You are on page 1of 10

BAB I

PENDAHULUAN
Suatu sistem muncul karena adanya usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan-
kebutuhannya. Pemenuhan kebutuhan manusia yang sangat bervariasi akan memunculkan
sistem yang berbeda-beda. Kebutuhan manusia yang bersifat dasar (pangan, pakaian, papan)
akan memunculkan suatu sistem ekonomi.
Dalam memuaskan kebutuhan-kebutuhannya manusia membutuhkan manusia lainnya,
karena pada dasarnya manusia tidak dapat memuaskannya sendiri. Hubungan-hubungan
dengan orang lain akan membentuk suatu jaringan yang didalamnya suatu sistem pengaturan.
Sistem pengaturan itu mengatur mekanisme hubungan yang terjadi apa yang boleh dilakukan
dan apa yang tidak boleh dilakukan. Aturan ini pada dasarnya merupakan pencerminan dari
nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. Sebagai contoh : sistem ekonomi pasar muncul dan
diberlakukan dalam masyarakat yang menganut paham kebebasan individu. Aturan yang
dianut adalah pemerintah tidak ikut campur tangan dalam kegiatan ekonomi. Kegiatan
ekonomi sepenuhnya menjadi urusan setiap individu. Apabila pemerintah ikut dalam kegiatan
ekonomi maka kegiatan ekonomi akan terganggu dan tujuan tidak akan tercapai.

1

semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Sistem ekonomi adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Macam-Macam Sistem Ekonomi 1. Tidak individualistis. Masih terikat tradisi. 4. Masyarakat merasa sangat aman. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem tersebut. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. 6. BAB II PEMBAHASAN A. 3. Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana. 3. Pengertian Sistem Ekonomi Sistem ekonomi merupakan cabang ilmu ekonomi yang membahas persoalan pengambilan keputusan dalam tata susunan organisasi ekonomi untuk menjawab persoalan- persoalan ekonomi untuk mewujudkan tujuan nasional suatu negara. Fungsi Sistem Ekonomi Sistem ekonomi dapat berfungsi sebagai berikut : 1. Selain faktor produksi. 2. Hanya sedikit menggunakan modal. Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran. Sistem ekonomi tradisional memiliki kelebihan sebagai berikut : 1. B. Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat. Ciri-ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah : 1. Dalam beberapa sistem. 2. pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan. 2 . hubungan antar individu sangat erat. sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sistem Ekonomi Tradisional Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja. Belum mengenal pembagian kerja. Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa terlaksana dengan baik. Cara atau metode untuk mengorganisasi kegiatan individu 3. Sementara pada perekonomian pasar (market economic). Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. karena tidak ada beban berat yang harus dipikul. 5. Sementara dalam sistem lainnya. Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang). C. Sarana pendorong untuk melakukan produksi 2.

4. seperti suku badui dalam. Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith. 2. termasuk barang modal. 2. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat) Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi. 4. 4. Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba. namun di beberapa daerah pelosok. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba. karena barang yang tidak bermutu tidak akan laku dipasar. 3. Munculnya persaingan untuk maju. Kebaikan dari sistem ekonomi antara lain: 1. Ciri-ciri dari sistem ekonomi pasar adalah : 1. Setiap orang bebas memiliki barang. 3. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi. 3. 7. Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan. Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi. Barang yang dihasilkan bermutu tinggi. distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat. Persaingan dilakukan secara bebas. 2. Peranan modal sangat vital. 5. dalam bukunya An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations. sehingga produktivitas rendah. 3 . dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasisumber daya oleh individu. sistem ini masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari. serta untuk siapa barang tersebut diproduksi. Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya. Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana. 5. 2. Kelemahan dari sistem ekonomi antara lain: 1. Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar. 6. Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta). Kelemahan dari sistem ekonomi tradisional adalah : 1. 2. 3. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas) Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi. Mutu barang hasil produksi masih rendah. Saat ini sudah tidak ada lagi negara yang menganut sistem ekonomi tradisional. Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal.

