Perencanaa Pekerjaan Housekeeping ; Perencanaan mungkin merupakan fungsi manejerial

yang sangat penting untuk dilakukan oleh seorang Housekeeper. Tanpa perencanaan yang
matang dan tepat, maka pelaksanaan operasional Housekeeping akan berakibat krisis demi
krisis dari setiap pekerjaan yang dilakukan. Krisis yang paling mungkin terjadi adalah
menurunnya kinerja dan moral karyawan, penurunan produktivitas dan peningkatan biaya
operasional. Tanpa perencanaan yang tepat juga dapat mengakibatkan seorang Housekeeper
tidak akan dapat membedakan, pekerjaan mana yang harus didahulukan dan mana pekerjaan
yang dapat ditunda pelaksanaannya, dalam rangka pencapaian tujuan sebuah hotel.

Karena Housekeeping Department bertanggung jawab atas kebersihan dan pemeliharaan
seluruh area hotel yang sangat beragam karakteristiknya, maka perencanaan pekerjaan di
Housekeeping merupakan suatu pekerjaan atau tugas yang amat berat. Tanpa suatu
perencanaan yang sistematik dan berkesinambungan step by step, Housekeeper akan mudah
dibuat frustasi oleh demikian banyak pekerjaan yang bukan saja harus dapat diselesaikan,
tetapi harus terlaksana secara sempurna, tepat waktu dan biaya yang dikeluarkan harus sesuai
dengan rencana pembiayaannya.

Berikut ini diberikan langkah – langkah kerja yang harus dilakukan dalam membuat suatu
perencaan pekerjaan di Housekeeping :

1. Area Inventory List

Perencanaan pekerjaan di Housekeeping department dimulai dengan pembuatan
sebuah inventory list dari semua area yang menjadi tanggungjawab dari
Housekeeping Department. Pembuatan area inventory list merupakan langkah awal
dalam perencanaan, karena dengan daftar tersebut akan diketahui semua pekerjaan
yang harus dilakukan oleh housekeeping. Inventory list meruapakan suatu daftar yang
panjang dan harus ditulis secara terperinci. Hal tersebut disebabkan karena
beragamnya karakteristik ruang dan area yang menjadi bidang tugas housekeeping.

Untuk pembuatan inventory list sebuah guestroom, cara yang paling baik adalah
dengan mengikuti tata cara atau urut-urutan pembersihan kamar oleh Pramukamar dan
urutan – urutan pemeriksaan kamar oleh Penyelia. Hal ini juga akan memudahkan
Housekeeper dalam pembuatan prosedur pembersihan, pembuatan modul training
karyawan dan pembuatan daftar periksa kamar. Sebagai contoh inventory list sebuah
kamar, dibuat secara berurutan searah atau berlawanan dengan jarum jam serta dari
atas ke bawah. Beragam metode lain dapat saja dibuat sesuai dengan selera dan
kebutuhan, namun yang terpenting dalam hal ini adalah sistem yang telah dibuat harus

sedangkan waktu pemeriksaannya dapat saja harian atau mingguan. Frequency Schedules Pengertian frequency schedule adalah berapa kali sebuah item yang tercantum dalam inventory list harus dibersihkan atau di – maintained. 2. .dijalankan dan dipatuhi baik oleh Pramukamar maupun oleh Penyelia dalam melaksanakan tugasnya masing – masing. Frekwensi pembersihan sebuah item dapat saja setiap hari atau setiap minggu tergantung pada prosedur standar pelaksanaan pekerjaan sebuah hotel. tetapi secara berkala harus tetap dilaksanakan general ( deep ) cleaning.