KATA PENGANGTAR

Puji syukur kita ucapkan kepa Allah SWT dengan rahmad hidayah dan karuniaNya
saya telah bisa menyelesaikan laporan tahunan ini yang dilengkapi dengan analisa swootnya
serta rencana strategis untuk wilayah kerja puskesmas Pembantu aur jaya tahun 2016

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih banyak kekurangan, hal ini
disebabkan karena keterbatasan kemampuan dan ilmu yang saya punya. Namun saya
berharap dengan adanya laporan ini yang dilengkapi analisaswoot serta Rencana strategis di
wilayah kerja Puskesmas Pembantu Aur Jaya akan dapat memberikan gambaran tentang
program kesehatan yang ada.
Untuk itu saran dan kritik dari berbagai pihak sangat kami harapkan untuk pertbaikan
dan penyempurnaan makalah ini dimasa yang akan dating.

Aur Jaya Juli 2017

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Deklarasi Milinium PBB ( The MillenniumDeklaration ) yang diadopsi pada tahun

2000 menetapkan sasaran pembangunan global di abad 21, yang dikenal dengan Millenneum

Development goals (MDGs) ( Nations, 2000). MDGs adalah sasaran dan target

pembangunan global yang ditetapkan oleh PBB sampai dengan tahun 2015. Selain penurunan

angka kemiskinan dan kelaparan MDGs memiliki sasaran untuk menghujudkan kesetaraan

dan keadilan gender , mencapai pendidikan dasar secara menyeluruh Menurunkan Angka

Kematian Anak (AKA) menjadi sebesar 2/3 dari angka tahun 1990, menurunkan angka

kematian maternal menjadi 3/4 dari tahun 1990, memerangi HIV/AIDS, malaria dan

penyakit lainnya, memelihara kelestarian lingkungan dan mengembangkan kemitraan global

untuk pembangunan( Graham et al.2006).

Tujuan pembanguan itu dilanjutkan dengan program SDGs , yang di terbitkan pada

tgl 21 oktober 2015, Salah satu kebijakan strategis pembangunan kesehatan sekarang adalah

,masyarakat sehat Indonesia Kuat. dan upaya kesehatan perorangan secara terpadu dalam

rangka menghujutkan produktifitas kerja yang tinggi. Perhatian yang lebih besar diarahkan

pada perbaikan gizi (Sistim kesehatan nasional 2004 : 104 )

Pelayanan kesehatan dan pencapaian target program ini ditujukan untuk semua pihak,

baik masyarakat mmaupun lintas sektoral lainya. Untuk itu diharapkan sumber daya manusia

dan pengetahuannya supaya tercapai target yang diinginkan.

Sebagai pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang memberikan pelayanan
secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat dan membina peran serta masyarakat
diwilayah kerjanya maka berbagai masalah dan kekurangan Pustu yang perlu diatasi untuk
menghujutkan Visi Pembanguan Indonesia Sehat Yang mandiri.

