You are on page 1of 2

IMUNISASI

No. Dokumen
No. Revisi Halaman

00 1 dari 2
010/NICU/IV/2017

STANDAR Tanggal Terbit Ditetapkan
PROSEDUR Direktur,
OPERASIONAL

01 April 2017 dr. Suriviana, M.Sc, Sp.A

PENGERTIAN Memberikan kekebalan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan
imunisasi.
TUJUAN Memberikan imunisasi BCG, Hepatitis B, Polio, DPT kepada pasien
neonatus sesuai jadwal.
KEBIJAKAN Imunisasi BCG, Hepatitis B, Polio, DPT diberikan kepada semua bayi
yang tidak ada kontra indikasi, dan sesuai jadwal.
PROSEDUR 1. Imunisasi yang dapat diberikan pada pasien yang masih dirawat di
perinatologi adalah BCG dan Hepatitis B.
2. Imunisasi Polio dapat diberikan pada pasien rawat perinatologi yang
akan pulang pada hari itu.
3. Imunisasi yang dapat diberikan di Poliklinik adalah BCG, Hepatitis
B, Polio, dan DPT.
4. Pada bayi dengan berat lahir <2500 gram (BBLR) atau prematur
diberikan imunisasi seperti bayi berat lahir cukup dan cukup bulan
dan jangan mengurangi dosis vaksin.
5. Bayi yang telah dirawat selama jangka waktu yang lama, jika bayi
masih di rumah sakit pada usia 60 hari, lengkapi satu rangkaian
imunisasi dan juga berikan DPT 0,5 mL IM pada paha bagian atas,
pada saat bayi dipulangkan dari rumah sakit.
6. Bayi yang mempunyai kondisi neurologik yang tidak stabil secara
klinik (misal trauma otak), atau dilahirkan dari ibu HIV positif, atau
mendapat terapi antibiotik, atau ikterus tetap diberikan imunisasi.
7. Setiap imunisasi (kecuali Polio) mengunakan spuit dysposible.
Tuberkulosis (Vaksin BCG) :
1. Berikan imunisasi BCG sesegera mungkin setelah lahir.
2. Jika bayi sakit berikan imunisasi setelah bayi sembuh dan tepat
sebelum dipulangkan dari rumah sakit.
3. Jika ibu bayi menderita TBC paru aktif dan telah diobati selama
kurang 2 bulan sebelum kelahiran bayi atau didiagnosis TBC setelah
persalinan (lihat Bayi baru lahir dengan ibu menderita TBC).
4. Berikan dosis tunggal 0,05 mL intradermal pada bagian atas lengan
kiri dengan menggunakan semprit khusus BCG.
5. Suntikan harus menimbulkan “bleb” kecil dibawah kulit yang
menyebabkan kulit mengerut seperti kulit jeruk (peau d’ orange).
Poliomeilitis (OPV) :
1. Berikan 4 dosis vaksin OPV
2. Tanpa memandang apakah dosis pertama diberikan pada saat lahir,
berikan dosis OPV pada usia 6, 10, dan 14 minggu.
3. Berikan 2 tetes vaksin pada lidah

UNIT TERKAIT 1. Ibu yang menderita penyakit hepatitis akut atau tes serologis HbsAg positif lihat penanganan bayi dengan ibu HbsAg positif. SMF Anak 3. Perinatologi 2. Poliklinik Anak . Dokumen No. IMUNISASI No. Revisi Halaman 010/NICU/IV/2017 00 2 dari 2 Hepatitis B (VHB) : 1. Jika ibu diketahui HbsAg negatif dan bayi masih tetap di rumah sakit pada usia 60 hari. berikan HBV pada hari bayi dipulangkan. 2. Jika bayi sakit berikan dosis pertama segera setelah bayi sembuh.