You are on page 1of 77

BUKU PETUNJUK TEKNIS

PEMELIHARAAN SARANA – PRASARANA
RUMAH SAKIT SIAGA MEDIKA BANYUMAS

I. PENGERTIAN
A. U m u m
1. Pemeliharaan Sarana - prasarana adalah kegiatan untuk menjaga kehandalan
sarana – prasarana agar selalu dalam keadaan layak fungsi.
2. Perawatan Sarana - prasarana adalah kegiatan untuk memperbaiki dan / atau
mengganti bagian / komponen sarana dan prasarana agar selalu dalam keadaan
layak fungsi.
B. T e k n i s
1. Air Limbah adalah semua air yang berasal dari buangan proses rumah tangga
( limbah domestik ) dan proses industri ( limbah industri ).
2. Air Kotor adalah semua air yang bercampur dengan kotoran – kotoran dapur, kamar
mandi, kakus dan peralatan – peralatan pembuangan lainnya.
3. Atrium adalah suatu ruang dalam suatu gedung yang menghubungkan dua atau
lebih tingkat / lantai, di mana :
a. Seluruh atau sebagian ruangnya tertutup pada bagian atasnya oleh lantai atau
atap, termasuk struktur atap kaca
b. Termasuk setiap ruang yang berbatasan / berdekatan tetapi tidak terpisahkan
oleh pembatas
c. Tidak termasuk lorong tangga, lorong ramp, atau ruang dalam saf.
4. Gedung adalah bangunan yang didirikan dan atau diletakkan dalam suatu
lingkungan sebagian atau seluruhnya pada, di atas, atau di dalam tanah dan / atau
perairan secara tetap yang berfungsi sebagai tempat manusia untuk melakukan
kegiatan bertempat tinggal, berusaha, berinteraksi, dan kegiatan lainnya.
5. Gedung Turutan adalah bangunan sebagai tambahan atau pengembangan dari
bangunan yang sudah ada.
6. Gedung Umum adalah bangunan yang berfungsi untuk tempat manusia berkumpul,
mengadakan pertemuan, dan melaksanakan kegiatan yang bersifat publik lainnya.
7. Gedung induk adalah bangunan yang mempunyai fungsi dominan dalam melakukan
kegiatan.
8. Fungsi Gedung sebagai fungsi hunian ataupun fungsi khusus harus memenuhi
persyaratan baik secara teknis maupun administratif yang ditentukan berdasarkan
ketentuan yang berlaku.
9. Klasifikasi Gedung adalah penggolongan dari fungsi gedung berdasarkan
pemenuhan tingkat persyaratan teknis / administrasinya.
10. Baku Tingkat Getaran Mekanik / Kejut adalah batas maksimal tingkat getaran
mekanik / kejut yang diperbolehkan dan usaha atau kegiatan pada media padat
sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan dan kesehatan serta
keutuhan gedung.
11. Baku Tingkat Kebisingan adalah batas maksimal tingkat kebisingan yang
diperbolehkan sehingga tidak menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan
kenyamanan lingkungan.

12. Daerah Hijau Gedung, yang selanjutnya disebut DHG adalah ruang terbuka pada
bangunan yang dimanfaatkan untuk penghijauan.
13. Dinding Pembatas adalah dinding yang menjadi pembatas antara gedung.
14. Dinding Luar adalah suatu dinding bangunan terluar yang bukan merupakan dinding
pembatas.
15. Dinding Luar Non – structural adalah suatu dinding luar yang tidak memikul beban
dan bukan merupakan dinding panel.
16. Garis Sempadan Gedung merupakan jarak bebas minimum dari bidang terluar suatu
massa gedung terhadap :
a. Batas lahan yang dikuasai
b. Batas tepi sungai / parit
c. Antar massa bangunan lainnya, atau
d. Saluran, jaringan tegangan tinggi listrik, jaringan pipa gas dan sebagainya.
17. Garis Sempadan Pagar adalah garis bagian luar dari pagar persil atau pagar
pekarangan.
18. Garis Sempadan Loteng adalah garis yang terhitung dari tepi jalan berbatasan yang
tidak diperkenankan didirikan tingkat bangunan.
19. Getaran adalah gerakan bolak – balik suatu massa melalui keadaan seimbang
terhadap suatu titik acuan.
20. Getaran Kejut adalah getaran yang berlangsung secara tiba – tiba dan sesaat.
21. Getaran Mekanik adalah getaran yang ditimbulkan oleh sarana dan peralatan
kegiatan manusia.
22. Getaran Seismik adalah getaran tanah yang disebabkan oleh peristiwa alam dan
kegiatan manusia.
23. Jarak Antara Gedung adalah jarak terkecil antara bangunan yang diukur antara
permukaan – permukaan denah bangunan.
24. Jaringan Persil adalah jaringan sanitasi dan jaringan drainasi dalam persil.
25. Jaringan Saluran Umum Kota adalah jaringan sarana dan prasarana saluran umum
perkotaan, seperti jaringan sanitasi dan jaringan drainasi.
26. Kamar adalah ruangan yang tertutup seluruhnya atau sebagian, untuk tempat
kegiatan manusia, selain kamar untuk MCK dan dapur.
27. Kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam
tingkat dan waktu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan
kenyamanan lingkungan.
28. Koefisien Dasar Bangunan ( KDB ) adalah koefisien perbandingan antara luas lantai
dasar bangunan terhadap luas persil / kaveling / blok peruntukan.
29. Koefisien Daerah Hijau ( KDH ) adalah angka prosentase perbandingan antara luas
ruang terbuka di luar bangunan yang diperuntukkan bagi pertamanan / penghijauan
dengan luas tanah perpetakan / daerah perencanaan yang dikuasai sesuai rencana
tata ruang dan tata gedung yang ada.
30. Koefisien Lantai Besmen ( KLB ) adalah koefisien perbandingan antara luas
keseluruhan lantai bangunan terhadap luas persil / kaveling / blok peruntukan.
31. Koefiesien Tapak Besmen ( KTB ) adalah angka prosentasi perbandingan luas tapak
besmen dengan luas tanah perpetakan / daerah perencanaan yang dikuasai sesuai
dengan rencana tata ruang dan tata bangunan yang ada.
32. Lubang Atrium adalah ruang dari suatu atrium yang dikelilingi oleh batas pinggir
bukaan lantai atau oleh batas pinggir lantai dan dinding luar.
33. Pekarangan adalah bagian yang kosong dari suatu persil / kaveling / blok
peruntukan bangunan.

34. Rencana Tata Gedung dan Lingkungan ( RTGL ) adalah pedoman rencana teknik,
program tata bangunan dan lingkungan, serta pedoman pengendalian pelaksanaan
yang umumnya meliputi suatu lingkungan / kawasan ( urban design and
development guidelines ).
35. Sambungan Jaringan adalah penghubung antara sesuatu jaringan persil dengan
jaringan saluran umum kota.
36. Tingkat kebisingan adalah ukuran energi bunyi yang dinyatakan dalam satuan
desibel disingkat dB.
37. Tingkat Ketahanan Api ( TKA ), adalah tingkat ketahanan api yang dipersyaratakan
pada bagian atau komponen gedung ukuran waktu satuan menit, dengan kriteria –
kriteria berurut yaitu aspek ketahanan struktural, integritas, dan insulasi. Contoh :
TKA 90 / - / 60 berarti hanya terdapat persyaratan TKA untuk ketahanan struktural
90 menit dan insulasi 60 menit.
38. Tinggi Bangunan adalah jarak antara garis potong permukaan atap dengan muka
gedung bagian luar dan permukaan lantai denah bawah.
39. Tinggi Efektif adalah tinggi ke lantai tingkat paling atas ( tidak termasuk lantai atap ),
bila hanya terdiri atas mesin lif, tangki air atau unit pelayanan lainnya dari lantai
dasar / tanah ( ground floor ) yang menyediakan jalan keluar langsung menuju jalan
atau ruang terbuka.

C. Istilah Khusus
1. Buffing adalah cara membersihkan lantai dengan mesin, termasuk menggosok
dengan menggunakan bulu atau kain, dan penggunaan secara berkala dengan steel
wool atau spon nylon untuk menghilangkan bekas kaki atau lumpur, sampai
permukaan lantai benar – benar bersih, merata dan mengkilap.
2. Pembersihan Dinding adalah cara membersihkan cat, kertas atau dinding kayu
dengan tidak menggunakan air, kecuali dengan instruksi khusus dan dibersihkan
dengan menggunakan bulu ayam ( kemoceng ) setinggi dinding.
3. Damp Mopping adalah membersihkan lantai atau permukaan lainnya dengan
pengepel benang atau spon, dan deterjen atau obat pembersih kotoran bila
diperlukan, serta menggunakan air seminim mungkin sampai permukaan yang dipel
bebas dari kotoran, debu dan air yang berlebih.
4. Damp Wiping adalah cara untuk menghilangkan minyak, bercak tangan pada
permukaan yang dicat atau lainnya menggunakan kain lembut yang bersih dengan
deterjen yang lembut dan air hangat yang diperas sebelum digunakan.
5. Dry Moping adalah cara penggosokan ringan pada daerah yang jarang dilalui, atau
lantai licin dengan mop penggosok yang tebal.
6. Pembersihan debu adalah cara penggunaan duster lembab atau hand mop yang
tebal dan berbulu, atau vacuum pembersih debu dengan nozzle-nya yang cocok
sampai permukaan yang berdebu bebas dari debu, sarang laba – laba, bercak
kotoran atau debu – debu lainnya yang dapat dilihat.
7. Floor Dry Cleaning adalah cara membersihkan lantai dengan mesin pembersih untuk
menghilangkan bercak – bercak kaki dan kotoran yang keras melekat dengan
menggunakan steel wool atau spoon nylon dan emulsi atau spirit wax. Mesin
disesuaikan dengan daya isap menghilangkan pasir debu dan lain – lain, sehingga
menghasilkan lantai yang bersih dan bercahaya.
8. High Dusting adalah cara menghilangkan debu, sarang laba-laba, dll dari dinding,
langit – langit dan permukaan lainnya yang sukar dijangkau dari lantai dengan
menggunakan dry mop, pembersih.

prasarana. berupa perlengkapan / peralatan tetap dan / atau alat bantu kerja ( tools ). Memelihara secara baik dan teratur unsur – unsur struktur gedung dari pengaruh korosi. Memelihara secara baik dan teratur jalan keluar sebagai sarana penyelamat bagi pemilik dan pengguna gedung. 13. Penyikatan adalah cara pembersihan lantai atau permukaan lainnya dengan sikat nylon atau mesin pembersih yang kuat dengan deterjen pilihan diikuti dengan pembilasan air bersih dan pengangkatan cairan hingga permukaan yang dicuci bersih tanpa kotoran. Petunjuk Teknis ini dimaksudkan untuk menjadi acuan bagi TPSK dalam melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan perawatan sarana . jendela serta langit – langit tertentu. 2. 12. pengujian. A. Lingkup Pemeliharaan Struktural Gedung 1. pemeriksaan. 5. 3. Memelihara secara baik dan teratur unsur – unsur dalam ruang serta perlengkapannya. 2. dan kegiatan sejenis lainnya berdasarkan pedoman pengoperasian dan pemeliharaan sarana . serta terlihat terang dan bercahaya ( obat penggosok metal yang digunakan adalah yang mempunyai efek tertentu pada logam yang digosok ). noda atau kotoran lainnya. serasi dan selaras dengan lingkungannya. Primary waxing adalah cara pemakaian dengan menggunakan pelapis emulsi dasar atau emulsi air / minyak dengan kuas pembersih atau dua lapisan cair spiritus atau pasta minyak pada saluran permukaan sesudah minyak di antara dua lapisan dihilangkan dengan menggosoknya secara ringan. 3. LINGKUP PEMELIHARAAN Pekerjaan permeliharaan meliputi jenis pembersihan. 9. Melakukan cara pemeliharaan ornamen arsitektural dan dekorasi dengan benar. Lingkup Pemeliharaan Arsitektural Gedung 1. perapihan. bercak – bercak dan sisa air yang tertinggal.prasarana agar dalam keadaan layak fungsi. Maksud dan Tujuan 1. D. Pengepelan adalah cara penyikatan dengan tangan tanpa adanya debu yang menempel dengan penyikat atau penyikat listrik / vacuum. 2. . cuaca. khususnya pintu. Penggosokan adalah cara pembersihan dengan menggunakan spon nylon atau sink swabs dengan bubuk atau cairan pembersih yang tidak merusak. Menyediakan sistem dan sarana pemeliharaan yang memadai dan berfungsi secara baik. Pembersihan Barang Logam adalah cara membersihkan permukaan metal dengan tangan. II. 11. Melakukan pemeriksaan secara berkala sebagai bagian dari perawatan preventif ( preventive maintenance ). Memelihara secara baik dan teratur unsur – unsur pelindung struktur. kelembaban. 10. Petunjuk Teknis ini bertujuan untuk mewujudkan pemanfaatan sarana – prasarana yang memenuhi persyaratan keselamatan. kenyamanan dan kemudahan serta efisien. untuk menghapus semua bercak dan kotoran yang terakumulasi ( tidak menggunakan cairan keras kecuali dengan instruksi khusus ). kesehatan. sehingga permukaan tersebut bersih dari kerak. bekas tapak. Memelihara secara baik dan teratur unsur – unsur tampak luar gedung sehingga tetap rapih dan bersih. perbaikan dan / atau penggantian bahan atau perlengkapan. serta pencemaran lainnya. 4. B. dan pembebanan di luar batas kemampuan struktur.

. Landscape. lampu penerangan luar. Melakukan cara pemeliharaan dan perbaikan struktur gedung dengan benar serta mengfungsikannya agar sesuai dengan penggunaan yang direncanakan. serta sistem pengolahan air limbah. saluran pembuangan. pekarangan dan lingkungannya.prasarana. Memelihara dan melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap sistem distribusi air yang meliputi penyediaan air bersih. baik sampah medis maupun sampah non – medis. 4. sistem instalasi air kotor. 3. Lingkup Pemeliharaan Tata Ruang Luar Gedung 1. travelator. 5. Melakukan pemeriksaan periodik dan memelihara sistem instalasi listrik. D. di antaranya : mengenai Cleaning Service. Lingkup Pemeliharaan Tata Graha ( House Keeping ) Meliputi seluruh kegiatan Housekeeping yang terkait dengan pemeliharaan dan perawatan sarana . 2. dan peralatan transportasi elektrikal lainnya. bidang perkerasan ( hardscape ). Melakukan cara pemeliharaan taman dengan benar oleh petugas yang mempunyai keahlian dan / atau kompetensi di bidangnya. 4. pagar dan pintu gerbang. Memelihara secara baik dan teratur unsur-unsur pertamanan di luar dan di dalam bangunan gedung. agar mutu udara dalam ruangan tetap memenuhi persyaratan teknis dan kesehatan yang disyaratkan meliputi pemeliharaan peralatan utama dan saluran udara. F. 2. eskalator. perlengkapan ruang luar ( landscape furniture ). Lingkup Pemeliharaan Elektrikal ( Alat dan Kelistrikan ) 1. Melakukan pemeriksaan periodik dan memelihara jaringan instalasi tata suara dan komunikasi ( telepon ) serta data. 6. Memelihara dan melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap sistem tata udara. 2. sprinkler dan septik tank. 4. Memelihara dan melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap sistem pengelolaan sampah. Melakukan pemeriksaan periodik dan memelihara pada perlengkapan pembangkit daya listrik cadangan. 5. E. Memelihara dan melakukan pemeriksaan berkala sistem transportasi elektrikal dalam gedung. baik untuk pasokan daya listrik maupun untuk penerangan ruangan. Melakukan pemeriksaan periodik dan memelihara jaringan sistem tanda bahaya dan alarm. Melakukan pemeriksaan periodik dan memelihara pada perlengkapan penangkal petir. seperti vegetasi ( landscape ). serta pos / gardu jaga. tangga. Menjaga kebersihan di luar bangunan gedung. 3. C. baik berupa lif. Mencegah dilakukan perubahan dan / atau penambahan fungsi kegiatan yang menyebabkan meningkatnya beban yang berkerja pada gedung di luar batas beban yang direncanakan. Lingkup Pemeliharaan Sanitasi dan Lingkungan 1. Memelihara secara baik dan teratur kondisi dan permukaan tanah dan / atau halaman luar bangunan gedung. 6.

kaca bagian dalam. B. Kerusakan sarana – prasana adalah tidak berfungsinya sarana – prasana akibat pemakaian / penyusutan / berakhirnya umur sarana – prasana.prasarana dengan tingkat kerusakan sedang dan berat dilakukan setelah dokumen rencana teknis perawatan sarana – prasana diusulkan dan disetujui oleh Ketua Yayasan. serangga dan dengan cara penggunaan pestisida. proses operasional sampai hasil kerja akhir. Pemeliharaan dan Perawatan Hygiene Service Program kerja Hygiene Service meliputi program pemeliharaan dan perawatan untuk pengharum ruangan dan anti septik yang memberikan kesan bersih. Perbaikan dan / atau penggantian dalam kegiatan perawatan sarana . harum. lobby. kebakaran. Renovasi Memperbaiki sarana – prasana yang telah rusak berat sebagian dengan maksud menggunakan sesuai fungsi tertentu yang dapat tetap atau berubah dari yang telah ditentukan. 4. 1. lif. sehat meliputi ruang kantor. mingguan. III. . berdasarkan volume gedung secara keseluruhan dengan tujuan untuk menghilangkan hama tikus. 2. Pest Control. kenyamanan maupun performance gedung yang dikerjakan pada hari hari tertentu atau pada hari libur yang bertujuan untuk mengangkat atau mengupas kotoran pada suatu objek tertentu. gempa bumi. LINGKUP PERAWATAN Pekerjaan perawatan meliputi perbaikan dan / atau penggantian sarana – prasarana berdasarkan dokumen rencana teknis perawatan sarana . pengasapan ( fogging ) atau fumigasi. Rehabilitasi Memperbaiki sarana – prasana yang telah rusak sebagian dengan maksud menggunakannya kembali sesuai dengan fungsi yang telah ditentukan. General Cleaning mulai dari persiapan pekerjaan. dinding. toilet dan perlengkapan kantor. C. Office Area dan Toilet Area serta kelengkapannya. atau sebab lain yang sejenis. Tingkat Kerusakan 1. D. Pemeliharaan Kebersihan ( Cleaning Service ) Program kerja pemeliharaan kerja gedung meliputi program kerja harian. penyemprotan. 3. Restorasi Memperbaiki sarana – prasana yang telah rusak berat sebagian dengan maksud menggunakan untuk fungsi tertentu yang dapat tetap atau berubah dari yang telah ditentukan dengan tetap mempertahankan bentuk dan strukturnya. Program General Cleaning Program pemeliharaan kebersihan yang dilakukan secara umum untuk sebuah gedung dilakukan untuk tetap menjaga keindahan. ruang rapat maupun toilet yang disesuaikan dengan fungsi dan keadaan ruangan. misalnya lantai. atau akibat ulah manusia atau perilaku alam seperti beban fungsi yang berlebih.prasana. 2. dengan pertimbangan tertentu. Pemeliharaan Pest Control Program kerja pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan Pest Control bisa dilakukan setiap tiga bulan atau enam bulan dengan pola kerja bersifat umum. A. baik indoor maupun outdoor untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna gedung. bulanan dan tahunan yang bertujuan untuk memelihara kebersihan gedung yang meliputi kebersihan Public Area.

biaya perawatan untuk tingkat kerusakan ringan biasanya tidak lebih dari 15 % dari biaya pembelian / pembuatan. PROSEDUR DAN METODE Meliputi kegiatan pemeriksaan. Bersihkan kaca dengan bahan deterjen dan bersihkan dengan sikat karet e. Periksa semua karet atau sealent perekat kaca yang bersangkutan. A.prasarana yang mempunyai nilai tersendiri ). 2.prasarana. biaya perawatan untuk tingkat kerusakan berat biasanya tidak lebih dari 40 % dari biaya pembelian / pembuatan. Perawatan Khusus Untuk perawatan yang memerlukan penanganan khusus atau dalam usaha meningkatkan wujud sarana . Dinding Keramik / Mozaik. seperti kegiatan renovasi atau restorasi ( misal yang berkaitan dengan perawatan sarana . besarnya biaya perawatan dihitung sesuai dengan kebutuhan nyata dan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan ahli teknis yang membidanginya. Kerusakan sedang Kerusakan sedang adalah kerusakan yang terdapat pada sebagian komponen pokok. Pada bangunan yang tinggi siapkan gondola secara aman sesuai dengan prosedur yang ditetapkan c. Pemeliharaannya : a. 3. Bersihkan setiap hari sebanyak minimal 2 ( dua ) kali . tempat cuci. Dinding Kaca / Tempered Glass Perkembangan arsitektur bangunan gedung banyak menggunakan kaca di bagian luarnya sehingga bangunan terlihat lebih bersih dan indah. wc. Kerusakan ringan Kerusakan ringan adalah kerusakan yang tidak terdapat pada komponen pokok. Komponen Arsitektur Gedung 1. Dinding kaca memerlukan pemeliharaan setidaknya 1 ( satu ) tahun sekali b. atau tempat wudhu. c. Biasanya dipasang pada dinding kamar mandi. biaya perawatan untuk tingkat kerusakan sedang biasanya tidak lebih dari 25 % dari biaya pembelian / pembuatan. b. 3. yaitu : a.prasarana yang ada. Jangan menggunakan bahan pembersih yang mengandung tinner atau benzene karena akan merusak elasititas karet atau sealent. Kerusakan berat Kerusakan berat adalah kerusakan pada sebagian besar komponen pokok. Tingkat kerusakan sarana – prasana dapat digolongkan atas tiga tingkat kerusakan. IV. Sarana Jalan Keluar Sarana jalan keluar ( egress ) harus dilengkapi dengan tanda EXIT dan tidak boleh terhalang serta memenuhi persyaratan sesuai dengan SNI. pengujian. bila terdapat kerusakan sealent atau karet perekat kaca perbaiki dengan sealent baru dengan tipe yang sesuai d. Pemeliharaan yang dilakukan antara lain : a. b. pemeliharaan dan perawatan untuk seluruh sarana .

Semprotkan formula enzyme / deterjen ke permukaan plafon akustik. e. 5. Pemeriksaan dilakukan setiap 6 ( enam ) bulan sekali c. Sikat permukaan keramik dengan sikat plastik halus dan bilas dengan air bersih. Gunakan sikat atau kuas sebagai alat pembersih d. Gunakan bahan pembersih yang tidak merusak semen pengikat keramik c. 4. kain majun. Keringkan permukaan dengan menggunakan karet pengering permukaan yang masih rata ujungnya. karena sangat berbahaya bagi keselamatan b. b. gunakan extension poles pasang . check mesin harus siap laik pakai. Bersihkan setiap hari sebanyak minimal 2 ( dua ) kali b. 7. segera ganti dengan yang baru e. Keringkan permukaan dengan kain pel kering. Bekas noda akibat bocoran ditutup dengan cat kayu baru kemudian dicat dengan cat emulsi yang serupa f. spons. 6. bila ada bagian yang mengelupas perbaiki dengan sealant yang sama b. Bila plafon rusak permukaannya karena kebocoran. siapkanlah peralatan kerja selengkapnya : a. Enzyme / Deterjen. Keringkan permukaan dengan kain pel kering. Dinding Lapis Marmer Pemeliharaannya : a. disarankan yang tidak mengandung air keras c. Sikat permukaan marmer dengan sikat plastik halus dan bilas dengan air bersih tambahkan dengan menggunakan deterjen atau sabun d. Periksa sealant dan backup pada sambungan komponen. Dinding dengan penutup Clading Alluminium Composit Pemeliharaannya : a. kemudian sapukan merata. Plafon tripleks akan rusak terutama pada bagian luar gedung setelah lebih dari 10 ( sepuluh ) tahun penggunaan b. tunggu beberapa detik. ember. bila kedapatan ada kabel yang terkelupas harus diperbaiki dahulu. Disarankan yang tidak mengandung air keras atau asam kuat d. Gunakan disinfectant untuk membunuh bakteri yang ada dilantai atau dinding yang bersangkutan minimal 2 ( dua ) bulan sekali f. Gunakan disinfectant untuk membunuh bakteri yang ada dilantai atau dinding yang bersangkutan minimal 2 ( dua ) bulan sekali e. Absolute Sprayer. Gunakan bahan pembersih yang tidak merusak semen pengikat keramik. Untuk perbaikan. air keras dan asam kuat d. cat lama harus dikerok sebelum melakukan pengecatan ulang. Bersihkan permukaan komponen dengan sabun dan deterjen kemudian bilas dengan air bersih dengan alat penyemprot manual e. Plafon Tripleks Pemeliharaannya : a. Gunakan bahan pembersih yang tidak merusak Allumunium dan Sealant seperti bahan-bahan yang mengandung thiner / benzenat. Bersihkan kotoran yang melekat sekurang – kurangnya 3 ( tiga ) bulan sekali dari kotoran yang melekat c. Activator. Plafon Akustik Pemeliharaannya : Sebelum pekerjaan dimulai.

