You are on page 1of 13

BAB I

KONSEP DASAR

A. Pengertian

1. Gastritis adalah segala radang mukosa lambung .(Sjamsuhidajat, 1997).

2. Gastritis adalah inflamasi pada lambung mukosa dan sub mukosa lambung. (Slamet
Suyono, 2001)

B. Penyebab

Menurut Andri S (2007) penyebab yang dapat mengakibatkan gastritis antara lain :

1. Infeksi bakteri.

Sebagian besar populasi di dunia terinfeksi oleh bakteri H. Pylori yang hidup di bagian dalam
lapisan mukosa yang melapisi dinding lambung. Walaupun tidak sepenuhnya dimengerti
bagaimana bakteri tersebut dapat ditularkan, namun diperkirakan penularan tersebut terjadi
melalui jalur oral atau akibat memakan makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh
bakteri ini. Infeksi H. pylori ini sekarang diketahui sebagai penyebab utama terjadinya peptic
ulcer dan penyebab tersering terjadinya gastritis. Infeksi dalam jangka waktu yang lama akan
menyebabkan peradangan menyebar yang kemudian mengakibatkan perubahan pada lapisan
perlindungan dinding lambung. Salah satu perubahan itu adalah atrophic gastritis, sebuah
keadaan dimana kelenjar-kelenjar penghasil asam lambung secara perlahan rusak.

2. Pemakaian obat penghilang nyeri secara terus menerus

Obat analgesic anti inflamasi nonsteroid (AINS) seperti aspirin, ibuprofen dan naproxen
dapat menyebabkan peradangan pada lambung dengan cara mengurangi prostaglandin yang
bertugas melindungi dinding lambung. Jika pemakaian obat-obat tersebut hanya sesekali
maka kemungkinan terjadinya masalah lambung akan kecil. Tapi jika pemakaiannya

Kekurangan B12 akhirnya dapat mengakibatkan pernicious anemia. Penggunaan kokain. Kokain dapat merusak lambung dan menyebabkan perdarahan dan gastritis. . menghancurkan kelenjar-kelenjar penghasil asam lambung dan mengganggu produksi faktor intrinsic (yaitu sebuah zat yang membantu tubuh mengabsorpsi vitamin B12). Walaupun penyakit ini biasanya menyebabkan peradangan kronis pada dinding saluran cerna. luka bakar atau infeksi berat dapat menyebabkan gastritis dan juga borok serta perdarahan pada lambung. Hal ini mengakibatkan peradangan dan secara bertahap menipiskan dinding lambung. Stres fisik Stres fisik akibat pembedahan besar. 6. Ketika lambung terkena penyakit ini. 4. Penggunaan alkohol secara berlebihan.dilakukan secara terus menerus atau pemakaian yang berlebihan dapat mengakibatkan gastritis dan peptic ulcer. 8. Kelainan autoimmune Autoimmune atrophic gastritis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat yang berada dalam dinding lambung. Perawatan terhadap kanker seperti kemoterapi dan radiasi dapat mengakibatkan peradangan pada dinding lambung yang selanjutnya dapat berkembang menjadi gastritis dan peptic ulcer. 5. gejala-gejala dari Crohn’s disease (yaitu sakit perut dan diare dalam bentuk cairan) tampak lebih menyolok daripada gejala gastritis. Ketika tubuh terkena sejumlah kecil radiasi. namun kadang-kadang dapat juga menyebabkan peradangan pada dinding lambung. 7. 3. Radiasi dan kemoterapi. kerusakan tersebut menjadi permanen dan dapat mengikis dinding lambung serta merusak kelenjar penghasil asam lambung. Crohn’s disease. Alkohol dapat mengiritasi dan mengikis mukosa pada dinding lambung dan membuat dinding lambung lebih rentan terhadap asam lambung walaupun pada kondisi normal. luka trauma. sebuah konsisi serius yang tidak dirawat dapat mempengaruhi seluruh sistem dalam tubuh.

