PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN GUIDED NOTE TAKING

MELALUI HANDOUT KONTEKSTUAL PADA MATERI HIMPUNAN
SISWA KELAS VII E SMP NEGERI 2 NGLEGOK
TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Ratna Rahayuningtiyas, Riki Suliana R.S, Suryanti
Program Studi Pendidikan Matematika
email: ratnarahayuningtiyas5140@gmail.com
STKIP PGRI BLITAR

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah menerapkan strategi pembelajaran
Guided Note Taking melalui handout kontekstual pada materi lingkaran siswa
kelas VIII SMPN 1 Garum tahun ajaran 2014/2015. Jenis penelitian yang
digunakan merupakan penelitian tindakan kelas dengan 3 instrumen penelitian
yaitu handout kontekstual, lembar observasi aktivitas siswa dan aktivitas guru,
serta tes akhir siklus. Berdasarkan hasil instrumen, menunjukkan bahwa
penerapan strategi pembelajaran Guided Note Taking melalui handout
kontekstual dapat dikatakan berhasil karena sesuai dengan kriteria keberhasilan
yang sudah ditetapkan. Hasil handout kontekstual memiliki skor 93. Hasil
observasi siswa memiliki skor 81% dan hasil observasi guru memiliki skor
82% dengan kriteria baik. Kemudian hasil tes akhir siklus memiliki skor 88%.

Kata Kunci: Guided Note Taking, handout kontekstual, lingkaran

Abstract: The goal of this research is implementation of learning strategies
Guiden Note Taking through contextual handouts on the material “Lingkaran”
for second grade in 1 Garum academic year 2014/2015. This type of research is
Classroom action research with 3 research instruments are used in this
research: contextual handouts, observation students activity and teacher
activity, as well as the final test. Based on the results of research instruments
indicates that the application of learning strategies Guiden Note Taking
through contextual handouts was successful because in accordance with the
criteria. The results of contextual handouts has score 93. Observation students
activity has score 81% and teacher activity has score 82% with good criteria.
Then the final test has score 88%.

PENDAHULUAN dikeluarkan oleh UNDP (United
Saat ini kualitas sumber daya Nations Development Program)
manusia Indonesia berada di bawah Indonesia masih berada jauh dibawah
sumber daya manusia Negara Singapura, Brunei Darussalam,
ASEAN lainnya. Pada tahun 2013 Malaysia dan Thailand. Direktur
nilai IPM (Indeks Pembangunan UNDP Indonesia Beate Trankmann
Manusia) Indonesia adalah 0.648. menjelaskan bahwa salah satu dari
Berdasarkan data yang tiap tahun tiga dimensi utama yang digunakan

logis dan yang sulit. (UNDP. mengakibatkan mereka sering . logis dan kreatif yang akses terhadap ilmu pengetahuan. Kebanyakan guru masih melalui proses pembelajaran konsisten dengan ceramahnya tanpa matematika karena matematika memperhatikan keikutsertaan siswa memiliki struktur dan keterkaitan dalam pembelajaran. Siswa oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan terkadang enggan mencoba teknologi. Dengan demikian mengerjakan soal yang mereka diperlukan suatu bidang ilmu yang anggap sulit sehingga hanya dapat mengembangkan kemampuan menunggu jawaban dari teman lain berpikir secara kritis. Kemampuan-kemampuan masih merasa malu dan takut untuk tersebut digunakan untuk mengolah mengemukakan ide dan mengerjakan informasi dan pengetahuan yang soal didepan kelas dengan sukarela masuk ke Indonesia yang diakibatkan tanpa ditunjuk oleh guru. sistematis. Permasalahan kualitas sumber daya manusia yang peneliti temukan dalam Indonesia. Kondisi pembelajaran seperti Guru menyadari bahwa inilah yang menyebabkan siswa tidak matematika sering dipandang sebagai fokus dalam mengikuti pembelajaran mata pelajaran yang sulit sehingga sehingga siswa lebih memilih sibuk kurang dinikmati bahkan lebih sendiri dibandingkan dengan banyak dihindari oleh sebagian besar memperhatikan penjelasan yang siswa. yaitu manusia Indonesia Beberapa siswa masih menganggap yang memiliki kemampuan berpikir bahwa matematika adalah pelajaran secara kritis. Sikap dan cara berfikir menyampaikan materi belum seperti ini dapat dikembangkan berubah. logis yang mengerjakannya. Cara guru dan kreatif. yang kuat dan jelas antar konsepnya. Siswa seharusnya sadar bahwa diberikan oleh guru. 2013). menjadi ciri utama matematika. Sumber daya manusia pembelajaran matematika antara lain: berkualitas. Persepsi dan hal seperti ini Setelah melihat fakta ini maka juga terjadi pada siswa kelas VIII C harus ada upaya untuk meningkatkan SMP Negeri 1 Garum. Sebagian besar siswa kreatif.sebagai dasar evaluasi IPM adalah sistematis. sistematis. Hal inilah yang kemampuan berpikir secara kritis.

