MAKALAH

ZAKAT AANDA MENOPANG KESEJAHTERAAN UMAT

OLEH

MUAHAMMAD SAYYID RIDHA

At-Taubah : 10) Menurut Hukum Islam (istilah syara’). sekaligus merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ummat manusia . kesuburan atau bertambah (HR. zakat adalah nama bagi suatu pengambilan tertentu dari harta yang tertentu. sampai permasalahan makro. umat islam. Permasalahan ekonomi yang dinamis tentu memerlukan beberapa instrument atau strategi menghadapinya. Dimana apabila perekenomian sudah bagus tentu akan mempengaruhi kesejahteraan kehidupan umat secara bertahap menjadi lebih baik. Zakat termasuk dalam kategori ibadah (seperti shalat. dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. dan puasa) yang telah diatur secara rinci dan paten berdasarkan Al-Qur’an dan As Sunnah. Definisi. At-Tirmidzi) atau dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan (QS. haji. Menurut bahasa (lughah). Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Salah satunya adalah.kali mengkaji dan memprediksi apabila instrument zakat ini dioptimalkan maka perannya terhadap perkembangan dan kemajuan ekonomi umat. Hukum dan Jenis Zakat Zakat adalah Rukun Islam yang Kelima. zakat berarti : tumbuh. Saat ini telah berkembang pesat ekonomi islam sebagai instrument baru dalam usaha mengatasi problematika umat. berkembang. Para Ilmuwan dan ekonom sudah sering berkali. Membangun Pondasi Ekonomi Umat Islam Indonesia Melalui Zakat Untuk Menopang Kesejahteraan Umat Permasalahan ekonomi menjadi suatu hal yang sangat vital terhadap keberlangsungan suatu umat atau bangsa. zakat. Ada banyak sekali formula dan teknik yang dikaji oleh para ilmuwan dan ekonom dalam menghadapi permasalahan ekonomi. Tak terkecuali. Hal tersebut tak lepas masih banyaknya umat islam yang berada di bawah garis kemiskinan. menurut sifat-sifat yang tertentu dan untuk diberikan kepada golongan tertentu (Al Mawardi dalam kitab Al Hawiy) Zakat merupakan salah satu rukun Islam. belum produktifnya umat.

Islam memandang emas dan perak sebagai harta yang (potensial) berkembang. maka tidak diwajibkan zakat atas barang. ukiran atau yang lain. kendaraan.barang tersebut. Koperasi. asal tidak berlebihan.  Emas Dan Perak Emas dan perak merupakan logam mulia yang selain merupakan tambang mulia. pakaian. Oleh karena segala bentuk penyimpanan uang seperti tabungan. adalah mata uang yang berlaku pada waktu itu di masing-masing negara. saham atau surat berharga lainnya. domba) dan unggas (ayam. sayur-mayur. villa. bejana. kerbau). sehingga penentuan nishab dan besarnya zakat disetarakan dengan emas dan perak. deposito. Termasuk dalam kategori emas dan perak. yaitu Zakat Nafs (jiwa). perhiasan. burung). dll. souvenir. baik berupa uang. Adapun harta (maal) yang wajib di zakati adalah :  Binatang Ternak Hewan ternak meliputi hewan besar (unta. Emas dan perak juga dijadikan mata uang yang berlaku dari waktu ke waktu. cek. makanan. tanah.  Harta Perniagaan Harta perniagaan adalah semua yang diperuntukkan untuk diperjual-belikan dalam berbagai jenisnya. buah-buahan. tanaman hias. juga sering dijadikan perhiasan. baik berupa barang seperti alat-alat. dll. juga disebut zakat fitrah dan Zakat Maal (harta). umbi-umbian. rumput- rumputan. PT. sapi.  Hasil Pertanian Hasil pertanian adalah hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis seperti biji-bijian. hewan kecil (kambing. leburan logam. Demikian juga pada harta kekayaan lainnya. dll. Pada emas dan perak atau lainnya yang berbentuk perhiasan. Perniagaan tersebut di usahakan secara perorangan atau perserikatan seperti CV. dedaunan. . termasuk kedalam kategori emas dan perak. Yang melebihi keperluan menurut syara’ atau dibeli/dibangun dengan tujuan menyimpan uang dan sewaktu-waktu dapat di uangkan. . Adapun jenis zakat dibagi menjadi dua. Oleh karena syara’ mewajibkan zakat atas keduanya. seperti rumah. itik. dsb.

