MEKANIKA 214

Volume 9 Nomor 1, September 2010

PENGUJIAN KARAKTERISTIK ALIRAN FASA TUNGGAL
ALIRAN AIR VERTIKAL KE ATAS PADA PENUKAR KALOR
SALURAN RECTANGULAR BERCELAH SEMPIT

Wibawa Endra J 1, Tri Istanto 1, Ahmad Khusaeni 2
1
Staf Pengajar – Jurusan Teknik Mesin – Universitas Sebelas Maret
2
Alumnus Jurusan Teknik Mesin – Universitas Sebelas Maret

Keywords : Abstract :
Narrow rectangular channel This research was conducted to investigate the flow characteristics of single
Reynolds number phase vertical upward water flow with/without heat exchange in narrow gap
Friction factor rectangular channel heat exchanger. Test section was a concentric tube heat
exchanger. The inner tube was made of aluminium with inner side and outer
side lengths of 17. 4 mm and 18.4 mm. The outer tube was made of aluminium
with inner side and outer side lengths of 23.68 mm and 24.68 mm. The pressure
measuring length was 1,200 mm. Hydraulic diameter of the narrow rectangular
channel was 5.28 mm. Flows in the inner tube and in annulus were in opposite
directions. Working fluid used in this research was water. For the flow with
heat exchange, the water temperature at the inlet of inner tube was maintained
at 60 oC. In the research, the mass flow rate and pressure drop across narrow
annulus were measured at steady states. Results of the research were compared
with predictions from conventional flow theory. Results of the research shown
that the flow characteristics of water through the narrow annulus were
different from those in conventional pipes. For the flow without heat exchange
in narrow annulus, the flow transition from laminar to turbulent flow was
initiated earlier than that in normal pipes at a Reynolds number range from
1,850 to 2,333. The flow transition with heat exchange occurred for a Reynolds
number in the range of 1,657 to 2,245. Flow friction factor of the downward
flow with heat exchange was larger than that without heat exchange at the
Reynolds number was lower than 734. The flow friction characteristics in
narrow annulus had relations to the liquid temperature difference at the inlet
and outlet of the annulus. Their influences on the flow friction were
concentrated in the laminar flow area.

PENDAHULUAN tekanan berarti terdapat kehilangan energi akibat
Penukar kalor atau lebih sering disebut dengan gesekan antara fluida dengan permukaan saluran.
heat exchanger adalah suatu alat yang digunakan Penurunan tekanan fluida mempunyai hubungan
sebagai media transfer kalor antara fluida panas dan langsung dengan perpindahan kalor dalam penukar
fluida dingin. Penukar kalor banyak digunakan kalor, operasi, ukuran, dan faktor – faktor lain,
dalam bidang rekayasa, misalnya: dalam hal termasuk pertimbangan ekonomi. Menentukan
pemanas ruangan, pengkondisian udara, pembangkit penurunan tekanan dalam sebuah penukar kalor
tenaga, pemanfaatan panas buang dan adalah hal yang utama untuk banyak aplikasi,
proses – proses kimia. Penukar kalor dengan saluran sedikitnya ada 2 alasan ; (1) fluida perlu dipompa
kecil digunakan dalam produk atau peralatan yang melalui penukar kalor, berarti diperlukan
memiliki fluks panas tinggi seperti : reaktor nuklir, pemompaan fluida. Daya pemompaan ini sebanding
bioreaktor (berfungsi memodifikasi dan memisahkan dengan penurunan tekanan dalam penukar kalor, (2)
sel – sel makhluk hidup dan membran sel), dan laju perpindahan kalor dapat dipengaruhi secara
piranti – piranti elektronik berefisiensi tinggi. signifikan oleh perubahan temperatur jenuh
Fluida perlu dipompa melalui penukar kalor, (saturation temperature) untuk fluida yang
sehingga menentukan daya pemompaan (pumping mengalami pengembunan atau penguapan jika
power) fluida yang diperlukan adalah hal yang utama terdapat penurunan tekanan yang besar sepanjang
sebagai bagian dari desain sistem dan analisis biaya aliran. Hal ini karena perubahan temperatur jenuh
operasi. Daya pemompaan sebanding dengan berhubungan dengan perubahan tekanan jenuh dan
penurunan tekanan (pressure drop) fluida, dimana mempengaruhi beda temperatur untuk perpindahan
hal ini dihubungkan dengan gesekan fluida (fluid kalor.
