PEMERINTAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS SAITNIHUTA
Desa Saitnihuta Kecamatan Doloksanggul kode pos : 2457
Email :puskesmassaitnihuta@yahoo.co.id

KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS SAITNIHUTA
NOMOR : TAHUN 2016

TENTANG

PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO, PANDUAN MANAJEMEN RISIKO, HASIL
PELAKSANAAN MANAJEMEN RISIKO, IDENTIFIKASI RISIKO,ANALISIS RISIKO,
PENCEGAHAN RISIKO

KEPALA UPT PUSKESMAS SAITNIHUTA,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka memberikan kepastian penyelenggaraan
pelayanan publik sesuai dengan ketentuan yang telah
ditetapkan, diperlukan SK Kepala Puskesmas tentang Penerapan
Manajemen Risiko, Panduan Manajemen Risiko, Hasil
Pelaksanaan Manajemen Risiko,Identifikasi Risiko,Analisis
Risiko,Pencegahan Risiko;
b. bahwa sehubungan dengan hal tersebut perlu ditetapkan
Kebijakan Puskesmas dengan Surat Keputusan Kepala UPT
Puskesmas;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2003 tentang Pembentukan
Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten
Humbang Hasundutan di Provinsi Sumatera Utara ( Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 2009, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4272);
2. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan
publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009
Nomor 112 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5038);
3. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);
4. Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 tentang Sistem
Kesehatan Nasional;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
741/Menkes/PER/VII/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal
Bidang Kesehatan di Kabupaten/ Kota;
6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
1691/MENKES/PER/VIII/2011 tentang Keselamatan Pasien
Rumah Sakit;
7. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2014 Tentang
Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama tempat Praktek Mandiri,
Dokter dan Tempat Praktek Mandiri dokter gigi ( Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2014 No 1049 );
8. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang
Pusat Kesehatan Masyarakat (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 75);
9. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor
63/KEP/M.PAN/7/2003 Tentang Pedoman Umum
Penyelenggaraan Pelayanan Publik;

dr. IDENTIFIKASI RISIKO. DEVIRINNA SIMANJUNTAK PENATA NIP. PENCEGAHAN RISIKO. MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS SAITNIHUTA TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO. Ditetapkan di Saitnihuta Pada tanggal 2016 KEPALA UPT PUSKESMAS SAITNIHUTA. identifikasi risiko. hasil pelaksanaan manajemen risiko. analisis risiko. Kesatu : Uraian secara rinci Keputusan Kepala UPT Puskesmas Saitnihuta tentang penerapan manajemen risiko. Peraturan Bupati Humbang Hasundutan Nomor 6 Tahun 2009 tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Pusat Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Humbang Hasundutan. ANALISIS RISIKO. panduan manajemen risiko. 10. sebagaimana dimaksud. dimuat dalam Pedoman manajemen Risiko. Kedua : Surat Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan dan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya. HASIL PELAKSANAAN MANAJEMEN RISIKO. 19810319 201001 2 018 . pencegahan risiko. PANDUAN MANAJEMEN RISIKO.

