BAB I

MASALAH YANG DIALAMI SELAMA PELAKSANAAN PROGRAM
PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) merupakan suatu lembaga
pendidikan tinggi yang bertujuan menghasilkan tenaga kependidikan akademik
dan profesional. UPI memandang perlu bahwa Program Pengalaman Lapangan
(PPL) Kependidikan sebagai bagian dari program kulikuler yang wajib ditempuh
oleh seluruh mahasiswa baik program Diploma maupun Strata 1 (S1).
Dalam hal ini, kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL)
Kependidikan merupakan salah satu mata kuliah yang harus ditempuh oleh
mahasiswa kependidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai bagian
dari mata kuliah profesi (MKP). Hal ini sebagaimana tercantum dalam kurikulum
UPI tahun 2006. Program Pengalaman Lapangan (PPL) Kependidikan merupakan
salah satu kegiatan intrakurikulier yang harus ditempuh mahasiswa dalam
menyelesaikan studinya.
Program Pengalaman Lapangan (PPL) Kependidikan ialah program
kependidikan calon guru yang dimaksudkan untuk mempersiapkan calon-calon
tenaga pendidik guru. Program Pengalaman Lapangan (PPL) Kependidikan ini,
mencakup pembinaan dan pelatihan kemampuan profesional guru berupa kinerja
dari semua hal yang berkaitan dengan jabatan keguruan, baik kegiatan belajar
mengajar maupun tugas-tugas keguruan lainnya. Sehingga, dalam hal ini,
praktikan mencoba menerapkan kemampuan aplikatif dan terpadu dengan segala
ilmu yang diperoleh dari seluruh pengalaman belajar sebelumnya di bangku
perkuliahan ke dalam program pelatihan di sekolah.
Tujuan lain dari Program Pengalaman Lapangan (PPL) Kependidikan
yaitu untuk memberikan bekal pengalaman dan pengetahuan praktis kependidikan
sebagai usaha untuk mewujudkan tenaga kependidikan yang profesional.
Pengalaman yang dimaksud meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam
profesi sebagai pendidik, serta mampu menerapkannya dalam penyelenggaraan
pendidikan dan pengajaran, baik di sekolah maupun di luar sekolah dengan penuh

1

tanggung jawab. Adapun tujuan khusus PLP yakni melalui PLP diharapkan para
mahasiswa :
a. Mengenal secara cermat lingkungan sosial, fisik, administrasi dan
akademik sekolah tempat latihan. Merupakan tujuan dimana praktikan
mencoba pengenalan awal, bersosialisasi, dan mencoba menyesuaikan dengan
lingkungan di sekolah.
b. Dapat menerapkan berbagai keterampilan dasar
keguruan/kependidikan secara utuh dan terpadu dalam situasi sebenarnya.
c. Dapat menarik pelajaran dari pengalaman dan penghayatannya,
yang direfleksikan dalam perilakunya sehari-hari. Merupakan tujuan yang
menghidupkan materi untuk dilaksanakan pada kehidupan sehari-hari, tak
hanya dijadikan sebagai suatu materi tanpa ada aplikasi yang dikerjakannya.

Kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL) Kependidikan UPI
dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2013/2014 yang dimulai dari
bulan September 2013 sampai dengan bulan Desember 2013. Adapun untuk lokasi
mahasiswa yang mengontrak PPL ditempatkan diberbagai tingkatan sekolah mulai
dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah di kawasan Bandung. Salah satu
dari sekolah yang dijadikan tempat Program Pengalaman Lapangan (PPL)
Kependidikan adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 10 Bandung yang
beralamat di Jalan Cikutra No. 77, Cibeunying Kidul, Bandung.
Praktikan diamanahi dan diberi kepercayaan oleh Guru Pamong PPL
untuk mengajar dan bertanggung jawab atas beberapa kelas bersama praktikan
geografi lain. Adapun kelas tersebut ialah X- IPS 1, X-IPS 2, X-IPS 5, X- GEO A
(lintas minat), X GEO B (lintas minat), XI-ips 1, XI- ips 2, XI- ips 3, XI-ips 4,
dan XI- ips 5. Kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) untuk kelas XI dan kurikulum 2013 untuk kelas X. Dimana,
pengajaran dilaksanakan dengan alokasi waktu 3 x 45 menit untuk kelas X dan 3 x
45 menit untuk kelas XI setiap pertemuannya. Adapun jadwal mengajar praktikan
selama PPL di SMA Negeri 10 Bandung adalah sebagai berikut :
JADWAL MENGAJAR PRAKTIKAN
MATA PELAJARAN GEOGRAFI

