You are on page 1of 2

Menurut Nia K.

Pontoh dan Iwan Kustiwan dalam buku Pengantar Perencanaan
Perkotaan (2008), Perencanaan kota merupakan proses untuk menentukan
tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan
memperhitungkan sumber daya yang tersedia.
Perencanaan kota lebih memperhatikan pada penyiapan dan antisipasi kondisi
kota pada masa yang akan dating, dengan titik berat pada aspek spasial dan
tata guna lahan.
Ruang lingkup perencanaan perkotaan beorientasi pada aspek fisik dan spasial
(Keeble, 1993). Hal penting dalam perencanaan kota (Fedt 1996):
1. Perencanaan kota terutama berkaitan erat dengan masalah-masalah
kemasyarakatan yang di dalamnya tercakup sekelompok besar klien
yang mempunyai kepentingan berbeda-beda.
2. Perencanaan kota merupakan aktivitas yang benar-benar direncanakan
dengan matang yang biasanya ditangani oleh orang-orang yang terlatih
secara professional sebagai perencana.
3. Tujuan dan sasarannya serta pranata-pranata untuk mencapainya
sering teramat tidak pasti.
4. Para perencana kota sendiri jarang membuat keputusan; malahan
sebaliknya, mereka membuat berbagai alternatf dan rekomendasi bagi
pihak-pihak yang dipilih dan ditunjuk untuk mengambil keputusan
tertentu.
5. Para perencana kota menggunakan berbagai macam alat bantu dan
metode-metode khusus untuk menganalisis dan menyajikan berbagai
alternatif.
6. Hasil dari semua aktivitas perencanaan hanya dapat dilihat setelah 5
sampai 20 tahun setelah keputusan diambil, sehingga menyulitkan
umpan balik dan tindakan perbaikan.

Persoalan Kota di Negara Sedang Berkembang, khususnya Indonesia
1. Masalah kependudukan dan sumberdaya manusia
Laju pertumbuhan penduduk kota yang tinggi, persoalan antara
penduduk pendatang dan penduduk local, dan sumberdaya manusia
yang masih perlu ditingkatkan dalam hal kesadaran akan pemahaman
terhadap proses penyusunan rencana kota.
2. Masalah tempat tinggal;
Akses dan keterjangkauan terhadap kepemilikan rumah yang rendah.
3. Masalah sosial;
Persoalan Sara, kejahatan, kemiskinan dan gender.

Rencana Umum Tata Ruang Kawasan Perkotaan/Rencana Tata Ruang Wilayah Kota. Masalah fisik-lingkungan. Keterbatasan sediaan air bersih. 4. Produk Perencanaan Tata Ruang Kawasan perkotaan meliputi: 1. . Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan. Tingginya pekerja di sektor informal (pedagang kaki lima) dan pengangguran. Rencana Struktur Tata Ruang Kawasan Perkotaan Metropolitan. 5. 2. 3. keterjangkauan harga bahan konsumsi dan polusi udara yang tinggi serta bencana alam dan teknologi. Masalah ekonomi. Rencana Teknik Ruang Kawasan Perkotaan/Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan. 4.