Berkala Perikanan Terubuk, Februari 2011, hlm 1 – 14 Vol. 39. No.

1
ISSN 0126 - 4265

1

Namun merupakan ancaman yang serius terhadap kelestarian perikanan laut.com 1 . To understand the effects of the pollutant. Key words: Kampar River. the highest heavy metal content were found in the water and sediment taken from the downstream. Menurut Dahuri (1996) akumulasi 1) Staf Pengajar Universitas Malikul Saleh limbah yang terjadi di wilayah Aceh. followed by fish living in the midstream and the lowest was in the fish captured in the upstream. may contain many types of pollutants as there are many industrial and domestic activities conducted along the river dispose their waste in the river. infected glomerulus and haemorrhagic spots. statistical analysis shown that there is no interaction between Cd content and sampling sites (P>0. especially the industrial pollutant on the biology of aquatic organisme. Results shown that the highest Pb and Cd content was present in the kidney of fish living in the downstream.1 ISSN 0126 . Februari 2011. No. sediment and Hemibagrus nemurus (Bagridae) were taken and the presence of heavy metal in these samples were analyzed. Data obtained in this research proved that the waste originated from industrial activities along the river negatively affect water quality as well as aquatic organisms. followed by mid and downstream. The present of the pollutant strongly affect the water quality and negatively affect aquatic organism living in the river. Heavy metals accumulation was also detected as there are black spots (indication of heavy metal mineralization) present in that tissue. heavy metal. while its presence in the fish was detected in the kidney that was processed for histological analysis. this study was conducted. Samples of water.4265 ANALISIS HISTOLOGI GINJAL IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus) YANG TERINDIKASI PENCEMARAN DI PERAIRAN SUNGAI KAMPAR PROVINSI RIAU ERLANGGA1 Diterima tanggal : 24 Desember 2010 / Disetujui : 15 Februari 2011 Abstrack Several large and small rivers in Riau flow down into the estuary of Kampar River. limphocyte presence. Bagridae fish PENDAHULUAN1 wilayah pesisir juga kerap mendapat tekanan ekologis berupa pencemar Estuaria merupakan suatu habitat yang bersumber dari aktivitas yang bersifat unik karena merupakan manusia. however. Melimpahnya bahan tempat pertemuan antara perairan pencemar tersebut di wilayah pesisir laut dan perairan darat. As well as in the fish tissue. 39. email : erlangga_spl12@yahoo. However. Water that flown from these resources. pollutant.05). especially Bagridae fish.Berkala Perikanan Terubuk. Histological analysis of the kidney shown that there is abnormality of the kidney tissue as there are necrotic cells. hlm 1 – 14 Vol. Heavy metal content in the sediment and water were analyzed using an AAS method.

arus. Kampar. Masuknya melalui rantai makanan. terukur tergantung dari volume air Kondisi seperti ini disinyalir juga pengencer. Hal ini terjadi karena di terutama logam berat dalam perairan sepanjang sungai yang mengalir ke dengan proses pengendapan akan muara Sungai Kampar terdapat mempengaruhi siklus hidup dari banyak pabrik-pabrik atau kegiatan hewan perairan terutama ikan. iklim. pencemar dari berbagai aktivitas Bahan pencemar yang masuk ke manusia yang berada di sekitar muara sungai dan estuari akan perairan Sungai Kampar.Penyebaran bahan pencemar pencemar. padahal ikan baung baik bukan tidak mungkin dapat secara langsung maupun tidak mengakibatkan kematian serta langsung. terutama diakibatkan oleh penyebaran zat pencemar. maka perlu dilakukan mempengaruhi kualitas perairan.1 Februari 2011 pesisir. namun masih (1994) bahwa masuknya bahan belum ada informasi mengenai hal pencemar ke dalam perairan dapat tersebut. terkena dampak dari bahan mengakibatkan spesies tertentu yang pencemar yang berada di dasar rentan terhadap bahan pencemar perairan atau dengan kata lain akan menjadi hilang/punah sehingga terkontaminasi bahan pencemar. satu faktor terganggu atau Aliran air yang masuk ke muara mengalami perubahan akan Sungai Kampar mengindikasikan berdampak pada ekologi banyak mengandung bahan perairan. RAPP (Riau pencemar dalam tubuh organisme Andalan Pulp and Paper). sehingga terjadi dari aktivitas industri terhadap 2 .Analisis Histologi Ginjal Ikan Baung Berkala Perikanan Terubuk Vol 39 No. maka daya dukung Secara garis besar penelitian lingkungan akan menurun. industri yang beroperasi dan Dengan terjadinya proses membuang limbahnya ke sungai. spesies ikan yang dijumpai menjadi Mengingat ikan baung banyak hidup berkurang. pengendapan bahan pencemar di Pabrik yang paling besar masuk ke dasar perairan akan memberikan aliran Sungai Kampar adalah jenis dampak terakumulasinya bahan pabrik kertas yaitu PT. toksisitas/intensitas bahan terjadi di perairan muara Sungai pencemar. kedalaman. khususnya tersebar dan akan mengalami proses bahan pencemar yang ditimbulkan pengendapan. Sehingga ini bertujuan untuk mendapatkan menurun pula nilai perairan dan informasi kandungan bahan peruntukan lainnya. Apabila salah yang terdapat di Provinsi Riau. sehingga Muara Sungai Kampar terjadi perubahan sifat fisik. bahkan setempat. penelitian terhadap kandungan bahan Apabila bahan yang masuk ke pencemar terutama logam pada ikan perairan melebihi kapasitas baung. asimilasinya. kimia merupakan gabungan dari beberapa dan biologi dan ketiganya akan aliran sungai besar dan anak sungai saling berinteraksi. Ikan baung bahan pencemar ke dalam perairan salah satu jenis ikan yang hidup di muara sungai ini akan dasar perairan Sungai Kampar dan mengakibatkan terjadinya kerusakan banyak dikonsumsi oleh masyarakat pada berbagai organ tubuh. topografi dan geografi. Besar tingginya kepadatan populasi kecilnya nilai kisaran dari parameter penduduk dan aktivitas industri. Hal ini sesuai dengan di dasar perairan Sungai Kampar pendapat Dahuri dan Arumsyah yang sudah tercemar.

3) Muara dan muara Sungai Kampar. xylol.Cd) Spektofotometrik Laboratorium Tabel 2. parafin 2 Logam Spektrofotometer (AAS) organ ikan (ginjal) Metode pengambilan dan tersebut dan untuk pengamatan penanganan contoh air serta metode histologi.1 Februari 2011 organisme perairan.Analisis Histologi Ginjal Ikan Baung Berkala Perikanan Terubuk Vol 39 No. incubator. Bahan dan alat yang digunakan No Alat Bahan 1 Histologi Botol film. Untuk mencapai dan laboratorium lingkungan tujuan tersebut. Lokasi titik 2.1. ethanol 70 %. 80%. Prosedur penelitian yaitu spektrofotometrik serapan atom pada masing-masing stasiun (AAS) yaitu dengan menggunakan pengamatan diambil sampel ikan prinsip berdasarkan Hukum baung (Hemibagrus nemurus). sungai Untuk pengukuran kualitas air. Analisa logam berat kualitas air mengacu pada APHA dilakukan dengan menggunakan (1989). Untuk melihat besar kandungan Adapun waktu penelitian bahan pencemar dan kerusakan dilaksanakan pada bulan Juli - pada jaringan tubuh ikan. absolut. water (buffered neutral formalin). Persamaan garis ekor untuk dilihat perubahan antara konsentrasi logam berat karakteristik dari organ tubuh ikan dengan absorbansi adalah persamaan yang terkena dampak dari limbah linier dengan koefisien arah positif: 3 . sekitar pabrik Kampar. Lambert-Beert yaitu banyaknya sinar Jumlah ikan yang diambil pada yang diserap berbanding lurus masing-masing stasiun sebanyak 3 dengan kadar zat. Untuk membandingkan tingkat pengambilan sampel terdiri dari 3 pencemaran di dasar perairan lokasi yaitu : 1) Hulu Sungai pada bagian hulu. maka tujuan antara Fakultas Perikanan dan Ilmu dari penelitian ini adalah : Kelautan Institut Pertanian Bogor. 90 % dan scaple. insang dan ginjal ikan BNF microtome. bath. September 2006. gelas objek glass. laboratorium parasit dan penyakit Tabel. 2) Sekitar Pabrik. dapat dilihat pada Tabel 2. mikroskop dan kamera. sedangkan untuk kegiatan lainnya Penelitian ini dilaksanakan di yang dilakukan dalam penelitian ini Sungai Kampar Provinsi Riau. 1. Parameter Kualitas air Alat Keterangan Fisika 1 Suhu air (ºC) Termometer Insitu 2 TSS Gravimetrik Laboratorium Kimia 3 Salinitas (ppt) Refraktometer Insitu 4 pH pH meter Insitu 5 Logam (Pb. bahan dan alat yang digunakan BAHAN DAN METODE dapat dilihat pada Tabel 1. Metode pengukuran parameter kualitas air No.

Berdasarkan dampak yang sedimen dan air secara keseluruhan ditimbulkan dari pencemaran oleh di Perairan Kampar terjadi logam berat tersebut terutama di penurunan dari stasiun 1 sampai badan perairan.2.5 0. 1997).011 diperlukan kisaran konsentrasi atau dengan nilai R2 = 0. dilihat pada Tabel 4 dan 5. Rata-rata kualitas air pada tiap stasiun pengamatan Stasiun pH Suhu salinitas TSS 1 6 29 0 0. sedimen dan air tidak jauh berbeda.3 j = 1. 2. nilai kandungan 4 .010 2 5 32 0 0.009 3 4. organ ikan dan kualitas air yang hampir mirip pada tiap stasiun pengamatan (Tabel 3). Adapun (αβ)ij = Pengaruh interaksi antara rancangan yang digunakan adalah perlakuan ke-i dan stasiun Rancangan Faktorial (Gasperz. Dengan memasukkan taraf ke-j dari stasiun nilai absorbansi larutan contoh ke pengamatan) persamaan garis larutan standar µ = Pengaruh umum maka kadar logam berat contoh dapat αi = Besar kandungan logam diketahui (Hutagalung et al.028 menjadi 0. menggunakan logam berat tersebut Hasil analisa kandungan dalam kegiatannya maupun logam berat yaitu Pb dan Cd dalam merupakan hasil sampingan dari air dan sedimen secara jelas dapat aktivitas tersebut sangat berbeda. beda.5 30 0. baik langsung maupun tidak Kandungan logam Pb baik pada langsung.8996 untuk nilai ambang batas dari konsentrasi sedimen perairan.3 HASIL DAN PEMBAHASAN Keterangan: Yijk = Nilai kandungan logam Berdasarkan analisa di berat di perairan Sungai laboratorium dan pengamatan secara Kampar yang memperoleh langsung (insitu) pada masing- kombinasi ij (taraf ke-i masing stasiun yang dilakukan dari perlakuan air. dengan 3 kali ulangan diperoleh hasil sedimen. maka sangat stasiun 3 yaitu 0.Analisis Histologi Ginjal Ikan Baung Berkala Perikanan Terubuk Vol 39 No.. yang berbeda ke-j 1991) dengan model matematis εijk = Galat percobaan (pengaruh sebagai berikut : lainnya) Yijk = µ + αi + βj + (αβ)ij + εijk i = 1. Tabel 3.065 Logam berat yang masuk ke logam berat yang direkomendasikan badan perairan dari berbagai macam untuk masuk dan berada di kegiatan baik secara langsung lingkungan perairan. berat pada perlakuan ke-i Analisa data meliputi pengamatan histologi dan βj = Besar kandungan logam pengukuran kandungan logam berat berat pada stasiun ke-j pada organ ginjal ikan.1 Februari 2011 Y = a + bX. Masuknya bahan pencemar Berdasarkan Tabel 4 bahwa terlihat berupa kandungan logam berat jelas bahwa kandungan logam pada sangat merugikan bagi kehidupan.

014 0.025 0.014 dengan konsentrasi yang semestinya.020 Kadar Pb (ppm ) 0. jumlah Pb-nya akan melebihi 2004). Bila konsentrasi Pb air terlihat jelas pada Gambar 1.01 mg/l. Sesuai dengan pendapat stasiun lainnya yaitu hulu dan hilir. Nilai rata-rata kadar Pb pada sedimen dan air di setiap stasiun Dari penelitian ini terlihat sedimen perairan terlihat bahwa bahwa kandungan Pb pada stasiun kandungan logam Pb sangat tinggi dua (sekitar pabrik) menunjukkan dibanding dalam badan air. Nilai rata-rata kadar Pb (ppm) pada sedimen dan air Stasiun Pb (ppm) Baku Mutu 1 0.028 IADC/CEDA 1997 (1000 mg/kg) Sedimen 2 0.015 Sedimen Air 0.065 ppm) 3 0.010 0.005 0.000 I II III Stasiun Pengamatan Gambar 1.030 0. Hal ini nilai kandungan logam Pb yang lebih terjadi karena sifat dari bahan logam rendah dibandingkan dengan dua tersebut.011 EPA (0. pengenceran dan berdasarkan ketentuan ambang batas dispersi. Pengendapan logam berat di 5 . mencapai 188 mg/l. Pb.017 menjadi 0.017 Perikanan (0. Tabel 4.014 3 0. kematian bagi biota yang terdapat masing objek uji yaitu sedimen dan dalam perairan. akan dapat Badan perairan yang telah membunuh ikan-ikan yang berada terkontaminasi senyawa atau ion-ion dalam perairan tersebut (Palar.011 1 0. Untuk logam Pb dalam tersebut. nilai R2 = 0.Analisis Histologi Ginjal Ikan Baung Berkala Perikanan Terubuk Vol 39 No.01 mg/l) Air 2 0. Hutagalung (1984) bahwa logam Secara umum hasil penelitian ini berat yang masuk ke dalam menunjukkan kadar logam Pb dalam lingkungan perairan akan mengalami badan air masih dalam kategori layak pengendapan. sehingga dapat menyebabkan Perubahan kadar Pb pada masing.25 untuk airnya.1 Februari 2011 Pb dari 0. kemudian diserap oleh nilai Pb di perairan yakni sebesar organisme yang hidup di perairan 0.

perairannya dijadikan 0. 1988) membentuk senyawa kompleks yang memiliki sifat kelarutan rendah Tingginya kadar logam Pb dengan beberapa anion. Logam berat yang terlarut membersihkan diri dari bahan dalam air akan berpindah ke dalam pencemar yang memasukinya. sedangkan pada satu atau bagian hulu Sungai perairan sadah (hard water) sekitar Kampar.042188 menjadi 0. pasang surut ini akan ikut dari hulu ke hilir terjadi penurunan membantu proses pembilasan logam kandungan Cd pada sedimen yaitu berat. lebih tinggi dibanding dua stasiun Untuk pengukuran lainnya. Perairan tawar alami biasanya oleh banyak hal.1 Februari 2011 suatu perairan terjadi karena adanya dengan air tawar yang disebabkan anion karbonat hidroksil dan klorida. Estuaria Logam berat mempunyai sifat yang yang memiliki pengaruh pasang yang mudah mengikat bahan organik dan lebih kuat.045573 dengan dengan percampuran massa air laut 6 . sehingga konsentrasi logam dengan waktu pembilasan berat dalam sedimen lebih tinggi berlangsung cepat akan memiliki dibanding dalam air (Hutagalung. kadar timbal di perairan pembangkit listrik yaitu PLTA Koto Sungai Kampar masih dalam batas Panjang. perkebunan yang sekitar 0.05 mg/l.Analisis Histologi Ginjal Ikan Baung Berkala Perikanan Terubuk Vol 39 No. dan sedimen di stasiun satu disebabkan sulfat. waduk sehingga proses pembilasan Kandungan Logam Cd dalam atau self purification dari perairan sedimen pada stasiun dua terhadap logam Pb menjadi lebih menunjukkan nilai yang lebih rendah lambat. timbal (Wilson. berbagai aktivitas seperti Pada perairan laut. Proses untuk kandungan logam Cd dalam pembilasan yang terjadi di estuaria badan air terjadi peningkatan dari (stasiun 2 dan 3) erat kaitannya 0. misalnya baik dalam badan air ataupun pada hidroksida. Secara keseluruhan surut.0971. Estuaria sedimen. kadar timbal pertambangan. akan mampu membilas mengendap di dasar perairan dan bahan pencemar dan mempengaruhi berikatan dengan partikel-partikel proses penyebarannya. antara lain adanya memiliki kadar timbal < 0.038422 ditemukan tidak setinggi bagian dengan nilai R2 = 0. sulfida. karena aliran airnya kandungan Cd pada sedimen dan air terhambat dengan pembentukan ditunjukkan pada Tabel 5.035156 menjadi 0.05 mg/l. sedimen jika berikatan dengan materi Sebaliknya estuaria dengan waktu organik bebas atau materi organik pembilasan lebih lambat akan lebih yang melapisi permukaan sedimen. sedangkan Hulu Sungai Kampar.5 mg/l.003 mg/l. sehingga kadar Pb yang dari 0. oleh adanya pasang surut. Selain itu pada stasiun adalah 0. kemampuan lebih cepat 1991).025 mg/l. Kelarutan timbal menggunakan unsur Pb dalam proses pada perairan lunak (soft water) produksinya. karbonat. permukaan partikel sedimen Di perairan tawar. Hal ini yang aman untuk kehidupan organisme memungkinkan bahwa logam Pb akuatik karena nilainya < 0. lama mengencerkan pencemar yang dan penyerapan langsung oleh masuk ke dalamnya. Berdasarkan batas yang sebagai waduk untuk tenaga ditetapkan. Untuk stasiun dua dan tiga dibandingkan dengan dua stasiun yang masih terpengaruh pasang yang lainnya.

Menurut WHO.030361 3 0.75 untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2.043 ppm) 3 0.042188 IADC/CEDA 1997 (1000 mg/kg) Sedimen 2 0.025 Sedimen Air 0.000 I II III Stasiun Pengamatan Gambar 2.045 0.1 Februari 2011 nilai R2 = 0.035156 EPA (0.0001-0. adalah konsentrasi logam Cd pada Kadar kadmium di perairan Sungai bagian hulu lebih tinggi dibanding 7 .05 mg/l.0002 mg/l.035 Kadar Cd (ppm) 0.035156 WHO (0. Nilai rata-rata kadar Cd pada sedimen dan air di setiap stasiun Kadar kadmium pada Kampar sangat tinggi.0002 mg/l. kadar yang mengkonsumsi ikan baung kadmium maksimum pada air yang tersebut. Tabel 5. sedangkan pada perairan laut organisme akuatik dan bagi manusia 0.015 0. sepanjang aliran Sungai Kampar Kadar kadmium yang secara langsung atau tidak langsung diperoleh dari hasil penelitian dari menggunakan logam Cd dalam ke-3 stasiun pengamatan aktivitasnya baik dalam bentuk menunjukkan nilai yang cukup tinggi ikatan senyawa ataupun unsur.030 0. kadar Sungai Kampar.0002 mg/l) Air 2 0.01mg/l) 0.01 membahayakan kehidupan mg/l.020 0. Hal ini berkaitan kadmium sebaiknya tidak melebihi erat dengan tingkat kelarutan logam 0.040 0. Selain itu perairan sebaiknya memiliki kadar berbagai aktivitas yang terdapat di kadmium sekitar 0.010 0.Analisis Histologi Ginjal Ikan Baung Berkala Perikanan Terubuk Vol 39 No. Untuk melindungi tersebut. sehingga bisa perairan tawar alami 0. larut dibanding Pb.0001 mg/l.050 0. diperuntukkan bagi air minum adalah Hasil analisis menunjukkan 0.045573 Perikanan (0. Pada perairan yang bahwa kadar kadmium lebih tinggi diperuntukkan bagi kepentingan dibanding logam timbal di perairan pertanian dan perternakan. yakni logam Cd lebih sukar kehidupan pada ekosistem akuatik. Selain dibandingkan dengan standar yang itu yang menjadi masalah di sini ditetapkan yaitu sebesar 0.005 mg/l.005 0.038422 1 0. Nilai rata-rata kadar Cd (ppm) pada sedimen dan air Stasiun Cd (ppm) Baku Mutu 1 0.

pengenceran pada permukaan pH akan mempengaruhi perairan akan tercapai karena konsentrasi logam berat di perairan. penyebaran (dispersi) dan berada dalam bentuk ion.5. 1978) pencemaran limbah tanpa Untuk menentukan kualitas menyebabkan terjadinya penurunan air terhadap konsentrasi logam dalam kualitas air yang ditetapkan sesuai air sangat sulit. bahan. Peristiwa lainnya. ion-ion arah vertikal ketika air limbah kompleks dan bentuk-bentuk ion sampai di permukaan air. pH dari 6 – 4. manusia yang berada di Provinsi Perbedaan tersebut berkaitan dengan Sumatera Barat. gelombang. pertukaran ion dan dengan partikel-partikel yang kemudian bahan pencemar itu akan terdapat pada badan perairan. dalam hal ini kelarutan logam berat Romimohtarto (1991) akan lebih tinggi pada pH rendah. Pengenceran terjadi pada pasangan ion organik. yang berhubungan dengan Kapasitas asimilasi kadar bahan pencemar. Kenaikan pH pada terencerkan dan tersebar oleh adukan badan perairan biasanya akan diikuti turbulensi dan arus laut. kelamaan persenyawaan yang terjadi terbawa langsung oleh arus dan biota antara hidroksida dengan partikel- (ikan). Umumnya pada pH yang nabati atau oleh ganggang laut bentik semakin tinggi. sekali membentuk ikatan permukaan pengendapan. 3. reaction). Logam-logam dalam fenomena yaitu pengenceran lingkungan perairan umumnya (dillution). menyatakan bahwa setelah sehingga menyebabkan toksisitas memasuki perairan pesisir dan laut logam berat semakin besar.1 Februari 2011 bagian tengah dan muara Sungai pencampuran bahan organik dan Kampar. 2. Ion-ion itu reaksi penguraian (decoy of ada yang merupakan ion-ion bebas.Analisis Histologi Ginjal Ikan Baung Berkala Perikanan Terubuk Vol 39 No. Nilai pH sifat bahan pencemar ditentukan oleh pada perairan Sungai Kampar beberapa faktor atau beberapa jalur menunjukkan bahwa dari hulu dengan kemungkinan perjalanan sampai hilir terjadi penurunan nilai bahan pencemar sebagai berikut 1. partikel yang ada di badan perairan Tingkat pencemaran atau 8 . Hal ini disebabkan oleh anorganik yang masuk ke dalam adanya aktivitas pertambangan yang perairan sungai. karena hulu Sungai model percampuran (mixing) dan Kampar yang mengalir di Provinsi penyebaran (dispersion) suatu Riau bersumber dari Sumatera Barat. plankton tersebut. b. proses biologis dari senyawa-senyawa logam dengan cara diserap ikan. Lama- mengendap di dasar perairan. proses fisik dan Hidroksida-hidroksida ini mudah kimiawi dengan cara absorpsi. Konsentrasi dari hubungannya dengan partikel partikel polutan yang masuk ke tersuspensi yang terlarut di perairan akan mengalami 3 macam dalamnya. karena erat peruntukannya. atau sumber air dalam menerima (Metclaff and Eddy. estuari dan berada di sekitar bagian hulu dan laut adalah berbeda karena kondisi juga disebabkan oleh aktivitas hidrodinamika yang berbeda-beda. dengan semakin kecilnya kelarutan dipekatkan melalui a. oleh mangsanya. laju didefinisikan sebagai kemampuan air penguraian dan laju reaerasi. maka kestabilan akan biota ini pada gilirannya dimakan bergeser dari karbonat ke hidroksida. danau.

