‫ور‬ّ ‫ش ُر‬ ُ ‫ َونَعُوذُ ّباهللّ ّم ْن‬،ُ‫َـح َمدُهُ َونَ ْست َ ّع ْينُهُ َونَ ْست َ ْغ ّف ُره‬ ْ ‫إن الـ َح ْمدَ

ّ هلِلّ ن‬َّ
‫ض ّل ْل‬ ْ ُ‫ َو َم ْن ي‬،ُ‫ض َّل لَه‬ ّ ‫ َم ْن يَ ْه ّد ّه هللاُ فَ ََل ُم‬،‫ت أ َ ْع َما ّلنَا‬ َ ‫أ َ ْنفُ ّسنَا َو ّم ْن‬
ّ ‫س ّيهئَا‬
‫ َوأ َ ْش َهدُ أَن الَّ ّإلَهَ ّإالَّ هللا َو ْحدَهُ َال ش َّري َْك لَهُ َوأ َ ْش َهدُ أ َ َّن‬،ُ‫ّي لَه‬ َ ‫فَ ََل هَاد‬
.‫سولُه‬ َ ً ‫ُمـ َح َّمدا‬
ُ ‫ع ْبدُهُ َو َر‬
َ‫َّللاَ َح َّق تُقَاتّ ّه َو َال ت َ ُموت ُ َّن ّإ َّال َوأ َ ْنت ُ ْم ُم ْس ّل ُمون‬
َّ ‫يَا أَيُّ َها الَّذّينَ آ َمنُوا اتَّقُوا‬
‫احدَةٍ َو َخلَقَ ّم ْن َها‬ّ ‫اس اتَّقُوا َربَّ ُك ُم الَّذّي َخلَقَ ُك ْم ّم ْن نَ ْف ٍس َو‬ ُ َّ‫يَا أَيُّ َها الن‬
‫سا َءلُونَ ّب ّه‬ َ َ ‫َّللاَ الَّذّي ت‬
َّ ‫سا ًء َواتَّقُوا‬َ ّ‫يرا َون‬ ً ‫ث ّم ْن ُه َما ّر َج ًاال َك ّث‬ َّ َ‫زَ ْو َج َها َوب‬
‫َّللاَ َكانَ َعلَ ْي ُك ْم َرقّيبًا‬ َّ ‫ام ّإ َّن‬ َ ‫َو ْاْل َ ْر َح‬
َ ‫َّللاَ َوقُولُوا قَ ْو ًال‬
‫سدّيدًا‬ َّ ‫يَا أَيُّ َها الَّذّينَ آ َمنُوا اتَّقُوا‬
‫سولَهُ فَقَ ْد‬ َّ ّ‫ص ّل ْح لَ ُك ْم أ َ ْع َمالَ ُك ْم َويَ ْغ ّف ْر لَ ُك ْم ذُنُوبَ ُك ْم َو َم ْن يُ ّطع‬
ُ ‫َّللاَ َو َر‬ ْ ُ‫ي‬
ُ‫فَازَ فَ ْو ًزا َع ّظي ًما أ َ َّما بَ ْعد‬
Jama’ah Jum’ah Rohimakumullah

Pada kesempatan khutbah kali ini, pertama-tama saya mengajak pribadi saya sendiri dan
kaum muslimin umumnya untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt. Hanya dengan
taqwalah bekal yang untuk menghadap-Nya nanti. Fainna khairaz zadit taqwa. Jangan
ragukan janji Allah, bahwa ia hanya melihat seseorang dari ketaqwaannya bukan dari sisi
lainnya.

Jama’ah yang dimuliakan Allah
Dalam khutbah kali ini saya hendak mengisahkan sebuah cerita diskusi antara Imam Al-
Ghozali dengan muridnya. Ada enam pertanyaan yang dilontarkan beliau kepada para
muridnya, dan kesemuanya sangat bagus untuk kita simak niali-nilai yang terkandung di
dalamnya.

Suatu ketika Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali
bertanya.
Wahai murid-muridku sekalian, coba kalian jawab "Apa yang paling dekat dengan diri kita di
dunia ini?"
