BAB I

PENDAHULUAN

 LATAR BELAKANG

Pola tanam adalah usaha yang dilakukan dengan melaksanakan penanaman pada sebidang
lahan dengan mengatur susunan tata letak dari tanaman dan tata urutan tanaman selama
periode waktu tertentu, termasuk masa pengolahan tanah dan masa tidak ditanami selama
periode tertentu. Sedangkan tanam adalah menempatkan bahan tanam berupa benih atau bibit
pada media tanam baik media tanah maupun media bukan tanah dalam suatu bentuk pola
tanam. Dalam penerapannya pada bidang pertanian pola tanam tentu harus dilaksanakan
dengan sistem yang benar dan sesuai dengan kondisi lahan yang akan di jadikan sebagai media
tanam.

Dalam bercocok tanam, terdapat beberapa pola tanam agar efisien dan memudahkan kita
dalam penggunaan lahan, dan untuk menata ulang kalender penanaman. Pola tanam sendiri
ada tiga macam, yaitu : monokultur, polikultur (tumpangsari), dan rotasi tanaman. Ketiga pola
tanam tersebut memiliki nilai plus dan minus tersendiri. Pola tanam memiliki arti penting
dalam sistem produksi tanaman. Dengan pola tanam ini berarti memanfaatkan dan memadukan
berbagai komponen yang tersedia (agroklimat, tanah, tanaman, hama dan penyakit,
keteknikan dan sosial ekonomi). Pola tanam di daerah tropis seperti di Indonesia, biasanya
disusun selama 1 tahun dengan memperhatikan curah hujan (terutama pada daerah/lahan yang
sepenuhnya tergantung dari hujan. Maka pemilihan jenis/varietas yang ditanampun perlu
disesuaikan dengan keadaan air yang tersedia ataupun curah hujan.

Selain itu, serangan hama juga menjadi masalah yang dapat menurunkan hasil produksi
tanaman. Tanaman sangat rentan terhadap serangan hama, baik pada musim penghujan
maupun musim kemarau. Untuk mengatasi masalah serangan hama tersebut, para petani lebih
sering menggunakan pestisida kimia. Padahal, penggunaan pestisida berlebih justru dapat
merusak lingkungan. Untuk itu, diperlukan teknik-teknik yang dapat mengatasi segala
permasalahan yang ada dan dapat meningkatkan hasil produksi tanaman.

Untuk memperoleh produksi tanaman yang optimal, selain faktor morfologi diatas faktor
lingkungan juga menentukan produktivitas tanaman. Ada beberapa persyaratan tumbuh yang
harus dipenuhi untuk mendapatkan hasil yang optimum diantaranya adalah iklim, tanah, dan
tinggi tempat. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap produksi adalah populasi
tanaman yang berkaitan dengan jarak tanam dimana akan menyangkut sarana hidup tanaman.
Sarana tersebut antara lain berupa unsur hara, cahaya, matahari, serta pertumbuhan hama
dan penyakit dan ruang tumbuh. Teknik-teknik yang dapat mengatasinya adalah ada teknik
Pola Tanam Rotasi Tumbuhan Dan Tumpang Sari.

 Rumusan Masalah

satu lahan ditanam rye atau gandum di musim dingin.1 PENGERTIAN ROTASI TANAMAN Petani timur tengah mempraktekkan rotasi tanaman sejak tahun 6000 SM tanpa pemahaman mengenai ilmu kimia. Tujuan dari pada rotasi ini adalah: . George Washington Carver mempelajari metode rotasi tanaman di Amerika Serikat dan mengajar petani di kawasan selatan untuk merotasi lahan yang telah habis nutrisinya oleh tanaman kapas. Penulis dari Kerajaan Romawi Cato the Elder merekomendasikan petani untuk menyimpan kotoran hewan ternak. Hal ini menimbulkan risiko berkurangnya hasil pertanian di masa depan. Namun kerusakan tanah dan lingkungan terus terjadi. Secara bergantian mereka menanam legum dan serealia. Rotasi tanaman merupakan bagian dari polikultur. praktek monokultur semakin meluas dengan suplemen pupuk kimia sehingga nutrisi dari pengikatan nitrogen secara alami tidak dibutuhkan. Di Eropa. Pada sistem rotasi dua lahan. Pestisida pun digunakan untuk memberantas hama yang terakumulasi setiap tahun.  Apakah pengertian dari pola tanam rotasi tumbuhan ?  Bagaimana teknik pola tanam dari rotasi tumbuhan ?  Apakah pengertian dari pola tanam tumpang sari ?  Bagaimana teknik pola tanam dari tumpang sari ?  Bagaimana keuntungan dan kelemahan pola tanam tumpang sari dan rotasi tumbuhan ?  Tujuan  Untuk mengetahui pengertian dari pola tanam rotasi tumbuhan  Untuk mengetahui teknik pola tanam dari rotasi tumbuhan  Untuk mengetahui pengertian dari pola tanam tumpang sari  Untuk mengetahui teknik pola tanam dari tumpang sari  Untuk mengetahui keuntungan dan kelemahan pola tanam tumpang sari dan rotasi tumbuhan BAB II PEMBAHASAN 2. lahan kedua ditanami kacang-kacangan. Pada sistem rotasi tiga lahan. Rotasi tanaman mencegah terakumulasinya patogen dan hama yang sering menyerang satu spesies saja. Pada musim semi. sejak zaman Charlemagne terdapat transisi dengan dua atau tiga lahan rotasi tanaman. Lahan yang ketiga dibiarkan. satu lahan ditanam selama setengah tahun dan lahan lainnya dibiarkan tidur. dan resistansi pestisida terbentuk sehingga hama tidak lagi bisa diberantas dengan pestisida. Rotasi tanaman juga meningkatkan kualitas struktur tanah dan mempertahankan kesuburan dengan melakukan pergantian antara tanaman berakar dalam dengan tanaman berakar dangkal. Sejak Revolusi Hijau. Mereka disarankan untuk mulai menanam dengan diselingi kacang tanah. Rotasi tanaman adalah praktek penanaman berbagai jenis tanaman secara bergiliran di satu lahan. kemungkinan untuk dijadikan pupuk. Elemen utama dari rotasi tanaman adalah pengembalian nutrisi nitrogen melalui tanaman legum setelah penanaman tumbuhan serealia dan sejenisnya. Rotasi tanaman diketahi memberikan manfaat bagi tanah.