dikonsumsi oleh masyarakat Tingkah laku logam-logam di setempat. Dalam hal ini pada Suhu perairan mempengaruhi dasar perairan tersebut tidak terjadi proses kelarutan akan logam-logam pengikatan antara ion-ion logam berat yang masuk ke perairan. sehingga masuk ke badan perairan berikatan kelarutan akan bahan pencemar di dengan partikel-partikel tersuspensi perairan semakin rendah. 2004). menyatakan bahwa suhu yang tinggi Ikan uji yang diteliti adalah dalam air menyebabkan laju proses ikan baung. Sedimen penelitian yang memperlihatkan yang terdapat pada perairan Sungai bahwa pada bagian hulu dan sekitar Kampar tergolong pada jenis substrat pabrik yang nilai salinitas nya 0 berpasir dan berlumpur. bila terjadi terjadi kontak dengan permukiman penurunan salinitas maka akan partikulat yang melayang-layang menyebabkan peningkatan daya dalam badan perairan. sehingga dengan nilai kandungan TSS yang kandungan akan logam Pb dan Cd tinggi dibandingkan pada dua stasiun pada hulu Sungai Kampar lebih lainnya yang ada dalam badan tinggi dibandingkan di tengah perairan dan membentuk ikatan (sekitar pabrik) dan hilir Sungai kompleks yang terlarut dan Kampar. Dalam hal ini pada dasar sungai. kompleksnya yang terlarut dengan Salinitas juga dapat cepat akan membentuk partikel- mempengaruhi keberadaan logam partikel yang lebih besar.Analisis Histologi Ginjal Ikan Baung Berkala Perikanan Terubuk Vol 39 No. Pada hulu Sungai bagian tengah dan hilir Sungai Kampar suhu perairan menunjukkan Kampar. Partikel- toksik logam berat dan tingkat partikel tersebut terbentuk dengan bioakumulasi logam berat semakin bermacam-macam bentuk ikatan besar. Penentuan ikan baung dalam badan perairan juga menjadi ikan uji adalah karena dipengaruhi oleh interaksi yang diperlukannya suatu keseragaman terjadi antara air dengan sedimen dalam pengambilan sampel pada (endapan). Hal ini sesuai dengan mengendap di dasar perairan yang pendapat Darmono (2001) yang memiliki substrat berlumpur.1 Februari 2011 akan mengendap dan membentuk perairan. mengakibatkan logam- muara Sungai Kampar yang logam berat yang masuk ke perairan memiliki nilai salainitas 0. ion logam dan kompleks- lumpur.5. Hal ini sesuai dengan hasil permukaan (Palar. hal ini semakin tinggi suatu suhu dan dengan nilai padatan tersuspensi perairan kelarutan logam berat akan yang lebih rendah dibanding pada semakin tinggi. Berdasarkan hasil biodegradasi yang dilakukan oleh penelitian didapatkan bahwa jenis bakteri pengurai aerobik menjadi ikan baung merupakan jenis ikan naik dan dapat menguapkan bahan yang umum ditemui dan banyak kimia ke udara. Dalam dengan substrat berpasir tersebut. Sementara itu ikan baung 9 . apabila berat di perairan. Pada hulu memperlihatkan bahwa kandungan Sungai Kampar yang memiliki logam berat Pb dan Cd yang tinggi substrat berpasir dan sedikit dibandingkan pada perairan disekitar berlumpur. Sebaliknya pada muara nilai yang lebih rendah dibandingkan Sungai Kampar ion-ion logam yang dua stasiun lainnya. Keadaan ini terutama setiap stasiun dengan karakteristik sekali terjadi pada bagian dasar dari yang berbeda dari hulu sampai muara perairan. sangat tinggi.

tergantung pada lingkungan dan Ikan baung terdapat pada setiap iklim.0098 3 0. Secara rata-rata terjadi penurunan menjadi 0.0257 0.0 mg/kg (SNI 01-4106-1996) Berdasarkan data yang positif dengan nilai R2 = 0.1 Februari 2011 yang hidup di dasar sebagaimana artinya daripada analisis kualitas air. sebagian (hilir) hal ini karena pada organisme menunjukkan nilai yang meningkat ikan. hewan dasar lainnya.0309 ppm. diperoleh di lapangan dan setelah Timbal juga dapat menutupi lapisan dilakukan analisis statistik mukosa pada organisme akuatik dan didapatkan bahwa nilai kandungan selanjutnya dapat menyebabkan Pb baik pada organ ginjal ikan sufokasi. lingkungan perairan.0214 2 0. 2004).2 mg/kg (SNI 19-2896-1992) Berdasarkan analisa terhadap dari stasiun 1 (hulu) sampai stasiun 3 organ ikan yaitu ginjal. analisis biota air sangat penting Tabel 6. ginjal ikan terjadi penurunan dengan rata kandungan Pb pada pada ginjal kisaran nilai R2 = 0.2007. Konsentrasi logam berat stasiun pengamatan karena ikan dalam biota air biasanya senantiasa baung tergolong ikan potradomous bertambah seiring dengan yaitu ikan yang berasal dari daerah bertambahnya waktu dan juga karena hulu sungai yang melakukan sifat dari logam yang bioakumulatif pemijahan di daerah muara sungai.0309 2. Nilai rata-rata kadar Pb (ppm) pada organ ginjal ikan baung Stasiun Pb (ppm) Baku Mutu 1 0.0338 2 0.Nilai rata-rata kadar Cd (ppm) pada organ ginjal ikan baung Stasiun Cd (ppm) Baku Mutu 1 0. namun di stasiun dua menjadi 0.0098 kandungan Cd yang masuk ke ginjal ppm dan kadar Pb meningkat lagi ikan mengalami penurunan dari hulu pada Stasiun tiga 0. bahan pencemar (Cd dan Pb) 10 . sampai hilir sungai.0293 3 0. menunjukkan bahwa pada stasiun Kandungan Cd pada organ satu (bagian hulu sungai) nilai rata. sehingga biota air sangat baik Dalam memonitor digunakan sebagai indikator pencemaran di suatu lingkungan pencemaran logam dalam suatu yang dianggap tercemar logam berat.0257.Analisis Histologi Ginjal Ikan Baung Berkala Perikanan Terubuk Vol 39 No.0214 ppm. Untuk lebih Setelah dilakukan analisis regresi jelasnya nilai-nilai pengujian didapatkan bahwa kandungan logam kandungan logam Cd pada organ Pb pada ginjal ikan berkorelasi ginjal ikan terlihat pada Tabel 7 Tabel 7.0338 0.9954 dari 0. dapat Hal ini disebabkan konsentrasi digunakan sebagai bioindikator logam berat dalam air akan pencemaran limbah B3 (bahan mengalami perubahan dan sangat berbahaya beracun) (Riani.

