4 Bob Hoffman and Don Ritchie. and Training Workshop atau yang disingkat dengan T3 workshop dengan menggunakan lima tahapan yang terdapat dalam ICARE. 10 hanya terbatas pada prosedur kegiatan. 3 d. (California: Educational Resources Information Center (ERIC).2 Dengan memahami pengertian tersebut. Teaching and Learning Online: Tools. Tahap pemula (prainstruksional). Templates. Templates. 4. 133. dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran adalah siasat guru dalam mengefektifkan. Pada tahun 1998. c. and Training. melainkan termasuk seluruh komponen materi pengajaran dan pola pengajaran itu sendiri. dalam strategi pembelajaran ada tiga tahapan pokok yang harus diperhatikan dan diterapkan sebagai berikut: 1. 1998). mengefisiensikan. and Training. strategi pembelajaran ICARE dikemukakan oleh Bob Hoffman dan Donn Ritchie dari San Diego State University dalam dokumen mereka yang berjudul Teaching and Learning Online: Tools. Tahap penilaian dan tindak lanjut (evaluasi). Tahap pengajaran (instruksional). . Paradigma Baru Pembelajaran: Sebagai Referensi bagi Pendidik dalam Implementasi Pembelajaran yang Efektif dan Berkualitas.

yaitu: 1. 2. Connection (Hubungan). Application. .1 Gambar 2. dengan bertanya kepada siswa apa yang mereka ingat dari materi sebelumnya. Application (Penerapan). dan kemudian siswa mendiskusikan lembar kerja yang berisi situasi masalah materi matematika yang dihubungkan dengan kehidupan nyata serta memecahkannya menggunakan pengetahuan baru dan kemampuan yang mereka peroleh.1 berikut ini: Introduction Connection Application Reflection Extension Gambar 2. Tahapan dalam strategi ICARE dapat dilihat pada Gambar 2. Connection. 3.1 Diagram Tahapan Strategi Pembelajaran ICARE Adapun tahapan strategi ICARE yang dimaksud dalam penelitian ini. Guru dapat melaksanakan brainstorming sederhana untuk mengetahui apa yang telah siswa ketahui. guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta memotivasi siswa untuk menghubungkan materi matematika yang akan dipelajari dengan kehidupan nyata. Introduction (Pendahuluan). yaitu: Introduction. guru mencoba menghubungkan materi yang akan dipelajari dengan materi yang sebelumnya telah dipelajari. 11 sesuai dengan akronimnya. Reflection. guru mengelompokkan siswa ke dalam beberapa kelompok yang beranggotakan 4 sampai 5 siswa. dan Extension. Kemudian guru memberikan presentasi atau penjelasan singkat terkait materi yang akan dipelajari.

S. and that.. Teaching Problem-solving in Undergraduate Mathematics. therefore. Suatu pertanyaan akan menjadi masalah hanya jika pertanyaan itu menunjukkan adanya suatu tantangan (challenge) yang tidak dapat dipecahkan 5 Better Teaching and Learning: Training Module 1. 6 M.” Dari pernyataan tersebut. Sebagian besar ahli Pendidikan Matematika menyatakan bahwa masalah merupakan pertanyaan atau soal yang harus dijawab atau direspon. sebagai berikut: “What does mathematics really consist of? Axioms (such as the parallel postulate)? Theorems (such as the fundamental theorem of algebra)? Proofs (such as Gödel’s proof of undecidability)? Definitions (such as the Menger definition of dimension)? Theories (such as a category theory)? Formulas (such as Cauchy’s integral formula)? Methods (such as the method of successive approximations)? Mathematics could surely not exist without these ingredients. 9. teorema.Badger. It is nevertheless a tenable point of view that none of them is at the heart of the subject. 2012). op. (Birmingham: National HE STEM Programme.6 Hal ini menjelaskan bahwa masalah ada dalam pembelajaran matematika. definisi. . ataupun metode merupakan bagian yang penting. teori. Reflection (Refleksi). 5.al. guru memberikan tugas untuk dikerjakan di rumah. bahwa yang terpenting dari matematika adalah masalah dan penyelesaiannya.5 2. 12 4. guru memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk mempresentasikan atau menjelaskan apa yang telah mereka pelajari. then the mathematician’s main reason for existence is to solve problems. dapat berupa individual writing activity dimana siswa menulis ringkasan materi yang telah mereka pelajari dalam kertas yang telah disediakan. Masalah Matematis dan Jenis-jenisnya Paul Halmos menyimpulkan hal terpenting yang ada dalam matematika yang dituangkan ke dalam artikelnya The Heart of Mathematics. they are all essential. formula. atau berupa quick quiz dimana guru bertanya kepada siswa terkait materi yang telah mereka pelajari. Menurut Paul Halmos. University of Birmingham. what mathematics really consists of is problems and solutions. Extension (Perluasan). et. namun tidak ada satupun yang merupakan inti dari matematika. cit. pembuktian. Paul Halmos mengungkapkan bahwa aksioma. Namun mereka menyatakan juga bahwa tidak semua pertanyaan otomatis akan menjadi masalah. p.

for a question to be a problem. Dalam pembelajaran matematika. seperti yang dinyatakan Cooney. Banyak ahli yang mengklasifikasikan jenis-jenis masalah matematis. ilustrasi gambar atau teka-teki. Karenanya.”7 Hal ini berdampak pada bagaimana suatu pertanyaan yang akan diberikan kepada siswa akan menentukan terkategorikan atau tidaknya suatu masalah atau hanyalah suatu pertanyaan biasa. file. 10.. merupakan masalah kehidupan sehari-hari. jenis-jenis masalah matematis adalah sebagai berikut: Masalah translasi. 9 Ibid. it must present a challenge that cannot be resolved by some routine procedure known to the student.9 Jenis masalah matematis yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah masalah aplikasi yaitu siswa diberikan kesempatan untuk menyelesaikan masalah dengan berbagai keterampilan dan prosedur matematika.8 Dari pemaparan mengenai masalah dan kaitannya dengan matematika. Masalah teka-teki. cit. masalah dapat disajikan dalam bentuk soal tidak rutin yang berupa soal cerita. dapat terjadi bahwa suatu masalah bagi seseorang siswa akan menjadi pertanyaan biasa bagi siswa lainnya karena ia sudah mengetahui prosedur untuk menyelesaikannya. memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah dengan menggunakan berbagai keterampilan dan prosedur matematika. op. 7 Fajar Shadiq. Masalah proses. 3.. salah satunya menurut Hudoyo dalam Dindin Abdul Muiz. seringkali digunakan untuk rekreasi dan alat yang bermanfaat untuk tujuan afektif dalam pembelajaran matematika. h.edu.upi. biasanya untuk menyusun langkah-langkah merumuskan pola dan strategi khusus dalam menyelesaikan masalah sehingga menjadi terbiasa menggunakan strategi tertentu. Masalah tersebut kemudian disebut masalah matematis karena mengandung konsep matematika. dkk. 8 Dindin Abdul Muiz Lidinillah. Masalah aplikasi. . h. 2014. penggambaran fenomena atau kejadian. berikut: “. Heuristik dalam Pemecahan Masalah Matematika dan Pembelajarannya di Sekolah Dasar.. bahwa masalah matematis yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pertanyaan atau soal yang memuat tantangan yang tidak diketahui sebelumnya oleh siswa pada suatu materi dalam pembelajaran matematika. 13 oleh suatu prosedur rutin (routine procedure) yang telah diketahui siswa.

Makalah disampaikan pada Workshop Pendidikan Matematika. yaitu: sebagai suatu pendekatan pembelajaran. h. Pemecahan Masalah Matematis Pemecahan masalah matematis merupakan salah satu dari lima standar proses dalam NCTM. 14 3.S.Badger. membuat model matematis. memilih dan menerapkan strategi. 151. 13 M. penalaran dan bukti. dan memeriksa kebenaran hasil atau jawaban. 34. selain komunikasi. 12 Oemar Hamalik.10 Pemecahan masalah matematis mempunyai dua makna. cit.12 Polya mencoba mengungkapkan apa yang dimaksud dengan pemecahan masalah. “Mengembangkan Instrumen untuk Mengukur High Order Mathematical Thinking Skills”. dan sebagai kemampuan atau berpikir matematis yang memiliki indikator: mengidentifikasi kecukupan data untuk pemecahan masalah. digunakan untuk menemukan kembali dan memahami materi atau konsep maupun prinsip matematika.. h. op. koneksi. 10 Kadir. peneliti menggunakan makna pemecahan masalah matematis yang kedua. dan representasi matematis. 11. op. op.. Jakarta. Dengan demikian. pemecahan masalah adalah suatu proses mental dan intelektual dalam menemukan suatu masalah dan memecahkannya berdasarkan data dan informasi yang akurat. sehingga dapat diambil kesimpulan yang tepat dan cermat. et. 11 Utari Sumarmo.al.”13 Dalam pernyataan tersebut. cit. pemecahan masalah matematis menurut peneliti adalah proses berpikir untuk menentukan langkah-langkah penyelesaian ketika dihadapkan pada pertanyaan atau soal yang memuat tantangan pada suatu materi dalam pembelajaran matematika yang tidak kita pahami atau yang dianggap sebagai masalah. . sebagai berikut: “To search conciously for some action appropriate to attain a clearly conceived but not immediately attainable aim. menginterpretasi hasil sesuai permasalahan asal. Menurut Oemar. pembelajaran diawali dengan penyajian masalah atau situasi yang kontekstual kemudian melalui induksi siswa menemukan konsep/prinsip matematika. cit. p. yaitu sebagai kemampuan atau berpikir matematis. Polya mengungkapkan bahwa pemecahan masalah adalah proses untuk mencari langkah pasti dengan tujuan memahami sesuatu tetapi tidak juga terburu-buru mencapai tujuan tersebut.11 Dalam hal ini. Oktober 2014. UIN Jakarta.

15 M. (Yogyakarta: PPPPTK Matematika. Langkah ini melibatkan pendalaman situasi masalah. membuat rencana pemecahan masalah. Pembelajaran Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika di SMP. Memahami masalah Langkah ini sangat menentukan kesuksesan memperoleh solusi masalah..al. Jika masalah tersebut adalah masalah rutin dengan tugas menulis kalimat matematika terbuka. 2010). Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Kemampuan pemecahan masalah matematis adalah kemampuan seseorang dalam mengimplikasikan pengetahuan yang dimiliki untuk memahami suatu masalah matematis dan memecahkannya berdasarkan data dan informasi yang akurat. 15 4. cit. 25. Polya memberikan arahan untuk menemukan solusi dalam memecahkan masalah melalui tahapan berikut: memahami masalah. bahkan kadang strategi baru perlu digunakan. et. Rencana solusi dibangun dengan mempertimbangkan struktur masalah dan pertanyaan yang harus dijawab. b. dkk. Setiap masalah yang tertulis. 33. melaksanakan rencana pemecahan masalah. op. h. menentukan hubungan diantara fakta-fakta dan membuat formulasi pertanyaan masalah. maka perlu dilakukan penerjemah masalah menjadi bahasa matematika. Biasanya siswa harus menuliskan kembali masalah dalam bahasanya sendiri..15 Kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematis menurut Polya. sehingga dapat diambil kesimpulan yang tepat dan cermat. Membuat rencana pemecahan masalah Langkah ini perlu dilakukan dengan percaya diri ketika masalah sudah dapat dipahami. Jika masalah yang dihadapi adalah masalah nonrutin. p. 14 Sri Wardhani.S.14 Dalam buku Polya How to Solve It. bahkan yang paling mudah sekalipun harus dibaca berulang kali dan informasi yang terdapat dalam masalah dipelajari dengan seksama. maka suatu rencana perlu dibuat. Badger. dan melakukan pengecekan kembali terhadap semua langkah yang telah dikerjakan. melakukan pemilihan fakta- fakta.. meliputi: a. .

cit. Menentukan cara untuk menyelesaikan masalah c. op. Melakukan pengecekan dapat dilakukan dengan menghitung kembali solusi masalah. Langkah melaksanakan rencana pemecahan masalah yang dimaksud dalam penelitian ini adalah langkah menyelesaikan penghitungan. kebanyakan siswa akan menggunakan kalkulator untuk menghitung daripada menghitung dengan kertas dan pensil dan mengurangi kekhawatiran yang sering terjadi dalam pemecahan masalah. jika diperbolehkan menggunakan alat bantu hitung. Melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah d. Mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah b. Tabel digunakan jika perlu. d. Penelitian Relevan 1. Melaksanakan rencana pemecahan masalah Untuk mencari solusi yang tepat. Peneliti menemukan bahwa model pembelajaran ICARE 16 Sri Wardhani. . Melakukan pengecekan kembali Selama langkah ini berlangsung. solusi masalah harus dipertimbangkan.16 Langkah melakukan pengecekan kembali yang dimaksud dalam penelitian ini adalah langkah memeriksa kebenaran hasil. rencana yang sudah dibuat dalam langkah ke-2 harus dilaksanakan dengan hati-hati. Memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh B. tabel atau urutan yang dibangun secara seksama sehingga siswa tidak akan bingung. 16 c. dkk. Jika solusi memerlukan penghitungan yang kompleks.. Putu Yuli Krisnawati. Diagram. dkk. dengan judul penelitian ”Penerapan Model Pembelajaran ICARE (Introduction Connection Application Reflection Extension) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)”. Indikator kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimaksud dalam penelitian ini adalah: a.

Penerapan model pembelajaran ICARE juga mendapatkan respon yang positif dari siswa.18 3. dengan judul penelitian “Pembelajaran Matematika dengan Strategi ICARE Beracuan Konstruktivisme untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Materi Dimensi Tiga”. yang melakukan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model ICARE dalam pembelajaran TIK. peneliti menerapkan strategi ICARE dalam pembelajaran matematika. 19 Anna Fauziah. 2012. Berbeda dengan penelitian Putu Yuli Krisnawati.19 Penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti berbeda dengan ketiga penelitian yang relevan di atas. dkk. Anna Fauziah dengan judul penelitian “Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Pemecahan Masalah Matematik Siswa SMP melalui Strategi REACT”. Volume 3 Nomor 1. . Ali Maskur. Peneliti menemukan bahwa uji banding dengan menggunakan rumus t dapat disimpulkan bahwa rata-rata kelas ICARE lebih besar dari rata-rata kelas ekspositori. Penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti diharapkan akan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Journal of Primary Education. Forum Kependidikan Volume 30 Nomor 1. Penerapan Model Pembelajaran ICARE (Introduction Connection Application Reflection Extension) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). 2010. Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Pemecahan Masalah Matematik Siswa SMP melalui Strategi REACT.17 2.. 17 Putu Yuli Krisnawati. Volume 1 Nomor 2. dkk.. Uji peningkatan kemampuan berpikir kreatif dengan menggunakan uji gain rata-rata ternormalisasi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan strategi ICARE beracuan konstruktivisme benar-benar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif. dkk. 18 Ali Maskur. Pembelajaran Matematika dengan Strategi ICARE Beracuan Konstruktivisme untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Materi Dimensi Tiga. Peneliti menemukan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang pembelajarannya melalui strategi REACT lebih baik daripada peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang pembelajarannya secara konvensional. Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (KARMAPATI). 17 dapat meningkatkan hasil belajar TIK siswa. dkk. 2014.

melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. Selanjutnya pada tahapan Reflection. siswa dibagi ke dalam kelompok yang terdiri 4 sampai 5 siswa. kenyataan yang ada menunjukkan bahwa kemampuan masalah matematis siswa masih rendah. dan memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh. Kemudian pada tahapan Application. siswa membuat laporan dari hasil yang telah diperoleh dalam kegiatan kelompok dan perwakilan siswa dalam satu kelompok diberikan kesempatan untuk mempresentasikan atau menjelaskan hasil yang diperoleh kepada siswa lainnya. guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari oleh siswa. menentukan cara untuk menyelesaikan masalah. Dalam kelompok tersebut. siswa berdiskusi tentang masalah matematis yang diberikan oleh guru berkaitan dengan masalah nyata. kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu tujuan pembelajaran matematika. siswa diharapkan mampu mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah. Namun. Strategi pembelajaran dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Strategi ICARE menekankan pada bagaimana siswa membangun sendiri pengetahuannya. Pengajuan Konseptual Intervensi Tindakan Berdasarkan latar belakang masalah. Lebih dari itu. Proses pembelajaran matematika bukan hanya sekedar mentransfer ide dan pengetahuan dari guru kepada siswa. Kemudian yang terakhir pada tahapan . Dalam strategi ICARE pada tahapan Introduction. pengetahuan siswa tentang materi sebelumnya bisa diaktifkan oleh guru dalam pelaksanakan brainstorming atau tukar pendapat. Pada tahapan Connection. Di dalam memecahkan masalah matematis. Pembelajaran berpusat pada siswa dapat dilakukan dengan cara pembelajaran berkelompok yang melibatkan proses diskusi untuk memecahkan suatu masalah matematis. Oleh karena itu. kemudian mengemukakan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya sehingga mampu menyelesaikan setiap masalah yang diberikan kepada individu atau kelompok. 18 C. proses pembelajaran matematika merupakan suatu proses dimana guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan ide yang dimiliki. pembelajaran yang berpusat pada siswa diperlukan dalam pembelajaran matematika agar tujuan pembelajaran tercapai.

siswa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil yang diperoleh dan memberikan kesimpulan. guru memberikan arahan bagaimana hubungan materi pembelajaran yang satu dengan materi pembelajaran yang lain.2. . atau hubungannya dengan masalah kehidupan sehari-hari. dapat diasumsikan bahwa dengan menerapkan strategi ICARE dalam pembelajaran matematika. terlebih pada tahapan Application. Dalam tahapan Reflection. D. menentukan cara untuk menyelesaikan masalah. Dalam strategi pembelajaran ICARE. Hipotesis Tindakan Hipotesis tindakan pada penelitian ini adalah penerapan strategi pembelajaran ICARE akan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis bagi siswa kelas VIII B SMP YP 17 Bogor. dalam tahapan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh siswa. yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah. guru juga bisa memberikan tugas individu untuk dikerjakan di rumah agar siswa dapat melatih kemampuannya dalam memecahkan masalah matematis. kemampuan pemecahan masalah matematis siswa akan meningkat. melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. 19 Extension. siswa berkelompok dan berdiskusi untuk melatih kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematis. dan memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh. Dengan demikian. Adapun kerangka pengajuan konseptual intervensi tindakan dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk diagram yang dapat dilihat pada Gambar 2.

2 Diagram Kerangka Pengajuan Konseptual Intervensi Tindakan . 20 Masalah Siswa kurang Sebagian besar siswa belum Pembelajaran memahami masalah bisa menyelesaikan matematika masih pada materi aljabar masalah secara tepat berpusat pada guru Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa rendah Pembelajaran Matematika Alternatif strategi pembelajaran Kemampuan pemecahan masalah matematika Mengidentifikasi kecukupan ICARE unsur untuk menyelesaikan masalah dicapai Introduction Menentukan cara untuk Connection menyelesaikan masalah Melakukan proses Application penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan Reflection masalah dicapai Extension Memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan penerapan strategi ICARE Gambar 2.

(Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 144. Metode Penelitian Tindakan Kelas. suatu tindakan yang dilakukan dalam disiplin inkuiri. atau suatu usaha seseorang untuk memahami apa yang sedang terjadi. Ada beberapa pengertian tentang PTK. Bogor. penelitian tindakan kelas merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan kualitas peran dan 1 Rochiati Wiriaatmadja. 21 . diantaranya menurut Hopkins dalam Rochiati Wiriaatmadja. Kegiatan Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei 1 Persiapan dan perencanaan √ 2 Observasi awal √ 3 Pelaksanaan pembelajaran √ √ √ 4 Analisis Data √ √ 5 Laporan Penelitian √ B. yaitu pada bulan November sampai bulan Maret 2016 di SMP YP 17 Bogor yang beralamat di Jalan Gunung Batu No. Perincian jadwal penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 3.1 Jadwal Penelitian No. pengertian penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang mengkombinasikan prosedur penelitian dengan tindakan substantif.1 Sedangkan menurut Wina Sanjaya. dan seseorang tersebut juga terlibat dalam sebuah proses perbaikan dan perubahan.1 berikut ini: Tabel 3. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian dan Rancangan Siklus Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). h. 11. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada semester genap Tahun Pelajaran 2015–2016. 2009).

22

tanggung jawab guru, khususnya dalam pengelolaan pembelajaran. 2 Peningkatan
kualitas peran dan tanggung jawab guru diantaranya dapat terlihat pada
bagaimana guru mampu mengevaluasi metode mengajar yang telah dilakukan di
dalam kelas, memperluas dan menambah pengetahuan mengenai metode-metode
pengajaran, serta menerapkan metode mengajar secara inovatif. Dengan demikian,
dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu pengamatan
terhadap kegiatan belajar yang melibatkan sebuah tindakan untuk perbaikan
pembelajaran yang terjadi di dalam kelas.
Tujuan utama dari penelitian tindakan kelas adalah untuk memperbaiki dan
meningkatkan profesionalisme pendidik dalam menangani proses pembelajaran.
Dengan memahami dan mencoba melaksanakan penelitian tindakan kelas,
diharapkan kemampuan pendidik dan proses pembelajaran semakin meningkat
kualitasnya dan sekaligus akan meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini
diawali dengan melakukan penelitian pendahuluan dan akan dilanjutkan dengan
siklus I. Jika indikator keberhasilan yang diharapkan telah tercapai, maka
penelitian dihentikan. Namun jika belum tercapai, maka penelitian dilanjutkan
pada siklus II, begitu seterusnya hingga indikator keberhasilan tercapai. Dalam hal
ini, yang dimaksud siklus adalah satu putaran kegiatan beruntun yang kembali ke
langkah semula, dan setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu:
1. Perencanaan (Planning)
Pada tahap perencanaan ini peneliti menentukan titik fokus masalah
peristiwa berupa rancangan penerapan pembelajaran dengan strategi ICARE dan
kemampuan pemecahan masalah yang akan ditingkatkan, kemudian bekerja sama
dengan kolaborator (guru kelas), membuat rencana pelaksanaan pembelajaran
(RPP) yang akan disajikan dalam proses pembelajaran di kelas. Pada tahap ini
juga peneliti membuat instrumen penelitian yang terdiri dari lembar observasi,
lembar wawancara, angket, dan soal tes untuk akhir siklus.
2. Pelaksanaan Tindakan (Acting)
Tahap ini adalah pelaksanaan yang merupakan implementasi atau penerapan
isi rancangan yang telah dibuat, yaitu melaksanakan tindakan kelas.

2
Wina Sanjaya, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Kencana, 2009), cet. 1, h. 13.

23

3. Pengamatan (Observing)
Dalam tahap ini peneliti melakukan pengamatan bersamaan dengan
pelaksanaan tindakan untuk memperoleh data yang akurat untuk perbaikan pada
siklus berikutnya. Observasi dimaksudkan sebagai kegiatan mengamati, menggali,
dan mendokumentasikan semua gejala indikator yang terjadi selama proses
penelitian. Peneliti melakukan pengamatan dengan dibantu oleh guru kelas yang
bertugas sebagai observer dan kolabolator.
4. Refleksi (Reflecting)
Tahap ini merupakan kegiatan mengemukakan kembali apa yang sudah
dilakukan. Hasil yang diperoleh dari pengamatan dikumpulkan dan dianalisis
bersama peneliti dan observer, sehingga dapat diketahui apakah kegiatan yang
telah dilaksanakan mencapai tujuan yang diharapkan atau masih perlu ada
perbaikan. Tahap ini dilaksanakan dengan maksud untuk memperbaiki kegiatan
penelitian sebelumnya, yang akan diterapkan pada penelitian berikutnya.
Secara lebih rinci, prosedur pelaksanaan PTK dalam bentuk siklus dapat dilihat
pada Gambar 3.1.

C. Hasil Intervensi Tindakan yang Diharapkan
Hasil penelitian yang diharapkan adalah dengan indikator keberhasilan
sebagai berikut:
1. Hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam
pembelajaran matematika pada saat akhir siklus sudah mencapai rata-rata
nilai 73. Nilai ini ditetapkan oleh KKM kelas VIII SMP YP 17 Bogor.
2. Hasil pengamatan melalui lembar observasi aktivitas siswa dalam
pembelajaran matematika dengan strategi ICARE menunjukkan peningkatan. Hal
ini dapat dilihat berdasarkan hasil persentase pembelajaran pada saat akhir siklus
mencapai 70%.
3. Hasil respon positif siswa melalui jurnal harian dalam pembelajaran
matematika dengan strategi ICARE menunjukkan peningkatan. Hal ini dapat
dilihat berdasarkan hasil persentase pembelajaran pada saat akhir siklus
mencapai 70%.

24

Refleksi Awal
Studi
Pendahuluan
Perencanaan
Tindakan

Pelaksanaan 1

Observasi 1

Refleksi 1

Observasi 2
Perencanaan 2

Refleksi 2
Pelaksanaan 2

Gambar 3.1
Diagram Model Penelitian Tindakan Kelas Bentuk Siklus

D. Jenis Data dan Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa, guru, dan peneliti. Adapun
jenis data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu data kualitatif dan data
kuantitatif, sebagai berikut:
1. Data kualitatif : hasil observasi aktivitas belajar matematika siswa dengan
strategi ICARE, jurnal harian setiap akhir pertemuan, hasil wawancara terhadap
guru dan siswa, dan hasil dokumentasi (berupa foto kegiatan pembelajaran).
2. Data kuantitatif : nilai hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis
siswa pada setiap siklus.

25

E. Instrumen-instrumen Pengumpul Data yang Digunakan
Intrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini
terdiri dari dua jenis yaitu:
1. Instrumen Tes
Instrumen tes terdiri dari beberapa jenis, diantaranya tes tertulis, tes lisan, dan
tes tindakan. Jenis instrumen tes yang digunakan pada penelitian ini yaitu tes
tertulis dan berbentuk uraian yang berisi soal-soal pemecahan masalah matematis.
Tes dilaksanakan pada setiap akhir siklus. Adapun untuk mengukur kemampuan
pemecahan masalah matematis siswa dalam penelitian ini menggunakan
penskoran yang diadopsi dari aturan penskoran Charles dan Randall dalam Abdul
Muin3, dapat dilihat dalam Tabel 3.2 s.d. Tabel 3.5.
2. Instrumen non tes
Dalam instrumen non tes ini digunakan instrumen sebagai berikut:
a. Lembar observasi
Lembar observasi digunakan untuk mengungkapkan aktivitas siswa selama
proses pembelajaran dengan strategi ICARE, dapat dilihat pada Lampiran 27.
b. Lembar wawancara
Peneliti mewawancarai guru dan siswa. Hal ini dilakukan untuk mengetahui
secara langsung kondisi siswa serta untuk mengetahui gambaran umum mengenai
pelaksanaan pembelajaran dan masalah-masalah yang dihadapi di kelas.
Wawancara dengan guru dilakukan sebelum penerapan pembelajaran strategi
ICARE dan setelah akhir siklus, dapat dilihat pada Lampiran 1, Lampiran 19 dan
Lampiran 20. Wawancara dengan siswa dilakukan setelah akhir siklus, dapat
dilihat pada Lampiran 21 dan Lampiran 22.
c. Jurnal Harian
Jurnal harian digunakan untuk mengetahui respon siswa dengan
diterapkannya pembelajaran dengan strategi ICARE. Jurnal harian diberikan
kepada siswa pada tiap akhir pertemuan, dapat dilihat pada Lampiran 26.

3
Abdul Muin, “Pendekatan Metakognitif untuk Meningkatkan Kemampuan Matematika Siswa
SMA”, Tesis pada Pascasarjana UPI Bandung, Bandung, 2005, h. 33, tidak dipublikasikan.

dan apa yang ditanya 0 Tidak menuliskan kecukupan unsur Tabel 3. 26 d. Tabel 3. apa yang diketahui. apa yang diketahui. dan apa yang ditanya Mengidentifikasi kecukupan unsur dengan menuliskan hanya satu dari ketiga unsur yang diperlukan: 1 menuliskan pernyataan informasi kecukupan unsur. apa yang diketahui. Dokumentasi Dokumentasi ini berupa gambar atau foto saat kegiatan penelitian berlangsung. Dokumentasi ini diperlukan sebagai bukti pelaksanaan penelitian di kelas VIII B SMP YP 17 Bogor.2 Kriteria Penilaian Tahap Mengidentifikasi Kecukupan Unsur untuk Menyelesaikan Masalah Skor Kriteria Mengidentifikasi kecukupan unsur dengan menuliskan 3 pernyataan informasi kecukupan unsur.3 Kriteria Penilaian Tahap Menentukan Cara untuk Menyelesaikan Masalah Skor Kriteria Menentukan cara / rencana sesuai dengan prosedur dan 3 mengarah pada penyelesaian masalah yang benar Menentukan cara / rencana yang mengarah pada 2 penyelesaian masalah yang benar tetapi belum lengkap Menentukan cara / rencana yang tidak mengarah pada 1 penyelesaian masalah yang benar 0 Tidak ada cara / rencana penyelesaian yang dibuat . dan apa yang ditanya secara lengkap Mengidentifikasi kecukupan unsur dengan menuliskan hanya dua dari ketiga unsur yang diperlukan: 2 menuliskan pernyataan informasi kecukupan unsur.

proses 2 penghitungan benar. proses penghitungan benar. 27 Tabel 3. proses penghitungan benar.5 Kriteria Penilaian Tahap Memeriksa Kebenaran Hasil yang Diperoleh Skor Kriteria Memeriksa kebenaran hasil secara lengkap dengan 3 menuliskan kecukupan unsur. dan kesimpulan salah / tidak menuliskan kesimpulan Menuliskan rumus yang digunakan benar. proses 3 penghitungan benar. dan kesimpulan salah . dan kesimpulan benar Memeriksa kebenaran hasil kurang lengkap hanya 2 memenuhi dua dari ketiga kelengkapan yang diperlukan: menuliskan kecukupan unsur. dan kesimpulan benar Memeriksa kebenaran hasil kurang lengkap hanya 1 memenuhi satu dari ketiga kelengkapan yang diperlukan: menuliskan kecukupan unsur. dan kesimpulan salah Tidak melakukan proses penghitungan atau Menuliskan 0 rumus yang digunakan salah.4 Kriteria Penilaian Tahap Melakukan Proses Penghitungan Sesuai Rencana untuk Menyelesaikan Masalah Skor Kriteria Menuliskan rumus yang digunakan benar. proses penghitungan benar. dan kesimpulan benar Menuliskan rumus yang digunakan benar. dan kesimpulan salah Tabel 3. proses penghitungan salah. proses 1 penghitungan salah. dan kesimpulan benar Tidak memeriksa kebenaran hasil atau tidak menuliskan 0 kecukupan unsur. proses penghitungan salah.

G. 3. 4. 2. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah sebagai berikut: 1. Hasil Wawancara Hasil wawancara dengan guru dapat diperoleh pada sebelum penerapan pembelajaran strategi ICARE dan setelah akhir siklus.. Nilai Nilai kemampuan pemecahan masalah matematis siswa diperoleh dari tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang dilakukan pada setiap akhir siklus. Triangulasi adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi yang akurat dengan menggunakan berbagai metode agar . Teknik Pemeriksaan Kepercayaan Studi Teknik pemeriksaan kepercayaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik triangulasi. Hasil Dokumentasi Hasil dokumentasi yang dimaksud berupa foto-foto yang diambil pada saat proses pembelajaran yang diperoleh dari setiap siklus. peneliti bersama guru melakukan analisis. Hasil Observasi Observasi digunakan untuk mengamati aktivitas belajar siswa terhadap pembelajaran matematika dengan strategi ICARE (data diperoleh dari lembar observasi yang diisi oleh observer pada setiap pertemuan). interpretasi. Selain itu juga data diperlukan untuk menyimpulkan kelebihan dan kekurangan penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan. Hasil wawancara dengan siswa dapat diperoleh pada setiap akhir siklus. 28 F. 5. dan evaluasi data untuk mengambil kesimpulan tentang kemampuan pemecahan masalah matematis siswa terhadap pembelajaran matematika. Setelah semua data terkumpul. Jurnal Harian Jurnal harian digunakan untuk mengetahui respon siswa dengan diterapkannya pembelajaran dengan strategi ICARE.

Peneliti menggunakan teknik korelasi product moment sebagai berikut:5 ∑ ∑ ∑ √{ ∑ ∑ }{ ∑ ∑ } Keterangan: : koefisien korelasi antara variabel X dan Y N : jumlah responden X : skor butir Y : skor total Setelah diperoleh harga . validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat- tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. h. kita lakukan pengujian validitas dengan membandingkan harga dan product moment. Agar dapat mencapai hasil evaluasi yang objektif.4 Instrumen tes kemampuan pemecahan masalah matematis yang digunakan dalam penelitian ini perlu dilakukan uji validitas agar ketepatan penilaian terhadap konsep yang dinilai sesuai. dengan terlebih dahulu menetapkan degrees of freedom-nya atau derajat kebebasannya. (Jakarta: Rineka Cipta. 5 Suharsimi Arikunto. diperlukan hasil evaluasi yang didapat dari instrumen yang digunakan. 14. 2010). 72. maka dapat dicari harga product 4 Suharsimi Arikunto. sehingga betul-betul menilai apa yang harus dinilai. 211. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Dengan diperolehnya . 2010). (Jakarta: Bumi Aksara. h. Penelitian tindakan kelas dalam penelitian ini sama halnya dengan penelitian lainnya. 10. Menurut Suharsimi. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. 29 informasi itu dapat dipercaya kebenarannya sehingga peneliti tidak salah mengambil keputusan. dengan rumus . . maka instrumen tersebut sebaiknya memenuhi suatu validitas. cet. cet.

Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Bandung. . sehingga perhitungan daya beda dan tingkat kesukaran tidak dilakukan oleh peneliti. tidak dipublikasikan. “Penerapan Metode Pembelajaran Demonstrasi dan Eksperimen pada Mata Pelajaran Gambar Teknik Dasar dalam Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Peserta Didik di SMK Negeri 6 Bandung”. dalam penelitian ini juga dilakukan pengujian instrumen dengan uji reliabilitas. maka soal tersebut valid dan jika maka soal tersebut tidak valid. Pertimbangan ini sebagai hasil dari diskusi peneliti dan dosen pembimbing. Sebelum melakukan penelitian.33.6. op. 30 moment pada taraf signifikansi 5%. 109. 7 Arsy Ainun Nisa. cit. Kriteria pengujiannya adalah jika . Skripsi pada UPI Bandung. Reliabilitas bisa diartikan bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data apabila instrumen tersebut sudah baik. dan terdapat satu butir soal yang tidak valid sehingga tidak digunakan dalam tes siklus I pada siswa kelas VIII B. Selain melakukan pengujian instrumen dengan uji validitas. 6 Suharsimi Arikunto. Untuk mengukur reliabilitas instrumen tes kemampuan pemecahan masalah matematis dalam penelitian ini digunakan rumus Alpha Cronbach6. peneliti melakukan uji validitas instrumen tes siklus I kepada kelas IX A di SMP YP 17 Bogor. Penelitian ini hanya melakukan uji validitas dan reliabilitas karena instrumen yang digunakan telah diperiksa dan dipertimbangkan kembali untuk digunakan. 2014. yaitu: ∑ ( ) ) Keterangan: : reliabilitas yang dicari : banyak butir soal ∑ : jumlah varians skor tiap-tiap item : varians total Adapun klasifikasi interpretasi reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini menurut Subana dan Sudrajat dalam Arsy Ainun Nisa7 dapat dilihat pada Tabel 3. Peneliti juga melakukan uji reliabilitas pada isntrumen tes siklus I. h. h..

