You are on page 1of 5

BIOMASSA DAN KANDUNGAN KLOROFIL TOTAL DAUN JAHE

(Zingiber officinale L.) YANG MENGALAMI CEKAMAN KEKERINGAN


Nio Song Ai1)
email: nio_ai@yahoo.com
1)
Program Studi Biologi FMIPA Universitas SamRatulangi Manado, 95115

ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian untuk mempelajari pengaruh cekaman kekeringan terhadap biomassa
dan kandungan klorofil total daun pada jahe (Zingiber officinale L.). Penelitian ini dilakukan
dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 2 perlakuan dalam 3 ulangan. Tanaman jahe dengan 5
helai daun yang ditanam dalam polybag disirami sampai kapasitas lapang (kontrol) dan tidak
disirami (kekeringan) selama 7 hari. Biomassa dan kandungan klorofil total daun diukur sebelum
perlakuan kekeringan dimulai (hari ke-0) dan 7 hari setelah perlakuan kekeringan (hari ke-7).
Pertambahan biomassa daun pada tanaman jahe kontrol 54% lebih besar daripada tanaman jahe
yang mengalami kekeringan selama7 hari. Kekeringan selama 7 hari menurunkan kandungan
klorofil total daun jahe.
Kata kunci: biomassa, cekaman kekeringan, kandungan klorofil total

BIOMASS AND CONCENTRATION OF TOTAL CHLOROPHYLL ON GINGER


(Zingiber Officinale L.) LEAF UNDER WATER DEFICIT
ABSTRACT
The effect of water deficit on biomass and concentration of total chlorophyll was studied on
ginger (Zingiber officinale L.) leaf. The experiment consisted of 1 cultivars grown in 2 water
regimes, with 3 replicates, in a randomized complete block design. The two water regimes were
well-watered (watered until field capacity) and water deficit obtained by withholding water on 5-
leaf-ginger plants during 7 days. Biomass and concentration of total chlorophyll on ginger leaf
were measured before water deficit treatment commenced (day 0) and 7 days after water deficit
treatment (day 7). The increase of leaf biomass in control plants was 54% higher than in water-
deficit plants and leaf total chlorophyll decreased 8% after 7-day-water-deficit.
Keywords: biomass, total chlorophyll, water-deficit

PENDAHULUAN Cekaman kekeringan pada tanaman


menunjukkan kekurangan air yang dialami
Lingkungan yang ekstrim ialah
oleh tanaman akibat keterbatasan air dari
lingkungan yang dapat menimbulkan
lingkungannya, yaitu media tanam (Bray,
cekaman pada tumbuhan. Penyebab cekaman
1997). Cekaman air pada tanaman dapat
dapat berupa berbagai bahan kimia dan
disebabkan oleh kekurangan suplai air di
faktor-faktor fisik yang bersifat permanen
daerah perakaran. Di samping itu permintaan
maupun dapat balik. Kekeringan dapat
air yang berlebihan oleh daun akibat laju
merupakan cekaman primer maupun
evapotranspirasi melebihi laju absorpsi air
cekaman sekunder. Cekaman primer
walaupun ketersediaan air tanah cukup juga
disebabkan oleh kekurangan air di
mengakibatkan cekamn kekeringan. Oleh
lingkungan sekitar tumbuhan, sedangkan
sebab itu laju transpirasi, sistem perakaran
cekaman sekunder diinduksi oleh keadaan
dan ketersediaan air tanah mempengaruhi
dingin, pembekuan, panas atau kadar garam.
serapan air oleh akar tanaman (Lakitan, 1996;
Sel tumbuhan yang telah kehilangan air dan
Bray, 1997).
mempunyai tekanan turgor yang lebih rendah
Respons tanaman yang mengalami
daripada nilai maksimumnya dikatakan
cekaman kekeringan dapat merupakan
mengalami cekaman kekeringan (Darusman
perubahan di tingkat selular dan molekular
et al., 1991; Tal, 1983; Fitter dan Hay, 1994).
yang ditunjukkan dengan penurunan laju
2 Jurnal Ilmiah Sains Vol. 11 No. 1, April 2011

