METABOLISME ASAM AMINO

Disajikan sebagai Bahan Kuliah Biokimia bagi Mahasiswa D III Kebidanan

Penyusun:
Heru Santoso Wahito Nugroho, S.Kep., Ns., M.M.Kes
Telefon:
0352-752747 (rumah), 081335251726 (mobile), 0351-895216 (kantor)
E-mail:
heruswn@GMAIL.COM
website:
www.medikes.dikti.net

Referensi:
Anonim, 2000, Petunjuk Praktikum Biokimia Untuk PSIK (B) Fakultas
Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta: Lab. Biokimia FK
UGM

Guyton AC, Hall JE, 1996, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Edisi IX,
Penerjemah: Setiawan I, Tengadi LMAKA, Santoso A, Jakarta: EGC

http://www.biology.arizona.edu\biochemistry, 2003, The Biology Project-
Biochemistry

http://www.bioweb.wku.edu\courses\BIOL115\Wyatt, 2008, WKU Bio 113
Biochemistry

http://www.gwu.edu\_mpb, 1998, The Metabolic Pathways of Biochemistry,
Karl J. Miller

http://www.ull.chemistry.uakron.edu\genobc, 2008, General, Organic and
Biochemistry

http://www.wiley.com\legacy\college\boyer###BOT_TEXT###470003790\animations\electron_trans
port, 2008, Interactive Concepts in Biochemistry: Oxidative
Phosphorylation

Murray RK, Granner DK, Mayes PA, Rodwell VW, 2003, Biokimia Harper, Edisi
XXV, Penerjemah Hartono Andry, Jakarta: EGC

Stryer L, 1996, Biokimia, Edisi IV, Penerjemah: Sadikin dkk (Tim Penerjemah
Bagian Biokimia FKUI), Jakarta: EGC

1 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo

tercantum pada tabel berikut. . Sedangkan ketiga adalah katabolisme asam amino menjadi energi melalui siklus asam serta siklus urea sebagai proses pengolahan hasil sampingan pemecahan asam amino. Jika jumlah asam amino berlebihan atau terjadi kekurangan sumber energi lain (karbohidrat dan lipid). Jalur metabolik utama dari asam amino Jalur metabolik utama dari asam-asam amino terdiri atas pertama. tubuh akan menggunakan asam amino sebagai sumber energi. asam-asam amino dapat juga digunakan sebagai sumber energi jika nitrogen dilepas. sitokrom. Jalur-jalur metabolik utama asam amino Katabolisme asam amino Asam-asam amino tidak dapat disimpan oleh tubuh. . Kedua. Contoh dari protein turnover.Asetilkolin dan neurotransmitter lainnya. Degradasi ini merupakan proses kontinu.Hormon dan fosfolipid Selain menyediakan kebutuhan nitrogen. Karena protein di dalam tubuh secara terus menerus diganti (protein turnover). hemoglobin. Contoh protein turnover.Struktur basa nitrogen DNA dan RNA .Pendahuluan Kira-kira 75% asam amino digunakan untuk sintesis protein. pengambilan nitrogen dari asam amino. Protein Turnover rate (waktu paruh) Enzim 7-10 menit Di dalam hati 10 hari Di dalam plasma 10 hari Hemoglobin 120 hari Otot 180 hari Kolagen 1000 hari Asam-asam amino juga menyediakan kebutuhan nitrogen untuk: . Keempat adalah sintesis protein dari asam-asam amino. Asam-asam amino dapat diperoleh dari protein yang kita makan atau dari hasil degradasi protein di dalam tubuh kita. Tidak seperti 2 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo . digesti protein diet serta sintesis asam amino di hati. produksi asam amino dari pembongkaran protein tubuh. enzim dll.Heme dan struktur lain yang serupa seperti mioglobin.

