You are on page 1of 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PERILAKU KEKERASAN

Disusun 0leh:
Dicki Syarif Hidayat
P1337420215089
Tingkat II C

Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang
Program Studi DIII Keperawatan Purwokerto

Faktor penyebab perilaku kekerasan c. Tujuan 1. Keabnormalan terlihat dalam berbagai gejala. baik yang berhubungan dengan fisik maupun mental. Pengertian perilaku kekerasan b. Akibat perilaku kekerasan e. rasa lemah dan tidak mampu mencapai tujuan. Peran keluarga dalam penanganan pasien perilaku kekerasan di rumah . orang lain dan lingkungan. murung. 2. takut dan sebagainya. Latar Belakang Gangguan jiwa adalah kumpulan dari keadaan-keadaan yang tidak normal. Tujuan Instruksional Umum Setelah diberikan penyuluhan ini. Perilaku kekerasan dapat dilakukan secara verbal. diantaranya ketegangan (tension) terlihat dalam bentuk perilaku kekerasan. Tujuan Instruksional Khusus Setelah memberikan penyuluhan ini. Pasien dengan perilaku kekerasan ini dapat mencelakai diri sendiri. histeria. cemas. para keluarga akan mampu menyebutkan tentang: a. rasa putus asa. Keabnormalan tersebut dibagi ke dalam dua golongan. perbuatan-perbuatan yang terpaksa (kompulsive). dan gejala perilaku kekerasan d. B. diarahkan pada diri sendiri. Tahun 2017 BAB I PENDAHULUAN A. gelisah. orang lain dan lingkungannya. para keluarga akan mengetahui dan mempraktekkan cara penanganan pasien dengan perilaku kekerasan di rumah tangga. yaitu gangguan jiwa (neurosa) dan sakit jiwa (psikosa). Perilaku kekerasan merupakan suatu bentuk perilaku yang bertujuan untuk melukai seseorang secara fisik maupun psikologis.

Media dan alat a. Sasaran dan Target a. Metode a. Diskusi c. 3. Target : Anggota keluarga . Ceramah b.C. Flipchart b. Tanya jawab 4. Peran keluarga dalam penanganan pasien perilaku kekerasan di rumah 2. Waktu dan tempat Hari/Tanggal : Waktu : Tempat : . Faktor penyebab perilaku kekerasan c. Tanda dan gejala perilaku kekerasan d. Sasaran: Seluruh anggota keluarga yang berkunjung ke poliklinik Gangguan Mental Organik (GMO) b. Pelaksanaan Kegiatan 1. Akibat perilaku kekerasan e. Leaflet 5. Pokok Bahasan a. Pengertian perilaku kekerasan b.

Menggali pengetahuan audiens Mendengarkan dan tentang tanda dan gejala perilaku memperhatikan kekerasan. Mengucapkan salam. Memberi kesempatan pada pemateri memperhatikan untuk menjelaskan topik Mendengarkan dan memperhatikan Penyajian 1. Menggali pengetahuan audiens Mengemukakan (15 menit) tentang Perilaku kekerasan. Menjawab salam (3 menit) 2. Menjelaskan pengertian Perilaku Mendengarkan dan kekerasan memperhatikan 4. 6. Memberikan reinforcement positif Mendengarkan dan pada audiens atas pendapatnya memperhatikan 3. Menjelaskan Tanda dan gejala memperhatikan perilaku kekerasan Mendengarkan dan 8. Menjelaskan Faktor penyebab Mendengarkan dan perilaku kekerasan memperhatikan 5. Membuat kontrak waktu memperhatikan 4. Memberikan reinforcement positif memperhatikan pada audiens atas pendapatnya Mendengarkan dan 7. Menjelaskan tujuan penyuluhan yang Menyetujui kontrak akan dicapai Mendengarkan dan 5. Kegiatan Penyuluhan Tahap Kegiatan penyuluhan Kegiatan Audiens kegiatan dan waktu Pendahuluan 1. Memperkenalkan diri Mendengarkan dan 3. Penatalaksanaan Perilaku memperhatikan kekerasan di rumah sakit dan di Mengemukakan rumah tangga pendapat 9. pendapat 2. Mendengarkan dan 6. Menggali pengetahuan tentang Mendengarkan dan .