Analisis Data dan Interpretasi Hasil Analisis Data yang diperoleh dalam penelititan.70  r11  0.40 Korelasi rendah 0.00 Korelasi sempurna Setelah pembelajaran pada siklus I berakhir. Uji validitas dan uji reliabilitas instrumen tes siklus II kepada kelas IX A dilaksanakan sebelum peneliti melanjutkan pembelajaran pada siklus II.20 Tidak ada korelasi 0.90 Korelasi tinggi 0. menentukan cara untuk menyelesaikan masalah.90  r11  1. 31 Tabel 3. Data kuantitatif Data hasil tes siswa dianalisis dari setiap siklus yang telah dilakukan. melakukan proses penghitungan . H. peneliti kembali berdiskusi dengan dosen pembimbing untuk membahas instrumen tes siklus II. Langkah-langkah yang ditempuh dalam menganalisis data pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.40  r11  0.6 Tabel Klasifikasi Interpretasi Reliabilitas Nilai Korelasi Interpretasi r11  0.20  r11  0. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dapat terlihat dalam perhitungan skor rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.70 Korelasi sedang 0.00 Korelasi sangat tinggi r11  1. selanjutnya diinterpretasikan melaui analisis perhitungan. Selanjutnya kemampuan pemecahan masalah matematis dianalisis per indikator yaitu mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah.

Dalam penelitian ini. dapat dilihat pada Lampiran 27. 32 sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. dan memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh. Data Kualitatif a. Persentase skor tiap indikator pemecahan masalah matematis dihitung dengan rumus: 2. digunakan rumus hasil observasi tiap indikator yang sebagai berikut: b. dan dibagi menjadi tiga respon. Dalam penelitian ini. netral. Observasi Data hasil observasi disajikan dalam bentuk tabel kemudian dianalisis menggunakan nilai persentase. Terdapat tujuh indikator pada lembar observasi siswa. yaitu respon positif. dan negatif. Jurnal Harian Data hasil jurnal harian yang diisi oleh siswa dianalisis dan diinterpretasikan untuk mengetahui respon siswa dengan diterapkannya pembelajaran dengan strategi ICARE. digunakan rumus persentase skor sebagai berikut: .

Hasil persentase observasi aktivitas siswa mencapai rata-rata ≥ 70%. penelitian akan dilanjutkan pada siklus II. Hasil persentase respon positif siswa mencapai rata-rata ≥ 70%. Hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa mencapai rata- rata nilai ≥ 73. . serta analisis dan refleksi. Siklus ini terdiri dari perencanaan tindakan. Data ini dapat memperkuat hasil temuan aktivitas siswa dan respon siswa. apabila penelitian ini telah berhasil menguji penerapan pembelajaran dengan strategi ICARE dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan indikator keberhasilan sebagai berikut: 1. I. observasi. 2. Wawancara Data hasil wawancara dideskripsikan dalam kalimat kemudian disusun dalam bentuk rangkuman hasil wawancara. pelaksanaan tindakan. Pengembangan Perencanaan Tindakan Setelah tindakan pertama (siklus I) selesai dilakukan dan hasil yang diharapkan belum mencapai kriteria keberhasilan yaitu peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam pembelajaran matematika maka sebagai rencana perbaikan pembelajaran. 3. Penelitian ini berakhir. 33 c.

Penelitian dimulai dengan melakukan observasi awal dari tanggal 16 November 2015 sampai dengan 27 November 2015. aktivitas belajar matematika siswa serta mensosialisasikan pembelajaran yang akan dilakukan oleh peneliti selama proses penelitian. misalnya siswa mengobrol dengan teman sebangkunya. dan wawancara guru bidang studi matematika. siswa terkadang melontarkan gurauan dengan suara lantang ketika pembelajaran berlangsung yang mengganggu konsentrasi siswa lain. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang ragu atau malu untuk bertanya serta mengemukakan pendapatnya dalam pembelajaran matematika. seperti pengajaran yang dilakukan oleh guru bidang studi. sehingga siswa merasa malas dan kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran matematika di kelas. Tujuan dilaksanakannya observasi awal yaitu untuk mengetahui proses pembelajaran yang terjadi di kelas. mengganggu teman yang sedang belajar. pengamatan pembelajaran di kelas. yang terdiri dari 15 siswa perempuan dan 18 siswa laki- laki. siswa tidak memperhatikan penjelasan materi dari guru. secara umum dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika yang berlangsung di kelas kurang efektif. Soal pemecahan masalah matematis yang 34 . guru bidang studi masih menerapkan pembelajaran dengan metode konvensional sehingga guru lebih banyak menjelaskan materi dan kurangnya interaksi antara guru dan siswa. Deskripsi Data Penelitian ini dilaksanakan di SMP YP 17 Bogor di kelas VIII B dengan jumlah siswa 33 orang. Dari hasil observasi yang dilakukan. Kegiatan ini terdiri dari observasi sekolah. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2015 – 2016 dari tanggal 19 Januari 2016 sampai dengan 15 Maret 2016. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas siswa yang melakukan kegiatan yang tidak berhubungan dengan proses pembelajaran. Observasi awal dilaksanakan sebelum peneliti melakukan tindakan pembelajaran. Selain itu. Siswa juga kurang terampil dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah matematis yang diberikan peneliti dalam observasi awal.

Siswa juga jarang membentuk kelompok diskusi. jurnal harian siswa. dan tahap refleksi. Berdasarkan hasil wawancara yang sudah peneliti lakukan dengan guru bidang studi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika masih berpusat pada guru dan kemampuan pemecahan masalah matematis masih rendah. serta menyiapkan alat dokumentasi yang akan digunakan dalam proses pembelajaran di kelas. tahap pelaksanaan tindakan. yaitu tahap perencanaan. . Siswa kurang mengeksplorasi kemampuan mereka dalam pembelajaran matematika karena siswa hanya mengerjakan soal-saol rutin yang diberikan guru. lembar kerja siswa (LKS) yang didesain sesuai dengan strategi pembelajaran ICARE. pedoman wawancara. Oleh karena itu. 35 diberikan yaitu soal cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari pada materi aljabar. Adapun pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut: 1. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih rendah terlihat dalam pengerjaan soal pemecahan masalah matematis yang diberikan pada observasi awal. Tahap Perencanaan (Planning) Pada tahap perencanaan siklus I. peneliti melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran ICARE. Peneliti dan guru bidang studi menentukan kelas mana yang akan dijadikan sebagai tempat untuk melakukan tindakan kelas. Tindakan Pembelajaran Siklus I Siklus I terdiri dari beberapa tahap. tahap pengamatan. lembar soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis. siswa kesulitan membuat model matematik dalam materi aljabar. ditetapkan kelas VIII B sebagai tempat penelitian. akibatnya siswa jarang berdiskusi atau bertukar pendapat dengan siswa lain. peneliti membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Tahapan-tahapan tersebut akan dideskripsikan sebagai berikut: a. Setelah mengidentifikasi dari permasalahan pembelajaran matematika di atas. lembar observasi aktivitas siswa.

19 Januari 2016 Kegiatan pembelajaran matematika di kelas VIII B pada pertemuan pertama berlangsung selama 2 jam pelajaran (2 x 45 menit). dan 2 siswa tanpa keterangan. melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. Pada proses pembelajaran ini dilaksanakan dengan menggunakan strategi pembelajaran ICARE. 1 siswa izin. kemudian peneliti mengabsen siswa. b. kemudian peneliti memotivasi siswa dengan menyampaikan tujuan mempelajari luas permukaan kubus dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Setiap kelompok terdiri dari 4 sampai 5 siswa. Peneliti dan guru bidang studi membagi kelompok siswa menjadi 8 kelompok. Peneliti dan guru bidang studi juga mendiskusikan pembagian kelompok untuk pembelajaran siklus I dengan kemampuan siswa yang heterogen. dan memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh. diantaranya 2 siswa sakit. Adapun proses pembelajaran pada siklus I adalah sebagai berikut: 1) Pertemuan pertama/ Selasa. Tahap Pelaksanaan Tindakan (Acting) Pada tahap pelaksanaan tindakan siklus I. Kelompok ini disusun berdasarkan hasil pengamatan guru bidang studi selama pembelajaran pada semester pertama. menentukan cara untuk menyelesaikan masalah. 36 Pada siklus I ini peneliti ingin mengetahui respon dan aktivitas siswa terhadap pembelajaran matematika dan mengetahui perkembangan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ketika diterapkan strategi pembelajaran ICARE dalam pembelajaran matematika di kelas. Daftar kelompok dapat dilihat pada Lampiran 16. Selanjutnya peneliti melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali sifat-sifat sebuah kubus. diantaranya mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah. baik menurut kemampuan intelegensi maupun jenis kelamin. ada 5 orang yang tidak masuk. pelaksanaan tindakan terdiri dari 5 pertemuan dimana 4 pertemuan sebagai kegiatan pembelajaran dan 1 pertemuan digunakan untuk pelaksanaan tes kemampuan pemecahan masalah matematis siklus I. Peneliti memulai kegiatan belajar dengan mengucapkan salam dan membaca doa. Peneliti mengelompokkan siswa menjadi 8 kelompok yang terdiri dari 4 sampai 5 siswa .

37 yang sudah ditentukan sebelumnya pada tahap perencanaan. peneliti memberikan LKS yang berisi tentang materi pembelajaran hari ini yaitu menentukan rumus luas permukaan kubus serta sebuah kubus pada masing- masing kelompok yang memiliki panjang sisi 2 cm. siswa terlihat antusias mewarnai titik sudut pada kubus yang diberikan. Pada Gambar 4. Suasana menjadi ramai oleh aktivitas siswa yang mencari teman kelompoknya dan mengatur posisi duduk dalam kelompok. Peneliti bertanya kepada siswa apakah sudah memahami instruksi di dalam LKS. siswa mengingat kembali sifat-sifat kubus yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya (pada pertemuan sebelum penelitian dimulai. Kemudian. Setelah siswa duduk sesuai kelompoknya masing-masing. siswa sudah diberikan materi sifat-sifat kubus dan balok oleh guru) dan menuliskannya pada LKS sesuai instruksi yang diberikan.1 Kegiatan Siswa Memberi Warna pada Setiap Titik Sudut Kubus Pertemuan 1 . pada bagian Connection. siswa memberi warna yang berbeda menggunakan krayon pada setiap titik sudut sesuai instruksi dalam LKS. Pada bagian Introduction. siswa banyak yang bertanya akan digunakan untuk apa kubus tersebut. Setelah peneliti selesai memberikan LKS dan sebuah kubus pada masing-masing kelompok. peneliti mengarahkan siswa untuk mengikuti instruksi yang tersedia dalam LKS. kebanyakan siswa menjawab paham dengan instruksi yang diberikan. Pada saat memberikan LKS dan kubus tersebut.1. Gambar 4.

seperti mencari luas sisi DCGH. siswa menuliskan perkalian sisi-sisinya DC × GH seharusnya DC × CG atau DC × DH. Siswa mengukur panjang sisi kubus. siswa melanjutkan diskusi pada bagian Application.2 Jaring-jaring Kubus Hasil Kerja Siswa Pertemuan 1 Setelah siswa menempelkan jaring-jaring kubus. siswa menempelkan jaring-jaring kubus tersebut dengan menggunakan lem dan memberi nama pada setiap titik sudut jaring-jaring kubus sesuai dengan nama titik sudut kubus. 38 Setelah siswa mewarnai setiap titik sudut kubus. Jaring-jaring kubus yang telah ditempelkan pada LKS dapat dilihat pada Gambar 4. siswa diarahkan untuk melengkapi tabel untuk menghitung luas permukaan kubus. menggunting kubus. Beberapa siswa belum tepat melengkapi tabel rumus luas sisi kubus. Hal ini dikarenakan beberapa siswa belum memahami konsep perkalian sisi dalam materi bangun datar persegi. . Kemudian.2. Gambar 4. Selama kegiatan diskusi kelompok. peneliti berkeliling mengamati setiap kelompok dan membimbing kelompok yang mengalami kesulitan dalam menentukan rumus luas permukaan kubus serta menyelesaikan masalah dalam LKS. dan merentangkan jaring-jaring kubus yang diperoleh dari kubus yang sudah digunting tersebut.

perwakilan siswa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. yaitu menentukan rumus luas permukaan kubus. berapa luas permukaan dinding yang akan dicat oleh Pak Dedi?” Gambar 4. pada bagian Reflection. Masalah yang diberikan adalah sebagai berikut: “Misalnya ruang kelas kamu memiliki dinding dengan sisi-sisi yang kongruen dengan panjang rusuknya 6 meter. Sebelum pembelajaran ditutup. 39 Kemudian. sebagian siswa sudah dapat mengidentifikasi kecukupan unsur serta melakukan proses penghitungan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan siswa untuk menyelesaikan masalah. Terlihat bahwa siswa memahami bahwa dinding yang akan dicat ada 3 sisi. Setelah selesai menyelesaikan LKS. Pada bagian Extension. kemudian menyimpulkan materi yang sudah dipelajari.3 dan dari hasil pengamatan peneliti. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan memberikan tanggapan terhadap materi pembelajaran hari ini. siswa diarahkan untuk menyelesaikan masalah yang tersedia dalam LKS. Pak Dedi (petugas sekolah) ingin mengecat tiga sisi dinding ruang kelas kamu. Peneliti bersama dengan siswa bersama-sama membahas masalah yang terdapat dalam LKS. siswa diinstruksikan untuk memberikan kesimpulan tentang bagaimana cara menentukan rumus luas permukaan kubus dan apa rumus luas permukaan kubus. peneliti memberikan tugas individu kepada siswa agar siswa dapat berlatih .3 Hasil Jawaban LKS pada Bagian Extension Pertemuan 1 Seperti yang terlihat pada Gambar 4. jadi siswa menghitung luas ketiga permukaan dinding yang akan dicat.

. siswa diarahkan untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah pada LKS. Selanjutnya peneliti melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali rumus luas permukaan kubus pada pertemuan sebelumnya. 1 siswa sakit dan 2 siswa tanpa keterangan. Ilustrasi masalah 1 pada LKS sebagai berikut: “Hari Minggu lalu. Setelah peneliti selesai memberikan LKS. Bu Ria membeli dua kotak makanan kosong berbentuk kubus di Pasar Devris. Berapa selisih luas permukaan kedua kotak makanan yang dibeli Bu Ria?” Pada tahap ini. siswa diarahkan untuk menuliskan kembali rumus luas permukaan kubus yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Sebagian besar siswa masih mengingat rumus luas permukaan kubus. Pada bagian Application. ada 3 orang yang tidak masuk. Peneliti mengarahkan siswa untuk duduk sesuai dengan kelompoknya. 40 menentukan rumus luas permukaan kubus dari benda-benda yang ada di sekitar siswa. Kemudian. Pembelajaran ditutup dengan mengucapkan hamdalah dan salam penutup. peneliti mengarahkan siswa untuk mengikuti instruksi yang tersedia dalam LKS. pada bagian Connection. Peneliti memulai kegiatan belajar dengan mengucapkan salam dan membaca doa. Pada bagian Introduction. 2) Pertemuan kedua/ Selasa. Peneliti juga membagikan jurnal harian untuk diisi oleh siswa. banyak siswa yang bertanya maksud dari masalah yang diberikan. peneliti memberikan LKS yang berisi masalah-masalah luas permukaan kubus. kemudian peneliti menyampaikan tujuan mempelajari luas permukaan kubus dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Kotak yang pertama memiliki panjang sisi 20 cm dan kotak yang kedua memiliki panjang sisi 30 cm. sedangkan siswa belum berdiskusi dengan kelompoknya. 26 Januari 2016 Kegiatan pembelajaran matematika pada pertemuan kedua berlangsung selama 2 jam pelajaran (2 x 45 menit). Setelah siswa duduk sesuai kelompoknya masing-masing. Akibatnya. siswa diberikan ilustrasi mengenai suatu masalah yang berkaitan dengan luas permukaan kubus untuk memotivasi siswa agar siswa dapat menghitung luas permukaan kubus dan menggunakan luas permukaan kubus dalam berbagai permasalahan. kemudian peneliti mengabsen siswa.

siswa diberikan arahan oleh peneliti untuk mendiskusikan LKS terlebih dahulu dengan teman kelompoknya. Hasil jawaban siswa pada masalah 1 bagian b dapat dilihat pada Gambar 4.5. Gambar 4. Gambar 4. Kemudian. pada masalah 1 bagian b. menunjukkan bahwa sebagian siswa sudah dapat mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah 1.4 di atas.4 Hasil Jawaban LKS pada Indikator Mengidentifikasi Kecukupan Unsur untuk Menyelesaikan Masalah Pertemuan 2 Dari hasil pengamatan peneliti serta terlihat pada Gambar 4. peneliti berkeliling mengamati setiap kelompok dan membimbing kelompok yang mengalami kesulitan menyelesaikan masalah 1. Pada saat kegiatan diskusi berlangsung. siswa diarahkan untuk dapat menentukan cara serta melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. 41 suasana kelas menjadi berisik dan tidak kondusif. Kemudian.5 Hasil Jawaban LKS pada Indikator Menentukan Cara serta Melakukan Proses Penghitungan sesuai Rencana untuk Menyelesaikan Masalah Pertemuan 2 .

siswa diarahkan untuk menyelesaikan masalah 2. menentukan cara. sebagian siswa sudah mulai beradaptasi dengan tahapan-tahapan pemecahan masalah pada LKS. serta melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. Sebagian siswa dapat mengidentifikasi kecukupan unsur. Setelah semua kelompok telah menyelesaikan masalah-masalah dalam LKS. kemudian peneliti memberi arahan kepada siswa sehingga siswa dapat memahami maksud dari masalah 2. siswa diarahkan untuk dapat memberikan kesimpulan setelah menyelesaikan masalah 2. pada bagian Extension. perwakilan siswa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. tetapi beberapa siswa masih kesulitan menentukan berapa banyak permukaan kubus yang dicat. 42 Seperti yang terlihat pada Gambar 4. Oleh karena itu. siswa diarahkan untuk dapat memberikan kesimpulan yang diperoleh setelah menyelesaikan masalah 1. Kemudian. Peneliti juga . dan tinggi 3 cm. sebagian siswa terlihat sudah dapat melakukan proses penghitungan sesuai dengan rumus yang digunakan. siswa diberikan masalah yang berkaitan dengan masalah aritmetika sosial. lebar 6 cm. Setelah menyelesaikan masalah 1. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian siswa sudah dapat menentukan cara serta melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah 1. Beberapa siswa kesulitan memahami maksud dari masalah 2.5. Dari hasil pengamatan peneliti. Pada bagian Reflection. Setelah selesai menuliskan kesimpulan. peneliti bersama dengan siswa bersama-sama membahas masalah dan menyimpulkan masalah yang terdapat dalam LKS. Kegiatan siswa mempresentasikan hasil diskusinya dapat dilihat pada Gambar 4. beberapa siswa masih kesulitan menentukan cara dan melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah.6. peneliti memberikan tugas kepada masing-masing kelompok yaitu membuat sebuah balok dari kertas karton yang berukuran panjang 8 cm. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan memberikan tanggapan terhadap materi pembelajaran hari ini. Sebelum pembelajaran ditutup. Pada bagian Reflection.

peneliti mengarahkan siswa untuk tidak berisik atau tidak mengobrol hal di luar materi pembelajaran. Setelah peneliti selesai memberikan LKS kepada masing-masing kelompok. Selanjutnya peneliti melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali sifat- sifat sebuah kubus dan rumus luas permukaan kubus yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Setelah siswa duduk sesuai kelompoknya masing-masing. ada 2 orang yang tidak masuk. kemudian peneliti mengabsen siswa. peneliti mengarahkan siswa untuk . keduanya tanpa keterangan. peneliti memberikan materi singkat untuk mengingatkan kembali sifat-sifat sebuah balok. Peneliti memulai kegiatan belajar dengan mengucapkan salam dan membaca doa. Selanjutnya peneliti mengarahkan siswa untuk duduk sesuai dengan kelompoknya. Pembelajaran ditutup dengan mengucapkan hamdalah dan salam penutup. Pada saat memberikan LKS. Gambar 4. 1 Februari 2016 Kegiatan pembelajaran matematika di kelas VIII B pada pertemuan ketiga berlangsung selama 2 jam pelajaran (2 x 45 menit). Kemudian. memotivasi siswa dengan menyampaikan tujuan mempelajari luas permukaan balok dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 43 membagikan jurnal harian untuk diisi oleh siswa.6 Kegiatan Presentasi Siswa Pertemuan 2 3) Pertemuan ketiga/ Senin. peneliti memberikan LKS yang berisi tentang materi pembelajaran hari ini yaitu menentukan rumus luas permukaan balok pada masing-masing kelompok.

7 Hasil Diskusi Siswa Melengkapi Tabel untuk Menghitung Luas Permukaan Balok Pertemuan 3 Selama kegiatan diskusi kelompok. peneliti berkeliling mengamati setiap kelompok dan membimbing kelompok yang mengalami kesulitan dalam . menggunting balok. Setelah siswa menempelkan jaring- jaring balok. siswa menempelkan jaring-jaring kubus tersebut pada LKS dengan menggunakan lem dan memberi nama pada setiap titik sudut jaring-jaring balok sesuai dengan nama titik sudut balok. Kemudian. Kemudian. siswa mengingat kembali sifat-sifat balok yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya (pada pertemuan sebelum penelitian dimulai. pada bagian Connection. 44 menaruh balok yang telah dibuat oleh masing-masing kelompok di atas meja kelompoknya (peneliti memberi tugas membuat sebuah balok pada pertemuan 2). siswa memberi warna yang berbeda menggunakan krayon pada setiap titik sudut sesuai instruksi dalam LKS. dan merentangkan jaring-jaring balok yang diperoleh dari balok yang sudah digunting tersebut. siswa mengukur kembali panjang rusuk balok yang dibuat oleh masing-masing kelompok. tabel ini dapat dilihat pada Gambar 4. serta mengarahkan siswa untuk mengikuti instruksi yang tersedia dalam LKS. Gambar 4. Pada bagian Application. Pada bagain Introduction. siswa sudah diberikan materi sifat-sifat kubus dan balok oleh guru) dan menuliskannya pada LKS sesuai instruksi yang diberikan. siswa diarahkan untuk melengkapi tabel untuk menghitung luas permukaan balok.7.

8. siswa diberi arahan bahwa siswa harus mengukur sisinya terlebih dahulu. siswa diinstruksikan untuk memberikan kesimpulan tentang bagaimana cara menentukan rumus luas permukaan balok dan apa rumus luas permukaan balok. siswa menuliskan perkalian sisinya BC × CG = p × t. Beberapa siswa kurang teliti pada proses penghitungan. sehingga siswa kesulitan mencari panjang balok. jika sisinya berukuran 8 cm maka sisinya merupakan panjang balok. lebar. 45 menentukan rumus luas permukaan balok serta menyelesaikan masalah dalam LKS. Siswa diberikan masalah mencari ukuran panjang kotak pensil jika diketahui ukuran lebar. siswa diarahkan untuk menyelesaikan masalah. ukuran tinggi. Melihat banyaknya kesulitan siswa. misalnya sisi BCGF. jika sisinya berukuran 6 cm maka sisinya merupakan lebar balok. Hasil jawaban siswa dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 4.9. Untuk menyelesaikan masalah pada bagian Extension. dan jika sisinya berukuran 3 cm maka sisi yang dimaksud adalah tinggi balok. siswa harus memahami materi aljabar yang telah dipelajari siswa sebelumnya. Kegiatan diskusi siswa dapat dilihat pada Gambar 4. dan tinggi.8 Kegiatan Diskusi Siswa dalam Menentukan Rumus Luas Permukaan Balok Pertemuan 3 Pada pertemuan ketiga ini. banyak siswa yang bingung untuk mengisi sisi mana yang merupakan panjang. Peneliti memberikan arahan kepada beberapa . serta luas permukaannya. Selanjutnya. pada bagian Reflection. Pada bagian Extension.

46 siswa yang masih kesulitan agar dapat menyelesaikan masalah pada bagian Extension. Setelah selesai menyelesaikan LKS. kemudian menyimpulkan materi yang sudah dipelajari. terlihat sebagian siswa dapat melakukan proses penghitungan sesuai dengan rumus yang digunakan.10. perwakilan siswa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.9 Hasil Jawaban LKS pada Bagian Extension Pertemuan 3 . peneliti memberikan tugas individu kepada siswa agar siswa dapat berlatih menentukan rumus luas permukaan balok dari benda-benda yang ada di sekitar siswa. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan memberikan tanggapan terhadap materi pembelajaran hari ini. Peneliti bersama dengan siswa bersama-sama membahas masalah yang terdapat dalam LKS. Pembelajaran ditutup dengan mengucapkan hamdalah dan salam penutup. Dari hasil pengamatan peneliti dan dari hasil jawaban siswa. Kegiatan tanya-jawab siswa dapat dilihat pada Gambar 4. Peneliti juga membagikan jurnal harian untuk diisi oleh siswa. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian siswa sudah dapat menentukan cara serta melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. Gambar 4. Sebelum pembelajaran ditutup. yaitu menentukan rumus luas permukaan balok.

10 Kegiatan Tanya-Jawab Siswa Pertemuan 3 4) Pertemuan keempat/ Selasa. 1 siswa sakit dan 3 siswa tanpa keterangan. kemudian peneliti mengabsen siswa. Setelah peneliti selesai memberikan LKS. Peneliti mengarahkan siswa untuk duduk sesuai dengan kelompoknya. Peneliti memulai kegiatan belajar dengan mengucapkan salam dan membaca doa. peneliti memberikan LKS yang berisi masalah-masalah luas permukaan balok. Pada bagian Introduction. Selanjutnya peneliti melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali rumus luas permukaan balok pada pertemuan sebelumnya. 47 Gambar 4. Kemudian. pada bagian Connection. kemudian peneliti menyampaikan tujuan mempelajari luas permukaan balok dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Setelah siswa duduk sesuai kelompoknya masing-masing. peneliti mengarahkan siswa untuk mengikuti instruksi yang tersedia dalam LKS. 2 Februari 2016 Kegiatan pembelajaran matematika pada pertemuan keempat berlangsung selama 2 jam pelajaran (2 x 45 menit). siswa diberikan ilustrasi mengenai suatu masalah yang berkaitan dengan luas permukaan balok untuk memotivasi siswa agar siswa dapat menghitung luas permukaan balok dan menggunakan luas permukaan balok dalam berbagai permasalahan. ada 4 orang yang tidak masuk. siswa diarahkan untuk menuliskan kembali rumus luas permukaan balok yang telah dipelajari pada pertemuan .

dan kedalaman 1. ada yang berbentuk lingkaran.12. yang rencananya akan dipasang keramik di seluruh permukaan kolamnya. Pada bagian Application. ada yang meliuk-liuk seperti sungai. peneliti berkeliling mengamati setiap kelompok dan membimbing kelompok yang mengalami kesulitan menyelesaikan masalah 1. Periksa apakah benar luas permukaan kolam renang yang dipasang keramik tersebut adalah 950 m2?” Pada saat kegiatan diskusi berlangsung. Setelah menyelesaikan masalah 1.5 meter. terdapat berbagai bentuk kolam renang. ada yang lantai dasarnya berbentuk persegi panjang. Di Sea Park. lebar 10 meter. Gambar 4. Ilustrasi masalah 1 pada LKS sebagai berikut: “Pada hari libur. Hasil jawaban siswa dapat dilihat pada Gambar 4. siswa juga diarahkan untuk dapat memberikan kesimpulan yang diperoleh. dan lain sebagainya.11 Hasil Jawaban LKS pada Indikator Memeriksa Kebenaran Hasil Pertemuan 4 . siswa diarahkan untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah pada LKS. pada bagian Reflection. Kolam tersebut memiliki ukuran panjang 50 meter.11. 48 sebelumnya. Jordan dan keluarga berencana akan berenang ke Sea Park. Hasil jawaban siswa dapat dilihat pada Gambar 4. Jordan melihat ada satu kolam renang baru yang lantai dasarnya berbentuk persegi panjang sedang dipasang keramik oleh petugas.

Ketika peneliti berkeliling untuk melihat diskusi siswa. Setelah menyelesaikan masalah 2. siswa diharapkan mampu memeriksa kebenaran hasil dari suatu masalah. siswa terlihat sudah terbiasa menggunakan rumus permukaan balok. Ilustrasi masalah 2 pada LKS sebagai berikut: “Sebuah perusahaan minuman teh membuat kemasan kotak minuman berbentuk balok yang terbuat dari kertas yang dilapisi alumunium foil. dan tinggi 11 cm. lebar 4 cm. siswa diarahkan untuk menyelesaikan masalah 2. berapa jumlah luas permukaan kertas yang digunakan pada hari Senin?” Ketika mengerjakan masalah 2. 49 Gambar 4. Kotak minuman teh tersebut berukuran panjang 7 cm.12 Hasil Jawaban LKS pada Bagian Reflection Pertemuan 4 Pada pertemuan keempat. terlihat bahwa sebagian siswa dapat memeriksa kebenaran hasil dari masalah 1. dan dari hasil pengamatan peneliti. Dari hasil jawaban LKS siswa di atas. Setelah menyelesaikan masalah 1.13. Kegiatan diskusi siswa dapat dilihat pada Gambar 4. siswa juga diarahkan untuk dapat memberikan kesimpulan yang diperoleh. Jika hari Senin perusahaan ingin membuat seribu kotak minuman teh. kebanyakan siswa terlihat bersemangat menyelesaikan masalah-masalah dalam LKS. pada bagian Reflection. . sehingga peneliti hanya mengarahkan untuk lebih teliti dalam memahami masalah 2 dan lebih teliti lagi pada saat melakukan proses penghitungan.

maka Angga pergi ke Toko Surya untuk membeli kaca seluas akuarium yang akan ia buat.14 Hasil Jawaban LKS pada Bagian Extension Pertemuan 4 . Ilustrasi masalah pada bagian Extension sebagai berikut: “Suatu hari. dan tinggi 35 cm. 50 Gambar 4. lebar 30 cm.000. Hasil jawaban siswa dapat dilihat pada Gambar 4. Angga tidak memiliki kaca untuk membuatnya. Berapa biaya yang harus dikeluarkan Angga jika harga kaca 1 m2 adalah Rp 200.00?” Gambar 4. siswa diarahkan untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan masalah aritmetika sosial.14. Angga ingin membuat sebuah akuarium berbentuk balok dengan ukuran panjang 70 cm.13 Kegiatan Diskusi Siswa Mengerjakan Masalah 2 pada Pertemuan 4 Pada bagian Extension.

Terlihat seluruh siswa kelas VIII B sudah siap dengan tes yang akan dilaksanakan. 5) Pertemuan kelima/ Selasa. . Dari hasil jawaban LKS pada pertemuan 4 serta dari hasil pengamatan peneliti. Proses tes siklus I ini berjalan dengan baik hingga waktu tes habis. ketua kelas memimpin untuk bersama-sama berdoa terlebih dahulu. peneliti memberikan tugas kelompok yaitu masing-masing kelompok membuat 8 kubus kecil dari kertas karton berukuran sisi 3 cm. Selanjutnya peneliti membagikan lembar soal tes kepada setiap siswa. terlihat bahwa sebagian siswa sudah dapat mengidentifikasi kecukupan unsur. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan memberikan tanggapan terhadap materi pembelajaran hari ini. Siswa tampak serius dalam mengerjakan soal tes siklus I dan suasana terlihat tenang dan kondusif. peneliti bersama dengan siswa bersama-sama membahas masalah dan menyimpulkan masalah yang terdapat dalam LKS. Soal tes siklus II ini terdiri dari 3 butir soal yang sudah divalidasi. Pembelajaran ditutup dengan mengucapkan hamdalah dan salam penutup. 9 Februari 2016 Setelah peneliti melakukan proses pembelajaran dengan strategi ICARE selama empat pertemuan. perwakilan siswa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. serta memeriksa kebenaran hasil untuk menyelesaikan masalah. beberapa siswa ada yang bertanya mengenai kejelasan soal. pada pertemuan kelima ini dilakukan tes siklus I untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII B yang berlangsung selama 2 x 40 menit. Soal tes siklus I ini berisi soal-soal pemecahan masalah matematis yang terdiri dari 4 indikator tentang materi luas permukaan kubus dan luas permukaan balok. menentukan cara. Kegiatan pelaksanaan tes siklus I dapat dilihat pada Gambar 4. 51 Setelah selesai menyelesaikan LKS.15. Selama tes berlangsung. Sebelum tes dilaksanakan. Sebelum pembelajaran ditutup. Peneliti juga membagikan jurnal harian untuk diisi oleh siswa dan menginformasikan kepada siswa bahwa tes siklus I akan dilaksanakan pada pertemuan selanjutnya. Kemudian. melakukan proses penghitungan sesuai rencana.

15 Pelaksanaan Tes Siklus I c. menentukan cara untuk menyelesaikan masalah. dan 1 indikator memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh (nomor 2). 2 indikator menentukan cara untuk menyelesaikan masalah (nomor 1b dan 3b). Berikut ini merupakan paparan hasil observasi dan analisis data pada pembelajaran siklus I: 1) Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Dalam penelitian ini. dan memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh. Instrumen tes siklus I terdiri dari dari 3 soal yang terdiri dari 2 indikator mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah (nomor 1a dan 3a). Pengamatan dan analisis data pada siklus I dilakukan untuk memperoleh data yang akurat pada proses pembelajaran. Tahap Pengamatan (Observing) dan Analisis Data Siklus I Tahap observasi ini berlangsung bersamaan dengan tahap pelaksanaan. 2 indikator melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah (nomor 1c dan 3c). kemampuan pemacahan masalah matematis siswa yang akan diteliti yaitu mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah. Kegiatan observasi dilakukan oleh guru mata pelajaran matematika kelas VIII B sebagai observer dan kolaborator dalam penelitian ini. Nilai tertinggi yang . melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. 52 Gambar 4.

12 40-51 5 15. dan nilai rata- ratanya adalah 67.1 Distribusi Frekuensi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Siklus I Interval Frekuensi Persentase 28-39 4 12.1. serta kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih belum merata.82. nilai terendahnya adalah 28.12 76-87 10 30.57. rata-rata hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih dalam kategori kurang. .15 64-75 4 12. Hasil penilaian tes akhir siklus I yang diperoleh siswa kelas VIII B dapat dilihat pada Lampiran 17. dan memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh. sebagai berikut: Tabel 4.15 Jumlah 33 100 Berdasarkan Tabel 4. Siswa yang berkemampuan akademis tinggi masih mendominasi dengan nilai lebih dari rata-rata pada hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis.82. 53 diperoleh siswa VIII B adalah 100.15 52-63 5 15. Terlihat bahwa sekitar 54.30 88-100 5 15. dapat dilihat bahwa terdapat 6 kelas interval dengan panjang interval kelas adalah 12. yaitu mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah. Nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 28. jumlah ini masih kurang karena belum mencapai indikator yang ditentukan yaitu nilai rata-rata hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ≥ 73.1. menentukan cara untuk menyelesaikan masalah. Adapun penyajian data hasil penilaian tes akhir siklus I dapat dilihat pada Tabel 4. melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah.54% siswa mendapat nilai kurang dari nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis yang ditentukan. Nilai rata-rata hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis pada siklus I sebesar 67. Ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah matematis yang terdiri dari empat indikator.