memungkinkan siswa belajar lebih Pendapat tersebut dapat aktif. siswa tidak meningkatkan aktivitas siswa yaitu hanya sekedar mendengarkan melalui penerapan strategi penjelasan dari guru. handout kontekstual. menyiapkan bagan atau skema atau Strategi pembelajaran Guided yang lain yang dapat membantu siswa Note Taking memiliki beberapa dalam membuat catatan-catatan ketika kelebihan antara lain: strategi guru menyampaikan materi pembelajaran Guided Note Taking pelajaran”.melewatkan poin-poin penting dalam memberikan handout kontekstual pembelajaran yang sedang diajarkan kepada siswa. Yang dimaksud oleh guru. Dengan strategi yang dibawakan guru mendapat pembelajaran Guided Note Taking perhatian siswa”. Dengan strategi pembelajaran strategi pembelajaran yang mampu Guided Note Taking. melakukan aktivitas mengisi titik-titik Seperti yang dikatakan Suprijono pada handout kontekstual. . dengan strategi Guided Note Taking sehingga siswa tidak lagi bosan dan merupakan strategi belajar berupa memberikan perhatiannya terhadap catatan terbimbing yang pembelajaran yang sedang dikembangkan agar metode ceramah berlangsung. namun siswa pembelajaran Guided Note Taking. karena memberikan kesempatan disimpulkan bahwa strategi mengembangkan diri. yaitu handout Tindakan perbaikan untuk yang isinya berupa poin-poin penting mengatasi permasalahan tersebut berupa titik-titik yang harus diisi dapat dilakukan dengan menerapkan siswa. Siswa (2012: 105) “Pembelajaran aktif melakukan kegiatan menulis. siswa mengetahui materi yang sedang Zaini (2008: 32) menyebutkan dibahas sehingga diharapkan siswa “Strategi Guided Note Taking akan lebih aktif dalam merupakan strategi dimana guru mengemukakan pendapatnya. fokus pada pembelajaran Guided Note Taking handout dan materi ceramah serta merupakan metode yang menekankan diharapkan mampu memecahkan kemampuan siswa dalam menangkap masalah sendiri dengan menemukan poin-poin penting dengan cara (discovery) dan bekerja sendiri.