Memberikan reinforcement positif Mendengarkan dan pada audiens atas pendapatnya memperhatikan 11. akibat perilaku kekerasan memperhatikan 10. Mengajukan pertanyaan pada audiens untuk mengevaluasi pemahaman audiens 15. 2. Pemateri mengucapkan salam Penutup (10 1. Moderator menyimpulkan materi Bertanya menit) dan tanya jawab. Memberikan reinforcement positif atas pendapat audiens 16. Moderator memberikan salam Menjawab pertanyaan penutup Mendengarkan dan memperhatikan Menjawab salam Mendengarkan dan memperhatikan Menjawab salam 7. Menjelaskan akibat perilaku Mendengarkan dan Kekerasan memperhatikan 12. Materi Terlampir . Memberi kesempatan untuk memperhatikan bertanya kepada audiens 14. Menjelaskan penatalaksanaan Mendengarkan dan Perilaku kekerasan dirumah sakit memperhatikan dan dirumah tangga Mendengarkan dan 13.

Hasil 1) Audiens bisa menyebutkan pengertian perilaku kekerasan 2) Audiens bisa menyebutkan Penyebab perilaku kekerasan 3) Audiens bisa menjelaskan Tanda dan Gejala perilaku kekerasan 4) Audiens bisa menyebutkan akibat perilaku kekerasan 5) Audiens bisa menyebutkan peran keluarga dalam merawat keluarga dengan perilaku kekerasan . Struktur 1) Laporan telah dikoordinasikan sesuai perencanaan 2) 100% menghadiri penyuluhan 3) Tempat dan waktu serta alat penyuluhan sesuai perencanaan b.8. Proses 1) Peran dan tugas mahasiswa sesuai perencanaan 2) Waktu yang direncanakan sesuai pelaksanaan 3) 75% peserta aktif dalam kegiatan penyuluhan 4) 100% peserta penyuluhan tidak meninggalkan ruangan selama acara berlangsung c. Kriteria Evaluasi a.

Penyusun. D. maka kami mohon masukannya. Mengetahui. ( ) Dicki Syarif Hidayat . Maret 2017 Pembimbing Akademik. Purwokerto. kami yakin SAP ini belum sempurna. PENUTUP Demikianlah Satuan Acara Penyuluhan ini dibuat agar dapat dilaksanakan dengan baik.

manipulasi atau intimidasi. Penyebab Perilaku Kekerasan Untuk menegaskan keterangan diatas. 1995) B. . Pengertian Perilaku kekerasan/amuk dapat disebabkan karena frustasi. Proses Terjadinya Masalah 1. Harga diri adalah penilaian individu tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri. Perilaku kekerasan juga menggambarkan rasa tidak aman. pada klien gangguan jiwa.Lampiran Materi PERILAKU KEKERASAN A. kebutuhan akan perhatian dan ketergantungan pada orang lain. hilang kepercayaan diri. Dimana gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan negatif terhadap diri sendiri. Perilaku kekerasan merupakan hasil konflik emosional yang belum dapat diselesaikan. Hal tersebut dilakukan untuk mengungkapkan perasaan kesal atau marah yang tidak konstruktif. orang lain maupun lingkungan. Pengertian Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik baik terhadap diri sendiri. (Stuart dan Sundeen. takut. C. merasa gagal mencapai keinginan. perilaku kekerasan bisa disebabkan adanya gangguan harga diri: harga diri rendah.