pertumbuhan, berkurangnya luas daun dan mengevaluasi biomassa dan kandungan


peningkatan rasio akar : tajuk. Tingkat klorofil total daun jahe yang mengalami
kerugian tanaman akibat kekeringan kekeringan.
dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain
intensitas kekeringan yang dialami, lamanya METODE PENELITIAN
kekeringan dan tahap pertumbuhan saat
Penelitian ini dilakukan dalam
tanaman mengalami kekeringan (Srivastata et
Rancangan Acak Lengkap dengan 2
al., 1994; Upadhyaya, 1994; Nio dan
perlakuan dan 3 kali ulangan di kebun
Kandou, 2000). Jika mengalami kekeringan,
percobaan Jurusan Biologi FMIPA UNSRAT
dua macam respons tanaman yang dapat
selama 8 minggu. Bahan penelitian yang
memperbaiki status air adalah (1) mengubah
digunakan ialah rimpang jahe yang diperoleh
distribusi asimilat baru untuk lebih
dari pasar tradisional. Variabel bebas dalam
mendukung pertumbuhan akar daripada tajuk,
penelitian ini adalah perlakuan cekaman
sehingga dapat meningkatkan kapasitas akar
kekeringan, yaitu disirami sampai kapasitas
menyerap air serta menghambat pertumbuhan
lapang (kontrol) dan tidak disirami
tajuk untuk mengurangi transpirasi dan (2)
(kekeringan). Sedangkan variabel terikatnya
mengatur derajat pembukaan stomata untuk
adalah biomassa daun dan kandungan klorofil
menghambat hilangnya air melalui transpirasi
total daun, yang diamati setelah 1 minggu
(Mansfield, 1990).
perlakuan.
Cekaman kekeringan dari tingkat
Tahapan kerja dalam penelitian ini
paling ringan sampai paling berat
meliputi pertunasan rimpang jahe,
mempengaruhi proses-proses bioimia yang
pemeliharaan tanaman, pemberian cekaman
berlangsung dalam sel. Kekeringan
kekeringan dan pengambilan sampel daun
mempengaruhi reaksi-reaksi biokimia
untuk dianalisis biomassa dan kandungan
fotosintesis, sehingga laju fotosintesis
klorofil totalnya. Rimpang jahe dengan mata
menurun. Salah satu aspek fotosintesis yang
tunas ditanam di media tanah dalam gelas
sangat sensitif terhadap cekaman kekeringan,
plastik dan dipelihara sampai tumbuh tunas
termasuk cekaman tingkat ringan, ialah
dengan 5 helai daun. Tanaman muda dengan
biosintesis klorofil (Fitter dan Hay, 1994). Di
5 helai daun dipindahkan ke polybag yang
samping itu pembentukan protoklorofil
berisi tanah kira-kira 2 kg dan dipelihara
terhambat pada potensial air sedikit di bawah
selama 7 hari dengan cara disirami setiap hari
0 atm (Salisbury dan Ross, 1992).
sebelum cekaman kekeringan diperlakukan.
Pengaruh cekaman kekeringan
Tanaman kontrol diairi sampai kapasitas
terhadap pertumbuhan dan hasil produksi
lapang setiap 2 hari, sedangkan tanaman
telah dilakukan pada berbagai tanaman, tetapi
perlakuan kekeringan tidak diairi selama 7
penelitian sejenis pada tanaman obat masih
hari. Sampel daun diambil pada hari ke-0
kurang dilakukan. Kekeringan pada basil
(sebelum perlakuan dimulai) dan hari ke-7 (7
manis (Ociumum basilicum) menurunkan
hari setelah perlakuan kekeringan). Biomassa
tinggi tanaman dan luas daun serta
daun diperoleh dengan menimbang sampel
meningkatkan rasio akar : tajuk (Lebaschi et
daun yang telah dikeringkan dengan oven
al., 2003). Kekeringan pada mint (Mentha
pada temperatur 70oC selama 2 x 24 jam.
sp.) mengurangi luas daun, berat basah dan
Kandungan klorofil total daun ditentukan
berat kering (Misra dan Sricastatva, 2000).
dengan menggunakan spektrofotometer
Informasi tentang pengaruh kekeringan pada
setelah klorofil diekstrak dengan alkohol 95%
tanaman obat yang banyak dimanfaatkan di
(modifikasi dari Sasmitamihardja, 1990).
Indonesia, seperti jahe (Zingiber officinale
Sebagai data penunjang, evapotranspirasi
L.) masih kurang. Jahe merupakan jenis
diukur dengan cara menimbang polybag yang
rempah-rempah yang paling banyak
berisi tanah dan tanaman, baik pada kontrol
digunakan dan sebagai tanaman obat dapat
maupun perlakuan selama perlakuan
dipakai sebagai obat masuk angin, gangguan
kekeringan. Data dianalisis dengan uji t 5%.
pencernaan, antipiretik (Kikuzaki dan
Nakatani, 1993). Untuk lebih memperkaya
wawasan tentang respons tanaman obat
terhadap kekeringan, penelitian ini
Nio: Biomassa dan Kandungan Klorofil 3

