You are on page 1of 7

Pengertian Kurikulum

Curriculum dalam bahasa Yunani berasal dari kata “Curir“ artinya pelari dan “Curere“ artinya ditempuh
atau berpacu. Kurikulum diartikan jarak yang harus ditempuh oleh pelari. Mengambil makna yang
terkandung dari rumusan tersebut, kurikulum dalam pendidikan diartikan sejumlah mata pelajaran
yang harus ditempuh atau diselesaikan anak didik untuk memperoleh ijazah. Kurikulum sebagai
program pendidikan harus mencakup: (1) Sejumlah mata pelajaran atau organisasi pengetahuan; (2)
pengalaman belajar atau kegiatan belajar; (3) program belajar (plan for learning) untuk siswa; (4)
hasil belajar yang diharapkan. Dari rumusan tersebut, kurikulum diartikan program dan
pengalaman belajar serta hasil-hasil belajar yang diharapkan, yang diformulasikan melalui pengetahuan
dan kegiatan yang tersusun secara sistematis, diberikan kepada siswa di bawah tanggung jawab
sekolah untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan pribadi dan kompetensi sosial siswa (
Nana Sudjana). Adapun beberapa pengertian kurikulum, yaitu sebagai berikut :

a. Kurikulum sesbagai satu seri pengalaman yang terjadi pada pebelajar di sekolah (Oliva,
1992) (cenderung mengarah pada definisi kurikulum dihubungkan dengan dimensi proses).
b. Kurikulum diintepretasikan melingkupi materi pelajaran, aktivitas, dan pengalaman yang
dimiliki siswa di bawah pengarahan sekolah baik di kelas maupun di luar kelas (Romine, dalam
Hamalik, 2001) (cenderung mengarah pada definisi kurikulum dihubungkan dengan dimensi
proses).
c. Kurikulum itu sendiri adalah sebuah konstruk/konsepsi yang merupakan verbalisasi dari
sebuah atau satu set ide yang sangat kompleks (Oliva, dalam Hasan, 2004) (cenderung
mengarah pada definisi kurikulum dihubungkan dengan dimensi ide).
d. Hilda Taba, mengartikan kurikulum sebagai a plan for learning, yakni sesuatu yang
direncanakan untuk dipelajari oleh anak-anak.
e. J. Galen Saylor dan William M. Alexander, menjelaskan “the curriculum is the sum total of
schools effort to influence learning, whether in the classroom, on the playground, or out of
school”. Jadi segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak itu belajar, apakah dalam
ruangan kelas, dihalaman sekolah atau di luar sekolah.
f. Harold B. Alberty CS memandang kurikulum sebagai “all of the activities that the provided
for the students by the school”. Dengan kurikulum dimaksud segala kegiatan yang disajikan
oleh sekolah bagi para pelajar dan tidak diadakan pembatasan antara kegiatan di dalam dan di
luar kelas.
g. B. Othanel Smith CS. mengartikan kurikulum sebagai sejumlah pengalaman yang secara
potensial dapat diberikan kepada anak, yang diperlukan agar mereka dapat berpikir dan
berkelakuan sesuai dengan masyarakatnya
h. J. Lloyd Trump dan Delmas F. Miller, kurikulum lebih luas dari pada hanya bahan pelajaran,
dalam kurikulum termasuk metode belajar dan mengajar, cara mengevaluasi kemajuan
murid dan seluruh program, perubahan dalam tenaga pengajar, bimbingan dan
penyuluhan, supervisi dan administrasi dan hal-hal struktural mengenai waktu, jumlah,
ruangan serta kemungkinan adanya pilihan mata pelajaran.
i. Alice Miel, kurikulum meliputi segala pengalaman dan pengaruh yang bercorak pendidikan
yang diperoleh anak di sekolah.
