ISSN 2407-733X

E-ISSN 2407-9200 Jurnal Teknik Sipil Unaya
pp. 15-28

KAJIAN HIDROLOGI DAN ANALISA KAPASITAS
TAMPANG SUNGAI KRUENG LANGSA
BERBASIS HEC-HMS DAN HEC-RAS

Ichsan Syahputra1
1)
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Abulyatama
Jl. Blang Bintang Lama Km 8,5 Lampoh Keude Aceh Besar,
email: ichsan.syahputra76@gmail.com

Abstract: Krueng Langsa is a river crossing Langsa City the position is in the middle of
residential and potentially catastrophic spills seasonal flooding. Krueng Langsa River
watershed has an area of 126 km2, with a rainfall of 2300 mm / year and includes areas with
relatively high rainfall. In the upper part of the river flow characteristics along the hills, while
the central part of the narrowing of the river in the extreme. Hydrologic simulation based on
rainfall data using HEC-HMS software

obtained flood discharge of 59.30 m³ / sec. Passing the analysis of flood discharge capacity
obtained on existing cross-section of 60.07 m³ / sec which is almost close to the value of the
existing flood discharge based on the model HEC-HMS. HEC-RAS analysis results with
simulation input Q2 years, to 140 pieces of the cross section illustrates that almost all river
basins experienced flooding conditions (overflow), and only a few parts that are not
experiencing flooding conditions. This is because the flood water level exceeds the elevation of
the bank. Scenario flood control is done by normalizing the river, which enlarge the
dimensions of the existing river with a wide cross-section of the river on average 20 m to 60 m
and planning at the river levee embankment crest elevation +2.00 m and surveillance
(freeboard) 0.50 m of surface water flooding . At the mouth of the river, starting from the point
STA.0 + 000 to STA.2+ 000 planned use of the river revetment rock pile (Dump Stone). Both
scenarios flood control can be recommended to reduce the flooding that occurred in the
Krueng Langsa river.

Keywords : HEC-HMS, Passing Capacity, HEC-RAS, Normalisasi Sungai

Abstrak: Sungai Krueng Langsa merupakan sungai melintasi Kota Langsa dimana posisinya
berada di tengah-tengah pemukiman penduduk dan luapannya sangat berpotensi menimbulkan
bencana banjir musiman. Sungai Krueng Langsa memiliki luas DAS 126 km2, dengan curah
hujan 2300 mm/tahun dan termasuk daerah dengan curah hujan yang relatif tinggi. Pada
bagian hulu alur sungai tersebut memiliki karakteristik yang menyusuri perbukitan, sedangkan
bagian tengah terjadi penyempitan sungai secara ekstrim. Simulasi hidrologi berdasarkan data
curah hujan dengan menggunakan software HEC-HMS didapatkan debit banjir sebesar 59.30
m³/detik. analisis Passing capacity didapatkan debit banjir pada penampang existing sebesar
60.07 m³/detik yang hampir mendekati nilai debit banjir existing berdasarkan model HEC-
HMS. Hasil analisa HEC-RAS dengan simulasi input Q 2 tahun, terhadap 140 buah cross
section memberikan gambaran bahwa hampir semua alur sungai mengalami kondisi banjir
(luapan), dan hanya beberapa bagian saja yang tidak mengalami kondisi banjir. Hal ini
disebabkan karena elevasi muka air banjir melebihi elevasi bank. Skenario pengendalian
banjir dilakukan dengan cara normalisasi sungai, yaitu memperbesar dimensi penampang
sungai existing dengan lebar dasar sungai rata-rata 20 m menjadi 60 m dan perencanaan
tanggul sungai pada elevasi puncak tanggul +2.00 m dengan tinggi jagaan (freeboard) 0.50 m
dari muka air banjir. Pada bagian muara sungai, yaitu mulai dari titik STA.0+000 sampai
STA.2+000 direncanakan menggunakan revetment sungai dari tumpukan batu (Dump Stone).
Kedua skenario pengendalian banjir tersebut dapat direkomendasikan untuk mereduksi banjir
yang terjadi pada sungai Krueng Langsa.

Kata Kunci : HEC-HMS, Passing Capacity, HEC-RAS, Normalisasi Sungai.

Volume 1, No. 1, Januari 2015 15

Posisi Krueng Langsa sebagai upaya untuk sungai yang berada di tengah kota dan mendapatkan alternatif pengendalian banjir disamping pemukiman penduduk sangat secara menyeluruh dan mereduksi muka air berbahaya dan berpotensi sebagai sumber banjir. pada bagian tengah terjadi sebaliknya daerah hilir justru rentan terhadap penyempitan sungai dengan membentuk alur banjir. Januari 2015 . Desa Suka Rakyat. Krueng Langsa terbentang dari Desa Berdasarkan permasalahan yang terjadi Pondok Kemuning. Jumlah kejadian banjir dalam musim hujan selama beberapa tahun terakhir terus meningkat demikian juga dengan jumlah korban manusia dan kerugian harta benda termasuk sarana dan prasarana umum/sosial. Sungai Krueng Langsa merupakan sungai yang besar berkelok-kelok dan banyak sungai yang berada di Kota Langsa dimana terdapat alur-alur sungai mati serta posisinya berada di tengah-tengah Kota mengecilnya sungai muara di bagian hilir. di kiri kanan sungai terdapat area tambak. Desa Sidorejo. Desa Sidodadi. Pada bagian hilir ke arah muara Krueng Langsa. bencana berupa bencana banjir musiman. Peta Lokasi Kajian timbulnya bencana juga tidak terlepas dari adanya kerusakan ekosistem lingkungan yang Sungai Krueng Langsa memiliki luas terjadi di daerah aliran sungai (DAS) dan DAS ±126 km2 dengan curah hujan 2300 buruknya pengelolaan sumberdaya air. Desa pernah terjadi di wilayah DAS tersebut serta Meurandeh. Gambar 1. Langsa. Desa Baroh Langsa Lama dan perlu dianalisa kapasitas penampang sungai bermuara di Desa Alue Beurawe. 1. No. seperti yang terjadi pada sungai yang ekstrim. sempit.Jurnal Teknik Sipil Unaya Bencana banjir menjadi fenomena rutin di musim penghujan yang merebak di berbagai daerah aliran sungai (DAS) di sebagian besar wilayah Indonesia. diperlukan analisa hidrologi untuk Geudubang. mm/tahun dan termasuk daerah dengan curah Adanya kerusakan lahan menyebabkan hujan yang relatif tinggi. Desa Seulalah. transportasi dan pertanian/pengairan. Selain masalah curah hujan sebagai faktor penyebab. Desa pondok kajian terhadap debit banjir eksisting yang Pabrik. Daerah hulu DAS akan karakteristik menyusuri perbukitan yang semakin rentan terhadap kekeringan. Alur sungai pada meningkatnya koefisien aliran permukaan bagian Hulu Krueng Langsa memiliki semakin besar. Desa di atas. Untuk menganalisis kondisi hidrologi dengan menggunakan perangkat lunak HEC- 16 Volume 1.

