You are on page 1of 1

Kebocoran Soal UN, Pengamat: Ada Kepentingan

Politik Didalamnya
Rabu, 06 Mei 2015, 01:11 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Pendidikan Universitas Islam Negeri (UIN)


Syarif Hidayatullah Jakarta, Nuryati Djihadah mengatakan, kebocoran soal dan jawab Ujian
Nasional (UN), baik tingkat SMP dan SMA itu akibat dari kesalahan sistem pendidikan
selama ini. Menurutnya, semua ini berkaitan erat dengan kepentingan politik oleh beberapa
oknum yang menagani dunia tersebut.

Ada kepentingan politik di dalamnya,ujar Nuryati saat dihubungi ROL, Selasa (5/5).

Nuryati menjelaskan, kebocoran soal UN terjadi karena ada tekanan dari para pemimpin di
wilayah tertentu. Misal, katanya, Kepala Sekolah ditekan oleh Kanwil Dinas Pendidikan
untuk bisa memberikan hasil UN yang baik. Dalam hal ini, katanya, para siswa diharapkan
bisa mendapatkan nilai yang baik dan lulus 100 persen.

Menurut Nuryati, tekanan-tekanan yang dilakukan para pemimpin di beberapa wilayah itu
tampak jelas terdapat alasan tersendiri di balik itu semua. Ia berpendapat, upaya ini dilakukan
agar citra kepemimpinan mereka dinilai baik oleh pemerintah pusat maupun masyarakat.
Oleh sebab itu, mereka pun berusaha keras agar hasil UN para siswa di wilayahnya bisa
mendapatkan hasil terbaik meski dengan cara yang tepat seperri memberikan bocoran.

Untuk memberantas kepentingan politik yang meliputi sistem pendidikan di Indonesia selama
ini, Nuryati mengaku sangat sulit. Menurutnya, butuh perjuangan dan waktu yang panjang
untuk bisa mencapainya. Penyebab ini sulit, kata dia, karena sudah menjadi kebiasaan,
bahkan, budaya bagi beberapa orang.

Nuryati berpendapat, pemerintah memang harus turun tangan untuk menghilangkan unsur
kurang baik bagi pendidikan moral anak bangsa ini. Bahkan, dia menyarankan agar UN lebih
baik ditiadakan jika hanya menambah kerusakan moral generasi bangsa. Dalam hal ini,
katanya, para siswa dan guru dibiarkan melakukan tindakan-tindakan yang tidak jujur.

Sebelumya, kebocoran UN 2015 sempat menghebohkan di beberapa wilayah. Hal ini terjadi
tidak hanya pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat SMP maupun SMA.

Reporter : c13
Redaktur : Agung Sasongko

Ika Septiani 14150050 Kelompok 28