Berdasarkan skor rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada siklus I menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dari empat indikator masih kurang.2. sebagian siswa tidak lengkap menuliskan identifikasi unsur untuk menyelesaikan masalah dan ada pula siswa yang langsung melakukan proses penghitungan untuk menyelesaikan masalah. .30 43. Berdasarkan hasil tes siklus I. Beberapa siswa masih merasa kesulitan dalam menyelesaikan masalah yang disajikan. 54 Siswa juga banyak yang belum terbiasa dengan penerapan strategi ICARE dalam pembelajaran matematika. Pada aspek mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah.16 menyelesaikan masalah Melakukan proses penghitungan 3 sesuai rencana untuk menyelesaikan 6 5.15 untuk menyelesaikan masalah Menentukan cara untuk 2 6 3. Adapun persentase skor rata-rata siswa dari setiap indikator kemampuan pemecahan masalah matematis dapat dilihat pada Tabel 4. kemampuan rata-rata siswa sebesar 65. Pemecahan Masalah Ideal Rata-rata Mengidentifikasi kecukupan unsur 1 6 3. Pada aspek ini sebagian besar siswa sudah bisa mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah yang disajikan.15%. kemampuan siswa masih belum merata. skor ideal berfungsi sebagai acuan perolehan hasil kemampuan pemecahan masalah matematis siswa hingga didapat skor rata-rata dari masing-masing siswa.34 masalah Memeriksa kebenaran hasil yang 4 3 1.2 Persentase Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Siklus I Indikator Kemampuan Skor Skor Persentase No. tetapi masih banyak juga siswa yang belum bisa mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah.91 65.43 diperoleh Pada Tabel 4.97 66.2 berikut ini: Tabel 4.06 84.

kemampuan pemecahan masalah matematis sebagian besar siswa sudah cukup baik. Pada aspek memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh. kemampuan rata- rata siswa sebesar 66. Sebagian besar siswa siswa belum bisa memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh karena siswa belum bisa mengidentifikasi kecukupan unsur. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh ketidaktelitian siswa dalam melakukan proses penghitungan. Pada aspek ini sebagian besar siswa sudah bisa menentukan cara untuk menyelesaikan masalah yang disajikan. Pada aspek ini sebagian besar siswa sudah bisa melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah yang disajikan.34%. Peneliti juga memberikan hasil tes siklus I kepada guru. menentukan cara. Guru berpendapat bahwa berdasarkan dari hasil tes akhir siswa cukup baik. . 55 Pada aspek menentukan cara untuk menyelesaikan masalah. belum terbiasa menuangkan ide atau cara penyelesaian masalah ke dalam kalimat. Pada aspek melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. Hal ini terjadi karena siswa terbiasa langsung mengerjakan soal dengan rumus. soal nomor 2 dengan indikator memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh adalah soal yang paling sulit. dan melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. hanya sedikit siswa yang belum bisa melakukan proses penghitungan. hal ini terlihat juga dari tingkat kesukaran butir soal. Selain itu. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa.43%. Kemudian.16%. terlihat dari cara siswa menyelesaikan masalah dalam kelompok dan menjelaskannya dengan presentasi. kemampuan rata-rata siswa sebesar 43. kemampuan rata-rata siswa sebesar 84. kemampuan pemecahan masalah matematisnya berkembang. tetapi masih banyak juga siswa yang belum bisa menentukan cara untuk menyelesaikan masalah. Pada aspek ini sebagian besar siswa belum bisa memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh. peneliti melakukan wawancara kepada guru untuk mengetahui bagaimana pendapat guru mengenai peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa.

90% 17.10% 92.10% 92.71% 47.43% 93.20 73.00% 80.00% 51.3 berikut ini: Tabel 4. dan pada pertemuan keempat 4 siswa tidak hadir.01 (Reflection) Mempresentasikan hasil 6 14.61% 60.86% 83. 56 2) Analisis Aktivitas Siswa Analisis aktivitas siswa diperlukan untuk melihat bagaimana aktivitas siswa pada pembelajaran siklus I dengan strategi ICARE.55% 96.43% 90. Hal yang diamati 1 2 3 4 Rata-rata Memperhatikan 1 penjelasan peneliti 89. pada pertemuan ketiga 2 siswa tidak hadir. pada pertemuan kedua 3 siswa tidak hadir.71% 53.67% 87.15 (Introduction) Mempelajari dan 2 mengerjakan LKS 85.29% 16.00% 54.3 Rata-rata Aktivitas Siswa dengan Strategi ICARE dalam Pembelajaran pada Siklus I Pertemuan Persentase No.86% 87.71% 90.98 Tiap Pertemuan Persentase Rata-rata Siklus I 67.67% 12.29% 93.00% 87.73 65.24 68.43 diskusi (Reflection) Memberi contoh penerapan materi dalam 7 50.14% 86.00% 90.33% 93. Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti dengan bantuan guru selama pembelajaran siklus I dapat dilihat pada Tabel 4.32% 96.00% 50.29 Keterangan: Pada pertemuan pertama 5 siswa tidak hadir.74 (Connection) Diskusi antar siswa dalam kelompok selama 4 82.71% 40.89 kehidupan sehari-hari (Extension) Persentase Rata-rata 61.86% 15. .84% 60.19 pembelajaran (Application) Mengajukan dan 5 menjawab pertanyaan 35.62 (Connection) Antusias dalam 3 pembelajaran 75.

tetapi ada juga beberapa siswa yang tidak mau mempelajari dan mengerjakan LKS. f) Mempresentasikan hasil diskusi Persentase rata-rata siswa yang mempresentasikan hasil diskusi yaitu sebanyak 15. ketekunan. 57 Berdasarkan Tabel 4. d) Diskusi antar siswa dalam kelompok selama pembelajaran Persentase rata-rata siswa yang melakukan diskusi dalam kelompok selama pembelajaran yaitu sebanyak 87.43%. Sebagian besar siswa mempelajari dan mengerjakan LKS. Beberapa siswa terlihat tidak mau berdiskusi dengan teman kelompoknya selama pembelajaran. diperoleh informasi mengenai aktivitas siswa pada siklus I sebagai berikut: a) Memperhatikan penjelasan peneliti Persentase rata-rata siswa yang memperhatikan penjelasan peneliti yaitu sebanyak 93.01%. Kegiatan siswa mempresentasikan hasil diskusi masih sangat kurang. Siswa yang mau mempresentasikan hasil diskusinya masih didominasi oleh siswa dengan kemampuan akademis tinggi.15%.62%. Hal ini menunjukkan bahwa hanya beberapa siswa yang terlihat tidak memperhatikan penjelasan peneliti. Antusias siswa yang dimaksud dalam penelitian ini dapat terlihat dari keseriusan. dan semangat siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas. karena tidak lebih dari setengah siswa di kelas VIII B yang mau mengajukan dan menjawab pertanyaan serta menganggapi jawaban siswa lain. Kegiatan siswa mengajukan dan menjawab pertanyaan serta menanggapi jawaban siswa lain masih dianggap kurang. karena hanya beberapa siswa yang mau mendiskusikan hasil diskusi kelompoknya.74%.3.19%. e) Mengajukan dan menjawab pertanyaan Persentase rata-rata siswa yang mengajukan dan menjawab yaitu sebanyak 47. c) Antusias dalam pembelajaran Persentase rata-rata siswa yang antusias dalam pembelajaran yaitu sebanyak 83. Sebagian besar siswa . b) Mempelajari dan mengerjakan LKS Persentase rata-rata siswa yang mempelajari dan mengerjakan LKS yaitu sebanyak 90.

29%. Respon siswa terhadap pembelajaran dikategorikan menjadi respon positif. dikarenakan waktu yang diberikan dalam satu kali pembelajaran tidak memungkinkan seluruh siswa melakukan presentasi di depan kelas. netral.4. 3) Analisis Jurnal Harian Siswa Pada setiap akhir pembelajaran.89%. dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan strategi ICARE harus ditingkatkan. sehingga aktivitas siswa yang masih kurang pada pembelajaran siklus I diharapkan dapat meningkat pada pembelajaran siklus II. persentase rata-rata aktivitas siswa kelas VIII B pada pembelajaran siklus I adalah 67. dan negatif.3. Berdasarkan hasil persentase rata-rata aktivitas siswa dan pemaparan aktivitas siswa pada siklus I. siswa mengisi jurnal harian yang diberikan oleh peneliti. Respon siswa yang telah diterima oleh peneliti kemudian dianalisis dan diinterpretasikan. 58 terutama siswa dengan kemampuan akademis sedang atau rendah sudah merasa jawabannya terwakilkan dengan jawaban siswa yang kemampuan akademisnya tinggi sehingga siswa kurang termotivasi untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Kegiatan siswa memberi contoh penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari juga masih kurang meskipun lebih dari setengah siswa kelas VIII B sudah mau memberi contoh penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari. Jurnal harian ini digunakan sebagai alat ukur yang bertujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran yang telah diberikan. . Dapat dilihat kembali pada Tabel 4. Persentase rata-rata siswa pada aspek ini paling rendah di antara kelima aspek yang lain. Daftar pertanyaan pada jurnal harian siswa yang digunakan oleh peneliti dapat dilihat pada Tabel 4. g) Memberi contoh penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari Persentase rata-rata siswa yang memberi contoh penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari yaitu sebanyak 53.

4 di atas.55 7.57 2 55.19 4 63.5 Hasil Respon Siswa Siklus I Persentase Respon Pertemuan Positif Netral Negatif 1 60.5 dan untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 23.79 6.26 24.48 Rata-rata .4 Daftar Pertanyaan Jurnal Harian Siswa No.17 35.00 9. netral.90 29.31 Persentase 62. Pertanyaan dalam Jurnal Harian Siswa 1 Materi apa yang telah kamu pelajari hari ini? Apakah kamu telah mengetahui dan memahami materi yang kamu pelajari 2 hari ini? 3 Bagaimana pendapat kamu dalam pembelajaran hari ini? 4 Kesulitan apa yang kamu alami dalam pembelajaran ini? Jelaskan! 5 Apa saranmu untuk pembelajaran berikutnya? Dari kelima pertanyaan pada jurnal harian siswa yang dapat dilihat pada Tabel 4. 59 Tabel 4.01 8.71 28. maupun negatif pada pembelajaran siklus I dapat dilihat pada Tabel 4. Adapun hasil analisis respon siswa baik respon positif.83 3 68. jawaban dari pertanyaan pada jurnal harian siswa yang dianalisis oleh peneliti adalah jawaban dari pertanyaan nomor 2 sampai nomor 5.51 29.71 10. Tabel 4.

pada pertemuan pertama persentase rata-rata respon siswa yang merespon positif sebanyak 60. Hal ini menjelaskan bahwa siswa belum terbiasa dengan strategi ICARE yang digunakan dalam pembelajaran dan siswa juga belum terbiasa menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pemecahan masalah matematis. persentase rata-rata siswa yang merespon positif sebanyak 63.5. sudah bisa beradaptasi dengan penerapan strategi ICARE serta langkah-langkah pemecahan masalah matematis pada pertemuan ketiga ini. Pada pertemuan pertama siswa melengkapi jawaban dalam LKS untuk menentukan rumus luas permukaaan kubus dan hanya diberikan masalah berupa soal uraian pemecahan masalah matematis pada bagian Extension dalam strategi ICARE.79%. tetapi beberapa siswa masih kesulitan menyelesaikan masalah dalam LKS tentang luas permukaan balok pada pertemuan keempat. Pada pertemuan keempat. respon positif siswa kembali menurun dari pertemuan ketiga.55% dan penurunan respon negatif menjadi 24. Penurunan respon positif ini terjadi karena masalah yang diberikan dianggap terlalu sulit oleh beberapa siswa yang pada pertemuan ketiga sudah merespon positif terhadap pembelajaran. sehingga banyak siswa yang kesulitan untuk menyelesaikan masalah yang diberikan. dan Extension. Pada pertemuan ketiga. pada pertemuan pertama siswa yang merespon negatif sebanyak 28.83% seiring menurunnya respon positif pada pertemuan kedua. Reflection. . Selain itu.57%.19%.71%. 60 Berdasarkan Tabel 4. kemudian meningkat menjadi 35. sedangkan pada pertemuan kedua siswa diberikan masalah berupa soal-soal uraian dengan langkah-langkah dalam strategi ICARE serta pemecahan masalah matematis yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari pada bagian Application. terjadi peningkatan persentase rata-rata siswa yang merespon positif menjadi 68. Hal ini dikarenakan beberapa siswa yang merespon negatif atau netral pada pertemuan kedua. Meskipun siswa sudah terbiasa dengan penerapan strategi ICARE dan langkah-langkah pemecahan masalah matematis pada pertemuan keempat ini. sehingga memberikan respon posiif terhadap pembelajaran.00%. tetapi pada pertemuan kedua persentase rata-rata siswa yang merespon positif menurun menjadi 55.

61 Pada pembelajaran siklus I yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan mendapatkan rata-rata respon positif sebanyak 62. b) Strategi ICARE juga lebih menyenangkan menurut siswa karena dilakukan dalam diskusi kelompok. penerapan strategi ICARE pada pembelajaran matematika masih perlu ditingkatkan. Hal ini perlu dijadikan motivasi bagi peneliti agar pembelajaran pada siklus II lebih berinovasi dan menarik dalam pembelajaran matematika dengan strategi ICARE sehingga siswa dapat menerima dan mengikuti pembelajaran dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah siswa VIII B dapat menerima dan mengikuti pembelajaran dengan baik. respon netral sebanyak 8. . sedang.51%. atau menanggapi jawaban dari siswa lain.48%. menjawab pertanyaan. d) Sedikit siswa yang mau untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya karena siswa belum terbiasa menjelaskan hasil penyelesaian masalah yang diperoleh kepada siswa lain. Kendati demikian. peneliti juga melakukan wawancara kepada lima siswa dengan kemampuan akademik tinggi. dan rendah. Diskusi dengan kelompok heterogen ini menciptakan kerjasama dan interaksi yang baik antar siswa. dan respon negatif sebanyak 29. serta lebih aktif dalam berpikir. pada akhir siklus I untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran dengan strategi ICARE. Berikut ini adalah analisis hasil jurnal harian yang diperkuat dengan hasil wawancara siswa yang dilakukan pada siklus I: a) Sebagian besar siswa merasa senang mengikuti pembelajaran matematika dengan strategi ICARE karena pembelajaran yang dilakukan memacu siswa untuk lebih mandiri.01%. Diharapkan pada pertemuan selanjutnya di siklus II siswa yang merespon netral akan merespon positif terhadap pembelajaran yang berlangsung. 4) Analisis Hasil Wawancara Siswa Selain jurnal harian. berani mengungkapkan ide dan gagasannya. c) Sedikit siswa yang mengajukan pertanyaan. karena masih banyak siswa yang merespon negatif.

LKS yang dibuat oleh peneliti menggunakan strategi ICARE yang berisi langkah-langkah pemecahan masalah matematis yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Adapun kendala pada proses pembelajaran siklus I serta rencana perbaikan pada proses pembelajaran siklus II bisa dilihat pada Tabel 4. sehingga dapat diketahui apakah kegiatan yang telah dilaksanakan mencapai tujuan yang diharapkan atau masih perlu ada perbaikan. jumlah ini masih kurang karena belum mencapai indikator yang ditentukan yaitu nilai rata-rata hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ≥ 73.82. Berdasarkan hasil analisis dan diskusi bersama guru. Tahap ini juga dilaksanakan dengan maksud untuk melihat apa saja perbaikan dalam kegiatan pembelajaran yang perlu terapkan pada penelitian siklus II setelah melakukan kegiatan pembelajaran pada penelitian siklus I. Dari hasil tes akhir siklus I diperoleh rata-rata nilai kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII B sebesar 67. Selain itu juga. d. beberapa siswa yang sebelumnya tidak antusias dalam pembelajaran matematika. Keberhasilan tindakan pada siklus I yaitu penggunaan LKS yang dapat membantu siswa memahami materi dan memunculkan ide serta gagasan untuk menyelesaikan masalah. Tahap Refleksi (Reflecting) Tahap ini merupakan kegiatan mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. menjadi antusias dalam mengikuti pembelajaran. 62 e) Kendala yang dirasakan oleh sebagian besar siswa adalah kurangnya latihan menyelesaikan soal-soal uraian dengan langkah-langkah pemecahan masalah matematis. Hasil yang diperoleh dari pengamatan dikumpulkan dan dianalisis bersama peneliti dan guru. ada beberapa hal yang menjadi keberhasilan dan kekurangan dalam tindakan pada siklus I. Hasil yang diperoleh pada siklus I ini menjadi bahan perbaikan pada proses pembelajaran dengan penerapan strategi ICARE di siklus berikutnya sehingga pada siklus II diharapkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.6. .

terutama serta mempresentasikan hasil diskusi. Aktivitas siswa dalam Peneliti lebih mengutamakan kontribusi mengajukan dan menjawab dari siswa yang pasif atau siswa dengan pertanyaan serta aktivitas siswa kemampuan akademik rendah dalam 4 dalam mempresentasikan hasil mengajukan dan menjawab pertanyaan.6 Temuan Kendala dan Rencana Perbaikan pada Siklus II No. yaitu menentukan cara untuk menyelesaikan masalah. Kemampuan pemecahan Peneliti akan memperbanyak masalah masalah matematis siswa pada yang dapat meningkatkan indikator indikator memeriksa kebenaran memeriksa kebenaran hasil yang 3 hasil yang diperoleh masih diperoleh. Temuan Kendala Rencana Perbaikan pada Siklus II Beberapa siswa masih kesulitan Peneliti akan menambahkan pertanyaan menuliskan ide dalam langkah bagaimana menentukan cara untuk kedua pemecahan masalah menyelesaikan masalah dalam LKS. 1 matematis. siswa dengan kemampuan akademik rendah. bisa menyelesaikan masalah. . rendah dibandingkan dengan ketiga kemampuan pemecahan matematis yang lain. diskusi masih rendah. Siswa yang kemampuan Peneliti akan lebih sering memperhatikan akademiknya rendah masih serta membimbing siswa yang 2 sering kesulitan menyelesaikan kemampuan akademiknya rendah untuk masalah. 63 Tabel 4.

lembar observasi aktivitas siswa. Materi yang akan dipelajari pada siklus II ini adalah menentukan rumus volume kubus dan balok serta menggunakan rumus volume kubus dan balok pada berbagai masalah. peneliti membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Tahap Perencanaan (Planning) Pada tahap perencanaan siklus II. menentukan cara untuk menyelesaikan masalah. dan memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh. tahap pengamatan. hal ini dimaksudkan agar terjadinya perbaikan proses pembelajaran. pelaksanaan tindakan terdiri dari 5 pertemuan dimana 4 pertemuan sebagai kegiatan pembelajaran dan 1 pertemuan digunakan untuk pelaksanaan tes kemampuan pemecahan masalah matematis siklus I. siklus II juga terdiri dari beberapa tahap. RPP. serta menyiapkan alat dokumentasi yang akan digunakan pada pembelajaran siklus II. jurnal harian siswa. diantaranya mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah. tahap pelaksanaan tindakan. pedoman wawancara. Tahapan-tahapan tersebut akan dideskripsikan sebagai berikut: a. Pada siklus II ini peneliti juga ingin mengetahui respon dan aktivitas siswa terhadap pembelajaran matematika dan mengetahui perkembangan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ketika diterapkan strategi pembelajaran ICARE dalam pembelajaran matematika di kelas. yaitu tahap perencanaan. LKS dan lembar soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis yang akan digunakan pada siklus II telah didiskusikan kembali dengan dosen pembimbing. melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. Pada proses pembelajaran ini dilaksanakan dengan menggunakan strategi . dan tahap refleksi. Tindakan Pembelajaran Siklus II Tindakan pembelajaran siklus II merupakan refleksi dari pembelajaran yang dilakukan pada siklus I. Tahap Pelaksanaan Tindakan (Acting) Pada tahap pelaksanaan tindakan siklus II. lembar soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis. b. Sama seperti siklus I. lembar kerja siswa (LKS) yang didesain sesuai dengan strategi pembelajaran ICARE. 64 2.

Kemudian peneliti memotivasi siswa dengan menyampaikan tujuan mempelajari volume kubus dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Setelah siswa duduk sesuai kelompoknya masing-masing.16. Peneliti juga mengarahkan siswa untuk mengikuti instruksi yang tersedia dalam LKS. peneliti memberi instruksi untuk meletakkan 8 kubus kecil berukuran sisi 3 cm di atas meja kelompok masing-masing (peneliti memberi tugas membuat 8 kubus kecil pada pertemuan 4). 65 pembelajaran ICARE. siswa diberikan pengarahan mengenai pengertian volume kubus. siswa banyak yang bertanya akan digunakan untuk apa kubus tersebut. siswa mengukur sisi kubus kecil dan kubus besar. kemudian peneliti mengabsen siswa. Selanjutnya peneliti melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan yang bertujuan untuk memahami pengertian volume kubus. Pada bagian Reflection. Setelah peneliti selesai memberikan LKS dan kubus dari plastik jilid pada masing-masing kelompok. dan berdiskusi dengan kelompoknya dalam mengerjakan LKS agar dapat menentukan rumus volume kubus. 22 Februari 2016 Kegiatan pembelajaran matematika di kelas VIII B pada pertemuan keenam berlangsung selama 2 jam pelajaran (2 x 45 menit). Kemudian pada bagian Connection. ada 2 orang yang tidak masuk (1 siswa sakit dan 1 siswa tanpa keterangan). terlihat hasil jawaban LKS . Kegiatan siswa pada bagian Application dapat dilihat pada Gambar 4. serta menyusun kubus sesuai dengan instruksi yang ada dalam LKS. Peneliti memulai kegiatan belajar dengan mengucapkan salam dan membaca doa. Adapun proses pembelajaran pada siklus II adalah sebagai berikut: 1) Pertemuan Keenam/ Senin. Pada bagian Introduction. siswa memperhatikan kubus kecil dan kubus besar yang ada di atas meja kelompoknya. memasukkan kubus-kubus kecil ke dalam kubus besar. menghitung kembali banyaknya kubus kecil dan kubus besar. dan siswa terlihat paham dengan instruksi yang diberikan. Pada saat memberikan LKS dan kubus tersebut. Pada bagian Application. peneliti memberikan LKS yang berisi tentang materi pembelajaran hari ini yaitu menentukan rumus volume kubus serta sebuah kubus yang terbuat dari plastik jilid pada masing-masing kelompok yang berukuran sisi 6 cm.

pada bagian Extension.16 Kegiatan Siswa Mengerjakan LKS Bagian Application Pertemuan 6 Gambar 4. menunjukkan bahwa setiap kelompok menuliskan informasi yang diberikan cukup untuk menyelesaikan masalah.17. siswa diarahkan untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.17 Hasil Jawaban LKS pada Bagian Reflection Pertemuan 6 Setelah siswa memahami cara menentukan volume kubus. serta menuliskan apa saja . berapa cm panjang sisi bak mandi tersebut?” Dari hasil jawaban LKS siswa pada bagian Extension dan dari hasil pengamatan peneliti. 66 dalam memberikan kesimpulan tentang bagaimana cara menentukan rumus volume kubus dan apa rumus volume kubus. Masalah yang diberikan adalah sebagai berikut: “Sebuah bak mandi berbentuk kubus diisi air hingga penuh. Gambar 4. Hasil jawaban LKS pada bagian Reflection dapat dilihat pada Gambar 4. Jika bak mandi dapat menampung sebanyak 216 liter air.

Adapun hasil jawaban siswa pada indikator menentukan cara serta melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah dapat dilihat pada Gambar 4. serta dari hasil pengamatan peneliti. Hal ini menunjukkan bahwa siswa sudah bisa mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah pada bagian Extension. 67 yang diketahui dan apa yang ditanyakan.18 Hasil Jawaban LKS pada Indikator Menentukan Cara untuk Menyelesaikan Masalah bagian Extension Pertemuan 6 Gambar 4.18 dan Gambar 4. Gambar 4.18 dan Gambar 4.19.19 Hasil Jawaban LKS pada Indikator Melakukan Proses Penghitungan Sesuai Rencana untuk Menyelesaikan Masalah Pertemuan 6 Seperti yang terlihat pada Gambar 4.19. sebagian besar siswa sudah bisa menentukan cara dan dapat melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan .

Sebagian lagi masih ada yang tidak teliti dalam melakukan proses penghitungan. Sebelum pembelajaran ditutup. 2008). Peneliti mengarahkan siswa untuk duduk sesuai dengan kelompoknya. (Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. kemudian peneliti mengabsen siswa. dkk. kemudian peneliti menyampaikan tujuan mempelajari volume kubus dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. . Setelah peneliti selesai memberikan LKS. siswa diberikan ilustrasi mengenai suatu masalah yang berkaitan dengan volume kubus untuk memotivasi siswa agar 1 Nuharini. Pada bagian Introduction. peneliti memberikan tugas individu kepada siswa yaitu mengerjakan soal tentang volume kubus pada Buku Matematika kelas VIII halaman 222 bagian uraian nomor 31. peneliti mengarahkan siswa untuk mengikuti instruksi yang tersedia dalam LKS. semua siswa kelas VIII B hadir hari ini. BSE: Matematika Konsep dan Aplikasinya untuk Kelas VIII SMP dan MTs. peneliti menunjuk siswa yang kurang aktif atau siswa yang memiliki kemampuan akademik rendah untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Setelah siswa duduk sesuai kelompoknya masing-masing. Peneliti juga membagikan jurnal harian untuk diisi oleh siswa. 23 Februari 2016 Kegiatan pembelajaran matematika pada pertemuan ketujuh berlangsung selama 2 jam pelajaran (2 x 45 menit). setelah menyelesaikan LKS. Pembelajaran ditutup dengan mengucapkan hamdalah dan salam penutup. peneliti memberikan LKS yang berisi masalah-masalah volume kubus. Peneliti memulai kegiatan belajar dengan mengucapkan salam dan membaca doa.. Selanjutnya peneliti melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali rumus volume kubus pada pertemuan sebelumnya. 2) Pertemuan ketujuh/ Selasa. kemudian menyimpulkan materi yang sudah dipelajari. dan ada pula yang tidak menggunakan mengubah satuan panjang dari dm ke cm. 68 masalah. Peneliti bersama dengan siswa bersama-sama membahas masalah yang terdapat dalam LKS. Sesuai dengan rencana perbaikan pada siklus II. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan memberikan tanggapan terhadap materi pembelajaran hari ini. yaitu menentukan rumus volume kubus.

Periksa apakah benar kotak minyak yang digunakan untuk menampung minyak goreng yang dibeli Pak Arif sebanyak 6 kotak?” Gambar 4. Kemudian pada bagian Connection.20 di atas dan dari hasil pengamatan peneliti. 69 siswa dapat menghitung volume kubus dan menggunakan volume kubus dalam berbagai permasalahan. Pada saat kegiatan diskusi berlangsung. menentukan cara. Ilustrasi masalah 1 pada LKS sebagai berikut: “Setiap hari Senin di awal bulan. Siswa diarahkan untuk mengikuti tahapan-tahapan pemecahan masalah. siswa diarahkan untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah pada LKS. Sesuai dengan rencana perbaikan pada siklus II. Pada bagian Application. siswa diberikan masalah yang sesuai dengan indikator menentukan cara dan memeriksa kebenaran hasil pada masalah 1. menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah bisa mengidentifikasi kecukupan unsur dan menentukan cara untuk menyelesaikan masalah 1. mulai dari tahapan mengidentifikasi kecukupan unsur. dan yang terakhir memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh. siswa diarahkan untuk mengingat kembali rumus volume kubus pada pertemuan sebelumnya dan menuliskannya pada LKS sesuai instruksi yang diberikan. peneliti berkeliling mengamati setiap . melakukan proses penghitungan sesuai rencana.20 Hasil Jawaban LKS pada Indikator Menentukan Cara untuk Menyelesaikan Masalah 1 Pertemuan 7 Dari Gambar 4. Kemudian siswa melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. Minyak tersebut akan ditampung di dalam kotak minyak berbentuk kubus yang memiliki ukuran panjang sisi 40 cm. seorang penjual sembako membeli minyak goreng dari distributor sebanyak 320 liter. Pak Arif.

menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah bisa mengidentifikasi kecukupan unsur dan menentukan cara untuk menyelesaikan masalah 2. Ada beberapa siswa dalam kelompok kesulitan memahami maksud dari masalah 2. siswa diberikan masalah yang berkaitan dengan masalah . Pada bagian Reflection. pada bagian Extension. Setelah menyelesaikan masalah 1. Sebagian besar siswa dapat mengidentifikasi kecukupan unsur. serta melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. Setelah selesai menuliskan kesimpulan. siswa diarahkan untuk menyelesaikan masalah 2. Pada bagian Reflection.21 dan dari hasil pengamatan peneliti. sebagian besar siswa sudah mulai beradaptasi dengan tahapan-tahapan pemecahan masalah pada LKS. menentukan cara. Gambar 4. 70 kelompok dan membimbing kelompok yang mengalami kesulitan menyelesaikan masalah 1. Dari hasil pengamatan peneliti. siswa melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. kemudian peneliti memberi arahan kepada siswa sehingga siswa bisa memahami maksud dari masalah 2. siswa diarahkan untuk dapat memberikan kesimpulan yang diperoleh setelah menyelesaikan masalah 1. tetapi beberapa siswa masih kesulitan menentukan cara dan melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. Dari hasil jawaban LKS dan pengamatan peneliti menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah dapat memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh. siswa diarahkan untuk dapat memberikan kesimpulan setelah menyelesaikan masalah 2.21 Hasil Jawaban LKS pada Indikator Menentukan Cara untuk Menyelesaikan Masalah 2 Pertemuan 7 Kemudian. Dari Gambar 4.

Kegiatan presentasi siswa dapat dilihat pada Gambar 4.22 Hasil Jawaban LKS pada Bagian Extension Pertemuan 7 Gambar 4.22. perwakilan siswa yang ditunjuk oleh peneliti diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Setelah menyelesaikan masalah-masalah dalam LKS.23 Kegiatan Presentasi Siswa Pertemuan 7 . Gambar 4. 71 aritmetika sosial.23. Hasil jawaban siswa pada bagian Extension dapat dilihat pada Gambar 4.

dan memberikan 10 kubus kecil berukuran sisi 3 cm (8 kubus kecil dibuat masing-masing kelompok digunakan pada pertemuan 6 dan peneliti menambahkan 2 kubus kecil pada pertemuan 8). Pada bagian Introduction. Peneliti juga mengarahkan siswa untuk mengikuti instruksi yang tersedia dalam LKS. kemudian peneliti mengabsen siswa. menghitung kembali . Setelah siswa duduk sesuai kelompoknya masing-masing. Peneliti memulai kegiatan belajar dengan mengucapkan salam dan membaca doa. Peneliti memberikan tugas kepada masing-masing kelompok. ada 1 siswa tidak masuk tanpa keterangan. lebar 3 cm. siswa memperhatikan balok dan kubus kecil yang ada di atas meja kelompoknya. Pembelajaran ditutup dengan mengucapkan hamdalah dan salam penutup. siswa diberikan pengarahan mengenai pengertian volume balok. peneliti memberikan LKS yang berisi tentang materi pembelajaran hari ini yaitu menentukan rumus volume balok. Selanjutnya peneliti melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan yang bertujuan untuk memahami pengertian volume balok. Kemudian peneliti memotivasi siswa dengan menyampaikan tujuan mempelajari volume balok dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. peneliti memberi instruksi untuk meletakkan balok dari plastik jilid dan kubus-kubus kecil di atas meja kelompok masing-masing (peneliti memberi tugas membuat sebuah balok dari plastik jilid pada pertemuan 7). Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya atau menanggapi materi pembelajaran hari ini. peneliti bersama dengan siswa bersama-sama membahas masalah dan menyimpulkan masalah yang terdapat dalam LKS. 72 Kemudian. dan tinggi 6 cm. Setelah peneliti selesai memberikan LKS dan kubus kecil pada masing-masing kelompok. 8 Maret 2016 Kegiatan pembelajaran matematika di kelas VIII B pada pertemuan kedelapan berlangsung selama 2 jam pelajaran (2 x 45 menit). dan siswa terlihat paham dengan instruksi yang diberikan. 3) Pertemuan kedelapan/ Selasa. yaitu membuat sebuah balok dari plastik jilid berukuran panjang 15 cm. Kemudian pada bagian Connection. Peneliti juga membagikan jurnal harian untuk diisi oleh siswa.

siswa mengukur sisi balok dan kubus kecil. serta menyusun balok dan kubus kecil sesuai dengan instruksi yang ada dalam LKS. Pada bagian Reflection. Kegiatan diskusi siswa dapat dilihat pada Gambar 4. Hal ini menunjukkan bahwa siswa sudah bisa mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah pada bagian Extension. Peneliti berkeliling mengamati setiap kelompok pada saat kegiatan diskusi berlangsung. sebagian besar siswa sudah dapat menentukan cara dan dapat melakukan proses . Dari hasil jawaban LKS siswa pada bagian Extension dan dari hasil pengamatan peneliti. Dari hasil jawaban siswa dan dari hasil pengamatan peneliti. Masing-masing kelompok tidak ada yang kesulitan mendiskusikan jawaban LKS untuk menentukan volume balok. siswa diarahkan untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. siswa memberikan kesimpulan tentang bagaimana cara menentukan rumus volume balok dan apa rumus volume balok. serta menuliskan apa saja yang diketahui dan apa yang ditanyakan. dan berdiskusi dengan kelompoknya dalam mengerjakan LKS agar dapat menentukan rumus volume balok. pada bagian Extension.24 dibawah ini: Gambar 4.24 Kegiatan Diskusi Siswa Pertemuan 8 Setelah siswa memahami cara menentukan volume balok. 73 banyaknya balok dan kubus kecil. menunjukkan bahwa setiap kelompok menuliskan informasi yang diberikan cukup untuk menyelesaikan masalah. Pada bagian Application. memasukkan kubus-kubus kecil ke dalam balok.

(Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.. kemudian peneliti mengabsen siswa. peneliti menunjuk siswa yang kurang aktif atau siswa yang memiliki kemampuan akademik rendah untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. ada 1 siswa tidak masuk tanpa keterangan. BSE: Matematika Konsep dan Aplikasinya untuk Kelas VIII SMP dan MTs. Sesuai dengan rencana perbaikan pada siklus II. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan memberikan tanggapan terhadap materi pembelajaran hari ini. Hasil jawaban setiap kelompok pada bagian Extension sudah sesuai dengan indikator keberhasilan yang diharapkan. 74 penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. yaitu menentukan rumus volume balok. Pembelajaran ditutup dengan mengucapkan hamdalah dan salam penutup. kemudian peneliti menyampaikan tujuan mempelajari volume balok dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Setelah siswa duduk sesuai kelompoknya masing-masing. ada beberapa siswa yang masih bingung untuk menggunakan rumus volume balok pada masalah yang diberikan. Peneliti bersama dengan siswa bersama-sama membahas masalah yang terdapat dalam LKS. kemudian menyimpulkan materi yang sudah dipelajari. Setelah peneliti selesai 2 Nuharini. setelah menyelesaikan LKS. yaitu diharapkan dapat menentukan cara dan melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. peneliti memberikan tugas individu kepada siswa yaitu mengerjakan soal tentang volume balok pada Buku Matematika kelas VIII halaman 222 bagian uraian nomor 52. Peneliti juga membagikan jurnal harian untuk diisi oleh siswa. . Peneliti memulai kegiatan belajar dengan mengucapkan salam dan membaca doa. 4) Pertemuan kesembilan/ Senin. Selanjutnya peneliti melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali rumus volume balok pada pertemuan sebelumnya. 14 Maret 2016 Kegiatan pembelajaran matematika pada pertemuan kesembilan berlangsung selama 2 jam pelajaran (2 x 45 menit). 2008). Sebelum pembelajaran ditutup. dkk. Peneliti mengarahkan siswa untuk duduk sesuai dengan kelompoknya. peneliti memberikan LKS yang berisi masalah-masalah volume balok. Namun.

