PENELITIAN TINDAKAN KELAS

MAKALAH

Untuk memenuhi tugas matakuliah Metode Penelitian Kuantitatif
yang dibina oleh
Ibu Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D dan Ibu Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si

Disusun oleh
Mustafa Ainul Yaqin 160341800471
Nurul Zakiyatin Nisak 160341801273
Warni Makmur 160341801286

The Learning University

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
November 2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan segala rahmat dan hidayahNya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “Penelitian Tindakan Kelas”.
Penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu
dalam penyelesaian makalah ini, baik yang berupa sumbangan pikiran,
bimbingan, ide dan motivasi yang sangat berarti, terutama ditujukan kepada:
1. Ibu Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D dan Ibu Dr. Sri Rahayu Lestari,
M.Si sebagai dosen pembina matakuliah Metodologi Penelitian Kuantitatif.
2. Rekan-rekan mahasiswa biologi yang telah memberikan bantuan, semangat
dan motivasi.
Segala bantuan yang diberikan kepada penulis semoga menjadi amal ibadah dan
diridhoi Allah SWT.
Penulis menyadari dalam makalah ini masih terdapat kekurangan. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca
demi kesempurnaan makalah ini. Terakhir penulis menyampaikan harapan
semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.

Malang,
November 2016

Penulis

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN............................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................................ 1
B. Masalah atau Topik Pembahasan ................................................................ 2
C. Tujuan Penulisan Makalah .......................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN ................................................................................ 3
A. Definisi penelitian tindakan ........................................................................ 5
B. Prinsip dan karakteristik dari penelitian tindakan ....................................... 7
C. Partisipator atau yang terlibat aktif dalam penelitian tindakan ................... 12
D. Penelitian tindakan sebagai praxis kritis ..................................................... 13
E. Penelitian tindakan dan teori kompleksitas ................................................. 16
F. Prosedur dalam penelitian tindakan ............................................................. 16
G. Laporan penelitian tindakan ........................................................................ 33
H. Refleksif dalam penelitian tindakan............................................................ 36
I. Beberapa hal paktis dan materi menurut teori ............................................. 37

BAB III PENUTUP ........................................................................................ 39
A. Simpulan ..................................................................................................... 39
B. Saran ............................................................................................................ 40

DAFTAR RUJUKAN .................................................................................... 41

ii

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Upaya meningkatkan mutu pendidikan adalah fokus utama dalam
pembangunan pendidikan dewasa ini, dan efektivitas pembelajaran oleh guru
profesional adalah faktor utama peningkatan mutu. Guru sebagai pendidik
profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan,
melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik membutuhkan peningkatan
profesional secara terus menerus. Melalui penelitian tindakan kelas, seorang guru
memperoleh pemahaman tentang apa yang harus dilakukan, merefleksi diri untuk
memahami dan menghayati nilai pendidikan dan pembelajarannya sendiri, dapat
bekerja secara kontekstual, dan mengerti sejarah tentang pendidikan dan
persekolahannya, demikian Stephen Kemmis dan Robbin McTaggart (dalam
Aswandi, 2006).
Penelitian tindakan kelas digunakan dalam memberi inovasi di bidang
pendidikan, yang berkaitan dengan relevansi, efisiensi, dan equalisasi. Ketiga hal
di atas bisa dilihat sebagai hasil dari adanya input dan sekaligus proses
pendidikan. Inovasi pendidikan diperlukan apabila pendidikan menunjukkan
bahwa baik proses maupun output pendidikan tidak efisien, tidak relevan, dan
tidak merata. Input pendidikan sangat dipengaruhi oleh faktor sosial demografis,
ekonomis, dan adanya ketimpangan sosial ekonomi, di kalangan masyarakat.
Sedangkan output pendidikan yang dihasilkan oleh proses pendidikan yang tidak
sehat mengakibatkan produk pendidikan tidak relevan dengan kebutuhan
masyarakat, biaya per satuan produk menjadi mahal dan hasil pendidikan
memperlebar jurang pemisah antara kaya dan miskin dalam arti pendidikan hanya
bisa dinikmati oleh golongan yang relatif kaya (elitis).
Setiap inovasi pendidikan mencakup tiga dimensi, yakni penyebab,
sasaran, dan hasil. Pada hakekatnya setiap usaha inovasi dalam pendidikan di
samping mengolah proses inovasi itu sendiri untuk mencapai hasil yang optimal
juga harus memperhatikan dan berusaha mengubah faktor penyebab. Penelitian
tindakan dapat membantu memperbaiki dan meningkatkan kualitas, dengan kata

1

Bagaimana laporan penelitian tindakan? 8. Mengetahui laporan penelitian tindakan? 8. Bagaiamana penelitian tindakan dan teori kompleksitasnya? 6. Mengetahui prinsip dan karakteristik dari penelitian tindakan? 3. 1. Apa definisi penelitian tindakan? 2. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah. Apa saja hal praktik dan teoritis dalam penelitian tindakan ? C. Bagaimana refleksi dalam penitian tindakan? 9. Mengetahui penelitian tindakan dan teori kompleksitasnya? 6. Mengetahui penelitian tindakan dapat dikatakan sebagai praxis kritis? 5. Mengetahui prosedur penelitian tindakan ? 7. TUJUAN PENULISAN MAKALAH Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah : 1. Bagaiamana prinsip dan karakteristik dari penelitian tindakan? 3. Mengetahui refleksi dalam penitian tindakan? 9. Mengetahui partisipator atau yang terlibat aktif dalam peelitian tindakan? 4. Bagaiamana penelitian tindakan dapat dikatakan sebagai praxis kritis? 5. Bagaiamana partisipator atau yang terlibat aktif dalam peelitian tindakan? 4. B. Mengetahui definisi penelitian tindakan? 2. maka topik pembahasan diantaranya. Mengetahui hal praktik dan teoritis dalam penelitian tindakan ? . 2 lain penelitian tindakan dipandang dapat sebagai alat untuk mencapai suatu tujuan. Bagaimana prosedur penelitian tindakan ? 7.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Penelitian tindakan adalah sesuatu jalan yang dikenal dalam penelitian guru di lembaga masing-masing. mengemukakan merencanakan dengan sengajauntuk mengubah kehidupan yang kurang beruntung. menunjukkan dan melaporkan dari penelitian tindakan.Hal ini dapat dilakukan oleh guru masing-masing . Dalam bab ini bagian penting memperkenalkan rencana. Ini merupakan kombinasi dari tindakan dan penelitian yang berkontribusi untuk daya tarik bagi para peneliti. Hal ini dapat digunakan hampir di setiap pengaturan di mana masalah yang melibatkan orang . penyedia fasilitas staf pembangunan membawa perubahan. 2002a: 6) adalah alat untuk merubah dan memperbaiki di tingkat lokal. prasangka pelatihan dan sosialisasi. Menurut Kurt Lewin sebagai bapak pendiri penelitian tindakan. terkadang disebut landasan penelitian oleh praktisioner (McNiff. dan kelopmok serta komunitas yang menerima tanggung jawab dalam penelitian tersebut. universitas dan 3 . guru dan dosen dan kelompok pendidikan. mungkin dengan pihak yang berkepentingan seperti penasihat. termasuk :  Definisi penelitian tindakan  Prinsip dan karakteristik dari penelitian tindakan  Partisipator atau yang terlibat aktif dalam penelitian tindakan  Penelitian tindakan sebagai praxis kritis  Penelitian tindakan dan teori kompleksitas  Prosedur dalam penelitian tindakan  Laporan penelitian tindakan  Refleksif dalam penelitian tindakan  Beberapa hal paktis dan materi menurut teori Penelitian tindakan. Ruang lingkup penelitian tindakan sebagai salah satu metode yang luar biasa. atau seorang guru atau guru yang bertugas di samping seorang peneliti atau para peneliti dalam hubungan yang berkelanjutan . tugas-tugas dan prosedur yang berteriak dari solusi . pekerjaan. atau di mana beberapa perubahan dari fitur yang lebih mengakibatkan hasil yang diinginkan . sekelompok guru bekerja sama dalam satu sekolah.

Guru sebagai pendidik diharapkan dapat menjadi lebih peka terhadap permasalahan pembelajaran.  Prosedur dan evaluatif .mendorong sikap untuk bekerja lebih positif.  menjadi lebih efektif jika mereka (siswa) terpacu untuk memeriksa dan menilai kerja mereka sendiri dan kemudian mempertimbangkan cara bekerja secara berbeda  saling membantu dengan pekerjaan kolaboratif . dengan fokus pada praktis masalah yang telah diidentifikasi oleh peserta yang keduanya bermasalah dan belum mampu berubah (Elliott 1978: 355-6).mengadopsi pendekatan terpadu untuk belajar dalam preferensi untuk subjek tunggal dalam gaya belajar mengajar . meningkatkan kesadaran diri  Pengelolaan dan pengendalian .meningkatkan keterampilan mengajar . menyusun rancangan dan solusi atau memberikan alternatif pemecahannya melalui penelitian tindakan kelas. misalnya:  Metode pengajaran . meningkatkan kekuatan daya analisis. 4 sponsor di pinggiran. Ferrance ( 2000 ) berpendapat dalam penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru ialah:  Bekerja terbaik dalam persoalan dimana mereka harus mengidentifikasi untuk dirinya sendiri. atau memodifikasi sistem nilai yang berkaitan dengan beberapa aspek kehidupan  Guru Melanjutkan perkembangan secara professional . meningkatkan salah satu metode dari metode penilaian lanjutan  Sikap dan Nilai-nilai . Penelitian tindakan menggabungkan diagnosis. khususnya pembelajaran bahasa di kelas sehingga pada akhirnya dapat mengidentifikasikan permasalahan.meningkatkan efisiensi beberapa aspek administratif dari sisi kehidupan sekolah . mengembangkan metode belajar baru. Tindakan yang dapat digunakan di berbagai daerah . bertahap dalam pengenalan teknik modifikasi perilaku  Adminsitrasi . tindakan dan refleksi (McNiff 2002: 15).mengganti metode tradisional dengan penemuan metode  Strategi Pembelajaran .