j. Depdikbud, kurikulum dipandang sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan
dilaksanakan untuk mencapai sejumlah tujuan-tujuan pendidikan tertentu. Dari definisi ini

fungsi pengintegrasian. teknologi dan tantangan kehidupan global. dan fungsi diagnostik. kecerdasan. dan seni. bagi siswa kurikulum memiliki enam fungsi. Kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah bagi pihak- pihak yang terkait. e) Tuntutan pembangunan daerah dan nasional. Dimensi Kurikulum Pengertian kurikulum senantiasa berkembang terus sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan.Sehubungan dengan banyaknya definisi tentang kurikulum. Pasal ini jelas menunjukkan berbagai aspek pengembangan kepribadian peserta didik yang menyeluruh dan pengembangan pembangunan masyarakat dan bangsa. ekonomi. R. Pada dasarnya kurikulum merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen. orangtua. Komponen- komponen kurikulum suatu lembaga pendidikan dapat diidentifikasi dengan cara mengkaji suatu kurikulum lembaga pendidikan itu. fungsi diferensiasi. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat (19) yang berbunyi: Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. dan minat peserta didik. 2) Di dalam kegiatan pendidikan itu terdapat suatu rencana yang disusun/diatur. yaitu: fungsi penyesuaian. Artinya. b) Peningkatan akhlak mulia. 3) Rencana tersebut dilaksanakan di sekolah melalui cara yang telah ditetapkan. dan kurikulum sebagai bidang studi. fungsi pemilihan. baim secara langsung maupun tidak langsung. i) Dinamika perkembangan global. fungsi persiapan. mencerminkan adanya: 1) Pendidikan itu adalah suatu usaha atau kegiatan yang bertujuan. Ibrahim (2006) mengelompokkan kurikulum menjadi tiga dimensi. seni. h) Agama. Lebih lanjut pada pasal 36 ayat (3) disebutkan bahwa kurikulum disusun sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a) Peningkatan iman dan takwa. Selain sebagai pedoman. c) Peningkatan potensi. g) Perkembangan ilmu pengetahuan. budaya. seperti pihak guru. maka secara teoretis kita agak sulit menentukan satu pengertian yang dapat merangkum semua pendapat. dalam implementasi kurikulum kiranya perlu melihat definisi kurikulum yang tercantum dalam Undang-undang No. d) Keragaman potensi daerah dan lingkungan. yaitu kurikulum sebagai substansi. . kurikulum haruslah memperhatikan permasalahan ini dengan serius dan menjawab permasalahan ini dengan menyesuaikan diri pada kualitas manusia yang diharapkan dihasilkan pada setiap jenjang pendidikan. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dengan beragamnya pendapat mengenai pengertian kurikulum. teknologi. ilmu. kehidupan agama. memandang kurikulum sebagai rencana kegiatan belajar bagi siswa di sekolah atau sebagai perangkat tujuan yang ingin dicapai. f) Tuntutan dunia kerja. pengawas. Dimensi pertama. j) Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. masyarakat dan pihak siswa itu sendiri. kepala sekolah. kurikulum sebagai sistem.

mengevaluasi. jenjang. Hamid Hasan (1988) mengemukakan bahwa pada saat sekarang istilah kurikulum memiliki empat dimensi pengertian. melalui studi kepustakaan dan berbagai kegiatan penelitian dan percobaan. terdapat desain berdasarkan konsep. Hal ini merupakan kajian para ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran. kurikulum dalam berbagai jalur. bahan ajar. Keempat dimensi tersebut yaitu: (1) kurikulum sebagi ide/gagasan. manajemen kurikulum. masalah. yaitu sebagai ilmu. asumsi. memandang kurikulum sebagai bagian dari sistem persekolahan. Kurikulum sebagi ilmu dikaji konsep. (3) kurikulum sebagai suatu kegiatan yang sering pula disebut dengan istilah kurikulum sebagai suatu realita atau implementasi kurikulum. Secara teoritis dimensi kurikulum ini adalah pelaksanaan dari kurikulum sebagai suatu rencana tertulis. proses. sistem pendidikan dan bahkan sistem masyarakat. “…. isi. Kurikulum sebagai rencana diungkap beragam rencana dan rancangan atau desain kurikulum. tujuan. S. Kurikulum sebagai suatu ide pada dasarnya merupakan sekumpulan ide-ide yang dipikirkan untuk mengembangkan kurikulum baik dalam skala terbatas (mikro). maka dapat dengan mudah mengungkap keempat dimensi kurikulum tersebut dikaitkan dengan pengertian kurikulum.Suatu kurikulum dapat juga menunjuk pada suatu dokumen yang berisi rumusan tentang tujuan. memandang kurikulum sebagai bidang studi yaitu bidang studi kurikulum. Mereka yang mendalami bidang kurikulum mempelajari konsep – konsep dasar tentang kurikulum. Selanjutnya bila kita merujuk pada dimensi pengertian yang terakhir. jenis pendidikan. Demikian pula dengan rancangan atau desain. dan sebagainya. Dimensi ketiga. Kurikulum sebagai sistem dijelaskan kedudukan kurikulum dalam hubungannya dengan sistem-sistem lain. Pengertian Kurikulum Dihubungkan dengan Dimensi Ide Pengertian kurikum sebagai dimensi yang berkaitan dengan ide pada dasarnya mengandung makna bahwa kurikulum itu adalah sekumpulan ide yang akan dijadikan pedoman dan pengembangan kurikulum selanjutnya. 1940). dan menyempurnakannya. Suatu sistem kurikulum mencakup struktur personalia dan prosedur kerja bagaimana cara menyusun kurikulum. jenjang dan jenis pendidikan atau khusus untuk jalur. Marrison. kebutuhan s iswa. kegiatan belajar mengajar. Suatu kurikulum juga dapat digambarkan sebagai dokumen tertulis sebagai hasil persetujuan bersama antara penyusun kurikulum dan pemegang kebijakan pendidikan dan masyarakat. sebagai sistem dan sebagai rencana. jadwal dan evaluasi. Pengertian kurikulum yang berkaitan dengan dimensi ini. mereka menemukan hal – hal baru yang dapat memperkaya dan memperkuat bidang studi kurikulum. (2) kurikulum sebagai suatu rencana tertulis yang sebenarnya merupakan perwujudan dari kurikulum sebagai suatu ide.the content of instruction without reference to instructional ways or means” (Henry C. dimana satu dimensi dengan dimensi lainnya saling berhubungan. melaksanakan. diantaranya: a. Hasil dari suatu sistem adalah tersusunnya suatu kurikulum dan fungsi dari sistem kurikulum adalah memelihara aga tetap dinamis. Dimensi kedua. jenjang dan jenis pendidikan tertentu. (4) kurikulum sebagai suatu hasil yang merupakan konsekuensi dari kurikulum sebagai suatu kegiatan. maupun skala yang luas (makro). komponen-komponen kurikulum. teori-teori dan prinsip-prinsip dasar tentang kurikulum. . Renca na bersifat menyeluruh untuk semua jalur. Nana Syaodih Sukmadinata (2005) mengemukakan pengertian kurikulum ditinjau dari tiga dimensi.