ambar. dll. dll. Bahwa kenyataan ummat Islam kini jauh dari kondisi ideal. disamping potensi sumber daya manusia dan ekonomi yang melimpah.  Rikaz Rikaz adalah harta terpendam dari zaman dahulu atau biasa disebut dengan harta karun. kesadaran beragama dan ukhuwah Islamiyah kaum muslimin juga makin meningkat maka pintu-pintu kemungkaran akibat kesulitan ekonomi akan makin dapat dipersempit. Termasuk didalamnya harta yang ditemukan dan tidak ada yang mengaku sebagai pemiliknya. Salah satu sisi ajaran Islam yang belum ditangani secara serius adalah penanggulanagn kemiskinan dengan cara mengoptimalkan pengumpulan dan pendayagunaan zakat. Karena itu ummat Islam seharusnya menjadi rahmat bagi sekalian alam. Sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW serta penerusnya di zaman keemasan Islam. batu-bara. dirangkai dengan potensi aqidah Islamiyah (tauhid). Tugas ummat Islam adlah mewujudkan kehidupan yang adil. agar mereka menjadi saksi atas segala ummat. Pada saat yang sama. adalah akibat belum mampu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri (QS. minyak bumi. marmer.  Ma’din dan Kekayaan Laut Ma’din (hasil tambang) adalah benda-benda yang terdapat di dalam perut bumi dan memiliki nilai ekonomis seperti emas. Ar-Ra’du : 11). Potensi- potensi dasar yang dianugerahkan Allah kepada ummat Islam belum dikembangkan secara optimal. marjan.  Pengaruh Zakat Terhadap Kesejahteraan Sosial Ummat Islam adalah ummat yang mulia. tentu akan diperoleh hasil yang optimal. Jika seluruh potensi itu dikembangkan secara seksama. infaq dan shadaqah dalam arti seluas-luasnya. giok. Padahal ummat Islam memiliki banyak intelektual dan ulama. jika kemandirian. Kekayaan laut adalah segala sesuatu yang dieksploitasi dari laut seperti mutiara. ummat yang dipilih Allah untuk mengemban risalah. makmur. . tentram dan sejahtera dimanapun mereka berada. tembaga. timah. Padahal ummat Islam sebenarnya memiliki potensi dana yang sangat besar. perak.

Zakat memiliki banyak hikmah. Musawah (persamaan derajat. Oleh sebab itu zakat memiliki banyak arti dalam kehidupan ummat manusia. pembuktian persaudaraan Islam. 3. baik yng berkaitan dengan Sang Khaliq maupun hubungan sosial kemasyarakatan di antara manusia. pernyataan rasa kemanusian dan keadilan. Menolong. peka terhadap rasa kemanusiaan) dan mengikis sifat bakhil (kikir) serta serakah. Dengan begitu akhirnya suasana ketenangan bathin karena terbebas dari tuntutan Allah SWT dan kewajiban kemasyarakatan. Dapat mensucikan diri (pribadi) dari kotoran dosa. membina dan membangun kaum dhuafa yang lemah papa dengan materi sekedar untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya. apalagi mewah.Dengan kondisi tersebut mereka akan mampu melaksanakan kewajibannya terhadap Allah SWT 2. Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) dan Takaful Ijti’ma (tanggung jawab bersama) 5. pengikat persatuan ummat dan bangsa. terutama Islam. sebagai pengikat bathin antara golongan kaya dengan yang miskin dan sebagai penimbun jurang yang menjadi pemisah antara golongan yang kuat dengan yang lemah . rasa benci dan dengki dari diri orang-orang di sekitarnya berkehidupan cukup. Zakat merupakan ibadah yang memiliki dimensi ganda. Zakat adalah ibadah maaliyah yang mempunyai dimensi dan fungsi sosial ekonomi atau pemerataan karunia Allah SWT dan juga merupakan perwujudan solidaritas sosial. Menjadi unsur penting dalam mewujudkan keseimbangan dalam distribusi harta (sosial distribution). Memberantas penyakit iri hati. Sedang ia sendiri tak memiliki apa-apa dan tidak ada uluran tangan dari mereka (orang kaya) kepadanya. dan dan kewajiban). antara lain : 1. Dapat menunjang terwujudnya sistem kemasyarakatan Islam yang berdiri atas prinsip- prinsip: Ummatn Wahidan (umat yang satu). emurnikan jiwa (menumbuhkan akhlaq mulia menjadi murah hati. dan keseimbangan tanggungjawab individu dalam masyarakat 6. 4. trasendental dan horizontal. akan selalu melingkupi hati. membantu.

