IQROMMATUL LAILA 012116417

LBM 4

Manajemen Mutu Terpadu (Total uality Management) Rumah Sakit

STEP1

-TQM :

-Plan do check action :

-Akreditasi :

STEP3

TQM(TOTAL QUALITY MANAGEMENT)

1. Apa definisi TQM ?
a. Definisi
Pengertian TQM secara mendetail (Handoko, 1998) adalah :
1. Total: TQM merupakan strategi organisasional menyeluruh
yang melibatkan
semua jenjang dan jajaran manajemen dan karyawan, bukan
hanya
pengguna akhir dan pembeli eksternal saja, tetapi juga
pelanggan internal,
pemasok, bahkan personalia pendukung.
2. Kualitas: TQM lebih menekankan pelayanan kualitas, bukan
sekedar produk
bebas cacat. Kualitas didefinisikan oleh pelanggan, ekspektasi
pelanggan
bersifat individual, tergantung pada latar belakang sosial
ekonomis dan
karakteristik demografis.
3. Manajemen: TQM merupakan pendekatan manajemen,

IQROMMATUL LAILA 012116417
bukan pendekatan
teknis pengendalian kualitas yang sempit.
http://www.mitrariset.com/2008/11/total-quality-
management.html

Kerja Sama Tim 6.umsida.pdf 1. Komitmen Jangka Panjang 5. Djoko. 2000.id/tinymcpuk/gambar/file/ekonomi/proceeding/1%20- %20Paper%20Hadiah%20Fitriyah. Fokus pada Pelanggan 2. IQROMMATUL LAILA 012116417 Wijono. Pendidikan dan Pelatihan 8. Obsesi terhadap Kualitas 3. Perbaikan Sistem Secara Berkesinambungan 7.ac. Pendekatan Ilmiah 4. Karakteristik : o Fokus pada pelanggan baik internal maupun eksternal o Memiliki obsesi yg tinggi thd kualitas o Menggunakan pendekatan ilmiah dalam pngambilan keputusan dan pemecahan masalah o Membutuhkan kerjasama tim o Memperbaiki proses secara berkesinambungan o Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan o Memiliki komitmen jangka panjang o Memberikan kebebasan yg terkendali o Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan . yaitu : 1. Kesatuan Tujuan 10. 2. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. Kebebasan yang Terkendali 9. Apa karakteristik TQM ? Ada sepuluh karakteristik TQM yang dikembangkan oleh Goetsch dan Davis (1994) dalam Tjiptono (2003:15-18). Adanya Keterlibatan dan Pemberdayaan Karyawan http://ekonomi.

ac. Optimalisasi tenaga sarana dan prasarana 2.  Tujuan a.pdf 4. KHUSUS  Tercapainya peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui: 1. Bagaimana konsep dasar dan metode TQM / CQI dan RS QA (quality assesment)? 7. Manfaat tersebut didasarkan pada sistem kerja dari program TQM yang berlandaskan pada perbaikan berkesinambungan atau berkelanjutan. 3. http://ekonomi. Bagaimana penerapan TQM di rumah sakit ? 6. 4. Hal ini akan mengurangi berbagai bentuk pemborosan dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Apa Tujuan dan manfaat TQM ?. Kedua faktor tersebut pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan. Pemberian pelayanan sesuai dengan standar profesi 3. UMUM  Meningkatkan pelayanan kesehatan melalui program peningkatan mutu pelayanan secara efektif dan efisien agar tercapai derajat kesehatan yang optimal. Standar pelayanan yang dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu sesuai kebutuhan pasien 4. (3) pemikiran jangka panjang. . Apa sasaran utama TQM ? 5. Fandi Tjiptono&Anastasia Diana .umsida.1998 3. Pemanfaatan teknologi hasil penelitian dan pengembangan pelayanan kesehatan. Membuat perusahaan sebagai pemimpin bukan sekedar pengikut. 5. Membuat perusahaan lebih sensitif terhadap kebutuhan pelanggan. b. IQROMMATUL LAILA 012116417 o Memiliki kesatuan tujuan Total Quality Management . Membuat perusahaan siap dan lebih muda beradaptasi terhadap perubahan. 2. Apa saja Unsur-unsur TQM/CQI ? 5 unsur utama TQM: (1) berfokus pada pelanggan.id/tinymcpuk/gambar/file/ekonomi/proceeding/1%20- %20Paper%20Hadiah%20Fitriyah. Membantu terciptanya team work. Hubungan antara staf departemen yang berbeda lebih muda. Manfaat TQM Manfaat lain dari implementasi TQM yang mungkin dapat dirasakan oleh perusahaan di masa yang akan datang adalah: 1. (2) perbaikan pada proses secara sistematik.

dan manajemen tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan  maka mutu pelayanan sulit diharapkan baik ii.  Analisis data yang berkaitan. antara lain :  kebijakan (policy)  organisasi  manajemen  jika kebijakan. penampilan aspek medis 2. IQROMMATUL LAILA 012116417 (4) pengembangan sumberdaya manusia. non medis dan manajemen. mencari pengertian bersama dalam proses pelayanan. Penekanan pada analisis dari seluruh sistem yang menyelenggarakan pelayanan atau yang mempengaruhi outcome. Penekanan pada kepuasan pelanggan (pasien. dan (5) komitmen pada mutu (Slamet. tenaga medis. tindakan medis 2. petugas atau provider dan yang membiayai) dan hasil (outcome) kesehatan sebagai ukuran penampilan. Penampilan tersebut dibagi atas 2 macam yaitu : 1.  Keterlibatan semua secara lintas fungsional. paramedis. dan penyebab penyebab mendasar dari suatu fenotnena. . serta jika dana yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan maka mutu pelayanan sulit diharapkan baik i. unsur keluaran  menunjuk pada penampilan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan. unsur lingkungan  adalah keadaan sekitar yang mempengaruhi pelayanan kesehatan. keyakinan)  Fokus kepada pelanggan. antara lain  man  money  material  jika man dan material (kualitas dan kuantitas) tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.  Wawasan system. Penekanan pada pengumpulan dan penggunaan dari data yang obyektif pada operasi sistern dan penampilan sistem. Tindakan tersebut dibagi atas 2 macam yaitu : 1. unsur proses  adalah semua tindakan yang dilakukan pada pelayanan kesehatan. tindakan non medis  jika tindakan medis dan non medis tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan  maka mutu pelayanan sulit diharapkan baik iii. organisasi. Penekanan pada keterlibatan seluruh komponen. Unsur filosofi (filsafat. penampilan aspek non medis  jika penampilan aspek medis dan non medis tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan  maka mutu pelayanan sulit diharapkan baik Terdiri dari unsure yang terdiri atas 3 bagian: 1.1999)  adalah semua hal yang diperlukan untuk terselenggaranya pelayanan kesehatan.