Gunakan pelumas yang sesuai yaitu pelumas pasta atau pelumas cair lainnya. Plafon Gipsum Pemeliharaannya : Perhatikan plafon gipsum yang berada pada sisi luar bangunan gedung. gunakanlah secara bertahap atau gunakan alas plastik di bawahnya e. Kupas / korek bagian yang telah rusak karena air b. tunggu beberapa detik lalu disapukan dengan spons. dari kotoran yang melekat b. grendel dan engsel pada pintu yang tingkat penggunaannya tinggi. Bersihkan permukaan kayu dengan menggunakan kuas atau sapu atau alat lain serupa. 2 e. Bersihkan permukaan metal dengan menggunakan kuas atau sapu atau alat lain serupa. Plafon Kayu Pemeliharaannya : a. Periksa keadaan kunci. agar bersih . Lakukan setiap 2 ( dua ) bulan sekali b. Bersihkan permukaan komponen dengan cairan sabun atau deterjen kemudian bilas dengan air bersih dengan alat penyemprot manual ( bottle sprayer ) 11. seperti pintu keluar. 12. dan spons yang telah kotor dibilas air bersih setelah itu dapat digunakan lagi d. rolling door. spons (drop clothes). Lakukan pembersihan setiap 2 ( dua ) bulan sekali 8. rolling door. Cara memperbaikinya : a. 10. pintu ruangan dan lain sebagainya b. 9. Perindah kembali dengan menggunakan teak oil bila perlu dipolitur atau dicat kembali. Plafon Metal Pemeliharaannya : a. Ratakan dengan menggnakan kape atau plastik keras hingga rata dengan permukaan di sekitarnya d. jangan terlalu banyak menggunakan cairan. Tutup dengan bahan serbuk gipsum ( gypsum powder ) yang telah diaduk dengan air c. Untuk menjaga kebersihan lantai. c. sehingga kotoran yang melekat akan terangkat sampai ke pori – porinya. Gunakan kuas lebar 4” ( 10 cm ) untuk permukaan dan bagian lekuk yang ada pada permukaan pintu. Lumasi bagian yang bergerak dengan pelumas. dan ulangi lagi apabila masih kotor. falding door dengan alat yang lembut untuk menghilangkan debu yang melekat b. Tutup dengan plamur tembok dan cat kembali sesuai dengan warna yang dikehendaki. Lakukan pelumasan sekurangnya 2 ( dua ) bulan sekali d. kemudian ampelas dengan ampelas No. dari kotoran yang melekat. Grendel. Lakukan setiap 2 ( dua ) bulan sekali c. Sliding door. Bersihkan sliding door. segera ganti dengan yang baru atau diperbaiki. falding door Pemeliharaannya : a. Campurkan formula activator untuk memudahkan pengangkatan kotoran kuat. sekaligus menghilangkan karat yang terbentuk karena kotoran dan cuaca / debu c. dan Engsel Pemeliharaannya : a. Kunci. bila terkena air akibat atap yang bocor. Tunggu hingga kering.

bersihkan terutama di bagian bawah yang dekat dengan lantai c. Untuk kusen besi sebaiknya dilakukan pengecatan secara periodik sekurangnya setahun sekali. Pemeliharaan yang dilakukan : a. Lakukan setiap 2 bulan sekali agar tampilan warna tetap baik dan berkesan terpelihara e. Lumasi bagian yang bergerak dengan pelumas yang berkualitas baik pada setiap bagian yang bergerak dan pertemuan antar komponen pintu. Door Closer Pemeliharaannya : a. dengan cara :  Kerok bagian bawah terutama bagian yang kena kotoran dan air  Ampelas hingga bersih  Berikan meni besi yang sesuai dan berkualitas  Cat kembali dengan cat besi dengan warna yang sesuai 16. Bersihkan kusen kayu dari debu yang menempel setiap hari b. Diusahakan agar tidak ada air yang menggenangi badan pondasi c. Pasang kembali ke pintu dan kencangkan baut pengikat secara baik. c. Jangan menggunakan bahan pembersih yang korosif kecuali dengan sabun cair atau pembersih kaca. Pada tempat – tempat yang menghasilkan debu. Bila bocor ganti dengan seal karet yang berukuran sama dengan yang telah ada c. Kusen Aluminium Pemeliharaannya : a. 13. Bersihkan kusen dari debu atau kotoran yang menempel setiap hari b. Bila kusen dipolitur usahakan secara periodik dilakukan polituran kembali setiap 6 ( enam ) bulan sebagai pemeliharaan permukaan c. P o n d a s i Pondasi bangunan berfungsi menahan beban gedung yang ada di atasnya. isi kembali minyak yang ada di dalamnya b. Kusen aluminum dibersihkan dengan finishing powder coating setiap 1 ( satu ) bulan sekali c. 14. Lakukan secara periodik. Dasar pondasi harus dijaga dari adanya penurunan yang melebihi persyaratan yang berlaku . B. Kusen Kayu Pemeliharaannya : a. Bila kusen dicat dengan cat kayu maka usahakan pembersihan dengan deterjen atau cairan sabun dan gunakan spon untuk membersihkannya 15. Kusen aluminium harus diperlihara pada bagian karet penjepit kaca ( sealant ) b. Sekitar gedung atau bagian yang dekat dengan badan pondasi diusahakan agar bersih dari akar pohon yang dapat merusak pondasi b. Gunakan deterjen dengan bantuan spon serta bilas dengan air bersih d. Buka tutup door closer. Komponen Struktur Gedung 1. Kusen Plastik dan Kusen Besi Pemeliharaannya : a. Cuci dengan cairan sabun dan bilas dengan air bersih serta keringkan d. pembersihan dilakukan setiap hari d.

0 % g. dsb ). Jauhkan pondasi dari akar pohon atau akar tanaman lain yang bersifat merusak c. Jauhkan pondasi dari akar pohon atau akar tanaman lain yang bersifat merusak c. Pemeliharaan yang dilakukan : a. Atau lindungi akar tanaman yang merusak dengan bahan yang tidak tembus dan bersifat keras sehingga akar tidak merusak pondasi gedung. 3. Pondasi Tiang Pancang Biasanya tiang pancang kayu dipergunakan untuk gedung atau perumahan di daerah pasang surut ( misal : Kalimantan. Pondasi Menerus Bahan Beton / Monolitik Pondasi ini dipakai hampir di setiap gedung dan perumahan untuk menahan beban yang ada di atasnya pada dengan kondisi tanah lembek. Dasar pondasi harus dijaga sedemikian rupa sehingga air yang mengalir di sekitar pondasi tidak mengikis tanah sekitar pondasi sehingga dasar pondasi menjadi sama dengan permukaan tanah e. 2. Campuran bahan kimia harus dilakukan sesuai ketentuan agar tidak berdampak pada lingkungan sekitar. Pada permukaan tiang pancang kayu harus bersih dari lumut atau binatang air yang menempel pada tiang yang bersangkutan. Atau lindungi akar tanaman yang merusak dengan bahan yang tidak tembus dan bersifat keras sehingga akar tidak merusak pondasi gedung. Pemeliharaan yang dilakukan : a. Pondasi Menerus Batu Kali Pondasi ini dipakai hampir di setiap gedung dan perumahan untuk menahan dinding dan beban yang ada di atasnya Pemeliharaan yang dilakukan : a. 5. Pondasi Sumuran Batu Kali Pondasi ini dipakai untuk pembangunan gedung pada keadaan lokasi dan pertimbangan ekonomis tertentu. taburkan atau siram sekitar pondasi dengan bahan kimia seperti :  Aldrien  Chlordane  Dieldrin  Heptaclor  Lindane f. Untuk ujung tiang pancang kayu yang pada saat tertentu air surut terkena panas matahari dan air secara berganti – ganti. Pondasi tipe ini untuk gedung tingkat rendah sampai 2 ( dua ) lantai. tiang kayu secara periodik diberikan cat emulsi yang tahan air dan panas c. Tiang pancang dari bahan beton bertulang atau besi tidak memerlukan pemeliharaan b. d. yang menggunakan kayu sebagai bahan utama. Usahakan drainase sekitar gedung telah dirancang dan berjalan dengan baik selama gedung dioperasikan b. 4. . Untuk daerah yang banyak rayap.5 % sampai dengan 2. Usahakan drainase sekitar gedung telah dirancang dan berjalan dengan baik selama gedung dioperasikan b. Campurkan dengan air dalam perbandingan 0.

Pemeliharaan yang dilakukan : a. Struktur Baja Bagian gedung yang menggunakan bahan ini biasanya pada konstruksi kuda – kuda atau konstruksi atap gedung atau tiang dan bagian pelengkapnya seperti batang diagonal antar tiang. Untuk bagian konstruksi yang terkena langsung air dan panas secara bergant – ganti dalam waktu lama harus diberi lapisan cat atau meni besi yang berkualitas baik c. 7. Bersihkan kotoran yang menempel pada permukaan beton secara merata b. Jauhkan pondasi dari akar pohon atau akar tanaman lain yang bersifat merusak c. maka bersihkan permukaan dan segera beri lapisan meni yang sesuai dengan kondisi daerah dimana konstruksi berada  Beri lapisan meni / primary coat yang sesuai dengan peruntukkannya sebanyak 2 – 3 kali lapisan  Bila dikehendaki dapat dicat dengan cat besi yang sesuai warna yang diinginkan  Untuk bagian tiang bagian bawah usahakan agar tidak terjadi genangan air pada ujung tiang yang bersangkutan. Atau lindungi akar tanaman yang merusak dengan bahan yang tidak tembus dan bersifat keras sehingga akar tidak merusak pondasi gedung. atau bahan lain yang bersifat korosif b. Usahakan pada titik pertemuan konstruksi tidak ada air yang menggenang atau tertampung oleh sambungan komponen. Usahakan permukaan bahan struktur baja tidak terkena bahan yang mengandung garam. Pemeliharaan yang dilakukan : a. Struktur Beton Bagian gedung yang menggunakan bahan ini biasanya pada konstruksi tiang. lantai / plat lantai atau atap. 6. Usahakan drainase sekitar gedung telah dirancang dan berjalan dengan baik selama gedung dioperasikan b. sehingga air kamar mandi atau air hujan meresap ke dalamnya dan keluar ke bagian lain gedung sebagai kebocoran. Pemeliharaan yang dilakukan : a. Cat kembali dengan cat emulsi atau cat yang tahan air dan asam pada permukaannya . Biasanya kebocoran yang terjadi pada plat lantai karena adanya retak rambut pada konstruksi plat. Cara pelaksanaan :  Bersihkan permukaan dari kotoran dan debu dengan sabun atau deterjen atau bahan pembersih lain yang tidak korosif atau dengan menggunakan sikat besi dan amplas atau kertas gosok / sand paper  Apabila permukaan yang kotor pada konstruksi dapat mempergunakan metode sand blasting dengan peralatan khusus  Bersihkan permukaan baja sampai pada permukaan asli  Bilamana kondisi konstruksi tidak terlalu kotor. maka bersihkan dan berikan lapisan kedap air atau dapat dipergunakan jenis cat emulsi yang menggunakan bahan tahan air dan asam ( misal : jenis cat pencegah bocor ). atau bersihkan kotoran pada lubang pembuangan air pada konstruksi sehingga tidak terjadi karat atau oksidasi. Apabila ini terjadi.

c. spesi yang terdapat di antara batu bata setebal setengah dari ketebalan bata. kemudian beri lapisan air semen dan plester kembali dengan spesi / mortar semen – pasir d. bersihkan dan buat permukaan tersebut dalam keadaan kasar.. Pada retakan plat atau dinding beton dapat digunakan bahan Epoxy Grouts seperti :  Conbextra EP 10 TG untuk injeksi keretakan beton dengan celah antara 0. Bila dinding retak :  Diperiksa terlebih dahulu. Dinding Bata Merah atau Conblock Dinding berfungsi hanya sebagai partisi atau dapat bersifat pula sebagai penahan beban ( wall bearing ).25 – 10 mm  Conbextra EP 40 TG mortar grouting untuk mengisi keretan beton dengan celah antara 10 – 40 mm  Conbextra EP 65 TG mortar grouting untuk mengisi keretakan beton dengan celah antara 0. Biasanya kebocoran yang terjadi pada plat lantai semacam ini karena adanya retak rambut pada konstruksi plat akibat beban gedung yang melebihi kapasitas yang seharusnya atau disebabkan oleh cara pengecoran beton yang tidak sempurna. 9. Di lapangan kondisi dinding bata berbeda – beda. Untuk bagian tiang bangunan yang rontok karena terkena benturan benda keras. b. Kondisi ini kerap terjadi di daerah dengan muka tanah tinggi atau letak dinding gedung yang berfungsi sebagai penahan tanah seperti di perbukitan ( misal : villa / rumah peristirahatan ). 8. tidak menggunakan mortar yang kedap air.25 – 10 mm. Dengan demikian air kamar atau air hujan meresap ke dalamnya dan keluar ke bagian lain bangunan sebagai kebocoran. Struktur Komposit Bagian gedung yang menggunakan bahan ini biasanya pada konstruksi lantai / plat lantai. Kadang ditemui dinding yang selalu dalam keadaan basah sehingga memungkinkan tumbuhnya lumut dipermukaannya. Hal tersebut disebabkan mortar dinding yang diletakkan di antara batu bata. apakah keretakan disebabkan oleh faktor muai susut plesteran dinding atau akibat dampak kegagalan struktur bangunan gedung  Bila keretakan diakibatkan oleh muai susut plesteran dinding. menggenang di bagian rongga antara bahan beton dan plat gelombang. dalam arah horizontal sepanjang 1 ( satu ) meter  Gantikan mortar yang telah dikorek dengan spesi atau mortar kedap air ( campuran = 1 PC : 3 Pasir )  Bila telah mengering lanjutkan ke arah horizontal selanjutnya  Bila telah selesai satu sisi dinding. lakukan pada sisi yang lain hal serupa  Kemudian plester kembali dinding dengan campuran yang sesuai. Bila dinding rembes air atau selalu basah :  Hilangkan plesteran dinding terlebih dahulu  Ukur sekitar 15 sampai dengan 30 cm dari sloof dinding yang ada ke arah vertikal  Dikorek dengan sendok mortar atau alat pahat dsb. Pemeliharaan yang dilakukan antara lain : a. maka :  Buat celah dengan pahat sepanjang retakan  Isi celah dengan spesi atau mortar kedap air ( campuran: 1 PC : 3 Pasir ) .

bilas sampai bersih. persyaratan juga dapat berlaku untuk sarung tangan katun dan uniform katun yang dapat digunakan kembali. Bila diinginkan selanjutnya dicat dengan bahan vernis atau disemprot dengan bahan cat transparan untuk mencegah lumut dan kotoran dan lumpur yang menempel c. Bila dinding basah karena saluran air bocor : Perbaiki saluran terlebih dahulu 10. Dinding batu tempel untuk hiasan pada bangunan dapat dilakukan pemeliharaan serupa. Bersihkan bagian permukaan kayu dari debu secara periodik sekurang – kurangnya 1 ( satu ) bulan sekali b. Lakukan dengan menggunakan kuas atau kain kaos ( tapas ) secara merata beberapa kali berlapis c. 11. 12.  Kemudian rapikan dan setelah mengering plamur serta cat dengan bahan yang serupa c. Pelaksanaan Pemeliharaan dan Perawatan  yang kotor tidak boleh dicampur dengan yang bersih karena dapat menyebabkan kebakaran. Dinding kayu dengan finishing cat kayu. Dinding Beton Pada gedung yang menggunakan expose concrete seperti pada dinding luar gedung. Agar penampilan gedung tetap terjaga maka bagian luar pondasi taman ini harus dilakukan pemeliharaan. ampelas dan berikan cat dasar  Sebagai finishing akhir cat kembali dengan warna yang sesuai. Dinding Batu Kali Dinding batu kali biasanya hanya digunakan pada bagian gedung di bagian luar sebagai pelengkap ( misal : untuk taman ). Bagian ini perlu dipelihara agar interior bangunan tidak terkesan kusam. lapisan luar kolom. untuk pengecatan kembali setelah beberapa kali dicat ulang maka :  Sebaiknya sebelum pengecatan kembali untuk memperbaharui tampilan cat sebaiknya dikerok hingga kelihatan urat kayunya lagi  Tutup bagian yang tidak rata dengan plamur kayu. Bersihkan permukaan expose concrete dengan menggunakan sabun. Pemeliharaan yang dilakukan : a. secara periodik sekurang – kurangnya 2 ( dua ) kali dalam setahun b. Pemeliharaan yang dilakukan antara lain : a. lakukan setiap 6 ( enam ) bulan sekali b. Pemeliharaan yang dilakukan antara lain : a. Pembersihan permukaan batu dengan menggunakan peralatan sikat dan air. permukaan setelah dibersihkan rawat dengan menggunakan politur atau teak-oil yang sesuai. Lakukan pemberian cat transparan dengan warna doff / un – glossy pada permukaan yang ada sebanyak 2 ( dua ) lapis. . Bila warna telah kusam karena usia pemakaian yang lama. Selain lap. Dinding Kayu Dinding lapis kayu biasanya dipergunakan hanya pada komponen arsitekur / interior.

Tenaga seperti : tukang batu. Menentukan Usulan Teknis Pelaksanaan Perawatan Pekerjaan g. Mengajukan Rencana Anggaran Biaya Perawatan disertai Jadwal Pelaksanaan untuk mendapat persetujuan i. tukang kayu. Jenis bahan pengganti harus disesuaikan terhadap bahan yang terpasang sebelumnya b. dan bila diperlukan menggunakan Alat Pelindung Diri ( APD ). Untuk kerusakan yang terdapat di luar area yang ditempati karyawan atau area yang tidak mengganggu aktivitas kantor. maka perbaikan boleh dilaksanakan pada jam kerja kantor dengan seijin Ketua Yayasan selaku Pemberi Tugas. maka perbaikan harus dilaksanakan di luar jam kerja atau pada saat ruangan tidak dipakai untuk kerja dengan seijin Ketua Yayasan selaku Pemberi Tugas b. Untuk kerusakan yang terdapat di area yang bisa mengganggu aktivitas kantor. c. 4. Tenaga Kerja a. 2. pelumas dan lainnya yang mudah terbakar banyak digunakan di hunian. 6. Peralatan dan Bahan yang Digunakan a. 5. Menentukan Skala Prioritas Pelaksanaan Perbaikan f. Menjaga kebersihan dalam pelaksanaan pekerjaan e. Diperlukan 1 ( satu ) orang penyelia ( supervisor ) yang memahami aspek – aspek yang terkait dengan pemeliharaan dan perawatan gedung b. Mendata semua komponen yang ada pada gedung b. Menyusun Program Pemeliharaan Komponen Gedung d. dsb dengan pengalaman yang cukup. Menginformasikan jadwal pelaksanaan pekerjaan kepada jajaran terkait .1. Tujuan Perbaikan Memelihara penampilan gedung agar selalu dalam keadaan terbebas dari kerusakan akibat pemakaian. dan sebuah program kerumahtanggaan yang baik akan menjamin bahwa residunya yang Sistem Pelaksanaan Persyaratan Pelaksanaan : a. memakai tanda pengenal. Menentukan Jadwal Pemeliharaan Komponen Gedung e. cuaca dan pudar karena kondisi waktu. Tidak mengganggu aktivitas kantor b. rencana kerja / perbaikan kepada Ketua Yayasan selaku Pemberi Tugas sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan. serta dengan jumlah yang disesuaikan dengan luasan / volume pekerjaan. Pelapis dan pelumas ( coatings & lubricants ) : Cat. Pemeriksaan dan Memasukan ke dalam Daftar Simak ( Check List ) Kondisi Komponen Gedung c. Memenuhi spesifikasi teknis pelaksanaan sesuai dengan material yang diperbaiki d. minyak gemuk. 3. Waktu Kegiatan a. Standar Teknis a. Membuat Rencana Anggaran Biaya Pelaksanaan Pekerjaan Perawatan h. Petugas berseragam. Pelaksana Pekerjaan harus mengajukan contoh bahan. Pelaksana Pekerjaan harus mengikuti perkembangan teknologi dalam hal :  Bahan bangunan dan metoda pemasangannya  Peralatan yang digunakan untuk perbaikan. Hasil perbaikan atau penggantian seperti kondisi semula / aslinya ( mutu dan jumlahnya ) c.

Pemeliharaan : a. Gosok dengan spon plastik atau sikat yang lembut d. Alirkan dari kran air panas. bath tub. Melakukan Pengawasan pada saat pelaksanaan pekerjaan k. . j. Bila terjadi kebocoran pada sambungan pipa PVC. Saluran air bersih yang memerlukan pengamatan adalah saluran PVC yang tidak terlindung dari panas matahari b. terutama saluran yang menggunakan bahan PVC. Usahakan pembersihan lebih sering bila menggunakan air sumur yang tidak diolah terlebih dahulu. Tambahkan penggantung pada dinding untuk menopang atau menyanggah pipa PVC bila ada sebagian penggantung yang lepas c. 2. sekurang – kurangnya 1 ( satu ) bulan sekali c. beri jeruji dari batang besi sebagai penghalang sampah agar saluran tidak tersumbat. Periksa saluran tegak air kotor pada gedung. Saluran Air Bersih Pemeliharaan : a. air selama 10 ( sepuluh ) menit agar kotoran yang ada dalam tangki water heater menjadi bersih c. periksa pada setiap sambungan yang menggunakan lem sebagai penyambungnya. Bilas dengan air bersihKeringkan dengan kain lap yang bersih 4. Pada saluran tertutup air kotor. b. Bersihkan saluran terbuka air kotor pada sekitar gedung dari barang – barang yang dapat menggangu aliran air dalam saluran. periksa melalui bak kontrol saluran. Bersihkan setiap hari dengan cairan sabun atau bahan pembersih lain yang tidak menyebabkan terjadinya korosi pada alat-alat yang terbuat dari metal c. Pemanas Air 5. maka lakukan hal – hal :  Matikan aliran air dari stop kran yang ada  Lem kembali dengan lem PVC sejenis dengan pipa atau balut dengan karet bekas ban dalam motor untuk kondisi darurat ( bersifat sementara ) sehingga kebocoran dapat dihentikan  Jalankan kembali aliran air bersih yang ada. Menyiapkan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan l. kloset duduk dan kloset jongkok b. Peralatan Sanitair Pemeliharaan : a. Menyiapkan Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan C. 3. Matikan aliran listrik atau gas b. Saluran Air Kotor Pemeliharaan : a. Peralatan sanitair adalah washtafel. Lakukan pembersihan / service sesuai dengan petunjuk pemasangan setiap 4 ( empat ) tahun sekali d. Cara perbaikannya :  Ampelas atau buat kasar permukaan yang retak atau pada ujung sambungan  Beri lem PVC pada daerah yang ingin disambung  Sambungkan kembali bagian tersebut. shower. Komponen Mekanikal Gedung 1. Bila ditemui terdapat kebocoran segera tutup kembali.

6. Bersihkan setiap kali sesudah dipergunakan atau sekurang – kurangnya setiap hari b. Periksa sekurang – kurangnya setiap 2 ( dua ) bulan setiap kran yang ada b. . Komponen Tata Udara Pemeliharaan dan perawatan tata udara harus memperhatikan mutu udara dalam bangunan agar tidak menimbulkan dampak pada kesehatan dan kenyamanan manusia. Kencangkan baut pengikat putaran kran c. Jangan menggunakan ampelas / sand paper untuk membersihkan permukaan bak cuci. 7. Kran Air Pemeliharaan : a. Ganti bila perlu. seal / karet pada batang putar ulir kran. sabun atau deterjen c. D. Bak Cuci Piring Pemeliharan : a. Gunakan plastik spon yang halus dan cairan pembersih.