Selanjutnya ion amonium masuk ke dalam siklus urea.karbohidrat dan lipid. Pada reaksi ini dibutuhkan enzim alanin aminotransferase. Gugus amin ini kemudian dibuang karena bersifat toksik bagi tubuh. yaitu: 1. Ada 2 tahap pelepasan gugus amin dari asam amino. menghasilkan asam amino baru. Deaminasi oksidatif Pelepasan amin dari glutamat menghasilkan ion amonium Contoh reaksi transaminasi. Ringkasan skematik mengenai reaksi transaminasi dan deaminasi oksidatif 3 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo . Glutamat juga dapat memindahkan amin ke rantai karbon lainnya. Perhatikan alanin mengalami transaminasi menjadi glutamat. Perhatikan glutamat mengalami deaminasi menghasilkan amonium (NH4+). Transaminasi Enzim aminotransferase memindahkan amin kepada α-ketoglutarat menghasilkan glutamat atau kepada oksaloasetat menghasilkan aspartat 2. Contoh reaksi deaminasi oksidatif. asam amino memerlukan pelepasan gugus amin.

Setelah mengalami pelepasan gugus amin. Tahapan-tahapan proses yang terjadi di dalam siklus urea 4 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo . ion amonium bereaksi dengan CO2 menghasilkan karbamoil fosfat. Dalam siklus ini dihasilkan urea yang selanjutnya dibuang melalui ginjal berupa urin. Reaksi ini membutuhkan energi dari ATP 4. Proses yang terjadi di dalam siklus urea digambarkan terdiri atas beberapa tahap yaitu: 1. Dengan peran enzim argininosuksinat sintase. karbamoil fosfat bereaksi dengan L-ornitin menghasilkan L-sitrulin dan gugus fosfat dilepaskan 3. asam-asam amino dapat memasuki siklus asam sitrat melalui jalur yang beraneka ragam. Dalam raksi ini diperlukan energi dari ATP 2. penambahan H2O terhadap L-arginin akan menghasilkan L-ornitin dan urea. Dengan peran enzim arginase. Dengan peran enzim argininosuksinat liase. Dengan peran enzim ornitin transkarbamoilase. L-argininosuksinat dipecah menjadi fumarat dan L-arginin 5. Dengan peran enzim karbamoil fosfat sintase I. Tempat-tempat masuknya asam amino ke dalam sikulus asam sitrat untuk produksi energi Gugus-gugus amin dilepaskan menjadi ion amonium (NH 4+) yang selanjutnya masuk ke dalam siklus urea di hati. L-sitrulin bereaksi dengan L- aspartat menghasilkan L-argininosuksinat.

hati merupakan tempat utama metabolisme nitrogen. melakukan remodeling asam amino. dan tirosin bersifat glukogenik dan ketogenik. Serine. Histidine. amino non. Threonine. Reaksi biosintesis glutamat 5 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo . Aspartate. Valine esensial Biosintesis glutamat dan aspartat Glutamat dan aspartat disintesis dari asam α-keto dengan reaksi transaminasi sederhana. triptofan. AST. Semua asam amino ini merupakan prekursor untuk glukosa melalui jalur glukoneogenesis. Dari 20 jenis asam amino. Isoleucine. ketogenik serta glukogenik dan ketogenik. Akhirnya. Dalam kondisi surplus diet.Sintesis asam amino Semua jaringan memiliki kemampuan untuk men-sintesis asam amino non esensial. ada yang tidak dapat disintesis oleh tubuh kita sehingga harus ada di dalam makanan yang kita makan. Cysteine. Glutamate. atau menjadi asam lemak melalui jalur sintesis asam lemak. nitrogen toksik potensial dari asam amino dikeluarkan melalui transaminasi. Asam amino ini dinamakan asam amino esensial. Proline. Tyrosine esensial Asam Arginine*. Asparagine. Selebihnya adalah asam amino yang dapat disintesis dari asam amino lain. Selama keadaan kelaparan pengurangan rangka karbon digunakan untuk menghasilkan energi. Glycine. Asam amino glukogenik adalah asam-asam amino yang dapat masuk ke jalur produksi piruvat atau intermediat siklus asam sitrat seperti α-ketoglutarat atau oksaloasetat. Leucine. Lisin dan leusin adalah asam amino yang semata-mata ketogenik. serta mengubah rangka karbon non asam amino menjadi asam amino dan turunan lain yang mengandung nitrogen. yang hanya dapat masuk ke intermediat asetil KoA atau asetoasetil KoA Sekelompok kecil asam amino yaitu isoleusin. Katalisator reaksi ini adalah enzim glutamat dehidrogenase dan selanjutnya oleh aspartat aminotransferase. amino Phenylalanine*. asam amino dikelompokkan menjadi 3 kategori yaitu asam amino glukogenik. Tetapi. Rangka karbon umumnya diubah menjadi karbohidrat melalui jalur glukoneogenesis. dengan proses oksidasi menjadi CO2 dan H2O. Berkaitan dengan hal ini. Asam amino ini dinamakan asam amino non-esensial. Methionine*. deaminasi dan pembentukan urea. Semua asam amino kecuali lisin dan leusin mengandung sifat glukogenik. threonin. Lysine. Glutamine. seharusnya kita kenal bahwa ada 3 kemungkinan penggunaan asam amino. Tyrptophan. Asam Alanine. fenilalanin.