2

15 – 09. XI ips 1 X GEO A 6 10. dimana dalam 3 . X GEO B 8 12. XI ips 5 . Solat jumat Istirahat 12. X GEO B 7 11. ekstra Kurikuler. XI ips 5 . . proses penampilan di kelas.15 .15 – 12.45 – 10. . Ist .00 – 09. XI ips 5 . maka sseorang guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Namun. ada pula hambatan-hambatan yang ditemui oleh praktikan dalam proses pembelajaran selama PPL. .30 .00 – 14.15 – 14. . . X GEO B 9 13. RPP merupakan langkah awal yang dilakukan oleh guru sebelum memulai proses belajar mengajar.30 X ips 5 . partisipasi dalam kehidupan sekolah. SMA NEGERI 10 BANDUNG Jam Hari Waktu Pelajaran Selasa Rabu kamis jumat 1 06. X GEO A Istirahat 09. dan proses bimbingan baik dengan guru pamong maupun dosen pembimbing. .30 – 08. diantaranya adalah dalam hal penyusunan rencana pembelajaran. - 5 10. - 10 14. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Agar proses belajar mengajar dapat tercapai sesuai dengan tujuan pendidikan yang tertuang dalam GBPP.15 .30 . . - Pelaksanaan PPL di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 10 Bandung merupakan salah satu proses pembelajaran yang menghasilkan banyak pengalaman yang berguna bagi praktikan dalam mengembangkan kemampuan sebagai calon seorang pendidik. XI ips 4 X GEO A 4 09.15 X ips 5 .45 XI ips 1 . Permasalahan-permasalahan tersebut akan praktikan paparkan sebagai berikut : A.30 – 13.45 – 11.00 .45 – 07.00 – 10.00 XI ips 1 .45 X ips 5 . XI ips 4 - 2 07.00 .45 . XI ips 4 - 3 08. selain itu.30 – 12.

Proses Penampilan Proses penampilan di kelas merupakan kegiatan utama praktikan Program Pengalaman Lapangan (PPL) Kependidikan. karena disebabkan ketidaksesuaian antara materi yang telah disampaikan dengan materi perkuliahan yang telah dipelajari. Penampilan menuntut kesiapan mental. sistematis. 3. Kegiatan ini merupakan implementasi dari rencana pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya. 2. B. penguasaan materi yang akan disampaikan serta kemampuan dalam menyampaikan materi dengan baik. hal ini dikarenakan dalam perancangan RPP mengalami perbedaan bentuk dan format RPP yang dipelajari di kampus dengan kenyataan di lapangan. 4 . Sehingga. RPP tercakup segala hal penting diantaranya strategi belajar mengajar. serta evaluasi akhir. Penyusunan RPP ini disesuaikan dengan sistematika langkah-langkah penyusunan RPP yang telah diajarkan dalam perkuliahan. Penyusunan RPP ini dirasakan sangat penting karena akan dapat mendukung proses KBM yang terencana. Mengatur alokasi waktu yang harus disesuaikan dengan materi yang diberikan. 4. dari RPP tersebut tergambar tujuan yang akan dicapai untuk menentukan keberhasilan dalam mengajar. kondusif. Kesulitan pengembangan bahan pelajaran atau materi pelajaran yang harus disampaikan kepada peserta diklat/siswa. Menentukan metode mengajar dan media yang sebagaimana dapat menimbulkan minat belajar yang tinggi untuk siswa. alat dan sumber belajar. Dalam penyusunan rencana pembelajaran praktikan sedikit mengalami kesulitan. Kesulitan-kesulitan yang dialami praktikan dalam penyusunan RPP adalah sebagai berikut : 1. Dalam menentukan format RPP yang paling ideal praktikan mengalami sedikit kendala. langkah-langkah yang dilakukan pada saat KBM berlangsung. interaktif dan komunikatif.

3. dan interaksi pembelajaran yang efektif dan efisien. guru praktikan menyampaikan materi yang telah disiapkan sebelumnya yang tertuang dalam kurikulum dan direncanakan secara sistematis dalam Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Mengaktifkan siswa dalam KBM di kelas Proses KBM dikatakan berjalan dengan baik apabila dalam KBM tersebut terjadi interaksi dua arah. artinya antara siswa dan guru terjadi komunikasi yang baik sehingga suasana kelas menjadi hidup dan tercipta lingkungan atau kegiatan belajar yang menarik dan kondusif. 8. Kurangnya sarana penunjang dalam KBM. sehingga dapat tercapai suasana pembelajaran yang kondusif. 7. komunikatif. 9. Adapun permasalahan yang terdapat dalam proses penampilan selama mengajar diantaranya sebagai berikut : 1. Dalam hal ini. 5. permasalahannya adalah 5 . praktikan merasa kurang percaya diri dikarenakan merasa gugup. Saat pertama kali melaksanakan proses pembelajaran. praktikan harus sedikit berbicara dengan volume suara keras untuk mengkondusifkan kembali suasana kelas. Bagaimana cara menarik perhatian siswa terhadap materi yang akan diajarkan. 4. Dalam proses penampilan. 6. Ketepatan alokasi waktu yang telah ditetapkan dalam RPP kurang sesuai dengan KBM. praktikan berhadapan langsung dengan siswa untuk melaksanakan proses belajar mengajar sebagaimana layaknya seorang guru tetap. Atmosfer belajar yang seperti ini sangat dibutuhkan dalam proses KBM. Bagaimana cara menguasai kelas selama KBM berlangsung. Pengaturan volume suara Dalam hal ini. Masih terbatasnya penguasaan materi. 2. Sulitnya mengelola kelas dan siswa untuk menimbulkan minat belajar dan berkonsentrasi pada materi yang disampaikan. seperti proyektor sehingga proses belajar mengajar menjadi sedikit terhambat.

Basket. Dari video yang telah terhimpun akan diseleksi oleh pihak panitia dan 100 karya video terbaik berhak mengikuti Olimpiade Geografi Nasional 2013 di Kampus UPI Bumi Siliwangi Bandung serta mengikuti tes-tes selanjutnya.. diantaranya : 6 . ada beberapa siswa yang masih belum bisa fokus mengikuti KBM di kelas sehingga masih diam saja (kurang aktif). Pada kesempatan kali ini praktikan mengikuti ekstrakulikuler yang ada di SMA Negeri 10 sekaligus mengikuti bimbingan belajar bagi siswa-siswi di SMA Negeri 10 Bandung yaitu bimbingan belajar/Ekstrakulikuler “Olimpiade Geografi” dan “BENGSAS X”. Bimbingan belajar bertujuan agar praktikan mendalami dan memahami berbagai hal yang berkaitan dengan kesulitan belajar peserta didik. futsal. cheerleaders. praktikan dituntut untuk dapat memberikan kontribusi dan berpartisipasi aktif di dalam kegiatan tersebut. sedangkan kegiatan ekstrakurikuler bertujuan agar praktikan mempunyai pengalaman tambahan di luar kegiatan belajar mengajar. Pada bulan November 2013 siswa-siswa Olimpiade Geografi mengikuti perlombaan yang diselenggarakan oleh UPI Jurusan Pendidikan Geografi dengan mengirimkan 4 peserta. Dalam perlombaan ini. Adapun kegiatan ektrakurikuler yang terdapat di SMA NEGERI 10 BANDUNG diantaranya. PASKIBRA. Bengkel Sastra (BENGSAS X). dan sebagainya. C. Paduan suara. Pramuka. Bimbingan belajar/ ekstrakurikuler adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan di luar jam pelajaran sekolah. praktikan mengalami sedikit kendala. Ikatan Remaja Masjid (IRMA). Pengumuman olimpiade tersebut diumumkan pada bulan November 2013 Dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler ini. Dalam kegiatan PPL ini. persyaratan pertama ialah dengan memberikan suatu karya video mengenai geografi yang harus dibuat sendiri oleh peserta. Bimbingan Belajar / Ekstrakurikuler Salah satu bagian pendukung dalam aktivitas belajar mengajar di sekolah adalah dengan dilibatkannya praktikan dalam kegiatan ekstrakurikuler.

