Al Qomariah

Berasal dari kata al qamar ('6 35 ) artinya : bulan. Huruf-huruf hijaiyah yang diawali oleh alif dan lam (5 ) dalam satu kata, dimana huruf alif dan  lam (5 ) tersebut tetap dibaca, maka dinamakan huruf al qamariah. Sebagaimana pengucapan al  qamar (alif dan lamnya dibaca). Huruf-huruf al qamariah sebagai berikut : ba (), jim ("), kha¶ (#), kho¶ ($), µain (/), ghain (0), fa (2), qof (3), kaf (4), mim (6), au (8), ha (¿), hamzah (), ya (Ð). Contoh : ÀĶ¨€µ@ ·} Šµ@p < É»• > @ < < < = < > º 8> @>

Asy Syamsiah
Berasal dari kata asy syams ()*5 ) artinya : matahari,. 6 Huruf-huruf hijaiyah yang diawali oleh alif dan lam (5 ) dalam satu kata, dimana huruf alif dan  lam (5 ) tersebut tidak dibaca, maka dinamakan huruf asy syamsiah. Sebagaimana pengucapan  asy syams (alif dan lamnya tidak dibaca). Huruf-huruf asy syamsiah sebagai berikut : ta ( ), tsa (!), dal (%), dzal (&), ra ('), jai ((), sa ()), sya (*), shod (+), dhod (,), tho (-), dho (.), lam (5), nun (7) adalah seluruh huruf hijaiyah selain huruf-huruf al qamariah Contoh :
y y

‘¿>µ}<< < > @ r »- “ šµ= }< Ä p 7 £@

 

Ra¶ tipis Ra¶ tebal Ra¶ yang bisa dibaca tebal dan tipis. < “™Þ¸> @ > : <& 3. Ra¶ dibaca tipis. harus dibaca tipis. Ra¶ berharakat sukun yang didahului oleh Yaa¶ berharakat sukun. tetapi diutamakan dibaca tebal Ra¶ yang bisa dibaca tebal dan tipis. 3. namun yang kemudian dipermasalahkan adalah apabila Ra¶ berharakat sukun. Syarat-syarat Ra¶ dibaca tipis. sebagaimana Ra¶ berharakat dhammah dan fathah mutlak dibaca tebal. hal ini disebabkan karena tanda kasrah adalah identik dengan tipis. Contoh : y y y “Ä < <@ ‘±“à > <: @ ŸË“Ä < < <@ . adalah : 1. sebagaimana tanda dhammah dan fathah identik dengan tebal. Contoh : y y y y y “¸}9 ® @ > ²< “®< Á¨ @ > 7@ < œ< “> ³r< > iµ> @ 8 €< ' ·@ = “¸Þà @ >.Hukum bacaan ra !!! Hukum Ra (') secara garis besar terbagi ke dalam 5 (lima) keadaan : 1. 4. 2. 2. Ra¶ berharakat kasrah. tetapi diutamakan dibaca tipis Ra¶ yang berharakat kasrah mutlak dibaca tipis. apakah dibaca tebal atau dibaca tipis? I. Ra¶ berharakat sukun yang didahului oleh huruf berharakat kasrah dan bersambungan dalam satu kata.

.+$) Contoh : y y y ®±“Þ : Ra¶ berharakat sukun sebelum huruf isti¶la qaf (3) ><@ : ±¢“: } : Ra¶ berharakat sukun sebelum huruf isti¶la tho¶ (-) >< @ ) ¹µ@}€<< “% : Ra¶ berharakat sukun sebelum huruf isti¶la shod (+) > > µ+@  2... Ra¶ berharakat sukun yang didahului oleh huruf sukun (adalah huruf-huruf selain huruf isti¶la : 3 0 . Ra¶ dibaca tebal.+$) dan huruf-huruf sukun tersebut sebelumnya terdapat huruf yang berharakat kasrah. Syarat-syarat Ra¶ dibaca tebal. Contoh : y y y y '  ƒ @ >Á=}< ' ©> @ >Â> ‰ ' ©> @ >Á= ‰ ' ©< @ >Á= h 3. Ra¶ berharakat sukun yang berada sebelum huruf isti¶la (3 0 . yang didahului dengan huruf berharakat kasrah dari kalimat kalimat yang terpisah. Ra¶ berharakat sukun. Contoh : .4. adalah : 1. Ra¶ berharkat sukun dengan kasrah aridh (hamzah washal). . Contoh : y y —µ: @ : Huruf sukun ha¶ (#) bertemu dengan Ra¶ r “ š “@ > µ: © : Huruf sukun µain (/) bertemu dengan Ra¶ II. yang berada setelah hamzah washal berharakat kasrah (kasrah µaridh) dan berada dalam satu kata.

Ra¶ berharakat sukun setelah huruf wau (8). Ra¶ berharakat sukun setelah fathah dan dhommah.y y @  > Á=}< ' 6 ƒ @  > Á=}< ' 7 ƒ 4. Contoh : y y y y ²µ@@ ¹ < “< %@ ¸@ < < ”= “‰ –“= = @© %@ = = “– 5. Syaratnya yaitu : Ra¶ berharakat sukun yang asalnya ra¶ fathah. didahului oleh huruf isti¶la. dan sebelum huruf isti¶la huruf berharakat kasrah. Contoh : . Ra¶ bisa dibaca tebal dan tipis. Contoh : y y y y y y ® º> Á= = @ ¸'@ „ µ@'@ ² ‘< µ@ ·= >“@ Ä = i —= µ@“@ Ä —< µ@ §¸“@ © < < —= »@}µ@'}< < À III. namun diutamakan dibaca tebal. alif () atau tanda sukun yang didahului oleh fathah atau dhommah.

dan bisa dibaca tipis karena huruf isti¶la berharakat sukun dan sebelumnya tanda kasrah.y “@ ¸ : Ra¶ sukun didahului oleh huruf isti¶la shod (+). Ra¶ bisa dibaca tipis dan tebal. karena asalnya terdapat huruf yaa¶ setelah ra¶ (Ð> = =8) '’»< namun dihapus. namun diutamakan dibaca tipis. “@ > . yang selumnya terdapat huruf < > mim kasrah (6). Ra¶ bisa dibaca tebal karena didahului dengan huruf fathah dan dhammah. namun diutamakan dibaca tipis. Namun lebih diutamakan dibaca tebal karena asalnya memang dibaca tebal. y ²µ@ < Ĩ ¾µ< }< ¶–<8“£(As Saba¶ : 12). dan diutamakan dibaca tipis karena huruf ra¶ tersebut asalnya di kasrah bila washal (Ð> £²µ@). Contoh : y »<  ’< 7 h < @ < < '’ =8 Â>< ¨ < }< ­Äi®> = (Al Qamar : 30). dan bisa dibaca tipis karena didahului oleh huruf qaf (3) kasrah sebelum huruf isti¶la tho¶(-). > º@ < = ¼@ < < > @ Pada contoh ayat di atas Ra¶ dibaca tebal karena didahului dengan huruf isti¶la tho¶ (-). Sehingga asalnya adalah dibaca tipis. IV. Pada contoh ayat di atas. Dibaca tebal karena sebelumnya terdapat huruf isti¶la.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful