You are on page 1of 7

BAB

1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Arsitektur Dekonstruksi
Dekonstruksi adalah sekolah filsafat di Perancis pada akhir 1960 dan memiliki
pengaruh yang kuat terhadap kritisme di Amerika. Penciptanya adalah Jacques Derrida.
Lahir sebagai respon komplek terhadap teori dan pergerakan filosofi abad 20
Sejarah desain dalam arsitektur dapat dilihat sebagai perjalanan pergerakan waktu yang
menarik dan memiliki pengaruh tersendiri pada masanya. Pada dasarnya, setiap desain
baru yang muncul berdasarkan akibat, perkembangan, penyangkalan maupun
penolakan dari apa yang sudah desain yang sudah ada. Munculnya desain-desain itu
sering kali merupakan terobosan baru seorang arsitek yang mencoba ‘jalur lain’ yang
merupakan jawaban atas keinginan untuk merealisasikan impian kreativitasnya.
Sejak pameran mengenai Arsitektur
Dekonstruksi yang diadakan di
Museum Seni Modern di New York
pada bulan Juli dan Agustus 1988,
Dekonstruksi menjadi sebuah aliran
baru dalam Arsitektur dan dapat
meneruskan atau menggantikan gaya
Internasional (International Style),
yang dalam tahun tiga puluhan juga diperkenalkan dalam Museum yang sama. Tentu
ini merupakan sukses besar bagi para dekonstruktivis yang ikut pameran itu, yaitu :
Frank O. Gehry, Daniel Libeskind, Ren Koolhaas, Peter Eisenman, Zaha M. Hadid,
Coop Himmelblau dan Bernard Tschumi. Sebenarnya yang memperkasai untuk
menerapkan konsep dekonstruksi dalam bidang arsitektur pertama kali adalah Bernard
Tschumi. Selanjutnya, bersama mantan mahasiswanya yang bernama Zaha Hadid dan
Peter Eisenman, mencoba memperkenalkannya melalui pameran dengan nama
“Deconstruction Architecture”.
Dekonstruksi merupakan salah satu jalan keluar yang patut dipertimbangkan
dari permasalahan permasalahan yang timbul dari kejenuhan akan arsitektur modern.
Sehingga dapat dihasilkan pemahaman dan perspektif baru tentang arsitektur. Pada
arsitektur dekonstruksi yang ditonjolkan adalah geometri 3-D bukandari hasil proyeksi
2-D sehingga muncul kesan miring dan semrawut yang menunjuk kepada kejujuran
yang sejujur-jujurnya. Penggunaan warna sebagai aksen juga ditonjolkan dalam
komposisi arsitektur dekonstruksi.
Bangunan yang menggunakan langgam arsitektur dekonstruksi memiliki
tampilan yang terkesan ‘tidak masuk akal’, dan memiliki bentukan abstrak yang
kontras melalui permainan bidang dan garis yang simpang siur. Pada arsitektur
dekonstruksi yang dikomunikasikan adalah unsur-unsur yang paling mendasar,
essensial, substansial yang dimiliki oleh arsitektur serta kemampuan maksimal untuk
berarsitektur dari elemen-elemen yang essensial maupun substansial.

