BAB I

STATUS PASIEN

I.1 Identitas Pasien
I. IDENTITAS PASIEN

Nama : Nn.IH
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia : 24 Tahun
Tanggal Lahir : 26-11-1992
Alamat : Jl. Pinang ranti RT.17/RW.002
Pekerjaan : Pelajar
Pendidikan Terakhir : S2 sastra bahasa indonesia
Status Pernikahan : Belum Menikah
Agama : Islam
Suku : Jawa
Rekam Medis : 310239
Tanggal Masuk : 14 July 2017

I.2 Riwayat Psikiatri
Autoanamnesis : 28 Juli 2017
Alloanamnesis : Keluarga Pasien tanggal 30 Juli 2017
I.2.1 Keluhan Utama
Pasien dibawa keluarga ke IGD RSPAD tanggal 14 Juli 2017 dengan keluhan
mengamuk sejak 1 hari SMRS.
1.2.1 Keluhan Tambahan
Berbicara sendiri, mengurung diri dikamar, tidak mau makan, tidak mandi dan
tidak minum obat .
I.2.2 Riwayat Gangguan Sekarang

1

Pasien masuk melalui poli Jiwa RSPAD Gatot Soebroto pada tanggal 14 Agustus
2017 diantar keluarga dengan keluhan pasien mengamuk, paasein mengamuk
dikarnakan dilarang oleh kedua orang tuanya keluar rumah menggunakan motor
dikarnakan masih terlalu pagi. Keluarga pasien mengatakan anaknya sudah mulai
mengalami gejala yang aneh sejak 4 hari SMRS. pasien mulai berbicara sendiri,
mengurung diri dikamarnya, tidak mau makan, tidak mau mandi dan tidak minum obat.
Pasien mengatakan dirinya dibawa ke RSPAD gatot subroto karena dirinya
marah karna tidak diizinkan keluar rumah oleh orangtuanya. Sehingga pasien tidak
sengaja memecahkan kaca dirumahnya. Pasien mengatakan dirinya mendapatkan libur
lebaran cukup lama sehingga membuat pasien tidak ada aktivitas. Pasien mengatakan
saat libur pasien lebih senang berada dikamarnya sendiri. Pasien tidak makan karna
merasa tidak lapar, pasien tidak mandi karna tidak ada keinginan, dan pasien suka
berbicara sendiri. Pasien mengatakan dia berbicara sendiri dikarnakan pasien
mendengar ada suara yang mengajaknya bicara soal percintaan, kuliah dan pekerjaan.
Pasien mengataka suara itu berupa 3 suara teman pasien yang bernama coklat , kaesang
dan satu nama wanita yang tidak disebutkan oleh pasien. Pasien mengatakan suara
tersebut sangat mengganggu sehingga pasien merasa bingung untuk menuruti suara
siapa. Suara tersebut muncul sejak pasien menjalani kuliah S1. Pasien juga merasakan
bahwa dirinya sakit dikarnakan diguna guna oleh istri dosen pembimbingnya. Pasien
merasakan bahwa istrinya tidak suka terhadap dirinya dikarnakan pasien sering datang
kerumahnya untuk bimbingan thesis. Pasien selalu merasa curiga terhadap istri dosen
pembimbingnya.
Pasien mengatakan dirinya tidak minum obat dikarnakan pasien merasa dirinya
sudah sembuh dan obat yang biasa diminum sudah habis dan malas untuk kontrol
mengambil obat. Pasien mengatakan dirinya tidak mau kontrol karna merasa sulit karna
pasien harus mengurus adriminstrasi. Pasien terakhir minum obat bulan november
2016. Pasien tidak ingat obat apa yang diminum tetapi hanya ingat bentuknya racikan.