Sel radang (limfosit) dalam organ C. reproduksi dan atau permukaan luar dari tubuh ikan. Hal ini mengindikasikan bahwa lokasi sejalan dengan pendapat Darmono penelitian sudah tercemar oleh (2001) bahwa jumlah akumulasi logam. Peningkatan kandungan logam Kadmium juga bersifat toksik Pb dan Cd di ginjal terjadi karena dan bioakumulatif terhadap intensitas masuknya logam ke dalam organisme. Hg. Adapun analisis yang dapat masuk ke dalam tubuh ikan tersebut. Nekrosa pada tubulus II A. ginjal yang memegang pada Tabel 8 dan Gambar 3-5 dan peranan penting dalam menganulir sebagai pembanding ginjal ikan bahan pencemar yang masuk ke normal dapat dilihat pada Gambar 6. Kandungan Logam Cd jelas selanjutnya didistribusikan ke memiliki kekuatan penetrasi yang seluruh tubuh melalui aliran darah kuat untuk masuk ke dalam tubuh dan akhirnya terakumulasi di ginjal organisme ikan dibandingkan Pb. Polutan masuk ke dalam dalam tubuh. genetika bahkan bisa menyebabkan Namun demikian data kematian ikan karena keterbatasan tersebut masih harus diperkuat oleh organ tubuh untuk mengeliminasi analisis yang dapat menggambarkan bahan pencemar sangat kecil efek yang ditimbulkan oleh bahan dibandingkan dengan intensitas atau pencemar (logam berat) terhadap banyaknya bahan pencemar yang ikan. ikan. memberi gambaran tersebut adalah Secara umum kandungan analisa histopatologi. Zn. Hal ini terbukti nekrosa.1 Februari 2011 yang pertama sekali masuk ke dalam dalam tubuh. pada penelitian ini bahwa di dalam Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tubuh ikan. Pb. masuk melalui bisa menyebabkan perubahan dalam aliran darah di respiratori epithelia bentuk morfologi. Hal ini terlihat dari kelainan logam pada jaringan tubuh yang terjadi pada struktur sel ginjal organisme adalah dari yang besar ke ikan baung tersebut. logam berat Cd lebih banyak Organ ginjal pada ikan baung terkandung dalam tubuh ikan yang terdapat di Sungai Kampar dibanding logam berat Pb. Berdasarkan kekuatan tubuh ikan melalui organ pernafasan penetrasi logam ke dalam Jaringan yaitu insang menyaring bahan berturut-turut ialah : Cd. Analisis Histologi Ginjal Ikan Baung Berkala Perikanan Terubuk Vol 39 No. keberadaan seng dan keterbatasan dalam menganulir timbal dapat meningkatkan toksisitas bahan pencemar yang terus masuk ke kadmium. Ni. daging. Toksisitas kadmium tubuh ikan yang terus menerus. Pendarahan Nekrosa : kematian sel B. hati. infeksi dan radang limfosit. Tabel 8. pencemar masuk ke dalam tubuh. Nekrosa pada tubulus Pendarahan : sel yang mengalami 11 . Bintik hitam (adanya Mineralisasi : indikasi adanya I mineralisasi) bahan pencemar yang masuk ke B. Cu. sehingga ginjal mempunyai Selain itu. dipengaruhi oleh pH dan kesadahan.Perubahan histologi ginjal ikan baung Stasiun Ginjal Keterangan Pengamatan A. Lama kelamaan akan tubuh organisme. Dalam hal ini yang kecil berturut-turut pada ginjal. insang. pada ginjal terjadi mineralisasi.