Untuk mengetahui hasil dari pelaksanaan program serta masalah yang ditemui selama
satu tahun maka dibuat suatu laporan yang dinamakan laporan tahunan, dan sekaligus akan
dibuat suatu analisa yang dinamakan analisa Swot sebagai dasar untuk membuat RENTRA (
rencana Strategis untuk pelaksana Masa remaja merupakan salah satu periode dari
perkembangan manusia. Masa ini merupakan masa perubahan atau peralihan dari masa
kanak-kanak ke masa dewasa yang meliputi perubahan biologi, perubahan psikologi, dan
perubahan sosial. Di sebagian masyarakat dan budaya masa remaja pada umumnya di mulai
pada usia 10-13 tahun dan berakhir pada usia 18-22 tahun. World Health Organization
(WHO) remaja merupakan individu yang sedang mengalami masa peralihan yang secara
berangsur-angsur mencapai kematangan seksual, mengalami perubahan jiwa dari jiwa kanak-
kanak menjadi dewasa, dan mengalami perubahan keadaan ekonomi dari ketergantungan
menjadi relatif mandiri.
Mohammad (1994) mengemukakan bahwa remaja adalah anak berusia 13-25 tahun, di
mana usia 13 tahun merupakan batas usia pubertas pada umummnya, yaitu ketika secara
biologis sudah mengalami kematangan seksual dan usia 25 tahun adalah usia ketika mereka
pada umumnya, secara sosial dan psikologis mampu mandiri. Berdasarkan uraian di atas ada
dua hal penting menyangkut, batasan remaja, yaitu mereka sedang mengalami perubahan dari
masa kanak-kanak ke masa dewasa dan perubahan tersebut menyangkut perubahan fisik dan
psikologi.
Jumlah remaja yang tidak sedikit merupakan potensi yang sangat berarti dalam
melanjutkan pembangunan di indonesia.Seperti yang tercantum dalam garis-garis besar
pembangunan indonesia bahwa pembinaan anak dan remaja dilaksanakan melalui
peningkatan gizi,pembinaan perilaku kehidupan beragama dan budi pekerti luhur,
penumbuhan minat belajar, peningkatan daya cipta dan daya nalar serta kreatifitas,
penumbuhan idealisme dan patriotisme. Akan tetapi adanya ketida kseimbangan upaya
pembangunan yang di lakukan terutama terhadap remaja,akhirnya menimbulkan masalah
bagi pembangunan itu sendiri.
Salah satu dampak ketidak seimbangan pembangunan itu adalah terjadinya perubahan
mendasar yang menyangkut sikap dan prilaku seksual pranikah dikalangan remaja. Indonesia
satu dari lima anak pertama yang dilahirkan pada wanita menikah pada usia 20-24 tahun
merupakan anak hasil hubungan seksual sebelum menikah.Tidak tepat dan tidak benarnya
informasi mengenai seksual dan reproduksi yang mereka terima semakin membuat tingginya
angka permasalahan perilaku seksual remaja pranikah.
Pada tahun 1989 penelitian yang dilakuakan oleh fakultas psikologi UI juga menunjukkan
bahwa ada 61,0% anak usia 16-20 tahun pernah melakuakan seksual intercourse (sanggama)
dengan temanya dan suatu penelitian terhadap siswa SMTP di bandung ternyata terdapat
10,53% dari mereka pernah melakuakan ciuman bibir, 5,60%pernah melakukan ciuman
dalam, dan 3,86% pernah melakuakan hubungan seksual. Penelitian yang dilakukan oleh
sebuah majalah mingguan ibu kota dari responden 100 orang pelajar dari 26 SMA di Jakarta
menunjukkan bahwa 41,0% pelajar mengaku pernah melakuakan hubungan seks dengan
lawan njenis (51.7% pada laki-laki dan 25,0%pada wanita). Di samping responden yang
melakuakan hubungan seks dengan lawan jenis, ada 42,0% yang pernah berciuaman dengan
lawan jenis, 4,0% pernah meraba alat kelamin alat vital lawan jenis ,dan 12,0% pernah
menyenggol, memegang, meraba ,membelai bagian tubuh yang peka milik lawan jenisnya.
Hanya 1,0% saja yang tidak mempunyai pengalaman seks dengan lawan jenis. Walapun
masih di perdebatkan keabsahan hasil penelitian tersebut paling tidak tata diatas
mengingatkan kita betapa besarnya masalah perilaku seks pada remaja kita.
Hasil yang tidak begitu jauh berbeda juga terjadi pada mahasiswa. Penelitian yang di
lakuakan di yogyakarta (Dasakung1984) mengunggkapkan bahwa 62,0% dari mahasiswa
pernah melakukan” kumpul kebo”. Survei kecil yang pernah dilakuakan oleh mahasiswa
fakultas psikologi UI (1993) terhadap 200responden menunjukan bahwa alasan yang di
kemukakan oleh sebagian mahasiswa untuk melakukan hubungan seks adalah sebagai
ungakapan kasih sayang(36,20%), terbawa suasana (15,0%), kebutuhan biologis (14,0%), dan
untuk kenikmatan dan kesenagan 10.1%).
Bila kita lihat kecenderungan perilaku seksual remaja pranikah berdasarkan tempat tinggal
mereka, ternyata baik di desa maupun di kota perilaku tersebut juga sangat memprihatinkan.
Penelitian yang dilakukan oleh Faturochman dan soetjipto di bali (1989) menunjukkan bahwa
persentase remaja laki-laki di desa dan di kota yang telah melakukan hubungan seks masing-
masing adalah 23,6% dan33,5%. Sedangkan penelitian singarimbun (1994) menemukan 1,8%
remaja wanita di kota pernah melakuakan hubungan seks pranikah. Penelitian di lakuakan
oleh laboratium antropologi FISIP UI Hidayana dan Saefuddin, (1997) menunjukan bahwa
tidak ada perbedaan perilaku seksual yang cukup mencolok pada remaja desa dan remaja kota
di Sumatra Utara dan Kalimantan selatan. Di kedua tempat penelitian itu terlihat adanya
kecenderungan perilaku seksual yang permisif baik di desa maupun di desa.
Faktor-faktor yang sangat terkait kondisi saat ini menyebabkan perilaku serksual remaja
semakin menggejala akhir-akhir ini. Namun begitu, banyak remaja tidak mengindahkan
bahkan tidak tahu dampak dari perilaku seksual mereka terhadap kesehatan reproduksi baik
dalam waktu yang cepat ataupun waktu yang lebih panjang
Data yang ada di nagari koto padang jorong Aur jaya khususnya masih tinggi nya

angka pernikahan dini, 65 % masyarakt menikah di umur 17 tahun. Ini terjadi karena kurang

pengetahuan masyarakat tentang masalah kesehatan remaja. Bahkan sebagian masyarakat

beranggapan wanita diatas 20 tahun sudah terlalu tua untuk menikah, sehingga masalah

kesehatan reproduksi wanita semakin meningkat, terjadi kehamilan dibawah umur 20 tahun

an program kedepan.