Dalam kondisi normal. Gastritis Akut Tukak beban atau tukak seres merupakan suatu reaksi selintas pada permukaan mukosa lambung oleh akibat iritasi. sebuah otot sphincter yang berbentuk seperti cincin (pyloric valve) akan mencegah empedu mengalir balik ke dalam lambung. Obat-obatan : aspirin. Gastritis Kronik 1) Gastritis kronik autoimun terjadi karena terbentuknya atibodi terhadap sel pariental 2) Gastritis kronik autoimun dan aklorhidra dapat berubah menjadi karsinoma lambung Faktor resiko dari gastritis adalah : a. sepsis. Gangguan mikrosirkulasi lambung: trauma. maka empedu akan masuk ke dalam lambung dan mengakibatkan peradangan dan gastritis. empedu akan melewati serangkaian saluran kecil dan menuju ke usus kecil. Secara mikroskopik terdapat lesi erosi mukosa dengan lokasi berbeda. Bile (empedu) adalah cairan yang membantu mencerna lemak-lemak dalam tubuh.9. luka baker. Apabila karena obat-obatan AINS terutama ditemukan didaerah antrum namun dapat juga menyeluruh sedangkan secara . Tapi jika katup ini tidak bekerja dengan benar. Ketika dilepaskan. obat anti inflamasi non steroid (AINS) b. Kafein c. Cairan ini diproduksi oleh hati. Apabila lesi erosi mukosa terdapat pada korpus dan fundus maka biasanya disebabkan oleh stress. Pada gastritis ini biasanya ada tukak multiple yang kecil Gastritis akut tedapat 2 bentuk reaksi 1) Gastritis akut tanpa pendarahan 2) Gastritis dengan pendarahan (gastritis hemoragik atau gastritis erosive b. Penyakit bile refluk. Gastritis ada 2 macam : a. Alkohol .

anoreksia mungkin terjadi mual dan muntah serta cegukan. mual. Keluhan ini timbul mendadak setekah makan atau minum-minuman yang iritatif atau korosif b. Menurut Diane C. Keluhan utama dari gastritis (Sujono Hadi. Heckly. Pada umumnya mengeluh rasa tidak enak diperut atas. Manifestasi Klinis 1.mikroskopik terdapat erosi dengan regenerasi epitel dan ditemukan reaksi sel inflamasi neutrofil yang minimal d. Gastritis akut 1) Dapat terjadi ulserasi superfisal dan mengarah pada hemoragi 2) Rasa tidak nyaman pada abdomen dengan sakit kepala kelesuan. mual.lekas kenyang. Mikroorganisme : Helicobaeter pykory ( H. 2. 2000 manifestasi klinis pada : a. Gastritis Akut Keluhan yang sering diajukan pasien adalah : rasa pedih. Gastritis kronik Keluhan yang sering diajukan oleh penderita pada umumnya bersifat ringan dan dirasakan sudah berbulan-bulan bahkan sudah bertahun-tahun. salmonella C. rasa pedih sebelum atau sesudah makan dan kadang mulut terasa masam. Baughman dan Joann C. 3) Beberapa pasien menunjukkan asimtomatik 4) Dapat terjadi lokil dan diare apabika tidak dimuntahkan tetapi malah mencapai usus 5) Pasien biasanya mulai pulih kembali sekitar sehari meskipun nafsu makan mungkin akan hilang selama 2-3 hari . kadang – timbul rasa berdenyut- denyut perut atas yang ada hubungan dengan makanan. 2002) a. philory ).