“…all planned learning outcomes for wich the school is responsible” (W. Dalam kegiatan perencanaan langkah pertama yang harus ditempuh oleh guru adalah menentukan tujuan yang hendak dicapai. seperti RPP. Popham and Eva L. Othanel smith.b. Sedangkan menurut Ansary (1988: 95) ada beberapa sumber tujuan pengajar yaitu: kebutuhan anak. dan filsafat. Berangkat dari tujuan yang kongkrit akan dapat dijadikan patokan dalam melakukan langkah dan kegiatan yang harus ditempuh termasuk cara bagaimana melaksanakanya. skenario pembelajaran.1978). Pengertianpengertian kurikulum yang berkaitan dengan dimensi ini. c. LKS. Pada materi ini yang dimaksud tujuan adalah objective. “…curriculum is the substance of the school program. yaitu tujuan pokok bahasan yang lebih spesifik. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 1997:12). a verbalization of an extremely complex idea or set of ideas” (Olivia. Misalnya sebelum mengajar guru terlebih dahulu membuat persiapan tertulis. b. formulated trough the systematic reconstruction of knowledge and experiences of the school for leaner’s continous and will full growth in personal-social competence” (Daniel Tanner and Laurel Tanner. (Disadur dari Konsep Dasar Kurikulum. (Disadur dari Konsep Dasar Kurikulum. dan psikomotor. ilmu pengetahuan. Kurtek UPI 2008) Pengertian Kurikulum Dihubungkan dengan Dimensi Rencana Makna dari dimensi kurikulum ini adalah sebagai seperangkat rencana dan cara mengadministrasikan tujuan. Baker. kebutuhan masyarakat. Bloom (1954: 18) mengklasifikasikan tujuan tersebut menjadi tiga ranah. therefore. merupakan hasil proses belajar mengajar. diantaranya: a. “…A curriculum is a plan for learning. melalui perencanaan yang diharapkan akan mempermudah proses belajar mengajar yang kondusif. 1962). Dalam pandangan Zais (1976: 297) ada beberapa istilah yang berkenaan dengan tujuan. antara lain aim goals dan objective. Dengan demikian kegiatan merencanakan merupakan upaya yang sistematis dalam upaya mencapai tujuan. afektif. Orlosky and B. . Kurikulum dalam dimensi kedua ini merupakan tindak lanjut dari pengertian kurikulum dimensi pertama (dimensi ide). yaitu ranah kognitif. 1970). c. 1975). 1989: 31). what is known about the learning process and the development of the individual has bearing on the shaping of curriculum” (Hilda Taba. menentukan alat dan metode dan alat pengajaran dan merencanakan penilaian pengajaran (Sudjana. Curriculm itself is a contruct or concept. Kurtek UPI 2008) Pada dasarnya kegiatan merencanakan meliputi penentuan tujuan pengajaran. Kurikulum menurut dimensi kedua ini terfokus pada bentuk program yang tertulis (document curriculum). “…the palnned and guided learning experiences and intended learning outcomes. It is the content pupils are expected to learn” (Donald E. menentukan bahan pelajaran.

Penentuan metode mengajar adalah merupakan langkah ketiga dari tugas guru sebagai pengembang kurikulum di sekolah. f. diskusi. yaitu ilmu pengetahuan.Sedangkan langkah ke empat dalam merencanakan pembelajaran adalah merencanakan penilaian pelajaran. Waridjan dkk. (3) jenis kegiatan belajar anak didik yang dii-nginkan. (2) bahan pela-jaran yang akan diajarkan. Sedangkan menurut Ansyar (1988: 122) bahwa organisasi kurikulum mencangkup urutan. Menurut Sudjana (1989: 57) ada beberapa hal yang harus menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan metode mengajar yang akan di-gunakan. (2) organisasi kurikulum berdasarkan kebutuhan anak. Pencapaian tujuan kadang kala membutuhkan waktu ralatif lama (tak dapat dicapai dengan segera). Tujan hendaknya mengandung unsure proses dan produk. Harus realistis dan dapat dimaknai sebagai kegiatan belajar atau pe-ngalaman belajar tertentu. (1984: 32) mengartikan strategi pengajaran sebagai kegiatan yang dipilih guru dalam proses belajar mengajar. aturan dan integrasi kegiatan-kegiatan sedemikian rupa guna mencapai tujuan-tujuan. belajar kelompok.Taba (1962: 200-105) memberi beberapa pentujuk tentang cara merumuskan tujuan pengajaran yaitu: a. Dalam merencanakan proses pembelajaran maka langkah kedua adalah menetapkan bahan pelajaran. proses dan nilainilai. (3) organisasi kuriku-lum berdasarkan masalahmasalah yang dihadapi masyarakat. Dalam hal ini tiga kompunen tersebut dapat dirinci sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai sekolah. 