Pendekatan ilmiah Diperlukan untuk mendesain pekerjaan dan dalam proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan yang didesain tersebut. norma-norma dan nilai-nilai. pelanggan internal berperan besar dalam menentukan kualitas manusia. penghormatan kepada senioritas. kolegalitas.1.  Optimasi proses peningkatan.  Pengukuran kepuasan pelanggan . check sheets. Pelanggan eksternal menentekan kualitas produk atau jasa yang disampaikan kepada mereka. Mencari solusi untuk peningkatan mutu penampilan dan melakukan peningkatan berkelanjutan. IQROMMATUL LAILA 012116417  Identifikasi solusi dan perbaikan berkelanjutan. 1994 pp 14-18) 1. Optimasi dalam proses penghantaran (delivery process) pada kebutuhan pelanggan internal maupun ekstemal. Kernudian berkembang dengan adanya asuransi kesehatan dan akhirnya terjadi pergeseran dari sosial oriented ke komersial oriented atau kepuasan pelanggan. diagram sebab akibat. organisasi dengan riwayatnya. Selanjutnya dokter menjadi pusat kegiatan.memonitor di berbagal tingkatan orgarnsasi. Djoko Wijono.penekanan pada pembetukan dan pemberdayaan tim pegawai agar sesuai dengan problema dan peluang yang ada.1999) Unsur utama (Goetsch dan Davis. Obsesi terhadap kualitas Bila suatu organisasi terobsesi dengan kualitas maka akan berprinsip good enough is never good enough 3. Vol.untuk memperoleh kemajuan dengan membandingkan diri dengan. 2. organisasi pelayanan kesehatan sudah mempunyai tradisi sendiri sejak awal pernbentukannya berabad-abad yang lalu.dukungan pelaksanaan CQI di segala lapisan manajemen. kerja tim. Komitmen jangka panjang . ulama atau biarawan. diagram Pareto. Pada awaInya berupa kegiatan sosial menyantuni orang sakit yang dikelola. oleh para pendeta.kode etik dan pengabdiannya kepada kemanusiaan. etika dan kepemimpinan dengan cin-cin yang khusus. kepernimpinan.  Metode statistik . control charts. dan analisis korelasi. 2. meski telah diperoleh solusi untuk kepuasan pelanggan. yang terbaik atau memakai target penampilan. histogram. terus-menerus melakukan analisis sistem. (Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. Fokus pada pelanggan Dalam TQM pelanggan internal dan eksternal merupakan drive. pengorganisasian  Komitmen manajer puncak terhadap CQI .  Tim perbaikan proses . 4. loyalitas. Unsur spesifik profesi kesehatan Seperti diketahui. proses dan lingkungan yang berhubungan dengan produk atau jasa. Kesemuanya terikat dengan moral .penggunaan tujuh alat/metode statistik seperti flow charts. 3. Dengan demikian sejak awal organisasi kesehatan telah mengenal manajemen.  Pemanfaatan benchmarking . Unsur struktural.

Kerja sama tim (team work) Dalam organisasi yang dikelola secara tradisional seringkali diciptakan persaingan antar departemen yang ada dalam organisasi tersebutagar daya saingnya terdongkrak. Sementara itu dalam organisasi yang menerapkan TQM.Fandy Tjiptono&Anastasia Diana 8. kerjasama tim. Definisi : . Akan meningkatkan kemungkinan dihasilkannya keputusan yang baik rencana yang lebih baik atau perbaikan yang lebih efektif karena juga mencakup pandangan dan pemikiran dari pihak2 yang langsung berhubungan dengan situasi kerja. Tapi persaingan internal tersebut hanya menghabiskan energi yang seharusnya dipusatkan pada upaya perbaikan kualitas dan untuk meningkatkan daya saing eksternal. 6. Bagaimana mutu pelayanan yg baik? Mutu : 1. Sehingga dengan belajar setiap orang dalam perusahaan dapat meningkatkan ketrampilan teknis dan keahlian profesionalnya 8. . Kebebasan yang terkendali Karyawan yang melakukan standarisasi proses dan mereka pula yang berusaha mencari cara untuk meyakinkan setiap orang agar bersedia mengikuti prosedur standar tersebut. Pendidikan dan pelatihan Setiap orang diharapkan dan didorong terus belajar. Kesatuan tujuan Agar setiap usaha dapat diarahkan pada tujuan yang sama 10. lembaga2 pemerintah dan masyarakat sekitarnya. Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan Manfaatnya : . Perbaikan sistem secara berkesinambungan Hal ini agar kualitas yang dihasilkan dapat meningkat. Berlaku prinsip bahwa belajar merupakan proses yang tidak ada akhirnya dan tidak mengenal batas usia. 7.Keterlibatan karyawan juga meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab atas keputusan dengan melibatkan orang2 yang harus melaksanakannya. IQROMMATUL LAILA 012116417 Penting untuk mengadakan perubahan budaya agar penerapan TQM dapat berjalan dengan sukses 5. 9. kemitraan dan hubungan dijalin dan dibina baik antar karyawan perusahaan maupun dengan pemasok. Total Quality Manajement.