kubis biasa dirotasikan dengan kentang. dan mengurangi resiko kegagalan panen serta meningkatkan produksi tanaman. Rotasi tanaman merupakan suatu penanaman beberapa tanaman pada satu areal lahan yang sama dan pada waktu yang berbeda. Cara pergiliran tanaman pada pertanian organik tidak dilaksanakan pada seluruh satuan luas yang bersamaan. Memperbaiki struktur dan kesuburan tanah. misalnya ialah kentang-kubis-pupuk hijau-kentang. Pertanian pada masa kini biasanya menerapkan monokultur spasial tetapi lahan ditanami oleh tanaman lain untuk musim tanam berikutnya untuk memutus siklus hidup OPT sekaligus menjaga kesehatan tanah. Selain itu juga penanaman secara rotasi tanam juga dapat mengurangi resiko kegagalan panen karena masih ada cadangan tanaman selanjutnya. Menambah penghasilan tiap kesatuan luas tanah. melainkan perbaris atau bedengan dan saling berdekatan. Sebagai contoh rotasi. 3. Selain termanfaatkan juga produksi suatu tanaman dapat meningkat karena adanya penambahan kesuburan tanah yang dihasilkan dari nitrogen karena pupuk hijau pada daun-daun sebelumnya. jagung atau kacang dieng. jagung. biasanya disebut tanaman pengisi (succession cropping). Lamanya rotasi itu biasanya antara dua sampai lima tahun. 4. satu lahan sawah ditanami hanya padi. meningkatkan kesuburan tanah. yang sulit diberantas dengan cara lain. Rotasi tanaman paling efektif untuk mengendalikan hama yang memiliki kisaran makanan sempit dan kemampuan migrasi terbatas terutama pada fase yang aktif makan. misalnya. 5. Pergiliran tanaman antara kedelai antara tanaman bukan kacang-kacangan dapat mengendalikan hama-hama penting seperti lalat bibit kacang (Agromyza phaseoli). Rotasi Tanaman: pergiliran atau rotasi tanaman yang baik adalah bila jenis tanaman yang ditanam pada musim berikutnya. Menghindari peledakan hama atau penyakit tanaman. 2. 7. Penyesuaian lahan dengan setiap musimnya. 3. tanpa variasi apa pun.2 TEKNIK POLA TANAM ROTASI TUMBUHAN 2. Menjaga kesuburan lahan atau memperbaiki tekstur tanah. 2.2.1 Sisa Tanaman Produksi . Memberantas nematoda-nematoda jahat dan penyakit yang dapat hidup lama di dalam tanah. 1. 6. Penanaman tersebut dilakukan untuk memanfaatkan lahan yang kosong . atau gandum sejak dulu bersifat monokultur karena memudahkan perawatan. Merotasi tanaman budidaya. Di Dieng. Pertanaman padi. 2. dan jenis tanaman tersebut bukan merupakan inang hama yang menyerang tanaman yang ditanam pada musim sebelumnya. Dengan pemutusan ketersediaan inang pada musim berikutnya populasi hama yang sudah meningkat pada musim sebelumnya dapat ditekan pada musim berikutnya. mengurangi dari hama dan penyakit. Contoh rotasi tanaman misalnya : 1. Akibatnya hama atau penyakit dapat bersintas dan menyerang tanaman pada periode penanaman berikutnya. 8. Apabila rotasinya dilakukan dalam waktu satu tahun. kutu kedelai (Bemicia tabaci). Karena alangkah sayangnya jika ada lahan yang kosong yaitu pada sela-sela tanaman kalau bisa ditanami mengapa tidak ditanami saja. Dalam setahun. Sistem rotasi tanam juga mengurangi penyakit karena adanya penyelingan waktu tanam dapat menghilangkan penyakit ketempat lain yang ada didalam tanah itu.