Peran penting glutamat adalah sebagai donor amino intraseluler utama untuk reaksi transaminasi. alanin. Melalui transaminasi piruvat dengan bantuan enzim alanin transaminase. SGPT). 6 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo . tetapi umumnya oleh otot. Ada 2 jalur utama untuk memproduksi alanin otot yaitu: 1. Biosintesis alanin Alanin dipindahkan ke sirkulasi oleh berbagai jaringan. di mana rangka karbon didaur ulang dan mayoritas nitrogen dieliminir. kebalikan transaminasi yang terjadi di otot dan secara proporsional meningkatkan produksi urea. Alanin dipindahkan dari otot ke hati bersamaan dengan transportasi glukosa dari hati kembali ke otot.Aspartat juga diturunkan dari asparagin dengan bantuan asparaginase. Sedangkan aspartat adalah sebagai prekursor ornitin untuk siklus urea. jaringan perifer mengekspor piruvat dan amonia ke hati. Proses ini dinamakan siklus glukosa-alanin. Secara langsung melalui degradasi protein 2. Alanin dibentuk dari piruvat. Fitur kunci dari siklus ini adalah bahwa dalam 1 molekul. Kondensasi dari ATP dan metionin dikatalisis oleh enzim metionin adenosiltransfrease menghasilkan S- adenosilmetionin (SAM). Glutamat + piruvat α-ketoglutarat + alanin Siklus glukosa-alanin Biosintesis sistein Sulfur untuk sintesis sistein berasal dari metionin. ALT (juga dikenal sebagai serum glutamat-piruvat transaminase. Hati mengakumulasi alanin plasma.

Selanjutnya dengan bantuan enzim sistationin liase sistationin diubah menjadi sistein dan α-ketobutirat. Dalam produksi SAM. Gabungan dari 2 reaksi terakhir ini dikenal sebagai trans-sulfurasi. S-adenosilhomosistein selanjutnya berubah menjadi homosistein dan adenosin dengan bantuan enzim adenosilhomosisteinase. Akibat dari tranfer metil adalah perubahan SAM menjadi S-adenosilhomosistein. Homosistein dapat diubah kembali menjadi metionin oleh metionin sintase. homosistein berkondensasi dengan serin menghasilkan sistationin dengan bantuan enzim sistationase. Reaksi transmetilasi melibatkan SAM sangatlah penting. semua fosfat dari ATP hilang: 1 sebagai Pi dan 2 sebagai Ppi. Dalam sintesis sistein. Peran metionin dalam sintesis sistein 7 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo . Biosintesis S-adenosilmetionin (SAM) SAM merupakan precursor untuk sejumlah reaksi transfer metil (misalnya konversi norepinefrin menjadi epinefrin). tetapi dalam kasus ini peran S-adenosilmetionin dalam transmetilasi adalah sekunder untuk produksi homosistein (secara esensial oleh produk dari aktivitas transmetilase). Adenosin diubah menjadi metionin bukan AMP.