rasa asam dalam mulut atau mual dan muntah.b. teh manis dan merokok merupakan predisposisi timbulnya gastritis akut. Ulserasi superficial dapat terjadi dan dapat menimbulkan hemoragi. gastritis dibagi menjadi 2. yaitu : 1. Pylori) mempengaruhi antrum dan pylorus (ujung lambung dekat duodenum). pepsi dan faktor intrinsik menurun. Membran mukosa lambung menjadi edema dan hiperemik (kongesti dengan jaringan. Tipe A (sering disebut gastritis autoimun) ditandai oleh atrofi progresif epitel kelenjar disertai kehilang sel parietal dan sel chief. faktor diet seperti minuman panas atau peda. D. Akibatnya. Gastritis Kronis 1) Gastritis tipe A pada dasarnya asimtomatik kecuali untuk gejala–gejala defisiensi vitamin B 12 2) Gastritis tipe B pasien mengeluh anoreksia nyeri ulu hati setelah makan berdahak . Pylori. Ini dihubungkan dengan bakteri H. Minum alkohol berlebihan. bagian ini mensekresi sejumlah getah lambung. yang mengandug sangat sedikit asam tetapi banyak mucus. Gastritis atrofik kronik Gastritis kronik diklasifikasikan menjadi tipe A dan tipe B. cairan dan darah) dan mengalami erosi superficial. Patofisologi Menurut Andri S (2007). produksi asam klorida. alkohol dan aspirin merupakan agen-agen penyebab yang sering. Dinding lambung menjadi tipis dan mukosa mempunyai permukaan yang rata. merokok atau refluks isi lambung. kafein. penggunaan obat-obatan dan alkohol. Gastritis superfisial akut Merupakan respon mukosa lambung terhadap berbagai iritan lokal. Kadang-kadang hemoragi memerlukan intervensi bedah. Endotoksin bakteri (masuk setelah menelan makanan terkontaminasi). Tipe B (kadang disebut sebagai gastritis H. . Mukosa lambung dapat memperbaiki diri sendiri setelah mengalami gastritis. 2.

Gastritis akut Diatasi dengan menginstruksikan untuk menghindari minuman alcohol dan makanan sampai gejala berkurang. Schilling test c. Bare (2002) penatalaksanaan gastristis terdiri dari : 1. Smeltzer dan Brenda G. Pemeriksaan penunjang gastritis akut a. Pemeriksaan penunjang gastritis kronik a. . Barium kontras : erosi superfisial 2. Pemeriksaan Diagnostik Menurut Brunner dan Suddart (2000) pemeriksaan pada penyakit gastritis terdiri dari : 1. diet mengandung gizi dianjurkan. Penatalaksanaan Menurut Suzanne C. Gastrin serum b.E. Barium swallow F. Nasogastrik aspiration : stolsel c. Gastroskopi : mukosa lambung erosi b. Bila pasien mampu makan melalui mulut.

Bila gastritis diakibatkan oleh mencerna makanan yang sangat asam atau alkalis. antasida serta cairan intravena. indigesti. Bagaimana gejala menghilang 3. Terapi pendukung mencakup intubasi sederhana. Tanyakan pasien tentang tanda-tanda dan gejala-gejala yang ditunjukkan nyeri ulu hati. muntah. pengkajian penyakit gastritis adalah : 1. untuk menetralisasi alkali dengan makan jus lemon encer atau cuka encer. G. Pylori dapat diatasi dengan antibiotik (seperti tetra siklin atau amoksisilin) dan garam bismus (pepto-bismol). emotik dan loyase dihindari karena bahaya perforasi. a. dehidrasi dan bukti- bukti kelainan sistemik yang mungkin bertanggung jawab terhadap gejala-gejala. Lakukan pengkajian fisik. digunakan antasida asam (missal alumunium hidroksida). Apakah sudah muntah darah atau telah menelan sesuatu elemen penyebab 4. Pengobatan gastritis akut terdiri dari pengenceran dan penetralisasi agen penyebab 1) Untuk menetralkan asam. 2. mengurangi stress dan melalui farmakoterapi II.Bila gejala menelan cairan perlu diberikan secara parenteral. Gastritis kronis Diatasi dengan memodifikasi diet pasien. 2) Bila korosi luas atau berat. Pasien gastritis A biasanya mengalami malabsorbsi vitamin B12 yang disebabkan oleh adanya antibodi terhadap faktor intrinsik. perhatikan adanya nyeri tekan abdomen. Endoskopi fiberoptik mungkin diperlukan pembedahan darurat mungkin diperlukan untuk mengangkat gangren atau jaringan perforasi. Gastrojejenostomi/ reseksi lambung mungkin diperlukan untuk mengatasi obstruksi pylorus. 2. Proses keperawatan Menurut Slamet Suyono (2001). mual. . meningkatkan istirahat.

2005) Kriteria hasil : No Indikator 1 2 3 4 5 1. 2005) Tujuan : klien mampu mengontrol nyeri pada tanggal… (Marion John. Menggunakan pencegahan non invasif 5.al. et. Menggunakan analgetik yang sesuai 6. Nyeri akut yang berhubungan dengan agen injuri biologi (Sheila Spark Ralp. Mengenal faktor pencetus nyeri 2. Melaporkan tanda-tanda nyeri 8. Mengenal tanda-tanda nyeri 10. Diagnosa Keperawatan 1. Melaporkan bila ada tanda awal nyeri 7. Melakukan langkah pencegahan 4. Menggunakan sumber-sumber yang ada 9. Melakukan pencatatan harian tentang nyeri 11.ed. Mengenal omset/ lamanya nyeri 3.H. Melaporkan tindakan kontrol nyeri .

2005) Tujuan : Klien dapat menunjukkan status nutrisi yang adekuat pada tanggal… (Marion John. Intake nutrisi per oral . 2005) No Indikator 1 2 3 4 5 1.al.ed. et. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan kurangnya intake makanan (Sheila Spark Ralp.al. Closkey.ed (2005) Manajemen nyeri : 1) Observasi respon nonverbal nyeri 2) Monitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian analgetik 3) Berikan analgetik yang sesuai 4) Ajarkan pada pasien teknik mengurangi nyeri non invasive missal distraksi dll 5) Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgetik yang sesuai 2. et.Keterangan : 1) Tidak pernah bisa melakukan 2) Jarang bisa melakukan 3) Kadang-kadang bisa melakukan 4) Sering bisa melakukan 5) Selalu dapat melakukan Intervensi : (Joane C.

et.ed (2005) Manajemen nutrisi 1) Observasi KU 2) Observasi pola makan 3) Berikan hidangan makanan yang menarik 4) Hidangkan makanan dalam keadaan hangat 5) Anjurkan makan sedikit tapi sering 6) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk pemberian diit yang sesuai . Intake nutrisi per sonde 3. Closkey. Intake cairan parenteral 5.al. 2. Intake nutrisi parenteral total (TPN0 Keterangan : 1) Sangat tiak sesuai 2) Sering tidak sesuai 3) Kadang tidak sesuai 4) Jarang tidak sesuai 5) Sesuai Intervensi : (Joane C. Intake cairan per oral 4.

Libido 9. et. (Sheila Spark Ralp.3.al.ed. Kekuatan otot 7. (Marion John. Pola makan 8. 2005) No Indikator 1 2 3 4 5 1. 2005) Tujuan : Klien mampu memanfaatkan persediaan energi cukup untuk melakukan aktivitas yang diinginkan. Aktivitas 3. Tidak ada kelelahan 11. Konsentrasi 5. Intoleransi aktivitas yang berhubungan dengan ketidakseimbangan O2 yang diperlukan dengan persediaan yang ada. Istirahat 4. Tidak nampak lethargi 12. Kemampuan mengenal lingkungan sekitar 6. Penampilan seperti biasa 2. Level oksigen darah normal . Energi kembali setelah istirahat 10.

Hb normal 14.al. et. Hematokrit normal 15. Gula darah normal 16. Serum elektrolit normal Keterangan : 1) Sangat tidak sesuai 2) Sering tidak sesuai 3) Kadang tidak sesuai 4) Jarang tidak sesuai 5) Sesuai Intervensi : (Joane C. 13.ed (2005) Manajemen energi 1) Monitor asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk sumber energi 2) Monitor adanya kelelahan fisik dan emosi yang berlebihan 3) Bantu klien dan keluarga memahami prinsip penghematan energi 4) Ajarkan klien dan keluarga cara mengenali dan mengatasi tanda-tanda kapan aktivitas harus dikurangi. 5) Kolaborasi dengan keluarga untuk membantu aktivitas klien. . Closkey.

2001. 2000. Ester. Jakarta : EGC. Jakarta : FKUI. Monica. Sineltzer dan Bare G. Jakarta : EGC. Hirlan. 2001 . Keperawatan Medikal Bedah. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta : EGC. 2001. Keperawatan Medikal Bedah.DAFTAR PUSTAKA Baughman dan Haskley. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi Ketiga.