I.2.3 Riwayat Gangguan Sebelumnya
1) Riwayat Gangguan Psikiatri

2

tidak minum obat.pasien mengatakan dirinya tidak minum obat. Pasien mengatakan dirinya mendengar bisikan yang menyuruhnya untuk pergi dari rumah. Ibu pasien mengatakan bahwa anaknya pernah pergi dengan izin untuk pergi ke masjid akan tetapi pasien pergi ke RS haji berguling guling di taman dan berteriak teriak seperti orang kesurupan. Pasien mendegar suara orang yang menyuruhnya untuk pergi dan dapat melihat mahluk gaib. tidak mau makan dan pasien sering bercerita jika dia mendengar bisikan yang menyuruhnya untuk pergi. Keluarga mencoba untuk menyembuhkan pasien ke pengobatan supranatural tetapitidak ada perbaikan sehingga keluarga pasein membawanya ke RSPAD Gatot Soebroto dan diberi pengobatan secara teratur. Pada tahun 2009. Pasien mengatakan dirinya seperti orang kesurupan. pasien pertama kali mulai terlihat aneh pada tahun 2008 yaitu pasien sering menangis di depan rumah . Pasien tidak ingat apa nama obat yang diberikan tapi hanya mengingat obatnya berwarna kuning. Menurut keluarga pasien. minum 3 . Pasien mengatakan suara tersebut sebanyak 3 suara. Menurut orang tua pasien saat itu pasien tidak mau minum obat dan sedang stress karna ujian nasional Pada tahun 2012. tidak mau mandi dan tidak minum obat. Pasien mengatakan dirinya pertama kali menglami gangguan padaa saat kelas 2 SMA pada tahun 2008. Pasien mengatakan merasa bingung karena pasien merasa tidak cocok dengan cara bergaul teman organisasinya (seperti merokok. telanjang di kamar pasein sendiri. berbicara aneh . berbicara sendiri. pasein dirawat di RSPAD Gatot Soebroto dikarnakan pasien berbicra sendiri. tidak mau makan . Pasien mengatakan dirinya stress yang dikarnakan sibuknya jadwal sekolah dan sikap ibu pasien yang tegas dan suka marah. Pasien tidak minum obat karna pasien merasakan efek sampingnya yaitu tremor dan berjalan seperti robot. pasien dirawat di RSPAD Gatot Soebroto dikarnakan pasien gaduh gelisah. tidak mau makan. Pasien berbicara sendiri dikarnakan merasakan bahwa pasien berbicara dengan suara yang terdapat di dalam hatinya.

 Telanjang di kamar pasein sendiri. Pasien juga mengatakan dirinya tidak disukai oleh istri dari dosen pembimbing thesisnya. dan mengurung diri dikamar dan pasien tidak minum obat. sampai pada akhirnya ketika pasien mendapat libur yang cukup panjang pasien menjadi lebih sering menyendiri dan pasien tidak minum obat dikarnakan obat habis dan pasien enggan untuk kontrol ke poli jiwa RSPAD. Skema Riwayat Psikiatri 2008 2009 2012 2016 2017 2008  Sering menangis di depan rumah . pasien merasakan bahwa istri dari dosen pembimbinya tidak menyukai kedatangan psien untuk bimbingan. pasien dirawat di RSPAD Gatot Soebroto dikarnakan berbicara sendiri . alkohol dan menggunakan obat terlarang) tetapi pasien menyukai organisasi tersebut sehingga pasien menjadi tertekan.  Tidak mau makan 4 . sehingga pasien berhenti bekerja. Menurut pasien pada saat itu dirinya sedang dalam banyak masalah mulai di lingkungan pekerjaan. Setelah perawatan terakhir pasien pulang dengan kondisi sembuh dan menjalankan aktivitas dengan biasa . pasien merasa bahwa dirinya tidak disukai oleh guru guru lain . pasien merasa semua guru di sekolah tersebut memusuhi dirinya. pasien merasa bahwa dia menjadi sakit dikarnakan diguna guna oleh istri dari dosen pembimbingnya. berbicara aneh. Pada tahun 2016.

dan  mengurung diri dikamar dan pasien  tidak minum obat 2) Riwayat Medis Umum Pasien tidak memiliki riwayat trauma kepala. 5 . Pasien hanya mengeluhkan kakinya suka gatal dan luka jika psien sedang stress atau sehabis pasien makan seafood. demam tinggi dan juga tidak pernah mengalami penyakit-penyakit berat yang membutuhkan perawatan sebelumnya. kejang. 3) Riwayat Penggunaan Zat Psikoaktif dan alkohol Pasien tidak pernah merokok .  Berguling guling di taman dan berteriak teriak seperti orang kesurupan. mengkonsumsi alkohol dan menggunakan obat obatan terlarang. 2009  Gaduh gelisah  Berbicara sendiri  Tidak mau makan  Tidak mau mandi  Tidak minum obat 2012  Berbicara sendiri  Menyendiri dikamar  Tidak mau makan  Tidak mau mandi 2016  Berbicara sendiri  Berbicara aneh.