HASIL DAN PEMBAHASAN pertumbuhan akar, batang dan daun karena


fotosintesis dan transpirasi terganggu akibat
Air sangat diperlukan dalam siklus
rusaknya asam amino, enzim dan protein
hidup tanaman dan proses metabolisme
yang berperan dalam kedua proses tersebut
tanaman tidak dapat berlangsung tanpa
(Pugnaire et al., 1999). Hasil penelitian ini
adanya air. Air dapat masuk ke dalam sel
menunjukkan bahwa kekeringan menurunkan
tanaman melalui tanah dengan jalan
pertambahan biomassa daun jahe seperti
penyerapan oleh akar. Kemampuan partikel
halnya pada Mentha sp. (Misra dan
tanah menahan air dan kemampuan akar
Sricastatva, 2000). Berkurangnya ukuran
untuk menyerap air menentukan kadar air
tanaman pada saat kekeringan
dalam tanah dan banyaknya air yang diserap
menguntungkan bagi tanaman karena kondisi
oleh akar tanaman (Jumin, 1992; Nio et al.,
tersebut mengurangi penggunaan air oleh
2010). Cekaman kekeringan akan
tanaman dan kerusakan jaringan tanaman
mengurangi pertumbuhan akar dan bagian
(Blum, 1996; 2005; Nio, 2009).
tanaman di atas permukaan tanah,
menurunkan luas daun dan berat kering,
Kandungan Klorofil Daun Jahe yang
mengurangi laju fotosintesis dan transpirasi
Mengalami Kekeringan
serta merusak asam amino, enzim dan protein
lainnya (Pugnaire et al., 1999). Klorofil merupakan sebagian besar
pigmen yang ditemukan dalam membran
Biomassa Daun Jahe yang Mengalami tilakoid kloroplas. Pigmen hijau daun ini
Kekeringan berperan mengabsorpsi cahaya dalam
Cekaman kekeringan yang ringan fotosintesis fase I, yaitu reaksi fotolisis
pada tanaman dapat menurunkan laju (Salisbury dan Ross, 1992). Kandungan
pertumbuhan tanaman pada fase vegetatif. klorofil total daun menurun 8% akibat
Pertumbuhan pada fase vegetatif mencakup kekeringan pada tanaman jahe selama 7 hari,
pertumbuhan akar, batang dan daun. Pada sedangkan kandungan klorofil total daun
fase ini tanaman memerlukan banyak pada tanaman kontrol meningkat 9% dari hari
cadangan makanan yang akan diubah menjadi ke-0 sampai hari ke-7 (Tabel 2). Oleh sebab
energi untuk pertumbuhan. Kekurangan air itu uji t tidak dilakukan.
pada fase vegetatif mengakibatkan daun-daun
menjadi lebih kecil (Gardner et al., 1991; Tabel 2. Kandungan klorofil total daun
Saptarani, 1999). (mg/L) pada jahe pada hari ke-0
Biomassa daun jahe pada tanaman dan 7 hari setelah mengalami
kontrol dan yang mengalami kekeringan kekeringan (rata-rata standard
bertambah setelah 7 hari perlakuan (Tabel 1). deviasi)
Pertambahan biomassa daun pada tanaman Hari Kontrol Kekeringan
kontrol 54% lebih besar daripada tanaman ke-
yang mengalami kekeringan berdasarkan uji t 0 29,10 0,65 -
5% yang ditunjukkan oleh nilai t hitung 7 31,74 0,40 26,92 2,19
(5,787) yang lebih besar daripada nilai t tabel
0,05 (4,303). Seperti halnya hasil penelitian ini,
kandungan klorofil total dan klorofil a pada
Tabel 1. Biomassa daun (g) pada jahe pada daun padi yang mengalami kekeringan
hari ke-0 dan 7 hari setelah dengan induksi polietilen glikol (potensial air
mengalami kekeringan (rata-rata -1,0 atm) juga lebih kecil daripada padi
standard deviasi) kontrol (Nio, 2010). Hal ini disebabkan
Hari Kontrol Kekeringan karena cekaman kekringan dari tingkat ringan
ke- sampai berat mempengaruhi reaksi-reaksi
0 0,1496 0,0126 - biokimia fotosintesis, sehingga laju
7 0,1945 0,009 0,1788 0,034 fotosintesis menurun. Salah satu aspek
fotosintesis yang sangat sensitif terhadap
Kekeringan mempengaruhi cekaman kekeringan adalah biosintesis
klorofil dan pembentukan protoklorofil
pertumbuhan tanaman, yaitu berkurangnya
4 Jurnal Ilmiah Sains Vol. 11 No. 1, April 2011