Dengan glutamat semialdehid menjadi intermediat titik cabang menjadi satu dari 2 produk atau lainnya. Fenilalanin hidroksilase adalah campuran fungsi oksigenase: 1 atom oksigen digabungkan ke air dan lainnya ke gugus hidroksil dari tirosin. Setengah dari fenilalanin dibutuhkan untuk memproduksi tirosin. Produksi ornitin dari glutamat penting ketika diet arginin sebagai sumber lain untuk ornitin terbatas. ornitin didapatkan dari siklus urea ditambah dari glutamat semialdehid yang menghambat reaksi aminotransferase. yang dipertahankan dalam status tereduksi oleh NADH-dependent enzyme dihydropteridine reductase (DHPR). hal ini akan mengurangi kebutuhan fenilalanin sampai dengan 50%. sesuai untuk transaminasi subsekuen. Reduktan yang dihasilkan adalah tetrahidrofolat kofaktor tetrahidrobiopterin. Penggunaan glutamat semialdehid tergantung kepada kondisi seluler. ketika konsentrasi arginin meningkat. NADH- linked dehidrogenase mengubah 3-fosfogliserat menjadi sebuah asam keto yaitu 3- fosfopiruvat. Ornitin memainkan peran signifikan sebagai akseptor karbamoil fosfat dalam siklus urea. Ornitin bukan salah satu dari 20 asam amino yang digunakan untuk sintesis protein. Semialdehid didaur secara spontan menjadi Δ 1pyrroline-5- carboxylate yang kemudian direduksi menjadi prolin oleh NADPH-dependent reductase.Biosintesis tirosin Tirosin diproduksi di dalam sel dengan hidroksilasi fenilalanin. Hasilnya adalah akumulasi semialdehid. Biosintesis serin Jalur utama untuk serin dimulai dari intermediat glikolitik 3-fosfogliserat. Produksi ornitin dari semialdehid melalui reaksi glutamat-dependen transaminasi. Ornitin memiliki peran penting tambahan sebagai prekursor untuk sintesis poliamin. Biosintesis tirosin dari fenilalanin Biosintesis ornitin dan prolin Glutamat adalah prekursor ornitin dan prolin. Jika diet kita kaya tirosin. Aktivitas aminotransferase 8 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo .

glutamat dan glutamin Glutamat disintesis dengan aminasi reduktif α-ketoglutarat yang dikatalisis oleh glutamat dehidrogenase yang merupakan reaksi nitrogen-fixing. Reaksi ini menggunakan analog asam α-keto aspartat. Sehingga. Aspartat juga dapat dibentuk dengan deaminasi asparagin yang dikatalisis oleh asparaginase. 9 Mineral-Biokimia-Progsus D3 Kebidanan di Dinkes Ponorogo . Glutamat juga dihasilkan oleh reaksi aminotranferase. oksaloasetat. Biosintesis glisin Jalur utama untuk glisin adalah 1 tahap reaksi yang dikatalisis oleh serin hidroksimetiltransferase. Asparagin sintetase dan glutamin sintetase mengkatalisis produksi asparagin dan glutamin dari asam α-amino yang sesuai. yang diubah menjadi serin oleh fosfoserin fosfatase. Tetapi asparagin terbentuk oleh reaksi amidotransferase.dengan glutamat sebagai donor menghasilkan 3-fosfoserin. AST. glutamat merupakan kolektor umum nitrogen amino. Glutamin dihasilkan dari glutamat dengan inkorporasi langsung amonia dan ini merupakan reaksi fixing nitrogen lain. N10-metilen- THF. yang dalam hal ini nitrogen amino diberikan oleh sejumlah asam amino lain. Biosintesis aspartat. asparagin. menghasilkan glisin dan N 5. Reaksi ini melibatkan transfer gugus hidroksimetil dari serin untuk kofaktor tetrahidrofolat (THF). Aspartat dibentuk dalam reaksi transaminasi yang dikatalisis oleh aspartat transaminase. dan glutamat sebagai donor amino.