5  dapat membantu sesama dalam pembangunan profesional dengan bekerja bersama-sama. dan dibangun di dalam prinsip ini. penulis dan kepemilikan. sebuah proses pemecahan masalah dan berorientasi pada pendekatan. generasi dan analisis data dan pembagian kekuasaan dan kontrol atas hasil penelitian .Ebbutt (1985). misalnya Hopkins (1985) menyatakan bahwa kombinasi dari penelitian tindakan dalam bentuk disiplin. Penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian parsipatif. Corey (1953) berpendapat bahwa penelitian tindakan adalah sebuah proses di mana studi ilmiah para praktisi masalah sehingga mereka dapat menilai. memperbaiki dan mengarahkan pengambilan keputusan dan praktek. dengan maksud untuk . Kemmis dan McTaggart (1992) berpendapat bahwa melakukan penelitian tindakan adalah untuk merencanakan. A. Komitmen adalah fitur dari penelitian tindakan. dan menggunakan produk. pengembangan suara peserta . observasi dan merenungkan dengan cermat. Penelitian ini menjadi suatu usaha bersama dan kolektif . Cohen dan manion (1994) mendefinisikannya sebagai campur tangan dalam fungsi yang sebenarnya dari kata yang erat dan penilaian terhadap efek dari intervensi seperti itu. menganggap penelitian tindakan merupakan sebuah studi sistematis yang menggabungkan tindakan dan refleksi dengan maksud untuk meningkatkan latihan. diambil oleh carr dan kemmis (1986) yang menganggap sebagai bentuk dari penyelidikan selektif oleh peserta yang dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan pemahaman mereka dari kegiatan mereka. bertindak. dalam banyak bidang . DEFINISI PENELITIAN TINDAKAN Perbedaan konsep penelitian tindakan yang dapat mengungkapkan ciri khas dalam beberapa definisi dari penelitian tindakan . yang gema karya habernas . dan partisipator penelitian tindakan memerlukan keduanya untuk membangun komitmen. emancipatory agenda dan tujuan iklan politik etis tanggung jawab dan perilaku. agenda dan masalah. Ferrance (2000) menegaskan bahwa penelitian tindakan dibangun dalam . termasuk: kepentingan penelitian . penyelidikan yang ketat dimana sebuah usaha pribadi yang dibuat untuk memahami. Sikap yang lebih filosofis pada penelitian tindakan.

ketika mereka berpikir tentang apa yang mereka ajarkan.Kelompok budaya yang dapat ditentukan secara zat dan sifat bentuk. Kemmis dan McTaggart ( 1992 ) menunjukkan bahwa: Tindakan adalah terlibat dalam penelitian. meskipun hal ini penting untuk menyadari penelitian tindakan dari individu dalam anggota (Kemmis dan McTaggart. dan bahasa dan kegiatan sosial dan kegiatan dan hubungan organisasi yang merupakan kelompok dari interaksi itu (Kemmis dan Mc Taggart. atau meningkatkan . budaya dan seluruh masyarakat dimana mereka berasal. 6 meningkatkan keadilan sosial. yang sama. membuat banyak berlatih dalam pendidikan. dengan demikian berjuang untuk mengatasi yang dianggap sebagai penelitian untuk berdampak pada kegagalan . wacana. tindakan para peneliti mendukung pandangan bahwa orang dapat menciptakan identitas mereka sendiri dan harus memungkinkan orang lain untuk melakukan. Penelitian tindakan adalah tindakan yang lebih . yang dapat diakses oleh guru lain. Mcniff (2002) menyarankan. praktek. Stenhouse (1979) menyatakan bahwa penelitian tindakan seharusnya tidak hanya berkontribusi untuk praktek. Kemmis dan mctaggart (1992) membedakan penelitian tindakan dari tindakan guru setiap harinya :  hal ini tidak biasa dengan cara berpikir guru. 1988). di lain pihak. 1992). juga sebagai pemahaman mereka dari praktek ini dan situasi di mana praktek ini dilakukan keluar dari pendekatan yang hanya penelitian tindakan kolaboratif. 1995). tetapi dapat berkontribusi bagi penggemar teori pendidikan dan pengajaran. Penelitian tindakan adalah tindakan yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara penelitian dan praktek (Somekh. Beberapa hal dari penelitian tindakan menurut Kemmis dan McTaggart (1988) yaitu: Penelitian tindakan adalah bentuk dari mengumpulkan penyelidikan penuh pikiran dalam diri oleh peserta dalam situasi sosial dalam rangka untuk meningkatkan rasionalitas dan keadilan sosial yang sendiri atau pendidikan praktek. orang yang berubah di satu sisi. Grundy (1987) menganggap penelitian tindakan berkaitan dengan peningkatan kondisi keberadaan social.

sekolah dan masyarakat B. Penelitian tindakan melibatkan pemunculan masalah. 7 sistematis dan kerja sama dalam mengumpulkan bukti yang menjadi dasar kelompok dalam refleksi yang ketat. Noffke dan Zeichner (1987) membuat beberapa klaim untuk penelitian tindakan dengan guru. yaitu:  membawa perubahan dalam definisi mereka dari keterampilan profesional dan peranannya  meningkatkan perasaan mereka dari keyakinan diri dan kepercayaan  meningkatkan kesadaran mereka dari keputusan kelas  meningkatkat kepribadian mereka menuju refleksi diri  merubah nilai-nilai mereka dan keyakinan  meningkatkan kesesuaian antara teori praktis dan praktik  memperluas pandangan mereka atas mengajar. Bukan hanya diawali dari pandangan dari ‘masalah’ sebagai patologi. Hal ini sesuai dengan pencarian untuk memperbaiki dan mengubah keadaan dengan memahami dan belajar bagaimana untuk memperbaiki dari efek perubahan yang dilakukan . dan penelitian quasi experiment yang posisinya banyak digunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan.  Penelitian tindakan bukan metode ilmiah dalam menerapkan pada proses mengajar.  Hal ini tidak melakukan penelitian untuk orang lain. untuk membantu mereka meningkatkan apa yang mereka lakukan . PRINSIP DAN KARAKTERISTIK DARI PENELITIAN TINDAKAN Penelitian tindakan kelas ini mempunyai karakteristik yang berbeda dengan metode penelitian konvensional seperti misalnya penelitian deskripstif. Hult dan dan Lennung (1980) dan McKernan (1991) menyarankan penelitian tindakan:  Dibuat untuk pemecahan masalah praktis disamping mengembangkan pengetahuan ilmiah . expost facto.  Tidak hanya pemecahan masalah. experiment. termasuk bagaimana cara kerjanya dengan dan untuk orang lain. tidak hanya sekedar memunculkan masalah. Penelitian tindakan adalah penelitian oleh orang-orang tertentu pada pekerjaan mereka masing- masing.

Pandangan yang terakhir diungkapkan oleh Winter’s (1996) tentang enam prinsip utama dari penelitian tindakan yaitu:  Kritik reflektif. 8  Meningkatkan kompetensi dari pemeran serta (peserta didik)  Bersifat kolaboratif  Menerima tanggung jawab langsung in situ  Menggunakan umpan balik dari data dalam proses siklik secara terus menerus  Berusaha memahami komplek khusus dalam situasi social  Berusaha memahami proses perubahan dengan system social  Memahami kerangka pendapat (sependapat) dari moral/etika  Berusaha meningkatkan kualitas tindakan manusia  Fokus dalam masalah tersebut  partisipator  sering digunakan dalam situasi belajar  Cenderung menghindari paradigm dari penelitian terikat dan varibel control  Formatif. seperti definisi dari masalah. tujuan dan metode kemungkinan akan mengubah proses dari penelitian tindakan  Mencakup evaluasi dan refleksi  Merupakan metode terencana  Menyumbangkan untuk bidang ilmu sains atau ilmiah dari pendidikan  Berusaha untuk memberikan penelitian yang dapat digunakan dan disebarkan oleh partisipan  Mempunyai tujuan kritis dalam beberapa bentuk atau jenis  Berusaha untuk menjadi emansipator (orang yang mengemansipasi) Zuber-Skerrit (1996) menyarankan penelitian tindakanadalah: Kritis (menkritisi diri) penyelidikan kolaboratif oleh praktisi yang reflektif dan membuat hasil evaluasi dari praktek mereka dan terlibat dalam pemecahan masalah danmelanjutkan pengembangan profesi. yang mana proses menjadi sadar diri dari penyimpangan perseps  kritik dialek. merupakan sebuah cara pemahaman hubungan antara unsur- unsur yang membuat berbagai fenomena dalam konteks kita .

tindakan dan konsekuensi dalam hidup mereka sendiri . yang melibatkan pengembangan berbagai kritik. 9  kolaborasi. melihat teori dan praktek yang belum saling melengkapi fase pelengkap dalam proses perubahan. tindakan dan konsekuensi dan datang untuk memahami hubungan antara keadaan.  menciptakan struktur jamak.  teori dan praktek diinternalisasi. tindakan dan refleksi. pengamatan ini bertujuan membuat masyarakat dari orang-orang yang dilakukan untuk mencerahkan diri dengan keadaan. critiques. pemahaman dari kita sendiri untuk mengambil proses dan kesediaan untuk dan dikritik dengan ikhlas. Beberapa definisi memiliki kesamaan penelitian tindakan memiliki prinsip utama yang dikemukakan oleh Kemmis dan McTaggart (1992):  penelitian tindakan adalah pendekatan untuk meningkatkan pendidikan oleh perubahan itu dan pembelajaran dari konsekuensi perubahan  penelitian tindakan merupakan tindakan partisipatif di mana orang-orang yang melakukan peningkatan penelitian dari penelitian mereka (penelitian orang lain)  penelitian tindakan adalah kolaboratif dan melibatkan mereka yang bertanggung jawab atas tindakan dalam meningkatkan itu  Penelitian tindakan menetapkan kelompok mengkritisi diri dari partisipasi masyarakat dan semua orang yang bersekongkol dalam tahap perencanaan. daripada sebuah interpretasi tunggal yang berwenang. meskipun tetap terbuka untuk kejutan dan responsif untuk peluang  Penelitian tindakan melibatkan orang dalam teori tentang praktek mereka yang ingin tahu tentang keadaan. hubungan dan konsekuensi tindakan dengan kondisi mereka. dari institusi dan menjadi emancipating pribadi dan kendala yang membatasi kekuasaan mereka untuk hidup sendiri dan pendidikan yang mereka nilai-nilai sosial  Penelitian tindakan adalah sebuah pembelajaran sistematis proses di mana orang bertindak sengaja. . yang dimaksudkan untuk berarti bagi setiap orang dalam mengambil sebuah kontribusi untuk memahami situasi  mempertaruhkan gangguan. dan melakukan proses.