merupakan aspek yang menstimuli mengadopsi perilaku kekerasan c. keputusasaan. control sosial yang tidak pasti terhadap perilaku kekerasan menciptakan seolah-olah perilaku kekerasan diterima d. percaya diri kurang). Faktor predisposisi Berbagai pengalaman yang dialami tiap orang mungkin menjadi faktor predisposisi yang mungkin/ tidak mungkin terjadi jika faktor berikut dialami oleh individu : a. kerusakan sistem limbic. 2004) 4. orang lain dan lingkungan Perilaku Kekerasan/amuk Gangguan Harga Diri : Harga Diri Rendah ( Budiana Keliat.2. sering mengobservasi kekerasan. Faktor presipitasi Bersumber dari klien (kelemahan fisik. Perilaku. b. kegagalan yang dialami dapat menimbulkan frustasi yang kemudian dapat timbul agresif atau amuk. kehilangan orang yang dicintai/pekerjaan dan kekerasan) dan interaksi dengan orang lain( provokatif dan konflik). ketidak berdayaan. padat. reinforcement yang diteima ketika melakukan kekerasan. 1999) . budaya tertutup. lingkungan (ribut. Sosial budaya. Bioneurologis. lobus frontal/temporal dan ketidakseimbangan neurotransmiser 3. kritikan mengarah penghinaan. Pohon Masalah Resiko mencederai diri. Psikologis. ( Budiana Keliat.

Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan tindakan terhadap penyakit (rambut botak karena terapi) b. Gangguan hubungan sosial (menarik diri) d. orang lain maupun lingkungannya. ( Budiana Keliat. 7. Mencegah terjadinya perilaku amuk : 1) Menjalin komunikasi yang harmonis dan efektif antar anggota keluarga 2) Saling memberi dukungan secara moril apabila ada anggota keluarga yang berada dalam kesulitan 3) Saling menghargai pendapat dan pola pikir 4) Menjalin keterbukaan 5) Saling memaafkan apabila melakukan kesalahan 6) Menyadari setiap kekurangan diri dan orang lain dan berusaha memperbaiki kekurangantersebut b. Mencederai diri (akibat dari harga diri yang rendah disertai harapan yang suram. DAFTAR PUSTAKA . memecahkan perabot. 1999) 6. Tanda gejala Perilaku Kekerasan a. Rasa bersalah terhadap diri sendiri (mengkritik/menyalahkan diri sendiri) c. Mengontrol Perilaku Kekerasaan dengan mengajarkan klien : 1) Menarik nafas dalam 2) Memukul-mukul bantal 3) Bila ada sesuatu yang tidak disukai anjurkan klien mengucapkan apa yang tidak disukai klien 4) Melakukan kegiatan keagamaan seperti berwudhu’ dan shalat 5) Mendampingi klien dalam minum obat secara teratur. Peran keluarga Dalam Penanganan Perilaku Kekerasan a. mungkin klien akan mengakiri kehidupannya. Percaya diri kurang (sukar mengambil keputusan) e.5. seperti menyerang orang lain. membakar rumah dll. Akibat Dari Perilaku Kekerasan Klien dengan perilaku kekerasan dapat melakukan tindakan-tindakan berbahaya bagi dirinya.

Jakarta : EGC. RSJP Bandung. Jam 14. 2000 6. Jakarta : EGC. Standar Asuhan Keperawatan Jiwa. Gangguan Konsep Diri. Anonim. Principles and Practice of Psykiatric Nursing (5 th ed. Sundeen. 2003 5. Stuart GW. Edisi 1. Edisi I. 2011. St.). Keliat Budi Ana. Cegah dan hindari kekerasan.30 dari http://www. Amino Gonohutomo. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa. dkk. Aziz R.org/cegahdanhidarikekerasan=804 . 1999 3. Pedoman Asuhan Keperawatan Jiwa Semarang : RSJD Dr.1. 1999 4. Tim Direktorat Keswa. diakses tanggal 22 Mei 2011.orangtua. Edisi I. Keliat Budi Ana.Louis Mosby Year Book. 1995 2. Bandung.