1976: 343). Tujuan harus bersifat spesifik dan dinyatakan dalam bentuk prilaku nyata. Sukmadinata (1988: 123) menjelaskan beberapa jenis organisasi kurikulum yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan peng ajaran yaitu sebagai berikut: (1) organisasi kurikulum berdasarkan atas pelajaran. kegunaan. dan sebagainya. Menentukan me-tode mengajar ini erat dengan hubungannya pemilihan strategi belajar me-ngajar yang paling efektif dan efensien dalam melakukan proses belajar mengajar guna mencapai tujuan pengajaran. yaitu ceramah. yang dapat diberikan kemudahan atau fasilitas kepada anak didik menuju tercapainya tujuan pengajaran. d. Yang harus diperhatikan adalah bagaimana bahan pelajaran yang akan disajikan kepada anak didik dirancang dan diogarnisir dengan baik. guru sebagai pengembang kurikulum di sekolah sudah seharusnya data memilih jenis organisasi kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan. minat. dan perkembangan manusiawi (Zais. yaitu: (1) tujuan pengajaran yang ingin dicapai. artinya mencakup semua aspek dan tujuan yang ingin dicapai sekolah. Oleh karena itu. e. karena bahan pelajaran harus disesuaikan dengan perkembangan sosial di sampingperkembanga ilmu pengetahuan dan teknologi. b. resitasi. sehingga dalam menentu-kan bahan pelajaran perlu memperhatikan beberapa hal yaitu: signifikan-si. Mengandung pengalaman belajar yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang dimaksudkan. Harus komprehensif. Dalam menentukan bahan pelajaran bukanlah pekerjaan yang mudah akan tetapi pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi yang serius. Nasution (1988: 142) mengartikan organisasi kurikulum sebagai pola atau bentuk bahan pelajaran yang disusun dan disampaikan pada murid. Dalam pandangan Ansary (1988: 120) bahan pelajaran mencangkup tiga komponen. c. . Ada beberapa metode mengajar yang dapat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam proses belajar mengajar. tanya jawab.

seyogyanya seorang guru memahami langkah- langkah yang harus ditempuh. Tes merupakan bagian integral dari pengukuran. di antaranya: a. c. Hasan (1988: 11) mengatakan bahwa penilaian berbeda dengan tes dan pengukuran. Thomas Hopkins.stream of guided activities that constitutes the life of young people and their elders. tahap pengajaran dan tahap penilaian serta tindak lanjut (Sudjana. yaitu dimaknai sebagai kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa maupun para pihak-pihak yang terkait dengan pengelolaan pendidikan pada setiap jalur. sedangkan pengukur -an hanya merupakan salah satu langkah yang mungkin digunakan dalam kegiatan penilaian. “[the curriculum is] the.. Misalnya seorang guru ingin mengaktifkan anak atau peran anak menjadi lebih dominan.[also it/. accepts. 1991: 15). saat guru berupaya menyampaikan materi pelajaran yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dalam melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar. represents those learning each child selects. 