4 . membantu dan mengawasi kegiatan swasta. Namun perubahan politik dunia juga mempengaruhi sistem ekonomi. Ciri-ciri dari sistem ekonomi campuran adalah : 1. 3. Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat. 3. 2. Kebaikan dari sistem ekonomi terpusat adalah: 1. 5. Sistem Ekonomi Campuran Sistem ekonomi campuran merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat. Kelemahan dari sistem ekonomi terpusat adalah : 1. Ciri-ciri dari sistem ekonomi pasar adalah : 1. Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah. sementara negara yang pernah menerapkan ekonomi terpusat adalah Kuba. Hak milik perorangan tidak diakui. Mematikan inisiatif individu untuk maju. Polandia dan Rusia yang berideologi sosialis atau komunis. moneter. seperti halnya yang dialami Uni Soviet pada masa pemerintahan Boris Yeltsin. 4. Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian. yang ada adalah kecenderungan terhadap ekonomi pasar seperti Amerika. dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi. Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya. Hongkong. menetapkan kebijakan fiskal. Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi. Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah. Secara umum saat ini hampir tidak ada negara yang murni melaksanakan sistem ekonomi terpusat maupun pasar. Jarang terjadi krisis ekonomi. Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan. 4. 3. 4. pengangguran dan masalah ekonomi lainnya. 2. 3. Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. dan negara–negara eropa barat yang berpaham liberal. Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga. Pasar barang dalam negeri berjalan lancar. Malaysia dan Indonesia. 2. Kebanyakan negara-negara menerapkan sistem ekonomi campuran seperti Perancis. kehancuran komunisme juga mempengaruhi sistem ekonomi soviet. dari sistem ekonomi terpusat (komando) mulai beralih ke arah ekonomi liberal dan mengalami berbagai perubahan positif. 4. Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah. 2. Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan. Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang. Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat.

Faktor-faktor penyebab beberapa sistem perekonomian Indonesia adalah :  Program tersebut disusun oleh tokoh yang relatif bukan bidangnya. sedangkan yang lainnya akan terus terletak dalam lingkungan usaha partekelir. bermoral Pancasila. sehingga keputusan yaang dibuat cenderung menitikberatkan pada masalah politik bukan masalah ekonomi. 5 . C tanggal 22 febuari 1949 juga menegaskan bahwa yang dicita-citakan ialah suatu macam ekonomi campuran yaitu lapangan-lapangan tertentu akan dinasionaliasi dan dijalankan oleh pemerintah. Dalam pidato yang diucapkan oleh wakil presiden RI dalam konferensi ekonomi di Yogyakarta pada tanggal 3 febuari 1946 dikatakan bahwa dasar politik perekonomian RI terpancang dalam UUD 1945 dalam bab kesejahteraan sosial pasal 33. keserasian serta keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat. Sementara itu Sumitro Djojohadikusumo dalam pidatonya dihadapan “School of Advanced International Studies” Washington D. kegiatan produksi dilakukan oleh semua. untuk semua.  Akibat lanjutan dari kegagalan diatas dana negara yang seharusnya di alokasikan untuk kepentingan kegiatan ekonomi justru di alokasikan untuk kepentingan politik dan perang. Motivasi kegiatan ekonominya adalah untuk kemakmuran masyarakat dengan memenuhi kebutuhannya dan mengembangkan keselarasan. Syarat mutlak berjalannya sistem ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial :  Berdaulat di bidang politik  Mandiri di bidang ekonomi  Berkepribadian di bidang budaya Yang mendasari paradigma pembangunan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial:  Penyegaran nasionalisme ekonomi melawan segala bentuk ketidakadilan sistem dan kebijakan ekonomi  Pendekatan pembangunan berkelanjutan yang multidisipliner dan multikultural  Pengkajian ulang pendidikan dan pengajaran ilmu-ilmu ekonomi dan sosial di sekolah- sekolah dan perguruan tinggi D. Sistem Perekonomian di Indonesia Sistem ekonomi Indonesia dikenal sebagai Demokrasi Ekonomi adalah Sistem Ekonomi yang dijalankan oleh Indonesia. berkedaulatan rakyat.  Adanya kecenderungan terpengaruh untuk mennggunakan sistem perekonomian yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia. namun oleh tokoh politik. dan dibawah pimpinan atau kepemilikan oleh anggota-anggota masyarakat. dan menunjukkan pemihakan sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat. Pada sistem ini.5. Sistem Ekonomi Kerakyatan Sistem Ekonomi Kerakyatan adalah Sistem Ekonomi Nasional Indonesia yang berasas kekeluargaan.