terhambat pada PA sedikit di bawah 0 atm


(Salisbury dan Ross, 1992). Dengan demikian
Blum, A. 1996. Crop responses to drought
kandungan klorofil total daun dapat dipakai
and the interpretation of adaptation.
sebagai indikator terjadinya cekaman
Plant Growth Reg. 20: 135-148.
kekeringan pada jahe seperti pada beberapa
kultivar kentang (van der Mescht et al., 1999) Blum, A. 2005. Drought resistance, water-
dan pada padi IR 64 (Nio, 2010). use efficiency, and yield potential-are
Evapotranspirasi menunjukkan they compatible, dissonant, or mutually
jumlah total air yang hilang dari lapangan exclusive? Aust. J. Agric. Res. 56:1159-
karena evaporasi tanah dan transpirasi 1168.
tanaman secara bersama-sama. Faktor-faktor Bray, E.A. 1997. Plant responses to water
lingkungan yang mempengaruhi deficit. Trend in Plant Sci. 2:48-54.
evapotranspirasi ialah radiasi matahari,
temperatur, kelembaban relatif dan angin. Darusman, L.K., O. Koswara, J.
Sedangkan faktor-faktor tanaman yang Wiroatmodjo dan S. Arsjad. 1991.
mempengaruhi evapotranspirasi ialah Pengaruh stress air dan pH tanah
penutupan stomata, jumlah dan ukuran terhadap kemungkinan timbulnya
stomata, jumlah daun, penggulungan atau senyawaan stress pada tanaman
pelipatan daun, serta kedalaman dan kentang (Solanum tuberosum L.).
proliferasi akar (Gardner et al., 1991). Rata- Forum Pascasarjana 14:13-23.
rata jumlah air evapotranspirasi pada tanaman Fitter, A.H. dan R.K.M. Hay. 1994.
kontrol lebih besar daripada tanaman yang Fisiologi Lingkungan Tanaman.
mengalami kekeringan selama 5 dan 7 hari. Gadjah Mada University Press.
Hal ini menunjukkan penggunaan air oleh Yogyakarta.
tanaman yang mengalami kekeringan
berkurang pada hari ke-5 dan 7. Gardner, F.O., R.B. Pearce dan R.L. Mitchell.
Berkurangnya penggunaan air merupakan 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya
salah satu mekanisme adaptif untuk (terjemahan). UI Press. Jakarta.
mengurangi pengaruh negatif terhadap Jumin, H.B. 1992. Ekologi Tanaman Suatu
perkembangan tanaman (Pugnaire et al., Pendekatan Fisiologi. Rajawali Press.
1999; Blum, 2005; Nio, 2009). Jakarta.
KESIMPULAN Kikuzaki, H. dan N. Nakatani. 1993.
Antioxidant effects of some ginger
1. Pertambahan biomassa daun pada constituents. J. Food Sci. 58:1.407-
tanaman jahe kontrol lebih besar 1.410.
daripada tanaman jahe yang mengalami
Lakitan, B. 1996. Fisiologi Pertumbuhan dan
kekeringan selama 7 hari.
Perkembangan Tanaman. Rajawali
2. Cekaman kekeringan selama 7 hari
Press. Jakarta.
menurunkan kandungan klorofil total
daun jahe. Lebaschi, M.H., A. Sharifi-Ashurabadi dan
D. Mazaheri. 2003. Effect of drought
UCAPAN TERIMA KASIH stress on Hypericum perforatum. J.
Pajouhesh-va-Sazandegi 58:44-51.
Penulis menyampaikan banyak terima kasih
kepada Sumarny Patras yang telah membantu Mansfield, T.A. dan C.J. Atkinson. 1990.
pelaksanaan penelitian ini, sehingga dapat Stomatal behavior in water stressed
berlangsung dengan baik dan lancar sampai plants. Dalam: Alscher dan Cumming
selesai. (Eds.). Stress Response in Plant
Adaptation and Acclimation
Mechanisms. Wiley Liss Inc., New
York. hal 241-246.
Misra, A. dan N.K. Sricastatva. 2000.
DAFTAR PUSTAKA Influence of water stress on Japanese
Nio: Biomassa dan Kandungan Klorofil 5