Panel Control / Power Komponen pada panel power diperiksa secara rutin terutama contact shoe dari kontaktor apakah baik atau sudah tidak baik. b. semua setting point harus diperiksa dan di – readjust secara berkala. Sedangkan level oli yang dapat dilihat pada Sight Glass secara visual harus diperhatikan dan tidak boleh lebih rendah dari yang diisyaratkan oleh pabrik. Untuk mengetahui perpindahan panas baik atau tidak maka tekanan refrigerant pada condensor dan cooler harus diukur secara rutin. Chiller Unit Chiller dapat dibagi menjadi beberapa bagian besar seperti :  Compressor  Condenser  Metering Device  Evaporator  Panel Control / Power Pemeriksaan / pemeliharaan secara rutin terhadap item di atas menjadi penentu beroperasinya peralatan chiller tersebut dengan baik. Condenser / Cooler Apabila perpindahan panas pada kedua heat exchanger ini tidak baik. a. Kompresi dari compressor diukur di sisi tekanan tinggi ( disharge ) dan di sisi tekanan rendah ( suction ). maka temperatur yang diinginkan tidak akan tercapai. Sedang untuk panel control. temperatur air yang masuk dan keluar diukur secara rutin. c. sehingga alat ini harus diperiksa rutin dan diset ulang apabila terjadi perubahan pada aliran refrigerant. Metering Device Apabila metering device terganggu.Megger apabila diperlukan. Dengan menggunakan pressure gauge tekanan oli sebagai pelumas bagian yang bergerak dalam kompresor diukur secara periodik. Dengan pemeliharaan yang baik. Compressor Merupakan jantung dari unit chiller yang hampir semua bagian dalamnya bergerak. . Demikian juga dengan motor compressor sebagai penggerak. d. Oleh sebab itu pemeriksaan kompresinya secara berkala adalah suatu keharusan. Khusus untuk condensor. dan dapat dioperasikan setiap saat. arus yang masuk dan tegangannya diukur dengan menggunakan Tang Ampere dan harus diukur secara berkala. maka aliran refrigerant terganggu.Pemeliharaan dan perawatan tata udara yang baik tidak terlepas dari peralatan – peralatan tata udara yang digunakan. dan tekanan diukur dengan menggunakan pressure gauge. Masalah yang bisa timbul adalah tersumbatnya orifice pada alat ini. maka diharapkan life time dari suatu peralatan akan menjadi lebih panjang. Untuk Cooler. Demikian juga terminal – terminal kabel apakah ada yang kendor atau tidak. dan juga harus di . 1. motor fan yang berfungsi untuk menggerakkan udara pendingin harus diperiksa. Terutama komponen yang berhubungan dengan safety device.

Seal harus diperiksa dan diganti secara rutin. meliputi peralatan / perlengkapan : 1. Tali baja yang kering atau menunjukkan adanya tanda – tanda korosi. ruang luncur dan pit harus dijaga kebersihannya dan bebas dari sampah. c. yaitu arus dan tegangannya harus sesuai dengan nominal. Tali baja yang memperlihatkan tanda – tanda retak. pesawat pengaman. dan juga distribusi ke setiap ruangan harus sesuai dengan masing – masing kebutuhan. Kegiatan pemeliharaan berupa inspeksi. dan atau diameternya susut lebih dari 10 % dari ukuran semula. service. Demikian juga alignment coupling – nya harus diperiksa dengan menggunakan dial gauge. e. Untuk mengetahui operasi dari AHU / FCU harus diperiksa tekanan air dingin masuk dan keluar AHU dengan menggunakan pressure gauge dan juga temperatur air dingin masuk dan keluar AHU dengan menggunakan Thermometer. Ducting yang merupakan saluran udara harus diperiksa apakah ada kebocoran atau tidak khususnya flexible duct dan main duct. dan penggantian suku cadang terhadap sub system / peralatan sistem pengkondisian udara disesuaikan dengan jadwal. Dari data ini dapat diketahui bagaimana operasi dari AHU dan FCU. dan cecaran minyak b. Komponen Transportasi Vertikal Pada dasarnya Pemeliharaan dan Perawatan transportasi dalam gedung mengikuti standar pemeliharaan yang ditetapkan oleh pabrik pembuat peralatan yang terpasang. Instalasi Pipa Instalasi pipa chiller harus diperiksa secara rutin apakah pipanya berkarat dan isolasinya masih cukup baik atau tidak. E. Demikian juga dengan arus motor penggerak AHU dan FCU diukur secara berkala dengan menggunakan Tang Ampere atau Multimeter. penyangga ( buffer ) dan peralatannya harus dirawat dan dilumasi secara teratur. Untuk AHU. pintu – pintu. d. Kamar mesin. P o m p a Motor dan Starter pompa harus diperiksa secara rutin. AHU / FCU / Ducting Dengan menggunakan Air Flow Meter harus diyakinkan bahwa udara yang dipasok dari Air Handling Unit ( AHU ) / Fan Coil Unit ( FCU ) masih sesuai dengan yang diisyaratkan. harus segera diganti dengan yang baru. 3. Atap Kereta ( Top of Car ) Pemeriksaan meliputi :  Akses ke pintu darurat di atas kereta ( emergency exit )  Saklar pengaman kecepatan lebih ( safety operated switch ) . V belt harus diperiksa ketegangannya secara rutin. dengan jenis pelumas yang sesuai dengan jenis dan merknya. mesin. L i f t ( Penumpang / Barang ) Setiap lift perlu dipelihara dan diperiksa : a. governor. 4. Ini dapat diketahui dengan mengukur temperatur udara tiap ruangan dengan menggunakan thermometer. debu. harus dilumasi dengan minyak pelumas khusus. putus. Rel pemandu. 2. atau patah pada beberapa komponen kawat ataupun berkarat. kereta. Pemeliharaan dan Perawatan transportasi Dalam gedung.

Lantai Lobby Lift i. Komponen Proteksi Kebakaran Pemeliharaan dan perawatan Proteksi Kebakaran termasuk menjaga berfungsinya semua peralatan / perlengkapan pencegahan api ( fire stop ) : 1. F. Pit harus dijaga kebersihannya dan bebas dari sampah. b. d. periksa kecepatan putar puli roda tarik ( traction sheave ) g. U m u m Pedoman ini menetapkan persyaratan minimum pemeliharaan dan perawatan proteksi kebakaran. harus segera diganti dengan yang baru. debu.  Broken tape switch  Saklar henti darurat ( emergency stop switch )  Limit switch di ujung atas ruang luncur  Kontak-kontak pintu (door contacts) f. dan peralatannya harus dirawat dan dilumasi secara teratur. atau putus. Eskalator / Travelator Setiap eskalator/travelator perlu dipelihara dan diperiksa : a. harus segera diganti dengan yang baru. motor. dengan jenis pelumas yang sesuai dengan jenis dan merknya. yang meliputi : . Pemeriksaan meliputi :  Kondisi pintu lantai ( hoistway entrance )  Tidak berbunyi  Tidak bergetar  Posisi tidak miring  Pertemuan daun pintu  Fungsi tombol – tombol  Fungsi lampu – lampu indikator tiap lantai  Fungsi emergency key device 2. Step & Roller. Ban pegangan yang memperlihatkan tanda – tanda retak. c. P i t Pemeriksaan meliputi :  Plat tabir pemisah bobot imbang ( counter weight )  Tangga monyet  Kebersihan dasar pit  Final limit switch  Directional limit switch h. Landasan dan Combplate yang rusak atau patah/retak. dan cecaran minyak. Kamar Mesin Pemeriksaan meliputi :  Besaran nilai sekring ( Ampere )  Power rating Motor ( kW )  Putaran motor ( rpm )  Frekuensi ( Hertz )  Temperatur Rise Motor  Isolasi motor  Dengan menggunakan tachometer.

yang sebetulnya mudah dipadamkan bila tidak ada masalah lemak yang terakumulasi di bagian dalam dakting dan di peralatan pembuangan : o Alat penyaring lemak ( grease filter. langit – langit. termasuk : a) Lantai Perawatan umum lantai seperti pembersihan. peralatan penyedot harus dilengkapi dengan motor tahan penyalaan ( ignition – proof motor ) untuk menjamin operasi yang aman. Kerumahtanggaan keselamatan kebakaran meliputi : 1) Pemeliharaan dan perawatan bagian – bagian gedung. o Kompon sapu ( sweeping compound ) o Minyak lantai ( floor oil ) o Lilin lantai ( floor wax ) o Semir perabotan ( furniture polish ) o Gunakan selalu bahan pembersih tidak berbahaya ( nonhazardous cleaning agent ) b) Debu dan kain tiras ( dust & lint ) : Dalam banyak fungsi / hunian bangunan diperlukan prosedur pembersihan / pembuangan debu dan kain tiras mudah terbakar yang terakumulasi dari dinding. penanganan dan sebagainya dapat memberikan bahaya kebakaran bila pelarut atau pelapis yang mempunyai sifat mudah terbakar digunakan. memberikan masalah yang menyusahkan karena lemak terkondensasi di bagian dalam dakting dan di peralatan pembuangan. Kecuali prosedur ini dijalankan dengan aman menggunakan penyedot debu ( vacuum cleaner ) atau sistem penggerak udara ( blower & exhaust system ).  Kerumahtanggaan keselamatan kebakaran ( fire safety housekeeping )  Sarana jalan ke luar ( means of access )  Sistem deteksi dan alarm kebakaran dan sistem komunikasi suara darurat  Alat pemadam api ringan ( APAR / fire extinguisher )  Sistem pompa kebakaran terpasang tetap  Sistem pipa tegak dan slang atau hidran bangunan  Sistem sprinkler otomatik  Sistem pemadam kebakaran terpasang tetap lain  Sistem pengendalian dan manajemen asap. grease removal device ) harus diinspeksi setiap hari dan kalau perlu dibersihkan o Dakting pembuangan dan peralatan terkait harus diinspeksi mengikuti frekuensi sistem pembuangan asap dapur. 2. maka seluruh sistem dakting pembuangan harus dibersihkan . dapat menimbulkan bahaya kebakaran atau ledakan. atau bila sisa ( residu ) yang mudah terbakar dihasilkan. Bila ditemui deposit lemak. Kerumahtanggaan keselamatan kebakaran ( fire safety housekeeping ) a. Pada beberapa kasus di mana atmosfir penuh dengan debu. Lemak yang terakumulasi ini dapat menyala oleh bunga api dari peralatan masak atau oleh kebakaran kecil minyak / lemak masak yang terlalu panas. c) Dakting pembuangan dan peralatan terkait : Dakting pembuangan dari cerobong ( kitchen hood ) di atas peralatan masak seperti terdapat di restoran dan kafetaria. lantai dan komponen struktur terbuka.

 Kontrol friksi / gesekan : Sebuah program pemeliharaan pencegahan ( preventive maintenance ) harus ada untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi potensi sumber friksi / gesekan. Outlet yang kotor di langit – langit dan dinding adalah bukti akibat tidak dipelihara dengan baik. debu yang mudah menyala dan material lainnya yang mudah terbakar. Asbak dengan rancangan khusus sangat penting untuk merokok yang aman. kuncinya di sini adalah mencegah terjadinya kebakaran pada tempat – tempat yang berpotensi timbulnya penyalaan.  Kontrol bahaya elektrikal : Program inspeksi / pemeriksaan secara berkala harus ada untuk mengidentifikasi sirkuit listrik yang kelebihan beban. pembumian dan ikatan antara dua obyek metalik ( grounding & bonding ). yaitu mulai : a) Pembuangan sampah  Tempat sampah : Tempat sampah yang berpotensi sebagai pembuangan sampah yang mudah terbakar ( puntung rokok ) harus terbuat dari bahan tidak mudah terbakar ( metal ) dan dilenglapi penutup metal. asbak besar berisi pasir disediakan untuk secara mudah digunakan mematikan atau membuang puntung rokok. . gas. dan sebagainya. Daerah dimana merokok diperbolehkan. dan sisinya harus cukup curam untuk memaksa perokok menempatkan seluruh sigaret ke dalam asbak. sambungan pengawatan peralatan yang ditumpuk terlalu banyak. Kontrol kebiasaan merokok juga memerlukan tempat yang cukup untuk puntung rokok. 2) Kerumahtanggaan hunian dan proses. atau kombinasi cara – cara tersebut. Program pemeliharaan pencegahan ( preventive maintenance ) bangunan harus meliputi inspeksi / pemeriksaan dan uji coba tahunan dari semua pembumian termasuk pembumian dan bonding bangunan gedung. Pembersihan berkala sistem adalah perlu untuk kesehatan dan kerumahtanggaan yang baik. pengawatan peralatan yang rusak. Pada bangunan umum atau industri. lantai / keset yang konduktif.  Pemilahan / segregasi limbah : Sebaiknya sampah yang mudah terbakar dipisahkan dari sampah yang tidak mudah terbakar.  Kontrol listrik statik : Tindakan pencegahan terhadap bunga api listrik statis harus dilakukan di lokasi dimana terdapat uap. Tindakan pencegahannya adalah mempertahankan relatif humiditas yag tinggi. tutup kontak / stopkontak pembumian yang hilang. Asbak harus terbuat dari bahan tidak mudah terbakar dan mempunyai alur lekuk yang memegang sigaret dengan kuat. b) Pengendalian / kontrol sumber penyalaan  Kontrol kebiasaan merokok : pengaturan merokok harus spesifik tentang tempat dan kalau dapat waktu. Semua filter harus secara berkala dibersihkan. harus ditandai dengan jelas oleh tanda yang sesuai yang memberikan tanpa kompromi apa dan dimana yang diperbolehkan atau tidak diperbolehkan. juga daerah dimana merokok dibatasi atau sama sekali dilarang. o Sistem dakting yang lain : Semua sistem dakting dapat mengakumulasi kotoran dan bahan apa saja yang beredar di bangunan.

Karyawan harus mengerti bahayanya dan segera mengambil langkah untuk mematikan sumber penyalaan. Untuk masalah khusus ini. yang mempunyai tutup yang dibuat sedemikian rupa sehingga selalu menutup ( tutup memakai per atau imbangan berat ). Tong yang berisi bahan ini harus diberi tanda / label. karena mudah menyala bila terpisah tidak berupa satu bal / bungkus lagi. Baki penadah harus terbuat dari bahan tidak mudah terbakar dan berisi kompon yang menyerap minyak ( pasir atau tanah ).  Tumpahan cairan mudah terbakar : Tumpahan cairan mudah terbakar dapat diantisipasi di daerah dimana cairan semacam itu ditangani dan digunakan. menukar udara / ventilasi ruangan dan secara aman menghilangkan uap mudah terbakar. Baki penadah harus digunakan di mana material yang mudah menyala dan terbakar dikeluarkan. atau cair dan mempunyai titik nyala pada temperatur 60° C atau kurang.  Pembuangan limbah cair mudah terbakar dan korosif : Pembuangan limbah cair yang mudah terbakar sering menjadi masalah yang menyusahkan. permesinan yang menggunakan minyak pemotong dan bearing.  Penyimpanan cairan mudah terbakar : Cairan mudah terbakar harus disimpan di ruang terpisah. Baik lap yang masih bersih dan yang sudah dipakai sebaiknya secara terpisah disimpan dalam kotak metal. adalah termasuk Bahan Beracun dan Berbahaya ( B 3 ). atau kayu dengan lapisan dalam metal. dan dibuang di fasilitas yang mempunyai lisensi untuk menangani limbah ini sesuai perundangan dan ketentuan yang berlaku.  Genangan minyak : Terakumulasinya minyak memberikan masalah kerumahtanggaan di hunian dimana banyak digunakan minyak. Uap dari kamar pengecatan ( spray booth ) harus dibuang langsung ke luar bangunan dan residunya terakumulasi dengan aman. Pembuangan berkala kompon yang sudah menyerap minyak harus dilakukan.  Lap dan spon pembersih : Lap yang masih bersih pada umumnya digolongkan sebagai bahaya ringan. di dalam tempat yang terproteksi dan aman. seperti . diperlukan perencanaan dan pengaturan spesifik.  Baki penadah ( drip pans ) : Baki penadah penting pada beberapa lokasi. Lap mudah terbakar dikumpulkan dan dibuang dengan aman. dan selalu ada kemungkinan bahwa lap bersih tercampur dengan lap kotor yang sudah mengandung minyak. Terdapatnya limbah kotor atau sejumlah kecil minyak tertentu dapat menuju ke pemanasan spontan ( spontaneous heating ). dan cara mengatasinya harus tersedia. meliputi tersedianya material penyerap dan peralatan khusus untuk membatasi penumpahan.c) Bahaya perlengkapan kerumahtanggaan : Beberapa hunian mempunyai masalah kerumahtanggaan yang khusus yang melekat kepada sifat operasionalnya. Setiap bahan limbah yang cair dan korosif ( pH < 2 atau > 12 ). Praktek kerumahtanggaan yang baik menjamin bahwa hanya jumlah terbatas cairan mudah menyala dan terbakar yang boleh disimpan di daerah kerja atau produksi. terutama di bawah motor. Penyimpanan cairan mudah terbakar harus mengikuti ketentuan yang berlaku.

serbuk gergaji. misalnya pemeliharaan yang buruk dari instalasi lift hidrolik industri dapat menyebabkan kebocoran minyak yang akhirnya menimbulkan genangan di lantai kamar mesin lif hidrolik atau di dasar sumur lift. Meskipun telah digunakan minyak dengan titik nyala yang tinggi. menyediakan alat pemadam api ringan.  Penyimpanan palet : Penyimpanan palet kayu kosong harus sesuai ketentuan yang berlaku. terutama di genangan yang tercampur dengan sampah. Idealnya proses pengepakan dan pembongkaran dilaksanakan dengan cara yang teratur sehingga material paking tidak berceceran di fasilitas. Penyimpanan yang melebihi batas memberikan kebakaran tumbuh melampaui kemampuan proteksi kebakaran yang ada. cabikan kertas. Lemari ( locker ) ini dapat memberikan bahaya . dan karena itu berbahaya. menutupi atau memindahkan material yang mudah terbakar. dan setelah pekerjaan selesai harus ditunggui selama lebih kurang ½ jam sebelum meninggalkan lokasi.  Limbah berminyak ( oily waste ) : Lap kotor. Tindakan pengamanan harus dilakukan sebelum dan setelah pekerjaan pengelasan : pemeriksaan daerah lokasi pekerjaan. baru menerbitkan ijin pekerjaan. Sebuah daerah harus ditandai atau diidentifikasikan untuk disediakan sebagai tempat penumpukan material paking. kain tiras. Material paking yang sudah terpakai atau limbahnya dan bekas paking kayu dari ruangan penerima dan pengapalan harus dipindahkan dan dibuang secepat mungkin untuk meminimalkan bahaya kebakaran. dan dibuang setiap hari.  Material paking / pembungkus ( packing material ) : Hampir semua material paking yang sekarang digunakan adalah mudah terbakar. Genangan minyak dan bahan penyerap yang digunakan harus dibuang dalam tempat yang terbuat dari metal. setiap genangan minyak yang dapat terbakar dapat menjadi sumber kebakaran. kain guni dan semacamnya harus ditangani sebagai limbah kering. Bila ada dalam jumlah yang besar. dan jumlahnya dibatasi secara tegas. pakaian dan lainnya yang mengandung minyak dapat sangat berbahaya.  Lemari ( lockers & cupboards ) : Banyak fasilitas hunian yang menyediakan lemari bagi karyawannya untuk menyimpan barang – barang pribadi mereka. serbuk gergaji. Sistem sprinkler otomatik adalah proteksi paling baik untuk ruangan di mana disimpan material paking dalam jumlah besar. Sebaiknya Pekerjaan Pengelasan dan Pemotongan harus dilakukan orang pekerja yang memiliki Surat Ijin Kerja. maka harus disimpan dalam ruangan / gudang yang diproteksi. Plastik dalam bentuk kaku dan butiran. Daerah ini harus secara berkala dibersihkan dan sampahnya dibuang ke luar ke sebuah tempat sampah. Kerumahtanggaan yang baik mempersyaratkan bahwa barang – barang semacam itu disimpan di dalam tempat terbuat dari metal dan bertutup. terutama bila mengandung minyak yang spontan panas ( spontaneous heating ).  Pekerjaan pengelasan & pemotongan ( welding & cutting / hotworks ) : Pekerjaan pengelasan dan pemotongan dan pekerjaan yang menggunakan panas lainnya terbukti telah menjadi penyebab kebakaran yang signifikan.

Kerumahtanggaan halaman yang tidak memenuhi syarat dapat mengancam keamanan struktur bagian luar bangunan dan barang – barang yang disimpan di halaman. Barang-barang ini dapat menyala secara spontan atau secara kebetulan oleh korek api atau puntung rokok yang tidak sepenuhnya dimatikan yang tidak sengaja diletakkan karyawan di lemarinya. Inspeksi / pemeriksaan berkala meliputi : a) Peralatan Elektrikal o Tidak terdapat pengabelan yang serampangan o Kabel fleksibel tarik dalam kondisi baik o Motor dan peralatan bebas kotoran dan minyak pelumas o Letak lampu jauh dari barang mudah terbakar o Sirkuit mempunyai pengaman lebur atau diproteksi dengan benar o Peralatan khusus untuk daerah berbahaya ( hazardous areas ) o Sambungan pembumian bersih. dan harus meliputi :  Lokasi / daerah yang diperiksa  Frekuensi pemeriksaan  Apa kinerja yang dapat diterima  Siapa yang akan melakukan pemeriksaan. kebakaran bila pemakaiaanya tidak rapi atau jorok. Inspeksi / pemeriksaan harus didefinisikan dengan baik. d) Praktek kerumahtanggaan halaman : Kerumahtanggaan yang baik adalah sama pentingnya untuk di dalam maupun di luar bangunan. tidak longgar dan mempunyai kontinyuitas listrik b) Friksi / Gesekan o Mesin diberi pelumas yang sesuai o Mesin disetel dengan benar c) Material Bahaya Kebakaran Khusus o Penyimpanan barang mudah menyala terpisah o Barang non – metal bersih dari sampah metal d) Pengelasan dan Pemotongan o Daerah diperiksa untuk keselamatan terhadap kebakaran o Barang mudah terbakar ditutupi atau dipindahkan e) Api terbuka ( open flames ) o Jauhkan dari ruang pengecatan ( spray booth ) o Jauhkan dari pemukaan mudah terbakar . ilalang dan belukar yang tinggi bersebelahan dengan bangunan atau barang – barang yang disimpan adalah bahaya yang biasa ditemui. Kerumahtanggaan halaman meliputi :  Pengendalian / kontrol rumput dan ilalang  Peyimpanan barang di halaman secara aman  Pembuangan sampah di halaman secara aman 3) Inspeksi Inspeksi / pemeriksaan kerumah tanggaan adalah merupakan bagian penting dari sebuah program umum kerumah tanggaan. atau digunakan sebagai tempat untuk menyimpan barang bekas seperti lap kotor atau pakaian yang terkena cat. Akumulasi barang bekas dan sampah dan tumbuhnya rumput. Penting adanya sebuah program berkala untuk mengawasi halaman.

Sarana jalan keluar meliputi exit. tanda jalan ke luar. untuk Pintu :  Tidak boleh dikunci atau digembok  Kerusakan pada penutup pintu otomatik ( door closer )  Terdapatnya ganjal atau ikatan yang membiarkan pintu terbuka. atau lebih sering tergantung kondisi. penerangan darurat dan fan presurisasi tangga kebakaran. Inspeksi harus dlakukan secara berkala setiap bulan. exit ke akses dan exit pelepasan. o Tidak ada kebocoran gas f) Permukaan yang panas (hot surfaces) o Pipa panas bebas dari bahan mudah terbakar o Jarak ruangan disekitar boiler dan tungku o Alat solder jangan mengenai permukaan mudah terbakar o Abu diletakkan di kotak metal g) Merokok dan korek api o Tempat yang memang ” Dilarang Merokok ” dan ” Tempat Merokok ” ditandai dengan jelas o Tidak ada puntung yang dibuang di tempat terlarang o Asbak tersedia untuk digunakan h) Penyalaan Spontan ( spontaneous ignition ) o Limbah yang mudah menyala ditaruh dalam kotak metal bertutup o Penumpukan material di tempat yang kering dan dingin. berventilasi baik o Kotak limbah yang mudah menyala dikosongkan secara berkala o Kotak sampah dikosongkan setiap hari i) Listrik statis o Tanki pengisi / penyalur cairan mudah terbakar dibumikan o Humiditas yang sesuai dipertahankan o Peralatan pemindah dibumikan j) Kerumahtanggaan o Tidak ada sampah yang terakumulasi/menumpuk o Penyimpanan material mudah menyala yang aman o Koridor bebas tidak ada halangan o Sprinkler tidak terhalang o Fasilitas bebas dari material mudah terbakar yang tidak diperlukan o Tidak ada kebocoran atau tetesan dari cairan mudah menyala dan genangan di lantai o Pintu tahan api / eksit tidak terhalang dan bebas dioperasikan k) Peralatan Pemadam Api Ringan o Jenis yang sesuai o Dalam kondisi siap dioperasikan o Di lokasi yang benar o Tanggal pemeliharaan masih berlaku o Akses tidak terhalang o Personil terlatih untuk menggunakannya o Ditandai dengan jelas 3. pada pintu yang harus selalu pada keadaan tertutup . Sarana jalan ke luar ( means of egress ) a.