Pembuatan Retarding Basin Operasional dan pemeliharaan dari Pada pembuatan Retarding Basin. Pengendalian KAJIAN PUSTAKA banjir dengan waduk biasanya hanya dapat Normalisasi Alur Sungai dan Tanggul dilakukan pada bagian hulu dan biasanya Normalisasi sungai merupakan usaha dikaitkan dengan pengembangan sumber untuk memperbesar kapasitas dari pengaliran daya air. dari sungai itu sendiri. Dengan kata lain analisa inflow-outflow hidrograf untuk Volume 1. untuk sementara waktu dan normalisasi dan pemeliharaan dari sungai di kemudian melepaskan kembali saat banjir bagian hilir waduk surut. sehingga penurunan debit penggunaan penampang ganda dengan debit banjir di hilir waduk akan lebih besar atau dominan untuk penampang bawah. pengendalian banjir yang lebih kecil dan adanya perlambatan banjir. pengendali banjir berbanding lurus dengan Pembuatan Flood Way dimaksudkan penurunan outflow hidrograf banjir di hilir untuk mengurangi debit banjir pada alur waduk atau dengan kata lain semakin besar sungai lama dan mengalirkannya melalui volume waduk maka semakin besar pula flood way. penurunan outflow hidrograf banjir di hilir waduk. No. Penanganan banjir Fungsi waduk untuk pengendali banjir dengan cara ini dapat dilakukan pada hampir agar mendapatkan manfaat yang lebih besar seluruh sungai di bagian hilir. waduk yang mempunyai pintu pengendali daerah depresi sangat diperlukan untuk banjir memerlukan biaya yang besar tetap menampung volume air banjir yang akan akan menurunkan atau memperkecil biaya datang dari hulu. erosi dan sedimentasi dasar sungai maupun Alokasi volume waduk untuk erosi tebing dan elevasi muka air banjir. Jurnal Teknik Sipil Unaya HMS. perubahan antara inflow dan outflow perencanaan alur yang stabil terhadap proses hidrograf yang besar. 1. Faktor-faktor harus didesain atau dilengkapi dengan pintu yang perlu pada cara penanganan ini adalah pengendali banjir. Januari 2015 17 . Penanganan banjir dengan cara ini Untuk memjaga keandalan dari pintu sangat tergantung dari kondisi lapangan. Perubahan outflow hidrograf di banjir rencana dilakukan dengan hilir waduk biasanya menguntungkan tehadap menggunakan perangkat lunak HEC-RAS. pengendali banjir sebaiknya pengoperasian dari pintu pengendali banjir dilakukan secara Waduk Pengendali Banjir otomatis dan dilengkapi dengan operasi Waduk yang mempunyai faktor secara manual (untuk keadaan darurat) tampungan yang besar berpengaruh terhadap Pada waktu multi purpose perlu adanya aliran air di hilir waduk. sedangkan untuk menganalisis waduk dapat merubah pola inflow-outflow kehandalan kapasitas sungai terhadap debit hidrograf.

DSS digunakan sebagai sehingga menimbulkan luapan. dari suatu sungai yang besarnya didasarkan Program ini terdiri dari tiga komponen kala ulang atau periode tertentu. 2001). Analisa hidrolika sungai dimaksudkan O’Donnell. Debit banjir interface antara berbagai model yang adalah besarnya aliran sungai yang diukur terintegrasi dan juga antara komponen yang dalam satuan (m /dtk) pada waktu banjir. dan pembangunan sumber daya air adalah model SSARR. Keluaran model ini Model HEC-HMS didapat berupa hidrograf limpasan dalam Beberapa model hidrologi yang telah suatu sistem hidrologi DAS yang dilengkapi dikembangkan untuk menganalisis proses dengan hidrograf limpasan pada setiap Sub- hidrologi sebagai komponen daur hidrologi. Banjir adalah terjadinya luapan air dari Program ini terintegrasi dengan sistem alur sungai. No. Analisa hidrolika akan menghitung mengembangkan model HEC (Hydrologic seberapa jauh pengaruh pengendalian banjir Engineering Centre) untuk keperluan analisis secara struktural terhadap tinggi muka air hidrologi. 2003). of Engineers banyak rencana. sehingga data dapat dimasukan yang mengalir di sungai persatuan waktu secara manual maupun melalui DSS (Data melebihi kapasitas pengaliran alur sungai. ada dalam program HEC-HMS untuk Debit banjir rencana adalah debit maksimum memudahkan sistem operasi. Januari 2015 . Sementara itu dengan berbagai kala ulang dari debit banjir US. Army Corps. Storage System). model Sacramento. dikembangkan adalah HEC-HMS (Hydrologic Modelling System). Salah satu model hidrologi yang banjir dan luapan banjir yang terjadi. Banjir terjadi karena volume air database. yaitu model basin. Program ini merupakan versi yang lebih baru dari 18 Volume 1. Model HEC-RAS Stanford Model IV.Jurnal Teknik Sipil Unaya mengetahui seberapa besar pengaruh waduk program HEC-1 dan berbasis Graphical User terhadap debit banjir di hilir waduk Interface (GUI). model SCS. yang sangat diperlukan dalam pengendalian Program ini dirancang agar dapat banjir. hubungan hujan-limpasan. diaplikasikan dalam luasan tertentu untuk merepresentasikan proses hidrologi DAS Debit Banjir Rencana (Pitocchi dan Mozzali. untuk menganalisa profil muka air banjir model TOPOG (Indah. model Dawdy. DAS pada sistem hidrologi tersebut. model hidrologi dan kontrol spesifikasi. 1. Diperlukan penelusuran banjir atau flood Model hidrologi dengan program HEC- routing yang dimaksudkan untuk mengetahui HMS dirancang untuk mensimulasikan karakteristik hidrograf outflow atau keluaran proses hujan-limpasan dari sistem aliran.

