You are on page 1of 9

Loading...

Sabtu, 20 April 2013
LAPORAN PENDAHULUAN GASTRITIS

LAPORAN PENDAHULUAN GASTRITIS

1. ANATOMI FISIOLOGI LAMBUNG (GASTER)

Lambung
Merupakan organ otot berongga yang besar dan berbentuk seperti kandang keledai.
Terdiri dari 3 bagian, yaitu :
 Kardia.
 Fundus.
 Antrum.
Makanan masuk ke dalam lambung dari kerongkongan melalui otot berbentuk cincin
(sfinter), yang bisa membuka dan menutup. Dalam keadaan normal, sfinter menghalangi
masuknya kembali isi lambung ke dalam kerongkongan.
Lambung berfungsi sebagai gudang makanan, yang berkontraksi secara ritmik untuk
mencampur makanan dengan enzim-enzim. Sel-sel yang melapisi lambung menghasilkan 3
zat penting :

 Lendir

 Prekursor pepsin (enzim yang memecahkan protein) 2. Lendir melindungi sel-sel lambung dari kerusakan oleh asam lambung. Gastritis adalah radang mukosa lambung (Sjamsuhidajat. yang diperlukan oleh pepsin guna memecah protein. bisa menyebabkan kerusakan yang mengarah kepada terbentuknya tukak lambung. 1998). 1998). kronis. Gastritis adalah inflamasi dari mukosa lambung (Arif Mansjoer. . difus atau lokal (Patofisiologi. difus atau lokal. Gastritis merupakan suatu keadaan peradangan atau perdarahan mukosa lambung yang dapat bersifat akut. PENGERTIAN GASTRITIS Gastritis adalah peradangan pada mukosa lambung yang dapat bersifat akut kronik. kronik. Setiap kelainan pada lapisan lendir ini. difus atau local (Soepaman. Sylvia A Price hal 422) Berdasarkan pengertian di atas penulis menyimpulkan bahwa Gastritis merupakan inflamasi mukosa lambung yang dapat bersifat akut. Keasaman lambung yang tinggi juga berperan sebagai penghalang terhadap infeksi dengan cara membunuh berbagai bakteri.  Asam klorida (HCl) Asam klorida menciptakan suasana yang sangat asam. 1999). R.

iodium. psikologis dapat menimbulkan hipersekresi asam lambung. penyebabnya belum diketahui secara langsung.3. Gastritis Kronis Merupakan suatu inflamasi kronik yang terjadi pada waktu lama pada permukaan mukosa lambung. ~ Bahan kimia dan minuman yang bersifat korosif. i. infeksi pada sinus. 4. seperti streptococcus. ii. Gastritis egmonos akute. disebabkan kelainan dalam tubuh yang terdiri dalam beberapa bagian : 1. di sebabkan oleh invasi langsung dari bakteri pirogen pada dinding lambung. kaustik. obat maupun zat kimia yang masuk kedalam lambung menyebabkan iritasi atau erosi pada mukosanya sehingga lambung kehilangan barrier . stpilacoccus dsb. seperti rempah-rempah. disebabkan oleh toxin atau bakteri yang beredar dalam darah dan masuk ke jantung. kortison. disebabkan faktur dari luar yang terdiri dari beberapa bagian:  Gastritis eksogen akut yang simple.Bakteri. SF.Faktor. infeksi stapilococcus (akute) mungkin pada akhirnya akan menjadi kronis. b. Gastritis eksogen akut. PATOFISIOLOGI Bahan-bahan makanan. 3. ETIOLOGI a. disebabkan oleh: ~ Obat-obatan seperti : Analgetik. variola dsb. Gastritis infektiosa akut. disebabkan oleh : ~ Makanan dan minuman panas yang dapat merusak mukosa lambung. (non-hydroxide) korosif sublimat. Anti inflamasi. bahan alkali yang kuat seperti.Alkohol dapat menyebabkan kelainan pada mukosa lambung. 4.Infeksi lokal. dipteri . ~ Obat-obatan seperti. misalnya morbili. biasanya terbatas pada mukosanya saja. 2. gigi dan post nasal dapat menimbulkan gastritis. namun diduga disebabkan oleh : 1. Gastritis Akut Merupakan inflamasi akut dari dinding lambung. Gastritis endogen akut. digitalis. antibiotik dsb. alcohol dan sebagainya. soda. dsb. minuman.  Gastritis akute korosiva. 2.

Spasme lambung juga mengalami peningkatan diiringi gangguan pada spinkter esophagus sehingga terjadi mual-mual sampai muntah. Peradangan ini termanifestasi seperti perasaan perih di epigastrium. Asam lambung dan enzim-enzim pencernaan. Demikian juga terjadi peradangan dilambung karena invasi langsung pada sel-sel dinding lambung oleh bakteri dan terinfeksi. Sehingga kontinuitasnya terputus dapat mennimbulkan hematemesis maupun melena.(pelindung). Kemudian menginvasi mukosa lambung dan terjadilah reaksi peradangan. Gangguan difusi pada mukosa dan penngkatan sekresi asam lambung yang meningkat / banyak. Bila iritasi / erosi pada mukosa lambung sampai pada jaringan lambung dan mengenai pembuluh darah. rasa panas / terbakar dan nyeri tekan. Selanjutnya terjadi peningkatan difusi balik ion hidrogen. PATHWAY GASTRITIS .