Kerakyatan (mengutamakan kehidupan ekonomi rakyat dan hajat hidup orang banyak). proses dan tujuan sekaligus. Dengan demikian maka sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi yang berorientasi kepada Ketuhanan Yang Maha Esa (berlakunya etik dan moral agama. Berdasarkan TAP MPRS XXIII/1966. 1988). Dari landasan sistem ekonomi Indonesia sebagaimana dikemukakan di atas (Pancasila. asas kekeluargaan. 34. 1988. UUD 1945. rakyat sebagai umat yang dimuliakan Tuhan. Dalam GBHN 1998 dan GBHN 1999. Kesejahteraan sosial adalah bagian tak terpisahkan dari cita-cita kemerdekaan. Persatuan Indonesia (berlakunya kebersamaan. Keadilan merupakan titik-tolak. 1983. dengan kelengkapannya. Dari butir-butir di atas. Pasal 33 UUD 1945 harus dipertahankan. yaitu Pasal-pasal 18. Keadilan menjadi sangat utama di dalam sistem ekonomi Indonesia. kemakmuran masyarakat yang utama bukan kemakmuran orang-seorang). 1978. serta Keadilan Sosial (persamaan/emansipasi. 23 dan butir-butir yang berasal dari Pasal-Pasal UUDS tentang hak milik yuang berfungsi sosial dan kebebasan memilih jenis pekerjaan. sosio-nasionalisme dan sosio- demokrasi dalam ekonomi). E. 1978. Dalam GBHN 1993 butir-butir Demokrasi Ekonomi ditambah dengan unsur Pasal 18 UUD 1945. proses dan tujuan sekaligus. 6 . tetapi mengarah pada suatu bentuk baru yang disebut sistem ekonomi pancasila. bukan materialisme). keadilan menjadi sangat utama di dalam sistem ekonomi Indonesia. Keadilan merupakan titik-tolak. ditetapkanlah butir-butir Demokrasi Ekonomi (kemudian menjadi ketentuan dalam GBHN 1973. 23. jelas bahwa ekonomi Indonesia berpedoman pada ideologi kerakyatan. 27 (ayat 2) dan 34. butir-butir Demokrasi Ekonomi tidak disebut lagi dan diperkirakan “dikembalikan” ke dalam Pasal-Pasal asli UUD 1945. 1999). 27 (ayat 2). dalam perkembangannya pembicaraan tentang sistem perekonomian Indonesia tidak hanya berkisar pada sistem ekonomi campuran. Meskipun sistem perekonomian Indonesia sudah cukup jelas dirumuskan oleh tokoh- tokoh ekonomi Indonesia yang sekaligus menjadi tokoh pemerintahan pada awal republik Indonesia berdiri. Garis-garis Besar Haluan Negara yang merupakan pedoman bagi kebijaksanaan pembangunan di bidang ekonomi Indonesia berbunyi “pembangunan ekonomi yang didasarkan pada Demokrasi Ekonomi menentukan bahwa masyarakat harus memegang peran aktif dalam kegiatan pembangunan. Dengan menempatkan Pasal 33 1945 di bawah judul Bab “Kesejahteraan Sosial” itu. XXIII/66 dan GBHN-GBHN 1973. Landasan Sistem Ekonomi di Indonesia Landasan sistem ekonomi Indonesia adalah Pancasila dan UUD 1945. yang menempatkan rakyat pada posisi mulianya. PASAL 33 UUD 1945 PERLU DIPERTAHANKAN. Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal utama bertumpunya sistem ekonomi Indonesia yang berdasar Pancasila. 1998. Landasan normatif-imperatif ini mengandung tuntunan etik dan moral luhur. yang hidup dalam persaudaraan satu sama lain. Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal mengenai keekonomian yang berada pada Bab XIV UUD 1945 yang berjudul “Kesejahteraan Sosial”. rakyat sebagai pemegang kedaulatan. yang meliputi penegasan berlakunya Pasal-Pasal 33. TAP MPRS No. Kemanusiaan yang adil dan beradab (tidak mengenal pemerasan atau eksploitasi). saling tolong-menolong dan bergotong-royong. 1983. berarti pembangunan ekonomi nasional haruslah bermuara pada peningkatan kesejahteraan sosial.