friction) dan kontribusi penurunan tekanan lain Penukar kalor bercelah sempit telah digunakan
sepanjang lintasan aliran fluida. Adanya penurunan secara luas di industri karena mempunyai beberapa

E-mail : wibawa.ej@gmail.com

konstan dalam tangki air panas.500. Akan tetapi. mengalir melewati meneliti karakteristik aliran air dalam microtubes seksi uji dan kembali ke tangki air panas. dalam penelitian ini transisi fluida kerja yang bersih. Conventional passages D > 6 mm air pada selang waktu tertentu. Lintasan aliran mempertahankan aliran. Celata. penukar kalor dan ke bawah. Aliran pada pipa dalam (inner tube) dan pemompaan yang dibutuhkan untuk pada anulus adalah berlawanan arah. Klasifikasi saluran menurut Mehendale. Meso . dkk (2004) menyelidiki aliran fluida fasa tunggal dalam micropipes. ke atas. Watt. Pemanas air elektrik dikontrol dengan Sedangkan dalam microtubes dengan diameter besar. antara lain: cocok digunakan untuk tube heat exchanger dengan celah annular sebesar penukar kalor dengan perbedaan temperatur rendah. Pemanas yang digunakan berjumlah aliran pada microtubes dengan diameter lebih kecil 10 buah dengan total daya yang dipakai adalah 6. Setelah ditimbang air 2. Pemanas dengan kisaran diameter dari 50 sampai 254 µm. Penurunan tekanan dalam aliran dalam anulus sempit dimulai lebih awal dari penukar kalor bercelah sempit merupakan parameter pipa konvensional pada 1. faktor gesekan sesuai dengan teori Hagen – Poiseuille untuk bilangan Reynolds kurang dari 600 – 800. yang berdampak pada biaya pada saluran annular bercelah sempit adalah lintasan pemompaan yang semakin besar pula. Air panas yang Banyak peneliti yang telah meneliti karakteristik berada dalam tangki air panas digerakkan oleh aliran pada anulus sempit. 1.000. Pada penelitian ini transisi aliran terjadi pada kisaran bilangan Reynolds 500 – 1. Lintasan pipa bagian dalam 4.08 mm dan panjang pengukuran tekanan sebesar mempunyai efektivitas perpindahan kalor yang 1. dimana R114 mengalir dalam pipa – pipa kapiler dengan diameter 130 µm. permesinan yang rumit. semakin besar pula daya Gambar 1.500. Air dingin yang berada dalam tangki air Changhong (2005) mengklasifikasikan saluran dingin digerakkan oleh pompa air pengisi tandon sempit baik itu dengan geometri rectangular maupun menuju tandon.channels 100 µm < D < 1mm langsung dibuang. MEKANIKA 215 Volume 9 Nomor 1. dan desain yang ringkas tanpa proses ini adalah air dengan arah aliran horizontal. 3.4 mm. METODOLOGI PENELITIAN Semakin besar penurunan tekanan dalam penukar Skema alat penelitian dapat dilihat pada kalor bercelah sempit. Air dingin yang keluar dari seksi uji ≤ 5 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis aliran mulai berubah dari laminar ke turbulen sebelum bilangan Reynolds mencapai 2. lalu air dingin akan mengalir ke annular dibatasi dengan diameter hidrolik sebesar seksi uji. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa dalam daerah aliran laminar.100 < Re < 1. dan 2. desain yang penting dalam aplikasi rekayasa karena menentukan daya pemompaan yang dibutuhkan. Compact passages 1 mm < D < 6 mm dingin dipompa oleh pompa air keluaran dan 3. Lu dan Wang (2008) menyelidiki karakteristik Gambar 1.000. Mala dan Li (1999) pompa air bagian pipa dalam.000. dkk ditampung sementara dalam ember yang dibawahnya (2000) sebagai berikut : dipasangi timbangan digital untuk menimbang massa 1. termokontroler untuk mempertahankan temperatur hasil penelitian sesuai dengan teori konvensional. Sun. Penelitian ini menggunakan seksi uji yang terdiri dari 3 pipa konsentris dengan ukuran celah anulus 0. Bilangan Reynolds divariasi dari 100 – 8. Pada penelitian ini kisaran bilangan bercelah sempit juga mempunyai kelemahan. terbuka.500. Untuk bilangan Reynolds lebih tinggi.9 mm. Penelitian ini menggunakan tube-in- . Transisi dari aliran laminar ke turbulen terjadi pada kisaran bilangan Reynolds 1.4 mm. September 2010 kelebihan. Fluida yang digunakan dalam penelitian tinggi. data percobaan menyimpang dari teori Hagen – Poiseuille. yaitu Reynolds berdasar diameter hidrolik annular – nya penurunan tekanan yang tinggi dan membutuhkan dari 3 sampai 30. air elektrik berfungsi untuk memanaskan air dalam Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik tangki air panas.000 menyimpang dari prediksi teori konvensional.800 – 2.410 mm. Skema alat penelitian aliran dengan atau tanpa pertukaran kalor pada anulus sempit. dkk (2003) melakukan penelitian terhadap karakteristik tahanan aliran air pada anulus sempit dengan pertukaran kalor yang dilakukan pada kondisi 1 atm. Microchannels 1 µm < D < 100 µm adalah sebuah lintasan tertutup.

719 kali sebesar nilai yang dihitung dengan Persamaan f = 64/Re. Re < 1. Lebar celah anulus 2.9  Diagram Moody dan Persamaan Colebrook mempunyai keakuratan sampai ± 10%. f 0. untuk mengukur temperatur kalor dapat dilihat pada Gambar 3.7 Re .68 mm dan 1  e/ D 2. terlihat bahwa pada daerah aliran laminar serta pada sisi keluar anulus (untuk mengukur (Re < 1. Pengaruh Variasi Bilangan Reynolds Terhadap Karakteristik Gesekan Pada Aliran Tanpa Pertukaran Kalor Gambar 2.64 mm.3164.0 log  +  24. September 2010 Seksi uji adalah sebuah penukar kalor pipa kekasaran relatif (e/D).31 – 9.25 . untuk mengukur perbedaan tekanan aliran air pada f = 64/Re).01% lebih besar dibanding dalam fluida fasa tunggal dalam pipa konvensional pipa konvensional (dibandingkan dengan Persamaan berbentuk bulat dapat dihitung dengan persamaan Blasius). Skema seksi uji Pengaruh variasi bilangan Reynolds terhadap karakteristik gesekan pada aliran tanpa pertukaran Pada penelitian ini.1 mm. MEKANIKA 216 Volume 9 Nomor 1. Termokopel ini tanpa pertukaran kalor. berikut: faktor gesekan dalam anulus sempit adalah 64 . adalah 1.300 1. sejarak 25 kali f 110 (9) diameter hidrolik dari sisi masuk dan keluar air di = . Manometer adalah 58 – 74 % lebih besar dibandingkan dengan pipa U ini terbuat dari selang plastik yang berfungsi pipa konvensional (dibandingkan dengan Pers. Diameter hidrolik Kesulitan dalam penggunaannya adalah bahwa anulus sempit adalah 5.850) faktor gesekan dalam anulus sempit temperatur air dingin keluar dari anulus). V2 (5) ∆Pf = f Dh 2 D h (∆P f ) (6) f =2 l ρ .74  (4) f0 = 0. Frictional pressure drop pada aliran air vertikal ke bawah dapat dihitung dengan persamaan : l ρ .31% lebih besar dibandingkan dengan f = (1) Persamaan Colebrook. Untuk menghindari konsentrik. faktor gesekan dalam anulus sempit Faktor gesekan (friction factor) pada aliran adalah 0.2 °C.4 mm dan luas digunakan untuk faktor gesekan adalah dari 18. Pemasangan pressure tap.51  (3) = −2. Fluida manometer yang digunakan yang terjadi pada daerah aliran laminar adalah.850 anulus sempit untuk memastikan bahwa daerah Re tersebut sudah merupakan daerah berkembang penuh Hasil yang didapat dengan regresi Pers. 5  3 .5  pengukuran tekanan 1.333). Daerah dimana terjadi Re perubahan trendline nilai faktor gesekan (f) untuk f = 0.200 mm. memberikan hasil dalam 1% jika perkiraan awal dihitung dari: −2   e / D 5. Untuk aliran digunakan termokopel tipe-T. temperatur air masukan pada memiliki sensitifitas ~ 43 µV/°C dan berdiameter sisi anulus dan pipa dalam berkisar 29. Miller (1996) perpindahan kalor ke lingkungan melalui konveksi menyarankan bahwa iterasi tunggal akan dan radiasi. dimana dalam penelitian ini transisi yang berkaitan dengan bilangan Reynolds dan aliran dalam anulus sempit dimulai lebih awal . Pada daerah aliran turbulen HASIL DAN PEMBAHASAN (Re > 2. Persamaan regresi faktor gesekan aliran sisi anulus. Melalui 0. pada tandon (untuk konvensional seperti yang ditunjukkan dalam mengukur temperatur air dingin masuk ke anulus) Gambar 3. adalah air.7 Re 0.4 mm. Skema seksi uji dapat dilihat pada penggunaan metode grafis dalam mendapatkan f Gambar 2.28 mm.25log  +    3. Pada daerah aliran turbulen (Re > 2. Pipa luar terbuat dari aluminium dengan Colebrook : diameter dalam dan luar adalah 23. Pipa dalam terbuat dari aluminium untuk aliran turbulen. persamaan yang telah secara dengan diameter dalam dan luar adalah 17. Termokopel ini dipasang pada sisi pipa perbandingan antara kurva karakteristik gesekan dalam (untuk mengukur temperatur air panas masuk aliran air dalam anulus sempit dan dalam pipa dan keluar dari pipa dalam). Panjang f 0.38 – 8. Seksi uji diisolasi persamaan Colebrook ini berbentuk implisit dalam dengan thermoplex isolator untuk meminimalisir ketergantungannya terhadap f. V2 a. Re < 2.Re-0.333).68 mm. 4x103< Re < 3x104 (2) daerah aliran laminar ke trendline faktor gesekan (f) untuk daerah aliran turbulen disimpulkan sebagai Diagram Moody memberikan faktor gesekan daerah transisi. f = 110/Re (fully developed) (Olson. 1963).