Tanah-tanah yang mengandung nematoda tidak boleh ditanami Tephrosiaa sp. Tanamilah dengan jenis-jenis pupuk hijau lainnya. Pola tanam disesuaikan dengan kondisi curah hujan setempat untuk mengurangi deficit air pada musim kemarau. Lamanya rotasi itu biasanya antara dua sampai lima tahun. Sebenarnya ini bisa dipercepat dengan cara mengomposkan tanaman tersebut terlebih dahulu. Sebagai contoh dapat dikemukakan. Kendalanya. Kesalahan penggunaan jenis tanaman rotasi dapat menurunkan hasil tanaman berikutnya.2. karena bersifat sebagai tanaman inang. Beberapa tanaman dari jenis legum lebih efektif untuk dijadikan pupuk hijau. beberapa petani kurang sabar menunggu masa bera (istirahat) hingga seluruh tanaman lapuk. Seperti petani padi yang sering kali membakar jerami sisa panen.Pada saat panen tidak semua biomasa tanaman diangkut untuk dijual. Sehingga ketika kacang ditanam. Untuk mendapatkan pupuk hijau dari sisa tanaman produksi dengan efesien. Kandungan hara tanaman legum terutama unsur N lebih tinggi dari jenis lain. bahwa hasil tanaman kubis akan rendah apabila ditanam sesudah kedelai. baik untuk areal yang datar ataupun belereng.2 Pergiliran Tanaman (Rotasi Tanaman) Rotasi atau pergiliran tanaman ialah pengaturan susunan urutan-urutan pertanaman yang sistematis pada suatu tempat tertentu. padahal kedelai bersifat menyuburkan tanah. Sebagai contoh rotasi. kita harus melakukan rotasi tanaman. biasanya disebut tanaman pengisi (succession cropping). Tetapi sebaliknya tanaman selada. 2. Penentuan pola tanam yang tepat. Apabila rotasinya dilakukan dalam waktu satu tahun. . sisa tanamannya bisa dibenamkan langsung untuk tanaman padi.2. dan bawang merah. kedelai dan kacang panjang. Besarnya kebutuhan air beberapa jenis tanaman dapat menjadi acuan dalam membuat pola tanam yang optimal. misalnya ialah kentang-kubis pupuk hijau kentang. hasilnya akan rendah apabila ditanam sesudah jagung. kacang hijau. Hal itu dilakukan karena beberapa jenis tanaman memang jangka penguraiannya lama. tomat. akan tetapi dapat tinggi sesudah jagung. yang tidak mustahil malah merupakan tanaman inang (host plant) bagi penyakit-penyakit yang justru akan diberantas. kacang tanah.3 Penentuan Pola Tanam yang Tepat Pola tanam rotasi merupakan pola tanam yang dikembangkan dengan cara mengganti setiap musim tanaman budidaya yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Penyediaan hara dari tanaman legum lebih cepat karena tanaman ini lebih mudah terdekomposisi. Jenis tanaman legum yang sering dibudidayakan diantaranya kacang-kacangan seperti. Pemilihan jenis tanaman rotasi adalah penting sekali. 2. Sebagian ditinggal di lahan dan dibiarkan terurai sebagai pupuk hijau. Misalnya tanaman kacang kedelai ditanam di sela-sela musim tanam padi.

Stek yang diambil dari batang ubikayu langsung dari perbenihan (tanpa melalui penyimpanan) daya kecambahnya optimal. Stek tersebut bagian pangkalnya direndam dalam air . koran dan kantong plastik untuk stek tunas pucuk). Sistem ini digunakan untuk menghindari kemungkinan kekurangan sumber benih dalam pengembangan varietas baru yang benihnya terbatas.Berjenjang yaitu stek batang digandakan dan dikecambahkan di dalam pesemaian pendahuluan pada media basah (pasir. ubikayu + jagung Waktu yang tepat tersedianya benih bergantung pada umur bibit yang akan ditanam. 1/2 cm atau media basah selama 6 hari sampai tunas mulai tumbuh dengan daun 2-3 tangkai. padi – ubikayu + kedelai/kacang tanah 2. Penurunan bahan makanan cadangan dalam stek sejalan dengan waktu penyimpanan. Umumnya usahatani ubikayu secara komersial dilakukan pada lahan kering dan lahan sawah dengan pola tanam seperti berikut: 1. Tanam langsung yaitu steknya langsung ditanam pada bedengan.3 Rotasi Tanaman (Crop Rotation)tahap pertama jagung dan tahap kedua kedelai Teknik Pola Tanam Pergiliran Tanaman Pada Pertanian Penetapan pola tanam akan menentukan penyediaan benih secara tepat waktu. memperpendek waktu penyimpanan merupakan cara untuk mempertahankan daya kecambah yang tinggi. ubikayu monokultur dengan waktu tanam berbeda (awal – akhir musim hujan) 4. Untuk pertanaman pada awal musim hujan (Oktober-November) bibit harus sudah diperbanyak pada bulan Februari.Maret. Gambar 2. Untuk mempertinggi kelipatan dalam penggandaan bibit pada pesemaian pendahuluan dapat digunakan stek batang dua mata dari batang bagian tengah. Secara umum panen padi musim hujan pada bulan Februari-Maret. selanjutnya ditanam pada bedengan pembibitan. stek batang untuk disemai harus tersedia 2-3 bulan lebih awal dibandingkan dengan varietas genjah. Untuk bibit dari varietas genjah stek batang harus tersedia untuk disemai 6-7 bulan sebelum tanam ubikayu. kertas merang. Bulan penyediaan benih ubikayu pada lahan sawah tergantung dari bulan panen padi. 2. Sedangkan untuk bibit dari varietas berumur dalam. Penanaman dapat dilakukan dengan dua cara: 1. Oleh karena itu. sebab bahan makanan cadangan dalam stek belum berkurang (untuk respirasi selama penyimpanan). ubikayu + padi – kacang-kacangan 3. Oleh karena itu. pembibitan/pesemaian ubikayu harus ditanam pada bulan Mei-Juli tahun sebelumnya. ubikayu + kacang-kacangan 5.