tapi melebar masyarakat berpartisipasi tindakan para peneliti sehingga secara bertahap termasuk lebih dan lebih dari yang terlibat dan terpengaruh oleh praktek di pertanyaan  penelitian tindakan yang memungkinkan kita untuk membangun perbaikan catatan kita ialah (a) kita mengubah rekaman dari kegiatan dan praktik . bertindak.  Penelitian tindakan dimulai dari kecil. kesan dari reaksi dan apa yang terjadi  Penelitian tindakan yang melibatkan menjaga sebuah jurnal pribadi kita yang kita tahu tentang perkembangan dan refleksi dari dua set pembelajaran paralel  Penelitian tindakan ini adalah proses politik karena menyangkut kita dalam melakukan perubahan yang akan mempengaruhi orang lain  Penelitian tindakan melibatkan orang yang membuat situasi analisis kritis (kelas. (c) rekaman perubahan . (b) catatan dari perubahan dalam bahasa dan wacana di mana kita menjabarkan .  Hal yang penting dalam penelitian tindakan adalah berpikiran terbuka atau tidak hanya melibatkan menjaga catatan yang menjelaskan apa yang terjadi. dan berjalan ke arah perubahan yang luas bahkan kritis dari ide-ide atau lembaga yang pada akhirnya akan mengarah pada reformasi ruang kelas yang lebih umum . dengan bekerja melalui perubahan yang bahkan satu orang bisa mencobanya sendiri. 10  Penelitian tindakan menyatakan bahwa teori tentang praktek mereka . ide dan asumsi tentang institusi-institusi yang akan diuji dengan mengumpulkan bukti yang meyakinkan mereka bahwa sebelum mereka praktik. sekolah sistem) yang terstruktur situasi ini adalah konstitusional. mengamati dan mencerminkan yang bisa membantu untuk mendefinisikan isu- isu. menjelaskan tentang dan kami membenarkan praktik . tetapi juga mengumpulkan dan menganalisis penilaian kami. ide-ide dan asumsi yang lebih jelas sehingga orang-orang yang terlibat dapat mendefinisikan lebih banyak kekuatan pertanyaan untuk diri mereka sebagai pekerjaan mereka berkembang  tindakan penelitian kecil mulai dengan groupd rekan kerja. ide dan asumsi yang salah. sekolah atau kebijakan sistem dan praktik.  Penelitian tindakan dimulai dengan siklus kecil perencanaan.

dan untuk mengevaluasi hasil latihan strategi diuji coba dalam penelitian tindakan ini adalah sebuah kegiatan kelompok dan tidak individualistic. Penelitian tindakan yang kepatuhan terhadap kegiatan kelompok yang berasal dari beberapa sumber. 1988). menunjukkan bahwa guru lebih mungkin untuk mengubah perilaku dan sikap mereka (peserta didik) jika mereka telah terlibat dalam penelitian. yaitu menghancurkan dinamisme kelompok. . Misalnya. Mereka berpendapat. dan (d) catatan dari perkembangan dalam penguasaan penelitian tindakan  penelitian tindakan yang memungkinkan kita untuk memberikan pendidikan yang bekerja sebagai pembenaran dari orang lain karena bagaimana kita dapat menunjukkan bukti yang kita telah berkumpul dan refleksi kritis yang kita lakukan telah membantu kita untuk menciptakan bangsa yang maju . mereka yang terpengaruh oleh perubahan yang direncanakan memiliki tanggung jawab utama untuk memutuskan secara kritis dari informasi yang diberikan pada tindakan yang sangat mungkin mengarah pada perbaikan. 11 dalam hubungan sosial dan membentuk organisasi yang menjadi ciri dan praktek kita membatasi . Kemmis dan McTaggart (1992) mengomentari komitmennya untuk pengambilan keputusan. menguji dan memeriksa secara kritis alasan apa yang kita lakukan Meskipun prinsip-prinsip ini menemukan dukungan luas pada penelitian tindakan . karena dengan adanya individualistik akan meneyababkan beberapa hal dalam penelitian tindakan. misalnya. Penelitian tindakan kolaboratif. yang menunjukkan tidak hanya kebutuhan masyarakat terhadap perubahan tersebut. mereka memerlukan beberapa komentar. kegiatan kolaboratif. namun mereka juga dapat dilakukan masalah kepemilikan dan yang menemukan keterlibatan yang menunjukkan bahwa mereka yang dekat dengan masalah berada di posisi yang terbaik untuk mengidentifikasi dan menemukan solusi (Morrison. ada penekanan yang kuat dalam penelitian tindakan ini pada prinsip-prinsip.

nilai-nilai. teori dan refleksi  membutuhkan dan memungkinkan peserta untuk memberikan gambaran pembenaran lain untuk beralasan untuk pekerjaan tersebut Beberapa prinsip-prinsip partisipatif penelitian tindakan. penelitian dan praktek  dimulai dari hal kecil  dimulai pada siklus kecil  dimulai dengan kelompok kecil (yang beranggotakan sedikit)  dan memungkinkan peserta untuk membuat catatan mengenai praktek bukti . dalam hal pemberdayaan dan advokasi tentang emansipasi. dengan demikian merupakan sebuah kritik dari mereka yang kuat dari pandangan teori pengetahuan . misalnya harus memiliki dasar dalam bidang sosial  Pengetahuan sebagai agen perubahan sosial secara keseluruhan. ide-ide dan praktek di praktek sesungguhnya  membutuhkan merekam untuk disimpan  peserta memerlukan untuk melihat di mereka pengalaman sendiri obyektif  adalah bagian dari sebuah proses politik (misalnya menuju demokrasi)  melibatkan orang dalam pembuatan analisis kritis dari situasi. PARTISIPATOR PENELITIAN TINDAKAN Partisipatif penelitian tindakan yang menarik perhatian di seluruh dunia. yaitu:  Dimulai dengan eksplisit menyatakan niat sosial dan politik yang didominasi dengan yang miskin dan kelompok dalam masyarakat  Harus melibatkan partisipasi dalam proses penelitian . 12 C. McTaggart (1989) menunjukkan bahwa penelitian tindakan ialah:  Berusaha untuk meningkatkan praktek sosial dengan mengubahnya  Memerlukan partisipasi (peran serta) asli  adalah kolaborasi  menetapkan diri dalam kelompok masyarakat kritis  adalah suatu proses sistematis untuk belajar  melibatkan orang dalam teori tentang nilai-nilai dan praktik mereka sendiri  membutuhkan orang untuk menguji asumsi mereka sendiri.

Hal terpenting agenda dan daerah dari fokus tersebut diidentifikasi oleh partisipan diri mereka sendiri. ketidak puasan siswa dengan kurikulum secara social). PENELITIAN TINDAKAN SEBAGAI PRAXIS KRITIS Kincheloe menunjukkan penelitian tindakan emansipatori memiliki 7 tahap. panduan . agenda untuk perubahan dan pembangunan. kesadaran akan kondisi struktural. dan rasisme.Ini mengakui peranan dari para peneliti sebagai pembina . tetapi alamat sesuai dengan kekuatan untuk peserta . 13  Berbasis epistemology sebagai akar dalam teori dan kritik dari hubungan subjek dan objek dalam penelitian  harus meningkatkan kesadaran dari individu. pengetahuan (contoh masalah yang menjadi konsekuensi dari tindakan yang mungkin. Penelitian tindakan parsipatoris berlaku oleh dan untuk diri mereka sendiri dengan aktivitas yang merupakan bentuk demokrasi dari parsipatoris. pengecualian sosial . sehingga berdasarkan kenyataan yang otentik dan yang dimiliki oleh para peserta dan masyarakat sendiri . ketidakberdayaan dalam pengambilan keputusan. Partisipatoris dalam penelitian tindakan tidak hanya dibedakan oleh metode yang kolektif (partisipasi dan demokrasi yang mencapai hasil suara. tapi mereka dibentuk oleh kekuatan organisasi dan struktural . kelompok dan bangsa Penelitian aksi partisipatoris tidak berarti bahwa semua peserta harus melakukan yang sama . yaitu:  membangun sebuah sistem makna  metode penelitian dominan dan efek mereka  memilih apa yang dijadikan untuk bahan belajar  memperoleh berbagai strategi riset . penelitian tindakan ini dianggap sebagai sebuah aktivitas. contoh kesenjangan pendidikan. emansipasi) tetapi dengan fokus (kesenjangan wilayah kekuasaan. Elliot (1991) berpendapat bahwa pemberdayaan tersebut harus berada di tingkat individu kolektif (berkelompok) daripada sebagai individu-individu yang tidak beroperasi adalah diri terhadap satu sama lain. Hal ini tidak hanya mengubah bentuk teori. D.

dan dengan emansipasi sebagai tujuannya . tetapi juga pada perubahan sistem itu sendiri atau mereka yang menghambat perbaikan kondisi yang diinginkan dalam sistem organisasi dan tidak ada hirarki . Zuber-Skerrit menunjukkan bahwa: Penelitian tindakan emansipatori adalah kolaboratif. Praxis di sini diartikan sebagai tindakan diberitahu melalui refleksi. tapi terbuka dankomunikasi simetris. Pengamatan . Kemmis (1997) menunjukkan bahwa perbedaan antara dua kubu yaitu praktisi reflektif dan para ahli teori kritis mereka hanya terletak pada makna penelitian tindakan. 14  membuat akal pada informasi yang dikumpulkan  mendapatkan kesadaran diam-diam asumsi teori-teori dan makna dalam memandu praktek  mengajar sebagai suatu emansipatori. Penelitian tindakan merupakan bagian dari agenda yang lebih luas untuk mengubah sebuah pendidikan dan mengubah masyarakat Salah satu istilah dalam penelitian ini adalah tindakan pemberdayaan. evaluasi dan evaluasi diri 4. Rencana strategis 2. Penelitian tindakan memberdayakan individu dan kelompok sosial untuk mengambil kontrol atas hidup mereka. dan penyelidikan kritis diri ke dalam masalah yang utama atau masalah atau perhatian dalam praktek mereka sendiri. 1996) Pendapat Zuber-Skerrit (1996) tentang Penelitian Tindakan : Penelitian tindakan adalah ketika emansipatori tidak hanya pada perbaikan teknis dan praktis dan lebih memahami para peserta . dasar praxis sebagai tindakan. Kritis dan kritis dari hasil refleksi diri dari poin 1-3 dan mengambil keputusan selama siklus penelitian tindakan (Zuber Skerrit. Untuk yang terakhir . kekhawatiran pemberdayaan yang .Mereka memiliki masalahnya dan merasa bertanggung jawab dan bertanggung jawab untuk itu melalui kerja tim dan melalui siklus mengikuti sebuah proses: 1. profesional yang dapat melalui otonomi pengembangan profesi. bersama dengan transformasi dan perubahan di tengah kondisi dan batas-batas yang ada . Tindakan . yakni melaksanakan rencana 3. adalah sebuah masalah besar.