B.Tujuan

1. Tujuan Umum

Menjadikan remaja yang berkwalitas sehingga punya masa depan yang lebih baik dan

bisa berguna untuk pembanguna nusa bangsa dan agama

2. Tujuan Khusus

1. Dengan adanya kelompok posyandu remaja ini akan bisa menurunkan

a. Menurunkan angka pernikahan dini
b. Menurunkan angka kenakalan remaja
c. Menurunkan angaka penganguran
d. Meningkatkan taraf pendidkan

2. Diharapkan akan menjadi isfirasi bagi teman yang lain yang punya masakah yang
sama

.
BAB II
TINJAUAN TEORITIS

A. Pengertian Remaja Dalam Konteks Kesehatan Reproduksi Remaja.
Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa
dewasa.Batasan usia remaja berbeda-beda sesuai dengan sosial budaya
setempat.Menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan dunia) batasan usia remaja
adalah 12 sampai 24 tahun. Sedangkan dari segi program pelayanan, definisi
remaja yang digunakan oleh Departemen Kesehatan adalah mereka yang berusia
10 sampai 19 tahun dan belum kawin.Menurut BKKBN (Direktorat Remaja dan
Perlindungan Hak Reproduksi) batasan usia remaja adalah 10 sampai 21 tahun.
Hurlock (1973) memberi batasan masa remaja berdasarkan usia kronologis, yaitu
antara 13 hingga 18 tahun. Menurut Thornburgh (1982), batasan usia tersebut
adalah batasan tradisional, sedangkan aliran kontemporer membatasi usia remaja
antara 11 hingga 22 tahun.

B. Kesehatan Reproduksi Remaja
adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses
reproduksi yang dimiliki oleh remaja.Pengertian sehat disini tidak semata-mata
berarti bebas penyakit atau bebas dari kecacatan namun juga sehat secara mental
serta sosial kultural.
Remaja perlu mengetahui kesehatan reproduksi agar memiliki informasi
yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang ada
disekitarnya. Dengan informasi yang benar, diharapkan remaja memiliki sikap
dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai proses reproduksi.
Pengetahuan Dasar yang perlu diberikan kepada remaja agar
mereka mempunyai kesehatan reproduksi yang baik, antara lain :
1. Pengenalan mengenai sistem, proses dan fungsi alat reproduksi (aspek
tumbuh kembang remaja)
2. mengapa remaja perlu mendewasakan usia kawin serta bagaimana
merencanakan kehamilan agar sesuai dengan keinginnannya dan
pasanganya
3. Penyakit menular seksual dan HIV/AIDS serta dampaknya terhadap kondisi
kesehatan reproduksi
4. Bahaya narkoba dan miras pada kesehatan reproduksi
5. Pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual
6. Kekerasan seksual dan bagaimana menghindarinya
7. Mengambangkan kemampuan berkomunikasi termasuk memperkuat
kepercayaan diri agar mampu menangkal hal-hal yang bersifat negatif
8. Hak-hak reproduksi
Masalah kesehatan reproduksi remaja di Indonesia kurang mendapat perhatian
yang cukup. Ada beberapa kemungkinan mengapa hal itu terjadi:
1. Banyak kalangan yang berpendapat bahwa masalah kesehatan reproduksi,
seperti juga masalah kesehatan lainnya, semata-mata menjadi urusan kalangan
medis, sementara pemahaman terhadap kesehatan reproduksi (apalagi
kesehatan reproduksi remaja) di kalangan medis sendiri juga masih minimal.
Meskipun sejak konperensi Kairo definisi mengenai kesehatan reproduksi
sudah semakin jelas, diseminasi pengertian tersebut di kalangan medis dan
mahasiswa kedokteran agaknya belum memadai.
2. Banyak kalangan yang beranggapan bahwa masalah kesehatan reproduksi
hanyalah masalah kesehatan sebatas sekitar poses kehamilan dan melahirkan,
sehingga dianggap bukan masalah kaum remaja. Apalagi jika pengertian
remaja adalah sebatas mereka yang belum menikah. Di sini sering terjadi
ketidak konsistensian di antara para pakar sendiri karena di satu sisi mereka
menggunakan istilah remaja dengan batasan usia, tetapi di sisi lain dalam
pembicaraan selanjutnya mereka hanya membatasi pada mereka yang belum
menikah.
3. Banyak yang masih mentabukan untuk membahas masalah kesehatan
reproduksi remaja karena membahas masalah tersebut juga akan juga berarti
membahas masalah hubungan seks dan pendidikan seks.
Pada Usia Remaja, Tugas-Tugas Perkembangan yang harus dipenuhi adalah
sebagai berikut:
1. Mencapai hubungan yang baru dan lebih masuk dengan teman sebaya baik
sesama jenis maupun lawan jenis
2. Mencapai peran sosial maskulin dan feminin
3. Menerima keadaan fisik dan dapat mempergunakannya secara efektif
4. Mencapai kemandirian secara emosional dari orang tua dan orang dewasa
lainnya
5. Mencapai kepastian untuk mandiri secara ekonomi
6. Memilih pekerjaan dan mempersiapkan diri untuk bekerja
7. Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan dan kehidupan keluarga
8. Mengembangkan kemampuan dan konsep-konsep intelektual untuk tercapainya
kompetensi sebagai warga negara
9. Menginginkan dan mencapai perilaku yang dapat dipertanggung jawabkan
secara sosial
10. Memperoleh rangkaian sistem nilai dan etika sebagai pedoman perilaku
(Havighurst dalam Hurlock, 1973).
Perubahan Psikis juga terjadi baik pada remaja perempuan maupun remaja
laki-laki, mengalami perubahan emosi, pikiran, perasaan, lingkungan pergaulan dan
tanggung jawab, yaitu :
1. Remaja lebih senang berkumpul diluar rumah dengan kelompoknya.
2. Remaja lebih sering membantah atau melanggar aturan orang tua.
3. Remaja ingin menonjolkan diri atau bahkan menutup diri.
4. Remaja kurang mempertimbangkan maupun menjadi sangat tergantung pada
kelompoknya.
Hal tersebut diatas menyebabkan remaja menjadi lebih mudah terpengaruh
oleh hal-hal yang negatif dari lingkungan barunya.
Menurut Hurlock (1973) ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam
memenuhi tugas-tugas tersebut, yaitu:
1. Masalah pribadi, yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan
kondisi di rumah, sekolah, kondisi fisik, penampilan, emosi, penyesuaian sosial,
tugas dan nilai-nilai.
2. Masalah khas remaja, yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas
pada remaja, seperti masalah pencapaian kemandirian, kesalah pahaman atau
penilaian berdasarkan stereotip yang keliru, adanya hak-hak yang lebih besar dan
lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua.
remaja salah satunya adalah masalah kesehatan reproduksi.