2. Pengaturan tumpang sari harus diingat bahwa tanaman selalu mengadakan kompetisi dengan tanaman semusim yang dapat saling menguntungkan. Pengukuran sifat-sifat perakaran sangat perlu untuk menghindarkan persaingan unsur hara. ketela pohon. padi gogo. . sementara kacang-kacangan. air yang berasal dari dalam tanah. karena memiliki akar tunggang. Tumpangsari ditujukan untuk memanfaatkan lingkungan (hara. karena memiliki akar tunggang. Contoh: tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai. misalnya tumpang sari jagung dengan jeruk manis. Jagung menghendaki nitrogen tinggi. Menambah penghasilan tiap kesatuan luas tanah 5. Tumpangsari merupakan sistem penanaman tanaman secara barisan di antara tanaman semusim dengan tanaman tahunan. misalnya tumpang sari jagung dengan jeruk manis. pada sebidang lahan yang sama. Memanfaatkan tempat-tempat yang kosong 2. Memanfaatkan kelebihan pupuk yang diberikan kepada tanaman utamanya 4. sedangkan tanaman jagung tumbuh subur tanpa mengganggu kehidupan jeruk manis. Dalam pengaturan tumpang sari tanaman monokotil dengan tanaman dikotil dapat dilakukan kalau dipandang dari sifat perakarannya. misalnya antara kacang-kacangan dengan jagung. Memberikan penghasilan sebelum tanaman utama menghasilkan. karena berasal dari akar seminal dan akar buku. Tanaman monokotil yang pada umumnya mempunyai sistem perakaran yang dangkal. karena berasal dari akar seminal dan akar buku. karena kacangan dapat memfiksasi nitrogen dari udara bebas. Tanaman monokotil yang pada umumnya mempunyai sistem perakaran yang dangkal. air yang berasal dari dalam tanah. Sistem tumpangsari dapat diatur berdasarkan: –Sifat-sifat perakaran – Waktu penanaman Tujuan dari pada tanaman tumpangsari adalah: 1.3 PENGERTIAN TUMPANG SARI Polikultur (disebut Juga tumpangsari) adalah penanaman dua tanaman secara bersama-sama atau dengan interval waktu yang singkat. Sedangkan tanaman dikotil pada umumnya mempunyai sistem perakaran dalam. Sistem perakaran yang dalam ditumpangsarikan dengan tanaman yang berakal dangkal. Pengukuran sifat-sifat perakaran sangat perlu untuk menghindarkan persaingan unsur hara. tumpang sari beda umur seperti jagung. Sedangkan tanaman dikotil pada umumnya mempunyai sistem perakaran dalam. Jeruk manis dapat tumbuh dengan baik. air dan sinar matahari)s ebaikbaiknya agar diperoleh produksi maksimum. Sistem perakaran yang dalam ditumpangsarikan dengan tanaman yang berakal dangkal. Menghemat pengolahan tanah 3. Dalam pengaturan tumpang sari tanaman monokotil dengan tanaman dikotil dapat dilakukan kalau dipandang dari sifat perakarannya.