Serviceability meliputi kecepatan.Juran). IQROMMATUL LAILA 012116417 . Fandi Tjiptono&Anastasia Diana .  Mutu adalah kesesuaian terhadap permintaan persyaratan (The conformance of requirements. yaitu daya tarik produk terhadap panca indera h. kompetensi. Estetika. mempertahankan hubungan pribadi yg akrab dan berkesinambungan antara dokter dengan pasien 6) Pelayanan medis yg baik dikoordinasikan dengan pekerjaan kesejahteraan sosial . d.com.. Kualitas yang dipersepsikan (perceived quality) yaitu citra dan reputasi produk serta tanggung jawab perusahaan terhadapnya. menekankan pencegahan 3) Pelayanan medis yg baik.htm Dimensi kualitas a. e.Fandy Tjiptono&Anastasia Diana Mutu yang baik :  Pasien mendapat layanan yg cepat  Diagnosis dan terapi yang tepat  Keramahtamahan yg cukup  Pelayanan apotik yg cepat dan biaya yg terjangkau Manajemen RS.  Definisi mutu adalah kesesuaian terhadap persyaratan (The Definition of Quality is conformance to requirements) trimor. memerlukan kerjasama yg cerdik antara pasien yg awam dan para praktisi yg ilmiah medis 4) Pelayanan medis yg baik. jasa. dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan Total Quality Management . Suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk. 1995 Pelayanan medis yg baik : 1) Pelayanan medis yg baik adalah praktek kedokteran (pengobatan) yg rasional yg berdasarkan ilmu pengetahuan 2) Pelayanan medis yg baik. kenyamanan. Crosby). atau kemampuan kecocokan penggunaan (J. Daya tahan (durability) berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan f.Philip B. Kesesuian dengan spesifikasi (conformance to specifications) yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar yang telah ditetapkan sebelumnya.  Mutu adalah “Fitness for Use”. mudah direparasi. proses. Kinerja (performance) karakteristik operasi pokok dari produk inti b.M.Suparto A. Total Quality Manajement. manusia. Kehandalan (reliability) yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal dipakai. penanganan keluhan yang memuaskan g.1998  Mutu adalah gambaran total sifat dari suatu produk atau jasa pelayanan yang berhubungan dengan kemampuanya untuk memberikan kebutuhan kepuasan (American Society for Quality Control). Ciri-ciri atau keistemewaan tambahan (features) yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap c. memperlakukan individu seutuhnya 5) Pelayanan medis yg baik. dr.multiply.

bukannya pemecahan masalah  Proses penyebarluasan (deployment) Seharusnya pengembangan inisiatif kualitas juga melibatkan manajer. paling tidak ada 2 hal yg perlu diperhatikan. mengilhami dan membuat para karyawan sadar akan pentingnya kualitas. baik penyelia maupun karyawan harus memiliki pemahaman yg babik thd perannya masing2. bahkan seringkali perubahan tsb memakan waktu yg sangat . Bila tanggung jawab tsb didelegasikan kepada pihak lain(misalnya kepada pakar yg digaji) maka peluang terjadinya kegagalan sangat besar  Team mania Organisasi perlu membentnuk beberapa tim yg melibatkan semua karyawan. Faktor yg mempengaruhi TQM ? Factor yg dapat menyebabkan kegagalan TQM :  Delegasi dan kepemimpinan yg tidak baik dari manajemen senior Inisiatif upaya perbaikan kualitas secara berkesinambungan sepatutnya dimulai dari pihak manajemen dimana mereka harus terlibat secara langsung dalam pelaksanaannya. serikat pekerja. pengembangan ketrampilan. IQROMMATUL LAILA 012116417 7) Pelayanan medis yg baik. organisasi harus melakukan perubahan budaya supaya kerjasama tim tsb dapat berhasil. pendekatan Juran atau pendekatan Crosby dan hanya menerapkan prinsip2 yg ditentukan di situ. pendidikan dan kesadaran  Menggunakan pendekatan yg terbatas dan dogmatis Ada pula organisasi yg hanya menggunakan pendekatan Deming. karena usaha itu meliputi pemikiran mengenai struktur. Apabila kedua hal tsb dapat tidak dilakukan sebelum pembentukan tim maka hanya akan timbul masalah. penghargaan. Selain itu dibutuhkan waktu yg cukup lama pula untuk mengimplementasikan perubahan2 proses baru. bukan berarti telah membentuk keterampilan mereka. mengkoordinasikan semua jenis pelayanan kesehatan 8) Pelayanan medis yg baik termasuk pelaksanaan semua pelayanan yg diperlukan dari ilmu kedokteran modern sesuai dengan kebutuhan semua orang manajemen mutu pelayanan kesehatan . pemasok dan bidang produksi lainnya. Masih dibutuhkan waktu untuk mendidik. sedangkan karyawan perlu mempelajari cara menjadi anggota tim yg baik Kedua . Djoko Wijono 9. Para pakar kualitas mendorong organisasi untuk menyesuaikan program2 kualitas dengan kebutuhan mereka masing2  Harapan yg terlalu berlebihan dan tidak realitis Bila hanya mengirim karyawan untuk mengikuti suatu pelatihan selama bbrp hari. Penyelia perlu mempelajari cara menjadi pelatih yg efektif. Pertama. Untuk menunjang dan menumbuhkan kerjasama dalam tim.

Manajemen dan karyawan tidak sepakat pada apa yang terjadi. Manajemen puncak tidak melihat suatu alasan untuk berubah. 8. TQM membenani karyawan dan karyawan tidak menyetujui secara diam-diam. Termasuk di dalamnya menyusun program mutu RS. Total Quality Manajement. Strategi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya RS :  RS harus memahami dan menghayati konsep dasar dan prinsip utama pelayanan RS shg dapat menyusun langkah2 upaya peningkatan mutu di masing2 RS  Memberi prioritas kpd peningkatan SDM di RS termasuk didalamnya meningkatkan kesejahteraan karyawan. 5.Fandy Tjiptono&Anastasia Diana 10.Apa strategi untuk meningkatkan mutu RS ?. Masalah lain yang lebih mendesak diprioritaskan. Perusahaan kehilangan minat pada program TQM akibat dari kurangnya komitmen. http://ekonomi.Bagaimana Bentuk bentuk TQM dalam setiap unit usaha di RS ? 12. yaitu: 1.umsida. Manajemen puncak tidak bertanggung jawab terhadap program TQM dan penerapannya didelegasikan pada pihak lain. 3. program keselamatan dan kesehatan kerja. Proses tidak dianalisis. IQROMMATUL LAILA 012116417 lama utnuk sampai terasa pengaruhnya thd peningkatan kualitas dan daya saing perusahaan  Empowerment yg bersifat premature Banyak perusahaan yg kurang memahami makna dari pemberian empowerment kepada para karyawan.id/tinymcpuk/gambar/file/ekonomi/proceeding/1%20- %20Paper%20Hadiah%20Fitriyah. Manajemen puncak tidak memperhatikan dan mengikutsertakan karyawan. menyusun tema yg dipakai sbg pedoman memilih pendekatan yg dipakai dalam penggunaan standar of procedure (SOP). faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan TQM. 6.ac. Seringkali dalam praktik. 9. karyawan tidak tahu apa yg harus dikerjakan setelah suatu pekerjaan diselesaikan. program diklat dsb  Menciptakan budaya mutu di RS. Kemudian juga menetapkan mekanisme monitoring dan evaluasi . sistem lemah dan prosedur tidak ditulis di atas kertas. Tujuan yang tidak jelas dan tidak ada target atau pengukuran kinerja.Kendala-kendala yang menyebabkan kegagalan TQM ? Faktor. Oleh karena itu sebenarnya mereka membutuhkan sasaran dan tujuan yg jelas shg tidak salah dalam melakukan sesuatu.faktor Penyebab Kegagalan TQM Menurut Yamit (2005:188). 2.pdf 11. 7. 4. Mereka mengira bahwa bila karyawan telah dilatih dan diberi wewenang baru dalam mengambil suatu tindakan maka karyawan tsb akan dapat menjadi self- directed dan memberikan hasil2 positif. karena tidak memahami peranan. memberikan imbalan yg layak.