Setelah menyelesaikan masalah 1. siswa diarahkan untuk dapat memberikan kesimpulan yang diperoleh setelah menyelesaikan masalah 1. 75 memberikan LKS. siswa diarahkan untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah pada LKS. Sebagian besar siswa dapat mengidentifikasi kecukupan unsur. Dari hasil jawaban LKS dan dari pengamatan peneliti. Kemudian siswa melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. menentukan cara. peneliti berkeliling mengamati setiap kelompok dan membimbing kelompok yang mengalami kesulitan menyelesaikan masalah 1. siswa diberikan masalah yang sesuai dengan indikator menentukan cara dan memeriksa kebenaran hasil pada masalah 1. dan yang terakhir memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh. menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah bisa mengidentifikasi kecukupan unsur dan menentukan cara untuk menyelesaikan masalah 1. siswa diberikan ilustrasi mengenai suatu masalah yang berkaitan dengan volume balok untuk memotivasi siswa agar siswa dapat menghitung volume balok dan menggunakan volume balok dalam berbagai permasalahan. Siswa diarahkan untuk mengikuti tahapan-tahapan pemecahan masalah. Kemudian. tetapi . Pada saat kegiatan diskusi berlangsung. kemudian peneliti memberi arahan kepada siswa sehingga siswa bisa memahami maksud dari masalah 2. Sesuai dengan rencana perbaikan pada siklus II. peneliti mengarahkan siswa untuk mengikuti instruksi yang tersedia dalam LKS. Kemudian pada bagian Connection. melakukan proses penghitungan sesuai rencana. serta melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. Ada beberapa siswa dalam kelompok kesulitan memahami maksud dari masalah 2. Pada bagian Reflection. Pada bagian Application. menentukan cara. siswa melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. siswa diarahkan untuk menyelesaikan masalah 2. Dari hasil jawaban siswa dan dari hasil pengamatan peneliti. siswa diarahkan untuk mengingat kembali rumus volume balok pada pertemuan sebelumnya dan menuliskannya pada LKS sesuai instruksi yang diberikan. Pada bagian Introduction. menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah dapat memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh. mulai dari tahapan mengidentifikasi kecukupan unsur.

Ilustrasi masalah pada bagian Extension sebagai berikut: “Sebuah balok yang berukuran panjang 32 cm dan lebarnya 9 cm. siswa diarahkan untuk dapat memberikan kesimpulan setelah menyelesaikan masalah 2.25 Hasil Jawaban LKS pada Bagian Extension Pertemuan 9 Setelah menyelesaikan masalah-masalah dalam LKS. Pada bagian Extension. perwakilan siswa yang ditunjuk oleh peneliti diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Kemudian. Berapa tinggi balok tersebut?” Gambar 4. memiliki volume tiga kali lipat lebih besar dari sebuah kubus yang memiliki panjang sisi 12 cm.25. Hasil jawaban siswa pada bagian Extension dapat dilihat pada Gambar 4. 76 beberapa siswa masih kesulitan menentukan cara dan melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. siswa diberikan masalah yang berkaitan dengan materi perbandingan. Pada bagian Reflection. peneliti bersama dengan siswa bersama-sama .

27 Kegiatan Presentasi Siswa Pertemuan 9 .26 Kegiatan Presentasi Siswa dan Penjelasan Peneliti Pertemuan 9 Gambar 4. Kegiatan presentasi siswa dan penjelasan peneliti dapat dilihat pada Gambar 4. 77 membahas masalah dan menyimpulkan masalah yang terdapat dalam LKS.26 dan Gambar 4. Gambar 4.27.

Selanjutnya peneliti membagikan lembar soal tes kepada setiap siswa. 78 Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya atau menanggapi materi pembelajaran hari ini.28 Kegiatan Tanya-Jawab Siswa Pertemuan 9 5) Pertemuan kesepuluh/ Selasa. Sebelum tes dilaksanakan. ketua kelas memimpin untuk bersama-sama berdoa terlebih dahulu. Soal tes siklus II ini terdiri dari 4 butir soal yang sudah divalidasi. Pembelajaran ditutup dengan mengucapkan hamdalah dan salam penutup. Siswa tampak serius dalam mengerjakan soal tes siklus II dan suasana terlihat tenang dan kondusif. Soal tes siklus II ini berisi soal-soal pemecahan masalah matematis yang terdiri dari 4 indikator tentang materi luas permukaan kubus dan luas permukaan balok. beberapa siswa ada yang . Selama tes berlangsung. Peneliti juga memberikan jurnal harian untuk diisi oleh siswa dan menginformasikan kepada siswa bahwa tes siklus II akan dilaksanakan pada pertemuan selanjutnya. Gambar 4. Terlihat seluruh siswa kelas VIII B sudah siap dengan tes yang akan dilaksanakan. 15 Maret 2016 Pada pertemuan kesepuluh ini dilakukan tes siklus II untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII B yang berlangsung selama 2 x 40 menit.28. Kegiatan tanya-jawab siswa ini dapat dilihat pada Gambar 4.

29.29 Pelaksanaan Tes Siklus II c. menentukan cara untuk menyelesaikan masalah. Pengamatan dan analisis data pada siklus II dilakukan untuk memperoleh data yang akurat pada proses pembelajaran. Gambar 4. 79 bertanya mengenai kejelasan soal. kemampuan pemacahan masalah matematis siswa yang akan diteliti yaitu mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah. dan memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh. Kegiatan observasi dilakukan oleh guru mata pelajaran matematika kelas VIII B sebagai observer dan kolaborator dalam penelitian ini. Tahap Pengamatan (Observing) dan Analisis Data Siklus II Tahap observasi ini berlangsung bersamaan dengan tahap pelaksanaan. Berikut ini merupakan paparan hasil observasi dan analisis data pada pembelajaran siklus II: 1) Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Dalam penelitian ini. Kegiatan pelaksanaan tes siklus II dapat dilihat pada Gambar 4. melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. Instrumen tes siklus II terdiri dari dari 4 soal yang terdiri dari 2 indikator mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan . Proses tes siklus II ini berjalan dengan baik hingga waktu tes habis.

09 82-89 4 12. 80 masalah (nomor 1a dan 4a).21 74-81 3 9. melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. yaitu mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah. sebagai berikut: Tabel 4. menentukan cara untuk menyelesaikan masalah. Hasil penilaian tes akhir siklus II yang diperoleh siswa VIII B dapat dilihat pada Lampiran 18. dan memeriksa . Terlihat bahwa sekitar 57. dapat dilihat bahwa terdapat 6 kelas interval dengan panjang interval kelas adalah 8. dan nilai rata-ratanya adalah 79. Nilai tertinggi yang diperoleh siswa VIII B adalah 100.12 90-100 12 36. nilai terendahnya adalah 50.17. Adapun penyajian data hasil penilaian tes akhir siklus I dapat dilihat pada Tabel 4.17.57% siswa mendapat nilai di atas atau sama dengan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis yang ditentukan. hal ini menunjukkan hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada siklus II telah mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan yaitu nilai rata- rata siswa ≥ 73.36 Jumlah 33 100. dan 2 indikator memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh (nomor 2 dan 3).00 Berdasarkan Tabel 4.7. Nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 50.7. 2 indikator menentukan cara untuk menyelesaikan masalah (nomor 1b dan 4b).18 66-73 7 21. Nilai rata-rata hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis pada siklus II sebesar 79.7 Distribusi Frekuensi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Siklus II Interval Frekuensi Persentase 50-57 1 3. 2 indikator melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah (nomor 1c dan 4c). Ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah matematis yang terdiri dari empat indikator.03 58-65 6 18.

Siswa yang berkemampuan akademis sedang dan rendah juga bisa mencapai nilai ≥ 73. beberapa siswa tidak lengkap menuliskan identifikasi unsur untuk menyelesaikan masalah dan ada pula siswa yang langsung melakukan proses penghitungan untuk menyelesaikan masalah. Adapun persentase skor rata-rata siswa dari setiap indikator kemampuan pemecahan masalah matematis dapat dilihat pada Tabel 4.35 masalah Memeriksa kebenaran hasil yang 4 6 4. skor ideal berfungsi sebagai acuan perolehan hasil kemampuan pemecahan masalah matematis siswa hingga didapat skor rata-rata dari masing-masing siswa.8 Persentase Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Siklus II Indikator Kemampuan Skor Skor Persentase No. Pada aspek ini sebagian besar siswa sudah bisa mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah yang disajikan. Meskipun ada beberapa siswa yang belum mencapai nilai ≥ 73.8 berikut ini: Tabel 4. Berdasarkan hasil tes siklus II. Pemecahan Masalah Ideal Rata-rata Mengidentifikasi kecukupan unsur 1 6 4.82 untuk menyelesaikan masalah Menentukan cara untuk 2 6 4.12 85. tetapi siswa tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis. kemampuan rata-rata siswa sebesar 81.17 menyelesaikan masalah Melakukan proses penghitungan 3 sesuai rencana untuk menyelesaikan 6 5. 81 kebenaran hasil yang diperoleh.03 67. Berdasarkan skor rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada siklus II menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dari empat indikator masih kurang. secara umum rata-rata hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa VIII B dapat dikatakan baik.91 81.32 diperoleh Pada Tabel 4. . kemampuan siswa masih belum merata. Pada aspek mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah.94 82.8.82%.

kemampuan rata- rata siswa sebesar 67. Hal ini terjadi karena siswa masih terbiasa langsung mengerjakan soal dengan rumus. b) Mempelajari dan mengerjakan LKS Persentase rata-rata siswa yang mempelajari dan mengerjakan LKS yaitu sebanyak 92. diperoleh informasi mengenai aktivitas siswa pada siklus II sebagai berikut: a) Memperhatikan penjelasan peneliti Persentase rata-rata siswa yang memperhatikan penjelasan peneliti yaitu sebanyak 93. kemampuan rata-rata siswa hanya meningkat sebesar 1.32%. Sebagian besar siswa mempelajari dan mengerjakan LKS. belum terbiasa menuangkan ide atau cara penyelesaian masalah ke dalam kalimat. 82 Pada aspek menentukan cara untuk menyelesaikan masalah.75%. Pada aspek memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh. tetapi ada juga beberapa siswa yang tidak mau mempelajari dan mengerjakan . hanya sedikit siswa yang belum bisa melakukan proses penghitungan. kemampuan rata-rata siswa sebesar 82.13%. Pada aspek ini sebagian besar siswa sudah bisa memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh. tetapi masih banyak juga siswa yang belum bisa menentukan cara untuk menyelesaikan masalah. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh ketidaktelitian siswa dalam melakukan proses penghitungan. Hal ini menunjukkan bahwa hanya beberapa siswa yang terlihat tidak memperhatikan penjelasan peneliti dan pada aspek ini aktivitas siswa meningkat sebesar 0. 2) Analisis Aktivitas Siswa Berdasarkan Tabel 4. Pada aspek melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah.01%.60% dari pembelajaran siklus I.17%. Pada aspek ini sebagian besar siswa sudah bisa melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah yang disajikan. kemampuan rata-rata siswa sebesar 85.35%. Beberapa siswa siswa belum bisa memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh. Pada aspek ini. hal ini juga karena siswa tidak teliti dalam melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. Meskipun sebagian besar siswa sudah bisa menentukan cara untuk menyelesaikan masalah yang disajikan.9.

85% dari pembelajaran siklus I. Beberapa siswa masih terlihat tidak mau berdiskusi dengan teman kelompoknya selama pembelajaran. e) Mengajukan dan menjawab pertanyaan Persentase rata-rata siswa yang mengajukan dan menjawab yaitu sebanyak 53. yaitu meningkat sebesar 11.51% dari pembelajaran siklus I.62%. Kegiatan mempresentasikan hasil diskusi masih sangat kurang. 83 LKS. c) Antusias dalam pembelajaran Persentase rata-rata siswa yang antusias dalam pembelajaran yaitu sebanyak 90. Pada aspek ini aktivitas siswa meningkat sebesar 2.12% dari pembelajaran siklus I. Pada aspek ini aktivitas siswa meningkat sebesar 6. dan semangat siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas. namun pada aspek ini terjadi peningkatan aktivitas siswa yang paling besar diantara kelima aspek yang lain. d) Diskusi antar siswa dalam kelompok selama pembelajaran Persentase rata-rata siswa yang melakukan diskusi dalam kelompok selama pembelajaran yaitu sebanyak 89. hal ini menunjukkan bahwa siswa lebih antusias dalam pembelajaran siklus II. Pada aspek ini aktivitas siswa meningkat sebesar 1. f) Mempresentasikan hasil diskusi Persentase rata-rata siswa yang mempresentasikan hasil diskusi yaitu sebanyak 26. Peningkatan ini dikarenakan beberapa siswa dengan kemampuan akademis sedang atau rendah sudah mau mempresentasikan hasil diskusi.84%.86%. ketekunan.65% dari pembelajaran siklus I.55%. Pada aspek ini terjadi peningkatan aktivitas siswa sebesar 6.88% dari pembelajaran siklus I. . Sudah lebih dari setengah siswa di kelas VIII B yang mau mengajukan dan menjawab pertanyaan serta menganggapi jawaban siswa lain. Antusias siswa yang dimaksud dalam penelitian ini dapat terlihat dari keseriusan. dikarenakan waktu yang diberikan dalam satu kali pembelajaran tidak memungkinkan seluruh siswa melakukan presentasi di depan kelas. Persentase rata-rata siswa pada aspek ini paling rendah di antara kelima aspek yang lain.

55% 93.38% 53.75 (Introduction) Mempelajari dan 2 mengerjakan LKS 87.13 (Connection) Antusias dalam 3 pembelajaran 87. Tabel 4. 84 g) Memberi contoh penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari Persentase rata-rata siswa yang memberi contoh penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari yaitu sebanyak 61.11% Pertemuan Persentase Rata-rata Siklus II 72.10% 93.58% 62.88% 93.50% 65.9 Rata-rata Aktivitas Siswa dengan Strategi ICARE dalam Pembelajaran pada Siklus II Pertemuan Persentase No.63% 61.50% 89.51% 72.84 pembelajaran (Application) Mengajukan dan 5 menjawab pertanyaan 48.62 (Connection) Diskusi antar siswa dalam kelompok selama 4 90.66% 74.55 diskusi (Reflection) Memberi contoh penerapan materi dalam 7 61.10% 87.94% 93.63% 87.29% 57.13% 59.75% 93.75% 93.81% 27.94% 93. .64 Keterangan: Pada pertemuan keenam 2 siswa tidak hadir.75% 93.13% 25.75% 92.00% 26.75 kehidupan sehari-hari (Extension) Persentase rata-rata Tiap 70.75% 90.75%.55% 53.86 (Reflection) Mempresentasikan hasil 6 25.39% 54.75% 93.27% 28.91% 90.32% 90. Kegiatan siswa memberi contoh penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari meningkat sebesar 7. Hal yang diamati 1 2 3 4 Rata-rata Memperhatikan 1 penjelasan peneliti 93.86% dari pembelajaran siklus I.29% 73. pada pertemuan kedelapan dan kesembilan 1 siswa tidak hadir.

jawaban dari pertanyaan pada jurnal harian siswa yang dianalisis oleh peneliti adalah jawaban dari pertanyaan nomor 2 sampai nomor 5.10 dan untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 24.39%. terjadi peningkatan persentase rata-rata siswa yang merespon positif menjadi 75. salah satunya karena dorongan dari peneliti bahwa siswa yang bisa mempresentasikan hasil diskusi bukan hanya siswa dengan kemampuan akademis tinggi. dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan strategi ICARE pada siklus II mengalami peningkatan yang baik dari setiap aspek.82% pada pertemuan kedua. 85 Dapat dilihat pada Tabel 4.35% dari pembelajaran siklus I. dapat dilihat pada Tabel 4. Daftar pertanyaan pada jurnal harian siswa yang digunakan oleh peneliti dapat dilihat pada Tabel 4. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus II telah mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan yaitu hasil persentase rata-rata mencapai ≥ 70%. hal ini dikarenakan beberapa siswa yang merespon positif pada pertemuan pertama masih kesulitan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pemecahan masalah matematis tentang volume kubus pada pertemuan kedua. pada pertemuan pertama pembelajaran siklus II persentase rata-rata respon siswa yang merespon positif sebanyak 73.10.4. Berdasarkan Tabel 4. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas siswa sebesar 5. Beberapa siswa dengan kemampuan akademis sedang atau rendah sudah mau mempresentasikan hasil diskusi. Siswa yang merespon negatif meningkat dari 21. Berdasarkan hasil persentase rata-rata dan pemaparan aktivitas siswa pada siklus II tersebut.88% . pada pertemuan kedua respon positif siswa menurun menjadi 64.39%.00% dan penurunan respon negatif menjadi 21. Pada pertemuan ketiga.4. Dari kelima pertanyaan pada jurnal harian siswa yang dapat dilihat pada Tabel 4. siswa mengisi jurnal harian yang diberikan oleh peneliti. netral. maupun negatif pada pembelajaran siklus II berdasarkan hasil jurnal harian. 3) Analisis Jurnal Harian Siswa Pada setiap akhir pembelajaran. Adapun hasil analisis respon siswa baik respon positif.64%.77% pada pertemuan pertama menjadi 31.9. persentase rata-rata siklus II sebesar 72.

Hal ini menunjukkan bahwa beberapa siswa yang merespon negatif pada pembelajaran siklus I.34%.52 24.34 3. tetapi masih ada beberapa siswa yang kesulitan .14 Rata-rata Secara umum dapat disimpulkan bahwa pada pembelajaran siklus II yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan mendapatkan rata-rata respon positif sebanyak 72. siswa yang merespon netral menurun sebanyak 4.33%. Tabel 4.34%. sudah bisa menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pemecahan masalah matematis pada pertemuan ketiga ini.77 2 64. Hal ini dikarenakan beberapa siswa yang merespon negatif atau netral pada pertemuan kedua.09%. 86 dari pertemuan kedua. respon netral sebanyak 3.39 4.09 Persentase 72.10 Hasil Respon Siswa Siklus II Persentase Respon Pertemuan Positif Netral Negatif 1 73.84 21. Dibandingkan dengan respon siswa pada pembelajaran siklus I.34 21.39 3.56% dan siswa yang merespon negatif menurun menjadi 21. Pada pertemuan keempat.13 21. dan siswa yang merespon negatif menurun sebanyak 5.00 3.56 2.88 4 76. sudah merespon positif pada pembelajaran siklus II.79 31.99%. dan respon negatif sebanyak 24. sehingga memberikan respon posiif terhadap pembelajaran.82 3 75. persentase rata-rata siswa semakin meningkat yaitu siswa yang merespon positif sebanyak 76.14%. Sebagian besar siswa sudah terbiasa dengan penerapan strategi ICARE dan langkah-langkah pemecahan masalah matematis yang dilakukan dalam pembelajaran siklus II. pada pembelajaran siklus II ini terlihat siswa yang merespon positif meningkat sebesar 10.52%.

c) Siswa menjadi bersemangat untuk mengajukan pertanyaan. Hasil respon positif siswa pada siklus II telah mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan yaitu hasil persentase rata-rata mencapai ≥ 70%. Hasil yang diperoleh dari pengamatan dikumpulkan dan dianalisis bersama peneliti dan observer. . berani mengungkapkan ide dan gagasannya. peneliti juga melakukan wawancara kepada lima siswa dengan kemampuan akademik tinggi. d) Siswa dengan kemampuan akademik sedang atau rendah juga mau untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya salah satunya karena dorongan dari peneliti. 87 menyelesaikan masalah pada LKS karena soal yang diberikan dianggap masih terlalu sulit. yang akan diterapkan pada penelitian berikutnya. serta lebih aktif dalam berpikir. Siswa merasa lebih termotivasi dan bersemangat dalam kegiatan diskusi kelompok. b) Sebagian besar siswa juga merasa pembelajaran lebih menyenangkan karena dilakukan dalam diskusi kelompok. sedang. menjawab pertanyaan. d. sehingga dapat diketahui apakah kegiatan yang telah dilaksanakan mencapai tujuan yang diharapkan atau masih perlu ada perbaikan. Tahap ini dilaksanakan dengan maksud untuk memperbaiki kegiatan penelitian sebelumnya. dan rendah. pada akhir siklus II untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran dengan strategi ICARE. Dapat disimpulkan bahwa lebih dari 70% siswa VIII B dapat menerima dan mengikuti pembelajaran dengan baik. 4) Analisis Hasil Wawancara Siswa Selain jurnal harian. atau menanggapi jawaban dari siswa lain. Berikut ini adalah analisis hasil jurnal harian yang diperkuat dengan hasil wawancara siswa yang dilakukan pada siklus II: a) Sebagian besar siswa menyukai pembelajaran matematika dengan strategi ICARE karena pembelajaran yang dilakukan membantu siswa dalam memahami materi yang dipelajari. Tahap Refleksi (Reflecting) Tahap ini merupakan kegiatan mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan.

B. Perbandingan indikator kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada Tabel 4. Respon siswa pada pembelajaran siklus II juga mengalami peningkatan ke arah positif. Data-data tersebut berupa data kuantitatif maupun data kualitatif. hal ini menunjukkan hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada siklus II telah mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan yaitu nilai rata- rata siswa ≥ 73.11. Adapun data-data yang diperoleh dari hasil intervensi tindakan. 88 Tes akhir siklus II dilakukan pada pertemuan kelima setelah peneliti melakukan proses pembelajaran menggunakan strategi ICARE selama empat pertemuan. Perbaikan ini dilakukan pada proses pembelajaran sehingga kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dapat meningkat. Hal ini tidak terlepas dari perbaikan yang dilakukan berdasarkan refleksi siklus I. Kegiatan diskusi kelompok juga berjalan lebih efektif dibandingkan pada saat pembelajaran siklus I. Interpretasi Hasil Analisis Data-data yang diperoleh dari hasil intervensi tindakan pada pembelajaran siklus I dan siklus II. Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Setelah dilakukan pembelajaran matematika di kelas VIII B dengan strategi ICARE selama siklus I dan siklus II. Beberapa siswa dengan kemampuan akademik tinggi sudah mau membantu siswa dengan kemampuan akademik sedang atau rendah. kemampuan pemecahan masalah matematis siswa mengalami peningkatan. diinterpretasi dan diolah.17. peneliti deskripsikan berikut ini: 1. Dari hasil tes akhir siklus II diperoleh rata-rata nilai kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII B sebesar sebesar 79. Siswa sudah dapat beradaptasi dengan pembelajaran yang diterapkan oleh peneliti. Secara umum. . sehingga siswa dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematisnya. Data dianalisis utnuk mengetahui perkembangan penelitian. diperoleh data persentase rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.

82 menjadi 79. dan aktivitas siswa tersebut di dalam kelas masih terlihat pasif. siswa tersebut terlihat lebih aktif pada pembelajaran siklus II. peningkatan indikator kemampuan pemecahan masalah matematis siswa terjadi di setiap aspek. Pada indikator menentukan cara untuk menyelesaikan masalah terjadi peningkatan tetapi tidak terlalu signifikan.35% pada siklus II. dapat disimpulkan bahwa perbaikan tindakan yang direncanakan pada akhir siklus I dan dilakukan pada siklus II dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.01% dari pembelajaran pada siklus I menjadi 67. Aktivitas Siswa Lembar observasi diperlukan untuk mengamati dan mencatat aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung yang berkaitan dengan kemampuan . Hal ini bisa juga disebabkan sebagian siswa belum bisa menentukan cara maupun langsung mengerjakan bagian indikator melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah. Sedangkan nilai terendah pada siklus I diraih oleh siswa yang berbeda dengan nilai terendah pada siklus II. Pada indikator melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah juga tidak terjadi peningkatan yang signifikan. nilai terendah diraih oleh siswa yang jarang mengikuti aktivitas pembelajaran di kelas (sering tidak masuk sekolah).17% pada siklus II.01% dari pembelajaran pada siklus I menjadi 85. Rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematis siswa mengalami peningkatan dari siklus I.11. Berdasarkan Tabel 4. Rata-rata tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa meningkat dari 67. meskipun ada beberapa siswa masih kurang lengkap dalam mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah. 2.82% pada siklus II.11.17. Nilai tertinggi pada siklus I dan siklus II diraih oleh siswa yang sama.67% dari pembelajaran pada siklus I menjadi 81. meningkat sebesar 1. Hal ini terjadi karena sebagian besar siswa sudah dapat menuliskan apa informasi yang terdapat dalam masalah. Pada indikator mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah meningkat sebesar 16. Pada siklus II. 89 Berdasarkan Tabel 4. Beberapa siswa masih kurang teliti menyelesaikan proses penghitungan. meningkat sebesar 1.

43 6 4.94 82.34 6 5.12 menunjukkan bahwa seluruh aspek yang diamati dalam pembelajaran dengan strategi ICARE mengalami peningkatan yang cukup baik dari siklus I ke siklus II.91 81. Tabel 4.32 kebenaran hasil yang diperoleh Keseluruhan 21 67.30 43. Pengisian lembar observasi ini dilakukan oleh peneliti dengan bantuan guru. Tabel 4. Indikator Siklus I Siklus II Kemampuan Skor Skor Persentase Skor Skor Persentase Pemecahan Ideal Rata.03 67.97 66. 90 pemecahan masalah matematis siswa dengan strategi ICARE.17 cara untuk menyelesaikan masalah 3 Melakukan 6 5.16 6 4.35 proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah 4 Memeriksa 3 1.15 6 4.12 85.91 65.82 24 79.11 Perbandingan Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa No. Adapun perbandingan persentase rata-rata aktivitas kelompok dalam proses pembelajaran dengan strategi ICARE dapat dilihat pada Tabel 4.17 Rata-rata .82 kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah 2 Menentukan 6 3.12.35%.06 84. Ideal Rata- Masalah rata rata 1 Mengidentifikasi 6 3. Peningkatan persentase rata-rata dari pembelajaran siklus I ke siklus II yaitu sebesar 5. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan perbaikan yang dilakukan setelah pembelajaran pada siklus I dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran pada siklus II.

Peningkatan respon positif siswa tidak terlepas dari perbaikan pembelajaran yang dilakukan pada siklus II.14%. Pada respon netral terjadi penurunan dari 8. Perubahan yang cukup baik ini menunjukkan bahwa beberapa siswa yang merespon netral atau negatif pada pembelajaran siklus I sudah merespon positif pada pembelajaran siklus II.64 3.43 26. Respon Siswa Pada setiap akhir pembelajaran.84 pembelajaran (Application) Mengajukan dan menjawab pertanyaan 5 47. Berdasarkan analisis jurnal harian siswa pada pembelajaran siklus I dan siklus II. siswa mengisi jurnal harian yang diberikan oleh peneliti.01% pada siklus I menjadi 72.62 Diskusi antar siswa dalam kelompok selama 4 87. walaupun demikian respon negatif siswa mengalami penurunan dari 29. 91 Tabel 4.48% menjadi 24.55 Memberi contoh penerapan materi dalam 7 53. Hal yang diamati Rata-rata Rata-rata Siklus I Siklus II 1 Memperhatikan penjelasan peneliti (Introduction) 93.52%.75 kehidupan sehari-hari (Extension) Persentase Rata-rata 67.19 89.74 90.34% pada siklus II. Respon siswa yang telah diterima oleh peneliti kemudian dianalisis dan diinterpretasikan.89 61.15 93. Jurnal harian ini digunakan sebagai alat ukur yang bertujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran yang telah diberikan.13 3 Antusias dalam pembelajaran (Connection) 83.51% menjadi 3. netral.62 92. Selain itu.01 53.12 Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa pada Siklus I dan Siklus II Persentase Persentase No.29 72. terhadap pembelajaran dikategorikan menjadi respon positif.75 2 Mempelajari dan mengerjakan LKS (Connection) 90. Persentase rata-rata respon . diperoleh bahwa respon positif siswa terhadap pembelajaran meningkat dari 62.86 (Reflection) 6 Mempresentasikan hasil diskusi (Reflection) 15. dalam pembelajaran masih ada siswa yang merespon negatif. dan negatif.

pada akhir siklus I dan akhir siklus II.51 3. khususnya di kelas VIII B. Wawancara ini dilakukan untuk mengetahui tanggapan guru terhadap pembelajaran dengan strategi ICARE. b. Berikut ini adalah analisis hasil wawancara yang dilakukan: a.34 2 Netral 8. Hal ini menyebabkan siswa kurang bisa menyelesaikan soal-soal pemecahan masalah. Pada akhir siklus I. Oleh karena itu. c. peneliti juga melakukan wawancara kepada guru sebelum penelitian berlangsung. Wawancara Guru Selain wawancara kepada siswa pada akhir siklus I dan siklus II. 92 siswa pada pembelajaran siklus I dan siklus II dapat dilihat pada Tabel 4.13 Persentase Rata-rata Respon Siswa pada Siklus I dan Siklus II Persentase Rata-rata Persentase Rata-rata No. Respon Siklus I Siklus II 1 Positif 62. Hal ini terlihat pada hasil ujian akhir matematika di semester ganjil dan hasil observasi peneliti sebelum pembelajaran dengan strategi ICARE berlangsung.52 3 Negatif 29.48 24. guru melihat bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa cukup baik dan sudah berkembanng. ada beberapa hal yang perlu diperbaiki pada pembelajaran siklus II.14 4. Kemampuan matematis siswa terutama dalam pemecahan masalah masih sangat kurang.13 berikut ini: Tabel 4.01 72. salah satunya yaitu lebih memperhatikan dan mengarahkan siswa yang kurang . Pembelajaran yang digunakan oleh guru sebagian besar masih menggunakan metode ceramah dan hanya mengerjakan soal-soal rutin. karena itu juga kemampuan pemecahan masalah matematis sebagian besar siswa belum berkembang. meskipun ada beberapa siswa yang masih kesulitan mengikuti pembelajaran dengan strategi ICARE.

Pada siklus I misalnya. Tetapi. Hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa mencapai rata- rata nilai ≥ 73. Penelitian ini berakhir pada siklus II karena indikator keberhasilan sudah tercapai. beberapa siswa dengan kemampuan akademis sedang atau rendah mengeluh tidak bisa mengerjakan soal dalam LKS. 3. siswa tersebut terlihat sudah mau mengerjakan soal dalam LKS meskipun butuh dorongan dari peneliti dan terlihat sudah mau berusaha mengerti materi yang diberikan. Hasil persentase observasi aktivitas siswa mencapai rata-rata ≥ 70%. serta mendorong siswa untuk mau mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. pada pertemuan pertama dan kedua. 2. d. Hasil persentase respon positif siswa mencapai rata-rata ≥ 70%. Menurut guru setelah pembelajaran pada siklus II berakhir. Terlihat juga beberapa siswa dengan kemampuan akademis sedang atau rendah sudah . pada pertemuan ketiga dan keempat pada siklus I. kemampuan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa mengalami peningkatan dengan diterapkannya pembelajaran dengan strategi ICARE. Penerapan strategi ICARE dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam pembelajaran matematika Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada penelitian ini tidak hanya terlihat pada hasil tes akhir pada siklus I dan siklus II. Hal ini terlihat dari hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada setiap akhir siklus yang mengalami peningkatan. C. yaitu: 1. Oleh karena itu. Pembahasan Temuan Penelitian 1. tetapi juga terlihat dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung. 93 memahami materi. dan beberapa siswa juga tidak mau berdiskusi dengan kelompoknya. pada siklus II peneliti lebih memperhatikan dan mengarahkan siswa yang kurang mengerti materi yang diberikan.

Siswa juga aktif bertanya. siswa sudah terbiasa berdiskusi dan hanya bertanya kepada peneliti apabila dalam satu kelompok tidak ada satu orangpun yang mengerti masalah yang diberikan dalam LKS. siswa juga sudah terbiasa dengan soal-soal pemecahan masalah matematis. dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi ICARE dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan aktivitas siswa. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa mengalami peningkatan yang baik dalam pembelajaran matematika. Pada pembelajaran siklus II. serta menanggapi jawaban siswa lain. Pada pembelajaran siklus I. menjawab pertanyaan dari guru. Dengan demikian. sehingga siswa dapat menyelesaikan masalah-masalah yang terdapat dalam LKS juga dapat menyelesaikan tes akhir siklus II dengan baik. . sedangkan pada siklus II. Ada juga siswa yang terlihat tidak antusias pada pembelajaran siklus I. siswa dengan kemampuan akademis sedang atau rendah baru mulai berusaha mengerti materi dengan berdiskusi dengan kelompoknya. 94 lebih berusaha mengerjakan soal-soal pemecahan masalah matematis dalam LKS dengan aktif berdiskusi dengan teman satu kelompok. Meskipun waktu dalam satu pertemuan tidak mencukupi setiap siswa melakukan presentasi. tetapi pada siklus II beberapa siswa dengan kemampuan akademis sedang atau rendah sudah mau mempresentasikan hasil diskusi. Contoh lainnya. Hasil tes akhir siklus II yang meningkat dari hasil tes akhir siklus I tidak terlepas dari proses pembelajaran yang semakin baik dari setiap pertemuan. Penerapan strategi ICARE dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika Terjadinya peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika dapat terlihat jelas pada pembelajaran siklus II. tetapi menjadi sangat antusias pada pembelajaran siklus II. 2. pada pembelajaran siklus I juga sedikit siswa yang mau melakukan presentasi dan hanya siswa dengan kemampuan akademis tinggi yang mau mempresentasikan hasil diskusinya.

hal ini disebabkan siswa sudah terbiasa dengan strategi ICARE yang digunakan dalam pembelajaran matematika. . Terdapat dua siswa yang selalu memberikan respon negatif yaitu siswa yang jarang hadir pada proses pembelajaran. tetapi terkadang juga masih kesulitan memahami materi dan menyelesaikan masalah-masalah dalam LKS. Respon positif siswa terhadap pembelajaran matematika juga meningkat dari pembelajaran siklus I ke siklus II. Sebagian besar siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran matematika dengan strategi ICARE Sebagian besar siswa memberikan respon positif terhadap penerapan pembelajaran matematika dengan strategi ICARE. Ada juga beberapa siswa yang terkadang merespon positif terkadang merespon negatif. 95 3. dikarenakan siswa terkadang memahami materi yang diberikan dan bisa menyelesaikan masalah- masalah dalam LKS. meskipun beberapa siswa masih kesulitan menyelesaikan masalah-masalah dalam LKS yang berkaitan dengan pemecahan masalah matematis.

Oleh karena itu. baik dalam LKS maupun dalam proses pembelajaran di kelas. sebagian siswa yang mengalami kesulitan pada siklus I dalam memecahkan masalah. 3. B.82. Penerapan pembelajaran matematika dengan strategi ICARE dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.17 dari hasil tes akhir siklus I sebesar 67. Saran 1. 2. Sebagian besar siswa merespon positif terhadap pembelajaran dengan strategi ICARE. Selain itu. dan pembahasan temuan penelitian. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. strategi ICARE diharapkan dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika sehari-hari. Siswa dapat menyelesaikan soal-soal pemecahan masalah matematis dalam LKS dan juga siswa dapat menyelesaikan tes akhir pada siklus I dan siklus II dengan baik. 96 . Pembelajaran matematika dengan strategi ICARE cukup baik dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Kesimpulan Berdasarkan deskripsi. dapat meningkatkan rata-rata hasil tes akhir siklus II yaitu sebesar 79. Sebagian besar siswa dapat memahami materi pembelajaran matematika di kelas. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa mengalami peningkatan selama penerapan pembelajaran dengan strategi ICARE. maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. interpretasi hasil analisis.34% pada siklus II. Siswa menunjukkan peningkatan yang baik dalam pembelajaran matematika dengan strategi ICARE.01% pada siklus I menjadi 72. Penerapan strategi ICARE dalam pembelajaran matematika dengan perbaikan tindakan pada siklus II. Respon positif siswa terhadap pembelajaran meningkat dari 62. analisis data. pada siklus II tidak lagi mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah.