sehingga praktikan tidak sepenuhnya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Melaksanakan piket guru. 2. Partisipasi Dalam Kehidupan Sekolah Kehidupan yang ada di sekolah tidaklah berbeda dengan pola kehidupan masyarakat pada umumnya. D. Maka dari itu. Piket guru merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk menunjang terlaksananya kegiatan belajar di sekolah. Partisipasi dan sosialisasi praktikan tersebut termasuk tujuan dari PPL ini adalah dapat dijadikan sebagai kesempatan oleh praktikan untuk bisa lebih dalam mempelajari kehidupan sekolah yang sebenarnya. praktikan juga harus bisa menjadi warganya dengan baik. Jadwal mengajar serta kesibukan lain di luar kegiatan PPL. Melaksanakan piket BK 3. Melaksanakan piket perpustakaan 4. b. Menerima tamu yang berkepentingan di sekolah. 1. Tugas yang harus dilaksanakan oleh petugas piket guru adalah : a. 7 . Kegiatan lain yang diikuti oleh praktikan selain dari pelaksanaan pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler ialah : 1. Mengikuti upacara bendera setiap hari senin. 2. Melayani siswa yang membuat surat izin masuk karena terlambat maupun surat izin keluar karena sakit atau keperluan lainnya. pada saat praktikan masuk dalam lingkungan sekolah. Keterbatasan waktu dan kemampuan yang dimiliki praktikan sehingga kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah tidak dapat secara sempurna diikuti. Selain itu. terutama dalam memahami diri sebagai tenaga pendidik yang seutuhnya. praktikan juga dapat mempelajari jiwa psikologis siswa. Praktikan dituntut untuk tetap bisa bersosialisasi dengan segenap komponen sekolah yang ada sampai ke dalam hal keikutsertaan praktikan dalam segala kegiatan sekolah.

Menyampaikan surat kepada yang berkepentingan. Adapun saat berlangsungya UTS. 8 . 5. c. Menyampaikan tugas yang diberikan oleh guru yang berhalangan hadir. d. Melaksanakan absensi guru yang sedang melaksanakan KBM. Keikutsertaan pada saat berlangsungnya Ujian tengah semester (UTS). praktikan membantu mengawasi jalannya UTS serta mengatur distribusi soal dan pegumpulan lembar jawaban siswa/i. Mengecek absen guru dan siswa. f. e.

Selama melaksanakan persiapan KBM. Agar semuanya dapat terlaksana dengan semestinya. Memberikan saran untuk siswa/i yang jarang masuk. Dosen Pembimbing Dosen Pembimbing PPL merupakan dosen yang ditugaskan oleh UPT PPL UPI untuk membantu dalam memecahkan masalah mengenai kegiatan PPL di tempat latihan berdasarkan jurusan masing-masing praktikan. praktikan mendapatkan bimbingan dari : 1. c. Memberikan petunjuk dan saran dalam pembuatan serta perbaikan RPP. Guru Pamong PPL Guru Pamong PPL merupakan guru yang memegang program diklat praktikan dan ditunjuk langsung oleh pihak sekolah yang bertugas untuk membimbing. Memberikan saran dan masukan dalam melaksanakan proses KBM. b.E. 9 . dalam hal ini di sekolah praktikan melaksanakan kegiatan PPL. d. praktikan terlebih dahulu harus mempersiapkan segala sesuatunya demi kelancaran proses KBM diantaranya persiapan RPP dan media pembelajaran. Proses bimbingan dengan dosen pembimbing tidak sesering dengan guru pamong PPL karena antara dosen pembimbing dan praktikan tidak berada pada tempat yang bersamaan. membantu dan mengawasi praktikan selama melaksanakan PPL sehingga memudahkan praktikan untuk berkonsultasi apabila mengalami kesulitan pada saat melaksanakan kegiatan PLP khsususnya dalam proses KBM. e. Proses bimbingan lebih terkonsentrasi dan intensif menjelang praktikan menghadapi ujian PPL. Memberikan evaluasi terhadap RPP dan proses KBM. seharusnya praktikan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dosen Pembimbing dan Guru Pamong PPL. Memberikan cara menghadapi karakter siswa. Proses Bimbingan Sebelum praktikan terjun langsung ke lapangan untuk melaksanakan KBM. Bimbingan yang diperoleh dari guru pamong PPL antara lain : a. 2.

dirasakan hubungan antara praktikan dengan Guru Pamong PPL sangat komunikatif dan lancar. Selama melaksanakan PPL ini. 10 . Guru pamong telah banyak membantu pengarahan kepada praktikan serta membantu kesulitan- kesulitan yang praktikan alami.

Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Penyusunan rencana pengajaran merupakan faktor yang sangat penting bagi guru dalam proses belajar mengajar. BAB II FAKTOR PENYEBAB MASALAH YANG DIALAMI SELAMA PPL A. B. 4. Penentuan alokasi waktu pada saat mengajar dengan materi yang disampaikan. rasa nervous dan kurangnya kepercayaan diri yang selalu dialami praktikan terutama pada saat penampilan pertama yang berpengaruh 11 . 2. Proses Penampilan Permasalahan-permasalahan yang dihadapi praktikan selama pelaksanaan PPL baik dari mulai persiapan KBM. sehingga masalah yang terdapat dalam penyusunan rencana pengajaran ini harus segera dicari penyelesainnya. sebelumnya kita harus mencari faktor penyebab masalah dalam penyusunan rencana pengajaran yang diantaranya sebagai berikut : 1. Selain itu. Terbatasnya pengetahuan dan kemampuan praktikan dalam menentukan metode dan media pengajaran. Kesulitan menentukan alat evaluasi yang akan memberikan motivasi dan kreativitas pada peserta didik untuk suatu materi. Namun. Penguasaan Pengelolaan Kelas Sedikit banyak tidak berkesempatannya praktikan melakukan observasi secara keseluruhan disemua kelas yang praktikan pegang menjadi faktor penyebab dalam permasalahan praktikan dalam penguasaan pengelolaan kelas. Terdapat perbedaan bentuk Rencana Pengajaran antara yang dipelajari di perkuliahan dengan di sekolah serta kurangnya pengalaman praktikan dalam pembuatan dan penyusunan Rencana Pengajaran. Perbedaan kondisi dan kemampuan siswa. 3. 5. proses KBM sampai ke dalam proses bimbingan dan sosialisasi dalam lingkungan sekolah tentunya ada penyebab yang melatarbelakanginya antara lain sebagai berikut : 1.

terutama saat pembelajaran tidak dengan menggunakan media. sehingga terkadang praktikan mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi kepada peserta didik. 6. Pemilihan Metode. 3. Secara umum hal ini dikarenakan belum adanya adaptasi yang baik dan pengenalan/pendekatan kepada peserta didik belum terjadi. hanya saja sesekali praktikan sedikit berbicara dengan volume lebih keras pada saat kelas tidak kondusif. dan Alokasi Waktu dalam KBM di Kelas Penentuan metode sedikit kurang bervariatif karena praktikan masih belum mengetahui metode-metode yang cocok untuk disetiap kelas dengan kondisi siswa yang berbeda. perhatian siswa kurang. tidak semua peserta didik memberi respon yang seragam dalam menanggapi materi pelajaran. 12 . Sehingga metode dan media tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya dalam RPP karena terbentur waktu. Mengaktifkan Siswa dalam KBM di Kelas Dalam proses KBM berlangsung. Sebagian besar siswa yang kurang aktif saat KBM berlangsung dikarenakan siswa masih kurang mengerti tentang materi yang dipaparkan oleh praktikan. besar terhadap kemampuan praktikan dalam mengelola kelas. Ketersediaan media pembelajaran dan alokasi waktu yang terbatas menjadi penyebab permasalahan yang utama. Kurangnya pengalaman dan pengetahuan praktikan tentang bagaimana melaksanakan strategi belajar mengajar di kelas karena ini memang pengalaman pertama bagi praktikan. Pengaturan Volume Suara Seperti yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya. 2. 4. Kurangnya penguasan materi. 5. Media. praktikan tidak mengalami kesulitan dalam hal pengaturan volume suara.

sehingga seringkali proses pembelajaran melebihi alokasi waktu yang telah ditentukan dalam RPP. Masih ada beberapa siswa yang bersifat kurang aktif dalam pelaksanaan pembelajaran karena. materi yang terlampau banyak. 12. Karena kurikulum yang berlaku adalah kurikulum 2013 dan KTSP. sehingga mampu meningkatkan motivasi siswa. 11. hal tersebut kurang sesuai. D. C. Bimbingan Belajar / Ekstrakurikuler Tidak tetapnya jadwal ekstrakulikuler yang merupakan salah satu faktor penyebab tidak rutinnya praktikan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Partisipasi Dalam Kehidupan Sekolah Kendala yang praktikan alami dalam proses sosialisasi di sekolah adalah rasa canggung dan segan yang praktikan miliki terhadap seluruh komponen 13 . dan sulitnya praktikan dalam menyelipkan waktu untuk mengikuti semua kegiatan ekstrakurikuler juga menjadi faktor penghambat dalam kegiatan ini. 9. maka yang harus aktif adalah siswa dan praktikan hanya memberikan penjelasan mengenai materi yang kurang dimengerti oleh siswa. alokasi waktu antar siswa yang masih belum sama. Belum bisa mengatur waktu yang tepat. jenjang antar siswa berbeda. 7. Belum bisa tegas dalam mengkondisikan siswa di kelas. 10. media pembelajaran yang minim.. Selain itu. Namun. Belum mengetahui bagaimana stategi membuka pelajaran yang menarik. mindset siswa sudah beranggapan pelajaran geografi adalah pelajaran yang sangat tidak menyenangkan. Proses penyesuaian yang lama bagi praktikan untuk mengenal siswa dengan karakter dan cara belajar yang berbeda-beda. 8.

banyaknya staff pengajar dan staff tata usaha yang ada di sekolah membuat sulitnya praktikan untuk mengenal dan menghafal nama- nama mereka. 14 . Selain itu. sekolah sehingga komunikasi antara praktikan dan warga sekolah sedikit kurang.

praktikan kurang merasakan bimbingan dengan secara intensif sesuai dengan semestinya. Hal ini dikarenakan. Berbeda halnya dengan guru pamong ppl. Sehingga.E. 15 . adanya pergantian dosen. Proses Bimbingan Proses bimbingan antara praktikan dengan dosen pembimbing kurang terlalu intensif. bimbingan sangat intensif karena seringnya bertemu di lokasi sekolah. Meskipun demikian kegiatan PPL secara keseluruhan sudah berlangsung dengan lancar. karena pada saat bimbingan praktikan sudah mendapatkan pembimbingan yang layak secara umum dan menyangkut segala hal.

tentang metode mengajar yang tepat dengan kondisi siswa. dimana semua hal tersebut dapat berguna dalam hal penyusunan rencana pembelajaran. modul. 2. BAB III UPAYA PENANGGULANGAN PERMASALAHAN A. 4. Untuk mengalokasikan waktu dalam penyusunan rencana pembelajaran maka praktikan dalam penyusunannya selalu melibatkan guru pamong. 3. buku-buku. sehingga masalah alokasi waktu sedikit demi sedikit dapat teratasi. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh praktikan dalam menanggulangi permasalahan yang dihadapi dalam penyusunan rencana pemelajaran adalah : 1. terutama yang memegang materi yang sama. Mempelajari referensi. 5. Bertukar pendapat dengan sesama rekan PPL. Menyesuaikan bentuk rencana pengajaran yang diterima di bangku kuliah dengan format yang ada di sekolah. Meningkatkan frekuensi bimbingan dengan guru pamong PPL sehingga dapat menambah pengetahuan serta keterampilan dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. 16 . 6. Memaksimalkan kesempatan bimbingan dan konsultasi dengan Dosen Pembimbing untuk mengatasi kesulitan-kesulitan dalam penyusunan rencana pembelajaran PPL.