dll  Pendekatan langsung Melalui pendekatan pemecahan masalah yaitu melalui langkah2 problem solving dan Decision Making manajemen mutu pelayanan kesehatan . prasarana dan peralatan f. Penambahan tenaga. Di tingkat nasional b. Standarisasi i. Penapisan teknologi medis m. Evaluasi  Utilization review  Audit medis Di tingkat RS : 1) Program Quality Assurance / Quality Improvement 2) Quality Assessment 3) TQM 4) Gugus kendali mutu 5) Pengembangan standar profesi 6) Utilization management 7) Pengendalian infeksi 8) Risk management 9) Program2 khusus :  Mengukur kepuasan pasien  Mengukur penampilan perawat. komputer dan lain-lain memerlukan pekerja-pekerja spesialis yg makin banyak 2. sarana. Pembiayaan g. Djoko Wijono faktor2 fundamental yg mempengaruhi mutu – 9M : 1. men : kemajuan teknologi. Klasifikasi j. Penggunaan obat secara rasional h. Sertifikasi / pemberian ijasah/ brevet e. Akreditasi k. machines dan mechanization : selalu perlu penyesuaian-penyesuaian seiring dengan kebutuhan kepuasan pelanggan . Penilaian penampilan RS l. materials : bahan-bahan yg semakin terbatas dan berbagai jenis material yg diperlukan 4. Pendidikan dan pelatihan c. IQROMMATUL LAILA 012116417 Upaya peningkatan mutu pelayanan RS bisa dilaksanakan melalui pendekatan secara tidak langsung dan melalui pendekatan pemecahan masalah  Pendekatan tidak langsung a. Perizinan d. money : meningkatnya kompetisi disegala bidang memerlukan penyesuaian pembiayaan yg luar biasa termasuk untuk mutu 3.

Fandy Tjiptono&Anastasia Diana 13. yaitu daya tarik produk terhadap panca indera p. modern information methods : kecepatan kemajuan teknologi komputer yg harus selalu diikuti 6. Ada dua konsep pokok yaitu Prioritas : sutu konsep bahwa perbaikan tidak dapat dilakukan pada semua aspek pada saat yang bersamaan mengingat keterbatasan sumber daya yang ada. Ciri-ciri atau keistemewaan tambahan (features) yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap k. m. Kepuasan pelanggan 2. Oleh karena itu setiap orang dalam organisasi diperlakukan dengan baik dan diberi kesempatan untuk terlibat dan berpartisipasi dalam tim pengambilan keputusan.Apa saja prinsip utama utk meningkatkan TQM ? 2. motivation: meningkatnya mutu yg kompleks perlu kesadaran mutu bagi pekerja-pekerja 9. Kualitas yang dipersepsikan (perceived quality) yaitu citra dan reputasi produk serta tanggung jawab perusahaan terhadapnya. kenyamanan. yaitu : 1. 3. prinsip Munurut Hensler dan Brununell ada 4 prinsip utama dalam TQM. markets : tuntutan pasar yg semakin tinggi dan luas 7. Manajemen berdasarkan fakta Setiap keputusan didasarkan pada data. l. Total Quality Manajement. Sehingga dengan data dapat memfokuskan usahanya pada situasi tertentu yang vital. penanganan keluhan yang memuaskan o. Djoko Wijono Dimensi kualitas i. mudah direparasi. Kesesuian dengan spesifikasi (conformance to specifications) yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Estetika. IQROMMATUL LAILA 012116417 5. Respek terhadap setiap orang Karyawan merupakan sumber daya organisasi yang paling bernilai. Daya tahan (durability) berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan n. mounting product requirement : persyaratan produk yg meningkat yg diminta pelanggan perlu penyesuaian mutu terus menerus manajemen mutu pelayanan kesehatan . kompetensi. . Kehandalan (reliability) yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal dipakai. Serviceability meliputi kecepatan. management : tanggung jawab manajemen mutu oleh perusahaan 8. Kinerja (performance) karakteristik operasi pokok dari produk inti j.

Djoko Wijono 14. 4. menggunakan data dan menggali siapa-siapa yang berhasil menerapkan konsep manajemen mutu terpadu. pendidikan dan latihan dan menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan  peningkatan terus-menerus dengan siklus Deming (siklus PDCA)  Perbaikan sistem manajemen manajemen mutu pelayanan kesehatan . Komunikasi e. Total Quality Manajement. guru dan pimpinan tidak bisa diremehkan.Fandy Tjiptono&Anastasia Diana Prinsip pokok TQM :  berorientasi dan berfokus pada mutu dan kepuasan pelanggan  komitmen pimpinan dan partisipasi menyeluruh semua karyawan serta kerjasama tim  pendekatan ilmiah. Struktur pendukung d. Ganjaran g. Pendidikan dan pelatihan c.Apa saja elemen pendukung TQM ? Elemen pendukung TQM a. pemeriksaan hasil pelaksanaan rencana dan tindakan korektif terhadap hasil yang diperoleh. menggunakan alat dan bahan yang komunikatif. Pengakuan f. Perbaikan berkesinambungan Konsep yang berlaku disini adalah siklus PDCA yang terdiri dari langkah2 perencanaan. Kepemimpinan Manajer senior harus mengarahkan upaya pencapaian tujuan dengan memberikan.Apa bentuk dari siklus TQM (plan do check action) ? 15. IQROMMATUL LAILA 012116417 Variasi atau variabilitas kinerja manusia : dengan data dapat memprediksi hasil dari setiap keputusan dan tindakan yang dilakukan. Pengukuran 1. Kepemimppinan b. peranan manajer senior sebagai penasihat. Ketika memutuskan untuk menggunakan TQM sebagai kunci proses manajemen. . pelaksanaan rencana.