. damai dan harmonis yang akhirnya dapat menciptakan situasi yang tentram. Mewujudkan tatanan masyarakat yang sejahtera dimana hubungan seseorang dengan yang lainnya menjadi rukun. Dalam masyarakat seperti itu takkan ada lagi kekhawatiran akan hidupnya kembali bahaya komunisme 9atheis) dan paham atau ajaran yang sesat dan menyesatkan.7. akan terciptalah sebuah masyarakat yang baldatun thoyibunwa Rabbun Ghafur. Akhirnya sesuai dengan janji Allah SWT. Sebab dengan dimensi dan fungsi ganda zakat. aman lahir bathin. persoalan yang dihadapi kapitalisme dan sosialisme dengan sendirinya sudah terjawab.

Hal ini tentunya meliputi metode dakwah dan pengajaran islam. Jadi. baik ditinjau dari segi agama maupun filsafat lain. baik yang ditulis dalam berabad-abad yang lalu maupun yang ditulis oleh sarjana masa kini. Begitu indahnya ajaran zakat dalam islam. oleh karena negara islam tidak terwujud dimana saja di dunia. khususnya dalam zakat fungsi manajemen menjadi sangat penting. . Ilayas Ba-Yunus.  Tantangan Pengelolaan Zakat Kalau kita melihat literature mengenai zakat. Zakat tidak akan bisa dilaksanakan dengan sukses di lingkungan sosial dan ekonomi yang non-islam. Begitu hebatnya pula tulisan mengenai zakat. dimana hal tersebut hanya berada diatas kertas. perkenalan zakat akan membawa hasil yang kecil” Menanggapi ungkapan ini. penulis menganggap memang sering kita saksikan terjadinya frustasi atau kejenuhan kalau berbicara mengenai zakat. Actuating hingga Controlling dapat mendorong pelayanan zakat yang lebih tersistem dan dinamis. guru besar sosiologi di State University of New York menulis : “semua diskusi mengenai issue yang bersifat islam. AS beberapa waktu lalu. kini pada dasarnya bersifat teoritis. ada beberapa hal yang coba penulis telaah dimana hal-hal tersebut menjadi tantangan terhadap optimalisasi sektor ini. Prof. pelampiasannya lari kepada mencela terhadap system yang ada. Kecuali jika system islam diperkenalkan secara utuh. Organizing. yaitu karena “belum terwujudnya sistem sosial dan ekonomi islami” Menghadapai kenyataan ketidaksuksesan pengumpulan zakat di kalangan umat islam khususnya Indonesia serta pendayagunaannya. Namun dengan ketidakpuasan mengumpulkan zakat. Pendekatan atau metode yang digunakan kurang tepat dalam memasyarakatkan ajaran zakat di kalangan masyarakat islam yang berkewajiban membayar zakat. Dimana dengan menggunakan sistem manajerial yang baik mulai dari Planning. Penguasa berkewajiban memaksa warganya yang beragama islam untuk membayar zakat. Dr. selalu kita dapatkan bahwa pengumpulan zakat adalah menjadi kewajiban pemerintah di Negara Islam. kita sadar akan kebaikan ajaran zakat. Disamping perlu diadakan penelitian dan pengembangan untuk dakwah dan pendidikan islam sejak dini secara serius. Salah satu ungkapan di dalam seminar tentanG zakat yang diadakan The Association of Muslim Social Scientists. Zakat hanyalah bagian dari system islam yang total. Sampai pada kurangnya menggunakan manajemen yang tepat dalam mengkampanyekan zakat.

