You are on page 1of 3

TINDAKAN PEMBEDAHAN

NO.
DOKUMEN :

NO. REVISI :

S P O TGL. TERBIT :

HALAMAN :
PUSKESMAS
SILOAM TAMAKO

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas Siloam Tanda Tangan :
Tamako dr. KRISTIAN PARERA

NIP. 19811223 200803 1 002

Pengertian 1. Tindakan pembedahan adalah tindakan pengobatan yang dilakukan
dengan cara menyayat untuk membuka atau menampilkan bagian
tubuh yang sakit,
2. Bedah minor adalah pembedahan yang dilakukan secara sederhana,
tidak memiliki resiko terhadap nyawa pasien dan tidak memerlukan
bantuan asisten untuk melakukannya, contohnya membuka abses
superficial, pembersihan luka, inokuasi, superfisial neuroktomi dan
tenotomi,
3. Bedah mayor adalah pembedahan yang relatif lebih sulit daripada
pembedahan minor, membutuhkan waktu, melibatkan resiko terhadap
nyawa pasien, dan memerlukan bantuan asisten, contohnya bedah
caesar, mammektomi, bedah torak, bedah otak,
4. Tindakan pembedahan yang dilakukan di Puskesmas Siloam Tamako
adalah tindakan bedah minor.

Tujuan Tindakan pembedahan dilakukan dengan aman baik bagi pasien
maupun bagi petugas
Kebijakan Sebagai pedoman pelaksanaan tindakan pembedahan di Puskesmas
Siloam Tamako
Pelaksanaan tindakan pembedahan harus mengikuti langkah-langkah
yang tertuang dalam SOP
Referensi 1. Chris Tanto et all. Kapita Selekta Kedokteran, Edisi Keempat, Jilid
Kedua. Penerbit Media Aesculapius. FKUI. Jakarta. 20145
2. Siregar M. B. Bachsinar B. Atals Berwarna dan Dasar-Dasar Bedah
Minor. Edisi I (Revisi). Widys Medika. Jakarta. 1995
3. William De Jong et all. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi 3. EGC. Jakarta.
2005
Langkah- langkah 1. Dokter atau petugas yang diberi kewenangan melakukan tindakan
pembedahan merencanakan tindakan pembedahan sesuai dengan
masalah kesehatan yang dialami pasien,
2. Dokter atau petugas yang berwenang melakukan tindakan
pembedahan menjelaskan kepada pasien dan atau keluarga
mengenai rencana tindakan pembedahan, prosedur tindakan,
manfaat, resiko dan komplikasi terhadap tindakan serta akibat jika
tindakan tidak dilakukan,
3. Dokter memastikan pasien atau keluarga paham mengenai
tindakan yang akan dilakukan,

26. 11. Dokter memberikan resep kepada pasien dan menjelaskan untuk mengambilnya di apotek. respon klien. 21. 8. 24. Dokter memastikan bahwa daerah yang dianestesi sudah tidak terasa sakit. Dokter mengoleskan betadin di daerah yang dijahit. Dokter menjahit daerah yang di incisi. 23. 10. Dokter menjelaskan mengenai tindakan perawatan di rumah dan waktu untuk control. Dokter memasangkan duk steril di daerah yang akan di incisi. Dokter menjelaskan kepada pasien bahwa tindakan telah selesai. KIA/ KB 4. 6. 16. Bagan Alir Dokumen Terkait Rekam medis Unit Terkait 1. 28. Rawat Inap Rekaman Historis Perubahan Tgl. saksi dan dokter yang bersangkutan. Dokter membersihkan daerah yang dijahit dengan cairan NaCl o. 20. 7. 12. Dokter menjelaskan kepada pasien kalau tindakan akan dimulai. Dokter membereskan peralatan. BP Umum 2. 27. Dokter melepas handscoone dan mencuci tangan. Mulai No Yang dirubah Isi Perubahan Diberlakukan . Dokter menyiapkan alat – alat yang dibutuhkan untuk tindakan pembedahan. 19. Dokter memplester balutan. 25.9%. 15. BP Gigi 3. Jika pasien masih terasa sakit. Dokter membersihkan daerah pembedahan dengan kassa steril. 4. Dokter mencuci tangan dan menggunakan handscoone steril. 5. 9. 22. 17. 14. Dokter mulai menyayat bagian yang sudah ditentukan dengan prinsip steril. Dokter mencatat kegiatan yang dilakukan. Dokter menutup luka dengan kassa steril. 13. Dokter mendesinfektan daerah yang akan di incisi dengan larutan betadin. Dokter melakukan pembedahan sesuai kebutuhan pasien. Dokter selalu memperhatikan respon pasien selama tindakan pembedahan berlangsung. terapi dan rencana control dalam rekam medis pasien. Dokter menganestesi bagian yang akan di incise dengan memberikan injeksi lidokain sesuai kebutuhan. UGD 5. dokter menunggu beberapa saat sampai daerah tersebut tidak terasa sakit. Dokter melengkapi inform consent tindakan pembedahan yang ditandatangani pasien. Dokter memposisikan pasien sesuai dengan bagian tubuh yang akan dilakukan pembedahan dengan memperhatikan kenyamanan pasien. 18.