IQROMMATUL LAILA 012116417 Pimpinan Senior suatu organisasi harus sepenuhnya menghayati implikasi manajemen di dalam suatu ekonomi internasional di mana manajer yang paling berhasil. 2. Pelatihan tambahan pada bench marking. Ganjaran dan Pengakuan Tim individu yang berhasil menerapkan proses mutu harus diakui dan mungkin diberi ganjaran. Jadi pada . membantu melalui “network” dengan manajer mutu di bagian lain dalam organisasi dan membantu sebagai narasumber mengenai topik- topik yang berhubungan dengan mutu bagi tim manajer senior. akan tetapi lebih baik kalau diperoleh dari dalam organisasi itu sendiri. Struktur Pendukung Manajer senior mungkin memerlukan dukungan untuk melakukan perubahan yang dianggap perlu melaksanakan strategi pencapaian mutu. Suatu staf pendukung yang kecil dapat membantu tim manajemen senior untuk mengartikan konsep mengenai mutu. Pelatihan inti ini memastikan bahwa suatu bahasa dan suatu set alat yang sama akan diperbaiki di seluruh perusahaan. memberikan baik informasi yang mereka butuhkan untuk menjamin perbaikan mutu dan memecahkan persoalan. 4. Kenyataan hidup yang berat ini akan menyadarkan manajer senior mengakui bahwa mereka harus mengembangkan secara partisipatif. dan menjawab pertanyaan dari setiap karyawan. memberikan pengarahan. statistik dan teknik lainnya juga dipergunakan dalam rangka mencapai kepuasan pelanggan yang paripurna. harus diperebutkan melalui persaingan yang ketat. yang dapat mereka pergunakan untuk mencapai keduanya. Gagal mengenali seseorang mencapai sukses dengan menggunakan proses menejemen mutu terpadu akan memberikan kesan bahwa ini bukan arah menuju pekerjaan yang sukses. dan menungkinkan promosi atau sukses individu secara menyeluruh. paling mampu dan paling hebat pendidikannya di dunia. Dukungan semacam ini mungkin diperoleh dari luar melalui konsultan. Secara ideal manajer harus bertemu pribadi dengan para karyawan untuk menyampaikan informasi. Pendidikan dan Pelatihan Mutu didasarkan pada ketrampilan setiap karyawan yang pengertiannya tentang apa yang dibutuhkan oleh pelanggan ini mencakup mendidik dan melatih semua karyawan. 5. sehingga karyawan lainnya sebagai anggota organisasi akan mengetahui apa yang diharapkan. Komunikasi Komunikasi dalam suatu lingkungan mutu mungkin perlu ditempuh dengan cara berbeda- beda agar dapat berkomunimasi kepada seluruh karyawan mengenai suatu komitmen yang sungguh-sungguh untuk melakukan perubahan dalam usaha peningkatan mutu. 3. Pimpinan bisnis harus mengerti bahwa MMT adalah suatu proses yang terdiri dari tiga prinsip dan elemen-elemen pendukung yang harus mereka kelola agar mencapai perbaikan mutu yang berkesinambungan sebagai kunci keunggulan bersaing. baik misi dan visi mereka maupun proses manajemen.

nilai dan target perusahaan yang jelas.Fandy Tjiptono&Anastasia Diana 2002 16. dan fasilitator bagi setiap individu/bawahan. Pengumpulan data pelanggan memberikan suatu tujuan dan penilaian kinerja yang realistis serta sangat berguna di dalam memotivasi setiap orang/karyawan untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya. 6. bukan hanya pendapat saja. Di dalam menentukan penggunaan data. kepuasan pelanggan eksternal harus diukur untuk menentukan seberapa jauh pengetahuan pelanggan bahwa kebutuhan mereka benar-benar dipenuhi.  Pimpinan merupakan pelatih.  Pimpinan harus secara aktif terlibat dalam pemecahan masalah yang dihadapi oleh bawahan.  Pimpinan harus bisa membangun komitmen.Bagaimana struktur dan tugas dari komite/gugus kendali mutu ? . IQROMMATUL LAILA 012116417 dasarnya karyawan yang berhasil mencapai mutu tertentu harus diakui dan diberi ganjaran agar dapat menjadi panutan/contoh bagi karyawan lainnya. Pengukuran Penggunaan data hasil pengukuran menjadi sangat penting di dalam menetapkan proses manajemen mutu. pendapat harus diganti dengan data dan setiap orang harus diberitahu bahwa yang penting bukan yang dipikirkan akan tetapi yang diketahuinya berdasarkan data.Fandy Tjiptono&Anastasia Diana 2002 Terdapat 13 hal yang perlu dimiliki oleh seorang pimpinan dalam manajemen mutu terpadu yaitu :  Pimpinan mendasarkan keputusan pada data. Total Quality Manajement.  Pimpinan dapat membangun dan memelihara kepercayaan  Pimpinan harus paham betul untuk mengucapkan terima kasih kepada bawahan yang berhasil/berjasa  Aktif mengadakan kaderisasi melalui pendidikan dan pelatihan yang terprogram  Berorientasi selalu pada pelanggan internal/eksternal  Pendai menilai situasi dan kemampuan orang lain secara tepat  Dapat menciptakan suasana kerja yang sangat menyenangkan  Mau mendengar dan menyadari kesalahan  Selalu berusaha memperbaiki system dan banyak berimprovisasi  Bersedia belajar kapan saja dan di mana saja  Bagaimana Penerapannya di Indonesia? Total Quality Manajement. visi. yang menjamin bahwa setiap orang memahami misi. Jelaskan.