sehingga dapat menyesuaikan strategi yang tepat dalam proses belajar mengajar. metode pembelajaran yang akan dipakai. Praktikan berkonsultasi dengan guru pamong mengenai metode mengajar yang tepat disesuaikan dengan materi. Praktikan harus mempelajari kembali tentang strategi belajar mengajar yang benar sesuai dengan materi yang disampaikan kepada peserta didik. Mempersiapkan mental dan fisik secara optimal agar siap untuk tampil mengajar di kelas. 8. Proses Penampilan Upaya-upaya penanggulangan yang dilakukan pada saat tampil mengajar di kelas yaitu melakukan persiapan yang maksimal baik penguasaan materi yang akan di berikan. 4. sesama rekan PPL.B. 17 . 10. Selalu mempersiapkan segala sesuatunya sebelum menyampaikan materi di kelas baik dalam hal penguasaan materi. Meminta masukan kepada guru pamong. Pemecahan masalah yang dihadapi pada saat proses penampilan biasanya praktikan konsultasi terlebih dahulu dengan guru pamong dan dosen pembimbing PPL sehingga kekurangan yang terjadi pada saat proses penampilan yang telah dilakukan diusahakan tidak terulang pada saat proses penampilan yang akan datang. Bersikap tegas (dengan menggunakan metode reward and punishment ) 6. 9. 2. 7. Upaya untuk mengasasi masalah-masalah yang dialami adalah sebagai berikut : 1. dan berusaha menggunakan teknik dan metode yang menarik sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aktif. Praktikan harus bisa mempelajari dan memahami karakter yang berbeda- beda dari setiap kelas. mempersiapkan diri sebaik mungkin. percaya diri. media yang akan dipakai dan alat evaluasi yang akan digunakan untuk mengetahui hasil akhir dari proses belajar mengajar. bersikap tenang. Berinteraksi dengan peserta didik secara lebih akrab. dan peserta didik berkenaan dengan penampilan praktikan di kelas secara objektif agar praktikan bisa memperbaiki kesalahannya dikemudian waktu. 5. 3. Mempersiapkan bahan ajar sebaik-baiknya.

C. praktikan menggunakan slide materi sehingga tinggal menerangkannya pada siswa. serta dapat melakukan pembelajaran diluar kelas sesuai dengan materi yang akan disampaikan. biasanya praktikan menyarankan agar tidak mencatat dahulu. Pemberian reward (penghargaan) kepada peserta didik untuk meningkatkan motivasinya dalam belajar. 14. Untuk masalah mengatasi rendahnya minat dan motivasi siswa terhadap pelajaran geografi. D. serta pemilihan media pengajaran yang senantiasa praktikan konsultasikan dengan guru pamong dan dosen pembimbing PLP agar menarik perhatian siswa/i 13. Partisipasi Dalam Kehidupan Sekolah Agar dapat berpartisipasi dan bersosialisasi dengan baik dengan seluruh komponen sekolah. dan untuk materi bisa di save di flashdisk siswa atau dapat diprint. Penyampaian materi dengan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga dapat dimengerti dan dipahami oleh siswa. Namun yang terjadi adalah siswa mencatat materi dan sering mengeluh jika slide diganti dengan bahasan berikutnya. praktikan berusaha untuk menghilangkan rasa canggung yang ada dengan cara berusaha selalu berkomunikasi dengan warga sekolah 18 . Adapun upaya penanggulangannya ialah guru/praktikan dikhususkan untuk dapat fokus melakukan bimbingan belajar sehingga kemampuan penyampaian materi bisa tersampaikan. praktikan berusaha untuk melakukan pendekatan dengan menggunakan berbagai macam metode. Untuk mensiasati hal ini. Untuk mengefektifkan waktu. Bimbingan Belajar / Ekstrakurikuler Faktor penyebab yang menjadi permasalahan dalam hal keikutsertaan praktikan dalam kegiatan ekstrakurikuler antara lain disebabkan oleh sulitnya menyisihkan waktu yang ada. 11. model pembelajaran. 12. Dan pemaparan materi dilakukan dengan tidak terburu-buru dan tidak terlalu cepat. bimbingan belajar memiliki waktu khusus.

Proses Bimbingan Upaya yang praktikan lakukan agar proses bimbingan ini bisa tetap terjadi dengan semestinya antara lain selalu berkonsultasi dengan guru pamong PPL secara langsung maupun di luar sekolah. Selain itu. Dengan dosen pembimbing. tujuannya ialah agar praktikan dapat lebih mengakrabkan diri dengan warga sekolah lainnya. E. praktikan berusaha berkonsultasi dengan cara mendatangi dosen pembimbing di tempat kerjanya yang sebelumnya telah dilakukan appoitment terlebih dahulu. 19 . yang ada baik sifatnya formal maupun informal. Sehingga kesulitan untuk mengenal warga sekolah dapat juga teratasi meski staff yang ada dalam jumlah yang banyak. dengan menggunakan via komunikasi untuk menghindari miss comunication. praktikan mengikuti seluruh kegiatan yang diadakan oleh pihak sekolah.