 Mengadopsi pandangan sempit dan khusus dari emansipasi dan penelitian tindakan. Grundy (1996) berpendapat bahwa lebih baik yang berasal dari argumen yang satu dengan bukti dan alasan yang paling kuat. di masyarakat demokrasi. Beberapa kritik oleh beberapa ahli. memiliki tingkatan dalam penafsiran dari penelitian tindakan emansipatori. dengan demikian menyebabkan kondisi dari persamaan tersangka. 15 berkuasa lebih dari satu dalam kehidupan yang adil .  kekuasaan tidak dapat dibubarkan atau diulang hanya dengan rasionalitas  teori kritis tindakan penelitian praktis yang dapat mengurangi dampak dan batas-batas pengetahuan dalam akademi  Tidak kritis dan menentang diri  tidak kritis dan akan mendorong dengan yang sesuai untuk bersifat ortodoks  pemahaman baru di kelompok atas individu. perdebatan yang rasioanal akan memberdayakan seluruh peserta. dan merayakan dalam kelompok daripada luar kelompok. Dalam Kemmis dan McTaggart (1992) menimbulkan pertanyaan mengapa harus penelitian tindakan terdiri dari sebuah proses kelompok?  Hal yang menjadi ciri dari penelitian tindakan adalah tyang tidak dapat dipertahankan. sama-rata .  Mengasumsikan persetujuan rasional tercapai. berusaha untuk menangkap dan mengendalikan penelitian tindakan dengan acuan khusus – untuk bergerak menuju kesesuaian.  Hak istimewa dengan melihat sendiri dari keuntungan ilmiah (menolak objektivitas) dan kurangnya kerendahan hati  yang mengambil tindakan tidak melihat . dan bagaiamana melakukan yang terakhir  Mengikis kepentingan individu guru sebagai peneliti dalam pertolongan dari kelompok kritik diri. termasuk pandangan tentang:  Idealistis dan tidak realistis  Hal ini juga menjaga dan preskriptif.

. sangat problematis . PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN Penelitian tindakan (action research) adalah sebuah proses yang dinamis dan fleksibel serta tidak ada cetak biru yang eksis mengenai bagaimana cara melakukannya. meskipun mereka telah menangkap jaminan dari beberapa tempat yang tinggi . karena penelitian ini adalah penting . moral dan politik yang beroperasi dalam situasi tertentu . langkah-langkah berikut dapat mengilustrasikan sebuah pendekatan umum untuk digunakan (Creswell. PENELITIAN TINDAKAN DAN TEORI KOMPLEKSITAS Tidak hanya melakukan kajian.Hal ini hanya sebagai mengendalikan mereka sebagai agenda itu merupakan upaya untuk mengendalikan serangan. 16  penelitian yang mencoba mengarahkan kelopok dan alamat dari penelitian tindakan Tampaknya hal kritik yang berfungsi untuk mengingatkan pembaca yang kritis penelitian tindakan. etika . hubungan riset partisipatif dengan dan telah diambil dari afinitas dan kompleksitas penelitian tindakan. 2012). sebenarnya bertujuan untuk mengubah status. itu sendiri . terbuka dan bebas-linier  dapat menyebabkan bifurkasi (contoh. Namun. E. yaitu ketika suatu sistem bergerak ‘dari satu point stabilitas untuk lain’)  membutuhkan umpan balik dan awalan untuk maju  reflektif  menunjukkan minat dalam perkecualian (yang dapat menyebabkan perubahan besar)  tidak peduli dengan mengendalikan variabel  menerima bahwa sistem adalah yang dibutuhkan dalam tempat kompleks dan dinamis F. Phelps dan Graham (2010) memberikan catatan mereke tentang penelitian tindakan yaitu:  menerima bahwa sistem yang tak terduga. dengan kedok untuk memeriksa nilai . itu meninggalkan netral dan memiliki sebuah kegiatan yang eksplisit sosial . value-laden .

Langkah 2. Peneliti tindakan bisa juga memulai dengan mengidentifikasi sebuah area fokus. Permasalahan ini bisa jadi merupakan permasalahan yang Anda hadapi di praktek sendiri atau di dalam komunitas. menganalisa dan menginterpretasikan data. Untuk membantu dengan proses perenungan. Membentuk tim dengan personel dari universitas atau orang-orang yang memiliki pengetahuan di dalam . Penelitian tindakan juga membutuhkan pemahaman luas terhadap banyak tipe pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif untuk mengumpulkan informasi dalam rangka merancang sebuah rencana tindakan. atau mengembangkan sebuah rencana tindakan. Permasalahan riset hanyalah satu tempat dimana Anda mungkin memulai studi penelitianmu. biasanya yang ada di dalam situasi kerja atau komunitasmu. mengumpulkan data. Anda mungkin akan perlu mengkaji literatur dan menentukan apa yang telah dipelajari oleh orang lain mengenai menyelesaikan isu permasalahan. Langkah 3. Setelah merenung. Identifikasi Permasalahan Penelitian Faktor yang paling penting dalam penelitian tindakan adalah perlu memecahkan sebuah masalah praktis. Anda bisa menuliskan permasalahan atau memfrasekannya sebagai sebuah pertanyaan untuk dijawab. Temukan Sumberdaya untuk Membantu Mengatasi Masalah Eksplorasilah beberapa sumberdaya untuk membantu mempelajari permasalahan. Tentukan apakah Penelitian tindakan adalah Rancangan Terbaik untuk Digunakan Penelitian tindakan adalah sebuah bentuk terapan dari penelitian dan sangat berguna dalam banyak situasi. Bertanya kepada kolega untuk mendapatkan nasihat bisa pula membantu memulai studi penelitian. Riset ini memintamu mengalokasikan waktu untuk mengumpulkan dan menganalisa data dan untuk bereksperimen dengan pilihan yang berbeda untuk menyelesaikan masalah. Selain memulai dengan memecahkan sebuah masalah. Anda biasanya perlu kolaborator untuk berbagi hasil temuan dan yang bisa berguna sebagai rekan peneliti dalam proyek. Literatur dan data yang eksis bisa membantumu untuk merumuskan sebuah rencana tindakan. 17 Langkah 1. Anda bisa menggunakannya untuk menanggapi sebuah masalah. Anda bisa memasuki penelitian tindakan dari poin yang lain.

Hal ini berarti bahwa Anda perlu memutuskan siapa yang bisa menyediakan data. Individu yang melakukan proyek penelitian tindakan bisa juga membantumu selama studi risetmu. Identifikasi Informasi yang Diperlukan Rencanakan sebuah strategi untuk mengumpulkan data. waktu dan sumberdaya. Secara umum. Pilihanmu adalah untuk mengumpulkan data kuantitatif atau kualitatif. ke dalam tiga dimensi:  Experiencing/mengalami – mengamati dan mengambil catatan lapang  Enquireing/menyelidiki – bertanya kepada orang-orang untuk mendapatkan informasi  Examining/memeriksa – menggunakan dan membuat catatan Pilihan sumber data tergantung pada pertanyaan. Anda mungkin akan perlu memasukkan sebuah usulan untuk pengumpulan data dengan dewan peninjau institusi jika Anda berencana menggunakan riset untuk proyek riset kuliahmu. berapa banyak orang yang hendak Anda pelajari. Akan sangat berguna untuk memahami kemungkinan-kemungkinan yang eksis untuk kedua bentuk data ini. Selain itu. Langkah 4. 18 komunitas juga bisa menyediakan sebuah basis sumberdaya untuk sebuah proyek penelitian tindakan. semakin banyak sumber yang digunakan dan semakin banyak triangulasi diantara mereka. semakin Anda akan bisa memahami permasalahan dan mengembangkan rencana tindakan yang viable. individu seperti apa yang harus diakses. Pertimbangan lain adalah tipe data apa yang perlu Anda kumpulkan. seperti yang ditunjukkan dalam Bagan 17. atau keduanya. dan sumber informasi. Mungkin akan bijaksana untuk membatasi pengumpulan data dalam studi penelitian tindakan pertamamu sehingga Anda memiliki jumlah informasi yang dapat ditangani untuk kemudian dianalisa. telah mengorganisir sumber- sumber kuantitatif dan kualitatif. partisipanmu mungkin memiliki keterbatasan waktu untuk menyelesaikan . khususnya jika Anda mengumpulkan banyak sumber informasi. Implementasikan Pengumpulan Data Mengimplementasikan pengumpulan data akan membutuhkan waktu. Langkah 5. ketersediaan individual. Misalnya. dan laporan serta support yang bisa Anda harapkan untuk Anda peroleh dari mereka.7.

Mengembangkan Rencana untuk Tindakan Sebuah rencana bisa jadi merupakan sebuah pernyataan informal mengenai implementasi sebuah praktek pendidikan baru. Ide utamanya adalah untuk menjaga agar analisa data tetap dapat ditangani sehingga Anda bisa mengidentifikasikan informasi yang bermanfaat dalam merumuskan sebuah rencana tindakan. Langkah 6. Anda mungkin bisa secara formal menuliskan rencana ini atau menyajikannya sebagai sebuah uraian. meskipun Anda mungkin ingin membandingkan beberapa data kelompok atau menghubungkan beberapa variabel. Anda juga mungkin menunjukkan hasil penelitianmu kepada orang lain untuk menemukan bagaimana mereka akan menginterpretasikan hasil temuanmu. Menyimpan catatan informasi dengan akurat. Langkah 8. seperti guru. individu di kantor distrik. Poin penting adalah bahwa Anda kini memiliki sebuah strategi untuk mencoba beberapa ide dalam membantumu menyelesaikan permasalahanmu. Untuk . Dalam kebanyakan situasi. Anda akan mengimplementasikan rencana tindakanmu untuk melihat apakah hal ini memberikan perbedaan. mengorganisirnya ke dalam file data untuk analisa numerik ataupun tema. dan memeriksa kualitas informasi adalah langkah-langkah pengumpulan data yang penting. Mengimplementasikan Rencana dan Merenung Dalam banyak proyek penelitian tindakan. Menganalisa Data Anda mungkin memutuskan untuk menganalisa data sendiri atau meminta bantuan pendidik lain atau analis data. Anda bisa mengembangkannya sendiri atau berkolaborasi dengan personel sekolah dalam menuliskannya. Rencana ini bisa jadi merupakan rencana untuk merenungkan pendekatan-pendekatan alternatif untuk menanggapi permasalahan atau untuk berbagi apa yang telah Anda pelajari dengan orang lain. 19 instrumen atau terlibat dalam wawancara. Ini akan melibatkan mencoba sebuah solusi potensial terhadap permasalahanmu dan memonitor apakah ada dampaknya. statistik deskriptif akan memadai untuk analisa data penelitian tindakan yang Anda lakukan. atau sekolah dan komunitas yang lain. Langkah 7.