IQROMMATUL LAILA 012116417 17. Memberi prioritas pada peningkatan sumberdaya manusia di rumah sakit termasuk kesejahteraan karyawan.  Pelatihan Manajemen Strateji RS  Pelatihan Teknik Dokumentasi Standar Pelayanan Mutu RS  Pelatihan Standar Asuhan Keperawatan. dll.net. Pelatihan peningkatan mutu yang sekarang ini dilakukan di rumah sakit diantaranya :  Pelatihan Total Quality Manajemen.  Pelatihan Akreditasi Rumah Sakit.  Pelatihan Sumber Daya Manusia.  Pelatihan Fasilitator Gugus Kendali Mutu. c. strategi upaya peningkatan mutu rumah sakit adalah sebagai berikut : a. program pendidikan dan pelatihan .  Pelatihan Manajemen Pimpinan RSUD  Dll www.Apakah hubungan antara pengembangan staff dg peningkatan mutu ?. Rumah Sakit harus memahami dan menghayati konsep dasar dan prinsip mutu pelayanan rumah sakit sehingga dapat menyusun langkah langkah upaya peningkatan mutu masing masing rumah sakit. Definisi . memberikan imbalan yang layak.Bagaimana penerapan integrasi hubungan TQM/CQI dan QA di rumahsakit ? CQI : 1.irckesehatan. termasuk didalamnya menyusun program mutu rumah sakit.Apa saja komponen dalam peningkatan mutu berkelanjutan ? 20. menyusun tema yang akan dipakai sebagai pedoman.Bagaimana pengaruh system pelaporan data di rs dg peningkatan mutu ? 19.htm 18. Menciptakan budaya mutu di rumah sakit. memilih pendekatan yang akan dipakai dalam penggunaan standar prosedur serta menetapkan mekanisme monitoring dan evaluasi. b. program keselamatan dan kesehatan kerja.

melatih para karyawan yang terlibat dalam proyek mutu dan pada umumnya menetapkan suatu struktur permanen untuk mengejar mutu dan mempertahankan apa yang telah dicapai sebelumnya. Tujuan 3. Standar baku 6. Penekanan pada 3 hal :  Menyesuaikan permintaan mutu yg memuaskan  Perkembangan  Proses perbaikan yg sesungguhnya ` manajemen mutu pelayanan kesehatan . Teknik Bermacam-macam tergnatung masing2 institusi pada ilmunya. IQROMMATUL LAILA 012116417 suatu proses dimana mekanisme yang sudah mapan dipertahankan sehingga mutu dapat dicapai berkelanjutan. Djoko Wijono 5. Implementasi dari CQI di RS . Hal ini meliputi alokasi sumber-sumber. menugaskan orang-orang untuk menyelesaikan proyek mutu. elqorni. Manfaat 4.com 2.wordpress.

rekayasa. pendidikan dan pelatihan Untuk pemahaman selengkapnya ttg TQC . definisi Definisi TQC Adalah system manajemen yang mengelola perusahaan dan kegiatannya dengan mengikutsertakan seluruh jajaran karyawan. dr Suparto  definisi QC menurut The Japan Industrial Standards (1981) : “ suatu system alat untuk menghasilkan barang atau jasa yg ekonomis yg sesuai dengan permintaan kostumer”  TQC : adalah suatu system yg efektif untuk mengintegrasikan pembangunan mutu. produksi dan pelayanan sampai tingkat ekonomi yg terbaik yg mengikuti kepuasan pelanggan sepenuhnya (A. audit dan CQI. hubungan TQM dan QA Pengawasan mutu atau quality control berkembang menjadi quality assurance untuk menetapkan standar2. penampilan. mengurangi pembiayaan dan memenuhi pesanan yg lebih menguntungkan  membantu pekerja memenuhi potensi mereka untuk mencapai tujuan perusahaan dengan tekanan khusu pada area seperti penyebaran kebijaksanaan dan kegiatan sukarela penerapan kegiatan TQC : 1.Feigenbaum) Peran TQC :  membantu mengatasi masalah kesalahan produk diseluruh bagian yg terlibat. mengecilkan kecacatan. IQROMMATUL LAILA 012116417 1. Manajemen RS. QC 1. pemeliharaan mutu dan usaha2 perbaikan mutu dari berbagai kelompok didalam organisasi shg memungkinkan pemasaran. kesesuaian atau banyak factor dari pelanggan tujuan TQC :  untuk menyediakan produk dan pelayanan yg memuaskan permintaan costumer dan mendapatkan kepercayaan custumer  untuk menyetir perusahaan kearah keuntungan yg lebih besar melalui pengukuran2 seperti perbaikan prosedur kerja. Terakhir perkembangan ke arah TQM merupakan CQI yang bagian dari rencana bisnis di level organisasi dan melibatkan seluruh tingkatan manajemen. Continuous Quality Improvement merupan sistem QA yang lebih berfokus pada proses. untuk berperan serta dalam mengembangkan dan meningkatkan mutu disegala bidang demi kepuasan pelanggan. Masalahnya adalah realibility. kemampuan pelayanan.

Djoko Wijono 3. Penggunaan metode pemecahan masalah dan Cara sistematik dan ilmiah dalam peningkatan statistic (antara lain : the seven tools of TQC) mutu 6. tujuan untuk menyediakan kepercayaan yg memadai shg produk atau pelayanannya memuaskan sesuai dengan kebutuhan manajemen mutu pelayanan kesehatan . memantapkan standar2 dlm kegiatan QA Menjaga mutu / konsistensi mutu tetap tinggi 3.. manajemen mutu pelayanan kesehatan . Djoko Wijono . memelihara dan meningkatkan mutu pelayanan QA adalah proses pengukuran mutu. Djoko Wijono QA : 1. Penerapan manajemen by policy Komitmen dan penyebaran 5. prinsip QA  QA berorientasi ke depan untuk mempertemukan kebutuhan dan harapan pasien dan masyarakat  QA memfokuskan pada sistem dan proses  QA menggunakan data untuk menganalisis proses penyampaian pelayanan  QA mendorong suatu pendekatan tim dalam pemecahan masalah dan peningkatan mutu manajemen mutu pelayanan kesehatan .Suparto A. Djoko Wijono 2. penerapan konsep PDCA / proses quality Siklus control-peningkatan dan pemeliharaan control story terus-menerus 4. kegiatan gugus kendali mutu Keterlibatan atau kepesertaan semua petugas khususnya lini depan dalam peningkatan mutu manajemen mutu pelayanan kesehatan . dr. menganalisa kekurangan yg ditemukan dan membuat kegiatan untuk meningkatkan penampilan yg diikuti dengan pengukuran mutu kembali untuk menentukan apakah peningkatan telah dicapai. 1995 QA Adalah semua penataan2 dan kegiatan2 yg dimaksudkan untuk menjaga keselamatan. IQROMMATUL LAILA 012116417 2. Definisi Adalah menjamin kualitas (mutu) suatu produk sedemikian rupa shg pelanggan dapat membelinya dengan penuh keyakinan dan mempergunakannya untuk waktu yg lama dengan keyakinan dan kepuasan Manajemen RS.