5. dan kadang disertai panas serta tachicardi. Gastritis Akute Eksogen Korosiva : . sakit perut. ~ Biasanya dalam 1-2 hari sembuh kembali. ii. ~ Saat serangan pasien berkeringat. gelisah. Gastritis Akute Eksogen Simple : ~ Nyeri epigastrik mendadak. MANIFESTASI KLINIS (TANDA DAN GEJALA) a. ~ Nausea yang di susul dengan vomitus. Gastritis Akut i.

. ~ Mulut dan tenggorokan terasa kering. ~ Perasaan seperti terbakar. ~ Nousea. ~ Vumitus. ~ Keluar angin pada mulut. ~ Tachicardi ~ Sianosis pada ektremitas. iii. ~ Mudah tersinggung. ~ Rasa penuh pada perut. Gastritis Superfisialis ~ Rasa tertekan yang samar pada epigastrium. ~ Hematemisis iv. ~ Lidah kering sedikit ekterik. ~ Diare. Gastritis Atropikan ~ Rasa tertekan pada epigastrium. ~ Kembung / rasa penuh pada epigastrium. Gastritis Hegmonos Akute : ~ Nyeri hebat mendadak di epigastrium. ~ Gelisah. ~ Vomitus. ~ Neusia. b. ~ Vomitus. ~ Nyeri hebat / kolik. pada epigastrium. Gastritis Infeksiosa Akute : ~ Anoreksia ~ Perasaan tertekan pada epigastrium. ~ Vumitus. ~ Pasien kolaps dengan kulit yang dingin. ~ Abdomen lembek. ~ Terasa pusing. Gastritis Kronis a. ~ Panas tinggi dan lemas ~ Tachipneu. ~ Rasa perih sebelun dan sesudah makan. ~ Anorexia. ~ Penurunan BB. ~ Tachicardi dan sianosis. ~ Nousea. ~ Rasa tegang pada epigastrium. ~ leukositosis 2.

PROGNOSIS . Diagnosis pasti dapat di tegakkan dengan endoskopi. Gastritis Kronis . Gambaran klinis yang diperhatikan hamper sama. ritis Akute cerna atas. . ng. ~ Kadang disertai melena.Gangguan penyerapan zat besi. Namun pada tukak peptik penyebab utamanya adalah infeksi Helicobakter pytori. perlu dibedakan dengan tukak peptik. . . Gastritis Hypertropik Kronik ~ Nyeri pada epigastrium yang tidak selalu berkurang setelah minum susu. sebesar 100% pada hikak duodenum dan 60-90% pada tikak lambung. Perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) berupa hematemesis dan menelan. b. dapat berakhir sebagai syak hemoragik. ah fillorus.Gangguan penyerapan Vitamin B12 karena atropi lambung dan akan terjadi anemia pernisiosa.c. KOMPLIKASI 1. Khusus untuk perdarahan SCBA.Perforasi lambung. . 6. ~ Nyeri biasanya timbul pada malam hari.Kanker lambung. hingga anemia dan kematian. 7.

lambung yang berat dan infeksi. kardiovaskuler. ~ Hari kedua berikan susu hangat. Pemberian antibiotik untuk penanganan factor penyebab. efus. ~ Kolaborasi medik : 1. ~ Hari ketiga boleh makan bubur dan bisa makan lembek lainnya.Gastroscopy g. kematian di jumpai pada waktu perdarahan yang berat shock yang tidak teratasi. Semin-gastrin 9. ~ Kolaborasi medik : ngurangi muntah ~ Sotatik. PENATALAKSANAAN MEDIS tis Akut i. Faeces b. Angiografie visualization i. f. kematian terjadi pada kasus berat yaitu muncul pada komplikasi sistem saraf. ~ Hari I sebaiknya jangan diberikan makan. istirahat total 1-2 hari. Gastritis Hegmonos Akute. Kematian dapat juga disebabkan oleh sepsis karena tindakan dan lingkungan rumah sakit yang kurang baik dan bersih. Infeksi lambung pada umumnya mempunyai prognosis ysng baik. PEMERIKSAAN PENUNJANG a. ii. coba berikan teh hangat dan air minum. 8. odik. ~ Beri makanan lembek dan tidak merangsang mual dan muntah. Gastritis Infektiosa Akute ~ Pengaturan diet. Nasogastrik aspiration. Gastritis Eksogen Akute Simple ~ Fase akute. Double-contrast e. k memperbaiki spasme otot. darah dan organ lain. setelah mual dan muntah berkurang. h. benintton dengan garam terutama setelah banyak muntah. gastritis akut dan Kronik tidak ada yang mati. Darah lengkap. Biosi dan sitologi c. . iii. Endoscopy d. pernapasan.

~ Beri makanan cair dan lembek. ~ Istirahat yang cukup. ~ Beri makanan lembek dan porsi kecil tapi sering. ~ Pada abses lokal perlu dilakukan drainase. ~ Makanan lembek untuk yang tidak terjadi perdarahan. ~ Pengaturan diet. ~ Pemberian makanan yang cair utuk penderita yang mengalami erosi dan perdarahan sedikit. iii. dan zat besi. Gastritis Atropikan. ~ Setelah makan sebaiknya istirahat untuk mnecegah terjadinya neusea dan vumitus. ~ Pada pasien dengan hegmonos dispus perlu gastriktomy. ~ Kolaborasi medik : . ~ Kolaborasi medik : modic. ii. ~ Istirahat yang cukup. b. Gastritis Hypertropikan. Gastritis Kronis i. ~ Kolaborasi medik : modik. Gastritis Superfisialis. ~ Hindari merokok. B12. ~ Kolaborasi medik : anganan faktor penyebab.