Murid-muridnya menjawab "orang tua,guru,kawan,dan sahabatnya".

Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "NAFSU" ‫وب َّال َي ْفقَ ُهونَ ّب َها َولَ ُه ْم أ َ ْعيُ ٌن َّال‬ ٌ ُ‫نس ۖ لَ ُه ْم قُل‬ ّ ‫اْل‬ ً ‫َولَقَ ْد ذَ َرأْنَا ّل َج َهنَّ َم َك ّث‬ ّ ْ ‫يرا ّ همنَ ْال ّج ّهن َو‬ ‫ض ُّل ۚ أُولَ ٰـئّ َك هُ ُم‬ َ َ ‫ان َّال يَ ْس َمعُونَ ّب َها ۚ أُولَ ٰـئّ َك َك ْاْل َ ْن َع ّام بَ ْل ُه ْم أ‬ ٌ َ‫ْص ُرونَ ّب َها َولَ ُه ْم آذ‬ ّ ‫يُب‬ َ‫ْالغَا ّفلُون‬ . Paling banter kita hanya bisa bertobat dan berharap pengampunan. karena itu membuat kita besar hati. Walau dengan apa cara sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. padahal ia dekat dalam kenyataannya. jangan sekali-kali merasa diri jauh dari mati. Terkadang ia jauh terasa. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahawa semua jawapan yang mereka berikan itu adalah benar. Murid-muridnya menjawah "gunung. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Waktu tidak akan datang berulang untuk kedua kali..Imam Ghozali menjelaskan semua jawapan itu benar. Ini tepat dengan sebuah hadits yang menganjurkan bahwa kehidupan kita hari ini harus jauh lebih baik dari kemaren. dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "MATI". Semua jawapan itu benar kata Imam Ghozali. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan" (Ali Imran 185) Kematian adalah sesuatu yang tiada seorang pun tahu kapan ia akan datang. Kita sebagai hamba hanya bisa berharap dan berdo’a semoga Allah swt memberikan anugrah kepada kita agar mampu memanfaatkan waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung... bulan. sekali kita bertindak kesalahan kita tidak bisa merevisinya lagi.. Jama’ah Jum’ah yang berbahagia Mati dan waktu adalah dua rahasia yang ada di genggaman-Nya. Janganlah kita lengah dalam memahami hal ini. matahari dan bintang -bintang". maka yang perlu diperhatikan adalah waktu. "Apa yang paling besar di dunia ini?". Emas. Jika difikir lebih dalam. Karena itu manusia harus selalu bersiap diri menghadapinya. Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua.. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?" Murid -muridnya menjawab "negara Cina. Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. Sebagian pepatah bilang waktu adalah sesuatu yang paling berharga. Tapi yang paling benar adalah "MASA LALU". ‫ع ّن‬ َ ‫ت ۗ َوإّنَّ َما ت ُ َوفَّ ْونَ أ ُ ُج‬ َ ‫ور ُك ْم يَ ْو َم ْال ّقيَا َم ّة ۖ فَ َمن ُز ْح ّز َح‬ ّ ‫ُك ُّل نَ ْف ٍس ذَائّقَةُ ْال َم ْو‬ ّ ‫ار َوأ ُ ْد ّخ َل ْال َجنَّةَ فَقَ ْد فَازَ ۗ َو َما ْال َح َياة ُ الدُّ ْن َيا ّإ َّال َمتَاعُ ْالغُ ُر‬ ‫ور‬ ّ َّ‫الن‬ "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. harta bisa dicari tapi waktu yang sudah berlalu tak mungkin hadir kembali. Justru kerahasiaannya harus kita maknai bahwa mati bisa terjadi kapan saja dan dimana saja tanpa adanya peringatan dari- Nya.. Inilah yang hendak disampaikan oleh Al-Ghazali kepada murid-muridnya. bumi dan matahari".