Peran negara adalah penting namun tidak dominan. Brotherhood menjadi sinergi kekuatan ekonomi utnuk saling bekerjasama. 2000).Peningkatan kesejahteraan sosial merupakan test untuk keberhasilan pembangunan. Makin berkembangnya aliran sosial- demokrasi (Anthony Giddens. pasal yang mengutamakan kepentingan bersama masyarakat. tolong-menolong dan bergotong-royong. Mereka (sebagian ekonom junior) kiranya tidak suka mencoba memahami makna “perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan” (ayat 1 Pasal 33). Pasal 33 UUD 1945 tidak saja akan diamandemen. bukan semata-mata per-tumbuhan ekonomi apalagi kemegahan pembangunan fisikal. Sehingga tidak terjadi kondisi sistem ekonomi liberal maupun sistem ekonomi komando. dll) makin meningkatkan relevansi Pasal 33 UUD 1945 saat ini. pertambangan/hasil bumi. 2. dan begitu juga dengan peranan pihak swasta yang posisinya penting namun tidak mendominasi. tetapi substansi dan dasar kemuliaan ideologi kebangsaan dan kerakyatan yang dikandungnya akan diubah. yaitu : 1. Yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah negara / pemerintah. Contoh hajad hidup orang banyak yakni seperti air. bahan bakar minyak / BBM. Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Pancasila Sistem Ekonomi Pancasila memiliki empat ciri yang menonjol. “Kebersamaan” adalah suatu “mutuality” dan “asas kekeluargaan” adalah “brotherhood” atau “broederschap” (bukan kinship atau kekerabatan). merubah ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional. bahasa agamanya adalah ukhuwah. Saat ini Pasal 33 UUD 1945 (ide Bung Hatta yang dibela oleh Bung Karno karena memangku ide “sosio-nasionalisme” dan ide “sosio-demokrasi”) berada dalam bahaya. tanpa memiliki ideologi kerakyatan.. ataupun tanpa memahami cita-cita sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi yang saat ini tetap relevan. Memang tidak akan mudah bagi mereka untuk memahami Pasal 33 UUD 1945 tanpa memiliki platform nasional. Saat ini 13 dari 15 negara Eropa Barat menganut paham sosial-demokrasi (Dawam Rahardjo. yang mengemban semangat kekolektivan dan solidaritas sosial. tanpa mengabaikan kepentingan individu orang-perorang. Perkataan disusun artinya “direstruktur”. Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal yang mulia. Ayat 1 Pasal 33 UUD 1945 menegaskan. artinya akan digusur. Pasal 33 UUD 1945 sebenarnya makin relevan dengan tuntutan global untuk menumbuhkan global solidarity dan global mutuality. menghilangkan subordinasi ekonomi (yang tidak emancipatory) dan menggantinya dengan demokrasi ekonomi (yang participatory dan emancipatory). M. bahwa “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan”. Tony Blair. 7 . F. Umer Chapra (2001) bahkan menegaskan bahwa memperkukuh brotherhood merupakan salah satu tujuan dalam pembangunan ekionomi. pasal untuk mengatasi ketimpangan struktural ekonomi. Seorang strukturalis pasti mengerti arti “disusun” dalam konteks restrukturisasi ekonomi. dan lain sebagainya. Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal restrukturisasi ekonomi. oleh sekelompok pemikir dan elit politik yang kemungkinan besar tidak mengenal platform nasional Indonesia.