mint. J. Herbs Spices Med. Plants 7:51- Salisbury, F.B. dan C.W. Ross. 1992. Plant
58. Physiology. 4rd Ed. Wadsworth
Publishing Comapny. California.
Saptarani, E. 1999. Cara Bercocok Tanam
Nio, S.A. 2009. Osmotic Adjustment and secara Vegetatif. Sinar Mas. Jakarta.
Solutes in Leaves of Wheat (Triticum
Sasmitamihardja, D. 1990. Penuntun
aestivum L.) during Water Deficit.
Praktikum Fisiologi Tumbuhan. ITB.
Disertasi Doktor. The University of
Bandung.
Western Australia. Perth.
Srivastata, D.K., V.K. Grupta dan D.R.
Nio, S.A. 2010. Kandungan klorofil total,
Sharma. 1994. Regeneration in water
klorofil a dan b sebagai indikator
stress tolerant callus cultures of tomato
cekaman kekeringan pada padi (Oryza
(Lycopersicon esculentum L. cv. Solan
sativa L.). Jurnal Ilmiah Sains 10: 86-
gol.). Abstr.VIIIth Int. Cong.
90.
Plant Tiss and Cell Cult. p. 124.
Nio, S.A. dan F.E.F. Kandou. 2000. Respons
Tal, M. 1983. Selection for stress tolerance.
pertumbuhan padi (Oryza sativa L.).
Dalam: Evans, D.A., Sharp, W.R.,
sawah dan gogo pada fase vegetatif
Ammirato, P.V., Yamada, Y.
awal terhadap cekaman kekeringan.
Handbook of Plant Cell Culture
Eugenia 6:270-273.
Volume I-Techniques for Propagation
Nio, S.A., S.M. Tondais dan R. Butarbutar. and Breeding. Macmillan Publishing
2010. Evaluasi indikator toleransi Co. New York. hal 461-464, 472-473.
cekaman kekeringan pada fase
Upadhyaya, H.K. 1994. Rice production
perkecambahan padi (Oryza sativa L.).
constraints: The importance of water-
Jurnal Biologi XIV:50-54.
limiting factors in east and South-East
Pugnaire, F.I., L. Serrano dan J. Pardos. Asia. Abstr. 7th Meeting of The Int.
1999. Constraints by water stress on Prog. Rice Biotech. p.74.
plant growth. Dalam: Passarakli, M.
Van der Mescht, A., J.A. de Ronde, F.T.
(Ed.). Handbook of Plant and Crop
Rossouw. 1999. Chlorophyll
Stress. 2nd edn, Revised and expanded.
fluorescence and chlorophyll content as
Marcel Dekker Inc, New York, Basel.
a measure of drought tolerance in
potato. South Africa J. of Sci. 95 (9).