pasien berkuliah S1 di UNJ.  Riwayat Masa Kanak-kanak Pertengahan ( 3 -11 tahun ) Pasien memulai jenjang pendidikan di taman kanak-kanak di TK Al- Mukminin kemudian pasien melanjutkan pendidikan sekolah dasar di Jakarta kemudian pindah ke Tangerang. Saat SMA awalnya pasien menjalani sekolahnya dengan normal. Saat pasien pertama kali mengalami sakit yang dirasakan pasien mnegatakan diriny menjadi sering tidak masuk seklah dan menyebabkan nilainya menurun dan menjadi di jauhi oleh teman temanya. Tumbuh kembang pasien normal seperti anak-anak pada umumnya.  Riwayat Masa Kanak-kanak Akhir dan Remaja ( 12 -17 tahun ) Saat SMP pasien mengatakan dirinya aktif dalam kegiatan sekolahnya dan memiliki banyak teman. Selama hamil dan proses persalinan ibu pasien maupun pasien tidak memiliki masalah kesehatan. Pasien mengatakan dirinya aktif dalam organisasi di kampus dan berprestasi di kampusnya. Pasien memiliki prestasi yang baik di SMP dan lulus dengan baik. Pasien merupakan anak yang diharapkan oleh orangtuanya. Pasien mengaku memiliki banyak teman dan senang bermain di luar rumah bersama teman-teman. Pasien juga memiliki banyak teman di kampusnya.  Riwayat Masa Dewasa Setelah lulus SMA.4) Riwayat Kehidupan Pribadi a) Riwayat Perkembangan Fisik dan Kepribadian  Riwayat Prenatal dan Perinatal Pasien dilahirkan secara normal pada usia kandungan cukup bulan.  Riwayat Masa Kanak-Kanak Awal ( 0-3 tahun ) Pasien merupakan anak ke 2 dari 4 bersaudara. Pasien lulus S1 di 6 . Pasien tinggal bersama kedua orangtuanya dan diasuh oleh kedua orangtuanya.

Saat ini pasien bekerja menjadi seorang guru di pondok pesantren As – Syafi’iah dan mengajar di bimbingan belajar primagama. 7 . Pasien mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitar rumah. Pasien mengaku lebih dekat dengan ayahnya. Setelah lulus S1 pasien melanjutkan kuliah S2 di UNJ dan bekerja sebagai guru honorer. b) Riwayat Beragama Pasien beragama Islam dan taat dalam menjalakan ibadah c) Riwayat Keluarga : Pasien : Laki-Laki : Perempuan : Menikah d) Situasi Kehidupan Sosial Saat ini pasien tinggal bersama kedua orang tuanya dan satu adik perempuanya. Pasien mampu menyelesaikan pendidikan S2 nya dengan baik. Menurut pasien pasien mampu untuk mengajar dan memiliki banyak teman di lingkungan kerjanya. UNJ degan nilai yang baik. Pasien memiliki hubungan yang cukup baik dengan keluarga.

Penampilan rapih dan cukup merawat diri. Mereka berharap bahwa pasien dapat disembuhkan dan dapat kembali beraktivitas kembali seperti biasanya. 2) Persepsi Keluarga Tentang Diri Pasien Ibu pasien menggatakan keluargannya menerima keadaan pasien.I. 2) Perilaku dan Aktivitas Psikomotor Pada saat wawancara pasien terlihat tenang. Bicara spontan jelas dan melakukan kontak mata dengan pemeriksa.3 Status Mental I. 8 . Pasien merasa dirinya mampu untuk bersosialisasi terhadap lingkungan dan mampu bekerja. I. Mimpi dan Nilai-nilai Pasien memiliki keinginan untuk mencari pekerjaan. tetangga dan teman. rambut lurus. Terlihat pasien berusaha untuk dapat menjawab setiap pertanyaan meskipun pasien tidak terlalu terbuka. Pasien merasa dicintai oleh keluarga. 3) Fantasi. melanjutkan kuliah S3 dan menikah. Menggenakan baju.1 Deskripsi Umum 1) Penampilan Pasien wanita berusia 24 tahun tampak sesuai usia. tinggi kurang lebih 160 cm. 3) Sikap terhadap Pemeriksa Pasien saat wawancara pasien cukup kooperatif dalam bercerita dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemeriksa. berwarna hitam. celana dan alas kaki.2.3. Pasien mampu berkonsentrasi saat dilakukan wawancara. dengan kulit berwarna cokelat. perawakan proporsional.4 Persepsi 1) Persepsi Pasien Tentang Diri dan Kehidupan Pasien merasa dirinya adalah seorang wanita yang sedang berada di paviliun RSPAD. Pasien dapat menjawab pertanyaan dengan baik.