97

2. Bagi guru, pembelajaran dengan strategi ICARE ini dapat dijadikan alternatif
dalam mengembangkan serta menerapkan pendekatan pembelajaran dengan
strategi ICARE pada materi yang lain, baik dalam mata pelajaran matematika
maupun mata pelajaran yang lain.
3. Apabila pembelajaran dengan strategi ICARE akan dilakukan, maka guru
perlu mempersiapkan beberapa hal, diantaranya sebagai berikut:
a. Mempersiapkan RPP, lembar observasi aktivitas siswa, serta jurnal
harian untuk mengetahui respon siswa.
b. Mempersiapkan LKS yang disesuaikan dengan strategi ICARE dan
memuat soal-soal pemecahan masalah matematis. LKS sebaiknya
dikemas semenarik mungkin agar siswa tidak cepat bosan menyelesaikan
masalah-masalah yang tersedia.
c. Dalam pembagian kelompok sebaiknya kelompok yang dibentuk
heterogen, artinya dalam satu kelompok terdapat siswa dengan
kemampuan akademis tinggi, sedang, atau rendah.
4. Bagi sekolah, diharapkan dapat mendukung dan memfasilitasi guru dengan
menerapkan strategi ICARE dalam pembelajaran, sehingga dapat
dikembangkan di lingkungan sekolah.
5. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk meneliti keterkaitan antara
penerapan dengan strategi ICARE terhadap kemampuan-kemampuan
matematis yang lain, maupun kemampuan-kemampuan siswa terhadap mata
pelajaran yang lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara,
Cet. 10, 2010.
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
Rineka Cipta, Cet. 14, 2010.
Arsy Ainun Nisa. “Penerapan Metode Pembelajaran Demonstrasi dan Eksperimen
pada Mata Pelajaran Gambar Teknik Dasar dalam Upaya Peningkatan
Prestasi Belajar Peserta Didik di SMK Negeri 6 Bandung”, Skripsi pada
UPI Bandung. Bandung: 2014. tidak dipublikasikan.
Badger, M.S. et al., Teaching Problem-solving in Undergraduate Mathematics.
Birmingham: National HE STEM Programme, University of Birmingham,
2012.
Fauziah, Anna. Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Pemecahan Masalah
Matematik Siswa SMP melalui Strategi REACT. Forum Kependidikan
Volume 30 Nomor 1, 2010.
Hamalik, Oemar. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, 1998.
Hoffman, Bob and Ritchie, Don. Teaching and Learning Online: Tools,
Templates, and Training. California: Educational Resources Information
Center (ERIC), 1998.
Kadir. “Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa SMP
melalui Penerapan Pembelajaran Kontekstual Pesisir”, Makalah
disampaikan pada Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan
Matematika. 5 Desember. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Matematika
FMIPA UNY, 2009.
Krisnawati, Putu Yuli, dkk., Penerapan Model Pembelajaran ICARE
(Introduction Connection Application Reflection Extension) untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika
(KARMAPATI), Volume 3 Nomor 1, 2014.
Lidinillah, Dindin Abdul Muiz. “Heuristik dalam Pemecahan Masalah
Matematika dan Pembelajarannya di Sekolah Dasar”. http://file.upi.edu,
2014.
Maskur, Ali, dkk., Pembelajaran Matematika dengan Strategi ICARE Beracuan
Konstruktivisme untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Materi
Dimensi Tiga. Journal of Primary Education Volume 1 Nomor 2, 2012.

98

99

Muin, Abdul “Pendekatan Metakognitif untuk Meningkatkan Kemampuan
Matematika Siswa SMA”, Tesis pada Pascasarjana UPI Bandung,
Bandung, 2005, tidak dipublikasikan.
Mullis, Ina V.S., et al., TIMSS 2007 International Mathematics Report: Findings
from IEA’s Trends in International Mathematics and Science Study at the
Fourth and Eight Grades. Massachusetts: TIMSS & PIRLS International
Study Center, Lynch School of Education, Boston College, 2008.
Mullis, Ina V.S., et al., TIMSS 2011 International Results in Mathematics.
Massachusetts: TIMSS & PIRLS International Study Center, Lynch
School of Education, Boston College, 2012.
Rahayu, Gelar Dwi dan Ramli, Munasprianto (eds.). Pendekatan Baru dalam
Proses Pembelajaran Matematika dan Sains Dasar: Sebuah Antologi.
Jakarta: IAIN Indonesia Social Equity Project, 2007.
Riyanto, Yatim. Paradigma Baru Pembelajaran: Sebagai Referensi bagi Pendidik
dalam Implementasi Pembelajaran yang Efektif dan Berkualitas. Jakarta:
Kencana, 2009.
Rosyada, Dede. Paradigma Pendidikan Demokratis: Sebuah Model Pelibatan
Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan. Jakarta: Kencana, 2004.
Sanjaya, Wina. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana, Cet. 1, 2009.
Shadiq, Fajar. Pemecahan Masalah, Penalaran dan Komunikasi Matematika,
Departemen Pendidikan Nasional. Yogyakarta: 2004.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Jakarta: Badan Standar Nasional
Pendidikan, Kementrian Pendidikan Nasional, 2006.
Sumarmo, Utari. “Mengembangkan Instrumen untuk Mengukur High Order
Mathematical Thinking Skills”, Makalah disampaikan pada Workshop
Pendidikan Matematika. 22 Oktober. Jakarta: Jurusan Pendidikan
Matematika UIN Jakarta, 2014.
Trianto. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik,
Jakarta: Prestasi Pustaka, Cet. 1, 2007.
USAID-DBE3. Better Teaching and Learning: Training Module. 2008.
Van de Walle, John A. Matematika Sekolah Dasar dan Menengah Jilid 1 Edisi
Keenam. Jakarta: Erlangga, 2008.
Wardhani, Sri, dkk., Pembelajaran Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika
di SMP. Yogyakarta: PPPPTK Matematika, 2010.
Wiriaatmadja, Rochiati. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2009.

100
Lampiran 1
LEMBAR PEDOMAN WAWANCARA GURU
PRA-PENELITIAN

Hari/tanggal : Selasa, 17 November 2015
Tujuan wawancara : Untuk mengetahui kondisi awal siswa dan kemampuan
siswa secara umum serta sistem pembelajaran yang
diterapkan di kelas

1. Bagaimana keadaan kelas VIII selama proses pembelajaran matematika
berlangsung?
Masih ada siswa yang mengganggu temannya ketika pembelajaran sedang
berlangsung jadi kadang-kadang kelas berisik dan tidak kondusif, dan juga
sedikit sekali siswa yang mau bertanya seputar materi yang sedang dipelajari
di kelas.
2. Apa model pembelajaran yang biasa Ibu terapkan selama mengajar di kelas?
Menjelaskan materi di depan kelas, memberikan rangkuman dan soal-soal
latihan kepada siswa, sesekali diskusi kelompok.
3. Materi apa yang dianggap sulit oleh siswa pada pembelajaran matematika
kelas VIII?
Selama semester ganjil ini materi persamaan linear dua variabel yang sulit
dipelajari siswa, untuk semester mendatang kemungkinan siswa akan
kesulitan mempelajari materi-materinya, garis singgung atau bangun ruang
misalnya.
4. Bagaimana kemampuan pemecahan matematis yang dimiliki siswa?
Sejauh ini saya rasa kemampuan siswa masih kurang maksimal, apalagi
dalam pemecahan masalah, siswa belum terbiasa dengan soal-soal
pemecahan masalah.
5. Seberapa penting kemampuan pemecahan masalah matematis dalam
pembelajaran?
Menurut saya sangat penting, karena siswa diharapkan mampu
menyelesaikan masalah-masalah dalam materi pembelajaran di kelas.

Sulitkah Ibu mengajak siswa untuk memecahkan masalah matematis yang sudah atau sedang dipelajari? Saya kira akan sulit. Aamiin. untuk itu saya harap peneliti dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa selama peneltian berlangsung nanti. 7. tetapi kalau sering latihan mungkin siswa lama-lama akan bisa terbiasa. Menurut Ibu. 101 6. apakah model pembelajaran yang Ibu gunakan sudah cukup untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa? Saya rasa masih belum cukup. karena seperti yang sudah saya bilang tadi siswa belum terbiasa dengan soal-soal cerita. .

Memahami sifat-sifat kubus. Menggunakan informasi yang diketahui untuk menentukan rumus luas permukaan kubus Tujuan Pembelajaran : Siswa mampu menentukan rumus luas permukaan kubus Strategi Pembelajaran : ICARE Metode Pembelajaran : Diskusi. Tanya Jawab Langkah-langkah Pembelajaran 1. prisma dan limas Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah : 1. 102 Lampiran 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1 (RPP SIKLUS I) Sekolah : SMP YP 17 Bogor Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII (delapan) / 2 (dua) Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 40 menit) Tahun Pelajaran : 2015 – 2016 Materi Pembelajaran : Geometri dan Pengukuran Standar Kompetensi : 5. .  Guru menyampaikan materi pelajaran hari ini yaitu tentang Geometri dan pengukuran tentang luas permukaan kubus. prisma. Menghitung luas permukaan dan volume kubus. balok. strategi pembelajaran yang digunakan yaitu ICARE. dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai yaitu siswa mampu menentukan rumus luas permukaan kubus. Kegiatan awal (10 menit) Introduction  Guru memberi salam dan bersama-sama dengan siswa mengawali pembelajaran dengan berdoa serta mengecek kehadiran siswa. Mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah 2. balok. serta menentukan ukurannya Kompetensi Dasar : 5. dan bagian-bagiannya.3. limas.

 Guru memotivasi siswa untuk melatih kemampuan mengemukakan ide-ide dan pendapat yang dimiliki siswa dengan mendiskusikan permasalahan dalam lembar kerja dengan sesama anggota kelompok. “Perhatikan ruang kelas kamu. . 2. misalnya siswa mampu menghitung luas permukaan ruang kelas yang akan dicat. 103  Guru memotivasi siswa dengan menjelaskan bahwa materi Geometri dan pengukuran tentang luas permukaan kubus sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Pembagian kelompok ini telah ditentukan sebelumnya sehingga kelompok bersifat heterogen.  Guru memaparkan suatu permasalahan dalam luas permukaan kubus yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari untuk sejenak dipikirkan oleh siswa.  Guru membagikan lembar kerja yang di dalamnya terdapat masalah yang berkaitan dengan menentukan rumus luas permukaan kubus. Kegiatan Inti (45 menit) Connection  Guru mengajukan beberapa pertanyaan dengan tujuan untuk mengingat kembali bagian sisi pada sebuah kubus serta mengingat kembali berbagai bentuk jaring-jaring kubus. Dapatkah kamu menghitung luas permukaan yang akan dicat oleh Pak Dedi?”  Guru menjelaskan bahwa materi yang akan dipelajari hari ini dapat menjawab bagaimana pemecahan dari permasalahan tersebut. misalnya ruang kelas kamu memiliki dinding dengan sisi-sisi yang kongruen dengan panjang rusuknya 6 meter. Pengaturan tempat duduk ditentukan oleh guru.  Siswa duduk berkelompok sesuai pembagian kelompok diskusi. Pak Dedi (petugas sekolah) ingin mengecat tiga sisi dinding ruang kelas kamu. Application  Siswa dibagi menjadi delapan kelompok (setiap kelompok beranggotakan 4 sampai 5 siswa).

 Guru mengorganisir diskusi kelas yang bertujuan untuk mengarahkan siswa agar dapat menentukan rumus luas permukaan kubus. (Menghitung luas permukaan kubus dari benda-benda berbentuk kubus yang ada di sekitar siswa)  Guru menginformasikan materi pada pertemuan berikutnya.  Guru memberikan tugas individu agar siswa dapat berlatih menghitung luas permukaan kubus di rumah. yaitu rumus luas permukaan kubus. ia bisa diminta menjelaskan untuk memberikan alternatif penyelesaian yang lain.  Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya apabila ada yang belum siswa pahami tentang rumus luas permukaan kubus.  Siswa bersama-sama dengan guru menyimpulkan hasil pembelajaran. yaitu menghitung luas permukaan kubus dan menggunakan luas permukaan kubus dalam berbagai permasalahan. Jika ada siswa yang tidak setuju dengan jawaban temannya.  Guru mengarahkan siswa lainnya untuk memberi tanggapan setuju atau tidak setuju terhadap jawaban temannya. Extension  Guru membagikan jurnal harian untuk diisi oleh siswa. Kegiatan akhir (25 menit) Reflection  Beberapa siswa perwakilan dari kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. . 104  Jika dalam memahami masalah. 3. maka guru membantu siswa dengan menjelaskan situasi dan kondisi dari permasalahan dengan cara memberikan petunjuk-petunjuk atau berupa pertanyaan-pertanyaan yang memacu pengetahuannya. terbatas pada bagian-bagian tertentu dari permasalahan yang belum dipahami.  Guru mengakhiri pembelajaran hari ini dengan mengucapkan salam. siswa menemui kesulitan.

biru muda.Pd Siti Maryam . biru tua. 105 Alat dan Sumber Belajar  Nuharini. ungu. abu-abu. 2008. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional  Lembar Kerja Siswa  8 buah kubus yang kongruen (masing-masing kelompok 1 buah kubus) memiliki rusuk 2 cm. Menentukan rumus Penilaian hasil Lembar Kerja Terlampir di Lembar luas permukaan kerja Siswa Kerja Siswa kubus kelompok Bogor. dan coklat)  Penggaris  Gunting  Perekat Penilaian Indikator Penilaian Teknik Bentuk Contoh Instrumen Penilaian Instrumen 1. S. Dewi dan Tri Wahyuni. hijau. BSE: Matematika Konsep dan Aplikasinya untuk Kelas VIII SMP dan MTs. kuning.  Spidol atau krayon 8 warna (merah. November 2015 Guru Mata Pelajaran Peneliti Anisa Pitriani.

Mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah 2. serta menentukan ukurannya Kompetensi Dasar : 5. Menentukan cara untuk menyelesaikan masalah 3. prisma dan limas Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah : 1. limas. Memahami sifat-sifat kubus. prisma. Menghitung luas permukaan dan volume kubus. strategi pembelajaran yang . balok. Melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah Tujuan Pembelajaran : 1. 106 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 2 (RPP SIKLUS I) Sekolah : SMP YP 17 Bogor Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII (delapan) / 2 (dua) Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 40 menit) Tahun Pelajaran : 2015 – 2016 Materi Pembelajaran : Geometri dan Pengukuran Standar Kompetensi : 5. Kegiatan awal (10 menit) Introduction  Guru memberi salam dan bersama-sama dengan siswa mengawali pembelajaran dengan berdoa serta mengecek kehadiran siswa. Siswa mampu menghitung luas permukaan kubus 2.3. Tanya Jawab Langkah-langkah Pembelajaran 1. Siswa mampu menggunakan luas permukaan kubus dalam berbagai permasalahan Strategi Pembelajaran : ICARE Metode Pembelajaran : Diskusi.  Guru menyampaikan materi pelajaran hari ini yaitu tentang Geometri dan pengukuran tentang luas permukaan kubus. balok. dan bagian-bagiannya.

dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai yaitu siswa mampu menghitung luas permukaan kubus dan menggunakan luas permukaan kubus dalam berbagai permasalahan.  Siswa duduk berkelompok sesuai pembagian kelompok diskusi. . 107 digunakan yaitu ICARE.  Guru membagikan lembar kerja yang di dalamnya terdapat masalah yang berkaitan dengan menghitung luas permukaan kubus. misalnya siswa mampu menghitung luas permukaan kotak makanan yang berbentuk kubus. Bu Ria membeli dua kotak makanan kosong berbentuk kubus di Pasar Devris. Dapatkah kamu menghitung selisih luas permukaan kedua kotak makanan yang dibeli Bu Ria?”  Guru menjelaskan bahwa materi yang akan dipelajari hari ini dapat menjawab bagaimana pemecahan dari permasalahan tersebut. Kegiatan Inti (45 menit) Connection  Guru mengajukan beberapa pertanyaan dengan tujuan untuk mengingat kembali rumus luas permukaan kubus. 2.  Guru memotivasi siswa dengan menjelaskan bahwa materi Geometri dan pengukuran tentang luas permukaan kubus sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. “Hari Minggu lalu. Kotak yang pertama memiliki panjang rusuk 20 cm dan kotak yang kedua memiliki panjang rusuk 30 cm.  Guru memaparkan suatu permasalahan dalam luas permukaan kubus yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari untuk sejenak dipikirkan oleh siswa. Application  Siswa dibagi menjadi delapan kelompok (setiap kelompok beranggotakan 4 sampai 5 siswa). Pengaturan tempat duduk ditentukan oleh guru. Pembagian kelompok ini telah ditentukan sebelumnya sehingga kelompok bersifat heterogen.

 Guru mengorganisir diskusi kelas yang bertujuan untuk mengarahkan siswa agar dapat menghitung luas permukaan kubus dan menggunakan luas permukaan kubus dalam berbagai permasalahan. . yaitu bagaimana menggunakan rumus luas permukaan kubus serta langkah- langkah penyelesaian masalah dalam menghitung luas permukaan kubus dan menggunakan luas permukaan kubus dalam berbagai permasalahan. Jika ada siswa yang tidak setuju dengan jawaban temannya. ia bisa diminta menjelaskan untuk memberikan alternatif penyelesaian yang lain.  Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya apabila ada yang belum siswa pahami tentang menghitung luas permukaan kubus dan menggunakan luas permukaan kubus dalam berbagai permasalahan. terbatas pada bagian-bagian tertentu dari permasalahan yang belum dipahami. 108  Guru memotivasi siswa untuk melatih kemampuan mengemukakan ide-ide dan pendapat yang dimiliki siswa dengan mendiskusikan permasalahan dalam lembar kerja dengan sesama anggota kelompok. Kegiatan akhir (25 menit) Reflection  Beberapa siswa perwakilan dari kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. 3. maka guru membantu siswa dengan menjelaskan situasi dan kondisi dari permasalahan dengan cara memberikan petunjuk-petunjuk atau berupa pertanyaan-pertanyaan yang memacu pengetahuannya. siswa menemui kesulitan.  Guru mengarahkan siswa lainnya untuk memberi tanggapan setuju atau tidak setuju terhadap jawaban temannya.  Jika dalam memahami masalah. Extension  Guru membagikan jurnal harian untuk diisi oleh siswa.  Siswa bersama-sama dengan guru menyimpulkan hasil pembelajaran.  Guru memberikan tugas individu yaitu masing-masing siswa menghitung luas permukaan satu benda berbentuk kubus yang ada di sekitar siswa.

Menggunakan luas Penilaian hasil Lembar Kerja Terlampir di Lembar permukaan kubus kerja Siswa Kerja Siswa dalam berbagai kelompok permasalahan Bogor. lebar 6 cm. 109  Guru memberikan tugas kelompok yaitu masing-masing kelompok membuat sebuah balok dari kertas karton yang berukuran panjang 8 cm. yaitu menentukan rumus luas permukaan balok. S. dan tinggi 3 cm.  Guru mengakhiri pembelajaran hari ini dengan mengucapkan salam. November 2015 Guru Mata Pelajaran Peneliti Anisa Pitriani.Pd Siti Maryam . BSE: Matematika Konsep dan Aplikasinya untuk Kelas VIII SMP dan MTs. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional  Lembar Kerja Siswa Penilaian Indikator Penilaian Teknik Bentuk Contoh Instrumen Penilaian Instrumen 1. Dewi dan Tri Wahyuni. Alat dan Sumber Belajar  Nuharini. Menghitung luas Penilaian hasil Lembar Kerja Terlampir di Lembar permukaan kubus kerja Siswa Kerja Siswa kelompok 2.  Guru menginformasikan materi pada pertemuan berikutnya. 2008.

limas. Tanya Jawab Langkah-langkah Pembelajaran 1. . Memahami sifat-sifat kubus. Mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah 2. dan bagian-bagiannya. 110 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 3 (RPP SIKLUS I) Sekolah : SMP YP 17 Bogor Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII (delapan) / 2 (dua) Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 40 menit) Tahun Pelajaran : 2015 – 2016 Materi Pembelajaran : Geometri dan Pengukuran Standar Kompetensi : 5. dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai yaitu siswa mampu menentukan rumus luas permukaan balok. Menghitung luas permukaan dan volume kubus. prisma dan limas Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah : 1. prisma.  Guru menyampaikan materi pelajaran hari ini yaitu tentang Geometri dan pengukuran tentang luas permukaan balok.3. balok. serta menentukan ukurannya Kompetensi Dasar : 5. Kegiatan awal (10 menit) Introduction  Guru memberi salam dan bersama-sama dengan siswa mengawali pembelajaran dengan berdoa serta mengecek kehadiran siswa. strategi pembelajaran yang digunakan yaitu ICARE. Menggunakan informasi yang diketahui untuk menentukan rumus luas permukaan balok Tujuan Pembelajaran : Siswa mampu menentukan rumus luas permukaan balok Strategi Pembelajaran : ICARE Metode Pembelajaran : Diskusi. balok.

 Guru memaparkan suatu permasalahan dalam luas permukaan balok yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari untuk sejenak dipikirkan oleh siswa. Pengaturan tempat duduk ditentukan oleh guru. “Perhatikan kotak pensil milik teman kalian yang berbentuk balok. Application  Siswa dibagi menjadi delapan kelompok (setiap kelompok beranggotakan 4 sampai 5 siswa). Dapatkah kalian menghitung luas permukaan kotak pensil itu?”  Guru menjelaskan bahwa materi yang akan dipelajari hari ini dapat menjawab bagaimana pemecahan dari permasalahan tersebut.  Siswa duduk berkelompok sesuai pembagian kelompok diskusi. Pembagian kelompok ini telah ditentukan sebelumnya sehingga kelompok bersifat heterogen. 2. siswa menemui kesulitan. Kegiatan Inti (45 menit) Connection  Guru mengajukan beberapa pertanyaan dengan tujuan untuk mengingat kembali bagian sisi pada sebuah balok serta mengingat kembali berbagai bentuk jaring-jaring balok. maka guru membantu siswa dengan menjelaskan situasi dan kondisi dari permasalahan dengan cara memberikan petunjuk-petunjuk atau berupa .  Guru membagikan lembar kerja yang di dalamnya terdapat masalah yang berkaitan dengan menentukan rumus luas permukaan balok. 111  Guru memotivasi siswa dengan menjelaskan bahwa materi Geometri dan pengukuran tentang luas permukaan balok sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. misalnya siswa mampu menghitung luas permukaan kotak pensil yang berbentuk balok.  Guru memotivasi siswa untuk melatih kemampuan mengemukakan ide-ide dan pendapat yang dimiliki siswa dengan mendiskusikan permasalahan dalam lembar kerja dengan sesama anggota kelompok.  Jika dalam memahami masalah.

 Guru memberikan tugas individu agar siswa dapat berlatih menghitung luas permukaan balok di rumah. Alat dan Sumber Belajar  Nuharini. Dewi dan Tri Wahyuni. 2008. 3. ia bisa diminta menjelaskan untuk memberikan alternatif penyelesaian yang lain.  Guru mengakhiri pembelajaran hari ini dengan mengucapkan salam. Extension  Guru membagikan jurnal harian untuk diisi oleh siswa.  Guru mengorganisir diskusi kelas yang bertujuan untuk mengarahkan siswa agar dapat menentukan rumus luas permukaan balok. yaitu menghitung luas permukaan balok. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional  Lembar Kerja Siswa . Kegiatan akhir (25 menit) Reflection  Beberapa siswa perwakilan dari kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.  Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya apabila ada yang belum siswa pahami tentang rumus luas permukaan balok. Jika ada siswa yang tidak setuju dengan jawaban temannya.  Guru mengarahkan siswa lainnya untuk memberi tanggapan setuju atau tidak setuju terhadap jawaban temannya.  Siswa bersama-sama dengan guru menyimpulkan hasil pembelajaran. BSE: Matematika Konsep dan Aplikasinya untuk Kelas VIII SMP dan MTs. yaitu rumus luas permukaan balok. 112 pertanyaan-pertanyaan yang memacu pengetahuannya. terbatas pada bagian-bagian tertentu dari permasalahan yang belum dipahami. (Menghitung luas permukaan balok dari benda-benda berbentuk kubus yang ada di sekitar siswa)  Guru menginformasikan materi pada pertemuan berikutnya.

S. lebar 6cm. biru muda. Menentukan rumus Penilaian hasil Lembar Kerja Terlampir di Lembar luas permukaan kerja Siswa Kerja Siswa balok kelompok Bogor. November 2015 Guru Mata Pelajaran Peneliti Anisa Pitriani. hijau. dan coklat)  Penggaris  Gunting  Perekat Penilaian Indikator Penilaian Teknik Bentuk Contoh Instrumen Penilaian Instrumen 1.Pd Siti Maryam . biru tua. ungu. dan tinggi 3cm  Spidol atau krayon 8 warna (merah. abu-abu. kuning. 113  8 buah balok (masing-masing kelompok 1 buah balok) memiliki ukuran panjang 8 cm.

114 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 4 (RPP SIKLUS I) Sekolah : SMP YP 17 Bogor Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII (delapan) / 2 (dua) Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 40 menit) Tahun Pelajaran : 2015 – 2016 Materi Pembelajaran : Geometri dan Pengukuran Standar Kompetensi : 5. Menentukan cara untuk menyelesaikan masalah 3. limas. . Siswa mampu menggunakan luas permukaan balok dalam berbagai permasalahan Strategi Pembelajaran : ICARE Metode Pembelajaran : Diskusi. prisma dan limas Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah : 1. dan bagian-bagiannya.3. balok. Melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah 4. balok. Tanya Jawab Langkah-langkah Pembelajaran 1. Memahami sifat-sifat kubus. Menghitung luas permukaan dan volume kubus. Mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah 2. serta menentukan ukurannya Kompetensi Dasar : 5. Memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh Tujuan Pembelajaran : 1. prisma. Kegiatan awal (10 menit) Introduction  Guru memberi salam dan bersama-sama dengan siswa mengawali pembelajaran dengan berdoa serta mengecek kehadiran siswa. Siswa mampu menghitung luas permukaan balok 2.

Dapatkah kamu memeriksa apakah benar luas permukaan kolam renang yang dipasang keramik tersebut adalah 950 m2?”  Guru menjelaskan bahwa materi yang akan dipelajari hari ini dapat menjawab bagaimana pemecahan dari permasalahan tersebut.5 meter. ada yang lantai dasarnya berbentuk persegi panjang. dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai yaitu siswa mampu menghitung luas permukaan balok dan menggunakan luas permukaan balok dalam berbagai permasalahan.  Guru memotivasi siswa dengan menjelaskan bahwa materi Geometri dan pengukuran tentang luas permukaan balok sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Jordan melihat ada satu kolam renang baru yang lantai dasarnya berbentuk persegi panjang sedang dipasang keramik oleh petugas. lebar 10 meter. strategi pembelajaran yang digunakan yaitu ICARE. terdapat berbagai bentuk kolam renang. dan lain sebagainya.  Guru memaparkan suatu permasalahan dalam luas permukaan balok yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari untuk sejenak dipikirkan oleh siswa. yang rencananya akan dipasang keramik di seluruh permukaan kolamnya. 2. 115  Guru menyampaikan materi pelajaran hari ini yaitu tentang Geometri dan pengukuran tentang luas permukaan balok. dan kedalaman 1. . ada yang meliuk-liuk seperti sungai. Jordan dan keluarga berencana akan berenang ke Sea Park. misalnya siswa dapat menghitung luas permukaan kolam renang. Di Sea Park. Kegiatan Inti (45 menit) Connection  Guru mengajukan beberapa pertanyaan dengan tujuan untuk mengingat kembali rumus luas permukaan balok. ada yang berbentuk lingkaran. Kolam tersebut memiliki ukuran panjang 50 meter. “Pada hari libur.

siswa menemui kesulitan.  Guru mengorganisir diskusi kelas yang bertujuan untuk mengarahkan siswa agar dapat menghitung luas permukaan balok dan menggunakan luas permukaan balok dalam berbagai permasalahan. yaitu bagaimana menggunakan rumus luas permukaan balok serta langkah- . 116 Application  Siswa dibagi menjadi delapan kelompok (setiap kelompok beranggotakan 4 sampai 5 siswa). maka guru membantu siswa dengan menjelaskan situasi dan kondisi dari permasalahan dengan cara memberikan petunjuk-petunjuk atau berupa pertanyaan-pertanyaan yang memacu pengetahuannya. Jika ada siswa yang tidak setuju dengan jawaban temannya. 3. Kegiatan akhir (25 menit) Reflection  Beberapa siswa perwakilan dari kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.  Siswa duduk berkelompok sesuai pembagian kelompok diskusi. Pembagian kelompok ini telah ditentukan sebelumnya sehingga kelompok bersifat heterogen.  Guru memotivasi siswa untuk melatih kemampuan mengemukakan ide-ide dan pendapat yang dimiliki siswa dengan mendiskusikan permasalahan dalam lembar kerja dengan sesama anggota kelompok.  Guru membagikan lembar kerja yang di dalamnya terdapat masalah yang berkaitan dengan menghitung luas permukaan balok dan menggunakan luas permukaan balok dalam berbagai permasalahan.  Jika dalam memahami masalah. Pengaturan tempat duduk ditentukan oleh guru. terbatas pada bagian-bagian tertentu dari permasalahan yang belum dipahami. ia bisa diminta menjelaskan untuk memberikan alternatif penyelesaian yang lain.  Guru mengarahkan siswa lainnya untuk memberi tanggapan setuju atau tidak setuju terhadap jawaban temannya.  Siswa bersama-sama dengan guru menyimpulkan hasil pembelajaran.

2008. Menghitung luas Penilaian hasil Lembar Kerja Terlampir di Lembar permukaan balok kerja Siswa Kerja Siswa kelompok 2. 117 langkah penyelesaian masalah dalam menghitung luas permukaan balok dan menggunakan luas permukaan balok dalam berbagai permasalahan.  Guru memberikan tugas kelompok yaitu masing-masing kelompok membuat delapan buah kubus dari kertas karton berukuran sisi 3 cm. BSE: Matematika Konsep dan Aplikasinya untuk Kelas VIII SMP dan MTs. Alat dan Sumber Belajar  Nuharini.  Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya apabila ada yang belum siswa pahami tentang menghitung luas permukaan balok dan menggunakan luas permukaan balok dalam berbagai permasalahan. Dewi dan Tri Wahyuni. Extension  Guru membagikan jurnal harian untuk diisi oleh siswa. Menggunakan luas Penilaian hasil Lembar Kerja Terlampir di Lembar permukaan balok kerja Siswa Kerja Siswa dalam berbagai kelompok permasalahan .  Guru memberikan tugas individu yaitu masing-masing siswa menghitung luas permukaan satu benda berbentuk balok yang ada di sekitar siswa.  Guru menginformasikan post-test luas permukaan kubus dan balok pada pertemuan berikutnya.  Guru mengakhiri pembelajaran hari ini dengan mengucapkan salam. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional  Lembar Kerja Siswa Penilaian Indikator Penilaian Teknik Bentuk Contoh Instrumen Penilaian Instrumen 1.

118 Bogor.Pd Siti Maryam . S. November 2015 Guru Mata Pelajaran Peneliti Anisa Pitriani.

limas. dan bagian-bagiannya. Melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah Tujuan Pembelajaran : 1. Memahami sifat-sifat kubus. Siswa mampu menggunakan volume kubus dalam menyelesaikan masalah Strategi Pembelajaran : ICARE Metode Pembelajaran : Diskusi. prisma. Menentukan cara untuk menyelesaikan masalah 4. Kegiatan awal (10 menit) Introduction  Guru memberi salam dan bersama-sama dengan siswa mengawali pembelajaran dengan berdoa serta mengecek kehadiran siswa. Menggunakan informasi yang diketahui untuk menentukan rumus volume kubus 3. Mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah 2. serta menentukan ukurannya Kompetensi Dasar : 5. Siswa mampu menentukan rumus volume kubus 2. Menghitung luas permukaan dan volume kubus. 119 Lampiran 3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 5 (RPP SIKLUS II) Sekolah : SMP YP 17 Bogor Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII (delapan) / 2 (dua) Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 40 menit) Tahun Pelajaran : 2015 – 2016 Materi Pembelajaran : Geometri dan Pengukuran Standar Kompetensi : 5. balok. .3. Tanya Jawab Langkah-langkah Pembelajaran 1. prisma dan limas Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah : 1. balok.

 Guru memotivasi siswa dengan menjelaskan bahwa materi Geometri dan pengukuran tentang volume kubus sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. misalnya siswa dapat menghitung volume air di dalam bak mandi yang berbentuk kubus. 120  Guru menyampaikan materi pelajaran hari ini yaitu tentang Geometri dan pengukuran tentang volume kubus.  Guru membagikan lembar kerja yang di dalamnya terdapat masalah yang berkaitan dengan menentukan rumus volume kubus dan menggunakan volume kubus dalam menyelesaikan masalah. . Pembagian kelompok ini telah ditentukan sebelumnya sehingga kelompok bersifat heterogen.  Guru memaparkan suatu permasalahan dalam volume kubus yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari untuk sejenak dipikirkan oleh siswa. dapatkah kamu menghitung berapa ukuran sisi bak mandi tersebut?”  Guru menjelaskan bahwa materi yang akan dipelajari hari ini dapat menjawab bagaimana pemecahan dari permasalahan tersebut. Pengaturan tempat duduk ditentukan oleh guru. Kegiatan Inti (45 menit) Connection  Guru mengajukan beberapa pertanyaan dengan tujuan untuk memahami apa pengertian volume kubus.  Siswa duduk berkelompok sesuai pembagian kelompok diskusi. strategi pembelajaran yang digunakan yaitu ICARE. Jika bak mandi dapat menampung sebanyak 216 liter air. dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai yaitu siswa mampu menentukan rumus volume kubus dan menggunakan volume kubus dalam menyelesaikan masalah. “Sebuah bak mandi berbentuk kubus diisi air hingga penuh. Application  Siswa dibagi menjadi delapan kelompok (setiap kelompok beranggotakan 4 sampai 5 siswa). 2.

terbatas pada bagian-bagian tertentu dari permasalahan yang belum dipahami. siswa menemui kesulitan.  Jika dalam memahami masalah.  Guru mengarahkan siswa lainnya untuk memberi tanggapan setuju atau tidak setuju terhadap jawaban temannya. Jika ada siswa yang tidak setuju dengan jawaban temannya.  Siswa bersama-sama dengan guru menyimpulkan hasil pembelajaran. maka guru membantu siswa dengan menjelaskan situasi dan kondisi dari permasalahan dengan cara memberikan petunjuk-petunjuk atau berupa pertanyaan-pertanyaan yang memacu pengetahuannya. yaitu menghitung volume kubus dan menggunakan volume kubus dalam berbagai permasalahan.  Guru memberikan tugas individu yaitu mengerjakan soal tentang volume kubus pada Buku Matematika kelas VIII halaman 222 bagian uraian nomor 3.  Guru menginformasikan materi pada pertemuan berikutnya. Kegiatan akhir (25 menit) Reflection  Beberapa siswa perwakilan dari kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.  Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya apabila ada yang belum siswa pahami tentang rumus volume kubus. Extension  Guru membagikan jurnal harian untuk diisi oleh siswa. ia bisa diminta menjelaskan untuk memberikan alternatif penyelesaian yang lain. 3. yaitu rumus volume kubus. .  Guru mengorganisir diskusi kelas yang bertujuan untuk mengarahkan siswa agar dapat menentukan rumus volume kubus dan menggunakan volume kubus dalam menyelesaikan masalah. 121  Guru memotivasi siswa untuk melatih kemampuan mengemukakan ide-ide dan pendapat yang dimiliki siswa dengan mendiskusikan permasalahan dalam lembar kerja dengan sesama anggota kelompok.

Dewi dan Tri Wahyuni. 2008. 122  Guru mengakhiri pembelajaran hari ini dengan mengucapkan salam. Februari 2015 Guru Mata Pelajaran Peneliti Anisa Pitriani.Pd Siti Maryam . BSE: Matematika Konsep dan Aplikasinya untuk Kelas VIII SMP dan MTs. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional  Lembar Kerja Siswa  Kubus-kubus kecil yang kongruen (masing-masing kelompok 8 buah kubus) memiliki panjang sisi 3 cm yang terbuat dari kertas karton  8 buah kubus yang kongruen (masing-masing kelompok 1 buah kubus) memiliki panjang sisi 6 cm yang terbuat dari plastik jilid  Penggaris Penilaian Indikator Penilaian Teknik Bentuk Contoh Instrumen Penilaian Instrumen 1. S. Alat dan Sumber Belajar  Nuharini. Menghitung volume Penilaian hasil Lembar Kerja Terlampir di Lembar kubus kerja Siswa Kerja Siswa kelompok 2. Menggunakan Penilaian hasil Lembar Kerja Terlampir di Lembar volume kubus dalam kerja Siswa Kerja Siswa menyelesaikan kelompok masalah Bogor.