Waktu pengalihan ke penerangan darurat oleh diesel generator harus tidak lebih dari 10 detik. Sistem komunikasi suara darurat. Sistem telepon petugas pemadam ( fireman’s telephone ) b. serta tidak digunakan untuk gudang o Tidak boleh dipakai untuk tempat peralatan seperti panel. dan pada beberapa kasus mengoperasikan sistem pemadam otomatis. memulai respon dinas / regu pemadam kebakaran. pada beberapa tingkat. unit AC dan sejenisnya o Kerusakan pada lantai dan pegangan tangga.  Halangan benda dan lain-lain di depan pintu eksit. Pemeliharaan :  Penutup pintu otomatik ( door closer ) yang rusak harus segera diperbaiki / diganti. Operasi yang handal dari setiap sistem alarm kebakaran terpasang terkait secara langsung dengan inspeksi. suatu program pemeliharaan sistem alarm kebakaran yang efektif dapat diselesaikan melalui penggunaan maksimal dari sumber daya sendiri yang berkualifikasi. tetapi secara khas tanggung jawab terbagi antara pemilik / pengelola. Sistem Deteksi dan Alarm Kebakaran dan Sistem Komunikasi Suara Darurat. sementara itu mengandalkan kepada kontraktor luar yang ahli untuk aktivitas diluar kemampuan sumber daya sendiri tersebut. d. staf sendiri dan pihak ketiga yang ditunjuk. tes dan pemeliharaan sistem tersebut. Sistem ini meliputi : Sistem deteksi dan alarm kebakaran. Tangga kebakaran : o Terdapatnya ganjal atau ikatan yang membiarkan pintu tangga terbuka o Bersih. Koridor yang digunakan sebagai jalur untuk ke luar :  Bebas dari segala macam hambatan  Tidak digunakan untuk gudang. b. . c. c. memberitahukan penghuni untuk memudahkan evakuasi tepat pada waktunya. Sebagai akibatnya. dan tidak digunakan untuk tempat istirahat / merokok penghuni / karyawan. Pengujian : o Penerangan darurat pada sarana jalan keluar harus diuji – coba selama ½ jam setiap tahun dan selama sekurang – kurangnya selama 10 detik setiap bulan. a. o Pengujian operasional dan berkala sistem fan presurisasi tangga kebakaran harus dilakukan setiap 6 bulan dan mengikuti SNI 03 – 6571 – 2001 atau edisi terbaru Sistem Pengendalian Asap Kebakaran pada gedung. e. Pada banyak kasus. Tanda eksit : o Jelas kelihatan tidak terhalang o Lampu penerangannya hidup. Exit pelepasan di lantai dasar yang menuju ke jalan umum atau tempat terbuka di luar bangunan harus tidak boleh dikunci. penghuni. 4. Operasi yang benar dari suatu sistem alarm kebakaran terpasang diperlukan untuk mendeteksi situasi berbahaya secara dini. Tanggung jawab sistem alarm kebakaran terletak pada pemilik / pengelola bangunan.  Lampu penerangan tanda eksit yang mati harus segera diperbaiki / diganti. dan dengan prioritas yang berbeda terlibat dalam pemeliharaan dari sistem ini. personil dengan berbagai macam keahlian.

Prosedur uji serah terima. e. inspeksi / pemeriksaan. sinyal kesalahan ( trouble )  Pengaman lebur  Peralatan interface  Lampu dan LED  Pasokan daya primer / utama 4) Peralatan kontrol sistem FA yang tidak dimonitor untuk alarm. supervisi. Prosedur inspeksi / pemeriksaan. Frekuensi inspeksi / pemeriksaan berkala pada Sistem Alarm Kebakaran 1) Peralatan notifikasi alarm  Alat yang berbunyi ( audible )  Speaker  Alat yang tampak ( visible ) 2) Batere sistem Fire Alarm  Jenis Lead – Acid  Jenis Nickle – Cadmium  Jenis primer – Dry Cell  Jenis Sealed Lead – Acid 3) Peralatan kontrol sistem FA yang dimonitor untuk alarm. d. a. sinyal Kesalahan  Pengaman lebur  Peralatan interface  Lampu dan LED  Pasokan daya primer / utama  Transponder 5) Sinyal kesalahan panel control ( trouble ) 6) Peralatan komunikasi suara / alarm darurat 7) Sambungan kabel fiber optik 8) Peralatan sekuriti / guard's tour equipment 9) Alat memulai sinyal / initiating devices 10) Pengambilan contoh udara / air sampling 11) Detektor dakting 12) Alat pelepas jenis elektromekanik 13) Saklar sistem pemadam kebakaran 14) Kotak alarm kebakaran / titik panggil manual 15) Detektor panas 16) Detektor jenis energi radiasi 17) Detektor asap 18) Alat sinyal supervisi 19) Alarm aliran air 20) Peralatan interface 21) Panel annunciator 22) Prosedur khusus 5. Pemasangan dan Pengujian Sistem Deteksi dan Alarm Kebakaran untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Gedung. supervisi. pengujian hidrostatik dan pemeliharaan berkala mengikuti SNI 03-3987-1995 tentang Tata Cara Perencanaan dan . pengujian dan pemeliharaan berkala mengikuti SNI 03-3985-2000 atau edisi terbaru tentang Tata cara Perencanaan. Alat pemadam api ringan ( APAR ) : portabel / jinjing dan mobile / pakai roda.

Pengujian hidrostatik  Tabung bertekanan yang dipakai sebagai alat pemadam api ringan harus diuji secara hidrostatik .  Prosedur pemeliharaan harus termasuk pemeriksaan menyeluruh dari elemen dasar alat pemadam api ringan seperti berikut : . kondisi dari roda. Tindakan korektif :  Bila dalam inspeksi / pemeriksaan terdapat kondisi kekurangan. digunakan / disemprotkan. maka harus tidak dipakai kembali. harus diisi kembali setelah setiap penggunaan atau seperti ditunjukkan oleh hasil inspeksi atau pemeliharaan. atau dikembalikan ke pemasok untuk proses daur ulang Halon. d. c. atau nozel tersumbat o Bacaan penunjuk atau indikator tekanan menunjukkan pada posisi dapat dioperasikan o Untuk yang memakai roda. harus dimuat dalam label ( tag ) pemeliharaan yang dilekatkan pada alat pemadam api ringan tersebut. slang dan nozel o Terdapat label ( tag ) pemeliharaan. dan harus dimusnahkan atau dikembalikan ke pabrikan. dan selanjutnya setiap bulan. b. digunakan / disemprotkan untuk pelatihan.  Alat pemadam api ringan yang dapat diisi kembali : bila dalam inspeksi / pemeriksaan terdapat kekurangan.Media pemadam .Cara penghembusan media pemadam. kebocoran.  Alat pemadam api ringan jenis Halon yang tidak dapat diisi kembali : bila dalam inspeksi/pemeriksaan terdapat kekurangan dari butir. maka harus tidak dipakai kembali. dan harus dikembalikan ke pabrikan. perusahaan jasa pemeliharaan alat pemadam api ringan. atau oleh personil yang terlatih. e.  Alat pemadam api ringan yang tidak dapat diisi kembali : bila dalam inspeksi / pemeriksaan terdapat kekurangan. karat. tanggal dan paraf personil yang melakukan. Pemeliharaan  Pemeliharaan harus dilakukan setiap tahun oleh manufaktur. Inspeksi Inspeksi / pemeriksaan harus dilakukan pada saat pertama kali dipasang / digunakan.Bagian mekanikal dari semua alat pemadam api ringan . berisi alat pemadam api ringan yang diinspeksi. Pemasangan Alat Pemadam Api Ringan Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Gedung.  Pengisian kembali : semua alat pemadam api ringan yang dapat diisi kembali. tindakan korektif harus segera dilakukan. Catatan inspeksi bulanan. kereta. Inspeksi / pemeriksaan meliputi : o Lokasi di tempat yang ditentukan o Halangan akses atau pandangan ( visibilitas ) o Pelat nama instruksi operasi jelas terbaca dan menghadap keluar o Terisi penuh ditentukan dengan ditimbang atau dirasakan dengan diangkat o Pemeriksaan visual untuk kerusakan fisik. maka harus diberlakukan prosedur pemeliharaan yang berlaku.

 Pengujian hidrostatik harus dilakukan oleh personil yang terlatih dalam prosedur pengujian dan pengamanan tabung bertekanan menggunakan fasilitas dan peralatan yang sesuai. 7. Prosedur uji serah terima. pengujian dan pemeliharaan berkala sistem pengendalian asap mengikuti SNI 03 – 6571 – 2001 atau edisi terbaru : Sistem pengendalian asap kebakaran pada bangunan gedung d. saf lif. inspeksi / pemeriksaan. Prosedur uji serah terima. atrium dan ruangan bervolume besar. Memeriksa trip alarm pompa air bersih 1) Roof Tank  Memeriksa tanda alarm pada saat air mencapai permukaan batas atas  Memeriksa tanda alarm pada saat air mencapai permukaan batas bawah 2) Cabang Utama Pemipaan Air Bersih  Memeriksa pengaturan pembukaan dan penutupan aliran pipa air utama  Memeriksa indikasi aliran air terbuka atau tertutup 3) Peralatan Utama  Pompa Delivery Centrifugal Self Priming  Pompa Hydrophor lantai atap Centrifugal  Top Reservoir Tank  Pressure Water Tank  Pump Pit Submersible Sewage  Pompa Kuras Reservoir Submersible Sewage  Unit Pengolah Limbah . Sistem manajemen asap meliputi metodologi dasar teknik untuk memperkirakan lokasi asap di dalam atrium. yang disebabkan oleh kebakaran dalam ruangan tersebut atau dalam suatu ruangan yang bersebelahan c. daerah tempat berlindung. sarana jalan ke luar. mal tertutup dan ruangan bervolume besar yang sejenis. atau daerah yang serupa 2) Menjaga lingkungan aman yang masih dapat dipertahankan dalam daerah tempat berlindung dan sarana jalan ke luar selama waktu yang dibutuhkan untuk evakuasi 3) Menghalangi perpindahan asap dari zona asap 4) Memberikan kondisi di luar zona kebakaran yang memungkinkan petugas mengambil tindakan darurat untuk melakukan operasi penyelamatan dan untuk melokalisir serta mengendalikan kebakaran. pengujian dan pemeliharaan berkala sistem manajemen asap mengikuti SNI 03 – 7012 – 2004 atau edisi terbaru : Sistem manajemen asap di dalam mal. 8. b. inspeksi / pemeriksaan. Pemeliharaan dan Perawatan Sistem Plambing dan Pompa a. Sistem Plambing 1) Ground Reservoir  Memeriksa tanda alarm pada saat air mencapai permukaan batas atas  Memeriksa tanda alarm pada saat air mencapai permukaan batas bawah 2) Pompa Air Bersih Memeriksa indikasi status pompa air bersih b. Sistem pengendalian asap meliputi sistem yang menggunakan perbedaan tekanan dan aliran udara untuk meyempurnakan satu atau lebih hal berikut : 1) Menghalangi asap yang masuk ke dalam sumur tangga. Sistem Pengendalian dan Manajemen Asap a.

d. Memeriksa kondisi operasi peralatan listrik dengan menggunakan alat infra red investigation. Pemeliharaan dan Perawatan Sistem Elektrikal Pekerjaan Perawatan. Metode pemeliharaan sistem Listrik : a. Pemeliharaan panel panel listrik di tiap – tiap lantai gedung d. POWER SUPPLY 1) Transformator ( trafo kering ) Dilakukan inspeksi :  Relay pengaman  Bushing  Terminal  Dudukan transformator  Kondisi fisik transformator  Temperatur transformator  Peralatan pengamanan dan pengukuran  Temperatur dan kondisi udara ruangan transformator  Koneksi kabel pada terminal bushing dan sistem pentanahan Dilakukan service :  Pembersihan bagian luar trafo  Penyesuaian temperature dan kondisi udara ruangan transformator 2) UPS ( Sealed Type ) . Pembangkit Listrik Cadangan ( Genset ) dan Unit Catu Daya Pasokan Sementara ( UPS – Uninterupted Power Supply ).  Peralatan Pompa Air Mancur lengkap Instalasi & Asesorisnya c. 3) Pipa PVC. Instalasi dan Fixtures Instalasi Pemipaan lengkap Accessories 1) Pipa GSP. Pemeliharaan panel distribusi tegangan menengah ( TM ) dan tegangan rendah ( TR ) c. Pemeliharaan genset beserta kelengkapannya e. 2) Pipa Cast Iron. 1. Sanitary Fixtures pada ruang toilet 1) Pengering Tangan ( hand dryer ) 2) Kloset duduk 3) Lavatory 4) Urinoir 5) Shower 6) Kloset jongkok G. Semua kabel untuk keperluan instalasi harus terbuat dari kabel tahan api. Pemeliharaan instalasi listrik pada bangunan gedung meliputi pekerjaan : a. Komponen Elektrikal Bangunan Gedung Untuk bangunan bertingkat dengan kegiatan yang padat harus dilengkapi dengan tiga sumber catu daya : pasokan dari Perusahan Listrik Negara ( PLN ). Pemeliharaan dan perawatan instalasi listrik dan penerangan perlu memperhatikan penghematan energi listrik b.

Pembersihan air.Pengecatan ulang b) Komponen Peralatan Proteksi Dilakukan inspeksi : pemeriksaan komponen peralatan proteksi Dilakukan service : . Dilakukan inspeksi :  Kondisi kabel  Fuse  Relay  Kondisi Battery Back Up  Terminal Battery  Kalibrasi alat penunjuk di panel UPS  Fungsi sistim control Dilakukan service :  Pengencangan baut  Pembersihan terminal b.Pengujian trip MCCB & MCB dengan menggunakan Current Injector c) B u s b a r Dilakukan inspeksi : . Lightning Arrester.Pengencangan kabel. mur dan baut Dilakukan service : .Pengencangan terminal kabel dan circuit breaker d) Alat Pengukur Dilakukan inspeksi : . kelembaban.Terminal kabel.Pemeriksaan panel – panel busbar .Pembersihan panel-panel busbar dari air.Kondisi fisik kabel feeder dan kabel control .Perapihan jalur kabel pada panel .Pembersihan rumah panel .Pemeriksaan terminal kabel dan circuit breaker Dilakukan service : . debu dan kotoran . debu.Pemeriksaan rumah panel . Peralatan pengukuran dan seluruh peralatan bantunya ) Dilakukan service :  Pengukuran tahanan pentanahan  Pembersihan elektroda pentanahan  Pengukuran dan pembersihan tahanan kontak LBS dan Earthing Switch  Pengujian interlocking secara elektrikal dan mekanik pada panel TM 2) Panel Distribusi Utama Tegangan Menengah ( LVMDP ) a) Rumah Panel Dilakukan inspeksi : . Interlock System. mur dan baut .Pencatatan penunjukan semua alat ukur setiap jam . SISTEM DISTRIBUSI 1) Panel Tegangan Menengah Dilakukan inspeksi : Komponen panel TM ( Load Break Switch. kelembaban. Earthing Switch. dan kotoran . HRC Fuse.

Pengencangan terminal kabel ke meteran . sambungan.Perapihan kabel feeder . sambungan. .Pemeriksaan terminasi pilot lamp pada panel f) Kabel Feeder Tegangan Menengah Dilakukan inspeksi : . debu dan kotoran . feeding end.Pemeriksaan terminasi kabel dan circuit breaker Dilakukan service : .Pemeriksaan kondisi fisik Busbar panel – panel beban .Pemeriksaan terminal kabel ke meteran Dilakukan service : . MCB.Pencatatan dan pembukuan kurva beban listrik dari output travo . sambungan.Evaluasi dan penanggulangannya dari hasil pencatatan . BEBAN LISTRIK 1) Panel – panel Beban a) MCCB dan MCB Dilakukan inspeksi : Pemeriksaan kondisi fisik Dilakukan service : .Pembersihan pada kabel feeder. kelembaban.Fungsi pilot lamp tiap – tiap fase . sambungan. rak kabel.Kabel – kabel feeder.Pembersihan air. kelembaban. tap – off box.Pengukuran tahanan isolasi dengan megger g) Kabel Feeder Tegangan Rendah Dilakukan inspeksi : .Pengujian trip MCB dan MCCB dengan menggunakan Current Injector b) B u s b a r Dilakukan inspeksi : .Pengencangan terminasi kabel dan circuit breaker c) Alat Pengukur ( Metering ) Dilakukan inspeksi : .Pengukuran tahanan isolasi dengan megger h) B u s d u c t Dilakukan inspeksi pada kondisi fisik busduct Dilakukan service : .Kondisi fisik kabel feeder Dilakukan service : .Perapihan kabel feeder . rak kabel. debu dan kotoran . terminasi dan peralatan bantunya . rak kabel.Kalibrasi semua alat pengukur pada panel e) Pilot Lamp dan Fuse Dilakukan inspeksi : . Fuse .Pembersihan pada kabel feeder. rak kabel.Pengujian MCB / MCCB dalam Tap – off box c.Pembersihan air. terminasi .Kabel – kabel feeder.Pengukuran tahanan isolasi dengan Megger .Pembersihan busduct. MCCB. terminasi . terminasi dan peralatan bantunya Dilakukan service : .

Pemeriksaan terminasi pilot lamp pada panel Dilakukan service : pengencangan terminasi pilot lamp di panel 2) Sistem Penerangan Dilakukan inspeksi : .Pengencangan terminasi kabel. Amperemeter.Pengukuran intensitas penerangan dengan Luxmeter .Evaluasi hasil pencatatan .Pemeriksaan dan pengamatan seluruh titik lampu .Pengujian tahanan isolasi stop kontak dalam floor duct / raised floor dengan megger 6) Sistem Pentanahan Dilakukan inspeksi : .Pembersihan seluruh service box dan junction box .Kalibrasi semua alat ukur d) Pilot Lamp dan Fuse Dilakukan inspeksi : .Pencatatan penunjukan semua alat ukur ( Voltmeter.Kondisi Battery Back Up pada lampu emergency Dilakukan service : . Transformer. Kwh – meter ) . mur dan baut .Pengamatan setiap titik lampu .Kondisi sistim control secara keseluruhan ( Transmission.Penggantian bola lampu bila terjadi kerusakan atau telah melampaui batas usia pakai .Pemeriksaan dan pengamatan seluruh Service Box dan Junction Box termasuk seluruh outletnya . Relay. terminal.Pengujian tahanan isolasi dengan Megger 500 Penggantian peralatan dan spare part bila Rusak : .Pengamatan seluruh bak kontrol termasuk koneksi kabelnya .Penggantian Battery Back Up pada lampu emergency 3) Sistem Kontrol Penerangan Dilakukan inspeksi : . instalasi dan peralatan bantunya ) Dilakukan service : pembersihan seluruh sistem control 4) Stop Kontak dan Saklar Dilakukan inspeksi : pemeriksaan dan pengamatan fungsi dari seluruh stop kontak dan saklar Dilakukan service : pengecekan instalasi dengan Megger 500 V 5) Under Floor Duct dan / atau Reised Floor System Dilakukan inspeksi : .Pembersihan armature . .Pemeriksaan terminasi kabel ke meteran Dilakukan service : .Pengukuran tahanan pertanahan bila tahanan di atas standar . Contact Output Terminal.Pemeriksaan tahanan isolasi stop kontak dalam floor duct / raised floor dengan Megger Dilakukan service : .Fungsi pilot lamp tiap – tiap fase .

2) U P S  Sebelum pengoperasian UPS dilakukan pemeriksaan antara lain : .Tegangan Output . Dilakukan service : .Memeriksa semua sambungan kabel pada terminal transformator.Pengukuran tahanan pentanahan setiap bak dengan Earth Tester Dilakukan service : .Perbaikan tahanan pertanahan bila tahanan di atas standar 7) Sistem Penangkal Petir Dilakukan inspeksi : .Memeriksa dan memastikan semua meteran – meteran dalam kondisi normal dan berfungsi dengan baik  Setelah UPS beroperasi dilakukan pemeriksaan terhadap diesel genset secara periodik tiap 1 ( satu ) jam secara terus menerus  Melakukan pendataan dan pencatatan penunjukan meteran – meteran panel UPS pada tiap – tiap jam selama UPS beroperasi antara lain : . • UPS ( Uninterrupted Power Supply ) 2) Sistem Distribusi • Panel Distribusi Tegangan Menengah • Panel Distribusi Tegangan Rendah • Kabel Feeder Tegangan Menengah • Kabel Feeder Tegangan Rendah •Busduct 3) Sistem Pembumian ( grounding system / arde ) 4) Sistem Penangkal Petir b. U m u m Sistem Kelistrikan Bangunan Gedung meliputi : 1) Sistem Power Supply • Transformator.Perbaikan tahanan pentanahan di atas standar 2. dalam posisi benar dan kuat .Memeriksa semua sambungan kabel pada terminal UPS.Pembersihan elektroda pentanahan . dalam posisi benar dan kuat  Pemeriksaan terhadap transformator secara periodik tiap 1 (satu) jam secara terus menerus.Memeriksa dan memastikan fuse dan relay pengaman dalam keadaan normal dan berfungsi dengan baik .Pengamatan seluruh bak kontrol termasuk koneksi kabelnya . Pemeliharaan dan Perawatan Sistem Kelistrikan a.Pembersihan elektroda pentanahan .Memeriksa dan memastikan kondisi battery dalam keadaan normal dan baik .Memastikan transformator dalam keadaan bersih . Standard Operation Procedure Metoda pengoperasian untuk Sistem Kelistrikan adalah sebagai berikut : 1) Transformator  Sebelum melakukan pengoperasian dilakukan pemeriksaan antara lain : .

Pemastian tegangan incoming sama dengan tegangan sistem yang diinginkan.Tegangan Output ( kilo Volt / Volt ) .Arus ( Ampere ) . 5) Lampu Penerangan dan sistem kontrol  1 ( satu ) jam sebelum jam kerja seluruh lampu ruangan kerja harus dinyalakan dan setelah jam kerja lampu harus dimatikan. Pemastian tegangan incoming sama dengan tegangan sistem yang diinginkan.Frekuensi ( Hertz ) .Arus ( Ampere ) 3) Panel Tegangan Menengah MVDP Chiller  Sebelum dilakukan pengoperasian dilakukan pemeriksaan antara lain : . kecuali pada ruangan-ruangan di mana masih digunakan untuk lembur oleh karyawan kantor yang dapat dilakukan melalui Sistem Kontrol Penerangan.  Melakukan pemrograman atas sistem kontrol penerangan sesuai dengan penggunaan ruangan dan sesuai dengan permintaan pihak Pemberi Tugas. dengan mengamati Voltmeter melalui Selector Switch  Pencatatan atas penunjukan angka – angka pada meteran – meteran di panel MVDP secara periodik tiap 1 ( satu ) jam secara terus menerus antara lain : . dan melakukan penggantian bilamana ada lampu rusak. Semua sambungan kabel pada terminal.Sambungan kabel pada terminal.  Melakukan pemeriksaan atas performance lampu yang dinyalakan. Pemeriksaan pilot lamp untuk mengetahui incoming power telah ada .KWH meter . dalam posisi benar dan kuat .KVARH meter 4) Panel Tegangan Rendah LVMDP Chiller  Sebelum dilakukan pengoperasian dilakukan pemeriksaan antara lain : . Panel dalam keadaan bersih .Tegangan Output ( kilo Volt / Volt ) .Tegangan Input ( kilo Volt / Volt ) . dengan mengamati Voltmeter melalui Selector Switch  Pencatatan atas penunjukan angka-angka pada meteran – meteran di panel MVDP secara periodik tiap 1 ( satu ) jam secara terus menerus antara lain : .Frekuensi ( Hertz ) .Panel dalam keadaan bersih .Frekuensi ( Hertz ) . 6) Diesel Genset . .Pilot lamp untuk mengetahui incoming power telah ada .KWH meter .Arus ( Ampere ) .KVARH meter  Melakukan analisa dan membuat kurva beban harian sebagai bahan untuk evakuasi akan kebutuhan beban maupun mengevaluasi apabila terjadi gangguan. dalam posisi benar dan kuat .Tegangan Input ( kilo Volt / Volt ) .