Tidak ada pendewaan tokoh dalam arsitektur sehingga tidak timbul kecenderungan pengulangan ciri antara arsitek satu dan yang lain hanya karena arsitek yang satu dianggap dewa yang segala macam karyanya harus ditiru. Tidak ada yang absolut dalam arsitektur. 4. antara lain : 1. 1980) Arsitektur dekonstruksi juga telah menggariskan beberapa prinsip penting mengenai arsitektur.  Menaklukkan suatu kasus perancangan. keterbedaan dari yang lain. sehingga tidak ada satu langgam yang dianggap terbaik sehingga semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. 3.  Memperlihat kedekonstruksiannya dengan kesan tulisan yang didapat dari bangunan. . tidak jelas bentuknya (destructive). Akan tetapi post structuralism tidak memiliki sifat dekonstruksi di dalamnya sebagaimana dimaksudkan adalah adanya proses dislocation. atau deconstructivist architecture atau yang lazim disebut dekonstruksi hadir pada tahun 1970an melengkapi berbagai langgam arsitektur yang masuk dalam postmodernism atau langgam post-modern. Noam Chomsky dan semua yang mendapatkan pengertian dan pertentangan dalam struktur. dan de-coding. Dominasi pandangan dan nilai absolut dalam arsitektur harus diakhiri. Pengaruh dari suatu fenomena dari fungsi-fungsi yang dijanjikan dapat dirasakan pada bentukan yang terjadi. arsitektur yang paling memiliki teknologi tinggi.2 Dekonstruksi dalam Desain Arsitektur modern seringkali menyebut dirinya sebagai arsitektur yang paling rasional. 2. Potensi indera lain harus dapat dimanfaatkan pula secara seimbang.  Terpecah-pecah. BAB 2 PEMBAHASAN 2. (Charles Jencks.  Tiap arsiteknya memiliki hak penuh atas desain bangunannya. Pengutamaan indera pengelihatan sebagai tolok ukur keberhasilan suatu karya dalam arsitektur harus diakhiri.  Bentuk asemantik. sehingga menghasilkan bentukan-bentukan yang tidak berkembang. dan arsitektur yang memiliki sistem fungional yang sempurna sehingga pada waktu itu tidak ada alternatif pemikiran lain di dalam arsitektur selain ‘berpikir monoton’ seperti halnya paham fungsional yang dimiliki oleh arsitektur modern.1 Definisi Arsitektur Dekonstruksi Deconstructivism. 2. sehingga perkembangan arsitektur selanjutnya harus mengarah kepada keragaman pandangan dan tata nilai. terbagi-bagi (fragmented). Dekonstruksi adalah post-strukturalism yang merupakan reaksi pertama terhadap teori dan praktek structural dari Claude Levi Strauss. Prinsip Arsitektur Dekonstruksi atau Ideologi dekonstruksi antara lain : Pentingnya perbedaan. de- composing. Arsitektur dekonstruksi merupakan suatu pendekatan desain bangunan yang merupakan usaha-usaha percobaan untuk melihat arsitektur dari sisi yang lain.

Diantara dari mereka adalah Frank O. Seperti yang dilakukan Peter Eisenman dengan koleganya Richard Meier pada thun 1970an. Morphosis. Seiring perkembangan arsitektur dekonstruksi. dan memiliki bentukan abstrak yang kontras melalui permainan bidang dan garis yang simpang siur. Beberapa bangunan pun sudah dianggap menjadi icon dari arsitektur dekonstruksi. essensial. Sehingga beberapa arsitek mulai membuat karya mutakhir yang disebut arsitektur dekonstruksi. Daniel Libeskind. Pandangan seperti ini mengakibatkan timbulnya pandangan terhadap Dekonstruksi yang berbunyi "Ini merupakan kesombongan dekonstruksi. Coop Himmelbau. Makin lama keadaan ini menimbulkan kejenuhan. Pada arsitektur dekonstruksi yang ditonjolkan adalah geometri 3-D bukan dari hasil proyeksi 2-D sehingga muncul kesan miring dan semrawut yang menunjuk kepada kejujuran yang sejujur-jujurnya. Lebbeus Woods. makin berkembang pula arsitek-arsitek yang menghasilkan karya karya yang luar biasa." Pada arsitektur dekonstruksi yang dikomunikasikan adalah  Unsur-unsur yang paling mendasar. .seperti desain yang penuh dengan ‘kotak-kotak’ sederhana. sehingga mulai timbul konflik penyangkalan dan usaha-usaha untuk keluar dari ‘jalur’ yang ada.3 Pelaksana Arsitektur Dekonstruksi Kejenuhan terhadap ke’monoton’an mampu mengusik beberapa arsitek . Bangunan yang menggunakan langgam arsitektur dekonstruksi memiliki tampilan yang terkesan ‘tidak masuk akal’. 2. Zaha Hadid. Gunter Behnisch. Gehry. Sehingga dapat dihasilkan pemahaman dan perspektif baru tentang arsitektur. Arsitektur dekonstruksi tidak mengikatkan diri kedalam salah satu dimensi Waktu (Timelessness).  Kemampuan maksimal untuk berarsitektur dari elemen-elemen yang essensial maupun substansial. Dekonstruksi merupakan salah satu jalan keluar yang patut dipertimbangkan dari permasalahan-permasalahan yang timbul dari kejenuhan akan arsitektur modern. substansial yang dimiliki oleh arsitektur. Kazuo Shinohara. Michael Soekin. Penggunakan warna sebagai aksen juga ditonjolkan dalam komposisi arsitektur dekonstruksi sedangkan penggunaan tekstur kurang berperan. Bernard Tschumi.