temperatur air dingin sempit merupakan temperatur yang diperoleh dalam masukan pada sisi anulus sempit berkisar 29. Sedangkan dalam daerah dengan bilangan Reynolds rendah. Pada daerah dengan Re ≤ 734.396). Perbedaan tersebut menjadi karakteristik gesekan aliran dengan dan tanpa berkurang. Faktor gesekan aliran yang terjadi pada dan keluar dari anulus sempit menjadi lebih kecil aliran air vertikal ke atas dengan pertukaran kalor berkisar antara 11. Kurva karakteristik gesekan pada aliran b.5 °C. Sedangkan air yang mengalir secara simetris tanpa pertukaran kalor akan mengurangi gesekan aliran.2 °C. faktor gesekan aliran dengan terhadap gesekan aliran. pertukaran kalor juga meningkat. Untuk variasi aliran tanpa beda temperatur air yang masuk dan keluar dari pertukaran kalor. pertukaran kalor terlihat berbeda. pertukaran kalor menyebabkan aliran pada anulus menjadi asimetris. Hal itu disebabkan perbedaan temperatur air pada dinding luar pipa dalam dengan bagian tengah anulus.6 °C – 27. keadaan tunak.2 °C. Ketika bilangan Reynolds mulai meningkat. Pengaruh Variasi Bilangan Reynolds dengan/tanpa pertukaran kalor Terhadap Karakteristik Gesekan Pada Aliran Dengan/Tanpa Pertukaran Kalor c. September 2010 dibandingkan dengan pipa konvensional pada 1.657 ≤ Re ≤ 2.94 kali lebih besar oleh Sun (2003) dan Lu (2008). Transisi aliran dengan 1.8 °C – 14. temperatur air masukan pada sisi anulus sempit ditunjukkan dalam Gambar 5. Dalam penelitian ini transisi aliran dengan dengan perbedaan temperatur air dalam anulus pertukaran kalor dalam anulus sempit dalam kisaran sempit . pertukaran kalor sedikit berpengaruh dengan Re ≤ 734. seiring dengan meningkatnya bilangan pertukaran kalor relatif sama. Pengaruh pertukaran Reynolds. dibanding tanpa pertukaran kalor.850 ≤ Re ≤ 2. anulus dan pipa dalam berkisar 29. Gambar 3. Hasil serupa juga didapat pertukaran kalor adalah 1. perbedaan temperatur air yang masuk berbeda. sehingga menyebabkan viskositas air menjadi lebih kecil. Pada daerah aliran turbulen pertukaran kalor dan tanpa pertukaran kalor relatif (Re > 2.245. Dalam daerah dengan Re ≤ 734. Pada variasi Temperatur air yang masuk dan keluar dari anulus aliran dengan pertukaran kalor. kurva gesekan aliran dengan bilangan Reynolds. sedangkan temperatur air panas masukan pada pipa perbedaan temperatur air yang masuk dan keluar dari dalam dijaga konstan pada 60 °C. MEKANIKA 217 Volume 9 Nomor 1. Pertukaran kalor berpengaruh besar kalor terhadap gesekan aliran terlihat jelas dalam terhadap gesekan aliran khususnya pada daerah daerah aliran laminar.15 – 3.5 °C. Pada daerah lebih besar dibandingkan dengan tanpa pertukaran dengan bilangan Reynolds yang sama kurva kalor pada Re ≤ 734. yang masuk ke anulus sempit dan pipa dalam Pada daerah dengan bilangan Reynolds yang sama. Viskositas air yang kecil akan menurunkan gesekan Gambar 5. Dalam daerah aliran turbulen. Temperatur air anulus sempit berkisar antara 22. Kurva karakteristik gesekan pada aliran tanpa pertukaran kalor Gambar 4.333. Pengaruh Variasi Bilangan Reynolds Gambar 4 menunjukkan hubungan antara variasi Terhadap Beda Temperatur Air Masuk dan bilangan Reynolds terhadap karakteristik gesekan Keluar Anulus Sempit pada aliran tanpa pertukaran kalor dan dengan Hubungan antara variasi bilangan Reynolds terhadap pertukaran kalor. Perbedaan tersebut Pada Gambar 4 terlihat bahwa dalam daerah menjadi berkurang seiring dengan meningkatnya aliran laminar. pertukaran kalor terjadi lebih awal dibanding transisi aliran tanpa pertukaran kalor. merupakan temperatur yang diperoleh dalam kurva karakteristik gesekan aliran dengan dan tanpa keadaan tunak. Hasil serupa juga didapat oleh Jiang (1998) dan Lu (2008). Hubungan antara faktor gesekan aliran aliran.