.
C. Strategi Meningkatkan Kesehatan Anak Remaja
1. Pendidikan Seks
Strategi pendidikan seks di masa lalu berfokus pada anatomi fisiologi
reproduksi dan penyuluhan perilaku yang khas kehidupan keluarga kelas
menengah. Baru – baru ini pendidikan seks mulai membahas masalah
seksualitas manusia yang dihadapi remaja. Misalnya, program – program yang
sekarang berfokus pada upaya remaja untuk “mengatakan tidak”. Pihak
oponen program pendidikan seks di sekolah percaya bahwa diskusi eksplisit
tentang seksualitas meningkatkan aktivitas seksual diantara remaja dan
mengecilkan peran orang tua. Pihak pendukung mengatakan, tidak adanya
diskusi semacam itu dari orang tua dan kegagalan mereka untuk member anak
– anak mereka informasi yang diperlukan secara nyata untuk menghambat
upaya mencegah kehamilan pada remaja. Orang tua mungkin tidak terlibat
dalam pendidikan seks anak – anaknya karena beberapa alasan, seperti :
o Orang tua tidak memiliki informasi yang tidak adekuat.
o Orang tua tidak merasa nyaman dengan topik seks.
o Para remaja tidak merasa nyaman bila orang tua mereka membahas seks.
Beberapa orang tua mendapat kesulitan untuk mengakui “anaknya” adalah
individu seksual yang memiliki perasaan dan perilaku seksual. Penolakan
orang tua untuk membahas perilaku seksual dengan putri mereka bisa
menyebabkan putrinya merahasiakan aktivitas seksnya dan dapat
menghambat upaya untuk mendapat bantuan.

D. Fungsi Penting Program Promosi Kesehatan Remaja
1. Fungsi Program promosi kesehatan remaja puskesmas koto baru
a Agar remeja mengerti tentang kesehatan reproduksi dan turunnya angka
pernikahan dini di jorong Aur Jaya.
b Memberikan kebebasan pada remaja untuk mengaolikasikan dirinya
menurut bakat remaja masing – masing
c Agar tidak terjadi lagi masalah prilaku seksual remaja pranikah
BAB III
GAMBARAN WILAYAH AUR JAYA

A.Geografis
PP aur Jaya terletak di jorong Aur Jaya II < Kenagarian Koto Padang ,
Kecamatan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya dengan luas Wilayah Kerja 17000 m2
dan berbatasan dengan :
 Sebelah barat berbatasan dengan Nagari Gunung Medan
 Sebelah timur Berbatasan dengan Nagari Ampang Kuranji
 Sebelah Utara berbatasan dengan Bukit Gading
 Sebelah Selatan Berbatas dengan Jorong Pinang Gadang

B.Demografis
N0 JORONG JML LAKI JML JML PDDK JML KK
PEREMPUAN
1 AUR JAYA 1 311 316 627 165

2 AUR JAYA 2 316 335 651 143

3 AUR JAYA 3 383 391 774 201

JUMLAH 1010 1042 2052 509

A. Sosial budaya
1.Pendidikan
NO TINGKAT PENDIDIKAN AUR JAYA 1 AUR JAYA 2 AUR JAYA3

1 Tidak pernah sekolah 12 14 15

2 Tidak atau belumtamat SD 200 185 300

3 Tamat SD sederajat 310 345 300

4 SLTP sederajat 46 53 77
5 SLTA sederajat 40 37 62

6 Perguruan Tinggi 19 17 20

2 . Agama

Mayoritas agama islam

1. Adat istiadat
 Minang 20 %
 Sunda 38%
 Jawa 40%
 Lainnya 2%

B. Mata Pencaharian
1. Bertani 60%
2. Buruh 30 %
3. Pedagang 5%
4. Pegawai negeri/swasta 5%

C. Transportasi
Jorong Aur Jawa bisa ditempuh dengan kendaraan roda 2 dan roda 4 dengan
jarak tempuh dari jalan lintas ½ jam dan dari pusat kecamatan 1 jam
.

