You are on page 1of 12

Formulir SIG - I

SIMPANG BERSINYAL Tanggal :
Ditangani oleh : Rizki
FORMULIR SIG-I : Kota :
- GEOMETRI Simpang :
- PENGATURAN LALULINTAS Ukuran Kota/jumlah penduduk (isi dalam jutaan) :
- LINGKUNGAN Perihal :
Periode :
FASE SINYAL YANG ADA (Gambarkan Sket Fase)
g= g= g= g= Waktu siklus : c

Waktu hilang total :
LTI = ∑ IG =
IG= IG= IG= IG =
SKETSA SIMPANG

U

KONDISI LAPANGAN
Tipe Hambatan Belok kiri Jarak ke Lebar Pendekat ( m )
Kode lingkungan Samping Median kelandaian langsung kendaraan Pendekat Masuk Belok kiri lgs. Keluar
Pendekat jalan +/- % parkir (m) WA WENTRY W LTOR W EXIT

(com/res/ra) (Tinggi/Rendah) Ya/Tidak Ya/Tidak

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

Ket :
diisi manual

lihat keterangan kolom .

0 emp terlindung = 1.0 emp terlawan = 1.2 Total Berbelok UM Pendekat emp terlawan = 1.tak bermotor Kendaraan Ringan(LV) Kendaraan Berat(HV) Sepeda Motor(MC) Kendaraan Bermotor Rasio Arus Kode Arah emp terlindung = 1.000 Total 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 LT (tanpa LTOR) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 ### .3 emp terlindung = 0.3 emp terlawan = 0.4 MV kend/ smp/jam kend/ smp/jam kend/ smp/jam kend/ smp/jam Kiri Kanan kend/ jam Terlindung Terlawan jam Terlindung Terlawan jam Terlindung Terlawan jam Terlindung Terlawan PLT PRT jam (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) 0 LT (tanpa LTOR) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 ### LTOR 0 0 0 0 0 0 0 0 0 ### ST 0 0 0 0 0 0 0 0 0 RT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 ### Total 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 LT (tanpa LTOR) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 ### LTOR 0 0 0 0 0 0 0 0 0 ### ST 0 0 0 0 0 0 0 0 0 RT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 ### Total 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 LT (tanpa LTOR) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 ### LTOR 0 0 0 0 0 0 0 0 0 ### ST 0 0 0 0 0 0 0 0 0 RT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.SIMPANG BERSINYAL Tanggal : Ditangani oleh : Rizki Formulir SIG-II : Kota : ARUS LALULINTAS Simpang : Periode : Perihal : Arus LaluLintas Kendaraan Bermotor ( MV ) Kend.

Ditangani oleh : Rizki Periode : Kend.0000 .tak bermotor Rasio PUM = UM/ MV (18) #DIV/0! #DIV/0! 0.

III : Ditangani oleh : Rizki -WAKTU ANTAR HIJAU Kota : -WAKTU HILANG Simpang : Perihal : LALULINTAS LALU LINTAS DATANG Waktu merah BERANGKAT semua (dtk) Pendekat Kecepatan Pendekat 0 0 0 0 VEV (m/dtk) Kecepatan VAV (m/dtk) 10 10 10 0 0 Jarak berangkat-datang (m) 10 Waktu berangkat-datang (dtk)*) 0 Jarak berangkat-datang (m) 10 Waktu berangkat-datang (dtk)*) 0 Jarak berangkat-datang (m) 10 Waktu berangkat-datang (dtk)*) 0 Jarak berangkat-datang (m) Waktu berangkat-datang (dtk)*) 0 Jarak berangkat-datang (m) Waktu berangkat-datang (dtk)*) 0 Jarak berangkat-datang (m) Waktu berangkat-datang (dtk)*) Penentuan waktu merah semua : (data ini dapat dirubah sendiri sesuai fase) Fase 1 --> Fase 2 Penentuan Fase 2 --> Fase 3 waktu all red Fase 3 --> Fase 4 didasarkan Fase 4 --> Fase 1 pada aturan Jumlah fase kuning/fase 0 fase Waktu hilang total (LTI)= Merah semua total+waktu kuning (dtk / siklus ) 0 Dari gambar 5. dimana IEV = 2 m Waktu untuk datang = L AV / V AV .1. *) Waktu untuk berangkat = ( LEV + I EV ) / V EV.SIMPANG BERSINYAL Tanggal : Formulir SIG .