tumpangsari merupakan suatu pola pertanaman dengan menanam lebih dari satu jenis tanaman pada suatu hamparan lahan dalam periode waktu tanam yang sama. Penanaman kentang yang ditumpangsarikan dengan kacang jogo seledri dan brokoli memberikan kemampuan parasitoid Hemiptarsenus varicornis untuk memparasit Liriomyza huidobrensis. misalnya antara kacang-kacangan dengan jagung.Sedangkan tanaman kedelai sangat baik karena tanaman tersebut menyerbuk sendiri sehingga tidak mempengaruhi kemurnian biji kapas yang dihasilkan. Tumpangsari sudah banyak diterapkan petani baik semi-komersial maupun komersial dan juga diterpakan pada lahan-lahan yang subur yang memang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan berbagai macam tanaman. Resiko kegagalan yang tinggi dalam usaha pertanian membuat petani menanam lebih dari satu jenis tanaman sehingga ketika terjadi kegagalan panen satu kamoditas masih dapat memanen komoditas yang lain. sementara kacang-kacangan. karena kacangan dapat memfiksasi nitrogen dari udara bebas. Morfologi dan fisiologi tanaman juga harus diperhatikan. Dengan demikian. Dari sini kemudian dapat disebutkan bahwa sistem tumpangsari merupakan salah sistem pertanian yang berkelanjutan. tumpangsari bukan hanya milik petani subsisten yang hanya melakukan usaha tani pada lahan yang dapat dikatakan marginal dengan modal yang seadanya. Hal ini disebabkan karena tanaman jagung termasuk tanaman yang meyerbuk silang bergitupula dengan tanaman kapas juga menyerbuk silang sehingga dapat mempengaruhi kemurnian genetik biji kapas yang dihasilkan nanti. akar . Jagung menghendaki nitrogen tinggi. Ketika suatu lahan pertanian ditanami denga lebih dari satu jenis tanaman. Kedelai. populasi tanaman.termasuk family Leguminosae yang mempunyai bintal akar (Buckman. kultur teknis yang harus diperhatikan pada pola tanam tumpang sari adalah jarak tanam. Pengaturan tumpang sari harus diingat bahwa tanaman selalu mengadakan kompetisi dengan tanaman semusim yang dapat saling menguntungkan. Lebih detail. maka pasti akan terjadi interaksi antara tanaman yang ditanam. 1982). Ini tidak terlepas dari beberapa kelebihan yang dimiliki oleh pola tanam tumpangsari. umur tiap tanaman. Tumpang sari kentang dengan bawang daun dapat menekan populasi Myzus persicae. Tumpangsari pada awalnya juga lebih dilakukan untuk tanah marginal modal petani yang kecil. Pada awalnya. Kacang hijau dan Kacang Tanah . dan arsitektur tanaman. dan Brady. tumpang sari merupakan pola tanam yang banyak digunakan oleh petani-petani yang melakukan usaha tani guna mencukupi kebutuhan sendiri dan keluarga (subsisten). Interkasi yang terjadi dapat saling menguntungkan (cooperation) dapat juga berlangsung saling menghambat (competition). sedangkan tanaman jagung tumbuh subur tanpa mengganggu kehidupan jeruk manis. Dalam perkembangan yang lebih lanjut. Tumpangsari tanaman kapas dengan kedelai merupakan pilihan Yang tepat untuk meningkatkan produktivitas tanaman kapas daripada menggunakan tanaman jagung.Akar pada tanaman family Leguminosa Selain berfungsi sebagai tempat bertumpunya tanaman dan alat pengangkut air maupun unsur hara.Jeruk manis dapat tumbuh dengan baik.

bintil akar mulai terbentuksekitar 15–20 hari setelah tanam. Karakteristik tanaman tebu yaitu . dan Brady. Pada tanah yang telah mengandung bakteri ini. Begitupula dengan pengendalian hama dan penyakit Tanaman lebih mudah dilakukan karena antara kapas dankedelai OPT yang ada hampir sama. melakukan tumpangsari pada lahan pertanian tebu dan jagung mereka. 1982). X O O O O O X == X O O O O O X 20 cm OOOOO == OOOOO X O O O O O X == X O O O O O X OOOOO == OOOOO 40 cm X O O O O O X == X O O O O O X 120 cm 80 cm 20cm Keterangan: X = kapas 0 = kedelai Beberapa petani di Dusun Blimbing.tanaman kedelai juga merupakan tempat terbentuknya bintil-bintil akar Bintil akar tersebut berupa kolonidari bakteri pengikat nitrogenBradyrhizobium japonicum yang bersimbiosis secara mutualis dengan kedelai. Bakteri bintil akar dapatmengikat nitrogen langsung dari udara dalam bentuk gas N2(nitrogen) yang kemudian dapat digunakan oleh kedelai setelah dioksidasi menjadi nitrat (NO3+)sebagai bentuk unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman (Buckman. Apabila akan dilakukan tumpangsari. Tumpangsari kapas dan kedelai disamping kemurnian biji tetap terjaga kesuburan tanah juga meningkat sehingga dapat mengurangi dosis pemupukan urea atau Nitrogen. maka tanaman yang ditanam harus memiliki karakteristik seperti tanaman tebu atau jagung.