Led merah akan menyala .Genset standby dan akan hidup apabila catu daya dari PLN mati atau dimatikan secara manual. air accu.Terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan bahan bakar. yaitu :  Secara manual. Pemeliharaan dan pengoperasian Sistem Fire Alarm dan detektor terdiri atas : a) Sistem Deteksi Kebakaran b) Sistem Instalasi 2) Standar Operational Prosedur Metoda pengoperasian yang akan diterapkan untuk sistem Fire Alarm adalah sebagai berikut :  Setiap hari Operator Fire Alarm melakukan pengontrolan atas unjuk kerja dari Annunciator selama 24 ( dua puluh empat ) jam baik di dalam hari dan jam kerja maupun di luar hari dan jam  kerja termasuk hari libur  Apabila Operator Fire Alarm menemukan gangguan atau alarm pada MCFA. berkedip dan dipindah ke automatic terlebih dahulu sebelum Led merah mati  Secara Automatic.Pelumasan mesin dengan menjalankan motor pompa oli + 5 ( lima ) menit . Catu Daya pada Bangunan Gedung berasal dari Perusahaan Listrik Negara ( PLN ) yang di Back – up dengan Diesel Genset. Pemeliharaan dan Perawatan Sistem Elektronika Sistem detektor pencegahan bahaya kebakaran dan elektronika yang terdapat pada bangunan gedung meliputi : a. Sistem Fire Alarm dan Detektor 1) Umum Sistem Fire Alarm adalah sistem deteksi awal terhadap kemungkinan terjadinya bahaya kebakaran dengan memberikan indikasi secara audio maupun visual. terminal/pole batteray. air accu.Tekan tombol manual posisi NOL ( 0 ) selanjutnya tekan tombol start. dan panel – panel . terminal / pole battery. di mana pengoperasiannya dapat dilakukan dengan 2 ( dua ) sistem. maka Operator Fire Alarm harus segera melaporkannya ke petugas Maintenance Fire Alarm dan segera melakukan pengecekan ke lokasi . Led merah menyala.Cara mematikannya tekan tombol Stop.Pindahkan posisi selector switch dari manual ke automatic . dan panel – panel .Pelumasan mesin dengan menjalankan motor pompa oli + 5 ( lima ) menit . oli pelumas. dengan langkah : . V belt.Terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan bahan bakar. 3. dari mana asal kebakaran itu dimulai sehingga dapat diambil tindakan pencegahan lebih lanjut. air radiator. genset beroperasi secara manual .Tekan tombol Automatic.Tekan tombol NOL ( 0 ) dari posisi automatic . V – belt. oli pelumas. dengan langkah : .Putar posisi selector switch dari automatic ke posisi OFF . air radiator.

jaringan komputer diintegrasikan dengan layanan telepon ( suara dan facsimile ) dan mampu mengirimkan data berupa tulisan. MDF. d. 2) Standar Operational Prosedur  Setiap hari operator telepon melakukan pemeriksaan atas unjuk kerja MDF dan JB dari panel pengendali di ruang operator. dan setelah dipastikan tidak terjadi Fault Alarm. . dari panel pengendali di ruang operator  Apabila menemukan gangguan pada sistem tata suara. Repeater. Equalizer. Server. untuk mengetahui penyebab terjadinya alarm di MCFA dan melaporkannya juga ke petugas lain yang terkait seperti Satuan Pengaman  Selanjutnya Operator Alarm akan me – reset bunyi alarm. maka harus segera melaporkannya ke petugas Maintenance Telephone dan segera melakukan pengecekan ke lokasi untuk mengetahui penyebab terjadinya gangguan di MDF atatu JB dan melaporkannya juga ke petugas lain yang terkait seperti Satuan Pengaman. selanjutnya petugas dengan berkoordinasi dengan Satuan Pengaman dapat melakukan pemeriksaan. microphone dan perlengkapan radio. dan suara. dari panel pengendali di ruang operator. 2) Standar Operational Prosedur  Setiap hari operator melakukan pemeriksaan atas unjuk kerja Rectifier. Sistem Jaringan Komputer / Internet 1) Umum Layanan internet pada bangunan gedung dapat menggunakan kabel atau nirkabel. dan perlengkapan Uninterupted Power Supply ( UPS ). microwave atau satelit. Saat ini. dll. Speaker Selector. di samping untuk keperluan pemanggilan dan program musik. c. jika ternyata sumber kebakaran dapat diatasi maka Alarm dapat di-cancel. seperti kabel fiber optic.  Apabila menemukan gangguan pada sistem jaringan Telepon. Telepon 1) Umum Layanan jaringan telepon ke dalam bangunan gedung dilakukan oleh PT Telkom. Hub. cassete. b. Layanan ini dipusatkan pada ruang komputer yang dilengkapi oleh server computer yang dihubungkan ke provider net working melalui berbagai media. Tata Suara 1) Umum Layanan sistem tata suara pada bangunan gedung. 2) Standar Operational Prosedur  Setiap hari operator melakukan pemeriksaan atas unjuk kerja Jaringan Komputer. Selanjutnya jaringan di dalam bangunan gedung dilakukan melalui fasilitas PABX ( Pivate Automatic Branch Exchange ) dan melalui kotak hubung induk ( MDF – Main Distribution Frame ) disebarkan ke kotak terminal ( JB – Junction Box ) melalui kabel distribusi. Amplifier. maka harus segera melaporkannya ke petugas Maintenance dan segera melakukan pengecekan ke lokasi untuk mengetahui penyebab terjadinya gangguan tersebut dan melaporkannya juga ke petugas lain yang terkait seperti Satuan Pengaman. gambar. juga diintegrasikan dengan sistem tanda bahaya dan program panduan evakuasi bangunan gedung.

f) Sistem Plumbing. Sistem Otomatisasi Gedung ( BAS ) merupakan monitor dan kontrol atas : a) Sistem Central Control. d) Sistem Ventilasi dan Air Conditioning. Saat ini layanan televisi kabel juga dapat dipadukan dengan jaringan internet dan dapat juga dihubungkan dengan jaringan sirkuit tertutup ( CCTV ) yang digunakan untuk keperluan sistem pengaman bangunan gedung. e. parabola.  Apabila menemukan gangguan pada sistem jaringan komputer. 2) Standar Operational Prosedur Dengan melakukan koordinasi dengan Pelaksana Pemeliharaan Gedung Perkantoran metoda pengoperasian yang akan diterapkan oleh Badan Usaha Perawatan Gedung untuk Sistem Otomatisasi Gedung ( BAS ) adalah sebagai berikut : a) Sistem Ventilasi dan Air Conditioning.Memeriksa indikasi status setiap AHU . f. g) Sistem Lift / Elevator.Memeriksa indikasi trip alarm setiap AHU . i) Sistim Kontrol Penerangan. khususnya Sistem AHU : . h) Sistem Fire Alarm dan Fire Fighting. c) Sistem Power Supply.Mengukur suhu udara di ducting dan ruangan yang memakai AHU . b) Sistem Remote Control.Memeriksa indikasi switch mode setiap AHU . e) Sistem Elektrikal. 2) Standar Operational Prosedur  Setiap hari operator melakukan pemeriksaan atas unjuk kerja jaringan televisi dan CCTV melalui layar monitor di ruang operator  Apabila menemukan gangguan pada jaringan televisi dan CCTV maka harus segera melaporkannya ke petugas Maintenance dan segera melakukan pengecekan ke lokasi untuk mengetahui penyebab terjadinya gangguan tersebut dan melaporkannya juga ke petugas lain yang terkait seperti Satuan Pengaman. Building Automation System ( BAS ) 1) Umum Sistem Otomatisasi Gedung ( BAS ) pada bangunan gedung digunakan untuk mengotomatisasikan operasional dari peralatan – peralatan Mekanikal dan Elektrikal Gedung dan juga dimaksudkan untuk dapat dilakukan penghematan dalam penggunaan Energi terutama Energi Listrik.Memeriksa bekerjanya sistem AHU secara Sentral . maka harus segera melaporkannya ke petugas Maintenance dan segera melakukan pengecekan ke lokasi untuk mengetahui penyebab terjadinya gangguan tersebut dan melaporkannya juga ke petugas lain yang terkait seperti Satuan Pengaman. Saluran Televisi dan Close Circuit Television ( CCTV ) 1) Umum Layanan tayangan telivisi pada bangunan gedung dilakukan melalui jaringan kabel. dan antena.

Memeriksa tanda alarm pada saat air mencapai permukaan batas bawah .Memeriksa indikasi temperatur dan kelembaban ( humidity ) setiap AHU b) Pressurized Fan .Memeriksa indikasi status panel LVMDP .Memeriksa indikasi kondisi filter setiap AHU .Memeriksa bekerjanya Pressurized Fan secara sentral .Memeriksa indikasi status setiap Pressurized Fan .Memeriksa alarm low fuel tank .Memeriksa trip alarm pompa air bersih  Roof Tank .Memeriksa indikasi switch mode setiap Pressurized Fan .Memeriksa indikasi status pompa air bersih .Memeriksa mesin penggerak diesel f) Panel LVMDP .Memeriksa tanda alarm pada saat air mencapai permukaan batas atas .Memeriksa kontak – kontak catu daya d) Transformator .Memeriksa high temperatur alarm setiap trafo .Memeriksa indikasi connecting pada pemutus daya pada setiap lantai .Memeriksa indikasi tegangan genset .Memeriksa indikasi tegangan panel LVMDP .Memeriksa indikasi status genset .Memeriksa indikasi trip alarm setiap Pressurized Fan c) Sistem Elektrikal dan Penerangan .Memeriksa indikasi trouble genset.Memeriksa bekerjanya saklar utama di setiap lantai secara sentral .Memeriksa minyak trafo e) Genset .Memeriksa indikasi alarm high fuel tank . .Memeriksa tanda alarm pada saat air mencapai permukaan batas atas .Mengatur time program h) Sistem Plambing  Ground Reservoir .Memeriksa lampu – lampu penerangan .Memeriksa indikasi KWH panel LVMDP .Memeriksa indikasi arus panel LVMDP .Memeriksa tanda alarm pada saat air mencapai permukaan batas bawah .Memeriksa indikasi arus genset . .Memeriksa indikasi connecting pada pemutus daya g) Panel Penerangan dan Daya .Memeriksa indikasi status saklar utama di setiap lantai .Memeriksa indikasi smoke alarm setiap AHU .Memeriksa mutu air  Pompa Air Bersih .

- Memeriksa mutu air
 Cabang Utama Pemipaan Air Bersih
- Memeriksa pengaturan pembukaan dan penutupan aliran pipa air
utama
- Memeriksa indikasi aliran air terbuka atau tertutup

i) Sistem Fire Alarm / Fire Fighting
- Merekam general alarm yang terjadi di MCFA
- Memeriksa indikasi status pompa fire hydrant / sprinkler
- Memeriksa indikasi trip alarm pompa fire hydrant / sprinkler
- Sistem Elevator / Lif
- Memeriksa indikasi status setiap elevator / lif

H. Komponen Ruang Luar Gedung
1. Pemeliharaan Tangki Septik
a. Cegah masuknya bahan yang tidak larut ke dalam tangki septik
b. Jangan membuang air bekas mandi ke dalam tangki septik
c. Periksa bak kontrol bila tangki septik penuh dan sedot setiap 6 ( enam ) bulan
sekali
2. Pemeliharaan Talang Tegak dan Datar
a. Talang datar pada atap bangunan harus diperiksa setiap 1 ( satu ) tahun sekali
b. Bersihkan dari kotoran yang terdapat pada talang datar, bersihkan dari bahan
yang dapat menimbulkan korosif pada seng talang datar
c. Berikan lapisan meni setiap 2 ( dua ) tahun sekali agar seng talang tetap dapat
bertahan dan berfungsi baik
d. Talang tegak yang terbuat dari pipa besi atau PVC sebaiknya dicat kembali
sekurang – kurangnya 4 ( empat ) tahun sekali
e. Bila talang tegak PVC pecah atau retak karena sesuatu benturan, perbaiki
dengan melapis dengan bahan yang sama dengan menggunakan perekat atau
lem dengan bahan yang sama
3. Pemeliharaan Floor Drain
a. Periksa setiap hari saringan air yang terdapat pada lantai kamar mandi atau WC
b. Usahakan selalu terdapat air pada setiap saringan untuk mencegah masuknya
udara yang tidak sedap ke dalam ruangan ( kamar mandi atau WC )
c. Perbaiki atau ganti tutup saringan bila telah rusak
d. Bersihkan dari bahan yang menempel pada lubang ujung saluran, dan bersihkan
bila kotor
4. Pengecatan Luar Gedung
Cat dinding luar gedung penting untuk penampilan bangunan, dan sebaiknya
pengecatan ulang dilakukan pada tembok gedung setiap 2 ( dua ) atau 3 ( tiga )
tahun.
Kerusakan cat pada gedung antara lain :
a. Bila menggelembung ( blestering ), penyebabnya adalah :
1) Pengecatan pada permukaan yang belum kering
2) Pengecatan terkena terik matahari langsung
3) Pengecatan atas permukaan yang lama sudah terjadi pengapuran
4) Pengecatan atas permukaan yang kotor dan berminyak
5) Bahan yang dicat menyusut / memuai, ini terjadi apabila

6) Permukaan yang dicat mengandung air atau menyerap air
Cara perbaikannya :
- Keroklah lapisan cat yang menggelembung dan haluskan permukaannya
dengan kertas ampelas
- Beri lapisan cat baru hingga seluruh permukaan tertutup rata
- Keroklah lapisan yang mengelupas dan bersihkan dengan kertas ampelas
hingga permukaan rata, halus & kering
- Beri lapisan cat yang baru hingga permukaan tertutup rata
b. Bila berbintik ( bittiness ), penyebabnya adalah :
1) Debu atau kotoran dari udara atau kuas / alat penyemprot tidak kering
sempurna
2) Adanya bagian – bagian cairan yang sudah mengering ikut tercampur /
teraduk
Cara perbaikannya adalah:
- Tunggu lapisan cat sampai kering sempurna
- Gosok permukaan yang akan dicat dengan kertas ampelas halus dan
bersihkan
- Beri lapisan cat baru ( yang sudah disaring ) sampai permukaan cukup rata
c. Retak – retak ( crazing / cracking ), penyebabnya adalah :
1) Umumnya terjadi pada lapisan cat yang sudah tua karena elastisitas cat
sudah berkurang
2) Pengecatan pada lapisan cat pertama yang belum cukup kering
3) Cat terlampau tebal dan pengeringan tidak merata
Cara perbaikannya :
- Keroklah seluruh lapisan cat, dan permukaannya haluskan dengan kertas
ampelas kemudian bersihkan
- Beri lapisan cat baru
d. Perubahan Warna ( discoloration ), penyebabnya adalah :
1) Pigmen yang dipakai tidak tahan terhadap cuaca dan terik matahari
2) Adanya bahan pengikat ( binder ) bereaksi dengan garam – garam alkali
Cara perbaikannya :
- Pilihlah jenis cat lain
- Lakukan kembali persiapan permukaan dan lapisi dengan cat dasar tahan
alkali
e. Sukar mengering ( drying troubles ), penyebabnya adalah :
1) Pengecatan dilakukan pada cuaca yang tidak baik / kurangnya sinar
matahari misalnya udara lembab
2) Pengecatan pada permukaan yang mengandung lemak ( wax polish ),
minyak atau berdebu
3) Serangan alkali yang kuat pada bahan pengikat ( binder ), biasanya pada
jenis cat minyak
Cara perbaikannya :
- Keroklah seluruh lapisan cat, bersihkan dan biarkan permukaan mengering
dan baru dicat ulang dalam keadaan cuaca baik
- Keroklah seluruh lapisan cat, bersihkan dan beri lapisan cat yang tahan alkali
f. Garis – garis bekas kuas ( brush marks ), penyebabnya adalah :
1) Kuas diulaskan terus pada saat cat mulai mengering
2) Permukaan cat terlalu kental

3) Pemakaian kuas yang kotor.
Cara perbaikannya :
Setelah lapisan cat mengering, gosoklah dengan kertas ampelas, bersihkan dan
dicat dengan cara pengecatan yang benar dan dicat ulang dengan cat yang
kekentalannya cukup
g. Daya tutup berkurang ( Poor opacity ), penyebabnya adalah :
1) Cat yang terlalu encer
2) Pengadukan kurang baik
3) Permukaan bahan yang akan dicat terlampau porous
Cara perbaikannya:
- Encerkan cat sesuai anjuran, aduk cat sehingga merata
- Ulangi pengecatan sampai cukup rata
h. Lapisan cat menurun pada beberapa tempat ( sagging ), penyebabnya adalah :
Pengecatan dilakukan tidak merata
Cara perbaikannya :
- Biarkan cat mengering dengan baik
- Ratakan bagian-bagian yang menurun dengan kertas ampelas, kemudian
lakukan pengecatan ulang
i. Kurang mengkilap daripada seharusnya ( loss of gloss ), penyebabnya adalah :
1) Pengecatan dilakukan pada permukaan yang mengandung minyak atau lilin
2) Pengecatan pada saat cuaca kurang baik / lembab
3) Pengecatan dilakukan pada cat yang sudah tua atau mulai mengapur
Cara perbaikannya :
- Ampelaslah dan ulang pengecatan kayu pada lapisan cat yang sudah tua /
kurang mengkilap
- Keroklah seluruh lapisan cat dari permukaan sebelum melakukan pengecatan
baru
5. Pemeliharaan Atap Seng dan Cement Fiber Gelombang
a. Pengecatan dilakukan dengan meni sekurang-kurangnya setiap 4 ( empat )
tahun sekali
b. Periksa paku atau angkur pengikat terutama pada karet seal untuk mencegah
bocor
c. Ganti karet seal bila rusak
d. Cat kembali permukaan seng dengan meni secara merata
6. Pemeliharaan Atap Genteng Metal
a. Bersihkan secara periodik permukaan atas atap dari kotoran agar tidak berkarat
b. Lakukan pemeriksaan setiap bulan
c. Bersihkan dengan air dan sikat permukaan atap agar tampilannya selalu rapi
7. Pemeliharaan Atap Sirap
a. Bersihkan setiap 6 ( enam ) bulan permukaan atap dari kotoran agar jamur atau
tumbuhan tidak melekat
b. Gantilah sirap yang telah rapuh atau pecah-pecah dengan yang baru dengan
ukuran yang sama
8. Pemeliharaan Atap Beton
a. Bersihkan setiap sebulan sekali permukaan atap dari kotoran yang melekat
b. Beri lapisan anti bocor dengan kuas atau dengan cara semprot secara merata

stick mop. Bersihkan permukaan GRC dengan ampelas No. Buka saluran air pembuangan. Pemeliharaan Listpang Kayu a. ampelas dan cat kembali dengan cat dasar serta cat penutup khusus untuk kayu 12. setelah dibilas kemudian dikeringkan kembali g. bersihkan kotoran yang menyumbat saluran . Komponen Tata Graha 1. wipper glass. Untuk posisi yang sulit dilihat gunakan pantulan cermin. Periksa setiap 6 ( enam ) bulan kondisi listplank b. Bersihkan urinoir. lap kaca. Periksa setiap 6 ( enam ) atap fiberglass terutama pada sambungan antar komponen fiberglass b. Pemeliharaan Kebersihan Toilet a. Isi kembali roll tissue yang sudah tipis atau basah terkena siraman air i. sabun cair ( liquid hand soap ). Perbaikan yang sempurna dapat dilakukan dengan mengerok sampai habis cat lama yang melekat. terutama pada bubungannya b. dinding / ruang kloset bagian luar / dalam toilet dengan sempurna. floor cleaner. Bersihkan daun pintu. Periksa seng penutup listplank c. setelah dibilas kemudian dikeringkan kembali f. hand sprayer b. c. Isi kembali soap dispenser yang kosong atau kurang. dan berikan aspal cair baru setebal 5 ( lima ) milimeter 9. Jika telah 2 ( dua ) minggu dispenser dikosongkan dahulu / cuci bersih baru diisi kembali dengan sabun cair h. Kosongkan dan bersihkan semua tempat sampah / asbak / standing ashtray yang ada di toilet dengan sempurna. toilet bowl bagian luar dan bagian dalam e. Bila terdapat retak segera tutup dengan cat anti bocor atau campuran epoxy c. Bila terdapat retak tutup dengan cat anti bocor 11. Bersihkan dengan menggunakan sikat yang lembut dan cairan sabun atau deterjen c. bowl cleaner. Pemeliharaan Atap Fiberglass a. d. tapas. 2 d. wash tafel. Sistem pembersihan searah perputaran jarum jam. tissue roll. dimulai dari pintu masuk. periksa aspal yang mengelupas karena perubahan cuaca. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu: ember. Periksa setiap 6 ( enam ) bulan atap keramik. Bersihkan tempat wudhu berikut kran airnya. Lakukan pemeriksaan secara periodik b. Cat kembali dengan cat emulsi secara merata I. Prosedur pembersihan dilakukan dari bagian atas menuju ke bagian bawah c. Bila terdapat retak – retak tutup dengan plamur kayu dan cat kembali d. Bersihkan dari kotoran yang melekat dengan menggunakan sikat yang lembut dan airan sabun atau deterjen c. majun. Cat kembali pertemuan bubung dengan genteng keramik dengan cat genteng yang sewarna 10. toilet bowl brush. Sebelum pekerjaan dimulai. Bila menggunakan lapisan aspal – pasir sebagai lapisan atas permukaan atap. Pemeliharaan List Glass Fiber Cement ( GRC ) a. Pemeliharaan Atap Genteng Keramik a.

