LEARNING OBJECTIVE

:

1. Jelaskan diagnosis dari scenario ! (buat bagan)
2. Buatlah tabel tentang proses hemapoesis dengan garnulosit, non granulosit
dan imatur?
3. Patofisiologi pembesaran hepar dan limpa pada skenario! (berdasarkan
etiologi)
4. Jelaskan pemeriksaan penunjang pada skenario?
5. Apa indikasi transfusi darah ? (komponen darah yang dilakukan transfunsi)
6. Sebutkan dan jelaskan jenis – jenis anemia, patofisiologi, dteksi, anemia gizi!
(buat tabel mikrositik, makro, normo)
7. Sebutkan dan jelaskan jenis – jenis kelainan RBC dan WBC ! (kelebihan dan
kekurangan)
8. Bagaimana absorbsi zat besi dan asam folat dalam tubuh?
9. Jelaskan anemia defisiensi zat besi?
10. Jelaskan anemia gizi berdasarkan pemeriksaan umum, anamnesis, dll?
11. Jelaskan manajemen dan prognosis kasus 1?
12. Jelaskan peneyebab anysocytosis
13. Perbedaan diganosis thalasemia dengan DBD dan malaria?
14. Apakah manfaat transfunsi darah? (efek samping, kontraindikasi)
15. Jelaskan interpretasi hasil lab diagnosis pada skenario !
16. Jelaskan penyakit lain dengan hemoglobinopati!
17. Jelaskan sifat pewarisan thalasemia?
18. Tanda klinis thalasemia?
19. Tes skrining lab dan konfirmasi diagnosis thalasemia?
20. Jelaskan pemeriksaan penunjang thalasemia, segi radiologi dan pathologi
yang tepat?
21. Managemen dan efek samping thalasemia?
22. Aspek psikososial pada pasien thalasemia?

Anisocytosis. Jelaskan diagnosis dari scenario ! (buat bagan) Pada skenario dapat dilihat : KASUS 1 (ibu hamil) KASUS 2 (anak – anak) . laktasi.32 x 109/L 1. MCHC : 28 g/dl . Penyebab utama defisiensi besi : . pasien tampak pucat dan pada konjungtivanya perut buncit. 4.Pemeriksaan laboratorium 3. 3. .Makanan yang tidak memadai .0 x 10 /L . Ibu sedang mengandung 2.Pemeriksaan laboratorium : RDW : 20% Hb : 5 gr/dL 9 Platelet Count : 210 x 10 /L WBC : 15 x 109/L Platelet Count : 180 x 109/L . perdarahan saluran cerna.Peningkatan kebutuhan besi : bayi. hypocroc. Kasus 1 Anemia defisiensi zat besi adalah penyebab tersering anemia. .Peningkatan pengeluaran besi : haid. masa rmaja).Malabsorbsi : gastrektomi. dan peningkatan kebutuhan besi (kehamilan. polychromatic eritrosit 5. RBC berinti. terutama perempuan yang mengalami haid.1. 2.Anamnesis : 1. MCV : 63 fL 2. Pasien tampak pucat . dan menyusui. . remaja. . Hepar teraba 2 cm di Hb : 6 g/dL bawah arcus costae Hct : 22% dextra. aklorhidria. Sudah sering pucat sejak (Penunjang) : usia 3 tahun. Splen teraba pada MCH : 18. poikilocytosis. steatorea dan penyakit seliak.1 pg schuffner 4.Anamnesis : . 9 WBC : 10. Penyebab defisiensi besi adalah kehilangan darah (semua usia. a. defisiensi gizi (bayi). kehamilan. Usia 5 tahun. 2.Pemerikasaan Fisik : RBC : 3.Pemeriksaan hapusan darah tepi : 1. hemoptisis. anemis 1. hemodialisis. hematuria.