1989: 68).. b. Proses belajar mengajar pada dasarnya dapat berlangsung di dalam dan di luar sekolah dan di dalam jam pelajaran atau di luar jam pelajaran yang telah dijadwalkan (Depdikbud. penggunaan metode mengajar akan berpengaruh pada pendekatan yang akan dilakukan oleh seorang guru. 1953). Tahap permulaan adalah tahap untuk mengkondisikan siswa agar dapat mengikuti pelajaran secara kondusif. Pengertian Kurikulum Dihubungkan dengan Dimensi Aktivitas Kurikulum dalam pengertian ini... passing on description of earlier cultures and to perpetuating dead languages and abstract techniques which were useful to no more than a negligible fraction of our population” (Harold Rugg.. karena tidak akan mempunyai makna apa-apa jika rencana tersebut tidak dapat direncanakan. Rugg disapprovingly spoke of the traditional curriculum as one. It cannot be made beforehand and given to pupils and teachers to install. and upon in subsequent experiences” (L. and incorporates into himself to act with....a curriculum must be as flexible as life and living. maka metode CBSA .Penilaian pada dasarnya adalah suatu proses menentukan nilai dari suatu obyek atau peristiwa dalam kon-teks situasi tertentu (Sudjana dan Ibrahim.. sedangkan tahap pengajaran adalah tahap inti. 1947). 1941). in. 1989: 119).. Di sisi lain. Kurtek UPI 2008) Dalam penjelasan sebelumnya. (Disadur dari Konsep Dasar Kurikulum..The curriculum is a design made by all of those who are most intimately concerned with the activities of the life of the children while they are in school. “. Melaksanakan kurikulum yang dimaksudkan dalam studi ini guru mampu mengimpletasikannya dalam proses belajar mengajar. Dalam tahap ini.. Pengertian-pengertian kurikulum yang berkaitan dengan dimensi ini. [in a much earlier book.. Apapun langkah-langkah yang harus ditempuh dalam proses belajar mengajar meliputi tahap permulaan. “All of the activities that are provided for students by the school constituttes its curriculum” (Harold Alberty. jenjang dan jenis pendidikan.. kita ketahui bahwa melaksanakan kurikulum merupakan kegiatan inti dari proses perencanaan.

Johnson.adalah metode yang tepat. Kurtek UPI 2008) . “Curriculum is defined as a plan for archieving intended learning outcomes: a plan concerned with porpuses. artinya semua siswa dalam waktu yang sama.Salah satu unsur yang terpenting dalam belajar adalah adanya penyesuaian untuk memperoleh respon yang tepat untuk memecahkan masalah yang dihadapi.. Azas-azas kurikulum). a. Disamping itu dalam melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar. 1967). misalnya bediskusi dalam memecahkan masalah. (kompetensi akademik maupun non akademik). tapi mengerti atau memperoleh pengertian yang jelas tentang sangkutpaut dan hubungan tertentu dalam materi pelajaran yang megandung suatu masalah. Kegiatan siswa dalam belajar kelompok. misalnya bila guru mengajar dengan metode ceramah. artinya siswa melakukan kegiatan dalam situasi kelompok. Belajar yang penting bukan menghilangkan hal-hal yang harus dipelajari. “segala usaha yang dilakukan oleh sekolah untuk memperoleh hasil yang diharapkan dalam situasi didalam ataupun diluar sekolah (Hilda Taba Nasution. Pengertian Kurikulum Dihubungkan dengan Dimensi Hasil Definisi kurikulum sebagai dimensi hasil memandang kurikulum itu sangat memperhatikan hasil yang akan dicapai oleh siswa agar sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan yang menjadi tujuan dari kurik ulum tersebut. c. “…a structured series of intended learning out comes” (Maurit. Kegiatan belajar siswa dibagi dalam 3 kategori. b. Jr. Kegiatan belajar tersebut mungkin sama atau mungkin pula berbeda antara seorang siswa dengan siswa lainnya. diantarannya sebagai berikut. Kegiatan siswa dalam pembelajaran klasikal. yaitu sebagai berikut. b. artinya setiap anak yang ada di kelas melakukan kegiatan belajar masing-masing. (Disadur dari Konsep Dasar Kurikulum. perlu diperhatikan pula bagaimana proses kegiatan siswa dalam belajar. Pengertian-pengertian kurikulum yang berkaitan dengan dimensi ini. maka kegiatan belajar siswa termasuk metode belajar klasikal. Biasanya tekanan utama aspek hasil yang dimaksud dilihat dari segi capaian seluruh kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa. Kegiatan siswa dalam belajar mandiri. a. whit what is to be learned and with the result of instruction” (Unruh and unruh 1984:96) c.