D. Organisasi social
Ada beberapa organisasi social antaranya PKK,karang taruna, Majjelis taklim,
Arisan, KUD, Remaja Mesjid Dll

E. Peran serta masyarakat
1. Sarana pendidikan 1 SD, 1 TK
2. Sarana kesehatan 1 Pustu 2 posyandu
3. Dasa Wisma 20
4. Pos Kb 3
5. Toga 15
6. Fasilitas Umum 1 mesjid,6 musalla
7. Fasilitas kesling
 Rumah permanen 206
 Rumah semi permanen 102
 Rumah darurat 104
 Sumber air bersih
 Sumur gali 246
 Sumur Bor 2
 Air Hujan 6

 Jamban keluarga
 Closet leher angsa 80
 Cemplung 98
 Sembarang tempat 95
 Pembuangan sampah
 Sembarang tempat 95
 Dibakar 84
 Dikubur 53
 Tempat Penjualan makanan 5
 Peraga Kesehatan
 Kader 10
 Dukun bayi 2

F. Data pelayanan kesehatan
 1 Pustu Dengan bangunan semi permanen
 Timbangan 2
 Bidan kit 1
 Tempat tidur pasien 1
 Lemari obat 1
 Meja 1
 Tenaga 1 orang bidan
G. Data sasaran tahun 2016
 Aur Jaya 1
 Jumlah penduduk 531
 Jumlah KK 145
 Bayi 0-11 bulan 12
 0-3 tahun 34
 0-5 tahun 60
 Apras 21
 Kelas satu SD 10
 Kelas 6 SD 10
 Murid SD 60
 Remaja 93
 Bumil 12
 Bulin 11
 Bufas/busui 11
 Wus 142
 Pus 96
 Wus imun 110
 Jumlah usia produktif 345
 Pra Usila 76
 Lansia 44
 Lansia resti 17

 Aur Jaya II
 Jumlah penduduk 615
 Jumlah KK 158
 Bayi 0-11 bulan 13
 0-3 tahun 34
 0-5 tahun 63
 Apras 23
 Kelas satu SD 11
 Kelas 6 SD 11
 Murid SD 66
 Remaja 110
 Bumil 14
 Bulin 13
 Bufas/busui 13
 Wus 160
 Pus 110
 Wus imun 128
 Jumlah usia produktif 400
 Pra Usila 90
 Lansia 54
 Lansia Resti 19

 Aur Jaya III
 Jumlah penduduk 863
 Jumlah KK 215
 Bayi 0-11 bulan 17
 0-3 tahun 54
 0-5 tahun 85
 Apras 23
 Kelas satu SD 16
 Kelas 6 SD 16
 Murid SD 98
 Remaja 153
 Bumil 18
 Bulin 17
 Bufas/Busui 17
 Wus 231
 Pus 155
 Wus imun 180
 Jumlah usia produktif 562
 Pra Usila 127
 Lansia 72
 Lansia Resti 29

H. Tingkat Derajat Kesehatan tahun 2014
 Aur Jaya I
 Angka Kematian Bayi 1(BBLR/premature/cacat bawaan
 Angka kematian ibu 1
 Angka kematian anak balita 0
 Angka kematian umum 6
 Angka kelahiran hidup 15
 Angka kelaahiran BBLR 1
 Angka Balita gizi Kurang 0

 Aur Jaya II
 Angka Kematian Bayi 0
 Angka Kematian ibu 1
 Angka kematian anak balita 0
 Angka kematian umum 8
 Angka kelahiran hidup 13
 Angka kelaahiran BBLR 0
 Angka Balita gizi Kurang 0

 Aur Jaya III
 Angka Kematian Bayi 0
 Angka kematian ibu 0
 Angka kematian anak balita 0
 Angka kematian umum 6
 Angka kelahiran hidup 22
 Angka kelaahiran BBLR 1
 Angka Balita gizi Kurang
BAB IV
VISI DAN MISI,
SERTA GAMBARAN MASALAH

A.VISI DAN MISI
*. VISI :MILITER SAPU JAGAT (Menjadikan Lingkungan tertip Remaja Siap uapayakan
jiwa dan raga sehat)
*. MISI :Menjadikan remaja berkwalitas melalui
1. Memberikan bimbingan dan binaan tentang kesehatan secara keseluruhan
1. Memberikan bimbingan fsikologis dan rohani
2. .menberikan bimbingan keterampilan sesuai dengan bakat dan minat remaja
3. Memberikan masukan konseling tentang pentingnya pendidikan
4.