Sistem pembersihan rutin searah jarum jam. ember dan floor cleaner b. terutama untuk pembersihan lantai keramik dengan mesin poles. usahakan bagian atas dahulu untuk pembersihan sawang. Lakukan general cleaning minimal sebulan sekali. sapu. dust pan. terutama dinding dan kran air. Sebelum pekerjaan dimulai. rak lemari l. Cuci setiap hari sabtu r. Bersihkan locker. Bersihkan keset entrance toilet basement. mop. Pemeliharaan Kebersihan Pelat Atap Beton a. Bersihkan vent toilet basement dan lantai semen f. gunakan scrubbing pad untuk pembersihan nat-nat lantai keramik. j. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu : kantong plastik sampah. sapu lidi. handle pintu dipoles dengan metal polish q. Pel lantai keramik dengan air bersih dicampur ceramic cleaner ( 1 : 20 ). kemudian lakukan penyapuan/pengepelan lantai dengan stick mop khusus dan air bersih.00 WIB sebelum banyka kegiatan pelayanan d. garuk dan alat kebun. Bersihkan exhaust fan calmic. mundur ke arah pintu keluar p. Lakukan pembersihan dan pengeringan toilet setiap kali digunakan 2. Pemeliharaan Kebersihan Lantai Basement a. kantong plastik sampah. Kosongkan dan bersihkan semua tempat sampah / asbak tabung yang ada dilantai basement. tapas. Pasang kembali tikar sholat ke arah kiblat h. Bersihkan tempat sampah yang sudah penuh l. Penyapuan lantai basement dilakukan pada pagi hari sebelum jam 7. Sebelum pekerjaan dimulai siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu : Mesin poles. dimulai dari pintu masuk. hand drier. Bersihkan tempat duduk/tunggu supir. Bersihkan tempat wudhu. kemudian dinding dan lantai c. Bersihkan ember / gayung toilet ( kalau ada ) secara periodik mingguan. Bersihkan debu pada dinding parkir basement dengan lap ½ basah agar dinding bebas debu i. 3. bilas kemudian dikeringkan k. Bersihkan saluran pembuangan air dari kotoran yang menyumbat g. dengan lap basah kemudian keringkan m. semprotkan glass cleaner dari dalam bottle sprayer o. Bersihkan shower room / kran shower / shower / shower pan. check mesin harus siap laik pakai. Bersihkan musholla dengan cara mengangkat tikar sholat terlebih dahulu. Bersihkan noda – noda pada dinding keramik toilet dengan menggunakan lap basah yang bersih ditambah floor cleaner. majun. gerakan mundur . ember. Bersihkan kaca cermin / wall mirror dengan lap bersih / wipper glass. Bersihkan pos Satpam secara teratur setiap hari. stick mop. terutama kebersihan dinding kaca agar selalu bebas kotoran / debu yang menempel k. Bersihkan pipa / instalasi air pada plafon basement dengan rakbol dan lap basah secara periodik mingguan setiap hari sabtu j. Sistem pembersihan dimulai dari arah kiri ke kanan. kumpulkan sampah dalam kantong plastik sampah e. Ember dikosongkan / cuci bersih berikut gayungnya dengan floor cleaner n. karena sangat berbahaya bagi keselamatan b. bila kedapatan ada kabel yang terkelupas harus diperbaiki dahulu. bilas dan keringkan m. posisi dari dalam menyamping. Pel lantai locker room. Bersihkan keset nomad entrance dengan penghisap debu ( vacuum ).

sesuaikan cara pembersihan dan penggunaan bahan kimia yang sesuai c. kain majun. kusen plitur gunakan furniture polish atau yang setara secukupnya. pembersihan lebih ditingkatkan untuk menjaga lantai lobby tetap kering dan mengkilap terutama lobby entrance. furniture polish. Bersihkan dinding kaca lobby bagian luar dan dalam dengan menggunakan wiper glass i. bottle sprayer b. Pembersihan wall paper didahulukan dengan vacuum cleaner. dengan cermat. Bersihkan taman dari pencemaran kotoran dan sampah m. Gunakan mesin poles kecepatan tinggi dengan buffing pad untuk mengkilapkan lantai f. c. buffing pad. tangga b. Apabila ada hujan. Berikan makanan ikan hias secara teratur l. panel kayu. lobby duster. anak tangga dan keset nomad o. Bersihkan counter resepsionist k. gunakan lap bersih dan kering . e. Untuk pembersihan profil kayu. laporkan kepada atasan untuk penanganan lebih lanjut. Bersihkan selalu lantai lobby dengan lobby duster. Saluran drainage harus bersih dari sampah dan bebatuan 4. Bersihkan telepon umum dengan menggunakan fresh phone j. lantai lif secara menerus dan hindari lantai lif dari tumpahan air dan lain sebagainya. Pemeliharaan Kebersihan Lobby dan Lif a. apabila ingin mengulang tunggu kering dahulu. shampo. Pengecekan dan pembersihan drainage agar dilakukan secara rutin dan periodik. 5. Pel lantai dengan air bersih. agar orang tidak terpeleset / licin h. agar kotoran yang melekat dapat terangkat d. agar bebas debu dan kotoran c. Sebelum pekerjaan dimulai. Singkirkan semua sampah yang terdapat di sana dan masukan ke dalam kantong plastik untuk dibuang ke tempat sampah e. Apabila noda tetap tidak hilang sebaiknya jangan diteruskan. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu : Mesin poles. Pembersihan rutin terhadap dinding. ember. Pemeliharaan Kebersihan Partisi a. stick mop. wiper glass. Hilangkan noda dengan menggunakan spons campur busa noda cairan shampo yang diencerkan oleskan tepat di atas dan kerjakan dengan hati – hati. Basuh dinding dengan lap basah. Pertama – tama perhatikan finishing dinding partisi. Vacuum lantai lobby dengan teliti. sikat nylon. deterjen. Bersihkan / cabut rumput liar yang tumbuh di sela bebatuan. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu : vacuum cleaner. untuk menghilangkan debu yang menempel pada dinding wall paper gunakan stick yang memakai sikat nylon ( brush ) d. jangan terlalu banyak menggunakan air. ember. Apabila ada kotoran yang tertindih bebatuan. kemudian keringkan dengan menggunakan lap bersih g. spons. plin kayu. usahakan dicabut sebelum tanaman tersebut berbunga d. agar segera dikeluarkan dan dibuang f. majun. Sebelum pekerjaan dimulai. Bersihkan keset nomad entrance lobby dengan vacuum cleaner n. Kosongkan dan bersihkan semua tempat sampah / asbak yang berada di lobby area dengan lap basah kemudian dikeringkan e.

Bersihkan sofa / jok kain secara priodik bulanan dengan mempergunakan shampoo machine. bersihkan bagian atasnya sesering mungkin. Bersihkan kaca dan partisi aluminium atau kusen kayu. pada waktu membersihkan kaca i. f. Untuk kusen kayu pakailah chemical pembersih furniture atau furniture polish. otosol b. bila keadaannya masih utuh 6. mulai bagian atasnya kemudian dindingnya j. Harus hati – hati di dalam menggunakan air berlebihan e. Pembersihan daun pintu diutamakan. periksa laci meja bersihkan agar bebas dari debu c. dahulukan sebelum melakukan pekerjaan lain c. Buka gordyn ( vertical blind ) dengan menarik talinya untuk membersihkan dinding kaca ( kaca jendela ) h. sikat dorong. Bersihkan filling cabinet. Semprotkan pengharum ruangan. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu : wet vacuum cleaner. check mesin harus siap laik pakai. apabila dari logam stainless steel gunakan lap kering ditambah metal polish atau yang setara. Basuh dinding cat tangga eksit dengan lap basah atau spons. Sebelum pekerjaan dimulai. gunakan shampo khusus sofa atau deterjen f. stick mop. spons. letakan kembali asbak pada posisi semula dalam keadaan bersih d. Sebelum pekerjaan dimulai. karena sangat berbahaya bagi keselamatan b. campurkan air ditambah multi purpose cleaner secukupnya dengan spons oleskan ke permukaan yang kotor. fresh phone. agar bebas debu dan mengkilap. Bersihkan kaki kursi dengan teliti. siapkan peralatan kerja yang diperlukan selengkapnya yaitu: kain majun. ember. logam / stainless steel dengan metal polish atau yang setara g. Singkirkan semua asbak. bila kayu bersihkan dengan furniture polish h. bersihkan sampah atau puntung rokok lalu masukan ke dalam kantong plastik sampah. shampo karpet. 7. Bersihkan semua kotoran / sampah yang berada di meja sebelum pekerjaan pengelapan dilakukan. gunakan furniture polish atau yang setara untuk kayu. Bersihkan semua permukaan kayu furniture dilakukan dengan seksama sampai pada cela – cela kayu. Bersihkan debu pada cabinet dengan menggunakan lap ½ basah. gunakan lap ½ basah i. kemudian keringkan dengan lap bersih . Pemeliharaan Kebersihan Perabot dan Peralatan Kantor a. metal polish. Penyapuan dimulai dari lantai atas kemudian ke lantai bawah ( basement ) d. Wall paper yang mengelupas harus dilem lagi. gunakan air bersih yang dicampur multi purpose cleaner. bila kedapatan ada kabel yang terkelupas harus diperbaiki dahulu. rubber sweeper. bilas dengan air bersih. multi purpose cleaner. apabila logam bercat gunakan lap basah dan lap kering kembali. terutama handle daun pintu bagian bawah seringkali terjadi noda / spot akibat sentuhan ujung sepatu yang bersemir g. Bersihkan perangkat komputer dengan lap bersih. kain majun. gunakan lap kering j. Pemeliharaan Kebersihan Tangga Kebakaran a. baby oil. terutama yang terkena noda lalu keringkan lagi. furniture polish. Bersihkan bagian atas plafon dengan bulu ayam. karena biasanya banyak terdapat debu.

Concor dust. kran air. Cuci anak tangga dengan sikat dorong. lis profil. Siapkan peralatan kebersihan dan bahan pembersih. Bersihkan sarang laba-laba yang terdapat pada plafon koridor. dan pemadam api ringan ( fire extinguiser ) j. keringkan segera dengan mesin wet vacuum. terutama plat aluminium yang terdapat pada sisi bagian bawah daun pintu lif. Sebelum pekerjaan dimulai. Matikan lif di lantai paling atas dan mulai membersihkan ruang lif. Singkirkan kotoran / barang yang berada di tangga darurat. exhaust grill. Bersihkan dinding lif. mulai dari plafon dan dinding. kain majun. langsung dikeringkan agar tidak masuk ke panel listrik. Bersihkan AC grill. gunakan wet vacuum cleaner g. atau barang – barang lainnya. e. gunakan lap chiamos dan concor dust c. Mop dan Ember b. Pemeliharaan Kebersihan Koridor a. kemudian lap kering memakai furniture polish atau yang setara d. Tangga darurat harus bebas dari kotoran / sampah. lemari/rak terutama bagian atas. Membersihkan pintu lif dengan glass cleaner f. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu : ember. dengan mempergunakan rakbol c. Sapu lantai selasar. kemudian dipel dengan air bersih dicampur cairan floor cleaner dengan mempergunakan stick mop i. 9. Multi purpose cleaner. Lap pegangan tangga eksit mempergunakan lap basah campur sedikit dengan floor cleaner bilas dan keringkan h. Floor Cleaner. sesekali dengan minyak lobby. Pengunaan air jangan berlebihan saat pembersihan lantai. dinding. apabila tidak hilang dan banyak goresan. cabinet di bawah wash tafel h. Bersihkan perlengkapan alat pemadam kebakaran seperti: fire alarm. yaitu pel lantai kramik. Bersihkan dinding kayu / wall paper gunakan lap kering. Untuk menjaga temperatur udara dalam ruang dan demi keamanan. untuk permukaan kayu pergunakan furniture polish atau yang setara f. 8. karena banyak terdapat kotoran setiap saat g. agar air tidak mengalir keluar tangga eksit f. stick mop dan floor cleaner b. Bersihkan dinding selasar dengan lap kering. Pemeliharaan Kebersihan Lif a. Pintu darurat harus selalu tertutup. tutup neon dan asbak tabung. tapas. tetapi tidak terkunci. wash tafel. tangga darurat merupakan bebas hambatan yang hanya dipergunakan sewaktu – waktu dalam keadaan darurat j. lap chiamos. lantai. kotak sampah. Bersihkan kayu pada plafon selasar. Bersihkan pantry ( dapur ). fire hydrant. pintu. laporkan kepada bagian engineering untuk dilakukan pengecatan ulang i. vacuum dahulu dengan stick head brush. dengan lap kering. gunakan air yang dicampur floor cleaner. Membersihkan frame dan rel lif dengan multi purpose cleaner e. dan lap ½ basah e. Lap daun pintu tangga eksit bagian luar dan dalam. Vaccum Cleaner. daun pintu luar dalam. Melakukan pembersihan rutin setiap kali lif kotor . atau pel lantai lif dengan floor cleaner dan mop d. Vacuum lantai lif yang ditutup karpet.

pasang Pad No. kantong plastik sampah. ember. Vacuum cleaner. Sebelum pekerjaan dimulai. semprotkan pengharum ruangan. diawali dengan vacuum ( sapu / dust pan ) untuk membersihkan kotoran / debu pada permukaan granit. stick mop katun. Vacuum cleaner. kantong plastik sampah. Buffing pad yang sudah rusak ( tipis ) harus segera diganti. mesin poles harus siap pakai. Kosongkan dan bersihkan semua tempat sampah / standing ashtray yang berada pada lokasi kerja dan masukan sampah kedalam kantong plastik sampah d. bilas berulang-ulang minimal 3 ( tiga ) kali dengan air. stick mop. tapas. apakah masih berfungsi. pasang buffing pad. bila kedapatan ada kabel yang terkelupas harus diperbaiki dahulu. diawali dengan ( sapu / dust pan ) untuk menghilangkan kotoran dan debu yang terdapat pada lantai marmer. Kosongkan dan bersihkan semua tempat sampah maupun standing ashtray yang berada di areal tersebut e. Apabila lantai granit terdapat kotoran yang melekat tidak terangkat oleh sistem pengepelan. antiwax. karena sangat berbahaya bagi keselamatan b. kemudian pengepelan dengan air hangat bersih campur antiwax ( 1:20 ) atau ( 1: 50 ) c. Untuk menjaga permukaan granit tetap mengkilat dan bersih gosok dengan semir khusus sekurang – kurangnya 3 ( tiga ) bulan sekali. Sapu. lakukan buffing lantai granit sampai mengkilap. Sistem pembersihan. Jangan meninggalkan polisher.II untuk menghilangkannya f. setelah itu lakukan pengepelan dengan air bersih campurkan sedikit floor cleaner atau yang setara ( 1:40 ) gunakan stick mop katun c. ember. dust pan. Pemeliharaan Kebersihan Lantai Granit a. dust pan. Bila tidak ada. g. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu : Mesin poles. kain majun. Angkat keset nomad entrance. Periksa Pengharum ruangan / Automatic air freshener. lakukanlah dengan polisher. dalam keadaan stop kontak terpasang. buffing pad. Sebelum pekerjaan dimulai. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu : Mesin Poles. Setelah bersih betul siapkan polisher. lakukan vacuum debu yang terdapat pada permukaan nomad maupun di bagian bawahnya. Untuk stripping. Pemeliharaan Kebersihan Lantai Marmer a. Lakukan buffing dengan steel wool pad sampai mengkilap e. 10. dan kabel mengganggu lalu lalang orang keluar masuk lobby area. agar lantai marmer mengkilap . Bersihkan pojok-pojok lantai granit dengan tapas untuk tempat yang tidak terjangkau mesin poles j. setiap 3 ( tiga ) bulan. karena sangat berbahaya bagi keselamatan b. check mesin – mesin harus siap laik pakai. agar tidak merusak lantai granit i. lakukan pengupasan permukaan lantai marmer sehingga sisa marble polish benar-benar terangkat. System pembersihan. 11. setelah permukaan bersih dari kotoran. gunakanlah cairan cleaner atau yang setara. Lakukan penyemprotan dengan cairan marble polish atau yang setara gunakan bottle sprayer dengan jarak 50 cm dari permukaan marmer secara merata. bila ada kabel yang terkelupas harus diperbaiki dahulu. pasang kembali setelah bersih d. apabila pekerjaan ditunda sebaiknya rapihkan dahulu dan disingkirkan ke tempat yang aman h. kain majun. Gunakan High speed Polisher g. sapu. setelah itu lakukan hal seperti di atas.

Sistem pembersihan. f. bilas dengan air bersih berulang kali minimal 3 ( tiga ) kali. dust pan. Bersihkan pojok – pojok lantai marmer yang tidak terjangkau mesin poles. untuk menghilangkan kotoran dan debu. Vacuum Cleaner Wet & Dry. Jangan meninggalkan mesin poles dalam keadaan stop kontak terpasang. Sistem pembersihan. kantong plastik sampah. lakukan pengupasan permukaan lantai vinil sehingga sisa lapisan vinyl polish dan kotoran benar benar terangkat. agar diperbaiki atau diganti dengan yang baru. kemudian singkirkan untuk sementara. Hindari gesekan mesin poles pada dinding partisi. Pemeliharaan Kebersihan Lantai Kayu / Parket a. 2 ( dua ) stick mop katun. Lakukan buffing dengan mesin poles hingga mengkilap gunakan buffing pad d. c. kain majun. dimulai dari membersihkan lantai dengan vacuum cleaner ( sapu / dust pan ). dan cek mesin – mesin siap pakai b. tapas dan chemical parquette polish. vinyl polish. Bersihkan lantai kayu dengan mesin vacuum cleaner ( sapu / dust pan ). bila posisi steel wool miring / rusak / menipis / kurang baik. karena spot akan tertutup oleh sealer dan hasilnya kurang baik. karena sangat berbahaya bagi keselamatan b. gunakan Wet Vacuum Cleaner. apabila pekerjaan ditunda sebaiknya rapihkan dahulu dan singkirkan ke tempat yang aman j. gayung. bila kedapatan ada kabel yang terkelupas harus diperbaiki dahulu. setelah itu lakukan pengepelan dengan air bersih campuran Floor Cleaner. dan plin kayu. kosongkan dan bersihkan semua tempat sampah benda lainnya yang berada di lokasi kerja c. setelah permukaan bersih dari kotoran. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu: mesin poles. kantong plastik sampah. Harus diperhatikan. 12. Pemeliharaan Kebersihan Lantai Vinil a. Untuk menghilangkan cairan pengupasan. untuk menghilangkan kotoran dan debu. 13. Harus diperhatikan. Sebelum pekerjaan dimulai. dan ditempatkan kembali apabila pekerjaan telah selesai dikerjakan e. Setelah itu lakukan sealer ( pelapisan baru ) dengan cairan vinyl polish sapukan merata dan tipis dengan menggunakan stick mop. Untuk menjaga permukaan marmer tetap mengkilat dan bersih gosok dengan semir khusus sekurang – kurangnya 3 ( tiga ) bulan sekali. Dilakukan hanya untuk daily maintenance. periksa dan buang air tangki vacuum sebelum penuh g. Pekerjaan ini sebaiknya dilakukan secara periodik 3 ( tiga ) bulan sekali f. sebelum lantai vinil benar – benar telah bersih dan bebas noda ( spot ) dan kering. agar tidak ada goresan dan rusak g. floor cleaner. untuk mencegah kerusakan lantai marmer dan mendapat hasil yang optimal i. ember. dan kabel terendam air. pad halus. Sebelum pekerjaan di mulai. Untuk stripping. wood polish. tapas. vacuum cleaner dry. tunggu 5 ( lima ) menit lalu ulang lagi secara bergantian vertikal dan horizontal. dust pan. jangan lakukan sealer. setelah itu lakukan pengepelan dengan air bersih campuran dengan floor cleaner . Pad. dengan menggunakan tapas h. check mesin-mesin harus siap pakai. ember. Kosongkan dan bersihkan semua tempat sampah / asbak yang berada pada lokasi kerja. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu : Mesin Poles. kain majun. Stick mop katun.

Lakukan buffing dengan mesin poles sehingga rata & mengkilap dan gunakan pad yang halus g. Cara kerja :  Sikat polisher dipasang. Pemeliharaan Kebersihan Lantai dengan Polisher. jika perlu berulang – ulang. jangan seluruh karpet  Campuran Shampo karpet (1:10 s/d 30) untuk lantai normal atau lantai high traffic. e. bilas dengan air berulang kali minimal 3 ( tiga ) kali pembilasan agar lantai kayu benar – benar bersih e. Pemeliharaan Kebersihan Lantai dengan Polisher a. Menyalakan / menghidupkan mesin :  Mesin dinyalakan sikat polisher telah terpasang  Mesin dijalankan tangki air bersih terisi atau dikosongkan sesuai dengan kebutuhan d. ber – arde  Mesin hanya boleh digunakan oleh orang yang mampu menggunakannya  Aliran listrik harus dalam keadaan off  Karpet yang tidak seluruhnya diberi lem pada dasar lantainya b. tunggu 20 s/d 15 menit sampai mengering dan ulang secara bergantian f. Lakukan sealer ( pelapisan baru ) dengan cairan parquette polish. langsung hisap. biarkan bereaksi  Kerjakan sebagian-sebagian. pada mesin-mesin dan karpet – karpet yang telah sering di-shampoo. dengan chemical wood polish. Bersihkan peralatan. sikat dan hisap hingga kering f. Untuk tingkat kekotoran berat Lakukan pemolesan lebih lama selama 3 ( tiga ) menit maksimum. Untuk tingkat kekotoran normal Lakukan pemolesan lebih lama selama 1 ( satu ) menit maksimum. d. Hal – hal yang harus diperhatikan untuk persiapan pengerjaan dengan mesin yaitu :  Tegangan listrik harus sama dengan yang tertera pada mesin. sebelum pekerjaan selesai katup air dihentikan. Pembentukan busa ( foam ). lebih intensif pada permukaan karpet yang lebih kotor  Tunggu beberapa detik. Letakan kembali tempat sampah dan perabotan dan kembalikan ke tempatnya semula i. untuk pemasangannya sikat polisher diganti dahulu dengan driving pad  Isi tangki air polisher dengan larutan formula yang telah dicampur air sesuai dengan ukuran  Tarik panel tangki air untuk membasahi permukaan karpet / permukaan lantai yang kotor. Pengerjaan sebelum pemolesan dilakukan :  Harus singkirkan kotoran dengan sapu dan dust pan  Setelah itu angkat debu lepas dengan Dry vacuum Cleaner c. 14. harus dimatikan busanya dengan foamstop ( anti foam ) . posisi diputar terkunci Jika perlu pasang pad sesuaikan kebutuhan. maksimum 3 ( tiga ) kali sambil hisap hingga kering g. simpan kembali sisa bahan kimia yang dapat digunakan h. sapukan merata dan tipis dengan menggunakan stick mop. Untuk stripping lakukan pengupasan permukaan lantai kayu sehingga lapisan parquette polish dan kotoran terangkat.

Pemeliharaan Kebersihan Lantai Karpet a. Dry vacuum Cleaner. gunakan Spot Remover atau yang setara. h. atau lap kain majun. gunakan Shampoo machine extraction. lakukanlah penghisap debu / mengangkat kotoran lepas. gunakan dry vacuum cleaner untuk mendapatkan hasil yang bersih dan merata c. siapkanlah peralatan kerja selengkapnya yaitu : Mesin poles / Mesin Shampo. Bersihkan secara rutin untuk daily maintenance. hindari floor electric outlet terendam air. Sebab – sebab daya hisap terlalu lemah :  Tutup tangki air kotor tidak benar letaknya  Mulut hisap tersumbat  Sambungan selang dan pipa tidak benar 15. untuk mencegah kerusakan mesin dan saringan debu seoptimal mungkin d. Shampooing carpet. Bottle Sprayer. vacuum sisa air semaksimal mungkin. Pemeliharaan mesin shampoo :  Sisa air bersih dengan selang hisap dikeringkan dari tangki air bersih  Tangki air kotor harus benar-benar bersih dan kosong setelah dicuci  Mesin luar dan dalam harus bersih dan kering j. ember. lakukan secara priodik maksimal 3 ( tiga ) bulan sekali. posisi mengarah ke inti spot ( noda karpet ) g. dengan daya semprot dan daya sedot spray extraction machine serta penggunaan chemical shampoo carpet atau yang setara dicampur air ( 1 : 40 ) atau ( 1 : 20 ) untuk daerah high traffic i. Lakukan spotting karpet dengan cermat agar tidak merusak karpet. harus selalu dilengkapi filter bag vacuum. semprotkan dengan bottle sprayer tunggu beberapa menit. untuk menghindari noda pada karpet f. . karena sangat berbahaya bagi keselamatan b. shampo karpet. Bila menemukan kotoran pada karpet. cek mesin-mesin harus siap laik pakai. majun. harus dibersihkan sesegera mungkin. lalu bersihkan gunakan tissue putih. Pada bagian – bagian / sudut / pinggir karpet. dengan menggunakan stick mesin spray extraction. spot remover atau sesuai dengan kebutuhan. Harus diperhatikan. hal ini harus dilakukan sesuai dengan karakteristik karpet dan noda karpet h. bila kedapatan ada kabel yang terkelupas harus diperbaiki dahulu. Gangguan – gangguan : Sebab – sebab semprotan terganggu :  Mulut semprot tersumbat  Filter air bersih terkotori  Air bersih dalam tangki kosong  Selang semprot tersumbat  Filter air bersih terkotori  Pompa semprot tidak dihidupkan  Angin palsu dalam pompa k. baru simpan di tempat aman yang tersedia yaitu Gudang Peralatan Kerja e. dapat dikerjakan dengan mulut hisap tangan i. Vacuum Cleaner. jangan terlalu banyak menggunakan air selama melakukan shampoo carpet. dicabut selangnya. Sebelum pekerjaan dimulai. Spotting karpet untuk menghilangkan noda yang terdapat pada lantai karpet. Vacuum Cleaner yang telah dipakai harus segera dibersihkan.