pengendalian nafsu adalah kunci dalam hidup ini. Tumbuh-tumbuhan.. Mereka itu sebagai binatang ternak. kata Imam Ghozali. dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Itulah pesan tersembunyi dari al-Ghazali bahwa nafsu adalah hal paling besar. (QS. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh".. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT. Meraka itulah orang-orang yang lalai". "Apa yang paling ringan di dunia ini?". Dan sholat adalah kewajiban terpenting di dunia ini. Murid-murid Ada yang menjawab "besi dan gajah". Kemudian al-Ghazali meneruskan pada Pertanyaan keempat adalah. bumi dan gunung-gunung. Benar kata Imam Ghozali. Ada yang menjawab "kapas. Semua itu benar kata Imam Ghozali.. "Apakah yang paling tajam di dunia ini?". ingin celaka selamanya? Turuti nafsumu. hal yang paling menentukan. dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. (QS.. mereka mempunyai hati. meski demikian sholat adalah hal termudah yang sering dilewatkan oleh orang-orang muslim? Ringan sekali mlewatinya. Dan pertanyaan keenam adalah. Ingatlah sebuah hadits yang menerangkan: ‫المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده‬ . Murid-muridnya menjawab dengan serentak. Manusia selalunya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri. Jama’ah yang dimuliakan Allah Pertanyaan Imam al-Ghazali yang kelima adalah. dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). 7:179) (Al A'Raf 179). Namun anenya.. tapi yang paling tajam adalah "LIDAH MANUSIA" Karena melalui lidah. maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan Sholat. tapi yang paling berat adalah "MEMEGANG AMANAH" َ‫ض َو ْال ّج َبا ّل فَأ َ َبيْنَ أَن َي ْح ّم ْلنَ َها َوأ َ ْشفَ ْقن‬ ّ ‫ت َو ْاْل َ ْر‬ َّ ‫ضنَا ْاْل َ َمانَةَ َعلَى ال‬ ّ ‫س َم َاوا‬ ْ ‫ّإنَّا َع َر‬ ً ‫ظلُو ًما َج ُه‬ ‫وال‬ َ َ‫ان ۖ إّنَّهُ َكان‬ ُ ‫س‬ َ ‫اْلن‬ّ ْ ‫ّم ْن َها َو َح َملَ َها‬ "Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit. "pedang". gunung. Nafsu adalah hal penentu pada diri manusia. 