bangunan ini menjadi landmark bagi daerah sekitar. Sehingga dapat kita amati bagaimana arsitek melakukan perjalanan untuk menghasilkan karya. yaitu arsitektur modern. langkah-langkah apa yang menjadi pemikiran arsitek sebelum masuk kedalam dekonstruksi. Pengkomunikasian antara hasil teknologi dan pemilihan bahan mampu berperan dalam meningkatkan elemen-elemen artistic dan estetik yang dominan pada bangunan ini. Dengan waktu pelaksanaan yang cukup lama (1989-1992). masih dapat kita amati bagian-bagian yang tak lepas dari ‘peninggalan’ pendahulunya. Hal ini nampak pada hadirnya unsur-unsur geometris yang terdapat pada sisi podium. Bangunan ini memamerkan penonjolan konstruksi yang mutakhir sebagai daya tarik yang menjadikan bangunan ini lebih hidup dan berirama. Spanyol The Vila Olimpica Hotel Arts berlokasi di Olympic Village yang memiliki luas 150.000 square feet. Gehry Lokasi : Barcelona.000 square feet dan menjadi bangunan yang memiliki konstruksi paling unik bagi lingkungan sekitarnya. Selain unsure-unsur yang lepas dari keteraturan. Hal yang pertama kali nampak pada bangunan ini adalah proyeksi trimatra yang nampak kontras namun menjadikan bangunan ini lebih berirama . Dengan bentukan dan dimensi seperti ini.2 Denvert Art Museum Arsitek : Daniel Libeskind Lokasi : Denver. bangunan ini menjadi sebuah karya yang unik. 3. Dengan menampilkan bentukan – bentukan trimatra . BAB 3 BANGUNAN ARSITEKTUR 3.1 Vila Olimpica Hotel Arts Arsitek : Frank O. bangunan yang merupakan transformasi dari bentuk ikan yang direalisasikan dalam sebuah konstruksi sepanjang 54 meter dengan ketinggian 35 meter. Colorado – USA Bangunan ini didirikan diatas lahan seluas 146.

terlebih bangunan ini juga diperuntukkan sebagai bangunan industri. Sebagai bangunan yang berlokasi di daerah yang sedang berkembang. Untuk dapat menghasilkan bentukan seperti ini tentunya juga mengandalkan kemampuan teknologi dan pemilihan bahan yang tepat dan memiliki spesifikasi yang tepat dan tentunya berkualitas tinggi. Gehry Lokasi : Basel. Karenanya pada bangunan ini. Bentukan yang penuh dengan bidang mencuat yang dikantilever menjadi daya tarik utama dari bangunan ini. kaca. titanium dan batu-batu alam dianggap menambah sifat artistic dari bangunan ini. Sehingga eksprisi sang arsitek dapat dituangkan secara lugas tanpa ada batasan apapun. Switzerland Bangunan ini berlokasi didaerah sub-urban di luar kota Basel yang dipenuhi oleh bangunan industri seperti pabrik serta apartment yang diperuntukkan sebagai pelengkap daerah baru yang sedang berkembang. unsur .3 Vitra International Headquarters Arsitek : Frank O. maka diperlukan hal-hal yang mampu menjadi daya tarik bagi keperluan komersial bangunan itu sendiri. Bangunan ini lebih cenderung mencerminkan ‘massa’ daripada ‘ruang’ yang ada didalamnya. Penggunaan metal. 3.