Dalam beberapa kasus. 2000) menyusun proses penelitian tindakan dalam empat tahap utama: perencanaan. Anda mungkin tidak akan mencapai sebuah solusi yang memadai. Anda mungkin perlu berbagi secara luas dengna kolega sekolah. pengamatan. dan refleksi. contohnya sebagai uji formatif. komite sekolah. Selain yang dikemukakan diatas. Anda juga akan perlu merenungkan tentang apa yang telah Anda pelajari dari mengimplementasikan rencanamu dan membaginya dengan orang lain. 20 menentukan perbedaan ini. 1996: 248) sangat berpengaruh dalam langkah-langkah dari penelitian tindakan yang dikemukakan oleh Kemmis and McTaggart (1981:2): . dan (2) tahap terapeutik di mana hipotesis diuji dengan campur tangan langung secara sadar atau percobaan in situ. tindakan. McTaggart. Manajemen seperti diatas dapat dikategorikan sebagai perencanaan spiral. Lewin (1946. Blum (asosiasi pendidikan nasional Amerika Serikat. atau para pembuat kebijakan. 2000) membagi penelitian tindakan menjadi dua tahap sederhana: (1) sebuah tahap diagnostik di mana masalah dianalisis dan hipotesis dikembangkan." Hasil uji yang berhasil adalah pembuatan rencana berdasarkan tindakan untuk mencapai tujuan yang diidentifikasi. hasil kerja Lewis yaitu kontes ketahanan (e. satu proyek penelitian tindakan seringkali akan mengarah pada proyek riset yang lain. Lewin mengakui bahwa ide awal bisa saja berubah. tindakan dan penemuan fakta terhadap keberhasilan tindakan yang diambil. yang disertai pengawasan dan evaluasi.g. dan Anda akan perlu mencoba ide lain dan melihat apabila hal ini memberikan hasil yang berbeda. Dengan cara ini. 1948 dalam Cohen. Menurut Cohen (2000). 1959 dalam Cohen. Langkah implementasi selanjutnya adalah menyertakan fakta-fakta yang telah ditemukan untuk memantau dan mengevaluasi tindakan. dan keputusan yang diambil pada langkah pertama. ada beberapa cara dari langkah-langkah penelitian tindakan yang telah dianalisis. peneliti universitas. Langkah ini dimasukkan ke rencana yang telah direvisi dan langkah-langkah implementasi. Anda bisa berkonsultasi pada tujuan awalmu atau pertanyaan riset yang hendak Anda jawab di dalam proyek penelitian tindakan. Menurut Lewin bahwa penelitian tindakan dimulai dengan ide pokok dan data yang dicari berdasarkan situasi yang sedang berlangsung.

Langkah kedua kemudian diterapkan. Rencana strategis . dan interpretasi. peneliti harus lebih berhati-hati. merekapitulasi masalah. 21 Dalam latihan. Mencari ide awal. Masing-masing digabungkan ke dalam sebuah siklus analisa. model penelitian tindakan dari Lewin adalah bagian-bagian dari model spiral. Setelah memutuskan tempat penelitian dan melakukan pengamatan pertama. pengamatan. Ide utama kemudian direvisi berdasarkan data-data baru dan langkah kedua bisa direncanakan bersamaan dengan langkah-langkah pengamatan yang sesuai. analisa. dan merencanakan cara untuk mengamati dampak dari langkah pertama tersebut. Menjadikan guru-guru sebagai pusat pembelajaran. Setelah tahap tersebut diterapkan. Mengklarifikasi (mencocokkan) situasi. Ketika memungkinkan untuk memperoleh fakta yang dicari dari hasil pengamatan . proses dimulai dari ide pokok tentang beberapa jenis peningkatan atau perubahan yang berterima. penerapan rencana. Ide utama pada sebuah “pengamatan’ atau kondisi-kondisi lapangan (kekinian). maka langkah pertama dapat diterima. Menurut McKernan (dalam Cohen. data-data baru akan bermunculan dan dampak dari tindakan dapat digambarkan dan dievaluasi. Mereka menyarankan langkah 2 dan 3 tidak perlu dicontohkan. evaluasi dan perencanaan ulang berlanjut. Keputusan ini harusnya memiliki akibat. dan tindakan berbentuk spiral. peneliti harus memutuskan arah tindakannya dimana tidak berlawanan (dengan apa yang akan diteliti). 2000). 2000) mengatur hal penting dalam penelitian tindakan kedalam proses yang bersiklus yaitu: 1. evaluasi keefektifitasan tindakan. 3. maka akan muncul langkah-langkah pencapaiannya. memonitori (pengamatan). Metode ini didukung oleh metode penelitian tindakan menurut Altricher dan Gstettner (1993 dalam Cohen. 2. Sebelum memulai langkah pertama. Setelah ide utama di tentukan. peneliti memutuskan ide utama dalam tindakan. Mengembangkan strategi tindakan dan menerapkannya dalam latihan. Dalam memutuskan yang mana yang pertama ditingkatkan. peneliti kemudian menentukan langkah tindakan yang pertama. perencanaan tindakan. dengan demikian menghindari kesenjangan yang dibuat-buat mungkin saja ada dalam pengumpulan data. 4. dan penemuan fakta tentangnya (tentang masalah yang akan diteliti). diamati serta dievaluasi. Gambaran ini di dalamya adanya timbal balik dan diantara siklus sangat penting untuk menyediakan refleksi. Zuber-skerritt (1996 dalam Cohen. 2000) dimana terdapat 4 langkah: 1.

Langkah 1: Mendefinisikan penelitian 2. 4. 2. Pelaksanaan rencana (tindakan) 3. mengevaluasi dan evaluasi diri 4. Mengevaluasi perubahan tindakan. 5. Mengidentifikasi sebuah aspek yang anda ingin tingkatkan.berpindah. Langkah 7: Menganalisis data evaluatif dan 8. 3. Langkah 6: Pemantauan perubahan 7. perubahannya 9. Langkah 2: Menggambarkan konteks dan situasi pendidikan.tidak bergerak) dan karya dari Beer et al (1990) dalam penjajaran tugas. dia mengambil karya yang terkenal Lewin (1952) analisis kekuatan lapangan dan teori perubahan (bergerak. Lanjutkan hingga anda merasa puas dengan aspek pekerjaan anda ( misalnya mengulang siklus ) . 5. apa yang telah terjadi . 6. Memodifikasi rencana terhadap apa yang telah ditemukan . 7. 8. dan melanjutkan. dan menempatkannya ke dalam penelitian tindakan yang sangat berguna. . Memantau dan merefleksi apa yang terjadi. Langkah 8: Meninjau perubahan dan memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Mengkritik dan mengkritik refleksi diri pada hasil dari tahap 1 sampai 3 dan membuat keputusan untuk siklus penelitian selanjutnya. Pengamatan . 4. Mencoba. Bassey (1998) menetapkan delapan tahapan dalam penelitian tindakan: 1. Membayangkan sebuah cara untuk maju. Dalam sebuah penerapan imajinatif dari teori penelitian tindakan untuk mengorganisir perubahan teori. Langkah 3: Mengumpulkan data evaluasi dan menganalisa data tersebut. Langkah 4: Mengkaji-ulang data dan mencari kontradiksi. menyusun 8 tahap proses penelitian tindakan: 1. Meninjau praktek yang sedang berlangsung. 22 2. 6. 3. Mcniff (2002). Langkah 5: Menangani kontradiksi dengan pengenalan perubahan.

2000 ) menetapkan 4 tahap yang lebih maju dari model penelitian tindakan: 1. Langkah 1: tentukan visi dan sasaran 2. Langkah 2: Mengidentifikasi penyebab masalah (penting). 23 Gambar 2. 6. Langkah 3: melaksanakan tindakan dan mengumpulkan data 4. Pendekatan lainnya menetapkan model 8 tahap: 1. 7. Sebuah model penelitian tindakan untuk perubahan organisasi Sagor (2005 dalam Cohen. Langkah 4: Dari jabaran diatas. ke masalah dan penyebabnya 5. Langkah 5: Mengidentifikasi kriteria keberhasilan dimana anda bisa menentukan solusi yang mana yang berhasil ketika diterapkan dan yang bisamenunjukkan tingkat keberhasilannya. kebutuhan yang harus di salurkan 3. 4. Langkah 4: merefleksikan data dan rencana tindakan. Langkah 1: Memutuskan dan menyetujui 1 masalah yang anda alami atau 2. Rencanakan penerapan solusi kedalam praktek. .1. amati. tentukan dan evaluasi. Langkah 2: menyampaikan sesuai teori 3. Langkah 3: Menjabarkan solusi yang memungkinkan penyelesaian masalah. Langkah 6: Menerapkan rencana. tentukan satu solusi yang paling pas.

menggunakan kriteria kesuksesan seperti dijelaskan di langkah 5 9. berusaha menyelesaikan masalah. Siklus penelitian tindakan . 2. Langkah 7: Mengevaluasi seberapa baik penerapannya dan penyelesaian masalah Atau kebutuhannya. Langkah 8: Meninjau ulang dan rencanakan kebutuhan-kebutuhan yang perlu dipenuhi berdasarkan evaluasi. Saling membantu dan mengembangkan keterlibatan guru 3. Berhasil. nyata. Merencanaan tindakan oleh pengajar sendiri 7. masalah-masalah yang teridentifikasi dari latihan sehari-hari. 4. Menerapkan tindakan 8. 2. yaitu: 1. Melibatkan tahap bebas dan tahap terpusat 6. Mengevaluasi keberhasilan tindakan dalam menyelesaikan masalah yang telah diidentifikasi • First plan action • Implement action • Then plan • Monitor action research (together) Act Plan thoughtf action ully Evaluate Research action action •Review (research process) • First produce data •Reflect (on action) (separately and • Then analyse data togeter) Gambar 2. Solusi disarankan oleh pengajar/peneliti yang terlibat 5. Mencari penyebab masalah dan mencoba menyelesaikannya. 24 8. Fitur-fitur utama dari penelitian tindakan.

b) Tahap ke dua melibatkan diskusi awal dan perundingan antara pihak yang terkait. with success intervention criteria Monitor and Implement record the implementatio intervention n/effects Gambar 2. sponsor. Gambaran penelitian tindakan Tripp menetapkan 8 tahap penelitian tindakan dan berusaha untuk menggabungkan beberapa tahap dan langkah dalam pengambilan penelitian tindakan. dalam kondisi apa kurikulum dapat menjadi faktor utama?. 25 Problem identifica- tion Possible interventio Problem ns to identification address problem How well Decision on intervention particular solved the intervention problem REFLECT Plan Review and interventation evaluate . Mungkin saja mengandung pernyataan dari pertanyaan yang terjawab (contoh. evaluasi. penasehat. peneliti. yang memungkinkan muncul dalam draft proposal. Masalah seharusnya diinterpretasi secara bebas sehingga lebih dapat diputuskan ke kepentingan perkenalan inovasi ke beberapa aspek program yang dirancang sekolah. a) Tahap pertama akan melibatkan identifikasi. guru-guru. apa faktor-faktor pembatas dalam perubahan-perubahan kurikulum yang efektif?. dan formulasi dari masalah yang didapatkan sebagai bagian penting dalam situasi mengajar setiap harinya.3. apa tahap penting dari penelitian tindakan yang bisa diterapkan dalam perubahan kurikulum?. Peneliti dalam kapasitasnya sebagai pembimbing (atau terkadang sebagai pengatur) mungkin mengeluarkan keahliannya untuk .