0 1.00 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 2 o #DIV/0! #DIV/0! 0. kendaraan Arah Arah efektif Nilai Faktor Penyesuaian Nilai lalu Arus fase hijau dekat fase dekat berbelok dari lawan (m) dasar Semua tipe pendekat Hanya tipe P disesu.00 0.00 0.00 1.000 0 0 0.82 1.00 1.00 1.00 0.IV SIMPANG BERSINYAL Tanggal : Ditangani oleh : Rizki Formulir SIG-IV : PENENTUAN WAKTU SINYAL Kota : Perihal : KAPASITAS Simpang : Periode : Distribusi arus lalu lintas(smp/jam) Fase 1 Fase 2 Fase 3 Fase 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kode Hijau Tipe Rasio Arus RT smp/j Lebar Arus jenuh smp/jam Hijau Arus Rasio Rasio Waktu Pen.82 1. lintas FR = PR = det no.00 0.00 0.00 0 #DIV/0! #DIV/0! 0.00 1.0 1.0 1.0 1.00 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 1 o #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 0 0.00 0.Parkir Belok Belok aikan smp/j hijau kota Samping daian Kanan Kiri smp/jam PLTOR PLT PRT QRT QRTO WE So FCS FSF FG FP FRT FLT hijau FRCRIT S Q Q/S IFR g (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) 0 1 o #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 0 0.00 1.0 1.82 1.82 1.00 0 Waktu hilang total Waktu siklus pra penyesuaian cua (det) #DIV/0! IFR = Total g = ### .000 0 0 0.0 1.82 1.000 0 0 0.00 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 2 o #DIV/0! #DIV/0! 0.00 1. Tabel Formulir SIG .000 0 0 0.00 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0.82 1.dalam Pen. (P / O) smp/j Ukuran Hambatan kelan.

LTI ( det ) 0 Waktu siklus disesuaian c (det) #DIV/0! ∑FRCRIT #DIV/0! 0 0 0 0 0 0 .

Derajat T sitas jenuh smp/j C= DS= Sxg/c Q/C (22) (23) #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! .Kapa.

.

0 6. Total : #DIV/0! Total : #DIV/0! Arus kor.000 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 0 #DIV/0! 0.000 #DIV/0! 0.0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0.0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! LTOR(semua) 0 0. Q tot.0 0 Arus total.det Q C NQ1+NQ2 liat gb e22 QL NS NSV DT DG D = DT+DG DxQ (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) 0 0 #DIV/0! 0.0 6.V SIMPANG BERSINYAL Tanggal : Ditangani oleh : Rizki Formulir SIG-V : PANJANG ANTRIAN Kota : Kondisi Eksiting JUMLAH KENDARAAN TERHENTI Simpang : Periode : TUNDAAN Waktu siklus : Kode Arus Kapasitas Derajat Rasio Jumlah kendaraan antri (smp) Panjang Angka Jumlah Tundaan Pendekat Lalu smp / jam Kejenuhan Hijau Antrian Henti Kendaraan Tundaan lalu Tundaan geo.000 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 0 #DIV/0! 0. Formulir SIG .000 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 0 0.0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0. 0 Kendaraan terhenti rata-rata stop/smp : #DIV/0! Tundaan simpang rata-rata(det/smp) : #DIV/0! . Tundaan Tundaan Lintas DS= GR= NQ1 NQ2 Total NQMAX Terhenti lintas rata-rata metrik rata-rata rata-rata total smp/jam Q/C g/c NQ= (m) stop/smp smp/jam det/smp det/smp det/smp smp.0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 0 0.000 #DIV/0! 0.000 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 0 #DIV/0! 0. Q kor.

380 90% 80 5 8 70 10 14 60 f(x) = 1.533 (Column 20 30 1.9925338458 B 20 26 40 Linear 30 (Column 25 32 B) 30 38 20 35 44 10 40 51 0 45 57 0 10 20 30 40 50 60 50 69 80% 70 5 7 60 10 13 50 f(x) = 1.3139393939x + 3.4193939394x + 4.1321212121x + 1.4666666667 Column 15 18 R² = 0.2666666667 5 10 2.9997054631 Column 20 33 50 B 25 40 40 Linear 30 47 30 (Column B) 35 54 20 40 61 10 45 68 0 50 76 0 10 20 30 40 50 60 . 95% 80 NQ NQmax 70 0 60 f(x) = 1.9995440595 Column 50 B 10 16 1.400 10 35 50 1.4 Column 15 20 50 R² = 0.2909090909x + 0.4666666667 15 26 60 R² = 0.9996608041 40 B 20 24 Linear 25 30 30 (Column 30 36 20 B) 35 41 10 40 47 0 45 52 0 10 20 30 40 50 60 50 58 99% 5 12 80 10 18 70 f(x) = 1.500 30 B) 25 36 1.378 50 69 1.600 40 Linear 15 23 1.440 20 30 42 1.000 R² = 0.429 0 40 56 1.400 0 10 20 30 40 50 60 45 62 1.

45455 0.477273 30 54 4.Lp WA g 90 11 24 21 6 11.909091 1.045455 .