Membuat solusi2 dan kegiatan2 untuk peningkatan j. Monitoring mutu e. Implementasi dari QA di RS Proses QA di pelayanan kesehatan : a. Menganalisis dan mempelajari masalah untuk identifikasi akan penyebab maslahnya i. Djoko Wijono 5. Identifikasi masalah2 dan seleksi peluang2 untuk peningkatan f. lokakarya. seminar. teknik metode  audit internal dan surveilan. Mendefinisikan secara operasional permasalahan g. Djoko Wijono . Mengkomunikasikan standar dan spesifikasi d. pemecahan masalah dan pengambilan keputusan  Pedoman praktek  Peerreview  Audit medis  Manajemen mutu pelayanan kesehatan  Standarisasi pelayanan medis  Indikator2 klinik  Akreditasi  Sertifikasi  Masayarakat ilmiah atau asosiasi kedokteran  Simposium. Melaksanakan dan mengevaluasi upaya peningkatan mutu Implementasi QA di RS : Dapat berupa  Pendidikan dan pelatihan medis berkelanjutan  Pelatihan metode statistik. IQROMMATUL LAILA 012116417 4. Memilih suatu tim h. Membuat pedoman dan menyusun standar2 c. Perencanaan QA b. apakah dalam proses pengerjaannya telah sesuai / mengikuti (patuh) thd standard operating prosedure  evaluasi proses  mengelola mutu  metode penyelesaian masalah manajemen mutu pelayanan kesehatan . meeting ilmu kedokteran beda : QA  mengelola mutu QC  menangani evaluasi dan control mutu manajemen mutu pelayanan kesehatan .

yaitu fase persiapan. tujuan dan TQM Langkah G : Identifikasi kekuatan dan kelemahan Informasi ini bermanfaat sbg pedoman dalam melaksanakan pendekatan terbaik dalam implementasi TQM. Langkah J : Mengukur kepuasan pelanggan . pp. keterlibatan karyawan. baik secara internal mapun eksternal 3) Pelembagaan fokus pada pelanggan 4) Pelembagaan TQM dalam perencanaan strategik. Masing2 fase terdiri atas beberapa langkah : 1. Tujuan ini tdd tujuan strategis dan tujuan taktis Langkah F : Komunikasi dan Publikasi Eksekutif puncak dan Steering committee perlu mengkomunikasikan setiap informasi mengenai langkah A-C. fase perencanaan dan fase pelaksanaan. manajemen proses dan sistem pengukuran 5) Penyesuaian dan perluasan tujuan manajemen guna memenuhi dan melampaui harapan pelanggan 6) Perbaikan atau penyempurnaan sistem Menurut Goetssch dan Davis. Ia sendiri menjadi ketuanya Langkah B : membentuk Tim Steering committee perlu mengadakan suatu sesi pembentukan tim sebelum memulai kegiatan TQM Langkah C : pelatihan TQM Steering committee membutuhkan pelatihan yg berkaitan dengan filosofif. steering commitee perlu berusaha memperkirakan sikap karyawan pada saat ini.Bagaimana aplikasi TQM/CQI di bidang administrasi dan manajemen organisasi rumah sakit ? Implementasi dari TQM di RS George dan Weimerskirch (1994. fase persiapan Terdiri atas 10 langkah yg diberi label A sampai J. teknik dan alat2 TQM sebelum memulai aktivitas TQM Langkah D : menyusun pernyataan visi dan prinsip sbg pedoman Tujuannya adalah agar dapat menghasilkan dokumen yg singkat dan bermakna yg mencerminnkan harapan dan aspirasi perusahaan Langkah E : menyusun tujuan umum Steering committee menyusun tujuan umum perusahaan berdasarkan pernyataan visi yg telah ditetapkan. juga berguna dalam menyoroti kekurangan2 yg harus diperbaiki Langkah H : Identifikasi pendukung dan penolak Biasanya dilaksanakan bersamaan dengan langkah G atau sesudahnya Langkah I : memperkirakan sikap karyawan Dengan bantuan personalia atau konsultan luar. 259-269) menyatakan bahwa ada 6 fase utama dalam implementasi TQM. fase implementasi TQM dikelompokkan menjadi tiga fase. Semua orang dalam organisasi harus memahami visi. syarat utama yg harus dipenuhi adalah adanya komitmen penuh dari manajemen puncak atas waktu dan sumber daya yg dibutuhkan Langkah A : membentuk Total Quality Steering Committee Eksekutif puncak menunjuk staf tedekat (bawahan langsungnya) untuk mjd anggota steering committee. IQROMMATUL LAILA 012116417 21. Sebelum langkah pertama dapat dimulai. yaitu : 1) Komitmen manajemen senior terhadap perubahan 2) Penilaian sistem perusahaan. prinsip2 sbg pedoman.