Investigation on Flow Characteristics in A dapat diambil kesimpulan mengenai pengujian Narrow Annulus”. MEKANIKA 218 Volume 9 Nomor 1. Yan.. 2.C.P. 1996. transisi dari of Water in Microtubes”. 2004. W.M.W. Re ≤ 734. ro = jari – jari luar anulus (m) “Investigation of Heat Transfer and Fluid e = kekasaran absolut (m) Dynamic Characteristics of Water Flow Through e/D = kekasaran relatif Microchannels Without Phase Change”.. 41–44. 2000. Luo.M. Jacobi. 3rd ed. Zhang. S. 766–770.. 1998. R. D.. Pengaruh beda temperatur “Flow Resistance Characteristics of Water in terhadap gesekan aliran terlihat jelas dalam Narrow Annulus During Heat Exchange”. l = panjang pengukuran pressure drop (m) V = kecepatan fluida (m/s) ρ = massa jenis fluida (kg/m3) ∆Pf = frictional pressure drop (Pa) . Nucl. 9. A. 2003.. Pada variasi Exchanger Design”. DAFTAR PUSTAKA Celata. DAFTAR NOTASI Nuclear Engineering and Design. D = diameter dalam pipa (m) 1737–1747.N. Journal. Sun. 25. Yan.H. “Experimental Berdasarkan analisis data dan pembahasan.L. R.333.. Eng. daerah aliran laminar. Miller.H. X. R. 142–148. sedangkan daerah turbulen Meso Scales with Application to Heat terjadi pada bilangan Re > 2. “Two Phase Flow and Boiling Heat Transfer in Two Vertical Narrow Annuli”. f = faktor gesekan aliran J Beijing Union Univ. September 2010 KESIMPULAN Lu. 12. & Li.M. 123–127. atas pada penukar kalor saluran rektangular bercelah sempit sebagai berikut : Mala. Daerah aliran laminar terjadi pada kisaran “Fluid Flow and Heat Transfer at Micro and bilangan Re < 1. “Flow Measurement 2.Ch..E. 25. Rev. & Wang. E. L. 13–22.K. relatif berbeda dalam daerah aliran laminar.850 ≤ Re ≤ 2. 3. G. sempit dimulai lebih awal dibandingkan dengan pipa konvensional pada 1. Changhong. International Journal aliran laminar ke aliran turbulen dalam anulus of Heat and Fluid Flow.. 495– karakteristik aliran fasa tunggal aliran air vertikal ke 499.. C. Heat Transfer “Experimental Investigation of Single Phase Engineering.M. Journal of Marine Science and Application..J. Karakteristik gesekan aliran dalam anulus sempit berhubungan dengan beda temperatur air masuk Sun. 2008. “Flow Characteristics 1.. Dh = diameter hidrolik (m) ri = jari – jari dalam anulus (m) Jiang. C. “Measurements vertikal ke atas dengan pertukaran kalor lebih of Turbulent Flow Development in Tubes and besar dibandingkan tanpa pertukaran kalor pada Annuli with Square or Rounded Entrances”. dan keluar anulus. Liu. 44. Appl.850.. Pada variasi tanpa pertukaran kalor. pertukaran kalor dan dengan pertukaran kalor McGraw Hill.Q. A. Z.. Heat Mass Transfer. 53. dengan pertukaran kalor transisi dari aliran 175 – 193.657 ≤ Re ≤ 2.C. Q. P. Faktor gesekan aliran yang terjadi pada aliran air Olson.N. Mech. Z.. M. L. Shah.. Fluid Flow in Micropipes”. 71–75..333. Sun.. 20.Q. G.S.I. Karakteristik gesekan aliran pada variasi tanpa Engineering Handbook”.. 1963. 1999.245.. J. laminar ke aliran turbulen terjadi pada 1. 235. New York. 2005. “Single Phase Heat Transfer and Sun.Q. G. Mehendale. Flow Friction in Narrow Annuli”... 2004. & Sparrow.