33:72) (Al Ahzab 72). bahkan mereka lebih sesat lagi. debu dan daun-daunan". Ingin bahagia yang hakiki? Kendalikanlah nafsumu. "Apa yang paling berat di dunia ini?".. gara-gara bermesyuarat kita meninggalkan sholat. Semua jawapan adalah benar. tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda- tanda kekuasaan Allah). angin. Kita harus ingat bahwa sholat adalah hal pertama yang ditanyakan Allah kepada manusia..."Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia.. binatang. sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang amanahnya. Gara-gara pekerjaan kita meninggalkan sholat.

menjaga lidah dan‬‬ ‫‪memegang amanah.‬و َرس ْولهُ َ‬ ‫َ‬ ‫ل الله اُم‬ ‫ص ُِ‬ ‫سيِ ِدنَا َعلَى َ‬ ‫ص َحابِ ُِه أ ِل ُِه َو َعلَى م َح امدُ َ‬ ‫ن أ َ ْج َم ِعيْنَُ َوأ َ ْ‬ ‫سانُ تَبِعَه ُْم َو َم ُْ‬ ‫بِإ ِ ْح َ‬ ‫ْن َي ْو ُِم ُِإلَى‬‫‪. di penghujung khotbah ini saya mengajak diri saya dan jama’ah sekalian bila ada‬‬ ‫‪waktu sering-seringlah merenung bahwa mati akan segera menjemput kita.‬وأَقُ ْو ُل َق ْولى َهذَا فَا ْست َ ْغ ّف ُر هللاَ العَ ّظي َْم إّنَّهُ ُه َو الغَفُ ْو ُر‬ ‫َو ّم ْن ُك ْم تَّلَ َوتَهُ َو ّانَّهُ ُه َوال َّ‬ ‫الر ّحيْم‬ ‫َّ‬ ‫‪Khutbah 2‬‬ ‫للُِِا َ ْل َح ْم ُد‬ ‫ب ُ‬ ‫‪،‬العَالَ ِميْنَُ َر ُِ‬ ‫ْن ال ُّد ْنيَا أم ْو ُِر َعلَى نَ ْست َ ِعيْنُ َوبِ ُِه ْ‬ ‫الدي ُِ‬ ‫‪. insyaallah diri‬‬ ‫‪kita akan termotifasi untuk mengendalikan nafsu.‬ال َعالَ ِميْنَُ َر ُِ‬ ‫ْ‬ ‫صلُّونَُ َو َم ََلئِ َكتَهُ اَُ‬ ‫ّللا ِإ اُ‬ ‫ن‬ ‫ي ِ َعلَى ي َ‬ ‫صلُّوا َءا َمنُوا الاذِينَُ يَاأَيُّ َها النا ِب ُ‬ ‫س ِلموا َعلَ ْي ُِه َ‬ ‫‪.‬‬ ‫آن اْل َع ّظي ّْم‪َ .‬ح َ‬ ‫ْال َع ِظيْمُ للاُ َ‬ ‫ص َدقَُ‬ ‫ي َرس ْولهُ َو َ‬ ‫ك َعلَى َون َْحنُ ْال َك ِريْمُ النابِ ُُّ‬ ‫شا ِه ِديْنَُ ِمنَُ ذ ِل َُ‬ ‫شا ِك ِريْنَُ ال ا‬ ‫َوال ا‬ ‫ُِو ْال َح ْمدُ‬ ‫ب للُِ َ‬ ‫‪.‬و ِ‬ ‫َ‬ ‫ن أ َ ْش َهدُ‬ ‫لَ أ َ ُْ‬ ‫لا ِإل ُهَ ُ‬ ‫لَ َو ْح َدهُ للاُ ِإ ُ‬ ‫ْك ُ‬ ‫ن َوأ َ ْش َهدُ ‪،‬لَهُ ش َِري َُ‬ ‫عبْدهُ م َح امدًا أ َ اُ‬ ‫‪.‬الدي ُِ‬ ‫ِ‬ ‫صيْك ُْم للاُِ ِعبَا َُد فَيَا ‪،‬بَ ْعدُ أ َ اما‬ ‫ي أ ْو ِ‬ ‫‪،‬المتاق ْونَُ فَازَُ فَقَ ُْد للاُِ بِت َ ْق َوى َونَ ْف ِس ُْ‬ ‫َعلَى َوأَحثُّك ُْم ْ‬ ‫طا َع ِت ُِه‬ ‫‪. menjalankan sholat.