Pada langkah ini Steering committee merencanakan implementasi TQM. 2.Bagaimana proses pengendalian dalam TQM/CQI ? . Kepuasan pelanggan internal thd suatu proses juga perlu dipantau terus Langkah S : Umpan balik dari Karyawan Tim proyek khusus lainnya secara periodic memantau sikap dan kepuasan karyawan Langkah T : memodifikasi infrastruktur Umpan balik yg diperoleh dari langkah Q. penyesuaian dsb Langkah L : Identifikasi Proyek Steering committee bertanggung jawab untuk memilih proyek awal TQM yg didasarkan pada kekuatan dan kelemahan perusahaan. fase pelaksanaan Langkah P : Penggiatan Tim Masing2 tim mengerjakan proyeknya dengan mengunakan siklus PDCA sbg model TQM Langkah Q : Umpan balik kepada Steering Commitee Tim proyek memberikan informasi umpan balik kepada steering commitee mengenai kemajuan dan hasil2 yg dicapai. IQROMMATUL LAILA 012116417 Steering committee perlu berusaha mendapatkan umpan balik objektif dari para pelanggan guna menentukan tingkat kepuasan mereka. Langkah ini bersifat ters menerus karena pada saat proyek berlangsung. R dan S (dari tim proyek. personil yg terlibat. mereka harus dilatih terlebih dahulu. informasi2 umpan balik akan dikembalikan pada langkah ini untuk melakukan perbaikan. Survei formal pelanggan eksternal perlu dilaksanakan setiap tahun. Pelatihan yg diberikan harus mencakup dasar2 TQM dan alat2 yg sesuai dengan proyek yg ditanganai 3. Umpan balik tasb akan digunakan untuk menentukan apakah perlu dilakukan penyesuaian atau perubahan Langkah R : Umpan balik dari pelanggan Tim proyek khusus disebarkan untuk mengumpulkan informasi umpan balik dari pelanggan eksternal mapun internal. pelanggan dan karyawan) akan dijadikan dasar oleh steering committee untuk melakukan perubahan yg diperlukan dalam infrastruktur perusahaan 22. visi dan tujuan dan kemungkinan suksesnya Langkah M : Komposisi Tim Sbgn besar tim bersifat fungsional silang yg tdd wakil2 dari berbagai departemen atau disiplin ilmu sesuai dengan yg ditangani Langkah N : Pelatihan Tim Sebelum tim yg baru terbentuk melaksanakan tugasnya. fase perencanaan Langkah K : Merencanakan Pendekatan Implementasi kemuadian Menggunakan Siklus Plan/Do/Check/Adjust Langkah ini dapat dimulai berbarengan dengan langkah G atau sesudahnya.

Survei akreditasi dapat dilaksanakan bila pimpinan tertinggi di rumah sakit (Direktur utama/Kepala) sudah memenuhi ketentuan pasal 34 undang – undang no 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit. dokter spesialis dan perawat yang melakukan survei akreditasi tersebut Staf Klinik adalah tenaga medis. Persiapan rumah sakit a. e. Survei Akreditasi Rumah Sakit adalah kegiatan penilaian di tempat untuk mengukur seberapa jauh rumah sakit mematuhi standar yang ditetapkan Surveior Akreditasi Rumah Sakit adalah tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter dengan kemampuan administrasi manajemen rumah sakit. Pimpinan rumah sakit menandatangani surat pernyataan tentang kesediaan pimpinan tertinggi rumah sakit untuk berada di RS selama proses survei dan mengirimkan kembali ke KARS paling lambat 10 hari kerja sebelum pelaksanaan survei. Pimpinan rumah sakit menandatangani penjanjian kontrak survei dan mengirimkan ke KARSselambat-lambatnya 10 hari kerja sebelum pelaksanaan kerja d. untuk melakukan koordinasi dan membahas rencana pelaksanaan survei di rumah sakit tersebut. surat permohonan survei yang dilengkapi dengan isian berkas permohonan survei harus diterima KARS 3 (tiga) bulan sebelum habis masa berlaku sertifikat. Untuk akreditasi ulang. pedoman & SPO yang terlampir ke KARS untuk ditelaah terlebih dahulu oleh surveior. Setelah pemberitahuan jadwal survei dari KARS maka rumah sakit harus : Segera melunasi biaya survei akreditasi paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sebelum pelaksanaan survei. .pdf 2. adalah pengakuan terhadap rumah sakit yang diberikan oleh lembaga independen penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri. b. Menghubungi Sekretariat Komisi Akreditasi Rumah Sakit. setelah dinilai bahwa rumah sakit itu memenuhi standar pelayanan rumah sakit yang berlaku untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit secara berkesinambungan. selanjutnya disebut akreditasi. tenaga keperawatan dan tenaga kesehatan profesional lainnya yang memberikan pelayanan langsung ke pasien. Bagaimana cara meningkatkan akreditasi pd rumah sakit ?.com/2014/08/pedoman-tata-laksana-survei-edisi-ii-rev-30-sept-2013- a4. c.files. Bukti transfer dikirimkan dengan faksimil atau e-mail ke KARS. Definisi Akreditasi Rumah Sakit. Pimpinan rumah sakit mengisi berkas permohonan survei akreditasi dan hasil self asesmen (minimal capaian 80 % untuk setiap bab) dan mengirimkan ke Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) paling lambat 1 (satu) bulan sebelum jadwal survei yang diinginkan. https://akreditasikoesma. Bila diperlukan Rumah Sakit mengirimkan e-file (digital) kebijakan. IQROMMATUL LAILA 012116417 AKREDITASI 1.

antara lain sebagai berikut. hazard vulnerability analysis (HVA). kateterisasi jantung. Alur klinis (Clinical pathways). atau bylaws. c) Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien. Proaktif kajian risiko. dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) dan tanggal dirawat. h) Daftar operasi dan tindakan invasif yang diacarakan pada waktu survei. prosedur. seperti failure mode and effects analysis (FMEA). day surgery. g) Kebijakan dan prosedur yang dipersyaratkan. : a) Struktur organisasi rumah sakit b) Daftar akurat dari pasien yang menerima pelayanan pada saat pelaksanaan survei. d) Panduan Praktik Klinis. umur. 3. IQROMMATUL LAILA 012116417 Mempersiapkan dokumen yang diperlukan pada waktu survei di tempat. endoskopi / kolonoskopi. termasuk operasi di kamar operasi. Memberitahu Dinas Kesehatan Propinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota tanggal pelaksanaan survei akreditasi rumah sakit. unit pelayanan. Siapa saja yg di sebut sbg pelanggan ? . dan fertilisasi in vitro. termasuk diagnosis. i) Contoh semua formulir rekam medis j) Daftar kebijakan. monitoring dan data indikator yang harus ada. Klasifikasi akreditasi yg berlaku di Indonesia ? 4. dokumen tertulis. f) Rencana rumah sakit (misalnya facilty management and safety plan). pedoman dan program yang dibutuhkan. Bagaimana pengaruh akreditasi dlm mewujudkan pelayanan yg bermutu bagi pelanggan ? 5. dan infection control risk assessment (ICRA).