pembelajaran lainnya. secara umum diperoleh peserta didik akan terfokus gambaran bahwa pembelajaran perhatiannya pada istilah dan konsep dengan menggunakan strategi yang akan dikembangkan dan yang pembelajaran Guided Note Taking berhubungan dengan mata pelajaran dapat memberikan hasil yang positif. dengan memilah bagian atau Strategi dapat diartikan materi mana yang harus dikosongkan sebagai cara yang dipilih oleh seorang dan pertimbangan kesesuaian materi pendidik yang akan digunakan untuk dengan kesiapan siswa untuk belajar menyampaikan materi pembelajaran dengan metode pembelajaran yang bertujuan untuk memudahkan tersebut. Strategi peneliti akan melakukan suatu pembelajaran Guided Note Taking penelitian yang berjudul “Penerapan juga memiliki beberapa kelemahan Strategi Pembelajaran Guided Note antara lain: dalam pelaksanaannya Taking melalui Handout Kontekstual guru kadang merasa kesulitan karena pada Materi Lingkaran Siswa Kelas harus mempersiapkan handout VIII SMP Negeri 1 Garum Tahun kontekstual atau perencanaan terlebih Ajaran 2014/2015” dahulu. untuk kemudian dikembangkan baik mengenai hasil belajarnya menjadi konsep atau bagan pemikiran maupun respon/sikap siswa terhadap yang lebih ringkas pembelajarannya. peserta didik dalam menerima atau Guru-guru yang sudah memahami materi pembelajaran terlanjur menggunakan metode dengan baik agar dapat mencapai pembelajaran lama sulit beradaptasi tujuan yang telah ditetapkan. Sama halnya dengan strategi Berdasarkan uraian di atas. catatan terbimbing yang . strategi Studi terhadap beberapa hasil pembelajaran ini cocok untuk penelitian yang sudah pernah memulai pembelajaran sehingga dilakukan. Selain itu. dengan strategi Guided Note Taking belum lagi membuat handout yang merupakan strategi belajar berupa akan dibagikan untuk siswa. pada metode pembelajaran baru Suprijono (2012: 105) karena harus mempelajari strategi menyatakan “Pembelajaran aktif pembelajaran Guided Note Taking.

c) yang dibawakan guru mendapat Perlakuan. Metode Guided Note Taking Langkah-langkah strategi merupakan metode yang menekankan pembelajaran Guided Note Taking pada kemampuan siswa dalam antara lain terlebih dahulu harus menangkap poin-poin penting dengan mempersiapkan segala hal yang cara memberikan panduan berupa diperlukan untuk meminimalisir kisi-kisi yang belum sempurna agar kendala yang mungkin ada. Pada penelitian ini istilah dengan pengertiannya. pembelajaran. Panduan berupa kisi-kisi ini pembelajaran Guided Note Taking disebut dengan handout Guided Note adalah sebagai berikut: langkah Taking. e) perhatian siswa”. Kemudian kosongkan sebagian dari poin-poin yang anda anggap paling METODE penting sehingga akan terdapat ruang- Jenis penelitian yang ruang kosong dalam panduan digunakan dalam penelitian ini adalah tersebut. yaitu handout yang isinya pertama persiapkan panduan yang berupa kisi-kisi atau poin-poin berisi ringkasan poin-poin utama dari penting berupa titik-titik yang harus materi pelajaran yang akan anda diisi siswa selama proses sampaikan dengan strategi ceramah. Refleksi. beberapa pernyataan. metode ceramah yang dibawakan Zaini (2008: 32) menjelaskan guru lebih mendapatkan perhatian langkah-langkah dalam strategi siswa. b) Perencanaan. Dapat peneliti dalam melakukan Penelitian juga dibuat bahan ajar (handout) yang Tindakan Kelas adalah: a) Identifikasi tercantum didalamnya subtopik dari . Bisa juga Adapun tahap-tahap atau dengan menghilangkan beberapa kata prosedur penelitian yang dilakukan kunci dari sebuah paragraph. d) Pengamatan. Beberapa cara yang dapat penelitian tindakan kelas (classroom dilakukan adalah: Berikan suatu action research). tujuannya adalah untuk mengetahui kosongkan istilah atau definisinya. penerapan strategi pembelajaran Atau kosongkan beberapa pernyataan Guided Note Taking melalui handout jika poin-poin utamanya terdiri dari kontekstual pada materi lingkaran.dikembangkan agar metode ceramah Masalah.