(contoh. c) Tahap ketiga dalam beberapa keadaan melibatkan tinjauan ulang dari karya peneliti lainnya untuk mengetahui apa yang bisa dipelajari dari perbandingan penelitian. Sebagian hal dari penelitian tindakan mungkin termasuk. metode pengajaran. atau seperangkat panduan tujuan. 26 memfokuskan masalah. Kadang-kadang merubah alat perantara secara bebas menyebabkan ketidaksesuaian dengan tujuan yang ingin dicapai dalam proses. alokasi sumber daya dan tugas. kemungkinan menentukan faktor penyebab atau merekomendasikan jalur alternative dari pendekatan yang digunakan. perusahaan dapat dengan mudah keguguran. perilaku. untuk menyebabkan terjadinya perubahan kurikulum. tahapannya dan masalah-masalah yang dihadapi. tujuan dan asumsi yang dibuat sangat jelas bagi semua pihak. contoh:  Awal dan akhir dari survey tindakan (sebelum dan ssesudah survey)  Sebuah experimental atau desain kuasi experimental (contoh. nilai. Disini harus dinyatakan bahwa penggabungan seluruh batasan dalam istilah “penelitian tindakan” mungkin menjadi sejumlah desain penelitian yang berbeda yang memasukkan perbedaan metode pengumpulan data. kemampuan dan tujuan dari guru yang terlibat harus berubah. d) Tahap keempat mungkin melibatkan perubahan dari pernyataan masalah awal. dan bila peran serta konsep utama ditegaskan ( misalnya umpan balik ). kecuali tujuan. atau dimana pre and post test dilakukan)  Penelitian yang membujur (melebihi durasi tindakan)  Observasi peserta dan bukan peserta  Wawancara dan catatan lapangan  Satu atau lebih studi kasus . untuk. tujuan-tujuannya. sampling. boleh dikatakan. dimana beberapa siswa/guru terlibat dalam tindakan dan beberapa yang tidak. Itu mungkin saja menyatu kedalam bentuk hipotesis yang dapat diuji. penyebaran staf dan seterusnya. Dalam tahap ini juga mengasumsikan dasar proyek yang dibuat jelas. e) Tahap kelima mungkin focus dengan pemilihan tahapan penelitian. Tahap ini sering menjadi faktor penting untuk kerjasama tersebut karena pada saat ini bahwa benih yang ditanam berhasil atau tidaknya. pilihan materi. administrasi.

Jika itu adalah tahap lama. dan mengklasifikasikan dan analisis data h) Tahap kedelapan dan terakhir. bahwa peneliti ingin menggunakan pendekatan eksperimental atau quasi-exsperimental dalam penelitian tindakan dalam upaya untuk mengidentifikasi kausalitas meskipun dikontrol intervensi. kesimpulan yang dapat ditarik. dengan intervensi terlibat. Pada ummumnya. dan secara keseluruhan evaluasi dari proyek. 27  Dokumentasi dari dan tentang partisipan  Data angket Dalam hal ini disarankan untuk pembaca ke bab di buku yang ber- hubungan mdengan metode ini. tapi apa yang membedakan tidak mungkin untuk penelitian pada tindakan bersama atau tindakan peran ini. pada bagian dari peneliti (peneliti-peneliti) atau apakah ini hanya sebagian data yang dikumpulkan. Sebagai penelitian tindakan dimaksudkan untuk membawa perubahan. tahap ini akan melibatkan penafsiran data.Itu akan mencakup jejeran kondisi dan metode pengumpulan data ( misalnya pertemuan sekali 2 minggu. dalam hal studi kasus. juga mungkin saja keduanya. Diskusi mengenai temuan akan berlangsung di cahaya sebelumnya setuju evaluatif kriteria. peneliti harus sangat berhati-hati dalam membuat perbedaan karena ada tumpang tindih antara keduanya. eksperimen dan quasi- eksperimen dan observasi. Banyak peniliti pemula tidak yakin apakah penelitian mereka adalah penelitian tindakan atau studi kasus. memelihara catatan. dan lain-lain). laporan terakhir. g) Tahap yang ketujuh mencakup pelaksanaan proyek itu sendiri ( lebih dari beberapa periode waktu ) . dengan kelompok kontrol dan eksperimental f) Tahap keenam akan berkaitan dengan pemilihan prosedur evaluasi yang harus menggunakan dan akan dbutuhkan untuk mengambil pertimbangan bahwa evaluasi dalam konteks ini akan berkesinambungan. namun jika itu yang terakhir adalah besar dan mungkin lebih dari studi kasus. mengawasi tugas dan transmisi dari masukan kepada tim peneliti. pengembangan dan tindakan. laporan sementara. penyajian terakhir dapat mengikutkan . mungkin itu adalan penelitian tindakan. pengajuan laporan evaluasi diri dan evaluasi grup (kelompok).

Tindakan para peneliti menjadi pertanyaan kepada diri mereka sendiri. Seperti kita tekankan. Pastikan praktek etis yang baik . Pada dasarnya ini adalah dua pengenalan sumber dan manual untuk praktek. Ruang lingkup kecil (khusus). bagaimana kita akan tahu apakah kita telah berhasil? Kemmis dan mctaggrt (dalam Cohen. 7. bukan pada hasil penelitian. Libatkan orang lain ( sebagai peserta . ini adalah kerangka dasar. 8. Semua ditingkatkan pada kisaran perangkat keras dan perangkat lunak. 10. Realistis mengenai apa yang bisa anda lakukan. pengamat . 2000) menawarkan serangkaian pengamatan yang berguna untuk penelitian tindakan awal yaitu: . Waspadalah dengan akhir yang bahagia . Waspadai isu politik Poin 8 sangat penting untuk menetapkan kriteria dalam evaluasi. mungkin konferensi-konferensi regional. Mengidentifikasi pertanyaan penelitian yang jelas . Berkonsentrasi pada pembelajaran. 9. penguji termasuk kritikan dari teman-teman yang memiliki potensi peneliti ). Ini mungkin terdiri dari diskusi antara guru atau sekolah untuk membahas kemajuan dan masalah. waspadai perubahan besar yang bisa terjadi . penelitian tindakan berhasil. jadi menekankan pada proses . perusahaan (tempat penelitian) dengan sebagainya. dan pertukaran informasi. Tetapkan tenggang waktu yang realistis. atau seberapa jauh. Rencanakan secara teliti. 28 hasil-hasil proyek yang ditinjau ulang. Penelitian ini berfokus pada anda. 4. Saran yang berguna untuk para peneliti pemula: 1. 6. 3. Tanpa kriteria keberhasilan itu tidak mungkin para peneliti mengetahui apakah. rekomendasi yang dibuat dan aturan untuk sosialisasi hasil pada pihak yang berkepentingan memutuskan. 2. tetap fokus . 5. dan kegiatan terkait. banyak kegiatan insidentil dan mungkin ad hoc akan berlangsung di alam dan sekitarnya. 11.

 Mengatur untuk mendukung work-in-progress diskusi dengan kelompok penelitian  tindakan .  Sepanjang.  Selama penelitian.  Mulailah bekerja dengan grup kecil ... 29  Dapatkan sebuah kelompok penelitian tindakan bersama-sama dan practicipate diri sendiri .  Daftar kemajuan tidak hanya dengan kelompok peserta.menjadi model pembelajar tentang penelitian tindakan.  Bekerja untuk melibatkan (dalam proses penelitian) mereka yang terlibat (dalam action).  Terorganisir  Mulai hal yang kecil  Memberikan batas waktu .. tanyakan pada diri sendiri apakah proyek penelitian anda tindakan membantu Anda (dan orang-orang dengan siapa Anda bekerja) untuk meningkatkan sejauh mana Anda menghayati nilai-nilai pendidikan.  Ingat bagaimana Anda berpikir tentang bahasa dan pemahaman yang membentuk tindakan Anda .. .  Jadilah toleran dan mendukung .  Gigih dengan pengawasan .mungkin perlu diubah seperti halnya hal spesifik dari apa yang Anda lakukan.konsultan yang melibatkan atau pihak luar lainnya  Luangkan waktu untuk menulis seluruh proyek Anda. tetapi juga dengan seluruh staf dan orang-orang lain yang berminat  Jika perlu aturlah legitimasi ritual . perlu diingat perbedaan antara pendidikan dan sekolah.  Rencana untuk jangka panjang pada masalah yang lebih besar untuk mengubah praktik kelas dan struktur sekolah. sehingga mereka ahare tanggung jawab atas proses penelitian seluruh tindakan.mengharapkan orang untuk belajar dari pengalaman.  Jadilah eksplisit tentang apa yang telah dicapai dengan melaporkan kemajuan.