sikat tangan. Gunakan sarung tangan karet ( hand glove ) dan masker untuk melindungi kulit tangan dan penciuman dari bahan kimia yang digunakan e. bila kedapatan ada kabel yang terkelupas harus diperbaiki dahulu. Untuk mengangkat kotoran. Larutkan chemical cleaner atau yang setara dengan air ( 1 : 20 ) dalam ember. ember. Wet vaccum cleaner. Sebelum pekerjaan dimulai. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu : Mesin poles. vacuum cairan kotoran dengan menggunakan wet vacuum cleaner d. gunakan larutan chemical cleaner kemudian sikatlah dengan mesin poles. vacuum lantai terlebih dahulu. Kosongkan dan bersihkan semua tempat sampah / asbak yang berada pada lokasi kerja. Pemeliharaan Kebersihan Lantai Karpet dengan Extractor a. Persiapan pengerjaan dengan mesin Extractor yaitu :  Tegangan listrik harus sama dengan yang tertera pada mesin. Bersihkan dengan kain lap basah semua permukaan benda – benda.16. buang air kotor. Gunakan sikat dorong atau sikat tangan untuk membersihkan sudut – sudut lantai yang tidak terjangkau oleh mesin poles. selang hisap sambungkan pada mesin dan pada pipa semprot hisap  Kabel hubungkan b. plin kayu yang kena percikan obat pada waktu mesin dioperasikan g. jika dilakukan pengerjaan pembersihan mesin. service dll  Penggunaan peralatan lain ( perpanjangan selang / kabel ) harus sesuai dengan spesifikasi pabrik  Sambungan – sambungan listrik harus terlindung dari percikan air  Pengisian air bersih dalam tangki tidak boleh lebih dari 50 ° C  Pengaman kelebihan tegangan dengan 10 A  Periksa apakah filter (screen filter) terpasang pada tangki air bersih  Chemical carpet cleaner dicampur dengan air panas / dingin dalam ember dengan campuran sesuai dengan tingkat pengotoran tuangkan dalam tangki air bersih  Selang semprot sambungkan. Wiper Floor. Pindahkan untuk sementara tempat sampah dan asbak tersebut. Hal – hal penting yang harus diperhatikan di dalam penggunaan mesin metode ekstraksi dan hanya boleh dilakukan apabila :  Tidak merusak karpet ( luntur ) dan lantai di bawah karpet ( lem terlepas )  Lantai di bawah karpet. Lakukan wet mopping ( mengepel basah ) untuk mengangkat sisa kotoran pada permukaan lantai yang tidak rata f. ber – arde  Mesin hanya boleh digunakan oleh orang yang mampu  Aliran listrik harus terputus. Cek mesin – mesin harus siap laik pakai. chemical cleaner. Pemeliharaan Kebersihan Lantai Semen a. 17. kembalikan ke tempat semula apabila pekerjaan telah selesai dikerjakan c. minimal 3 ( tiga ) kali. tidak tahan air seperti kayu  Karpet luntur . Bilas lantai yang sudah disikat dengan air bersih berulangkali. stick mop. pel lantai semen dengan cairan pembersih. karena sangat berbahaya bagi keselamatan b. sarung tangan karet. Bila terdapat noda. kemudian keringkan.  Isi air bersih. sikat dorong. Scrubbing Pad.

stick mop. Pembentukan busa ( foam ).  Setelah itu angkat debu lepas dengan dry vacuum Cleaner d. dapat dikerjakan dengan mulut hisap tangan h. jangan seluruh karpet  Campuran Shampoo carpet ( 1 s/d 3 liter / m2 ) untuk karpet normal atau carpet high traffic  Dengan pipa hisap / semprot  Dengan ventil terbuka. sikat tangan. Pada bagian-bagian / sudut / pinggir karpet. check mesin – mesin harus siap pakai. tanpa motor hisap dengan kecepatan 1 – 2 detik / m  Dengan tombak semprot. pada mesin – mesin dan karpet-karpet yang telah sering dishampo.  Karpet tidak direkat dengan lem pada dasar lantai c. chemical cleaner. sponge / tapas. ember. Sebelum pekerjaan dimulai. hubungkan dengan selang semprot  Dengan alat semprot ekstra  Ekstraksi semprot. bila . hisap terus  Untuk tingkat kekotoran berat  Jika perlu di-shampo atau disikat dengan sikat halus dahulu f. sebelum pengerjaan selesai semprot dihentikan. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu : Mesin poles. dry & wet vacuum cleaner. harus dimatikan busanya dengan foamstop ( anti foam ) g. semprot lebih intensif pada permukaan karpet yang lebih kotor  Tunggu beberapa detik. motor hisap dan pompa semprot hidupkan  Untuk tingkat kekotoran normal  Semprotkan langsung hisap. stripping pad. tangki air bersih isi. Pemeliharaan Kebersihan Lantai Keramik a. Cara kerja :  Semprotkan pada permukaan karpet yang kotor. Menyalakan / menghidupkan mesin :  Nyal akan pompa tekan / semprot  Hany a boleh dinyalakan bila tangki air bersih terisi. apabila tangki kosong akan merusak pompa e. Gangguan – gangguan : Sebab – sebab semprotan terganggu : 1) Mulut semprot tersumbat 2) Filter air bersih terkotori 3) Air bersih dalam tangki kosong 4) Pompa semprot tidak dihidupkan 5) Angin palsu dalam pompa Sebab – sebab daya hisap terlalu lemah : 1) Tutup tangki air kotor tidak benar letaknya 2) Mulut hisap tersumbat 3) Sambungan selang dan pipa tidak benar 4) Tanki air kotor penuh 5) Saringan terkotori 18. Pengerjaan sebelum Ekstraksi dilakukan :  Singkirkan kotoran-kotoran dengan sapu / dust pan. biarkan bereaksi  Kerjakan secara bertahap.

gunakan dry vacuum cleaner. Bersihkan rutin bulanan. Teknik penyapuan jangan bertentangan / berlawanan dengan arah angin c. sikat ijuk bertangkai. Basahilah lantai keramik merata. masukan kedalam kantong plastik sampah gunakan dust pan. segera adakan perbaikan d. dust pan. selang air. kedapatan ada kabel yang terkelupas harus diperbaiki dahulu. pakai hand stick brush c. Vacuum/sapu lantai keramik terlebih dahulu untuk menghilangkan debu c. karena sangat berbahaya bagi keselamatan b. gunakan sikat dorong ( sikat tangan / tapas ) pakai sarung tangan karet untuk mencegah kulit tangan terlindung dari bahan kimia yang digunakan e. karena sangat berbahaya bagi keselamatan b. gunakanlah tali untuk membuka dan menutupnya. kemudian disingkirkan untuk sementara dan ditempatkan kembali apabila pekerjaan telah selesai dikerjakan. Arahkan pencucian lantai paving dengan wipper floor dari posisi yang lebih tinggi ke areal yang rendah. gunakan bahan kimia chemical cleaner atau yang setara dicampur air ( 1 : 20 ) tunggu ± 5 ( lima ) menit. maka laporkan pada teknisi e. Bersihkan lantai paving yang kotor atau terkena oli kendaraan dengan sikat dorong atau mesin poles. deterjen. Kosongkan dan bersihkan semua tempat sampah / asbak dan benda lain yang berada pada lokasi kerja. Isi kembali celah – celah paving dengan pasir halus gunakan sapu lidi sampai rata. kemungkinan ada yang lepas. siapkanlah peralatan kerja selengkapnya yaitu : wet & dry vacuum cleaner. 20. hisap debu tirai ( vertical blind. Bersihkan rutin tiap hari dengan sapu lidi. wiper floor. sapu lidi. bilas dengan air bersih gunakan stick mop katun. gunakan pembasmi rumput Round Up atau yang setara d. Lakukan pembersihan sudut-sudut lantai yang tidak terjangkau oleh mesin poles. Sebelum pekerjaan dimulai. Gunakan wet vacuum cleaner untuk menghisap cairan kotoran lantai keramik yang terangkat f. ember. Bilas gunakan selang air dan keringkan kembali dengan wiper lantai dan stick mop f. gordyn ). Apabila keadaanya kurang rata / bergelombang. untuk memudahkan pembersihan sisa – sisa kotoran. gunakan air panas dicampur floor cleaner atau deterjen. check mesin harus siap pakai. Pemeliharaan Kebersihan Lantai Paving a. kemungkinan macet. Bersihkan rumput yang tumbuh pada celah – celah pada paving. 19. segera diperbaiki . Pel berulang kali. siapkan peralatan kerja selengkapnya yaitu : mesin poles. apabila sulit penanggulangannya. sikat nylon b. Check tali vertical blind atau gordyn. deterjen. Check rantai ( pemberat ) vertical blind atau gordyn. hand stick brush. Sebelum pekerjaaan dimulai. lakukan brushing dengan pad halus d. Pemeliharaan Kebersihan Tirai ( Vertical Blind atau Gordyn ) a. mengarah ke floor drain atau selokan air. bila kedapatan ada kabel yang terkelupas harus diperbaiki dahulu. minimal 3 ( tiga ) kali.

majun dan bahan kimia ( marble cleaner ). kaca mata hitam. keringkan e. siapkanlah peralatan kerja selengkapnya yaitu : Tangga. kemudian bilas. kain majun. 23. sikat tangan nylon b. lakukan minimal setahun sekali pengerjaanya f. wash applicator. apakah sudah laik pakai dan aman b. Check mesin Gondola. Hilangkan spot ( noda ) yang terdapat pada dinding granit. gunakan kuas atau sikat nylon dengan cairan marble cleaner ( 1 : 10 ). gunakan bantuan tapas dan spot remover. tapas. minimal sebulan sekali. turunkan cuci dengan deterjen. bersihkan celah – celah marmer. wiper kaca atau unger kit. gunakanlah lap ½ basah. Bersihkan dinding granit dengan menggunakan lap ½ basah. Lakukan pembersihan setiap 2 ( dua ) bulan sekali. sarung tangan karet. gunakan sikat nylon. air. Chemicals marble cleaner. gunakan sikat nylon dengan air hangat. ember. 21. sebelum pekerjaan pembersihan dinding kaca luar dimulai. 22. apakah sudah siap pakai d. b. gunakan tangkai mop. siapkanlah peralatan kerja selengkapnya yaitu : Tapas. bottle sprayer. helm plastik. Untuk menjaga kebersihan dinding granit. gunakan sealer polibrite. Sebelum pekerjaan dimulai. safety belt. deterjen atau floor cleaner ( 1 : 20 ). kemudian bilas dengan air dan keringkan g. Beritahukan pihak security untuk mengatur parkir kendaraan di bawah dinding yang akan dibersihkan c. masker. tangkai mop. e. Pakailah safety belt dan helm. dilakukan apabila permukaan granit sudah buram. gunakan atau spot remover. sebelum pekerjaan pembersihan dimulai e. kemudian pakai bahan kimia dan tapas. dicuci gunakan tapas. siapkanlah peralatan kerja selengkapnya yaitu : tangga. kemudian bilas dengan air bersih gunakan kain majun dan keringkan dengan kain majun f. check perlengkapan kerja terutama safety belt. jemur ditempat yang panas kuku. Untuk membersihkan dinding granit secara rutin bebas debu. General cleaning. Hilangkan spot ( noda ) yang terdapat di vertical blind. kemudian disemir dengan gunakan lap kering ( kain majun ) d. safety belt. helm. tangga. ember. Pemeliharaan Kebersihan Dinding Granit Luar a. posisi vertical blind digantung. perbandingan 1:20. Pakailah safety belt. General cleaning vertical blind ( gordyn ) dilakukan 6 ( enam ) bulan sekali. Hentikan pekerjaan pada waktu angin kencang / hujan. Pemeliharaan Kebersihan Dinding Marmer Luar a. Sebelum pekerjaan dimulai. Sebelum pekerjaan dimulai. stick mop. kain majun. setelah kering dipasang kembali f. General cleaning lakukan 3 ( tiga ) bulan sekali. kain majun. ceeling dan braket-nya. floor cleaner. tambang. glass cleaner. karena sangat berbahaya bagi keselamatan kerja . keringkan dan gunakan tangga untuk dinding yang tinggi c. kuas. Bersihkan dinding keramik dari debu. gayung. helm plastik. keringkan dengan vacuum cleaner g. sarung tangan karet (hand glove). sponge/ tapas bottle sprayer. ember. Pemeliharaan Kebersihan Dinding Kaca Luar a. bilas keringkan.

basahkan/semprotkan tipis. Pembersihan ini untuk daily maintenance c. Pembersihan ini dilakukan secara priodik bulanan e. gunakan sponge dan langsung keringkan dengan kain majun. Bersihkan frame kaca aluminium. bagian bawah dinding kaca diberi alas plastik. kemudian keringkan c. tunggu kering dahulu baru diulang kembali. Setelah itu bersihkan sisa larutan yang jatuh kelantai gunakan stick mop. wiper kaca atau unger kit. siapkanlah peralatan kerja selengkapnya yaitu : ember. tapas. dempul. kemudian bilas dengan air bersih sampai larutan tidak tersisa dan biarkan dinding sampai kering kembali. gunakan campuran deterjen dengan air secukupnya sapukan merata. stick mop. Bersihkan sisa – sisa cairan yang menetes ke lantai dengan air gunakan stick mop dan kain majun segera. hingga kaca benar-benar bersih g. tapas. gunakan trim scrapper & blade ( silet kaca ) f. dempul. kain majun. gunakan larutan washing compound digosok dengan sponge. bottle sprayer. Pemeliharaan Kebersihan Perlengkapan Alat Pemadam Kebakaran . Bersihkan noda kaca yang terkena cat. mengerjakan harus teliti. gosok dinding kaca luar yang akan dibersihkan. Sebelum pekerjaan dimulai. Pemeliharaan Kebersihan Dinding Kaca Dalam a. Bersihkan noda ( spot & kotoran ) yang terdapat pada dinding bercat minyak. bilas dengan lap basah d. gunakan kain majun. Pemeliharaan Kebersihan Dinding Cat a. plitur. ember. apabila terlalu banyak menggunakan air akibatnya akan merusak permukaan cat d. Bersihkan debu yang melekat pada dinding bercat minyak ( water seal ) dengan menggunakan kain majun. Untuk menjaga kebersihan lantai. lem. c. 26. gunakan bottle sprayer. sponge b. setelah itu tarik dengan wiper kaca secara vertikal. tapas dan cairan glass cleaner atau deterjen campuran 1 : 30. Pembersihan ini dilakukan secara priodik bulanan. sisa air yang menempel pada plin kayu. kain majun. gunakan bottle sprayer. Setelah itu bersihkan sisa larutan yang jatuh kelantai gunakan stick mop. gunakan trim scrapper & blade ( silet kaca ) d. campuran 1 : 20. siapkanlah peralatan kerja selengkapnya yaitu : tangga. wash applicator. Celupkan wash applicator atau unger kit dalam larutan glass cleaner. basahkan / semprotkan tipis. Bersihkan noda kaca yang terkena cat. rakbol. gosok dinding kaca dalam yang akan dibersihkan. gunakan cairan multi purpose cleaner campuran atau 1 : 20 e. deterjen. 25. Caranya hilangkan noda secara bertahap. Sebelum pekerjaan dimulai. campuran 1:20. Bersihkan dinding kaca dalam. plitur. Bersihkan debu sunscreen gunakan lap ½ basah dan masker atau bersihkan kotoran yang melekat dengan sikat nylon. 24. setelah itu tarik dengan wiper kaca secara vertikal. untuk bagian atas bisa gunakan tangga atau rakbol. hingga kaca benar – benar bersih e. Bersihkan noda ( spot & kotoran ) yang terdapat pada dinding bercat minyak ( water seal ). harus dilap sampai kering. glass cleaner b. lem. celupkan wash applicator atau unger kit dalam larutan glass cleaner. Bersihkan debu yang melekat pada frame kaca dengan larutan multi purpose cleaner campuran 1:20.

Bersihkan debu penutup tanda EKSIT tangga darurat dengan lap kering. siapkanlah peralatan kerja selengkapnya yaitu : ember. Kabel. harus hati-hati mengerjakannya. setelah itu bilas dengan air bersih sampai larutan tidak tersisa dan keringkan. celupkan pada ember yang berisi larutan deterjen. Saluran & Penggantung Listrik : Fish tape. a. C. Sabuk Pengaman / Helm 2. kemudian bilas dengan air bersih sampai larutan tidak tersisa dan keringkan e. dengan lap basah atau spons. Gergaji besi B. kemudian sikat debu yang melekat. . Dongkrak. Bersihkan tabung alat pemadam api ringan ( fire extinguisher ) yang terpasang di gedung dengan lap basah atau spons. Alat las. Sarung tangan. deterjen b. Pembengkok pipa. Wipper kaca : 25 cm – 45 cm Perkakas dengan sirip karet untuk membersihkan debu / kotoran dari permukaan kaca. Tabung Oksigen / Gas. 6. jangan menarik handle – nya f. 3. Bersihkan tutup kotak selang kebakaran ( box hydrant ) di setiap lantai Gedung. kain majun. 4. Letakan kembali pada posisi semula c. Fork Lift. Perlengkapan dan Peralatan Sesuai Kondisi Pekerjaan Perlenglapan dan peralatan kerja yang digunakan : 1. Pistol ramset 5. Perancah. gunakan sikat nylon. Gerobak palet hidrolis. Bersihkan debu kotak penarik alarm di setiap lantai gedung dengan lap kering atau bulu ayam. Pengukur tekanan gas. Bersihkan debu bel alarm di setiap lantai gedung dengan lap kering atau bulu ayam g. Penekan portable. Memindahkan benda berat : Papan beroda. Pelindung api. Dongkrak. 2. Mesin Polisher Mesin poles untuk mengupas kotoran pada permukaan lantai. Hati – hati. Vacuum Wet & Dry Mesin penghisap debu untuk permukaan yang kering dan basah. Menata secara teliti : Penarik. V. celupkan pada ember yang berisi larutan deterjen. 5. Peralatan Tata Graha 1. Mesin Pencuci Karpet Mesin ekstraktor untuk mencuci karpet dengan shampo. Sebelum pekerjaan dimulai. Rantai 3. Di tempat yang tinggi : Tangga. Mesin Hand Polisher Perkakas untuk memoles perabot dari kayu atau permukaan metal. selama dibersihkan jangan menarik / merusak katup alat pemadam api ringan atau terjatuh / terpelanting ke lantai sehingga menimbulkan benturan akibatnya alat pemadam tidak berfungsi lagi d. Pemotong pipa. Rantai 4. sponge. Pelindung mata. B l o w e r Kipas udara digunakan untuk mengeringkan karpet yang basah. Sambungan las : Mesin las. Gerobak palet. Katrol. Derek. PERLENGKAPAN DAN PERALATAN UNTUK PEKERJAAN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN GEDUNG A. Peralatan Mekanikal & Elektrikal Peralatan umum dan peralatan khusus sesuai fungsi perlengkapan dan peralatan bangunan gedung.

tidak ada sampah. terang. tidak berdebu. tersisir rapi I. tidak berdebu F. rapi E. tidak bernoda. 10. tidak berdebu B. tidak bernoda. 11. Difuser / Grill Bersih. tidak berkarat . K a c a Bersih. Wipper air Sirip karet bertangkai untuk mendorong genangan air dari permukaan lantai. K a r p e t Bersih. jelas. tidak basah  Closed Mengalir lancar. tidak ada sarang laba – laba G. Saklar & Stop Kontak Bersih. pesing. tidak berdebu. tidak bernoda. STANDAR KEBERSIHAN A. tidak basah. tidak basah. tidak berdebu. L a n t a i Bersih. 12. Stainless steel mop Pel bertangkai untuk membersihkan lantai basah. bila diusap tidak membekas. tidak berdebu. tidak ada noda. tidak bernoda. tidak bernoda. tidak kusam. tidak bernoda. bening. nat lantai bersih H. 7. Pad holder Tongkat untuk sikat. Rakball Sikat berbentuk bulat untuk membersihkan kotoran di langit – langit. 13. tidak ada sampah  Pintu / handle Bersih. tidak bau. F u r n i t u r e Bersih. tidak bernoda. mengkilat ( sesuai aslinya )  Urinoir Bersih. P l a f o n d Bebas dari kotor. tidak berdebu. tidak ada noda. kering. tidak bau. Stainless lobby duster Pel bertangkai untuk membersihkan debu/kotoran pada lantai yang kering. T o i l e t Ruang Tidak berbau. Pad brush Sikat untuk membersihkan kotoran pada permukaan lantai atau dinding. tidak buram. tidak bau K r a n Tidak berkarat. tidak ada kotoran. jelas. tidak kotor. tidak ada noda. tidak bernoda. tidak basah. tidak bernoda. tidak ada sarang laba – laba. 9. tidak berdebu C. Tangga aluminium VI. frame kaca bersih D. tidak ada sarang laba – laba. anyir  Kaca Cermin Bening. tidak kusam  Lantai Bersih. 8. tidak bau. Horizontal Blind Bersih. tidak ada bercak air di sekelilingnya.

IMAM SUROSO. tidak kotor tanah VII. Ruang Tunggu Supir.  Keset Tidak berdebu. pemanfaatan. kapasitas / ukuran. MM. tidak basah. Ruang Auditorium. penerangan / pencahayaan. tidak bau J. tidak ada sampah. Pantry. tidak banjir. rapi. Ketentuan yang tercantum di dalam Petunjuk Teknis ini sebagai pedoman dalam pemeliharaan sarana – prasarana dan kebersihan. tidak ada sampah. . Ruang Arsip. Ruang Tamu. ` Drs. bersih. tidak ada bercak K. kelembaban. tidak bernoda. dll ) khususnya pada : Ruang Kerja. STANDAR MUTU RUANGAN Untuk menentukan mutu suatu ruangan digunakan standar yang tercantum dalam SNI mengenai persyaratan mutu ruangan ( suhu. tidak ada sampah. Ruang Komputer. indah L. Halaman Bersih. tidak bernoda. kebisingan. T a n g g a  Railing Tidak berdebu. Ruang Tangga. tidak basah. bila diusap tidak membekas  Bordes Tidak berdebu. Ruang Sholat. Ruang Lif. Lobby / hall. H. Ruang Luar. Toilet. Ruang Rapat. Ditetapkan di Pati pada tanggal KETUA YAYASAN BUMI WALI SONGO PATI. Gudang. tidak bau  Handle Tidak berdebu. T a m a n Subur. Ruang Kendali. Ruang Loket.

PLAFOND Plafond pada seluruh areal gedung senantiasa dikontrol dan dipastikan kebersihannya. KACA Pembersih kaca gedung maupun kaca toilet / cermin dengan menggunakan chemicals pembersih LOC dan diseka menggunakan windows wipers dilakukan secara rotasi dari permukaan kaca satu ke lainnya dengan rotasi 1 ( satu ) mingguan. Untuk plafond dengan balok ekspos selain menggunakan metode pembersihan di atas. sedikitnya 1 ( satu ) bulan sekali dengan menggunakan chemicals pembersih yang sesuai. LOKASI PEKERJAAN Lokasi pekerjaan adalah di Rumah Sakit Mitra Bangsa Pati B. JENIS PEKERJAAN Jenis pekerjaan adalah kebersihan. KUSEN SIRKULASI Pembersihan kusen sirkulasi dilaksanakan setiap minggu dengan cara pencucian permukaan kusen menggunakan chemicals pembersih yang sesuai. DINDING . Pembersihan plafond dengan menggunakan Vacum Cleaner agar debu tidak berterbangan dengan stick telescopic yang cukup menjangkau ketinggian plafond. dan pemeliharaan 2. Bila permukaan kaca terdapat noda cat / kotoran serangga maka digunakan cutters untuk mengupasnya. 4. 2. 3. DAN PEMELIHARAAN 1. KEBERSIHAN. Apabila pada kusen sirkulasi terdapat kasa nyamuk maka kasa nyamuk tersebut dibersihkan dengan vacum cleaner. JENIS DAN LOKASI PEKERJAAN 1. Pada saat yang sama pembersihan kusen dilakukan dengan menggunakan chemicals pembersih yang sesuai. PERAWATAN. perawatan. Untuk pembersihan harian digunakan chamois clooth dan cotoon clooth agar kaca senantiasa bersih dan terbebas dari lembab maupun debu. PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN KEBERSIHAN A.