serta tes akhir siklus. Bila yang anda buat kepada siswa. siswa tetap berkonsentrasi Penelitian dikatakan berhasil mendengarkan pelajaran yang akan mencapai ketuntasan klasikal jika anda sampaikan. untuk membacakan hasil catatannya. Jika jumlah siswa keseluruhan dalam Untuk langkah yang terakhir berikan kelas telah mencapai ketuntasan klarifikasi sebagai penguatan kepada belajar atau ketuntasan klasikal ≥ siswa. bagikan bahan ajar (handout) yaitu 75% atau dengan nilai 75. ketuntasan siswa 75% atau lebih Jelaskan bahwa anda sengaja maka pembelajaran yang dilakukan menghilangkan beberapa poin penting dapat dikatakan berhasil dan jika dalam handout untuk tujuan agar kurang dari 75% belum berhasil. pertemuan kedua. Beri tempat Seorang siswa dikatakan kosong yang cukup sehingga siswa berhasil (mencapai ketuntasan) jika dapat membuat catatan di dalamnya. jadi. PENELITIAN Data-data yang telah Hasil Handout Kontekstual diperoleh selanjutnya akan dianalisa Hasil pengisian poin-poin untuk mengetahui apakah penelitian penting dalam handout kontekstual yang dilakukan sudah berhasil atau yang telah dilaksanakan pada belum. dan pertemuan ketiga mendapatkan . Setelah selesai 80% dari jumlah siswa dalam kelas menyampaikan materi. telah mencapai kriteri ketuntasan Setelah bahan ajar (handout) minimal (KKM) di sekolah tersebut. yaitu handout kontekstual. 80% maka pembelajaran dikatakan Instrumen penelitian berhasil.materi pelajaran anda. ketuntasan klasikal < 80% maka Instrumen penelitian yang digunakan pembelajaran tersebut dikatakan dalam penelitian ini terdiri dari 3 jenis belum berhasil dan perlu diperbaiki. lembar observasi aktivitas siswa dan aktivitas HASIL DAN PEMBAHASAN guru. minta siswa telah mencapai ketuntasan individu. Namun jika jumlah siswa merupakan alat bantu dalam keseluruhan dalam kelas belum mengumpulkan dan mengidentifikasi mencapai ketuntasan belajar atau perolehan dan penelitian secara tepat. pertemuan pertama.

Aktivitas guru (peneliti) pembelajaran Guided Note Taking di dalam menerapkan strategi melalui handout kontekstual cukup pembelajaran Guided Note Taking baik. Hal ini dikarenakan atau mencapai 82% dan dapat guru (peneliti) mulai mampu dikategorikan baik. cara penyampaian pertama sampai pertemuan ketiga guru (peneliti) dalam menjelaskan memperoleh skor rata-ratanya 49.3 materi lebih baik. Berdasarkan hasil mengkondisikan siswa. Namun dalam secara keseluruhan dari pertemuan pertemuan kedua.skor rata-rata 93. Kemudian pada pertemuan peningkatan. cara handout kontekstual dikatakan penyampaian guru (peneliti) dalam berhasil jika 80% dari seluruh jumlah menjelaskan materi menjadi semakin kelompok dalam kelompok lebih baik. berjalan sesuai dengan tahapan Kemudian pertemuan kedua pembelajaran yang disusun peneliti mendapat skor rata-rata 50 dengan sebelumnya. Kemudian observasi guru (peneliti). Dalam hal ini dalam pertemuan ketiga. diketahui . ketiga mendapat skor rata-rata 52 Pertemuan pertama guru dengan persentase 87% sehingga pada (peneliti) dalam menjelaskan pertemuan ketiga dapat dikategorikan pembelajaran dengan strategi sangat baik. terhadap aktivitas guru (peneliti) Pertemuan pertama mendapat dalam pembelajaran dengan strategi skor rata-rata 46 dengan persentase pembelajaran Guided Note Taking 77% sehingga pada pertemuan melalui handout kontekstual sudah pertama dapat dikategorikan baik. mampu mengkondisikan siswa sesuai tahapan-tahapan strategi Hasil Observasi terhadap Aktivitas pembelajaran Guided Note Taking Guru melalui handout kontekstual dan Hasil observasi oleh observer suasana kelas juga lebih kondusif. Hal ini dikarenakan guru memperoleh skor minimal 75. Meskipun dalam penyampaian melalui handout kontekstual pada materi masih ada yang belum begitu materi lingkaran dalam penelitian ini dimengerti oleh siswa. Pada penelitian ini persentase 83% sehingga pada aktivitas guru (peneliti) dalam pertemuan kedua dapat dikategorikan kegiatan pembelajaran mengalami baik.