maksimum tahunan. Januari 2015 19 . Jurnal Teknik Sipil Unaya Gambar 2. Data file dapat yang banyak digunakan saat ini ialah HEC. aliran mantap (steady). dikategorikan sebagai berikut: plan data. No. Program HEC-RAS adalah flow data. analisa hidrolika. Program ini dapat Data curah hujan diperlukan untuk menunjukkan perhitungan profil permukaan mendapatkan hidrograf debit banjir rencana. sediment data dan hydraulic design sebuah program yang didalamnya terintegrasi data. sebuah pengaturan file data akan berhubungan Volume 1. 2001). Dalam terminologi HEC-RAS. 1. di mana pengguna program dapat berinteraksi dengan sistem METODE PENELITIAN menggunakan fungsi Graphical User Curah Hujan Interface (GUI). pergerakan sedimen perhitungan adalah data curah hujan harian dan beberapa hitungan desain hidrolika. steadyflow data. termasuk juga aliran Data curah hujan yang digunakan untuk tak mantap (unsteady). Diagram Alir Model Hidrologi HEC-HMS Model hidrolika aliran satu dimensi dengan sistem sungai. unsteady Mozzali. RAS (River Analysis System) (Pitocchi dan geometric data.

terdapat beberapa Hidrologi macam metode hidrograf satuan sintetik. dapat mendukung analisa hidrolika. Model HEC-HMS dan kondisi di Pulau Sumatera dan daerah metode Passing Capacity dapat digunakan pengaliran Sungai Krueng Langsa pada 20 Volume 1. Di dalam model ini. Geometri sungai sehingga model ini menjadi mudah dipelajari Geometri sungai diperlukan untuk dan mudah untuk digunakan. Januari 2015 . hidrologi ini digunakan hidrograf satuan terutama karena perencanaan dan sintetik dari SCS (soil conservation service) perancangan sumber air dan manajemen dengan menganalisa beberapa parameternya. Analisa hidrologi yang sering dilakukan Sedangkan untuk menyelesaikan analisis adalah estimasi kejadian banjir maksimum. 1. analisa hidrologi. maka dipakai data curah hujan macam metode yang digunakan dalam dari tahun 1981 – 1996. di PTP I Kebun Pulau Tiga di Kabupaten Model HEC-HMS mengemas berbagai Aceh Timur. Dalam pengoperasiannya menggunakan basis sistem windows. Diagram Alir Model Hidrolika HEC-RAS Dikarenakan tidak adanya data hujan untuk memperkirakan besarnya debit banjir terbaru yang tercatat dari stasiun pencatatan rencana. No.Jurnal Teknik Sipil Unaya Gambar 3. banjir tergantung dari frekuensi dan besarnya maka hidrograf ini dapat disesuaikan dengan puncak aliran debit. sehingga data tersebut pemahaman dengan model yang digunakan. tetapi tetap mendapatkan penampang sungai secara dilakukan dengan pendalaman dan horizontal dan vertikal.

Perhitungan hidrolika Volume 1. Skenario Model HEC-HMS Gambar 5. Elemen- elemen yang digunakan untuk Model HEC – HMS mensimulasikan limpasan adalah subbasin. muka air. dan reservoir dan sungai terdapat dan tersusun pada basin model. kecepatan aliran. 1. berhubungan dalam jaringan yang dicantumkan perhitungan debit banjir rencana mensimulasikan sebuah proses limpasan dengan metode Passing Capacity. Elemen-elemen hidrologi Gambar 4. Grafik Rainfall-Rainoff Passing Capacity Model HEC-RAS Metode passing capacity digunakan Dalam analisis hidrolika karakteristik sebagai kontrol terhadap hasil perhitungan sungai sangat diperlukan untuk analisis debit banjir rencana yang diperoleh dari data kapasitas pengaliran. permukaan langsung (run off). junction. Jurnal Teknik Sipil Unaya khususnya. kondisi aliran dan fenomena- fenomena lainnya. Januari 2015 21 . No. Representasi fisik daerah tangkapan air reach. profil curah hujan. Sebagai pembanding.

Selanjut dilakukan skenario pengendalian banjir. Output elevasi muka air banjir diperoleh Ouput pemodelan sungai berupa elevasi melalui profile plot dari hasil simulasi. muka air banjir untuk setiap debit rencana. menggunakan HEC-RAS adalah perhitungan Outflow pemodelan sungai berupa elevasi steady flow dengan Metode Standard Step. Skematis Kondisi Sungai Gambar 7.Jurnal Teknik Sipil Unaya dihitung dengan menggunakan software rencana. Januari 2015 . yaitu metode reduksi muka air banjir Gambar 6. Data Output HEC-RAS 22 Volume 1. 1. No. Analisa pemodelan sungai HEC-RAS. muka air banjir untuk setiap debit rencana.

Hal ini disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai dimaksudkan untuk menampung debit banjir dan data tersebut disesuaikan dengan yang terjadi untuk selanjutnya disalurkan ke fungsinya. sehingga tidak terjadi air sampai ke palung sungai setelah mengalami limpasan dari sungai tersebut. Data hujan diambil yaitu data curah hujan harian dan bulanan (Joesron dan Soewarno. Data curah hujan adalah data sungai yang lebih besar atau langsung menuju hujan yang terjadi pada suatu daerah akan ke muara/laut. penguapan. No. Skematis Model DAS Krueng Langsa Volume 1. Januari 2015 23 . Gambar 9. 1. Jurnal Teknik Sipil Unaya Gambar 8.1993). yang Dalam analisis ini ada beberapa data merupakan usaha untuk memperbesar yang digunakan dalam perhitungan dan kapasitas pengaliran sungai. Profil Sungai Output HEC-RAS Alternatif Pengendalian Banjir HASIL PEMBAHASAN Normalisasi sungai terutama dilakukan Analisa Hidrologi berkaitan dengan pengendalian banjir.

Input Model DAS Krueng Langsa 24 Volume 1. Gambar 10.Jurnal Teknik Sipil Unaya Data hujan yang digunakan untuk lokasi Pemodelan dengan menggunakan HEC kajian yaitu menggunakan pos penakar hujan – HMS dapat dilakukan kalibrasi dengan PTP I Kebun Pulau Tiga di Kabupaten Aceh menggunakan data hitungan nilai dengan Timur. Januari 2015 . pengamatan (1981-1996). No. karena sungai dianggap periode ulang 2 tahun diperoleh debit banjir sebagai saluran terbuka dengan perhitungan rencana sebesar 59. Analisa Penampang Eksisting Dengan Debit Banjir Rencana Dengan Model Passing Capacity HEC-HMS Perhitungan dengan metode Passing Dari hasil eksekusi data dengan Capacity digunakan rumus manning untuk menggunakan metode HEC – HMS dengan aliran uniform. karena pos penakar hujan tersebut menggunakan metode Passing Capacity dianggap dapat mewakili dan terdekat dengan sehingga dapat disimulasikan debit banjir lokasi studi dengan data curah hujan 16 tahun yang mendekati sebenarnya.30 m3/detik. 1. seperti pada Gambar 12.