lembaga ekonomi dapat diklasifikasikan sebagai berikut . 8 . faktor sumber daya alam diperluas cakupannya menjadi seluruh benda tangibel. dan sumber daa informasi (information resourcs). yaitu tenaga kerja. baik secara langsung dari alam maupun tidak. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sistem Ekonomi di Indonesia Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya sistem ekonomi Indonesia adalah sebagai berikut: . modal. Faktor-faktor ini terpengaruhi pola pengeluaran individu dan perusahaan. 4. modal (capital) sumber daya fisik (phsical resources). (Griffin R: 2006) secara total. perikanan. inflasi. perladangan. Faktor intern  Lembaga ekonomi Lembaga ekonomi ialah pranata yang mempunyai kegiatan dalam bidang ekonomi demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat pada umumnya. berdampingan secara damai dan saling mendukung. Pada awalnya. G. produktivitas. dan kewirausahaan.  Ligkungan ekonomi Lingkungan ekonomi adalah sebuah penggabungan dari beberapa faktor ekonomi. Selain itu. Masyarakat adalah bagian yang penting di mana kegiatan produksi dilakukan oleh semua untuk semua serta dipimpin dan diawasi oleh anggota masyarakat. kewirausahaan (entrepreneurship). beberapa ahli juga menganggap sumber daya informasi sebagai sebuah faktor produksi mengingat semakin pentingnya peran informasi era globalisasi ini. faktor produksi dibagi menjadi empat kelompok. seperti sawah. Namun pada perkembangannya. saat ini ada lima hal yang dianggap sebagai faktor produksi. yang digunakan oleh perusahaan. yang kemudian disebut sebagai faktor fisik (physical resources). Kedua pihak yakni pemerintah dan swasta hidup beriringan.  Faktor produksi yang dimiliki Faktor produksi adalah sumber daya yang digunakan dalam sebuah proses produksi barang dan jasa. (production) sektor perdagangan merupakan aktivitas penyaluran barang dari produsen ke konsumen (distribusing) yaitu proses pembagian barang dan komonditas pada subsistem- subsistem lainnya. 3. sumber daya alam. Modal atau pun buruh tidak mendominasi perekonomian karena didasari atas asas kekeluargaan antar sesama manusia. dan pertenakan.  Sumber daya ekonomi Potensi sumberdaya ekonomi atau lebih dikenal dengan potensi ekonomi daerah pada dasarna dapat diartikan sebagai sesuatu atau segala sesuatu sumberdaya yang dimiliki oleh daerah baik yang tergolong pada sumberdaya (natural resources/endowment factors) maupun potensi sumberdaya manusia yang dapat memberikan manfaat (benefit) serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan (ekonomi) wilayah. sektor agraris yang meliputi sektor pertanian. seperti jumlah tenaga kerja. Secara sederhana. Sektor industri ditandai dengan kegiatan produksi barang. dan suku bunga. kekayaan. pendapatan. yaitu tenaga kerja (labor). (Gathering/pengumpulan) yaitu proses pengumpulan barang atau suberdaya alam dari lingkungannya.