5 Pikiran 1) Arus Pikir: Koheren 2) Isi Pikir a) Waham rujukan : Pasien mengatakan dirinya sakit karna diguna guna oleh istri dari dosen pembimbingnya.3.3.3.2 Alam Perasaan 1) Mood : Eutim 2) Afek : Luas 3) Keserasian : Serasi . yang dibicarakan dan diperagakan dengan bahasa tubuh sesuai. I.3.I. tanggal dan bulan saat diwawancara b) Tempat : baik.3. pasien dapat mengetahui hari. dan artikulasi jelas. volume cukup.3 Pembicaraan Cara bicara pasien spontan.4 Gangguan Persepsi 1) Halusinasi : Audiotorik ( pasien mendengar ada 3 suara teman pasien yang bernama coklat.6 Sensorium dan Kognisi 1) Kesadaran : compos mentis 2) Orientasi : a) Waktu : baik. kaesang dan satu teman yang tidak disebutkan. pasien mengetahui bahwa dirinya sedang berada di Paviliun Amino RSPAD Gatot Soebroto bagian rawat inap 9 . I. laju bicara lambat. Isi pembicaraan dapat dimengerti dan pasien menjawab sesuai pertanyaan I. 2) Ilusi: tidak ada 3) Derealisasi: tidak ada 4) Depersonalisasi: tidak ada I.

c) Orang : baik. pasien dapat mengingat kenangan berkesan saat kecil. pasien dapat mengingat datang ke RSPAD dengan siapa d) Panjang: baik. pasien dapat mengingat identitas lengkapnya. 3) Daya Ingat : a) Segera: baik. 3) Konsentrasi dan Perhatian Pasien cukup mampu mempertahankan konsentrasi dan perhatian serta tidak mudah terdistraksi oleh lingkungan sekitar saat wawancara. pasien dapat mengingat menu makanan sebelum wawancara c) Sedang: baik. keluarga dan dapat mengenali dokter serta teman sekitar kamarnya. pasien dapat mengingat dan mengulangi kata-kata pemeriksa b) Pendek: baik. 10 . 4) Kemampuan Membaca dan Menulis Paseien mampu membaca dan menulis dengan baik 5) Kemampuan Visuospasial Pasien dapat menyebutkan jam berapa dengan tepat dan dapat menggambarkan arah jam panjang dan pendek dengan baik.

halusinasi ) 3) Tilikan : Derajat 5 I. I. 6) Intelegensia dan kemampuan informasi Pasien mampu menjawab beberapa pertanyan berhitung dari pemeriksa dengan benar 7) Pikrian Abstrak Pasien mampu mengetahui arti dari peribahasa berakit-rakit ke hulu berenang- renang ketepian.8 Daya Nilai dan Tilikan 1) Daya Nilai Sosial : Baik. karena beberapa pernyataan pasien sesuai dengan keterangan dari ayah dan ibu pasien.3.3.3.9 Reliabilitas Pasien cukup dapat dipercaya.7 Pengendalian Impuls Pengendalian impuls baik. 2) Penilaian Realita : RTA terganggu ( waham.4. I. pasien bersikap kooperatif dan sopan terhadap pemeriksa. I.1 Status Internus 11 .4 Pemeriksaan Fisik I.

(-) tremor Tungkai dextra dan sinistra : hiperpigmentasi kulit disertai skuama kasar.3 ) Tanda Vital : TD: 116/80 mmHg RR: 18 x/menit Nadi: 80 x/menit Suhu: 36. isokor. refleks cahaya +/+ 12 . (-) edema.6 Celcius Mata : Konjungtiva tidak anemis.4.2 Status Neurologis GCS : E4M6V5 Pupil : 3mm/3mm. murmur (-) gallop (-) Abdomen : Inspeksi: cembung. tidak ada tanda trauma Palpasi: ictus cordis tidak teraba Perkusi: batas jantung normal Auskultasi: BJ I/II regular. Rhonki -/-.Keadaan Umum : Sedang Kesadaran : Compos Mentis Status Gizi : normoweight (BB/TB: 59/159  IMT 23. tidak ada tanda trauma Palpasi : vocal fremitus kanan=kiri Perkusi : sonor pada seluruh lapang Auskultasi: vesikuler +/+. (-) sianosis. Wheezing -/- Jantung : Inspeksi: bentuk dada normal. I. Sklera tidak ikterik THT : Dalam batas normal Leher : Tidak ada pembesaran KGB. tidak ada tanda trauma Auskultasi: bising usus normal Palpasi: tidak ada nyeri tekan di 9 regio Perkusi: timpani di seluruh lapang abdomen Ekstremitas : akral hangat. tidak ada tanda trauma Thoraks: Paru : Inspeksi : bentuk dada normal. CRT <2 detik.

