Mikosis Superfisialis

:
A. Dermatofitosis
B. Non dermatofitosis
- Pitriasis versikolor
- Pledra hitam
- Pledra putih
- Tinea nigra palmaris
- Otomikosis
- Keratomikosis

I. Definisi
Dermatofitosis atau tinea adalah penyakit infeksi jamur superfisial yang
menyerang kulit, rambut dan kuku yang disebabkan oleh suatu infeksi
dermatofita seperti Epidermophyton, Mycrosporum dan Trycophyton.

6 Macam-macam tinea / dermatofitosis :
- Tinea kapitis : pada kulit dan rambut kepala
- Tinea barbe : pada dagu dan jenggot
- Tinea kruris : pada genitokrural, sekitar anus, bokong, dan kadang-
kadang sampai perut bagian bawah
- Tinea pedis et manum : pada kaki dan tangan
- Tinea ungulum : pada kuku jari tangan dan kaki
- Tinea korporis : dermatofitosis pada lengan, badan, dan tungkai.
(Tidak termasuk lipat paha, tangan dan kaki)

. Penyakit ini sering dijumpai pada orang-orang yang kurang menjaga kebersihan lingkungan.Penyakit ini dapat menyerang semua ras. Di Afrika penyebab tersering tinea korporis adalah Tricophyton rubrum dan Tricophyton mentagrophytes. Etiologi Dermatofitosis adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur dermatofita yaitu Epidermophyton. II. sementara di Asia penyebab terseringnya adalah Tricophyton rubrum. I. Kemungkinan karena pada usia tersebut lebih banyak memiliki faktor predisposisi atau pencetus misalnya pekerjaan basah. tetapi yang merupakan penyebab tersering adalah Trichophyton rubrum. selain pajanan terhadap jamur lebih lama. Trycophyton mentagrophytes. . dan jenis kelamin pria ataupun wanita. yang menginfeksi kulit dan salah satu penyakit yang disebabkan jamur golongan dermatofita adalah tinea korporis. seperti di Amerika Serikat penyebab terseringnya adalah Tricophyton rubrum.infeksi jamur superfisial ini relatif sering terkena pada negara tropis (iklim panas dan kelembaban yang tinggi). kelompok umur. Microsporum canis dan Trycophyton tonsurans.Prevalensi infeksi jamur superfisial di seluruh dunia diperkirakan menyerang 20-25% populasi dunia dan merupakan salah satu bentuk infeksi kulit tersering. banyak berkeringat. Trichophyton mentagrophytes.Dari segi usia. Terdapat lebih dari 40 spesies dermatofita yang berbeda. Semua dermatofita dapat menyebabkan tinea korporis. Epidemiologi . . Microsporum canis dan Trichophyton tonsurans. . trauma. Tricophyton mentagropytes dan Tricophyton violaceum. Mycrosporum dan Trycophyton. sedangkan di Eropa penyebab terseringnya adalah Tricophyton rubrum. .Penyebab tinea korporis berbeda-beda di setiap negara. data dari beberapa RS di Indonesia menunjukkan bahwa remaja dan kelompok usia produktif merupakan kelompok usia terbanyak menderita dermatomikosis superfisialis (tinea korporis dan tinea kruris) dibandingkan dengan kelompok usia yang lebih muda atau lebih tua.

berbatas tegas terdiri atas eritema. skuama. Kelainan kulit dapat pula terlihat sebagai lesi-lesi dengan pinggir polisiklik karena beberapa lesi kulit menjadi satu. Pada tinea korporis menahun. Penyakit ini dimulai di kepala sebagai titik kecil di . Manifestasi klinis  Gejala : Rasa gatal terutama pada saat berkeringat  Efloresensi Lesi bulat / lonjong. biasanya tanda radang mendadak tidak terlihat lagi. Pada anak-anak. kadang-kadang dengan vesikel dan papul di tepi. Daerah tengahnya biasanya lebih tenang (central healing). Tinea korporis yang disertai dengan kelainan pada rambut adalah tinea favosa atau favus. tetapi kadang terjadi karena kontak dengan mamalia liar atau tanah yang terkontaminasi. Penyebaran juga mungkin terjadi melalui benda misalnya pakaian. Kadang-kadang terlihat erosi dan krusta akibat garukan. Cara penularan Tinea korporis dapat terjadi setelah kontak dengan individu atau dengan binatang piaraan yang terinfeksi. Kelainan ini dapat terjadi pada tiap bagian tubuh dan bersama-sama dengan kelainan pada sela paha disebut tinea corporis et cruris atau tinea cruris et corporis. perabot dan sebagainya. biasanya tanda radang terlihat lebih nyata. Jamur dermatofita dapat ditularkan secara langsung maupun secara tidak langsung. III. karena umumnya mereka baru terkena infeksi pertama kali.