Pasal dalam UUD lainnya yang mempengaruhi sistem ekonomi di Indonesia antara lain pasal-pasal 18. Organisasi dan manajemen Organisasi adalah perserikatan orang-orang yang masing-masing di peran tertentu dalam suatu sistem kerja dan pembagian dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas. menghilangkan subordinasi ekonomi dan menggantinya dengan demokrasi ekonomi. bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.  Landasan Konstitusional UUD 1945 Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal utama bertumpunya sistem ekonomi Indonesia. 23 dan butir-butir yang berasal dari Pasal-Pasal UUDS tentang hak milik yuang berfungsi sosial dan kebebasan memilih jenis pekerjaan. Ayat 1 Pasal 33 UUD 1945 menegaskan. 1988). Manajemen adalah suatu proses perencanaan. Dalam GBHN 1998 dan GBHN 1999. Kemanusiaan yang adil dan beradab yang tidak mengenal pemerasan atau eksploitasi. Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal mengenai keekonomian yang berada pada Bab XIV UUD 1945 yang berjudul Kesejahteraan Sosial. pengorganisasian. Kalau tidak tampuk produksi jatuh ke tangan orang-orang yang berkuasa dan rakyat banyak ditindasinya. kemakmuran bagi semua orang. Dalam sila ini diberlakukannya etik dan moral agama. pasal untuk mengatasi ketimpangan struktural ekonomi. Dalam GBHN 1993 butir-butir Demokrasi Ekonomi ditambah dengan unsur Pasal 18 UUD 1945. merubah ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional. 27 (ayat 2) dan 34. Perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi.Kerakyatan mengutamakan kehidupan ekonomi rakyat dan hajat hidup orang banyak.Perkataan disusun artinya direstruktur. 27 (ayat 2). kepemimpinan dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan semua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. bukan materialisme. Sebab itu cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajad hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal restrukturisasi ekonomi. 23. dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil. yang meliputi penegasan berlakunya Pasal-Pasal 33. Kesejahteraan sosial adalah bagian tak terpisahkan dari cita-cita kemerdekaan.  GBHN Berdasarkan TAP MPRS XXIII/1966. 1983. Persatuan Indonesia berlakunya kebersamaan. . Faktor Ekstern  Falsafah Pancasila Sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi yang berorientasi kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. ditetapkanlah butir-butir Demokrasi Ekonomi (kemudian menjadi ketentuan dalam GBHN 1973. asas kekeluargaan. 1978. butir-butir 9 . Seorang strukturalis pasti mengerti arti disusun dalam konteks restrukturisasi ekonomi. Serta Keadilan Sosial yang mengutamakan persamaan/emansipasi. 34. kemakmuran masyarakat yang utama bukan kemakmuran orang-seorang. sosio- nasionalisme dan sosio-demokrasi dalam ekonomi.

Walaupun masyarakat menghendaki pengubahan tersebut. Karena keputusan tertinggi ada pada pemerintah. Seperti misalnya apabila kondisi politik di Indonesia yang tidak stabil seperti terjadi konflik di beberapa daerah yang disebabkan oleh faktor ekonomi. BAB III KESIMPULAN Berdasarkan penjelasan diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa semua sistem ekonomi itu bagus. Akan tetapi jika kita lihat ke belakang lagi sebuah sistem itu sangat diperlukan. Semua sistem ekonomi mempunyai kelebihan dan kekurangan masing- masing.  Kepastian hukum Kepastian hukum tentang sistem ekonomi tersebut berdasarkan pada Pancasila serta UUD 45. maka sistem ekonomi pun akan diganti karena sudah tidak seuai dengan kehidupan bangsa Indonesia. namun pemerintah tidak mengubahnya. Demokrasi Ekonomi tidak disebut lagi dan diperkirakan dikembalikan ke dalam Pasal- Pasal asli UUD 1945. maka sistem ekonomi pun tidak akan berubah.  Keadaan kondisi politik Politik juga menentukan sistem ekonomi. 10 .  Pemerintah Keputusan pemerintah dalam mengubah atau menetapkan sistem ekonomi sangatlah penting.  Masyarakat dalam arti luas Yang dimaksud masyarakat dalam arti luas yaitu semua masyarakat Indonesia dari golongan bawah hingga golongan atas yang berpastisipasi dalam perekonomian Indonesia. karena hanya dengan sebuah sistem dan perencanaan sesuatu yang kita rencanakan akan berjalan dengan baik.