Memahami sifat-sifat kubus. prisma.  Guru menyampaikan materi pelajaran hari ini yaitu tentang Geometri dan pengukuran tentang volume kubus. balok. Tanya Jawab Langkah-langkah Pembelajaran 1.3. dan bagian-bagiannya. limas. 123 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 6 (RPP SIKLUS II) Sekolah : SMP YP 17 Bogor Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII (delapan) / 2 (dua) Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 40 menit) Tahun Pelajaran : 2015 – 2016 Materi Pembelajaran : Geometri dan Pengukuran Standar Kompetensi : 5. Menghitung luas permukaan dan volume kubus. prisma dan limas Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah : 1. strategi pembelajaran yang digunakan . Kegiatan awal (10 menit) Introduction  Guru memberi salam dan bersama-sama dengan siswa mengawali pembelajaran dengan berdoa serta mengecek kehadiran siswa. Menentukan cara untuk menyelesaikan masalah 3. balok. Mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah 2. serta menentukan ukurannya Kompetensi Dasar : 5. Siswa mampu menggunakan volume kubus dalam berbagai permasalahan Strategi Pembelajaran : ICARE Metode Pembelajaran : Diskusi. Memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh Tujuan Pembelajaran : 1. Melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah 4. Siswa mampu menghitung volume kubus 2.

 Guru membagikan lembar kerja yang di dalamnya terdapat masalah yang berkaitan dengan menghitung volume kubus dan menggunakan volume kubus dalam berbagai permasalahan.  Siswa duduk berkelompok sesuai pembagian kelompok diskusi. Kegiatan Inti (45 menit) Connection  Guru mengajukan beberapa pertanyaan dengan tujuan untuk mengingat kembali rumus volume kubus. “Setiap hari Senin di awal bulan. misalnya siswa dapat menghitung volume minyak goreng yang disimpan dalam kotak berbentuk kubus. 124 yaitu ICARE. Application  Siswa dibagi menjadi delapan kelompok (setiap kelompok beranggotakan 4 sampai 5 siswa). 2. Dapatkah kamu menghitung berapa banyak kotak minyak yang digunakan untuk menampung minyak goreng yang dibeli Pak Arif?”  Guru menjelaskan bahwa materi yang akan dipelajari hari ini dapat menjawab bagaimana pemecahan dari permasalahan tersebut.  Guru memaparkan suatu permasalahan dalam volume kubus yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari untuk sejenak dipikirkan oleh siswa. dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai yaitu siswa mampu menghitung volume kubus dan menggunakan volume kubus dalam berbagai permasalahan. seorang penjual sembako membeli minyak goreng dari distributor sebanyak 320 liter. Pembagian kelompok ini telah ditentukan sebelumnya sehingga kelompok bersifat heterogen. Pak Arif.  Guru memotivasi siswa dengan menjelaskan bahwa materi Geometri dan pengukuran tentang volume kubus sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Pengaturan tempat duduk ditentukan oleh guru. Minyak tersebut akan ditampung di dalam kotak minyak berbentuk kubus yang memiliki ukuran panjang rusuk 40 cm. .

.  Siswa bersama-sama dengan guru menyimpulkan hasil pembelajaran. 125  Guru memotivasi siswa untuk melatih kemampuan mengemukakan ide-ide dan pendapat yang dimiliki siswa dengan mendiskusikan permasalahan dalam lembar kerja dengan sesama anggota kelompok.  Guru mengorganisir diskusi kelas yang bertujuan untuk mengarahkan siswa agar dapat menghitung volume kubus dan menggunakan volume kubus dalam berbagai permasalahan. Jika ada siswa yang tidak setuju dengan jawaban temannya. ia bisa diminta menjelaskan untuk memberikan alternatif penyelesaian yang lain. siswa menemui kesulitan. maka guru membantu siswa dengan menjelaskan situasi dan kondisi dari permasalahan dengan cara memberikan petunjuk-petunjuk atau berupa pertanyaan-pertanyaan yang memacu pengetahuannya. 3.  Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya apabila ada yang belum siswa pahami tentang menghitung volume kubus dan menggunakan volume kubus dalam berbagai permasalahan.  Guru memberikan tugas individu tentang menghitung volume kubus dan menggunakan volume kubus dalam berbagai permasalahan.  Jika dalam memahami masalah. Kegiatan akhir (25 menit) Reflection  Beberapa siswa perwakilan dari kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. yaitu bagaimana menggunakan rumus volume kubus serta langkah-langkah penyelesaian masalah dalam menghitung volume kubus dan menggunakan volume kubus dalam berbagai permasalahan. Extension  Guru membagikan jurnal harian untuk diisi oleh siswa. terbatas pada bagian-bagian tertentu dari permasalahan yang belum dipahami.  Guru mengarahkan siswa lainnya untuk memberi tanggapan setuju atau tidak setuju terhadap jawaban temannya.

2008. Alat dan Sumber Belajar  Nuharini. Menghitung Penilaian hasil Lembar Kerja Terlampir di Lembar volume kubus kerja Siswa Kerja Siswa kelompok 2. 126  Guru memberikan tugas kelompok yaitu masing-masing kelompok membuat sebuah balok dari plastik jilid berukuran panjang 15 cm. S. Februari 2015 Guru Mata Pelajaran Peneliti Anisa Pitriani. lebar 3 cm. Dewi dan Tri Wahyuni. yaitu menentukan rumus volume balok dan menghitung volume balok.  Guru menginformasikan materi pada pertemuan berikutnya.Pd Siti Maryam . Menggunakan Penilaian hasil Lembar Kerja Terlampir di Lembar volume kubus kerja Siswa Kerja Siswa dalam berbagai kelompok permasalahan Bogor. BSE: Matematika Konsep dan Aplikasinya untuk Kelas VIII SMP dan MTs.  Guru mengakhiri pembelajaran hari ini dengan mengucapkan salam. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional  Lembar Kerja Siswa Penilaian Indikator Penilaian Teknik Bentuk Contoh Instrumen Penilaian Instrumen 1. dan tinggi 6 cm.

Kegiatan awal (10 menit) Introduction  Guru memberi salam dan bersama-sama dengan siswa mengawali pembelajaran dengan berdoa serta mengecek kehadiran siswa. Siswa mampu menentukan rumus volume balok 2. Menghitung luas permukaan dan volume kubus. prisma. balok. dan bagian-bagiannya. prisma dan limas Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah : 1. Menggunakan informasi yang diketahui untuk menentukan rumus volume balok 3. Tanya Jawab Langkah-langkah Pembelajaran 1. limas. Melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah Tujuan Pembelajaran : 1. Menentukan cara untuk menyelesaikan masalah 4. Mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah 2. serta menentukan ukurannya Kompetensi Dasar : 5. . Siswa mampu menggunakan volume balok dalam menyelesaikan masalah Strategi Pembelajaran : ICARE Metode Pembelajaran : Diskusi. balok. 127 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 7 (RPP SIKLUS II) Sekolah : SMP YP 17 Bogor Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII (delapan) / 2 (dua) Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 40 menit) Tahun Pelajaran : 2015 – 2016 Materi Pembelajaran : Geometri dan Pengukuran Standar Kompetensi : 5. Memahami sifat-sifat kubus.3.

 Guru memaparkan suatu permasalahan dalam volume balok yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari untuk sejenak dipikirkan oleh siswa. 2.  Guru membagikan lembar kerja yang di dalamnya terdapat masalah yang berkaitan dengan menentukan rumus volume balok. Application  Siswa dibagi menjadi delapan kelompok (setiap kelompok beranggotakan 4 sampai 5 siswa). . misalnya siswa dapat menghitung volume minuman teh di dalam kotak yang berbentuk balok. 128  Guru menyampaikan materi pelajaran hari ini yaitu tentang Geometri dan pengukuran tentang volume balok.  Guru memotivasi siswa dengan menjelaskan bahwa materi Geometri dan pengukuran tentang volume balok sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. “Sebuah kotak berisi minuman teh berbentuk balok memiliki ukuran panjang 8 cm. dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai yaitu siswa mampu menentukan rumus volume balok dan menggunakan volume balok dalam menyelesaikan masalah.  Siswa duduk berkelompok sesuai pembagian kelompok diskusi. Kegiatan Inti (45 menit) Connection  Guru mengajukan beberapa pertanyaan dengan tujuan untuk untuk memahami apa pengertian volume balok. dan tinggi 10 cm. lebar 5 cm. Pengaturan tempat duduk ditentukan oleh guru. Dapatkah kalian menghitung berapa liter volume minuman teh di dalam kotak tersebut?”  Guru menjelaskan bahwa materi yang akan dipelajari hari ini dapat menjawab bagaimana pemecahan dari permasalahan tersebut. strategi pembelajaran yang digunakan yaitu ICARE. Pembagian kelompok ini telah ditentukan sebelumnya sehingga kelompok bersifat heterogen.

 Guru mengorganisir diskusi kelas yang bertujuan untuk mengarahkan siswa agar dapat menentukan rumus volume balok dan menggunakan volume balok dalam menyelesaikan masalah. Kegiatan akhir (25 menit) Reflection  Beberapa siswa perwakilan dari kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.  Guru menginformasikan materi pada pertemuan berikutnya. 129  Guru memotivasi siswa untuk melatih kemampuan mengemukakan ide-ide dan pendapat yang dimiliki siswa dengan mendiskusikan permasalahan dalam lembar kerja dengan sesama anggota kelompok. .  Guru memberikan tugas individu yaitu mengerjakan soal tentang volume balok pada Buku Matematika kelas VIII halaman 222 bagian uraian nomor 5. Extension  Guru membagikan jurnal harian untuk diisi oleh siswa.  Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya apabila ada yang belum siswa pahami tentang rumus volume balok. ia bisa diminta menjelaskan untuk memberikan alternatif penyelesaian yang lain.  Siswa bersama-sama dengan guru menyimpulkan hasil pembelajaran. Jika ada siswa yang tidak setuju dengan jawaban temannya. yaitu menghitung volume balok dan menggunakan volume balok dalam berbagai permasalahan. siswa menemui kesulitan. yaitu rumus volume balok.  Guru mengarahkan siswa lainnya untuk memberi tanggapan setuju atau tidak setuju terhadap jawaban temannya. maka guru membantu siswa dengan menjelaskan situasi dan kondisi dari permasalahan dengan cara memberikan petunjuk-petunjuk atau berupa pertanyaan-pertanyaan yang memacu pengetahuannya. terbatas pada bagian-bagian tertentu dari permasalahan yang belum dipahami. 3.  Jika dalam memahami masalah.

Februari 2015 Guru Mata Pelajaran Peneliti Anisa Pitriani. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional  Lembar Kerja Siswa  Kubus-kubus kecil yang kongruen (masing-masing kelompok 10 buah kubus) memiliki panjang rusuk 3 cm yang terbuat dari kertas karton  8 buah balok (masing-masing kelompok 1 buah balok) memiliki panjang 15 cm.Pd Siti Maryam . Menghitung volume Penilaian Lembar Kerja Terlampir di Lembar balok hasil kerja Siswa Kerja Siswa kelompok 2. Alat dan Sumber Belajar  Nuharini. dan tinggi 6 cm yang terbuat dari plastik jilid  Penggaris Penilaian Indikator Penilaian Teknik Bentuk Contoh Instrumen Penilaian Instrumen 1. lebar 3 cm. S. 130  Guru mengakhiri pembelajaran hari ini dengan mengucapkan salam. 2008. BSE: Matematika Konsep dan Aplikasinya untuk Kelas VIII SMP dan MTs. Menggunakan Penilaian Lembar Kerja Terlampir di Lembar volume balok dalam hasil kerja Siswa Kerja Siswa menyelesaikan kelompok masalah Bogor. Dewi dan Tri Wahyuni.

Menghitung luas permukaan dan volume kubus. serta menentukan ukurannya Kompetensi Dasar : 5. Menentukan cara untuk menyelesaikan masalah 3. Memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh Tujuan Pembelajaran : 1. balok. balok. Kegiatan awal (10 menit) Introduction  Guru memberi salam dan bersama-sama dengan siswa mengawali pembelajaran dengan berdoa serta mengecek kehadiran siswa. Tanya Jawab Langkah-langkah Pembelajaran 1. dan bagian-bagiannya. Siswa mampu menghitung volume balok 2.3. Melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah 4. 131 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 8 (RPP SIKLUS II) Sekolah : SMP YP 17 Bogor Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII (delapan) / 2 (dua) Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 40 menit) Tahun Pelajaran : 2015 – 2016 Materi Pembelajaran : Geometri dan Pengukuran Standar Kompetensi : 5. Mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah 2. Memahami sifat-sifat kubus. prisma dan limas Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah : 1. limas. strategi pembelajaran yang digunakan . Siswa mampu menggunakan volume balok dalam berbagai permasalahan Strategi Pembelajaran : ICARE Metode Pembelajaran : Diskusi. prisma.  Guru menyampaikan materi pelajaran hari ini yaitu tentang Geometri dan pengukuran tentang volume balok.

Bu Ayu menyimpan beras yang dibeli ke dalam 2 kotak penyimpanan beras berbentuk balok dengan ukuran yang sama. 2. Dapatkah kamu memeriksa apakah benar ada 4 liter beras tersisa yang tidak disimpan di dalam kotak penyimpanan beras?”  Guru menjelaskan bahwa materi yang akan dipelajari hari ini dapat menjawab bagaimana pemecahan dari permasalahan tersebut. dan tinggi 30 cm. Di rumah. dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai yaitu siswa mampu menghitung volume balok dan menggunakan volume balok dalam berbagai permasalahan. .  Siswa duduk berkelompok sesuai pembagian kelompok diskusi. Application  Siswa dibagi menjadi delapan kelompok (setiap kelompok beranggotakan 4 sampai 5 siswa). lebar 20 cm. misalnya siswa dapat menghitung volume kotak penyimpanan beras yang berbentuk balok. Pembagian kelompok ini telah ditentukan sebelumnya sehingga kelompok bersifat heterogen.  Guru membagikan lembar kerja yang di dalamnya terdapat masalah yang berkaitan dengan menghitung volume balok dan menggunakan volume balok dalam berbagai permasalahan. yaitu berukuran panjang 40 cm.  Guru memaparkan suatu permasalahan dalam volume balok yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari untuk sejenak dipikirkan oleh siswa. “Bu Ayu membeli 1 karung beras berisi 60 liter. 132 yaitu ICARE. Pengaturan tempat duduk ditentukan oleh guru. Kegiatan Inti (45 menit) Connection  Guru mengajukan beberapa pertanyaan dengan tujuan untuk mengingat kembali rumus volume balok.  Guru memotivasi siswa dengan menjelaskan bahwa materi Geometri dan pengukuran tentang volume balok sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

maka guru membantu siswa dengan menjelaskan situasi dan kondisi dari permasalahan dengan cara memberikan petunjuk-petunjuk atau berupa pertanyaan-pertanyaan yang memacu pengetahuannya. terbatas pada bagian-bagian tertentu dari permasalahan yang belum dipahami. Extension  Guru membagikan jurnal harian untuk diisi oleh siswa.  Guru mengorganisir diskusi kelas yang bertujuan untuk mengarahkan siswa agar dapat menghitung volume balok dan menggunakan volume balok dalam berbagai permasalahan. Kegiatan akhir (25 menit) Reflection  Beberapa siswa perwakilan dari kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.  Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya apabila ada yang belum siswa pahami tentang menghitung volume balok dan menggunakan volume balok dalam berbagai permasalahan. Jika ada siswa yang tidak setuju dengan jawaban temannya. siswa menemui kesulitan. . yaitu bagaimana menggunakan rumus volume balok serta langkah-langkah penyelesaian masalah dalam menghitung volume balok dan menggunakan volume balok dalam berbagai permasalahan.  Jika dalam memahami masalah.  Siswa bersama-sama dengan guru menyimpulkan hasil pembelajaran.  Guru mengarahkan siswa lainnya untuk memberi tanggapan setuju atau tidak setuju terhadap jawaban temannya. 133  Guru memotivasi siswa untuk melatih kemampuan mengemukakan ide-ide dan pendapat yang dimiliki siswa dengan mendiskusikan permasalahan dalam lembar kerja dengan sesama anggota kelompok.  Guru memberikan tugas individu tentang menghitung volume balok dan menggunakan volume balok dalam berbagai permasalahan. 3. ia bisa diminta menjelaskan untuk memberikan alternatif penyelesaian yang lain.

Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional  Lembar Kerja Siswa Penilaian Indikator Penilaian Teknik Bentuk Contoh Instrumen Penilaian Instrumen 1. 2008. Alat dan Sumber Belajar  Nuharini. Menghitung Penilaian hasil Lembar Kerja Terlampir di Lembar volume balok kerja Siswa Kerja Siswa kelompok 2.  Guru mengakhiri pembelajaran hari ini dengan mengucapkan salam. S. Menggunakan Penilaian hasil Lembar Kerja Terlampir di Lembar volume balok kerja Siswa Kerja Siswa dalam berbagai kelompok permasalahan Bogor. 134  Guru menginformasikan post-test volume kubus dan balok pada pertemuan berikutnya.Pd Siti Maryam . BSE: Matematika Konsep dan Aplikasinya untuk Kelas VIII SMP dan MTs. Dewi dan Tri Wahyuni. Februari 2015 Guru Mata Pelajaran Peneliti Anisa Pitriani.

dan bagian-bagiannya. Masih ingatkah kamu sifat-sifat apa saja yang dimiliki sebuah kubus? Ayo mengingat kembali. prisma. Memahami sifat-sifat kubus. Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII (delapan) / 2 (dua) Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 40 menit) Tahun Pelajaran : 2015 – 2016 Materi Pembelajaran : Geometri dan Pengukuran Standar Kompetensi : 5. serta menentukan ukurannya Kompetensi Dasar : 5. balok. 3. limas. Mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah 2. 4. Menggunakan informasi yang diketahui untuk menentukan rumus luas permukaan kubus Introduction Perhatikan gambar proyeksi kubus di bawah ini.3. 2. . 135 Lampiran 4 Kelas : Kelompok : Anggota : 1. balok. Menghitung luas permukaan dan volume kubus. prisma dan limas Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah : 1. 5.

................. Jawabanmu: ......... coba beri warna yang berbeda pada setiap titik sudut kubus yang kamu miliki di kelompokmu sesuai dengan warna nama titik sudut pada gambar proyeksi kubus di atas untuk memudahkan pengamatan yang kamu lakukan....... cm.... sisi berbentuk persegi yang kongruen........ yaitu sisi .................. Application a........................ Sekarang perhatikan kubus yang kamu miliki di kelompokmu...... yaitu titik sudut ...... titik sudut.... dan perhatikan juga gambar proyeksi kubus di bawah ini.... dan ..... Kubus ABCD. FG............. Guntinglah kubus ABCD......EFGH memiliki panjang rusuk ... GH..... H G E F D C A B Nah.. kubus memiliki ................... e..EFGH pada rusuk AE.. Ukurlah panjang rusuk kubus ABCD.......... dan DH.. Amati kubus ABCD.... c....................... EH....EFGH dan jadikan sisi ABCD sebagai alas kubus... diantara sifat-sifatnya. d.. 136 Connection Berdasarkan gambar proyeksi kubus tersebut.. CG.......EFGH menggunakan penggaris........ b... kemudian tempelkan menggunakan lem kertas di kotak yang di sediakan di bawah ini... BF....... Coba kamu rentangkan kubus yang telah kamu gunting.

. rentangkan. cm × . ... .... cm = .. .. cm × .... cm2 ADEH LADEH = AD x DH = s × . sudut yang berwarna sama memiliki nama titik yang sama) f... cm2 Jumlah Lp = . cm2 Reflection Berdasarkan jawaban-jawabanmu di atas. 137 Perhatikan kubus yang telah kamu gunting. dan tempelkan pada kotak tersebut..... cm2 ... .... cm × ... cm2 DCGH ... cm2 ......... Jawabanmu: .. cm = ... ....... cm = ..... Lengkapi tabel di bawah ini untuk menghitung luas permukaan kubus............. Berilah nama pada setiap titik sudut jaring-jaring kubus sesuai dengan nama titik sudut kubus. berikan sebuah kesimpulan tentang bagaimana menentukan rumus luas permukaan kubus dan apa rumus luas permukaan kubus. .... Bangun datar yang kamu peroleh itu disebut ........ .... cm = .. ... Kubus yang telah di gunting tersebut sekarang menjadi bangun datar..... cm2 . kubus.. × (s × s) Lp = . cm × ... (Perhatikan warna sudutnya. cm = ..... cm × .... cm = ... cm × .... Nama Sisi Rumus Luas Sisi Kubus Substitusikan Panjang Rusuk ABCD LABCD = AB x BC = s × s ........

Pak Dedi (petugas sekolah) ingin mengecat tiga sisi dinding ruang kelas kamu. 138 Extension Sekarang kamu sudah tahu rumus luas permukaan kubus. misalnya ruang kelas kamu memiliki dinding dengan sisi-sisi yang kongruen dengan panjang rusuknya 6 meter. ayo perhatikan ruang kelas kamu. berapa luas permukaan dinding yang akan dicat oleh Pak Dedi? Jawabanmu: .

Kotak yang pertama memiliki panjang rusuk 20 cm dan kotak yang kedua memiliki panjang rusuk 30 cm. Mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah 2. 4. Melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah Introduction Pada pertemuan sebelumnya. dan bagian-bagiannya. Coba perhatikan ilustrasi berikut: Hari Minggu lalu. kamu akan belajar menghitung luas permukaan kubus dan menggunakan luas permukaan kubus dalam berbagai permasalahan. Memahami sifat-sifat kubus. Pada pertemuan hari ini. balok. Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII (delapan) / 2 (dua) Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 40 menit) Tahun Pelajaran : 2015 – 2016 Materi Pembelajaran : Geometri dan Pengukuran Standar Kompetensi : 5. Menghitung luas permukaan dan volume kubus. Dapatkah kamu menghitung selisih luas permukaan kedua kotak makanan yang dibeli Bu Ria? Ayo berlatih menyelesaikan masalah! . prisma dan limas Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah : 1. prisma. limas. 5. Menentukan cara untuk menyelesaikan masalah 3. Bu Ria membeli dua kotak makanan kosong berbentuk kubus di Pasar Devris. kamu sudah menentukan rumus luas permukaan kubus. 139 Kelas : Kelompok : Anggota : 1. balok. serta menentukan ukurannya Kompetensi Dasar : 5. 2.3. 3.

Rumus apa yang digunakan? Tuliskan rumus yang kamu gunakan dan tuliskan cara kamu menghitung penyelesaian masalah 1. MASALAH 1 Application Hari Minggu lalu. masih ingatkah kamu rumus luas permukaan kubus pada pertemuan sebelumnya? Tuliskan rumus luas permukaan kubus dibawah ini. Jawabanmu: . Lp = . Kotak yang pertama memiliki panjang rusuk 20 cm dan kotak yang kedua memiliki panjang rusuk 30 cm.. Bu Ria membeli dua kotak makanan kosong berbentuk kubus di Pasar Devris. 140 Connection Sebelum kamu menyelesaikan masalah tersebut. Informasi apa yang kamu peroleh dari masalah 1? Apa yang hendak dicari? Jawabanmu: b. Berapa selisih luas permukaan kedua kotak makanan yang dibeli Bu Ria? a..

Panjang rusuk kubus-kubus tersebut adalah 25 cm. Kertas pemilihan akan dimasukkan ke dalam kotak-kotak kubus sama besar yang disusun seperti gambar di bawah ini. Informasi apa yang kamu peroleh dari masalah 2? Apa yang hendak dicari? Jawabanmu: . berapa luas permukaan kotak yang dicat? a. dan bendahara OSIS periode 2016 – 2017. Jawabanmu: MASALAH 2 Application OSIS SMP YP 17 Bogor mengadakan pemungutan suara untuk pemilihan ketua. 141 Reflection Tuliskan kesimpulan yang kamu peroleh setelah kamu menyelesaikan masalah 1. Jika permukaan luar kotak pemilihan yang telah disusun tersebut akan dicat dengan warna biru. sekretaris. wakil.

Jawabanmu: . Jawabanmu: Reflection Tuliskan kesimpulan yang kamu peroleh setelah kamu menyelesaikan masalah 2. 142 b. Rumus apa yang digunakan? Tuliskan rumus yang kamu gunakan dan tuliskan cara kamu menghitung penyelesaikan masalah 2.

000.00. seluruh permukaan masing-masing kotak tersebut akan dilapisi kertas berwarna perak. 143 Extension Dhilla akan membuat sepuluh kotak berbentuk kubus berukuran sisi 50 cm dari kertas karton tebal untuk keperluan dekorasi festival di sekolahnya. berapa biaya yang harus Dhilla keluarkan untuk membeli kertas tersebut? Jawabanmu: . Jika harga 1 m2 kertas berwarna perak adalah Rp 8. Rencananya.

144 Kelas : Kelompok : Anggota : 1. dan menggunakan luas permukaan kubus dalam berbagai permasalahan. prisma dan limas Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah : 1. 4. 2. . 3. kamu sudah belajar tentang menentukan rumus luas permukaan kubus. balok. limas. serta menentukan ukurannya Kompetensi Dasar : 5. Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII (delapan) / 2 (dua) Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 40 menit) Tahun Pelajaran : 2015 – 2016 Materi Pembelajaran : Geometri dan Pengukuran Standar Kompetensi : 5. prisma. balok.3. Memahami sifat-sifat kubus. 5. Mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah 2. Menghitung luas permukaan dan volume kubus. Menggunakan informasi yang diketahui untuk menentukan rumus luas permukaan balok Introduction Pada pertemuan sebelumnya. Sekarang coba perhatikan gambar proyeksi balok di bawah ini. menghitung luas permukaan kubus. dan bagian-bagiannya.

...... .......EFGH menggunakan penggaris... EH.................... kemudian tempelkan menggunakan lem kertas di kotak yang di sediakan di bawah ini..................EFGH pada rusuk AE... diantara sifat-sifatnya....... Connection Perhatikan kubus yang kamu miliki di kelompokmu..... lebar....... e....... CG. dan tinggi balok ABCD............. balok memiliki . kongruen dengan sisi .... Perhatikan juga gambar proyeksi kubus di bawah ini.... c........ Berdasarkan gambar sebuah balok di atas.. dan DH..... pasang sisi yang kongruen dan saling berhadapan...... ... BF.... H G E F D C A B Nah........ titik sudut.... Panjang balok = p = ............. dan memiliki ... kongruen dengan sisi ..... GH......... cm Lebar balok = l = ... Coba kamu rentangkan balok yang telah kamu gunting................ coba beri warna yang berbeda pada setiap titik sudut balok yang kamu miliki di kelompokmu sesuai dengan warna nama titik sudut pada gambar proyeksi balok di atas untuk memudahkan pengamatan yang kamu lakukan.............. 145 Masih ingatkah kamu sifat-sifat apa saja yang dimiliki sebuah balok? Ayo mengingat kembali.......EFGH dan jadikan sisi ABCD sebagai alas balok...... cm Tinggi balok = t = . Amati balok ABCD... yaitu titik sudut ..... yaitu sisi .... sisi ..... Ukurlah panjang... Application a... kongruen dengan sisi . cm d...... FG....... Guntinglah balok ABCD.... b............ dan sisi ...

146 Jawabanmu: .

... Nama Sisi Rumus Luas Sisi Balok Substitusikan Panjang Rusuk ABCD LABCD = AB x BC = p × l . . cm = .. dan tempelkan pada kotak tersebut. ....... cm × . cm2 .. 147 Perhatikan balok yang telah kamu gunting...... Berilah nama pada setiap titik sudut jaring-jaring balok sesuai dengan nama titik sudut balok...... cm2 Jumlah Lp = ...... Lengkapi tabel di bawah ini untuk menghitung luas permukaan balok. .. cm × ........... cm2 .. . sudut yang berwarna sama memiliki nama titik yang sama) f.... .. (p × t) + .... (l × t) Lp = ............ ... (p × l) + .. cm = .... cm × .. cm2 Reflection Berdasarkan jawaban-jawabanmu di atas. cm = .. rentangkan... cm = ....... cm = .......... cm2 ADEH LADEH = AD x DH = l × t .... cm2 . Jawabanmu: .. Balok yang telah di gunting tersebut sekarang menjadi bangun datar.. cm × ....... ... cm × .. berikan sebuah kesimpulan tentang bagaimana menentukan rumus luas permukaan balok dan apa rumus luas permukaan balok.... (Perhatikan warna sudutnya.. cm × . cm = ... Bangun datar yang kamu peroleh itu disebut . balok... cm2 DCGH LBCGF = DC x CG = p × .

Berapa ukuran panjang kotak pensil berbentuk balok jika diketahui ukuran lebar 5 cm. tinggi 4 cm. ayo berlatih memecahkan masalah di bawah ini. dan luas permukaannya 400 cm2? Jawabanmu: . 148 Extension Sekarang kamu sudah tahu rumus luas permukaan balok.

Memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh Introduction Pada pertemuan sebelumnya. prisma dan limas Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah : 1. 3. 5. Jordan dan keluarga berencana akan berenang ke Sea Park. Di Sea Park. terdapat berbagai bentuk kolam renang. balok. Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII (delapan) / 2 (dua) Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 40 menit) Tahun Pelajaran : 2015 – 2016 Materi Pembelajaran : Geometri dan Pengukuran Standar Kompetensi : 5. kamu sudah menentukan rumus luas permukaan balok. Pada pertemuan hari ini. ada yang meliuk-liuk seperti sungai. ada yang lantai dasarnya berbentuk persegi panjang. yang rencananya akan . kamu akan belajar menghitung luas permukaan balok dan menggunakan luas permukaan balok dalam berbagai permasalahan. serta menentukan ukurannya Kompetensi Dasar : 5.3. Menentukan cara untuk menyelesaikan masalah 3. Jordan melihat ada satu kolam renang baru yang lantai dasarnya berbentuk persegi panjang sedang dipasang keramik oleh petugas. Coba perhatikan ilustrasi berikut: Pada hari libur. dan bagian-bagiannya. prisma. limas. balok. Memahami sifat-sifat kubus. Melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah 4. 2. Menghitung luas permukaan dan volume kubus. 4. ada yang berbentuk lingkaran. Mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah 2. dan lain sebagainya. 149 Kelas : Kelompok : Anggota : 1.

Kolam tersebut memiliki ukuran panjang 50 meter. dan kedalaman 1. Jordan dan keluarga berencana akan berenang ke Sea Park. lebar 10 meter. MASALAH 1 Application Pada hari libur. yang rencananya akan dipasang keramik di seluruh permukaan kolamnya. terdapat berbagai bentuk kolam renang. dan lain sebagainya. Jordan melihat ada satu kolam renang baru yang lantai dasarnya berbentuk persegi panjang sedang dipasang keramik oleh petugas. Kolam tersebut memiliki ukuran panjang 50 meter. Informasi apa yang kamu peroleh dari masalah 1? Apa yang hendak dicari? Jawabanmu: . ada yang berbentuk lingkaran. Dapatkah kamu memeriksa apakah benar luas permukaan kolam renang yang dipasang keramik tersebut adalah 950 m2? Ayo berlatih menyelesaikan masalah! Connection Sebelum kamu menyelesaikan masalah tersebut. Periksa apakah benar luas permukaan kolam renang yang dipasang keramik tersebut adalah 950 m2? a. Lp = . masih ingatkah kamu rumus luas permukaan balok pada pertemuan sebelumnya? Tuliskan rumus luas permukaan balok dibawah ini. ada yang lantai dasarnya berbentuk persegi panjang.5 meter. ada yang meliuk-liuk seperti sungai. lebar 10 meter.5 meter. dan kedalaman 1.. 150 dipasang keramik di seluruh permukaan kolamnya. Di Sea Park..

Jawabanmu: Reflection Tuliskan kesimpulan yang kamu peroleh setelah kamu menyelesaikan masalah 1. Rumus apa yang digunakan? Tuliskan rumus yang kamu gunakan dan tuliskan cara kamu menghitung penyelesaian masalah 1. 151 b. Apakah benar luas permukaan kolam renang yang dipasang keramik tersebut adalah 950 m2? Jawabanmu: .

Kotak minuman teh tersebut berukuran panjang 7 cm. dan tinggi 11 cm. 152 MASALAH 2 Application Sebuah perusahaan minuman teh membuat kemasan kotak minuman berbentuk balok yang terbuat dari kertas yang dilapisi alumunium foil. Jawabanmu: . Informasi apa yang kamu peroleh dari masalah 2? Apa yang hendak dicari? Jawabanmu: b. lebar 4 cm. Jika hari Senin perusahaan ingin membuat seribu kotak minuman teh. Rumus apa yang digunakan? Tuliskan rumus yang kamu gunakan dan tuliskan cara kamu menghitung penyelesaian masalah 2. berapa jumlah luas permukaan kertas yang digunakan pada hari Senin? a.

Angga ingin membuat sebuah akuarium berbentuk balok dengan ukuran panjang 70 cm. dan tinggi 35 cm. Jawabanmu: Extension Suatu hari. lebar 30 cm. 153 Reflection Tuliskan kesimpulan yang kamu peroleh setelah kamu menyelesaikan masalah 2.00? Jawabanmu: . Angga tidak memiliki kaca untuk membuatnya. maka Angga pergi ke Toko Surya untuk membeli kaca seluas akuarium yang akan ia buat. Berapa biaya yang harus dikeluarkan Angga jika harga kaca 1 m2 adalah Rp 200.000.

prisma. balok. limas. 3. balok. 5. 154 Lampiran 5 Kelas : Kelompok : Anggota : 1. s s s . Menggunakan informasi yang diketahui untuk menentukan rumus volume kubus 3. 4. serta menentukan ukurannya Kompetensi Dasar : 5. Menghitung luas permukaan dan volume kubus. Menentukan cara untuk menyelesaikan masalah 4. Melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah Introduction Perhatikan gambar proyeksi kubus di bawah ini. Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII (delapan) / 2 (dua) Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 40 menit) Tahun Pelajaran : 2015 – 2016 Materi Pembelajaran : Geometri dan Pengukuran Standar Kompetensi : 5. 2. Mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah 2. Memahami sifat-sifat kubus. prisma dan limas Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah : 1.3. dan bagian-bagiannya.

Masukkan kubus-kubus kecil ke dalam kubus besar hingga terisi penuh. Application a. cm c. yang setiap sisinya memiliki ukuran yang sama.. Ukurlah panjang rusuk kubus kecil dan kubus besar menggunakan penggaris. kita akan mengetahui bagaimana cara menentukan rumus volume kubus terlebih dahulu. Ada .. Connection Letakkan kubus besar dan kubus-kubus kecil yang kamu miliki di meja kelompokmu... cm. Jika dimisalkan panjang rusuk kubus kecil sama dengan 1 satuan. .. Isi tersebut bisa berupa benda padat. 155 Tentu kamu sudah tahu bahwa kubus termasuk ke dalam bentuk bangun ruang. maka panjang rusuk kubus kecil = 1 satuan = . cm Panjang rusuk kubus besar = . b. kubus besar yang dibuat dari plastik jilid (transparan) dan . Panjang rusuk kubus kecil = . Lalu bagaimana cara menentukan volume kubus? Untuk menentukan volume kubus. Amati kubus-kubus kecil dan kubus besar yang ada di meja kelompokmu.. cair maupun gas. kubus kecil yang dibuat dari kertas karton.. Susunlah kubus besar dan kubus-kubus kecil yang kamu miliki di meja kelompokmu sesuai gambar proyeksi di atas. Perhatikan juga gambar proyeksi kubus-kubus tersebut di bawah ini.. kemudian perhatikan kubus-kubus tersebut.. Volume sebuah kubus adalah isi dari sebuah bangun ruang kubus. d. Ayo ikuti langkah-langkah berikut ini..