menilai dan menyusun prioritas risiko. fungsi dan layanan. BAB II. waktu atau kegiatan  Manajemen risiko adalah pendekatan proaktif untuk mengidentifikasi. komprehensif dan terintegrasi. komprehensif dan terintegrasi.co. PENDAHULUAN A. Sebagai acuan dalam melaksanakan program manajemen risiko di UPT Puskesmas Saitnihuta. Ada lima isu penting yang terkait dengan keselamatan (safety) Puskesmas yaitu : keselamatan pasien (patient safety). berbagai bahan-bahan berbahaya. B.Kelima aspek keselamatan Puskesmas terebut sangat penting untuk dilaksanakan di setiap Puskesmas . keselamatan bangunan dan peralatan Puskesmas yang bisa berdampak terhadap keselamatan pasien dan petugas. Tersedianya bukti sosialisasi pedoman manajemen risiko kepada pimpinan unit layanan fungsional dan manajerial serta pegawai UPT Puskesmas Saitnihuta . dengan tujuan untuk menghilangkan atau meminimalkan dampaknya. PEMERINTAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN DINAS KESEHATAN UPT PUSKESMAS SAITNIHUTA Desa Saitnihuta Kecamatan Doloksanggul kode pos : 2457 Email :puskesmassaitnihuta@yahoo.LATAR BELAKANG. keselamatan lingkungan (green productivity) yang berdampak terhadap pencemaran lingkungan dan keselamatan “bisnis” Puskesmas yang terkait dengan kelangsungan hidup Puskesmas . BAB III. agar insiden dapat diminimalisasi dan dicegah sedini mungkin. ELEMEN KUNCI DISAIN PROGRAM MANAJEMEN RISIKO A. PENGERTIAN DEFINISI:  Yang dimaksud dengan risiko adalah kerugian yang mungkin terjadi pada tiap unit. mengurangi atau menghilangkan risiko kerugian: . bermacam jenis tenaga profesi dan non profesi yang memberikan pelayanan . Keselamatan (safety) telah menjadi isu global termasuk keselamatan Puskesmas . C. Karena itu UPT Puskesmas Saitnihuta perlu melakukan pengelolaan risiko dalam suatu manajemen risiko yang professional. yang harus dikelola secara professional.berisiko menimbulkan insiden. TUJUAN Tujuan dari manajemen risiko adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan dan memanfaatkan proses untuk mengidentifikasi. beragam alat kesehatan dengan berbagai teknologi yang semakin canggih dan berkembang dengan pesat. Pendekatan manajemen risiko difokuskan pada kejadian yang telah terjadi (reaktif) dan potensial terjadi (proaktif) dengan menerapkan manajemen risiko terintegrasi yang memprioritaskan keselamatan pasien. Tersedianya pedoman manajemen risiko 2. Keberagaman dan kerutinan pelayanan tersebut apabila tidak dikelola dengan baik. Di Puskesmas terdapat ratusan macam obat. melalui revisi pengembangan proses. keselamatan pekerja atau petugas kesehatan.TUJUAN: 1.SASARAN: 1.id PEDOMAN MANAJEMEN RISIKO UPT PUSKESMAS SAITNIHUTA BAB I.