Pemeriksaan laboratorium : Hb turun. (Sumber : Mubin Halim. pusing. 3. Roland. Tanda penting : anemi. Edisi11. Edisi 2. Pemeriksaan khusus : kadar Fe serum turun. EGC. Nelson Ilmu Kesehatan Anak. 2. EGC. Defek genetik yang mendasar meliputi delesi total atau parsial gen rantai globin dan substitusi. 2. Jakarta). Richard. Keluhan pokok : Demam. delesi. EGC. Vol.  Diagnosis 1. Kasus 2 Thalasemia adalah sekelompok heterogen anemia hipopkromik herediter dengan berbagai derajat keparahana. mungkin ada riwayat operasi saluran cerna. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium. McPherson A. Akibat dari berbagai perubahan ini adalah penurunan atau tidak adanya mRNA bagi satu atau lebih rantai globin atau pembentukan mRNA yang cacat secara fungsional. jakarta). atau insersi nukleotida. 2000. (Sumber : Sacher A. b. amebiasis dan hemorhoid serta kakeksi. 4. edisi 15. Panduan Praktis Ilmu Penyakit Dalam Diagnosis dan Terapi. 2012. tetapi daya ikat terhadap mesi meningkat. (Sumber : Arvin Kliegman Behrman. ada sumber perdarahan kronis : ankilostomiasis. palpitasi. dan morfologi eritrosit hipokrom mikrositer. . Jakarta). 2013.

Jakarta).  Pemeriksaan fisik : . . pertumbuhan kurang. Vol.(Sumber : Arvin Kliegman Behrman. 2. Diagnosis :  Anamnesis : 1. edisi 15. Nelson Ilmu Kesehatan Anak. aktivitas fisik kurang. EGC. Sering terungkap riwayat penyakit pada keluarga dengan gambaran serupa. 2. 2000. perut buncit. Anemia sejak masa bayi (setlah umur 6 bulan  rantai beta seharusnya menggantikan rantai gamma).

sel target (leptosit). Facies mongoloid. Jogjakarta). hemosiderosis (pada penderita yang sering transfusi dan tanpa mendapat iron chelating agent). 2. Leksana. Tosca Enterprise. perut membuncit 2. fragil dengan ekstremitas keci – kecil. Pemeriksaan lain : foto Ro tulang kepala : hair on end korteks menipis. elekteroforesis Hb. granula Fe meninggi. rodent like appearence. Sumsum tulang : gambaran hiperaktivitas sistem eritropoiesis. 5. eritrosit : anisositosis berat.  Laboratorium : 1. poikilosit. 4. 2006. 1. Fraktura patologik. Darah tepi : Hb rendah (dapat sampai 2 – 3 g%). 3. Pada remaja : terjadi kelambatan menarche dan pertumbuhan alat kelamin. Buku saku Pediatric. hipertelorisme. Edisi 2. Pemeriksaan khusu : HbF meninggi. retikulosit meninggi 2. (Sumber : Mirzanie hanifah. dan pemeriksaan pedigree 4. nasal bridge 3. mungkin pula hepatomegali. Anak tampak anemi. polikromasi. Buatlah tabel tentang proses hemapoesis dengan garnulosit. non granulosit dan imatur? . Splenomegali. normoblas. ulkus kronik di tungakai bawah. dipole melebar dengan trabekula tegak lurus pada kortek dan perluasan sumsum tulang  trabekula tampak jelas.

Ringkasan pematangan eritrosit ..

Nelson Ilmu Kesehatan Anak. 2013. Darah tepi : Hb rendah (dapat sampai 2 – 3 g%). 2. retikulosit meninggi 2. Pemeriksaan laboratorium : Hb turun. poikilosit. tetapi daya ikat terhadap mesi meningkat. Anthony. EGC. Histologi Dasar Junquiera Teks dan Atlas. Edisi 12. granula Fe meninggi. EGC. Vol. . 2000. dan morfologi eritrosit hipokrom mikrositer. Pemeriksaan khusus : kadar Fe serum turun. 3. Edisi 2. 2. Kasus 1 Pemeriksaan penunjang pada kasus 1 : 1. sel target (leptosit). Sumsum tulang : gambaran hiperaktivitas sistem eritropoiesis. normoblas. Jakarta). eritrosit : anisositosis berat. polikromasi. Panduan Praktis Ilmu Penyakit Dalam Diagnosis dan Terapi. Patofisiologi pembesaran hepar dan limpa pada skenario! (berdasarkan etiologi) Limpa dan hati membesar karena hematopoiesis ekstramedular dan hemosiderosis (peningkatan secara setempat atau seluruh tubuh cadangan besi jaringan tanpa di sertai kerusakan jaringan). Jakarta). Granulopoiesis (Sumber : Mescher L. Jakarta). (Sumber : Mubin Halim. Kasus 2 Pemeriksaan penunjang pada kasus 2 :  Laboratorium : 1. (Sumber : Arvin Kliegman Behrman. 4. EGC. Jelaskan pemeriksaan penunjang pada skenario? a. . edisi 15. b.