2.1 Macam-macam Sistem pola tanam tumpang sari Penggolongan sistem pola tanam tumpangsari antara lain : 1. Pada lingkungan yang lebih stabil dan baik total hasil yang diperoleh lebih tinggi pada lahan tersebut. sehingga dalam penggolahan tanah tidak sampai membongkar lapisan tanah yang paling bawah/bedrock. sebab sumber daya yang tersedia seperti cahaya. 3.6 macam-macam tumbuhan yang ditumpangsarikan (Multiple Cropping) 2. sketsa kebun tebu dan ketela Kesemuanya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil untuk masing-masing tanaman yang akan ditumpangsarikan. Kegunaan dari sistem ini yaitu pada tanaman yang ke dua dapat melindungi lahan yang mudah longsor dari hujan sampai selesai panen pada tahun itu. Kegunaan sistem ini dalam substansi pertanian adalah untuk mengatur lingkungan yang tidak stabil dan lahan yang sangat variable. Pada prinsipnya.tidak membutuhkan air terlalu banyak. dengan penerapan sistem ini maka dapat melawan/menekan terhadap kegagalan panen total. nutrisi tanah dan air lebih efektif dalam penggunaannya. sehingga dapat menekan penggunaan waktu tanam.5 sketsa pisang dan jagung. Dalam pola tanam tumpangsari. Kegunaan sistem ini yaitu biasanya digunakan pada tanaman yang mempunyai umur berbuah lebih pendek. Relay Cropping merupakan sistem pola tanam dengan penanaman dua atau lebih tanaman tahunan. Mixed Cropping merupakan penanaman jenis tanaman campuran yang ditanam dilahan yang sama.4. dengan pengaturan jarak tanam yang sudah ditetapkan dan populasi didalamnya sudah tersusun rapi. Gambar 2. Hal ini dimaksudkan untuk memutus mata rantai pertumbuhan dan ledakan populasi hama dan patogen karena untuk jenis tanaman yang satu family memiliki kecenderungan untuk diserang oleh hama dan patogen yang sama. diusahakan untuk menanam jenis tanaman yang tidak satu family. . Dimana tanaman yang mempunyai umur berbuah lebih panjang ditanam pada penanaman pertama. pemilihan jenis tanaman dan kultur teknis yang dilakukan harus menunjukkan usaha untuk memaksimalkan kerjasama dan meminimalkan kompetisi pada tanaman-tanaman yang dibudidayakan. Strip Cropping/Inter Cropping adalah sistem format pola tanam dengan penanaman secara pola baris sejajar rapi dan konservasi tanah dimana pengaturan jarak tanamnya sudah ditetapkan dan pada format satu baris terdiri dari satu jenis tanaman dari berbagai jenis tanaman. Tanaman yang sesuai untuk tumpangsari. Gambar 2. unsur hara. misalnya ketela atau pisang. sedang tanaman yang ke-2 ditanam setelah tanaman yang pertama telah berkembang atau mendekati panen. pada waktu yang sama atau dengan jarak/interval waktu tanam yang singkat.

pengerjaan tanah. dimana dalam satu lahan tumbuh dua atau lebih tanaman budidaya yang mempunyai umur sama serta pertumbuhan dari tanaman tersebut berada pada lahan dan waktu tanam yang sama. Pada tumpangsari. Dengan demikian. tanaga kerja banyak dibutuhkan pada musim tanam dan musim panen saja. Keuntungan Pola Tanam Tumpangsari Keuntungan pola tanam tumpang sari inter cropping antara lain:  Efisiensi tenaga lebih mudah dicapai karena persiapan tanam. Perawatan yang dilakukan untuk setiap jenis tanaman kebanyakan juga tidak dalam waktu yang sama. Selain itu. kesuburan dan tekstur tanah  Resiko kegagalan panen berkurang bila di bandingkan dengan monokultur  Kemungkinan merupakan bentuk yang memberikan produksi tertinggi karena penggunaan tanah dan sinar matahari lebih efisien  Banyak kombinasi jenis-jenis tanaman dapat menciptakan stabilitas biologis terhadap serangan hama dan penyakit. .  Mencegah dan mengurangi pengangguran musim Pada beberapa jenis tanaman.  Pengolaahan tanah menjadi minimal Pengolahan tanah minimal lebih terlihat pada pola tanam tumpang gilir. pemupukan dan pemungutannya lebih mudah dimekanisir  Banyaknya tanaman per hektar mudah diawasi dengan mengatur jarak diantara dan didalam barisan  Menghsilkan produksi lebih banyak untuk di jual ke pasar  Perhatian lebih dapat di curahkan untuk tiap jenis tanaman sehingga tanaman yang ditanam dapat dicocokkan dengan iklim.1 POLA TANAM TUMPANG SARI 1. petani akan selalu memiliki pekerjaan selama siklus hidup tanaman.3. Teknik ini melibatkan tanaman percontohan. Pada pola tanam tumpangsari sebaiknya dipilih dan dikombinasikan antara tanaman yang mempunyai perakaran yang relatif dalam dan tanaman yang mempunyai perakaran relatif dangkal. 4. tidak ada waktu lebih untuk melakukan pengolahan tanah. dalam satu baris tanaman terdapat dua atau lebih jenis tanaman. segera setelah suatu tanaman hampir menyelesaikan siklus hidupnya. tanaman yang diusahakan lebih beragam. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari persaingan (penyerapan hara dan air) pada suatu petak lahan antar tanaman. Akibatnya. pemeliharaan. Pada tumpang gilir.3 KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN POLA TANAM TUMPANG SARI DAN ROTASI TUMBUHAN 2. pada pengolahan tanah minimal atau tanpa oleh tanah resiko erosi akan lebih kecil daripada yang diolah secara sempurna. banyak pengangguran di sela-sela musim tanam dengan musim panen. Multiple Cropping merupakan sistem pola tanam yang mengarahkan pada peningkatan produktivitas lahan dan melindungi lahan dari erosi. 2. Penentuan jenis tanaman yang akan ditumpangsarikan dan saat penanaman sebaiknya disesuaikan dengan ketersediaan air yang ada selama pertumbuhan. buru-buru ditanami tanaman yang lain. Akibatnya. Salah satu kelebihan tanpa pengolahan tanah atau dengan pengolahan tanah minimal adalah tidak terjadinya kerusakan struktur tanah karena terlalu intensif diolah.

