DOKUMEN

RENCANA UMUM ENERGI DAERAH PROVINSI JAMBI 2016-2026

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang dan Arti Penting RUED
Secara konsep, perencanaan adalah proses yang kontinyu, terdiri dari keputusan atau
pilihan dari berbagai cara untuk menggunakan sumber daya yang ada, dengan sasaran
untuk mencapai tujuan tertentu di masa mendatang. Dengan merencanakan
berarti memilih berbagai alternatif tujuan agar tercapai kondisi yang lebih baik atau
memilih cara/kegiatan untuk mencapai tujuan/sasaran dari kegiatan tersebut.
Sebagai suatu perencanaan, RUED harus bersifat sebagai berikut :
a. Sebagai alat untuk mengalokasikan sumber daya: SDA, SDM, Modal
akibat keberadaannya yang terbatas. Sebagai konsekuensi, pengumpulan dan
analisis data dan informasi mengenai ketersediaan sumber daya yang ada
menjadi sangat penting.
b. Sebagai alat untuk mencapai tujuan/sasaran. Sebagai konsekuensi
proses perencanaan akan membutuhkan dokumen perencanaan,
organisasi, anggaran dan sebagainya.
c. Berhubungan dengan masa depan. Sebagai konsekuensi perencanaan
akan membutuhkan perkiraan, penjadwalan, monitoring dan evaluasi.
Dalam kaitannya dengan RUED, UU No.30 tahun 2007 menyatakan bahwa Rencana
Umum Energi adalah rencana pengelolaan energi di suatu wilayah, antar wilayah, atau
nasional (pasal 1 angka 27). Dari uraian tersebut, RUEN dan RUED sangat
mempertimbangkan perencanaan spasial. Kedudukan RUEN dan RUED merupakan
gabungan dari rencana spasial (RTRWN/D) dengan rencana aspasial (RPJPN/D –
RPJMN/D) seperti pada gambar berikut ini.

1

RENCANA A SPASIAL RENCANA SPASIAL

RPJPN/D RPJMN/D RTRWN/D

RUEN - RUED

Masterplan Tansportasi
Perencanaan lainnya:
RAN GRK, dsb
Masterplan Industri

RPP Lingkungan Hidup

Keterkaitan RUEN dan RUED dengan Perencanaan Lainnya
Rencana umum energi dilakukan di pusat dan di daerah sesuai dengan kewenangannya
masing-masing sesuai dengan semangat otonomi daerah. RUEN dan RUED idealnya
harus dapat menjadi pedoman bagi perencanaan subsektor energi seperti Rencana
Umum Kelistrikan Nasional dan Rencana Pengelolaan Migas Nasional. RUEN dan RUED
seyogyanya harus dapat menggambarkan Arus Energi, Energy Balance,
 Hubungan KEN dengan RUEN dan RUED
Rencana umum energi yang akan disusun terdiri dari Rencana Umum Energi
Nasional (RUEN) dan Rencana Umum Energi Daerah (RUED). RUEN disusun
pemerintah berdasarkan KEN yang sudah ditetapkan dengan mengikutsertakan
pemerintah daerah serta memperhatikan pendapat dan masukan dari masyarakat.
Penetapan RUEN ini akan dilakukan DEN (Pasal 12) melalui Peraturan Presiden
(pasal 17 ayat 3). Dengan mengacu pada RUEN yang telah ditetapkan melalui
Peraturan Presiden, pemerintah daerah menyusun Rencana Umum Energi Daerah
(RUED). Intinya, RUEN dan RUED merupakan penjabaran dan rencana pelaksanaan
dari KEN yang meliputi :
a. Pentahapan untuk mencapai sasaran KEN
b. Pengalokasian kegiatan pelaksanaan per provinsi/kota/kabupaten
Dari pedoman RUEN tahun 2015, kurun waktu dari RUEN dan RUED ini akan
mengikuti kurun waktu horizon KEN dengan siklus 5 tahunan (Gambar 10).

Siklus Penyusunan KEN, RUEN, dan RUED

1

B. Rencana Umum Energi Daerah (RUED) adalah kebijakan Pemerintah Daerah
mengenai rencana pengelolaan energi daerah yang bersifat lintas sektor.

Potensi sumber energi Jambi terdiri dari minyak bumi 35 juta meter kubic, gas bumi 1,3
TCF, batubara sekitar 400 juta ton. Potensi minyak bumi, gas bumi dan batubara tersebar
di Propinsi Jambi. Sedangkan potensi panas bumi yang diperkirakan 358 MW dan tenaga
air 370 MW terdapat di Kabupaten Kerinci. Dan juga potensi panas bumi sebesar 358 MWe
Energy memiliki peran penting dan tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan manusia.
Terlebih, saat ini hampir semua aktivitas manusia sangat tergantung pada energy. Berbagai
alat pendukung, seperti motor penggerak, alat penerangan, peralatan rumah tangga, dan
mesin-mesin industry dapat difungsikan jika ada energy. Namun, seperti yang telah
diketahui terdapat dua kelompok besar energy yang didasarkan pada pembaharuan. Dua
kelompok tersebut adalah energy yang terbarukan dan energy yang terbatas di alam.
Energy terbarukan ini meliputi energy matahari, Energi biomasa (biomass energy),
Hydropower (sumber daya air), energy dari laut (ocean energy), energy gheotermal, energy
angin, Hidrogen, Biodesel, Biotanol, dan glasifigasi batu bara (gasified coal).
Penyusunan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) sangat mendesak untuk dilakukan
karena merupakan dasar bagi kebijakan yang hendak diambil oleh Pemerintah Daerah.
Sebagaimana Pasal 18, ayat (1) dan (2), Undang-undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang
Energi, bahwa Pemerintah Daerah menyusun Rencana Umum Energi Daerah dengan
mengacu kepada Rencana Umum Energi Nasional, dan ditetapkan dengan Peraturan
Daerah.
RUED akan berfungsi sebagai acuan dan pedoman dalam pengelolaan energi di tingkat
daerah yang bersifat lintas sektor, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan energi di
daerah secara berkelanjutan, berkeadilan dan optimal dalam rangka mencapai ketahanan
energi daerah dan sesuai dengan tujuan pengelolaan energi secara nasional.
C. Landasan Hukum

a) Undang-Undang Terkait Kebijakan Energi Nasional
Undang Undang Energi no. 30 tahun 2007 adalah untuk menuju kemandirian dan
ketahanan energi nasional yang berdaulat. KEN yang telah disusun didasarkan atas
asas kemanfaatan, rasionalitas, efisiensi berkeadilan, peningkatan nilai tambah,
keberlanjutan, kesejahteraan masyarakat, pelestarian fungsi lingkungan hidup,
ketahanan nasional, dan keterpaduan dengan mengutamakan kemampuan nasional
Tujuan pengelolaan energi sendiri seperti dicantumkan pada Bab II pasal 3 UU Nomor
30 Tahun 2007, diantaranya :
i. tercapainya kemandirian pengelolaan energi nasional,
ii. terjaminnya ketersediaan energi dalam negeri, baik dari sumber di dalam
negeri maupun di luar negeri, ...
iii. terjaminnya pengelolaan pengelolaan sumber daya energi secara optimal,
terpadu, dan berkelenjutan,
iv. tercapainya akses masyarakat yang tidak mampu,
v. tercapainya pengembangan kemampuan industri energi dan jasa energi dalam
negeri agar mandiri dan meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia,
vi. terciptanya lapangan kerja dan
vii. terjaganya kelestarian fungsi lingkungan hidup

b) Arah kebijakan Energi Nasional: Berdasarkan PP-KEN
PP No. 79 Tahun 2014
Tujuan: Kebijakan Energi Nasional disusun sebagai pedoman untuk memberi arah
Pengelolaan Energi Nasional Guna mewujudkan Kemandirian Energi dan Ketahanan
Energi Nasional untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Kemandirian dan
ketahanan Energi dapat dicapai dengan mewujudkan:
1. Sumber daya energi tidak dijadikan sebagai komoditas ekspor semata tetapi
sebagai modal pembangunan nasional,
2. Kemandirian Pengelolaan Energi,
3. Ketersediaan Energi dan terpenuhinya kebutuhan Suber Energi Dalam Negeri,
4. Pengelolaan Sumber Daya Energi secara optimal, terpadu, dan berkelanjutan,
5. Pemanfaatan energi secara efisien di semua sektor,

2

4) Pertumbuhan ekonomi tahun 2017 s. transparansi. 8. 14/2015 Tentang APBN tahun 2016. RUED-P bagi pemerintah provinsi. dan RUED. 7. dan RUED-Kab/Kota disusun dengan memperhatikan prinsip efisiensi. 3 . Kelembagaan dan Pendanaan c) Pedoman Penyusunan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pedoman Penyusunan RUEN/RUED “RUEN. dan partisipasi” (Pasal 4) “Penyusunan rancangan RUED-P dilaksanakan sesuai dengan sistematika sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini. 2/2015 tentang RPJMN 2015-2019. RUED-P. Terjaganya Kelestarian Fungsi Lingkungan Hidup Kebijakan Pendukung : 1. 2) Pertumbuhan ekonomi tahun 2015. dan Insentif Energi 4.Kab/Kota bagi pemerintah kabupaten/kota”( Pasal 3 butir a danb) D. RUED-P bagi pemerintah provinsi. Konservasi Energi. Pengembangan dan Penerapan Teknologi Energi 6. Terciptanya lapangan Kerja. Kondisi Umum Asumsi Dasar RUEN/RUED Catatan: 1) Angka PDB*: Atas dasar harga konstan tahun 2000. Industri Energi dan Jasa Energi Dalam Negeri Agar Mandiri dan Meningkatkan Kapasitas Sumber Daya Manusia. dan RUED-Kab/Kota bagi pemerintah kabupaten/kota”dan “Mewujudkan konsistensi materi dan keseragaman sistematika dalam penyusunan RUEN bagi Pemerintah. 5) Pertumbuhan ekonomi tahun 2020 s. Diversifikasi Sumber Daya Energi dan Diversifikasi Energi 2. 2050. 3) Pertumbuhan ekonomi tahun 2016.”(Pasal 21 Ayat 1) e) Pembinaan Dalam Penyusunan Rued-P “Memberikan pedoman dalam penyusunan RUEN bagi Pemerintah. Lingkungan Hidup dan Keselamatan 3. berdasarkan realisasi tahun 2015. Infrastruktur.”(Pasal 16 Ayat 4) d) Prinsip Penyusunan Sistematika Penyusunan “Unit kerja yang menyelenggarakan fungsi di bidang penyusunan RUEN pada Kementerian melakukan sinkronisasi dan integrasi penyusunan rancangan RUEN dan rancangan RUED-P. berdasarkan asumsi dalam Perpres No. Pengembangan Kemampuan Teknologi.d. Akses untuk Masyarakat. dan Industri Energi 5. 9. Harga. Subsidi. Akses Masyarakat terhadap Energi Secara Adil dan Merata. Penelitian. 6. berdasarkan asumsi dalam UU No.d. 2019. berdasarkan asumsi dalam KEN.

terpadu. Pola Pikir dan Karakteristik Penyusunan RUED Alur proses penyusunan dan penetapan KEN dan RUEN meliputi dua ranah berbeda yaitu ranah legislatif dan ranah eksekutif. berkeadilan dan optimal dalam rangka mencapai ketahanan energi daerah dan sesuai dengan tuj uan pengelolaan energi secara nasional. Tercapainya keamanan pasokan energi domestik dengan cara pengalokasian energi untuk kebutuhan domestik (bahan baku dan bahan bakar) dan ekspor serta pengalokasian energi perwilayah dengan tetap mengutamakan keberpihakan kepada masyarakat tidak mampu. penyediaan dan pemanfaatan sumberdaya dan sumber energi secara optimal. Terjaganya kelestarian fungsi lingkungan hidup g. e. d. Tercapainya kemandirian pengelolaan energi. Alur Proses Penyusunan dan Penetapan KEN dan RUEN RUED akan berfungsi sebagai acuan dan pedoman dalam pengelolaan energi di tingkat daerah yang bersifat lintas sektor.E. RUED dapat disusun apabila RUEN sudah ada. Tercapainya pemenuhan kebutuhan energi domestik (energi tersedia dalam jumlah yang cukup). RUEN dan RUED disusun berdasarkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan sasaran: a. 4 . Kedua ranah tersebut saling berhubungan dalam melakukan persiapan dan penetapan KEN maupun RUEN. Tercapainya pembangunan infrastruktur energi. Berikut adalah skema alur proses penyusunan dan penetapan KEN dan RUEN yang sedang berlangsung. efisien dan berkelanjutan. dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan energi di daerah secara berkelanjutan. Tercapainya pengelolaan. b. Tercapainya nilai tambah ekonomi yang maksimal. Demikian halnya juga KEN harus sudah ada untuk menjadi pedoman dalam penyusunan RUEN. f. c.

Kemudahan penyediaan lahan 4. Regionalisasi badan usaha penyediaan tenaga listrik 5 . Membangun 4 kilang baru dan revitalisasi kilang s. kapasitas pembangkit listrik 135 mw 1.7 juta rumah tangga tahun 2025 5. 2025 2.Proyeksi Nasional pada Sektor Energi yang tertuang dalam Dokumen RUEN 2015- 2050 (Sumber : Dokumen RUEN . Menyediakan jaringan gas kota untuk 4.d. Program 35 ribu MW 2. Mengendalikan produksi 1. Program Indonesia Terang 3. Peningkatan pemanfaatan batubara domestik B.Dewan Energi Nasional)  Kegiatan Utama Dalam RUEN yang di Jadikan Acuan RUED di Bidang Minyak dan gas bumi A. Mengurangi ekspor batubara bertahap & menghentikan ekspor paling lambat 2046 3. Kemudahan perizinan 6. Membangun industri gasifikasi dan likuifikasi batubara 4. Kemandirian dan ketahanan energi B. Mengendalikan produksi batubara maksimal 400 juta ton mulai 2019 2. Reserve Replacement Ratio 2025: 100% 1. Menghentikan impor BBM paling lambat tahun 2025 3. Menetapkan Cadangan Penyangga Energi  Kegiatan Utama Dalam RUEN yang di Jadikan Acuan RUED di Bidang Penyediaan Batubara A. Mewajibkan pemanfaatan teknologi energi batubara yang ramah lingkungan  Kegiatan Utama Dalam RUEN yang di Jadikan Acuan RUED di Bidang Ketenagalistrikan A. Pinjam pakai kawasan hutan 5. Rasio elektrifikasi 100% pada Tahun 2020 B. Mengendalikan impor LPG di bawah 50% mulai tahun 2025 4.

Penyertaan Modal Negara kepada BUMN untuk pengembangan panas bumi 4. Restrukturisasi permesinan industri dan insentif fiskal dan nonfiskal bagi industri yang melaksanakan efisiensi energi 4. dan berwawasan lingkungan guna terciptanya kemandirian dan ketahanan energi nasional. Rencana Umum Energi Daerah Provinsi. c. Program audit dan manajemen energi 3. yang selanjutnya disingkat RUEN. berkelanjutan.  Kegiatan Utama Dalam RUEN yang di Jadikan Acuan RUED di Bidang Konservasienergi A. Menyediakan lahan 4 juta hektar untuk 16. Elastisitas < 1 #2025 D. yang selanjutnya disingkat RUED-P. Rencana Umum Energi Nasional. peralatan dan jasa produksi EBT sampai 50% pada tahun 2025 5.4 juta KL biofuel F. 45 GW Dari total pembangkit 135 GW 1. Penurunan intensitas energi 1%/tahun C. Reklamasi lahan pasca tambang  Kegiatan Utama Dalam RUEN yang di Jadikan Acuan RUED di Bidang Energi Baru Terbarukan A. Menerapkan kebijakan harga EBT yang menarik (Feed in Tariff) 2. Kebijakan Energi Nasional. Energi hijau 1. yang selanjutnya disingkat RUED-Kab / Kota. Definisi dan Istilah 1) Definisi dan Istilah a. Target 23% dari Bauran Energi Nasional Pada Tahun 2025 B. Menyiapkan benih tanaman sebagai bahan baku bahan bakar nabati (BBN) 6. Rencana Umum Energi Daerah Kabupaten/Kota. Membentuk badan usaha khusus EBT 3. 2) Satuan dan Konversi Konversi pada LEAP untuk Perencanaan Energi Provinsi Jambi 6 . Penurunan emisi 29% #2030 (COP21) B. yang selanjutnya disingkat KEN adalah kebijakan pengelolaan energl yang berdasarkan prinsip berkeadilan. adalah kebijakan Pemerintah mengenai rencana pengelolaan energl tingkat nasional yang merupakan penjabaran dan rencana pelaksanaan Kebijakan Energi Nasional yang bersifat lintas sektor untuk mencapai sasaran Kebijakan Energi Nasional. b. Meningkatkan TKDN untuk teknologi. d. adalah kebijakan pemerintah provinsi mengenai rencana pengelolaan energi tingkat Provinsi yang merupakan penjabaran dan rencana pelaksanaan RUEN yang bersifat lintas sektor untuk mencapai sasaran RUEN. adalah kebijakan pemerintah kabupaten / kota mengenal rencana pengelolaan energl tingkat kabupaten / kota yang merupakan penjabaran dan rencana pelaksanaan RUED-P yang bersifat lintas sektor untuk mencapai sasaran RUED-P. Sosialisasi hemat energi (potong 10%) 2.

Fuel Economy km/m3 Gas 4.342 MPG GUS = 1 km/m3 LPG km/L Diesel eq.550.065.068.968 MPG GUS = 1 L/100 km L/km Diesel eq. Fuel Economy km/L D 0.550.818 MPG GUS = 1 MPG DUS MPG Ethanol UK eq.276.137.166. Fuel Economy km/L G 0.352. Fuel Economy MPG GUS 1 MPG GUS = 1 MPG GUS kWh/100km Fuel Economy kWh/100 km 2.638913127 MPG GUS = 1 MPG EUS MPG Gasoline UK eq.483430379 MPG GUS = 1 km/L D km/L Ethanol eq.217.251. Fuel Economy km/m3 CNG 7. Fuel Economy L/km E 3. Fuel Economy L/100 km D 2.681.087 MPG GUS = 1 kWh/100 k km per m3 CNG eq.601. Fuel Economy MPG DUS 1.183 MPG GUS = 1 L/km D L/km Ethanol eq.968 MPG GUS = 1 L/km G MJ/100 km Fuel Economy MJ/100 km 7.264.425143683 MPG GUS = 1 km/L G Losses Losses 1 7 .065. Fuel Economy L/km G 2.105 MPG GUS = 1 L/100 km L/100 km Gasoline eq. Fuel Economy L/km D 2.098. Fuel Economy L/100 km E 3.251 MPG GUS = 1 km/m3 CNG km per m3 Gasoline eq.480.200. Fuel Economy km/L E 0.834.681.312 MPG GUS = 1 MJ/100 km MPG Diesel UK eq.797.952. Fuel Economy km/m3 LPG 3.068. Fuel Economy L/100 km G 2.365.480.235 MPG GUS = 1 MPG GUK MPG Gasoline US eq. Fuel Economy MPG GUK 1.105 MPG GUS = 1 L/km E L/km Gasoline eq. Fuel Economy MPG DUK 1.183 MPG GUS = 1 L/100 km L/100 km Ethanol eq.Curie Environmental Curie 1 Accidents = 1 Curie Deaths Environmental Deaths 1 Accidents = 1 Deaths Injuries Environmental Injuries 1 Accidents = 1 Injurie Person-REM Environmental Pers-REM 1 Accidents = 1 Pers-RE Work Days Lost Environmental WDL 1 Accidents = 1 WDL Unspecified Unit UnspecifedUnspec Unit 1 Unspec = 1 Unspec Saturation Percent Saturation Saturation 1 Building = 1 Saturati No data No data No data 1 Building = 1 No data Fuel Share Fuel ShareFuel share 1 Fuel share = 1 Fuel s Efficiency Efficiency Efficiency 1 Efficiency = 1 Effici Share Share Share 1 Building = 1 Share L/100 km Diesel eq.767304148 MPG GUS = 1 MPG EUK MPG Ethanol US eq Fuel Economy MPG EUS 0. Fuel Economy MPG EUK 0.832 MPG GUS = 1 km/m3 Gas km per m3 LPG eq.352.436.366 MPG GUS = 1 MPG DUK MPG Diesel US eq.145.27162988 MPG GUS = 1 km/L E km/L Gasoline eq.145.

873 liter = 1 bbl Cubic Centimeter Volume cm3 0.60E-19 GJ = 1 eV Erg Energy erg 1.4535924 kg = 1 lb Short Hundredweight (US) Mass Short Hwt 4.00E-06 GJ = 1 kJ Kilowatt-Hour Energy kWh 0.016.234 kg = 1 Long Hwt Long Ton (UK) Mass Long Ton 1.147 GJ = 1 SBM British Thermal Unit Energy BTU 1.071.0003047 km = 1 ft Furlong Length Furlong 0.685 liter = 1 ft3 Cubic Meter Volume m3 1000 liter = 1 m3 Cubic Yard Volume yd3 7.868 GJ = 1 TOE Acre-foot Volume Acre-ft 1233482 liter = 1 Acre-ft Barrel Volume bbl 1.535.125493979 GJ = 1 Gal Gas Eq Gigajoule Energy GJ 1 GJ = 1 GJ Gigawatt-Hour Energy GWh 3600 GJ = 1 GWh Joule Energy J 1.19E-02 GJ = 1 kcal Kilojoule Energy kJ 1.5682624 liter = 1 UK Pint Pint (US) Volume US Pint 0.076 GJ = 1 TCE Tonnes of Oil Equivalent Energy TOE 41.047 kg = 1 Long Ton Metric Tonne Mass Tonne 1000 kg = 1 Tonne Milligramme Mass mg 1.831.054 GJ = 1 MMBTU Petajoule Energy PJ 1000000 GJ = 1 PJ Quad Energy Quad 1054000000 GJ = 1 Quad Terajoule Energy TJ 1000 GJ = 1 TJ Terawatt-Hour Energy TWh 3600000 GJ = 1 TWh Therm Energy therm 0.00E-05 km = 1 cm Feet Length ft 0.001 liter = 1 cm3 Cubic Feet Volume ft3 2.546.001355781 GJ = 1 ft-lb Gallons Gasoline Equiv (US) Energy Gal Gas Eq 0.00E-06 kg = 1 mg Ounce Mass Ounce 0.924 kg = 1 Short Hwt Short Ton (US) Mass Short Ton 9.1054 GJ = 1 therm Tonnes of Coal Equivalent Energy TCE 293.350.785.00E-10 GJ = 1 erg Exajoule Energy EJ 1000000000 GJ = 1 EJ Foot-Pound Energy ft-lb 0.099 liter = 1 UK Gal Gallon (US) Volume US Gal 3.05E-03 GJ = 1 BTU Electonvolt Energy eV 1.201168 km = 1 Furlong Kilometer Length km 1 km = 1 km 8 .293 kg = 1 Stone Barrel of Oil Equivalent Energy SBM 58.549 liter = 1 yd3 Gallon (UK) Volume UK Gal 4.847 kg = 1 Short Ton Stone Mass Stone 6.001 kg = 1 g Kilogramme Mass kg 1 kg = 1 kg Long Hundredweight (UK) Mass Long Hwt 5.001 GJ = 1 MJ Megawatt-Hour Energy MWh 3.00E-09 GJ = 1 J Kilocalorie Energy kcal 4.080.412 liter = 1 US Gal Liter Volume liter 1 liter = 1 liter Pint (UK) Volume UK Pint 0.02834952 kg = 1 Ounce Pound Mass lb 0.4731765 liter = 1 US Pint Centimeter Length cm 1.0036 GJ = 1 kWh Megajoule Energy MJ 0.6 GJ = 1 MWh Megawatt-Year Energy MW-yr 31536 GJ = 1 MW-yr Million BTU Energy MMBTU 1.645.Gramme Mass g 0.589.

00E-06 km = 1 mm Yard Length Yd 0.828.S.032 km = 1 League Meter Length m 0.001 km = 1 m Mile Length mi 1. cent Currency Cent 0.7456999 kW = 1 HP Kilowatt Power kW 1 kW = 1 kW Megawatt Power MW 1000 kW = 1 MW Tonne Coal Equiv/Year Power TCE/Y 0.40469446 ha = 1 Acre Hectare Area ha 1 ha = 1 ha Square Kilometer Area km2 100 ha = 1 km2 Square Meter Area m2 0.6 USD = 1 GBP Kendaraan-km Transport knd-km 1 knd-km = 1 knd-km Passenger-km Transport pass-km 1 knd-km = 1 pass-km Passenger-mile Transport pass-mile 1 knd-km = 1 pass-mile Penumpang-km Transport Pnp-km 1 knd-km = 1 Pnp-km Short Ton-mile Transport ton-mile 1 knd-km = 1 ton-mile Ton-km Transport Ton-km 1 knd-km = 1 Ton-km Tonne-km Transport tonne-km 1 knd-km = 1 tonne-km Vehicle-km Transport veh-km 1 knd-km = 1 veh-km Vehicle-mile Transport veh-mile 1.0001 ha = 1 m2 Square Mile Area mi2 259.889 kW = 1 TOE/Y Chinese Yuan Renminbi Currency CNY 1 USD = 1 CNY European Euro Currency EUR 1 USD = 1 EUR Indian Rupee Currency INR 1 USD = 1 INR Japanese Yen Currency JPY 1 USD = 1 JPY Juta Rupiah Currency IDR 1 USD = 1 IDR Rupiah Currency IDR 7.69E+00 USD = 1 IDR South African Rand Currency ZAR 1 USD = 1 ZAR U.609.01 USD = 1 Cent UK Pound Currency GBP 1.000.League Length League 4.344 km = 1 mi Millimeter Length mm 1.259 ha = 1 mi2 BBL Oil Equiv/Year Power BOE/Y 0. Dollar Currency USD 1 USD = 1 USD U.000914 km = 1 Yd Acre Area Acre 0.0002930722 kW = 1 BTU/Hr Gigajoules/Year Power GJ/Y 0.S.930236 kW = 1 TCE/Y Tonnes Oil Equiv/Year Power TOE/Y 132.609 knd-km = 1 veh-mile Cubic Meter TDLoss m3 1 m3 = 1 m3 Cubic Meter-Kilometer TDLoss m3-km 1 m3 = 1 m3-km Kilometer TDLoss km 1 m3 = 1 km Tonne-Kilometer TDLoss t-km 1 m3 = 1 t-km Total Distance Transported TDLoss Tot Dist 1 m3 = 1 Tot Dist Building Other Building 1 Building = 1 Building Device Other Device 1 Building = 1 Device Household Other Household 1 Building = 1 Househol Lumens of light Other Lumen 1 Building = 1 Lumen Person Other Person 1 Building = 1 Person Vehicle Other vehicle 1 Building = 1 vehicle Accidents Environmental Accidents 1 Accidents = 1 Acciden 3) Definisi 9 .184382927447996 kW = 1 BOE/Y BTU/Hour Power BTU/Hr 0.0317098 kW = 1 GJ/Y Gigawatt Power GW 1000000 kW = 1 GW Horsepower Power HP 0.

6 Miliar barel 288 Juta barel 12 tahun  Gas Bumi 487 TCF 98.0 TSCF 33 tahun  Batubara 120. penciptaan nilai tambah di dalam neberi dan penyerapan tenaga kerja. dengan cara mengoptimalkan pemanfaatannya bagi pembangunan ekonomi nasional.5 Miliar ton 32. Isu dan Permasalahan Umum Energi Global a) Prioritas Pembangunan Energi Nasional  Maksimumkan pemanfaatan Energi Terbarukan  Minimumkan penggunaan minyak  Optimalkan penggunaan gas bumi  Batubara sebagai andalan pasokan energi nasional  Energi nuklir pilihan terakhir b) Sasaran Pengelolaan Energi Nasional Sumber Energi dan/atau Sumber Daya Energi ditujukan untuk modal pembangunan guna sebesar-besar kemakmuran rakyat.- 10 . BAB II KONDISI ENERGI SAAT INI DAN EKSPEKTASI MASA MENDATANG A. Isu dan Permasalahan Umum Pengelolaan Energi 1. c) Potensi Energi Fossil Di Indpotensi Energi Fossil Di Indonesia Tahun 2015  Minyak Bumi 151 Miliar barel 3.4 Miliar ton 393 Juta ton 82 tahun  CBM 453 TSCF .0 TCF 3..

(Kemenperin)  Meningkatkan kapasitas industri kimia dasar berbasis migas dan batubara untuk peningkatan nilai tambah dan subtitusi impor. (Kemenperin)  Menyusun master plan rencana pembangunan pelabuhan terpadu batubara.  Shale Gas 574 TSCF .- Catatan: *) asumsi apabila tidak ada temuan cadangan baru d) Hasil Pemodelan Kebutuhan Energi Final Nasional e) Hasil Pemodel Pasokan Batubara  Mengendalikan produksi batubara maksimal sebesar 400 juta ton mulai tahun 2019 dengan prioritas pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan menghentikan ekspor pada saat kebutuhan domestik mencapai 400 juta ton. (Kemenhub)  Meningkatkan pemanfaatan batubara untuk sektor industri dengan target mencapai 55. (KESDM)  Mengurangi porsi ekspor batubara secara bertahap dan menghentikan ekspor batubara paling lambat pada tahun 2046. (Kemenperin) 11 . (KESDM)  Membangun industri gasifikasi batubara.2 juta ton pada tahun 2025..

f) Hasil Pemodelan Minyak Dan Gas Bumi  Menerapkan keterbukaan data migas dan tidak menjadikan data migas sebagai objek Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) semata. Lapangan Jangkrik. antara lain Blok Sengkang. Proyek Tangguh Train-3. Proyek IDD.  Mempercepat penyelesaian proyek gas bumi. dan Blok East Natuna  Meningkatkan rasio pemulihan cadangan minyak dan gas bumi hingga mencapai 100% pada tahun 2025. Lapangan Jambaran Tiung Biru.  Meningkatkan keterlibatan negara dalam pendanaan kegiatan eksplorasi melalui mekanisme pendanaan dari sebagian pendapatan negara dari migas (petroleum fund) yang merupakan bagian dari premi pengurasan (depletion premium) atau dari sumber pendanaan lainnya 12 . dengan meningkatkan kegiatan eksplorasi secara masif menjadi tiga kali lipat. dan riset gas biogenik  Menyiapkan WK migas konvensional minimal 9 WK per tahun dan penandatangan WK migas konvensional minimal 6 WK per tahun  Melakukan survei umum migas minimal 3 wilayah per tahun  Mengoptimalkan produksi lapangan migas antara lain dengan memberlakukan kontrak bagi hasil (PSC) khusus untuk kegiatan Enhanced Oil Recovery (EOR) dan segera memutuskan status kontrak yang akan berakhir pada lapangan-lapangan yang mempunyai potensi EOR. riset sistem petroleum pra-tersier. Lapangan Abadi (Masela). Lapangan MDA-MBH. Blok Matindok.  Melakukan riset dasar eksplorasi migas dalam rangka meningkatkan cadangan migas antara lain riset migas non-konvensional. Blok A. riset sistem petroleum gunung api.

Isu dan Permasalahan Umum Energi Daerah a) Kondisi Ketenagalistrikandi Provinsi Jambi  Beban Puncak : 289MW  Kapasitas Terpasang : 312. melalui pembangunan kilang baru dan Rencana Induk Pengembangan Kilang (RDMP)  Mengurangi ekspor minyak mentah semaksimal mungkin dalam rangka memprioritaskan kebutuhan dalam negeri dan menghentikannya pada saat kilang dalam negeri sudah mampu menyerap seluruh produksi dalam negeri.813  Jumlah PelangganTotal : 723.87 MW  Jumlah RumahTangga : 847. 2. dengan menjamin penyerapan produksi  gas dalam negeri untuk industri yang terintegrasi hulu-hilir.7 ribu barrel oil per day (bopd) dan produksi gas bumi menjadi tidak kurang dari 6.700 juta kaki kubik per hari (mmscfd) pada tahun 2025  Mengurangi ketergantungan impor BBM secara bertahap dan menghentikan impor BBM paling lambat tahun 2025.700 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) pada tahun 2025nMengurangi porsi ekspor gas bumi menjadi kurang dari 20% pada tahun 2025 dan menghentikan ekspor gas bumi paling  lambat tahun 2036. g) Pasokan Minyak Mentah Domestik Dan Impor Minyak Mentah  Memastikan produksi minyak bumi tidak kurang dari 567.  Meningkatkan kapasitas kilang minyak nasional menjadi lebih dari 2 juta barel per hari pada tahun 2025. Menyelesaikan kebijakan harga gas bumi dengan  membentuk badan penyangga gas nasional.87 MW  Daya Mampu : 203MW DefisitDaya : 109.  Memastikan produksi gas bumi menjadi tidak kurang dari 6.316 (PLN + Non PLN)  Rasio Elektrifikasi : 81.  transportasi dan sektor lainnya.  7.5% b) Panjangnya Mata Rantai Kontrak Jual Beli Gas (PJBG) untuk Pembangkit Tenaga Listrik yang Diusahakan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) c) Sulitnya Pelepasan Pemanfaatan Kawasan Hutan untuk jaringan SUTET dan Tenaga Panas Bumi d) Lambatnya Pengurusan Kontrak Jual Beli Tenaga Listrik s/d 10MW yang berasal dari Energi Baru dan Terbarukan dan Excess Power e) Beberapa Poin Penting Peran Daebeberapa Poin Penting Peran Daerah  Penyelarasan lahan energi dengan RTRW  Lahan untuk BBN  Pembangunan pembangkit EBT  Perluasan jargas kota dan infrastruktur ketenagalistrikan 13 .

8%. Indeks Gini 0.6%. Kondisi bulan Oktober Tahun 2015 Kegiatan Usaha Pertambangan di Provinsi Jambi sebanyak 80 dalam tahap Ekplorasi dan 116 dalam tahap Operasi Produksi.003 2015* 3.8%. menurunkan angka kemiskinan 4. maka diambil kebijakan memasang target ekonomi makro dalam RPJMD Provinsi Jambi Tahu 2021 sebagai berikut: pertumbuhan ekonomi 7.737. melihat kondisi capaian ekonomi makro nasional dan Provinsi Jambi saat ini.276 2010 4. Kondisi Energi Provinsi Jambi Saat Ini 1. Tebo.081 2011 7. Sitasa Energi yang terletak di Desa Baru Nalo Kecamatan Nalo Tantan Kabupaten Merangin. mineral logam. Pengusahaan pertambangan mineral dan batubara di Provinsi Jambi berkembang dengan pesat.9%. Provinsi Jambi ditargetkan oleh Pemerintah Pusat pada tahun 2019 untuk meningkatkan perumbuhan ekonomi 8. Indikator Sosio Ekonomi Provinsi Jambi mendapat tantangan yang cukup berat kedepan. sedangkan pada tahun 2014 mencapai 30.657 2014 7.003 ton Jumlah Produksi Batubara dan Bijih Besi dapat dilihat pada data dibawah ini : Tabel Jumlah Produksi Sampai Oktober 2015 Jumlah Produksi Batubara dan Bijih Besi di Provinsi Jambi Batubara Bijih Besi Tahun (Ton) (Ton) 2009 2.563.971 213. serta menurunkan angka pengangguran 2.0%.  Audit energi dalam rangka konservasi energi  Subsidi energi yang bersumber dari APBD  Penyederhanaan perizinan  Pengembangan transportasi massal  Optimalisasi layanan penerbitan izin pemanfaatan kawasan hutan B.35% 2.2%.690.096 2012 7.118.959 30. mulai dari batuan.27% dan Indeks Williamson 0.760.994 - *per Oktober 2015 14 .038 116. Produksi Bijih Besi tahun 2013 mencapai 148.797. Batanghari dan Muaro Jambi. Tanjung Jabung Barat.657 ton. mineral non logam sampai batubara serta Minyak Bumi dan Gas Bumi.549 148.401 2013 7. Produksi Batubara di Provinsi Jambi dihasilkan oleh Kabupaten Bungo. Sebagian besar Pengusahaan pertambangan yang ada merupakan Pertambangan Batubara. dimana dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahu 2015 – 2019. persentase penduduk miskin 3.424 305. Emas dan Kuarsa. inflasi 3. Sedangkan untuk Bijih Besi di Provinsi Jambi di Produksi oleh PT. hal ini di tandai dengan banyaknya Izin Usaha Pertambangan (IUP) Mineral dan Batubara yang telah di terbitkan oleh Pemerintah Kabupaten/kota. Sarolangun. sedangkan sebagian lagi mengusahakan Bijih Besi.175.173 527. Indikator Energi  Kondisi Pengusahaan Pertambangan Batubara Provinsi Jambi miliki potensi bahan galian yang begitu banyak. Selain Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Provinsi Jambi juga terdapat 3 Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).

20 Merangin Daerah Tanjung Putus. 13 Sarolangun Daerah Sukadamai. Rantau Cadangan terukur 40 juta ton. Nilai Pandan. Saat ini Kabupaten penghasil batubara terbesar di Provinsi Jambi adalah Kabupaten Bungo. Potensi Batubara hampir terdapat di seluruh Kabupaten di Provinsi Jambi kecuali Kabupaten Kerinci. Nilai Beringin Kec. Kec. Tanjung Jabung Timur dan Kota Jambi. Kec. Kec. Cadangan Terukur 32. Nilai kalori 4. Kec. Batang Asai Indikasi Batubara berupa singkapan.915-4.66 Juta Ton Terunjuk : 243. Mandiangin 10 Sarolangun Daerah Lubuk Resam. Cadangan Terukur 2. 15 Sarolangun Daerah Sungai Dingin. 12 Sarolangun Daerah Lubuk Kepayang. Nilai kalori 4. Pauh Indikasi Batubara berupa singkapan.75 juta ton.84 Juta Ton Tereka : 1. Limun Cadangan Terukur 1. Nilai Sarolangun kalori 5. Nilai kalori 3. Kec. Kec. Cadangan S. 9 Sarolangun Daerah Guruh Baru.115. Bangko Indikasi Batubara berupa singkapan. Kec. Kec.70 Juta Ton yang terdiri dari : Hipotetik : 190. Kec. Nilai Pamenang kalori 4. 14 Sarolangun Daerah Lubuk Napal.356 ton. Bekas wilayah PT.5 juta ton dan Tereka 34 juta ton. 8 Sarolangun Daerah Air Meruap. 15 .750 kal/g. 4 Tebo Daerah Lubuk Mandarsah.630 kal/g 7 Sarolangun Daerah Mensao. 2 Bungo Daerah Jujuhan. NTC yang sudah dikembalikan 3 Bungo Daerah Sungai Serdang/ Sungai Cadangan terukur 9. Pelepat kalori antara 5.250-5.640 kal/g. Kec. Limun Indikasi Batubara berupa singkapan. Tabir Indikasi Batubara berupa singkapan. Tengah Ilir Indikasi Batubara berupa singkapan. 16 Sarolangun Daerah Sekeladi.20 Juta Ton Sebaran Batubara di Provinsi Jambi dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Sebaran Batubara Provinsi Jambi NO KABUPATEN LOKASI KETERANGAN 1 Bungo Mampun Pandan. Kec.820-5. 19 Merangin Daerah Bedeng Rejo. Sumber Daya Batubara di Provinsi Jambi sebanyak 2. 6 Sarolangun Daerah Mengkua. Kec.508. Pauh Indikasi Batubara berupa singkapan. Nilai kalori 4.359 kal/g.800 s/d 5. Tabir Barat Indikasi Batubara berupa singkapan. Kec.685-5.075 kal/g.318- 6. Nilai kalori 4. 18 Merangin Daerah Lubuk Gaung. Buluh seluas 25 ha : Tengah Ilir 210. Tabir Indikasi Batubara berupa singkapan.00 Juta Ton Terukur : 173.205-6.160 kal/g.980- 6. Limun Ketebalan 1 – 7.455 kal/g. Sebagian besar batubara di Provinsi Jambi tergolong batubara dengan kualitas rendah dengan nilai kalori berkisar anatara 4. 5 Tebo Daerah Mangupeh.957 kal/g. Mestong Indikasi Batubara berupa singkapan. Ulu 21 Merangin Desa Tanjung Putus. Kec. 17 Merangin Daerah Sungai Gedang. Batubara merupakan bahan tambang utama yang telah diproduksi di Provinsi Jambi.25 juta ton. Bangko Indikasi Batubara berupa singkapan.885 kal/g.4 juta ton. Jujuhan Hipotetik 157 juta ton.300 Kkal/Kg. Kec. 11 Sarolangun Daerah Sungai Telisa. Barat 22 Merangin Desa Muara Jernih Kec.171-5. Kec. Kec. Kec. Kec. Pauh Indikasi Batubara berupa singkapan. Limun Cadangan Tereka 58 juta ton. Kec. Kalori 6.

1. Bulian Cadangan 390. 30 Tanjab Barat Daerah Lubuk Kambing. Kec. Kec.315-5.975 kal/g. Merlung 35 Muaro Jambi Daerah Tempino. Ketebalan rata-rata 3 m. 26 Batanghari Daerah Bajubang. Kec. Kec. Jambi Luar Indikasi Batubara berupa singkapan.410 kal/g.000-4. Muara Nilai kalori 4. Tungkal Indikasi Batubara berupa singkapan. Muaratembesi Cadangan untuk Areal Prospek seluas 100 ha 4.500 kal/g. Kec. Indikasi Batubara berupa singkapan. Kec. Kec.000 ton. Ulu 32 Tanjab Barat Daerah Suban. Tungkal Ulu Indikasi Batubara berupa singkapan. 36 Muaro Jambi Daerah Desa Baru.700. Batin XXIV Indikasi Batubara berupa singkapan. Kec. 29 Batanghari Daerah Ladang Peris. Kec. Nilai kalori 4. Kec.000-5. Kec. Pumpung 24 Merangin Desa Tanjung Benuang Kec. Mestong Cadangan Tereka 7 juta ton. Tungkal Ulu 31 Tanjab Barat Daerah Lubuk Bernai. Kec. Indikasi Batubara berupa singkapan. 34 Tanjab Barat Daerah Rantau Benar. Renah Indikasi Batubara berupa singkapan. 27 Batanghari Daerah Petaling. Kota 28 Batanghari Daerah Jebak. Nilai kalori 5. Merlung Indikasi Batubara berupa singkapan.23 Merangin Desa Bedeng Rejo. Gambar 4. Mestong Cadangan Tereka 70 juta ton.000 ton. Pamenang 25 Batanghari Daerah Jangga. Tiang Indikasi Batubara berupa singkapan. Kec.712-5. Peta Wilayah Izin Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara Provinsi Jambi 16 . Nilai kalori 5. 33 Tanjab Barat Daerah Dusun Mudo.500 kal/g. Bajubang.

Tabel Neraca Batubara Beberapa Kabupaten Penghasil Batubara Utama di Provinsi Jambi 17 .

18 .

124. LTD EXPLORATION 11 BATU GAJAH RANHIL JAMBI INC. HEXINDO GEMILANG JAYA EXPLORATION 10 BATANGHARI CNOOC BATANGHARI. EXPLORATION 5 SOUTH BETUNG TECHWIN ENERGY SOUTH BETUNG LIMITED EXPLORATION 6 WEST BELIDA ORCHARD ENERGY (WEST BELIDA) LTD EXPLORATION 7 WEST TUNGKAL PT.723 Barel Oil Ekivalen (BOE). Produksi Minyak dan Gas Bumi tahun 2014 tercatat sebanyak 22. SURYA SELARAS SEJAHTERA 4 EAST JABUNG TALISMAN EAST JABUNG B. MEDCO E&P MERANGIN EXPLORATION 13 JAMBI-PT. Dari 22 KKKS tersebut 12 KKKS masih dalam kegiatan eksplorasi sedangkan 10 KKKS Migas telah berproduksi.III COOPER ENERGY MERANGIN III LTD EXPLORATION CONSORTIUM INDRILLCO SOUTH LIRIKLTD-TEXCALSOUTH 2 SOUTH LIRIK EXPLORATION LIRIK LTD-CENTRAL SUMATRA CONSORTIUM BUKIT ENERGY PALMERAH-NZOG PALMERAH 3 PALMERAH BARU EXPLORATION BARU-PT.V. PTE. Perusahaan Minyak Dan Gas NO BLOCK_NAME OPERATOR STATUS 1 MERANGIN .87301) PRODUCTION 16 MERANGIN-II PT.V. LTD EXPLORATION 12 MERANGIN-I PT. SELE RAYA MERANGIN DUA PRODUCTION 17 BANGKO BLOCK PETROCHINA INT BANGKO LTD PRODUCTION 18 JABUNG PETROCHINA INT JABUNG LTD PRODUCTION 19 TUNGKAL BLOCK MONTD’OR OIL (TUNGKAL) LIMITED PRODUCTION 20 SOUTH JAMBI BLOCK B CONOCOPHILLIPS (SOUTH JAMBI) LTD PRODUCTION JAMBI-MERANG BLOCK 21 JOB PERTAMINA-HESS (INDONESIA-JAMBI MERANG) LTD PRODUCTION (SOUTH SUMATERA) 19 .  Bidang Minyak Dan Gas Bumi Saat ini tercatat sebanyak 22 Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang ada di Provinsi Jambi. PERTAMINA PERTAMINA EP PRODUCTION 14 MERUAP PERTAMINA EP PRODUCTION 15 PALMERAH TATELY N. THREE GOLDEN ENERGY WEST TUNGKAL EXPLORATION 8 SOUTH EAST TUNGKAL GUJARAT STATE PETROLEUM CORPORATION LIMITED (GSPC) EXPLORATION 9 LEMANG PT. (COMPANY NO.

424 806 35.448 0 Total 6.599 23.754.705.429.761 241.740 8 PT.318.403. BWP Meruap (TAC) 1.824 2014 5.730 26.402.398.181 9 Montd'Or (Tungkal) Ltd ex PearlOil 327.646 1.271 11.962 5.052 17.357 *sampai dengan triwulan II Tahun 2015 Lifting Minyak Bumi Per KKS Di Provinsi Jambi TAHUN NO Nama Perusahaan 2010 2011 2012 2013 2014 2015 1 PT.275.400 5.001 226.367.192 2.348. EMP Gelam (TAC) 95. BWP PetroChina PT.705.437.119.080 16.696 1.338 1.430 3.814 167.624 2012 6.723 2015* 1.962 17.245.754.717 1.806.688 167.403.411 16.643 22.991 22.2. PBMS Elnusa PT.763 10 PetroChina Intl Bangko Ltd 22.520 230.533 Ket : Tahun 2015 sampai dengan triwulan II Gambar 4. Unit Bisnis PT.257.775 90.549 107.001.426 6 PetroChina Intl Jabung Ltd 3.720 142.833 5.916 3.558.297.023 394.833 16.290.223 7 PT.588.558 164.170 12. Pertamina EP Area Jambi 0 0 0 0 0 2 Unit Bisnis Pertamina EP (Jambi) 1.566 146.245.588.221 1.157 0 0 0 0 5 PT.278.404.731.601 676.998.080 1.156 70.368.651 2011 6.933 2.830 32.213 22.052 6.411 6.318.272.362 134. 22 CORRIDOR CONOCOPHILLIPS (GRISSIK) LTD PRODUCTION Lifting Minyak Dan Gas Bumi Di Provinsi Jambi Minyak Bumi Gas Bumi Tahun (Barel) (BOE) Total 2010 6.038 1. EMP Montd'Or PetroChina Pertamina Pertamina (TAC) Tristar Meruap Intl Jabung Golindo Gelam (Tungkal) Intl Bangko EP Area EP (Jambi) Ramba (TAC) Ltd (TAC) (TAC) Ltd ex Ltd Jambi (TAC) PearlOil 20 .315 335.649 7.591.213 23.495 941.824 11.701 4 Elnusa Tristar Ramba (TAC) 19.997 276.533 9. Grafik Lifting Minyak Bumi per KKKS Di Wilayah Provinsi Jambi Barel 3500000 3278916 3000000 2010 2011 2500000 2012 2013 2000000 2014 1272646 2015 1558221 1500000 1000000 327001 13424 95688 500000 19157 22999 0 0 0 PT.056 12.273.410.370 1.175 2013 5.999 2.124.499 3 PT. Akar PT. PBMS (TAC) 13. Akar Golindo (TAC) 0 3.044.122.

276 .491 4. Pertamina EP .Condensate (Barrel) 20.035.102.389 3.717 TAHUN Nama Perusahaan 2010 2011 2012 2013 2014 2015 Conoco Phillip (S Jambi) Ltd .450 536.40 .656 206.925 9.553.614 3. PetroChina Jabung Intl .755 541.908 199.240.991 16.716 4.208 4 23.Gas Alam (MMBTU) 53.586 4 PT.044.213 470.120 49.925.096 50.775 .572 4.392.824 37.001. Lifting Gas Bumi Per KKS Di Provinsi Jambi TAHUN NO Nama Perusahaan 2010 2011 2012 2013 2014 2015 Conoco Phillip (South 1 Jambi) Ltd .684.933 98.731.222 3.367.806.483.558.Gas Alam (MMBTU) 188.176.720.Gas Alam (MMBTU) 1.615.645 4.406 165.824 21 .153 7.213 17.046.947.Gas Alam (MMBTU) 1.Gas Alam 185.832.042 0 0 0 0 PT.643 9.518.141 0 0 0 0 .066 TAC Pertamina EMP Gelam .681.091 84.167 PT.213 16.344 8.711 47.051.789 4.959 3.647.824 1.644 1.947.LPG (Metric Tone) 473.599 16.012 4 .614 3.110.LPG 4.255.420 489.042 0 0 0 PetroChina Intl Jabung 2 Ltd 18.743.432.Condensate (Barel) 3.871 1.541 TOTAL 17.389 3.044.194.452 919.066 TAC Pertamina EMP 3 Gelam .200 48.046.Condensate (Barrel) 20.954 2.222 3.570.952 8.954 2.194.255.40 .735 546.472 295.153 7. Pertamina EP 0 150.181.410.201.743.871 1.934 534.797 0 0 0 .Gas Alam 9.Gas Alam (MMBTU)/Ma Jambi 837.246 8.Condensate (Barel) 3.483.034.

000 4.000.000.000.000 12.000 8.000 16.000 2.000.000.000.000.000 0 2010 2011 2012 2013 2014 2015 Tahun Peta Wilayah Kerja Migas Di Provinsi Jambi Tahun 2015 22 . Grafik Perkembangan Lifting Gas Bumi di Wilayah Provinsi Jambi BOE 18.000.000.000 14.000 6.000 10.

2) Kotoran Ternak Kotoran sapi dan kerbau telah lama diteliti dan dipraktekkan sebagai pengganti gas LPG untuk keperluan memasak dalam rumah tangga. Potensi Energi Terbarukan Gambar 4. maka seharusnya teknologi itu sudah . Pemanfaatan CPO sebagai biosolar dikarenakan setiap ton CPO dapat menghasilkan 0. dan sangat mudahnya untuk membuat alat pengkonversi kotoran ternak menjadi biogas. Namun perlu dipertimbangkan pengembangan dan pemanfaatannya sebagai bahan baku pembuatan biosolar yang bermanfaat sebagai sumber energi pengganti minyak solar mengingat kebutuhan akan minyak solar tiap tahun pasti mengalami peningkatan seiring meningkatnya jumlah penduduk dan kemampuan ekonomi masyarakat.3. meskipun saat ini CPO masih diperuntukkan untuk keperluan non energi seperti minyak goreng dan sabun. namun sebagian besar diantaranya belum dimanfaatkan sehingga belum menjadi penyokong penyedia energi yang bermanfaat. Dan berikut ini adalah potensi energi terbarukan yang ada di Provinsi Jambi : 1) Kelapa Sawit CPO yang berasal dari kelapa sawit merupakan sumber bahan baku biosolar yang sudah tersedia. Karena begitu banyaknya ternak sapi dan kerbau yang ada di propinsi Lampung.39 ton biodiesel. Peta Potensi Energi Nasional di Provinsi Jambi Provinsi Jambi memiliki potensi energi baru terbarukan yang cukup besar yang bisa menjadi sumber energi untuk membantu pemenuhan kebutuhan energi di Provinsi Jambi .

saatnya untuk diterapkan. tiap satu kilo gram ampas tebu mengandung nilai kalor 7. Sehingga ketergantungan masyarakat Lampung pada minyak tanah dan LPG akan hilang.498 GJ.215 ton. dimana tanaman tersebut merupakan salah satu komoditi unggulan dari Provinsi Jambi . untuk ubi kayu 0.09 X 107J tiap kilo gramnya.300 kj/kg. Menurut penilitian Houdkav. maka dapat menghasilkan energi sebesar 283. Dalam tiap ton buah kakao 70% nya adalah kulitnya. Tempurung kelapa dikategorikan sebagai kayu keras tetapi mempunyai kadar lignin yang lebih tinggidan kadar selulosa yang lebih rendahdengan kadar air sebesar 8%. Padahal dalam ampas tebu ini terkandung nil. 3) Bioetanol Bioetanol dapat dihasilkan dari ubi kayu dan ubi jalar serta tebu.473 ton. Disamping itu teknologi yang sangat mahal juga menjadi kendala untuk menjadikan beberapa bahan baku tersebut menjadi bioetanol. yaitu penggunaan bahan dasar yang masih menjadi bahan baku untuk keperluan produk sektor non energi. Dari LDA 2011 dalam tabel pertanian dapat dilihat bahwa hasil panen kakao pada tahun 2010 adalah sebesar 36. 6) Tempurung Kelapa Tempurung kelapa merupakan bagian buah kelapa yang fungsinya secara biologis adalah pelindung inti buah dan terlatak di bagian sebelah dalam sabut dengan ketebalan berkisar antara 3-6 mm. 5) Kulit Kakao Telah diakui bahwa kakao atau yang lebih akrab disebut kopi cokelat merupakan salah satu komoditi unggulan dari Provinsi Jambi .302 ton. Sehingga jika semua kulit buah kakao dapat dimanfaatkan menjagi energi. Padahal nilai energi yang terkandung dalam kulit ini dapat juga bermanfaat bagi yang memanfaatkannya. Namun permasalahan yang sama untuk pemanfaatannya menjadi bioetanol. Padahal dalam tiap ton bahan baku dapat dikonversi menjadi bioetanol secara berurutan. seperti ubi kayu untuk pembuatan tepung tapioka dan tebu sebagai bahan dasar pembuatan gula putih. 4) Ampas Tebu (Baggase) Ampas tebu sering dianggap oleh masyarakat luas sebagai limbah dari pemerasan tebu setelah diambil sarinya yang kemudian dibuang begitu saja.847 GJ. Terutama di daerah-daerah yang lahan perkebunannya masih sangat luas. (Tilman. dan tiap satu kilo gram kulit dengan kadar air 85% mengandung nilai kalor 16.ai kalori yang juga dapat dimanfaatkan sehingga menjadi potensi energi yang baik bagi penggunanya. ubi jalar 0.378 ton. Dengan nilai kadar air 50%. Sehingga jika semua ampas tebu tersebut dapat termanfaatkan dengan benar. Sehingga dapat 24 . 1991 kotoran sapi memiliki kadar energy 2. Dalam tiap kilo gram tempurung kelapa tersebut mengandung nilai kalor 4. Namun sayangnya kulit dari buah kakao ini tidak dianggap sebagai barang yang bermanfaat. kemudian dari angka tersebut didapat ampasnya 37.998 kj/kg.211 ton. agar penggunaan gas LPG dapat dikurangi.11 X 107 Joule. maka besar energi yang dihasilkan adalah 432. dan kotoran kerbau 2. 1981). Dari LDA 2011 terlihat hasil panen tebu sebesar 99.215 ton dan untuk tebu 0.600 kj/kg. dan hanya dibuang begitu saja.

5 kWh/m2 dengan variasi bulanan sekitar 10%. 9) Potensi Tenaga Angin Merujuk ke Bangka-Belitung yang memiliki pembangkit listrik tenaga bayu berkapasitas 80 KW. Sekamn padi memiliki kerapatan jenis 125 kg/m3.844 ton. Padahal sekam padi dapat juga dikonversi menjadi energi panas yang tentunya dapat dimanfaatkan oleh manusia. dengan nilai kalor 3500 Kkal/kg sekam dengan konduktivitas panas 0. Maka dapat menjadi energi yang besar jika tiap manusia perhari menghasilkan sampah sebesar 1 kg dan tentunya sampah itu dapat terkonversi menjadi energi yang bermanfaat sehingga semua limbah tidak akan menjadi ancaman bagi kelestarian lingkungan. Jadi dengan panen padi di Provinsi Jambi tahun 2010 adalah sebesar 2. untuk Kawasan Barat Indonesia (KBI) sekitar 4. 7) Sekam Padi Sekam adalah pembungkus padi atau kulit padi yang biasanya hanya terbuang begitu saja pada saat penggilingan padi berlangsung. Sementara itu untuk sampah yang tergolong sampah non organik terkandung nilai kalor rata-rata 60. Namun sebenarnya di dalam sampah ini juga terkandung energi yang ternyata dapat bermanfaat bagi manusia. Hal ini tentunya sangat baik untuk dikelola dengan baik sehingga energi ini dapat bermanfaat. 10) Potensi Tenaga Surya Sebagai negara beriklim tropis. untuk sampah yang tergolong organik terkandung nilai kalor rata-rata 22. Nilai kalor yang terkandung dalam sampah sangat tergantung dari jenis sampah itu sendiri. Indonesia mempunyai potensi energi surya yang cukup besar. Ini berarti Provinsi Jambi memiliki nilai intensitas radiasi matahari diatas rata-rata intensitas radiasi matahari Kawasan Barat Indonesia. 8) Sampah Sampah merupakan limbah buangan dari masyarakat atau industri yang dianggap tidak bermanfaat dan menjijikkan bagi sebagian orang. Karena kadar selulosanya yang cukup tinggi sehingga sekam padi ini dapat memberikan pembakaran yang merata dan stabil.100 kj/kg sampah.271 BTU (Houston.2 kWh/m2. 25 . mengingat panen kelapa di Provinsi Jambi ini sangatlah besar tiap tahunnya. 1972). terlihat bahwa potensi energi dari tempurung kelapa ini sangatlah besar karena nilai kalor yang terkandung di dalamnya setengah dari nilai kalor yang dimiliki oleh bagasse tebu. sehingga dari hasil panen tersebut dapat menghasilkan 25% sekam padi sehingga didapat 668. Namun penelitian yang dilakukan oleh BMKG menyebutkan bahwa Provinsi Jambi memiliki intensitas radiasi matahari sebesar 5. 833 kj/kg.673. Berdasarkan data intensitas radiasi matahari yang dihimpun dari 18 lokasi di Indonesia. dan banyak penelitian yang menyatakan pantai barat Sumatera memiliki kecepatan angin diatas 6 m/detik maka akan dapat disimpulkan bahwa provinsi Jambi pun memiliki potensi yang tinggi untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga angin terutama untuk daerah pesisir pantainya.461 ton yang tentunya akan menjadi sumber energi yang sangat besar bila dimanfaatkan dengan benar.

kec.57 150 kab merangin Desa berkun. 5 Air terjun telentam 0. Keliling danau. kab 6 Sungai tembulun 0. 1 sungai siau ktg ±± 34 mtr 1.24 1.67 550 kab merangin Desa nilau dingin kec. kab sorolangun 9 Kec. 3 Btg . kec. Tabir barat. potensi sumber energi utama yang berada di provinsi ini adalah panas bumi dan tenaga air sebagaimana diberikan pada tabel 2 dan tabel 3 berikut ini. Cermin nan gedang.3 20 sorolangun Dusun pulau teluk.2 26 . Jangkat. Potensi PLTP Potensi PLTA Debit air Daya No Lokasi Nama sungai air terjun M²/dtk Kva Desa tuo kec. Kab kerinci Sungai buai (bukit tapan) 8.langkup ktg ± 80 mtr 15.16 15 kab sorolangun Desa muara pemuat kec.6 tenang. kab merangin Desa telentam kec. Batang 8 Sungai pemuat 0.64 3. Sungai pabongo 0.lembah 2 Batang nilo ktg ± 192 mtr 3. desa tambang 7 tinggi.3 20 kab merangin Desa rantau suli kec. Limun.8 30 asai.sungai 4 Air terjun telun tujuh 5. 11) Energi Listrik Tenaga Air dan Panas Bumi Berdasarkan informasi dari Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Jambi .ooo masurai. kab merangin Desa tanjung kasri kec. Lembah masurai.

Gunung tujuh. kab Sungai batang pelepat 2. kab kerinci Sungai air bahan 3. 10 Kec. Desa Talang Tembago. kec. Lembur Lubuk Mingkuang 3. Kec. Kec. Desa Baru. kab kerinci 0. 50 APBN 1999 2 Kec. Batang 24 APBD I 2013 12 Asai TANJUNG 13. Desa Raden Anom Kec. Gunung raya. Desa Koto Rami Kec. Desa Lubuk Lawas Kec. Desa Dusun Tuo. 60 APBD I 2009 8 MERANGIN Lembah Masurai 9 BUNGO 9. Kec. Gunung kerinci. Desa Renah Sungai Besar. Jangkat 50 APBN 2005 7. 50 APBD I 2006 7 BUNGO Kec. Desa Rantau Suli.59 12 Kec.81 20 bungo  Profil Pembangkit Listrik yang Sudah Beroperasi 1) Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (Pltmh) Yang Sudah beroperasi Lokasi Pembangunan PLTMH No Kabupaten Lokasi Desa/Kec Kapasitas Sumber Tahun (KVA) Dana Pembangunan 1 MERANGIN 1. Desa Batu Kerbau 43 APBD I 2011 SAROLANGUN 10. kab kerinci Telun berasap 7. 18 APBD I 2012 10 Batang Asai BUNGO 11. 50 APBN 2003 4 MERANGIN Jangkat 5 MERANGIN 5. Limun APBD I 2015* 27 . 60 APBN 1997 Lembah Masurai BUNGO 2.314 emas Dusun belukar panjang. Kec. Desa Renah Sungai Ipuh. Desa Tangkui Kec. Jangkat 20 APBN 2004 6 MERANGIN 6. desa 14 batu kerbau. 27 APBD I 2013 11 Bathin III Ulu SAROLANGUN 12. Gunung kerinci. Desa Senamat Ulu Kec. Kec. 50 APBN 2001 3 MERANGIN Jangkat 4. Desa Berkun Kec. Desa Gedang. Lembur Lubuk Mingkuang 8. Pelepat.85 Sungai air terjun siluang bersisik 13 Kec. kab kerinci Napal melintang 1. 24 APBD I 2013 13 Sungai Asam JABUNG BARAT 14 SAROLANGUN 14.45 11 Kec.

Sungai Tenang 3. MW Sungai Tenang 5. Desa Padang Jering 7. Muaro Siau 50 KW 8. Air terjun Tuah Rajo Sungai Tembesi Desa Rantau Suli Kec. Potensi PLTMH yang ada di Provinsi Jambi antara lain : Potensi PLTMH di Provinsi Jambi NO KABUPATEN LOKASI KET 1 MERANGIN 1. Air terjun Sungai Sigerincing Desa Muara Siau Kec. Limbur Lubuk Mengkuang 9. Tabir Barat 4. 7. Desa Terapung Air Liki Baru 11. Desa Semambu Kec. 13 KW Gunung Kerinci 2. Bathin III 28 . Desa Simpang Narso Kecil 6. Desa Air Bahan I Kec.8 KW Batang Asai 5. Desa Ma. Kec. Pemuat Kec. Air terjun Telentam Desa Telentam Kec. Jangkat 6. PLTA Langkup Danau Pauh. SAROLANGUN 15. Muara Siau 2. Desa Kuning Kec. Dusun Tanjung Bungo 10 KW Kec. Desa Tanjung Beringin 2 TEBO 1.8 Desa Rantau Suli Kec. Desa Pulau Langsat 5 BUNGO 8. Desa Tiaro Kec. Dusun Laman Panjang 19 KW Dusun Aur Cino Kec. Siulak 70 KW Deras 4 SAROLANGUN 4. Sumay 3 KERINCI 1. 200 Jangkat KW 7. Desa Terapugn Nagol Ilir 12. Desa Terapung Air Liki 10. Desa Simpang Narso Kec. Desa Renah Pelaan Kec. 180 Gunug Kerinci KW 3. Sungai Lungkup. Desa Sepantai Renah 9. Air terjun Telun Tujuh 3. Desa Air Bahan II Kec. APBD I 2015* 15 Batang Asai *dalam tahap pembangunan Pembangunan PLTMH sangat bergantung kepada potensi air terjun yang ada.

3 MW 5– 7 M 6–7M 1200 . PANCURAN TUJUH 30 M 4.6 M 1000 . APBN 400 2007 Lambang 29 . Kemudian pada tahun 2012-2013 telah dikembangkan PLTS dengan sistem terpusat sebanyak 8 unit.2000 65 KM 2) Lokasi Dan Jumlah Plts Untuk wilayah yang terisolir dan tidak terjangkau dengan jaringan listrik PLN telah dikembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan sistem Solar Home System (SHS) yang tersebar di beberapa kabupaten di Provinsi Jambi dari tahun 2004-2009.870 10 KM 7.5 MW 5–7M 5–7M 1200 .1000 45 KM 3.5 – 6. Air Terjun Telun Tirau 32. 12 KW Bathin III Ulu 11. APBN 150 2006 Air Liki 100 2009 Air Liki Baru 100 2009 3 SAROLANGUN APBN 150 2006 Lubuk Napal. BEDENG IV 25 M 1.2000 15 KM 6.8.5 M 10 – 12 M 800 .6 – 2 MW 4–5M 5–6M 700 . 3 MW 8 – 9.2000 60 KM 9.2 MW 6–7M 6–7M 1200 . TELUN BERASAP 75 – 90 M 7 – 8. GUNUNG TUJUH 80 M 15 MW 6–7M 6 -7 M 1200 .1200 40 KM 4. BUKIT TAPAN 60 M 3.5 M 6–9M 500 . Kaos Bungku 155 2009 Danau Embat 80 2009 2 MERANGIN . Desa Sungai Talang Kec.2 MW 7–8M 7 – 7.2000 18 KM 10. PANCURAN ARO 75 M 6 .2000 50 KM 2.1000 18 KM 5. BATU NAMORA 50 M 5 – 6. TALANG KEMULUN 23 M 1.5 – 2 MW 5–6M 5–7M 600 .6 Dusun Baru Pelepat KW Dusun Batu Kerbau Kec.3 7M 6–9M 800 . SELUANG BERSISIK 50 M 2 – 3. 10. Sebaran PLTS di Provinsi Jambi Tahun 2004-2009 TAHUN SUMBER NO KABUPATEN DESA JUMLAH PEMBANG DANA UNAN 1 BATANGHARI Pulau APBN 140 2004 Terentang APBN 200 2008 Baru.1700 30 KM MW 8. SUNGAI MEDANG 25 M 2 – 3 MW 5 – 6. Pelepat Data Potensi Energi Potensial Air di Kabupaten Kerinci ENERGI JARAK KETINGGIAN LEBAR AIR LEBAR KETINGGIAN No NAMA AIR TERJUN YANG DARI AIR TERJUN TERJUN SUNGAI DPL DIHASILKAN KOTA 1.

APBN 250 2007 Sungai Dalam. Air Mumu Danau Tinggi APBN 100 2008 Pasir Jaya APBN 195 2009 7 BUNGO Baru Pelepat APBN 250 2007 Aur Cino APBN 100 2009 Karak APBN 130 2009 8 TEBO Sepakat APBN 62 2007 Bersatu Kunangan. Parit APBN 100 2007 V Tanjung APBN 200 2008 Sejolang.2013 di Provinsi Jambi No. TAHUN SUMBER NO KABUPATEN DESA JUMLAH PEMBANG DANA UNAN Sigatal. Kota Raja Sungai Beras 200 2009 Rawasari 150 2009 5 TANJAB BARAT Parit IV. Bram Itam Kanan Senyerang APBN 200 2009 6 KERINCI Pondok. APBN 350 2007 Mendahara Sungai APBN 400 2008 Rambai. Sepintun Desa Berkun APBN 140 2007 Seko Besar APBN 156 2008 Mersip Hilir 100 2009 Lubuk Sepuh 50 2009 Sukaladi 200 2009 4 TANJAB TIMUR . APBN 244 2008 Muara Ketalo Aburan APBN 250 2009 Batang Lokasi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat APBN Tahun 2012 . APBN 200 2006 Kuala Jambi. Kabupaten Kecamatan Desa Kapasitas Jmlh KK Ket (kW) (1) (2) (2) (4) (5) (6) (7) 1 Sarolangun Pelawan Pematang 15 70 APBN 2012 Kolim 2 Batanghari Maro Sebo Ulu Batu Sawar 15 70 APBN 2012 3 Tanjung Jabung Berbak Rawa Sari 15 60 APBN 2012 Timur 4 Bungo Limbur Lubuk Rantau Tipu 15 70 APBN 2012 Mingkuang 5 Muara Jambi Sekernan Tanjung Lanjut 15 52 APBN 2013 30 .

Sebanyak 14 Unit biogas. Kabupaten Merangin 7 unit dan Kabupaten Sarolangun sebanyak 7 unit. Kabupaten Tanjung Jabung Barat 3 unit. sedangkan untuk Tahun 2011 Pembangunan Biogas dilakukan di 6 (enam) lokasi. Tahun 2014 Pembangunan Biogas dilakukan di sebanyak 39 unit antara lain 8 unit di kabupaten Muaro Jambi. Pada Tahun 2012 kegiatan pembangunan biogas diserahkan kepada Dinas ESDM Kabupaten/ Kota dalam bentuk block grant. Kabupaten Kerinci 7 Unit. Tahun 2010 pembangunan biogas dilakukan di 4 desa dalam 3 kabupaten yang berbeda. 8 unit di kabupaten Tanjab Timur. 8 unit di Kabupaten Bungo dan 7 unit di Kabupaten Tanjab Barat. Kemudian pada Tahun 2013 pembangunan biogas sebnyak 28 unit biogas yang tersebar di Kabupaten Tebo sebanyak 7 unit. Dinas Energi dan Sumber daya Mineral Provinsi Jambi juga melaksanakan Pembangunan Mesin Pengolah Bijih dalam rangka pemanfaatan jarak sebagai sumber energi alternatif guna mewujudkan Desa Mandiri Energi berbasis Nabati. Namun yang terealisasi pembangunannya hanya terdapat 11 unit yang meliputi Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebanyak 4 Unit. Kabupaten Bungo . 31 .6 Batanghari Pemayung Lubuk Ruso 15 70 APBN 2013 7 Tanjung Jabung Tungkal V Seberang Kota 15 70 APBN 2013 Barat 8 Tebo Tebo Tengah Mangun Jayo 15 78 APBN 2013 3) PEMBANGUN BIOGAS Sejak Tahun 2010 Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jambi melaksanakan Pembangunan Biogas dalam rangka memanfaatkan kotoran sapi sebagai sumber energi alternatif. Kecamatan Pelapat. Pembangunan Mesin Pengolah jarak dilakukan di Dusun Baru. 8 unit di kabupaten Batanghari. Kabupaten Bungo 4 Unit. Ilustrasi Biogas Unit Selain mendorong penggunaan kotoran sapi sebagai energi alternatif.

Rimbo Bujang 8 Kecamatan Rimbo Kabupaten Tebo 1 2011 Bujang 9 Kelompok Tani Kabupaten Sarolangun 1 2011 Trikaya. Air Hitam 11 Pondoik Pesantren Kabupaten Tanjab 1 2012 Wali Peetu Desa Air Timur Hitam Laut Kec. Rimbo Ilir 20 Desa Sumber Agung Blok Kabupaten Tebo 1 2013 E Kec. Rimbo Ilir 32 . Kabupaten Sarolangun 1 2010 Kecamatan Singkut 3 Kelurahan Wirota Kabupaten Tebo 2 2010 Agung. Kabupaten Sarolangun 2 2010 Kecamatan Sarolangun 5 Desa Batin. Sadu 12 Kelompok Desa Kota Kabupaten Tanjab 2 2012 Baru Kec. Geragai Timur 13 Kelompok Tani Kabupaten Tanjab 1 2012 Mekar Abadai Kel Timur Simpang Berbak 15 Kelompok Desa Danau Kabupaten Bungo 3 2012 Bulu Pasar Muaro0o Bungo 16 Kelompok Muzainir Desa Kabupaten Bungo 1 2012 Bathin VII Buko Muko 17 Kelompok Desa Kabupaten Tanjung 2 2012 Purwodadi Kec. Betara Jabung Barat 18 Parit Puding Desa Kabupaten Tanjung 1 2012 Pengabuan Kec. Kec. Kec. Sungai Buluh 7 Pesantren Nurul Kabupaten Tebo 1 2011 Huda. Kabupaten Batanghari 1 2011 Kecamatan Bajubang 6 Dusun Merbau. Kecamatan Rimbo Bujang 4 Desa Bernai. Kota Baru 2 Desa Bukit Marau. KECAMATAN KABUPATEN/ JUMLAH TAHUN KOTA (UNIT) PEMBANGUNAN 1 Pesantren Al. Air Hitam 10 Kelompok Tani Kabupaten Sarolangun 1 2011 Sedio Rukun. Lokasi pembangunan Biogas dari tahun 2010 dan 2015: No DESA. Betara Jabung Barat 19 Desa Sari Mulyo (Blok F) Kabupaten Tebo 1 2013 Kec. Kabupaten Batanghari 1 2011 Kampung 8 Nes. Kota Jambi 1 2010 hidayah. Kec.

II. III Desa Lubuk Madrasah Kec. Kerinci 4 2015* Kayo Aro 40 Desa Patok Empat Kec. No DESA. Kabupaten Sarolangun 1 2013 Mandiangin 29 Desa Talang Serdang Kec. Kab. Sarolangun 7 2015* Singkut 39 Desa Gunung Labu Kec. Kabupaten Sarolangun 1 2013 Mandiangin 30 Desa Pudak Kec. Tanjab Barat 3 2015* Tinggi TOTAL 118 unit *dalam tahap pembangunan 33 . Kabupaten Sarolangun 1 2013 Sarolangun 28 Desa Talang Serdang Kec. Kab. Kabupaten Tanjab 2 2014 Betara Barat 36 Desa Lubuk Terentang Kabupaten Tanjab 5 2014 Kec. Pelepat Ilir Kabupaten Bungo 8 2014 38 Kel. Sungai Benteng Kec. Kabupaten Muaro 3 2014 Sungai Gelam Jambi 32 Petaling Kec. Rimbo Ilir 22 Desa Pulung Rejo Blok B Kabupaten Tebo 1 2013 Kec. KECAMATAN KABUPATEN/ JUMLAH TAHUN KOTA (UNIT) PEMBANGUNAN 21 Desa Karang Dadi Blok C Kabupaten Tebo 1 2013 Kec. Sungai Kabupaten Muaro 1 2014 Gelam Jambi 33 Desa Terentang Baru Kabupaten Batanghari 8 2014 Kec. Kab. Rimbo Ilir 23 Kelompok Genap Kabupaten Tebo 3 2013 Mufakat I. Kabupaten Merangin 7 2013 Tabir Selatan 26 Desa Bernai Kecamatan Kabupaten Sarolangun 4 2013 Sarolangun 27 Kelurahan Sukasari Kec. Tebing Kab. Kabupaten Tanjab 8 2014 Geragai Timur 35 Kel. Bathin XXIV 34 Desa Kota Baru Kec. Kerinci 3 2015* Kayo Aro 41 Desa Sido Rukun Kec. Tebo Tengah Ilir 24 Desa Giri Mulyo Kec. Kab. Tebo 4 2015* Rimbo Ulu 42 Desa Suka Damai Kec. Kumpeh Kabupaten Muaro 4 2014 Ulu Jambi 31 Desa Sungai Gelam Kec. Tebo 3 2015* Rimbo Ulu 43 Desa Delima Kec. Mekar Jaya Kec. Kabupaten Kerinci 7 2013 Kayu Aro Barat 25 Desa Bungo Antoi Kec. Betara Barat 37 Kec. Tebing Kab. Kab. Tanjab Barat 4 2015* Tinggi 44 Desa Adi Daya Kec.

dan GI Sei Gelam. Dengan semua keterbatasan yang ada. GI Muara Bulian. yaitu GI Aur Duri. GI Bangko. Gambar 4. saat ini telah dilaksanakan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) beserta jaringannya dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Dalam rangka penyediaan energi khususnya pada desa-desa yang tidak terjangkau oleh aliran PT.PLN (persero).07%.57% 79. GI Payo Selincah. GI Muara Bungo.57%.11% 72.44% 67. maka tidak semua desa- desa dapat dialiri oleh listrik PLN. Data Rasio Elektrifikasi di Provinsi Jambi Tahun 2010 2011 2012 2013 2014 Rasio Elektrifikasi 49.59% 53.4. masih berada di bawah ratio elektrifikasi nasional yaitu sebesar 84. Peta jaringan distribusi Provinsi Jambiseperti ditunjukkan pada Gambar di bawah. Peta Jaringan Distribusi di Provinsi Jambi 34 . Kondisi Kelistrikan dan Transformasi Energi 1) Kondisi kelistrikan Ratio Elektrifikasi di Provinsi Jambi tahun 2014 sebesar 79.07% Jumlah beban puncak non-coincident system kelistrikan Provinsi Jambi (interkoneksi dan isolated) saat ini sebesar 301 MW dan dipasok dari sistem interkoneksi Sumbagselteng melalui saluran transmisi 150 KV dengan 5 GI.00% tetapi telah mengalami peningkatan dibanding tahun 2013 sebesar 72.

5 MW seperti ditunjukkan pada Tabel dibawah : Tabel Kapasitas Pembangkit Daftar Kemampuan Pembangkit Listrik di Provinsi 35 .Kapasitas pembangkit eksisting di Provinsi Jambi adalah sekitar 359.

36 .

 Proyeksi Kebutuhan Tenaga Listrik Komposisi penjualan per-sektor pelanggan tahun 2014. adalah seperti pada Tabel dibawah : Komposisi Penjualan Listrik PLN per Sektor Pelanggan Dari realisasi penjualan tenaga listrik lima tahun terakhir dan mempertimbangkan kecenderungan pertumbuhan ekonomi. pertambahan penduduk dan peningkatan rasio elektrifikasi di masa datang. maka proyeksi kebutuhan listrik 2015 – 2024 dapat dilihat pada Tabel di bawah : 37 .

Adapun pembangkit yang direncanakan berada di Provinsi Jambi mempunyai kapasitas total 1. gas dan tenaga air. Potensi gas terdapat di Kabupaten Tanjung Jabung dan Kabupaten Muaro Jambi dan potensi tenaga air terdapat di Kabupaten Merangin (sungai Merangin dan sungai Batang Air Batu).890 MW seperti ditampilkan pada Tabel di bawah : Tabel Pengembangan Pembangkit 38 . Pengembangan Pembangkit Kebutuhan tenaga listrik sampai dengan tahun 2024 di Jambi direncanakan akan dipenuhi dengan mengembangkan pembangkit di Jambi dan di daerah lain pada sistem interkoneksi Sumatera.715 kkal/kg yang tersebar di seluruh daerah kabupaten kecuali Kabupaten Kerinci. potensi batubara yang layak ditambang adalah 779 juta ton dengan nilai kalori rata-rata 5. Tabel proyeksi kebutuhan tenaga listrik  Pengembangan Sarana Kelistrikan Untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik diperlukan pembangunan sarana pembangkit. Berdasarkan informasi dari Pemerintah Provinsi Jambi. transmisi dan distribusi sebagai berikut. Potensi Sumber Energi Sumber energi yang tersedia di Provinsi Jambi terdiri dari batubara.

JTR sekitar 1. diperlukan pembangunan JTM4.682 kms. diperlukan pengembangan transmisi 150 KV. seperti ditampilkan dalam Tabel di bawah : 39 . Selaras dengan penambahan pelanggan tersebut. dan tambahan kapasitas trafo distribusi sekitar 358 MVA.9 ribu pelanggan per tahun.Pengembangan Transmisi Selaras dengan pengembangan Sistem Sumatera. Table Pembangunan Trasnmisi 150 kV Tabel Pembangunan Transmisi 275 dan 500 kV Peta Jaringan Provinsi jambi Pengembangan Distribusi Sesuai dengan proyeksi kebutuhan tenaga listrik akan dilakukan penambahan pelanggan baru sebanyak 329 ribu sambungan sampai dengan tahun 2024 atau rata-rata 32.611 kms. 275 KV dan 500 kV seperti ditampilkan dalam Tabel dibawah.

Pembangkit pada Sistem Isolated Untuk penyediaan listrik jangka panjang dan sekaligus memperbaiki biaya pokok penyediaan listrik pada sistem isolated direncanakan interkoneksi sistem isolated dengan Grid Sumatera 40 . dan PLTD Sarolangun serta satu pembangkit IPP berbahan bakar gas yang beroperasi di Kabupaten Tanjung Jabung kapasitas terpasang 7. dan PLTD Kuala Tungkal. yaitu PLTD Pelabuhan Dagang. PLTD Mendahara Tengah. PLTD Sungai Lokan. PLTD Batang Asai.2 MW. Tabel pengembangan system distribusi Sistem Isolated Provinsi Jambi masih memiliki 6 PLTD berbahan bakar minyak.

Biogas (kg) 204. 3.000 1. Nasional 7.470 89.800.400 295.903 2 Cangkang 27.434 3 Serabut 125.830 322.200.037.812 Perkiraan Emisi CO2 dari Sektor Rumah Tangga Jenis Bahan Pemakaian Bahan Emisi CO2 No Bakar Bakar (ton/tahun) 1 LPG (kg) 27.984.1 41 .185 Perkiraan Emisi CO2 dari Sektor Industri Jenis Bahan Pemakaian Bahan Emisi CO2 No Bakar Bakar (ton/tahun) 1 Solar 96.520 Sumber : Buku SLHD 2015 C. hal tersebut dapat terlihat pada table berikut: Asumsi Dan Target Yang Digunakan Dalam Proyeksi Kebutuhan Tenaga Listrik di Provinsi Jambi (dalam %) No. Indikator Energi Target terhadap variable-variabel yang mempengaruhi konsumsi energi.161 40.420 3 Arang (kg) 47.411 2 Solar 307.107 187.060 145. Ekspektasi Kondisi Energi Provinsi Jambi Di Masa Mendatang 1.524.8 – 7.744 282.0 Asumsi Pertumbuhan Ekonomi: 1. Indikator Sosio Ekonomi 2.018. Beberapa asumsi dan target yang digunakan dalam proyeksi memperhatikan asumsi dan target-target yang ada dalam skala nasional. Indikator Lingkungan Kondisi Lingkungan di Provinsi Jambi akibat dari aktivitas masyarakat di dalam menggunakan dan mengkonversi energi yang menghasilkan emisi gas buang sebagai berikut : Perkiraan Emisi CO2 dari berbagai Sektor Akibat aktivitas yang Menggunakan Energi atau Mengkonversi Energi Tahun 2014 (SLHD 2015) Perkiraan Emisi CO2 dari Sektor Transportasi Jenis Bahan Pemakaian Bahan Emisi CO2 No Bakar Bakar (liter) (ton/tahun) 1 Premium 412.835.000 905.130 2 Kayu Bakar (ton) 189. Uraian 2015 – 2019 2020 – 2034 5.1 9.9 – 9.735.056. .0 7.277.198.940 4 4.

00 100.5 3.0.21 .2 1.99 99.7 . . . Provinsi Jambi 1.99 99. 3. Provinsi Jambi Asumsi Inflasi: 4.18 .00 (%) Untuk mencapai RE dari 76. menghasilkan hasil /emisi polutan akibat proses tersebut .8 Target rasio elektrifikasi: 85. Provinsi Jambi Asumsi pertumbuhan penduduk: 1.95.37 81.9 .6 3. Indikator Lingkungan Dari skenario pemenuhan energi dan hasil proses pembangkitan energi di provinsi jambi.31 86.00 100.37 . sehingga bisa di ketahui berapa besar/volume hasil pembangkitan energi di provinsi jambi Volume Emisi Polutan Akibat Pembangkitan Energi/Transformasi energi di Provinsi Jambi 42 .1.99 100.2 .5 2. maka diperlukan penambahan penyambungan baru ke konsumen rumah tangga rata-rata sekitar 33 ribu sambungan per tahun. .99 99.00 100. Nasional .3.00 100.86 95.3 .100 4.96.37% pada tahun 2015 menjadi 100% pada tahun 2026.00 100.0.00 100.99 (%) Tahun 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 RE 99.14 90.99 99.1.9 3.48 99. Nasional .100 Target rasio elektrifikasi Provinsi Jambi pertahun Tahun 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 RE 76.99 . Nasional 4.61 99.5 1.00 100.8 .48 99.4 .3. .00 100.5 . kemudian untuk mempertahankan RE tetap 100% diperlukan penambahan penyambungan baru rata-rata sekitar 10 ribu sambungan per tahun untuk mengimbangi pertambahan konsumen rumah tangga. Provinsi Jambi 76.

21 23.054.96 2.989.25 0.44 Non Methane Volatile Organic Compounds 20.181.21 0.77 43 .06 0.23 30.711.50 121.36 0.64 115.91 126.81 3.37 0.677.36 0.43 0.72 Nitrogen Oxides 24.70 3.44 130.09 3.81 8.16 0.72 7.87 109.37 5.34 0.89 6.17 0.023.07 0.891.31 128.32 0.43 Carbon Monoxide 106.24 0.22 0.46 4.08 5.33 24.84 25.06 0.05 0. All Fuels Branch: RUEDJAMBI_VER2 Units: Ribu Metric Tonne Dampak 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 Carbon Dioxide 2.89 26.64 112.60 5.76 3.21 Total 2.39 0.830.61 118.15 0.68 3.07 7.42 0.26 0.56 3.40 0.05 0.65 35.76 3.528.79 24.25 Methane 0.86 21.99 Nitrous Oxide 0. Semua efek KEN Scenario.75 4.07 29.06 33.186.353.18 0.89 25.152.38 0.25 Tot Suspended Particulates 0.46 3.268.81 3.20 0.865.137.926.10 5.81 32.62 23.768.35 0.30 0.17 0.309.05 0.08 Particulates PM10 0.41 22.38 0.446.30 123.31 25.27 0.06 0.34 34.13 4.49 4.43 7.07 0.10 3.16 3.02 22.41 Sulfur Dioxide 4.85 3.013.29 0.88 3.41 0.97 28.07 0.

Misi Dalam rangka mewujudkan visi diatas . berkembangnya Ilmu Pengetahuan. damai. UNGGUL. Visi Visi Jambi Pada Masa Pemerintahan 2016-2021 adalah sebagai Berikut : “MEWUJUDKAN JAMBI YANG TERTIB. tenteram. akuntabel dan harmonis yang tercermin dari berkurangnya tingkat korupsi. tanpa diskriminasi. MISI.  NYAMAN Keadaan yang menggambarkan kehidupan masyarakat di Provinsi Jambi yang hidup dalam suasana aman. birokrasi pemerintahan yang profesional dan berkinerja tinggi. baik dibidang sosial. TUJUAN DAN SASARAN ENERGI DAERAH (JAMBI TUNTAS 2016) 1. serta terjadi harmonisasi antar tingkatan pemerintahan dari pusat sampai desa. sebagai berikut: 44 . saling menghargai dan bertoleransi tinggi antar Suku. BAB III PERNYATAAN VISI. transparan. Agama dan Ras dilandasi supremasi hukum sehingga dapat mendorong iklim investasi dan berusaha yang kondusif. ekonomi. Teknologi dan Inovasi (IPTEKIN) serta pembangunan yang berwawasan lingkungan  ADIL mengartikan perwujudan pembangunan yang adil dan merata. ditetapkan 6 (enam) Misi Pembangunan Provinsi Jambi Tahun 2016 – 2021. ADIL DAN SEJAHTERA TAHUN 2021 (JAMBI TUNTAS 2021)”  TERTIB diartikan sebagai wujud tata kelola pemerintah Provinsi Jambi yang menerapkan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang bersih.  TANGGUH Menggambarkan kemandirian ekonomi masyarakat yang mampu bertahan terhadap goncangan ekonomi global dan mampu bersaing secara global. adanya jaminan kepastian hukum. golongan maupun antar wilayah. politik dan budaya 2. sehingga hasil dari pembangunan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat  SEJAHTERA mengandung makna bahwa kondisi semua lapisan masyarakat secara menyeluruh dapat terpenuhi hak-hak dasarnya. baik antar individu. makin banyaknya keberhasilan pembangunan di berbagai bidang.  UNGGUL Menggambarkan kualitas Sumber Daya Manusia Provinsi Jambi yang berdaya saing dan mampu menjadi modal sosial bagi perwujudan perekonomian Provinsi Jambi yang berdaya saing. NYAMAN TANGGUH.

45 .

46 .

47 .

48 .

49 .

50 .

Tujuan 4. perkebunan dan pariwisata Kemampuan Pembangkitan Energi di Provinsi Jambi 51 . Mendorong Percepatan Kontrak Kerjasama Pembangunan PLTU Mulut Tambang 2x600MW sesuai dengan RUPTL PT. Mendorong percepatan Kontrak Jual Beli Gas (PJBG) pemanfaatan energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas melalui Kementerian ESDM dan SKK Migas 4. PLN 3. Mendorong Pemanfaatan Tenaga Panas Bumi langsung untuk mendorong peningkatan kualitas komoditi pertanian.3. Fokus pada pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dengan memanfaatkan potensi energi yang dimiliki oleh ProvinsiJambi 2. Sasaran dan Indikator Kinerja Perencanaan Energi Provinsi Jambi Meningkatkan Rasio Elektrifikasi (RE) Provinsi Jambi dalam rangka mewujudkan Nawacita dan ProgramJambiTUNTAS2016-2021 melalui : 1. Pemanfaatan Participating Interest (PI) 10% untuk subsektor Minyak dan Gas Bumi milik daerah guna percepatan pembangunan infrastruktur City Gas dan kilang CNG Bahan Bakar Pembangkit Listrik Tenaga Gas 5.

06 0.58 0.00 110.00 15.00 380.200.06 0.00 110.00 180.27 5.58 0.67 2.00 110.67 2.40 36.08 R PLTA 380.08 0.16 8.00 380.16 8.16 PLTG 180.00 1.40 PLTD 8.00 124.00 180.00 124.00 380.00 50.40 36.08 0.58 0.00 50.06 0.40 36.109.40 36.06 Total 2.109.00 50.12 0.27 5.00 110.40 36.12 0.00 124.00 PLTMG 36.00 124.109.00 380.40 36.00 50.12 0.27 5.00 1.06 0.00 50.27 5.00 R PLTG 50.00 180.00 1.00 124.16 8.00 PLTMH 0.00 110.08 0.67 2.12 R PLTBio 0.00 R PLTP 110.08 0.00 124.00 110.00 15.67 2.00 380.200.109.16 8.08 0.27 5.12 0.00 124.00 380.00 180.00 110. Jenis Kapasitas Branch: Transformasi\Pembangkit Listrik\Proses Units: Megawatt Cabang 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 PLTU Batubara 124.58 PLTS 5.200.12 0.109.67 2.58 0.00 124.00 180.109.16 8.40 36.200.16 8.00 180.40 36.12 0.16 8.00 380.00 15.200.58 0.58 0.200.27 5.00 15.58 0.12 0.00 180.00 50.00 180.06 0.40 36.00 124.67 2.00 15.08 0.67 2.12 0.00 1.27 5.58 0.00 110.Kapasitas BAU Scenario.00 1.00 PLTU Biomasa 15.00 380.08 0.00 380.16 8.00 1.67 2.00 180.00 R PLTU B 1.40 36.00 180.00 1.67 2.00 380.27 5.200.00 1.00 15.00 1.109.08 0.08 0.109.00 15.58 0.67 Efisiensi Pembangkit Untuk Masing-Masing Pembangkit Listrik 52 .00 50.06 0.06 0.00 50.00 110.00 15.16 8.27 5.08 0.00 1.12 0.27 PLTBio 0.58 0.00 50.200.00 50.06 0.109.27 5.12 0.200.06 0.00 124.00 15.00 R PLTS 0.109.67 2.00 110.200.200.16 8.00 15.06 0.109.

00 R PLTP 100.00 25. Langkah selanjutnya adalah perhitungan kebutuhan tenaga listrik tiap sektor konsumen dengan analisa regresi.00 35.00 100.00 25.00 25.00 35.00 25.00 100. Karena secara historis pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi lebih tinggi dibanding pertumbuhan rata-rata nasional.00 100. Kebutuhan tenaga listrik konsumen publik merupakan fungsi dari PDRB kategori publik.00 R PLTG 40.00 25.00 25.00 100.00 100.00 35.00 25.00 100.00 25.00 25. tarif listrik rumah tangga.00 R PLTA 100.00 100. tarif listrik bisnis dan jumlah konsumen bisnis. Periode proyeksi disarankan tidak terbatas pada 5 (lima) tahun saja karena untuk membangun pembangkit tenaga listrik seperti PLTU Batubara misalnya membutuhkan waktu yang cukup panjang mulai dari perencanaan.00 35.00 100.00 25.00 R PLTBio 25.00 25.00 25.00 30.00 100. tarif listrik industri dan jumlah konsumen industri.00 100.00 100. maka dalam proyeksi juga ditargetkan lebih tinggi.00 25.00 40.00 100.00 25.00 100.00 25.00 25.00 100.00 100. Berdasarkan hasil proyeksi kebutuhan listrik tersebut dapat dihitung berapa 53 .00 35.00 25.00 25.00 35.00 100.00 35.00 25.00 100.00 30.00 25.00 100.00 100.00 100.00 40.00 100.00 40.00 25. Kebutuhan tenaga listrik konsumen industri merupakan fungsi dari PDRB kategori industri (non migas).00 35.00 40.00 100.00 25.00 PLTG 25.00 100.00 25. Kebutuhan tenaga listrik konsumen bisnis merupakan fungsi dari PDRB kategori bisnis.00 30.00 40.00 30.00 100.00 100.00 25. tarif listrik publik dan jumlah konsumen publik.00 25.00 40.00 100.00 100.00 40.00 25.00 R PLTS 100.00 35. Asumsi tarif listrik adalah menggunakan skenario kenaikan sesuai inflasi.00 PLTU Biomasa 35.00 25.00 30.00 35. demikian juga halnya dengan asumsi inflasi.00 40.00 25.00 25.00 100.00 25.00 PLTD 30.00 25.00 35.00 100.00 30.00 PLTS 100.00 100.00 25.00 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00 25.00 35.00 PLTBio 25.00 100. Tahap terakhir adalah menghitung prakiraan pasokan tenaga listrik.00 25. Asumsi pertumbuhan penduduk menggunakan data Proyeksi Pertumbuhan Penduduk Indonesia 2010 – 2035 dari Buku Proyeksi Penduduk Bappenas-BPS-UNFPA Desember 2013. pembebasan lahan yang tidak mudah.00 25.00 PLTMG 25.00 25. Jumlah konsumen diproyeksikan tumbuh sesuai trend pertumbuhan ekonomi kecuali untuk konsumen rumah tangga ditargetkan naik sesuai kenaikan rasio elektrifikasi. Efisiensi KEN Scenario Branch: Transformasi\Pembangkit Listrik\Proses Units: Persen Cabang 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 PLTU Batubara 35. Dari proses perhitungan pada model akan diperoleh output berupa proyeksi kebutuhan tenaga listrik per sektor konsumen yang dalam hal ini ditentukan rentang waktu proyeksinya selama 20 (dua puluh) tahun.00 Asumsi pertumbuhan ekonomi mengacu pada target Pemerintah yaitu tumbuh sekitar 7% mulai tahun 2019. konstruksi yang memakan waktu setidaknya 3 tahun.00 25.00 25.00 100.00 30. penyiapan pendanaan yang seringkali terkendala.00 100.00 100.00 100.00 40. jumlah konsumen rumah tangga dan jumlah penduduk.00 35. Kebutuhan tenaga listrik konsumen rumah tangga adalah variabel terikat yang merupakan fungsi dari variabel-variabel bebas seperti total PDRB real.00 100.00 30.00 PLTMH 100.00 25.00 25. belum lagi pembangunan sistem penyalurannya.00 25.00 35. Sementara itu target rasio elektrifikasi juga mengacu pada target rasio elektrifikasi nasional.00 30.00 25.00 100.00 25.00 100.00 25.00 R PLTU B 25.00 100.00 35.00 100.00 35.00 25.00 35.00 35.

54 . Kemudian berdasarkan produksi listrik dan faktor beban dapat dihitung prakiraan beban puncak dalam setahun.jumlah produksi listrik yang diperlukan dengan memperhitungkan losses dan pemakaian sendiri di pembangkit. gardu induk dan gardu distribusi. Dari beban puncak setahun dapat ditentukan kebutuhan total daya dengan menetapkan reserve margin yang cukup untuk keandalan pasokan tenaga listrik. Akhirnya dengan diperolehnya kebutuhan total daya maka dapat diperoleh kebutuhan tambahan daya dengan cara menghitung selisih kebutuhan total daya dengan kapasitas yang telah ada (existing).

037. .71 1. . . . 29. .87 -0.15 . - Ang Laut . . . . . .84 260.913. .84 Rumah Tangga 67.00 516. . 0. .16 . . . .27 30. . . 14. . . 303. .87 67.545.46 Ang Udara . . 167. . 70.18 1.87 . .5 Hasil proyeksi neraca Energi (Skenario KEN) 2017 .93 819. .87 . .477. . . 42. 1. .37 Kimia 1. . 28.43 2. . .61 . .18 1.34 .96 -659.34 -42.10 . . . .95 Komersial 136. . . . .61 Bus . .24 . . .50 60. .22 Transformasi Total 243. . .35 . - Pabrik Pupuk . .56 .01 45. . . 0. .53 0.83 22.80 . .62 369.05 45. . . . . .10 . 1.67 0. .62 369. . . 1. 110. .00 0.97 3. 110. 0. 3. . . . 0. . .33 . .67 . . . . .69 . . . . . . .22 . . - Permesinan 0. . .686.01 .34 -42.212.16 0.44 181. .93 .54 0.686. Tabel 4. . . . . . . .48 14.18 -1.55 . .93 .72 Kertas .49 . .29 Kayu 36. 1.73 0. . .11 48. .33 . .26 4. .92 0. . . . Year: 2016.43 0. .79 2.57 Industri 39.95 .47 .57 Spd Motor . . . . .44 29. .53 .99 2. . . .379. -25. . . .27 30. . 345.00 Pemasokan Primer Total -0. . . 2. . . . 0.22 8. .037. . .96 5. .87 -510.93 Lainnya 0. 3. . 0.829.047. . . . . . . . .21 Jasa Komersial 95.11 .87 -0.83 0. . . . . . . 1.80 332. . . . . . . .01 Logam . 166. .61 .59 6.67 . . .07 . . . . 0. . .89 .18 -1. . 5.51 332.854. 19.92 . . .66 Di bawah GK 0. . .12 153.74 .54 0.037.39 Jasa Sosial 31. -33. . . . 0. . . 33.87 0. . . . .135. 0. 0. - Pabrik Baja . . .64 6. 3. . . . . .00 .29 0. .05 . . 62. . .38 Tabel 4. . 0. . . . 120.95 13. 41. . 84. . .04 . .13 Bawah 25. . .10 . . 25. . . 219. . . 60.62 14. -355. 516.50 60. . 168. .5 Hasil proyeksi neraca Energi (Skenario KEN) 2016 Energy Balance for Area "RUEDJAMBI_VER2" Scenario: KEN. .02 . . . .27 0. . . .86 . .92 Atas 8. . .81 0. . .99 2. . . . . . . .09 . . . .52 .50 60. 11. .67 . .25 1. . .22 . . . .13 Impor . .43 0. .64 -510. . .430.39 . . . . . .05 Makanan 1. . . -0.643.35 . . 0.21 Pembangkit Listrik 276. .99 2. . 3. . - Permintaan Total 243. 0. . . . . .48 Transportasi .27 . .67 Truk . 60. . 50. . . .05 . . .92 0. .43 0. . . . 229. -0. .87 Pertambangan .66 14.19 2. 3.00 . . .52 1. 9. 12. . . 17.25 Jasa Keuangan 9. . .46 . . . .61 Transmisi Distribusi -33.28 0. 0.60 Mobil Pnp . .12 332. .04 Non Logam . .10 . . 37. . . . 19. 0. . .58 1. .27 . 0. . . .67 Menengah 32. .96 6.037. . 41.10 . .27 . . . . . . 0. . 5. .02 Kereta Api . . 225. . . . . .96 -692. . .89 Khusus . . . . . .03 . . . .20 . . . 1. .27 30.854. . . . 1. . . . .23 Tekstil 0. . . . . . 2. 142. . .04 0.10 Konstruksi . . . . . -355. . . . . 37.91 13. . . . .83 . . 167. . -0. . . . . - Pertambangan . .44 181.69 . . .44 181. . .34 42. .74 . .19 .01 . . . .86 Pertanian . -25. . . . .59 0.50 60.737. . 146. Units: Ribu Setara Barel Minyak Listrik Gas Bumi Premium Avtur Minyak Tanah Minyak Solar Minyak Bakar LPG Batubara Briket Batubara Biogas Surya Hidro Biomass Total Produksi . . .79 .08 Ekspor -0. 2. . 56.92 . . 1. .87 .27 Lainnya .36 .03 .15 .92 . . . . 517. .19 7.39 . . 149. .20 . . .80 332.

. .Energy Balance for Area "RUEDJAMBI_VER2" Scenario: KEN.61 82.233. . 44.00 Pemasokan Primer Total -0. 235. 82. . . .12 4. 0.34 173. .12 0. 39.72 63.42 . . . -0.51 0. . . . .68 . .89 23.28 . . .924. . . .83 1.01 -0. .52 .12 0. 64.93 272. . 25.61 .918. - Permintaan Total 265.82 Komersial 143. 115. .36 . . -0. . .77 0. 44. . 0. .01 0. . . . . .00 . 0.20 . . 0. . .93 0.47 348.65 . . . . . . 0. 3. .67 9. .5 Hasil proyeksi neraca Energi (Skenario KEN) 2018 56 . . . 1.11 727.38 13.48 Makanan 1. .50 Truk . . . . .476.08 15. . . . .33 -123. . . . .70 0. - Pabrik Baja . 147. . . . . .20 24. . . 64. . 0.24 . . . . . . 1.62 Industri 41. . .090. .61 . .33 0. .14 .01 47. . . . . . . .20 2. . . . . . - Ang Laut . 9. . . . . . . .95 1.72 63.22 Rumah Tangga 80.01 .20 -24.01 Logam . 1. .68 Pertambangan .94 Mobil Pnp . . . .08 Impor . 1.50 Jasa Sosial 33.52 Ang Udara .35 . . . 237. . . . . -5. . .96 .11 727.08 1.42 . . .012. . . . . . 16. . -0. . . . . . . 19.35 Konstruksi . 0. . . .090. . . . . . .63 6. . . . - Permesinan 0.39 Kimia 1.84 . .11 . . 39. -712. . . . . . . . 15.14 Bawah 30.65 . . . . .70 . . . . . . . . . . Year: 2017.48 Atas 9. . . . . . .05 0. . . . 12. .80 2. . . . . . . . 0. 1. . .56 9. . . 180. . . . . . .48 0. . .80 2. . . 5. . . . .89 . . . . . .58 . .673.34 . . .63 6. 0. . .50 .72 63. . .87 . . .15 . . . . . 3. . . .43 Pembangkit Listrik 301. .30 0. . . . . . . .19 47.30 0. . - Pertambangan .11 15. .720.24 .86 .30 Kayu 38. . .86 Pertanian . 175. . . .13 160.15 32. . . -625. 3.11 . . 20.21 348. . .43 -50. 29. . . . . 1. .75 . . . . . . -36.08 .00 129. . .80 2.547. .03 .84 Khusus .05 . . . . .924.090. . 178.39 . 0. 0.06 . . .07 Lainnya 0. . .09 . .12 0.493. . . .99 Non Logam . . . . . . .63 6.18 Transformasi Total 265. . . . . .91 7.16 . .38 372. . . . .01 -0. . . . .61 82.91 1.29 188.15 32. . . . .39 Bus . . -661. . . . .64 2. 24. .77 0. . .81 0. 63. 52. . . . . . . . .96 0. .37 Jasa Keuangan 9. . . . 50.809.79 Spd Motor .44 Di bawah GK 0. .05 . . .189. .74 .00 0. 12. . .573. . .43 50. 87. 0.59 7. .02 . . -5.83 .41 50. 35.21 348. . .83 .18 . . .67 -9. .59 Kereta Api . . .98 .04 Transmisi Distribusi -36. . . .29 31.62 0.33 6.03 . 63.46 348. .65 15.15 32. . . . . . Units: Ribu Setara Barel Minyak Listrik Gas Bumi Premium Avtur Minyak Tanah Minyak Solar Minyak Bakar LPG Batubara Briket Batubara Biogas Surya Hidro Panasbumi Biomass Biodiesel Total Produksi . - Pabrik Pupuk . . .31 . 129.88 2. .88 Transportasi . .08 71. -712. . . .63 3. .49 0.58 . . . . . . .00 Menengah 39. . . .37 . .50 858. . . . .64 . 2. 156. .67 -9. . . 0. .50 . 0. . . . . .97 Tekstil 0.96 .16 . . 2. . . . 175. .51 -123. . . .49 Jasa Komersial 100. . . 311. .74 . . .43 .43 -50.20 .88 . 75. 3.63 3. 82. . 20. . . . .00 . . . . . . 241. . . 1. . . 130.097.45 .15 Lainnya . .51 1. 1. .81 .20 .21 Tabel 4. . 62. . .090.24 14. . .29 188.01 0. .15 . . . . . . . . . .67 9. . . .45 .29 188.03 . . . . . . . . . . . .35 Ekspor -0. . . . . . .01 . . 151.00 . . 0. 29.72 63.720.87 Kertas . 3. . . . . . . . .11 . . . 115.86 . 0.96 .20 -24. .30 . .60 . .96 0.

294. .11 15. .31 . .48 1. . . . . .88 1.753. . . . . .61 3. . . .38 Bus . . . . .17 . 20. . . . .92 Kertas . .638. .26 -10. .48 . . . .19 . . . 1.28 Di bawah GK 0. . .01 -0. . . .08 0. . 0.01 -0. . . -6. 121. . . . 0. . . .32 0. 2. . .59 3. 65.75 . 3. .87 25. . . . . . .04 0. .29 . . . . . . .92 . 184. .01 . 132. . 155. . . .85 14.54 1.45 -53. . .49 365. -758.33 34.89 Khusus . .82 Komersial 150.08 . . 0.68 Pertambangan . . . . . .58 Makanan 1. . .37 . 0.97 . .89 0. . . . .12 . 0. -6.35 50.65 15. . .53 6.05 .753. . . . . .50 . .26 10. .75 Pembangkit Listrik 320.143. . .79 66.82 . . . 26.91 . . . . 3.79 66. . . . .01 .54 1. .52 Transformasi Total 282.807. . . .35 .01 Logam .48 7. . .68 . . .05 . . . 1. 254. . .00 . . -0.40 . 16. . . 247. 0.11 . .41 Kimia 1.56 . .Energy Balance for Area "RUEDJAMBI_VER2" Scenario: KEN. . . . .65 0.61 3. . . .23 75.69 .98 -131. . . . .49 365.11 774.01 .32 Kayu 40. . . 53. . 3.61 15. . . .13 1. . . . .97 1. . . 164. 21. 3. . .94 1. .40 0. . .49 .283. .52 . . . . . . . .578. . . . . .45 . .28 286. . . . 0. . . -758. .87 194. 31. 138. . . 66. .00 0.81 Jasa Sosial 36. . . . . - Pertambangan . . .37 365. 25.45 -26. . 1. . .02 Kereta Api . 13. . 3.84 . . . . .27 Non Logam .60 . . .26 -10. . . - Pabrik Pupuk . . 0. . . . .32 Industri 43.45 -53. 68.87 194. .17 . . .85 2. 2. 36.87 Tekstil 0. . -38. . . . 46.88 1. . . . .04 . . . . .01 50. .40 .87 32. 104. . . .23 .33 34. . . . . . .38 Jasa Komersial 105. . . . - Permintaan Total 282. . .78 . . 9.53 . .16 . . 0. .45 53.06 1. . . . . 184.85 365.45 26.05 0. . . . . 151. . . .01 . . .74 . .89 0.83 Tabel 4. . 2. 136.01 0. 55. . . Units: Ribu Setara Barel Minyak Listrik Gas Bumi Premium Avtur Minyak Tanah Minyak Solar Minyak Bakar LPG Batubara Briket Batubara Biogas Surya Hidro Panasbumi Biomass Biodiesel Total Produksi . 0.60 . .91 Rumah Tangga 87. . . . . . . . -0.00 .998.00 138. . . .35 7. .143. . . 0. . 191. . .26 Ekspor -0. . . .03 . . .13 168. .46 6. - Pabrik Baja . -703. . . .07 179.79 66.55 Transportasi . . . .45 -26. .05 9. . 0.33 . . . . - Permesinan 0. Year: 2018. 0.40 Transmisi Distribusi -38. .85 Mobil Pnp . 190. . . . . .02 .04 2. 132.49 Impor . . .81 0. 26. 41.11 774. .23 . .81 . . .01 0. . .23 132. . . 48. .057. . 0. 325. .26 10. . . .50 53. .01 0. . . . . . . 1. . . . . . .23 . . . 66.60 Ang Udara . . . .01 .21 . . . .93 Atas 10.31 0. .625.23 1. . . . .33 34. .143. .39 Menengah 43. . . .06 . . .33 . . . . .26 Jasa Keuangan 9. . .143. . . .46 -131. .05 15. . -665. . . . . . . . .17 Konstruksi . . .36 . .79 66.21 2. .051. 21.33 Lainnya . . 0. 121.66 . . .45 . . .057. . . . .05 Spd Motor . .14 Bawah 33. .03 . . . 1. . 29.89 . . -0. . . . 41.11 . . . . . . . . . .19 .00 Pemasokan Primer Total -0.53 6. . .46 Truk .61 3.53 3.68 . . . . - Ang Laut . .13 902.72 . . . . .28 . . .10 . . . . 249. . .11 . . . . . .38 . .01 0. . . . .53 6. .249. . . .90 0. .74 Pertanian . . 5. .31 . . 13. . . .23 Lainnya 0. . . . 80.68 4.59 . .87 194. . . 1.66 . 89. 0.5 Hasil proyeksi neraca Energi (Skenario KEN) 2019 57 .20 .152. .23 132. . .41 400. . 1. . . . .980.61 .

36 200. . 0. . 1. . .48 56. . .62 Konstruksi . . . 194. . .73 0. .92 . .01 . . .90 . . . 10. - Pabrik Pupuk . . . 32. 51. 0. . Units: Ribu Setara Barel Minyak Listrik Gas Bumi Premium Avtur Minyak Tanah Minyak Solar Minyak Bakar LPG Batubara Briket Batubara Biogas Surya Hidro Panasbumi Biomass Biodiesel Total Produksi . . . .49 Kertas . . 0.10 .06 . . .05 . .73 1. .81 385. . Year: 2019. . . . 0. . . .36 . . . . . .71 Ang Udara . . 0. .62 3. . . . - Permesinan 0.07 . -0. -791. 17.00 0. .54 . . . . . . . . 25. . .06 Khusus . . 1. 0. 194. . . .72 1.30 . .196. . . . 13. . .22 2. 268.02 -0.93 . . .348. . .785. . .01 1. 173.38 0. . .70 . . . . . . . .87 36.03 . . . . 3. 2.60 Impor . .01 16. 37. 69. .47 4. .86 . . . . .15 . .03 Transformasi Total 300. . 127. . . . . . . . . . .31 0.14 Jasa Sosial 38.53 62.62 . . . . . .06 .20 1.14 Bawah 37.16 Tabel 4.34 Rumah Tangga 95. . . 30.53 . . 0. .91 7. . 160. 2. 261.51 Transportasi .61 . . 143. .43 . 203.93 1. .87 . .58 .91 -153.95 . . 2.00 188. . 85. . . . . . .97 26.90 . .62 3. -757. . .33 0. . .196. .195. 30. . . .01 .68 Jasa Komersial 110. . . .68 -30. .39 16. .87 36.38 . -7. .02 . . 261. . . . . . . 62. . . .00 . . . . . . . . . . 3. .36 200. .51 Di bawah GK 0. . . . 0. 43. . .196. 223.72 0. . . . . 188. .90 Pertambangan .84 184.14 0. .71 . . .02 . 0. .80 12.92 .53 -62.33 301. . . . .77 . . . . . . .53 -62.31 Transmisi Distribusi -41. -791.196. .01 Jasa Keuangan 10.08 Tekstil 0. . . .699. . . 147. . . .53 52. . . . . .13 .00 188.64 385. . .00 . .13 . . . .30 Spd Motor . . . . -41. . . . 37. -716.02 0. . 21. . .47 6. 4. .36 34.01 Logam . .17 . . . .712. . . 43. . .50 Pembangkit Listrik 341. .58 Pertanian .92 . . . . . . . 0. . . . . . . . . .09 . . . . . . .17 . . . . 91. . . . . 2. .12 . 14. . 58.17 Truk .64 Atas 10.33 0. .80 -12.82 950. . 339.08 . . . .92 2. . .03 . . . . .01 52.214.36 200. . .91 Non Logam .62 3. . . .01 69.05 0.31 . . .20 . 68. . . . .68 30. . .14 . . . .95 -153. .71 10. .25 385.47 7. 69. . . .00 . . 48.20 . . . . . . . . .Energy Balance for Area "RUEDJAMBI_VER2" Scenario: KEN. .47 0. . . . 23.47 7.43 807. . . . . .04 1. .43 Kimia 1. . . . . . 0. .06 . . .188. . 188. . .00 0. . .06 . .83 . . . . . 0. .86 . . .68 . . . . .85 . . .80 12. . . . . . 0. . .97 .73 1. . -7.5 Hasil proyeksi neraca Energi (Skenario KEN) 2020 58 . 127.07 2.37 . . .05 . - Permintaan Total 300. 159.18 . .68 -30.73 3. . . . . . .07 . . . .03 . 0. . . .124. 3. .682. . . 3. .13 Bus .25 1. 23.84 Menengah 47. . 0. . . . . .72 16. . . . .01 69. .50 79. . .91 . - Pertambangan .43 16. . . .53 Industri 46. .73 429.02 0. . .195. 6.785. . .14 177. . . .87 . . . . .95 . . . .316. . 1. . .96 .40 Lainnya 0. 1. . .05 . . . . .02 -0. 71.89 Komersial 159.38 15.06 0. 1. .33 Kayu 42. . - Ang Laut .16 Makanan 2. . . . .12 . . . . - Pemasokan Primer Total .64 . . .87 Lainnya . . . .43 807.81 385. 160.89 1. . .80 -12.52 5. . . 155. . . . . - Pabrik Baja . .90 Ekspor . .60 8.06 0. .24 Mobil Pnp . .93 1.154. .33 8.05 .591.01 69. 1. . . . . . .01 69. . .69 0. .17 .331. 0. .22 . .07 Kereta Api .87 36. -0. . .

.33 . . . . . .65 189.59 73.42 4. . . . . . .78 Lainnya . . . .04 Komersial 168. 73. . . . 0. . . . 352. .02 -0. .57 . . . 0. . . . 0. . . 150. . . . . 1. 0.54 10. 46. . . . . . . 66. . . . . -843. 19. .83 -12. . . . -843.35 .94 Non Logam . . . . . . -0. . . 1. 215. . . .51 8. . 0. . . . . . .96 207.59 73. . . . .67 1. 0.06 .36 . 24. . 182. . . -0. 238. . . . . . .08 17. . -7.15 Bawah 40. .35 Menengah 52. 160. . . . . .56 0. . . . . . . .70 Jasa Keuangan 10. .26 Pembangkit Listrik 364. . 3.16 . . . . -43.29 .37 . . .01 .95 .19 Kereta Api . - Pabrik Baja . .79 . . .52 . . - Pabrik Pupuk .85 Tabel 4. .77 Konstruksi .58 Mobil Pnp . . . . .59 73. .78 .59 Lainnya 0. 14. . Year: 2020.00 .78 . . . . . . .78 . . . . .78 38. 0. .41 Rumah Tangga 103.60 1.18 . . .30 2. . . . .33 . .808.92 406.66 Transmisi Distribusi -43. .02 . .12 . . . . .59 73. .25 .73 55.31 406.18 1. .12 Makanan 2. . . .Energy Balance for Area "RUEDJAMBI_VER2" Scenario: KEN.28 Kertas .18 28.13 .00 .48 Pertanian .38 . . . . .246.13 1.11 . . . . . .00 0.469. . . - Permintaan Total 320.68 .12 0. . . 3. . . 0. . . 1.82 . . . . .246.02 0. . - Ang Laut . . . . Units: Ribu Setara Barel Minyak Listrik Gas Bumi Premium Avtur Minyak Tanah Minyak Solar Minyak Bakar LPG Batubara Briket Batubara Biogas Surya Hidro Panasbumi Biomass Biodiesel Total Produksi . . .35 0. .75 .23 . . . . . . . 0.48 . . 134. 6. .79 250. . . . . . . .51 . 0. . 0. . . 4. . .57 66. . . 61. . .815.78 38. .003. 164. . 3. . 2.82 32. . . . . 39. . . 34. .06 3.42 2. . .84 . . . .44 . . . -807. 0. .85 3.42 6.71 Tekstil 0. .82 -32. . . . . . . . . . . .92 406.83 -12. .390. .99 1. . . . . .31 17. . . .899. .19 . .815. 196. .80 . 0. 24. . . . .57 . .77 . 73. . .23 2. . 250. . . . .33 2.03 . . .18 1. . . 134. - Pertambangan . . . 50.21 . . . .02 .11 0. .03 . .5 Hasil proyeksi neraca Energi (Skenario KEN) 2021 59 . . . .46 Spd Motor . -7.15 Impor . 55. . .42 7. . . . .47 .86 . . . 1. .42 1. . . .00 171. .85 3. . . . . . . . . . . . 2. .01 Logam . .12 . . . .91 84. . . . . .82 -32. . . . 171. . . .70 .38 . . . .39 0. . . 274.03 . .57 -66. .374.55 -164.53 Jasa Komersial 116. 25. - Permesinan 0. .30 Industri 48. .00 Pemasokan Primer Total -0. . . .61 Atas 11. .05 0.33 .329. .11 Ekspor -0. . .42 7.84 Ang Udara .05 .246. . . . . . . . . . . .48 8. . .51 .77 . .57 -66.39 . .15 187. 91. . .787.43 59. . . . . .96 36.83 12. .282. .73 0.336. 2.336. 32.96 207.67 17. 0.60 318. . .65 .52 Jasa Sosial 40. .32 . . .12 .02 -0.707. . . . . . . . .27 406.327. 46.14 Di bawah GK 0. .93 . . . . .246. 284.77 0. .15 Truk . . . . . . . . .97 0.93 1. .01 .81 7.35 0. . 205. . . .46 Kimia 1.72 0.36 Pertambangan . .96 207. . . 275. . .01 55.75 .07 . . . .05 . . . -763. . . 72. . . 0.08 . . . . . .79 . .52 .53 . 30. . 1. . . . . . 205.35 Kayu 44. 75.81 -164. . . . . .67 1.08 861.96 16. . . . .67 0. 3.12 0. . -0. . 51. . . 3. .12 . .78 38. .95 . 250. .82 . . 94. . . . .35 458. 14.15 .94 1.66 5.46 16. .75 Transformasi Total 320. .02 0. 0.15 Bus . .756. . .08 861. . . . .79 Transportasi . .19 .83 12. . .79 250.35 Khusus . . 22. 10.85 3. . 1. .65 . .

0.02 -0. 142. . .51 Kereta Api . . . . . . 6. .93 Tekstil 0.10 Jasa Komersial 123. .5 Hasil proyeksi neraca Energi (Skenario KEN) 2022 60 .11 . 228. . .25 9. .22 . . . . - Ang Laut .91 Impor .90 214. . .78 Khusus .98 .74 .09 18. . .32 3.90 214. .51 Makanan 2. .32 3. . .32 3.71 1. . . .101.92 Bus . . .01 . 1.19 0. . 249.79 . . .31 430. . . .01 Logam . . . .93 1.13 . .09 Pertambangan . . . .90 .219. . .21 486.55 2. - Permesinan 0. 42. . . . . . .84 .96 17. 0. 0.71 318.74 -0. .75 2. . 302. 2. .70 .19 . . . - Pabrik Baja . . . .98 . . . 287. 318. . . .65 0. . . . 0. . . .02 .17 8.76 430. . . . . . . . .24 Transmisi Distribusi -46. .120. . . .14 78. . . . .80 Lainnya 0.74 -0.72 . . . 10. . .413.71 Industri 51. 1.62 . . . . . . - Pertambangan .59 2.46 1. 65.13 .33 430. . . . . . . 1. . .50 . .41 Non Logam .37 0.46 1. . .33 1. 1. 0. . .91 . . . 142.67 . . 217.04 .90 38.00 . . . . . . . . .53 . . .914.81 1.472. .46 Jasa Keuangan 10. . . . . 96.Energy Balance for Area "RUEDJAMBI_VER2" Scenario: KEN. .891. . . . . .295. . 193. . . .24 2. . . . . . 291. .16 -42.02 0. . 0.21 . .74 0. 36. 4.38 .53 30. 221.97 .28 -214.101. . . . .09 . . . . 0.89 . . .57 11. . -0. . . . .17 8.04 Spd Motor . .18 . .95 18. .09 0.38 . . . . 30.21 1. .18 . . . - Permintaan Total 342. .19 . . .26 Komersial 178. . . .71 318.88 16. . 0. . . . .31 430. . . . .12 . . 25. . . 0. . 157. 15. . 318. -46. .70 Konstruksi . . . . 363. .45 18. . 221. . . 168.806.295. . . .50 195.57 Pertanian . . . .842. . . .01 . .482. . . . .81 Ekspor -0.61 17. . . . . .17 7.19 .75 .13 41. .71 .16 -42. . . . .59 3. . . .14 78. .02 . . .48 Kimia 1.96 .97 . . . . . 0. .19 0. .57 .90 214. .472. . . .79 . . .71 1. .28 7. . .02 0.88 -16. . 0.06 0. . 49. . . . . 3.14 78. . -9. .09 1.20 .71 .16 42. .295.67 Transformasi Total 342. .37 0. . .88 -16. . . . .93 . -997. . .16 .21 1. . . 0. . . . . . . . .14 .842. .84 Truk . . . . .13 Lainnya .00 0. . 40. . 217. . . .13 41. .295.15 Bawah 43. .77 0. -9. .15 198. .93 Jasa Sosial 43. . .24 . . . . . .14 78. 78. .00 . .95 -214. . Year: 2021. 3. .01 . . .01 58. . . . . .95 59. .09 1. . . . . . . . 53. .498. .01 . -1.00 Pemasokan Primer Total -0. 20. 1. . . . . . 64. . .85 0. . . 25. . . .72 Pembangkit Listrik 388. . . . .50 . 0. . . . . . . -0. .94 Menengah 56. . .17 4. . 15. 4.50 . . . . -1. . .20 Di bawah GK 0. .60 0.06 . . . 165. 78. . . . . . 3. . 80. . . . .80 . -1. . .99 Ang Udara . . . . . 2. .062. . . 49.34 . . -0. .20 . . .29 0.42 . .13 .08 .48 90.98 8. 3. . . 2. .00 221. . .09 . 1.120.09 5.041. .91 Rumah Tangga 112.45 62. . . . .08 Kertas .87 1. . . .263.84 Atas 12. . . . 75.043.88 16.02 -0.13 41. . . . 0.78 . . .05 .65 337. . 0.84 . . 0.42 Transportasi .42 Mobil Pnp .71 0. .34 . . 0. . . . .92 . 24. . . .99 . . . .38 . . . . . . . - Pabrik Pupuk . . .80 Tabel 4. 58. . . . .357. . . .72 . .33 . 97.37 Kayu 47. . . . . . . Units: Ribu Setara Barel Minyak Listrik Gas Bumi Premium Avtur Minyak Tanah Minyak Solar Minyak Bakar LPG Batubara Briket Batubara Biogas Surya Hidro Panasbumi Biomass Biodiesel Total Produksi . 25. . . . . .24 0. .482. . . . . . . .98 .

76 . . .627. .06 . . . 2. 99. .54 2.46 457. . . . . . -1.63 1. . .176. . . . 236. . .94 44.05 1. . .84 391. - Permintaan Total 365.01 . . - Pertambangan .77 0. .46 457. -49. . . . 0.19 . . . . . .82 19. .78 -17. .26 0. .84 391.549. . . .65 . . . . 170. . . . . . 0. 0. . . .17 514. .01 . .11 Pertambangan . . .98 Pertanian . . . -1.46 Transportasi . . . . . -0. . . . . . . .02 0.81 0.44 457. . .032. . . . . 230.14 . . .50 19. .51 Makanan 2.49 -228. 2.867.50 1.42 201. . .21 8.39 0. . . . . . . .66 . 0.84 5. . 300.81 Kertas . . .17 45. .32 18. . 0. . .114. .01 . .84 Industri 54. 5. . . 151. . .26 . .94 44.16 . . .79 82. . . .29 . . . . .91 Bus .064. . . . . 62.84 . . .06 0. . 85. .85 1.68 66.02 0. 151.06 3.99 .51 . . . .86 1. . 0.69 Rumah Tangga 120. .37 Khusus . 79. .176.340. . . .00 0.22 .79 0. . . . . . 321.23 . .00 .18 Ang Udara . . . . .33 4. .30 . . . .00 236.19 62. 2. . .26 . . . . .40 Kayu 50. .17 -45.04 1.36 Non Logam . .14 358. 1.196. . . . .50 . . . . . -0. . . . . . .94 . . . . 391.10 .40 0. . - Permesinan 0. . -1.340. . .48 .86 1.86 9. .61 Jasa Komersial 131. . . . .87 . -10.03 9. . 0. 0.85 Transmisi Distribusi -49. 104. . . .09 . . . .44 2. . . .17 Ekspor -0. . . .04 . . 236. . . . . .37 0. 52. . . 0. . .00 Pemasokan Primer Total -0. . . . .86 0. . 27. .54 . . 16. .26 . .89 .59 1. . . 25. . . . 4. . . . . 0.15 . . 4. 0.91 . . .16 210. . 11. 82.00 . .848.49 7.62 .84 . .42 Mobil Pnp . .80 457. . . . . . . . . . .60 Menengah 61. .91 .14 . .94 44.50 1.11 .78 -17. . 55. . .Energy Balance for Area "RUEDJAMBI_VER2" Scenario: KEN. .71 Impor . 173. . . . 2. .46 221. - Pabrik Pupuk . . . 0. .88 2. .36 Atas 12. . . . . . . .867. .38 Jasa Keuangan 11. . .26 2. . . 0.15 Bawah 46.06 3.03 Lainnya 0. .05 . . - Ang Laut .21 7. .79 . -0. .39 Jasa Sosial 47. .17 -45. 22.92 Tekstil 0.340. . 79.441. . .06 3. . . . . . . . . .03 33.12 . 309. 4. .627. . .72 .46 . 38. . .26 0.19 . .19 .66 . . . 4. .22 95. . . . . . .427. .36 .19 Tabel 4. .39 .04 . . . .663. . .94 Lainnya . . . . . . .46 40.340.18 . . 26. .33 -228. . . . 1.50 Konstruksi . . . . . .53 Truk . .84 .41 1.51 Kimia 1. . 165. 45. . . .08 . . . . . 1. . . . . . .75 0.663. . . . . . . . .39 .01 Logam . .26 . Year: 2022.39 . .79 -0. .79 -0. 31. .68 Di bawah GK 0. . . 1. . . . .79 82. . . . . .02 -0. 230. .21 8. .83 0. . 4. . .128. .58 19.78 17.78 . . . . . . .84 Transformasi Total 365. 240. 391. . .02 -0. 52. . . . 69.26 . . . .51 19.78 17.54 .81 2. .03 . .17 .98 . .196. . . . . . 27. . . . .05 1. . . . .05 0. . .57 Komersial 189. .05 Spd Motor . . . . . . 1. 0. . - Pabrik Baja .53 . . . . . . . -1. 373. 7. . -10. . .09 . .79 82.616. 0. . .94 .01 62. .86 0. . .47 . .46 221. .81 Kereta Api . . . . .39 . . . Units: Ribu Setara Barel Minyak Listrik Gas Bumi Premium Avtur Minyak Tanah Minyak Solar Minyak Bakar LPG Batubara Briket Batubara Biogas Surya Hidro Panasbumi Biomass Biodiesel Total Produksi . 0.46 221. . . . . . .445. 0. 16.992. .5 Hasil proyeksi neraca Energi (Skenario KEN) 2023 61 .88 Pembangkit Listrik 415. . .37 . . 82. . 306. . 205. . .562. . 42. . . .79 82. .72 . .21 4.83 12. .02 .32 .

Energy Balance for Area "RUEDJAMBI_VER2"
Scenario: KEN, Year: 2023, Units: Ribu Setara Barel Minyak
Listrik Gas Bumi Premium Avtur Minyak Tanah Minyak Solar Minyak Bakar LPG Batubara Briket Batubara Biogas Surya Hidro Panasbumi Biomass Biodiesel Total
Produksi - 252,54 - - - - - - - - - - 0,18 - - - 252,72
Impor - - 2.382,62 88,28 47,10 3.773,22 486,93 229,34 1.278,15 1,34 0,03 0,85 - 48,93 19,06 468,70 8.824,56
Ekspor -0,00 - - - - - - - - - - - - - - - -0,00
Pemasokan Primer Total -0,00 252,54 2.382,62 88,28 47,10 3.773,22 486,93 229,34 1.278,15 1,34 0,03 0,85 0,18 48,93 19,06 468,70 9.077,28
Pembangkit Listrik 443,87 -244,44 - - - -11,39 - - -1.257,01 - -0,03 -0,85 -0,18 -48,93 -19,06 - -1.138,03
Transmisi Distribusi -53,26 - - - - - - - - - - - - - - - -53,26
Transformasi Total 390,60 -244,44 - - - -11,39 - - -1.257,01 - -0,03 -0,85 -0,18 -48,93 -19,06 - -1.191,29
Rumah Tangga 129,90 5,59 - - 1,01 - - 178,11 - - - - - - - - 314,60
Di bawah GK 0,09 - - - 0,02 - - 0,04 - - - - - - - - 0,15
Bawah 49,92 1,37 - - 0,39 - - 31,64 - - - - - - - - 83,32
Menengah 66,29 4,12 - - 0,40 - - 102,35 - - - - - - - - 173,16
Atas 13,60 0,09 - - 0,20 - - 44,08 - - - - - - - - 57,97
Komersial 202,40 2,47 - - 28,15 102,46 - 7,79 - - - - - - - - 343,27
Jasa Komersial 139,91 2,23 - - 4,46 66,92 - 5,09 - - - - - - - - 218,61
Jasa Keuangan 11,89 - - - - - - - - - - - - - - - 11,89
Jasa Sosial 50,60 0,24 - - 23,69 35,54 - 2,70 - - - - - - - - 112,77
Industri 58,30 0,04 - - 17,94 1.534,29 486,93 43,45 21,14 1,34 - - - - - - 2.163,44
Makanan 2,53 0,03 - - 0,17 224,26 71,17 10,13 20,26 1,34 - - - - - - 329,89
Tekstil 0,15 - - - 0,27 - - - - - - - - - - - 0,42
Kayu 53,55 - - - 17,47 1.200,81 381,10 10,49 0,07 - - - - - - - 1.663,48
Kertas - - - - - 0,41 0,13 - - - - - - - - - 0,54
Kimia 1,86 0,00 - - 0,01 66,62 21,14 0,42 0,81 - - - - - - - 90,86
Non Logam - - - - 0,01 - - - - - - - - - - - 0,01
Logam - - - - - - - - - - - - - - - - -
Permesinan 0,07 0,01 - - 0,00 0,87 0,28 3,07 - - - - - - - - 4,29
Lainnya 0,15 - - - - 41,33 13,12 19,33 - - - - - - - - 73,93
Transportasi - - 2.382,62 88,28 - 1.879,21 - - - - - - - - - 468,70 4.818,81
Mobil Pnp - - 175,57 - - 25,56 - - - - - - - - - 6,39 207,52
Spd Motor - - 1.889,57 - - - - - - - - - - - - - 1.889,57
Bus - - 65,27 - - 380,15 - - - - - - - - - 95,04 540,45
Truk - - 252,22 - - 1.469,09 - - - - - - - - - 367,27 2.088,58
Kereta Api - - - - - - - - - - - - - - - - -
Ang Laut - - - - - 4,41 - - - - - - - - - - 4,41
Ang Udara - - - 88,28 - - - - - - - - - - - - 88,28
Lainnya - - - - - 245,86 - - - - - - - - - - 245,86
Pertanian - - - - - 55,47 - - - - - - - - - - 55,47
Pertambangan - - - - - 161,26 - - - - - - - - - - 161,26
Konstruksi - - - - - 29,13 - - - - - - - - - - 29,13
Khusus - - - - - - - - - - - - - - - - -
Pertambangan - - - - - - - - - - - - - - - - -
Pabrik Pupuk - - - - - - - - - - - - - - - - -
Pabrik Baja - - - - - - - - - - - - - - - - -
Permintaan Total 390,60 8,10 2.382,62 88,28 47,10 3.761,82 486,93 229,34 21,14 1,34 - - - - - 468,70 7.885,98

Tabel 4.5 Hasil proyeksi neraca Energi (Skenario KEN) 2024

62

Energy Balance for Area "RUEDJAMBI_VER2"
Scenario: KEN, Year: 2024, Units: Ribu Setara Barel Minyak
Listrik Gas Bumi Premium Avtur Minyak Tanah Minyak Solar Minyak Bakar LPG Batubara Briket Batubara Biogas Surya Hidro Panasbumi Biomass Biodiesel Total
Produksi - 269,88 - - - - - - - - - - 0,20 - - - 270,08
Impor - - 2.419,67 94,22 50,49 3.918,91 519,66 237,65 1.367,19 1,43 0,03 0,91 - 52,34 20,39 549,44 9.232,32
Ekspor -0,00 - - - - - - - - - - - - - - - -0,00
Pemasokan Primer Total -0,00 269,88 2.419,67 94,22 50,49 3.918,91 519,66 237,65 1.367,19 1,43 0,03 0,91 0,20 52,34 20,39 549,44 9.502,40
Pembangkit Listrik 474,80 -261,48 - - - -12,19 - - -1.344,63 - -0,03 -0,91 -0,20 -52,34 -20,39 - -1.217,35
Transmisi Distribusi -56,98 - - - - - - - - - - - - - - - -56,98
Transformasi Total 417,83 -261,48 - - - -12,19 - - -1.344,63 - -0,03 -0,91 -0,20 -52,34 -20,39 - -1.274,33
Rumah Tangga 139,29 5,72 - - 1,03 - - 182,94 - - - - - - - - 328,98
Di bawah GK 0,09 - - - 0,02 - - 0,04 - - - - - - - - 0,16
Bawah 53,32 1,39 - - 0,40 - - 32,01 - - - - - - - - 87,11
Menengah 71,47 4,24 - - 0,41 - - 105,14 - - - - - - - - 181,26
Atas 14,40 0,10 - - 0,20 - - 45,74 - - - - - - - - 60,45
Komersial 216,32 2,64 - - 30,31 109,74 - 8,34 - - - - - - - - 367,34
Jasa Komersial 149,31 2,38 - - 4,76 71,42 - 5,43 - - - - - - - - 233,30
Jasa Keuangan 12,44 - - - - - - - - - - - - - - - 12,44
Jasa Sosial 54,57 0,26 - - 25,55 38,32 - 2,91 - - - - - - - - 121,60
Industri 62,22 0,04 - - 19,14 1.637,41 519,66 46,37 22,56 1,43 - - - - - - 2.308,84
Makanan 2,70 0,03 - - 0,19 239,33 75,95 10,81 21,63 1,43 - - - - - - 352,06
Tekstil 0,16 - - - 0,29 - - - - - - - - - - - 0,45
Kayu 57,14 - - - 18,64 1.281,52 406,71 11,20 0,07 - - - - - - - 1.775,29
Kertas - - - - - 0,44 0,14 - - - - - - - - - 0,58
Kimia 1,99 0,00 - - 0,01 71,09 22,56 0,45 0,87 - - - - - - - 96,97
Non Logam - - - - 0,01 - - - - - - - - - - - 0,01
Logam - - - - - - - - - - - - - - - - -
Permesinan 0,07 0,01 - - 0,00 0,93 0,29 3,28 - - - - - - - - 4,58
Lainnya 0,17 - - - - 44,10 14,00 20,63 - - - - - - - - 78,90
Transportasi - - 2.419,67 94,22 - 1.897,19 - - - - - - - - - 549,44 4.960,51
Mobil Pnp - - 181,47 - - 25,60 - - - - - - - - - 7,43 214,50
Spd Motor - - 1.907,35 - - - - - - - - - - - - - 1.907,35
Bus - - 68,08 - - 384,13 - - - - - - - - - 111,52 563,73
Truk - - 262,78 - - 1.482,77 - - - - - - - - - 430,48 2.176,03
Kereta Api - - - - - - - - - - - - - - - - -
Ang Laut - - - - - 4,69 - - - - - - - - - - 4,69
Ang Udara - - - 94,22 - - - - - - - - - - - - 94,22
Lainnya - - - - - 262,38 - - - - - - - - - - 262,38
Pertanian - - - - - 59,20 - - - - - - - - - - 59,20
Pertambangan - - - - - 172,10 - - - - - - - - - - 172,10
Konstruksi - - - - - 31,09 - - - - - - - - - - 31,09
Khusus - - - - - - - - - - - - - - - - -
Pertambangan - - - - - - - - - - - - - - - - -
Pabrik Pupuk - - - - - - - - - - - - - - - - -
Pabrik Baja - - - - - - - - - - - - - - - - -
Permintaan Total 417,83 8,40 2.419,67 94,22 50,49 3.906,72 519,66 237,65 22,56 1,43 - - - - - 549,44 8.228,07

Tabel 4.5 Hasil proyeksi neraca daya 2025

63

Energy Balance for Area "RUEDJAMBI_VER2"
Scenario: KEN, Year: 2025, Units: Ribu Setara Barel Minyak
Listrik Gas Bumi Premium Avtur Minyak Tanah Minyak Solar Minyak Bakar LPG Batubara Briket Batubara Biogas Surya Hidro Panasbumi Biomass Biodiesel Total
Produksi - 288,70 - - - - - - - - - - 0,21 - - - 288,91
Impor - - 2.450,95 100,81 54,25 4.064,24 556,03 246,48 1.463,90 1,54 0,03 0,97 - 56,04 21,83 631,85 9.648,93
Ekspor -0,00 - - - - - - - - - - - - - - - -0,00
Pemasokan Primer Total -0,00 288,70 2.450,95 100,81 54,25 4.064,24 556,03 246,48 1.463,90 1,54 0,03 0,97 0,21 56,04 21,83 631,85 9.937,85
Pembangkit Listrik 508,40 -279,98 - - - -13,05 - - -1.439,76 - -0,03 -0,97 -0,21 -56,04 -21,83 - -1.303,48
Transmisi Distribusi -61,01 - - - - - - - - - - - - - - - -61,01
Transformasi Total 447,39 -279,98 - - - -13,05 - - -1.439,76 - -0,03 -0,97 -0,21 -56,04 -21,83 - -1.364,48
Rumah Tangga 149,01 5,86 - - 1,06 - - 187,90 - - - - - - - - 343,83
Di bawah GK 0,09 - - - 0,02 - - 0,04 - - - - - - - - 0,16
Bawah 56,79 1,40 - - 0,40 - - 32,39 - - - - - - - - 90,98
Menengah 76,88 4,35 - - 0,42 - - 108,02 - - - - - - - - 189,67
Atas 15,25 0,10 - - 0,21 - - 47,46 - - - - - - - - 63,02
Komersial 231,80 2,82 - - 32,71 117,84 - 8,96 - - - - - - - - 394,13
Jasa Komersial 159,76 2,55 - - 5,09 76,42 - 5,81 - - - - - - - - 249,63
Jasa Keuangan 13,05 - - - - - - - - - - - - - - - 13,05
Jasa Sosial 58,99 0,28 - - 27,62 41,43 - 3,15 - - - - - - - - 131,46
Industri 66,58 0,05 - - 20,48 1.752,03 556,03 49,62 24,14 1,54 - - - - - - 2.470,46
Makanan 2,89 0,03 - - 0,20 256,08 81,27 11,56 23,14 1,54 - - - - - - 376,71
Tekstil 0,17 - - - 0,31 - - - - - - - - - - - 0,48
Kayu 61,14 - - - 19,95 1.371,23 435,18 11,98 0,07 - - - - - - - 1.899,56
Kertas - - - - - 0,47 0,15 - - - - - - - - - 0,62
Kimia 2,13 0,00 - - 0,01 76,07 24,14 0,48 0,93 - - - - - - - 103,76
Non Logam - - - - 0,01 - - - - - - - - - - - 0,01
Logam - - - - - - - - - - - - - - - - -
Permesinan 0,07 0,01 - - 0,00 0,99 0,31 3,51 - - - - - - - - 4,90
Lainnya 0,18 - - - - 47,19 14,98 22,08 - - - - - - - - 84,42
Transportasi - - 2.450,95 100,81 - 1.900,57 - - - - - - - - - 631,85 5.084,19
Mobil Pnp - - 187,82 - - 25,64 - - - - - - - - - 8,55 222,00
Spd Motor - - 1.920,70 - - - - - - - - - - - - - 1.920,70
Bus - - 70,46 - - 384,75 - - - - - - - - - 128,25 583,47
Truk - - 271,98 - - 1.485,16 - - - - - - - - - 495,05 2.252,19
Kereta Api - - - - - - - - - - - - - - - - -
Ang Laut - - - - - 5,02 - - - - - - - - - - 5,02
Ang Udara - - - 100,81 - - - - - - - - - - - - 100,81
Lainnya - - - - - 280,75 - - - - - - - - - - 280,75
Pertanian - - - - - 63,34 - - - - - - - - - - 63,34
Pertambangan - - - - - 184,14 - - - - - - - - - - 184,14
Konstruksi - - - - - 33,27 - - - - - - - - - - 33,27
Khusus - - - - - - - - - - - - - - - - -
Pertambangan - - - - - - - - - - - - - - - - -
Pabrik Pupuk - - - - - - - - - - - - - - - - -
Pabrik Baja - - - - - - - - - - - - - - - - -
Permintaan Total 447,39 8,73 2.450,95 100,81 54,25 4.051,19 556,03 246,48 24,14 1,54 - - - - - 631,85 8.573,36

Tabel 4.5 Hasil proyeksi neraca daya 2026

64

874. .96 254. . .04 1. 421.00 Pemasokan Primer Total -0. . 5. .10 . .06 Mobil Pnp . . 0. . . . . . . -13. 3.34 3. 1. . . . . . . . . . . .22 . . . . . . . 67.40 .30 . 9. . . -13.02 . . . . . . . .96 Jasa Sosial 63.17 . . . . . 304. . . 194. . . . . . . .77 Spd Motor . . . . . . . .53 . .02 . .34 . . . . . . 351. 267.00 4. . 0. . . . .97 8. .83 0. . .04 .21 274.08 Tekstil 0. 398. . . . .03 3.30 . . 107. . .367. .03 . 653. . 6. 0.12 0.22 .01 653.96 12.64 .52 0. . .99 Menengah 78. 67. 90.96 254.67 594.73 25. . .01 . . . 5. 192. . . - Pertambangan . 50.482.03 1. . . . .01 81.01 .07 -23. . 193. . 110.032.02 Non Logam . - Pabrik Pupuk .87 -295. . . . . . .282. 21. . .28 0. . .467. .37 24. . . . 5.09 0.17 2. .64 . . 1. .14 . -0.77 .39 . . . . . .00 126. . . . .212. . .67 Kimia 2.64 12.00 4.44 . . .34 1. .75 . . .517. . . .282. . . . . . . . . 59.967. .543. .76 1. -1.07 23. . .00 1.643. . . . .52 Kayu 65.482. . 0. . .57 -295.43 . .01 Logam . . . .07 23.37 . . .40 . .11 Jasa Keuangan 13. . . .06 0.96 107.23 Rumah Tangga 152. .19 . . .02 -0. 2. .87 58.929.57 . .41 . .62 .87 58.25 Lainnya 0. -0.86 Atas 15.10 . . . .11 . .64 0. 8. . . .934.75 . -0.40 Pertanian .22 59. -1. . . . . -1. 0.83 1. .30 5. . . . . .59 0. . . . .73 1. . 0.517.39 Impor . . . . . .75 . . . . .24 0. 304. . . - Permintaan Total 471. . . 5. .96 . . 0. 197.60 Khusus .84 229.58 . .26 . 0. . . .06 2. .87 . 1. 33. . . . .97 10. 26. . . - Ang Laut . .96 107.07 -23. . -1. . .373. . . 653. .37 Ang Udara . . . 140. 35. . . . .82 0. . . 2. . . .03 1. . 64.43 Di bawah GK 0. . . .42 Komersial 248.00 .83 1.49 16.01 653. .45 .60 . . . . . . .03 23.92 Transmisi Distribusi -64. . . .22 -59. 107. . .08 .02 . .78 .96 53.438. . .55 44. 92. .73 . . . . . .22 -59. . .Energy Balance for Area "RUEDJAMBI_VER2" Scenario: KEN.96 107. . .24 Pembangkit Listrik 535. . 72. . . . .99 . .45 81. . .87 . 0.19 594. .02 Kereta Api . 0. . . . . .00 304. . .05 . 21. .85 Ekspor -0. . 197. . . .01 . - Pabrik Baja .50 .58 4. . . 0. . . . . . . 0. . . . . . .43 594.482. . .08 . .482.03 Konstruksi .14 Bus . .78 Pertambangan . . . . . . .02 . . .92 1. . . . . 0. . .03 -1. .89 Truk . . 35. .18 . . .39 25. .30 Transformasi Total 471. . . . .01 86. .64 . . .09 .64 0. . . 0. . 1. .08 0.02 0. Units: Ribu Setara Barel Minyak Listrik Gas Bumi Premium Avtur Minyak Tanah Minyak Solar Minyak Bakar LPG Batubara Briket Batubara Biogas Surya Hidro Panasbumi Biomass Biodiesel Total Produksi . .22 . . . . . . . . . .06 .03 . .537. . . .87 58. . 1.16 Bawah 58. . . . . . .99 .01 65 .66 Industri 71. . . .934. .00 . .72 Jasa Komersial 170. . . .33 . . . . .21 465. . -64. . .11 . 403. .03 -1.33 Transportasi . . . .96 254.40 1. .268.331. . . . . . . . - Permesinan 0. .40 1. . . . .062.87 Lainnya . .38 2. .09 . .53 Kertas . 0. .97 5.09 25. . .73 1. . . . . 281.00 4.42 .51 0.21 .93 .16 . . 29. . . 132. 300. 111. .02 -0.97 10. . . .14 .543. . . . . . . Year: 2026. 2. . 13. . . 512. . . 35. .40 Makanan 3. .57 . 2. 300. . . .19 594. . . . . .51 . . . . .74 603.37 . 0. 48.95 2. . .57 9. . . . . .96 107. .

Energy Balance Untuk "RUEDJAMBI" Skenario BAU TAHUN 2025 Energy Balance Untuk "RUEDJAMBI" Skenario KEN TAHUN 2025 .

Energy Balance Untuk "RUEDJAMBI" Skenario BAU TAHUN 2026 Energy Balance Untuk "RUEDJAMBI" Skenario KEN TAHUN 2026 67 .

88 80.154 23.074 1.381 1. . .186 22.361 34.80 110.998 9.404 1.67 Total 73. Permintaan Energi 10 Tahun Ke depan (s/d 2026) Energy Demand Final Units KEN Scenario.580 13.855 47.449 1.67 Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa kebutuhan tambahan daya tahunan merupakan kapasitas yang harus ditambahkan atau sudah beroperasi (COD) pada tahun tersebut.83 118.452 9.46 85.45 126.136 2.632 Khusus .333 1.80 110.479 1.131 1.996 2.023 1.748 1.45 126.521 1.425 14.526 1.562 1.121 41.326 40.959 36.829 1.164 26.88 80.83 118.896 45.563 Lainnya 0. .870 1.265 1.818 12. pembebasan lahan.292 Industri 8. .020 28.71 135.343 1.999 Komersial 1.46 85. - Total 33.66 91.25 97. .670 1.514 11.844 49.589 8. .976 1.603 38.594 1.654 1.956 10.844 29. . energi setempat bagi Provinsi Jambi karena Provinsi Jambi memiliki banyak potensi batubara dan gas.66 91. artinya setidaknya 3 tahun sebelumnya sudah ada proses perencanaan pembangkit.365 Transportasi 21. penyiapan pendanaan dan lain-lain.156 25.195 1.28 103. All Fuels Branch: Permintaan Units: Juta Gigajoule Cabang 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 Rumah Tangga 1.852 Kebutuhan Energi Pada Kondisi Puncak di Provinsi Jambi Peak Power Requirements KEN Scenario Branch: Transformasi\Pembangkit Listrik Units: Megawatt Cabang 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 Pembangkit Listrik 73.147 24.277 1.132 11.116 28.430 1.981 43. Namun untuk menentukan jenis pembangkit lebih detail yang mencakup kapasitas dan lokasi perlu dilakukan kajian yang menyeluruh terhadap sistem kelistrikan Sumbagselteng karena sebagaimana 68 .913 1.71 135.757 1.28 103. .25 97.157 27.

