VULVITIS

No.Dokumen
No. Revisi 00
SOP Tanggal Terbit
Halaman 1/2
Pemerintah
H. Heri Setyo Gunawan, SKM. MM Puskesmas
Kabupaten
NIP. 19630802 198302 1 001 Gegesik
Cirebon
1. Pengertian Vulvitis adalah suatu peradangan pada vulva (organ kelamin luar
wanita). Gejala yang paling sering ditemukan adalah keluarnya cairan
abnormal dari vagina, dikatakan abnormal jika jumlahnya sangat
banyak serta baunya menyengat atau disertai gatal-gatal dan nyeri.
Penyebab :
a. Alergi, khususnya sabun, kertas toilet berwarna, semprotan
vagina, deterjen, gelembung mandi, atau wewangian
b. Dermatitis jangka panjang, seborrhea atau eksim
c. Infeksi seperti infeksi pediculosis, atau kudis jamur dan bakteri
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penanganan penderita Vulvitis dengan baik dan
benar
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No. A/I/SK/03/2016/010 tentang Jenis
Pelayanan yang Ada di UPT Puskesmas Gegesik
4. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
HK.02.02/Menkes/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi
Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama
5. Prosedur 1. Petugas menyiapkan alat diagnosis yang diperlukan, seperti tensi
meter, stetoskop, senter, thermometer, timbangan dan kertas resep.
2. Petugas melakukan anamnesis, yang tersusun :
a. Menanyakan Identitas pasien
b. Menanyakan keluhan pasien :
Rasa gatal dan perih di kemaluan, serta keluarnya cairan kental
dari kemaluan yang berbau.
Gejala Klinis:
a) Rasa terbakar di daerah kemaluan
b) Gatal
c) Kemerahan dan iritasi
d) Keputihan
c. Menggali riwayat penyakit terdahulu
d. Menggali riwayat penyakit keluarga
e. Menggali riwayat alergi obat
3. Petugas melakukan pemeriksaan fisik
Dari inspeksi daerah genital didapati kulit vulva yang menebal dan
kemerahan, dapat ditemukan juga lesi di sekita vulva. Adanya
cairan kental dan berbau yang keluar dari vagina
4. Petugas melakukan penegakan diagnostik
5. Petugas melakukan penatalaksanaan sesuai diagnosa.
a. Menghindari penggunaan bahan yang dapat menimbulkan iritasi
di sekitar daerah genital.
b. Menggunakan salep Kortison. Jika vulvitis disebabkan infeksi
vagina, dapat dipertimbangkan pemberian antibiotik sesuai
penatalaksanaan vaginitis atau vulvovaginitis.
1/2

poli KIA-KB. Revisi 00 Gunawan. MM Halaman 2/2 Kriteria Rujukan Pasien dirujuk ke dokter spesialis kulit dan kelamin jika pemberian salep Kortison tidak memberikan respon. Gegesik SOP Tanggal Terbit SKM. Heri Setyo Puskesmas No. VULVITIS No. Petugas mengecek kembali kesesuaian antara hasil pemeriksaan dengan diagnosa dan penatalaksanaan 7. Unit Terkait Poli Umum. Petugas mencatat ke dalam rekam medis 8.Dokumen H. Diagram Alir Petugas Anamnesa menyiapkan alat diagnostik Penegakan diagnostik Pemeriksaan fisik Penatalaksanaan Petugas Mengecek kembali mencatat dalam rekam medis 7. Ruang Tindakan. Poned 8. 6. Rekaman Historis Perubahan Tanggal mulai No Yang dirubah Isi Perubahan diberlakukan 2/2 .

Heri Setyo Puskesmas No.Dokumen H. MM Halaman 2/2 3/2 . Revisi 00 Gunawan. Gegesik SOP Tanggal Terbit SKM. VULVITIS No.

Dokumen H. VULVITIS No. Gegesik SOP Tanggal Terbit SKM. Revisi 00 Gunawan. MM Halaman 2/2 4/2 . Heri Setyo Puskesmas No.