B. GAMBARAN MASALAH
1. Angka pernikahan dibawah umur 5 tahun terahkir
NO TAHUN JUMLAH JUMLAH % KET
PERNIKAHAN PERNIUKAHAN
DIBAWAH UMUR
1 2011 8 6 75
2 2012 11 8 72,5
3 2013 8 6 75
4 2014 6 4 66,6
5 2015 8 5 62,5

2. Jumlah Kejadaian akibat kenakalan remaja
NO TAHUN KEJADIAN JUMALAH KET

1 2011 KECELAKAAN 12 KALI
NARKOBA 13 KALI
BENTROK ANTAR GENG 10 KALI
PERKELAHIAN PRIBADI 11 KALI
GENG MOTOR UGAL 8 KALI
UGALAN 3 KALI
PERAMPOKAN 5 KALI
LAINYA
2 2012 KECELAKAAN 10 KALI
NARKOBA 11 KALI
BENTROK ANTAR GENG 8 KALI
PERKELAHIAN PRIBADI 10 KALI
GENG MOTOR UGAL 6 KALI
UGALAN 3 KALI
PERAMPOKAN 5 KALI
LAINYA
3 2013 KECELAKAAN 8 KALI
NARKOBA 8 KALI
BENTROK ANTAR GENG 4 KALI
PERKELAHIAN PRIBADI 10 KALI
GENG MOTOR UGAL 25 KALI
UGALAN
PERAMPOKAN 3 KALI
LAINYA 5 KALI
4 2014 KECELAKAAN 12 KALI
NARKOBA 8 KALI
BENTROK ANTAR GENG 8 KALI
PERKELAHIAN PRIBADI 12 KALI
GENG MOTOR UGAL 20 KALI
UGALAN
PERAMPOKAN 3 KALI
LAINYA 5 KALI
5 2105 KECELAKAAN 17 KALI
NARKOBA 9 KALI
BENTROK ANTAR GENG 8 KALI
PERKELAHIAN PRIBADI 8 KALI
GENG MOTOR UGAL 35 KALI
UGALAN
PERAMPOKAN 5 KALI
LAINYA 5 KALI

3. Tingkat pendidikan umur 10-25 tahun sasaran 425
NO TAHUN TINGKAT PENDIDIKAN JUMLAH % KET

1 2011 TIDAK SEKOLAH 8/425 1.8
TIDAK TAMAT SD 45 10,5
SD/SEDERAJAT 340 80
SMP SEDERAJAT 40 9,4
SMA SEDERAJAT 10 2,3
PERGURUAN TINGGI 6 1,4

2 2012 TIDAK SEKOLAH 8/428 1,8
TIDAK TAMAT SD 45 10,5
SD/SEDERAJAT 340 79,8
SMP SEDERAJAT 41 9,5
SMA SEDERAJAT 11 2,5
PERGURUAN TINGGI 7 1,6

3 2013 TIDAK SEKOLAH 7/432 1.6
TIDAK TAMAT SD 40 9.2
SD/SEDERAJAT 345 79.8
SMP SEDERAJAT 42 9,7
SMA SEDERAJAT 12 2,7
PERGURUAN TINGGI 7 1,6

4 2014 TIDAK SEKOLAH 6/454 1,3
TIDAK TAMAT SD 38 8,3
SD/SEDERAJAT 346 76,2
SMP SEDERAJAT 43 9,4
SMA SEDERAJAT 13 2,8
PERGURUAN TINGGI 8 1,7

5 2015 TIDAK SEKOLAH 4/412 0.9
TIDAK TAMAT SD 32 7,7
SD/SEDERAJAT 346 83,9
SMP SEDERAJAT 43 10,4
SMA SEDERAJAT 15 3,6
PERGURUAN TINGGI 8 1,9

4. Jenis pekerjaan umur 10-25 tahun
NO TAHUN SASARAN PEKERJAAN JUMLAH %

1 2011 425 TIDAK BEKERJA 25 5,8
SEKOLAH 269 63,2
BURUH KASAR TIDAK 100 23,5
TETAP
BURUH KASAR TETAP 10 2,3
SERABUTAN 21 4,9

2 2012 428 TIDAK BEKERJA 24 5,6
SEKOLAH 269 69,1
BURUH KASAR TIDAK
TETAP 100 23,3
BURUH KASAR TETAP 9 2,1
SERABUTAN 21 2,9
3 2013 432 TIDAK BEKERJA 20 4,6
SEKOLAH 273 63,1
BURUH KASAR TIDAK
TETAP 98 22,6
BURUH KASAR TETAP 10 2,3
SERABUTAN 21 4,8

4 2014 454 TIDAK BEKERJA 26 5,7
SEKOLAH 275 64,9
BURUH KASAR TIDAK
TETAP 99 21,8
BURUH KASAR TETAP 12 4,6
SERABUTAN 24 5,2

5 2015 413 TIDAK BEKERJA 28 6,7
SEKOLAH 290 70,3
BURUH KASAR TIDAK
TETAP 80 19,4
BURUH KASAR TETAP 15 3,6
SERABUTAN 10 2,4
BAB V
IDENTIFIKASI MASALAH

Dari gambaran masalah yang ada bisa kita simpulkan bebarapa masalah yang sangat
siknifikandiaantaraanya:

1. Tingginya angaka pernikahn dibawah umur dalam 5 tahunterakhir
Rata rata diatas 60 %
2. Kenakalan remaja diantaranya, kecelakaan, narkoba, motor ugalugalan,
bentrok antar geng, perkelahian pribadi, perampokan, dan lainya terus
meningkat setiap tahun dalam 5 tahun terakhir.
3. Tingkat pendidikan , rata rata tamat SD lebih dari 75 % setiap tahun dalam
lima tahun terakhir
4. Pekerjaan rata rata bekerja sebagai buruh kasar tidak tetap dan serabutan yang
dikarenakan mereka tidak punya keterampilan dan pendidkan yang cukup
unutk mendapatkan pekerjaan yang lebih layak
BAB VI
PELAKSANAAN KEGIATAN

1. Sejarah berdirinya kelompok retaseli
Karna dari identifikasi masalah yang ada di aur jaya tentang remaja maka
bersama beberap tokoh masyarakat kami berusaha untuk keluar dari masalah
ini kami membentuk kelompok remaja karna masa remaja ini penentu masa
depan mereka buruk reja maka buruklah masa deapan mereka, dengan
dibentuknya kelompok ini akan mengurangi jumlah masalah remaja yang ada
dan mereka akan bisa punya masa depan yang lebihbaik lagi

2. Jenis kegiatan
a. Pemeriksaan kesehatan yang kami bentuk dengan posyandu remaja
satu kali dalam satu bulan
b. Pembinaan dan konseling kesehatan satu kali dalam satu bulan
c. Pembinaan mental emoosional dan rohani satu kali dalam satu minggu
dalam bentuk yansinan pengajian dan wirid wirid
d. Pembinaan tentang kesenian tradisional dan moderen satu kali dalam
satu minggu sesui dengan hobi dan bakat masing masingn remaja
e. Pembinaan tentang pertanian yang dilakukan satu kali dalam 2 minggu
f. Pembinaan tentang bela diri satu kali dalam satu minggu
g. Pembinaan tentang kerajinan satu kali dalam satu bulan
h. Sosial kemasyrakaytan sesuai dengan situasi yang ada seperti
membantu warga yang sedang hajatan, mengumpulkan sumbangan
bagi warga yang kena musibah dan sakit

N KEGIA TUJUAN SASARAN WAKTU KET
O TAN
1 Pembin Memberikan binaan Kelompok 1 x 1 Bulan
aan kesehatan kepada remaja
bulanan remaja secara
remaja pribadi dan
kelompok
2 Penyul Agar remaja Kelompok 1 x 3 bulan
uhan mendapatkan remaja
kesehat impormasi kesehatan
an dan bisa terhindar
dari permasalahan
keseatan remaja
seperti seks bebas.
Narkoba. Dan
masalah kesehatan
produksi
3 Pembeh Agar remaja yang Kelompok 1 x 1 bulan
asan sudah mendapatkan remaja
kesehat penyuluhan tentang
an kesehatan lebih
paham tentang
ksehatan masa
remaja seperti seks
bebas narkoba.
Kesehatan
reproduksi
4. Meninj Melihat kemajuan Kelompok 1 x 1 bulan
au remaja tentang remaja
kemaju pemahaman nya
an tentang kesehatan
kesehat dari setiap bulannya.
an Apakah rfemaja
remaja sudah semakin
paham tentang
kesehatan
2. kegiatan bulananyang dilakukan oleh remaja retaseli aur jaya

N KEGIATA TUJUAN WAKT PEMBIM DANA KET
O N U BING
1 Kegiatan Mendapatkan 1x1 Haris kelompo
Rutinitas impormasi, bulan k
bulanan di binaan dan
posyandu pemeriksaan
kesehatan
dari tenaga
kesehatan
Kegiatan Untuk 1x1 haris Kelompo
yasinan meningkatkan minggu k
keagamaan
dari setiap
remaja
3 Kegiatan Memberikan Sewakt Haris dan Kelompo
sosial sumbangan u ada agus k
atau bantuan yg
kepada saakit
masyarakat dirawat
yaang
membutuhkan
, agar lebih
meningkatkan
rasa
solidaritas
sesema
masyarakat
4. Gotong Untuk 1x1 Haris dan Kelompo
royong meningkatkan bulan agus k
kebersamaan
atar
masyarakat
dan
memjadikan
jorong lebih
sehat dan
bersih
5. Kegiatan Untuk 1x 1 haris Kelompo
musik menyalurkan bulan k
bakat setiap
remaja di
bidang musik
masing –
masing seperti
kesenian
angklung,
randai dll
6 Kerajinan Untuk 1x1 Haris dan Kelompo
membentuk bulan agus k
kreatifitas
remaja dengan
membuat
kerajinan
seperti tempat
pembuang
sampah, tas
dll
7. pertanian Menanam 1x1 Haris dan kelompo
tanaman bulan agus k
nangka dan
tanaman
lainnya di
sektar jorong
aur jaya untuk
penghijauan
dan
menambah
penghasilan
kelompok
remaja
8 Tempat Memberikan 1x 1 haris Kelompo
bantuan bulan k
sukarela
kepaada yang
melakukan
hajatan agar
semua pesta di
aur jaya dapat
terlaksana
dengan aman
dan terkendali.