ada juga yang mengandung protein. dan (6) penggunaan insektisida yang selektif. Kecocokan tanaman- tanaman yang akan ditumpangsarikan dapat diukur dari kebutuhan unsur haranya.  Pemilihan komoditas Diperlukan wawasan yang luas untuk memilih tanaman sela sebagai pendamping dari tanaman utama. tidak selalu tanaman yang menjadi tanaman sela. Ada sebagian yang mengandung karbohidrat. Setiap tanaman pada dasarnya memiliki kandungan gizi yang berbeda-beda. ataupun vitamin- vitamin. untuk memilih tanaman sela yang cocok ditumpangsarikan dengan tanaman utama. lemak. Pola tanam dengan sistem tumpangsari sama dengan memodifikasi ekosisitem yang dalam kaitannya dengan pengendalian OPT memberikan keuntungan (1) penjagaan fase musuh alami yang tidak aktif (2) penjagaan keanekaragaman komunitas (3) penyediaan inang alternative (4)penyediaan makanan alami (5) pembuatan tempat berlindung musuh alami. kebutuhan air. akan terjadi persaingan dalam menyerap unsur hara antar tanaman yang ditanam. penyinaran. Meragamkan gizi masyarakat Hasil tanaman yang lebih dari satu jenis tentunya akan memberikan nilai gizi yang beragam. . sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa salah satu tanaman akan mengalami defisiensi unsur hara akibat kkalah bersaing dengan tanaman yang lainnya. Penganekaragaman jenis tanaman juga akan memberikan keanekaragaman jenis gizi kepada masyarakat. setiap tanaman memiliki jumlah kebutuhan unsur hara yang berbeda-beda.  Permintaan Pasar Pada pola tanam tumpangsari.  Memerlukan tambahan biaya dan perlakuan Untuk dapat melaksanakan pola tanam tumpangsari secara baik perlu diperhatikan beberapa faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh di antaranya ketersediaan air. memiliki permintaan yang tinggi. dll. sinar matahari dan hama penyakit. drainase. Sebab. kesuburan tanah. karena tidak semua jenis tanaman cocok ditanam berdampingan. Penanaman hanya satu jenis tanaman talah mengurangi keberagaman makhluk hidup penyusun ekosistemnya sehingga seringkali terjadi ledakan populasi hama dan patogen penyebab penyakit tanaman. Sedangkan.  Menekan serangan hama dan patogen Pola tanam monokultur telah mengingkari sistem ekologi. diperlukan strategi pemasaran yang tepat agar hasil dari tanaman sela tersebut dapat mendatangkan keuntungan pula bagi petani. suhu. Maka dari itu. 1. Kelemahan Pola Tanam Tumpangsari Kelemahan pola tanam tumpang sari inter cropping antara lain:  Persaingan dalam hal unsur hara Dalam pola tanam tumpangsari. naungan. merupakan usaha yang tidak mudah karena diperlukan wawasan yang lebih luaslagi.

3. Pada pola tanam tumpangsari sebaiknya dipilih dan dikombinasikan antara tanaman yang mempunyai perakaran relatif dalam dan tanaman yang mempunyai perakaran relatif dangkal.Penentuan jenis tanaman yang akan ditumpangsari dan saat penanaman sebaiknya disesuaikan dengan ketersediaan air yang ada selama pertumbuhan. seperti hama dan penyakit tanaman). a) Kelebihan Pola Tanam Rotasi Tanaman Pola tanam monokultur memiliki pertumbuhan dan hasil yang lebih besar daripada pola tanam lainnya. Kebutuhan unsur hara . Kelemahan sistem ini adalah tanaman relatif mudah terserang hama maupun penyakit. di sisi lain. Sebaiknya ditanam tanam-tanaman yang mempunyai hama maupun penyakit berbeda. Antisipasi adanya hama penyakit tidak lain adalah untuk mengurangi resiko serangan hama maupun penyakit pada pola tanam tumpangsari. atau tidak menjadi inang dari hama maupun penyakit tanaman lain yang ditumpangsarikan. Tinggi dan lebar tajuk antar tanaman yang ditumpangsarikan akan berpengaruh terhadap penerimaan cahaya matahari. akantetapi pola tanam lainnya lebih efisien dalam penggunaan lahan karena nilai LER lebih dari 1. . Faktor-Faktor Pola Tanam Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam penyusunan pola tanam(usaha tani)adalah sebagai berikut: 1. Kesuburan tanah mutlak diperlukan. lebih lanjut akan mempengaruhi hasil sintesa (glukosa) dan muara terakhir akan berpengaruh terhadap hasil secara keseluruhan. 2. Sebaran sinar matahari penting. Kelebihan sistem ini yaitu teknis budidayanya relatif mudah karena tanaman yang ditanam maupun yang dipelihara hanya satu jenis. perlu diperhatikan tinggi dan luas antar tajuk tanaman yang ditumpangsarikan. hal ini dimaksudkan untuk menghindar persiangan (penyerapan hara dan air) pada satu petak lahan antar tanaman.2 POLA TANAM ROTASI TANAMAN 1. hal ini bertujuan untuk menghindari persiangan antar tanaman yang ditumpangsarikan dalam hal mendapatkan sinar matahari. adanya jenis tanaman yang membutuhkan sedikit unsur N dan jenis tanaman yang membutuhkan banyak unsur N dan ada jenis tanaman yang mampu mengikat unsur N dari udara yaitu tanaman kacang-kacangan. b) Kekurangan Pola Tanam Rotasi Tanaman Kelemahan utamanya adalah keseragaman kultivar mempercepat penyebaran organisme pengganggu tanaman (OPT. Hal ini disebabkan karena tidak adanya persainganantar tanaman dalam memperebutkan unsur hara maupun sinar matahari. 1. Namun. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh pertumbuhan dan produksi secara optimal.

