PENDAHULUAN

Kemampuan berfungsi kembali (functioning) merupakan salah satu outcome terpenting dalam
rehabilitasi seseorang dengan osteoartritis (OA) yang menjalani artroplasti. OA merupakan penyakit
kronik degeneratif yang belum memiliki obat yang dapat menyembuhkan, dan kini pembedahan
penggantian sendi elektif semakin sering dilakukan, sehingga masalah fungsional pasien merupakan
salah satu aspek yang menjadi perhatian. Informasi terkait kemampuan untuk berfungsi kembali
menjadi penting seiring dengan perjalanan klinis pasien, mulai dari ia dirawat jalan, kamar operasi,
selama rehabilitasi, dan kemudian saat mereka kembali ke masyarakat. Akan tetapi, taksonomi yang
bervariasi terhadap kemampuan berfungsi ini telah membuat adanya interpretasi yang luas terhadap
konsep ini, dan menimbulkan kebingungan (1). Saat ini, pengukuran yang beragam digunakan pada
artroplasti, tetapi hanya sedikit konsensus yang menyatakan pengukuran mana yang harus digunakan
(2). Terlebih lagi, indikator yang sifatnya “dilaporkan oleh pasien” yang digunakan pada rehabilitasi
artroplasti tidak dapat secara adekuat mencakup aspek aktivitas yang relevan, partisipasi, dan keluarga
(3).

Pada tahun-tahun terkini, model International Classification of Functioning, Disability and Health (ICF)
telah menyediakan definisi tunggal untuk kemampuan berfungsi (4). Akan tetapi, skala ICF yang besar,
dapat memberikan tantangan tersendiri untuk dapat diaplikasikan di dunia nyata. Sehingga, daftar
pendek dari kategori yang relevan untuk kondisi spesifik telah dikelompokkan menjadi core set (5).
Mendeskripsikan dan menilai kemampuan berfungsi menggunakan ICF menggunakan skala ordinal yang
terdiri dari 5 poin (4). Penilaian dari kategori-kategori dalam core set akan memunculkan profil
kategorikal yang menunjukkan status fungsional individual (6). Hal ini kemudian dapat digunakan
sebagai panduan dalam menetapkan tujuan rehabilitasi, merencanakan intervensi,d an follow up.
Dengan perspektif ini, ICF dan core setnya memiliki potensial untuk dapat bersifat praktis, dapat
diaplikasikan, dan berguna dalam penilaian kemampuan berfungsi pada rehabilitasi artroplasti dalam
setting klinis yang sibuk. Dari kelompok tertentu kategori ICF, seperti mereka yang ada dalam core set
OA, pengukuran klinis berbasis ICF yang direduksi menjadi sebuah formulir dapat memberikan ringkasan
penilaian yang merepresentasi indikator kemampuan berfungsi. Nilai tersebut dapat berguna dan
praktis bagi dokter untuk digunakan dalam menilai dan memantau tingkat kemampuan berfungsi dari
pasien selama perawatan dan seumur hidup mereka. Dengan begini, sebuah bahasa yang sama juga
tercipta untuk semua disiplin ilmu yang terlibat dalam perawatan pasien ini. Dalam aspek penelitian, hal
ini memungkinkan adanya pembandingan dan pengumpulan skor-skor dari berbagai setting yang
berbeda.

Berbagai studi telah mengeksplorasi kemungkinan untuk membuat pengukuran klinis kemampuan
berfungsi pada seluruh kategori ICF yang relevan (core set) pada beberapa penyakit lain (7,8,9,10).
Penemuan mereka bisa menjadi titik awal untuk instrumen klinis pada masa mendatang. Sejauh ini,
penciptaan ukuran klinis yang berorientasi dari ICF untuk penderita OA yang menjalani penggantian
sendi pinggul dan lutut masih belum dilakukan. Penelitian ini menggunakan analisis Rasch, yang menjadi
bagian terpenting dari penelitian pengobatan rehabilitasi yang dapat dikembangkan (11). Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menentukan apakah OA core set ini dapat dimanfaatkan dalam pengukuran
pengembangan klinis pada penderita OA yang menjalani artroplasti pada pinggul dan sendi lutut.

keandalan. Dengan demikian. kecukupan tingkat kualifikasi. kenyamanan. Bias. . dan penerapan dari ICF di dunia nyata. studi ini dapat menambah pengetahuan tentang kepraktisan. penelitian ini secara khusus bertujuan untuk menentukan dimensi. kegunaan klinis.Dengan demikian. dan target dari ICF OA core set pada pinggul dan sendi lutut dengan pengganti kohort menggunakan analisis Rasch.