Kepala Puskesmas. KEWENANGAN. 2) Untuk meningkatkan pelayanan pasien dengan mencegah penyimpangan hasil. pemeriksaan latar belakang pegawai. Mengembangkan aturan dan prosedur di area yang rentan terjadi risiko seperti informed consent.lain. Ketua Tim Peningkatan Mutu Layanan dan Keselamatan Pasien memiliki tanggung jawab utama membantu manajemen risiko dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Puskesmas dan keselamatan pasien. semua pegawai dan dengan pihak luar Puskesmas . Tugas Tim Peningkatan Mutu Layanan dan Keselamatan Pasien dalam hal manajemen risiko sebagai berikut : a. Bagian Keuangan bertanggung- jawab dalam pembiayaan dan memberikan informasi yang berharga untuk program manajemen risiko. maka untuk keberhasilan program manajemen risiko. Mengidentifikasi semua risiko dan bahaya untuk mencegah dan memperbaiki kondisi berbahaya yang dapat menimbulkan risiko yang tidak perlu untuk pegawai. Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan: 1. tinjauan keluhan pasien. dengan memperbaiki pelayanan kepada pasien melalui identifikasi dan analisa. d. Membuat dan menyampaikan laporan kinerja tahunan kepada Kepala Puskesmas BAB IV. . berfungsi sebagai pembuat keputusan untuk berbagai kegiatan penting dalam program manajemen risiko. untuk mengurangi risiko yang dapat mencegah pasien dari cedera atau kecacatan terkait keselamatan pasien. B. kerahasiaan dan penanganan kejadian sentinel. mengawasi operasi keuangan sesuai dengan dana yang ada dan mengawasi kinerja analisis keuangan Puskesmas. dengan meningkatkan perbaikan berkesinambungan pada proses pelayanan pasien melalui lingkungan yang diciptakan dengan aman. tinjauan rekam medik. Mencegah dan mengurangi kerugian sebagai berikut : Mengembangkan mekanisme identifikasi risiko seperti laporan insiden. KEGIATAN Tujuan dari manajemen risiko adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan dan memanfaatkan proses untuk mengidentifikasi. Mengembangkan dan memelihara hubungan kolaborasi dengan unit layanan terkait yaitu semua ruang/unit pelayanan. dan bertanggung jawab mengkoordinasikan kegiatan manajemen risiko dengan Kepala Puskesmas. pemberian cuti pegawai dan pemeriksaan kesehatan pegawai secara berkala yang semuanya penting untuk mencegah serta melindungi staf medis dan non medis yang melakukan tindakan/ pelayanan. b. Kepala UPT Puskesmas Saitnihuta menugaskan kepada Tim Peningkatan Mutu Layanan dan Keselamatan Pasien untuk melaksanakan tugas manajemen risiko. Puskesmas harus menetapkan mekanisme koordinasi baik secara formal maupun informal antara manajemen risiko professional dengan semua unit layanan struktural dan fungsional Puskesmas serta fungsi lain di dalam dan di luar Puskesmas . C. melalui pendekatan sistematis. KOORDINASI. semua anggota staf medis. c. Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Humbang Hasundutan selaku pemilik puskesmas memiliki tanggung- jawab utama menjamin penyediaan lingkungan yang aman untuk memberikan pelayanan kesehatan. bertanggung jawab untuk mengembangkan efektifitas uraian tugas dan proses penilaian kinerja. mengurangi atau menghilangkan risiko kerugian. akibat manajemen yang tidak efektif. Dinas Kesehatan Kabupaten Humbang Hasundutan mendelegasikan kewenangan kepada Kepala Puskesmas Saitnihuta untuk membentuk organisasi manajemen risiko yang komprehensif dan berperan secara luas. verifikasi izin. terkoordinasi dan berkesinambungan untuk meningkatkan keselamatan pasien. Karena fungsi manajemen risiko sangat luas dan kegiatan Puskesmas yang sangat beragam. pasien dan lain. 1) Untuk mengurangi mortality dan morbidity. rujukan staf. 3) Untuk melindungi orang dan asset serta keuangan Puskesmas akibat kehilangan karena terjadinya insiden. Bagian Tata Usaha dan Kepegawaian.

KNC 3. menyelesaikan sengketa dan meningkatkan mutu pelayanan pasien. Risiko terhadap sarana prasarana fasilitas/ asset Puskesmas e. memberikan pendidikan pada staf medis yang belum mendapatkan edukasi tentang prosedur pengoperasian alat. Risiko-risiko lain 2. KTC. 3. KPC. Jenis-jenis insiden dan kondisi yang harus dilaporkan sebagai berikut: 1. KNC) dan Kondisi Potensial cedera (KPC) untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. . Kehilangan fungsi yang tidak terkait dengan perjalanan penyakit pasien atau kondisi yang mendasari penyakitnya. Jika ya : susun rencana tindak lanjut (tindakan risiko) 5. Analisis Risiko a. Tindakan terhadap Risiko Bila memungkinkan paparan risiko perlu dieliminasi. Kejadian sentinel adalah insiden yang mengakibatkan kematian atau cedera yang serius sebagai berikut a. Risiko terhadap pasien terkait pelayanan b. yaitu : a. BAB V. PROSES MANAJEMEN RISIKO Manajemen risiko adalah proses yang berkesinambungan dan berkelanjutan. pengunjung dan organisasi yang terus- menerus berubah dan harus diidentifikasi. Risiko terhadap staf/ pegawai d. Untuk kejadian sentinel dan KTD : lakukan Root Cause Analysis (RCA) c. Tindakan terhadap risiko. Menangani keluhan. Insiden KTD. staf. dilakukan melalui : a. Risiko terhadap keuangan f. Contohnya memperbaiki alat yang rusak. Risiko mungkin terpapar kepada pasien. Hasil survei kepuasan d. Kematian yang tidak terduga dan tidak terkait dengan perjalanan penyakit pasien atau kondisi yang mendasari penyakitnya (contoh bunuh diri) b. Meninjau kebijakan dan prosedur (SK dan SOP) untuk direvisi agar dihasilkan pelayanan yang sesuai. 4. Hasil audit b. Menetapkan lingkup manajemen risiko 2. 3. b. Kegiatan untuk menetapkan apakah suatu risiko memerlukan tindakan penanganan tertentu (treatment) atau tidak. Program manajemen risiko menggunakan 5 tahapan proses yaitu: 1. Analisis risiko. Menetapkan lingkup manajemen risiko. 1. Tujuan umum laporan insiden Puskesmas adalah menurunnya Insiden Keselamatan Pasien (KTD. Identifikasi Risiko. Bila risiko tidak dapat dieliminasi. Upaya proaktif untuk memperbaiki suatu proses/prosedur pelayanan : lakukan Failure Mode & Effect Analysis (FMEA) 4. 4. maka perlu dicari teknik lain untuk menurunkan risiko kerugian. Evaluasi risiko. VI. Evaluasi Risiko (Penilaian Risiko) a. Risiko terhadap staf medis c. KTC. dan dilakukan monitoring agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan. Investigasi kejadian tidak diharapkan untuk menilai dan menentukan bagaimana agar kejadian serupa dapat dihindari. Identifikasi risiko. Analisis risiko diawali dengan melakukan analisis tingkat keparahan risiko b. SISTEM PELAPORAN INSIDEN Laporan Insiden adalah laporan secara tertulis setiap keadaan yang tidak konsisten dengan kegiatan/ prosedur rutin yang berlangsung di puskesmas terutama untuk pelayanan kepada pasien. 5. 2. Komplain pasien/keluarga c.