 Perabot berbahan dasar kulit imitasi. finil. Laboratorium. ruang teknik : Lobbying ( menyapu ) dan mopping ( pengepelan ) rutin dilakukan 2 ( dua ) kali sehari dan setiap saat dijaga kebersihannya. transit dokter. apotik. Pada dinding keramik selain pengontrolan kebersihan harian menggunakan lap gading. Bila aula digunakan untuk acara maka setelah acara selesai akan dilakukan pembersihan total agar aula senantiasa bersih. khusus UGD kebersihan dipantau 24 jam ( 3 Shift ) Untuk ruang yang steril Lobby Duster dan Mop digunakan tersendiri ( khusus ) Untuk ruang rawat inap yang kosong dilakukan kebersihan secara total / menyeluruh. 5.  Areal Aula Lt – 4 : Lobbying ( menyapu ) dan mopping ( pengepelan ) rutin dilakukan 1 ( satu ) kali sehari.Dinding keramik dibersihkan setiap hari. 7. Pelaksanaan pembersihan dilakukan dengan hati – hati agar debu tidak mengganggu.  Areal pelayanan. ruang Sanitasi : Lobbying ( menyapu ) dan mopping ( pengepelan ) rutin dilakukan 2 ( dua ) kali sehari dan setiap saat dijaga kebersihannya. kaca yang dilapisi film dan pesawat telephone digunakan chemicals pembersih Amway silicone glaze  Perabot berbahan stainless dibersihkan dengan menggunakan chemicals helios  Perabot berbahan kuningan menggunakan braso  Kaca meja setiap hari dilap dengan chamois clooth dan dipastikan kebersihannya  Untuk kelengkapan pada beberapa meja di ruang – ruang tertentu disediakan tissue meja  Untuk ruang ber – AC di beberapa titik AC tertentu disediakan pengharum ruangan 6.Pada dinding ukir ( gebyok ) selain pembersihan debu setiap hari. PERABOT Pada semua jenis perabot setiap hari dilakukan dusting / dilap dengan kain lap agar bebas dari debu. kamar dokter jaga. areal perawatan dan Ruang Jaga Perawat. pada 2 ( dua ) minggu sekali akan dicuci menggunakan chemicals pembersih ceramic cleaner agar senantiasa tampak bersih dan terawat . 1 ( satu ) bulan sekali dipoles dengan :  Perabot kayu menggunakan furniture polish agar tampak mengkilap dan terbebas dari serangga perusak kayu. dan sela – sela bawah / kolong perabot disemua areal gedung yang meliputi :  Areal perkantoran. satu bulan sekali dilakukan polishing dengan chemicals wood polish yang setelah dilakukan polishing langsung dikondisikan kering agar gebyok selalu awet dalam penampilan terbaiknya. L A N T A I Lobbying dan mopping dilakukan pada permukaan lantai. . Instalasi Gizi.  Areal hall dan selasar : Lobbying ( menyapu ) dan mopping ( pengepelan ) dilakukan dan dikontrol secara terus menerus dengan cara mobile Bila diperlukan diadakan general cleaning lantai menggunakan polisher machine agar kotoran berat yang tidak dapat terangkat sempurna oleh lobbying dan mopping dapat dikelupas dan terjaga keawetan material lantai. PEMBUANGAN SAMPAH . IGD. Khusus ruang rawat inap Lt – 4 dibersihkan secara bergilir setiap seminggu sekali. .

dinding dan kloset kamar mandi / WC disikat alat yang memadai dengan menggunakan chemicals pembersih dan disemprot disinfectant guna pengendalian kuman sehari 2 ( dua ) kali  Untuk senantiasa menjaga kebersihan.Sampah Non – Infeksius dimasukkan ke plastik warna hitam Di luar jadwal di atas. tempat sampah selalu dikontrol baik isi. kusen. C. Pada areal perkerasan selain penyapuan dipandang perlu dilakukan penyikatan dengan menggunakan sabun agar kotoran yang menempel dapat terkelupas dan kembali bersih .  Pada lantai didepan pintu kamar mandi wajib dipasang keset yang dapat menjamin kebersihan lantai. terutama pada ruangan perawatan harus sesering mungkin dikontrol kondisi dan kebersihannya  Minimal 3 ( tiga ) hari sekali bak air dikuras dengan menggunakan chemicals pembersih dan disinfectant agar senantiasa bersih dan sehat untuk digunakan  Kebersihan pintu. KAMAR MANDI  Setiap hari lantai. Pencucian tempat sampah dilakukan setiap hari.  Sampah non – medis dimasukkan ke TPS ( Kontainer ). sampah medis diletakkan di tempat yang ditentukan. DAN PEMELIHARAAN DI LUAR GEDUNG ( HALAMAN DAN PERTAMANAN ) 1.Sampah Infeksius dimasukkan ke plastik warna kuning . sirkulasi. dan dibedakan sesuai jenis sampahnya. dinding dan kloset mulai pudar maka dilakukan pemolesan agar senantiasa menampilkan kondisi terbaiknya. bau maupun kerapian letaknya. pada ruang perawatan pasien. apabila secara teknis tidak berhasil maka digunakan chemicals  Apabila warna / kondisi permukaan lantai. KEBERSIHAN. gantungan baju. Areal halaman dan pertamanan harus selalu terjaga kebersihannya yaitu dengan penyapuan rutin 2 ( dua ) kali sehari. PEMASANGAN KESET EKSTERIOR Guna meminimalkan kotoran dari luar gedung yang terbawa alas kaki pengguna gedung maka pada lantai pintu utama gedung wajib dipasang keset yang sesuai Kebersihan dan kondisi keset senantiasa dikontrol agar didapatkan fungsinya secara maksimal 9. 8. tempat sabun dan plafond kamar mandi harus selalu terjaga kebersihan dan keterawatannya agar senantiasa bersih dan awet  Bila kloset / wastafel mampet semaksimal mungkin diupayakan penanganannya secara teknis tanpa chemicals. Diluar penyapuan rutin pengontrolan kebersihan terus dilakukan 2.PERAWATAN.  Pembuangan sampah ruangan dilakukan minimal 3 ( tiga ) kali sehari. yaitu : .

Tidak Berbau 3. Peralatan Kerja  Mopping  Lobby Duster  Sweeping  Dust Pan  Glass Wiper  Sprayer  Hand Brush  Toilet Brush  Squeeser Air  Ember  Gayung  Lap. PERALATAN KERJA DAN BAHAN PEMBERSIH Untuk melaksanakan pekerjaan kebersihan. 3. yang meliputi : 1. Tidak Berkerak 6. Kolam dijaga kebersihan dan pemeliharaan ikan dengan membersihkan 2 ( dua ) minggu sekali D. Kaca  Lap Pel  Kemucing  Plastik Sampah  Sapu Sawang  Skrap . PERSYARATAN KEBERSIHAN Persyaratan kebersihan diukur berdasarkan indikator – indikator sebagai berikut : 1. Bersih ( tidak ada noda / debu / kotoran / sampah ) 2. Penggemburan media tempat tumbuhnya tanaman dan pemberian pupuk ( organic / buatan ) dilakukan 1 ( satu ) bulan sekali 8. pada musim penghujan penyiraman melihat kebutuhan lahan 4. Tidak Berjamur 5. Pada areal rumput 2 ( dua ) minggu sekali dipangkas agar senantiasa terjaga kerapian dan ketinggiannya / sesuai dengan ketinggian rumput 5. Apabila terdapat gejala serangan hama dilakukan pengedalian hama dengan menggunakan pestisida yang sesuai 7. Pada tanaman bordes dan semak rendah pemangkasan dilakukan 1 ( satu ) minggu sekali 6. Tidak Licin 4. dibutuhkan peralatan kerja dan bahan pembersih. Tidak ada “ sawang “ ( rumah / sarang laba – laba ) E. Tertata Rapi 7. Penyiraman tanaman dilakukan 2 ( dua ) kali sehari pada musim kemarau. Pembersihan halaman aspal / paving block dari endapan pasir / lumpur dan rumput liar 10. Pengontrolan dan pembersihan selokan / parit setiap hari agar kebersihan dan fungsinya selalu terjaga 9.

 Mesin Poles Lantai  Vacum Cleaner  Hand Poles  Tangga BI 3M. Bahan Pembersih  Clean Soal  Forward  Condor Dust  Glass Cleaner  Bowl Cleaner  Nobla Liquit  Toilet Deodorant  Hand Soap  Cristal Cleaner  Bay Fresh Room  Bay Fresh Phon  Furniture Oil Ketentuan yang tercantum di dalam Petunjuk Teknis ini sebagai pedoman dalam pemeliharaan sarana – prasarana dan kebersihan. MMR. Ditetapkan di Pati Pada tanggal 1 Juni 2010 DIREKTUR RUMAH SAKIT MITRA BANGSA PATI Dr. SARDJANA. . H. 2.

T U J U A N Tujuan pembentukan IPSRS adalah sebagai Instalasi gabungan / satuan khusus yang membantu Manajemen dan bertanggung – jawab terhadap pemeliharaan sarana – prasana dan kebersihan di Rumah Sakit Siaga Medika Banyumas C. Sub. IPSRS Ka. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTUR RSMB Ka.Sie. tentang Pemeliharaan Sarana – prasarana di Rumah Sakit Siaga Medika Banyumas B. D A S A R IPSRS dibentuk berdasarkan Keputusan direktur Rumah Sakit Mitra Siaga Medika Banyumas Nomor ...... Penunjang Non Medis Ka. PERATURAN INTERNAL INSTALASI PEMELIHARAAN SARANA – PRASARANA RUMAH SAKIT SIAGA MEDIKA A...Bag Keuangan . Bidang Penunjang Ka..

K e t u a a. Mengkoordinasikan dan mengendalikan pelaksanaan program kerja / rencana kegiatan pemeliharaan sarana – prasana dan kebersihan d. Ka. Ka.Sub. pendapat. Ka.Inst. Seksi Administrasi dan Keuangan a.Sub. Memantau. Mendelegasikan / melimpahkan tugas yang bersifat teknis kepada Seksi – seksi yang terkait e. dan menilai pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh Seksi – seksi f. mengevaluasi. Memberikan saran.Sub. dan pertimbangan kepada Pemilik dan Manajemen terkait dengan pemeliharaan sarana – prasana dan kebersihan g. Melaksanakan dan menjabarkan kebijakan Pemilik dan Manajemen terkait dengan pemeliharaan sarana – prasana dan kebersihan di Rumah Sakit Siaga Medika Banyumas b. Melaporkan pelaksanaan program kerja / rencana kegiatan pemeliharaan sarana – prasana dan kebersihan Pemilik dan Manajemen 2. Ka. Merumuskan dan menetapkan program kerja / rencana kegiatan pemeliharaan sarana – prasana dan kebersihan c.Sub. URAIAN TUGAS 1. PEMELIHARAAN GEDUNG PEMELIHARAAN PEMELIHARAAN PEMELIHARAAN & KELISTRIKAN ALKES&NONALKES SANITASI&LINGKUNGAN SANITASI&LINGKUNGAN D. Administrasi .Inst.Inst.Inst.

dan kepegawaian. Keuangan  Merencanakan. mencatat / membukukan.Peserta dan undangan pertemuan. menerima. mendistribusikan. Seksi Logistik dan Pergudangan a. Melaksanakan tugas – tugas kesekretariatan. bahan habis pakai. dan alat kebersihan / alat lainnya ( termasuk kebutuhan konsumsi apabila diperlukan )  Melayani permintaan dan pendistribusian kebutuhan urusan rumah tangga. yang meliputi :  Merencanakan dan mempersiapkan pertemuan : .Waktu dan tempat pertemuan .Acara dan materi pertemuan . Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan / dipercayakan pimpinan 3. ketata – usahaan. dll  Mencatat dan melaporkan hasil – hasil pertemuan dan tindak – lanjutnya  Mengagendakan surat masuk / keluar  Mengkonsep. dan melaporkan keuangan  Melakukan verifikasi pengalokasian / penggunaan keuangan  Mengusulkan pencairan dan pembayaran honor / gaji tenaga c. bahan habis pakai. mengalokasikan. menaikan. dan alat kebersihan / alat lainnya  Mencatat dan melaporkan kegiatan logistik yang dilakukan . Menjalin kerja sama yang baik dengan pihak lain yang terkait d. dan mengarsipkan surat  Merencanakan kebutuhan tenaga dan mempersiapkan rekruitmen  Mencatat dan membuat data base ketenagaan  Mempersiapkan dan mengkoordinasikan penilaian kinerja  Melayani pelayanan administratif pengajuan perbaikan alat / barang / lainnya b. menyimpan. Logistik  Merencanakan dan mengadakan kebutuhan urusan rumah tangga.

alat non – kesehatan. Pergudangan  Menyimpan persediaan / stock dengan baik agar dapat mencukupi pelaksanaan kegiatan  Mencatat dan melaporkan masuk – keluarnya kebutuhan urusan rumah tangga. Pendayagunaan  Pemanfaatan aset kekayaan Merenvamakan dan mengupayakan agar nilai pemanfaatan memberikan hasil yang optimal ( dapat melebihi nilai intrinsik dan potensi yang dimiliki ). disewakan / pinjam pakai. dll  Penilaian aset kekayaan Merencanakan dan melakukan upaya untuk mengestimasikan / menilai aset kekayaan terkait dengan nilai pemanfaatannya sebelum diusulkan untuk dilakukan penghapusan / pemusnahan dan pemindah – tanganan  Pengusulan penghapusan / pemusnahan dan pemindah – tanganan aset kekayaan . misalnya : dimanfaatkan sendiri. jaringan listrik / air / telpon.Pengamanan fisik : melindungi / memagari / mengunci aset kekayaan ( bila dipandang perlu ) agar tidak disalah – gunakan / dicuri / diselewengkan . dll ) . alat kesehatan. Seksi Inventarisasi dan Pendayagunaan a. b. Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan / dipercayakan pimpinan 4. Inventarisasi  Merencanakan dan melakukan pengamanan aset kekayaan. dan alat kebersihan / alat lainnya c. gedung.Pengamanan administrasi : mendata dan mengagendakan / meregistrasi aset kekayaan ( prasarana : tanah. kerjasama pemanfaatan. yang meliputi : . bahan habis pakai. Menjalin kerja sama yang baik dengan pihak lain yang terkait d.Pengamanan hukum : mengupayakan adanya bukti / surat kepemilikan / perijinan ( bila dipandang perlu )  Membuat data base aset kekayaan b. dll serta sarana : mebeler.

atau menghibahkan aset kekayaan .Pengusulan penghapusan / pemusnahan aset kekayaan hanya dibenarkan bila : rusak / tidak dapat dipergunakan. maka lebih baik / menguntungkan untuk dilakukan pemindah – tanganan.Pemeliharaan struktural gedung .Pemeliharaan elektrikal . menukarkan.  Merencanakan dan melakukan pemeriksaan periodik dan memelihara pada perlengkapan penangkal petir. dengan pertimbangan tertentu b. dengan cara : menjual.prasana. tidak ekonomis jika diperbaiki. biaya operasional / pemeliharaan yang tinggi.Apabila hasil estimasi / penilaian masih mempunyai nilai jual dan nilai tukar. Seksi Pemeliharaan Gedung dan Kelistrikan a. . hilang . perbaikan / penggantian bahan / perlengkapan.Untuk pemeliharaan sanitasi dan lingkungan serta pemeliharaan tata graha ( bekerja sama dengan pihak lain yang terkait )  Merencanakan dan melakukan pekerjaan perawatan gedung yang meliputi perbaikan dan / atau penggantian sarana – prasarana berdasarkan dokumen rencana teknis perawatan sarana .Pemeliharaan arsitektural gedung . Pemeliharaan Gedung  Merencanakan dan melakukan pekerjaan pemeliharaan gedung yang meliputi : pembersihan. .Keputusan untuk dilakukan penghapusan / pemusnahan dan pemindah – tanganan aset kekayaan adalah oleh pihak yang berwenang ( pemilik ) c. Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan / dipercayakan pimpinan 5. Pemeliharaan Kelistrikan  Merencanakan dan melakukan pemeriksaan periodik dan memelihara pada perlengkapan pembangkit daya listrik cadangan.Pemeliharaan tata ruang luar gedung . pemeriksaan. dan kegiatan sejenis lainnya  Lingkup pemeliharaan gedung yang harus dilakukan : . pengujian. perapihan. Menjalin kerja sama yang baik dengan pihak lain yang terkait d.

pengujian. pemeriksaan.  Merencanakan dan melakukan pemeriksaan periodik dan memelihara jaringan sistem tanda bahaya dan alarm. baik untuk pasokan daya listrik maupun untuk penerangan ruangan. dengan pertimbangan tertentu . Seksi Pemeliharaan Alat dan Mebeler a. Menjalin kerja sama yang baik dengan pihak lain yang terkait d. dan kegiatan sejenis lainnya  Lingkup pemeliharaan alat yang harus dilakukan : . perbaikan / penggantian bahan / perlengkapan. dan peralatan transportasi elektrikal lainnya. travelator. Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan / dipercayakan pimpinan 6. perbaikan / penggantian bahan / perlengkapan. komunikasi ( telepon ). perapihan. perapihan. pemeriksaan. Pemeliharaan Mebeler  Melakukan pekerjaan pemeliharaan mebeler yang meliputi : pembersihan.  Merencanakan dan melakukan pemeriksaan periodik dan memelihara jaringan instalasi tata suara. dengan pertimbangan tertentu b. eskalator. dan data. pengujian. baik berupa lift. tata udara. Pemeliharaan Alat  Melakukan pekerjaan pemeliharaan alat yang meliputi : pembersihan. c.  Merencanakan dan melakukan pemeriksaan periodik dan memelihara sistem instalasi listrik.Pemeliharaan alat – alat non – kesehatan / perkantoran  Melakukan pekerjaan perawatan alat yang meliputi perbaikan dan / atau penggantian alat berdasarkan dokumen rencana teknis perawatan alat. tangga.  Merencanakan dan melakukan pemeriksaan berkala dan memelihara sistem transportasi elektrikal dalam gedung. dan kegiatan sejenis lainnya  Lingkup pemeliharaan mebeler yang harus dilakukan adalah semua perabotan  Melakukan pekerjaan perawatan mebeler yang meliputi perbaikan dan / atau penggantian mebeler berdasarkan dokumen rencana teknis perawatan mebeler.Pemeliharaan alat – alat kesehatan .

Apabila dipandang perlu. baik sampah medis maupun sampah non – medis c. Menjalin kerja sama yang baik dengan pihak lain yang terkait d. Merencanakan pemeliharaan dan melakukan kegiatan tata graha yang meliputi : . Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan / dipercayakan pimpinan 8. Melakukan evaluasi dan penilaian kinerja / pelaksanaan tugas yang harus diselesaikan oleh masing – masing seksi d.Pemeliharaan dan perawatan hygiene service . sistem instalasi air kotor. sprinkler dan septik tank. serta sistem pengolahan air limbah b. Merencanakan pemeliharaan dan melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap sistem distribusi air yang meliputi penyediaan air bersih. Menjalin kerja sama yang baik dengan pihak lain yang terkait e.Pemeliharaan pest control . dapat meminta penjelasan dari masing – masing seksi terhadap pelaksanaan tugas yang harus diselesaikan c. c. Seksi Pemeliharaan Sanitasi dan Lingkungan a. Menjalin kerja sama yang baik dengan pihak lain yang terkait f. Merencanakan pembinaan dan pengawasan berkala / sewaktu terhadap pelaksanaan tugas TPSK secara keseluruhan b.Pemeliharaan kebersihan . Memonitor tindak lanjut dari hasil evaluasi dan penilaian kinerja / pelaksanaan tugas e. Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan / dipercayakan pimpinan 7. Pelaksana Teknis a. Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan / dipercayakan pimpinan 9.Program general cleaning d. Pelaksana teknis adalah staf teknis yang melaksanakan tugas – tugas operasional yang dicanangkan oleh masing – masing seksi . Seksi Pembinaan dan Pengawasan a. Merencanakan pemeliharaan dan melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap sistem pengelolaan sampah.

gedung. Seksi Inventarisasi dan Pendayagunaan PROGRAM RINCIAN NO WAKTU BIAYA KETERANGAN KERJA KEGIATAN Pendataan Tanah. Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan / dipercayakan pimpinan E. dll Pendataan Pengamanan Mebeler 1 Administrasi Pendataan Alat Kesehatan Pendataan Alat Non . Apabila dipandang perlu ( dengan pertimbangan tertentu ). b. tugas – tugas operasional yang dicanangkan oleh masing – masing seksi dapat diusulkan untuk dilakukan oleh Pihak Ketiga dengan persetujuan pemilik c. PROGRAM KERJA / RENCANA KEGIATAN 1.Kes Pengamanan 2 Fisik Pengamanan 3 Hukum 2. Menjalin kerja sama yang baik dengan pihak lain yang terkait d. Seksi Pemeliharaan Gedung dan Kelistrikan PROGRAM RINCIAN NO WAKTU BIAYA KETERANGAN KERJA KEGIATAN Pemeliharaan 1 Arsitektural Gedung Pemeliharaan 2 Struktural Gedung .

maka harus memberitahukannya kepada Seksi Administrasi dan Keuangan. Pemeliharaan 3 Tata Ruang Luar Gedung F. Sebagai bukti administratif. Dalam rangka mempercepat pelaksanaan perbaikan.Unit / instalasi / ruangan yang mengajukan perbaikan agar pelaksanaan perbaikan dapat berjalan lancar dan tidak mengganggu pelayanan b. Prosedur Pengajuan a. Pengajuan perbaikan suatu alat / barang / lainnya dapat dilakukan secara lisan apabila dalam keadaan mendesak / darurat ( emergency ) dengan menghubungi Pelaksana Teknis. Ketua TPSK melalui Seksi Administrasi dan Keuangan akan mengeluarkan Surat Pelaksanaan Perbaikan ( form terlampir ) yang ditujukan kepada seksi terkait dan menuliskannya pada Papan Kerja / Kegiatan ( contoh terlampir ) e. PROSEDUR PENGAJUAN PERBAIKAN 1. Prosedur Pelaksanaan a.Pelaksana Teknis agar pelaksanaan perbaikan dapat secepatnya dilakukan . secara proaktif diharapkan semua seksi dapat berkoordinasi dengan baik 2. untuk selanjutnya akan diinformasikan kepada unit / instalasi / ruangan yang mengajukan perbaikan . Pengajuan perbaikan secara tertulis dapat disampaikan kepada Seksi Administrasi dan Keuangan untuk kemudian diagendakan dalam Buku Catatan Perbaikan ( contoh terlampir ) d. seksi terkait harus segera berkoordinasi dengan : . Dengan pertimbangan keterbatasan tenaga dan terdapat pekerjaan perbaikan yang overlaping sehingga pelaksanaan perbaikan belum dapat dilakukan. Setelah menerima Surat Pelaksanaan Perbaikan. dan selanjutnya bukti administratif harus segera disusulkan setelah mendapatkan penanganan lebih lanjut c. pada dasarnya setiap unit / instalasi / ruangan yang mengajukan perbaikan suatu alat / barang / lainnya harus dilakukan secara tertulis yang ditujukan kepada Ketua TPSK ( form terlampir ) b.

000. Dengan pertimbangan tertentu.yang dibayarkan melalui Seksi Administrasi dan Keuangan .yang dibayarkan melalui Seksi Administrasi dan Keuangan f. Perbaikan harus segera dilakukan setelah seksi yang terkait setelah menerima dana perbaikan. Pelaksana Teknis harus menjunjung tinggi etika terhadap pasien / keluarganya. c.1. Apabila dalam pelaksanaan perbaikan dibutuhkan sejumlah dana untuk pembelian suku cadang dan atau untuk membayar jasa teknisi khusus ( dari pihak luar ). selanjutnya User dan Pelaksana Teknis menanda – tangani Pernyataan Penyelesaian Perbaikan serta diketahui oleh seksi yang terkait ( form terlampir ) c. dan segala bentuk penggunaan dana harus disertai kwitansi 3.000.. Prosedur Penyelesaian a. dan sesama petugas d. maka untuk mencukupinya seksi yang terkait dapat mengajukan Surat Usulan Dana Perbaikan kepada Ketua TPSK melalui Seksi Administrasi dan Keuangan ( form terlampir ) e. pengunjung. Pekerjaan perbaikan dinyatakan selesai apabila unit / instalasi / ruangan yang mengajukan perbaikan selaku User telah melakukan uji fungsi b.000.1. Dalam melaksanakan perbaikan.000. yaitu : . Pernyataan Penyelesaian Perbaikan yang telah ditanda – tangani serta dilampiri kwitansi penggunaan dana ( apabila belum diserahkan ) disampaikan kepada Seksi Administrasi dan Keuangan untuk didokumenkan dan dicatat dalam Buku Catatan Perbaikan .Ketua TPSK dengan persetujuan pemilik dapat mencairkan dana sebesar lebih dari Rp..Ketua TPSK tanpa melalui persetujuan pemilik dapat secara langsung mencairkan dana sebesar kurang dari Rp. Ketua TPSK akan membantu pencairan dana yang dibutuhkan untuk perbaikan sesuai dengan kewenangannya Yang dimaksud sesuai dengan kewenangannya adalah batasan nominal dana yang dapat dicairkan. Pencairan dana melalui Seksi Administrasi dan Keuangan yang dibayarkan kepada seksi terkait harus disertai dengan Bukti Pembayaran g. Apabila uji fungsi menunjukkan hasil yang baik.

G... ) .......... Kode Inventaris Keterangan Kerusakan Demikian..... Yang Mengajukan Perbaikan ( ...... Seksi Administrasi dan Keuangan D a r i : Ruang : Tanggal : Mengajukan perbaikan alat / barang : No Nama Alat / Barang No.. atas perhatiannya disampaikan terimakasih... : Ketua TPSK Sq............... Form Pengajuan Perbaikan PENGAJUAN PERBAIKAN Kepada Yth... LAIN – LAIN 1....