Misalnya tanaman kacang kedelai ditanam di sela-sela musim tanam padi. Elemen utama dari rotasi tanaman adalah pengembalian nutrisi nitrogen. Sistem perkaran . BAB III PENUTUP 3.kimia dan bentuk permukaan tanah. dangkal. Eksistensi hama dan penyakit tanaman yang bersifat kronis dan potensial.1 SIMPULAN Teknik pergiliran tanaman ada dua macam. 4. menghsilkan produksi lebih banyak untuk di jual ke pasar. Adanya jenis tanaman yang memiliki perakaran di dalam tanah yang dalam. resiko kegagalan panen berkurang bila di bandingkan dengan monokultur. pemilihan jenis tanaman yang tinggi. pemeliharaan. melebar dan lainnya. air dan sinar matahari) sebaik-baiknya agar diperoleh produksi maksimum. 3. perhatian lebih dapat di curahkan untuk tiap jenis tanaman sehingga tanaman yang ditanam dapat dicocokkan dengan iklim. banyaknya tanaman per hektar mudah diawasi dengan mengatur jarak diantara dan didalam barisan.terutama sehubungan dengan suhu udara. Kebutuhan sinar matahari . Ketersediaan air yang menyangkup waktu dan lamanya ketersediaan yang tergantung pada kinerja air irigasi serta pola distribusi dan jumlah hujan. pengerjaan tanah. 8. Rotasi tanaman adalah praktek penanaman berbagai jenis tanaman secara bergiliran di satu lahan. Tinggi tempat dari permukaan laut. Tumpangsari merupakan sistem penanaman tanaman secara barisan di antara tanaman semusim dengan tanaman tahunan. kemungkinan merupakan bentuk yang memberikan produksi tertinggi karena penggunaan tanah dan sinar matahari lebih efisien. Keuntungan pola tanam tumpang sari antara lain : efisiensi tenaga lebih mudah dicapai karena persiapan tanam. banyak kombinasi jenis-jenis tanaman dapat menciptakan stabilitas biologis terhadap serangan . 7. Rotasi tanaman memberikan manfaat bagi tanah. berdaun lebat dan membutuhkan sinar matahari lama dengan jenis tanaman yang pendek dan tidak membutuhkan sinar matahari lama atau perlu naungan. yaitu polikultur (tumpangsari) dan pergiliran tanaman (rotasi tanaman). Teknik pola tanam rotasi tumbuhan sisa tanaman produksi. Aksesibilitas dan kelancaran pemasaran hasil produksi dengan dukungan infrastruktur dan potensi pasar yang memadai. 6. Polikultur (disebut Juga tumpangsari) adalah penanaman dua tanaman secara bersama-sama atau dengan interval waktu yang singkat. kesuburan dan tekstur tanah.tanah dan ketersediaan air. 5. pemupukan dan pemungutannya lebih mudah dimekanisir. pada sebidang lahan yang sama. Ketersediaan dan aksesibilitas bahan tanaman yang meliputi jenis dan varietas menurut agroekosistem dan toleransi terhadap jasad penggangu. Keadaan tanah yang meliputi sifat fisik. Pola tanam rotasi merupakan pola tanam yang dikembangkan dengan cara mengganti setiap musim tanaman budidaya yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian. 9. Tumpangsari ditujukan untuk memanfaatkan lingkungan (hara. 2. rindang.

seperti hama dan penyakit tanaman). Sedangkan kelemahan dalam pola tanama tumpangsari. sulit dalam menyesuaikan atara tanaman sela dengan permintaan pasar. Coizin. memerlukan tambahan biaya dan perlakuan. Setyawati W. Kelebihan Pola Tanam Rotasi Tanaman adalah Monokultur menjadikan penggunaan lahan efisien karena memungkinkan perawatan dan pemanenan secara cepat. Hendro.hama dan penyakit. 1984.A. Bandung : Sinar Baru Bandung. 2005. 2003. Bulletin Agron 33:1-7 . S. Pengantar Pengetahuan Dasar Hortiklutura (Produksi Hortikultura I). Kelemahan utamanya adalah keseragaman kultivar mempercepat penyebaran organisme pengganggu tanaman (OPT. Suwarto. Jurnal Hortikultura 13: 41-57.A Asandhi. Handoko. Kompetisi Tanaman Jagung Dan Ubi Kayu Dalam Sistem Tumpangsari. dan M. antara lain :Persaingan dalam hal unsur hara. dan A. Pengaruh Sistem Pertanaman Monokultur Dan Tumpangsari Sayuran Crucifera Dan Solanaceae Terhadap Hasil Da Struktur Dan Fungsi Komunitas Artropoda. sulit dalam memilih komoditas yang cocok dijadikan sebagai tanaman sela. Yahya. DAFTAR PUSTAKA Sunaryo.