00 ELEVASI TANAH ASLI / 2. 1.00 0.085 3.00038 menampung debit sebesar 60. Jari-jari Hidrolis main chanel sungai : nilai debit yang didapatkan melalui Passing R = Hmax Capacity adalah Q 2.025 dengan tinggi muka air 2.00 6. Volume 1.943 0.128 5.018 7.6.60 5.50 1.859 2. Januari 2015 25 .91 m.50 4.00 BIDANG PERSAMAAN / REFERENCE LEVEL .02 m2 Berdasarkan ketetapan dari DIRJEN Sungai.20 0.097 7.90 1.786 5. V ini diperparah dengan kondisi bantaran yang Qu = 38.3 tahun dan termasuk R = 2.00 0.40 2.128 ORIGINAL GROUND LEVEL JARAJ (m) / DISTANCE (m) 3.382 7.02 .60 JEMBATAN KEBUN LAMA STA.60 3.50 5.30 30.294 3.91 m kedalam Q rencana periode ulang 2 tahun.00 ± 0.15 Gambar 12.58 dipenuhi dengan rumah penduduk dan Qu = 60. Kecepatan main chanel sungai : Kondisi diatas memperlihatkan bahwa sungai V=1.382 2.30 4. Output Banjir Periode Krueng Langsa CL + 5. Jurnal Teknik Sipil Unaya Gambar 11.50 meter.531 0.884 1.40 2.07 m3/det kondisi sungai yang berkelok-kelok.309 7. No. hal Qu = A .327 0. A = 38.90 3.58 m3/det existing sekarang tidak dapat menampung Debit Main Chanel sungai : debit banjir tahunan yang sering terjadi.270 5. tinggi jagaan Luas Penampang main chanel sungai : yang disyaratkan sebesar 0. Penampang Eksisting Jembatan Krueng Langsa Hasil perhitungan dengan metode Passing Dari hasil perhitungan diatas dapat Capacity sebagai berikut : dilihat bahwa alur sungai hanya mampu Slope = 0.718 1.07 m3/dt.786 7.446 5. 9+916. 1. n = 0.

Jurnal Teknik Sipil Unaya Analisa Hidrolika Dengan Model berdasarkan data pasang surut air laut yaitu : HEC-RAS Menginput data pasang surut +1. Geometri Sungai Krueng Langsa 26 Volume 1. yaitu stasiun 254.75 m ruas sungai dari muara (downstream) yaitu ( kondisi MSL / Mean Sea Level) dengan panjang sungai 14 km ke arah Menginput data pasang surut ± 0. 1. Perhitungan pada Menginput data pasang surut +0.00 m upstream. Analisa ( kondisi LWL / Low Water Level) dilakukan dengan tiga kondisi eksisting Gambar 13. Januari 2015 .50 m Analisa dilakukan dengan meng-input ( kondisi HWL / High Water Level) data kondisi Steady Flow. Skematisasi Sungai Krueng Langsa Gambar 14. No.