(A) Bintik hitam (adanya Gambar 5. Sel radang (limfosit) Sel radang limfosit : indikasi A. (C) stasiun 3 (muara sungai Nekrosa pada tubulus kampar). (A) (Pembesaran 40x10) Pendarahan. Glomerulus mengalami lama pada organ tersebut III infeksi C. Ginjal ikan normal (A) Pendarahan. (B) Glomerulus mengalami infeksi. (B) Nekrosa pada tubulus. Glomerulus mengalami pendarahan infeksi D. (D) Sel radang (limfosit) (Pembesaran 40x10) Gambar 3. Analisis histopatologi mineralisasi). Sel radang (limfosit) mengalami infeksi. Nekrosa pada tubulus D. Analisis histopatologi ginjal ikan baung pada stasiun 2 (sekitar pabrik) Gambar 6. (B) Sel ginjal ikan baung pada radang (limfosit). (C) Glomerulus 12 .Analisis Histologi Ginjal Ikan Baung Berkala Perikanan Terubuk Vol 39 No.1 Februari 2011 C. Analisis histopatologi ginjal ikan baung pada stasiun 1 (hulu sungai kampar). (D) Sel radang (limfosit) (Pembesaran 40x10) Gambar 4. Pendarahan pencemaran sudah berlangsung B. (C) Nekrosa pada tubulus.

American Hutagalung. Methods For The Hal 12-19 Examination Of Water and Waste Water. 1991. 1996. UI Press. Logam Berat American Publich Health Dalam Lingkungan Laut. Hal 45- 59. V. S. mendapat aliran pasang surut dari Washington. PSL Ada perbedaan tingkat UNDANA Kupang. laut. Amico. Ecological PLTA Koto panjang.P. Paper Submited ditangkap di bagian hulu sungai lebih for Asia Pasific Fisheries tinggi dibanding stasiun 2 dan 3 Commision (APFIC) (tengah dan muara Sungai Kampar). th 15 eds : 388-399 P30-LIPI. ikan mengakibatkan terjadinya Ekosistem Pesisir. Soul ginjal ikan) antara stasiun Republic of Korea. bagian hulu terdapat pembendungan 1973.Analisis Histologi Ginjal Ikan Baung Berkala Perikanan Terubuk Vol 39 No. ekonomi masyarakat setempat dan 145 hal.Kandungan logam pada ginjal Dahuri. 1984. dan pada bagian hilir terdapat gerakan gelombang pasang yang Gaspersz. Pencemaran Water Works Assosiation Laut Oleh Logam Berat. Jakarta. dan Responsible Fisheries. 13 .P. NTT. dan Water Pollution Dalam Status Pencemaran Control Federation 1980. CV. bagian tengah Research Series.1 Februari 2011 KESIMPULAN Dahuri. Assosiation. 1994. R dan Arumsyah. sedimen. AWWA. tengah dan muara Oct 1996. Sungai Kampar) berbeda sangat nyata . proses purifikasi. perbedaan karakteristik yang ada pada masing-masing stasiun. Teknik Pemantauannya. WPCF. Makalah kerusakan jaringan pada organ Pada Marine and tersebut. Laut di Indonesia dan APHS. 15-18 pengamatan (hulu. Mangement Training. Metode dapat membantu perairan dalam Perancangan Percobaan. Jakarta. tengah (sekitar pabrik) dan muara Sungai Darmono. pencemaran di bagian hulu. 1991. Lingkungan Hidup Kampar. Adanya perbedaan pada dan Pencemaran: setiap stasiun pengamatan ada Hubungannya dengan kaitannya dengan perbedaan aktivitas Toksikologi Senyawa yang berbeda dan kondisi sosial Logam. 1. 2001. H. Standard Pewarta Oceana IX No. Pada Environmental Protection Agency. Symposium on Interaksi kandungan Pb dengan Enviromental Aspects of objek perlakuan (air. Bandung DAFTAR PUSTAKA Hutagalung. H. Water Quality aliran sungai dengan dibentuknya Criteria. R. An analysis of Enviromental Threath to Kandungan logam berat pada Marine Fisheries in organ ginjal pada ikan yang Indonesia.

1997. UNESCO/WHO/UNEP. Treatment. 14 . Rineka Cipta Jakarta. 1978. Riyono. Edited Dredging 2a. H. Metode Hijau Sebagai Biofilter Analisa Air Laut. LON IADC/CEDA. Collection. Riani. delhi. D. Setiapermana. Water Environmental Aspects of Quality Assessment. Co. Romimohtarto. E. 1991. and Conditions: Marine Disposal. Convention. Jakarta P30-LIPI. Buku kedua. Cadmium- Disposal. 1997. Mcgrawwhill Market Trends And Publish. 182: 59- 77.P. LIPI. 1988. 152 hlm.N. Pemda DKI – Jakarta. Sediment Perairan Teluk Jakarta.. 1992. Pengantar Pencemaran Laut. H. 585 Water Engineering p. Berat. by Chapman. Pemanfaatan Kerang SH. D. D.1 Februari 2011 Hutagalung. Dan Biota. London. Ltd.Analisis Histologi Ginjal Ikan Baung Berkala Perikanan Terubuk Vol 39 No.. 2004. New Influences In Cadmium 87. Wilson. Pencemaran dan Conference London: Toksikologi dan Logam Cadmium Association. K. 71 hal. Codes. Proceedings Of The International Cadmium Palar. Chapman Metclaff and Eddy. Waste and Hall Ltd. 2004.