masuk perawatan tanggal 14 juli 2017 diantar oleh keluarga pasien. Pasien masuk melalui IGD RSPAD Gatot Soebroto pada tanggal 14 Agustus 2017 diantar keluarga dengan keluhan pasien mengamuk.5 Ikhtisar Penemuan Bermakna Perempuan. Pasien mengatakan saat libur pasien lebih senang berada dikamarnya sendiri. Pasien mengatak suara itu muncul 13 . pasien mulai berbicara sendiri. Sehingga pasien tidak sengaja memecahkan kaca dirumahnya. Pasien mengatakan dia berbicara sendiri dikarnakan pasien mendengar ada suara yang mengajaknya bicara. pendidikan S2. Keluarga pasien mengatakan anaknya sudah mulai mengalami gejala yang aneh sejak 4 hari SMRS. paasein mengamuk dikarnakan dilarang oleh kedua orang tuanya keluar rumah menggunakan motor dikarnakan masih terlalu pagi. pasien tidak mandi karna tidk ada keinginan. Pasien mengatakan dirinya mendapatkan libur lebaran cukup lama sehingga membuat pasien tidak ada aktivitas. Pasien tidak makan karna merasa tidak lapar. Pasien mengatakan dirinya dibawa ke RSPAD gatot subroto karena dirinya marah karna tidak diizinkan keluar rumah oleh orangtuanya.Mata : pergerakan tidak ada kelainan Gejala tekanan intracranial : tidak ditemukan Gejala rangsang selaput otak : tidak ditemukan Tanda efek ekstrapiramidal : tidak ditemukan Motorik: Tonus: normal Kekuatan: 5/5/5/5 Koordinasi: baik Refleks fisiologis: +2 Refleks patologis: tidak ditemukan Sensoris : tidak ada kelainan Keseimbangan: tidak ada kelainan I. mengurung diri dikamarnya. tidak mau makan. 24 tahun beragama Islam. tidak mau mandi dan tidak minum obat. dan pasien suka berbicara sendiri.

dan mengurung diri dikamar dan pasien tidak minum obat. berbicara aneh. sikap koperatif karena pasien dapat menjawab pertanyaan dari pemeriksa. Menurut pasien pada saat itu dirinya sedang dalam banyak masalah mulai di lingkungan pekerjaan. sehingga pasien berhenti bekerja. Mood Eutim. Pasien selalu merasa curiga terhadap istri dosen pembimbingnya. pasien merasa bahwa dirinya tidak disukai oleh guru guru lain . afek luas dan koheren. kaesang dan satu nama wanita yang tidak disebutkan oleh pasien. compos mentis. volume cukup.dalam hatinya berupa 3 suara teman pasien yang bernama coklat . Sebelumnya pasien pernah dirawat di Paviliun Amino pada tahun 2016 berbicara sendiri . dan artikulasi jelas. Pasien bercerita bahwa dirinya ingin melanjutkan kuliah S3 dan menikah dengan pacarnya tetapi ibu pasien tidak menyetujui dikarnakan pasanganya belum selesai kuliah. Pasien mengatakan dirinya tidak mau kontrol karna merasa sulit karna pasien harus mengurus adriminstrasi. Pasien juga merasakan bahwa dirinya sakit dikarnakan diguna guna oleh istri dosen pembimbingnya. Isi pembicaraan dapat dimengerti dan pasien menjawab sesuai 14 . Suara dalam hati tersebut muncul sejak pasien menjalani kuliah S1. Pasien mengatakan dirinya tidak minum obat dikarnakan pasien merasa dirinya sudah sembuh dan obat yang biasa diminum sudah habis dan malas untuk kontrol mengambil obat. perawatan diri cukup baik. Pasien mengatakan suara tersebut sangat mengganggu sehingga pasien merasa bingung untuk menuruti suara siapa. banyak. pasien merasakan bahwa istri dari dosen pembimbinya tidak menyukai kedatangan psien untuk bimbingan. cepat. Cara bicara pasien spontan. pasien merasa bahwa dia menjadi sakit dikarnakan diguna guna oleh istri dari dosen pembimbingnya. Psikomotor pada saat wawancara pasien tampak tenang. Pasien juga mengatakan dirinya tidak disukai oleh istri dari dosen pembimbing thesisnya. pasien merasa semua guru di sekolah tersebut memusuhi dirinya. Dalam status mental ditemukan perempuan tampak sesuai usia. Pasien tidak minum obat karena merasa sudah tidak merasa sakit. Pasien merasakn bahwa istrinya tidak suka terhadap dirinya dikarnakan pasien sering datang kerumahnya untuk bimbingan thesis.