yaitu tantangan internal dan tantangan eksternal. buku. tidak mustahil terwujudnya harta hasil dari zakat menjadi penyebab dan menstrukturkan kemalasan yang berarti mengabadikan kemiskinan. Misalnya. Secara internal. Oleh karena itu. Begitu pula dengan pemberian beasiswa atau bantuan pendidikan seperti seragam. serta sertifikasi dan advokasi. akan tetapi potensi ini kadang tidak bisa dioptimalkan secara baik karena adanya beberapa kendala bai. begitu harta zakat didapat akan habis selesai dimakan. Sebab. standarisasi dan pelatihan. perlu coba kita pikirkan bagaimana zakat ini dapat juga dialihkan kearaha sektor produktif dimana harta yang dizakatkan dapat menjadi modal usaha untuk penerima agar suatu saat dapat naik stratanya menjadi orang yang menyalurkan zakat. Dengan demikian. baik oleh panitia maupun mereka yang dikategorikan berhak menerimanya. antara lain yang terkait dengan perencanaan dan pelaporan zakat. Setelah ada hasil pengumpulan zakat. Belum lagi terhidung kalau terjadi ketidaktepatan di dalam pengelolaannya. sementara untuk PNS daerah dan sumber-sumber lain yang ada di daerah. harus ada pembedaan antara fungsi operator dengan fungsi koordinator dalam institusi Baznas. Fungsi operator adalah organ organisasi yang menjalankan fungsi penghimpunan dan penyaluran zakat secara terbatas. dan peralatan sekolah dimana ketika mereka terdidik mereka dapat menaikkan taraf hidup mereka di kemudian hari. Potensi Zakat di Indonesia sungguh luar biasa. Secara kelembagaan. Dengan kata lain masih sangat jauh dari usaha pengentasan kemiskinan. Indonesia mempunyai sebuah lembaga khusus untuk menangani permasalahan zakat ini yaitu BAZNAS. . pembagian zakat secara tradisional yang bersifat konsumtif tidak akan membuahkan hasil. yang harus mendapat prioritas Baznas saat ini adalah peningkatan kapasitas kelembagaan dan kapasitas SDM yang dimilikinya. baik antara Baznas Pusat dengan Baznas Daerah. zakatnya dikelola oleh daerah Sedangkan untuk fungsi koordinator. erbatas maksudnya ada pembagian tugas dan kewenangan untuk melakukan penghimpunan maupun penyaluran zakat. Ini sangat penting karena akan sangat menentukan kinerja Baznas sebagai koordinator institusi amil resmi. Baznas diminta untuk membuat sejumlah pedoman pengelolaan zakat nasional. Baznas Pusat hanya menghimpun zakat dari PNS pusat dan sumber-sumber lain yang ada di pusat. Dimana tantangan dalam merealisasikan tugas barunya sebagai koordinator pengelolaan zakat nasional. Baznas dihadapkan pada dua tantangan utama.

.

tidak multi interpretasi. seragam. terukur. Dua persyaratan yang menurut penulis berat adalah terdaftar sebagai organisasi kemasyarakatan Islam yang mengelola bidang pendidikan. dengan semangat Membangun Peradaban Zakat. dan mudah untuk diverifikasi. Ini sangat penting agar informasi yang disajikan kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan zakat. Khusus perencanaan dan pelaporan zakat. Khususnya untuk LAZ di daerah. Sebagaimana kita ketahui bahwa penggelola zakat di daerah sebagian besar semuanya berbasiskan potensi lokal yang belum tentu berbentuk organisasi kemasyaratan Islam bidang pendidikan. dakwah dan sosial. Akhirnya. menjadi jelas. Masih minimnya lulusan berlatar belakang pendidikan zakat. . kita terus mendorong perzakatan di Indonesia semakin maju guna untuk menopang kesejahteraan umat. Baznas perlu merumuskan standar yang dapat diaplikasikan secara bersama. dakwah. seperti bagaimana caranya meningkatkan kualitas amilin dan amilat yang bekerja di OPZ. Perlu ada standar kode etik amil yang menjadi rujukan OPZ yang ada. Adapun standarisasi dan pelatihan sangat erat kaitannya dengan capacity building organisasi pengelola zakat (OPZ). Untuk mendirikan LAZ tidak semudah dulu. Sehingga tidak mudah untuk mendirikan sebuah LAZ di daerah. dan sosial (pasal 18 ayat 2) dan harus mendapat izin dari Menteri atau pejabat yang ditunjuk oleh Menteri (pasal 18 ayat 1). baik oleh Baznas daerah maupun LAZ. menjadi salah satu faktor pendorong belum optimalnya pengelolaan zakat. Untuk itu diperlukan perencanaan yang strategis dalam rangka menciptakan Sumber Daya Insani yang siap dan professional dibidang zakat.

..

Rivai. Abu Ubaid al-Qasim. Bogor : Ghalia Indonesia. 3. Prof. 2003. 2007 5. Hafidhuddin. Jakarta : Gema Insani. Manajemen Syari’ah dalam Praktik. Qodri. Dr Didin. Jakarta : Bumi Aksara. Veitzhal. Islamic Economic: Ekonomi Syari’ah bukan OPSI. Membangun Fondasi Ekonomi Umat. Azizy. diterjemahkan oleh Budi Utomo. 2009. Setiawan. Arfin. (Al-Amwal) Ensiklopedia Keuangan Publik. 4. Hukum Ekonomi Islam di Indonesia: Aplikasi & Prospektifnya. tetapi SOLUSI ! . Dr. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. . Jakarta : Gema Insani. A. DAFTAR PUSTAKA 1. 2. Hamid. 2004. 2009. Prof.