Pendahuluan tentang Merkuri

Kata Kunci: Barometer, Spignometer, Termometer, Tragedi Minamata
Ditulis oleh Syaputra Irwan pada 18-05-2009

Merkuri merupakan salah satu unsur kimia yang sangat berbahaya. Unsur ini hadir dalam
kehidupan kita sehari-hari dalam berbagai bentuk. Amalgam yang digunakan pada
penambalan gigi merupakan salah satu contoh pemakaian merkuri dalam dunia kedokteran.
Berbagai senyawa merkuri tertentu digunakan sebagai pestisida dan fungisida dalam bidang
pertanian. Termometer, Barometer dan Spignometer merupakan alat-alat yang menggunakan
logam merkuri sebagai standar ukur. Selain itu berbagai senyawa merkuri digunakan sebagai
preparat dalam praktikum dan penelitian.

Tragedi Minamata di Jepang merupakan salah satu kasus pencemaran merkuri yang menjadi
sorotan dunia. Kasus yang persis sama juga terjadi di Indonesia. Pembuangan limbah
pengolahan (tailing) tambang emas yang mengandung merkuri milik PT Newmont,
mencemari teluk Buyat. Akibatnya ratusan keluarga terpaksa di relokasi, karena lingkungan
tersebut sudah terkontaminasi oleh merkuri sehingga tidak layak lagi digunakan sebagai
tempat tinggal.

Pemakaian merkuri dan senyawanya yang sangat luas, menyebabkan unsur ini mudah masuk
dan mencermari lingkungan. Asosiasi Makanan dan Obat-obatan Amerika (FDA)
mengkategorikan merkuri sebagai logam pencemar ketiga terbanyak setelah timbal dan arsen
(Patrick; 2002). Fakta ini menimbulkan kekhawatiran bahwa manusia semakin mudah
terkontaminasi oleh merkuri. Kehadiran merkuri dalam tubuh manusia menyebabkan
berbagai efek negatif. Denaturasi protein, inhibisi kerja enzim, gangguan biosintesa protein
dan lemak, gangguan transport antar membran, gangguan pada sistem saraf pusat, merupakan
sebagian efek yang ditimbulkan oleh merkuri.

Sayangnya, merkuri yang masuk dalam tubuh manusia tidak mudah keluar dengan
sendirinya. Unsur ini terakumulasi dalam tubuh manusia terutama pada ginjal, hati dan otak.
Akumulasi ini dalam jangka waktu yang lama, dapat menyebabkan gangguan dan kerusakan
bagi organ-organ tersebut. Oleh karena itu, unsur merkuri yang berada dalam tubuh manusia
mesti dikeluarkan. Salah satu metoda yang telah digunakan adalah terapi khelasi
menggunakan 2,3-dimercapto-succinic acid (DMSA).