pembelajaran Guided Note Taking melalui handout kontekstual sudah Hasil Analisa Tes Akhir berjalan sesuai dengan tahapan Hasil analisa tes akhir yang pembelajaran yang disusun peneliti telah dilaksanakan pada penelitian ini sebelumnya. Dalam hal ini guru mengikuti pelajaran dengan sungguh- (peneliti) berarti sudah melaksanakan sungguh tanpa banyak bercanda. Pada penelitian ini secara individual didapatkan aktivitas siswa mengalami ketuntasan belajar sebagai berikut: peningkatan. dari 35 siswa kelas VIII C SMP Pertemuan pertama mendapat Negeri 1 Garum.5 dengan persentase 77% nilainya memenuhi target Kriteria sehingga pada pertemuan pertama Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75 dapat dikategorikan baik. Nilai baik. tugasnya dengan baik sesuai dengan Selain itu. Sedangkan pertemuan kedua mendapat skor 48.5 sisanya 4 anak tidak tuntas.5 terhadap aktivitas siswa dalam dengan persentase 81% dengan pembelajaran dengan strategi kategori baik. ada 31 siswa yang skor 46. Kemudian pada pertemuan tertinggi yang diperoleh siswa adalah ketiga mendapat skor 50. melalui handout kontekstual yang Siswa dalam pembelajaran ini telah ditentukan dapat terlaksana sudah mulai kondusif dalam dengan baik. Pada tes dengan persentase 81% sehingga pada akhir siklus tersebut ketuntasan pertemuan kedua dapat dikategorikan klasikal telah mencapai 88. dalam menerima pembelajaran dari guru.bahwa langkah-langkah strategi pertemuan ketiga dapat dikategorikan pembelajaran Guided Note Taking baik.5%. Pada dan dinyatakan tuntas. Pada penelitian ini aktivitas Hasil Observasi terhadap Aktivitas siswa secara keseluruhan dari Siswa pertemuan pertama sampai pertemuan Hasil observasi oleh observer ketiga mencapai skor rata-rata 48.5 dengan 100 dan nilai terendah yang diperoleh persentase 84% sehingga pada siswa adalah 67. siswa juga terlihat antusias perencanaan yang telah disusun. .

melalui handout kontekstual dapat Sedangkan penelitian yang terlaksana dan mendapatkan hasil dilakukan peneliti menunjukkan yang baik. bahwa penerapan strategi Ditemukan beberapa temuan pembelajaran Guided Note Taking pada saat penelitian berlangsung melalui handout kontekstual pada antara lain: dalam proses materi lingkaran siswa kelas VIII C pembelajaran terlihat bahwa ada SMP Negeri 1 Garum Tahun beberapa kelompok yang masih Pelajaran 2014/2015 dapat dikatakan cenderung ramai sehingga ada berhasil karena sesuai dengan kriteria beberapa siswa yang tidak aktif dalam keberhasilan yang sudah ditetapkan.77. dan pada siklus II adalah Tujuan menerapkan strategi sebesar 80. Dengan Kata Kunci Cerdas Di Kelas Hasil penelitian yang VIII Semester Dua SMP Negeri 3 diperoleh peneliti lebih tinggi jika Bandar Pacitan Tahun Ajaran dibandingkan dengan penelitian 2012/2013”. 68. Pada siklus I setelah Secara keseluruhan penelitian ini dilakukan pembelajaran adalah dapat berjalan dengan baik dan sebesar 42.77% prestasi belajar siswa. Hal ini nampak pada bahwa model pembelajaran Guided ketuntasan klasikal dari penelitian Note Taking dapat meningkatkan sebelumnya sebesar 80. Ada beberapa siswa yang Hal itu terlihat pada hasil handout kurang teliti dalam menghitung hasil .31% dengan nilai rata-rata diperoleh hasil yang memuaskan.77% dengan nilai rata-rata pembelajaran Guided Note Taking 85. Hasilnya menunjukkan sebelumnya. Kemudian hasil Menggunakan Model Pembelajaran tes akhir siklus memiliki skor Kooperatif Tipe Guided Note Taking ketuntasan klasikal sebesar 88%.65. kelompok. Hasil Penelitian sebelumnya yang observasi guru memiliki skor 82% telah dilakukan oleh Arif Setia Budi dengan kriteria baik dan hasil yang berjudul “Meningkatkan observasi siswa memiliki skor 81% Prestasi Belajar Matematika dengan kriteria baik. Hal ini dapat sedangkan ketuntasan klasikal yang dilihat dari hasil ketuntasan belajar diperoleh peneliti sebesar 88%. secara klasikal.Pembahasan Penelitian kontekstual memiliki skor 93.