baik itu tidakan ataupun penelitian. wawancara. wisatawan sisik. studi kasus. biografi dan rekening. yaitu pengumpulan data masih pada tingkat individu. pernyataan atau masalah. dan lain sebagainya) Tahap 2: Respon dimasukkan ke selembar kertas yang kemudian ditampilkan untuk dilihat orang lain. Tahap 3: Pada titik ini pemimpin (ketua) meminta responden untuk mengidentifikasi kelompok komentar dan tanggapan yang ditampilkan. tapi tidak ada diskusi kelompok. yaitu untuk menempatkan beberapa struktur. keteraturan dan prioritas ke dalam item yang ditampilkan. catatan lapangan. singkatnya keseluruhan penuh dengan teknik. refleksi dan pendapat dalam menanggapi masalah atau pertanyaan dan pernyataan yang diberikan oleh para ketua kelompok ( misalnya mengatur masalah dari pengajaran . sosiometri. atau identifikasi masalah pada pengorganisasian bagian kurikulum . Ketua kelompok mengundang komentar individu terhadap respon yang ditampilkan sampai dengan pertanyaan / pernyataan / masalah. data pengamatan. pandangan . desain eksperimen. Hal ini di sini bahwa kontrol proses bergerak dari pemimpin . dokumen dan catatan. audio dan video rekaman. fotografi. Selain itu. cara mengelola yang berguna untuk fokus dalam kelompok penelitian tindakan adalah melalui penggunaan teknik Kelompok Nominal. Administrasi sederhana dan berguna untuk mengumpulkan informasi adalah satu contoh. Dalam melakukan penelitian tindakan peserta dapat menjadi keduanya metodologi eklektik dan dapat menggunakan berbagai instrumen dalam pengumpulan data: kuesioner. Dalam pendekatan ini salah satu anggota kelompok menyediakan serangkaian pertanyaan. dan kemudian catat komentar ini pada lembar tampilan dimana respon telah dikumpulkan. buku harian. Proses mengundang komentar / kontribusi individu yang kemudian ditampilkan berulang-ulang untuk dilihat semua orang sampai tidak ada lagi komentar yang diterima. Model empat-tahap yang dapat diadopsi : Tahap 1: waktu yang singkat yang diberikan bagi mereka untuk menuliskan jawaban mereka sendiri tanpa gangguan atau diskusi dengan orang lain. 30 Dari daftar diatas jelas bahwa penelitian tindakan adalah campuran dari keprihatinan praktis dan teoritis.

Teknik ini memiliki keuntungan yaitu tidak memerlukan peserta untuk bertemu bersama-sama sebagai satu kelompok. Mitra Tertulis sampai dengan Teknik Kelompok Nominal adalah teknik Delphi. dapat ditetapkan dalam proses tiga tahap: Tahap 1: Ketua kelompok meminta peserta untuk menanggapi serangkaian pertanyaan dan pernyataan secara tertulis.yang memungkinkan untuk digunakan secara fleksibel. Ini adalah perangkat yang berguna untuk mengembangkan kolegialitas. misalnya dalam suatu departemen. Sebuah diskusi kelompok berlangsung sejak proses klarifikasi makna dan masalah pengorganisasian dan tanggapan dalam bundel koheren dan kohesif diperlukan yang kemudian pindah ke identifikasi prioritas. . Teknik ini sangat berguna dalam mengumpulkan data dari individu dan menempatkan mereka ke dalam beberapa urutan yang dibagi beberapa kelompok (dan penelitian tindakan sebagian besar. fase divergen dengan fase konvergen. masalah kelompok). Tahap 4: Akhirnya ketua kelompok mengundang diskusi kelompok lanjutan tentang materi dan organisasinya. Semua peserta memiliki suara dan didengar. 31 kepada peserta. dalam fase usia. yaitu kontribusi individu pada kelompok delineasi isu-isu penting dipertahankan. Proses pengumpulan data menyerupai Teknik Kelompok Nominal dalam banyak hal. Hal ini juga memungkinkan perbedaan pendapat individu yang akan terdaftar dan akan dibangun ke dalam respon kelompok dan identifikasi masalah signifikan yang muncul. kesamaan dan perbedaan. dari umum dan spesifisitas. Daya tarik dari proses ini adalah bahwa hal itu menyeimbangkan menulis dengan diskusi. Hal ini sangat berguna di lembaga-lembaga di mana waktu sangat berharga dan di mana sulit untuk mengatur pertemuan seluruh kelompok. Proses Teknik Kelompok Nominal memungkinkan respon individu untuk dimasukkan dalam respon kelompok. meskipun tidak secara eksklusif. ruang untuk komentar individu dan kontribusi untuk interaksi kelompok. misalnya prioritas. Hal ini dapat dilakukan secara individual atau secara kelompok kecil . Selanjutnya. berikan status yang sama kepada semua responden sampai guru kepala yang berpenglaman.

tanggapan dan prioritas. menyusun. Dalam melakukan hal itu melibatkan masalah kerahasiaan. Dalam hal ini. Dengan mengadopsi prosedure ini individu memiliki kesempatan untuk setuju dengan kelompok respon (yaitu untuk berpindah dari perselisihan perorangan mungkin kecil untuk perjanjian kelompok umum) atau untuk menunjukkan ketidaksetujuan yang lebih besar dengan respon kelompok. 32 Tahap 2: Peneliti mengumpulkan reponses tertulis dan mengumpulkannya dalam kelompok masalah dan tanggapan (mungkin memberikan beberapa data numerik pada frekuensi respon). memprioritaskan dan kembali beredar-data dibandingkan dalam teknik kelompok nominal. yaitu identifikasi yang jelas dari daerah konsensus dan disensus (dan penelitian tindakan emansipatoris berusaha untuk konsensus). pemimpin perlu mengidentifikasi tempat yang paling tepat untuk menghentikan resirkulasi tanggapan. privasi. Hal ini dapat dilakukan pada pertemuan kelompok yang. Teknik Delphi membawa keuntungan kejelasan. suara dan kolegialitas. diskusi lebih lanjut dan identifikasi masalah. Pada tahap ini responden disajikan dengan respon kelompok (yang mungkin mencerminkan kesamaan atau perbedaan catatan) dan responden diminta untuk bereaksi terhadap respon grup ini. akan menjadi sidang pleno untuk peserta. harga ini menuntut adalah bahwa pemimpin memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dalam mengumpulkan. Dengan menghadirkan respon kelompok kembali ke peserta. . yaitu titik akhir dari pengumpulan data akan berada dalam forum seluruh kelompok. ada perkembangan umum dalam teknik menuju polarisasi tanggapan. Tahap 3: Proses ini diulang sebanyak yang diperlukan. yang segera. Analisis ini kemudian diteruskan kembali kepada responden untuk memberikan komentar. mensintesis. dipertimbangkan. Sebagai teknik partisipatif baik Teknik Kelompok Nominal dan Teknik Delphi berharga untuk pengumpulan data dan analisis dalam penelitian tindakan. meringkas. bagaimanapun. anonimitas dan pengungkapan informasi yang relevan sementara melindungi hak-hak peserta untuk privasi. Ini adalah sarana yang sangat berguna usaha di belakang layar pengumpulan data yang kemudian dapat dibawa ke pertemuan seluruh kelompok.

Melaporkan Penelitian Tindakan McNiff dan Whitehead (2009 dalam Cohen. tindakan yang diberikan. Oleh karena itu. Kegiatan ini membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi sebagai peneliti dalam Penelitian Tindakan. kapan dan dari siapa e. penemuan dan bagaimana ketiga hal tersebut dimungkinkan untuk menjadi perbaikan c. Apa dan bagaimana peneliti mempelajari konsekuensi dari penelitian tindakannya k. Bagaimana pengawasan dan review dari tindakan tersebut g. Pelaporan juga mampu mengindikasikan tidak hanya bagaimana peneliti mengarah pada perbaikan tetapi . prosesnya dan cara analisisnya f. kevalidan kesimpulan yang diambil. EVALUASI LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN 1. Bagaimana refleksi didampaikan h. Bagaimana tindakan tersebut dilakukan sesuai kondisi kelas d. bukti penelitian dan refleksi yang ditujukan. pelaporan dilakukan tidak hanya untuk perbaikan tetapi juga kegiatan tindakan yang menunjukkan hubungan sebab akibat dari tindakan terhadap hasil/perbaikan. Bagaimana menarik kesimpulan dan dan apakah kesimpulan itu valid j. Apakah data dikumpulkan. Tercatat dalam bab ini tujuan dari Penelitan Tindakan adalah suatu Perbaikan. Bagaimana data dikumpulkan. Masalah penelitian dan bagaimana masalah tersebut nantinya dapat menjadi perbaikan dalam penelitian tindakan b. Bagaimana tindakan dapat diperbaiki sesuai dengan konsekuensi yang ditemukan Validitas adalah kunci terpenting dalam melaporkan hasil tindakan. Mereka menyarankan penting untuk menyatakan secara jelas bahwa: a. Apa standar dan kriteria untuk keberhasilan tindakan dan bagaimana kriteria tersebut dapat tercapai i. 2000) menyebutkan bahwa didalam melaporkan penelitian tindakan yang terpenting tidak hanya tindakannya tetapi juga elemen penelitiannya yang menyangkut ketelitian metodologi dan interpretasi data. Metode yang digunakan. 33 G.

pertimbangan alternatif penjelasan lain dan bukti yang dapat memberikan perbaikan tindakan dan menambah wawasan pedagogis peneliti. penting untuk menlaporkan informasi sesuai dengan tindakan yang dilakukan. diproses dan digunakan selama penelitian tindakan j. Bagaimana tindakan direncanakan dan diimplementasikan i. Kriteria untuk perencanaan. Metodologi. pelaporan dan evaluasi penelitian b. Ada bagian ketika penelitian disampaikan secara naratif (si peneliti sebagai pelaku tindakan). bagaimana dan mengapa tindakan peneliti condong pada tindakan dan refleksi d. pelaksanaan. Laporan penelitian harus membahas: a. Bagaimana peran peneliti k. Bagaimana kebenaran dan kevalidan kesimpulan l. Berikut kriteria ganda dalam pelaporan: a. Bagaimana masalah penelitian dapat terselesaikan g. dan data apa yang digunakan didalam penelitian tindakan e. Fokus peneliti dan alasan dari fokus tersebut b. Bagaimana kelanjutan data yang telah diperoleh. pelaksanaan. 34 juga bagaimana penelitian tindakan memberikan kontribusi dalam pengembangan pengetahuan. desain. Ini berarti dalam pelaporan disajikan berupa data deskriptif dalam penjelasan. Menjelaskan situasi yang ada sehingga peneliti memulai penelitian tindakan c. pemahaman subjektif. Indikasi signifikansi penelitian tindakan pada tindakannya dan penelitiannya m. Kriteria untuk perencanaan. Bahasan mengenai apa. pelaporan dan evaluasi tindakan Tindakan yang dilakukan harus sesuai dengan kondisi yang terjadi. Apa masalah penelitian f. refleksi. Kemungkinan tindakan yang seperti apa yang dilakukan dan pemilihan tindakan h. pembenaran dan kriteria keberhasilan digunakan untuk mengevaluasi penelitian tindakan . metodologi penelitian analisis dan interpretasi data. Indikasi. kemampuan dan skill peneliti.