Hal-hal demikian lebih tepat dan paling memungkinkan ditentukan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) dimana perencanaannya terintegrasi dalam satu sistem dan relatif tidak terpengaruh oleh batas wilayah administrasi. Untuk merencanakan lebih detail diperlukan antara lain kurva beban sistem. 69 . Selain itu perlu pula dipertimbangkan penambahan pembangkit di provinsi lain yang nantinya akan mempengaruhi load flow dan pada akhirnya juga berpengaruh pada perencanaan sistem penyaluran.diuraikan di awal bahwa sistem kelistrikan di Provinsi Jambi hanya merupakan salah bagian dari sistem interkoneksi Sumbagselteng. baik beban pada waktu tertentu maupun berupa Load Duration Curve.

Sankey Diagram for "RUEDJAMBI“ SKENARIO BAU Untuk Sektor Pengguna Energi .

Sankey Diagram for "RUEDJAMBI“ SKENARIO BAU Hanya Untuk Sektor Energi 71 .

Sankey Diagram for "RUEDJAMBI“ SKENARIO KEN Untuk Sektor Pengguna Energi 72 .

Sankey Diagram for "RUEDJAMBI“ SKENARIO KEN Hanya Untuk Sektor Energi .

RUEN dan RUED merupakan perencanaan yang memadukan perencanaan sektor (aspasial) dan perencanaan spasial. 2. tercapainya nilai tambah ekonomi yang maksimal. RUEN dan RUED akan saling mempengaruhi dengan perencanaan sektor lainnya yang berkaitan dengan sektor energy RUED dimaksudkan sebagai acuan dan pedoman dalam pengelolaan energi di tingkat daerah yang bersifat lintas sektor. Atas dasar itulah perlu adanya suatu kebijakan yang khusus tentang energi. Sejak tahun 1981 Indonesia mulai menyusun kebijakan energi. Sebagai kebijakan publik. tercapainya keamanan pasokan energi domestik dengan cara pengalokasian energi untuk kebutuhan domestik (bahan baku dan bahan bakar) dan ekspor serta pengalokasian energi per wilayah dengan tetap mengutamakan keberpihakan kepada masyarakat tidak mampu. kebijakan energi yang dikeluarkan cenderung bersifat parsial dan kurang melibatkan sektor selain energi. 7. 30 tahun 2007 tentang Energi dibentuk Dewan Energi Nasional untuk menyusun kebijakan energi nasional secara komprehensif. Ruang Lingkup Perencanaan Energi Daerah Saat ini. tercapainya pengelolaan. terpadu. RUED disusun berdasarkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan sasaran (draft pedoman RUEN) : 1. Dalam prakteknya. tercapainya pemenuhan kebutuhan energi domestik (energi tersedia dalam jumlah yang cukup). berkeadilan dan optimal dalam rangka mencapai ketahanan energi daerah dan sesuai dengan tujuan pengelolaan energi secara nasional. tercapainya kemandirian pengelolaan energy . penyediaan dan pemanfaatan sumber daya dan sumber energi secara optimal. dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan energi di daerah secara berkelanjutan. terjaganya kelestarian fungsi lingkungan hidup. 4. sektor energi memiliki peran strategis dalam mencapai kemakmuran ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. 6. 3. Melalui UU No. dapat diimplementasikan.5. tercapainya pembangunan infrastruktur energi. KEN setidaknya harus memiliki unsur ‘paksaan’ dan insentif selain tentunya mengikuti siklus kebijakan yaitu dapat dirumuskan. dimonitoring dan dievaluasi. efisien dan berkelanjutan. Sampai tahun 2006. 5.

Diagram Alir Penelitian Untuk melakukan perencanaan energi yang terpadu dan optimasi pemanfaatan energi terbarukan maka diperlukan data-data yang berkaitan dengan sektor-sektor energi seperti data sumber daya energi terbarukan. . data permintaan energi. seperti yang tergambar pada kerangka konseptual perencanaan energy daerah. data biaya dan efisensi untuk tiap teknologi konversi energi dan data-data ekonomi energi yang merupakan aktifitas pendorong energy.

Kerangka Konseptual Perencanaan Energi daerah .

 Mengurangi ekspor energi fosil secara bertahap terutarna gas dan batubara dan menetapkan batas waktu untuk memulai menghentikan ekspor. Kebijakan  Ketahanan Energi: Suatu kondisi terjaminnya ketersediaan energi di Provinsi Jambi . Ketersediaan Energi Untuk Kebutuhan Daerah Provinsi Jambi  Meningkatkan eksplorasi sumber daya.  Pengembangan energi dengan mengutamakan sumber daya energi setempat. dan energi untuk transportasi. sumber energi dan sumber daya energi dikelola sebaik-baiknya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. dan energi angin diarahkan untuk ketenagalistrikan.  Memastikan terjaminnya daya dukung lingkungan untuk menjamin ketersediaan sumber energi air dan panas bumi. transportasi dan distribusi penyediaan energi. kearnanan pasokan energi. energi laut. Pemanfaatan Sumber Daya Energi Daerah Provinsi Jambi  Pemanfaatan sumber energi terbarukan dari jenis energi air.  Pengembangan industri dengan kebutuhan energi yang tinggi diprioritaskan di daerah yang kaya sumber daya energi.  Kemandirian Energi: Terjaminnya ketersediaan energi dengan memanfaatkan semaksimal mungkin potensi dari sumber dalam negeri dan di Provinsi Jambi Sendiri  Kemandirian Pengelolaan Energi Daerah Provinsi Jambi : Kualitas pengelolaan yang sepenuhnya berorientasi pada kepentingan Daerah dan Nasional untuk menjamin bahwa energi. dengan mengutamakan semaksimal mungkin kemampuan sumber daya manusia dan industri Provinsi Jambi. 2. potensi dan/atau cadangan terbukti energi.  Meningkatkan produksi energi dan sumber energi dalam daerah Provinsi Jambi dan/atau dari sumber luar dearah. Prioritas Pengembangan Energi  Pengembangan energi dengan mempertimbangkan keseimbangan keekonomian energi.  Memprioritaskan penyediaan energi bagi masyarakat yang belum memiliki akses terhadap energi listrik.BAB IV KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN ENERGI DAERAH 1. energi panas bumi.  Pengembangan energi dan sumber daya energi diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam Provinsi Jambi.  Meningkatkan keandalan sistem produksi. B. akses masyarakat terhadap energi pada harga yang terjangkau dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap lingkungan hidup. dan pelestarian fungsi lingkungan.  Mewujudkan keseimbangan antara laju penambahan cadangan energi fosil dengan laju produksi maksimum. baik dari jenis fosil maupun energi baru dan energi terbarukan. . gas rumah tangga. C. Strategi A. industri. dan pertanian.

 Pemanfaatan sumber energi barn berbentuk cair. yaitu batubara tercairkan dan hidrogen. 3) tercapainya penurunan intensitas energi final sebesar 1 (satu) persen per tahun pada tahun 2025.  Pemanfaatan energi terbarukan dari jenis biomassa dan sampah diarahkan untuk ke tenagalistrikan dan transportasi.  Pemanfaatan sumber energi baru berbentuk padat dan gas untuk ketenagalistrikan.  Pemanfaatan sumber energi terbarukan dari jenis energi matahari diarahkan untuk ketenagalistrikan.  Pemanfaatan sumber energi gas bumi untuk industri. yang memang tidak danlatau belum bisa digantikan dengan energi atau sumber energi lainnya. rumah tangga. 2) tercapainya elastisitas energi lebih kecil dari 1 (satu) pada tahun 2025 yang diselaraskan dengan target pertumbuhan ekonomi. diutamakan untuk pemanfaatan yang memiliki nilai tambah paling tinggi.  Pemanfaatan sumber energi terbarukan dari jenis bahan bakar nabati diarahkan untuk menggantikan bahan bakar minyak terutama untuk transportasi dan industri.  Pemanfaatan minyak bumi hanya untuk transportasi dan komersial.  Pemanfaatan sumber energi terbarukan dari jenis bahan bakar nabati dilakukan dengan tetap menjaga ketahanan pangan. Sasaran kebijakan energi Provinsi Jambi : 1) terwujudnya paradigma baru bahwa energi sebagai modal pembangunan. dan energi non listrik untuk industri. ketenagalistrikan. 5) terpenuhinya sasaran penyediaan dan pemanfaatan energi. 4) tercapainya rasio elektrifikasi mendekati sebesar 100% pada tahun 2020. untuk transportasi. dan transportasi. rumah tangga. 6) tercapainya bauran energi primer yang optimal:  EBT 23% pada 2025 dan 31% pada 2050  Minyak Bumi 25% pada 2025 dan 20% pada 2050  Batubara 30% pada 2025 dan 25% pada 2050  Gas Bumi 22% pada 2025 dan 24% pada 2050 . dan transportasi.  Pemanfaatan sumber energi batubara untuk ketenagalistrikan dan industri. 3.

.

4. bisnis komersial bisnis komersial energi terbarukan  Audit energi dan residensial bangunan untuk untuk (diasumsikan menengah ke bangunan Regulasi tersebut bangunan Jambi telah atas di Jambi bisnis komersial didukung oleh residensial memiliki dan residensial kebijakan insentif dengan Rencana Umum menengah ke pengurangan berbagai Energi atas di Jambi pajan untuk yang tipologi di Terbarukan memenuhi Jambi (RUET) standard an . Roadmap Strategi Pengelolaan Energi dan Pengurangan Emisi Road map strategi penurunan emisi karbon pada konsumsi energi bangunan di Jambi SUB ELEMEN KONDISI TARGET TAHUN KE-1 TAHUN KE-2 TAHUN KE-3 TAHUN KE-4 TAHUN KE-5 EKSISTING Memenuhi Pengurangan  Audit energi Regulasi Evaluasi Survey untuk Regulasi yang standar Eropa 30 % emisi CO2 untuk pemasangan keberhasilan mengetahui mewajibkan 25 % untuk bangunan dari konsumsi bangunan peralatan regulasi persepsi konsumsi energi publik : energi listrik di bisnis monitoring real pemasangan masyarakat bangunan bisnis diperlukan kajian bangunan komersial di time konsumsi peralatan mengenai komersial berasal Konsumsi energi untuk bangunan residensial dan Jambi energi bangunan monitoring real penggunaan dari sumber energi bangunan residensial dan bisnis komersial untuk bangunan time konsumsi energi terbarukan.

dengan kondisi lingkungan Jambi Evaluasi dilakukan untuk menentukan apakah diperlukan perubahan atau tetap mempertahankan regulasi yang sudah dibuat . disentif bagi yang melebihi standar Standar efisiensi Standar Efisien Kajian standar Penyusunan Penyusunan Regulasi Evaluasi regulasi energi bangunan Energi Bangunan efisiensi standar standar standar efisiensi standar efisiensi yang digunakan yang sesuai bangunan energi energi bangunan Standar adalah standar dengan standar berstandar bangunan di di Jambi yang Efisiensi energi nasional yang Internasional dan internasional Jambi yang sesuai dengan Bangunan belum memperhitungkan yang tepat sesuai dengan standar memperhitungkan kekhasan Jambi digunakan standar internasional dan kekhasan dengan kondisi internasional tepat digunakan lingkungan Jambi lingkungan dan tepat dengan kondisi Jambi digunakan lingkungan Jambi.

mendukung program bangunan yang efisien .Inisiatif PERDA green Regulasi Penetapan Impelementasi Implementasi Implementasi Evaluasi apakah Pemerintah building sedang pemerintah PERDA green tahun pertama tahun kedua tahun ketiga diperlukan mempromosikan disusun dan akan tentang green building penambahan. bangunan yang segera ditetapkan building yang pengurangi atau efisien sesuai dengan penyempurnaan kondisi Jambi dan dari PERDA green stimulasi building yang telah masyarakat untuk ditetapkan.

per penduduk energi rumah penduduk Saat ini. tingkat konsumsi penduduk Jambi relatif konsumsi energi time konsumsi 1 2 3 energi per masih rendah. bisnis energi per komersial dan penduduk di publik . regulasi tahun ke. konsumsi tangga. Regulasi Jambi masih dapat simultan dibawah standar dengan regulasi Eropa serupa di sektor . Road map strategi penurunan emisi karbon pada konsumsi energi secara umum di Jambi SUB KONDISI TARGET TAHUN KE-1 TAHUN KE-2 TAHUN KE-3 TAHUN KE-4 TAHUN KE-5 ELEMEN EKSISTING Konsumsi Konsumsi energi Mempertahankan Regulasi Implementasi Implementasi Implementasi Evaluasi capaian energi per per penduduk di capaian tingkat monitoring real regulasi tahun ke. regulasi tahun ke.

bangunan dan transportasi Intensitas energi menunjukkan Peningkatan Kajian regulasi Regulasi Implementasi Implementasi Implementasi kemampuan intensitas energi peningkatan peningkatan regulasi regulasi regulasi konsumsi energi sesuai standar efisiensi efisiensi peningkatan peningkatan peningkatan menghasilkan Eropa konsumsi energi konsumsi energi efisiensi efisiensi efisiensi pertumbuhan konsumsi energi konsumsi energi konsumsi energi ekonomi masih tahun ke-1 tahun ke-2 tahun ke-3 berada dibawah Intensitas standar Eropa Energi .

Sumber Penggunaan Penggunaan Pembuatan Penetapan Implementasi Implementasi Implementasi
energi sumber energi sumber energi Rencana Umum subjek konsumsi 30 % subjek 50 % subjek 100 % subjek
terbarukan terbarukan masih terbarukan sama Energi energi yang konsumsi energi konsumsi energi konsumsi energi
jauh dibawah dengan standar Terbarukan dapat disubstitusi yang dapat yang dapat yang dapat
standar Eropa Eropa (RUET) Jambi dengan sumber disubstitusi disubstitusi disubstitusi
energi terbarukan dengan sumber dengan sumber dengan sumber
energi terbarukan energi terbarukan energi terbarukan

Kebijakan Penguatan Rekapitulasi Program Program Program Evaluasi
penggunaan implementasi kebijakan Kampanye Kampanye Kampanye pencapaian
Kebijakan
energi yang bersih kebijakan penggunaan penggunaan penggunaan penggunaan program
penggunaan
dan efisien sudah penggunaan energi yang energi yang energi yang energi yang
energi yang
ada dan beberapa energi yang bersih dan bersih dan efisien bersih dan efisien bersih dan efisien
bersih dan
sudah bersih dan efisien di Jambi di Jambi di Jambi di Jambi
efisien
diimplementasikan efisien
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3

Tabel 6.4 Road map strategi penurunan emisi karbon sektor transportasi di Jambi

SUB KONDISI TARGET TAHUN KE-1 TAHUN KE-2 TAHUN KE-3 TAHUN KE-4 TAHUN KE-5
ELEMEN EKSISTING

Jumlah Penyusunan Penetapan regulasi Impelementasi Impelementasi Impelementasi
pengguna regulasi standar standar PERDA standar PERDA standar PERDA standar
Pengguna
sarana kenyamanan kenyamanan moda kenyamanan moda kenyamanan moda kenyamanan moda
moda
Pengguna transportasi moda transportasi transportasi massal transportasi massal transportasi massal transportasi massal
transportasi
sarana non mobil massal. dalam PERDA
non mobil tahun pertama tahun kedua tahun ketiga
transportasi mencapai
masih dibawah
non mobil standar
standar Eropa
Eropa, yaitu Penyusunan
Penetapan regulasi Impelementasi mpelementasi
68 % dari regulasi standar
standar PERDA standar PERDA standar
perjalanan kenyamanan
kenyamanan moda kenyamanan moda kenyamanan moda
penduduk moda transportasi
transportasi non transportasi non transportasi non
Jambi non energi fosil
energi fosil seperti energi fosil seperti energi fosil seperti
seperti sepeda
sepeda sepeda tahun sepeda tahun
pertama kedua

sangat rendah.Luas Luas jaringan Luas Kajian Pembuatan Detail Pembangunan Pembangunan Pembangunan jaringan transportasi jaringan pembangunan Engineering jaringan jaringan jaringan transportasi bukan mobil transportasi jaringan Desain jaringan transportasi bukan transportasi bukan transportasi bukan non mobil pribadi masih bukan mobil transportasi bukan transportai bukan mobil pribadi tahap mobil pribadi tahap mobil pribadi tahap pribadi sangat rendah. pribadi mobil pribadi yang mobil pribadi untuk ke-1 ke-2 ke-3 Prosentase mencapai optimal untuk sistem jalan di luas jaringan standar sistem jalan di Jambi transportasi Eropa yaitu Jambi dengan luas 5 % dari luas kota masih kota. Promosi Promosi Masyarakat Perancangan Program promosi Program promosi Program promosi Evaluasi penggunaan penggunaan Jambi sadar program promosi green transport green transport green transport keberhasilan green green transport dengan green transport tahun ke-1 tahun ke-2 tahun ke-3 program green transport belum ada baik keberadaan transport yang dilakukan green oleh transport pemerintah kota maupun oleh masyarakat .

Kebijakan Regulasi dan Kajian regulasi Uji coba regulasi Penyusunan Implementasi Implementasi mengurangi program pengurangan pengurangan PERDA PERDA PERDA kemacetan mengurangi kemacetan yang kemacetan yang pengurangan pengurangan pengurangan meskipun ada. kemacetan tepat dengan tepat dengan kemacetan yang kemacetan yang kemacetan yang belum optimal yang sesuai kondisi Jambi kondisi Jambi tepat dengan tepat dengan tepat dengan Kebijakan sehingga dengan kondisi Jambi kondisi Jambi – kondisi Jambi – mengurangi belum kondisi tahun ke-1 tahun ke-2 kemacetan menghasilkan Jambi sesuatu seperti yang diharapkan .

Parameter-parameter dasar tersebut menjadi asumsi atau pembatas dalam perencanaan. Selain itu terdapat parameter dasar perencanaan yang diturunkan dari regulasi yang setingkat dengan rencana umum energi daerah.BAB V Tahap pelaksanaaan kajian UU NO 30 TAHUN 2007 TENTANG ENERGI RENCANA UMUM ENERGI NASIONAL PASOKAN/SUPPLY PENYUSUNAN ENERGI TARGET PENURUNAN RENCANA UMUM EMISI SEKTOR ENERGI ENERGI DAERAH PROPINSI JAMBI KEBUTUHAN/DEMAND ENERGI RENCANA UMUM ENERGI DAERAH PROPINSI JAMBI Gambar 2. Pada kajian ini parameter dasar perencanaan diturunkan dari regulasi yang ditetapkan oleh peraturan perundangan yang kedudukannya lebih tinggi dari rencana umum energi daerah. Paramater dasar perencanaan yang diturunkan dari regulasi yang kedudukannya lebih tinggi dari rencana umum energi daerah diantaranya adalah : . METODE PENENTUAN PARAMETER PERENCANAAN Metode penentuan parameter perencanaan adalah metode yang digunakan untuk menentukan parameter-parameter dasar dalam perencanaan.1 Metodologi Umum Pelaksanaan Pekerjaan Tahap-tahap Pelaksanaan Kajian 1.

Alur metode perencanaan paramater digambarkan pada gambar 2. Target konservasi energi nasional pada rentang waktu antar tahun 2016 – 2026. Parameter dasar perencanaan yang diturunkan dari regulasi yang setingkat dengan rencana umum energi daerah adalah target penurunan emisi sektor energi di Jawa Barat pada rentang waktu antara tahun 2016 – 2026. PERANGKAT PERATURAN PARAMETER DASAR PERENCANAAN TARGET TAHUNAN ENERGY MIX RENCANA UMUM ENERGI NASIONAL TARGET TAHUNAN KONSERVASI ENERGI TARGET PENURUNAN PERDA KONSERVASI EMISI SEKTOR ENERGI ENERGI DI JAMBI Dasar Perencanaan Parameter .2. 2.1. Target energy mix nasional pada rentang waktu antara tahun 2016 – 2026.

KAJIAN LITERATUR HUBUNGAN PERTUMBUHAN EKONOMI DENGAN KEBUTUHAN ENERGI SURVEY KEBUTUHAN PERAMALAN KEBUTUHAN LISTRIK DASAR RUMAH ENERGI MAKRO SEKTORAL TANGGA JAWA BARAT 2012 – 2025 DATA-DATA MAKROEKONOMI JAWA PROYEKSI KEBUTUHAN ENERGI BARAT 2000 .2.3 berikut.3 Metode Perencanaan Energi Provinsi Jambi .2015 JAWA BARAT 2011 – 2025 RENCANA TATA RUANG DAN PERAMALAN KEBUTUHAN ENERGI WILAYAH JJAMBI MIKRO SPASIAL 2012 – 2025 DATA INFRASTRUKTUR DAN KONDISI INFRASTRUKTUR PASOKAN ENERGI EKSISTING DAN PASOKAN ENERGI DI NERACA DAYA DAN ENERGI DI JAMBI JAMBI DATA KONDISI LINGKUNGAN JAWA BARAT DAN TARGET PENURUNAN EMISI KARBON PILIHAN INFRASTRUKTUR STRATEGI DAN KEBIJAKAN TEKNIS EKONOMIS DATA POTENSI ENERGI FOSIL ENERGI DAN JENIS PASOKAN PEMENUHAN KEBUTUHAN ENERGI JAMBI 2016- ENERGI 2026 DATA POTENSI ENERGI TERBARUKAN DAN SURVEY LAPANGAN POTENSI ENERGI TERBARUKAN DI JAMBI Gambar 2. METODE PERENCANAAN Metode perencanaan yang digunakan dalam kajian ini digambarkan di gambar 2.

BAB VI PENUTUP .