‬‬ ‫‪aKhirnya.‬ت ْر ًحم ْونَُ لَ َعلاك ُْم َ‬ ‫ي ت َ َعالَى للاُ قَا َُ‬ ‫ل‬ ‫آن فِ ُْ‬ ‫‪:‬ال َك ِري ُِْم اْلق ْر ُِ‬ ‫َوالاذِينَُ َخلَقَك ُْم الاذِي َرباكمُ ا ْعُبدوا النااسُ يَاأَيُّ َها ْ‬ ‫ل ‪،‬تَتاقونَُ لَعَلاك ُْم قَ ْب ِلك ُْم ِم ُْ‬ ‫ن‬ ‫صلاى للاُِ َرس ْولُ َوقا َ َُ‬ ‫سلا َُم َعلَ ْي ُِه للاُ َ‬ ‫‪:‬و َ‬ ‫ق َ‬ ‫ّللا ات ا ُِ‬‫ت َحيْث َما اُِ‬ ‫ك ْن َُ‬ ‫سيِئ َ ُةَ َوأَتْ ِب ُْع‬ ‫سنَ ُةَ ال ا‬ ‫ق ت َ ْمح َها ْال َح َ‬ ‫اس َوخَا ِل ُِ‬ ‫سنُ ِبخلقُ النا َُ‬ ‫ص َدقَُ ‪َ .‬ال َكافِ ِرينَُ ْالقَ ْو ُِم َعلَى فَا ْنص ُْرنَا َم ْو َلنَا أ َ ْن َُ‬ ‫ت‬ ‫سنَ ُةً ال ُّد ْنيَا فِي آتِنَا َربانَا ْ‬ ‫ْاْل ِخ َرةُِ َوفِي َح َ‬ ‫سنَ ُةً‬ ‫اب َو ِقنَا َح َ‬ ‫‪.‬ال َحا َجا ُِ‬ ‫ْ‬ ‫ل َربانَا‬ ‫ُاخ ْذنَا َُ‬ ‫ن ت َؤ ِ‬ ‫طأْنَا أ َ ُْو نَ ِسينَا إِ ُْ‬ ‫ل َربانَا أ َ ْخ َ‬ ‫ل َو َُ‬ ‫ص ًرا َعلَ ْينَا ت َ ْح ِم ُْ‬ ‫َعلَى َح َم ْلتَهُ َك َما إِ ْ‬ ‫ن الاذِينَُ‬ ‫ل َربانَا قَ ْب ِلنَا ِم ُْ‬ ‫ل َما ت َح ِم ْلنَا َو َُ‬ ‫طاقَ ُةَ َُ‬ ‫ار َح ْمنَا لَنَا َوا ْغ ِف ُْر َعناا َواعْفُ ِب ُِه لَنَا َ‬ ‫َو ْ‬ ‫‪.‬ت َ ْس ِلي ًما َو َ‬ ‫ت ِل ْلم ْس ِل ِميْنَُ ا ْغ ِف ُْر اَلله اُم‬ ‫ت َو ْالمؤْ ِمنِيْنَُ َو ْالم ْس ِل َما ُِ‬ ‫ت ِم ْنه ُْم اْأل َ ْحيا َ ُِء َو ْالمؤْ ِمنَا ُِ‬ ‫َواْأل َ ْم َوا ُِ‬ ‫س ِميْعُ ِإنا َُ‬ ‫ك‬ ‫ت م ِجيْبُ قَ ِريْبُ َ‬ ‫ي ال اد َع َوا ُِ‬ ‫اض َُ‬ ‫ت َوقَ ِ‬ ‫‪.‬الناار َع َذ َُ‬ ‫للا ِعبَا َُد‬‫ن ! ُِ‬ ‫ل يَأْمرُ اَُ‬ ‫ّللا ِإ اُ‬ ‫ان ِب ْال َع ْد ُِ‬ ‫س ُِ‬ ‫اْل ْح َ‬‫اء َو ْ ِ‬ ‫ن َويَ ْن َهى ْالق ْربَى ذِي َو ِإيت َ ُِ‬ ‫َع ُِ‬ .‫‪seorang muslim adalah orang bisa menjaga orang muslim lainnya dari lisannya dan‬‬ ‫‪tangannya.‬ونَ َف َع ّنى َو ّإيَّا ُك ْم ّب َمافّ ْي ّه ّم ْن آ َي ّة َو ْذ ُك َر ْال َح ّكي َْم َوت َ َقبَّ َل هللاُ ّمنَّا‬ ‫ار َك هللا ّلى َولَ ُك ْم ّفى اْلقُ ْر ّ‬ ‫َب َ‬ ‫س ّم ْي ُع العَ ّل ْي ُم‪َ .

‫ُر ْالفَ ْحش ِ‬ ‫َاءُ‬ ‫ي ِ َو ْالم ْن َك ُِ‬ ‫للا فَا ْذكروا ‪،‬ت َ َذ اكرونَُ لَعَلاك ُْم يَ ِعظك ُْم َو ْالبَ ْغ ُ‬ ‫يَ ْذك ْرك ُْم ْالعَ ِظي َُْم َُ‬ ‫ن َوا ْسأَل ْوهُ يَ ِز ْدك ُْم نِ َع ِم ُِه َعلَى َوا ْشكروهُ‬ ‫‪.‬أ َ ْك َبرُ للاُِ َولَ ِذ ْكرُ ي ْع ِطك ُْم فَ ْ‬ ‫ض ِل ُِه ِم ُْ‬ .