Jumlah satuan kubus yang dapat dimasukkan ke dalam kubus besar disebut juga .... satuan = ...........2 = ..... kubus besar................. kubus besar yang panjangnya ... Jadi. cm × ....... kubus besar × ...... satuan = . f... kubus kecil di alas kubus besar.... kubus besar dengan . satuan kubus.. satuan = .. satuan) × ........... Ada . kubus besar menjadi ....... Volume kubus besar dapat diperoleh dengan mengalikan ........ g. satuan kubus m...... satuan × ............. satuan kubus... h.. Perhatikan kubus besar yang sudah terisi penuh kubus kecil. yaitu: . cm × ...... i....................... Perhatikan bagian c dan e.. satuan × .. volume kubus besar = . cm3 ..... satuan............... kemudian pilihlah salah satu sisi untuk dijadikan alas. tumpuk kubus kecil di dalam kubus besar.. dan k..... satuan = (. yaitu: Volume kubus besar = ......... maka kubus kecil yang dapat dimasukkan ke dalam kubus besar sebanyak . satuan persegi j... 1 satuan kubus = 1 kubus kecil Panjang rusuk kubus kecil = 1 satuan = . kubus besar......... Banyaknya kubus kecil di alas kubus besar dapat diperoleh dengan mengalikan ......... Perhatikan lagi tumpukan kubus kecil di dalam kubus besar yang terisi penuh. kubus besar dengan ... × . Jika dimisalkan 1 kubus kecil sama dengan 1 satuan kubus... kubus besar. Banyaknya tumpukan tersebut merupakan . i... 156 e........ Ada . Rumus luas alas kubus yaitu: L = .. k... kubus besar = . cm Volume kubus besar = (. satuan persegi × .... l.. satuan × ... Coba perhatikan hubungan bagian f. satuan) × ... cm = ..

berikan sebuah kesimpulan tentang bagaimana menentukan rumus volume kubus dan apa rumus volume kubus. ayo berlatih memecahkan masalah di bawah ini. 157 Reflection Berdasarkan jawaban-jawabanmu di atas. Sebuah bak mandi berbentuk kubus diisi air hingga penuh. Jika bak mandi dapat menampung sebanyak 216 liter air. Jawabanmu: Extension Sekarang kamu sudah tahu rumus volume kubus. Apa yang hendak dicari? Apakah informasi yang diberikan cukup untuk menentukan panjang sisi bak mandi? Jelaskan! Jawabanmu: . berapa cm panjang sisi bak mandi tersebut? a.

158 b. Jawabanmu: Reflection Tuliskan kesimpulan yang kamu peroleh setelah kamu menyelesaikan masalah di atas. Jawabanmu: . Selesaikan proses penghitungan sesuai yang kamu tentukan pada bagian b di atas untuk menentukan panjang sisi bak mandi. Bagaimana cara menentukan panjang sisi bak mandi? Jawabanmu: c.

Memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh Introduction Pada pertemuan sebelumnya. 4. 159 Kelas : Kelompok : Anggota : 1. Memahami sifat-sifat kubus. balok. prisma. Pak Arif. Menentukan cara untuk menyelesaikan masalah 3. Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII (delapan) / 2 (dua) Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 40 menit) Tahun Pelajaran : 2015 – 2016 Materi Pembelajaran : Geometri dan Pengukuran Standar Kompetensi : 5. balok. 2. Pada pertemuan hari ini. dan bagian-bagiannya. Dapatkah kamu menghitung berapa banyak kotak minyak yang digunakan untuk menampung minyak goreng yang dibeli Pak Arif? Ayo berlatih menyelesaikan masalah! . Minyak tersebut akan ditampung di dalam kotak minyak berbentuk kubus yang memiliki ukuran panjang rusuk 40 cm. Melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah 4. prisma dan limas Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah : 1. limas. 3. Coba perhatikan ilustrasi berikut: Setiap hari Senin di awal bulan. kamu sudah menentukan rumus volume kubus. Menghitung luas permukaan dan volume kubus. Mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah 2. kamu akan belajar menghitung volume kubus dan menggunakan luas permukaan kubus dalam berbagai permasalahan. serta menentukan ukurannya Kompetensi Dasar : 5. 5. seorang penjual sembako membeli minyak goreng dari distributor sebanyak 320 liter.3.

160 Connection Sebelum kamu menyelesaikan masalah tersebut. Bagaimana cara menentukan banyak kotak minyak yang digunakan untuk menampung minyak goreng? Jawabanmu: .. Apa yang hendak dicari? Apakah informasi yang diberikan cukup untuk menentukan banyak kotak minyak yang digunakan untuk menampung minyak goreng? Jelaskan! Jawabanmu: b. Periksa apakah benar kotak minyak yang digunakan untuk menampung minyak goreng yang dibeli Pak Arif sebanyak 6 kotak? a. V = . masih ingatkah kamu rumus volume kubus pada pertemuan sebelumnya? Tuliskan rumus volume kubus dibawah ini. MASALAH 1 Application Setiap hari Senin di awal bulan. Minyak tersebut akan ditampung di dalam kotak minyak berbentuk kubus yang memiliki ukuran panjang rusuk 40 cm.. seorang penjual sembako membeli minyak goreng dari distributor sebanyak 320 liter. Pak Arif.

Selesaikan proses penghitungan sesuai yang kamu tentukan pada bagian b di atas untuk menentukan banyak kotak minyak yang digunakan untuk menampung minyak goreng. Jawabanmu: Reflection Tuliskan kesimpulan yang kamu peroleh setelah kamu menyelesaikan masalah 1. 161 c. Apakah benar kotak minyak yang digunakan untuk menampung minyak goreng yang dibeli Pak Arif sebanyak 6 kotak? Jawabanmu: .

162 MASALAH 2 Application Sebuah wadah dengan alas berbentuk persegi luasnya 625 cm2 dan tingginya 25 cm. 15 cm Berapakah volume air yang harus ditambahkan agar wadah tersebut penuh? a. diisi air hingga ketinggian 15 cm seperti gambar di bawah ini. Bagaimana cara menentukan volume air yang harus ditambahkan agar wadah tersebut penuh? Jawabanmu: . Apa yang hendak dicari? Apakah informasi yang diberikan cukup untuk menentukan volume air yang harus ditambahkan agar wadah tersebut penuh? Jelaskan! Jawabanmu: b.

Selesaikan proses penghitungan sesuai yang kamu tentukan pada bagian b di atas untuk menentukan volume air yang harus ditambahkan agar wadah tersebut penuh. 163 c. Jawabanmu: . Jawabanmu: Reflection Tuliskan kesimpulan yang kamu peroleh setelah kamu menyelesaikan masalah 2.

000.00? Jawabanmu: . periksa apakah benar biaya yang harus bu Septi keluarkan untuk membeli isi ulang sabun cuci tangan tersebut adalah Rp 80.000. Harga setiap 100 ml isi ulang sabun cuci tangan tersebut adalah Rp 16.5 liter. 164 Extension Bu Septi akan membeli isi ulang sabun cuci tangan berbentuk cairan. Jika Bu Septi ingin memenuhi wadah kosong yang memiliki volume 0.00.

3. balok. 2. prisma. t l p . Menghitung luas permukaan dan volume kubus. Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII (delapan) / 2 (dua) Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 40 menit) Tahun Pelajaran : 2015 – 2016 Materi Pembelajaran : Geometri dan Pengukuran Standar Kompetensi : 5. Melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah Introduction Pada pertemuan sebelumnya. balok. dan menggunakan volume kubus dalam berbagai permasalahan. 165 Kelas : Kelompok : Anggota : 1. kamu sudah belajar tentang menentukan rumus volume kubus. serta menentukan ukurannya Kompetensi Dasar : 5. Menggunakan informasi yang diketahui untuk menentukan rumus volume balok 3. Mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah 2. 5. Sekarang coba perhatikan gambar proyeksi balok di bawah ini. 4. dan bagian-bagiannya. menghitung volume kubus. prisma dan limas Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah : 1.3. limas. Menentukan cara untuk menyelesaikan masalah 4. Memahami sifat-sifat kubus.

166 Tentu kamu sudah tahu bahwa balok juga termasuk ke dalam bentuk bangun ruang. Application a.. cm. Susunlah balok dan kubus-kubus yang kamu miliki di meja kelompokmu sesuai gambar proyeksi di atas.. maka panjang rusuk kubus = 1 satuan = . b. balok yang dibuat dari plastik jilid (transparan) dan . cm Lebar balok = . yang memiliki 3 pasang sisi yang kongruen dan saling berhadapan.. Isi tersebut bisa berupa benda padat.. dan tinggi balok.. Ayo ikuti langkah-langkah berikut ini. Lalu bagaimana cara menentukan volume balok? Untuk menentukan volume balok. serta panjang rusuk kubus menggunakan penggaris. cm c.. Ada ... Perhatikan juga gambar proyeksi balok dan kubus-kubus tersebut di bawah ini. Ukurlah panjang.. Jika dimisalkan panjang rusuk kubus sama dengan 1 satuan. Masukkan kubus-kubus tersebut ke dalam balok hingga terisi penuh. Volume sebuah balok adalah isi dari sebuah bangun ruang balok. Connection Letakkan balok dan kubus-kubus yang kamu miliki di meja kelompokmu. ... d. cair maupun gas. kubus kecil yang dibuat dari kertas karton.. kita akan mengetahui bagaimana cara menentukan rumus volume balok terlebih dahulu. Amati balok dan kubus-kubus yang ada di meja kelompokmu. cm Tinggi balok = . lebar. Panjang balok = .. cm Panjang rusuk kubus = . kemudian perhatikan balok dan kubus-kubus tersebut..

......... balok... Ada ......... 1 satuan kubus = 1 kubus Panjang rusuk kubus = 1 satuan = . Banyaknya kubus di alas balok dapat diperoleh dengan mengalikan .. dan k.. balok... balok = .............. maka kubus yang dapat dimasukkan ke dalam balok sebanyak .. h....... 167 e.... balok menjadi ..... cm3 . balok × .... satuan persegi × . satuan × ........ cm Volume balok = (..... Perhatikan alas balok yang sudah terisi penuh kubus.... Jadi............... yaitu: Volume balok = .... balok yang panjangnya .. balok dengan ..... Ada . l..... cm = ... satuan kubus.... volume balok = ..... Coba perhatikan hubungan bagian f.... satuan) × .. satuan × .... Volume balok dapat diperoleh dengan mengalikan . satuan = ... f....... Jumlah satuan kubus yang dapat dimasukkan ke dalam balok disebut juga .... Jika dimisalkan 1 kubus sama dengan 1 satuan kubus.. satuan = (.. satuan = ..... satuan) × .... satuan × . balok dengan .... satuan = ......... balok.. kubus di alas balok. satuan persegi j......... i.. Banyaknya tumpukan tersebut merupakan . Perhatikan bagian c dan e... cm × ... i.. cm × . g. yaitu: ....... k.... Rumus luas alas balok yaitu: L = ...... tumpuk kubus di dalam balok..... × . satuan kubus........ Perhatikan lagi tumpukan kubus di dalam balok yang terisi penuh... satuan kubus m... satuan...........

Berapa liter volume minuman teh di dalam kotak tersebut? a. 168 Reflection Berdasarkan jawaban-jawabanmu di atas. Sebuah kotak berisi minuman teh berbentuk balok memiliki ukuran panjang 8 cm. Jawabanmu: Extension Sekarang kamu sudah tahu rumus volume balok. berikan sebuah kesimpulan tentang bagaimana menentukan rumus volume balok dan apa rumus volume balok. lebar 5 cm. ayo berlatih memecahkan masalah di bawah ini. dan tinggi 10 cm. Apa yang hendak dicari? Apakah informasi yang diberikan cukup untuk menentukan volume minuman teh di dalam kotak? Jelaskan! Jawabanmu: .

Jawabanmu: Reflection Tuliskan kesimpulan yang kamu peroleh setelah kamu menyelesaikan masalah di atas. Jawabanmu: . 169 b. Bagaimana cara menentukan volume minuman teh di dalam kotak? Jawabanmu: c. Selesaikan proses penghitungan sesuai yang kamu tentukan pada bagian b di atas untuk menentukan volume minuman teh di dalam kotak.

2. yaitu berukuran panjang 40 cm. 5. Menentukan cara untuk menyelesaikan masalah 3. serta menentukan ukurannya Kompetensi Dasar : 5. limas. kamu akan belajar menghitung volume balok dan menggunakan luas permukaan balok dalam berbagai permasalahan. Pada pertemuan hari ini. prisma. lebar 20 cm. kamu sudah menentukan rumus volume balok.3. Memahami sifat-sifat kubus. Di rumah. Dapatkah kamu memeriksa apakah benar ada 4 liter beras tersisa yang tidak disimpan di dalam kotak penyimpanan beras? . 3. 170 Kelas : Kelompok : Anggota : 1. Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII (delapan) / 2 (dua) Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 40 menit) Tahun Pelajaran : 2015 – 2016 Materi Pembelajaran : Geometri dan Pengukuran Standar Kompetensi : 5. 4. Memeriksa kebenaran hasil yang diperoleh Introduction Pada pertemuan sebelumnya. prisma dan limas Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah : 1. Melakukan proses penghitungan sesuai rencana untuk menyelesaikan masalah 4. Mengidentifikasi kecukupan unsur untuk menyelesaikan masalah 2. Menghitung luas permukaan dan volume kubus. Coba perhatikan ilustrasi berikut: Bu Ayu membeli 1 karung beras berisi 50 liter. dan bagian-bagiannya. balok. dan tinggi 30 cm. balok. Bu Ayu menyimpan beras yang dibeli ke dalam 2 kotak penyimpanan beras berbentuk balok dengan ukuran yang sama.

masih ingatkah kamu rumus volume balok pada pertemuan sebelumnya? Tuliskan rumus volume balok dibawah ini. Apa yang hendak dicari? Apakah informasi yang diberikan cukup untuk menentukan banyak beras tersisa yang tidak disimpan di dalam kotak penyimpanan beras? Jelaskan! Jawabanmu: b. MASALAH 1 Application Bu Ayu membeli 1 karung beras berisi 50 liter. 171 Ayo berlatih menyelesaikan masalah! Connection Sebelum kamu menyelesaikan masalah tersebut. V = . lebar 20 cm. Periksa apakah benar ada 4 liter beras tersisa yang tidak disimpan di dalam kotak penyimpanan beras? a. Bagaimana cara menentukan banyak beras tersisa yang tidak disimpan di dalam kotak penyimpanan beras? Jawabanmu: . dan tinggi 30 cm.. Bu Ayu menyimpan beras yang dibeli ke dalam 2 kotak penyimpanan beras berbentuk balok dengan ukuran yang sama. Di rumah. yaitu berukuran panjang 40 cm..

Berapa biaya yang harus dikeluarkan Pak Yadi untuk penggalian kolam seluruhnya? .00. Apakah benar ada 4 liter beras tersisa yang tidak disimpan di dalam kotak penyimpanan beras? Jawabanmu: MASALAH 2 Application Pak Yadi akan membuat kolam ikan dengan ukuran panjang 28 m. Pembuatan kolam itu dikerjakan oleh orang lain. 172 c. lebar 15 m. Jawabanmu: Reflection Tuliskan kesimpulan yang kamu peroleh setelah kamu menyelesaikan masalah 1.7 m. dan kedalaman 0. Upah untuk setiap penggalian 1 m3 sebesar Rp 30. Selesaikan proses penghitungan sesuai yang kamu tentukan pada bagian b di atas untuk menentukan banyak beras tersisa yang tidak disimpan di dalam kotak penyimpanan beras.000.

Bagaimana cara menentukan besar biaya yang harus dikeluarkan Pak Yadi untuk penggalian kolam seluruhnya? Jawabanmu: c. 173 a. Apa yang hendak dicari? Apakah informasi yang diberikan cukup untuk menentukan besar biaya yang harus dikeluarkan Pak Yadi untuk penggalian kolam seluruhnya? Jelaskan! Jawabanmu: b. Jawabanmu: Reflection . Selesaikan proses penghitungan sesuai yang kamu tentukan pada bagian b di atas untuk menentukan besar biaya yang harus dikeluarkan Pak Yadi untuk penggalian kolam seluruhnya.

memiliki volume tiga kali lipat lebih besar dari sebuah kubus yang memiliki panjang sisi 12 cm. 174 Tuliskan kesimpulan yang kamu peroleh setelah kamu menyelesaikan masalah 2. Jawabanmu: Extension Sebuah balok yang berukuran panjang 32 cm dan lebarnya 9 cm. Berapa tinggi balok tersebut? Jawabanmu: .

175
Lampiran 6
KISI-KISI INSTRUMEN

KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA

TES SIKLUS I

No.
No. Kompetensi Dasar Indikator Pemecahan Masalah
Soal
5.3 Menghitung luas Mengidentifikasi kecukupan unsur 1.a
permukaan kubus untuk menyelesaikan masalah
Menentukan cara untuk menyelesaikan 1.b
masalah
Melakukan proses penghitungan 1.c
sesuai rencana untuk menyelesaikan
masalah
Memeriksa kebenaran hasil yang 2
diperoleh
5.3 Menghitung luas Mengidentifikasi kecukupan unsur 4.a
permukaan balok untuk menyelesaikan masalah
Menentukan cara untuk menyelesaikan 4.b
masalah
Melakukan proses penghitungan 4.c
sesuai rencana untuk menyelesaikan
masalah
Memeriksa kebenaran hasil yang 3
diperoleh

176
Lampiran 7
KISI-KISI INSTRUMEN

KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA

TES SIKLUS II

No.
No. Kompetensi Dasar Indikator Pemecahan Masalah
Soal
5.3 Menghitung volume Mengidentifikasi kecukupan unsur 1.a
kubus untuk menyelesaikan masalah
Menentukan cara untuk menyelesaikan 1.b
masalah
Melakukan proses penghitungan 1.c
sesuai rencana untuk menyelesaikan
masalah
Memeriksa kebenaran hasil yang 3
diperoleh
5.3 Menghitung volume Mengidentifikasi kecukupan unsur 4.a
balok untuk menyelesaikan masalah
Menentukan cara untuk menyelesaikan 4.b
masalah
Melakukan proses penghitungan 4.c
sesuai rencana untuk menyelesaikan
masalah
Memeriksa kebenaran hasil yang 2
diperoleh

177
Lampiran 8

Nama :
Kelas :
Tanggal :

Materi : Luas Permukaan Kubus dan Balok
Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 40 menit)

1. Sebuah perusahaan pembuat kotak makanan membuat kotak makanan berbentuk
kubus yang terbuat dari kertas karton dengan dua ukuran yang berbeda, kotak
makanan pertama memiliki ukuran sisi 10 cm × 10 cm dan kotak makanan kedua
memiliki ukuran sisi 20 cm × 20 cm. Jika harga tiap 1 m2 kertas karton adalah
Rp 40.000,00, berapa biaya yang dibutuhkan jika kedua ukuran kotak makanan
masing-masing akan dibuat 1000 kotak?
a. Apakah informasi yang diberikan cukup untuk menentukan besarnya biaya yang
dibutuhkan? Jelaskan!
b. Bagaimana cara menentukan besarnya biaya tersebut?
c. Selesaikan proses penghitungan sesuai yang kamu tentukan pada bagian b di atas
untuk menentukan besarnya biaya tersebut.

2. Indah memiliki sebuah kotak tanpa tutup berbentuk kubus. Kotak tersebut
memiliki luas permukaan 3,2 m2. Periksa apakah benar ukuran sisi kotak tersebut
adalah 90 cm × 90 cm?

3. Pak Azi memiliki sebuah rak sepatu yang terbuat dari kayu jati yang memiliki bentuk
dan ukuran seperti gambar di bawah ini.

60 cm

30 cm
100 cm

178

Setiap hari Minggu pada akhir bulan, Pak Azi mengecat semua sisi rak sepatunya
dengan menggunakan pelitur agar kayu tetap terawat. Periksa apakah benar luas
permukaan yang dicat dengan menggunakan pelitur tersebut adalah 4,32 m2?
(keterangan: ketebalan kayu diabaikan)

4. Puji memiliki kotak berbentuk balok dengan ukuran panjang 25 cm, lebar 10 cm, dan
tinggi 15 cm. rencananya kotak tersebut akan dipakai untuk memasukkan kado untuk
Rina yang akan berulangtahun. Agar kotak terlihat indah, Puji ingin membungkus
kotak tersebut dengan kertas kado. Puji pergi ke Toko Unik untuk membeli kertas
kado. Toko Unik menyediakan dua jenis ukuran kertas kado, yang pertama
berukuran 40 cm × 60 cm dan yang kedua berukuran 50 cm × 55 cm. Jenis kertas
kado yang mana yang harus dibeli jika Puji ingin meminimalkan sisa kertas kadonya?
a. Apakah informasi yang diberikan cukup untuk menentukan sisa kertas kado yang
minimal? Jelaskan!
b. Bagaimana cara menentukan sisa kertas kado yang minimal tersebut?
c. Selesaikan proses penghitungan sesuai yang kamu tentukan pada bagian b di atas
untuk menentukan sisa kertas kado yang minimal.

periksa apakah benar waktu yang diperlukan untuk mengisi air di akuarium tersebut adalah 49 menit? Jelaskan jawabanmu! . Kotak pensil tersebut berbentuk kubus dengan dua ukuran berbeda. 2. Selesaikan proses penghitungan sesuai yang kamu tentukan pada bagian b di atas untuk menentukan ukuran sisi kotak pensil kedua.1 liter/detik. Bagaimana cara menentukan ukuran sisi kotak pensil kedua? c. Tempat penampungan tersebut berisi air sebanyak 576 liter. Thoyibah membawa oleh-oleh berupa kotak pensil yang biasanya diletakkan di meja belajar. Thoyibah kembali ke Indonesia sepulang perjalanannya dari Jepang. Jika debit air 0. Periksa apakah benar tinggi air di penampungan tersebut adalah 140 cm? Jelaskan jawabanmu! 3. Bu Ati memiliki sebuah tempat penampungan air yang alasnya berukuran 60 cm × 80 cm. Sebuah akuarium berbentuk kubus yang memiliki ukuran sisi 70 cm × 70 cm akan diisi air sebanyak bagian. Apakah informasi yang diberikan cukup untuk menentukan ukuran sisi kotak pensil kedua? Jelaskan! b. 179 Lampiran 9 Nama : Kelas : Tanggal : Materi : Volume Kubus dan Balok Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 40 menit) 1. Perbandingan volume kotak pensil pertama dengan kotak pensil kedua adalah 8 : 27. Berapa ukuran sisi kotak pensil kedua? a. kotak pensil pertama memiliki ukuran sisi 8 cm × 8 cm. Hari Minggu kemarin.

lilin akan terbakar sebanyak 80 cm3 setiap jam. Apakah informasi yang diberikan cukup untuk menentukan lama waktu lilin menyala sampai habis terbakar? b. dan tinggi 20 cm. Bagaimana cara menentukan lama waktu lilin menyala sampai habis terbakar? c. 180 4. lebar 4 cm. . Selesaikan proses penghitungan sesuai yang kamu tentukan pada bagian b di atas untuk menentukan lama waktu lilin menyala sampai habis terbakar. Saat dinyalakan. Rara memiliki sebuah lilin berbentuk balok yang memiliki ukuran panjang 4 cm. Berapa menit lilin menyala sampai habis terbakar? a.

400 cm2 = 3.3 m2 Biaya seluruhnya = 0.000.c Penyelesaian: Lp = 6 s2 Lp1 = 6 × s × s = 6 × 10 cm × 10 cm = 600 cm2 Lp2 = 6 × s × s = 6 × 20 cm × 20 cm 1 = 2.00 Jadi.3 × 1000 × Rp 40.000 cm2 = 0.000.2 m2 1 Ditanya: . Jawaban Skor 1.a Informasi yang diberikan cukup untuk menentukan besarnya 1 biaya yang dibutuhkan.00 Ditanya: 1 Biaya yang dibutuhkan jika kedua ukuran kotak makanan masing-masing akan dibuat 1000 kotak 1.000. 181 Lampiran 10 JAWABAN TES SIKLUS I No.400 cm2 Luas permukaan seluruhnya = Lp1 + Lp2 = 600 cm2 + 2.000. 1. biaya yang dibutuhkan untuk membuat 1000 kotak adalah 1 Rp 12.000.000.00 1 = Rp 12.00 Jumlah Skor 9 2 Diketahui: Luas permukaan kotak tanpa tutup berbentuk kubus = 3. lalu mengalikannya dengan banyaknya kotak yang akan dibuat dan harga 1 m2 kertas karton. Diketahui: 1 Ukuran sisi kotak makanan pertama = 10 cm × 10 cm Ukuran sisi kotak makanan kedua = 20 cm × 20 cm Harga 1 m2 kertas karton = Rp 40. kemudian menjumlahkan luas 3 permukaan kedua kotak.b Cara menentukan besarnya biaya tersebut yaitu dengan mencari luas permukaan masing-masing kotak.

200 cm2 = 4.400 cm2 s =√ = 80 cm Jadi.32 m2 Jumlah Skor 3 4.000 cm2 + 6.800 cm2)} + 1 2 × {2(3.000 cm2) = 31. 182 Ukuran sisi kotak tanpa tutup Penyelesaian: Karena kotak tersebut tanpa tutup jadi kotak tersebut memiliki 5 sisi. benar bahwa luas permukaan rak sepatu yang dicat dengan 1 menggunakan pelitur 4.000 cm2) = 2 × (6. Jumlah Skor 3 3 Diketahui: Panjang balok = 100 cm 1 Lebar balok = 30 cm Tinggi balok = 60 cm Ditanya: Luas permukaan rak yang dicat dengan menggunakan pelitur Penyelesaian: Lp = 2 × { }+2×{ } = 2 × {2(100 cm × 30 cm) + (100 cm × 60 cm) + 2(30 cm × 60 cm)} + 2 × {2(100 cm × 30 cm)} = 2 × {2(3.200 cm2 + 12. salah bahwa sebuah akuarium tanpa tutup berbentuk 1 kubus memiliki ukuran sisi 90 cm × 90 cm.000 cm2) = 2 × (15.000 cm2 = 43.000 cm2 = 5 × s2 1 = s2 s2 = 6.000 cm2) + 2(1. Diketahui: 1 Panjang kotak = 25 cm .000 cm2 + 3.2 m2 = 5 × s2 32.600 cm2) + 2 × (6. Lp = 5 s2 3.a Informasi yang diberikan cukup untuk menentukan sisa kertas 1 kado yang minimal.000 cm2) + (6.600 cm2) + 2 × (6.32 m2 Jadi.

750 cm2 – 1.550 cm2 = 850 cm2 Selisih luas kertas kado pertama dengan luas permukaan kotak: LII – Lp = 2. 183 Lebar kotak = 10 cm Tinggi kotak = 15 cm Ukuran kertas kado pertama = 40 cm × 60 cm Ukuran kertas kado kedua = 50 cm × 55 cm Ditanya: 1 Kertas kado yang harus dibeli jika Puji ingin meminimalkan sisa kertas kado. Jumlah Skor 9 Total Skor 24 Nilai = × 100 .400 cm2 Luas kertas kado kedua: 1 LII = p × l = 50 cm × 55 cm = 2.c Penyelesaian: Lp = 2(p × l) + 2(p × t) + 2(l × t) = 2(25 cm × 10 cm) + 2(25 cm × 15 cm) + 2(10 cm × 15 cm) = 2(250 cm2) + 2(375 cm2) + 2(150 cm2) 1 = 500 cm2 + 750 cm2 + 300 cm2 = 1.750 cm2 Selisih luas kertas kado pertama dengan luas permukaan kotak: LI – Lp = 2. kemudian karena ingin 3 meminimalkan sisa kertas kado.b Cara menentukan sisa kertas kado yang minimal tersebut yaitu dengan mencari luas permukaan kotak. Puji 1 harus membeli kertas kado jenis pertama. maka harus mencari selisih luas masing-masing kertas kado dengan luas permukaan kotak yang paling sedikit. 4.550 cm2 Luas kertas kado pertama: LI = p × l = 40 cm × 60 cm = 2.550 cm2 = 1.400 cm2 – 1. jika Puji ingin meminimalkan sisa kertas kadonya. 4.200 cm2 Jadi.

Setelah volume kotak pensil kedua diketahui. 184 Lampiran 11 JAWABAN TES SIKLUS II No. ukuran kotak pensil kedua adalah 12 cm × 12 cm.c Penyelesaian: V = s3 V1 = s × s × s 1 = 8 cm× 8 cm × 8 cm = 512 cm3 Perbandingan volume kotak pensil pertama dengan kotak pensil kedua: = = 1 V2 = = 1728 cm3 s2 = √ = 12 cm Jadi. Diketahui: 1 Ukuran sisi kotak pensil pertama = 8 cm × 8 cm Perbandingan volume kotak pensil pertama dengan kotak pensil kedua adalah 8 : 27 Ditanya: 1 Ukuran sisi kotak pensil kedua 1. 1 Jumlah Skor 9 . 1.b Cara menentukan ukuran sisi kotak pensil kedua yaitu dengan mencari volume kotak pensil pertama. maka dapat diketahui ukuran sisi kotak pensil kedua.a Informasi yang diberikan cukup untuk menentukan ukuran sisi 1 kotak pensil kedua. kemudian mencari volume kotak pensil kedua dengan menggunakan informasi perbandingan 3 volume yang diketahui. Jawaban Skor 1.

salah bahwa tinggi penampungan air tersebut adalah 1 140 cm.000 cm3 1 = 294.000 cm3 = 60 cm× 80 cm × t t = = 120 cm Jadi.000 cm3 Volume air di akuarium = × 343. Jumlah Skor 3 3 Diketahui: Ukuran sisi akuarium = 70 cm × 70 cm Diisi air sebanyak bagian 1 Debit air 0. 185 2 Diketahui: Panjang penampungan air = 60 cm Lebar penampungan air = 80 cm 1 Volume air di penampungan 576 liter Ditanya: Tinggi air di penampungan Penyelesaian: Volume air di penampungan = 576 liter = 576.000 cm3 V =p×l×t 1 576.1 liter/detik Ditanya: Waktu yang diperlukan untuk mengisi air di akuarium Penyelesaian: V =s×s×s = 70 cm × 70 cm × 70 cm = 343.000 cm3 = 294 liter Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi air: t = .

c Penyelesaian: V =p×l×t = 4 cm × 4 cm × 20 cm 1 = 320 cm3 Lama waktu lilin menyala sampai habis terbakar: t = 1 = 4 jam = 240 menit Jadi. 4. benar bahwa waktu untuk mengisi air di akuarium tersebut 1 adalah 49 menit. 186 = = 2940 detik = 49 menit Jadi.a Informasi yang diberikan cukup untuk menentukan lama waktu 1 lilin menyala sampai habis terbakar. Jumlah Skor 3 Total Skor 24 Nilai = × 100 . Diketahui: 1 Panjang lilin = 4 cm Lebar lilin = 4 cm Tinggi lilin = 20 cm Lilin akan terbakar sebanyak 80 cm3 setiap jam Ditanya: 1 Lama waktu lilin menyala sampai habis terbakar 4. dan mengurangi 3 volume lilin sebanyak 80 cm3 setiap jam. lama waktu lilin menyala sampai habis terbakar adalah 240 1 menit.b Cara menentukan lama waktu lilin menyala sampai habis terbakar yaitu dengan menghitung volume lilin. Jumlah Skor 3 4.

187 Lampiran 12 UJI VALIDITAS INSTRUMEN SIKLUS I Butir Soal x1a^ x1b^ x1c^ x2^ x3^ x4a^ x4b^ x4c^ x1a x1b x1c x4a x4b x4c No. Nama y y^2 x2y x3y x1a x1b x1c x2 x3 x4a x4b x4c 2 2 2 2 2 2 2 2 y y y y y y 1 s1 2 1 2 2 2 2 1 2 14 4 1 4 4 4 4 1 4 196 28 14 28 28 28 28 14 28 2 s2 1 0 1 2 1 1 1 2 9 1 0 1 4 1 1 1 4 81 9 0 9 18 9 9 9 18 3 s3 2 2 3 2 3 2 3 2 19 4 4 9 4 9 4 9 4 361 38 38 57 38 57 38 57 38 4 s4 1 0 2 2 2 2 1 2 12 1 0 4 4 4 4 1 4 144 12 0 24 24 24 24 12 24 5 s5 1 0 2 3 1 1 1 2 11 1 0 4 9 1 1 1 4 121 11 0 22 33 11 11 11 22 6 s6 1 0 1 2 1 0 1 2 8 1 0 1 4 1 0 1 4 64 8 0 8 16 8 0 8 16 7 s7 2 2 3 3 3 2 3 3 21 4 4 9 9 9 4 9 9 441 42 42 63 63 63 42 63 63 8 s8 1 1 1 2 1 0 1 1 8 1 1 1 4 1 0 1 1 64 8 8 8 16 8 0 8 8 9 s9 1 1 1 2 1 1 1 1 9 1 1 1 4 1 1 1 1 81 9 9 9 18 9 9 9 9 10 s10 2 1 3 2 3 2 1 3 17 4 1 9 4 9 4 1 9 289 34 17 51 34 51 34 17 51 11 s11 2 2 2 2 3 2 3 2 18 4 4 4 4 9 4 9 4 324 36 36 36 36 54 36 54 36 12 s12 1 0 1 2 1 1 0 1 7 1 0 1 4 1 1 0 1 49 7 0 7 14 7 7 0 7 13 s13 1 0 1 2 1 1 0 2 8 1 0 1 4 1 1 0 4 64 8 0 8 16 8 8 0 16 14 s14 2 1 2 2 2 2 1 2 14 4 1 4 4 4 4 1 4 196 28 14 28 28 28 28 14 28 15 s15 1 0 2 3 1 1 0 2 10 1 0 4 9 1 1 0 4 100 10 0 20 30 10 10 0 20 16 s16 1 0 1 2 1 1 0 1 7 1 0 1 4 1 1 0 1 49 7 0 7 14 7 7 0 7 17 s17 2 1 3 2 3 2 1 2 16 4 1 9 4 9 4 1 4 256 32 16 48 32 48 32 16 32 18 s18 1 1 1 2 1 1 1 1 9 1 1 1 4 1 1 1 1 81 9 9 9 18 9 9 9 9 19 s19 2 0 3 2 3 2 1 2 15 4 0 9 4 9 4 1 4 225 30 0 45 30 45 30 15 30 20 s20 2 3 2 3 2 2 1 3 18 4 9 4 9 4 4 1 9 324 36 54 36 54 36 36 18 54 21 s21 2 1 3 2 3 2 3 2 18 4 1 9 4 9 4 9 4 324 36 18 54 36 54 36 54 36 22 s22 1 1 1 2 1 1 1 0 8 1 1 1 4 1 1 1 0 64 8 8 8 16 8 8 8 0 23 s23 1 1 1 2 1 1 1 0 8 1 1 1 4 1 1 1 0 64 8 8 8 16 8 8 8 0 24 s24 1 1 1 2 1 1 1 0 8 1 1 1 4 1 1 1 0 64 8 8 8 16 8 8 8 0 25 s25 2 1 3 2 3 2 1 3 17 4 1 9 4 9 4 1 9 289 34 17 51 34 51 34 17 51 26 s26 1 1 2 2 2 2 1 2 13 1 1 4 4 4 4 1 4 169 13 13 26 26 26 26 13 26 27 s27 2 1 2 3 2 2 1 2 15 4 1 4 9 4 4 1 4 225 30 15 30 45 30 30 15 30 28 s28 1 1 2 2 1 0 1 2 10 1 1 4 4 1 0 1 4 100 10 10 20 20 10 0 10 20 29 s29 1 0 1 2 1 1 1 0 7 1 0 1 4 1 1 1 0 49 7 0 7 14 7 7 7 0 .

