1.

Pengertian data

Data adalah unsure paling penting dalam penlitian. Semua penelitian mengandung data. Tanpa data, penelitian akan mati
dan tidak bisa disebut sebagai penelitian. Begitu juga dengan kualitas penelitian, sangan ditentukan oleh data yang kita
kumpulkan. Jika kualitas data buruk, tidak valid (tidak tepat, tidak reliable) tidak tetap, tidak ajeg, maka hasil penelitian
akan buruk dan tidak jelas.

Data adalah segala sesuatu yang telah dicatat (recorded). Segala sesuatu itu bisa dolumen, batu batuan, air, pohon,
manusia dan sebagainya. Segala sesuatu ini sebenarnya adalah fakta dan fakta ini selalu ada (exist). Fakta juga selalu ada
tanpa tergantung pada penamaan kita terhadapnya.

Misalnya, kita masuk ke sebuah kantor, maka di dalam kantor itu akan kita temui banyak fakta. Seperti meja, kursi,
pegawai, motifasi pegawai, pemimpin, gaya kepemimpinan dan sebagainya. Semua fakta ini secara objektif ada di dalam
kantor itu, baik kita sadar atau tidak terhadap keberadanya, dan semua fakta ini berubah menjadi data bila kita
mencatatnya (baik secara tertulis, direkam ke kaset atau video, atau bentuk pencatatan lainya)

Karena itu, kita sekarang mengerti mengapa diaktakan bahwa fakta adalah bahan baku suatu penelitian ilmiah. Tetapi
fakta saja tidak punya arti apa apa jika tidak dicatat, dikelola dan dianalisis dengan baik.

Jika data telah diolah dan diinterpretasikan, maka data ini berubah menjadi informasi. Dengan kata lain, informasi adalah
data yang telah ditafsirkan. Seperti data, ada yang baik dan ada yang buruk, maka informasi pun ada yang baik, ada yang
buruk.informasi yang baik harus mampu mengurangi ketidak pastian. Jika suatu informasi justru meningkatkan ketidak
pastian (semakin ruwet, semakin tidak mengerti dan sbgnya), maka informasi ini dikategorikan sebagai informasi yang
buruk.

2. Analisis data kualitatif

Maksud utama analisis data adalah untuk membuat data dapat dimengerti, sehingga penemuan yang dihasilkan bisa
dikomunikasikan kepada orang lain. Pelaksanaan analisisnya dilakukan pada saat masih di lapangan, dan setelah data
terkumpul.

Analisis data di lapangan terkait dengan kepentingan memperbaiki dan atau mengubah, baik asumsi teoritis yang
digunakan, maupun pertanyaan yang menjadi focus penelitian. Adapun analisis stelah data terkumpul dilakukan terkait
dengan perumusan penemuan penelitian itu sendiri.

Sebagai mana diketahui, dalam penelitian kualitatif, jenis data yang dihasilkan adalah data lunak , berupa kata-kata, baik
yang diperoleh dari wawancara, obserfasi dan analisis dokumen. Dalam pengumpulan data seperti itu, terutema bila
penalitian dilakukan oleh orang yang belum berpengalaman, ada kemungkinan data yang terkumpul tidak sesuai dengan
kerangka kerja maupun focus masalahnya. Oleh karena itu, analisis data menempuh 3 langkah utama yaitu:

1) Reduksi data, adalah proses memilih, memfokuskan, abstraksi dan mengubah data kasar kedalam catatan
lapangan.

2) Display atau sajian data, merupakan suatu cara merangkai data dalam suatu organisasi yang memudahkan untuk
membuat kesimpulan dan atau tindakan yang diusulkan.

3) Verifikasi dan atau penyimpulan data, adalah penjelasan tentang makna data dalam suatu konfigurasi yang secara
jelas menunjukan alur kausalnya, sehingga dapat diajukan proposisi proposisi yang terkait denganya.

Jadi data kualitatif dapat disusun dan langsung ditafsirkan untuk menyusun kesimpulan penelitian. Caranya melalui
kategorisasi data dan kualitatif data berdasarkan masalah dan tujuan penelitian. Dalam hal ini peneliti tidak perlu
melakukan pengolahan data melalui perhitungan matematis sebab data telah memiliki makna apa adanya.
Catatan lapangan Reduksi data Display

→ →
ACMFKFAACAF ACMFKFAACAF
Aa4Cb6klM1n9f8F
Kh8kFmdya8cfc abklnfhmdyacfccfkcm └ abklnfhmdyacfccfkcm
A1AC25c6Af6kFcm
41988812566 └ 41988812566

3. Analisis data kuantitatif

Data kuantitatif sifatnya numerical. Maknanya belum menggambarkan apa adanya sebelum dilakukan pengolahan dan
analisis lebih lanjut. Salah satu cara untuk mengolah dan menganalisa data kuantitatif adalah statistika. Penggunaan
statistika dalam penelitian khususnya untuk mengolah dan menganalisa data dibedakan 2 macam statistika, yaitu statistika
deskriptif dan statistika inferensial

Statistika deskriptif digunakan untuk mendiskripsikan variable penelitian yang diperoleh melalui hasil hasil pengukuran.
Sedangkan statistika inferensial digunakan untuk menguji hipotesis dan membuat generalisasi.

Tehnik statistika yang biasa digunakan untuk mendiskripsikan hasil penelitian antara lain persen, kuartil ranking,
kecenderungan memusat (rata rata, median, modus), variasi, simpangan baku, visualisasi data seperti bagan, table, grafik
dan lain lain. Pemakaian tehnik tersebut tergantung pada data hasil pengukuran.

 Bila data hasil pengukuran dalam bentuk data nominal atau kategori digunakan tehnik persen, kuartil, modus,
median ranking. Contoh: kuesioner pada umunya menghasilkan data nominal dan ordinal, maka bisa
menggunakan teknik persen.

 Bila datanya bersifat interfal atau rasio, digunakan nilai rata rata, variansi, simpangan baku.

 Tes dapat menghasilkan data interfal, sehingga bisa dihitung nilai nilai, variasi, dan simpangan baku.

 Visualisasi data, baik data nominal, ordinal maupun data interval dan data rasio dapat dilukiskan melalui grafik,
table dan lain lain.

Sebelum menganalisis data terlebih dahulu data harus diolah melalui langkah langkah sebagai berikut:

1) Editing, mengecek data yang ada, apakah sudah lengkap atau belum, seperti mengecak hasil jawaban rersponden,
apakah setiap pertanyaan dijawabnya; kalau dijawab apakah cara menjawabnya sudah betul

2) Klasifikasi, mengelompokan data apakah sesuai dengan jenis item dan alternative jawaban serta dihitung dengan
menggunakan rumus prosentase

_f x 100_ =
n

3) Tabulasi, memasukan klasifikasi jawaban kedalam table

4) Interpretasi, memberikan penafsiran terhadap hasil pengolahan jawaban atau data yang ada dalam bentuk
pernyataan verbal sesuai dengan permasalahan penelitiansehingga dapat ditarik kesimpulan

Untuk menarik kesimpulan, dipakai analisis induktif atau analisis sintetik yakni bertitik tolak dari fakta fakta khusus,
kemudian ditarik kesimpulanya yang bersifat umum, sehingga kesimpulanya berlaku umum.