 Sirkumskrip adalah berbatas tegas.  Vesikel adalah gelembung berisi cairan serum. skuama.Effloresensi : Lesi bulat atau lonjong. Khas dari infeksi ini ada central healing (dibagian tepi meradang. Perbedaan tinea korporis yang disebabkan jamur yg lain. bawah kulit yang berwarna merah kuning dan berkembang menjadi krusta berbentuk cawan (skutula) dengan berbagai ukuran. Vesikel berisi nanah disebut vesikel hemoragik. Warna kuning muda berasal dari serum. sirkumskrip.  Skuama adalah lapisan stratum korneum yang terlepas dari kulit. Kelainan kulit dapat pula terlihat sebagai lesi-lesi dengan pinggir polisiklik karena beberapa lesi kulit menjadi satu. kuning kehijauan berasal dari pus.  Polisiklik adalah bentuk pinggiran yang sambung menyambung. kadang-kadang dengan vesikel dan papul di tepi. Pada penyakit ini rambut tidak berkilat dan akhirnya terlepas. Biasanya dapat tercium bau tikus pada penderita ini.  Bentuk lesi teratur yaitu lesi bentuk bulat / lonjong IV. favus ini tidak menyentuh usia akil balik. dan kehitaman berasal dari darah.  Erosi adalah kelainan kulit yang disebabkan oleh kehilangan jaringan yang tidak melampaui stratum basal. Diagnosis Pemeriksaan Fisik : .Bahan untuk pemeriksaan mikologi sebaiknya diambil dengan mengerok tepi lesi yang meninggi atau aktif .  Papul adalah penonjolan di atas permukaan kulit.  Eritema adalah kemerahan pada kulit yang disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah kapiler yang reversibel. berukuran diameter lebih kecil dari ½ cm dan berisi zat padat. Penyakit ini jarang di Indonesia. bagian tengah tenang) Pemeriksaan penunjang : .  Krusta adalah cairan badan yang mengering. batas tegas terdiri atas eritema. beratap. berukuran kurang dari ½ cm garis tengah dan mempunyai dasar.

V. tinea versikolor. Kemudian diteruskan sekurang-kurangnya 2 minggu setelah lesi menyembuh.Medikamentosa : pengobatan topikal dan sistemik 1. . Pengobatan topical harus dioleskan pada lesi.Non medikamentosa : Edukasi . seluruh atap nya harus diambil untuk bahan pemeriksaan Pada Kerokan kulit dengan menggunakan KOH 10 -20 % (+) bila menunjukkan hifa panjang/pendek dan artospora. kandidiasis Es : iritasi.Khusus utk lesi bentuk vesikel. Yang biasa di pakai adalah Golongan azole topikal  Miconazole Indikasi : dermatofitosis ringan. rasa terbakar (stop terapi)  Klotrimazole . tergantung penyebabnya. maserasi. setidaknya 2 cm di sekitar lesi sebanyak 1-2x/hari selama 2-3 minggu. Tata laksana . Pengobatan topikal Preparat antijamur topikal untuk lesi yang terbatas dan dapat dijangkau.

Itraconazole memiliki efek teratogenic. terikat kuat dengan keratin. . urtikaria  Ketoconazole Ekskresi : cairan empedu → usus ASI Es : mual muntah (sering). candida Es : rasa terbakar. gatal. SGOPT SGPT meningkat Hati. Tidak boleh untuk ibu hamil. Dosis untuk anak-anak 15-20 mg/kgBB/hari. edema. eritema. Kulit yg terinfeksi jamur memiliki afinitas tinggi terhadap obat. sedangkan dewasa 500-1000 mg/hari Mekanisme kerja : menghambat mitosis jamur dengan mengikat protein mikrotubuler dlm sel. Obat dihimpun dlm sel pembentuk keratin. Keratin yang mengandung jamur akan terkelupas dan digantikan sel normal. • Obat-obat yang relative baru seperti itraconazole 100 mg/hari selama 2 minggu atau 200 mg/ hari selama 1 minggu serta terbinafin 250 mg/hari selama 1-2 minggu.hati utk ibu menyusui ! 2. pedis. hepatotoxic. kruris. Dosisnya adalah 200 mg/hari selama 3 minggu. lalu muncul bersama sel yang baru berdeferensiasi. Pengobatan Sistemik Diberikan jika lesi luas atau gagal dengan pengobatan topikal yang dapat diberikan pada tinea korporis adalah: • Griseofulvin Griseofulvin merupakan obat sistemik pilihan pertama. • Ketokonazol Ketokonazol digunakan untuk mengobati tinea korporis yang resisten terhadap griseofulvin atau terapi topikal. Indikasi : Tinea korporis.

dan berwarna putih seperti mika dan transparan. e. Cuci handuk dan baju yang terkontaminasi jamur dengan air panas untuk mencegah penyebaran jamur tersebut. Bersihkan kulit setiap hari menggunakan sabun dan air untuk menghilangkan sisa-sisa kotoran agar jamur tidak mudah tumbuh. . Eritema sirkumskrip dan merata. Jangan mengunakan handuk. umumnya di badan berbentuk oval dan anular. Prognosis Untuk tinea korporis yang bersifat lokal. f. Ruam terdiri dari eritema dengan skuama di pinggir VIII. sebaiknya dilap terlebih dahulu dan bersihkan debu-debu yang menempel pada sepatu.Pitriasis Rosea Dimulai dari lesi pertama. baju. prognosisnya akan baik dengan tingkat kesembuhan 100% setelah pengobatan dengan azol topical atau dengan anti jamur sistemik. d. Jika memungkinkan hindari penggunaan baju dan sepatu yang dapat menyebabkan kulit selalu basah seperti bahan wool dan bahan sintetis yang dapat menghambat sirkulasi udara. tetapi pada pada tahap penyembuhan sering eritema yg di tengahnya menghilang dan hanya terdapat di pinggir. Pencegahan a.Psoriasis Terdapat bercak eritema yang meninggi dengan skuama diatasnya. Hindari kontak langsung dengan orang yang mengalami infeksi jamur VII. c. atau benda lainnya secara bergantian dengan orang yang terinfeksi. Gunakan handuk tersendiri untuk mengeringkan bagian yang terkena infeksi atau bagian yang terinfeksi dikeringkan terakhir untuk mencegah penyebaran infeksi ke bagian tubuh lainnya. Diagnosis banding .VI. -GoodLuck - . g. Sebelum menggunakan sepatu. b. kasar. Skuama berlapis-lapis.