Selain itu pasien juga tidak memiliki riwayat penggunaan zat psikoaktif maupun alkohol sehingga penyebab akibat penggunaan zat (F1) dapat disingkirkan. RTA terganggu. Insight V. Maka 15 . Orientasi dan daya ingat baik. adanya gangguan mental akibat kerusakan dan disfungsi otak (F0) dapat disingkirkan.0) AKSIS II  Tidak didapatkan gangguan kepribadian kepada pasien AKSIS III Pasien sering merasa gatal pada kedua telapak kakinya. berdasarkan PPDGJ III. infeksi otak. persepsi serta perilaku pasien yang menimbulkan hendaya dan disfungsi dalam keseharian. Maka pasien dapat dikatakan mengalami gangguan jiwa. perasaan. Dari pemeriksaan fisik baik status generalis maupun status neurologis ditemukan kedua tungkai hiperpigmentasi disertai skuama kasar. Reliabilitas dapat dipercaya. waham rujukan. Pengendalian impuls baik. Pasien tidak memiliki penyakit primer maupun sekunder seperti trauma kepala. I. yang dapat menyebabkan adanya disfungsi otak. riwayat kejang. Sehingga. Berdasarkan hasil anamnesa yang dilakuakn kepada pasien terdapat halusinasi auditorik serta waham rujukan yang memang sudah berlangsung lebih dari satu bulan kondisi tersebut memenuhi kriteria skizofrenia.pertanyaan. Terdapat halusinasi auditorik.6 Formulasi Diagnostik Formulasi diagnostik menggunakan pendekatan diagnosis multiaksial berdasarkan PPDGJ III : AKSIS I Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan status mental didapatkan adanya gangguan pada pikiran. arus pikir koheren. Gatal timbul ketika pasien sedang stress atau kelelahan dan ketika pasien makan seafood. tipe gejala memenuhi kriteria umum diagnosis Skizofrenia Paranoid (F20. epilepsi. Maka.

pekerjaan.berdasarkan PPDGJ III termasuk dalam L98 Gangguan kulit dan jaringan subkutan lainya YTK.0 Skizofrenia Paranoid AKSIS II : Z 03. AKSIS V : Saat masuk RS : GAF 51-60 GAF HLPY : GAF 71-80 I. sekolah dll.7 Evaluasi Multiaksial AKSIS I : F20. AKSIS V Penilaian kemampuan penyesuaian aktivitas sehari-hari menggunakan skala Global Assesment of Functioning (GAF) saat masuk RS adalah 51-60 yaitu beberapa gejala sedang.2 tidak ada diagnosis aksis II AKSIS III : L98 Gangguan kulit dan jaringan subkutan lainya YTK AKSIS IV : Masalah “primary support group”yaitu keluarga dan akses ke pelayanan kesehatan. disabilitas ringan dalam sosial. AKSIS IV Terdapat masalah dengan Primary Support (keluarga) yaitu kurangnya kepedulian keluarga akan kepatuhan terapi yang dijalani pasien. I. disabilitas sedang.8 Daftar Masalah 1) Organobiologik 16 . Sedangkan GAF High Level Past Year (HLPY) yaitu GAF tertinggi dalam satu tahun terakhir adalah 71-80 yaitu gejala sementara dapat diatasi. Selain itu terdapat masalah akses ke pelayan kesehatan yaitu pasien malas untuk kontrok ke dokter dikarnakan pasien engga untuk menjalani proses administratif.

dan tidak ada riwayat penyakit medis yang mencetuskan terjadinya gangguan yang dialami pasien saat ini. I. Resperidon 1x2 mg 2. Tidak ada faktor genetik dari keluarga yang mempunyai keluhan yang sama dengan pasien. Pasien hanya merasakan kakinya gatal saat stress dan sehabis makan seafood.10 Rencana Terapi 1) Psikofarmaka 1. 2) Psikologis  Mood : Eutim  Afek : Luas  Pembicaraan : spontan  Gangguan Persepsi : Halusinasi auditorik  Isi pikir : Waham rujukan  Proses pikir : koheren  RTA : Terganggu  Tilikan : Derajat 5 3) Sosial dan keluarga Sikap ibu pasien yang keras dan kurangnya kepedulian terhadap terapi yang sedang dijalani pasien.9 Prognosis  Quo Ad Vitam : ad Bonam  Quo Ad Functionam : dubia ad Bonam  Quo Ad Sanactionam : dubia ad Bonam I. Trihexifenidil 3x 2mg 2) Psikoterapi 17 .