elekteroforesis Hb. Untuk mengganti kekurangan komponen selular atau kimia darah. 2006. Pemeriksaan lain : foto Ro tulang kepala : hair on end korteks menipis. b. 5. Pemeriksaan khusu : HbF meninggi. trompositopenia. trauma bedah atau kombustio. Buku saku Pediatric. Edisi 2. . Bula Hb telah turun sampai 4. Darah tersusun dari komponen – komponen eritrosit. misalnya pada oligemia karena perdarahan. Hal ini untuk menghindari seringnya transfusi darah. Dalam garis besarnya transfusi darah di berikan atas dasar : a. Masing – masing komponen mempunyai sifat antigenik yang multipel. Leksana. . Anemia pada orang yang akan mengalami operasi. Jogjakarta). hipofibrinogenemia dan lain – lain. dan plasma yang mengandung faktor – faktor pembekuan. c.Suspensi granulosit . Hal ini bertujuan memperbaiki oksigenasi jaringan dan alat – alat tubuh.Packed cells Merupakan komponen yang terdiri dari eritrosit yang telah di perketatkan dengan memisahkan komponen – komponen yang lain. umumnya nilai Hb sekitar 5 g%. Anemia hemolitik Biasanya kadar Hb dipertahankan sampai batas penderita dapat mengatasi diri. e. (Sumber : Mirzanie hanifah. trombosit. d. Anemia pada kehamilan yang dekat saat melahirkan. dan anemia karena keganasan lainnya. Anemia karena perdarahan Biasanya di ambil batas Hb 7 -8 g%. leukemia dan anemia refrakter. hipoprotrombinemia. f. leukemia. b. Untuk mengembalikan dan mempertahankan suatu volume yang normal perdaran darah. Packed cells banyak dipakai dalam pengobatan anemia terutama pada talasemia. Keadaan anemia yang memerlukan transfusi darah : a.5 g%. Tosca Enterprise. Apa indikasi transfusi darah ? (komponen darah yang dilakukan transfunsi) Transfusi darah ialah pemindahan darah dari donor ke dalam pereredaran darah penerima. Anemia karena sepsis. dan pemeriksaan pedigree 4. leukosit. maka penderita tersebut telah sampai ke dalam fase yang membahyakan dan transfusi darah harus di lakukan secara hati – hati. dipole melebar dengan trabekula tegak lurus pada kortek dan perluasan sumsum tulang  trabekula tampak jelas. misalnya anemia. anemia aplastik. 3. Anemia aplastik.

anemia gizi! (buat tabel mikrositik. Manfaatnya pada penderita granulositopenia (neutropenia) yang sedang menderita infeksi telah banyak di laporkan.Plasma Umumnya plasma diperlukan untuk penderita hiperbilirubinemia.Suspensi trombosit Indikasi pemberian komponen trombosit ialah setiap perdarahn spobtan atau suatunoperasi besar dengan jumlah trombositnya kurang dari 50. Staf Pengajar Ilmu Kesehtan Anak FKUI. Komponen yang di sediakan oleh LTD-PMI ialah buffy coat suspension yang golongan darah ABO – nya cocok. Komponen albumin di dalam plasma yang diperlukan untuk mengikatbbilirubin bebas yang toksis terhadap jaringan otak bayi. . makro. deteksi. Jakarta). patofisiologi. penyakit keganasan lainnya anemia aplastik yang jumlah leukositnya 2. . 2007. normo) 7. Percetakan Infomedika. . Penggunaannya ialah untuk menghentikan perdarahan karena berkurangnyanAHG di dalam darah penderita hemofilia A. Buku Kuliah 1 ilmu kesehatan Anak. Sebutkan dan jelaskan jenis – jenis kelainan RBC dan WBC ! (kelebihan dan kekurangan) . (Sumber : Hassan Rusepno.Gammaglobulin Dipergunakan untuk pengobatan imunodeficincy dari hipogamaglobulinemia atau agamaglobulinemia kongenital.Kriopresipitat Komponen utama yang terdapat di dalamnya adalah faktor VII atau anti hemophilic globulin (AHG). Yang diberikan pada penderita leukemia. . 000/mm3 atau kurang dengan suhu 39 derajat atau lebih. Sebutkan dan jelaskan jenis – jenis anemia. 6. 000/mm3.