tes akhir siklus. memberikan teguran kepada siswa yang tidak aktif dalam kelompok. dapat mengakibatkan motivasi siswa . siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Guru melakukan pendekatan Garum Tahun Pelajaran 2014/2015 kepada siswa supaya lebih akrab lagi dapat dikatakan berhasil karena sesuai dan bisa menguasai kondisi kelas agar dengan kriteria keberhasilan yang guru bisa menumbuhkan rasa percaya sudah ditetapkan. mereka kesulitan mengerjakan Berdasarkan penelitian yang handout kontekstual karena sudah telah dilakukan.dan terkesan terburu-buru dalam Sehingga penelitian ini dihentikan mengerjakan soal. menunjukkan bahwa Selalu mengingatkan siswa untuk penerapan strategi pembelajaran lebih teliti dan tidak tergesa-gesa Guided Note Taking melalui handout dalam mencari penyelesaian dari kontekstual pada materi lingkaran suatu masalah yang ada. lembar permasalahan terlebih dahulu observasi guru dan siswa serta hasil sebelum mencari penyelesaiannya. KESIMPULAN DAN SARAN Guru tidak henti-hentinya Berdasarkan hasil evaluasi mengingatkan siswa agar memahami handout kontekstual. Sebagian dari siswa harus lebih tegas kepada kelompok- dalam kelas masih enggan bertanya kelompok yang ramai sendiri saat bila menemui kesulitan dalam pembelajaran berlangsung dan pembelajaran. 93. ada beberapa saran merasa pusing dan malas untuk dan harapan peneliti antara lain: guru mencoba lagi. Kemudian akan tercipta pembelajaran yang hasil tes akhir siklus memiliki skor kondusif dan menyenangkan yang ketuntasan klasikal sebesar 88%. diri siswa dan siswa bisa mempunyai Hal itu terlihat pada hasil keyakin untuk mengerjakan soal yang handout kontekstual memiliki skor telah diberikan oleh guru. Hasil observasi guru memiliki Guru harus mampu skor 82% dengan kriteria baik dan mengkondisikan kelas pada saat hasil observasi siswa memiliki skor pembelajaran berlangsung sehingga 81% dengan kriteria baik. Ada beberapa pada siklus I dan tidak dilanjutkan ke siswa yang berputus asa pada saat siklus selanjutnya.

(2010). Bandung: PT Yogyakarta: Pustaka Insan Remaja Rosdakarya Offset Mandani.i melalui Metode Guided Note dindex. Diakses pada 6 Desember 2014. Prinsip. (2013). Zaini.ac.id. . Peningkatan Tipe Guided Note Taking. pembelajaran sedang berlangsung. (2008). Arif. Pengajaran. Pelajar Purwanto. Pemahaman Konsep dan Tersedia pada: Prestasi Belajar Matematika http://skripsi. Angky. Setia Budi.co. Yogyakarta: Pustaka Desember 2014. (2014). (2012). (2011). Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Menggunakan DAFTAR RUJUKAN Model Pembelajaran Kooperatif Armana. Ngalim. Hisyam. Suprijono. Strategi Prinsip dan Teknik Evaluasi Pembelajaran Aktif. Cooperative Diakses pada tanggal 5 Learning.republika.id/berita/n asional/umum/14/07/24/n97zI2- aktif ketika mereka menemukan undp-ipn-indonesia-di- permasalahan pada saat proses peringkat-108-dari187-negara.veteranbantara. Agus.phpfkipmatarticlevie5 Taking pada Materi Himpunan.ums.meningkat lebih tinggi sehingga siswa Republika. Diakses tanggal 26 Januari 2015 Tersedia pada http://publikasiilmiah.ac. mempunyai keberanian untuk Tersedia pada bertanya dan antusias untuk lebih http://m. IPN Indonesia di peringkat 108 dari 187 negara.