50 m dari muka dari titik STA.00 m dengan tinggi jagaan maka direncanakanlah tanggul sungai dengan (freeboard) 0. terhadap 140 buah cross yang terjadi untuk selanjutnya disalurkan ke section memberikan gambaran bahwa sungai yang lebih besar atau langsung menuju hampir semua alur sungai mengalami ke muara/laut. Kondisi revetment sungai dari tumpukan batu (Dump ini dianggap sebagai kondisi paling extrim Stone). No. Jurnal Teknik Sipil Unaya Kondisi eksisting yang dipakai sebagai air banjir.0+000 sampai STA.50 m dari muka air banjir. hanya beberapa limpasan dari sungai tersebut. Pada bagian muara sungai. yaitu analisa pengendalian banjir dipakai kondisi mulai dari titik STA. Skenario pengendalian banjir dilakukan rata-rata 20 m menjadi 60 m. yang banjir penampang existing sebesar 60. Pada analisa Passing capacity .07 merupakan usaha untuk memperbesar m3/det. sungai existing dengan lebar dasar sungai 4. 1. Hal ini 3. dilakukan ini adalah : 1. didapatkan berkaitan dengan pengendalian banjir. sehingga tidak terjadi air kondisi banjir (luapan).00 m dengan 5. Pada bagian muara sungai.0+000 sampai existing High Water Level dengan muka air STA. yaitu tersebut tidak mampu menampung debit memperbesar dimensi penampang sungai banjir yang terjadi pada saat pasang surut existing dengan lebar dasar sungai rata- tertinggi terjadi di muara yang menyebabkan rata 20 m menjadi 60 m dan perencanaan sebagian penampang sungai masih meluap. Debit puncak di outlet Sungai Krueng Pengendalian Banjir Dengan Langsa sebesar 59. Normalisasi sungai terutama dilakukan 2.2+000 Volume 1. bagian saja yang tidak mengalami kondisi Normalisasi sungai dilakukan dengan banjir. elevasipuncak tanggul +2. Hal ini disebabkan karena elevasi cara memperbesar dimensi penampang muka air banjir melebihi elevasi bank. yaitu mulai tinggi jagaan (freeboard) 0. Januari 2015 27 .2+000 direncanakan menggunakan di penampang hilir sungai +1.3 m³/dt untuk periode Normalisasi Sungai dan Tanggul ulang 2 tahun. kapasitas pengaliran sungai. Hasil analisa HEC-RAS dengan simulasi dimaksudkan untuk menampung debit banjir input Q 2 tahun. yaitu sta 0+000 Kesimpulan yang dapat diambil dari dari muara hingga sta 8+300 ke arah hulu studi penanggulangan banjir yang telah sungai. pada penampang sungai Krueng Langsa dimana dari hasil analisa didapatkan di KESIMPULAN DAN SARAN sebelah kiri dan kanan tanggul banjir sungai Kesimpulan (bank station) terjadi luapan. namun hal dengan cara normalisasi sungai.50 m. tanggul sungai pada elevasi puncak Untuk mengantisipasi kondisi tersebut tanggul +2.

Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu. Saran Loebis Joesron. Sosrodarsono S. dan Tominaga M. No. US Army Corps of Engineers. Laporan Akhir DED Krueng Langsa. akan ada Penulis-penulis lain yang USACE. Yogyakarta: Andi. Reference Manual. Hidrologi Teknik. HEC. 28 Volume 1. 2002. dan Roestam Sjarief. US Army Corps of Engineers. Teknik Sungai.mil. HEC RAS Hydraulic Reference Manual. Hidrologi I. 3. 1999.usace. 2005.CD. sungai dari tumpukan batu (Dump Stone). PT. Soemarto. Diktat dilakukan ini adalah : Kuliah. R. Maret 2000. 2. DAFTAR PUSTAKA Anonim 1. Studi hidrologi yang dilakukan harus Sofia F .1984. dan data hujan yang terbaru akan Jakarta : Penerbit Erlangga menghasilkan hasil studi yang lebih baik. 2000. California. 2002. Diktat lebih detail yang berkaitan dengan jumlah kuliah. Januari 2015 .hec.army. Davis. pembuatan Retarding Basin. Skenario pengendalian banjir untuk suatu Perbaikan dan Pengaturan Sungai. dan waduk pengendali banjir. Hydrologic Modelling mengkaji skenario pengendalian banjir System HEC. Davis. Hydrologic Modelling bangunan yang paling cocok sesuai System HEC HMS Technical dengan kondisi banjir daerah tersebut. Banjir Rencana Saran yang dapat diberikan berdasarkan Untuk Bangunan Air. 2000. 2011. California. Surabaya : FTSP-ITS stasiun hujan. Banda Aceh HEC. Surabaya : FTSP -ITS 1. 2002. HEC RAS Application Guide. lainnya pada sungai Krueng Langsa seperti pembuatan alur pengendali banjir (Floodway). daerah hendaknya dilakukan dengan Jakarta : PT Pertja beberapa skenario.Jurnal Teknik Sipil Unaya direncanakan menggunakan revetment Kodoatie. 1998. Penulis mengharapkan untuk kedepannya http://www. hal ini untuk memilih USACE. Bandung studi pengendalian banjir yang telah Sholeh M. panjang waktu pengamatan. Meiditama Indokonsult. 1984. 1.J.