B. GAMBARAN MASALAH SETELAH ADANYA KELOMPOK POSYANDU
REMAJA

1. Angka pernikahan dibawah umur 2016- Juni 2017
NO TAHUN JUMLAH JUMLAH % KET
PERNIKAHAN PERNIUKAHAN
DIBAWAH UMUR
1 2016 8 2 25
2 2017 4 0 0

5. Jumlah Kejadaian akibat kenakalan remaja
NO TAHUN KEJADIAN JUMALAH KET

1 2016 KECELAKAAN 12 KALI
NARKOBA 5 KALI
BENTROK ANTAR GENG 1 KALI
PERKELAHIAN PRIBADI 6 KALI
GENG MOTOR UGAL 8 KALI
UGALAN
PERAMPOKAN 3 KALI
LAINYA 5 KALI
2 2017 KECELAKAAN 10 KALI
NARKOBA 3 KALI
BENTROK ANTAR GENG 0 KALI
PERKELAHIAN PRIBADI 3 KALI
GENG MOTOR UGAL
UGALAN 6 KALI
PERAMPOKAN 0 KALI
LAINYA 2 KALI

6. Tingkat pendidikan umur 10-25 tahun sasaran 425
NO TAHUN TINGKAT PENDIDIKAN JUMLAH % KET

1 2016 TIDAK SEKOLAH 8/425 1.8
TIDAK TAMAT SD 12 10,5
SD/SEDERAJAT 340 80
SMP SEDERAJAT 40 9,4
SMA SEDERAJAT 10 2,3
PERGURUAN TINGGI 13 3,5

2 2017 TIDAK SEKOLAH 8/428 1,8
TIDAK TAMAT SD 13 10,5
SD/SEDERAJAT 340 79,8
SMP SEDERAJAT 41 9,5
SMA SEDERAJAT 11 2,5
PERGURUAN TINGGI 13 3,5
7. Jenis pekerjaan umur 10-25 tahun
NO TAHUN SASARAN PEKERJAAN JUMLAH %

1 2016 425 TIDAK BEKERJA 12 5,8
SEKOLAH 276 63,2
BURUH KASAR TIDAK 100 23,5
TETAP
BURUH KASAR TETAP 10 2,3
SERABUTAN 21 4,9

2 2017 428 TIDAK BEKERJA 12 3,4
SEKOLAH 279 75,1
BURUH KASAR TIDAK
TETAP 100 23,3
BURUH KASAR TETAP 9 2,1
SERABUTAN 21 2,9
BAB VII
PENUTUP

A.Kesimpulan

1. Pembangunan global dunia yang dirumuskan 1 oktober 2015 yanitu SDGs diaman salah
satunya adalan “ Menjamin kehidupan yang sehat serta mendorong kesejahteraan bagi semua
orang disegala usia, dan menjamin pendididkan yang isklusif.

2. Remaja adalah masa dimana peralihan dari masa kanak kanak menjadi masa dewasa, dan
disilah terdapat salah satu penentu masa depan remaja itu sendiri, baik apakah butuk, juga
masa yang sangat retan karna itu adala masa perubahan besar dalam diri reja itu sendiri.

3. Banyak nya masalah yang terjadi pada remaja khusussnya di aur jaya mendorong kami
untuk membentuk posyandu remaja ini

4.Harapan kami semoga posyandu ini akan menjadi inspirasi bagi yang lain untuk bisa
berbuat lebih baik

5. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk membantu m,engarahkan remaja sehingga dia
tidak terjerumus kepergaulan yang merugikan

B. Saran

1. Harapan kami bantuan dari semua pihak agar kegiatan ini lebuh baik lagi kedepan

2. Diharapkan semua adik adik agar tetap aktif dan mengajak temanya untuk ikut aktif dalam
kelompok ini

3. Diharapkan apa yang diadapt oleh remaja akan merekA terapkan di keluarga mereka
masing masing sehingga

4. Diharopkan adik adaik ini akan men jadi militet sapujagat di wilayahnya kyhusnya dan di
sekitar khususnya.
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
B. TUJUAN

BAB II TINJUAN TEORITIS

A. OENGERTIAN REMAJA
B. KESEHATAN REFRODUKSI REMAJA
C. STRATEGI MASALAH KESEHATAN REMAJA
D. PUNGSI PENTING PENTING PROGRAM PROMOSI KESEHATAN REMAJA

BAB III GAMBARAN WILAYAH

BAB IV VISI DAN MISI SERTA GAMBARAN MASALAH

BAB V IDENTIFIKASI MASALAH

BAB VI PELAKSANAAN KEGIATAN

BABVII PENUTUP

LAMPIRAN
GAMBARAN KESEHATAN REMAJA AUR JAYA

DAN KEGIATAN POSYANDU REMAJA RETASELI

AUR JAYA

DINAS KESEHATAN DHARMASRAYA

PUSKESMAS KOTO BARU

2017