Tipe Insiden : 1. Langkah-langkah melakukan investigasi : 1. tetapi tidak timbul cedera. Administrasi Klinis 2. Yang bertanggung jawab dalam pelaporan insiden adalah : . 3. 2. d. ditinjau minimal sekali 2 (dua) tahun oleh kepala Puskesmas. 5. Kejadian Tidak Cedera. Alat Medis 7. VI. Pengumpulan data: observasi. selanjutnya disingkat KPC adalah kondisi yangsangat berpotensi untuk menimbulkan cedera. Sumber daya / Manajemen 12. Proses Medikasi / Cairan Infus 5. Oxigen 6. salah prosedur.  Akar masalah (root cause): penyebab yang melatar belakangi penyebab langsung (underlying cause). c. Perilaku pasien 8. Proses / Prosedur klinis 3. tetapi belum terjadi insiden. Pasien jatuh 9. Kondisi Potensial Cedera. Kejadian Nyaris Cedera. . 4. selanjutnya disingkat KNC adalah terjadinyainsiden yang belum sampai terpapar ke pasien. selanjutnya disingkat KTD adalah insiden yang mengakibatkan cedera pada pasien. Laboratorium Pelaporan insiden. INVESTIGASI INSIDEN Invesigasi insiden adalah proses pengkajian ulang laporan insiden dengan mencatat ringkasan kejadian secara kronologis dan mengidentifikasi masalah pelayanan. Tentukan penyebab insiden dengan menggunakan 5 why :  Penyebab langsung (immediate/ direct cause): penyebab yang berhubungan langsung dengan insiden/ dampak terhadap pasien. Rekomendasi : buat rekomendasi tindak lanjut. selanjutnya disingkat KTC adalah insiden yang sudah terpapar ke pasien. Tindakan yang akan dilakukan: tentukan penanggung jawab dan tanggal pelaksanaan VII. 3.Staf Puskesmas yang pertama menemukan kejadian . Kejadian Tidak Diharapkan. mencatat staf yg terlibat dan mewawancarai mereka. Dokumentasi 4. salah pasien bedah. 4.Staf Puskesmas yang terlibat dengan kejadian. EVALUASI PROGRAM MANAJEMEN RISIKO Program manajemen risiko dan kemajuan untuk mencapai tujuan yang telah disusun dalam rencana. Pasien Kecelakaan 10. Infrastruktur / Sarana / Bangunan 11. 2. dokumentasi dan interview (wawancara). Salah tempat. Bayi yang diculik atau bayi yang diserahkan kepada orang lain yang bukan orang tuanya.