Simpulan Program Pengalaman Lapangan (PPL) Kependidikan ialah program kependidikan calon guru yang dimaksudkan untuk mempersiapkan calon-calon tenaga pendidik guru. 20 . baik kegiatan belajar mengajar maupun tugas-tugas keguruan lainnya. Melalui PPL ini. cara berpenampilan yang baik saat KBM. BAB IV SIMPULAN DAN SARAN A. melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). menyelesaikan administrasi pendidikan. Program Pengalaman Lapangan (PPL) Kependidikan ini. serta bagaimana memahami karakteristik peserta didik serta bagaimana caranya berinteraksi dengan seluruh komponen sekolah. mencakup pembinaan dan pelatihan kemampuan profesional guru berupa kinerja dari semua hal yang berkaitan dengan jabatan keguruan. mahasiswa/i akan memperoleh ilmu dan pengetahuan yang tidak akan pernah mahasiswa/i dapatkan pada saat di bangku perkuliahan yaitu berupa pengalaman yang sekaligus menjadi bekal untuk masa depan seperti penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). proses bimbingan. proses interaksi dan sosialisasi dengan seluruh warga sekolah sampai ke dalam permasalahan peserta didik yang kita ajar. proses adaptasi. Semua itu begitu kompleks dan pasti akan dialami oleh seluruh praktikan yang melakukan kegiatan PPL. namun justru dengan adanya kompleksitas permasalahan yang muncul di lapangan tersebut merupakan proses pembelajaran yang paling berharga untuk seluruh praktikan bagaimana sesungguhnya gambaran dunia pekerjaan yang nantinya akan mereka geluti. Pada saat pelaksanaan PPL juga kita dihadapkan berbagai macam permasalahan baik dari awal persiapan mengajar. praktikan mencoba menerapkan kemampuan aplikatif dan terpadu dengan segala ilmu yang diperoleh dari seluruh pengalaman belajar sebelumnya di bangku perkuliahan ke dalam program pelatihan di sekolah. Sehingga. dalam hal ini. urusan administrasi pendidikan.

Hubungan kerjasama antara UPT-PPL UPI dengan pihak sekolah perlu ditingkatkan. c. Peningkatan kedisiplinan siswa agar proses pembelajaran berlangsung secara efektif. masih banyak kekurangan-kekurangan yang memang seharusnya diperhatikan dan ditangani demi perbaikan dimasa yang akan datang baik itu dari pihak praktikannya sendiri maupun dari pihak sekolah sebagai tempat kegiatan PPL dilaksanakan dan begitu juga dari pihak UPI (Universitas Pendidikan Indonesia). Adapun saran/masukan yang dapat praktikan berikan antara lain sebagai berikut : 1. 2. UPT PPL diharapkan supaya lebih sering mengadakan pengontrolan terhadap mahasiswa praktikan yang sedang melaksanakan praktek. Dari pembuatan laporan ini praktikan memilki saran yang bisa disampaikan dan diberikan untuk beberapa pihak yang telah bergabung dan membantu selama praktikan melakukan PPL di SMA Negeri 10 Bandung. Untuk SMAN 10 Bandung : a. b. b. sehingga koordinasi antar keduanya jelas dan silaturahmipun semakin terjalin.B. 21 . Untuk UPT PLP Universitas Pendidikan Indonesia a. sehingga bisa lebih langsung mengevaluasi tindakan yang berkenan ataupun yang tidak berkenan. Saran Segala sesuatunya tidak akan mudah untuk bisa sampai pada angka yang sempurna bahkan dapat dikatakan tidak pernah ada yang sempurna dari apa yang jalani di dunia ini karena sesungguhnya kesempurnaan itu bukanlah milik kita sebagai manusia yang notabenenya tak pernah lepas dari sebuah kekhilafan. Meningkatkan komunikasi antara pihak sekolah dengan praktikan sehingga terjadi interaksi yang baik antara pihak sekolah dan praktikan. UPT PPL sebaiknya melakukan kegiatan monitoring secara berkala dan terpadu. Begitu juga dengan pelakasanaan kegiatan PPL ini.

22 . Lebih banyak evaluasi khususnya dalam pengajaran guru disetiap kelas. d. c. Sebaiknya sekolah melakukan diskusi mengenai proses pendidikan dengan semua praktikan baik untuk mengungkapkan masalah maupun pengendaliannya.