339 Kriteria VALID VALID VALID DROP VALID VALID VALID VALID .339 0.723 0.316 0.339 0.759 r tabel 0.638 0.339 0.339 0.339 0.717 0.339 0.835 0.898 0.339 0. 188 30 s30 2 1 3 3 3 1 3 2 18 4 1 9 9 9 1 9 4 324 36 18 54 54 54 18 54 36 31 s31 1 1 2 2 2 2 1 2 13 1 1 4 4 4 4 1 4 169 13 13 26 26 26 26 13 26 32 s32 1 1 2 3 2 2 1 2 14 1 1 4 9 4 4 1 4 196 14 14 28 42 28 28 14 28 33 s33 1 1 1 2 1 1 1 0 8 1 1 1 4 1 1 1 0 64 8 8 8 16 8 8 8 0 34 s34 2 0 2 2 1 2 0 1 10 4 0 4 4 1 4 0 1 100 20 0 20 20 10 20 0 10 35 s35 1 1 1 3 1 1 1 0 9 1 1 1 9 1 1 1 0 81 9 9 9 27 9 9 9 0 36 s36 1 0 1 2 1 1 0 0 6 1 0 1 4 1 1 0 0 36 6 0 6 12 6 6 0 0 Σ 50 29 65 80 62 50 40 56 432 78 41 139 184 132 84 70 118 5828 662 416 886 980 863 670 572 779 r hitung 0.934 0.

189
Lampiran 13
UJI VALIDITAS INSTRUMEN SIKLUS II

Butir Soal x1a^ x1b^ x1c^ x2^ x3^ x4a^ x4b^ x4c^ x1a x1b x1c x4a x4b x4c
No. Nama y y^2 x2y x3y
x1a x1b x1c x2 x3 x4a x4b x4c 2 2 2 2 2 2 2 2 y y y y y y
1 s1 1 1 0 1 1 1 1 1 7 1 1 0 1 1 1 1 1 49 7 7 0 7 7 7 7 7
2 s2 1 0 0 1 1 0 1 1 5 1 0 0 1 1 0 1 1 25 5 0 0 5 5 0 5 5
3 s3 3 2 3 3 3 3 2 3 22 9 4 9 9 9 9 4 9 484 66 44 66 66 66 66 44 66
4 s4 1 0 0 1 0 1 1 1 5 1 0 0 1 0 1 1 1 25 5 0 0 5 0 5 5 5
5 s5 2 1 0 2 2 2 1 2 12 4 1 0 4 4 4 1 4 144 24 12 0 24 24 24 12 24
6 s6 1 1 0 1 0 1 1 0 5 1 1 0 1 0 1 1 0 25 5 5 0 5 0 5 5 0
7 s7 3 2 3 3 2 3 3 3 22 9 4 9 9 4 9 9 9 484 66 44 66 66 44 66 66 66
8 s8 1 1 1 1 0 1 1 1 7 1 1 1 1 0 1 1 1 49 7 7 7 7 0 7 7 7
9 s9 1 1 1 0 0 1 1 1 6 1 1 1 0 0 1 1 1 36 6 6 6 0 0 6 6 6
10 s10 2 1 3 1 2 3 1 3 16 4 1 9 1 4 9 1 9 256 32 16 48 16 32 48 16 48
11 s11 1 2 3 3 1 2 3 3 18 1 4 9 9 1 4 9 9 324 18 36 54 54 18 36 54 54
12 s12 1 0 0 1 1 1 0 1 5 1 0 0 1 1 1 0 1 25 5 0 0 5 5 5 0 5
13 s13 1 1 1 1 1 1 0 1 7 1 1 1 1 1 1 0 1 49 7 7 7 7 7 7 0 7
14 s14 3 0 3 2 2 2 1 3 16 9 0 9 4 4 4 1 9 256 48 0 48 32 32 32 16 48
15 s15 1 0 2 1 1 0 0 2 7 1 0 4 1 1 0 0 4 49 7 0 14 7 7 0 0 14
16 s16 1 0 1 1 1 0 0 1 5 1 0 1 1 1 0 0 1 25 5 0 5 5 5 0 0 5
17 s17 3 0 3 2 2 2 1 2 15 9 0 9 4 4 4 1 4 225 45 0 45 30 30 30 15 30
18 s18 2 1 0 2 2 2 3 3 15 4 1 0 4 4 4 9 9 225 30 15 0 30 30 30 45 45
19 s19 3 0 3 2 2 3 0 3 16 9 0 9 4 4 9 0 9 256 48 0 48 32 32 48 0 48
20 s20 3 2 3 3 1 3 1 3 19 9 4 9 9 1 9 1 9 361 57 38 57 57 19 57 19 57
21 s21 2 1 3 2 2 1 3 2 16 4 1 9 4 4 1 9 4 256 32 16 48 32 32 16 48 32
22 s22 1 0 0 1 1 1 1 1 6 1 0 0 1 1 1 1 1 36 6 0 0 6 6 6 6 6
23 s23 1 0 0 1 1 1 1 0 5 1 0 0 1 1 1 1 0 25 5 0 0 5 5 5 5 0
24 s24 1 1 0 1 1 1 0 0 5 1 1 0 1 1 1 0 0 25 5 5 0 5 5 5 0 0
25 s25 3 1 3 2 2 2 3 3 19 9 1 9 4 4 4 9 9 361 57 19 57 38 38 38 57 57
26 s26 1 1 2 1 1 0 1 2 9 1 1 4 1 1 0 1 4 81 9 9 18 9 9 0 9 18
27 s27 3 1 3 2 2 3 2 3 19 9 1 9 4 4 9 4 9 361 57 19 57 38 38 57 38 57
28 s28 1 1 2 1 1 1 1 2 10 1 1 4 1 1 1 1 4 100 10 10 20 10 10 10 10 20
29 s29 1 0 1 1 0 0 0 0 3 1 0 1 1 0 0 0 0 9 3 0 3 3 0 0 0 0

190

30 s30 3 1 3 2 2 3 3 2 19 9 1 9 4 4 9 9 4 361 57 19 57 38 38 57 57 38
31 s31 1 1 2 1 1 0 1 2 9 1 1 4 1 1 0 1 4 81 9 9 18 9 9 0 9 18
32 s32 1 1 2 1 1 1 1 2 10 1 1 4 1 1 1 1 4 100 10 10 20 10 10 10 10 20
33 s33 1 1 0 1 1 0 1 0 5 1 1 0 1 1 0 1 0 25 5 5 0 5 5 0 5 0
34 s34 2 0 2 1 2 2 1 1 11 4 0 4 1 4 4 1 1 121 22 0 22 11 22 22 11 11
35 s35 1 1 0 1 1 1 1 0 6 1 1 0 1 1 1 1 0 36 6 6 0 6 6 6 6 0
36 s36 1 1 0 1 1 1 0 0 5 1 1 0 1 1 1 0 0 25 5 5 0 5 5 5 0 0
Σ 59 28 53 52 45 50 42 58 387 123 36 137 94 75 106 82 136 5375 791 369 791 690 601 716 593 824
r hitung 0,877 0,517 0,827 0,865 0,777 0,847 0,707 0,882
r tabel 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339
Kriteria VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID

191
Lampiran 14
UJI RELIABILITAS INSTRUMEN SIKLUS I

Butir Soal
No. Sampel y
x1a x1b x1c x3 x4a x4b x4c
1 2 1 2 2 2 1 2 12
2 1 0 1 1 1 1 2 7
3 2 2 3 3 2 3 2 17
4 1 0 2 2 2 1 2 10
5 1 0 2 1 1 1 2 8
6 1 0 1 1 0 1 2 6
7 2 2 3 3 2 3 3 18
8 1 1 1 1 0 1 1 6
9 1 1 1 1 1 1 1 7
10 2 1 3 3 2 1 3 15
11 2 2 2 3 2 3 2 16
12 1 0 1 1 1 0 1 5
13 1 0 1 1 1 0 2 6
14 2 1 2 2 2 1 2 12
15 1 0 2 1 1 0 2 7
16 1 0 1 1 1 0 1 5
17 2 1 3 3 2 1 2 14
18 1 1 1 1 1 1 1 7
19 2 0 3 3 2 1 2 13
20 2 3 2 2 2 1 3 15
21 2 1 3 3 2 3 2 16
22 1 1 1 1 1 1 0 6
23 1 1 1 1 1 1 0 6
24 1 1 1 1 1 1 0 6
25 2 1 3 3 2 1 3 15
26 1 1 2 2 2 1 2 11
27 2 1 2 2 2 1 2 12
28 1 1 2 1 0 1 2 8
29 1 0 1 1 1 1 0 5
30 2 1 3 3 1 3 2 15
31 1 1 2 2 2 1 2 11
32 1 1 2 2 2 1 2 11
33 1 1 1 1 1 1 0 6
34 2 0 2 1 2 0 1 8
35 1 1 1 1 1 1 0 6
36 1 0 1 1 1 0 0 4

∑ 50 29 65 62 50 40 56 352

σxi 0,49441 0,70991 0,78629 0,8489 0,64488 0,85449 0,93944

σxi^2 0,24444 0,50397 0,61825 0,72063 0,41587 0,73016 0,88254

∑σxi^2 4,11587 σy 4,17551
σy^2 17,4349
r hitung 0,89125

192
Lampiran 15
UJI RELIABILITAS INSTRUMEN SIKLUS II

Butir Soal
No. Sampel y
x1a x1b x1c x2 x3 x4a x4b x4c
1 1 1 0 1 1 1 1 1 7
2 1 0 0 1 1 0 1 1 5
3 3 2 3 3 3 3 2 3 22
4 1 0 0 1 0 1 1 1 5
5 2 1 0 2 2 2 1 2 12
6 1 1 0 1 0 1 1 0 5
7 3 2 3 3 2 3 3 3 22
8 1 1 1 1 0 1 1 1 7
9 1 1 1 0 0 1 1 1 6
10 2 1 3 1 2 3 1 3 16
11 1 2 3 3 1 2 3 3 18
12 1 0 0 1 1 1 0 1 5
13 1 1 1 1 1 1 0 1 7
14 3 0 3 2 2 2 1 3 16
15 1 0 2 1 1 0 0 2 7
16 1 0 1 1 1 0 0 1 5
17 3 0 3 2 2 2 1 2 15
18 2 1 0 2 2 2 3 3 15
19 3 0 3 2 2 3 0 3 16
20 3 2 3 3 1 3 1 3 19
21 2 1 3 2 2 1 3 2 16
22 1 0 0 1 1 1 1 1 6
23 1 0 0 1 1 1 1 0 5
24 1 1 0 1 1 1 0 0 5
25 3 1 3 2 2 2 3 3 19
26 1 1 2 1 1 0 1 2 9
27 3 1 3 2 2 3 2 3 19
28 1 1 2 1 1 1 1 2 10
29 1 0 1 1 0 0 0 0 3
30 3 1 3 2 2 3 3 2 19
31 1 1 2 1 1 0 1 2 9
32 1 1 2 1 1 1 1 2 10
33 1 1 0 1 1 0 1 0 5
34 2 0 2 1 2 2 1 1 11
35 1 1 0 1 1 1 1 0 6
36 1 1 0 1 1 1 0 0 5

∑ 59 28 53 52 45 50 42 58 387

σxi 0,86694 0,63746 1,29804 0,73463 0,73193 1,02198 0,97101 1,10267

σxi^2 0,75159 0,40635 1,68492 0,53968 0,53571 1,04444 0,94286 1,21587

∑σxi^2 7,12143 σy 5,89128
σy^2 34,7071
r hitung 0,92728

Maya Herdiana 4. Rizki Juladhan Luddica E 3. Muhamad Akmalludin 4. Nabila Islami Esa 1. Sadewa Zanwar 1. Robini 1. 193 Lampiran 16 PEMBAGIAN KELOMPOK Kelompok Nama Siswa 1. Siti Nurhasanah 4. Oktari Putri Amanah 5. Irgi Paqih Hidayat F 3. Ariansyah 2. Fajri Ramadhan C 3. Fira Aulia 2. Vina Noverita Sari 4. Triasha Silvia Febiana . Maradita Apriani 4. Muhamad Zulpiqri A 3. Muji H 3. Tarisa Salsabila R 1. Herlin Novianti B 3. Ana Sulistiyana 2. Fahri Ramadhan 2. Putri Nur Shakila D 3. Muhamad Zubair 1. Soleh 2. Muhamad Sahrul 4. Fikri Awaludin Maulana 2. Rizki Iswandi 4. Muhandis Yahya 1. Yusuf Mahendra 1. Renti Ayu Dayani G 3. M. Andi M. Muhamad Nur Ikhsan 2. Dea Ristiyani 2. Nurhayati 4.

10 11 Maradita Apriani P 3 3 3 3 3 3 3 21 100.71 30 Tarisa Salsabila R P 2 3 3 2 2 3 3 18 85.71 9 Herlin Novianti P 2 1 3 0 2 3 3 14 66. Nama L/P 1a 1b 1c 3 4a 4b 4c Skor Nilai 1 Ana Sulistiyana P 3 2 3 3 3 3 3 20 95. 194 Lampiran 17 HASIL TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SIKLUS I No.62 3 Ariansyah L 2 1 2 0 1 0 1 7 33.10 16 Muhammad Nur Ikhsan L 2 1 3 0 1 3 1 11 52.62 28 Sadewa Zanwar L 2 1 2 0 2 1 2 10 47.48 21 Nurhayati P 2 1 3 3 2 3 3 17 80.14 5 Fahri Ramadhan L 2 1 3 0 2 2 2 12 57.62 29 Siti Nurhasanah P 2 3 3 3 2 3 2 18 85.14 6 Fajri Ramadhan L 2 1 3 2 2 3 3 16 76. Irgi Paqih Hidayat L 1 1 2 0 1 0 3 8 38.82 .43 27 Robini L 2 1 2 0 2 1 2 10 47.33 4 Dea Ristiyani P 2 1 1 1 2 3 2 12 57.86 18 Muhandis Yahya L 2 1 3 0 2 3 3 14 66.24 33 Yusuf Mahendra L 2 1 3 3 2 3 3 17 80.19 13 Muhamad Akmalludin L 2 1 3 0 0 0 0 6 28.24 2 Andi M Soleh L 2 1 1 0 2 2 2 10 47.38 15 Muhamad Zulpiqri L 2 1 3 0 1 0 1 8 38.62 26 Rizki Juladhan Luddica L 2 1 2 3 1 3 3 15 71.71 20 Nabila Islami Esa P 2 3 3 3 2 3 3 19 90.90 8 Fira Aulia P 2 3 3 2 2 3 3 18 85.10 Rata-rata 67.67 19 Muji L 2 3 3 3 1 3 3 18 85.95 22 Oktari Putri Amanah P 2 3 3 2 2 3 3 18 85.71 32 Vina Noverita Sari P 2 3 3 3 3 3 3 20 95.57 14 Muhamad Zubair L 2 1 3 0 1 3 1 11 52.67 10 M.95 Jumlah Nilai 2238.00 12 Maya Herdiana P 2 3 3 0 2 3 3 16 76.71 23 Putri Nur Shakila P 3 3 3 3 3 3 3 21 100.71 31 Triasha Silvia Febiana P 2 2 3 3 2 3 3 18 85.00 24 Renti Ayu Dayani P 2 3 3 0 2 3 2 15 71.43 25 Rizki Iswandi L 2 1 2 0 2 1 2 10 47.38 17 Muhammad Sahrul L 2 1 2 0 2 0 2 9 42.19 7 Fikri Awaludin Maulana L 2 1 3 1 2 1 3 13 61.

83 17 Muhammad Sahrul L 2 1 2 2 2 2 1 2 14 58.83 6 Fajri Ramadhan L 2 3 3 3 2 2 3 3 21 87.50 Rata-rata 79.67 3 Ariansyah L 2 1 2 2 2 2 0 1 12 50.33 14 Muhamad Zubair L 2 1 2 3 2 2 3 2 17 70.00 2 Andi M Soleh L 2 1 2 2 2 2 3 2 16 66.33 29 Siti Nurhasanah P 2 3 3 3 3 2 3 3 22 91.33 13 Muhamad Akmalludin L 2 1 2 2 2 2 1 2 14 58.50 11 Maradita Apriani P 3 3 3 3 3 3 3 3 24 100.17 .50 10 M.00 5 Fahri Ramadhan L 2 1 3 3 2 2 1 3 17 70. Nama L/P 1a 1b 1c 2 3 4a 4b 4c Skor Nilai 1 Ana Sulistiyana P 3 3 3 3 3 3 3 3 24 100. Irgi Paqih Hidayat L 2 1 3 3 1 2 0 3 15 62.83 32 Vina Noverita Sari P 3 3 3 3 2 3 3 3 23 95.50 22 Oktari Putri Amanah P 3 3 3 2 2 3 3 3 22 91.67 20 Nabila Islami Esa P 3 3 3 3 2 3 3 3 23 95.67 30 Tarisa Salsabila R P 3 3 2 3 2 3 3 3 22 91.83 33 Yusuf Mahendra L 3 1 3 3 3 3 3 3 22 91. 195 Lampiran 18 HASIL TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SIKLUS II No.67 16 Muhammad Nur Ikhsan L 3 1 2 3 2 3 1 2 17 70.67 23 Putri Nur Shakila P 3 3 3 3 3 3 3 3 24 100.50 28 Sadewa Zanwar L 2 1 2 2 2 2 1 2 14 58.00 12 Maya Herdiana P 3 3 2 2 2 3 3 2 20 83.83 8 Fira Aulia P 3 3 3 2 2 3 3 3 22 91.00 24 Renti Ayu Dayani P 2 1 3 3 3 2 1 3 18 75.67 9 Herlin Novianti P 2 3 3 3 2 2 3 3 21 87.17 27 Robini L 2 1 2 3 2 2 1 2 15 62.83 15 Muhamad Zulpiqri L 2 0 2 3 2 2 3 2 16 66.83 21 Nurhayati P 3 1 3 3 2 3 3 3 21 87.00 4 Dea Ristiyani P 2 1 2 3 3 2 3 2 18 75.67 31 Triasha Silvia Febiana P 3 3 3 3 2 3 3 3 23 95.00 25 Rizki Iswandi L 2 1 2 3 2 2 1 2 15 62.33 18 Muhandis Yahya L 2 1 2 3 2 2 3 2 17 70.50 7 Fikri Awaludin Maulana L 2 1 3 3 2 2 1 3 17 70.67 Jumlah Nilai 2612.83 19 Muji L 3 3 3 2 2 3 3 3 22 91.50 26 Rizki Juladhan Luddica L 3 1 2 3 3 3 1 3 19 79.

. dan perbaikan yang dilakukan pada tindakan selanjutnya. kemampuan pemecahan masalah matematis sebagian besar siswa sudah cukup baik. 196 Lampiran 19 LEMBAR PEDOMAN WAWANCARA GURU SIKLUS I Hari/tanggal : Jumat. Apakah ada perkembangan pada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah diterapkan strategi ICARE dalam pembelajaran matematika? Ya. 12 Februari 2016 Tujuan : Untuk mengetahui perkembangan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. 3. ada. 2. kemampuan pemecahan masalah matematisnya berkembang. apakah strategi ICARE cocok diterapkan dalam pembelajaran matematika? Ya. kendala yang dihadapi saat penerapan strategi ICARE dalam pembelajaran matematika. Selain itu juga terlihat dari cara menyelesaikan masalah dalam LKS dan menjelaskannya dengan presentasi. siswa terlihat lebih bersemangat dan siswa lebih leluasa berdiskusi dengan temannya. 1. selain itu juga mungkin siswa tersebut tidak mudah menyesuaikan diri dengan cara pembelajaran yang dilakukan. melihat dari hasil tes akhir siswa cukup baik. Apa kendala yang dihadapi saat penerapan strategi ICARE dalam pembelajaran matematika? Ada beberapa siswa yang tidak bisa memahami masalah yang diberikan. Menurut Ibu. hal ini dikarenakan siswa tidak terbiasa mengerjakan soal-soal cerita dan soal- soal pemecahan masalah.

karena secara tidak langsung akan memberikan motivasi kepada siswa yang kurang memahami materi agar lebih berusaha untuk bisa mengerti materi yang diberikan. 197 4. Apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki tindakan selanjutnya? Saran saya. . Peneliti juga sebaiknya memilih secara acak siswa yang akan presentasi. peneliti sebaiknya lebih memperhatikan dan mengarahkan siswa yang kurang bisa memahami materi.

Bagaimana pendapat Ibu mengenai strategi ICARE yang diterapkan dalam pembelajaran matematika selama siklus II? Kalau menurut saya. 198 Lampiran 20 LEMBAR PEDOMAN WAWANCARA GURU SIKLUS II Hari/tanggal : Senin. Apakah ada perkembangan aktivitas siswa pada proses pembelajaran di kelas selama siklus II berlangsung? Ya. Beberapa siswa yang tadinya tidak mau bertanya juga jadi lebih aktif bertanya. terlihat jelas sekali. Apakah ada perkembangan pada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah diterapkan strategi ICARE dalam pembelajaran matematika selama siklus II? Kalau dilihat dari hasil pengerjaan LKS selama siklus II dengan hasil tes akhir siswa sekarang. tapi bukan berarti pada siklus I tidak baik. 2. 1. 21 Maret 2016 Tujuan : Untuk mengetahui perkembangan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Kemampuan pemecahan masalah mereka sudah lebih berkembang walaupun masih ada beberapa siswa yang peningkatan hasil tesnya sangat sedikit dari tes siklus I. sudah lebih baik dari siklus I. Beberapa siswa yang tadinya ngga mau mengerjakan LKS. 3. pembelajaran pada siklus II ini sudah lebih baik. kendala yang dihadapi saat penerapan strategi ICARE dalam pembelajaran matematika. dan juga mau presentasi. sudah terlihat mengerjakan LKS dengan teman sekelompoknya. .

beberapa siswa yang tadinya ngga merespon dengan baik. sekarang sudah mulai merespon dengan baik bahkan memperhatikan pelajaran dengan baik. bagaimana respon siswa selama pembelajaran siklus II berlangsung? Respon siswa sudah cukup baik. Menurut Ibu. 199 4. .

saya jadi tahu kalau rumus luas permukaan itu bisa kita tentukan sendiri dari luas-luas sisinya. apakah pembelajaran dengan strategi ICARE dapat membantu kamu memahami dan menjawab soal-soal pada materi luas permukaan kubus dan balok? “Iya bu. Menurut kamu. masih bingung. ibu cuma ngejelasin sedikit terus kita langsung ngerjain LKS sendiri.” “Asik bu. siswa dengan kemampuan tinggi. 200 Lampiran 21 LEMBAR PEDOMAN WAWANCARA SISWA SIKLUS I Wawancara kepada siswa dilaksanakan pada akhir siklus I. pada hari Selasa tanggal 9 Februari 2016. terus ngerjain soal cerita yang dikaitin sama kehidupan sehari-hari. susah.” “Waktu diskusi sama teman ngerjain LKS sedikit bingung. soalnya lebih banyak diskusi sama teman- teman daripada dijelasin sama ibu. harus dijelasin dulu sama ibu. Langkah-langkah dalam LKS juga sangat membantu. sedang.” “Ngga ngerti bu. Saya juga jadi tahu kalau matematika itu banyak dipakai di kehidupan sehari-hari. Wawancara dilakukan dengan beberapa orang siswa.” “Kurang ngerti. Berikut ini adalah hasil kutipan wawancara peneliti: 1.” 3. awalnya saya ngga terlalu ngerti kalau nyelesain soal-soal cerita.” “Ngga ngerti bu. bisa diskusi kelompok. Bagaimana pendapat kamu mengenai proses pembelajaran matematika dengan strategi ICARE? “Seru bu. dan rendah.” “Bagus bu. tapi alhamdulillah saya udah ngerti bu sekarang karena banyak latihan soal-soal cerita. Bagaimana dengan pemberian bahan ajar/LKS saat pembelajaran? “Bagus bu. saya jadi bisa belajar presentasi di depan teman-teman.” .” 2. tapi waktu ngebahas bareng-bareng sama ibu jadi ngerti. saya jadi lebih ngerti langkah-langkah menentukan rumus luas permukaan.

” 7. Saran apa yang dapat kamu berikan untuk proses pembelajaran berikutnya? “Ibu harus lebih sering ngejelasin ke teman-teman saya yang kurang ngerti. jadi saya kadang masih agak bingung.” “Ada yang bisa ada yang ngga bu. Kelas juga jadi lebih berisik bu.” “Latihan soal yang kaya tes ini dibanyakin ya bu. lebih banyak yang ngga paham. susah bikin kata-katanya bu.” “Saya kadang ngerti kadang ngga bu waktu ngebahas soal. dan harus tegas sama teman-teman yang suka berisik.” 5.” “Bisa bu.” “Sering-sering latihan soal kaya tes ini ya bu. ibu terlalu cepat ngejelasinnya. tapi ada yang ragu-ragu bu.” “Waktu ngebahas bareng-bareng. saya paham sedikit.” “Yang paling susah itu nomor 3 bu. Waktu ibu yang ngejelasin.” 6. dia nya ngga ngerti-ngerti bu. saya paham dan bisa menjawab soal-soalnya. saya ngerjain tapi ngga tau bener atau ngga bu. lebih enak langsung dijelasin di papan tulis aja kaya biasa.” “Nomor 3 susah banget. baru saya ngerti. Menurut kamu.” . saya masih belum lancar bikin kata-kata yang kaya bagian b nomor 1 sama nomor 3 itu bu. nomor 1 sama nomor 4 yang bagian b. ngga ngerti soalnya. 201 “Lumayan membantu bu. tapi ngga tau ngitungnya bener atau engga bu. saya kurang ngerti caranya bu. soal nomor berapa yang paling sulit di tes siklus I ini? “Soal nomor 3 bu. Apakah kamu dapat menjawab tes akhir siklus I ini? “Ya bu.” “Susah semua bu. walaupun saya harus belajar lagi sama teman yang lebih pintar.” “Kalau teman saya yang presentasi.” “Susah bu.” 4. saya bisa. sama nanti kalau tes lagi jangan susah-susah bu. Kendala apa yang kamu temukan pada proses pembelajaran? “Saya susah ngejelasinnya sama temen sekelompok yang kurang ngerti.” “Agak membantu bu. agak bingung nentuin permukaannya ada berapa.

” 4. temen sekelompok saya yang tadinya ngga mau ngerjain LKS.” “Ada yang gampang ngerjainnya. Menurut kamu. tapi ngga tau ngitungnya bener atau engga bu. walaupun beberapa ada yang bingung.” “Bisa bu. Apakah ada perubahan positif yang kamu rasakan selama pembelajaran matematika dengan strategi ICARE? “Iya ada bu. sedang. Berikut ini adalah hasil kutipan wawancara peneliti: 1. saya bisa.” 2.” 3. tapi juga ada yang susah bu.” . udah mau ngerjain LKS nya bu. sangat membantu.” “Ya.” “Belajarnya jadi lebih seru. apakah pembelajaran dengan strategi ICARE dapat membantu kamu memahami dan menjawab soal-soal pada materi volume kubus dan balok? “Iya bu.” “Ada bu. Wawancara dilakukan dengan beberapa orang siswa.” “Saya sudah lebih paham bu.. dan rendah. kelas jadi ngga terlalu berisik karene kebanyakan pada ngerjain LKS bu. 202 Lampiran 22 LEMBAR PEDOMAN WAWANCARA SISWA SIKLUS II Wawancara kepada siswa dilaksanakan pada akhir siklus I. Apakah kamu dapat menjawab tes akhir siklus II ini? “Ya bu.” “Membantu bu. pada hari Selasa tanggal 15 Maret 2016. siswa dengan kemampuan tinggi. karena boleh banyak bertanya apalagi waktu bagian presentasi dan ada tanya jawab. saya paham dan banyak yang bisa jawab soal-soalnya. Apakah kamu merasakan ada perkembangan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis setelah diterapkan strategi ICARE? ”Ada bu.” “Ada yang bisa ada yang ngga bu. saya jadi bisa mengerjakan soal-soal cerita.

Apakah kamu berusaha lebih aktif di dalam kelompok ketika sedang berdiskusi? “Iya dong bu. saya berusaha aktif.” “Sering-sering latihan soal kaya tes ini ya bu. jangan terlalu cepat bu.” “Waktu ngejelasin materi atau membahas soal LKS. kalau bisa lebih aktif. jadi lebih ngerti ngerjain soal-soalnya. mungkin nanti bisa menggunakan bahasa yang lebih mudah dimengerti. saya tidak bisa mengikuti materi secepat teman-teman saya.” “Ya bu.” “Ada kayanya bu. saya sangat berusaha mengikuti diskusi kelompok bu.” 5.” “Ya.” .” “Tidak ada saran bu. Saran apa yang dapat kamu berikan untuk proses pembelajaran berikutnya? “Bahasa dalam soal tes kadang susah dimengerti bu.” 6. sudah baik. 203 “Saya ngga tau bu.

71% 10.26% 24.19% .57% Respon Siswa Pertemuan 2 Respon (banyaknya siswa) No.83% Respon Siswa Pertemuan 3 Respon (banyaknya siswa) No.17% 35. Pertanyaan Positif Netral Negatif 2 17 4 7 3 23 2 3 4 18 0 10 5 10 6 12 Persentase 60.00% 9. Pertanyaan Positif Netral Negatif 2 17 4 9 3 24 3 3 4 14 0 16 5 11 4 15 Persentase 55. 204 Lampiran 23 HASIL RESPON SISWA SIKLUS I Respon Siswa Pertemuan 1 Respon (banyaknya siswa) No. Pertanyaan Positif Netral Negatif 2 20 3 8 3 27 2 2 4 22 0 9 5 16 4 11 Persentase 68.71% 28.55% 7.

31% Persentase Rata-rata 62.57% 2 55.79% 6.31% Hasil Respon Siswa Siklus I Persentase Respon Pertemuan Positif Netral Negatif 1 60.48% .26% 24.90% 29. 205 Respon Siswa Pertemuan 4 Respon (banyaknya siswa) No.17% 35.01% 8. Pertanyaan Positif Netral Negatif 2 19 3 7 3 25 2 2 4 16 0 13 5 14 3 12 Persentase 63.55% 7.79% 6.71% 28.90% 29.83% 3 68.19% 4 63.00% 9.71% 10.51% 29.

Pertanyaan Positif Netral Negatif 2 26 2 3 3 24 2 5 4 24 0 7 5 17 2 12 Persentase 73.82% Respon Siswa Pertemuan 8 Respon (banyaknya siswa) No.13% 21. Pertanyaan Positif Netral Negatif 2 25 0 7 3 26 2 4 4 24 0 8 5 21 2 9 Persentase 75.88% .84% 21.39% 4. Pertanyaan Positif Netral Negatif 2 19 2 12 3 27 1 5 4 21 0 12 5 18 2 13 Persentase 64.79% 31. 206 Lampiran 24 HASIL RESPON SISWA SIKLUS II Respon Siswa Pertemuan 6 Respon (banyaknya siswa) No.77% Respon Siswa Pertemuan 7 Respon (banyaknya siswa) No.00% 3.39% 3.

39% 3. Pertanyaan Positif Netral Negatif 2 28 0 4 3 25 2 5 4 21 0 11 5 24 1 7 Persentase 76.09% Persentase Rata-rata 72.39% 4.84% 21.79% 31.34% 21.56% 2.00% 3.56% 2.34% 21. 207 Respon Siswa Pertemuan 9 Respon (banyaknya siswa) No.77% 2 64.09% Hasil Respon Siswa Siklus II Persentase Respon Pertemuan Positif Netral Negatif 1 73.34% 3.82% 3 75.14% .88% 4 76.52% 24.13% 21.

3 = Baik. Membimbing siswa bersama-sama membuat kesimpulan Jumlah Kategori Penilaian Total: 11 – 19 = Kurang Baik 20 – 28 = Cukup Baik 29 – 37 = Baik 38 – 44 = Sangat Baik Bogor. Apersepsi 2 Kegiatan Inti a. Antusiasme guru dalam mengajar d. Mengkondisikan kesiapan siswa dan kesiapan kelas b. 2 = Cukup Baik. Kejelasan pertanyaan dan jawaban kepada siswa g. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan ide dalam menyelesaikan masalah yang diberikan guru e. 1 = Kurang Baik Nilai No. Memberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok siswa b. Ket: 4 = Sangat Baik. 208 Lampiran 25 LEMBAR OBSERVASI GURU Sekolah : SMP YP 17 Bogor Mata Pelajaran : Matematika Materi Pembelajaran : Geometri dan Pengukuran Nama Guru : Siti Maryam Kelas/Semester : VIII (delapan) / 2 (dua) Hari/tanggal : Pertemuan ke : Berilah tanda (√) pada kolom yang telah disediakan sesuai dengan pengamatan anda. Sambutan dan antusias terhadap pertanyaan dan pendapat siswa 3 Kegiatan Akhir a. Guru menerapkan strategi ICARE pada pembelajaran c. Aspek yang Dinilai Catatan 1 2 3 4 1 Kegiatan Awal a. Observer . Guru menyajikan masalah melalui lembar kerja yang dibagikan kepada siswa b. Guru menjadi fasilitator dalam proses diskusi kelompok siswa f.

Apakah kamu telah mengetahui dan memahami materi yang kamu pelajari hari ini? 3. Kesulitan apa yang kamu alami dalam pembelajaran ini? Jelaskan! 5. Apa saranmu untuk pembelajaran berikutnya? Terimakasih telah menjawab dengan jujur ☺ . Materi apa yang telah kamu pelajari hari ini? 2. 209 Lampiran 26 JURNAL HARIAN SISWA Nama Siswa : Hari/tanggal : Kelas : Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan kegiatan yang kamu alami. 1. Bagaimana pendapat kamu terhadap pembelajaran hari ini? 4. Kejujuran kamu dalam menjawab pertanyaan akan membantu kamu memahami perkembangan yang telah kamu capai.

: No. 210 Lampiran 27 LEMBAR OBSERVASI SISWA Hari/tanggal : Pertemuan ke. Hal yang diamati A1 A2 A3 A4 A5 B1 B2 B3 B4 C1 C2 1 Memperhatikan penjelasan peneliti (Introduction) 2 Mempelajari dan mengerjakan LKS (Connection) 3 Antusias dalam pembelajaran (Connection) Diskusi antar siswa dalam kelompok selama 4 pembelajaran (Application) Mengajukan dan menjawab pertanyaan 5 (Reflection) 6 Mempresentasikan hasil diskusi (Reflection) Memberi contoh penerapan materi dalam 7 kehidupan sehari-hari (Extension) .

Hal yang diamati F2 F3 F4 G1 G2 G3 G4 H1 H2 H3 H4 1 Memperhatikan penjelasan peneliti (Introduction) 2 Mempelajari dan mengerjakan LKS (Connection) 3 Antusias dalam pembelajaran (Connection) Diskusi antar siswa dalam kelompok selama 4 pembelajaran (Application) Mengajukan dan menjawab pertanyaan 5 (Reflection) 6 Mempresentasikan hasil diskusi (Reflection) Memberi contoh penerapan materi dalam 7 kehidupan sehari-hari (Extension) . 211 No. Hal yang diamati C3 C4 D1 D2 D3 D4 E1 E2 E3 E4 F1 1 Memperhatikan penjelasan peneliti (Introduction) 2 Mempelajari dan mengerjakan LKS (Connection) 3 Antusias dalam pembelajaran (Connection) Diskusi antar siswa dalam kelompok selama 4 pembelajaran (Application) Mengajukan dan menjawab pertanyaan 5 (Reflection) 6 Mempresentasikan hasil diskusi (Reflection) Memberi contoh penerapan materi dalam 7 kehidupan sehari-hari (Extension) No.