garis dan massa. Nampak penggunaan metal dan permainan warna menjadi daya tarik dari bangunan ini. ‘ruang’ masih diperhatikan dalam penggarapan desainnya.4 The Tower Of Biel and Open Architecture Arsitek : Coop Himmelbau Lokasi : Forum Arteplage Biel. Helmut Swiczinsky and partner ini dibuat untuk keperluan The 6th Swiss National Exhibition tanggal 15 May 2002 hingga 20 October 2002. Permainan bidang masih menjadi unsur penangkap bagi eksistensi tersebut . namun tidak mengurangi eksistensi bangunan sebagai bagian dari arsitektur dekonstruksi. Dapat dilihat bahwa bangunan ini sangat berani dalam permainan olahan bentuk. 3. Prix. . Switzerland Menara-menara ini merupakan simbolisasi dari kekuatan dan kebebasan. baik permainan bidang. Meskipun bentukan yang terjadi lebih sederhana. Unsur penangkap lain dapat dihadirkan dari permainan penggunaan bahan pada fasade eksterior bangunan. Dengan bentukan seperti ini nampak jelas bahwa bangunan ini mampu menjadi landmark yang memancarkan power dan kebebasan penuh. Bangunan ini nampak memperatahankan bentukan geometrisnya . sehingga muncul bentukan yang lebih ‘sederhana’ jika dibandingkan dengan contoh kasus pada Denver Art Museum pada pembahasan sebelumnya. disusun perbagian hanya dalam jangka waktu sebulan. Desain konsep berorientasi pada konstruksi urban yang memberi kesan ringan namun kokoh. Buah karya Wolf D. Permainan sense indera yang tidak hanya terpaku pada segi visual juga berperan dalam peletakan massa dan penggabungan massa menjadi nilai tambah yang pantas diperhitungkan.

Selain permainan bidang – bidang geometris .000 meter persegi menjadikan kompleks bangunan ini mampu menghadirkan sesuatu tanpa memikirkan keterbatasan ruang. Gehry Lokasi : Dusseldorf. Desain ketiga bangunan ini nampak berorientasi kepada ‘ruang’ didalamnya mengingat fungsi bangunan. Germany Bangunan ini berlokasi di tepi sungai Rheine di daerah publik yang berskala urban. Unsur simpang siur yang menjadi salah satu ciri dari arsitektur dekonstruksi masih nampak jelas . Ketiga bangunan ini memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lainnya. Letaknya yang berada di tepi dermaga sungai menjadi nilai tambah karena memungkinkan terbentuknya open space di bagian muka kompleks bangunan yang membuat perpaduan visualisasi bentuk bangunan terekam dengan komposisi yang baik. namun tetap memberikan kesan dinamis pada kesatuannya. Namun batasan tersebut tidak lantas membatasi bentukan yang terjadi.5 Der Neue Zollhof Arsitek : Frank O. permainan kecangihan teknologi konstruksi juga ditonjolkan dalam desain pada bangunan ini. Menempati lahan seluas 28. Penampilan bentukan 3 dimensi membuat eksistensi bangunan ini sebagai bangunan yang berlanggam dekonstruksi tampak nyata. Permainan bidang-bidang menjadi salah satu pemicunya.3. .