Kepada Keluarga:  Memberikan penjelasan mengenai penyakit pasien dan pengobatan yang sedang dijalani.  Memberikan penjelasan kepada keluarga bahwa fator faktor yang dapat menyebabkan pasien kambuh kembali bukan hanya dari obat yang harus diminum secara teratur tetapi dapat disebabkan oleh faktor stressor. Kepada Pasien :  Memberikan penjelasan kepada tentang penyakit yang diderita dan mengedukasi pasien untuk minum obat secara teratur dengan cara memberikan penjelasan bahwa obat ini diperlukan oleh pasien agar pasien dapat melanjutkan kehidupanya dengan normal. Diharapkan keluarga dapat membatu pasien untuk minum obat secra teratur dengan cara lebih peduli dan mengigatkan pasien untuk minum obat. Diharpkan keluarga dapat mengerti dan memberikan dukungan kepada pasien. b. Memberikan penjelasan bahwa pasien harus minum obat secara teratur. a. 3) Konsultasi ke bagian Kulit dan kelamin 18 .

1 Diskusi Berdasarkan urutan hirarki diagnosis multiaksial. Pada isi pikirnya didapatkan waham rujukan yang sudah dirasakan lebih dari satu bulan dan adanya halusinasi audiotorik. BAB II PEMBAHASAN II. Dalam pasien ini dapat ditemukan adanya gangguan pada isi pikir dan presepsi . diagnosis Skizofrenia Paranoid dapat ditegakan apabila kita dapat menyingkirkan diagnosis gangguan mental organik dan gangguan mental akibat zat psikoaktif. “Thought of insertion or withdrawal”= isi pikiran yang asing dari luar masuk ke dalam pikirannya (insertion) atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar dirinya ( withdrawal) “Thought of broadcasting”= isi pikirannya tersiar keluar sehingga orang lain atau umum mengetahuinya. Pasien juga tidak pernah mengkonsumsi zat-zat psikoaktif. b) “Delusion of control”= waham tentang dirinya di kendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dari luar “Delusion of Influence”= waham tentang dirinya dipengaruhi oleh suatu kekuatan tertentu dari luar 19 . Adapun kriteria skizofrenia menurut PPDGJ- III adalah harus ada satu dari gejala dibawah ini yang amat jelas (dan biasanya dua atau lebih bila gejala kurang jelas) selama kurun waktu 1 bulan atau lebih: a) “Thought of echo” = isi pikiran dirinya sendiri yang berulang atau bergema dalam kepalanya ( tidak keras) dan isi pikiran ulangan walaupun isinya sama tapi kualitasnya beda. Pada pasien ini dapat disingkirkan yaitu dari anamnesis bahwa pasien tidak memiliki penyakit dasar seperti riwayat trauma. atau adanya disfungsi otak pada kepalanya. epilepsi. riwayat kejang.

0). Pada aksis IV ditemukan masalah dengan Primary Support Group (keluarga). yaitu pasien enggan kontrol ke dokter karna malas untuk mengikuti proses administratifnya. pada pasien didapatkan GAF (Global Assessment of Functioning) saat masuk 20 . seperti misalnya mengenai identitas keagamaan atau politik. Sehingga berdasarkan gangguan yang dimiliki pasien maka dapat diambil diagnosis Axis I berupa Skizofrenia Paranoid (F20. atau pikiran. Pada aksis III ditemukan kelainan pada kulit terlihat dari anamnesis pasien mengatakan sering merasa gatal dan pemeriksaan didapatkan hiperpigmentasi dan skuama. Dan masalah dalam akses ke pelayanan kesehatan. Pada aksis V merupakan skala pengkajian fungsi umum yang berguna untuk menilai tingkat kemampuan pasien untuk berfungsi secara keseluruhan dalam waktu tertentu. yang bermakna sangat khas bagi dirinya. atau kekuatan dan kemampuan manusia super Pada pasien ini didapatkan gejala-gejala adanya skizofrenia paranoid yang sudah berlangsung lebih dari 1 bulan yaitu adanya waham rujukan dan halusinasi audiotorik. atau mendiskusikan perihal pasien diantara mereka sendiri atau jenis suara halusinasi lain yang berasal dari salah satu bagian tubuh d) Waham-waham menetap jenis lain yang menurut budayanya dianggap tidak wajar serta sama sekali mustahil. tindakan atau penginderaan khusus). Pada aksis II tidak ditemukan adanya masalah. sikap ibu pasien yang keras kepala menyebabkan pasien tidak terbuka dan perhatian keluarga tentang obat pasien. “Delusion of passivity”= waham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu kekuatan dari luar (tentang “dirinya” secara jelas merujuk pada pergerakan tubuh atau anggota gerak. c) Halusinasi Auditorik = Suara halusinasi yang berkomentar secara terus- menerus terhadap perilaku pasien. biasanya bersifat mistik atau mukjizat. “Delusion of Perception”= pengalaman indrawi yang tak wajar.