Refleksi dari peneliti penting dilakukan untuk meningkatkan kemampuan peneliti 2. Di luar ini. mengubah mereka. karena para peneliti juga para peserta didik dan praktisi dalam penelitian tindakan . refleksi non tindakan. gagasan refleksivitas merupakan pusat penelitian tindakan. 2000). baik itu tindakan refleksi. 35 n. 2000) menunjukkan bahwa refleksivitas merupakan bagian integral dan dasar epistemologis penelitian tindakan . atau memberi mereka pemahaman yang baru • Kembangkan sebuah rencana yang merekomendasikan perubahan- perubahan terhadap praktek • Laporkan riset dalam sebuah cara yang dapat dipahami dan bermanfaat bagi audiens.mereka adalah bagian dari dunia sosial yang mereka pelajari. Refleksi terjadi pada setiap tahap penelitian tindakan. Dalam sebuah studi penelitian tindakan yang berkualitas tinggi. Kriteria-kriteria ini dapat diterapkan untuk penelitian tindakan praktis dan PAR. Hall (1996 dalam Cohen. penulis: • Terfokus pada sebuah isu dalam praktek atau sebuah isu dalam komunitas lokal • Kumpulkan beragam sumber data (seringkali kuantitatif dan kualitatif) untuk membantu menanggapi permasalahan • Tunjukan rasa hormat terhadap semua kolaborator sehingga mereka adalah partner yang setara dalam proses penelitian tindakan • Ajukan sebuah rencana tindakan untuk mencoba menyelesaikan permasalahan • Renungkan perkembangan yang dilakukan oleh kolaborator sebagai seorang profesional • Bantulah untuk meningkatkan kehidupan partisipan dengan menyelesaikan permasalahan. Evaluasi dan Refleksi dalam Penelitian Tindakan Untuk mengevaluasi sebuah studi penelitian tindakan. atau refleksi kritis (Morrison 1995 dalam Cohen. termasuk bagi profesional lain Analisis sejauh ini telah membuat banyak persoalan refleksi. pertimbangkan menggunakan kriteria berikut untuk menilai kualitasnya. memberdayakan mereka.

Hall (1996: 29) menunjukkan bahwa refleksivitas merupakan bagian integral dan dasar epistemologis penelitian tindakan emansipatoris karena dibutuhkan sebagai dasar pandangan pembangunan pengetahuan di mana data otentik dan mencerminkan pengalaman semua peserta didik. Apa yang dituntut dalam pengertian refleksivitas adalah kesadaran diri-sadar akan efek yang dialami peserta (sebagai praktisi dan peneliti) pada proses penelitian. Apa yang dituntut dalam pengertian refleksivitas adalah kesadaran diri-sadar akan efek yang dialami peserta (sebagai praktisi dan peneliti) pada proses penelitian. sikap. 36 emansipatoris karena dibutuhkan sebagai dasar pandangan pembangunan pengetahuan di mana data otentik dan mencerminkan pengalaman semua peserta didik. Para peserta (sebagai praktisi dan peneliti) harus menerapkan diri mereka dalam pengawasan kritis yang sama bahwa mereka menerapkan tindakan kepada orang lain dan untuk penelitian. bagaimana nilai-nilai mereka. REFLEKSI DALAM PENELITIAN TINDAKAN Analisis sejauh ini telah membuat banyak persoalan refleksi. perasaan dll larut ke dalam situasi yang sedang terjadi. gagasan refleksivitas merupakan pusat penelitian tindakan. karena para peneliti juga para peserta didik dan praktisi dalam penelitian tindakan . sikap. hubungan demokrasi ada di antara semua peserta dalam penelitian. H. persepsi. Di luar ini. Refleksi terjadi pada setiap tahap penelitian tindakan. perasaan dll larut ke dalam situasi yang sedang terjadi. bagaimana nilai-nilai mereka. baik itu tindakan refleksi. tindakan. pendapat. atau refleksi kritis (Morrison 1995a). pendapat. dan pandangan peneliti tidak mendahulukan pandangan peserta. refleksi non tindakan. hubungan demokrasi ada di antara semua peserta dalam penelitian. . Para peserta (sebagai praktisi dan peneliti) harus menerapkan diri mereka dalam pengawasan kritis yang sama bahwa mereka menerapkan tindakan kepada orang lain dan untuk penelitian. dan pandangan peneliti tidak mendahulukan pandangan peserta. tindakan. persepsi.mereka adalah bagian dari dunia sosial yang mereka pelajari.

kondisi kolegialitas misalnya: 1. BEBERAPA HAL PRAKTIS DAN TEORITIS Banyak yang telah dibahas pada bab ini dari prinsip-prinsip yang mendukung Penelitian tindakan. Bagaimana teknik penelitian tindakan bisa cukup spesifik dalam penelitian skala kecil sehingga data dapat valid? 3. informal. Pada gilirannya ini menunjukkan bahwa. Pendekatan partisipatif untuk pengambilan keputusan 2. Menyamakan hak partisipasi dalam diskusi 5. Bagaimana metode pada penelitian tindakan dapat diakses dengan mudah oleh orang lain yang ingin mempraktekkannya. Terdapat beberapa percabangan misalnya harus ada aliran bebas informasi antar peserta dan komunikasi harus luas dan terbuka tak terbatas dan tanpa hambatan. membangun kompetensi yang sudah dimiliki praktisi . kepemilikan bersama keputusan dan praktek. Hak yang sama untuk menentukan kebijakan 6. kolaboratif dan melintasi batas-batas formal. Hak suara yang sama pada keputusan 7. lebih dari skala waktu yang terbatas? 2. terbuka. 2000) menyatakan 4 masalah dalam penelitian tindakan: 1. 37 I. formal dan birokratis sedangkan Penelitian Tindakan bersifat kolegial. Pengambilan keputusan yang demokratis dan konsensual 3. Zuber-Skerritt (1996 dalam Cohen. keyakinan dan tujuan 4. tanggung jawab bersama dan akuntabilitas terbuka 9. Berbagi nilai-nilai. penelitian tindakan untuk menjadi sukses. penilaian dan keputusan berdasarkan kekuatan argumen 10. Penelitian tindakan berbeda dengan sekolah. Bagaimana kita bisa merumuskan metode kerja yang cukup ekonomis dalam hal jumlah pengumpulan data dan pengolahan data untuk praktisi untuk melakukan itu bersama beban kerja normal. penyebaran subkelompok yang bertanggung jawab kepada seluruh kelompok 8. Sekolah bersifat hierarki.

namun terdapat kendala yaitu tidak sesuai dengan kebijakan kepala sekolah saat itu. . dengan melakukan sesuatu. 38 4. replikasi dan berusaha menggeneralisasi dari peristiwa tertentu. di luar kompetensi sebelumnya. atau guru dan peneliti yang bekerja secara kolaboratif. kontrol. Ketidakcocokan antara tindakan dan penelitian dapat menjadi sumber masalah. namun orientasinya masing-masing berbeda. Bagaimana metode ini dapat memberikan kontribusi peningkatan asli pemahaman dan keterampilan. pengajaran fokus pada tindakan. Misalnya saat seorang guru ingin melakukan penelitian tindakan. dan menerjemahkan hal yang umum menjadi sebuah tindakan yang spesifik. Masalah lain dari beberapa konsekuensi menyangkut sikap kepala sekolah dan guru untuk kemungkinan perubahan sebagai hasil penelitian tindakan. Penelitian yang menghargai presisi. sebagai imbalan atas waktu dan energi yang dikeluarkan Kita telah melihat bahwa para peserta dalam perubahan situasi dapat terjadi pada guru. Disisi lain. Kedua belah pihak berbagi minat yang sama dalam masalah pendidikan. sekelompok guru yang bekerja secara internal. Penelitian tindakan menyatukan dua badan profesional masing-masing dengan tujuan dan nilai-nilainya sendiri sendiri.

Penelitian tindakan sebagai sarana meningkatkan kemampuan guru. Peneliti tindakan dimulai dengan sebuah permasalahan praktis yang mereka hadapi atau yang mungkin dihadapi oleh seseorang di dalam komunitas. Penelitian tindakan sebagai perangkat penelitian yang mengkombinasikan 6 hal: a) Kemudahan siklus dalam: mengidenifikasi masalah. 39 . pengamatan. 3. Mereka menganalisa data. kritis dan kritis dari hasil refleksi diri dalam pengambilan keputusan selama siklus penelitian tindakan. SIMPULAN 1. dan mereka terlibat dalam pengumpulan data yang mungkin melibatkan bentuk data kualitatif dan kuantitatif. 4. perencanaan tindakan. dilaksanakan dengan kolaborasi dan menghormati para partisipan. melaksanakan tindakan dan mengevaluasi hasil b) Kegiatan refleksi c) Kebebasan berpendapat d) Teori kritis e) Perkembangan keprofesionalan f) Partisipasi praktisi penelitian g) Penelitian tindakan sangat fleksibel. seringkali dilakukan secara kolaboratif dengan partisipan dan mengembangkan serta mengimplementasikan sebuah rencana tindakan. Siklus penelitian tindakan emansipatoris yaitu rencana strategis. Evaluasi dari sebuah studi penelitian tindakan didasarkan pada menilai apakah studi ini menanggapi sebuah isu praktis. 2. kejelasan metodologi sesuai dengan kondisi dan autentik. mengajukan sebuah rencana tindakan dan pada akhirnya. Mereka membantu menemukan sumberdaya dan informasi untuk menanggapi permasalahan. BAB III PENUTUP A. melibatkan pengumpulan banyak sumber data. tindakan.

40 merenungkan pertumbuhan peneliti dan partisipan terhadap peningkatan perubahan bagi praktek sebelumnya. SARAN Permasalahan yang ada dalam suatu proses pembelajaran dapat disebabkan oleh banyak hal. . sebaiknya untuk menelaah dan memecahkan penyebab berbagai masalah dalam pembelajaran diperlukan adanya penelitian tindakan kelas. B. baik itu sebab internal maupun eksternal. Oleh karena itu.

L. Creswell. 15 Nopember 2016 Cohen. 2012. Boston: Pearson . Diakses. John W. Evaluating Quantitative anda Qualitative Research 4th Ed. Manion. 2000. 5th edition.pontianakpost. Guru Sebagai Peneliti. L. 2006. & Morrison. Research Methods in Education. Education Research: Planning. 41 DAFTAR RUJUKAN Aswandi..com/.(online) http://www. K. London: RoutledgeFalmer. Conducting. and..