16 mg/ hari. hipotensi ortostatik. sehingga resperidon bekerja untuk memblokade reseptor serotonin 5-HT2A. disabilitas ringan dalam sosial. gejala ekstrapiramidal tergantung dari besarnya dosis bisanya antara 4. 21 . Sediaan ada dalam bentuk tablet 1. sehingga banyak digunakan untuk terapi penyakit parkinson. Triheksifenidil secara parsial menghambat aktivitas kolinergik di SSP (susunan saraf pusat). sekolah dll. Berdasarkan patofisiologi halusinasi. Resperidon memiliki afinitas 20 x lebih kuat terhadap serotonin (5HT) dibandingkan dengan D2. Resperidon 1x 2mg PO Resperidon adalah obat antipsikotik atipikal golongan benzisoksazol yang bekerja dengan cara memblokade reseptor dopamine (D2) dan memblokade reseptor serotonine (5HT). Senyawa ini bekerja dengan menghambat pelepasan asetil kolin endogen dan eksogen.RS adalah 51-60 yaitu beberapa gejala sedang. palpitasi peningkatan berat bada. Rencana penatalaksanaan yang diberikan pada pasien ini adalah a) Psikofarmaka 1. merasa lelah. disabilitas sedang. Resperidon dimetabolisme oleh enzim hepar yaitu CYP 2D6. Sedangkan GAF High Level Past Year (HLPY) yaitu GAF tertinggi dalam satu tahun terakhir adalah 71-80 yaitu gejala sementara dapat diatasi. 2. pekerjaan.2 dan 3 mg. Efek samping utama dari resperidon adalah sedasi. Dosis pemberiannya diawali dengan 2mg/hari pada hari pertama kemudian ditingkatkan 4mg/hari hingga dosis 8mg/hari. Oleh sebab itu hanya bekerja pada M1 (kortikal atau neuronal) dan bukan subtipe muskarinik perifer (jantung dan kelenjar). Trihexyphenidyl sebagai antagonis selektif reseptor acetylcholine M1 muscarinic.Dosis awal 1 mg (hari pertama). dengan waktu paruh sekitar 3 jam.Trihexilfenidil 3x 2mg Triheksifenidil adalah antikolinergik yang mempunyai efek sentral lebih kuat daripada perifer. berkurangnya gairah seksual. Dosis maksimal obat ini adalah 8mg/hari. halusinasi disebabkan oleh adanya stimulasi pada reseptor 5-HT2A. pusing.

cemas. sakit kepala. konstipasi. dilatasi pupil. pusing. Memberikan penjelasan bahwa pasien harus minum obat secara teratur. 2. c) Konsultasi ke bagian Kulit dan Kelamin Pasien memiliki keluhan yaitu rasa gatal di kaki yang biasa dirasakan timbul saat pasien makan seafood dan ketika pasien sedang stress. TIO meningkat. penglihatan kabur.  Memberikan penjelasan kepada keluarga bahwa fator faktor yang dapat menyebabkan pasien kambuh kembali bukan hanya dari obat yang harus diminum secara teratur tetapi dapat disebabkan oleh faktor stressor. Kepada Pasien :  Memberikan penjelasan kepada tentang penyakit yang diderita dan mengedukasi pasien untuk minum obat secara teratur dengan cara memberikan penjelasan bahwa obat ini diperlukan oleh pasien agar pasien dapat melanjutkan kehidupanya dengan normal.kemudian ditingkatkan menjadi 2 mg. Diharpkan keluarga dapat mengerti dan memberikan dukungan kepada pasien. 22 . retensi urin. Kepada Keluarga:  Memberikan penjelasan mengenai penyakit pasien dan pengobatan yang sedang dijalani. Diharapkan keluarga dapat membatu pasien untuk minum obat secra teratur dengan cara lebih peduli dan mengigatkan pasien untuk minum obat. Efek samping dari obat ini adalah Mulut kering. 2-3 x sehari selama 3-5 hari atau sampai tercapai dosis terapi. takikardi. b) Psikoterapi 1.

HI dan Sadock BJ. Sinopsis Psikiatri:Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis. Maslim. 2013. American Psychological Association (APA) : Washington DC. 2010 Binarupa Aksara: Jakarta 2. Cetakan 2 Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atmajaya: Jakarta. Rusdi. Grebb JA. 1996. Kaplan. DAFTAR PUSTAKA 1. 23 . 2007. Edisi ke-7. Maslim. Jilid 1. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGJ III dan DSM 5. 4. American Psychiatric Association. 3. Diagnosis and Statistical Manual of Mental Disorders ( DSM IV TM). 2010. Rusdi. Panduan Praktis Penggunaan Klinis Obat Psikotropik Edisi Ketiga. Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atmajaya: Jakarta.